Palembang, SN
Pemerintah Kota (pemkot) Palembang tahun ini menganggarkan dana senilai Rp 1,5 miliar dari APBD untuk bantuan masjid dan musholla. Jumlah ini sama seperti tahun lalu.
“Tapi, kami upayakan akan ada penambahan jika memang dibutuhkan,” kata Kepala Subbagian Urusan Agama Bagian Sosial Masyarakat Setda Kota Palembang Alhidir di ruang kerjanya, Senin (16/1).
Masjid-masjid yang menerima bantuan jumlahnya juga tak bertambah, tetap 224 masjid, dengan masing-masing kecamatan ada 14 masjid yang dipilih untuk mendapat bantuan.
“Camat mengusulkan masjid yang akan menerima bantuan,” ujar Alhidir pula.
Ia menyebut pemberian bantuan akan disesuaikan. Walikota memberikan bantuan dikisaran Rp 10-20 juta, dan Wakil Walikota sekitar Rp 7,5-10 juta.
Diakui Alhidir, bantuan untuk 224 masjid ini memang masih belum bisa mengcover jumlah masjid yang ada di Palembang.
“Palembang saat ini sudah ada sekitar 784 masjid. Karena itu, setiap tahunnya harus kita periksa. Yang kita prioritaskan yang belum pernah mendapat bantuan,” ujar dia.
Mengenai gerakan seribu satu masjid, tambah Alhidir, saat ini terus berlanjut. Setiap tahunnya selalu ada masjid yang dibangun.
“Tahun 2011 lalu ada 782 masjid, awal tahun ini sudah ada dua masjid, jadi total ada 784 masjid. Gerakan seribu satu masjid ini akan terus dilanjutkan. Khususnya untuk daerah pinggiran kota yang belum memadai fasilitas ibadahnya,” kata Alhidir.(win)
Rabu, 18 Januari 2012
Dewan Dukung Inofasi SMK
Palembang, SN
Melihat gencarnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam berkreasi dan berinofasi merakit dan menciptakan produk siap pakai membuat Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) memberikan dukungan penuh.
Dikatakan Angota DPR Komisi IV Ir H Suardi, DPR sangat mendukung apa yang dilakukan oleh siswa SMK yang bisa dan mulai memproduksi barang-barang yang bersifat ekonomis "kita sangat mendukung penuh apa yang dilakukan siswa SMK, dan itu sangat baik untuk para siswa sendiri," ujarnya saat ditemui di ruangannya Selasa (17/01).
Suardi menagatakan, Dewan memang tidak memiliki anggaran khusus untuk perakitan yang dilakukan siswa. " Kita tidak memiliki dana khususu karena kita sifatnya hanya mengawasi, melegeslasi dan menyetujui, namun kalau memang dari dinas menanggarkan dan kita nilai memang layak kita akan mendukung penuh, karena tekhnisnya semua ada di dinas, "ujar Suardi.
Selain itu Suardi menambakan, seandainya memang SMK tesebut sudah memiliki setandar produk yang telah diakui, dewan lebih sangat mendukung karena nantinya bisa terus diproduksi dan bisa mengahasilkan karena bersifat ekonomis," kalau memang telah memiliki standar produk kita pasti sangat mendukung, "tegasnya.
Menanggapi soal lata atau ikut-ikutan sisaw SMK dari daerah lain Suardi mengatakan, bisa jadi itu suatu awal yang baik walaupun biasanya yang namanya ikut-ikutan itu tidak akan bertahan lama," kalau ikut-ikutan memang tidak akan bertahan lama namun ini bisa menjadi motifasi untuk siswa lainnya,"terangnya.
Melihat siswa SMK dari daerah lain yang telah dulu bisa merakit mobil Suardi mengatakan, itu semua dikarenakan dalam kurikulum mereka sudah ada dan tinggal pengaplikasiannya, "mereka memang telah ada kurukulumnya dan kita belum memiliki, kalau soal merakit memang setiap siswa telah bisa dan telah belajar hal tersebut, "tegasnya.
Dalam perkembangannya kreatifitas siswa SMK sekarang ini bisa dibilang sangat maju, dimana untuk Kota Palembang sendiri siswa SMK telah bisa merakit laptop dan sepeda motor walaupun masih harus di sempurnakan lagi.(win)
Melihat gencarnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam berkreasi dan berinofasi merakit dan menciptakan produk siap pakai membuat Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) memberikan dukungan penuh.
Dikatakan Angota DPR Komisi IV Ir H Suardi, DPR sangat mendukung apa yang dilakukan oleh siswa SMK yang bisa dan mulai memproduksi barang-barang yang bersifat ekonomis "kita sangat mendukung penuh apa yang dilakukan siswa SMK, dan itu sangat baik untuk para siswa sendiri," ujarnya saat ditemui di ruangannya Selasa (17/01).
Suardi menagatakan, Dewan memang tidak memiliki anggaran khusus untuk perakitan yang dilakukan siswa. " Kita tidak memiliki dana khususu karena kita sifatnya hanya mengawasi, melegeslasi dan menyetujui, namun kalau memang dari dinas menanggarkan dan kita nilai memang layak kita akan mendukung penuh, karena tekhnisnya semua ada di dinas, "ujar Suardi.
Selain itu Suardi menambakan, seandainya memang SMK tesebut sudah memiliki setandar produk yang telah diakui, dewan lebih sangat mendukung karena nantinya bisa terus diproduksi dan bisa mengahasilkan karena bersifat ekonomis," kalau memang telah memiliki standar produk kita pasti sangat mendukung, "tegasnya.
Menanggapi soal lata atau ikut-ikutan sisaw SMK dari daerah lain Suardi mengatakan, bisa jadi itu suatu awal yang baik walaupun biasanya yang namanya ikut-ikutan itu tidak akan bertahan lama," kalau ikut-ikutan memang tidak akan bertahan lama namun ini bisa menjadi motifasi untuk siswa lainnya,"terangnya.
Melihat siswa SMK dari daerah lain yang telah dulu bisa merakit mobil Suardi mengatakan, itu semua dikarenakan dalam kurikulum mereka sudah ada dan tinggal pengaplikasiannya, "mereka memang telah ada kurukulumnya dan kita belum memiliki, kalau soal merakit memang setiap siswa telah bisa dan telah belajar hal tersebut, "tegasnya.
Dalam perkembangannya kreatifitas siswa SMK sekarang ini bisa dibilang sangat maju, dimana untuk Kota Palembang sendiri siswa SMK telah bisa merakit laptop dan sepeda motor walaupun masih harus di sempurnakan lagi.(win)
TKI Sumsel Lirik Hongkong
Palembang, SN
Jika selama ini Malaysia jadi tujuan favorit tenaga kerja asal Sumatera Selatan, kini mereka mulai melirik Hong Kong sebagai tempat mencari nafkah sebagai penata laksana rumah tangga.
Berdasarkan catatan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Palembang, jumlah TKI yang berangkat ke Hong Kong terus meningkat. Tahun 2010 hanya 15 TKI, kini jumlahnya melonjak jadi 82 orang.
Faktor gaji diyakini jadi alasan utama para TKI Sumsel memilih Hong Kong. “Gajinya jauh lebih besar, bisa tiga kali lipat lebih dari Malaysia. Makanya banyak yang beralih ke Hong Kong walaupun lokasinya lebih jauh,” kata Kepala Seksi Penyiapan dan Penempatan BP3TKI Palembang, Ahmad Salaby, Senin (16/1).
Dalam sebulan, ujar Salaby, TKI yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga di Hong Kong bisa mengantongi Rp gaji 4,5 juta. “Di Malaysia hanya Rp 1,7-1,8 juta per bulan.”
Moratorium atau penghentian sementara pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Malaysia dan Arab Saudi oleh pemerintah sejak tahun kemarin, disebutkan Salaby juga jadi pemicu TKI asal Sumsel melirik Hong Kong.
“Ada pula yang ke Singapura dan Taiwan,” ujarnya, seraya menambahkan provinsi tetangga Sumsel, misalnya Lampung, juga mulai memberangkatkan TKInya sejak 2011 lalu.
Secara keseluruhan, hingga akhir tahun 2011, total TKI asal Sumsel yang diberangkatkan melalui BP3TKI menurun tajam. Tercatat hanya 1.090 TKI saja yang diberangkatkan, yakni 716 ke Malaysia, 149 ke Singapore, 82 ke hongkong, 44 ke Taiwan dan sisanya ke Qatar. Pada 2010, pengiriman TKI sebanyak 1.831 orang.
Kendati ada perbedaan kultur dan bahasa antara Indonesia dan Hong Kong, Salaby mengatakan itu tidak jadi persoalan. Sebab, sebelum diberangkatkan, TKI ini terlebih dulu diberikan pembekalan. Sehingga mereka benar-benar siap bekerja, berkomunikasi, dan menggunakan berbagai peralatan elektronik pendukung.
Sebelumnya, Kepala BP3TKI Palembang, Sri Haryanti mengatakan minat masyarakat Sumsel menjadi TKI masih sangat tinggi. Terutama mereka yang berasal dari Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Banyuasin.
“Banyak juga TKI yang sukses, Ini mememotivasi warga lainnya di Sumsel untuk jadi TKI di luar negeri,” ujar Sri.(win)
Jika selama ini Malaysia jadi tujuan favorit tenaga kerja asal Sumatera Selatan, kini mereka mulai melirik Hong Kong sebagai tempat mencari nafkah sebagai penata laksana rumah tangga.
Berdasarkan catatan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Palembang, jumlah TKI yang berangkat ke Hong Kong terus meningkat. Tahun 2010 hanya 15 TKI, kini jumlahnya melonjak jadi 82 orang.
Faktor gaji diyakini jadi alasan utama para TKI Sumsel memilih Hong Kong. “Gajinya jauh lebih besar, bisa tiga kali lipat lebih dari Malaysia. Makanya banyak yang beralih ke Hong Kong walaupun lokasinya lebih jauh,” kata Kepala Seksi Penyiapan dan Penempatan BP3TKI Palembang, Ahmad Salaby, Senin (16/1).
Dalam sebulan, ujar Salaby, TKI yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga di Hong Kong bisa mengantongi Rp gaji 4,5 juta. “Di Malaysia hanya Rp 1,7-1,8 juta per bulan.”
Moratorium atau penghentian sementara pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Malaysia dan Arab Saudi oleh pemerintah sejak tahun kemarin, disebutkan Salaby juga jadi pemicu TKI asal Sumsel melirik Hong Kong.
