Selasa, 08 November 2011

Tiket Untuk Para Suporter SEAG Belum Jelas


Palembang, SN

Rencana Pemerintah Kota (pemkot) Palembang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (disdikpora) Kota Palembang menerjukan 3.300 suporter dari kalangan pelajar di Kota Palembang untuk mendukung para atlit selama pertandingan SEA Games 11-22 November mendatang terkendala tiket.

Kepala Disdikpora Kota Palembang Riza Pahlevi mengatakan tidak mendapat kepastian dari pihak panitian (Inasoc) untuk tiket pertandingan bagi supporter yang disedikan Disdikpora Kota Palembang untuk setiap cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingakan.

“Hingga saat ini kita belum mendapatkan kepastian mengenai tiket salah satu cabor SEA Games dari Inasoc,untuk supporter dari kalangan pelajar” kata Riza di sela-sela Silaturahmi & Penyembelihan Hewan Kurban dikediaman Wakil Walikota H Romi Herton Senin (7/11).

Selama pertandingan dari berbagai cabor yang dipertandingakan pihaknya , kata Riza tidak menyediakan anggran khusus untuk setiap pembelian tiket selama pertandingan SEA Games berlangsung.

“Kita hanya menyedikan supporter saja,sedangkan untuk tiket sendiri dikembalikan ke Inasoc , karena Jika dibebankan ke siswa tentu berat karena harga tiket itu sendiri cukup mahal,” ungkapnya.

3.300 suporter yang disiapkan untuk mendukung pahlawan negara melalui pertandingan olahraga ini, masih kata Riza, terdiri dari 20 Sekolah Menengah Atas (SMA).

“ Selain itu, ada juga 126 siswa yang menjadi anggota marching band dan pemandu sorak. Seperti hari ini (kemarin) 5 ribu siswa yang menyambut obor api SEA Games di pelabuhan Boom Baru merupakan siswa yang berasal dari sekolah di Palembang," terangnya.

Sebelumnya Walikota Palembang H Eddy Santana Putra mengatakan bentuk dukungan untuk setiap atlit selama pertandingan tidak harus selalu dilakukan dengan cara suporetr langsung berada di venue pertandinga.

“Bisa saja kita nonton bareng (nobar),”katanya.lokasi yang paling menarik untuk nobar, kata orang nomor satu di Kota Palembang ini, kawasan anadalan wisata yang dimiliki di pingirian Sungai Musi Benteng Kuto Besak (BKB) menjadi tempat yang paling vavorit untuk di kunjungi warga kota Palembang.
“kalau nobarnya di BKB juga bisa,’tukasnya.(win)

Limbah Hewan Kurba Penuhi Aliran Sungai


Palembang, SN
Limbah hewan kurban disepanjang aliran anak sungai Sekanak Kelurahan 23 Ilir Kecamatan Bukit Kecil dibuang sembarangan oleh masyarakat. Sehingga bau dari limbah tersebut menyengat dan menganggu pengendara yang melintas, khususnya warga sekitar. Termasuk menambah berat tugas pembersih anak sungai dengan makin banyaknya volume sampah.

Sulaiman, petugas pembersih anak sungai dari PU Pengairan Kota Palembang mengatakan, limbah hewan kurban seperti ini banyak ditemukan setiap tahun usai lebaran Idul Adha. Limbah ini selain menimbulkan bau menyengat, membuat air anak sungai makin kotor dan berwarna pekat. Dan limbah ini tersangkut bersamaan dengan sampah alat penjaring sampah. Akibatnya sisa bangkai bercampur dengan sampah rumah tangga dan menambah kotor serta bau menyengat.

“Setiap usai lebaran Idul Adha biasa seperti ini, banyak limbah hewan kurban dibuang ke sungai. Biasanya ini merupakan sisa buangan masyarakat yang tinggal disekitar sungai. Baunya tidak sedap, lebih bau dari sampah rumah tangga. Sebab, bisa dibayangin bau bangkainya menyengat hingga ke hidung. Apalagi bila terbawa hembusan angin, baunya makin menusuk, terutama bagi pengendara yang melintas,” ujarnya.

Menurut Sulaiman, bau menyengat seperti ini akan berlangsung hingga sepekan kedepan. Pasalnya, tidak semua sisa limbah hewan kurban ini mampu untuk langsung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Karena masyarakat tetap membuang limbah ini, sampai beberapa hari kedepan.

“Baiasanya kami dari pagi sampai sore membersihkan aliran sungai ini. Tapi besok biasanya masih ada lagi sisa-sia limbah hewan kurban. Seperti isi perut (usus) kurban yang sudah membusuk, kulit, kaki, kepala dan beberapa bagian isi perut lainnya. Gara-gara limbah ini, tugas kami makin bertambah. Sebab volume sampah naik. Biasanya hanya sepermpat truk, habis lebaran sampai satu truk,” katanya.

Camat Bukit Kecil, M irsan melalui Sekretaris Camat, Ricky Fernandi menegaskan, pihaknya akan mengecek kelokasi untuk melihat langsung. Bila benar, maka akan dilakukan peninjaun dengan berkoordinasi bersama pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH). Termasuk mengingatkan warga sekitar sungai untuk tidak membiasakan membuang sampah sembarangan. Apalagi limbah hewan kurban, ditakutkan akan timbul penyakit dan berdampak pada kesehatan warga.

“Kita akan selidiki asalnya. Apakah benar dari warga yang tingga dilokasi atau bukan. Kalau bemnar terbukti atau tertangkap tangan, akan ditindak sesuai dengan Perda No 44 tahun 2002 tentang ketertiban dan ketenteraman,” pungkasnya.(win)

Pembayaran Hutang SEAG Masih Tunggu Landasan Hukum


* APBD Sumsel 2012 Rp 4,2 T

Palembang, SN
Pembayaran hutang pembangunan tiga venues yakni venue atletik, lapangan tembak dan aquatic sebesar Rp 320 miliar yang akan dibebankan di APBD Sumsel 2012 masih menunggu landasan hukum yang dikeluarkan oleh Mendagri.
Hal ini diakui Wakil Ketua DPRD Sumsel, M Aliandra Gantada ditemui usai rapat dengan Sekda Provinsi Sumsel, Senin (7/11). Menurutnya, landasan hukum untuk penganggaran pembayaran hutang SEAG mutlak diperlukan, karena berkaitan erat dengan masalah hukum.
"Kalau tidak ada landasan hukumnya, tentu saja kita tidak berani mengeluarkan surat pengakuan hutang (SPH) dan menganggarkan pembayaran hutang tiga venues SEA Games di APBD Sumsel 2012," ungkapnya.
Dikatakannya, keharusan adanya landasan hukum ini, setelah pihaknya melakukan konsultasi ke beberapa instansi dan juga hasil pembelajaran dari mengikuti bimbingan tekhnik (Bimtek) di Solo beberapa waktu lalu.
"Pembayaran tiga venues ini kan harusnya menjadi beban negara, nah kalau ingin dimasukkan ke APBD Sumsel tentunya harus jelas dasar hukumnya," kata Politisi PDI Perjuangan ini.
Disisi lain, dikatakan Gantada, APBD Sumsel yang diajukan ke DPRD sebesar Rp 4,2 triliun. Prioritas anggaran 2012 masih di bidang pendidikan dan kesehatan.
"Selain itu, pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga masih menjadi prioritas pembangunan Sumsel kedepan," jelasnya. Namun demikian, hasil penelusuran anggaran pendidikan 2012 masih di bawah 20 persen, padahal secara nasional dan amanat undang-undang, anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total APBD.
"Tapi ini belum fix, masih ada anggaran-anggaran yang perlu di maching kan kembali di masing-masing SKPD," katanya.
Sementara Ketua DPRD Sumsel, Wasista Bambang Utoyo membenarkan pihaknya masih menunggu surat dari Depdagri terkait pembayaran hutang pembangunan tiga venues SEA Games.
"Pimpinan dapat mengeluarkan itu (SPH,red) setelah mendapat dukungan hukum yang kuat dari Depdagri. Saat ini surat itu masih dalam proses, dan kita tinggal menunggu surat itu keluar," katanya.
Wasista mengaku, dampak dari dibebankannya hutang pembangunan tiga veneus ke APBD Sumsel adalah berkurangnya anggaran pada setiap SKPD, namun menurutnya, hal itu sudah menjadi resiko Sumsel sebagai tuan rumah SEA Games.
"Dampaknya memang penurunan anggaran di SKPD masing-masing, ini resiko sumsel, tetapi kalau kita lihat, apa yang kita dapat dari SEA Games ini sebenarnya jauh lebih besar, mulai dari banyak dana dari departemen yang masuk ke Sumsel yang kalau di total bisa mencapat Rp 5-6 triliun," pungkasnya. (awj)

51 Buruh Kontrak RS Pertamina Mogok Kerja


Prabumulih, SN
Belum adanya tindak lanjut untuk pertemuan kembali sesuai jadwal hasil rapat pada tanggal 24 Oktober 2011 di kantor Disnaker Kota Prabumulih untuk bermusyawarah dalam mencari jalan keluar terhadap pekerja tidak tetap (outsourcing) di RS Pertamina, sebanyak 51 pekerja Senin, (7/11) menggelar aksi mogok kerja di halaman belakang RS Pertamina.
Mereka yang ikut mogok kerja ini berasal dari berbagai bagian mulai dari petugas keamanan, cleaning service, bagian dapur, supir, perawatan tamanan dan Koperasi RS Medical Pertamina.
Ketua Koordinator aksi mogok kerja Jimi (30) yang juga salah satu pekerja outsourching di RS Pertamina mengatakan, dalam aksi demo ini mereka melibatkan Serikat Buruh Bersatu Prabumulih (SBBP) dengan harapan apa yang mereka tuntut dapat dipenuhi. Adapun
tuntutan yang mereka minta diantaranya agar diangkat sebagai karyawan tetap di RS Pertamina sebab mereka sudah bertahun-tahun bekerja di RS Pertamina.
"Bahkan ada kawan kami yang sudah bekerja 30 tahun tapi belum diangkat sebagai karyawan tetap serta kami minta agar manajemen di RS Pertamina jangan bersikap arogan sebab kami sebagai pekerja merasa dianaktirikan dan tolong perhatikan kesejahteraan kami. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka akan terus mogok kerja sampai tuntutan kami dipenuhi," tegas Jimi.
Ketua Serikat Buruh Bersatu Kota Prabumulih Desta menambahkan, pihak RS Pertamedika merupakan pihak pemberi kerja di mana PT Indograha sebagai pemenang tender dari pekerjaan yang diborongkan pihak RS Pertamina sehingga pihak RS Pertamina mempunyai kepentingan dan tanggung jawab atas lancarnya pekerjaan yang diborongkan.
“Jika pekerjaan yang diborongkan tersebut mengalami kendala yang pertama kali kena imbasnya yakni pihak RS Pertamina bukannya pihak PT Indograha dan sistem kontrak antara pihak RS Pertamina dan PT Indograha dari Palembang yang berdasarkan pada volume pekerjaan bukan pada jumlah pekerja yang dibutuhkan ini menunjukan pihak RS Pertamina bertentangan dengan UU No 33/2003 dimana sistem kontrak tersebut tidak ada jaminan dari pihak RS Pertamina terhadap hak-hak pekerja yang diperkerjakan pihak pemenang tender serta pihak RS Pertamina kesulitan mengintervensi PT Indograha disaat terjadi permasalahan antara outsourching dengan PT Indograha," jelasnya.
Ditinjau dari sifat dan jenis pekerjaan lanjutnya, semestinya pekerjaan itu tidak dapat dikontrakan kembali melebihi 3 tahun karena pekerjaan itu bersifat rutin, tetap, berulang dan ditempat yang sama sedangkan masa kerja para outsourcing tersebut sudah dari 0 sampai 30 tahun. Hal ini seharusnya menjadi pertimbangkan bagi RS Pertamina untuk lebih memperhatikan dan menjamin hak-hak serta kesejahteraan mereka selaku pekerja.
Mengenai pertemuan antara pihak PT Indograha dengan pihak pekerja outsourcing yang dimediasi pihak Disnaker Prabumulih pada 28 September lalu, bagi mereka hal itu terkesan janggal dan dipaksakan karena surat pemberitahuan untuk pertemuan itu diterima pukul 08.00 WIB pagi sedangkan pertemuan akan diadakan pukul 10.00 WIB bertempat di kantor Disnakertrans kota Prabumulih.
Sementara Direktur RS Pertamina Subandriyo S melaui Seketaris Humas Yudi mengatakan, mulai kontrak kerjasama (MoU) dengan PT Indograha dimulai awal bulan Januari dan berakhir pada 31 Desember 2011. Namun kenyataanya dari pihak PT Indograha memang sudah bermasalah dengan pihak pekerja yang menggelar aksi mogok kerja sekarang. Sehingga pihak RS Pertamina berkemungkinan akan memblacklist PT Indograha Palembang tersebut dan pernah juga diberitahukan pihak rumah sakit mengenai masalah peralatan kebersihan tidak sesuai dengan yang diinginkan namun tidak dipenuhi dari PT Indograha.
"Kita dari RS Pertamina tidak dapat ikut campur masalah ini karena ini sudah di serah terimakan pekerjaan dengan PT Indograha selaku pemenang tender dan hal ini sudah kita laporkan ke PT Pertamina Jakarta pusat sebab RS Pertamina Kota Prabumulih termasuk 90 % anak cabang PT Pertamina Pusat.
Saat disinggung mengenai jumlah anggaran yang dimenangkan PT Indograha, Yudi mengaku masalah itu ia tidak mengetahui sama sekali karena mereka hanya mengurusi administrasi saja. (and)

