Senin, 20 Februari 2012
Eddy Dukung Alex Noerdin Jadi Gubernur DKI Jakarta
Palembang, SN
Ir H Alex Noerdin SH menjadi salah satu bakal calon Gubernur DKI Jakarta mendapat dukungan penuh Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf. Eddy Yusuf juga siap mendukung perjuangan Alex Noerdin secara lahir batin jika nanti Alex benar-benar dicalonkan sebagai calon Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.
Dikatakan Eddy, Alex Noerdin pantas dan punya modal untuk maju menuju DKI Jakarta 1. Kesuksesan SEA Games di Sumatera Selatan sudah melambungkan nama Alex Noerdin di Jakarta.
”Kita tentunya berdoa agar niat pak Alex bisa berhasil. Biar bagaimanapun kesuksesan Sea Games sudah membuat nama pak Alex dikenal luas di Jakarta. Jadi saya rasa pencalonan pak Alex bukan tanpa alasan . Kita berdoa mudah-mudahan berhasil. Kredibilitas dan dedikasi pak Alex selama ini cukup membuat namanya dikenal banyak orang di tingkat nasional. Terlebih, dalam dua tahun ini Sumsel sukses menyelenggarkan even internasional yang tidak luput dari perhatian publik nasional terutama DKI Jakarta," terang Eddy.
Menurut Eddy, peluang Alex Noerdin terpilih ada asalkan rakyat di Jakarta tidak memilih pemimpinnya berdasarkan kesukuan. “ Mudah-mudahan rakyat Jakarta memilih dengan tidak melihat kesukuan tetapi melihat kemampuan.
“Pak Alex minta dukungan pencalonan dirinya sebagai Gubernur DKI, namun belum pasti. Kepastiannya baru didapat dalam minggu-minggu ini. Saya bilang siap mendukung pak Alex menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kita banyak teman di Jakarta, ada teman-teman dan kelompok-kelompok masyarakat yang dekat dengan kita di Jakarta dan ada juga teman-teman kita semasa sekolah dulu yang saat ini tinggal di Jakarta. Jika nanti pak Alex benar-benar maju, mereka siap bergerak dan membantu,” ungkap Eddy usai menghadiri deklarasi Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Lokal Sumsel di Hotel Clasie Palembang beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Alex Noerdin belum lama ini sempat menyampaikan perihal pencalonan dirinya. Ia menegaskan, pencalonan sebagai Gubernur DKI Jakarta bukan atas dasar keinginan pribadinya tetapi usulan sejumlah tokoh nasional.
"Pencalonan Gubernur DKI Jakarta ini bukan atas dasar keinginan saya sendiri, melainkan atas usulan sejumlah tokoh nasional," ujarnya.
Dijelaskannya, ada empat syarat yang harus dipenuhi secara pribadi untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI . Pertama, sebagai Gubernur Sumsel, dia harus mendapat izin presiden. Kedua, ia harus bisa berbuat lebih baik dari incumbent. Ketiga, Alex harus mampu menyelesaikan setidaknya 10 problem utama yang membelit DKI saat ini, terutama masalah kemacetan, banjir, dan kerawanan sosial. Keempat, penggantinya sebagai Gubernur Sumsel harus amanah. (pit)
Ir H Alex Noerdin SH menjadi salah satu bakal calon Gubernur DKI Jakarta mendapat dukungan penuh Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf. Eddy Yusuf juga siap mendukung perjuangan Alex Noerdin secara lahir batin jika nanti Alex benar-benar dicalonkan sebagai calon Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.
Dikatakan Eddy, Alex Noerdin pantas dan punya modal untuk maju menuju DKI Jakarta 1. Kesuksesan SEA Games di Sumatera Selatan sudah melambungkan nama Alex Noerdin di Jakarta.
”Kita tentunya berdoa agar niat pak Alex bisa berhasil. Biar bagaimanapun kesuksesan Sea Games sudah membuat nama pak Alex dikenal luas di Jakarta. Jadi saya rasa pencalonan pak Alex bukan tanpa alasan . Kita berdoa mudah-mudahan berhasil. Kredibilitas dan dedikasi pak Alex selama ini cukup membuat namanya dikenal banyak orang di tingkat nasional. Terlebih, dalam dua tahun ini Sumsel sukses menyelenggarkan even internasional yang tidak luput dari perhatian publik nasional terutama DKI Jakarta," terang Eddy.
Menurut Eddy, peluang Alex Noerdin terpilih ada asalkan rakyat di Jakarta tidak memilih pemimpinnya berdasarkan kesukuan. “ Mudah-mudahan rakyat Jakarta memilih dengan tidak melihat kesukuan tetapi melihat kemampuan.
“Pak Alex minta dukungan pencalonan dirinya sebagai Gubernur DKI, namun belum pasti. Kepastiannya baru didapat dalam minggu-minggu ini. Saya bilang siap mendukung pak Alex menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kita banyak teman di Jakarta, ada teman-teman dan kelompok-kelompok masyarakat yang dekat dengan kita di Jakarta dan ada juga teman-teman kita semasa sekolah dulu yang saat ini tinggal di Jakarta. Jika nanti pak Alex benar-benar maju, mereka siap bergerak dan membantu,” ungkap Eddy usai menghadiri deklarasi Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Lokal Sumsel di Hotel Clasie Palembang beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Alex Noerdin belum lama ini sempat menyampaikan perihal pencalonan dirinya. Ia menegaskan, pencalonan sebagai Gubernur DKI Jakarta bukan atas dasar keinginan pribadinya tetapi usulan sejumlah tokoh nasional.
"Pencalonan Gubernur DKI Jakarta ini bukan atas dasar keinginan saya sendiri, melainkan atas usulan sejumlah tokoh nasional," ujarnya.
Dijelaskannya, ada empat syarat yang harus dipenuhi secara pribadi untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI . Pertama, sebagai Gubernur Sumsel, dia harus mendapat izin presiden. Kedua, ia harus bisa berbuat lebih baik dari incumbent. Ketiga, Alex harus mampu menyelesaikan setidaknya 10 problem utama yang membelit DKI saat ini, terutama masalah kemacetan, banjir, dan kerawanan sosial. Keempat, penggantinya sebagai Gubernur Sumsel harus amanah. (pit)
7 Kades Hasil Pilkades Dilantik
Kayuagung, SN
Tujuh kepala desa (Kades) di Kabupaten OKI hasil Pemilihan Kades (Pilkades) selama tahun 2011 lalu resmi memegang jabatannya setelah dilantik Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM, Jumat (17/2) di BPBS II Setda OKI.
Kepala BPPMD OKI H Nehru BHM Soleh SSos menjelaskan, pelantikan itu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang Desa dan Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir Nomor 6 Tahun 2006 tentang tata cara pemilihan pencalonan, pengangkatan dan pemberentihan Kepala desa.
Katanya, kades yang dilantik yakni kades yang merupakan hasil pemilihan dari tanggal 24 Febuari 2011 sampai 15 Desember 2011, yaitu Khoirul Usman sebagai Kades Desa Bumi Pratama Mandiri Kecamatan Sungai Menang, Fatimah sebagai Kades Desa Karya Jaya Kecamatan Mesuji Makmur.
Abdul Gani sebagai Kades Desa Sunggutan Kecamatan Pangkalan Lampam, Zainal Abidin sebagai Kades Desa Pelimbangan Kecamatan Cengal, Ibrahim sebagai Kades Desa Mesuji Jaya Kecamatan Mesuji Makmur, Dud Ahmad sebagai Kades Desa Ulak Kemang Kecamatan Pampangan, Mujiyat sebagai Kades Desa Bina Karsa Kecamatan Mesuji Makmur.
Ishak Mekki mengatakan, Kades hendaknya dapat melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan golongan, Kades merupakan pilihan masyarakat oleh karenanya kades harus melayani dan mengabdi kepada masyarakat.
Banyak sekali program pemerintah yang langsung ke desa, Kades harus dapat memanfatkan program yang ada di desa dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat. Mengawasi semua program yang dilaksanankan di desa, memastikan pelaksaan dengan benar baik administrasinya maupun kualitas bahan bagunan jika berupa pembagunan fisik.(iso)
Tujuh kepala desa (Kades) di Kabupaten OKI hasil Pemilihan Kades (Pilkades) selama tahun 2011 lalu resmi memegang jabatannya setelah dilantik Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM, Jumat (17/2) di BPBS II Setda OKI.
Kepala BPPMD OKI H Nehru BHM Soleh SSos menjelaskan, pelantikan itu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang Desa dan Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir Nomor 6 Tahun 2006 tentang tata cara pemilihan pencalonan, pengangkatan dan pemberentihan Kepala desa.
Katanya, kades yang dilantik yakni kades yang merupakan hasil pemilihan dari tanggal 24 Febuari 2011 sampai 15 Desember 2011, yaitu Khoirul Usman sebagai Kades Desa Bumi Pratama Mandiri Kecamatan Sungai Menang, Fatimah sebagai Kades Desa Karya Jaya Kecamatan Mesuji Makmur.
Abdul Gani sebagai Kades Desa Sunggutan Kecamatan Pangkalan Lampam, Zainal Abidin sebagai Kades Desa Pelimbangan Kecamatan Cengal, Ibrahim sebagai Kades Desa Mesuji Jaya Kecamatan Mesuji Makmur, Dud Ahmad sebagai Kades Desa Ulak Kemang Kecamatan Pampangan, Mujiyat sebagai Kades Desa Bina Karsa Kecamatan Mesuji Makmur.
Ishak Mekki mengatakan, Kades hendaknya dapat melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan golongan, Kades merupakan pilihan masyarakat oleh karenanya kades harus melayani dan mengabdi kepada masyarakat.
Banyak sekali program pemerintah yang langsung ke desa, Kades harus dapat memanfatkan program yang ada di desa dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat. Mengawasi semua program yang dilaksanankan di desa, memastikan pelaksaan dengan benar baik administrasinya maupun kualitas bahan bagunan jika berupa pembagunan fisik.(iso)
Air Bersih Telan Dana Rp 10 M
Indralaya, SN
Kebutuhan untuk fasilitas air bersih di Komplek Kantor Terpadu ternyata menunjukkan anggaran cukup fantastis yaitu mencapai Rp 10 miliar. Hal tersebut dikatakan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ogan, Zulkarnain, SPd, kemarin.
Dijelaskannya, dana sebesar Rp 10 miliar tersebut hanya untuk membiayi instalasi saja belum termasuk biaya pendistribusian ke komplek perkantoran terpadu dan RS. "Pendistribusian air bersih ke komplek kantor terpadu dan rumah sakit untuk instalasinya saja dibutuhkan dana 10 Miliar lebih" ujar Zulkarnain
Ditambahkan orang nomor satu di Tirta Ogan ini nanti akan dibangun Boster khusus agar pendistribusian air bersih khususnya untuk komplek perkantoran dan rumah sakit terkontrol sehingga air lancara menggalir.
