Kamis, 17 November 2011

Anak di Bawah 17 Tahun Dilarang Kendarai Motor

Sungai Lilin, SN

Maraknya tingkat kecelakaan yang terjadi diwilayah hukum Polres Musi Banyuasin (Muba) terutama dikalangan pelajar mendapat perhatian dari Kapolres Muba AKBP Toto Wibowo dalam Kunjungan Kerja (Kunker) dan tatap muka dengan tokoh masyarakat (tomas) bertempat dimapolsek Sungai Lilin Kamis (16/11) pukul 10.00 WIB Kemarin dihadiri unsur tripika, Tomas, Toga, Kades serta dinas instansi terkait dalam lingkungan pemerintah Kecamatan SungaiLilin.
Dalam sambutannya kemarin, Kapolres meminta kepada pelajar khusunya yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun remaja yang belum genab berusia 17 tahun untuk ditidak mengendarai sepeda motor, upaya ini mengingat sebagai bentuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan dijalan raya.
“Karena kecelakaan dan pembunuh yang banyak terjadi adalah kecelakaan sepeda motor. Maka itu diharapkan kepadda masyarakat maupun orang tua agar dapat melarang anak-anak mereka untuk tidak sembarangana mengendarai sepeda motor terlebih lagi usia belum genap 17 tahun,” ujar Kapolres.
Selain itu juga dalam kesempatan yang sama, orang nomor satu dikepolisian Resort Muba ini, juga membahas keamanaan dan ketertiban di Kecamatan Sungai Lilin, dengan acara mengalakan kembali kegiatan poskamling ditingkat desa.
Langkah ini dilakukan guna meningkatkan keamaan sekaligus upaya mengantisipasi berbagai tindak kriminalitas yang dapat meresahkan masyarakat. untuk itu Kapolres mengharapkan adanya kerjasama yang kokoh antara aparat kepolisian dan masyarakat mengingat selama ini diketahui polisi sebagai mitra masyarakat.
“Jika masyarakat menemukan kejangalan yang mencurigakan segeralah menghubungi polisi terdkat dan jangan main hakim sendiri karena hukum tetap akan ditegakan. Biarlah aparat penegak hukum yang akan mengurusnya,” jelas Toto Wibowo.
Sementara Camat Sungai Lilin, Sunaryo SSTP MM menyambut baik kunjungan yang dilakukan Kapolres Muba di Kecamatan Sungai Lilin, maka itu dirinya bersama degan unsur tripika bersama-sama perangkat desa serta tomas dapat mensosialisasikan apa yang telah disampaikan dalam pertemuan tersebut.
“Pemerintah Kecamatan menyambut baik adanya tatap muka Kapolres dengan tokoh masyarakat di Kecamatan Sungai Lilin, untuk itu kita harapkan seluruh komponen masyarakat terutama UPTD Dinas Pendidikan dapat giat melakukan penyuluhan, sedangkan untuk dipedesaan kita juga mengharapkan kades dan perangkat desa untuk turut mensosialisasikan dengan apa yang telah disampaikan Kapolres tersebut,” ungkap Sunaryo. (her)

Warga Dihimbau Segera Vaksinisasi Hepatitis


Palembang, SN
Dinas Kesehatan Kota Palembang mengimbau masyarakat agar segera melakukan vaksinisasi hepatitis, terutama kepada bayi.
Imbauan ini terkait adanya wabah penyakit hepatitis A yang melanda sejumlah daerah di Pulau Jawa. untuk menjaga kebersihan terutama kebersihan sanitasi.
“Vaksinisasi adalah satu-satunya cata mencegah penyebaran penyakit hepatitis tersebut,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Gema Asian, Rabu (16/11).
Ia mengatakan hingga saat ini belum ada laporan Palembang dijangkiti penyakit hepatitis A. Gema menyebut, meski tergolong penyakit ringan, hepatitis A bakal lebih berbahaya jika sudah masuk ke golongan hepatitis B dan C. Adapun masa inkubasi penyakit tersebut, mulai bisa dirasakan 2 sampai 6 minggu setelah tubuh terinveksi virus.
“Gejalanya sama seperti flu biasa. Badan demam, letih lesu, dan pada beberapa kasus penderita akan mengalami mual dan muntah-muntah. Penyakit ini termasuk penyakit menular,” kata Gema.
Ia mewanti-wanti masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar terhindari dari penyakit ini. “Sebaiknya selalu mencuci tangan dengan bersih setiap beraktivitas di lapangan,” ujarnya.
Gema menambahkan, vaksinasi dapat diperoleh masyarakat secara gratis di puskesams-puskesmas terdekat.
“Kita sudah imbau, setiap klinik, puskesmas dan bidan yang membantu persalinan agar langsung memberikan vaksin ini dengan gratis,” pungkas Gema. (ria)

Duel maut di SPBU Simpang Sender, Penyalur BBM Putus Tangan


Muaradua,SN

Naas menimpa kakak beradik warga Kelurahan Simpang Sender kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah Kabupaten OKU Selatan bernama Hamka bin Bintang (35) seorang penyalur BBM mengalami luka putus pergelangan tangan kiri dan sang adik Dedi (30) yang berprofesi sama mengalami beberapa luka tusuk dibagian punggung lantaran keduanya terlibat duel maut dengan karyawan SPBU Simpang Sender. Akibat luka yang diderita keduanya mengalami kritis dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum ( RSUD) Liwa Lampung Barat , Kasus ini sekarang ditangani Polsek Banding Agung .

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini dari warga setempat, selasa (15/11) menyebutkan, Hamka putus pergelangan tangan kiri dengan sejumlah luka di bagian kepala dan tubuhnya setelah duel maut terkena tebasan pedang oleh karyawan SPBU setempat. Demikian pula sang adik Dedi yang juga mengalami bacokan bagian punggung di lokasi kejadian lingkungan SPBU saat mengecor BBM pukul 8.30 wib.

Menurut sumber dilapangan kejadian duel itu berlangsung saat keduanya mengecor BBM seperti biasanya. Saat itu, kedua korban terjadi selisih paham dengan pihak pelaku Rohim bin Mat Basri (38) warga kelurahan Simpag Sender yang merasa terganggu ulah korban, pelaku yang juga karyawan SPBU, langsung menegur korban dan tiba-tiba duel mautpun terjadi

Saat dikonfirmasi Kapolsek Banding Agung AKP Mulyadi mendampingi AKBP Mohammad Aris, SIK belum dapat memberikan keterangan lebih rinci," Masih dalam penyidikan polisi. Tunggu hasil autopsi korban, saat ini kedua korban dirawat di RSUD Liwa. sementara pelaku melarikan diri dan masih pengejaran aparat. terhadap pelaku yang masih diperkirakan pelaku masih di wilayah hukum Polres OKU Selatan.”tegasnya. Rabu (16/11)

Lanjut Mulyadi,”Sejumlah barang bukti telah diamankan petugas, di antaranya satu buah sarung pisau golok. Sementara Pasal anirat (penganiayaan berat) yang akan dijeratkan terhadap pelaku, kami himbau pelaku segera menyerahkan diri agar tidak mempersulit diri ,”Pungkasnya. (dan)

Razia Motor, 2 Warga Ditangkap Bawa Narkoba

Kayuagung, SN

Zainal Sobri (21) dan Mat Akep (38) keduanya warga Desa Tebing Suluh Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI ditangkap polisi karena membawa Narkoba saat digelar razia motor di wilayah hokum Polsek Lempuing, Selasa (15/11) malam.

Selain membekuk kedua tersangka yang berprofesi sopir ini, petugas menyita BB 1 butir ineks seharga Rp 150 ribu dan sabu-sabu seharga Rp1,7 juta. Kini kedua tersangka dan BB diamankan di Mapolres OKI untuk proses lebih lanjut.

Kapolres OKI AKBP Agus F SIK diwakili Kabag Humas Iptu A Halim saat ditemui di ruang kerjanya kemarin siang menerangkan, saat dilakukan razia keduanya mengendarai mobil dan BB disimpan di bawah jok sopir dan ineks di selipkan di sepatu Zainal.

Razia ini dilakukan rutin di daerah tersebut yang melibatkan banyak personil. Kedua tersangka ditangkap saat razia digelar di Unit Vll Desa Bumiarjo Lempuing sekitar pukul 23 00 WIB.

Halim menambagkan, kedua tersangka terjerat UU Narkoba Pasal 114 Ayat 1 Junto 112 Ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukumannya 4 tahun.(iso)

Rabu, 16 November 2011

8 PNS Banyuasin Di Pecat


* Satu Orang Di Pecat Akibat Hilang
Banyuasin, SN

Sebanyak delapan orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Banyuasin di keluarkan (Pecat,red) secara tidak hormat. Pemecatan tersebut dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Banyuasin sepanjang tahun 2010 sampai tahun 2011.
Plt Inspektur Inspektorat Banyuasin Ir Supriono mengatakan, pemecatan yang dilakukan oleh inspektur Banyuasin sudah final karena ke delapan orang tersebut telah keluar SK pemecatannya secara tidak hormat oleh inspektorat.
Pelanggaran yang dilaukan dari akumulasi kasus tahun 2010 lalu dan kasus tahun 2011, ada kasus tahun 2010 ditindak tahun 2011 seperti contoh kasus PNS bernama inisial SP warga Betung hilang sejak tahun 2010 lalu dan hingga sekarang belum diketemukan.
“Kita telah melakukan pencarian dengan melaporkan orang tersebut daftar orang hilang ke kepolisian, karena setahun tak diketemukan dianggaap hilang, kita keluarkan SK pemberhentian sebagai PNS,” jelas Supriono.
Selain itu ada Sc Spd jabatan kepsek SDN Tanjung Kerang Kecamatan Rambutan, ada lagi Mar PNS dikantor Setda Banyuasin, Mel seorang dokter di puskesmas Gasing, SG PNS guru SMP negeri 1 Betung.
Lalu Ju PNS di Dinas PMD Banyuasin diberhentikan secara tidak hormat karena menggelapkan uang honor BPD, ada lagi Suparmi PNS guru SDN. “Rata-rata mereka dikeluarkan dari PNS akibat mencemarkan harga diri PNS, tidak masuk kerja lebih 46 hari, dan mencemarkan korp,” jelas Supriono.
Dijelaskan Supriono, pemecatan yang dilakukan terhadap 8 orang PNS di Banyuasin sudah sesuai dengan aturan yakni PP 53 tahun 2010 tentang penjatuhan disiplin PNS yang dilakukan melalui sidang atasannya langsung.
“Jadi yang menjatuhkan disiplin atasannya, sesuai PP diatas, artinya kalau ada bawahan melanggar sedangkan atasanya tidak melakukan sidang atasnya, lalu yang kena adalah kepala dinasanya atau atasannya.
Dikatakan Supriono, inspeksi tertutup juga sering dilakukan oleh Inspektorat terhadap PNS di Banyuasin ke kantor-kantor tertentu. Tentunya sidak tersebut yang telah dijadwal. “Dan hasilnya ada 13 PNS sepanjang 2011 yang sedang diproses kasusnya terkait peanggaran kode etik PNS.
Diketahui, hasil sidak tahun 2010 jumlah kasus PNS yang dipecat secara kuantitas lebih banyak, sedangkan tahun 2011 ini secara kualitas menurun. “Kuantitas dari segi angka memang tahun 2010 tinggi, namun dari segi bobot kasus tahun 2011 ini labih berat pelanggarannya,” jelas Supriono. (Sir)

Kepala SDN 1 Gajah Mati OKI Dilaporkan


KAYUAGUNG, SN
Dewi Asmara oknum Kepala SDN 1 Gajah Mati Sungai Menang OKI dilaporkan Adi Sucipto anggota LSM Terap ke Dinas Pendidikan OKI, Selasa (15/11) karena diduga melakukan berbagai penyimpangan dana.