Senin, 07 November 2011

Jalur Pagaralam-Bengkulu Lumpuh Total

Pagaralam, SN
Jalur penghubung Kota Pagaralam, Sumatera Selatan dan Kota Manna, Bengkulu, Sabtu (5/11) sekitar pukul 14.00 WIB lupuh total tertimbun longsor sepanjang 60 meter, akibatnya kendaraan tidak bisa melintas.
Jalur transportasi Manna-Lahat hingga Minggu malam lumpuh total. Sekitar 60 meter panjang badan jalan di kawasan Desa Air Tenam Kecamatan Ulu Manna, sekitar 200 meter dari perbatasan Bengkulu Selatan-Kecamatan Tanjung Sakti Lahat, tertimbun tanah bercampur batu dan batang kayu yang ketebalannya mencapai puluhan meter.
Satu unit alat berat jenis eskavator dikerahkan menyingkirkan longsoran. Longsor terjadi saat hujan lebat sekitar pukul 14.02 Sabtu petang (5/11). Tetapi pembersihan belum dilakukan, karena kondisinya berbahaya. Hujan masih lebat, sementara material dari atas tebing ketinggian mencapai 30 meter terus berjatuhan.
Pembuangan material longsoran juga mengalami kesulitan, karena banyaknya pohon kayu dan batu besar yang ikut tertimbun. Sisi sebelah kiri jalan dari arah Bengkulu Selatan merupakan jurang Air Manna yang kedalamannya mencapai 60 meter, sehingga alat berat tidak bisa bergerak leluasa.
Puluhan mobil dan sepeda motor harus berhenti. Kendaraan yang datang dari arah Bengkulu Selatan berjejer di pinggir jalan hingga mencapai jarak 500 meter. Sebagian lagi, berbalik arah. Sedangkan kendaraan dari arah Lahat menunggu di Desa Pulau Timun. Penumpang yang ingin cepat, terpaksa berjalan kaki melintasi tumpukan longsoran, kemudian menunggu kendaraan lain yang ingin melaju ke arah tujuan.
Jika tidak terjadi lagi longsor susulan, diperkirakan evakuasi material akan selesai pagi ini, itupun kalau alat berat bekerja lembur malam hari.
Ranto warga Tajung sakti Lahat, mengatakan, cukup banyak warga Benglulu ingin ke Pagaralam untuk menjual hasil bumi seperti pisang dan kelapa. namun mereka terjebak mereka sampai di kawasan Air Tenam sekitar pukul 21.02 Sabtu malam.
Karena tidak bisa melintas akhirnya dia dan kawan-kawan terpaksa tidur dalam mobil yang diparkirkan di pinggir jalan Desa Air Tenam.
Mereka berharap agar pembukaan akses jalan cepat diselesaikan, sehingga mereka bisa lewat membawa barang mereka. “Sudah satu malam kami di sini, belum juga ada tanda-tanda kapan bisa lewat,” kata Ranto.
Sementara itu Kades Air Tenam Padli menjelaskan, longsoran pertama terjadi sekitar pukul 16.02. Saat itu baru sekitar 20 meter badan jalan yang tertimbun. Tetapi akses lalu lintas sudah terputus. Kemudian sekitar pukul 18.01 kembali terjadi longsoran di lokasi yang sama, sehingga total jalan yang tertimbun longsoran sekitar 60 meter.
Awalnya warga bersama petugas mitigasi bencana Kecamatan Ulu Manna sudah berupaya membuka akses jalan yang tertimbun itu, tetapi karena material cukup banyak dan jalur yang tertimbun cukup panjang, akhirnya warga menyerah dan meminta bantuan alat berat yang sedang melakukan pembangunan jalan di kawasan itu. Tetapi operator belum berani bekerja karena hari sudah mulai gelap dan hujan kembali turun.
`“Kalau alat berat terus bekerja, diperkirakan besok (hari ini) pembersihan longsor bisa tuntas,” kata Padli
Sementara itu Bupati Lahat Saifudin Aswari Rifai, didampingi Camat Tanjungsakti Pumu, Subhan, mengatakan baru mendapat informasi jika terjadi longsor di ruas jalan negara penghubung Pagaralam, Tanjungsakti dan Manna Bengkulu.
"Kita akan membantu alat berat dan menurunkan petugas untuk membantu pemulihan jalur transportasi yang putus tertimbun longsor," ungkapnya.
Namun lokasi longsor juga berada di daerah Bengkulu Desa Air Tenam.
"Kemungkinan kita akan melakukan koordinasi dengan kabupaten tetangga untuk evakuasi agar kondisi segera normal, termasuk memberikan bantuan bila dibutuhkan," ungkap dia. (asn)

Lagi, Jembatan di Muba Ambruk


Sekayu, SN
Sebuah jembatan yang menghubungkan Bandarjaya-Sungaiputih, Banyuasin, Sumatera Selatan, roboh gara-gara dilintasi truk tronton bermuatan eskavator. Robohnya jembatan yang disusun dari papan kayu dan baru berusia kurang lebih satu tahun itu mengganggu aktifitas warga di dua desa.
Sebenarnya, jembatan tersebut roboh sejak Kamis (4/11) lalu. Tapi belum ada perbaikan yang berarti sehingga pada Idul Adha, Minggu (06/11/2011), warga di kedua desa kesulitan bersilahturahmi.
Jembatan yang roboh ini itu dibangun dengan APBD induk Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2010 dengan menelan dana Rp 900.000.000. Jembatan ini dibangun dengan rangka baja, komposit, dengan rentang fisik 4 x 12 meter. Sampai semalam, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Musi Banyuasin.
Sebagai informasi, jembatan Ulak Kembang di Batanghari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin, nilai proyek mencapai Rp 21,4 miliar, juga roboh. Bupati Musi Banyuasin Pahri Azhari, kepada pers di Sekayu, mengatakan, dinas terkait (PU Bina Marga, red) sudah menurunkan tim untuk menganalisis penyebab ambruknya jembatan tersebut.
Menurutnya, dua jembatan tersebut ambruk karena tidak bisa menahan kendaraan yang memiliki tonase di luar kemampuan jembatan. Karena itu, pihaknya meminta pemilik kendaraan segera melakukan perbaikan seperti sedia kala.
"Pemilik kendaraan itu terlalu memaksakan diri. Apalagi warga sudah sering mengingatkan. Kita minta yang bersangkutan segera memperbaikinya, ya seperti semula," katanya. (tw/lh)

Bank Sumsel Babel Kurban 86 Ekor Sapi


*Bantu 5 Panti Asuhan

Palembang, SN
Dalam rangka Perayaan Idul Adha 10 Dzulhijah 1432 Hijriah, Minggu (6/10) PT Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Sumsel Babel melakukan pemotongan hewan qurban sebanyak 86 ekor sapi dan 4 ekor kambing di area Bank Sumsel Babel Jalan Kapten A Rivai Palembang.
Ketua Panitia Nurdi A Hamid menyatakan pemotongan hewan kurban ini dilakukan semata-mata mendekatkan diri kepada Tuhan YME serta berbagi dengan sesama umat muslim, terutama di Kota Palembang. Pemotongan hewan qurban sudah menjadi tradisi bagi keluarga besar Bank Sumsel Babel setiap tahunnya, saat Hari Raya Idul Adha tiba.
"Hewan qurban ini kita didistribusikan ke panti asuhan, panti jompo hingga fakir miskin serta kaum dhuafa hingga masyarakat sekitar,” tuturnya.
Dijelaskannya, sebanyak 86 ekor sapi dan 4 ekor kambing yang diqurbankan tersebut merupakan hewan qurban berasal dari sumbagsih dari para 606 karyawan. Dengan rincian 227 orang direksi dan 379 pegawai kantor pusat maupun cabang Bank Sumsel Babel.
Pemotongan hewan kurban sebanyak 51 ekor sapi dan 4 ekor kambing, dikatakannya, dilakukan di kantor pusat Bank Sumsel Babel. Sedangkan sebanyak 35 ekor sapi lainnya dilakukan di setiap cabang Bank Sumsel Babel diluar Kota Palembang diwilayah Sumsel dan Babel.
Diharapkannya, pembagian daging qurban dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan kepada masyarakat, khususnya bagi fakir miskin dan kaum dhuafa di area Kota Palembang dan Sumsel Babel.
Salah satu penerima daging kurban, Muktar (50) penarik becak yang biasa mangkal di samping Kantor Pusat Bank Sumsel Babel mengaku, senang atas pemberian daging sapi dari Bank Sumsel Babel tersebut. “Alhamdulillah kami kembali mendapatkan daging hewan kurban dari Bank Sumsel Babel. Karena kami jarang membeli daging,dengan adanya daging qurban ini kami bisa makan daging bersama keluarga kami,"ungkapnya.
Sementara itu dalam rangka perayaan HUT ke-54 tahun Bank Sumsel Babel, Jumat (4/10) memberikan bantuan kepada 5 panti asuhan yang ada di wilayah Palembang. Kelima panti asuhan tersebut adalah Panti Asuhan Peduli Bangsa, Panti Asuhan CInta Kasih, Panti Asuhan Cahaya Kemuning, Panti Asuhan Restu Bunda dan Panti Asuhan Pelangi.
Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Asfan Fikri Sanaf mengatakan, bantuan yang diberikan tersebut untuk membantu meringankan beban anak-anak panti asuhan. Serta sebagai ungkapan rasa syukur berbagi kebahagiaan dalam menyambut HUT Bank Sumsel Babel ke-54 tahun.
"Bantuan yang kami berikan berupa sembako, perlengkapan tidur dan mandi, perlengkapan masak dan makan serta perlengkapan sholat dan ibadah,"ujar Asfan Fikri Sanaf.
Ditambahkannya, berbagai rangkaian juga telah digelar dalam rangka memeriahkan HUT Bank Sumsel Babel. Diantaranya donor darah, kunjungan ke taman makam pahlawan dan kegiatan khitanan massal. "Yang membedakan ulang tahun kita tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah dengan tidak digelarnya kegiatan olahraga. Karena bertepatan dengan SEA Games yang digelar di Palembang,"pungkasnya. (ima)

