Sekayu, SN
Sebuah mobil Toyota Avanza silver B 1037 XI yang dimodifikasi bagian dalam belakang untuk menampung BBM (premimum Red) tiba-tiba meledak dan mengeluarkan api dijok bagian belakang kendaraan usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) di lokasi SPBU 24.30.735 Jalan Merdeka Kota Sekayu, Rabu (25/1) sekitar pukul 06.45 WIB.
Akibat kejadian tersebut, membuat warga dan pengendara sepeda motor dan mobil di sekitar lokasi yang tengah mengisi BBM di SPBU tersebut, terkejut dan panik berhamburan keluar, karena khawatir SPBU tersebut ikut meledak.
Sementara sopir avanza yang diketahui bernama Gepeng itu masih selamat. Dan hanya menderita luka ringan (luring) di bagian kepala akibat ledakan dan rambut sempat terbakar.
Pantauan dilokasi, ledakan satu kali yang cukup keras tersebut membuat kaca mobil pecah berhamburan, sepeda motor yang membawa tumpukkan koran dikiri kanan motor turut terpental beberapa meter. Dilokasi ditemukan serpihan kaca, lampu dan puntung rokok. Dugaan sementara, sopir mobil itu usai mengisi BBM menghidupkan puntung rokok dan kaca mobil tertutup. Sementara dibagian jok belakang terdapat tangki tambahan untuk mengisi BBM.
“Sopir mobil itu habis nyedot BBM di SPBU itu. Tangkinya sudah di modifikasi di taruh dibelakang jok,” ujar Agus salah seorang warga yang lewat.
Pemilik SPBU 24.30.735 Yulius ketika dikonfirmasikan, mengaku tidak tahu persis kalau kendaraan avanza yang meledak itu mengisi di SPBU nya, karena yang melayani pembelian BBM petugasnya (anak buahnya).
"Yang jelas kita menjatahi setiap yang membeli BBM maksimal 30 liter," katanya seraya mengatakan, petugasnya saat ini tengah dimintai keterangan oleh pihak Polres Muba
Yulius juga mengelak, kalau SPBU nya ada kerjasama dengan pemilik kendaraan yang meledak tersebut, sebab dipastikan jatah pembelian BBM lebih dari 30 liter. "Kita tidak pernah lagi melayani pembelian jerigen, apalagi mobil yang dimodif tersbut," ujarnya.
Sementara Kapolres Muba AKBP Toto Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Maruly Pardede mengatakan, dugaan awal mobil meledak karena uap bensin yg disambar api. Dari dalam mobil ditemukan tangki modifikasi untuk menampung bensin.
"Jok mobil baris 2 dan 3 dicopot dan diganti tangki buatan dr plat. Mungkin karena kaca mobil tertutup rapat tidak ada udara, uap bensin ngebul di dalam mobil dan mungkin ada percikan api kemudian meledak. Kondisi mobil dalam keadaan kaca kanan kiri pecah, kaca depan retak. Namun tidak terbakar. Saat ini masih dalam penyelidikan intensif oleh petugas kita , sedangkan korban sudah dibawa ke RSUD Sekayu," ujarnya. (her)
Kamis, 26 Januari 2012
DPRD Empat Lawang Desak Pengusutan Dana Ramtek
Empat Lawang, SN
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Empat Lawang desak pihak berwenang mengusut tuntas realisasi dana bantuan Ramtek yang digelontorkan pemerintah Provinsi melalui Dinas Kehutanan Dan Perkebunan (Hutbun) Empat Lawang 2011 lalu. Diduga, dana tidak tepat sasaran dan disalahgunakan oknum pegawai Hutbun, pasalnya hingga saat ini belum ada realisasinya.
Anggota Komisi I DPRD Empat Lawang, Asmawi mengatakan, pihak terkait dalam hal ini Dishutbun Empat Lawang, harus menyikapi masalah ini dengan serius. “Selain ada dugaan penyimpangan dana, masalah ini juga sudah merugikan kelompok tani karena mereka tidak menerima bantuan dari Pemprov Sumsel, berupa biaya penanaman yang mencapai Rp 350 juta,” ungkap Asmawi, Rabu (25/1).
Selanjutnya Asmawi menyampaikan kepala dinas hutbuntamben harus meninindak lanjuti temuan ini, apapun bentuknya kadis harus mengetahui kegiatan instansi yang dipimpinnya,"kadis harus ikut bertanggung jawab dong," kata Asmawi.
Sementara itu, sebelumnya kadis hutbuntamben Susyanto Tunut mengaku tidak mengetahui dana bantuan ramtek. “Saya tidak bisa menjelaskan masalah ini, karena saya tidak mengetahui adanya bantuan Ramtek untuk Hutbuntamben,” ungkap Kadishutbun Empat Lawang, Susyanto Tunut, seraya mengatakan, silahkan menghubungi Kabid Kehutanan untuk informasi detailnya.