Adi Sucipto usai melapor mengatakan, Kepala SDN 1 Gajah Mati melakukan penyimpangan diantaranya menghambat pembayaran gaji guru bernama Elli F yang merupakan istrinya, tidak transparan dalam menggunakan dana BOS, memotong dana tunjangan fungsional.

Kata dia alasan dihambatnya pembayaran gaji karena oknum guru bernama Elli F menolak pemotongan gaji Rp 100 ribu yang dilakukan terlapor dengan alasan untuk biaya transportasi.

Akibatnya sang guru merasa terhambat dalam mendapatkan haknya, bahkan untuk gaji bulan Oktober saja baru bisa diambil bersamaan dengan gaji bulan November, itupun baru diambil kemarin.

“Sebenarnya tunjangan fungsional juga dipotong, namun oleh kepala sekolah para guru diminta membuat surat pernyataan di atas materai 6.000 bahwa tidak dilakukan pemotongan, padahal itu ada pemotongan dan ada guru yang enggan menandatangani pernyataan,” ujar Cipto.

Lebih lanjut Cipto mengatakan, dalam hal pengelolaan Dana BOS, kepsek juga melakukannya dengan cara tidak transparan kepada para guru-guru sehingga tidak diketahui secara pasti berapa besaran dana BOS yang diterima SDN Gajah Mati.

“Tidak pernah dilakukan rapat, jadi tidak diketahui berapa dan untuk apa saja dana BOS tersebut dipergunakan, dan yang menjadi bendahara BOS itu sendiri adalah menantu Kepsek.” tukasnya seraya mengharapkan pihak dinas pendidikan untuk dapat turun ke lapangan guna mengecek kebenaran laporan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan OKI H Qomarus Zaman MSi mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan ke lapangan perihal laporan tersebut, jika memang ternyata terbukti melakukan pelanggaran maka pihaknya akan memberikan sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya.(iso)

Pengaruh Cuaca, Puluhan Warga Pagaralam Alami Serangan Demam Berdarah


Pagaralam, SN
Puluhan warga Kota Pagaralam, mengalami seranga penyakit nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD), bahkan saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD), Besemah. Sejumlah daerah yang cukup banyak mengalami serangan demam berdara di Dusun Nandagung, Kecamatan Pagaralam Selatan.
Menurut Kepala Rekamidik RSD Besemah, Mirza, SE mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh dari rumah sakit di Pagaralam, Selasa, angka kejadian (insiden rate) kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di daerah itu pada Oktober 2011 mencapai 19 orang dan November ini bertambah menjadi enam orang.
Sementara data pada tahun 2009 lalu 21 pasien rawat inap DBD, tahun 2010 sekitar 33 orang pasien dan 2011 meningkat menjadi 53 orang.
"Meski cenderung mengalami peningkatan menjadi 53 orang, namun masih tidak semua pasien berasal dari Pagaralam dan ada juga rujukan dari Lahat dan Empatlawang," kata dia.
Kepala Rumah Sakir Besemah, dr H Edy Kenedi, didampingi Kepala Rekamidik menambahkan peningkatan kasus DBD tidak terlepas dari pengaruh cuaca dan masih kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan.
"Pada musim penghujan ini bila tidak dilakukan pencegahan akan menyebabkan banyak wadah yang menjadi tempat penampungan air," ungkap dia.
Bila tidak dibersihkan akan menjadi tempat bersarangnya nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan sumber penyakit tersebut, ungkap dia.
Ia mengatakan, agar angka jangkitan tidak terus meningkat, menurut dia, diperlukan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, terutama dalam upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
"Cara lain yang dilakukan adalah dengan melakukan pengasapan sarang nyamuk," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan, dr H Rasyidi Amrin mengatakan, faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti hingga menyebabkan meningkatnya kasus DBD di Pagaralam.
"Iklim yang sebentar panas sebentar hujan akan menyebabkan banyaknya genangan air di beberapa lokasi. Ini tentunya menjadi tempat yang sangat disenangi oleh nyamuk Aedes Aegypti untuk bersarang dan berkembang biak," katanya.
Untuk itu, kata dia, masyarakat harus memperhatikan kebersihan lingkungannya terutama pada saat cuaca yang tidak menentu dan juga selalu menerapkan prinsip 3-M dalam kehidupan sehari-hari yakni menimbun, menguras dan menutup.
"Karena banyak sekali tempat atau kontainer alami dan buatan manusia yang tergenang air yang bisa menjadi tempat berkembangnya nyamuk ini. Saat cuaca hujan, nyamuk bertelur dan panas membuat telur cepat matang sehingga berkembang lebih cepat," katanya.
Menurut dia, pihaknya akan segera menerjukan petugas untuk melakukan foging atau penyemprotan jetik-jentik nyamuk terutama di sekitar tempat tinggal warga yang sudah mengalami serangan DBD, seperti Kelurahan Nendagung.
"Biasanya nyamuk yang mengandung virus DBD mutasi dari daerah lain atau ada warga yang sudah mengalami penyakit ketika berada di daerah panas seperti Lahat dan Palembang, kemudian digigit nyamuk lain sehingga virus ini bisa menyebar," ungkapnya.
Lanjutnya, kalau kondisi Pagaralam nyamuk jenis ini tidak bisa berkembang karena suhunya dibawah 20 derajatil cilcus, kecuali penyebaranya dari pasien atau nyamuk yang mutasi dari daerah lain. (ASN)

Pelaku Illegal Loging Banding Agung Makin Leluasa

Muaradua,SN
Pihak terkait memberantas praktik illegal logging, tampaknya, tidak serius. Buktinya, masih ada masyarakat yang leluasa menggesek dan mengangkut kayu tenam yang paling dilarang untuk ditebang dan diperjualbelikan dari kawasan. Seperti terlihat di wilayah kecamatan Banding Agung sekitarnya, beberapa waktu lalu.
Wartawan koran ini sempat melihat sekaligus beberapa tukang ojek dan mobil bak terbuka tengah mengangkut kayu tenam dari perbatasan hutan kawasan diwilayah setempat.
Namun saat ditanya, mereka mengaku, itu bukan miliknya. ’’Kami hanya upahan mengangkut untuk diantarkan kepada yang memesan. Dari mana asalnya tidak tahu, karena kami hanya mengangkut dan mengambil kayu di sekitar hutan kawasan sudah menjadi kayu olahan,” kata salah satu pengangkut yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Serupa diungkapkan rekan pengojek kayu lainnya saat ditemui sedang beristirahat di jalan desa tersebut. ’’Sebenarnya, kak, kami juga takut mengangkutnya. Tapi bagaimana lagi, kami butuh uang demi makan anak dan istri,” ujarnya.

Ujang Badri , salah satu warga Rantau Nipis Banding agung yang peduli terhadap lingkungan, mengatakan, adanya sejumlah tukang ojek mengangkut kayu tenam membuktikan pelaku illegal logging di kawasan hutan lindung masih marak. Sekalipun lokasi penebangan itu bukan masuk wilayah OKU Selatan atau hanya perbatasan OKU Selatan dan Lampung Barat.

Sementara informasi yang berhasil dihimpunnya, kayu yang diduga hasil illegal logging tersebut masuk dari tiga titik jalan, yakni Simpang Sender Utara , Banding Agung , Mekekau Ilir dan Warkuk Ranau Selatan . ’’Ironisnya, Dinas Kehutanan Propinsi dan OKU Selatan maupun aparat penegak hukum polres OKU Selatan tidak bergerak mengambil tindakan terhadap masalah penjarahan kayu di wilayah setempat maupun daerah perbatasan dengan kabupaten lainnya minimal melakukan investigasi. (dan)

Selasa, 15 November 2011

Edisi Cetak 501, Selasa 15 November 2011

Dispora-TP PKK Sosialisasi Pornoaksi & Pornografi

Muaradua,SN
Dispora bekerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) OKU Selatan menggelar sosialisasi UU no 22/2008 tentang pornoaksi dan pornografi. Dengan menghadirkan nara sumber dari institusi polres, Kementrian Agama dan Dinas Sosial di Aula Pemkab OKU Selatan dihadiri pelajar SLTP dan SLTA OKU Selatan dan perwakilan Karang Taruna, Senin (14/11)
Kepala Dispora Subagio S.Sos menjelaskan, kegiatan tersebut diselenggarakan seiring dengan globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi informasi memberikan andil terhadap meningkatnya pembuatan, penyebarluasan dan penggunaan pornografi.
"Pornografi dan Pornoaksi memberikan pengaruh buruk terhadap moral dan kepribadian bangsa yang dikenal sebagai budaya ketimuran yang memegang teguh norma kesopanan. Sehingga diharapkan adanya sosialisasi pemberlakuan undang-Undang pornografi memberikan ketentuan-ketentuan yang sejelas-jelasnya tentang batasan dan larangan yang harus dipatuhi setiap warga negara serta memberikan jenis sanksi bagi pelanggarnya," ujarnya.
Undang-undang tersebut dikatakannya, juga untuk melindungi warga negara terutama kaum wanita dan anak-anak dari pengaruh buruk Pornografi. (dan)

e-KTP di Pangkalan Lampam Terkendala Iris dan Listrik


Kayuagung, SN
Program nasional berupa pembuatan elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Sumsel secara umum susah berjalan baik meskipun ada beberapa kendala. Iris atau alat scan mata dan listrik yang menjadi kendala utama pembuatan e-KTP di Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten OKI.
Camat Pangkalan Lampam Herliansyah H SSTP MSi ditemui di Desa Riding Kecamatan Pangkalan Lampam, Minggu (13/11) yang mengungkapkan hal tersebut. Pihaknya sudah menyampaikan kendala ini ke Disdukcapil OKI dan melakukan solusi terbaik.
Kata camat yang saat itu menghadiri pernikahan warganya di Desa Riding, launching e-KTP di wilayahnya baru dilakukan sepekan lalu karena launching bergiliran di 18 kecamatan yang ada di OKI. Hingga kini baru sekitar 500 warga yang sudah membuat e-KTP.
Desa yang warganya sudah membuat e-KTP baru Desa Deling dan Desa Pangkalan Lampam. Kecamatan ini memiliki 17 desa dengan wajib KTP belasan ribu orang. Namun demikian, pihaknya optimis pembuatan e-KTP akan selesai hingga batas waktu yang diharapkan pemerintah pusat.
Diakui Herliansyah yang sebelumnya merupakan ajudan Bupati OKI, peralatan iris atau scan mata dan listrik yang menjadi penghambat lambatnya pelayanan e-KTP. Pihaknya punya 2 perangkat peralatan namun hanya 1 peralatan yang bisa beroperasi karena 1 peralatan lagi tidak punya iris.
“Jadi satu jam hanya mampu melayani 6 orang. Kami berharap PLN menambahkan trafo agar pelayanan e-KTP bisa sampai tengah malam,” harap dia sembari mengatakan selama ini pihaknya hanya menggunakan mesin genset dengan biaya BBM Rp 100 ribu/hari. (iso)