"Apalagi di lingkungan rumah sakit misalnya air nantinya jangan sampai tidak mengalir atau tersendat-sendat. Karena rumah sakit merupakan fasilitas umum yang sangat erat hubungannya dengan kebersihan yang sangat membutuhkan air bersih,"ujarnya.
Pihaknya dikatakan Zulkarnain sudah mengajukan proposal bantuan baik ke pusat maupun propinsi melewati dinas PU Cipta Karya. "Mudah-mudahan cepat terealisasi paling tidak sebelum komplek kantor terpadu dan RS ditempati air bersihnya sudah bisa dinikmati alias sudah mengalir,"ujarnya. (man)
Kebutuhan untuk fasilitas air bersih di Komplek Kantor Terpadu ternyata menunjukkan anggaran cukup fantastis yaitu mencapai Rp 10 miliar. Hal tersebut dikatakan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ogan, Zulkarnain, SPd, kemarin.
Dijelaskannya, dana sebesar Rp 10 miliar tersebut hanya untuk membiayi instalasi saja belum termasuk biaya pendistribusian ke komplek perkantoran terpadu dan RS. "Pendistribusian air bersih ke komplek kantor terpadu dan rumah sakit untuk instalasinya saja dibutuhkan dana 10 Miliar lebih" ujar Zulkarnain
Ditambahkan orang nomor satu di Tirta Ogan ini nanti akan dibangun Boster khusus agar pendistribusian air bersih khususnya untuk komplek perkantoran dan rumah sakit terkontrol sehingga air lancara menggalir.
"Apalagi di lingkungan rumah sakit misalnya air nantinya jangan sampai tidak mengalir atau tersendat-sendat. Karena rumah sakit merupakan fasilitas umum yang sangat erat hubungannya dengan kebersihan yang sangat membutuhkan air bersih,"ujarnya.
Pihaknya dikatakan Zulkarnain sudah mengajukan proposal bantuan baik ke pusat maupun propinsi melewati dinas PU Cipta Karya. "Mudah-mudahan cepat terealisasi paling tidak sebelum komplek kantor terpadu dan RS ditempati air bersihnya sudah bisa dinikmati alias sudah mengalir,"ujarnya. (man)
Seluruh Jalan di Sekayu Diperbaiki
Sekayu, SN
Kondisi jalan di Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam kurun beberapa tahun ini banyak yang rusak, bahkan terkesan dibiarkan, apalagi kondisi jalan provinsi yang berada di Kota Sekayu, seperti di kawasan Kampung Ogan (jalan merdeka Red ) benar-benar sudah rusak parah. Berbagai titik kerusakan dengan lobang yang cukup berpariasi besarnya tidak bisa dihitung lagi.
Warga disekitar kampung ogan, termasuk warga lainnya yang sering melintas dikawasan jalan merdeka sudah beberapa kali melakukan protes untuk segera diperbaiki jalan yang katagori jalan Propinsi yang tentunya kewenangan ada pada propinsi meski berada di wilayah Kota Sekayu.
"Sudah lamo nian jalan ini tidak pernah diperbaiki, alasannya karena jalan di Kampung Ogan ini, statusnya jalan propinsi, makanya dinas PU BM Pemkab Muba tidak pernah melakukan perbaikian, kecuali sifatnya tanggap darurat," kata Burhan (45) warga di seputaran Kampung Ogan.
Bupati Muba H Pahri Azhari belum lama ini ketika melakukan peninjauan beberapa kawasan di Kota Sekayu, berjanji akan memperbaiki jalan yang rusak diseluruh wilayah Sekayu.
Tahun ini, semua jalan di Kota Sekayu yang mengalami kerusakan akan kita perbaiki, kita pastikan semua jalan di Sekayu mulus dan tidak ada lagi yang rusak," katanya.
Kadinas PU BM Pemkab Ir H Suhaimi ketika dikonfirmasikan secara terpisah, membenarkan, bahwa seluruh jalan di kota Sekayu yang mengalami kerusakan akan diperbaiki semuanya.
"Bukan hanya jalan kabupaten yang ada di Sekayu akan diperbaiki, termasuk jalan Propinsi yang berada di Kampung Ogan yang kondisinya sudah cukup parah juga akan kita perbaiki,’’Terang Suhaimi.
Diterangkan Suhaimi, secara teknisnya, untuk perbaikan jalan propinsi yang ada di Kota Sekayu, akan dilakukan koordinasi, atau pemberitahuan ke dinas PU BM Sumsel, tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih.
"Biasanya kalau kita yang akan memperbaikinya, maka Sumsel tidak perlu lagi memperbaikinya, makanya kita akan koordinasinya dengan Dinas PU BM Sumsel," tambah Suhaimi.
Lanjut Suhaimi, pada tahun 2012 ini semua kerusakan jalan yang ada di wilayah Kota Sekayu akan diperbaiki, termasuk akan dilakukan pelebaran jalan, yang kondisi jalannya cukup sempit. (her)
Kondisi jalan di Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam kurun beberapa tahun ini banyak yang rusak, bahkan terkesan dibiarkan, apalagi kondisi jalan provinsi yang berada di Kota Sekayu, seperti di kawasan Kampung Ogan (jalan merdeka Red ) benar-benar sudah rusak parah. Berbagai titik kerusakan dengan lobang yang cukup berpariasi besarnya tidak bisa dihitung lagi.
Warga disekitar kampung ogan, termasuk warga lainnya yang sering melintas dikawasan jalan merdeka sudah beberapa kali melakukan protes untuk segera diperbaiki jalan yang katagori jalan Propinsi yang tentunya kewenangan ada pada propinsi meski berada di wilayah Kota Sekayu.
"Sudah lamo nian jalan ini tidak pernah diperbaiki, alasannya karena jalan di Kampung Ogan ini, statusnya jalan propinsi, makanya dinas PU BM Pemkab Muba tidak pernah melakukan perbaikian, kecuali sifatnya tanggap darurat," kata Burhan (45) warga di seputaran Kampung Ogan.
Bupati Muba H Pahri Azhari belum lama ini ketika melakukan peninjauan beberapa kawasan di Kota Sekayu, berjanji akan memperbaiki jalan yang rusak diseluruh wilayah Sekayu.
Tahun ini, semua jalan di Kota Sekayu yang mengalami kerusakan akan kita perbaiki, kita pastikan semua jalan di Sekayu mulus dan tidak ada lagi yang rusak," katanya.
Kadinas PU BM Pemkab Ir H Suhaimi ketika dikonfirmasikan secara terpisah, membenarkan, bahwa seluruh jalan di kota Sekayu yang mengalami kerusakan akan diperbaiki semuanya.
"Bukan hanya jalan kabupaten yang ada di Sekayu akan diperbaiki, termasuk jalan Propinsi yang berada di Kampung Ogan yang kondisinya sudah cukup parah juga akan kita perbaiki,’’Terang Suhaimi.
Diterangkan Suhaimi, secara teknisnya, untuk perbaikan jalan propinsi yang ada di Kota Sekayu, akan dilakukan koordinasi, atau pemberitahuan ke dinas PU BM Sumsel, tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih.
"Biasanya kalau kita yang akan memperbaikinya, maka Sumsel tidak perlu lagi memperbaikinya, makanya kita akan koordinasinya dengan Dinas PU BM Sumsel," tambah Suhaimi.
Lanjut Suhaimi, pada tahun 2012 ini semua kerusakan jalan yang ada di wilayah Kota Sekayu akan diperbaiki, termasuk akan dilakukan pelebaran jalan, yang kondisi jalannya cukup sempit. (her)
Pengemis Dan Anjal Menurun, Orang Gila Meningkat
Palembang, SN
Terus gencarnya Dinas Sosial (dinsos) Kota Palembang berkerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (sat pol PP) Kota Palembang menyisir kawasan yang rentan dijadikan Pengemis,gepeng dan Anak Jalanan (anjal) untuk melakukan aktifitasnya meminta-meminta di kota palembang menunjukan hasil yang membaik.
Hasil yang tercatat selama dua tahun (2010-2011) jumlah pengemis, anjal menunjukan penurunan yang segnifikan. justru sebaliknya terjadi pada orang gila (orgil) di kota Palembang menjadi kota yang subur bagi orgil atau stress.
Plt Kepala Dinas Sosial (dinsos) kota Palembang Herty Mochtar melalui Kepala Bidang (kabid) Pelayanan dan Rehabilitas sosial Dinsos Palembang A Malik Danil mengatakan orgil dikota ini lebih cenderung meningkatl yang memang sengaja dilepas orang tidak bertanggung jawab dari kota luar Palembang.
“Orang gila yang masih menjadi permasalahn kita, dari tahun-tahun sebelumnya terus mengalami peningkatan, rata-rata orgil ini mereka berasal dari luar Palembang yang sengaja di lepas,”jelasnya kemarin.
Selama dua tahun ini (2010-2011) kata Malik orgil pria meningkat mencapai lebih kurang 25 persen.”tahun 2010 orgil jenis kelamin laki-laki hanya berjumlah 109 orang, nah ditahun 2011 meningkat menjadi 130 orang, sedangkan orgil perempuan turun sebanyak 50 persen yakni ditahun 2010 berjumlah 62 orang menurun ditahun 2011 menjadi 30 orang,’katanya.
Mereka (orgil) ini, kata A Malik lebih banyak ditangkap pada malam hari, mengingat aktifitas mereka lebih mencolok pada malam hari.”Kalau siang hari orgil ini tidak terlalu mencolok, nah pada malam hari ini biasanya mereka berkeliaran baru kita tangkap dan kita serahkan ke RS Ernaldi Bahar,”tegasnya.
Beda halnya Jumlah anjal yang meminta-minta di Kota ini, masih katanya yang sempat meningkat pada bulan suci ramadhan tahun lalu saat ini mulai berkurang seiring gencarnya penertiban yang dilakukan.
“Anjal tahun 2010 laki-laki berjumlah 122 orang dan perempuan 78,ditahun 2011 berkurang anjal laki 35 orang dan perempuan 51 orang,”ungkapnya. Penerunan jumlah pengemis juga tidak jauh berbeda dengan anjal, juga menungjukan penurunan yang segnifikan.”2010 laki-laki 181 orang dan perempuan 115 menurun menjadi ditahun 2011 pengemis laki-laki 161 orang dan pengemis perempuan 106 orang,”jelasnya.