Program Jaminan Persalinan (JAMPERSAL) Mulai Diberlakukan


Empat Lawang, SN

Program Jaminan Persalinan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2011, kini sudah bisa dinikmati masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Empat Lawang, Burhansyah M Si mengatakan, dalam rangka mempercepat pencapaian tujuan pembangunan kesehatan nasional serta Millinieum Development Goals (MDGs) kita menghadapi berbagai hal yang multi kompleks seperti masalah budaya, pendidikan, masyarakat, pengetahuan, lingkungan, kecukupan fasilitas kesehatan sumber daya manusia dan lainnya.
“Tantangan yang sangat sulit itu bagaimana upaya pemerintah untuk menurunkan angka kesakitan, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), makanya diperlukan kerjasama dari seluruh pihak lintas sektor,” kata Burhansyah.
Dengan adanya komitmen dari pemerintah pusat untuk menerapkan program Jaminan Persalinan (Jampersal) secara gratis bagi masyarakat sehingga patut untuk dimanfaatkan secara maksimal bagi masyarakat Empat Lawang. Sehingga program tersebut bisa berdaya guna dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Empat Lawang.
“Jumlah penduduk di Empat Lawang mencapai kurang lebih 216.422 jiwa dan patut diakui penduduk yang termasuk dalam kriteria Jamkesmas berjumlah kurang lebih 83.928 jiwa, nah semuanya itu bisa memanfaatkan program Jampersal ini. Bahkan bagi masyarakat Empat Lawang yang belum mempunyai Jamkesmas itu dan memiliki kartu identitas Kabupaten Empat Lawang pun bisa memanfaatkan pelayanan Jampersal,”imbuhnya seraya mengatakan program ini diberikan kepada semua masyarakat mulai dari akses pemeriksaan persalinan, pertolongan persalinan, pemeriksaan nifas dan pelayanan KB oleh tenaga kesehatan difasilitas kesehatan sehingga pada akhirnya dapat menekan AKI dan AKB.
Ia menambahkan, fasilitas pelayanan persalinan diberikan dipelayanan tingkat pertama pada Puskesmas dan Puskesmas Pelayanan Obstetry Neonatal Esensial Dasar (PONED) serta jaringannya termasuk Polindes, Poskesdes dan Fasilitas Kesehatan Swasta yang melakukan perjanjian kerjasama dalam program ini. Bahkan Pelayanan persalinan tingkat lanjutan diberikan difasilitas perawatan kelas III di rumah sakit pemerintah dan swasta yang bekerjasama dalam program Jamkesmas.
“Mulai dari tingkat pertama dan lanjutan akan difasilitasi dalam program Jampersal,” tuturnya.
Caranya ? Burhansyah menerangkan, diperkenankan bagi keluarga ataupun ibu hamil untuk sering berkoordinasi dengan petugas kesehatan mulai dari bidan desa, Puskesmas, bahkan petugas kesehatan di rumah sakit. Pihaknya meyakini proses untuk mendapatkan fasilitas Jampersal tidaklah sulit. Asalkan ibu hamil dan keluarganya berkoordinasi dengan petugas kesehatan.
“Masyarakat pun diperkenankan untuk mendukung program ini, dengan cara mensosialisasikannya kepada keluarga yang membutuhkannya. Dan memantau penyelenggaraan program ini dengan cara yang benar, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya. (eko)

Pemkab Muba, Qurban 51 Ekor Sapi


Sekayu, SN
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menyediakan 51 ekor sapi dan 2 ekor Kambing sebagai Qurban dalam perayaan hari raya Idul Adha yang jatuh pada Minggu (6/11).
Kabag Kesra Setda Muba Drs H Sudarsi Nasmi S Sos Msi melalui Kasubag Agama, Drs H Thamrin MPDi mengungkapkan, qurban diperuntukan bagi masyarakat yang berhak menerima melalui kupon.
“Pembagian melalui kopon, setiap kelurahan kurang lebih 200 lembar kupon dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” ungkap Thamrin.
Sementara untuk wilayah dalam kota sekayu sendiri, pemotongan juga dilakukan di pendopoan rumah dinas bupati Muba, sebanyak 8 ekor sapi untuk disebarkan dikelurahan dalam Kecamatan Sekayu.
Adapun qurban sapi yang banyak disebar pemkab muba diantaranya, Desa Karang Ringin, Ulak Paceh, Kecamatan Batang Hari Leko, Sungai Lilin, Kecamatan Sekayu, Bayung Lencir, Tungkal Jaya.
“Untuk diwilayah kota sekayu pemotongan dilakukan didua tempat, yakni Pendopoan dan RSUD Sekayu, sementara untuk Qurban diluar kota sekayu akan dilakukan dikantor pemerintah Kecamatan masing-masing,” tambah Thamrin.
Qurban yang dilakukan pemkab Muba sendiri merupakan salah-satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang kurang mampu sehingga dalam perayaan Hari Idul Adha dapat saling berbagi antara satu sama lain.
“Kita berharap pembagian kopon dapat benar-benar merata kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.” jelas Thamrin. (her)

Kenginan Kuat Nasdem Melahirkan Pemimpin Baru


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

PERLAHAN dugaan banyak pihak bahwa tujuan Nasional Demokrat (Nasdem), organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dipimpin Surya Paloh untuk melahirkan pemimpin baru dan sasaran utamanya masuk ke 'Istana' telah terlihat. Apalagi saat ini secara pasti Ormas Nasdem sudah melahirkan Partai Nasdem.
Sasaran utama untuk bertarung di pemilihan presiden 2014-2019 telah berani ditunjukkan. Walaupun belum terlalu lugas dan masih 'malu-malu', Nasdem sangat sering melontarkan isu panas menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2014.
Secara nasional, Ormas Nasdem dan Partai Nasdem dalam tiap deklarasi sangat mendukung kadernya untuk menjadi seorang pemimpin baru termasuk dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Untuk tekad dan kenginan Nasdem mengusung capres-cawapres Nasdem tak bisa hanya menjadi organisasi kemasyarakatan. Hanya partai politik yang bisa mencalonkan pasangan capres-cawapres. Memang dari pendapat banyak pihak Nasdem tak perlu jadi parpol, hal inipun pernah dikatakan mantan Wapres Jusuf Kalla. Tetapi kondisi ini sangat lemah kalau memang tujuan Nasdem untuk masuk betarung di Pemilihan Presiden. Tetapi kini kenginan untuk kekuasaan makin terbentang dengan adanya Parti Nasdem.
Walaupun sudah jadi Parpol, tentu ada syarat lainnya untuk bertarung masuk Istana. Parpol pun punya syarat yang berat untuk bisa menjagokan pasangan capres-cawapres. Ingat apa yang terjadi dengan Partai Gerindra, partai yang mengusung sosok Prabowo Subianto. Parpol ini memang menuai simpati dan Prabowo banyak dielukan, tetapi sempat terjadi tarik ulur untuk menjagokannya menjadi capres. Hingga akhirnya Prabowo menjadi cawapres mendampingi Megawati, itupun di saat-saat penghujung masa kampanye yang ditetapkan KPU kala itu. (***)

SEA Games Sekolah libur 4 Hari


Palembang, SN
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Palembang meliburkan sekolah selama 4 hari mulai 10-12 dan 22 November. Libur sekolah ini untuk menyukseskan SEA Games yang akan dibuka pada 11 November nanti.
"Kita sepakat untuk libur hanya empat hari saja. Dimulai Kamis (10/11), karena kemungkinan Presiden sudah mulai datang untuk gladi resik," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, Drs Reza Fahlevi kemarin.
Reza mengatakan, diliburkannya siswa ini adalah sebagai bentuk dukungan penyelenggaraan pesta olahraga antarnegara se-Asia Tenggara itu. “Kita juga ingin para siswa dan guru menikmati kemeriahan SEA Games,” ujarnya.
Untuk suporter sendiri, lanjut Reza, pihaknya sudah menyiapkan sekitar 3.300 pelajar dari 20 sekolah. Selain itu, ada juga 126 siswa yang menjadi anggota marching band dan pemandu sorak. Namun, untuk tiket pihaknya hingga saat ini, belum mendapat kepastian dari Inasoc.
"Kita akan hubungi Inasoc lagi, untuk memastikan soal tiket supporter pelajar ini. Apakah perlu pakai tiket atau tidak. Karena, kalau tiketnya dibebankan ke pelajar itu berat. Tiketnya kan mahal," bebernya.
Untuk suporter ini, tambah dia, memang disiapkan 3.300 orang, disesuaikan dengan jumlah negara. "Jadi setiap negara itu ada 300 pelajar," ungkapnya.
Bukan itu saja, lanjut Reza, setiap sekolah khususnya SMA diwajibkan menonton satu cabang olahraga.
"Kami sudah jadwalkan cabang olahraganya.Tapi soal tiket, tetap minta bantuan Inasoc," tukasnya.
Agar pelajar ini tidak ketinggalan pelajaran, Reza meminta setiap guru tetap memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah. “Untuk kelas XII, yang akan mengikuti ujian akhir juga kami imbau tetap belajar. Jangan sampai, karena menjadi supporter SEA Games siswa ketinggalan pelajaran,” harap Reza.(win)