Patok Perbatasan Bergeser 700 M


* Perusahaan Jambi Kuasai 20 Ha Lahan

Sekayu, SN
Kabar mengejutkan datang dari wilayah bagian timur perbatasan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel) dan Provinsi Jambi. Salah satu patok perbatasan yang terletak di Dusun VII Mingkung, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayunglencir tiba-tiba bergeser sekitar 700 meter mulai T 24 sampai T 30. Warga setempat protes, sebab 20 hektare lahan Muba di serobot tanah dan pengerusakan PT Bahari Gembira Ria, dari Jambi.
Kepada Koran ini Senin (14/11), Kepala Desa (Kades) Muaramedak, Ujang M Amin menceritakan, tanpa disadari patok perbatasan yang terletak di Dusun VII Mingkung Desa Muaramedak sudah berpindah tempat. Sementara persis di titik koordinat patok semestinya tumbuh subur tanaman sawit milik PT Bahari Gembira Ria. Masyarakat setempat menduga, patok tersebut sengaja dipindahkan dengan misi tertentu yang berimbas pada penguasaan lahan milik Kabupaten Muba.
“Ini sudah terjadi sejak awal tahun lalu. Kami sudah melapor ke tingkat II dan I, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Menurut kami, jika ini dibiarkan berpotensi terjadinya keributan,” kata Ujang, seraya mengatakan, belakangan ada sebuah desa pemekaran dari Desa Petaling jaya dan desa ladang Panjang Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro jambi yang posisinya dalam wilayah Desa Muaramedak, Muba.
Dampaknya, kata Ujang, Muba dirugikan dengan hilangnya puluhan hektare lahan karena dibajak beberapa perusahaan yang diduga mengurus perizinan di Jambi, seperti PT Gudang Garam, PT Sedayu, dan termasuk PT Bahari Gembira Ria. Tidak hanya itu, dengan membiarkan beberapa perusahaan menjarah lahan Muba, sama dengan merelakan asset sumber daya alam dengan Cuma-Cuma. Sebab perusahaan milik Jambi, tapi pajak(PBB) dan PPHTB jenis retribusilainnya juga untuk Jambi.
“Inilah akibat kurangnya perhatian dan pembinaan pemerintah daerah kita terhadap perkembangan di wilayah perbatasan. Jangan sampai, Muaramedak yang jelas-jelas masuk kecamatan Bayunglencir, juga diambil Jambi,” tambahnya.
Ujang menambahkan, seharusnya daerah perbatasan lebih di proritaskanstruktur dan infrstruktur sehingga masyarakat yang diperbatasan merasa di perhatikan, sangat disayangkan bila aset kabupaten mubaPropinsi Sumsel Sampai masuk Propinsi jambi.
Dikonfimasi terkait hal ini, Kabag Tapal Batas Muba Sofyan SSos MSi membenarkan adanya masalah perbatan tersebut. Pihaknya sudah menurunkan tim investigasi ke lapangan, dan mendapati permasalah itu. Namun, lanjut dia, pada prinsipnya meski tugu perbatasan berpindah tempat, titik koordinat batas tidak akan berubah. Hanya saja yang menjadi persoalan saat ini adalah, ada perusahaan yang bercocok tanam di lahan milik Muba.
“Kita sudah melaporkan ini ke tingkat I (gubernur), mungkin sampai saat ini mereka masih mempelajari hal itu. Menurut saya, masalahnya adalah mengapa perusahaan Jambi bisa merambah lahan milik kita. Muncul dugaan, patok perbatasan memang sengaja dipindahkan,” pungkasnya.
Guna mengetahui titik koordinat yang benar, riil dan definitif diakui secara nasional 2012 rencananya Tapal Batas Muba akan melaksanakan program sosialisasi dan pembuatan Peta batas desa guna mengatasi dan mengurangi konflik guna mengetahui titik koordinat batas desa dan wilayah khususnya wilayah kabupaten Muba.
"Untuk mengurangi konflik dan mengetahui sebenarnya tetang titik koordinar desa dan wilyah di muba, dan membuat peta wilayah rencana 2012 jika permohonan kami di setujui oleh Bappeda Muba kami akan melaksanakan sosialisasi 2 undang undang, pertama peraturan Mendagri nomor 27 tahun 2006 tentang penetapan dan penegasan Batas Desa, kedua Paraturan Mendagri nomor 1 tahun 2006 tentang Pedoman Penegasan batas daerah. Yang paling penting lagi kami akan melalukan pengecekan dan pelacakan serta melakukan pengukuran ulang guna membuat peta wilyah yang definif yang diakui oleh nasional karena sampai sekarang peta wilayah khususny wilayah dalam kabupaten muba belum ada peta yang diakui secara nasional, untuk itu demi kelancaran program tersebut kami akan melakukan kerja sama kepada Badan Koordinasi Survei Nasional, Tofografi, BPN guna mendapatkan hasil yang maksimal," jelasnya.
Dirinya berharap jika program ini benar bisa di realisasikan mudah mudahan dapat mengurangi sedikit demi sedikit konflik permasalahan batas-batas wilayah khususnya di kabupaten muba, dan untuk desa kedapan dapat mengetahui mana-mana batas desa dan wilayah desa sesungguhnya. (her)

Ketika Moral Wakil Rakyat Kita Makin Memprihatinkan


Oleh Agus Harizal Alwie Tjkmat

SELAMA ini sudah sangat banyak sikap dan tingkah pola anggota dewan yang sangat memprihatinkan.
Bila kita mulai dari penyetujuan gedung mewah DPR, hingga kelakuan Arifinto dari PKS yang sedang nonton video porno saat sidang. Memang gedung mewah tersebut tak jadi dibangun dan oknum wakil rakyat yang nonton film porno tersebut sudah dikenakan sanksi. Tetapi semua itu tak menghilangkan pandangan sinis rakyat kepada wakil rakyat, karena apa yang mereka jauh dari cita-cita.
Kini muncul kritisi yang cukup pedas dari
Ketua KPK Busyro Muqoddas, yang melontarkan kritik kepada politisi dan pemerintah. Dia kali ini mengkritik buruknya moral para politisi dan pemimpin negara yang dianggapnya berkorelasi dengan kemiskinan rakyat.
Dikatakannya semuanya disebabkan moralitas politikus dan elite bangsa hingga menyebabkan rakyat semakin miskin dan terus dimiskinkan.
Banyak yang yang pedas telinganya gara-gara komentar ini, hingga wakil rakyat di parlemen semuanya bersuara membela diri. Tak terkecuali Ketua DPR Marzuki Ali.
Dapat dikatakan DPR dan wakil rakyat di dalamnya saat ini mengalami krisis moralitas. Rakyat saat ini tidak ada lagi tauladan. Sangat wajar khalayak bertanya bagaimana mereka akan bekerja dan berpolitik dengan integritas bekerja bertika. Sangat menyedihkan saat rakyat susah, Negeri terus ditimpa bencana, rezim yang tak tegas, kini DPR terus menampilkan prestasi buram setiap tahunnya. Wajah wakil rakyat di Senayan makin buruk di mata masyarakat.
Lalu di saat keberpihakan ke rakyat yang makin mengecil dan moral yang dipertanyakan, dimanakah cita-cita luhur sebagai penyambung hati nurani rakyat selama ini. Karena mereka makin lama makin jauh.
Gaya hidup mewah dengan menaiki mobil mewah kini dikritisi banyak orang. Rakyat jelas sudah muak melihat perilaku anggota DPR dan pejabat negara yang hidup bermewah-mewahan. Sangat wajar bila banyaj yang mendesak Anggota dewan bertobat sebelum kerusakan Bangsa makin parah.
Penampilan para pejabat yang cenderung hedon dan perlente bisa jadi akar korupsi. Memang untuk membuktikan semua itu perlu dilakukan juga verifikasi ulang terhadap laporan kekayaannya.
Saat ini gaya hidup mewah seolah sudah menjadi tradisi di DPR. Bahkan sejumlah anggota DPR tak membantahnya. Mobil Toyota Alphard dengan kisaran harga Rp 1 miliar menjamur di Kompleks Parlemen, Senayan.
Bila saat ini semua partai bicara citra yang baik, semua telah menyalahi etika sosial. Semuanya berbalik arah, mestinya ada perubahan mendasar untuk kondisi ini. Kekuatan utama untuk mengawasi agar kondisi Bangsa tetap terjaga, adalah dengan mengajak rakyatuntuk jangan berhenti mengkritik dan terus meneriakkan seruan moral. (***)

Warga Kesal Polindes Empat Lawang Terbengkalai

Empat Lawang, SN
Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Desa Lubuk Ulak Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang sampai kini masih terbengkalai. Hingga kini belum juga ditinjau langsung oleh pemerintah ke lapangan. Hal tersebut membuat warga kesal, karena warga masih berharap adanya solusi yang terbaik dari pemerintah terhadap Polindes yang terbengkalai hingga setahun lebih itu.
“Sejak dibangun kira-kira tahun 2009 hingga sekarang Polindes didesa kami tak pernah digunakan. Bahkan kondisinya sudah tidak layak huni lagi,”kata Kadir salah satu masyarakat desa Lubuk Ulak Kecamatan Muara Pinang..
Dikatakannya, pusat pelayanan sekaligus perumahan bagi bidan desa ini terdapat di lokasi yang dekat dengan areal pemakaman umum, apalagi lokasinya berada di belakang pemukiman warga. Seyogyanya bangunan fasilitas umum seperti polindes ini didirikan di tempat yang strategis. Misalnya dipinggir jalan, di dekat kantor kades ataupun dilokasi pemukiman penduduk. Jadi warga yang mau berobat bisa langsung menuju lokasi tersebut.
“Lokasinya sih tak strategis, jadi wajar masyarakat tuh enggan untuk berobat ke polindes,”imbuhnya seraya menambahkan padahal setahu dirinya bidan polindes tersebut sudah ada, namun tak juga tinggal di tempat polindes itu.
Solusi yang ditawarkan, sambungnya, masyarakat siap untuk memberikan secara hibah kepada pemerintah untuk Polindes yang baru. Tentunya lokasi tersebut dekat dengan pemukiman warga sehingga jarak tempuh dipastikan lebih dekat.
“Lokasi yang dipersiapkan dulunya merupakan mushola. Karena mushola ini tidak lagi digunakan bahkan sudah rata dengan tanah, maka warga berinisiatif untuk hibah kepada pemerintah dengan catatan dibangun Polindes yang baru,”tukasnya seraya berharap penuh kepada pemerintah kiranya meninjau ke lapangan agar bisa mengetahui kondisi yang sebenarnya.
Sementara itu, Kades Lubuk Ulak Kecamatan Muara Pinang Anton membenarkan bahwa Polindes di desa setempat terbengkalai hingga setahun lebih. Dan memang masyarakat berharap kepada pemerintah kabupaten Empat Lawang untuk meninjau langsung ke lapangan dan memberikan solusinya.
“Kalau keinginan warga sih Polindes itu direlokasi, warga juga telah mempersiapkan lokasi yang sangat strategis dekat dengan masyarakat umum,”katanya.(eko)