“Ada pula yang ke Singapura dan Taiwan,” ujarnya, seraya menambahkan provinsi tetangga Sumsel, misalnya Lampung, juga mulai memberangkatkan TKInya sejak 2011 lalu.
Secara keseluruhan, hingga akhir tahun 2011, total TKI asal Sumsel yang diberangkatkan melalui BP3TKI menurun tajam. Tercatat hanya 1.090 TKI saja yang diberangkatkan, yakni 716 ke Malaysia, 149 ke Singapore, 82 ke hongkong, 44 ke Taiwan dan sisanya ke Qatar. Pada 2010, pengiriman TKI sebanyak 1.831 orang.
Kendati ada perbedaan kultur dan bahasa antara Indonesia dan Hong Kong, Salaby mengatakan itu tidak jadi persoalan. Sebab, sebelum diberangkatkan, TKI ini terlebih dulu diberikan pembekalan. Sehingga mereka benar-benar siap bekerja, berkomunikasi, dan menggunakan berbagai peralatan elektronik pendukung.
Sebelumnya, Kepala BP3TKI Palembang, Sri Haryanti mengatakan minat masyarakat Sumsel menjadi TKI masih sangat tinggi. Terutama mereka yang berasal dari Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Banyuasin.
“Banyak juga TKI yang sukses, Ini mememotivasi warga lainnya di Sumsel untuk jadi TKI di luar negeri,” ujar Sri.(win)
Pelantikan PNS formasi 2009, HBA Tes Panca Prasetya Korpri
* CPNS Banyak Tidak Hafal
Empat Lawang, SN
Ada yang menarik dalam pengambilan sumpah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2009 Kabupaten Empat Lawang Selasa (17/1), Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri SE MM secara spontan menguji kemampuan CPNS, terutama hapalan panca prasetya korpri.
Ternyata setelah dipanggil ke depan banyak CPNS yang tidak hafal, sehingga harus mundur dan diberikan waktu 10 menit untuk menghapal, menariknya lagi masi ada CPNS yang terbatah-batah dan kembali lupa hafalannya.
Suasana menjadi tegang karena tidak hanya Panca Prasetya yang dites namun Pancasila,lagu indonesia raya bahkan visi misi serta grand Strategi Empat Lawang Emas juga di tes, nama yang dipanggil pun di acak mulai dari peserta yang datang terlambat sampai nama yang di pilih undangan yang hadir.
Suasana kembali tegang saat mantan Ketua DPRD Lahat mengancam akan menunda pengangkatan CPNS yang tidak hafal. Namun tidak lama kemudian suasan menjadi ramai karena ketidak hapalan peserta menjadi gelak tawa undangan, terutama salah pengucapan pancasila yang singkat itu. "Saya hanya ingin membina mental dan melihat langsung hasil Prajabatan selama ini, ternyata masih banyak yang tidak hafal," kata HBA, kemarin.
Selaku Abdi Negara kata HBA PNS seharus memahami Panca Prasetya Korpri, menjalankannya dengan sesungguh hati. Bukan membocorkan rahasia negara yang patut dirahasiakan. Apalagi sampai memberikan copy dokumen ke pihak yang tidak bertanggung jawab karena mengharap imbalan yang tidak seberapa. "Saya harap PNS Empat Lawang yang baik, disiplin, rajin dan bertanggung jawab,serta dapat menjaga nama baik kabupaten Empat Lawang," katanya.
Selanjutnya dalam kesempatan ini HBA menyampaikan Kecerdasan dan kemampuan PNS juga menjadi tanggung jawab kepala SKPD yang juga turut mengawasi dan membina PNS yang dilingkungannya, jangan sebaliknya malah melindungi PNS yang bobrok, misalnya tidak melaporkan PNS yang bandel. "Jika ini terjadi kepala SKPD yang akan saya sanksi, terlebih dalam penerapan dan pengawasan enam hari kerja," ujar HBA.
Semenatara itu pada pengucapan sumpah mendapat pengawalan ketat, tidak hanya pegawai BKD yang mengawasi namun beberapa anggota sat pol pp dipimpin kasat pol pp turun memperhatikan peserta.
Hal ini dilakukan agar 480 CPNS yang diambil sumpah mengucapkan sumpah.sisi lain Pada kesempatan ini juga HBA mengucapkan selamat kepada 480 CPNS yang diambil sumpah, berharap menjadi PNS yang baik dan dibanggakan bangsa dan Negara. (eko)
Empat Lawang, SN
Ada yang menarik dalam pengambilan sumpah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2009 Kabupaten Empat Lawang Selasa (17/1), Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri SE MM secara spontan menguji kemampuan CPNS, terutama hapalan panca prasetya korpri.
Ternyata setelah dipanggil ke depan banyak CPNS yang tidak hafal, sehingga harus mundur dan diberikan waktu 10 menit untuk menghapal, menariknya lagi masi ada CPNS yang terbatah-batah dan kembali lupa hafalannya.
Suasana menjadi tegang karena tidak hanya Panca Prasetya yang dites namun Pancasila,lagu indonesia raya bahkan visi misi serta grand Strategi Empat Lawang Emas juga di tes, nama yang dipanggil pun di acak mulai dari peserta yang datang terlambat sampai nama yang di pilih undangan yang hadir.
Suasana kembali tegang saat mantan Ketua DPRD Lahat mengancam akan menunda pengangkatan CPNS yang tidak hafal. Namun tidak lama kemudian suasan menjadi ramai karena ketidak hapalan peserta menjadi gelak tawa undangan, terutama salah pengucapan pancasila yang singkat itu. "Saya hanya ingin membina mental dan melihat langsung hasil Prajabatan selama ini, ternyata masih banyak yang tidak hafal," kata HBA, kemarin.
Selaku Abdi Negara kata HBA PNS seharus memahami Panca Prasetya Korpri, menjalankannya dengan sesungguh hati. Bukan membocorkan rahasia negara yang patut dirahasiakan. Apalagi sampai memberikan copy dokumen ke pihak yang tidak bertanggung jawab karena mengharap imbalan yang tidak seberapa. "Saya harap PNS Empat Lawang yang baik, disiplin, rajin dan bertanggung jawab,serta dapat menjaga nama baik kabupaten Empat Lawang," katanya.
Selanjutnya dalam kesempatan ini HBA menyampaikan Kecerdasan dan kemampuan PNS juga menjadi tanggung jawab kepala SKPD yang juga turut mengawasi dan membina PNS yang dilingkungannya, jangan sebaliknya malah melindungi PNS yang bobrok, misalnya tidak melaporkan PNS yang bandel. "Jika ini terjadi kepala SKPD yang akan saya sanksi, terlebih dalam penerapan dan pengawasan enam hari kerja," ujar HBA.
Semenatara itu pada pengucapan sumpah mendapat pengawalan ketat, tidak hanya pegawai BKD yang mengawasi namun beberapa anggota sat pol pp dipimpin kasat pol pp turun memperhatikan peserta.
Hal ini dilakukan agar 480 CPNS yang diambil sumpah mengucapkan sumpah.sisi lain Pada kesempatan ini juga HBA mengucapkan selamat kepada 480 CPNS yang diambil sumpah, berharap menjadi PNS yang baik dan dibanggakan bangsa dan Negara. (eko)
Pemimpin Umat Budha Sumbagsel Wafat
Palembang, SN
Pemimpin umat Budha wilayah II Sumbagsel, Bante (Biksu) Vajra Giri Mahastavirya pada Senin (16/1) wafat dalam usia 82 tahun.
Wafatnya Sangha Agung Indonesia wilayah II ini cukup membuat umat Budha khususnya yang berada di Sumbagsel merasa kehilangan karena almarhum dikenal dekat dengan semua kalangan.
Tokoh umat Budha Sumsel, Johan Ong menjelaskan, rencananya almarhum dikremasi Rabu (18/1) pukul 13.00 WIB dengan dihadiri 55 biksu dari seluruh Indonesia serta umat Budha di Sumbagsel.
"Selama hidup Bante Vajra Giri Mahastavirya dikenal dengan siapapun. Dia juga dikenal enerjik meski sudah berusia lanjut. Sosok almarhum semasa hidup mampu menginspirasi kami semua," terang Johan Ong. (rhd)
Pemimpin umat Budha wilayah II Sumbagsel, Bante (Biksu) Vajra Giri Mahastavirya pada Senin (16/1) wafat dalam usia 82 tahun.
Wafatnya Sangha Agung Indonesia wilayah II ini cukup membuat umat Budha khususnya yang berada di Sumbagsel merasa kehilangan karena almarhum dikenal dekat dengan semua kalangan.
Tokoh umat Budha Sumsel, Johan Ong menjelaskan, rencananya almarhum dikremasi Rabu (18/1) pukul 13.00 WIB dengan dihadiri 55 biksu dari seluruh Indonesia serta umat Budha di Sumbagsel.
"Selama hidup Bante Vajra Giri Mahastavirya dikenal dengan siapapun. Dia juga dikenal enerjik meski sudah berusia lanjut. Sosok almarhum semasa hidup mampu menginspirasi kami semua," terang Johan Ong. (rhd)
Dua Mayat Ditemukan Penuh Luka Bacokan
Inderalaya, SN
Warga Desa Arisan Deras Kecamatan Rantau Panjang di hebohkan atas penemuan 2 mayat laki-laki dengan keadaan tubuh yang bersimbah darah pada Selasa (17/1).
Tubuh mayat yang penuh dengan luka tusukan tersebut ditemukan tergeletak di pinggir jalan desa arisan deras. Kedua mayat tersebut ditemukan saksi pedagang ayam masing-masing Birin (22) dan Edi (26), keduanya warga Kelurahan Tanjung Raja dan saksi jalili (50), warga kelurahan Tajung raja selatan sekitar pukul 00.45 WIB.
Sedangkan motif pembunuhan belum jelas, dikarenakan Kepolisian Tanjung Raja masih mencari bukti-bukti terkait pembunuhan tersebut. Yang terlihat oleh saksi pertamakali adalah kaki mayat yang timbul diantara rerumputan sedangkan tubuh korban tertutup semak belukar.
Korban yang identitasnya diketahui bernama, Puad (50) warga Desa Pematang Kroya Kecamatan Eantau Panjang dan diketahui meninggalkan seorang istri yang tengah hamil 8 bulan. Korban meninggal dengan kondisi mengenaskan.