Operasional Transmusi Fokus Sudirman-Jakabaring


Palembag, SN
Menindaklanjuti hasil rapat bidang transportasi panitia SEA Games XXVI, Dinas Perhubungan (Dishub) Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel mengeluarkan surat edaran (SE) tentang pengaturan lalu lintas. Di dalamnya ditegaskan bahwa selama gelaran pembukaan dan penutupan SEA Games, transmusi akan difokuskan pada ruas jalan Sudirman (fly over) hingga Jakabaring.
Kepala Dishub Kota Palembang Masripin Thoyib melalui Kepala Bidang (Kabid) DLLAJ dan rel KA Agus Suprianto mengatakan, pengaturan rute transmusi ini bertujuan sebagai sarana masyarakat umum yang akan menuju stadion Jakabaring untuk menyaksikan acara pembukaan dan penutupan SEA Games XXVI. Dengan demikian, kawasan Jalan Sudirman - Jakabaring yang ditetapkan bersih dari angkutan umum lainnya tetap bisa dilalui masyarakat dengan menggunakan angkutan transmusi.
“Transmusi akan berbalik arah setelah sampai di simpang fly over Polda begitu pun setelah sampai di simpang Jalan H Bastari. Pengaturan rute Transmusi ini hanya pada saat pembukaan dan penutupan SEA Games saja,”kata Agus di ruang kerjanya, belum lama ini.
Adapun untuk yang membawa kendaraan pribadi, Agus menjelaskan, pihaknya menyiapkan beberapa titik kantong parkir. Diantaranya yaitu lahan seluas 4 hektare (ha) di samping kantor smart fren bundaran rotunda Jakabaring dengan kapasitas 4000 kendaraan dan lahan seluas 2 ha di sebelah gedung Bank Sumsel Babel Jakabaring dengan kapasitas 1000 kendaraan. Selain itu, disiapkan juga lahan di lahan parkir water fun OPI yang berkapasitas 1000 kendaraan, kawasan pasar Induk dan terminal Jakabaring dengan kapasitas 200 kendaraan.
“Disiapkan juga kantong parkir di lokasi perkantoran yang ada di sepanjang Jalan Gubernur H Bastari seperti di kantor BKN, gedung DPRD Kota Palembang, bahkan lahan samping Masjid Al-Fathul Akbar, meskipun kapasitasnya hanya sebatas 50 kendaraan,” sebut Agus.
Agus menambahkan, pihaknya juga memberlakukan kawasan bebas parkir dari mulai bandara hingga Jalan Gubernur H Bastari. Untuk mengganti lokasi parkir para pemilik toko di sepanjang Jalan Sudirman, pihaknya menyiapkan kantong parkir di bawah jembatan Ampera dan beberapa titik jalan yang ditutup seperti di Jalan Letkol Iskandar depan pusat perbelanjaan JM.
“Rencananya akan kita tutup sementara jalan di depan JM untuk kelancaran arus lalu lintas di sepanjang Jalan Sudirman menuju Ampera. Di lokasi tersebut, bisa kita fungsikan sementara untuk kantong parkir,” ujarnya.
Dengan demikian, dia mengimbau agar masyarakat pada hari pelaksanaan pembukaan dan penutupan SEA Games, tepatnya sejak pukul 14.00–17.00 WIB, dapat memarkir kendaraannya di kantong-kantong parkir yang tersedia.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kota Palembang, mematuhi peraturan tersebut karena ini dilakukan demi kepentingan bersama dan hanya satu hari saat pelaksanaan pembukaan SEA Games,” imbuhnya.(win)

Ratusan Koperasi di ME Tidak Aktif


Muara Enim, SN
Sedikitnya 186 dari 498 unit koperasi yang terdaftar di Dinas Koperasi dan Usah Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Muara Enim tidak aktif.
Padahal, usaha koperasi memiliki peranan yang cukup penting bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Khususnya bagi masyarakat kalangan menengah bawah.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Muara Enim Minson Dahimat kepada wartawan, menyebutkan, Kabupaten Muara Enim saat ini memiliki sebanyak 498 unit koperasi terdaftar.
Namun, hanya sekitar 310 unit saja yang masih menjalankan
aktifitasnya. Sementara, yang lainnya hanya tinggal papan nama saja.
Selain tidak pernah di buka, umumnya ratusan koperasi ini tidak lagi memberikan pelayanan kepada anggotanya. Bahkan para pengurus koperasi juga sudah tidak di ketahui lagi secara jelas. Kondisi ini, kata dia, tentu saja sangat di sayangkan. Sebab, koperasi juga dapat membantu pemerintah dalam membangun roda perekonomian rakyat.
“Hal tersebut diketahui, setelah kita melakukan pendataan ulang,” ujar Minson di Muara Enim kepada wartawan belum lama ini.
Lebih lanjut, pihak Dinas Koperasi dan UKM akan melakukan sejumlah terobosan dan langkah pro aktif guna menggeliatkan kembali usaha-usaha koperasi. Seperti melakukan pendekatan melalui anjangsana, ataupun membentuk tim survey lapangan guna mengetahui keberadaan koperasi dan penyebab kemacetannya.
“Jika nantinya, koperasi tersebut telah aktif maka pemerintah dapat membantu dengan memberikan pembinaan ataupun mungkin suntikan dana bergulir,” terang dia.
Kemudian, koperasi yang aktif dan sehat dapat dilihat dari beberapa kriteria. Diantaranya adalah memiliki manajemen pengelola, anggota yang cukup, dan mampu menggelar rapat anggota tahunan (RAT).
Salah satu pelaku UKM di Muara Enim Supriadi, berharap agar pemerintah dapat lebih memperhatikan koperasi dan Unit Usaha Kecil Menengah (UKM). Sebab, pada umumnya para pelaku usaha lebih di dominasi oleh kalangan bawah. Menurutnya, apabila ekonomi usaha kecil dapat di maksimalkan maka pertumbuhan perekonomian di Muaraenim dapat meningkat lebih cepat.
“Dari pertumbuhan UKM yang ada maka terlihat keinginan masyarakat untuk berkreasi sehingga perekonomian dapat berkembang,” ucap dia. (yud)

4 Pejabat Dinas PU Prabumulih Diperiksa


Prabumulih, SN
Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih, memanggil dan memeriksa empat pejabat di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkot Prabumulih. Keempat pejabat itu diperiksa, terkait pekerjaan proyek Jalan Urip Sumoharjo, yang berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumsel ditemukan selisih pekerjaan sebesar sekitar Rp 800 juta.
Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Kejari terkait pemeriksaan empat pejabat Dinas PU Prabumulih tersebut. Namun berdasarkan data yang diterima keempat pegawai berseragam Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu merupakan pejabat KPA (Kuasa Pengguna Anggaran), Bendahara, Pengawas, dan Ketua PHO (Personal Hand Over) atau panitia serah terima proyek.
“Mereka semua pejabat dari Dinas PU, mereka diperiksa terkait pekerjaan proyek di Jalan Urip Sumoharjo. Salah satunya Aslimi, selaku pejabat KPA,” ungkap sumber ini.
Disebutkannya, Kejaksaan Negeri Prabumulih sejak lama sudah melakukan penyelidikan terhadap kasus yang ditender tahun 2010 kemarin, namun sempat dikerjakan ulang kembali pada tahun 2011. “Silahkan tanyakan lagi kepada tim yang menangganinya, soal sejauhmana proses penyelidikannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Prabumulih, Alexander Rudi SH menjelaskan, pihak Kejaksaan sudah meningkatkan status proyek tersebut dari penyelidikan ke tahap penyidikan. “Saat ini kasusnya sudah masuk tahap penyidikan dan sudah kita proses,” sebut Alex.
Sebelumnya, terkait permasalahan pekerjaan proyek Jalan Urip Sumoharjo itu, Fraksi PPP DPRD Kota Prabumulih sendiri pernah menegaskan akan kembali memertanyakannya dalam pembahasan LKPJ (Laporan Kerja dan Pertanggungjawaban) Walikota tahun 2010, yang tidak lama lagi akan digelar DPRD Kota Prabumulih. (and)

Uang Rp 536 Juta Melayang Digasak Perampok


Prabumulih, SN
Aksi perampokan sekomplotan pria bersenjata api (senpi, red), Jumat (4/11) sekitar pukul 15.00 WIB, terjadi di Simpang Burung Bedang, Desa Kemang, Kecamatan Lembak, Muara Enim. Dua orang anggota Koperasi Unit Desa (KUD) setempat, bernama Felik (50) dan Umar (45), menjadi korban aksi perampokan tersebut. Dalam aksi itu, para pelaku berhasil membawa kabur uang hasil penjualan getah karet sebesar Rp 536 juta.
Menurut informasi yang diterima koran ini, peristiwa itu berawal saat rombongan korban baru pulang dari menjual hasil getah karet milik warga atau Koperasi Unit Desa (KUD) Desa Kemang, di Palembang. Belum sampai di tempat tujuan, tiba–tiba di tengah jalan (TKP), mobil yang dikendarai kedua korban jenis mini bus merek Suzuki warna silver, dihadang mobil komplotan pelaku merk Toyota Innova warna hitam dari arah berlawanan.
Tanpa menyiakan waktu lagi, usai berhasil menghentikan mobil korban, kawanan pelaku yang belakangan diketahui berjumlah delapan orang itu langsung menodongkan senjata api miliknya ke arah korban. Dan meminta kedua korban untuk menyerahkan uang yang mereka bawa.
“Karena ketakutan, salah satu pelaku sempat mengancam menembak kedua anggota KUD kita ini akhirnya tanpa berbuat banyak, hanya pasrah ketika rombongan perampok itu berhasil membawa kabur uang hasil penjualan getah karet milik KUD desa,” ungkap Mantap SH, Ketua KUD Desa Kemang, usai kejadian.
Menurut Mantap, akibat aksi perampokan sekomplotan pelaku yang diduga sudah merencanakan aksinya tersebut, KUD Desa Kemang mengalami kerugian uang sebesar Rp 536 juta. Uang itu merupakan uang hasil penjualan getah karet seluruh anggota KUD.
“Uang yang dirampok itu, merupakan uang hasil penjualan getah karet seluruh anggota KUD (warga) Desa Kemang. Kejadian ini sudah langsung kami laporkan ke polisi Lembak,” urai Mantap, sembari menerangkan saat kejadian dirinya beserta warga lainnya lagi menghadiri acara kondangan.
Sementara itu, Kapolsek Lembak AKP Rahmat Sihotang SH, melalui Kanit Reskrim Aipda Suryatno, ketika dikomfirmasi terkait aksi perampokan tersebut membenarkan. Menurutnya, aksi kawanan perampok bersenjata api itu terjadi tidak jauh dari Desa Kemang, tempat kedua korban tinggal.
“Kedua korban saat itu baru pulang mengambil uang hasil penjualan getah karet milik warga Desa Kemang, di Palembang. Ditengah jalan (TKP), mobil korban dihadang oleh mobil rombongan pelaku. Sesaat usai kejadian tadi, kita langsung menggelar olah TKP dan mengejar kawanan pelaku,” jelas Suryatno, ketika dihubungi melalui via telepon genggam, Jumat (4/11) sore.
Dikatakan Suryatno, aksi sekomplotan perampok bersenpi itu tergolong profesional dan terencana. Diduga mereka sudah menguasai situasi dan lingkungan sekitar lokasi kejadian. “Kasus ini terus kita selidiki, dan sejumlah saksi termasuk kedua korban yang merupakan warga Desa Kemang sudah kita periksa dan dimintai keterangannya,” tegas Suryatno.(and)

Sabtu, 05 November 2011

Wapres Jajal Atletik dan Tinju di Arena SEA Games Palembang


Jakabaring,SN -
Kemarin pagi (5/11), Wakil Presiden Boediono tiba di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan. Wapres meninjau persiapan terakhir venue-venue menjelang dibukanya SEA Games XXVI pada 11 November mendatang.