Indonesia Sapu Bersih Nomor Speed Track


Palembang, SN
Atlet panjat dinding Indonesia berhasil menyapu bersih dua emas yang diperebutkan di nomor speed track putra/putri yang berlangsung di venue Panjat Dinding Jakabaring Sport City, Senin (14/11).
Dua emas tersebut disumbangkan atlet andalan Indonesia di nomor speed track, Abudzar Yulianto dan Fitriyani.
Abudzar berhasil meraih emas setelah pada final speed track berhasil membukukan waktu 8.65 detik. Ia mengungguli atlet panjat dinding Vietnam Thanh Nhie Phan yang finis di tempat kedua dengan 11.37 detik.
Sedangkan medali perunggu diraih atlet asal Singapura, Weng Khit Adriel Choo dengan catatan waktu 11.38 detik.
Abudzar yang ditemui usai lomba terlihat tegang dan seakan tak percaya sudah berhasil menyumbang medali emas bagi Indonesia. SEA Games 2011 ini adalah keikut sertaannya yang pertama dan langsung menyumbang medali.
"Medali ini saya persembahkan untuk semua bangsa Indonesia dan keluarga tercinta," kata Abudzar.
Ia mengaku mempersiapkan diri hampir selama satu tahun. Dan lawan terkuat yang dirasakan datang dari atlet Vietnam dan sesama atlet Indonesia.
"Sebenarnya semua lawan disini sama kuatnya. Pertandingan ini tidak hanya mengandalkan otot tapi juga otak dan nasib. Alhamdulilah, ini emas pertama saya di SEA Games," katanya.
Soal bonus Rp 200 juta yang akan didapatnya. Abudzar mengaku belum terpikir. "Soal bonus belum kepikiran, tapi kalau dapat ya yang pasti di tabung dulu," tutup atlet kelahiran Gresik, 30 Juli 1985 ini.
Sementara, di nomor speed track putri, atlet andalan Indonesia, Fitriyani berhasil menyumbang emas dengan catatan waktu 9.36 detik, unggul atas atlet sesama Indonesia Santi Welyanti yang harus puas dengan medali perak. Di partai final Santi finish dua detik lebih lambat dari Fitriyani dengan 9.39 detik.
Sedangkan medali perunggu diraih atlet asal Singapura, Judith Ming Xin Sim dengan catatan waktu 14.46 detik.
Hari ini, Selasa (15/11) Cabor panjat dinding akan memperebutkan satu emas di nomor women's lead. Babak kualifikasi dimulai pukul 08.30 WIB. Sementara babak final akan dilangsungkan mulai pukul 15.00 WIB. (awj)

Jembatan Penghubung Antar Desa Memprihatinkan


Muara Enim, SN

Warga yang mendiami Desa Hidup Baru Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim dibuat khawatir, dengan kondisi jembatan penghubung antar desa yang memprihatinkan.
Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan jembatan penghubung itu akan ambruk. Bahkan, pengendara, harus ekstra hati-hati jika melintas kalau tidak, bisa terjungkal ke dalam sungai yang cukup dalam.
Menurut salah satu warga desa Hidup baru, Andi (45), kondisi kedua jembatan tersebut butuh perbaikan. Jembatan itu merupakan jalur transportasi ke beberapa desa yang lain.
“Kami setiap hari selalu melewati jembatan penghubung ini, dan kami harus berhati-hati ketika menyeberang, jika tidak bisa celaka,” ujar Andi ditemui, Senin (14/11).
Kondisi yang lebih parah lagi kata Andi, ketika musim penghujan, jalan menjadi licin, bahkan sebagian ruas jembatan lantai kayunya telah patah dan menghilang.
”Jadi, kami ekstra hati-hati, sebab kendaraan mobil atau motor bisa terjungkal dalam sungai,” jelasnya.
Kerusakan tersebut diduga karena dilintasi kendaraan yang bermuatan berat oleh perusahaan yang berada di wilayah tersebut. Sehingga, beban jembatan tak mampu bertahan lama.
Oleh sebab itu, dia berharap kepada Pemerintah daerah Muara Enim melalui instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memantau kondisi jembatan.
Sementara itu Kades Hidup Baru, Andi B kepada wartawan, membenarkan, kondisi jembatan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah dan butuh perbaikan.
"Jika jembatan tersebut ambruk, ditakutkan akses menuju jalan desa lain akan terhambat. Jembatan ini adalah jalan vital baik dari sisi sosial maupun perekonomian desa," katanya. (yud)

Dua Pelajar Babak Belur Diamuk Massa

Muara Enim, SN
Nekat menjambret, dua pelajar SMK Kecamatan Benakat babak belur diamuk massa. Beruntung, petugas Polres Muara Enim yang sedang patroli berhasil mengamankannya, jika tidak nyawa dua remaja tersebut tak akan tertolong.
Dari informasi yang dihimpun dilapangan, kejadiannya, Minggu (13/11) sekitar pukul 17.00 WIB, kedua tersangka yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX profit melaju dari arah Muara Enim menuju Gunung Megang.
Tepat berada di jembatan dua Desa Muara Gula Kecamatan Ujan Mas, tersangka Rojiun bin Yamin (17) yang berboncengan dengan rekannya, Joni Iskandar, keduanya warga Benakat, mengintai dan memepet sepeda motor bebek korban yang disopiri, Ahmad Sepniyandi (24) berboncengan dengan istrinya, Sherly Meliskah (21), warga Jalan Palembang-Muara Enim Kecamatan Muara Enim.
Sesaat kemudian, tersangka Joni Iskandar merampas dompet warna merah milik korban yang diapit ditengah-tengah tempat duduk motor. Sontak, korban kaget dan nyaris terbalik. Lalu, korban pun berteriak meminta pertolongan warga.
Beruntung, dari arah yang sama, melaju adik korban yang sama-sama mengendarai sepeda motor. Kejar-kejaran pun terjadi, hingga akhirnya laju kendaraan kedua tersangka dapat dihentikan di Desa Penanggiran Kecamatan Gunung Megang.
Warga yang kesal dan geram mengetahui ulah tersangka, melampiaskannya dengan menghujani bogem mentah, hingga keduanya terkapar di bibir aspal. Beruntung, ada petugas Polres Muara Enim yang sedang patroli mengamankan keduanya, jika tidak bukan tak mungkin nyawa tersangka tak terselamatkan.
"Kemudian, petugas melakukan penggeladahan, ternyata, berhasil menemukan sebilah pisau cap garpu bersarung kulit milik Rojiun. Lalu, keduanya digiring ke Mapolres Muara Enim untuk diproses lebih lanjut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya karena menjambret.
Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Tri Wahyudi yang dikonfirmasi di Polres Muara Enim, Senin (14/11) membenarkan telah mengamankan kedua tersangka penjambretan sekaligus mengamankan sebila pisau cap garpu bersarung kulit.
Selain itu, barang bukti dompet milik korban yang berisi uang sebanyak, Rp 112 ribu, kartu identitas seperti KTP, dan kartu ATM BRI, serta lainnya.
“Kini tersangka masih dalam pemeriksaan intensif penyidik untuk diambil keterangannya. Kemudian akan kita kembangkan lebih lanjut, guna mengetahui dugaan keterkaitan dengan kejadian yang serupa di
wilayah hukum Muara Enim,” pungkas Tri Wahyudi. (yud)