Diketahui sebelumnya bahwa dana ramtek sebesar Rp 117 juta sudah cair 2011 lalu, sebagai dana awal untuk pencairan dana bantuan berikutnya. Namun sangat disayangkan proses pencairan dan penggunaan tidak diketahui pimpinan instansi berwenang sehingga pengajuan untuk menerima dana lanjutan yang diperuntukkan untuk 22 Kelompok Bibit Rakyat (KBR) sebesar Rp 350 juta tidak bisa dicairkan, dengan ini pula dugaan praktek penyalahgunaan dana ramtek terbongkar. (eko)
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Empat Lawang desak pihak berwenang mengusut tuntas realisasi dana bantuan Ramtek yang digelontorkan pemerintah Provinsi melalui Dinas Kehutanan Dan Perkebunan (Hutbun) Empat Lawang 2011 lalu. Diduga, dana tidak tepat sasaran dan disalahgunakan oknum pegawai Hutbun, pasalnya hingga saat ini belum ada realisasinya.
Anggota Komisi I DPRD Empat Lawang, Asmawi mengatakan, pihak terkait dalam hal ini Dishutbun Empat Lawang, harus menyikapi masalah ini dengan serius. “Selain ada dugaan penyimpangan dana, masalah ini juga sudah merugikan kelompok tani karena mereka tidak menerima bantuan dari Pemprov Sumsel, berupa biaya penanaman yang mencapai Rp 350 juta,” ungkap Asmawi, Rabu (25/1).
Selanjutnya Asmawi menyampaikan kepala dinas hutbuntamben harus meninindak lanjuti temuan ini, apapun bentuknya kadis harus mengetahui kegiatan instansi yang dipimpinnya,"kadis harus ikut bertanggung jawab dong," kata Asmawi.
Sementara itu, sebelumnya kadis hutbuntamben Susyanto Tunut mengaku tidak mengetahui dana bantuan ramtek. “Saya tidak bisa menjelaskan masalah ini, karena saya tidak mengetahui adanya bantuan Ramtek untuk Hutbuntamben,” ungkap Kadishutbun Empat Lawang, Susyanto Tunut, seraya mengatakan, silahkan menghubungi Kabid Kehutanan untuk informasi detailnya.
Diketahui sebelumnya bahwa dana ramtek sebesar Rp 117 juta sudah cair 2011 lalu, sebagai dana awal untuk pencairan dana bantuan berikutnya. Namun sangat disayangkan proses pencairan dan penggunaan tidak diketahui pimpinan instansi berwenang sehingga pengajuan untuk menerima dana lanjutan yang diperuntukkan untuk 22 Kelompok Bibit Rakyat (KBR) sebesar Rp 350 juta tidak bisa dicairkan, dengan ini pula dugaan praktek penyalahgunaan dana ramtek terbongkar. (eko)
Komplotan Curanmor Dibongkar
Muara Enim, SN
Aksi komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil dibongkar. Tiga tersangka berikut 4 unit sepeda motor berhasil diamankan. Sebelumnya, para tersangka nyaris babak belur diamuk massa, beruntung kawanan curanmor tersebut berhasil lolos dengan menyelinap masuk kedalam hutan belukar dan perkebunan karet warga.
Ketiga tersangka yakni, Alfiansyah (22) warga Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul, Ari (24) warga perumahan BTN Air Paku Kecamatan Lawang Kidul dan Sutrisno (21) warga Sariangan Kecamatan Lawang Kidul. Diamankan barang bukti, 4 unit sepeda motor, Yamaha Vixtion, Suzuki Satria FU, 2 Honda Beat.
Aksi nekat para tersangka dimulai menggasak sepeda motor milik korban, Rido (15) siswa kelas I SMP PGRI Muara Enim ketika diparkir di halaman rumah sakit umum HM Rabain Muara Enim, Senin malam (23/1). Korban malam itu, membesuk kakak perempuan Sutrisno yang tak lain telah dikenalnya.
Modus operandinya, salah satu tersangka, Sutrisno berpura-pura meminjam sepeda motor Beat milik korban dengan alasan untuk membeli nasi. Tanpa ada rasa curiga, Rido pun meminjamkan sepeda motornya kepada tersangka. Untuk mengelabui korban, Sutrisno menukar kunci kontak sepeda motor korban dengan kunci kontak Honda Beat yang lain.
Menjelang fajar, Selasa (24/1) sekitar pukul 02.00 WIB, para tersangka beraksi, namun eksekutornya, adalah tersangka Alfiansyah. Dengan mudah, tersangka Afiansyah membawa kabur sepeda motor Beat milik korban yang terparkir dihalaman rumah sakit. Agar tidak terbongkar akal bulus tersangka Sutrisno, kunci kontak korban ditukarkan kembali.