Selain itu korban juga mengalami luka robek di perut sepanjang 15 cm, sedangkan korban Sangkut (30) yang tak lain adalah keponakan puad sendiri, mengalami luka tusuk di kepala.
Kedua mayat tersebut langsung dilarikan ke puskesmas tanjung raja untuk divisum setelah itu kedua koban langsung dikebumikan keluarga.
Kapolsek Tanjung Raja AKP Edi Siregar saat dimintai keterangan menjelaskan, saat petugas mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kedua korban sudah dalam keadaan meninggal dengan luka di sekujur tubuh.
“Untuk saat ini belum ada laporan dari pihak keluarga,diduga kuat kedua korban ini dibunuh,tapi saya optimis pembunuhan ini secepatnya akan kami bongkar dan pelaku pembunuhan masih terus kami selidiki” tuturnya. (man)
Warga Desa Arisan Deras Kecamatan Rantau Panjang di hebohkan atas penemuan 2 mayat laki-laki dengan keadaan tubuh yang bersimbah darah pada Selasa (17/1).
Tubuh mayat yang penuh dengan luka tusukan tersebut ditemukan tergeletak di pinggir jalan desa arisan deras. Kedua mayat tersebut ditemukan saksi pedagang ayam masing-masing Birin (22) dan Edi (26), keduanya warga Kelurahan Tanjung Raja dan saksi jalili (50), warga kelurahan Tajung raja selatan sekitar pukul 00.45 WIB.
Sedangkan motif pembunuhan belum jelas, dikarenakan Kepolisian Tanjung Raja masih mencari bukti-bukti terkait pembunuhan tersebut. Yang terlihat oleh saksi pertamakali adalah kaki mayat yang timbul diantara rerumputan sedangkan tubuh korban tertutup semak belukar.
Korban yang identitasnya diketahui bernama, Puad (50) warga Desa Pematang Kroya Kecamatan Eantau Panjang dan diketahui meninggalkan seorang istri yang tengah hamil 8 bulan. Korban meninggal dengan kondisi mengenaskan.
Selain itu korban juga mengalami luka robek di perut sepanjang 15 cm, sedangkan korban Sangkut (30) yang tak lain adalah keponakan puad sendiri, mengalami luka tusuk di kepala.
Kedua mayat tersebut langsung dilarikan ke puskesmas tanjung raja untuk divisum setelah itu kedua koban langsung dikebumikan keluarga.
Kapolsek Tanjung Raja AKP Edi Siregar saat dimintai keterangan menjelaskan, saat petugas mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kedua korban sudah dalam keadaan meninggal dengan luka di sekujur tubuh.
“Untuk saat ini belum ada laporan dari pihak keluarga,diduga kuat kedua korban ini dibunuh,tapi saya optimis pembunuhan ini secepatnya akan kami bongkar dan pelaku pembunuhan masih terus kami selidiki” tuturnya. (man)
Kepergok Curi Motor, ABG Diamankan
Muara Enim, SN
Nasib sial dialami, Taufik bin Umroni (17), anak baru gede (ABG) yang tinggal Dusun III Desa Gunung Megang Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, belum sempat menikmati hasil curian sepeda motor, tersangka keburu ditangkap pemiliknya, honorer PBK, Ferdinan Bin Nazarudin warga Dusu I Desa Gunung Megang Luar Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim.
Kejadiannya, Selasa (17/1) sekitar pukul 15.30 WIB, ketika korban bersama istrinya sedang asik nonton acara TV di ruang tamu rumahnya. Lalu, korban mendengar suara gaduh dari teras, karena curiga, korban mengintip dibalik tirai jendela.
Terkejutnya lagi, ada dua tersangka yang mencoba mencuri sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hitam dengan nomor polisi BG 2046 OF miliknya. Hanya saja, keduanya berbagi tugas, ada yang menjadi eksekutor, dan tersangka satunya lagi menunggu diatas motor di pinggir jalan.
Namun, tersangka tak berhasil membawa kabur, lantaran cakram motor tergembok. Dalam hitungan detik saja, korban keluar langsung menyergap tersangka. Kendati, tersangka sempat kabur, namun berhasil ditangkap korban tak jauh dari halaman rumah. Tak ayal, korban yang kesal dengan ulah tersangka diduga melampiaskannya dengan memberikan bogem mentah.
Bahkan warga sekitar yang mengetahui hal tersbut berusaha untuk
menghakiminya, namun beruntung ada petugas Polsek Gunung Megang yang ketika itu sedang berpatroli. Kemudian, mengamankan pelaku ke Polsek Gunung Megang untuk diperoses lebih lanjut.
Sementara tersangka lainnya, pada saat kejadian telah menunggu di pingir jalan, langsung tancap gas dengan sepeda motornya, karena rekannya telah berhasil ditangkap pemiliknya.
Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Tri Wahyudi didampingi Kapolsek AKP Ahmad Jais, Selasa (17/1) membenarkan telah mengamankan tersangka di Polsek Gunung Megang. Pihaknya, kini masih melakukan pemeriksaan terjadap tersangka curanmor tersebut.
Mengenai pelaku lainnya yang berhasil kabur kata Tri, masih dalam pengejaran anggota. Tentunya, dengan tertangkapnya tersangka curanmor ini, menjadi jalan guna mengungkap kasus curanmor lainnya yang diduga melibatkan tersangka. Mengingat, pihaknya telah menerima banyak laporan terkait pencurian kendaraan bermotor. (yud)
Nasib sial dialami, Taufik bin Umroni (17), anak baru gede (ABG) yang tinggal Dusun III Desa Gunung Megang Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, belum sempat menikmati hasil curian sepeda motor, tersangka keburu ditangkap pemiliknya, honorer PBK, Ferdinan Bin Nazarudin warga Dusu I Desa Gunung Megang Luar Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim.
Kejadiannya, Selasa (17/1) sekitar pukul 15.30 WIB, ketika korban bersama istrinya sedang asik nonton acara TV di ruang tamu rumahnya. Lalu, korban mendengar suara gaduh dari teras, karena curiga, korban mengintip dibalik tirai jendela.
Terkejutnya lagi, ada dua tersangka yang mencoba mencuri sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hitam dengan nomor polisi BG 2046 OF miliknya. Hanya saja, keduanya berbagi tugas, ada yang menjadi eksekutor, dan tersangka satunya lagi menunggu diatas motor di pinggir jalan.
Namun, tersangka tak berhasil membawa kabur, lantaran cakram motor tergembok. Dalam hitungan detik saja, korban keluar langsung menyergap tersangka. Kendati, tersangka sempat kabur, namun berhasil ditangkap korban tak jauh dari halaman rumah. Tak ayal, korban yang kesal dengan ulah tersangka diduga melampiaskannya dengan memberikan bogem mentah.
Bahkan warga sekitar yang mengetahui hal tersbut berusaha untuk
menghakiminya, namun beruntung ada petugas Polsek Gunung Megang yang ketika itu sedang berpatroli. Kemudian, mengamankan pelaku ke Polsek Gunung Megang untuk diperoses lebih lanjut.
Sementara tersangka lainnya, pada saat kejadian telah menunggu di pingir jalan, langsung tancap gas dengan sepeda motornya, karena rekannya telah berhasil ditangkap pemiliknya.
Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Tri Wahyudi didampingi Kapolsek AKP Ahmad Jais, Selasa (17/1) membenarkan telah mengamankan tersangka di Polsek Gunung Megang. Pihaknya, kini masih melakukan pemeriksaan terjadap tersangka curanmor tersebut.
Mengenai pelaku lainnya yang berhasil kabur kata Tri, masih dalam pengejaran anggota. Tentunya, dengan tertangkapnya tersangka curanmor ini, menjadi jalan guna mengungkap kasus curanmor lainnya yang diduga melibatkan tersangka. Mengingat, pihaknya telah menerima banyak laporan terkait pencurian kendaraan bermotor. (yud)
14 Calon Wako Pagaralam Mulai Sosialisasi
Pagaralam, SN
Pergantian Walikota Pagaralam, hanya tinggal satu tahun lagi 2013, namun calon kepala daerah yang akan bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu tersebut sudah mulai bermunculan, dan bersosialisasi.
Sedikitnya ada 14 nama yang muncul meramaikan bursa calon Walikota Pagaralam seperti Suharindi, Spd MM (anggota DPRD Sumsel), Alpian SH (anggota DPRD Kota Pagaralam), Dwikora Sasatra Negara, SH (anggota DPRD Kota Pagaralam), Ida Fitriati M Kes (wakil walikota Pagaralam), Budiarto Marsul (anggota DPRD Sumsel), Mukti Sulaiman, (Asisten Pemerintahan Pemprov Sumsel), Yulizar Dinoto (Kepala BPBD Sumsel) dan Aruji Kartawinata (anggota DPRD Sumsel).
Kemudian, Suzana Septiana (kepala Dinas Koperasi Lubuk Linggau), Sofyan Djamal (wakil Bupati Empatlawang), Muchtar (kepala Dinas), Kusaimi Yatip (asisten II Pemkot Pagaralam), Haryanto (Kepala Dinas PPKA), Ruslan Abdul Gani, SE (Ketua DPRD Kota Pagaralam).
"Kita serahkan pencalonan sebagai Walikota Pagaralam kepada Partai Amanat Nasional (PAN). Saya selalu menjalankan komunikasi dengan partai," kata Suharindi.
Lanjutnya, dukungan masyarakat terhadap dirinya untuk pencalonan wali kota itu sudah banyak sampai sekarang ini.
"Partai tentunya mengutamakan kader yang layak untuk dicalonkan, dan berdasarkan kondisi dukungan di masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, kalau pasangannya sendiri, itu nanti dipikirkan dan tentunya disesuaikan dengan bagaimana hasil survei.
"Kalau mengenai sejumlah nama sebagai anggota dewan yang telah menyatakan siap untuk maju pada pemilihan kepala daerah di Kota Pagaralam, ia menyatakan, wajar dan itu boleh saja sebagai warga negara," ungkapnya.
Senada diungkapkan, Alpian, semua kandidat mempunyai kans pada pemilihan Walikota Pagaralam, namun tergantung dukungan baik dari partai dan masyarakat.
"Namun kita berharap siapapun yang menjadi walikota harus mampu meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan pengelolaan potensi alam dan kebutuhan masyarakat paling mendasar," ungkapnya.
Sementara itu Wakil Walikota Pagaralam, Ida Fitriati mengatakan, jika dipercaya masyarakat ia akan maju menjadi calon Walikota Pagaralam pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2013 mendatang.