Senin, 14 November 2011

edisi cetak 500, Senin 14 November 2011

Timbangan Senawar Tidak Jalankan Perda


Bayunglencir, SN
Jembatan Timbang Senawar yang terletak di Jalan Lintas Timur, Bayunglencir, Musi Banyuasin (Muba) semakin kehilangan fungsi. Keberadaannya untuk mengantisivasi atau mengontrol muatan berlebih/ tonase kendaraan, kini terkesan tak berarti. Seharusnya kendaran yang melebihi tonase harus dibongkar, Sebaliknya justru menjadi ladang subur pungutan liar (pungli) yang kabarnya dibagi-bagi untuk sejumlah pejabat tinggi.
Membicarakan peran dan fungsi jembatan ini, jelas tidak terlepas dari dampak aturan yang tidak terealisasi. Peraturan Daerah (Perda) yang memuat ketentuan terkait hal ini, kini tinggal naskah basi. Nyatanya sebagian besar kendaraan sarat muatan yang melintas bisa melenggang, cukup dengan Pungli yang terkoordinasi.
Jika ini terus dibiarkan, maka tidak hanya negara yang rugi, tetapi masyarakat lainnya juga akan terkena imbasnya. Sebab, meloloskan kendaraan dengan kelebihan tonase atau beban muatan berpotensi merusak jalan, dan rawan kecelakaan. Sementara setoran denda kelebihan muatan didistribusikan melalui calo, dan tidak jelas pembukuannya.
Terdengar isu, jika jembatan timbang ini menjalin kerja sama dengan sejumlah preman dan rumah makan yang ada di sekitar untuk menutupi sistem pungli agar dimaklumi. Isu yang tak kalah menghebohkan lagi, jutsru menyeret beberapa unsur pejabat tinggi Sumsel yang menerima upeti. Benarkah demikian?
Untuk memastikan hal ini, dalam dua hari terakhir (11-12 November) koran ini menggali informasi di sekitar lokasi. Investigasi pun dimulai dengan ngobrol santai bersama para sopir truk di salah satu rumah makan dekat timbangan. Beberapa sopir menyebutkan, saat ini mereka tidak perlu lagi antre dan berurusan langsung dengan petugas timbangan. Sebab, ada pihak rumah makan langganan yang ambil bagian. Konsekwensinya, para sopir memberikan uang “terimakasih” sekitar RP 30 ribu-Rp 50 ribu, selain denda kelebihan muatan dengan kisaran Rp 200 ribu-700 ribu tergantung beban yang dibawa.
“Kalau dulu, kelebihan muatan kita kena tilang, dan harus ke Sekayu untuk mengurusnya. Tapi sekarang tidak lagi, karena kita dibantu “pengurus”. Jadi ke timbangan sekadar menyerahkan denda kelebihan muatan tanpa harus diperiksa lagi,” tutur manurung, salah seorang sopir fuso ekspedisi dari Jakarta tujuan medan.
Dengan sistem yang diterapkan saat ini, kata dia, para sopir umumnya cukup terbantu. Sebab tanpa harus antre menunggu pemeriksaan dan membayar denda berdasarkan aturan Perda jika kelebihan muatan, mereka bisa lewat dengan aman.
“Kapasitas muatan truk yang saya bawa sekitar 13 ton. Tapi setiap kali operasi, biasanya muatan hingga 16-17 ton. Kalau mengikuti aturan, saya mesti bayar denda sekitar Rp 800 ribu. Tapi karena sekarang ada teman yang ngurus, cukup keluar uang Rp 250 ribu,” ujar manurung, seraya menyebutkan yang Rp 50 ribu untuk pengurus.
Hal senada dikatakan fendi sopir tronton dari Jambi. Menurut dia, tidak ada masalah dengan sistem di luar aturan yang berlaku di timbangan tersebut. Sebab, lanjutnya, tidak hanya di Senawar, di jembatan timbang Pematangpanggang, OKI pun demikian. Sekali jalan, dirinya cukup menyiapkan sekitar 400-700 ribu untuk membayar denda kelebihan muatan melalui calo. Sistem ini dinilai meringankan pekerjaan, sehingga tidak perlu antre dan diperiksa di timbangan.
“Kalau kita menerapkan denda berdasarkan peraturan sebenarnya, biayanya justru lebih besar. Untungnya ada sudah ada yang ngurus. Cuma yang kadang memberatkan kita justru di kawasan Tempino, Jambi. Di sana kalau jam 12 malam aparat di sana suka minta jatah juga,” terangnya.
Salah seorang calo yang dikenal dengan istilah “pengurus” ini umumnya para pemilik rumah makan sederhana (tidak besar dan tidak juga kecil) yang ada di kawasan Bayunglencir dan Senawarjaya. Satu di antaranya, MJ yang sudah menggeluti sistem percaloan ini sejak enam tahun lalu.
MJ mengatakan, saat ini berlaku kerjasama antar petugas timbangan dengan sejumlah rumah makan di sekitar. Antara kedua belah pihak sudah saling mengerti dan memaklumi. Caranya, pihaknya menyiapkan amplop dengan cap khusus dari rumah makan bersangkutan.
Saat sopir kendaraan memerlukan bantuan, untuk mengurus pembayaran kelebihan muatan, mereka membayar sesuai beban yang dibawa. Rata-rata setoran berkisar Rp 200 ribu truk - Rp 700 ribu untuk tronton per tiga ton kelebihan muatan. Uang tersebut dimasukan ke dalam amplop berstempel rumah makan tersebut, kemudian dibawa dan diserahkan sopir kepada petugas di timbangan.
“Kalau sudah bawa amplop dari kita, petugas di timbangan sudah maklum dan kendaraan itu tidak akan diperiksa lagi. Mereka udah ngerti, ooo berarti ini dari rumah makan itu atau ini,” terang MJ.
Dia menambahkan, meski namanya denda. Setoran dalam amplop tersebut bisa dipastikan tidak masuk pembukuan. Itu artinya, uang tersebut tidak kembali kepada negara melainkan para petugas dan lainnya. Setahu dia, penerapan Perda hanya diberlakukan pada kendaraan yang kelebihan muatannya sedikit, dan dendanya baru masuk pembukuan.
“Kita tidak tahu persis uang itu kembalinya kemana. Tapi bisa dipastikan setoran itu tidak masuk catatan, apalagi dilaporkan. Sebab kalau menurut aturan pembayaran denda dibuktikan dengan tiga rangkap kwitansi. Sedangkan, khusus yang ini tidak. Selesai menyerahkan amplop, kendaraan bisa langsung pergi,” jelasnya.
Dalam dua hari terakhir, aktivitas di jembatan timbang ini nampak seperti biasanya. Dalam waktu satu jam, terpantau sekitar 75 unit lebih truk engkel, Fuso dan tronton fil-up sarat muatan yang keluar masuk secara bergantian. Tanpa terkecuali, baik kendaraan yang datang dari arah Palembang menuju arah Jambi, maupun sebaliknya dari arah Jambi menuju arah Palembang.
Persis di timbangan, nampak belasan petugas dengan seragam dinas dari Dinas Perhubungan. Beberapa di antaranya khusus mengawal kendaraan yang masuk dan keluar, sementara seorang lagi stabay di dalam loket pembayaran tiket atau karcis. Hingga sejam berakhir, tidak terlihat adanya antrean panjang atau penumpukan kendaraan di jembatan timbang. Sebab, rata-rata kendaraan yang masuk hanya numpang lewat saja. (her)

Anggaran Sport Center Rp 250 Miliar

Pagaralam, SN
Pemerintah Kota Pagaralam, menganggarkan pembangunan sport center atau sarana olahraga terlengkap, senilai Rp 250 milliar.
Kepala Dinas Pendidikan Nasional, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pagaralam, Drs H Akmaludin, Minggu (13/11) mengatakan anggaran Rp 250 miliar tersebut untuk pembangunan fisik, sementara untuk lanclering Rp7 miliar, dan dana desain Rp5 miliar.
Dikatakanya, lahan yang sudah disiapkan seluas 10 hektare di Dusun Keban Agung, Kelurahan Ulu Rurah, Kecamatan Pagaralam Selatan.
"Kita sudah melakukan study kelayakan dan pembebasan lahan yang akan digunakan untuk membangun fasilitas olahraga terlengkap tersebut," ungkap dia.
Dia mengatakan, sport center nantinya akan dilengkapi dengan berbagai sarana, seperti stadion sepak bola, bulutangkis, tenis, renang dan termasuk perkantoran.
"Kita akan tempatkan semua perkantoran yang membidangi berbagi tangkai olahraga, seperti kantor pengurus cabang tangkai olahraga, KONI dan termasuk Kantor Pemuda dan Olahraga," kata dia.
Ia mengatakan, selama ini meskipun dengan keterbatasan sarana olahraga, atlet Pagaralam sudah cukup banyak yang mampu mengukir prestasi diberbagi even, baik tingkat Sumsel dan nasional. Contohnya, kata dia, atlet asal Kota Pagaralam pernah meraih juara di PON ke XVI Palembang, kejurnas whusu, kejurnas senam dan beberapa tangkai olahraga lainnya.
Ketua KONI Kota Pagaralam, Hendri Ganesa, mengatakan untuk meningkatkan prestasi bidang olahraga tidak cukup dengan mengandalkan atlet, tapi harus didukung dengan sarana pendukung yang lengkap, seperti sport center.
"Kita kesulitan untuk melakukan pembinaan dengan optimal karena belum ada sarana olahraga yang representatif, seperti stadion, kolam renang, lapangan tenis dan berbagai sarana pendukung lainnya," ungkap dia.
Dia mengatakan, ditargetkan tahun 2013 sport center akan selesai dibangun. "Mengingat diperlukan dana cukup besar maka Pemkot Pagaralam juga harus meminta dukungan pemerintah pusat dan Provinsi Sumsel," kata dia pula. (asn)

Danau Ranau Tercemar, Pemkab Didesak Lakukan Restoking


Muaradua,SN

Sebagian nelayan di Kabupaten OKU Selatan resah karena hasil tangkapan ikan menurun. Hal tersebut diduga disebabkan Danau
Ranau tercemar belerang sehingga berdampak pada puluhan ton mati mendadak beberapa bulan lalu. Terkait hal tersebut nelayan di Kabupaten OKU Selatan mendesak pemerintah setempat melakukan Restoking (Penebaran benih ikan).
Minimnya hasil tangkapan menurut Risdianto selaku Ketua Pemuda Desa Way Wangi semenjak beberapa tahun terakhir terlebih lagi setelah Danau Ranau tercemar belerang Gunung Seminung puluhan ton ikan mati mendadak. "Sangat disayangkan pemerintah setempat tidak terpikirkan melakukan normalisasi dengan melakukan restocking. Sudah lama tidak diadakan penebaran benih ikan di Danau Ranau. Kalau dulu pernah dilakukan beberapa kali tapi kenapa sekarang tidak lagi,”kata Risdianto dengan nada kecewa
saat di bincangi beberap waktu lalu.
Terpisah Anggota DPRD OKU Selatan Dapil dua (II), Irawan Abizar mengatakan, kebutuhan akan konsumsi ikan khususnya untuk memenuhi kebutuhan lokal yang selama ini adalah hasil yang dilakukan nelayan. Melalui penangkapan ikan di perairan umum Danau Ranau menggunakan jenis alat tangkap yang bersifat tradisional .
"Hal ini perlu diupayakan pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan dan Peternakan jangan tutup mata perlu dilakukan tindakan bijak dengan adanya pengelolaan dalam Bentuk Restocking
. Sebagai salah satu upaya kegiatan perikanan dalam memanfaatkan
sumber daya secara berkesinambungan,” tandasnya.
Menurutnya, sumberdaya perairan umum Danau Ranau sebagai akibat terjadinya penurunan tingkat produktifitas perairan dan produksi ikan. Serta hilangnya beberapa spesies endemik sehingga sebagai dampak negatif lanjutannya adalah menurunnya daya dukung perairan.
"Karena itu perlu mendapat perhatian yang serius oleh
pemerintah untuk segera melakukan suatu tindakan. Dengan melakukan restocking. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengendalian utamanya menambah produktifitas tani nelayan setempat,”pungkasnya. (dan)

Warga Protes Galian Kabel Telkom


* Hanya Diperbaiki Seadanya

Prabumulih, SN
Pelaksanaan pekerjaan galian penanaman kabel optik untuk jaringan speedy Telkom di wilayah Kota Prabumulih, belakangan ini mulai menuai protes warga. Aksi protes warga timbul, menyusul banyaknya bekas galian di sejumlah titik lokasi galian yang hanya diperbaiki seadanya oleh pekerja perusahaan kontraktor PT Deta Kreasi dari Jakarta, bahkan badan jalan aspal ada yang rusak.
Menurut Mufit (51), warga Jalan Arimbi Kecamatan Prabumulih Timur, pelaksana kontraktor dinilainya hanya bekerja mengambil mudahnya saja dan terkesan asal–asalan. Selain tanpa memerhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat pelaksanaan galian tersebut, juga menghambat program Pemerintah Kota Prabumulih dalam mewujudkan meraih Piala Adipura tahun 2012.
Sebab lingkungan disekitar jalan yang sudah tertata rapi dan indah, menjadi rusak akibat bekas galian mereka yang tidak diperbaiki seperti semula,” kritik bapak empat anak ini.
Dia menyebutkan, dari pelaksanaan pekerjaan galian penanaman kabel sepanjang sekitar 5 kilometer dalam wilayah Kota Prabumulih, banyak ditemukan sengaja ditelantarkan dan andaipun diperbaiki hanya ditutupi dari bekas tanah galian kabel optik itu sendiri. Kondisi itu justru dikhawatirkannya dapat mengancam keselamatan para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
{ernah kejadian beberapa tahun lalu, di Jalan Tampomas akibat bekas galian kabel seperti itu juga dan hanya diperbaiki dengan menutup bekas tanah galian tersebut hampir mencelakakan pengendara motor yang terpental dari bangku jok motornya setelah roda ban depan kendaraannya terjebak dan terperosok amblas masuk ke dalam lubang bekas galian kabel itu,” kenang Nasir, khawatir peristiwa tersebut terulang kembali dan membahayakan pengguna jalan.
Kecemasan serupa juga dikatakan Sugeng (34), warga Jalan Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat. Kendaraan motornya pernah hampir terbalik karena sempat kehilangan keseimbangan setelah ban sepeda motor yang dikemudikannya masuk ke dalam lubang bekas galian kabel serat optik tersebut.
Namun beruntung dikatakannya, saat kejadian kondisi lalu lintas di jalan itu masih sepi sehingga dirinya dan motornya selamat. “Yo untung be dak katek mobil dan motor lain lewat. Kalu idak, itu gara–gara ban motor aku masuk lubang bekas galian yang aku kiro sudah dibeneri dan padet,” ujarnya.
Sebelumnya, Manager PT Deta Kreasi Tonius mengatakan, pihaknya sudah memberikan keterangan kepada Wakil Walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya MM, terkait keluhan masyarakat dan sejumlah Kecamatan yang wilayahnya terkena proyek pemasangan kabel optik speedy Telkom tersebut.
“Tidak benar itu pak, boleh bapak cek di lapangan yang mana bekas galian pekerjaan kami yang tidak diperbaiki. Bahkan hal ini juga sudah kami beritahukan langsung kepada bapak Wakil Walikota Prabumulih, bapak Ridho Yahya, siang tadi di ruangannya,” ungkap Tonius. (and)