Ini merupakan peninjauan ketiga Wapres Boediono ke Jakabaring. Peninjauan pertama dilakukannya pada Januari 2011 dan, hingga kini, enam hari menuju perhelatan olah raga tingkat Asia Tenggara, itu, Jakabaring belum sempurna. Meski venue-venue sudah jadi, namun masih ada beberapa perlengkapan yang masih belum dipasang.

Masuk ke Jakabaring, Wapres langsung menuju venue atletik. Didampingi Ibu Herawati Boediono, Menpora Andi Mallarangeng, Ketua KONI/KOI Rita Subowo, dan Gubernur Sumsel Alex Noordin, Wapres memeriksa lintasan lari. Pria berumur 68 tahun itu berjalan mengelilingi lintasan sebanyak satu kali.

Setelah itu, ia mendengarkan laporan dari pimpinan proyek venue atletik, Tedjo. "Terus terang saya agak deg-degan juga, Pak, karena venue ini menjadi sorotan masyarakat. Tapi akhirnya selesai," ucap Tedjo.

"Saya dulu diminta buktikan oleh Pak Boediono kalau bisa menyelesaikan venue ini. Nah, saya bisa membuktikan. Ini sudah 99 persen. Sekarang tinggal pemasangan scoring board," katanya kepada wartawan.

Usai dari venue atletik, Boediono dan rombongan meluncur ke Stadion Gelora Sriwijaya. Di salah satu ruangan stadion, Wapres menerima pemaparan dari Alex Noordin. Menurut Alex, sebagian besar venue yang sebelumnya dikawatirkan tidak rampung pada saat pembukaan SEA Games kini telah telah selesai.

Sebagai contoh venue panjat tebing. "Venue panjat tebing yang rame di media, Pak. Kini akhirnya selesai," ucap Alex.

Di dalam stadion, Boediono yang mengenakan kaos merah-putih dan celana training sempat menyaksikan latihan pembukaan SEA Games yang melibatkan ratusan siswa-siswi SD hingga SMP. Latihan para murid-murid tersebut sengaja dipindahkan ke dalam stadion atas pemintaan Menpora.

"Supaya Pak Boediono bisa melihat. Bapak senang kalau melihat anak-anak," kata Andi.

Venue berikutnya yang dikunjungi Boediono adalah kolam renang (aquatic). Pada saat Boediono berkunjung, ada beberapa atlet kontingen Indonesia yang tengah berlatih di kolam renang tersebut. Wapres pun menyalami dan memberikan ucapan selamat bertanding kepada mereka.

Dari kolam renang, Wapres bergerak menuju venue panjat tebing. Wapres harus melewati jalan yang belum rapi yang menjadi pemandangan umum di Jakabaring. Selokan yang berada di kanan dan kiri jalan belum disemen. Kemudian, rumput-rumput yang ada di taman tampak belum tumbuh merata. Begitu pula dengan pepohonan yang baru ditanam di area taman.

Boediono lalu menuju ke venue menembak. Seluruh alat-alat yang diperlukan untuk cabang olah raga ini sudah terpasang. Wapres kemudian mengecek fasilitas yang ada di Wisma Atlet, tempat para atlet Indonesia atau negara peserta SEA Games menginap.

Selain meninjau kamar Wisma Atlet C, Boediono mencoba kursi empuk yang diletakkan di tengah wisma bersama. "Wah, ini atlet bisa dapat jodoh di sini. Kan mereka saling bertemu," canda Andi yang duduk di depan Boediono.

"Di sini ada kantor pos, minimarket, serta plaza untuk para atlet mencari hiburan. Plaza itu tutupnya pukul 22.00 WIB," jelas salah satu pengelola Wisma Atlet, Augie Bunyamin.

"Bisa order makanan juga?" tanya Wapres.
"Bisa, Pak," jawab Augie.
"Good, bagus," timpal Boediono.

Selepas dari situ, Boediono melihat-lihat tempat makan para atlet atau main dining room yang terletak tidak jauh dari Wisma Atlet. Sebelum itu, Wapres mencoba naik satu dari 200 sepeda yang disediakan panitia untuk sarana transportasi di kompleks Jakabaring.

Menjelang siang, Wapres beranjak dari Jakabaring Sport City untuk meninjau beberapa venue di luar Jakabaring. Boediono meninjau venue bola voli yang berada di tengah Kota Palembang. Setelah itu, rombongan menuju venue tinju serta polo air yang terletak berseberangan dengan Palembang Square.

Di venue tinju, Boediono naik ke dalam ring bersama Andi. Wapres digoda rombongan untuk mencoba olah raga tinju melawan Andi. "Hajar, Pak. Hajar," teriak mereka. Boediono pun mengepalkan kedua telapak tangan di depan dada, namun segera diturunkannya kembali sembari tertawa.

Sebelum kembali ke Jakarta, Boediono menyimpulkan Palembang sudah siap menyelenggarakan SEA Games. Kemajuan dari pembangunan venue terlihat cukup pesat dibandingkan saat ia berkunjung ke Jakabaring pada 10 Oktober. Akan tetapi, Boediono mencatat ada hal yang perlu dikebut lagi pengerjaannya.

"Ada beberapa yang masih perlu dikejar satu dua hari ini. Ada hal yang perlu kita rapikan terutama masalah landscaping, masalah jalan yang masih perlu dilapisi lagi (dengan aspal) lalu pohon-pohon yang masih perlu kita tegakkan," katanya.
(irw/irw)

Pemerintah Empat Lawang Ingatkan Ancaman Longsor

Empat Lawang,SN – Pemkab Empatlawang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau warga di bantaran Sungai Musi dan pengguna jalan untuk mewaspadai ancaman longsor.

Kepala BPBD Empatlawang Hasbullah mengatakan, selain di sepanjang pinggiran daerah aliran sungai (DAS) Musi,yang harus diwaspadai adalah tebingan, khususnya di sisi jalan, baik jalan lintas tengah (jalinteng), jalan Provinsi Tebing Tinggi–Pendopo dan Pendopo– Ulu Musi,maupun jalan penghubung antarkecamatan dalam wilayah Empatlawang. Sebab, akibat musim kemarau lalu, banyak tebingan yang semak belukarnya dibakar dan dalam kondisi gundul.

“Setiap memasuki musim penghujan, khususnya di sepanjang jalan di pinggiran Sungai Musi,para pengguna jalan dan masyarakat yang tinggal di sana diharapkan waspada,” ungkapnya kemarin. Ancaman bencana longsor, terutama saat musim penghujan di wilayah Empatlawang, memang tidak bisa dielakkan. Sebab, salah satunya karena topografi wilayah Empatlawang termasuk daerah perbukitan, ditambah banyaknya lahan gundul di sepanjang jalur transportasi.

Sedangkan, untuk jalur DAS, kekhawatiran akan terjadinya longsor disebabkan debit sungai Musi meningkat, terutama saat terjadi hujan di bagian hulu sungai. Sementara itu, di kawasan Liku Endikat, Dusun Mingkik, Kelurahan Atung Bungsu,Kecamatan Dempo Selatan, Pagaralam cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, kawasan tersebut rawan longsor saat memasuki musim penghujan.

Di kawasan Liku Endikat,di sisi kiri kanan jalan terdapat dinding batu yang tinggi dan jurang yang mencapai ratusan meter. Kepala BPBD Pagaralam H Edy Thamrin melalui Kasi Pencegahan Bencana Yusman Sohar mengatakan, memang pihaknya juga mengkhawatirkan terjadinya longsor di kawasan Liku Endikat. Hal tersebut disebabkan kawasan tersebut memang sangat rawan longsor. (irh/yay/sin)

Masjid Agung SMB II Palembang Bagikan 1500 Kupon kurban


Palembang,SN
Panitia kurban Masjid Agung SMB II Palembang akan membagikan 1500 kupon bagi fakir miskin dalam Kota Palembang untuk pembagian daging kurban pada hari Idul Adha 10 dzulhijjah 1432 Hijriah.

sekretaris panitia kurban Masjid Agung Kiagus Abdurrahman, mengatakan jumlah kupon yang akan dibagikan tahun ini memang cenderung lebih sedikit dibandingkan tahun kemarin. Sebab, banyak masyarakat yang sudah berkurban dengan cara arisan di kampungnya masingmasing. “Kalau tahun lalu, kuponnya sampai 2000-an, jadi memang lebih banyak.

Harapan kita ini tetap cukup,”katanya kemarin. Jumlah kupon tersebut disesuaikan dengan hewan kurban yang terdaftar hingga kemarin, yakni sebanyak 8 ekor sapi. Namun, jumlah ini bisa saja bertambah saat mendekati hari H karena masyarakat baru mengantarkan hewan kurbannya. Untuk mengantisipasi membeludaknya masyarakat yang meminta kupon, pihak panitia sudah menyiapkan mekanisme khusus.

Nantinya sebelum dibagikan, mereka yang akan mendapatkan kupon akan dikumpulkan lebih dulu di lantai dua masjid. Disana nanti, para penerima kupon akan dipanggil satu per satu ke bawah. Selain itu, mereka mengerahkan sedikitnya 10 tenaga keamanan,ditambah tiga anggota kepolisian, untuk menertibkan calon penerima kupon. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.“Biar mereka tidak berdesakan, jadi akan kita awasi betul.

Tiap fakir akan kita beri daging kurban 1 kg,” ungkapnya. Bukan dari arisan anggota masjid saja,hewan- hewan kurban yang sudah terdaftar merupakan kurban dari Gubernur Sumsel,Wali Kota Palembang, Sultan Iskandar Muda, serta beberapa pejabat dan tokoh terkenal di Palembang. “Kuponnya baru akan kita bagi seusai salat zuhur,”ujarnya. Sementara itu, Kepala Yayasan Masjid Agung Palembang HA Ansyori Madani menyatakan, Masjid Agung akan menggelar salat Idul Adha pada Minggu (6/11) sekitar pukul 07.00 WIB.