"Kita perlu melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan pemerintaha saat ini, terutama dalam menggali semua potensi wisata alam dan peninggalan sejarah yang sudah banyak mengundang decak kagum dunia internasional," ungkapnya.
Pagaralam sudah banyak kemajuan dan perlu dilakukan pembangunan secara kesinambungan seperti program pembangunan bidang wisata dan ekonomi kerakyatan.
"Saya ingin mengabdikan diri untuk kemajuan Kota Pagaralam, jika dipercaya menjadi Walikota Pagaralam," ungkapnya. (asn)
Pergantian Walikota Pagaralam, hanya tinggal satu tahun lagi 2013, namun calon kepala daerah yang akan bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu tersebut sudah mulai bermunculan, dan bersosialisasi.
Sedikitnya ada 14 nama yang muncul meramaikan bursa calon Walikota Pagaralam seperti Suharindi, Spd MM (anggota DPRD Sumsel), Alpian SH (anggota DPRD Kota Pagaralam), Dwikora Sasatra Negara, SH (anggota DPRD Kota Pagaralam), Ida Fitriati M Kes (wakil walikota Pagaralam), Budiarto Marsul (anggota DPRD Sumsel), Mukti Sulaiman, (Asisten Pemerintahan Pemprov Sumsel), Yulizar Dinoto (Kepala BPBD Sumsel) dan Aruji Kartawinata (anggota DPRD Sumsel).
Kemudian, Suzana Septiana (kepala Dinas Koperasi Lubuk Linggau), Sofyan Djamal (wakil Bupati Empatlawang), Muchtar (kepala Dinas), Kusaimi Yatip (asisten II Pemkot Pagaralam), Haryanto (Kepala Dinas PPKA), Ruslan Abdul Gani, SE (Ketua DPRD Kota Pagaralam).
"Kita serahkan pencalonan sebagai Walikota Pagaralam kepada Partai Amanat Nasional (PAN). Saya selalu menjalankan komunikasi dengan partai," kata Suharindi.
Lanjutnya, dukungan masyarakat terhadap dirinya untuk pencalonan wali kota itu sudah banyak sampai sekarang ini.
"Partai tentunya mengutamakan kader yang layak untuk dicalonkan, dan berdasarkan kondisi dukungan di masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, kalau pasangannya sendiri, itu nanti dipikirkan dan tentunya disesuaikan dengan bagaimana hasil survei.
"Kalau mengenai sejumlah nama sebagai anggota dewan yang telah menyatakan siap untuk maju pada pemilihan kepala daerah di Kota Pagaralam, ia menyatakan, wajar dan itu boleh saja sebagai warga negara," ungkapnya.
Senada diungkapkan, Alpian, semua kandidat mempunyai kans pada pemilihan Walikota Pagaralam, namun tergantung dukungan baik dari partai dan masyarakat.
"Namun kita berharap siapapun yang menjadi walikota harus mampu meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan pengelolaan potensi alam dan kebutuhan masyarakat paling mendasar," ungkapnya.
Sementara itu Wakil Walikota Pagaralam, Ida Fitriati mengatakan, jika dipercaya masyarakat ia akan maju menjadi calon Walikota Pagaralam pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2013 mendatang.
"Kita perlu melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan pemerintaha saat ini, terutama dalam menggali semua potensi wisata alam dan peninggalan sejarah yang sudah banyak mengundang decak kagum dunia internasional," ungkapnya.
Pagaralam sudah banyak kemajuan dan perlu dilakukan pembangunan secara kesinambungan seperti program pembangunan bidang wisata dan ekonomi kerakyatan.
"Saya ingin mengabdikan diri untuk kemajuan Kota Pagaralam, jika dipercaya menjadi Walikota Pagaralam," ungkapnya. (asn)
Kontraktor Lokal Ngeluh Proyek Diborong Oknum Oknum
Baturaja, SN
Kontraktor lokal yang tergabung pada asosiasi BPC Gabungan Pengusaha Seluruh Indonesi (Gapensi) dan Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional (Gapeksindo) Kabupaten OKU mengeluhkan permainan oknum Dewan, oknum PNS, oknum TNI dan oknum Polri yang sering terlibat langsung dalam pengerjaan proyek APBD hingga mengakibatkan kiprah asosiasi menjadi berkurang dan rezeki mereka di rampas .
Keterlibatan oknum ini terungkap, Selasa (17/1) dalam rapat bersama dengan antara anggota dan pengurus asosiasi Gapensi bersama Gapeksindo Kabupaten OKU sebagai upaya persiapan para penyedia jasa menghadapi lelang tender proyek APBD OKU tahun 2012.
Rapat pengurus bersama anggota kedua asosiasi kontraktor ini juga mengungkap sering berbelitnya adminitrasi yang disyaratkan panitia lelang hingga banyak anggotanya terpaksa gigit jari karena tidak bisa lagi melakukan daftar ulang.
“Harapan kami kedepan itu jika administrasinya bisa dipermudah kenapa harus dipersulit, dan kepada Pemerintah Daerah tolonglah ada prioritas terlebih dahulu untuk kita pengusaha lokal yang benar-benar profesinya, bukan proyek itu diberikan kepada oknum yang semata mencari untung," harap Ketua Gapensi OKU, Fuad Efendi.
Dalam rapat bersama ini terungkap pula jika lelang tender yang terjadi di Kabupaten OKU terahir ini sudah terjadi pelanggaran berdasarkan Peraturan Presiden RI (Perpres) Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa yang secara jelas dan gamblang melarang PNS, Angota DPRD, TNI dan Polri ikut terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung.
"Kalau selama ini banyak oknum yang melibatkan diri dalam proses pelalangan proyek APBD yang lalu biarlah berlalu, tapi kedepan para oknum ini tidak usah lagi “bermain” kami semua tau siapa dan bagaimana cara mereka, hargailah profesi kami yang cuma ingin mencari sesuap nasi tanpa ada penghasilan dari gaji seperti mereka, mari kita dukung program pemerintah ini secara nyata dan berkesinambungan, bertindak Fair dan transparan ini harapan semua anggota tanpa bermaksud menyudutkan siapa dan siapa," terang Fuad. (had)
Kontraktor lokal yang tergabung pada asosiasi BPC Gabungan Pengusaha Seluruh Indonesi (Gapensi) dan Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional (Gapeksindo) Kabupaten OKU mengeluhkan permainan oknum Dewan, oknum PNS, oknum TNI dan oknum Polri yang sering terlibat langsung dalam pengerjaan proyek APBD hingga mengakibatkan kiprah asosiasi menjadi berkurang dan rezeki mereka di rampas .
Keterlibatan oknum ini terungkap, Selasa (17/1) dalam rapat bersama dengan antara anggota dan pengurus asosiasi Gapensi bersama Gapeksindo Kabupaten OKU sebagai upaya persiapan para penyedia jasa menghadapi lelang tender proyek APBD OKU tahun 2012.
Rapat pengurus bersama anggota kedua asosiasi kontraktor ini juga mengungkap sering berbelitnya adminitrasi yang disyaratkan panitia lelang hingga banyak anggotanya terpaksa gigit jari karena tidak bisa lagi melakukan daftar ulang.
“Harapan kami kedepan itu jika administrasinya bisa dipermudah kenapa harus dipersulit, dan kepada Pemerintah Daerah tolonglah ada prioritas terlebih dahulu untuk kita pengusaha lokal yang benar-benar profesinya, bukan proyek itu diberikan kepada oknum yang semata mencari untung," harap Ketua Gapensi OKU, Fuad Efendi.
Dalam rapat bersama ini terungkap pula jika lelang tender yang terjadi di Kabupaten OKU terahir ini sudah terjadi pelanggaran berdasarkan Peraturan Presiden RI (Perpres) Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa yang secara jelas dan gamblang melarang PNS, Angota DPRD, TNI dan Polri ikut terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung.
"Kalau selama ini banyak oknum yang melibatkan diri dalam proses pelalangan proyek APBD yang lalu biarlah berlalu, tapi kedepan para oknum ini tidak usah lagi “bermain” kami semua tau siapa dan bagaimana cara mereka, hargailah profesi kami yang cuma ingin mencari sesuap nasi tanpa ada penghasilan dari gaji seperti mereka, mari kita dukung program pemerintah ini secara nyata dan berkesinambungan, bertindak Fair dan transparan ini harapan semua anggota tanpa bermaksud menyudutkan siapa dan siapa," terang Fuad. (had)
Pasar Prabumulih Harus Segera Ditata
Prabumulih, SN
Masyarakat Kota Prabumulih mendesak Pasar Inpres Prabumulih kembali ditata karena sudah sangat semrawut. Amirudin (43) warga Jalan Sudirman, Prabumulih, Selasa (17/1) mengatakan, Pasar Inpres Prabumulih terkesan tidak dikelola dengan baik di mana para pedagang berjualan hampir memakan separuh badan jalan.
Dikatakannya, bila pasar tradisional itu tidak ditata sesegera mungkin dikhawatirkan Kota Prabumulih akan tidak terlihat indah dan sulit mendapat meraih piala Adipura.
“Perbandingannya di pusat pertokoan maupun mal warga berbelanja memperoleh kenyamanan dan pelayanan yang baik. Sementara di pasar tradisional warga mendapati kondisi becek, semrawut dan tidak nyaman,” katanya.
Sementara Herman (26) warga Jalan Arimbi Prabumulih mengakui, arus lalu lintas (lalin) di Kota Prabumulih makin semrawut seiring makin meningkatnya aktivitas pasar dan banyaknya kendaraan melewati Jalan Sudirman Prabumulih.
Kemacetan lalin paling parah terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Prabumulih mulai dari persimpangan rel kereta api (KA) depan Bank BNI sampai di simpang kantor Walikota Prabumulih.
Ada beberapa titik pada ruas jalan itu dijadikan sopir bus antarkota sebagai terminal bayangan. Bahkan beberapa lokasi dijadikan sopir tempat ngetem antara lain depan Mapolsek Prabumulih Timur, depan Bank BNI, depan Hotel Rolfelia, dan lokasi lainnya.
Pada ruas jalan protokol tersebut, arus lalintas lancar hanya bisa ditemui pada malam hari. Selebihnya kemacetan semakin parah dan laju kendaraan terpaksa merayap.
Kemacetan lain makin parah setelah beberapa titik jalan di seberang Pasar Inpres Prabumulih sudah banyak berlubang.