Pembangunan Fly Over Simpang Jakabaring Tertunda


Palembang, SN

Rencana pembangunan fly over atau jembatan layang di simpang Jakabaring pada 2012, dipastikan tertunda. Pasalnya, dalam RAPBD Sumsel 2012, pembangunan fly over itu tidak dianggarkan.
Hal ini diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Sumsel, M F Ridho, kemarin (10/11). Menurutnya, salah satu penyebab tidak dianggarkannya pembangunan fly over simpang Jakabaring adalah berkurangnya anggaran di Dinas PU Bina Marga, dari yang diusulkan Rp 800 miliar, yang terealisasi di APBD 2012 hanya Rp 512 miliar.
“Awalnya pada 2012 ada rencana buat Fly Over, khususnya di daerah Seberang Ulu mengarah ke Ampera. Bahkan sudah masuk dalam program PU BM. Bahkan DED-nya sudah siap. Sayangnya saat pembahasan program tidak dialokasikan sebab dana jauh berkurang dari 800 miliar jadi 512 miliar,” kata Ridho.
Namun demikian, pihaknya sedang mengusahakan, agar hal yang menunjang pembangunan fly over simpang Jakabaring dipersiapkan dahulu di 2012, kendati pembangunannya belum dimulai.
“Jalur alternatif juga harus disiapkan, jangan sampai pada pelaksanaanya nanti bingung mau lewat mana, Itu sebabnya kami berharap ada anggaran untuk persiapan utilitas dan pekerjaan pendahuluan dan jalur alternatif,” kata dia.
Sementara Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Ahmad Yani mengatakan pada saat pembangunan nanti pasti akan menimbulkan kemacetan. Itu sebabnya, pihaknya berharap tahun 2012 ini bisa dilakukan persiapan dan 2013 sudah bisa dikerjakan dan tanpa hambatan.
“Kita tahu lalulintas di simpang jakabaring sangat padat, itu sebabnya kita punya waktu satu tahun untuk menyelesaikan masalah pengalihan rute alternatif saat pembangunan mulai berjalan. Selain itu yang tak kalah penting yakni menyelesaikan masalah utilitas terlebih dahulu, seperti memindahkan pipa PDAM, tiang listrik, kabel provider telpon, atau apapun yang nantinya menghambat pembangunan jalan layang,” katanya.
"Kita akan mengusahakan agar biaya persiapan seperti itu, dapat dianggarkan di APBD Sumsel 2012," tambah dia. (awj)

Rabu, 09 November 2011

Juru Parkir Keluhkan Pelarangan Parkir

Palembang, SN
Perhelatan Olahraga se-Asia Tenggara SEA Games yang dilaksanakan beberapa hari lagi tidak serta merta berdampak positif bagi masyarakat kota Palembang, salah satunya kebijakan yang diambil oleh pemerintah Palembang melalui Dinas Perhubungan yang melarang mobil pribadi parkir di sepanjang Jalan Sudirman mulai hari ini sampai 23 November nanti.
Kebijakan yang dinilai mementingkan sepihak tanpa menghiraukan kesejahteraan petugas parkir membuat Dolah Juru Parkir (Jukir) yang biasa bertugas di Jalan Sudirman menyayangkan kebijakan yang diambil pemerintah.
"Kami sangat bangga SEA Games bisa dilaksanakan di Palembang, tapi pemerintah juga harus pikirkan nasib kami sebagai tukang parkir,keluarga kami mau makan apa,kalau lahan parkir kami ditutup," ujarnya saat ditemui di Jalan Sudirman Selasa (8/11).
Hal serupa juga diungkapkan Pepen salah seorang juru parkir yang biasa mangkal didepan Bank BNI Sudirman. Dia juga mengeluhkan kebijakan pemerintah yang melarang kendaraan parkir di kawasan tempat biasa dia mangkal.
"Kami sangat kecewa sekali dengan peraturan pelarangan parkir di Jalan Sudirman, kalau parkir tidak boleh harusnya bus kota harus distop juga jadi adil. Okelah untuk SEA Games kami dukung tapi seharusnya juga pemerintah memberikan kompensasi sebagai ganti kebijakan yang merugikan kami, kalau masih tidak diperhatikan kami beramai-ramai akan datangi kantor Dishub untuk mencari keadilan,"cetusnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pengawas dan Pengendalian Operasional (Wasdalops) Dinas Perhubungan Kota palembang Pathi Ridwan saat dihubungi hari ini Selasa (8/11) mengatakan, pelarangan parkir disepanjang Jalan Sudirman, mulai dari Bandara SMB II sampai Jakabaring resmi dimulai hari ini. Diakuinya, keluhan bukan datang dari Jukir saja, tapi juga para pemilik toko di jalan tersebut.
"Ini peraturan pemerintah,demi kelancaran dan ketertiban lalu lintas menjelang SEA Games, maka,peraturan itu mulai hari ini kita berlakukan" ujarnya.
Menurutnya, sebelum diterapkannya peraturan ini juru parkir sudah diberi surat edaran.
"Kalau untuk kompensasi ganti rugi terhadap tukang parkir kami tidak ada dana, tapi kebijakan ini akan dikaji ulang. Pelarangan parkir ini hanya untuk selama SEA Games saja,” lanjutnya.
Sedangkan Wakil Walikota Palembang Romi Herton saat memberikan keterangan kepada wartawan Selasa (8/11) di Pemkot Palembang menyampaikan, agar masyarakat lebih bersabar dan mau berkorban,karena ini untuk kepentingan bersama. "Kita seharusnya bangga dengan dipercayanya Palembang menjadi tuan rumah SEA Games, maka sebagai warga yang baik kita dukung dan ikut mensuseskannya, yang pelaksanaanya tinggal menghitung jam saja,"paparnya.(win)

Jalan Menuju Desa Tanjung Agung Rusak Berat


Musi Rawas, SN
Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Musi Rawas terancam terisolir, karena akses jalan menuju desa tersebut dari desa Rantau Telang rusak parah sepanjang 6 KM lebih.
Berdasarkan Pantauan SN, Selasa (8/11) Selain kondisi jalan yang sempit, beberapa titik diruas jalan satu-satunya akses menuju desa tersebut banyak yang berlubang bahkan berlumpur dan ada beberapa titik jalan yang nyaris putus.
Kondisi tersebut sudah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun. Kondisi jalan yang sempit dan rusak mengharuskan kendaraan untuk ekstra berhati – hati karena selain lubang ditengah jalan sangat dalam dan apabila turun hujan kondisi jalan sangat licin.
Menurut Anggota Badan Permusyawaratan Daerah (BPD) setempat Abdullah, mengatakan jalan yang terletak disisi sungai Batang Empu tersebut dikhawatirkan longsor. Akibatnya akses menuju desa tanjung agung sangat terganggu dan hal ini tentu juga mempengaruhi perekonomian masyarakat desa tersebut mengingat semua hasil komoditi pertanian masyarakat diangkut melewati satu – satunya jalan tersebut.
“Dari simpang Rantau Telang hingga desa kami panjangnya sekitar 6 kilometer, kondisinya rusak parah dan sangat memprihatinkan, Kalau mobil atau motor yang ingin masuk ke desa kami harus sangat hati-hati,” ungkapnya.
Dia mengatakan, jumlah penduduk di desa tersebut mencapai 5 ribu jiwa dan mayoritas petani karet. Dengan kondisi jalan seperti ini, warga setempat kesulitan menjual karet dan menyebabkan ongkos angkut menjadi tinggi dan petani menjadi tertekan.
”Harga karet di desa ini dihargai sangat rendah karena banyak terpotong untuk ongkos angkut. Ini juga berpengaruh dengan harga kebutuhan pokok di desa kami,” jelasnya.
Sementara Tokoh Adat Desa Tanjung Agung, Sedin (60) mengharapkan adanya perhatian pihak Pemkab Musi Rawas untuk segera melakukan perbaikan akses jalan tersebut. Karena menurutnya, jika kondisi tersebut dibiarkan maka desa tersebut akan terisolasi akibat kerusakan jalan yang semakin parah. Hal ini akan sangat menyulitkan masyarakat baik secara ekonomi mapun sosial kemasyarakatan lainnya.
”Kami sangat mohon kepada Pemerintah kabupaten Musi Rawas untuk peduli dan segera memnperbaiki kondisi jalan desa kami, karena jalan tersebut kebutuhan vital masyarakat karena akses jalan merupakan satu – satunya akses keluar masuk desa kami,” demikian harapnya. (fik)