Adapun yang menjadi imam salat Idul Adha yaitu Ustaz HA Tarmizi Muhaimin Alhafiz dan khatib Alhabib Idrus Rofiq Muhamad Shahab. “Imam utama Masjid Agung kebetulan sedang menunaikan Ibadah haji, jadi sementara digantikan imam itu dulu,”ucapnya. (kom/ist/sin)

Jumat, 04 November 2011

Edisi Cetak ke-495 / Jumat 4 November 2011

Peredaran Mitan Oplosan Marak


Empat Lawang, SN

Sejak terjadinya kelangkaan dan melonjaknya harga bahan bakar minyak tanah (mitan) dipasaran, disinyalir peredaran mitan oplosan marak. Bahkan ironisnya, untuk mencari kuntungan pribadi sejumlah oknum diduga mengoplos atau mencampurkan bahan bakar mitan dengan jenis bahan bakar lainnya seperti bensin ataupun solar.
Informasi dilapangan menyebutkan, indikasi peredaran mitan oplosan diduga sudah berlangsung selama satu tahun terakhir, peredaran bahan bakar berbahaya ini terutama di beberapa daerah terpencil atau pertalangan.
Diketahui di beberapa daerah terpencil, harga bahan bakar mitan saat ini melonjak dari kisaran Rp 8.000 hingga Rp 9.000 perliter, dari perbedaan harga dimaksud terdapat juga perbedaan warna mitan yang dipasarkan. Untuk jenis mitan berwarna sedikit keruh, harga pasaran hanya dalam kisaran Rp 8.000 perliter, sedangkan mitan yang masih berwarna jernih dipatok harga mencapai Rp 9.000 perliter. Sementara itu harga bensin ataupun solar masih dalam kisaran Rp 5.000 perliter, dengan demikian untuk keuntungan pribadi diduga sejumlah oknum mencampurkan bahan bakar dimaksud kemudian dipasarkan.
“Kita harap ada kebijakan tegas dari pemerintah terutama pihak terkait, agar adanya indikasi peredaran mitan oplosan ini segera ditindak lanjuti. Jangan sampai nantinya semakin banyak korban,” jelas Fikri (30) warga Kecamatan Pasemah Air Keruh, kemarin
Fikri mengatakan, salah satu contoh korban tewas akibat ledakan lampu teplok diduga menggunakan mitan oplosan, adalah Sofa (40) warga Dusun Air Belondo Desa Lawang Agung Kecamatan Paiker, Jumat (28/10) sekitar pukul 18.30 WIB. “Sebagian besar warga masih menggunakan mitan baik untuk memasak ataupun lampu templok penerangan, karena dibeberapa pertalangan belum ada jaringan listrik. Namun terkadang masyarakan belum memahami apa perbedaan mitan oplosan, yang jelas mereka masih memilih dengan perbedaan harga yang lebih murah,” urainya
Menanggapi ini Ketua Komisi III DPRD Empat Lawang M Oktaviansyah menyayangkan adanya peredaran mitan oplosan di Kabupaten Empat Lawang, karena dapat membahayakan penggunanya jika jenis campuran yang dituangkan dari bahan yang mudah terbakar seperti bensin. “Untuk indikasi adanya peredaran mitan oplos ini kami akan memanggil pihak terkait seperti Disperindag dan Kepolisian secepatnya, karena sudah semestinya dalam mengatasi masalah ini harus cepat tanggap,” kata Oktaviansyah dihubungi melalui phonselnya.
Mengenai adanya korban tewas akibat ledakan lampu teplok diduga menggunakan mitan oplosan, Oktaviansyah meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus dimaksud. Termasuk mengusut oknum yang mengoplos bahan bakar itu, baik ditingkat distributor, agen bahkan pengecer dipasaran,” tegasnya dan menambahkan kedepan diharapkan pihak Disperindag pun cepat tanggap dan sesegera mungkin melakukan pengawasan mitan dipasaran.
Anggota DPRD Empat Lawang dapil 4 Kecamatan Paseman Air Keruh Indera Farazak mengatakan, setidaknya untuk kasus ledakan lampu teplok itu harus dilakukan penyelidikan, kalau memang menggunakan mitan oplosan tentu sudah masuh ke ranah hukum. “Tapi setidaknya harus diselidiki dahulu, bisa saja factor kesengajaan atau ketidak sengajaan. Misalnya pembelian mitan dimaksud, pada dirigen bekas bensin dan tercampur,” imbuh Indera.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop dan UKM) Empat Lawang Nudrin Djauhari melalui Kabid Perindag Irhan Ghofar mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan adanya peredaran mitan oplosan. “Kami belum dapat laporan,” ujar Irhan. (eko)

Tanjung Api Api Dipenuhi Warung MESUM

* Razia Gabungan Amankan 9 PSK Banyuasin, SN

Kawasan Tanjung Api-api yang dijadikan icon pembangunan di Kabupaten Banyuasin, ternyata dipenuhi dengan warung remang-remang atau warung mesum yang menyuguhkan miras beserta PSKnya, Kondisi ini terungkap saat tim gabungan Polres Banyuasin dan Pol PP menggelar razia di wilayah Kecamatan Tanjung Lago dan Talang Kelapa.
Sedikitnya 9 pekerja seks komersial dan dua lelaki hidung belang berhasil diciduk petugas dari berbagai tempat, satu diantaranya merupakan anak dibawah umur, yaitu Pipin (16) warga Desa Merah Mato Kecamatan Banyuasin I (Mariana).
Ia kedapatan tengah berada didalam kamar hotel tiga putra bersama Asni dan Ana. “Dia itu (Pipin) kawan aku, kalau aku dengan Asni ini suami istri, kami nikah dibawah tangan,“ aku Ana kepada petugas.
Di hotel ini pula, petugas mengamankan satu pasangan mesum, yaitu Tika Septiana (21) warga Blok 40 Rusun Palembang bersama pasangannya Lukman Ismail (27) warga Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka Kabupaten Oku Timur.
Sementara di hotel Twin Star, petugas menciduk satu pasangan mesum atas nama Elis (24) warga Seduduk Putih Palembang bersama pasangannya Ali Imron, karyawan PT tertra Agung Sentosa (TAS) Palembang, diamankan pula satu unit kendaraan Mitsubishi Triton BG 177 KJ yang diduga kendaraan dinas milik perusahaan yang digunakan Ali Imron.
Sedangkan dikawasan Tanjung Lago, tim gabungan menyisir warung remang milik Tugio, disini tim gabungan menciduk Siti Maryam, warga Kelurahan 3-4 Ulu Palembang, lalu di warung milik Novi diciduk Asmawita warga Blok 16 Rusun Palembang dan Mita warga Lebak Mulya Sekip Palembang.
Tim kemudian bergerak ke warung milik Yanto, disini petugas berhasil mengamankan seorang pemuda yang mengaku bernama Agus, ia kedapatan membawa senjata tajam yang disimpan dalam tas sandang miliknya. Disini pula petugas menemukan satu drum tuak milik Panjaitan warga Palembang .
Kasat Sabhara Polres Banyuasin AKP Suarno menjelaskan, razia yang dilakukan tim gabungan dalam rangka pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Dikawasan Tanjung Lago, jarang sekali terjamah petugas, kali ini kami yang datang kesana, dan ternyata memang benar ditemukan warung remang-remang yang berkedok warung makan," jelasnya.
Seluruh PSK yang terjaring razia didata di Polres Banyuasin. “Usai diberikan pengarahan, mereka kita lepas kembali, namun khusus tersangka yang tertangkap membawa sajam akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku," ucapnya.
Kedepan, lanjut Suarno pihaknya akan mengintensifkan razia dikawasan ini. “Ini baru tahap pertama, kami akan terus melakukan razia ditempat mesum, tujuannya selain untuk menciptakan kondisi yang kondusif juga memberantas peredaran narkoba dan miras," bebernya.
Kasat Pol PP Rusman Firman menambahkan, dalam penegakan Perda anti maksiat dan minuman keras (miras), memang perlu dilakukan penetiban dan penyisiran wilayah-wilayah yang diduga sebagai tempat peredarannya.
“Selain itu penertiban ini juga dilakukan untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Sea Games yang akan dihelat beberapa hari kedepan. Setidaknya dengan razia yang dilakukan bisa menekan angka kriminalitas dan menciptakan kondisi yang kondusif," ujarnya. (sir)

Rusak Lahan PT Baturona Adimulya Belum Mau Ganti Rugi

Sekayu, SN

Semburan gas bercampur air dan lumpur mirip lapindo di Dusun III Jantibun, Desa Supatbarat, Kecamatan Babatsupat, Musi Banyuasin (Muba) belum juga ditanggulangi pihak PT Baturona Adimulya. Tidak hanya itu, perusahaan pertambangan yang menyebabkan munculnya semburan tersebut tidak mau ganti rugi kerusakan.
Berdasarkan pantauan Koran ini dilapangan, semburan lumpur masih terjadi dengan ketinggian sekitar 20-25 meter. Hingga sore kemarin, pihak Baturona belum membuat tanggul atau kolam yang sebelumnya direncanakan sehari lalu. Itu artinya cairan lumpur sudah mengalir ke kawasan lain, bahkan ke sungai-sungai yang ada di sekitar areal semburan lumpur.
Humas PT Baturona Adimulya, Amri mengatakan, terhambatnya pembuatan tanggul disebabkan tidak ada kesepakatnya nilai sewa pinjam pakai lahan dengan pemiliknya. Dikatakan, Robani pemilik lahan meminta ganti rugi sebesar Rp 200 juta. Jumlah tersebut dinilai pihak perusahaan terlalu besar.
“Kita hanya pinjam pakai lahan untuk membuat tanggul. Saya kira dengan harga yang ditetapkan pemilik lahan terlalu tinggi. Kita tahu harga pasaran tanah Pak. Menurut saya, Rp 25 juta cukuplah,” kata Amri
Menurut dia, pihaknya sudah beritikad baik dengan adanya insiden tersebut. Pendekatan secara emosional sudah dilakukan, namun tidak mencapai kata sepakat mengenai nilai ganti rugi. Lantaran itu, pihaknya juga tidak bisa mengerjakan tanggul karena tidak dapat izin pemilik lahan.
“Karena tidak deal soal harga, tim kita beralih ke lahan warga lain sekitar 200 meter dari sumber semburan. Disanalah kita akan membuat tanggul, mudah-mudahan besok selesai,” tuturnya.
Sementara itu, Robani pemilik lahan, merasa kecewa dengan keputusan PT Baturona yang memilih lahan lain untuk membuat tanggul. Menurut dia, sumber semburan tersebut berada persis di atas lahan kebun sawit miliknya. Dan akibat semburan itu, lebih dari seperempat hektar kebun sawit dan juga karet rusak.
“Yang jelas kebun saya rusak, dan saya minta ganti rugi Rp 200 juta titik,” kata Robani.
Dia menambahkan, dirinya tidak bermaksud mengambil keuntungan dari insiden ini. Namun dengan kerusakan yang menimpa kebun miliknya, wajar dia minta ganti rugi. (her)