“Sudah pasti macet kak, sebab semua aktivitas terpusat di sini. Mulai dari pasar, pertokoan, perkantoran, tempat ngetem bus, dan angkutan kota serta parkir yang sering meluber ke jalan,” kata Herman.
Kadishub Prabumulih Kosim Cik Aming mengaku sudah mengingatkan pengelola parkir agar tak melakukan parkir hingga berlapis-lapis.
"Selain itu kita juga berjaga-jaga disejumlah titik kemacetan untuk mengatur lalu lintas di depan pasar inpres," ujarnya. (and)
Masyarakat Kota Prabumulih mendesak Pasar Inpres Prabumulih kembali ditata karena sudah sangat semrawut. Amirudin (43) warga Jalan Sudirman, Prabumulih, Selasa (17/1) mengatakan, Pasar Inpres Prabumulih terkesan tidak dikelola dengan baik di mana para pedagang berjualan hampir memakan separuh badan jalan.
Dikatakannya, bila pasar tradisional itu tidak ditata sesegera mungkin dikhawatirkan Kota Prabumulih akan tidak terlihat indah dan sulit mendapat meraih piala Adipura.
“Perbandingannya di pusat pertokoan maupun mal warga berbelanja memperoleh kenyamanan dan pelayanan yang baik. Sementara di pasar tradisional warga mendapati kondisi becek, semrawut dan tidak nyaman,” katanya.
Sementara Herman (26) warga Jalan Arimbi Prabumulih mengakui, arus lalu lintas (lalin) di Kota Prabumulih makin semrawut seiring makin meningkatnya aktivitas pasar dan banyaknya kendaraan melewati Jalan Sudirman Prabumulih.
Kemacetan lalin paling parah terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Prabumulih mulai dari persimpangan rel kereta api (KA) depan Bank BNI sampai di simpang kantor Walikota Prabumulih.
Ada beberapa titik pada ruas jalan itu dijadikan sopir bus antarkota sebagai terminal bayangan. Bahkan beberapa lokasi dijadikan sopir tempat ngetem antara lain depan Mapolsek Prabumulih Timur, depan Bank BNI, depan Hotel Rolfelia, dan lokasi lainnya.
Pada ruas jalan protokol tersebut, arus lalintas lancar hanya bisa ditemui pada malam hari. Selebihnya kemacetan semakin parah dan laju kendaraan terpaksa merayap.
Kemacetan lain makin parah setelah beberapa titik jalan di seberang Pasar Inpres Prabumulih sudah banyak berlubang.
“Sudah pasti macet kak, sebab semua aktivitas terpusat di sini. Mulai dari pasar, pertokoan, perkantoran, tempat ngetem bus, dan angkutan kota serta parkir yang sering meluber ke jalan,” kata Herman.
Kadishub Prabumulih Kosim Cik Aming mengaku sudah mengingatkan pengelola parkir agar tak melakukan parkir hingga berlapis-lapis.
"Selain itu kita juga berjaga-jaga disejumlah titik kemacetan untuk mengatur lalu lintas di depan pasar inpres," ujarnya. (and)
Kebun Karet Perbatasan Jadi Rebutan
Prabumulih, SN
Kebun karet yang berada di perbatasan Kabupaten Muara Enim dengan Ogan Ilir (OI) tepatnya di wilayah desa Segayam Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim menjadi rebutan dua keluarga. Akibat perebutan itu kebun dirusak oleh salah satu yang mengaku pemilik tanah.
Menurut Nasroni (39) perusakan batang karet diatas kebun milik orangtuanya Hasanudin bin Anuwar (60) dilakukan dengan sengaja oleh A Rasyid dan rekannya yang berjumlah sekitar 15 orang pada Sabtu (14/1) lalu. Akibatnya batang karet yang sebelumnya berjumlah 360 batang kini tinggal 50 batang.
Dijelaskan Nasroni, orangtuanya sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Gelumbang pada 24 November 2011 lalu dan pihak kepolisian telah melakukan police line.
"Namun di lapangan ternyata para TSK masih melakukan perusakan dan tak menghiraukan peringatan polisi itu," kata Nasroni.
Dijelaskannya, orangtuanya mengusahakan kebun itu pada 1986 lalu dan selama ini tidak ada masalah dari siapapun sehingga dalam waktu tak kurang dari 20 tahun keluarga mereka menyadap karet. Namun pada November lalu kebun mereka ditebang orang suruhan Rasyid, warga Jalan Sei Rambang No 6 Pakjo Palembang.
Ditambahkannya, sebelumnya pada tahun 1987 memang ada sengketa dengan H Syarkowi dan di pengadilan Ogan Komering Ilir, mereka dinyatakan menang oleh pengadilan.
Nasroni juga heran mengapa saat orangtuanya di panggil pihak Polsek dan bertemu dengan Rasyid, polisi meminta agar membagi lahan menjadi dua bagian dari dua hektar.
“Aneh aku ngapo dio minta bagian padahal lahan itu sudah ada surat dari pemerintah setempat termasuk wilayah Desa Segayam Kecamatan Gelumbang Muara Enim," ujarnya.
Sementara Rasyid justru mengaku kalau lahan itu miliknya dan dia memiliki surat SKT termasuk wilayah Ogan Ilr (OI) bukan Muara Enim .
"Kita siap menghadapi tuntutan yang dilaporkan ke Polsek Gelumbang," katanya.
Dikatakannya, dia pernah menyampaikan masalah ini dengan Bupati Ogan Ilir dan membenarkan kalau lahan yang disengketakan itu termasuk wilayah Kecamatan Indra Laya Utara Kabupaten Ogan Ilir.
Sedangkan Kapolsek Gelumbang, AKP Romi MN SH melalui Kanit Reskrim Iptu Robi Sugara SH membenarkan, ia sudah menerima laporan dari korban Hasanudin terkait adanya perusakan kebun karet tersebut.
"Kita juga sudah memanggil tersangka namun kita mengalami kesulitan lantaran wilayah itu ada dua surat yakni masuk Muara Enim dan masuk Desa Bakung Ogan Ilir," terangnya. (and)
Kebun karet yang berada di perbatasan Kabupaten Muara Enim dengan Ogan Ilir (OI) tepatnya di wilayah desa Segayam Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim menjadi rebutan dua keluarga. Akibat perebutan itu kebun dirusak oleh salah satu yang mengaku pemilik tanah.
Menurut Nasroni (39) perusakan batang karet diatas kebun milik orangtuanya Hasanudin bin Anuwar (60) dilakukan dengan sengaja oleh A Rasyid dan rekannya yang berjumlah sekitar 15 orang pada Sabtu (14/1) lalu. Akibatnya batang karet yang sebelumnya berjumlah 360 batang kini tinggal 50 batang.
Dijelaskan Nasroni, orangtuanya sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Gelumbang pada 24 November 2011 lalu dan pihak kepolisian telah melakukan police line.
"Namun di lapangan ternyata para TSK masih melakukan perusakan dan tak menghiraukan peringatan polisi itu," kata Nasroni.
Dijelaskannya, orangtuanya mengusahakan kebun itu pada 1986 lalu dan selama ini tidak ada masalah dari siapapun sehingga dalam waktu tak kurang dari 20 tahun keluarga mereka menyadap karet. Namun pada November lalu kebun mereka ditebang orang suruhan Rasyid, warga Jalan Sei Rambang No 6 Pakjo Palembang.
Ditambahkannya, sebelumnya pada tahun 1987 memang ada sengketa dengan H Syarkowi dan di pengadilan Ogan Komering Ilir, mereka dinyatakan menang oleh pengadilan.
Nasroni juga heran mengapa saat orangtuanya di panggil pihak Polsek dan bertemu dengan Rasyid, polisi meminta agar membagi lahan menjadi dua bagian dari dua hektar.
“Aneh aku ngapo dio minta bagian padahal lahan itu sudah ada surat dari pemerintah setempat termasuk wilayah Desa Segayam Kecamatan Gelumbang Muara Enim," ujarnya.
Sementara Rasyid justru mengaku kalau lahan itu miliknya dan dia memiliki surat SKT termasuk wilayah Ogan Ilr (OI) bukan Muara Enim .
"Kita siap menghadapi tuntutan yang dilaporkan ke Polsek Gelumbang," katanya.
Dikatakannya, dia pernah menyampaikan masalah ini dengan Bupati Ogan Ilir dan membenarkan kalau lahan yang disengketakan itu termasuk wilayah Kecamatan Indra Laya Utara Kabupaten Ogan Ilir.
Sedangkan Kapolsek Gelumbang, AKP Romi MN SH melalui Kanit Reskrim Iptu Robi Sugara SH membenarkan, ia sudah menerima laporan dari korban Hasanudin terkait adanya perusakan kebun karet tersebut.
"Kita juga sudah memanggil tersangka namun kita mengalami kesulitan lantaran wilayah itu ada dua surat yakni masuk Muara Enim dan masuk Desa Bakung Ogan Ilir," terangnya. (and)
Rambu Lalin di Kikim Minim
Lahat, SN
Kawasan rawan kecelakan di Jalinsum Kikim dan Jalinsum Pulau Pinang ternyata minim rambu lalu lintas. Padahal kawasan ini memiliki jalak berkelok dan jurang terjal.
Rawannya kawasan itu membuat kecelakaan sering terjadi. Sepanjang tahun 2011 saja sudah banyak terjadi kecelakaan bis, mobil, truk maupun motor yang masuk ke jurang tersebut.
Kapolres Lahat AKBP Benny Subandi SIK melalui Kasatlantas AKP Al Jufri mengatakan, kawasan Kikim memang memiliki jalanan yang terbis dan rawan.
“Apalagi kondisi rambu-rambu yang masih kurang sudah langsung kita laporkan ke instansi terkait. Bahkan secara spontan kita juga membuat plang peringatan tanda hati-hati di daerah rawan itu,” jelas Al Jufri, Selasa (17/1).
Dia juga prihatin atas kejadian yang menimpa warga akibat terbaliknya Bus Loreba di Jalinsum Desa Gunung Kerto Kecamatan Kikim Timur, kemarin.
Terpisah, Camat Kikim Timur Abdurrahman mengatakan, pihaknya juga sudah melihat lokasi-lokasi yang terdapat banyak tikungan dan tanjakan yang belum memiliki rambu.
“Di tebing Ulak Bumi Desa Gunung Kerto itu sebenarnya dulu sudah ada besi pengamannya namun saat terjadi kecelakaan ada kendaraan yang menghantamnya dan roboh sehingga besinya lepas di jurang tersebut,” jelas Abdurrahman.