Pagaralam Defisit Anggaran Rp 44 Miliar


Pagaralam, SN
Pemerintah Kota Pagaralam, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Dearah (RAPBD) tahun 2012 mengalami defisit sebesar Rp44,9 miliar.
"Kita mengalami defisit anggaran perubahan sekitar Rp44,9 miliar dari total RAPBD 2012 mencapai Rp457 miliar," ungkap Walikota Pagaralam Drs H Djazuli Kuris, Selasa (8/11).
Menurutnya, secara keseluruhan RAPBD Kota Pagaralam 2012 mengalami penuruan 14,0 persen bila dibandingkan dengan APBD 2011 sebesar Rp491 miliar.
"Defisit ini timbul karena penurunan pendapatan, sementara program kerja yang sudah diajukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) cukup banyak," ungkap dia.
"Kita akan lebih menghemat dan mengurangi kegiatan SKPD untuk mengimbangi defisit tersebut, khususnya program kerja yang tidak terlalu mendesak," kata dia.
Ia mencontohkan, belanja rutin, belanja barang dan kegiatan yang sifatnya dapat dilakukan penundaan pada anggaran tahun berikutnya, maka sebaiknya ditunda.
"Pada sektor pendapatan kita sudah menargetkan peningkatan, meliputi yaitu pendapatan asli daerah (PAD) pada 2011 sebesar Rp18 miliar, proyeksi 2012 mencapai Rp19 miliar, pajak daerah 2011 mencapai Rp1,7 miliar dan untuk 2012 sebesar Rp2 miliar," ungkap dia.
Kemudian, kata dia, retribusi tidak mengalami peningkatan Rp10,7 miliar dan hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp450 juta.
"Kalau dana perimbangan, di tahun 2011 sekitar rp406 miliar, sedangkan pada 2012 menurun menjadi Rp391 miliar dan mengalami penurunan Rp14 miliar atau 4 persen," ungkap dia.
Memang, kata Djazuli, saat ini program pembangunan lebih terfokus dalam beberapa sektor, seperti pembangunan lapangan terbang (Lapter) dan pembiayaan proyek infrastruktur lain termasuk jalan dan irigasi serta belanja keperluan pegawai pemerintahan.
Sementara itu Sekda Kota Pagaralam, H Ahmad Fachri, mengatakan pemerintah harus lebih hemat dalam mengelola anggaran dalam menghadapi defisit.
"Kita akan mengurangi kegiatan di berbagai Satker dan SKPD yang bersifat tidak terlalu penting atau belanja barang dan termasuk mengurangi proyek baru akan berjalan," ungkap dia.
Prinsipnya, kata dia, semua program SKPD tetap jalan sesuai dengan perencanaan dan tepat sasaran.
"Namun demikian defisit ini tidak akan mengganggu kegiatan pemerintahan, karena kita akan lebih mengefektifkan dan efesienkan dana yang belum terpakai," ungkapnya. (asn)

SEA Games, Pesawat Jakarta-Palembang Ditambah


Jakarta, SN
Kementerian Perhubungan menyiapkan penerbangan tambahan untuk mengantisipasi meningkatnya penerbangan dari Jakarta ke Pelembang atau sebaliknya selama pelaksanaan SEA Games XXVI. Penambahan ini, dilakukan untuk memperlancar pergerakan atlet peserta SEA Games.

"Akan memakai extra flight, kalau ada masalah sudah harus disiapkan pesawat cadangan," kata Menteri Perhubungan, EE Mangindaan di Jakarta, Selasa 8 November 2011.

"Kalau ada yang delay, terutama peserta SEA Games, karena mereka kan bergerak dari Jakarta ke Palembang, harus disiapkan cadangan."

Mangindaan mengatakan, pesawat yang disiapkan itu milik Garuda. Ada sekitar sepuluh pesawat Garuda yang disiapkan untuk antisipasi itu. "Tadi pakai 10, kalau yang dibutuhkan dua ya dua, anytime sudah disiapkan," katanya. "Terserah, pokoknya dia sudah standby, baik di Palembang atau Soekarno-Hatta."

Menurut dia, penambahan penerbangan ini tidak akan mengganggu penerbangan reguler yang sudah ada selama ini. "Schedule-nya kan sudah ada, reserve-nya disiapkan," kata dia.

Namun, EE Mangindaan mengaku belum bisa menghitung berapa persen peningkatan penerbangan dari Jakarta ke Palembang atau sebaliknya selama penyelenggaraan SEA Games. "Saya belum hitung, tapi pasti tinggi. Bayangkan saja yang ke Jakarta 6000 yang ke Palembang 6000. Kali saja berapa pesawat dia punya kenaikan," ujarnya.

SEA Games akan resmi dibuka pada 11 November 2011. Pesta olah raga negara-negara Asia Tenggara itu digelar di Jakarta dan Palembang hingga 22 November mendatang. (viv)

Selasa, 08 November 2011

Edisi Cetak 497, Selasa 8 November 2011

Minyak Tanah Oplosan Ludeskan Rumah


Empat Lawang, SN
Diduga minyak tanah bercampur bensin, mengakibatkan satu rumah milik Hendra Pradoko (26) di Desa Bandar Aji kecamatan Sikap Dalam Kabupaten Empat Lawang, ludes terbakar.
Kebakaran ini terjadi,tepat dihari raya Idul Adha, Minggu (6/11) sekitar pukul 3.30 WIB, dari kebakaran tersebut tidak memakan jiwa, hanya kerugian materi sekitar ratusan juta.
Dari keterangan korban mengatakan malam itu ketika di tertidur pulas, tiba-tiba dikagetkan oleh suara istrinya Reni (25) yang mengatakan kalau dapurnya kebakaran, yang mana sebelumnya ia tengah memasak makanan untuk lebaran.
Melihat itu Doko cepat-cepat mengamankan anak dan istrinya keluar dari rumah yang terbuat dari kayu tersebut.
Api pun cepat membesar,akibatnya seluruh gas 3 kg serta isi warung milik Doko meledak dan ludes terbakar.Untung saja api tersebut tidak membakar mobil carry pick up milik korban.
Warga Bandar Aji dan sekitarnya, yang telah mendengar kebakaran tersebut bersama-sama dengan mobil pemadam kebakaran dari kecamatan Ulu Musi, memadamkan api.dalam satu jam api bisa dipadamkan.
Camat Sikap Dalam Hamdan mengatakan kalau kebakaran tersebut, untuk sementara diduga dari api kompor yang meledak.
“Saya sudah memantau kebakaran tersebut dari kemarin pagi, dan juga telah melaporkan kejadian ini ke pemkab Empat Lawang,” ujarnya.
Ketika ditanyakan apakah memang benar banyak mitan oplosan,? Hamdan tidak menampiknya dan ia akan melakukan sosialisasi tentang bahayanya memakai mita oplosan.
“Kita berharap agar warga tidak memakai ataupun menjual mitan oplosan, karena dampaknya sangat membahayakan,”tegas Hamdan. (eko)

Warga Khawatir Jembatan Bayunglencir Ambruk


Sekayu, SN
Sebuah jembatan di Jalan Lintas Palembang-Jambi yang terletak di Bayunglencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terancam roboh. Ini sewaktu-waktu bisa terjadi, lantaran pondasi pangkal jembatan retak dan sambungannya merenggang.
Berdasarkan Pengamatan koran ini, dalam tiga hari terakhir, kondisi jembatan penghubung utama Bayunglencir-Jambi saat ini semakin parah. Kerusakan tidak terjadi pada material jembatan, melainkan pada pondasi dari beton dan ambungan yang renggang. Jika dibiarkan lebih lama, bukan tidak mungkin jembatan yang kerap dilalui kendaraan dengan beban berat tersebut ambruk.
Menurut warga yang tinggal di sekitar jembatan, kerusakan pada pangkal jembatan ini sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Akhir Juli lalu, pangkal jembatan ini bahkan ambles hingga membuat arus lalu lintas macet total. Karena kejadian itu, Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Satker PU Bina Marga Sumsel dibantu PU BM Muba melakukan perbaikan seadanya dengan menimbunkan semen campur batu koral.
Namun belakangan, tambalan cor tersebut mulai turun dan menimbulkan getaran berlebihan sehingga membuat pondasi jembatan retak karena sering dilalui kendaraan dengan beban berat. “Kalau dari atas memang kurang terasa parahnya jembatan ini. Tapi coba lihat dari bawah, saat kendaraan melintas, jembatan seperti mau ambruk. Apalagi keretakan pada pondasi semakin bertambah,” ujar Sulaiman, salah seorang warga Bayunglencir yang tinggal di samping jembatan kepada koran ini, Senin (7/11).
Hal senada dikatakan, beberapa warga lainnya. Kekhawatiran akan ambruknya jembatan sudah menjadi perbincangan lama di kalangan mereka. Karenanya mereka berharap, pemerintah terkait segera mengecek dan melakukan perbaikan secepatnya. Sebab jembatan tersebut, merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan Bayunglencir dan Jambi.
“Kita orang awam mana tau soal jembatan. Tapi menurut kami jembatan ini suddah sangat menghawatirkan. Apa salahnya, jika yang berwenang mengecek kondisinya saat ini. Jangan sampai nanti roboh dan makan korban,” harap Sugian warga setempat. (her)

Tiket Untuk Para Suporter SEAG Belum Jelas


Palembang, SN

Rencana Pemerintah Kota (pemkot) Palembang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (disdikpora) Kota Palembang menerjukan 3.300 suporter dari kalangan pelajar di Kota Palembang untuk mendukung para atlit selama pertandingan SEA Games 11-22 November mendatang terkendala tiket.

Kepala Disdikpora Kota Palembang Riza Pahlevi mengatakan tidak mendapat kepastian dari pihak panitian (Inasoc) untuk tiket pertandingan bagi supporter yang disedikan Disdikpora Kota Palembang untuk setiap cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingakan.

“Hingga saat ini kita belum mendapatkan kepastian mengenai tiket salah satu cabor SEA Games dari Inasoc,untuk supporter dari kalangan pelajar” kata Riza di sela-sela Silaturahmi & Penyembelihan Hewan Kurban dikediaman Wakil Walikota H Romi Herton Senin (7/11).

Selama pertandingan dari berbagai cabor yang dipertandingakan pihaknya , kata Riza tidak menyediakan anggran khusus untuk setiap pembelian tiket selama pertandingan SEA Games berlangsung.

“Kita hanya menyedikan supporter saja,sedangkan untuk tiket sendiri dikembalikan ke Inasoc , karena Jika dibebankan ke siswa tentu berat karena harga tiket itu sendiri cukup mahal,” ungkapnya.

3.300 suporter yang disiapkan untuk mendukung pahlawan negara melalui pertandingan olahraga ini, masih kata Riza, terdiri dari 20 Sekolah Menengah Atas (SMA).

“ Selain itu, ada juga 126 siswa yang menjadi anggota marching band dan pemandu sorak. Seperti hari ini (kemarin) 5 ribu siswa yang menyambut obor api SEA Games di pelabuhan Boom Baru merupakan siswa yang berasal dari sekolah di Palembang," terangnya.

Sebelumnya Walikota Palembang H Eddy Santana Putra mengatakan bentuk dukungan untuk setiap atlit selama pertandingan tidak harus selalu dilakukan dengan cara suporetr langsung berada di venue pertandinga.

“Bisa saja kita nonton bareng (nobar),”katanya.lokasi yang paling menarik untuk nobar, kata orang nomor satu di Kota Palembang ini, kawasan anadalan wisata yang dimiliki di pingirian Sungai Musi Benteng Kuto Besak (BKB) menjadi tempat yang paling vavorit untuk di kunjungi warga kota Palembang.
“kalau nobarnya di BKB juga bisa,’tukasnya.(win)

Limbah Hewan Kurba Penuhi Aliran Sungai


Palembang, SN
Limbah hewan kurban disepanjang aliran anak sungai Sekanak Kelurahan 23 Ilir Kecamatan Bukit Kecil dibuang sembarangan oleh masyarakat. Sehingga bau dari limbah tersebut menyengat dan menganggu pengendara yang melintas, khususnya warga sekitar. Termasuk menambah berat tugas pembersih anak sungai dengan makin banyaknya volume sampah.