Nah, mereka yang ketangkap tangan sedang melakukan aksinya ini langsung dilakukan Pembina selama tiga bulan lamanya untuk mendapatkan keterampilan .
"Pertama kita berikan bimbingan mental setelah itu baru kita berikan keterampilan sseperti pembuatan sapu, sablon bagi anjal bahkan keterampilan otomotif,’jelasnya. Dengan kisaran dana yang harus dianggrakan dinsos kota Palembang tambah A Malik Danil menyentuh hingga Rp 300 juta.
“Setiap item keterampilan dana yang diperuntukan untuk mereka (pengemis dan anjal ) sampai menyentuh Rp 300 juta’tukasnya.(win)
Terus gencarnya Dinas Sosial (dinsos) Kota Palembang berkerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (sat pol PP) Kota Palembang menyisir kawasan yang rentan dijadikan Pengemis,gepeng dan Anak Jalanan (anjal) untuk melakukan aktifitasnya meminta-meminta di kota palembang menunjukan hasil yang membaik.
Hasil yang tercatat selama dua tahun (2010-2011) jumlah pengemis, anjal menunjukan penurunan yang segnifikan. justru sebaliknya terjadi pada orang gila (orgil) di kota Palembang menjadi kota yang subur bagi orgil atau stress.
Plt Kepala Dinas Sosial (dinsos) kota Palembang Herty Mochtar melalui Kepala Bidang (kabid) Pelayanan dan Rehabilitas sosial Dinsos Palembang A Malik Danil mengatakan orgil dikota ini lebih cenderung meningkatl yang memang sengaja dilepas orang tidak bertanggung jawab dari kota luar Palembang.
“Orang gila yang masih menjadi permasalahn kita, dari tahun-tahun sebelumnya terus mengalami peningkatan, rata-rata orgil ini mereka berasal dari luar Palembang yang sengaja di lepas,”jelasnya kemarin.
Selama dua tahun ini (2010-2011) kata Malik orgil pria meningkat mencapai lebih kurang 25 persen.”tahun 2010 orgil jenis kelamin laki-laki hanya berjumlah 109 orang, nah ditahun 2011 meningkat menjadi 130 orang, sedangkan orgil perempuan turun sebanyak 50 persen yakni ditahun 2010 berjumlah 62 orang menurun ditahun 2011 menjadi 30 orang,’katanya.
Mereka (orgil) ini, kata A Malik lebih banyak ditangkap pada malam hari, mengingat aktifitas mereka lebih mencolok pada malam hari.”Kalau siang hari orgil ini tidak terlalu mencolok, nah pada malam hari ini biasanya mereka berkeliaran baru kita tangkap dan kita serahkan ke RS Ernaldi Bahar,”tegasnya.
Beda halnya Jumlah anjal yang meminta-minta di Kota ini, masih katanya yang sempat meningkat pada bulan suci ramadhan tahun lalu saat ini mulai berkurang seiring gencarnya penertiban yang dilakukan.
“Anjal tahun 2010 laki-laki berjumlah 122 orang dan perempuan 78,ditahun 2011 berkurang anjal laki 35 orang dan perempuan 51 orang,”ungkapnya. Penerunan jumlah pengemis juga tidak jauh berbeda dengan anjal, juga menungjukan penurunan yang segnifikan.”2010 laki-laki 181 orang dan perempuan 115 menurun menjadi ditahun 2011 pengemis laki-laki 161 orang dan pengemis perempuan 106 orang,”jelasnya.
Nah, mereka yang ketangkap tangan sedang melakukan aksinya ini langsung dilakukan Pembina selama tiga bulan lamanya untuk mendapatkan keterampilan .
"Pertama kita berikan bimbingan mental setelah itu baru kita berikan keterampilan sseperti pembuatan sapu, sablon bagi anjal bahkan keterampilan otomotif,’jelasnya. Dengan kisaran dana yang harus dianggrakan dinsos kota Palembang tambah A Malik Danil menyentuh hingga Rp 300 juta.
“Setiap item keterampilan dana yang diperuntukan untuk mereka (pengemis dan anjal ) sampai menyentuh Rp 300 juta’tukasnya.(win)
Jalan Aspal Kota Palembang Banyak di Kelupas
Palembang, SN
Janji pemerintah kota (pemkot) Palembang melalui Dinas Perekjaan Umum dan Bina Marga (PU BM) Kota Palembang untuk membebaskan jalan di kota Palembang mulus 100 persen pada awal tahun 2012 bakal terhambat, pasalnya jalan daerah perbatasan yakni kabupaten Banyuasin dan kabupaten Ogan Ilir (OI) mendapat prioritas untuk dilakukan perbaikan lebih dahulu.
Pantauan Koran ini dibeberapa jalan seperti jalan Basuki Rahmat, R Sukamanto banyak yang dikelupas, dengan ukuran lebih kurang0,2 mx0,5 meter yang mengangah tepat ditengah jalan.
Plt Dinas PU BM kota Palembang Budi Darma mengatakan jalan daerah di dua perbatasan kota Palembang mendesak untuk terlebih dahulu dilakukan pengaspalan .
”Disana (Jalan perbatasan,) memang rusak, akibat sering dilalui oleh kendaraan angkutan berat seperti truk. Untuk itu Jalan yang ada di perbatasan memang perlu diperbaiki. Perbaikan ini perlu kita lakukan setelah tim pengawas melihat secara langsung kerusakan tersebut rusak dan perlunya adanya perbaikan yang mendesak,”ungkapnya kemarin.
Saat ini meski terlebih dahulu prioitas perbaiakn jalan akan dilakukan didaerah perbatas , katanya jalan-jalan di kota Palembang sudah mencapi 80 persen ini dalam kondisi baik ini baru kembali dilakukan perbaiakan (pengaspalan) kembali di jalan prtokol kota Palembang.
“Jalan di Kota Palembang saat ini sudah hampir 80 persen yang sudah dikategorikan bagus dan mulus. Dan dalam waktu dekat Jalan-jalan protokol seperti Jalan Sudirman, Jalan Kapten A Rivai, Jalan Angkatan 45 dan Jalan protokol lainnya yang ada di dalam Kota Palembang. Untuk itu, pihaknya ada tim yang bertugas merencanakan program Jalan dan perawatan Jalan tersebut,’jelasnya
Bahkan,masih katanya Jalan Provinsi, Jalan Negara juga masuk dalam pemeliharaan yang dilakukan oleh Dinas PU BM Kota Palembang. Belum lagi Jalan-jalan arteri di Kota Palembang antara lain Jalan Ariodilah, Sekip Bendung dan sejumlah Jalan arteri lainnya yang juga masuk dalam perawatan pihaknya.
Berbeda halnya dengan perbaikan jalan alrenatif seperti Jalan di Pemukiman warga, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya Kota Palembang untuk memperbaiki jalan tersebut. ”Untuk Jalan yang lebarnya kurangnya dari 4 meter, kita harus berkoordinasi dengan Dinas PU CK dalam melakukan perbaikan ataupun pembuatan Jalan,” ungkapnya.
Menurutnya dari sejumlah jalan yang ada dibawah naungan pengerjaann dinasnya tidak sebanding jika dibandingkan dengan anggran yang ada ditahun 2012.
”Tapi, anggaran kita (Dinas PU BM) untuk tahun ini (2012) berjumlah sekitar Rp 40 miliar yang juga termasuk perawatan saluran air, drainase dan perbaikan jalan. Ya, dengan banyaknya Jalan yang perlu diperbaiki dan adanya biaya perawatan, memang anggaran tersebut dirasa kurang, tapi kita optimis perbaikan jalan di Kota Palembang bisa sesuai dengan target yang inginkan,” jelas dia.
Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU BM & PSDA Kota Palembang, Affan Mahalli menjelaskan, jika perbaikan tersebut dilakukan secara merata di 16 Kecamatan yang tersebar di Kota Palembang. Affan mengungkapkan sejauh ini, pihaknya tidak mempunyai sekala prioritas tentang jalan mana saja yang mendesak untuk dibenahi. Namun, dalam perbaikan pihaknya akan mendahulukan jalan-jalan yang sering dilalui oleh kendaraan karena hampir di setiap kecamatan ada jalan yang rusak dan butuh perbaikan segera.
”Untuk perbaikan Jalan tidak ada skala proritas. Namun memang jika sifatnya sudah mendesak seperti di kawasan Tegal Binangun, memang perlu perbaikan secepatnya. Selain itu, perawatan dan pemeliharaan rutin jalan seperti penambalan, perbaikan ringan setiap hari di lokasi jalan yang memang diperlukan perbaikan,” tukasnya.(win)
Janji pemerintah kota (pemkot) Palembang melalui Dinas Perekjaan Umum dan Bina Marga (PU BM) Kota Palembang untuk membebaskan jalan di kota Palembang mulus 100 persen pada awal tahun 2012 bakal terhambat, pasalnya jalan daerah perbatasan yakni kabupaten Banyuasin dan kabupaten Ogan Ilir (OI) mendapat prioritas untuk dilakukan perbaikan lebih dahulu.
Pantauan Koran ini dibeberapa jalan seperti jalan Basuki Rahmat, R Sukamanto banyak yang dikelupas, dengan ukuran lebih kurang0,2 mx0,5 meter yang mengangah tepat ditengah jalan.
Plt Dinas PU BM kota Palembang Budi Darma mengatakan jalan daerah di dua perbatasan kota Palembang mendesak untuk terlebih dahulu dilakukan pengaspalan .
”Disana (Jalan perbatasan,) memang rusak, akibat sering dilalui oleh kendaraan angkutan berat seperti truk. Untuk itu Jalan yang ada di perbatasan memang perlu diperbaiki. Perbaikan ini perlu kita lakukan setelah tim pengawas melihat secara langsung kerusakan tersebut rusak dan perlunya adanya perbaikan yang mendesak,”ungkapnya kemarin.
Saat ini meski terlebih dahulu prioitas perbaiakn jalan akan dilakukan didaerah perbatas , katanya jalan-jalan di kota Palembang sudah mencapi 80 persen ini dalam kondisi baik ini baru kembali dilakukan perbaiakan (pengaspalan) kembali di jalan prtokol kota Palembang.
“Jalan di Kota Palembang saat ini sudah hampir 80 persen yang sudah dikategorikan bagus dan mulus. Dan dalam waktu dekat Jalan-jalan protokol seperti Jalan Sudirman, Jalan Kapten A Rivai, Jalan Angkatan 45 dan Jalan protokol lainnya yang ada di dalam Kota Palembang. Untuk itu, pihaknya ada tim yang bertugas merencanakan program Jalan dan perawatan Jalan tersebut,’jelasnya
Bahkan,masih katanya Jalan Provinsi, Jalan Negara juga masuk dalam pemeliharaan yang dilakukan oleh Dinas PU BM Kota Palembang. Belum lagi Jalan-jalan arteri di Kota Palembang antara lain Jalan Ariodilah, Sekip Bendung dan sejumlah Jalan arteri lainnya yang juga masuk dalam perawatan pihaknya.