“Kalau dihitung sekitar lebih dari 6 kali terjadi kendaraan yang masuk ke jurang. Sementara untuk awal tahun 2012 saja sudah satu kali ini. Wilayah yang rawan yakni memang Gunung Kerto dan Padu Raksa. Semua yang terjadi sudah beberapa kali pula kita membuat laporannya ke dinas dan instansi terkait,” ujarnya.
Salah satu warga, Tomi (34) warga Bungamas Kikim Timur ini mengatakan, wilayah Kikim memang rawan karena banyak tikungan dan tanjakan disertai jurang.
”Padahal rambu-rambu yang ado tu kurang, jadi memang sering sekali terjadi kecelakaan disano tu,” jelas Tomi. Mereka sangat berharap kepada instansi terkait jalan yang rawan untuk segera diperbaiki dan rambu-rambu yang ada dipasang sebagai peringatan bagi pengendara yang lewat untuk lebih berhati-hati.
Kadishubkominfo Lahat Syaifuddin beberapa waktu lalu dimintai keterangannya mengatakan hal ini juga sudah mereka usulkan ke tingkat pusat dan provinsi. Sebab jalan tersebut merupakan jalan negara.
“Memang belum bisa semua terealisasi mengingat dana yang diperlukan sangat besar. Jadi bergiliran dan sebagian baru terealisasi,” katanya. (zal)
Kawasan rawan kecelakan di Jalinsum Kikim dan Jalinsum Pulau Pinang ternyata minim rambu lalu lintas. Padahal kawasan ini memiliki jalak berkelok dan jurang terjal.
Rawannya kawasan itu membuat kecelakaan sering terjadi. Sepanjang tahun 2011 saja sudah banyak terjadi kecelakaan bis, mobil, truk maupun motor yang masuk ke jurang tersebut.
Kapolres Lahat AKBP Benny Subandi SIK melalui Kasatlantas AKP Al Jufri mengatakan, kawasan Kikim memang memiliki jalanan yang terbis dan rawan.
“Apalagi kondisi rambu-rambu yang masih kurang sudah langsung kita laporkan ke instansi terkait. Bahkan secara spontan kita juga membuat plang peringatan tanda hati-hati di daerah rawan itu,” jelas Al Jufri, Selasa (17/1).
Dia juga prihatin atas kejadian yang menimpa warga akibat terbaliknya Bus Loreba di Jalinsum Desa Gunung Kerto Kecamatan Kikim Timur, kemarin.
Terpisah, Camat Kikim Timur Abdurrahman mengatakan, pihaknya juga sudah melihat lokasi-lokasi yang terdapat banyak tikungan dan tanjakan yang belum memiliki rambu.
“Di tebing Ulak Bumi Desa Gunung Kerto itu sebenarnya dulu sudah ada besi pengamannya namun saat terjadi kecelakaan ada kendaraan yang menghantamnya dan roboh sehingga besinya lepas di jurang tersebut,” jelas Abdurrahman.
“Kalau dihitung sekitar lebih dari 6 kali terjadi kendaraan yang masuk ke jurang. Sementara untuk awal tahun 2012 saja sudah satu kali ini. Wilayah yang rawan yakni memang Gunung Kerto dan Padu Raksa. Semua yang terjadi sudah beberapa kali pula kita membuat laporannya ke dinas dan instansi terkait,” ujarnya.
Salah satu warga, Tomi (34) warga Bungamas Kikim Timur ini mengatakan, wilayah Kikim memang rawan karena banyak tikungan dan tanjakan disertai jurang.
”Padahal rambu-rambu yang ado tu kurang, jadi memang sering sekali terjadi kecelakaan disano tu,” jelas Tomi. Mereka sangat berharap kepada instansi terkait jalan yang rawan untuk segera diperbaiki dan rambu-rambu yang ada dipasang sebagai peringatan bagi pengendara yang lewat untuk lebih berhati-hati.
Kadishubkominfo Lahat Syaifuddin beberapa waktu lalu dimintai keterangannya mengatakan hal ini juga sudah mereka usulkan ke tingkat pusat dan provinsi. Sebab jalan tersebut merupakan jalan negara.
“Memang belum bisa semua terealisasi mengingat dana yang diperlukan sangat besar. Jadi bergiliran dan sebagian baru terealisasi,” katanya. (zal)
Senin, 16 Januari 2012
Buruh Dirampok 4 OTD
Empat Lawang, SN
Perampokan kembali terjadi di Empat Lawang, kali ini apes dialami Erliansyah (25) warga Tanjung Beringin Kelurahan Pasar Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, pria yang berprofesi sebagai buruh ini ingin pulang kerumah yang berada di daerah Tanjung Beringin dengan menggunakan motor jenis Mio bernopol BG 2182 EF.
Setiba di lokasi kejadian persisnya ditanjakan dengan terowongan dihadang oleh empat orang tidak dikenal dengan menggunakan dua unit motor, dan senjata tajam jenis parang, seketika korbanpun menyerahkan motornya karena nyawanya terancam. Peristiwa tersebut terjadi Jumat (13/1) sekitar pukul 23.30 WIB.
Informasi yang didapat menyebutkan, korban hendak pulang kerumah dari arah pemkab, namun tiba-tiba tepatnya di tanjakan dekat terowongan, korban diiringi empat orang tidak dikenal dengan menggunakan dua motor jenis Yamaha Mio berwarna putih dan RX King warna hitam, keduanya tidak ada nopol. Seketika motor jenis Mio langsung memotong dan memepet korban, sedangkan motor jenis RX King menghadang dari belakang, keempat pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam dengan mengancam.
“Kalau tidak berikan motor, kamu akan saya bunuh seketika korban yang sendirian merasa kalah jumlah akhirnya menyerahkan motornya kepada pelaku. ”Aku Erliansyah dihadapan penyidik, Sabtu (14/1).
Sementara Kapolres Lahat AKBP Beni Subandi melalui Kapolsek Urban Tebing Tinggi Kompol Dwi Utomo, membenarkan kejadian tersebut. Di mana korban telah melapor ke Polsek. Sedangkan korban menderita kerugian lebih kurang Rp 12 juta
“Kita telah menerima laporan korban, dan saat ini kasusnya sedang dalam penyelidikan,” kata Dwi singkat, kemarin (15/1). (eko)
Perampokan kembali terjadi di Empat Lawang, kali ini apes dialami Erliansyah (25) warga Tanjung Beringin Kelurahan Pasar Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, pria yang berprofesi sebagai buruh ini ingin pulang kerumah yang berada di daerah Tanjung Beringin dengan menggunakan motor jenis Mio bernopol BG 2182 EF.
Setiba di lokasi kejadian persisnya ditanjakan dengan terowongan dihadang oleh empat orang tidak dikenal dengan menggunakan dua unit motor, dan senjata tajam jenis parang, seketika korbanpun menyerahkan motornya karena nyawanya terancam. Peristiwa tersebut terjadi Jumat (13/1) sekitar pukul 23.30 WIB.
Informasi yang didapat menyebutkan, korban hendak pulang kerumah dari arah pemkab, namun tiba-tiba tepatnya di tanjakan dekat terowongan, korban diiringi empat orang tidak dikenal dengan menggunakan dua motor jenis Yamaha Mio berwarna putih dan RX King warna hitam, keduanya tidak ada nopol. Seketika motor jenis Mio langsung memotong dan memepet korban, sedangkan motor jenis RX King menghadang dari belakang, keempat pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam dengan mengancam.
“Kalau tidak berikan motor, kamu akan saya bunuh seketika korban yang sendirian merasa kalah jumlah akhirnya menyerahkan motornya kepada pelaku. ”Aku Erliansyah dihadapan penyidik, Sabtu (14/1).
Sementara Kapolres Lahat AKBP Beni Subandi melalui Kapolsek Urban Tebing Tinggi Kompol Dwi Utomo, membenarkan kejadian tersebut. Di mana korban telah melapor ke Polsek. Sedangkan korban menderita kerugian lebih kurang Rp 12 juta
“Kita telah menerima laporan korban, dan saat ini kasusnya sedang dalam penyelidikan,” kata Dwi singkat, kemarin (15/1). (eko)
AHLI AMERIKA TELITI LOKASI KANDUNGAN EMAS
Pagaralam, SN -
Salah seorang tenaga ahli dari Amerika Serikat, melakukan penelitian terhadap kandungan emas di Bukit Kayu Manis, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, yang memiliki luas lahan 10.000 hektare. Sudah cukup banyak penemuan yang dapat dijadikan sebagai bukti dan bahan kajian jika di wilayah Kecamatan Dempo Utara, cukup banyak memiliki kandungan emas, khususnya jenis bantuan-batuan banyak mengandung pirit dan tembaga. Bahkan kalau dilihat dari hasil penelitian luas arela yang memiliki kandungan emas bisa mencapai 10.000 hektare. Demikian diungkapkan peneliti dari Amerika Serikat (AS) David, Minggu (15/1).
Menurut dia, kalau melihat dari jenis bebatuan yang sering ditemui di dalam sungai Selagis yang berada disekitar perbukitan itu, cukup banyak kandungan pirit dan butiran pasir tembaga. Harus menggunakan alat seperti senter yang dapat menembus bongkahan batu mengandung emas.
"Untuk mendukung penelitian ini diperlukan pembebasan lahan sekitar satu hektare, namun demikian untuk mengelola kandungan emas membutuhkan tenaga ahli dan biaya yang tidak sedikit, karena kondisi bebantuan di kawasan Bukit Kayu Manis, keadaannya cukup keras bisa beberapa kali lipat dari yang bisa," ungkapnya.
Peleburan batu itu, kata David, harus menggunakan teknologi canggih agar emas yang bisa dihasilkan benar-benar sempurna.
"Saya meyakini kandungan emas di daerah Pagaralam, cukup besar hanya saja hasil dilakukan pengelolaan agar tidak merusak alam," kata dia pula.
Senada diungkapkan peneliti asal Pagaralam Tedy, kalau untuk saat ini baru melakukan pencarian urat dan titik lokasi yang memiliki kandungan emas. Namun kalau melihat dari kondisi alam cukup banyak tanda-tanda jika daerah Pagaralam, memiliki bahan tambang berupa logam mulia.
"Memang sudah cukup banyak tenaga ahli melakukan penelitian tentang kandunga emas di Pagaralam, seperti dari Negara Jepang dan termasuk Amerika Serikat," ungkapnya.