Keesokan paginya, korban kaget lantaran sepeda motornya telah lenyap di parkiran rumah sakit, meskipun telah dijaga oleh penjaga parkir rumah sakit. Pada hari itu juga, korban bersama orang tuanya melaporkan ke Polres Muara Enim. Namun ketika di BAP, Sutrisno dan Ari hanya sebagai saksi atas kehilangan sepeda motor milik korban.
Hebatnya lagi, siangnya, sekitar pukul 14.00 WIB, ketiga tersangka beraksi kembali dengan menggunakan dua sepeda motor. Ari berboncengan dengan Sutrisno mengendarai Yamaha Vixion sedangkan Alfiansyah mengendarai Honda Beat.
Sasarannya adalah warga perumahan tumbuh kecamatan Muara Enim, nasib bagus, para tersangka berhasil menggasak sepeda motor Yamaha FU yang terparkir dihalaman rumah warga tersebut.
Dengan kecepatan tinggi tersangka Ari yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixtion tak mampu mengendalikan laju kendaraannya hingga terperosok ke jurang yang dalamnya sekitar 3 meteran. Lalu, tersangka lainnya, Alfiansyah dan Sutrisno berusaha memberikan pertolongan untuk
mengangkat sepeda motor ke daratan.
Sial bagi para tersangka sekitar 1 km dari rumah korban, ada warga lain yang melihat dan mengenali sepeda motor milik warga perumahan tumbuh tersebut. Tak lama kemudian belasan warga yang mengendarai sepeda motor mengejarnya.
Tak ayal, ketiga tersangka mengambil langkah seribu meninggalkan sepeda motornya lalu masuk ke dalam hutan semak belukar menembus perkebunan karet warga. Meskipun telah disisiri tetapi para tersangka tak berhasil ditemukan. Kemudian, barang bukti sepeda motor milik kedua tersangka diamankan di Polres Muara Enim.
Malamnya, sekitar pukul 23.00 WIB, Tim Buser yang dipimpin Kanit Pidum Ipda Robert berhasil mengendus keberadaan tersangka Ari dan Alfiansyah yang berada di depan GOR Pancasila Muara Enim. Tak menunggu waktu lama, keduanya langsung disergap petugas.
Tak disangka-sangka di TKP tersebut petugas menemukan sepeda motor Honda Beat milik korban Rido yang hilang di parkiran rumah sakit umum HM Rabain. Ternyata, malam itu, kedua tersangka hendak menjualkannya kepada seorang penadah seharga 2 juta.
Setelah ditelusuri dan berdasarkan pengakuan kedua tersangka akhirnya masih ada tersangka lainnya yakni, Sutrisno yang tak lain mengenali Rido, korban kehilangan sepeda motor di parkiran rumah sakit.
Lalu, petugas memancing tersangka Sutrisno untuk membesuk kakak perempuannya yang dirawat di rumah sakit HM Rabain Muara Enim. Tengah malam sekitar, pukul 00.30 WIB, tersangka Sutrisno dapat dibekuk ketika memasuki halaman parkir rumah sakit.
Terpisah, jajaran buser Polsek Talang Ubi berhasil membekuk tersangka curanmor, Okta Saputra bin Junaidi, Selasa (24/1) sekitar pukul 14.00 WIB, di simpang Simpang Rasau Desa Sinas Dewa Kecamatan Talang Ubi. Turut diamankan barang bukti, 1 unit sepeda motor Honda Blade Respsol, 2 buah kunci T.
Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidum Ipda Robert, Rabu (25/1) membenarkan telah mengamankan ketiga tersangka berikut barang bukti 4 unit sepeda motor, diantaranya, dua milik tersangka dan sisanya milik korban.
Selain itu, kata Kasat, jajaran polsek Talang Ubi juga membekuk tersangka curanmor di Simpang Rasau Desa Sinar Dewa, serta mengamankan barang bukti sepeda motor dan kunci T.
“Kini tersangka telah kita tahan berikut mengamankan barang bukti sepeda motornya,” ungkap Kasat Reskrim. (yud)
Oknum Kades Terlibat Narkoba Terancam Dipecat
Musi Rawas, SN
Oknum kepala desa Kembang Tanjung kecamatan BTS Ulu yang diduga terlibat narkoba dan sudah di tetapkan tersangka oleh pihak Polres Lubuklinggau terancam sanksi secara administrasi yaitu pemberhentian dari jabatan sebagai kepala desa.