Listrik Sering Mati, Rekening Melonjak

Sungai Lilin, SN

Dampak dari pemadaman listrik yang masih terjadi di Kecamatan Sungai Lilin, Muba berdampak pada tingginya pembayaran listrik warga, bahkan lonjakan dapat mencapai 100 pesen. Terlebih lagi kurang aktifnya petugas pencatat meteran mengakibatkan rekening (KwH) asal main tembak.
Seperti terjadi beberapa desa di kecamatan Sungai Lilin, diantaranya yang paling parah didesa Sumber Rezeki, Kecamatan Sungai Lilin, Muba, hampir 85 persen warga yang bermukim didesa ini mengeluhkan tingginya pembayaran listrik akibat pemadaman listrik oleh pihak PLN.
Kepala Desa (Kades) Sember Rezeki, Raji mengatakan permasalahan terhadap listrik sudah terjadi sejak enam bulan lalu, permasalahan yang dihadapi warga ataupun pelangan PLN sebagaian besar sama yakni tingginya pembayaran iuran listrik yang diangap tidak sesuai dengan pemakaian warga.
”Kurangnya kordinasi pihak PLN dengan pelangan terkadang menjadi persoalan samapai saat ini. Pemadaman sering kali terjadi tanpa ada konfirmasi dengan pelangan, selain itu petugas catat jarang sekali datang sehingga terkesan hanya menebak-nebak,” ungkap Raji.
Bukan hanya itu saja beberapa desa yang mengalami hal serupa diantaranya desa Srigunung bahkan hampir dalam satu minggu listrik hanya menyala hanya kurun waktu 4-6 jam. Sehingga tidak sedikit dari warga mengaku kesal dengan pihak PLN akan tetapi warga tidak dapat berbuat banyak karena untuk meninta konfirmasi dari PLN ranting Sungai Lilin pihak bersangkutan selalu mengelak dengan mengatakan jaringan masih bergantung dengan PLN Pangkalan Balai, Banyuasin.
”Sudah sering waga mendatangi PLN Ranting Sungai Lili, tapi tidak banyak yang bisa dilakukan sebab menurut mereka jaringan masih menginduk di PLN Cabang Pangkalan Balai, Banyuasin,” ungkap Sulaiman (44) warga desa Srigunung, Sungai Lilin, Muba.
Sementara untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, wargapun tak jarang diminta oleh pihak perusahaan untuk dapat tenang dengan alasan agar pembayaran yang melebihi dari KwH akan ditabung untuk pembayaran bulan berikutnya.
”Jika kita menanyakan terkait pembayaran tidak sesuai, mereka selalu bilang pembayaran yang melebihi dari KwH tidak akan hilang melainkan untuk menutupi pembayaran bulan depan,”jelas Sulaiman.
Perlu diketahui tahun lalu, rumah Halimah (42) warga RT 18/05 Kelurahan Sungai Lilin tepatnya dibelakang kantor Camat Sungai Lilin ini, tidak sangup mambayar karena tingginya pembayaran hingga mencapai 400 persen, akibat tidak mampu membayar akhirnya yang bersangkutan harus rela meteran dicabut oleh pihak PLN.
”Ya sudah lama meteran saya dicabut mas, masalahnya tingginya pembayaran membuat saya tidak mampu membayar hingga mencapai Rp 2 juta selama pemakaian dua bulan,” ungkap Halmiah.
Sementara dalam keterangannya, Kepala Ranting PLN Sungai Lilin, Suratmin saat dihubunggi koran ini mengaku belum ada laporan terkait dengan lonjakan rekenig pembayaran, namun tekait dengan pemadaman listrik silakan konfirmasi dengan PLN Pangkalan Balai.
” Belum ada laporan pelangan sampai saat ini, terkait pemadaman listrik hendaknya langsung konfirmasi ke Cabang Pangkalan Balai,” jelas Suratmin saat dihubungi kemarin. (her)

Sampah Plastik Ancam Palembang

Palembang, SN
Pesatnya peningkatan penduduk di Kota Palembang disertai masih minimnya kesadaran masyarakatnya untuk menjaga kebersihan lingkungan ikut memberi dampak negatif kebersihan dikota ini.
Sampah plastik misalnya yang di buang masyarakat sembarangan di sungai maupun didaratan (tanah) kelamaan menjadi ancaman sendiri bagi lingkungan.
Walikota Palembang H Eddy Santana Putra mengatakan kresek (kantong plastik) yang digunakan sekarang ini bahan bakunya 98-99 persen plastik biasa (konvesional), biasanya terbuat dari HDPE yang diberi bahan tambahan (Additive), sehingga akan menyebabkan plasti lebih mudah rusak menjadi serpihan, tetapi tidak merubah serpihan tersebut menjadi komponen yang alami (air/H2O) atau karbondioksida (CO2).
“Sampah plastic tidak hanya menjadi masalah kita (Palembang), melainkan juga telah menjadi masalah dunia, kalau tidak dilakukan pencegahan dari sekarang dalam hitungan tahun akan mengamncam kelestarian lingkungan, ”jelas Eddy Kamis (3/11) usai sosialisasi pengurangan pemakaian plastik dan kantong plastik di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang.
Sampah plastic sendiri, kata orang nomor satu di kota Palembang ini, sudah mencapai angka yang fantastis dan ikut mencemari sungai dan tanah sisa-sisa dari pembuangan rumah tangga, pusat perbelanjaan dan lain-lainya.
“14,5 Persen sampah plastik mendominasi sampah di sungai dan tanah, artinya 150 ton/hari yang dibuang ketanah dan sungai,”jelasnya.
Untuk penangulangannya, kata Eddy Pemerintah Kota (pemkot) Palembang berkomitmen untuk menangulanginya dengan cara pengunaan kantong kresek terbuat dari bahan alami dan mudah di perbahrui dari bahan-bahan umbian.
“Kedepan kita akan melarang pengunaan kantong kersek yang sekarang ini, dan akan diganti dengan kantong plastic terbuat dari bahan tapioca, hanya saja rencana ini menunggu pembuatan secara massal dan harganya terjangkau,”jelasnya.
Sementara itu Kepala BLH Kota Palembang Kms Abu Bakar mengatakan telah ada perusahaan besar yang berkomitemn untuk menangulangi pencemaran lingkungan dari kantong kresek ini.
“hari ini telah dilakukan penandatangan kesepakatan untuk bersama menangulangi sampah plastic, dengan cara mengunakan mengunakan kantong plastic mengunakan bahan tapioca,”jelasnya. Untuk tahap awal ini saja, sambutan fositif dari berbagai kalangangan kata Abu dilakukan, salah satunya adanya bantuan 5 ribu exsemplar plastin enviplas dari PT BA, 5 ribu Exsemplar dari PT Indoofoof, 10 ribu exsp dari Gapindo dan 10 ribu Exs dari PT Pusri.
“Ini akan kita kampanyekan untuk dibagikan secara gratis diwarung-warung dan masyarakat dibantaran sungai musi serta warung-warung kecil,”jelasnya.ditagetkan kata Abu tahun 2012 kantong envi plast akan masuk pasar-pasar tradsional untuk mengantikan pemakaian kantong kersek oxo Degrable plastic dipasaran.
“Kalau sudah diwajibkan ini akan kita buat Peraturan Walikota (perwali) dan Peraturan Daerah (perda)nya,3-4 bulan kedepan produksi kantong plastic envi plast akan mencukupi kebutuhan pemakaian di Kota ini,”jelasnya.
Sementara itu juga Biopolymer Plant Manager Enviplast Aidil Arafat mengatakan keingianan pihaknya untuk memproduksi kantong envi plast ini terkait komitemen Kota Palembang menjadi kota pelopor untuk menangulangi permasalahan lingkungan salah satunya, pencemaran samaph dai sampah plastik.
“launching ini karena komitemn Kota Palembang ,kota yang pertama kali konsisiten untuk menangulangi masalah sampah plastik dikota Palembang,”tukasnya.(win)

Pelabuhan 35 Ilir Didominasi Truk Hewan Kurban

Palembang, SN
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1432 H, terjadi peningkatan truk yang menyeberang di Pelabuhan 35 Ilir kebanyakan didominasi oleh truk pengangkut hewan kurban. Sedangkan untuk jumlah penumpang hanya mengalami peningkatan sebesar 2 persen.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Laut dan Angkutan Sungai dan Perairan (ASDP), Said Albar, jika untuk truk yang ingin menyebrang melalui jalur sungai mengalami peningkatan yakni di hari biasanya normalnya hanya satu truk, menjelang hari raya Idul Adha mengalami peningkatan hingga delapan truknya yang didominasi truk pengangkut hewan kurban.
“Normalnya hanya satu truk perharinya, tapi menjelang Idul Adha. Lonjakan ini terjadi sudah satu minggu belakangan ini, dan terus mengalami peningkatan hingga puncaknya kita prediksi H-1 sebelum Idul Adha,” terangnya.
Sedangkan, untuk peningkatan jumlah penumpang tidak terlalu signifikan dibandingkan hari biasanya. “Hingga saat ini peningkatan tidak terlalu banyak, akan tetapi H-3 akan mengalami peningkatan sebesar 2 persen dari hari biasanya,” kata Said, kemarin (3/11).
Tambah Said, jika normalnya total penumpang sekitar 200 orang perharinya, menjelang Idul Adha terjadi peningkatan 2 persen. Walaupun terjadi peningkatan tidak ada peningkatan untuk penambahan armada. Kenapa? Karena pihaknya tidak ada persiapan khusus selama Idul Adha.
“Kita mempriotaskan hanya untuk dua hari raya besar keagamaan yakni Hari raya idul Fitri dan Natal, serta pergantian tahun 2011 ke 2012. dimana akan terjadi lonjakan yang cukup signifikan. Sedangkan untuk hari raya Idul Adha tidak terlalu banyak,” jelasnya.
Said melanjutkan, untuk armada tidak ada penambahan masih delapan kapal penyebrangan yang disiapkan untuk Palembang – Mentok diantaranya Kapal Kerapu, Kapal Srikandi Nusantara dan Kapal Jembatan Musi 1. “Tidak ada penambahan jumlah kapal, kita persiapkan masih seperti hari biasanya,” ujarnya.
Selain itu, gelombang laut masih dikategorikan masih normal 1.5 meter di atas permukaan laut. “Untuk saat ini gelombang masih diambang normal. Oleh sebab itu untuk penyebarangan sendiri masih normal aman walaupun ada peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan,” pungkasnya.(win)

2 rumah, 4 Motor dan 80 Suku Emas Ludes Terbakar

Kayuagung, SN
Kebakaran rumah kembali lagi terjadi di Kabupaten OKI. Setelah beberapa bulan lalu ratusan rumah di Desa Sungai Lumpur Kecamatan Sungai Menang dilalap api, kini Si Jago Merah meludeskan dua unit rumah di Desa Ulak Kedondong Dusun IV Kecamatan Cengal.
Peristiwa ini terjadi Senin (31/10) sekitar pukul 03 30 WIB, namun baru diketahui media kemarin. Kemarin juga berbagai bantuan dari Dinsos OKI dan Setda OKI diberikan kepada masing-masing korban, kini penghuni rumah mengungsi di rumah keluarga mereka di desa setempat.
Romli SSos MSi selaku Camat Cengal saat dikonfirmasi melalui telpon seluler kemarin siang menjelaskan, kedua rumah yang semuanya berbentuk panggung ini masing-masing milik Herman dan Matdina. Rumah Matdina juga dihuni keluarga lain yang merupakan anak menantunya namun camat tidak mengetahui identitasnya.
Dipaparkan camat, kerugian yang ditaksir dari kedua rumah ini mencapai sekitar Rp 600 juta. Selain membumi hanguskan bangunan rumah, apipun menghanguskan 4 unit motor masing-masing 2 motor dari kedua rumah serta perhiasan emas total 80 suku yang juga dari kedua rumah.
Lanjut Romli, dari kedua rumah yang ludes terbakar dan tidak ada satupun harta benda yang berhasil diselamatkan ini jaraknya bersebelahan. Api diduga kuat bersumber akibat terjadinya hubungan listrik arus pendek dari salah satu rumah, namun belum jelas dari rumah siapa.
Diterangkannya, saat ini semua penghuni rumah yang berjumlah 18 jiwa kini untuk sementara waktu sudah mengungsi di rumah keluarga masing-masing. Meskipun api dengan hebatnya menghanguskan semua benda, namun tidak ada korban jiwa meskipun ada penghuni rumah yang mengalami luka ringan akibat api dan reruntuhan bangunan.
"Warga setempat yang mengetahui kebakaran langsung memberikan pertolongan. Api dengan cepat berkorban sehingga warga saat itu berinisiatif merobohkan kedua rumah yang sedang terbakar, ini dilakukan untuk menghindari kobaran api merambat ke rumah tetangga,”jelas Romli.
Adapun bantuan yang kini sudah diterima korban berupa peralatan dan perabotan rumah tangga dari Dinsos OKI. Bantuan dari Bagian Kesra Setda OKI berupa uang masing-masing Rp 10 juta untuk 1 unit rumah dan bantuan logistik lainnya. (iso)