Menurut dia, kalau dari hasil penelitian beberapa ahli mancana negara tersebut kandungan emas yang ada di Pagaralam, mencapai puluhan ribu haktere.
"Luas lahan itu termasuk perkampungan Dusun Tegurwangi, Pagardin, Jambar Akar, Ujan Mas dan cawang Baru, Kecamatan Dempo Utara," ungkap dia.
Sementara itu Kepala Bagian sumber daya alam (SDA), Pemerintah Kota Pagaralam, Najamudin mengatakan, kalau untuk saat ini sudah dilakukan pengujian di laboraturium giologi di Bandung, belum ada perkembangan memuaskan tentang kandungan emas di Pagaralam.
"Hasil pengujian atau penelitian tenaga ahli dari Badung, kadar emas masih cukup kecil sehingga belum laik untuk di eksplorasi," kata dia.
Namun demikian, kata dia, pengambilan sampel baru dibeberapa lokasi saja, sehingga tidak tertutup kemungkinan akan ada penemuan baru di tempat lain yang merupakan uratnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Kota Pagaralam, H Hariyanto SE MM MBA mengatakan adanya temuan emas di Bukit Kayumanis, Kelurahan Muarasiban, masih dalam proses penelitian dan melakukan pendataan lahan.
"Kami juga sudah melakukan pendataan terhadap sejumlah aset termasuk lokasi penemuan yang baru ini. Sebetulnya kami masih harus melakukan pengkajian lebih lanjut, guna mengetahui kadar emas berapa jumlah kandungannya," ungkap dia.
Menurut dia, bila dilihat dari kondisi alam, cukup banyak sumberdaya alam yang terdapat di Kota Pagaralam, termasuk yang bernilai sejarah seperti, megalit, arca, dan sumber panas bumi terbesar kedua di dunia (ASN)
Salah seorang tenaga ahli dari Amerika Serikat, melakukan penelitian terhadap kandungan emas di Bukit Kayu Manis, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, yang memiliki luas lahan 10.000 hektare. Sudah cukup banyak penemuan yang dapat dijadikan sebagai bukti dan bahan kajian jika di wilayah Kecamatan Dempo Utara, cukup banyak memiliki kandungan emas, khususnya jenis bantuan-batuan banyak mengandung pirit dan tembaga. Bahkan kalau dilihat dari hasil penelitian luas arela yang memiliki kandungan emas bisa mencapai 10.000 hektare. Demikian diungkapkan peneliti dari Amerika Serikat (AS) David, Minggu (15/1).
Menurut dia, kalau melihat dari jenis bebatuan yang sering ditemui di dalam sungai Selagis yang berada disekitar perbukitan itu, cukup banyak kandungan pirit dan butiran pasir tembaga. Harus menggunakan alat seperti senter yang dapat menembus bongkahan batu mengandung emas.
"Untuk mendukung penelitian ini diperlukan pembebasan lahan sekitar satu hektare, namun demikian untuk mengelola kandungan emas membutuhkan tenaga ahli dan biaya yang tidak sedikit, karena kondisi bebantuan di kawasan Bukit Kayu Manis, keadaannya cukup keras bisa beberapa kali lipat dari yang bisa," ungkapnya.
Peleburan batu itu, kata David, harus menggunakan teknologi canggih agar emas yang bisa dihasilkan benar-benar sempurna.
"Saya meyakini kandungan emas di daerah Pagaralam, cukup besar hanya saja hasil dilakukan pengelolaan agar tidak merusak alam," kata dia pula.
Senada diungkapkan peneliti asal Pagaralam Tedy, kalau untuk saat ini baru melakukan pencarian urat dan titik lokasi yang memiliki kandungan emas. Namun kalau melihat dari kondisi alam cukup banyak tanda-tanda jika daerah Pagaralam, memiliki bahan tambang berupa logam mulia.
"Memang sudah cukup banyak tenaga ahli melakukan penelitian tentang kandunga emas di Pagaralam, seperti dari Negara Jepang dan termasuk Amerika Serikat," ungkapnya.
Menurut dia, kalau dari hasil penelitian beberapa ahli mancana negara tersebut kandungan emas yang ada di Pagaralam, mencapai puluhan ribu haktere.
"Luas lahan itu termasuk perkampungan Dusun Tegurwangi, Pagardin, Jambar Akar, Ujan Mas dan cawang Baru, Kecamatan Dempo Utara," ungkap dia.
Sementara itu Kepala Bagian sumber daya alam (SDA), Pemerintah Kota Pagaralam, Najamudin mengatakan, kalau untuk saat ini sudah dilakukan pengujian di laboraturium giologi di Bandung, belum ada perkembangan memuaskan tentang kandungan emas di Pagaralam.
"Hasil pengujian atau penelitian tenaga ahli dari Badung, kadar emas masih cukup kecil sehingga belum laik untuk di eksplorasi," kata dia.
Namun demikian, kata dia, pengambilan sampel baru dibeberapa lokasi saja, sehingga tidak tertutup kemungkinan akan ada penemuan baru di tempat lain yang merupakan uratnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Kota Pagaralam, H Hariyanto SE MM MBA mengatakan adanya temuan emas di Bukit Kayumanis, Kelurahan Muarasiban, masih dalam proses penelitian dan melakukan pendataan lahan.
"Kami juga sudah melakukan pendataan terhadap sejumlah aset termasuk lokasi penemuan yang baru ini. Sebetulnya kami masih harus melakukan pengkajian lebih lanjut, guna mengetahui kadar emas berapa jumlah kandungannya," ungkap dia.
Menurut dia, bila dilihat dari kondisi alam, cukup banyak sumberdaya alam yang terdapat di Kota Pagaralam, termasuk yang bernilai sejarah seperti, megalit, arca, dan sumber panas bumi terbesar kedua di dunia (ASN)
KPU Butuh Rp 36 M untuk Pilwako 2013
Palembang, SN
KPU Palembang perlahan-lahan sudah melakukan persiapan dalam menghadapi pemilihan walikota (Pilwako) Palembang 2013 mendatang, termasuk soal pembiayaan pemilihan orang nomor satu Palembang ini.
Ketua KPU Palembang, Eftiyani mengungkapkan, estimasi dana pelaksanaan Pilwako 2013 mencapai Rp 36 miliar. Dana tersebut katanya, belum final dan masih bisa berkurang.
Menurutnya, besar kemungkinan calon yang akan maju pada 2013 mendatang lebih dari dua orang, itu artinya, ada kemungkinan dilakukan putaran kedua, atau bahkan putaran ketiga.
"Rencana keperluan dana penyelenggaraan itu, belum termasuk apabila terjadi pemungutan suara dua kali, akibat pada putaran pertama tidak ada calon yang mendapat suara 50+1. Nah, ini dapat lebih buruk lagi, dalam artian bukan tidak mungkin dilakukan pemungutan suara sampai tiga kali, artinya, setelah dilakukan putaran kedua, pada putaran itu ada calon yang menggugat ke MK (mahkamah konstitusi) dan menang, kemudian MK memerintahkan untuk dilakukan pemungutan suara ulang," terang dia, kemarin.
"Jika ini terjadi, kebutuhan dana penyelenggaraan otomatis akan membengkak, bahkan dana Rp 36 miliar yang kita perkirakan cukup untuk penyelenggaraan Pilwako, bukan tidak mungkin akan kurang," tambah dia.
Lebih lanjut dikatakannya, tahapan Pilwako Palembang sudah dilakukan pada 2012 ini, dan perkiraan dana yang dibutuhkan mencapai Rp 12 miliar.
"Dana itu sebagian sudah ada di APBD Induk Kota Palembang, dan sebagian lainnya, kemungkinan akan dianggarkan di ABT," katanya.
Disisi lain, ia menambahkan, hingga 31 Desember 2011 lalu Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Palembang sudah menyentuh angka 1,225 juta jiwa.
Menurut Eftiyani, data tersebut diketahui setelah KPU Palembang, berkomunikasi hampir setiap bulan dengan Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), dalam rangka persiapan Pemilukada 2013.
“Kalau berdasarkan data terakhir, saat koordinasi dengan Dukcapil diakhir Desember 2011 lalu, posisi wajib KTP Palembang per 31 Desember 2011, sudah berada diangka 1,225 juta jiwa. Kalau sudah wajib KTP kan, sudah memenuhi syarat untuk mata pilih,” katanya.
Eftiyani menjelaskan, dari angka tersebut tidak menutup kemungkinan bisa diatas itu lagi. Karena data itu hanya sampai dengan akhir 2011.
“Kunci dari semua persoalan Pemilukada kan tentang DPT. Tapi untuk Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilukada (DP4) biasanya, akan kita dapatkan 6 bulan sebelum tahapan,” katanya. (awj)
KPU Palembang perlahan-lahan sudah melakukan persiapan dalam menghadapi pemilihan walikota (Pilwako) Palembang 2013 mendatang, termasuk soal pembiayaan pemilihan orang nomor satu Palembang ini.
Ketua KPU Palembang, Eftiyani mengungkapkan, estimasi dana pelaksanaan Pilwako 2013 mencapai Rp 36 miliar. Dana tersebut katanya, belum final dan masih bisa berkurang.
Menurutnya, besar kemungkinan calon yang akan maju pada 2013 mendatang lebih dari dua orang, itu artinya, ada kemungkinan dilakukan putaran kedua, atau bahkan putaran ketiga.
"Rencana keperluan dana penyelenggaraan itu, belum termasuk apabila terjadi pemungutan suara dua kali, akibat pada putaran pertama tidak ada calon yang mendapat suara 50+1. Nah, ini dapat lebih buruk lagi, dalam artian bukan tidak mungkin dilakukan pemungutan suara sampai tiga kali, artinya, setelah dilakukan putaran kedua, pada putaran itu ada calon yang menggugat ke MK (mahkamah konstitusi) dan menang, kemudian MK memerintahkan untuk dilakukan pemungutan suara ulang," terang dia, kemarin.
"Jika ini terjadi, kebutuhan dana penyelenggaraan otomatis akan membengkak, bahkan dana Rp 36 miliar yang kita perkirakan cukup untuk penyelenggaraan Pilwako, bukan tidak mungkin akan kurang," tambah dia.
Lebih lanjut dikatakannya, tahapan Pilwako Palembang sudah dilakukan pada 2012 ini, dan perkiraan dana yang dibutuhkan mencapai Rp 12 miliar.