Berbeda halnya dengan perbaikan jalan alrenatif seperti Jalan di Pemukiman warga, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya Kota Palembang untuk memperbaiki jalan tersebut. ”Untuk Jalan yang lebarnya kurangnya dari 4 meter, kita harus berkoordinasi dengan Dinas PU CK dalam melakukan perbaikan ataupun pembuatan Jalan,” ungkapnya.
Menurutnya dari sejumlah jalan yang ada dibawah naungan pengerjaann dinasnya tidak sebanding jika dibandingkan dengan anggran yang ada ditahun 2012.
”Tapi, anggaran kita (Dinas PU BM) untuk tahun ini (2012) berjumlah sekitar Rp 40 miliar yang juga termasuk perawatan saluran air, drainase dan perbaikan jalan. Ya, dengan banyaknya Jalan yang perlu diperbaiki dan adanya biaya perawatan, memang anggaran tersebut dirasa kurang, tapi kita optimis perbaikan jalan di Kota Palembang bisa sesuai dengan target yang inginkan,” jelas dia.
Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU BM & PSDA Kota Palembang, Affan Mahalli menjelaskan, jika perbaikan tersebut dilakukan secara merata di 16 Kecamatan yang tersebar di Kota Palembang. Affan mengungkapkan sejauh ini, pihaknya tidak mempunyai sekala prioritas tentang jalan mana saja yang mendesak untuk dibenahi. Namun, dalam perbaikan pihaknya akan mendahulukan jalan-jalan yang sering dilalui oleh kendaraan karena hampir di setiap kecamatan ada jalan yang rusak dan butuh perbaikan segera.
”Untuk perbaikan Jalan tidak ada skala proritas. Namun memang jika sifatnya sudah mendesak seperti di kawasan Tegal Binangun, memang perlu perbaikan secepatnya. Selain itu, perawatan dan pemeliharaan rutin jalan seperti penambalan, perbaikan ringan setiap hari di lokasi jalan yang memang diperlukan perbaikan,” tukasnya.(win)
Akhir 2012 GI PLN Beroperasi
Empat Lawang, SN
Pembanguna Gardu Induk (GI) PLN Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang sudah dikerjakan, bahwa pihak PLN menargetkan akhir tahun 2012 ini juga GI sudah rampung dan dapat dioperasikan. "Sekarang GI sedang dikerjakan, target kita akhir 2012 sudah beroperasi," kata manager PLN tebing tinggi, Suprayitno, Minggu (19/2).
Selanjutnya Suprayitno menjelaskan pengerjaan GI yang terletak di talang 12, kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang ini dilakukan Pikitring atau unit induk jaringan. Pihaknya hanya melakukan koordinasi. "Ini merupakan proyek yang besar dan sebagai bentuk dukungan kami mewujudkan Empat Lawang Emas," kata nya.
Sampai saat ini pengerjaan GI kata Suprayitno tahap pembebasan lahan, namun demikian secara bertahap peralatan yang di butuhkan sudah berdatangan. "Kita ingin cepat selesai,makanya kita bekerja keras," imbuhnya.
Diharapkan keberadaan GI ini dapat menjadi solusi bagi pemadaman jaringan yang kerap kali dikeluhan pelanggan di Empat Lawang.GI juga dapat menambah pelayanan pln di empat lawang sehingga mampuh menampung semua pemasangan calon konsumen yang antri. "Pelanggan akan merasa puas," tuturnya.
Mengenai pemadaman yang terjadi dini hari kemarin, Suprayitna mengatakan ada kerusakan peralatan di gardu induk lahat, selanjutnya setelah diperbaiki masih juga ada percikan api sehingga pemadaman dilakukan sampai siang hari, untuk itu kami atas anama pln meminta maaf kepada pelanggan. Namun demikian pemadaman dilakukan bukan disengaja namun karena adanya kerusakan peralatan di GI. "Kami harap pelanggan bersabar. Setelah GI selesai tidak akan ada lagi gangguan ataupun Byarpet yang selama ini kerap kali terjadi," pungkasnya.
Untuk diketahui pemadaman listrik yang dilakukan PLN Tebing Tinggi dikeluhkan pelanggan. Wajar sejak dini hari hingga pagi kemarin (19/2) jaringan listrik padam total.
Seperti disampaikan Dedi, pemadaman jaringan seakan tada henti, sepertinya pemadaman sudah menjadi ciri khas PLN Tebing Tinggi, tidak hanya hujan dan angin kencang, cuaca bagus pun masih saja pemadaman. "Banyak sekali alasan, jaringan putus,pohon tumbang sampai burung yang menjadi alasan pemutus jaringan," kata Dedi. (eko)
Pembanguna Gardu Induk (GI) PLN Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang sudah dikerjakan, bahwa pihak PLN menargetkan akhir tahun 2012 ini juga GI sudah rampung dan dapat dioperasikan. "Sekarang GI sedang dikerjakan, target kita akhir 2012 sudah beroperasi," kata manager PLN tebing tinggi, Suprayitno, Minggu (19/2).
Selanjutnya Suprayitno menjelaskan pengerjaan GI yang terletak di talang 12, kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang ini dilakukan Pikitring atau unit induk jaringan. Pihaknya hanya melakukan koordinasi. "Ini merupakan proyek yang besar dan sebagai bentuk dukungan kami mewujudkan Empat Lawang Emas," kata nya.
Sampai saat ini pengerjaan GI kata Suprayitno tahap pembebasan lahan, namun demikian secara bertahap peralatan yang di butuhkan sudah berdatangan. "Kita ingin cepat selesai,makanya kita bekerja keras," imbuhnya.
Diharapkan keberadaan GI ini dapat menjadi solusi bagi pemadaman jaringan yang kerap kali dikeluhan pelanggan di Empat Lawang.GI juga dapat menambah pelayanan pln di empat lawang sehingga mampuh menampung semua pemasangan calon konsumen yang antri. "Pelanggan akan merasa puas," tuturnya.
Mengenai pemadaman yang terjadi dini hari kemarin, Suprayitna mengatakan ada kerusakan peralatan di gardu induk lahat, selanjutnya setelah diperbaiki masih juga ada percikan api sehingga pemadaman dilakukan sampai siang hari, untuk itu kami atas anama pln meminta maaf kepada pelanggan. Namun demikian pemadaman dilakukan bukan disengaja namun karena adanya kerusakan peralatan di GI. "Kami harap pelanggan bersabar. Setelah GI selesai tidak akan ada lagi gangguan ataupun Byarpet yang selama ini kerap kali terjadi," pungkasnya.
Untuk diketahui pemadaman listrik yang dilakukan PLN Tebing Tinggi dikeluhkan pelanggan. Wajar sejak dini hari hingga pagi kemarin (19/2) jaringan listrik padam total.
Seperti disampaikan Dedi, pemadaman jaringan seakan tada henti, sepertinya pemadaman sudah menjadi ciri khas PLN Tebing Tinggi, tidak hanya hujan dan angin kencang, cuaca bagus pun masih saja pemadaman. "Banyak sekali alasan, jaringan putus,pohon tumbang sampai burung yang menjadi alasan pemutus jaringan," kata Dedi. (eko)
Warga Cemas DBD Mulai Mewabah
Empat Lawang, SN
Warga lingkungan Tanjung beringin kelurahan pasat kecamatan Tebing Tinggi resah, wabah penyakit demam berdarah yang disebarkan Nyamuk mulai mewabah. "Kami minta pemerintah cepat mengambil langkah," kata olan warga Tanjung Beringin, Minggu (19/2).
Selanjutnya Olan menyampaikan dilingkungan sudah ada anak-anak terjangkit DBD makanya ia bersama warga lain resah berharap ada pogging, hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran penyakit. "Kami minta ada pogging secepatnya," kata Olan.
Hal senada di sampaikan Nedi, demam berdarah penyakit mematikan dan jika terlambat diantisipasi akan mudah menyebar dan mewabah orang lain, hal ini tak lain akibat gigikan nyamuk yang sebelumnya menggigit penderita sebelumnya. "Kalau sudah menyebar ini akan jadi bahaya," imbuhnya.
Selanjutnya Nedi mengharapkan selain fogging lingkungan pemerintah juga dapat melakukan pogging dilingkungan sekolah, pasalnya tidak sedikit anak terjangkait DBD karena tertular di sekolah yang kotor dan menjadi sarang nyamuk."Sekolah anak-anak juga harus di pogging," pungkasnya.
Kepala dinas kesehatan Burhansyah saat di hubungi ponselnya tidak diangkat begitu juga di kirim pesan singkat tidak ada jawaban. (eko)
Warga lingkungan Tanjung beringin kelurahan pasat kecamatan Tebing Tinggi resah, wabah penyakit demam berdarah yang disebarkan Nyamuk mulai mewabah. "Kami minta pemerintah cepat mengambil langkah," kata olan warga Tanjung Beringin, Minggu (19/2).
Selanjutnya Olan menyampaikan dilingkungan sudah ada anak-anak terjangkit DBD makanya ia bersama warga lain resah berharap ada pogging, hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran penyakit. "Kami minta ada pogging secepatnya," kata Olan.
Hal senada di sampaikan Nedi, demam berdarah penyakit mematikan dan jika terlambat diantisipasi akan mudah menyebar dan mewabah orang lain, hal ini tak lain akibat gigikan nyamuk yang sebelumnya menggigit penderita sebelumnya. "Kalau sudah menyebar ini akan jadi bahaya," imbuhnya.
Selanjutnya Nedi mengharapkan selain fogging lingkungan pemerintah juga dapat melakukan pogging dilingkungan sekolah, pasalnya tidak sedikit anak terjangkait DBD karena tertular di sekolah yang kotor dan menjadi sarang nyamuk."Sekolah anak-anak juga harus di pogging," pungkasnya.
Kepala dinas kesehatan Burhansyah saat di hubungi ponselnya tidak diangkat begitu juga di kirim pesan singkat tidak ada jawaban. (eko)
Warga Warkuk Ranau Selatan Harapkan Tower Menara Seluler
Muaradua, SN
Warga Kecamatan Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan, mengharapkan adanya menara seluler Simpati di wilayahnya. Pasalnya, signal seluler khususnya Simpati di wilayah kecamatan tersebut hampir tidak ada. Jika pun ada, hanya di lokasi-lokasi tertentu, memanfaatkan sinyal menara seluler Simpati di Simpang Sender
Ranau Tengah dan dari Lampung.