Sulaiman, petugas pembersih anak sungai dari PU Pengairan Kota Palembang mengatakan, limbah hewan kurban seperti ini banyak ditemukan setiap tahun usai lebaran Idul Adha. Limbah ini selain menimbulkan bau menyengat, membuat air anak sungai makin kotor dan berwarna pekat. Dan limbah ini tersangkut bersamaan dengan sampah alat penjaring sampah. Akibatnya sisa bangkai bercampur dengan sampah rumah tangga dan menambah kotor serta bau menyengat.

“Setiap usai lebaran Idul Adha biasa seperti ini, banyak limbah hewan kurban dibuang ke sungai. Biasanya ini merupakan sisa buangan masyarakat yang tinggal disekitar sungai. Baunya tidak sedap, lebih bau dari sampah rumah tangga. Sebab, bisa dibayangin bau bangkainya menyengat hingga ke hidung. Apalagi bila terbawa hembusan angin, baunya makin menusuk, terutama bagi pengendara yang melintas,” ujarnya.

Menurut Sulaiman, bau menyengat seperti ini akan berlangsung hingga sepekan kedepan. Pasalnya, tidak semua sisa limbah hewan kurban ini mampu untuk langsung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Karena masyarakat tetap membuang limbah ini, sampai beberapa hari kedepan.

“Baiasanya kami dari pagi sampai sore membersihkan aliran sungai ini. Tapi besok biasanya masih ada lagi sisa-sia limbah hewan kurban. Seperti isi perut (usus) kurban yang sudah membusuk, kulit, kaki, kepala dan beberapa bagian isi perut lainnya. Gara-gara limbah ini, tugas kami makin bertambah. Sebab volume sampah naik. Biasanya hanya sepermpat truk, habis lebaran sampai satu truk,” katanya.

Camat Bukit Kecil, M irsan melalui Sekretaris Camat, Ricky Fernandi menegaskan, pihaknya akan mengecek kelokasi untuk melihat langsung. Bila benar, maka akan dilakukan peninjaun dengan berkoordinasi bersama pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH). Termasuk mengingatkan warga sekitar sungai untuk tidak membiasakan membuang sampah sembarangan. Apalagi limbah hewan kurban, ditakutkan akan timbul penyakit dan berdampak pada kesehatan warga.

“Kita akan selidiki asalnya. Apakah benar dari warga yang tingga dilokasi atau bukan. Kalau bemnar terbukti atau tertangkap tangan, akan ditindak sesuai dengan Perda No 44 tahun 2002 tentang ketertiban dan ketenteraman,” pungkasnya.(win)

Pembayaran Hutang SEAG Masih Tunggu Landasan Hukum


* APBD Sumsel 2012 Rp 4,2 T

Palembang, SN
Pembayaran hutang pembangunan tiga venues yakni venue atletik, lapangan tembak dan aquatic sebesar Rp 320 miliar yang akan dibebankan di APBD Sumsel 2012 masih menunggu landasan hukum yang dikeluarkan oleh Mendagri.
Hal ini diakui Wakil Ketua DPRD Sumsel, M Aliandra Gantada ditemui usai rapat dengan Sekda Provinsi Sumsel, Senin (7/11). Menurutnya, landasan hukum untuk penganggaran pembayaran hutang SEAG mutlak diperlukan, karena berkaitan erat dengan masalah hukum.
"Kalau tidak ada landasan hukumnya, tentu saja kita tidak berani mengeluarkan surat pengakuan hutang (SPH) dan menganggarkan pembayaran hutang tiga venues SEA Games di APBD Sumsel 2012," ungkapnya.
Dikatakannya, keharusan adanya landasan hukum ini, setelah pihaknya melakukan konsultasi ke beberapa instansi dan juga hasil pembelajaran dari mengikuti bimbingan tekhnik (Bimtek) di Solo beberapa waktu lalu.
"Pembayaran tiga venues ini kan harusnya menjadi beban negara, nah kalau ingin dimasukkan ke APBD Sumsel tentunya harus jelas dasar hukumnya," kata Politisi PDI Perjuangan ini.
Disisi lain, dikatakan Gantada, APBD Sumsel yang diajukan ke DPRD sebesar Rp 4,2 triliun. Prioritas anggaran 2012 masih di bidang pendidikan dan kesehatan.
"Selain itu, pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga masih menjadi prioritas pembangunan Sumsel kedepan," jelasnya. Namun demikian, hasil penelusuran anggaran pendidikan 2012 masih di bawah 20 persen, padahal secara nasional dan amanat undang-undang, anggaran pendidikan minimal 20 persen dari total APBD.
"Tapi ini belum fix, masih ada anggaran-anggaran yang perlu di maching kan kembali di masing-masing SKPD," katanya.
Sementara Ketua DPRD Sumsel, Wasista Bambang Utoyo membenarkan pihaknya masih menunggu surat dari Depdagri terkait pembayaran hutang pembangunan tiga venues SEA Games.
"Pimpinan dapat mengeluarkan itu (SPH,red) setelah mendapat dukungan hukum yang kuat dari Depdagri. Saat ini surat itu masih dalam proses, dan kita tinggal menunggu surat itu keluar," katanya.
Wasista mengaku, dampak dari dibebankannya hutang pembangunan tiga veneus ke APBD Sumsel adalah berkurangnya anggaran pada setiap SKPD, namun menurutnya, hal itu sudah menjadi resiko Sumsel sebagai tuan rumah SEA Games.
"Dampaknya memang penurunan anggaran di SKPD masing-masing, ini resiko sumsel, tetapi kalau kita lihat, apa yang kita dapat dari SEA Games ini sebenarnya jauh lebih besar, mulai dari banyak dana dari departemen yang masuk ke Sumsel yang kalau di total bisa mencapat Rp 5-6 triliun," pungkasnya. (awj)

51 Buruh Kontrak RS Pertamina Mogok Kerja


Prabumulih, SN
Belum adanya tindak lanjut untuk pertemuan kembali sesuai jadwal hasil rapat pada tanggal 24 Oktober 2011 di kantor Disnaker Kota Prabumulih untuk bermusyawarah dalam mencari jalan keluar terhadap pekerja tidak tetap (outsourcing) di RS Pertamina, sebanyak 51 pekerja Senin, (7/11) menggelar aksi mogok kerja di halaman belakang RS Pertamina.
Mereka yang ikut mogok kerja ini berasal dari berbagai bagian mulai dari petugas keamanan, cleaning service, bagian dapur, supir, perawatan tamanan dan Koperasi RS Medical Pertamina.
Ketua Koordinator aksi mogok kerja Jimi (30) yang juga salah satu pekerja outsourching di RS Pertamina mengatakan, dalam aksi demo ini mereka melibatkan Serikat Buruh Bersatu Prabumulih (SBBP) dengan harapan apa yang mereka tuntut dapat dipenuhi. Adapun
tuntutan yang mereka minta diantaranya agar diangkat sebagai karyawan tetap di RS Pertamina sebab mereka sudah bertahun-tahun bekerja di RS Pertamina.
"Bahkan ada kawan kami yang sudah bekerja 30 tahun tapi belum diangkat sebagai karyawan tetap serta kami minta agar manajemen di RS Pertamina jangan bersikap arogan sebab kami sebagai pekerja merasa dianaktirikan dan tolong perhatikan kesejahteraan kami. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka akan terus mogok kerja sampai tuntutan kami dipenuhi," tegas Jimi.
Ketua Serikat Buruh Bersatu Kota Prabumulih Desta menambahkan, pihak RS Pertamedika merupakan pihak pemberi kerja di mana PT Indograha sebagai pemenang tender dari pekerjaan yang diborongkan pihak RS Pertamina sehingga pihak RS Pertamina mempunyai kepentingan dan tanggung jawab atas lancarnya pekerjaan yang diborongkan.
“Jika pekerjaan yang diborongkan tersebut mengalami kendala yang pertama kali kena imbasnya yakni pihak RS Pertamina bukannya pihak PT Indograha dan sistem kontrak antara pihak RS Pertamina dan PT Indograha dari Palembang yang berdasarkan pada volume pekerjaan bukan pada jumlah pekerja yang dibutuhkan ini menunjukan pihak RS Pertamina bertentangan dengan UU No 33/2003 dimana sistem kontrak tersebut tidak ada jaminan dari pihak RS Pertamina terhadap hak-hak pekerja yang diperkerjakan pihak pemenang tender serta pihak RS Pertamina kesulitan mengintervensi PT Indograha disaat terjadi permasalahan antara outsourching dengan PT Indograha," jelasnya.
Ditinjau dari sifat dan jenis pekerjaan lanjutnya, semestinya pekerjaan itu tidak dapat dikontrakan kembali melebihi 3 tahun karena pekerjaan itu bersifat rutin, tetap, berulang dan ditempat yang sama sedangkan masa kerja para outsourcing tersebut sudah dari 0 sampai 30 tahun. Hal ini seharusnya menjadi pertimbangkan bagi RS Pertamina untuk lebih memperhatikan dan menjamin hak-hak serta kesejahteraan mereka selaku pekerja.
Mengenai pertemuan antara pihak PT Indograha dengan pihak pekerja outsourcing yang dimediasi pihak Disnaker Prabumulih pada 28 September lalu, bagi mereka hal itu terkesan janggal dan dipaksakan karena surat pemberitahuan untuk pertemuan itu diterima pukul 08.00 WIB pagi sedangkan pertemuan akan diadakan pukul 10.00 WIB bertempat di kantor Disnakertrans kota Prabumulih.
Sementara Direktur RS Pertamina Subandriyo S melaui Seketaris Humas Yudi mengatakan, mulai kontrak kerjasama (MoU) dengan PT Indograha dimulai awal bulan Januari dan berakhir pada 31 Desember 2011. Namun kenyataanya dari pihak PT Indograha memang sudah bermasalah dengan pihak pekerja yang menggelar aksi mogok kerja sekarang. Sehingga pihak RS Pertamina berkemungkinan akan memblacklist PT Indograha Palembang tersebut dan pernah juga diberitahukan pihak rumah sakit mengenai masalah peralatan kebersihan tidak sesuai dengan yang diinginkan namun tidak dipenuhi dari PT Indograha.
"Kita dari RS Pertamina tidak dapat ikut campur masalah ini karena ini sudah di serah terimakan pekerjaan dengan PT Indograha selaku pemenang tender dan hal ini sudah kita laporkan ke PT Pertamina Jakarta pusat sebab RS Pertamina Kota Prabumulih termasuk 90 % anak cabang PT Pertamina Pusat.
Saat disinggung mengenai jumlah anggaran yang dimenangkan PT Indograha, Yudi mengaku masalah itu ia tidak mengetahui sama sekali karena mereka hanya mengurusi administrasi saja. (and)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.