Koalisi atau Poros Tengah Sama Saja, Tak Ada Gunanya


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

BANYAK cara yang dilakukan kelompok partai untuk menggalang kekuatan. Tak menjadi pemenang Pemilu atau tak dominan di parlemen, bukan halangan untuk menjadi pengambil keputusan.
Hal yang sangat lazim atau biasa dilakukan adalah dengan berkoalisi. Atau di sistem parlemen Indonesia yang disebut dengan istilah 'Poros'. Bukti koalisi bisa menggolkan tujuan mereka saat terpilihnya Gus Dur sebagai Presiden saat bersaing dengan Megawati Soekarnoputeri.
Tetapi saat ini apakah poros atau koalisi bisa sama seperti dulu, kuat dan bisa disegani? Jawabannya 'tidak'. Seperti saat ini ada usaha 6 parpol poros tengah
menghadang ambang batas parlemen 4-5 persen untuk Pemilu 2014. Jelas hal tersebut agak sulit untuk diwujudkan. Usaha dan energi ke arah itu sangat terlihat hanya ekspresi kepanikan belaka.
Untuk diketahui ada usulan pembentukan poros tengah yang digagas partai koalisi yakni PKB, PAN, PPP dan PKS bersama Gerindra dan Hanura. Partai-partai ini nanti akan menolak ambang batas 4-5 persen.
Dalam pergaulan politik, poros tengah ini hanya mencerminkan kegalauan dari elit parpol yang perolehan suaranya tidak dominan. Sedangkan untuk rakyat, sangat jelas ini tidak ada gunanya sama sekali. Mereka hanya mempertontonkan diri haus kekuasaan dan berusaha lama untuk berada di lingkar kekuasaan. Rakyat menonton ulah mereka.
Okelah kalau memang wakil rakyat tersebut memperhatikan rakyat. Ini jangan peduli dengan konstituen, antar mereka sendiri ribut, sibuk saling sikut, terlibat korupsi. Rakyat tidak mereka perhatikan. Oh demokrasi Indonesia, kapan bisa ada perubahan untuk Bangsa ini? (***)

Infrastruktur Pertanian Pagaralam Masih Minim


Pagaralam, SN

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam, menilai pembangunan infrastruktur di bidang pertanian masih minim dan belum optimal pemanfaatannya, seperti balai benih ikan dan balai pembibitan. Demikian diungkapkan Ketua Fraksi Gunung Dempo, DPRD Kota Pagaralam, Alpian SH, Kamis (3/11).
Dikatakanya, pembangunan infrastruktur pertanian yang disediakan pemerintah untuk kepentingan para petani masih sangat minim. Setelah Pagaralam menjadi daerah Otonomi yang sudah berumur 10 tahun, belum tampak nyata pembangunan sarana penunjang di daerah-daerah potensi pertanian seperti kawasan Dempo Utara, Dempo Tangah dan Pagaralam Utara.
"Sarana pendukung seperti pembangunan irigasi induk yang bisa mengairi ribuan hektare sawah, balai benih ikan (BBI) dan balai pembibitan dibeberapa kecamatan tersebut masih belum optimal. Masih banyak kawasan persawahan yang belum memiliki irigasi permanen," ungkapnya.
Dia mengatakan, Pagaralam merupakan kota yang memiliki visi dan misi sebagai Kota Agrobisnis. Untuk itu, seharusnya pemerintah lebih fokus pada pembangunan bidang pertanian.
“Ada tiga hal yang penting yaitu pemberian bantuan bibit, bantuan pupuk serta jalur pemasaran hasil pertanian harus lebih diperhatikan oleh pemerintah," ungkapnya.
Tiga hal ini yang menjadi masalah utama bagi petani di Pagaralam, untuk meningkatkan hasil pertanian. "Namun ketiga bidang tersebut saat ini masih kurang diperhatikan," katanya.
Sementara itu Wakil Walikota Pagaralam, Dr Hj Ida Fitriati MKes, mengatakan selama ini pemerintah sudah mulai fokus pada pembangunan bidang pertanian karena sesuai dengan visi dan misi yakni Kota Agrobisnis.
"Pemerintah juga terus melakukan pembangunan irigasi di berbagai daerah agar sistem pengairan bisa berjalan dengan baik," ungkap dia.
Dia mengatakan, namun saat ini pemerintah kota masih perlu melakukan perubahan sistim dan pola bertani di Pagaralam. Dengan lahan yang sedikit diharapkan petani mampu menghasilkan panen yang tinggi.
"Kita akan mengoptimalkan 6.000 hektare sawah untuk meningkatkan produksi padi, dan memprogramkan pembangunan dua irigasi baru dengan anggaran sekitar Rp40 miliar," ungkapnya. (asn)

3-25 November, Angkutan Batubara Stop Operasi


Lahat, SN
Mulai 3-25 November seluruh angkutan batubara maupun kayu logs diminta berhenti beroperasi. Keputusan itu berdasarkan surat edaran Gubernur No 024/2805/Dishubkominfo/2011 perihal penghentian sementara pengoperasian angkutan batubara dan kayu (logs) sehubungan dengan pelaksanaan SEA Games XXVI.
“Surat edaran itu kita tindaklanjuti melalui Peraturan Bupati (perbup) No 551.11/500/Hubkominfo/2011 tanggal 28 Oktober 2011 tentang penghentian sementara pengoperasian angkutan, yang ditujukan kepada pemgusaha angkutan batubara, pengusaha tambang dan Ketua asosiasi angkutan tambang batubara,” kata Kadishukominfo Lahat, Drs Syaifuddin, Selasa (1/11).
Bagi yang melanggar, kita tindak ditempat, kalau saja angkutan batubara tidak mengindahkan Perbup dan edaran dari Gubernur Sumsel, akan dicabut izin mereka dengan berkoordinasi dengan Dishubkominfo Sumsel.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Angkutan Tambang Batubara Kabupaten Lahat Hudson Arpan menyebutkan, pada dasarnya pihaknya sangat mendukung kepentingan negara dengan adanya penyelenggaraan olahraga di Kota Palembang.
“Tetapi, pemerintah juga memperhatikan kebijakan yang diambil, dimana, kebanyakan, pengusaha menjalankan angkutan batubara tersebut harus membayar cicilan kendaraan, belum lagi kerugian ditimbulkan dan lain sebagianya,” katanya.
Untuk itulah, pihaknya memberikan masukan kepada pemerintah, agar dapat duduk satu meja lagi, membahas dan mencari jalan keluarnya, jangan sampai satu pihak merasa dirugikan.
“Antara Dishubkominfo, pihak transportir dan asosiasi duduk satu meja, mencarikan solusi yang terbaik, sehingga tidak hanya dari sebelah saja dirugikan, bila perlu kedua belah pihak akan diuntungkan,” ucap Hudson.
Terpisah, Direktur Operasional CV Lahat Maju Bersama (LMB) Balfas Zaman menuturkan, pihak perusahaan hanya mengangkut batubara hanya sebatas Kecamatan Merapi Timur tepatnya di Rapen.
“Jadi kita tidak ada permasalahan sama sekali, dengan terbitnya Perbup dan surat edaran gubernur Sumsel karena angkutan CV LMB hanya sebatas Merapi Timur,” katanya.
Sementara itu dari koodinator LSM KAPAKKAN Lahat Muslim memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada pemerintah untuk menyetop angkutan batubara baik untuk sementara atau selamanya. Sebab angkutan batubara dan penambangan serta eksplorasi di Kabupaten Lahat lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. Andaipun ada yang diuntungkan dari penambangan batubara tersebut hanya segelintir orang saja sementara rakyat terus menderita dan kehabisan lahan garapan belum lagi ditambah dengan hancurnya ekosistem dan lingkungan yang ada.
"Untuk itu menurut pemerintah harus meninjau ulang izin eksplorasi batubara di kabupaten ini andaikata masih menyanyangi Bumi seganti Setungguan ini," tegasnya. (zal)

Venues SEA Games Berhutang, Anggaran SKPD Dipangkas


Palembang, SN

Perhelatan SEA Games XXVI, 11-22 November mendatang berdampak terhadap anggaran masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Sumsel. Betap tidak, untuk menalangi biaya pembangunan tiga venues, anggaran keseluruhan SKPD di APBD 2012 dipangkas.
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel, Yudha Rinaldi ditemui usai rapat dengan jajaran Dinas PU Bina Marga Sumsel, Kamis (3/11).
"Pemangkasan anggaran ini dilakukan, karena anggaran di APBD 2012 akan di alokasikan untuk pembayaran hutang tiga venues yakni aquatik, atletik dan menembak. Totalnya sekitar Rp 324, 9 miliar," terangnya.
Ia mencontohkan, akibat rencana pembayaran hutang tiga venues tersebut, anggaran untuk Dinas PU Bina Marga, yang awalnya di usulkan di KUA/PPAS sebesar Rp 800 miliar namun yang bisa di realisasikan hanya Rp 520 miliar.
Jumlah ini kata Yudha, menurun jika dibandingkan anggaran untuk PU BM di tahun 2011 yang mencapai Rp 600 miliar lebih. "Kita miris dengan keadaan ini, anggaran yang diajukan ke eksekutif Rp 800 M tapi karena ada keperluan untuk pembayaran utang venues SEA Games jadi sementara ini anggaran yang terealisasi hanya Rp 520 M," ungkapnya.
Namun sambung Yudha, masih ada kemungkinan pergeseran anggaran, sebab saat ini pembahasan baru pada pra anggaran. Selain itu disetujui atau tidaknya anggaran untuk pembayaran hutang SEA Games, sangat tergantung dengan keluar atau tidaknya surat pengakuan hutang (SPH) dari pimpinan dewan.
Dalam mengeluarkan SPH ini kata Yudha, sangat tergantung dengan ada atau tidaknya dasar hukum pembayaran hutang tersebut.
"Pembangunan tiga venue itu, awalnya di danai pihak ketiga. Namun dalam pelaksanaannya dana yang dikucurkan pihak ketiga itu tersendat, sehingga pembayarannya dimasukkan dahulu di APBD Sumsel," katanya.
Nantinya sambung Yudha, jika dana dari pihak ketiga itu sudah dapat dicairkan, maka dana itu akan masuk ke APBD menggantikan dana yang sudah dikeluarkan. Dan dana itu, dapat digunakan pada APBD Perubahan.
"Informasinya dana dari pihak ketiga itu dalam perjalanan, tapi tidak mungkin dimasukan dalam KUA/PPAS sekarang ini. Jadi, ditalangi dahulu dari dana APBD. Jika nanti dana dari pihak ketiga cair, maka dana itu akan jadi dana stand by di APBD Perubahan 2012," terang Politisi PDI Perjuangan ini.
Disisi lain kata Yudha, alokasi anggaran di Dinas PU BM tahun 2012 sebesar Rp 520 M diprioritaskan untuk pengembangan dan pemeliharaan jalan. Namun, karena ada pengurangan anggaran, maka akan dilihat skala prioritas.
"Akan kita lihat lagi, jalan mana yang prioritas untuk dibangun terlebih dahulu," katanya. (awj)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.