Kepala Desa Kota Batu Kecamatan Warkuk Ranau Selatan Safri Nurdin mengatakan, selama ini warga kecamatan Warkuk Ranau Selatan kesulitan mendapatkan signal Simpati. Masalah ini, jelas menggangu aktivitas warga khususnya pegawai atau aparatur pemerintahan. ”Kebanyakan orang mengira handphone kita tidak aktif, padahal kami selalu aktif,” ujarnya.
Lanjut Supri, jika ingin menelpon dengan Simpati, warga harus mencari lokasi yang terdapat jaringan terlebih dahulu. Namun, warga kesulitan jika dihubungi, lantaran tidak adanya signal di daerahnya.
“Warga masyarakat sangat mengharapkan agar diwilayahnya didirikan tower seluler simpati. Hal ini terkait dengan keberadaan kantor pelayanan publik, sekolah dan kantor kecamatan, dalam berkomunikasi sangat diperlukan dalam melayani masyarakat dan mempermudah pekerjaan mereka,” tandasnya.
Ditambahkan, pihaknya merasa kebingungan jika ingin mengusulkan berdirinyamenara seluler lantaran tidak tahu harus mengusulkan kepada siapa. ”Kami bingung hendak melaporkan kepada siapa. Dan diharapkan pemerintah setempat dapat
memberikan solusi akan hal ini,” harapnya. (dan)
Warga Kecamatan Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan, mengharapkan adanya menara seluler Simpati di wilayahnya. Pasalnya, signal seluler khususnya Simpati di wilayah kecamatan tersebut hampir tidak ada. Jika pun ada, hanya di lokasi-lokasi tertentu, memanfaatkan sinyal menara seluler Simpati di Simpang Sender
Ranau Tengah dan dari Lampung.
Kepala Desa Kota Batu Kecamatan Warkuk Ranau Selatan Safri Nurdin mengatakan, selama ini warga kecamatan Warkuk Ranau Selatan kesulitan mendapatkan signal Simpati. Masalah ini, jelas menggangu aktivitas warga khususnya pegawai atau aparatur pemerintahan. ”Kebanyakan orang mengira handphone kita tidak aktif, padahal kami selalu aktif,” ujarnya.
Lanjut Supri, jika ingin menelpon dengan Simpati, warga harus mencari lokasi yang terdapat jaringan terlebih dahulu. Namun, warga kesulitan jika dihubungi, lantaran tidak adanya signal di daerahnya.
“Warga masyarakat sangat mengharapkan agar diwilayahnya didirikan tower seluler simpati. Hal ini terkait dengan keberadaan kantor pelayanan publik, sekolah dan kantor kecamatan, dalam berkomunikasi sangat diperlukan dalam melayani masyarakat dan mempermudah pekerjaan mereka,” tandasnya.
Ditambahkan, pihaknya merasa kebingungan jika ingin mengusulkan berdirinyamenara seluler lantaran tidak tahu harus mengusulkan kepada siapa. ”Kami bingung hendak melaporkan kepada siapa. Dan diharapkan pemerintah setempat dapat
memberikan solusi akan hal ini,” harapnya. (dan)
Tim Kementrian Pariwisata Teliti Puluhan Situs Pasmah
Pagaralam, SN
Tim Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bekerjasama dengan Balai Arkelogi Pusat dan Palembang serta BP3 Jambi melakukan penelitian terhadap 26 situs berupa arca-arca Pasmah di wilayah Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat serta Kota Pagaralam.
"Penelitian atau survey terhadap 26 situs yang berada di wilayah Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam ini berlangsung 12 hari dengan mengambil lokasi di Kecamatan Jarai, Pajar Bulan dan Muarapayang. Kemudian termasuk situs yang terdapat di Kota Pagaralam, seperti di Kecamatan Dempo Utara, Dempo Selatan, Pagaralam Utara dan Pagaralam Selatan," ungkap Ketua Tim Peneliti Demplon, Minggu (19/2).
Menurutnya, penelitian ini dilakukan untuk mendukung kedua daerah ini menjadi kawasan cagar budaya, karena memiliki cukup banyak peninggalan bersejarah yang umurnya sudah mencapai ribuan tahun.
"Penelitian ini tentunya akan dapat menambah pengetahuan dan informasi baru tentang situs yang terdapat di daerah Pasmah. Karena berdasarkan hasil penelusuran dari Balai Arkeologi Palembang dan BP3 Jambi sudah mencapai ratusan yang berhasil ditemukan," kata Demplon.
Berbagai penemuan itu kata Demplon, membuktikan jika daerah Pasmah kaya akan peninggalan sejarah termasuk jenis dan bentuknya juga berbeda-beda bila dibandingkan dengan tempat lain.
Sementara itu Ketua Tim Balai Arkeologi (Balar) Palembang, Kristantina Indriastuti mengatakan, penelitian terhadap berbagai jenis benda bersejarah yang terdapat di tanah Pasemah meliputi Kota Pagaralam dan Lahat, sudah dilakukan sejak tahun 1992 lalu, bila ditotal sudah mencapai ribuan megalitik ditemukan.
"Batu megalit yang berhasil ditemukan baik melalui penemuan langsung oleh warga setempat dan dilakukan penggalian meliputi beberapa jenis, yaitu tetralith, batu datar, dolmen, lumpang batu, lesung batu, batu gelang dan bilik batu, kubur batu, menhir, arca dan masih banyak yang lainnya," kata dia.
Dia mengatakan, cukup banyak megalitik tersebar di daerah Pasemah berhasil diungkap dan saat ini sudah masuk dalam cagar budaya.
"Sebagian penemuan benda bersejarah ini sudah menjadi pengawasan BP3 Jambi dan sudah ada juru peliharanya," ungkap dia.
Ia mengatakan, untuk arca atau megalit yang sudah masuk dalam pengawasan Balai Arkeologi sudah dilakukan pembebasan lahan, pemagaran lokasi situs dan termasuk menunjuk juru pelihara agar bisa menjaga serta merawat keberadaan berbagai peninggalan bersejarah tersebut.
"Sebetulnya cukup banyak peninggalan bersejarah yang sudah ditemukan di Lahat dan Pagaralam tersebut seperti situs kubur batu yang berbentuk anggunan rumah batu ditemukan di areal perkebunan kopi Desa Talang Pagarangung, Kecamatan Pajar Bulan, arca manusia dililit ular Tanjung Aro Pagaralam, 15 rumah batu, lumpang batu, lesung batu, menhir, dolmen dan masih banyak yang lainnya," ungkapnya. (asn)
Tim Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bekerjasama dengan Balai Arkelogi Pusat dan Palembang serta BP3 Jambi melakukan penelitian terhadap 26 situs berupa arca-arca Pasmah di wilayah Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat serta Kota Pagaralam.
"Penelitian atau survey terhadap 26 situs yang berada di wilayah Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam ini berlangsung 12 hari dengan mengambil lokasi di Kecamatan Jarai, Pajar Bulan dan Muarapayang. Kemudian termasuk situs yang terdapat di Kota Pagaralam, seperti di Kecamatan Dempo Utara, Dempo Selatan, Pagaralam Utara dan Pagaralam Selatan," ungkap Ketua Tim Peneliti Demplon, Minggu (19/2).
Menurutnya, penelitian ini dilakukan untuk mendukung kedua daerah ini menjadi kawasan cagar budaya, karena memiliki cukup banyak peninggalan bersejarah yang umurnya sudah mencapai ribuan tahun.
"Penelitian ini tentunya akan dapat menambah pengetahuan dan informasi baru tentang situs yang terdapat di daerah Pasmah. Karena berdasarkan hasil penelusuran dari Balai Arkeologi Palembang dan BP3 Jambi sudah mencapai ratusan yang berhasil ditemukan," kata Demplon.
Berbagai penemuan itu kata Demplon, membuktikan jika daerah Pasmah kaya akan peninggalan sejarah termasuk jenis dan bentuknya juga berbeda-beda bila dibandingkan dengan tempat lain.
Sementara itu Ketua Tim Balai Arkeologi (Balar) Palembang, Kristantina Indriastuti mengatakan, penelitian terhadap berbagai jenis benda bersejarah yang terdapat di tanah Pasemah meliputi Kota Pagaralam dan Lahat, sudah dilakukan sejak tahun 1992 lalu, bila ditotal sudah mencapai ribuan megalitik ditemukan.
"Batu megalit yang berhasil ditemukan baik melalui penemuan langsung oleh warga setempat dan dilakukan penggalian meliputi beberapa jenis, yaitu tetralith, batu datar, dolmen, lumpang batu, lesung batu, batu gelang dan bilik batu, kubur batu, menhir, arca dan masih banyak yang lainnya," kata dia.
Dia mengatakan, cukup banyak megalitik tersebar di daerah Pasemah berhasil diungkap dan saat ini sudah masuk dalam cagar budaya.
"Sebagian penemuan benda bersejarah ini sudah menjadi pengawasan BP3 Jambi dan sudah ada juru peliharanya," ungkap dia.
Ia mengatakan, untuk arca atau megalit yang sudah masuk dalam pengawasan Balai Arkeologi sudah dilakukan pembebasan lahan, pemagaran lokasi situs dan termasuk menunjuk juru pelihara agar bisa menjaga serta merawat keberadaan berbagai peninggalan bersejarah tersebut.
"Sebetulnya cukup banyak peninggalan bersejarah yang sudah ditemukan di Lahat dan Pagaralam tersebut seperti situs kubur batu yang berbentuk anggunan rumah batu ditemukan di areal perkebunan kopi Desa Talang Pagarangung, Kecamatan Pajar Bulan, arca manusia dililit ular Tanjung Aro Pagaralam, 15 rumah batu, lumpang batu, lesung batu, menhir, dolmen dan masih banyak yang lainnya," ungkapnya. (asn)
Serapan Dana Pengembangan Sapi & Kerbau Minim
Palembang, SN
Ketua Komisi II DPRD Sumsel, Budiarto Marsul menyayangkan, serapan dana untuk pengembangan peternakan sapi dan kerbau tahun 2011 yang mencapai Rp 100 miliar minim. Padahal, Sumsel menargetkan dapat swasembada daging di tahun 2014.
Menurut dia, kemungkinan penyebab minimnya serapan dana tersebut karena masih banyak peternak yang tidak tahu cara membuat proposal peminjaman ke bank.