"Dana itu sebagian sudah ada di APBD Induk Kota Palembang, dan sebagian lainnya, kemungkinan akan dianggarkan di ABT," katanya.
Disisi lain, ia menambahkan, hingga 31 Desember 2011 lalu Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Palembang sudah menyentuh angka 1,225 juta jiwa.
Menurut Eftiyani, data tersebut diketahui setelah KPU Palembang, berkomunikasi hampir setiap bulan dengan Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), dalam rangka persiapan Pemilukada 2013.
“Kalau berdasarkan data terakhir, saat koordinasi dengan Dukcapil diakhir Desember 2011 lalu, posisi wajib KTP Palembang per 31 Desember 2011, sudah berada diangka 1,225 juta jiwa. Kalau sudah wajib KTP kan, sudah memenuhi syarat untuk mata pilih,” katanya.
Eftiyani menjelaskan, dari angka tersebut tidak menutup kemungkinan bisa diatas itu lagi. Karena data itu hanya sampai dengan akhir 2011.
“Kunci dari semua persoalan Pemilukada kan tentang DPT. Tapi untuk Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilukada (DP4) biasanya, akan kita dapatkan 6 bulan sebelum tahapan,” katanya. (awj)
Hanan-Herawaty Pasangan Calon Pilkada Prabumulih
Prabumulih ,SN -
Pasangan calon walikota dan wakil walikota Prabumulih mulai bermunculan. Yakni, mantan wakil bupati Muara enim Hanan Zulkarnain dipastikan akan berpasangan dengan Hj Herawaty (istri walikota Prabumulih, Drs H Rachman Djalili, red). Sedangkan, wakil walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya belum memastikan untuk berpasangan dengan siapa untuk maju walikota periode 2013-2018.
Berdasarkan pantauan, Minggu (15/1) kalender calon walikota dan wakil walikota Prabumulih sudah banyak tersebar diseluruh masyarakat Kota Prabumulih. Seperti kalender, Hanan Zulkarnain, Ir Ridho Yahya MM, Hj Herawaty, dan Rizal Kenedi.
Budiansyah (40) warga Jl Sudirman, Kelurahan Tugu Kecik, Prabumulih mengaku sudah mendapatkan kalender oleh calon walikota Prabumulih. “Ya, sudah satu minggu saya dapat kalender bergambarkan calon walikota Prabumulih. Saya dapat tiga kalender calon walikota dan wakil walikota Prabumulih yakni gambar Hanan Zulkarnain, Ridho Yahya, Hj Herawaty, dan Rizal Kenedi,” ungkap Budi.
Memang, menurut dia, pemilihan kepala daerah (Pilkada) kota Prabumulih sudah mulai dekat. “Yang saya tahu 2012 ini sudah memasuki tahapan pilkada. 2013 nanti baru pemilihannya,” jelas Budi.
Sementara itu, sumber yang nggan namanya ditulis dalam koran mengakui, sudah ada salah satu calon resmi akan berpasangan. “Hanan Zulkarnain akan pasangan istri pak walikota sekarang (Hj Herawaty, red),” tegasnya.
Bahkan, ia memastikan, pada pilkada nanti pasangan Hanan-Herawaty nanti akan diusung partai Demokrat dan PAN. “Insya Allah, Hanan-Herawaty akan berpasangan pada pilkada 2013 nanti,” ungkapnya. (and)
Pasangan calon walikota dan wakil walikota Prabumulih mulai bermunculan. Yakni, mantan wakil bupati Muara enim Hanan Zulkarnain dipastikan akan berpasangan dengan Hj Herawaty (istri walikota Prabumulih, Drs H Rachman Djalili, red). Sedangkan, wakil walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya belum memastikan untuk berpasangan dengan siapa untuk maju walikota periode 2013-2018.
Berdasarkan pantauan, Minggu (15/1) kalender calon walikota dan wakil walikota Prabumulih sudah banyak tersebar diseluruh masyarakat Kota Prabumulih. Seperti kalender, Hanan Zulkarnain, Ir Ridho Yahya MM, Hj Herawaty, dan Rizal Kenedi.
Budiansyah (40) warga Jl Sudirman, Kelurahan Tugu Kecik, Prabumulih mengaku sudah mendapatkan kalender oleh calon walikota Prabumulih. “Ya, sudah satu minggu saya dapat kalender bergambarkan calon walikota Prabumulih. Saya dapat tiga kalender calon walikota dan wakil walikota Prabumulih yakni gambar Hanan Zulkarnain, Ridho Yahya, Hj Herawaty, dan Rizal Kenedi,” ungkap Budi.
Memang, menurut dia, pemilihan kepala daerah (Pilkada) kota Prabumulih sudah mulai dekat. “Yang saya tahu 2012 ini sudah memasuki tahapan pilkada. 2013 nanti baru pemilihannya,” jelas Budi.
Sementara itu, sumber yang nggan namanya ditulis dalam koran mengakui, sudah ada salah satu calon resmi akan berpasangan. “Hanan Zulkarnain akan pasangan istri pak walikota sekarang (Hj Herawaty, red),” tegasnya.
Bahkan, ia memastikan, pada pilkada nanti pasangan Hanan-Herawaty nanti akan diusung partai Demokrat dan PAN. “Insya Allah, Hanan-Herawaty akan berpasangan pada pilkada 2013 nanti,” ungkapnya. (and)
Penderita DBD Terus Bertambah
Prabumulih SN –
Jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue atau disingkat DBD di wilayah Kota Prabumulih terus bertambah. Hal itu dilihat dari jumlah pasien yang berobat di RSUD Kota Prabumulih dan tempat pelayanan medis lainnya. Berdasarkan catatan RS plat merah milik Pemerintah Kota Prabumulih saja hingga minggu kedua Januari 2012, tercatat sebanyak 38 pasien.
Menurut Direktur Umum RSUD Kota Prabumulih Dr Hj Irmy Tati A MKM, melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Risma Jum,at (13/1) lalu mengatakan “ , jumlah itu sudah cukup tinggi bila dibandingkan jumlah pasien pada minggu yang sama di tahun sebelumnya. Bahkan jika kondisi cuaca tidak menentu seperti sekarang terjadi hingga beberapa minggu kedepan, dikhawatirkan jumlahnya akan terus meningkat dibandingkan tahun 2011 yang total berjumlah 100 penderita DBD.
“Cukup tinggi jumlah penderita DBD sampai minggu kedua Januari tahun ini. Bila kedepan cuacanya masih seperti inilah dikhawatirkan jumlahnya akan terus bertambah. Umumnya banyak diderita oleh anak – anak dan orang tua,” ungkap Risma, saat ditemui diruangan kerjanya, akhir pekan kemarin.
Dia mengatakan, dari catatan total 100 penderita DBD yang berobat di RSUD Prabumulih sepanjang tahun 2011, terbanyak berasal dari wilayah Kota Prabumulih yakni mencapai 76 pasien. Sementara sisanya berasal dari sejumlah Kecamatan wilayah Kabupaten Muara Enim. “Diantaranya seperti Kecamatan Gelumbang dan Lembak. Namun yang terbanyak jumlah pasien didua kecamatan itu, Gelumbang,” jelas Risma tanpa menyebut pasti jumlah pasiennya.
Namun dari jumlah itu, disebutkannya sebanyak 99 pasien dinyatakan sembuh dan 1 pasiennya lagi meninggal dunia, yakni atas nama Mat Sali warga Jalan Simpang Penimur, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat. Menurut hasil catatan rekam medik pihak RSUD, penderita DBD meninggal ini dikarenakan memang faktor usia lanjut yakni sekitar 71 tahun.
“Seluruh pasien DBD tahun kemarin, 99 diantaranya sembuh dan 1 pasien meninggal dunia. Kalau tidak salah, dia meninggal pada akhir bulan Desember 2011 kemarin dikarenakan memang faktor usianya,”jelas Rima singkat. (and)
Jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue atau disingkat DBD di wilayah Kota Prabumulih terus bertambah. Hal itu dilihat dari jumlah pasien yang berobat di RSUD Kota Prabumulih dan tempat pelayanan medis lainnya. Berdasarkan catatan RS plat merah milik Pemerintah Kota Prabumulih saja hingga minggu kedua Januari 2012, tercatat sebanyak 38 pasien.
Menurut Direktur Umum RSUD Kota Prabumulih Dr Hj Irmy Tati A MKM, melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Risma Jum,at (13/1) lalu mengatakan “ , jumlah itu sudah cukup tinggi bila dibandingkan jumlah pasien pada minggu yang sama di tahun sebelumnya. Bahkan jika kondisi cuaca tidak menentu seperti sekarang terjadi hingga beberapa minggu kedepan, dikhawatirkan jumlahnya akan terus meningkat dibandingkan tahun 2011 yang total berjumlah 100 penderita DBD.
“Cukup tinggi jumlah penderita DBD sampai minggu kedua Januari tahun ini. Bila kedepan cuacanya masih seperti inilah dikhawatirkan jumlahnya akan terus bertambah. Umumnya banyak diderita oleh anak – anak dan orang tua,” ungkap Risma, saat ditemui diruangan kerjanya, akhir pekan kemarin.
Dia mengatakan, dari catatan total 100 penderita DBD yang berobat di RSUD Prabumulih sepanjang tahun 2011, terbanyak berasal dari wilayah Kota Prabumulih yakni mencapai 76 pasien. Sementara sisanya berasal dari sejumlah Kecamatan wilayah Kabupaten Muara Enim. “Diantaranya seperti Kecamatan Gelumbang dan Lembak. Namun yang terbanyak jumlah pasien didua kecamatan itu, Gelumbang,” jelas Risma tanpa menyebut pasti jumlah pasiennya.
Namun dari jumlah itu, disebutkannya sebanyak 99 pasien dinyatakan sembuh dan 1 pasiennya lagi meninggal dunia, yakni atas nama Mat Sali warga Jalan Simpang Penimur, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat. Menurut hasil catatan rekam medik pihak RSUD, penderita DBD meninggal ini dikarenakan memang faktor usia lanjut yakni sekitar 71 tahun.
“Seluruh pasien DBD tahun kemarin, 99 diantaranya sembuh dan 1 pasien meninggal dunia. Kalau tidak salah, dia meninggal pada akhir bulan Desember 2011 kemarin dikarenakan memang faktor usianya,”jelas Rima singkat. (and)
Langganan:
Postingan (Atom)
Press
My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.