“Ini akan kita singkronkan semuanya, bagaimana nanti peternak dapat kemudahan soal permodalan dan pembinaan, dan dapat memanfaatkan kredit di bank," katanya, sembari mengatakan, di tahun 2012 ini, dana untuk perkembangan peternakan sapi dan kerbau tetap dianggarkan di APBD Sumsel.
Dikatakannya, kedepan kabupaten dan kota di Sumsel harus terus melakukan pembinaan terhadap para peternak, agar kemudian memahami tata cara peminjaman modal, atau kredit di bank.
"Kedepan kami akan mengumpulkan pihak perbankan, peternak, pemerintah dan BUMN yang mengurus masalah ternak sapi dan kerbau seperti PT Berdikari, untuk menguatkan peran mereka. Selain itu, untuk perbankan kami harap dapat menginformasikan tata cara pengambilan kredit bagi para peternak,” katanya.
Disisi lain, Budiarto mengkritik, terkait data jumlah sapi dan kerbau di Sumsel dan juga pemetaan lokasi peternakan di Sumsel yang tidak jelas. (awj)
Ketua Komisi II DPRD Sumsel, Budiarto Marsul menyayangkan, serapan dana untuk pengembangan peternakan sapi dan kerbau tahun 2011 yang mencapai Rp 100 miliar minim. Padahal, Sumsel menargetkan dapat swasembada daging di tahun 2014.
Menurut dia, kemungkinan penyebab minimnya serapan dana tersebut karena masih banyak peternak yang tidak tahu cara membuat proposal peminjaman ke bank.
“Ini akan kita singkronkan semuanya, bagaimana nanti peternak dapat kemudahan soal permodalan dan pembinaan, dan dapat memanfaatkan kredit di bank," katanya, sembari mengatakan, di tahun 2012 ini, dana untuk perkembangan peternakan sapi dan kerbau tetap dianggarkan di APBD Sumsel.
Dikatakannya, kedepan kabupaten dan kota di Sumsel harus terus melakukan pembinaan terhadap para peternak, agar kemudian memahami tata cara peminjaman modal, atau kredit di bank.
"Kedepan kami akan mengumpulkan pihak perbankan, peternak, pemerintah dan BUMN yang mengurus masalah ternak sapi dan kerbau seperti PT Berdikari, untuk menguatkan peran mereka. Selain itu, untuk perbankan kami harap dapat menginformasikan tata cara pengambilan kredit bagi para peternak,” katanya.
Disisi lain, Budiarto mengkritik, terkait data jumlah sapi dan kerbau di Sumsel dan juga pemetaan lokasi peternakan di Sumsel yang tidak jelas. (awj)
14 Siswa SD di Prabumulih Ikuti Pasiad
Palembang, SN
Sebanyak 14 siswa Sekolah Dasar dari sejumlah sekolahan di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Prabumulih mengikuti Kompetisi Matematika PASIAD se-Indonesia ke–8. Pelepasan belasan siswa peserta kompetisi tingkat nasional ini, langsung dilakukan oleh Kepala Disdik, Rasyid SAg, dihalaman Kantor Disdik Kota Prabumulih, Jalan Jenderal Sudirman atau disamping Kantor Walikota Prabumulih lama, Jumat (17/2)
Dalam sambutannya, Rasyid mengharapkan ke– 14 siswa SD peserta PASIAD tingkat nasional ke – 8 ini dapat mengharumkan nama Kota Prabumulih dengan merebut juara umum. Disamping mensuport, Rasyid juga mengingatkan para peserta kompetisi untuk tidak kecewa dan berhenti mengasah prestasi jika kalah dalam adu kecerdasan pada kompetisi matematika yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Palembang.
“Kalah menang dalam suatu kompetisi atau pertandingan itu adalah hal biasa, malah justru kekalahan itu kita jadikan pemicu untuk terus belajar dan meningkatkan prestasi yang lebih baik lagi kedepannya,” ujar Rasyid saat melepaskan belasan siswa SD dan guru pendamping.
Ia juga meminta meminta peserta kompetisi matematika PASIAD tingkat nasional ke–8 itu agar selalu belajar mandiri minimal di mulai dari lingkungan keluarga siswa sendiri. “Kepada anak – anak generasi dan harapan Kota Prabumulih kedepan ini, diminta jangan selalu mengantungkan segalanya ke orang tua. Tetapi belajarlah mandiri dimulai dari dalam lingkungan keluarga anak – anak sendiri,” pesan Rasyid.
Ke–14 siswa SD peserta kompetisi matematika PASIAD se– Indonesia antara lain, Sausan Salsabila dan Fadhlurrahman In keduanya dari SDS. YPS 1 Prabumulih, Annisa Widya Resti dan Alisya Salsabila keduanya berasal dari SDN 01 Prabumulih, Maulidias Dewi F dan Husniyah Sofdita dari SDN 15 Prabumulih, M Mika Patatu dan Fajriyah Bella MP keduanya dari SDN 49 Prabumulih, Zakiya Nur Afifah dari SDN 06, M Nauval Drafh dari SD Islam Terpadu Ishlahul Ummah, Fakhri Hidayat dari SDN 48, Erca Priandini dari SDN 17, dan Riffan Daru dari SDN 36 serta Indah Khovivah dari SDN 38 Prabumulih.(and)
Sebanyak 14 siswa Sekolah Dasar dari sejumlah sekolahan di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Prabumulih mengikuti Kompetisi Matematika PASIAD se-Indonesia ke–8. Pelepasan belasan siswa peserta kompetisi tingkat nasional ini, langsung dilakukan oleh Kepala Disdik, Rasyid SAg, dihalaman Kantor Disdik Kota Prabumulih, Jalan Jenderal Sudirman atau disamping Kantor Walikota Prabumulih lama, Jumat (17/2)
Dalam sambutannya, Rasyid mengharapkan ke– 14 siswa SD peserta PASIAD tingkat nasional ke – 8 ini dapat mengharumkan nama Kota Prabumulih dengan merebut juara umum. Disamping mensuport, Rasyid juga mengingatkan para peserta kompetisi untuk tidak kecewa dan berhenti mengasah prestasi jika kalah dalam adu kecerdasan pada kompetisi matematika yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Palembang.
“Kalah menang dalam suatu kompetisi atau pertandingan itu adalah hal biasa, malah justru kekalahan itu kita jadikan pemicu untuk terus belajar dan meningkatkan prestasi yang lebih baik lagi kedepannya,” ujar Rasyid saat melepaskan belasan siswa SD dan guru pendamping.
Ia juga meminta meminta peserta kompetisi matematika PASIAD tingkat nasional ke–8 itu agar selalu belajar mandiri minimal di mulai dari lingkungan keluarga siswa sendiri. “Kepada anak – anak generasi dan harapan Kota Prabumulih kedepan ini, diminta jangan selalu mengantungkan segalanya ke orang tua. Tetapi belajarlah mandiri dimulai dari dalam lingkungan keluarga anak – anak sendiri,” pesan Rasyid.
Ke–14 siswa SD peserta kompetisi matematika PASIAD se– Indonesia antara lain, Sausan Salsabila dan Fadhlurrahman In keduanya dari SDS. YPS 1 Prabumulih, Annisa Widya Resti dan Alisya Salsabila keduanya berasal dari SDN 01 Prabumulih, Maulidias Dewi F dan Husniyah Sofdita dari SDN 15 Prabumulih, M Mika Patatu dan Fajriyah Bella MP keduanya dari SDN 49 Prabumulih, Zakiya Nur Afifah dari SDN 06, M Nauval Drafh dari SD Islam Terpadu Ishlahul Ummah, Fakhri Hidayat dari SDN 48, Erca Priandini dari SDN 17, dan Riffan Daru dari SDN 36 serta Indah Khovivah dari SDN 38 Prabumulih.(and)
Kamis, 09 Februari 2012
Kekurangan PNS, OKI Tetap Patuhi Moratorium
Kayuagung, SN
Moratorium atau penundaan sementara penerimaan CPNS yang menjadi Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri September 2011 lalu tetap akan dipatuhi Pemkab OKI meskipun setiap tahunnya daerah ini mengalami kekurangan PNS.
Maulan Aklil SIP MSi selaku Kepala BKD OKI kepada wartawan kemarin mengatakan, kekurangan PNS baik dari tenaga teknis, kesehatan dan pendidik selalu dialami setiap daerah karena setiap tahun pasti ada PNS yang masuk masa pensiun yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan orang.
Katanya lagi, khususnya di Kabupaten OKI memang kerap kali masuk usulan dari beberapa SKPD di jajaran Pemkab OKI yang mengharapkan penambahan pegawai di instansi tersebut. Usulan terkini disampaikan Dishubkominfo OKI yang kekurangan tenaga teknis, namun SKPD lainnya juga mengalami hal serupa.
Berapa jumlah PNS yang dibutuhkan OKI saat ini, Maulan mengatakan angkanya mencapai lebih dari seribu orang. Jumlah ini didominasi oleh kebutuhan PNS tenaga pendidik dan kesehatan. Bahkan pemerintah setempat sudah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan penerimaan CPNS.
”Sampai saat ini belum ada kepastian dan keputusan terbaru dari pemerintah pusat terkait penerimaan CPNS. Jadi kita tetap mematuhi moratorium yang menjadi SKB 3 menteri,” kata Maulan.
Sebelumnya, Kepala Dishubkominfo OKI Drs H Asnawi P Ratu MM mengatakan, pihaknya membutuhkan tenaga yang memahami bidang perhubungan untuk meningkatkan kinerja jajarannya dalam mengejar target PAD. Dishubkominfo memang sudah memiliki PNS yang lulusan ilmu perhubungan namun jumlahnya sangat minim.
SKB 3 menteri tersebut telah berlaku sejak 1 September hingga 31 Desember 2012 mendatang. Moratorium dibuat dalam aturan bersama karena menyangkut pemerintah pusat dan daerah. Selama moratorium ini, tim reformasi birokrasi nasional akan menata ulang struktural dan kelembagaan kepegawaian. (iso)
Moratorium atau penundaan sementara penerimaan CPNS yang menjadi Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri September 2011 lalu tetap akan dipatuhi Pemkab OKI meskipun setiap tahunnya daerah ini mengalami kekurangan PNS.
Maulan Aklil SIP MSi selaku Kepala BKD OKI kepada wartawan kemarin mengatakan, kekurangan PNS baik dari tenaga teknis, kesehatan dan pendidik selalu dialami setiap daerah karena setiap tahun pasti ada PNS yang masuk masa pensiun yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan orang.
Katanya lagi, khususnya di Kabupaten OKI memang kerap kali masuk usulan dari beberapa SKPD di jajaran Pemkab OKI yang mengharapkan penambahan pegawai di instansi tersebut. Usulan terkini disampaikan Dishubkominfo OKI yang kekurangan tenaga teknis, namun SKPD lainnya juga mengalami hal serupa.
Berapa jumlah PNS yang dibutuhkan OKI saat ini, Maulan mengatakan angkanya mencapai lebih dari seribu orang. Jumlah ini didominasi oleh kebutuhan PNS tenaga pendidik dan kesehatan. Bahkan pemerintah setempat sudah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan penerimaan CPNS.
”Sampai saat ini belum ada kepastian dan keputusan terbaru dari pemerintah pusat terkait penerimaan CPNS. Jadi kita tetap mematuhi moratorium yang menjadi SKB 3 menteri,” kata Maulan.
Sebelumnya, Kepala Dishubkominfo OKI Drs H Asnawi P Ratu MM mengatakan, pihaknya membutuhkan tenaga yang memahami bidang perhubungan untuk meningkatkan kinerja jajarannya dalam mengejar target PAD. Dishubkominfo memang sudah memiliki PNS yang lulusan ilmu perhubungan namun jumlahnya sangat minim.
SKB 3 menteri tersebut telah berlaku sejak 1 September hingga 31 Desember 2012 mendatang. Moratorium dibuat dalam aturan bersama karena menyangkut pemerintah pusat dan daerah. Selama moratorium ini, tim reformasi birokrasi nasional akan menata ulang struktural dan kelembagaan kepegawaian. (iso)
Puluhan Hektar Sawah Terserang Patah Leher
Banyuasin, SN
Puluhan hektar padi di Kecamatan Muara Padang yang rata-rata sudah berumur 75 hari atau masa generatif terserang patah leher, hal ini membuat petani pusing, apalagi penyakit yang menyerang padi-padi mereka terjadi dimasa padi sedang "bunting" (berbuah).
Petani Desa Daya Utama Bejo (40) di Pemkab Banyuasin mengaku kebingungan menangani penyakit ini. Menurutnya bunga padi berwarna putih dan keluar dari batangnya. Akibat hama tersebut buah padi mati sedangkan batang dan daunnya masih hijau.
Kasus patah leher yang menimpa disawah desa Daya Utama Blok A jalur 18 ini tergolong aneh sebab hama tidak tampak kasat mata, sementara padi-padi disini telah berbuah dan menghawatirkan kalau seluruh sawah terserang hama tersebut.
“Kita belum tahu apa penyebabnya, dan dari kejadian tersebut menyebabkan petani mengalami kerugian sekitar 5-10 persen dari hasil semestinya, karena yang patah leher menyerang dan ada yang sembuh sendiri,” kata Bejo.
Hal senada dikatakan oleh Yanto (40). Dikatakan Yanto petani banyak yang bingung mengatasi masalah penyakit patah leher ini. Petani hanya menduga-duga jenis obat yang bisa memulihkan padi-padi mereka.
“Tidak semua petani tahu bagaimana penanggulangan hama patah leher itu, membutuhkan penerangan dari dinas terkait untuk menentukan jenis obat yang harus digunakan agar padi menjadi sehat. Bayangkan dalam satu hamparan serangan patah leher ada yang mencapai 10 persen maka kalau ini dibiarkan akan menjadikan tanaman padi mubazir karena buah menjadi ‘gabug’ tidak ada isi dan lambat laun buah putih dan mati.” tuturnya
Kepala Dinas Pertanian Ir Madian saat dikonfirmasi mengatakan, terjadinya patah leher padi disebabkan oleh bakteri yang ada didalam batang dan bakteri. “Itu bisa menyebabkan padi yang baru berbunga menjadi layu dan mati, sedangkan batang dan daunnya tetap segar,” kata Madian.
Madian mengatakan, bakteri itu muncul akibat perubahan iklim dari musim kemarau ke musim hujan. Kalau sudah terserang tidak bisa diobati lagi sebab buah yang baru tunas langsung mati. (sir)
Puluhan hektar padi di Kecamatan Muara Padang yang rata-rata sudah berumur 75 hari atau masa generatif terserang patah leher, hal ini membuat petani pusing, apalagi penyakit yang menyerang padi-padi mereka terjadi dimasa padi sedang "bunting" (berbuah).
Petani Desa Daya Utama Bejo (40) di Pemkab Banyuasin mengaku kebingungan menangani penyakit ini. Menurutnya bunga padi berwarna putih dan keluar dari batangnya. Akibat hama tersebut buah padi mati sedangkan batang dan daunnya masih hijau.
Kasus patah leher yang menimpa disawah desa Daya Utama Blok A jalur 18 ini tergolong aneh sebab hama tidak tampak kasat mata, sementara padi-padi disini telah berbuah dan menghawatirkan kalau seluruh sawah terserang hama tersebut.
“Kita belum tahu apa penyebabnya, dan dari kejadian tersebut menyebabkan petani mengalami kerugian sekitar 5-10 persen dari hasil semestinya, karena yang patah leher menyerang dan ada yang sembuh sendiri,” kata Bejo.
Hal senada dikatakan oleh Yanto (40). Dikatakan Yanto petani banyak yang bingung mengatasi masalah penyakit patah leher ini. Petani hanya menduga-duga jenis obat yang bisa memulihkan padi-padi mereka.
“Tidak semua petani tahu bagaimana penanggulangan hama patah leher itu, membutuhkan penerangan dari dinas terkait untuk menentukan jenis obat yang harus digunakan agar padi menjadi sehat. Bayangkan dalam satu hamparan serangan patah leher ada yang mencapai 10 persen maka kalau ini dibiarkan akan menjadikan tanaman padi mubazir karena buah menjadi ‘gabug’ tidak ada isi dan lambat laun buah putih dan mati.” tuturnya
Kepala Dinas Pertanian Ir Madian saat dikonfirmasi mengatakan, terjadinya patah leher padi disebabkan oleh bakteri yang ada didalam batang dan bakteri. “Itu bisa menyebabkan padi yang baru berbunga menjadi layu dan mati, sedangkan batang dan daunnya tetap segar,” kata Madian.
Madian mengatakan, bakteri itu muncul akibat perubahan iklim dari musim kemarau ke musim hujan. Kalau sudah terserang tidak bisa diobati lagi sebab buah yang baru tunas langsung mati. (sir)
Hutan Makin Rusak, Pemerintah Buta Tuli?

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat
KERUSAKAN hutan di Indonesia, yang katanya bagian dari paru-paru dunia terus berlangsung dari waktu ke waktu. Dari 140 juta hektar hutan Indonesia, diperkirakan 60 juta hektar di antaranya mengalami kerusakan.
Ttu data tahun 2010. Lalu sepanjang tahun 2011, diyakini kerusakan semakin parah. Hanya untuk mengingatkan saja, pemerintah sangat pandai bermain angka data. Maka jangan mudah percaya data kalau hutan Indonesia makin terjaga.
Data yang ada sebenarnya adalah data di atas kertas saja, hal yang sebenarnya di lapangan kerusakan lebih luas dari jumlah itu. Agar hutan dan alam di Tanah Air bisa terjada dan terlindungi, kerusakan ini harus menjadi konsentrasi atau perhatian semua pihak. Jika tidak, bukan sesuatu yang mustahil suatu saat Indonesia tidak akan lagi memiliki hutan.
Memang selama ini pemerintah telah menyiapkan berbagai program untuk menjaga agar hutan itu tetap aja, mulai dari menjaga agar hutan yang lama tetap ada sampai penanaman hutan kembali. Sebenarnya agar hutan tetap terjaga, semua pihak harus saling mendukung satu sama lain. Hal yang terpenting adalah bagaimana korupsi di wilayah kehutanan ini bisa ditekan.
Untuk dikatahui dugaan korupsi di sektor kehutanan mencapai Rp 30 triliun pertahunnya. Mulai dari proses perizinan sampai penebangan hutan untuk dijadikan perkebunan, banyak melibatkan mafia kehutanan.
Terdata ada ada 9 kasus, korupsi kehutanan di Indonesia mulai dari Riau, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. `Kerugian negara mencapai Rp 30 triliun, yang dihitung dari rata-rata, ada 9 kasus korupsi kehutanan tiap tahunnya, dengan estimasi total tiap kasusnya kerugian negara mencapai Rp 6,6 triliun.
Kasus-kasus kehutanan lebih banyak ditangani polisi, kejaksaan dan KPK jarang terdengar menangani masalah korupsi kehutanan. Padahal sangat jelas, upaya pemberantasan korupsi kehutanan juga akan membantu meminimalisir eskalasi praktek pembabatan hutan liar di Indonesia.
Tetapi sekali lagi inilah Indonesia, lihat saja Pasal yang digunakan menjerat mafia hutan adalah dalam pasal 2 ayat 1 dan 3 serta UU Korupsi, serta pasal gratifikasi. Penggunakaan delik korupsi ini juga karena sejumlah cukong lepas dari pengawasan.
Kondisi makin rusaknya hutan di Indonesia juga didukung dengan hukum yang bisa ditawar-tawar. Banyak sekali kasus pembalakan hutan yang menguap begitu saja, dan ini seringkai terjadi.
Dengan demikian, niat baik dari pemerintah sendiri untuk menangani dan mengatasi kerusakan masih sangat minim dan jauh dari kata serius. Belum ada kata terlambat untuk menjaga hutan kita, jika memang mau.
Tegakkan supremasi hukum tanpa pandang bulu dan jauhkan tebang pilih masalah hukum, karena terus saja pembalakan hutan dengan banyak daliih, seringkali dilakukan orang-orang yang dekat dengan lingkaran kekuaasaan. (***)
Warga Tanjung Raja OI Keluhkan Pipa Bocor
Indralaya, SN
Masyarakat Lingkungan III RT 11 Kelurahan Tanjung Raja Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengeluhkan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ogan yang mengalami kebocoran sejak dua tahun terakhir di lingkungan tersebut.
Menurut Guntur (49), salah satu warga Tanjung Raja mengaku, sejak dua tahun terakhir pipa PDAM yang ada di lingkungannya mengalami kebocoran. Bahkan sekitar setahun lalu pernah diperbaiki pihak PDAM namun kembali mengalami kebocoran yang mengakibatkan terjadi genangan air di badan jalan. Selain keadaan jalan menjadi banjir, badan jalan rusak bahkan sering terjadi kecelakaan.
Disamping itu Guntur juga sangat menyayangkan karena kucuran air PDAM kecil dan keruh sehingga kebanyakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari tidak dimanfaatkan.
Direktur PDAM Tirta Ogan, Zulkarnain SPd mengakui, pihaknya sudah mendapat laporan dari masyarakat dan sudah memerintahkan stafnya untuk segera diperbaiki.
"Kami memang sudah mendapat laporan dari masyarakat Tanjung Raja dan kami sudah menurunkan tim untuk memperbaiki dan bila perlu mengganti pipa tersebut," ujar Zulkarnain.
Ditambahkan Zulkarnain yang didampingi Kabag Umum Ridho mengenai kucuran air yang keruh mungkin diakibatkan karena sekarang musim hujan namun kami juga berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dengan lebih banyak memberikan zat atau tawas agar air lebih jernih.
"Mungkin kami akan memberikan tawas yang lebih banyak lagi agar air menjadi lebih jernih disamping itu memang setiap musim penghujan air akan menjadi lebih keruh," papar Zulkarnain. (man)
Masyarakat Lingkungan III RT 11 Kelurahan Tanjung Raja Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengeluhkan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ogan yang mengalami kebocoran sejak dua tahun terakhir di lingkungan tersebut.
Menurut Guntur (49), salah satu warga Tanjung Raja mengaku, sejak dua tahun terakhir pipa PDAM yang ada di lingkungannya mengalami kebocoran. Bahkan sekitar setahun lalu pernah diperbaiki pihak PDAM namun kembali mengalami kebocoran yang mengakibatkan terjadi genangan air di badan jalan. Selain keadaan jalan menjadi banjir, badan jalan rusak bahkan sering terjadi kecelakaan.
Disamping itu Guntur juga sangat menyayangkan karena kucuran air PDAM kecil dan keruh sehingga kebanyakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari tidak dimanfaatkan.
Direktur PDAM Tirta Ogan, Zulkarnain SPd mengakui, pihaknya sudah mendapat laporan dari masyarakat dan sudah memerintahkan stafnya untuk segera diperbaiki.
"Kami memang sudah mendapat laporan dari masyarakat Tanjung Raja dan kami sudah menurunkan tim untuk memperbaiki dan bila perlu mengganti pipa tersebut," ujar Zulkarnain.
Ditambahkan Zulkarnain yang didampingi Kabag Umum Ridho mengenai kucuran air yang keruh mungkin diakibatkan karena sekarang musim hujan namun kami juga berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dengan lebih banyak memberikan zat atau tawas agar air lebih jernih.
"Mungkin kami akan memberikan tawas yang lebih banyak lagi agar air menjadi lebih jernih disamping itu memang setiap musim penghujan air akan menjadi lebih keruh," papar Zulkarnain. (man)
Pekerja Tambang Batubara Kembali Bekerja
Sekayu, SN
Setelah berlangsung mogok kerja selama sepekan, para pekerja tambang batubara PT Alas Watu Utama (AWU) sebanyak 200 lebih karyawan yang merupakan Subkontraktor di PT Baturona, akhirnya Rabu 8 Februari) mulai kerja kembali .
"Mulai hari ini (kemarin Red) semua pekerja yang melakukan mogok kerja, sudah mulai bekerja seperti biasanya," ujar Manager HRD PT Baturona Rudi kepada wartawan melalui via hanphone, Rabu(8/2).
Rudi mengatakan, sebenarnya aksi mogok kerjanya ini tidak perlu terjadi, apabila hak dan kewajiban masing-masing melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan. "Pekerja melaksanakan kewajibannya untuk bekerja, dan perusahaan melaksanakan hak dan kewajibannya membayar upah, itu saja," Kata Rudi.
Rudi menampik, kalau aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan itu terkait karena persoalan UMR, termasuk ada pekerja dari perusahaan asing yakni dari Malaysia dan Singapura.
"Kita mempekerjakan para karyawan itu sudah sesuai dengan undang-undang ketentuan dari upah minimum sektoral, yakni diatas Rp 1.270.000," terang Rudi.
Sebenarnya yang terjadi dari aksi mogok kerja tersebut, terkait rasa solidaritas dan hubungan emosional antara pekerja dengan salah satu karyawan yang bernama Hendri yang di putus hubungan kerjanya (PHK), karena usianya sudah memasuki 59 tahun yang dianggap sudah tidak produktif lagi.
"Inilah salah satu pemicu hingga melebar kepersoalan lain, dari aksi mogok kerja tersebut, karena terkait adanya hubungan emosional dan solidaritas pekerja dengan Hendri," lanjut Rudi seraya mengatakan status Hendri tetap di PHK, ya itu tadi karena usianya sudah 59 tahun.
Sementara Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Muba Ir H Yusman Srianto MT melalui Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Juanda SE mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah mediasi terhadap persoalan karyawan yang melakukan aksi mogok kerja dengan pihak managemen PT Baturona .
"Antara pekerja dengan perusahaan sudah kita selesaikan, dan para pakerja sudah mulai masuk kerja hari ini (kemarin Red)," kata Juanda, yang sebelumnya sempat disibukan dengan persoalan ini.
Dimana Kata Juanda, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pihak PT Baturona sudah melaksanakan tugas dan kewajibannya memberikan upah kepada pakerja sesuai dengan Undang-undang ketenagakerjaan yakni peraturan yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Sumsel No 825/KPTS/Disnaker/2011 tentang upah minimum sektoral yakni standarnya sebesar Rp 1.270.000.
"Jadi perusahaan Baturona sudah melaksanakan kewajibannya memberikan upah kepada pekerjanya sesuai ketentuan upah minimum sektoral," jelas Juanda. (her)
Setelah berlangsung mogok kerja selama sepekan, para pekerja tambang batubara PT Alas Watu Utama (AWU) sebanyak 200 lebih karyawan yang merupakan Subkontraktor di PT Baturona, akhirnya Rabu 8 Februari) mulai kerja kembali .
"Mulai hari ini (kemarin Red) semua pekerja yang melakukan mogok kerja, sudah mulai bekerja seperti biasanya," ujar Manager HRD PT Baturona Rudi kepada wartawan melalui via hanphone, Rabu(8/2).
Rudi mengatakan, sebenarnya aksi mogok kerjanya ini tidak perlu terjadi, apabila hak dan kewajiban masing-masing melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan. "Pekerja melaksanakan kewajibannya untuk bekerja, dan perusahaan melaksanakan hak dan kewajibannya membayar upah, itu saja," Kata Rudi.
Rudi menampik, kalau aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan itu terkait karena persoalan UMR, termasuk ada pekerja dari perusahaan asing yakni dari Malaysia dan Singapura.
"Kita mempekerjakan para karyawan itu sudah sesuai dengan undang-undang ketentuan dari upah minimum sektoral, yakni diatas Rp 1.270.000," terang Rudi.
Sebenarnya yang terjadi dari aksi mogok kerja tersebut, terkait rasa solidaritas dan hubungan emosional antara pekerja dengan salah satu karyawan yang bernama Hendri yang di putus hubungan kerjanya (PHK), karena usianya sudah memasuki 59 tahun yang dianggap sudah tidak produktif lagi.
"Inilah salah satu pemicu hingga melebar kepersoalan lain, dari aksi mogok kerja tersebut, karena terkait adanya hubungan emosional dan solidaritas pekerja dengan Hendri," lanjut Rudi seraya mengatakan status Hendri tetap di PHK, ya itu tadi karena usianya sudah 59 tahun.
Sementara Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Muba Ir H Yusman Srianto MT melalui Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Juanda SE mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah mediasi terhadap persoalan karyawan yang melakukan aksi mogok kerja dengan pihak managemen PT Baturona .
"Antara pekerja dengan perusahaan sudah kita selesaikan, dan para pakerja sudah mulai masuk kerja hari ini (kemarin Red)," kata Juanda, yang sebelumnya sempat disibukan dengan persoalan ini.
Dimana Kata Juanda, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pihak PT Baturona sudah melaksanakan tugas dan kewajibannya memberikan upah kepada pakerja sesuai dengan Undang-undang ketenagakerjaan yakni peraturan yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Sumsel No 825/KPTS/Disnaker/2011 tentang upah minimum sektoral yakni standarnya sebesar Rp 1.270.000.
"Jadi perusahaan Baturona sudah melaksanakan kewajibannya memberikan upah kepada pekerjanya sesuai ketentuan upah minimum sektoral," jelas Juanda. (her)
Asmawati Terserang Penyakit Tumor Kulit Butuh Bantuan

Sekayu, SN
Sejak usiannya sepuluh tahun, Asmawati (42) warga desa Babat kecamatan Babat Toman kabupaten Musi Banyuasin terserang penyakit tumor kulit yang tak kunjung sembuh. Bahkan penyakitnya itu semakin hari semakin bertambah parah, hingga membesar pada wajahnya. Ia berharap, ada orang yang dapat membantu penyembuhan penyakitnya.
Menurut asmawati, penyakit yang dideritanya ini, timbul sejak usia sepuluh tahun, dengan tanda bintik-bintik berbentuk benjolan sampai akhirnya menjalar keseluruh tubuh. “Kalau badan saya besar penyakit ini semakin besar apalagi saya beranjak dewasa malah semakin bertambah parah,” katanya dengan keluh dan risau berharap ada orang yang dapat membantu penyembuhan penyakit tumor kulit dideritanya.
Terlebih pada wajah, membesar sampai menutupi mata, namun yang semakin merisaukan tangan dan kaki pun tumbuh benjolan yang sama. “Upaya untuk penyembuhan pun sudah pernah dilakukan, namun tak kunjung sembuh,” ujarnya.
Sejak almarhum sang suami dan anaknya meninggal, asmawati pun tinggal bersama keponakkannya Ema. Dengan hidup sederhana ia pun mencari uang sebagai tukang cuci pakaian keliling. "Karena keterbatasan biaya, untuk mengobati penyakit ini terpaksa meminta bantuan para tetangga, namun sudah habis dan tidak bisa lagi berobat,” ungkapnya sembari pasrah meskipun penyakit dideritanya tak kunjung sembuh.
Sementara dinas kesehatan musi banyuasin, dr taufiq Rusdi Mkes, membenarkan asmawati pernah berobat di RSUD Sekayu pada tahun 2005 yang lalu, namun ia tidak pernah lagi cek up kerumah sakit. Dianjurkan agar dapat segera datang kembali cek up kepihak medis, karena untuk peyembuhan ada beberapa tahapan-tahapan.
"Penyakit tersebut tumor kulit yang sudah menjalar keseluruh tubuh, sehingga dianjurkan agar asmawati dapat kembali berobat. Masalah biaya, pengobatan gratis sudah dilakukan, sehingga jangan takut akan biaya, untuk itu bagi masyarakat siapa saja dapat melaporkan kepihak kami,” katanya sembari menambahkan akan meninjau dan menindak lanjuti penyakit yang diderita asmawati itu. (her)
Langganan:
Postingan (Atom)
Press
My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.