Menurut Sekretaris Inspektorat Kabupaten Musi Rawas (Mura), Yapan Selamat mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim untuk menindaklanjuti adanya oknum kepala desa yang terlibat narkoba. Terkait sanksi yang akan di jatuhklan akan disesuaikan dengan hasil temuan dan pemeriksaan tim yang sudah di bentuk tersebut.
“Sanksi terberat adalah pemberhentian dari jabatan sebagai kepala desa, tapi semua itu tergantung dengan pemeriksaan yang dilakukan,” katanya, Rabu (25/1).
Dia menambahkan, pihaknya hanya melakukan pemeriksaan berkaitan dengan jabatan yang melekat kepadanya yaitu sebagai kepala desa. Soal proses hukum semua itu sepenuhnya hak kepolisian.
Sementara itu Koordinator Gerakan Sumpah Undang – Undang (G SUU) Lubuklinggau – Musi Rawas, Herman Sawiran mengatakan dengan adanya oknum kades yang terlibat kasus narkoba maka hal ini mencoreng pemkab Mura sendiri. Sebab, selama ini Musi Rawas di kenal dengan adanya fakta integeritas bahwa perangkat pemkab Mura untuk tidak terlibat narkoba. Terlebih lagi dengan mengusung program Musi Rawas Darusallam bahwa hal ini sungguh perbuatan yang memalukan.
”Buktikan dengan menjatuhkan sanksi tegas sebagaimana yang di kampanyekan selama ini bahwa pemkab Musi Rawas perang terhadap penggunaan narkoba, ketika ada yang melanggar komitmen tersebut maka harus di buktikan dengan sanksi yang dijatuhkan,” demikian tandasnya. (fik)
Oknum kepala desa Kembang Tanjung kecamatan BTS Ulu yang diduga terlibat narkoba dan sudah di tetapkan tersangka oleh pihak Polres Lubuklinggau terancam sanksi secara administrasi yaitu pemberhentian dari jabatan sebagai kepala desa.
Menurut Sekretaris Inspektorat Kabupaten Musi Rawas (Mura), Yapan Selamat mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim untuk menindaklanjuti adanya oknum kepala desa yang terlibat narkoba. Terkait sanksi yang akan di jatuhklan akan disesuaikan dengan hasil temuan dan pemeriksaan tim yang sudah di bentuk tersebut.
“Sanksi terberat adalah pemberhentian dari jabatan sebagai kepala desa, tapi semua itu tergantung dengan pemeriksaan yang dilakukan,” katanya, Rabu (25/1).
Dia menambahkan, pihaknya hanya melakukan pemeriksaan berkaitan dengan jabatan yang melekat kepadanya yaitu sebagai kepala desa. Soal proses hukum semua itu sepenuhnya hak kepolisian.
Sementara itu Koordinator Gerakan Sumpah Undang – Undang (G SUU) Lubuklinggau – Musi Rawas, Herman Sawiran mengatakan dengan adanya oknum kades yang terlibat kasus narkoba maka hal ini mencoreng pemkab Mura sendiri. Sebab, selama ini Musi Rawas di kenal dengan adanya fakta integeritas bahwa perangkat pemkab Mura untuk tidak terlibat narkoba. Terlebih lagi dengan mengusung program Musi Rawas Darusallam bahwa hal ini sungguh perbuatan yang memalukan.
”Buktikan dengan menjatuhkan sanksi tegas sebagaimana yang di kampanyekan selama ini bahwa pemkab Musi Rawas perang terhadap penggunaan narkoba, ketika ada yang melanggar komitmen tersebut maka harus di buktikan dengan sanksi yang dijatuhkan,” demikian tandasnya. (fik)
Launching Insektisida 'Joki' oleh Bupati OKU Timur Diprotes
Palembang, SN
Launching insektisida 'Joki' (Jelas Komit) 400 SL oleh bupati OKU Timur, Herman Deru (HD) beberapa waktu lalu, diprotes oleh Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Ir Antoni Alam.
Menurutnya, kata launching yang digunakan Herman Deru, tidak tepat, karena insektisida 'Joki' 400 SL izin beredarnya sudah ada sejak tahun 2009 dan berakhir di tahun 2013 mendatang.
"Biasanya kata launching itu, menunjukkan sesuatu yang baru, dan pertama kali, tapi insektisida 'Joki' ini sudah beredar sejak tahun 2009 lalu, jadi tidak tepat kalau dikatakan launching," jelas Antoni, Selasa (24/1).
Selain itu, kata Antoni, pihaknya juga memprotes kegiatan yang dilakukan bupati OKU Timur itu, yang menggunakan halaman dan bangunan laboratorium Hama dan Penyakit Belitang, milik aset Pemprov Sumsel tanpa izin.
"Memang Kepala Laboratorium Hama dan Penyakit, Belitang telah menerima surat izin penggunaan lahan miliknya, namun, Kepala Laboratorium tidak pernah membalas surat itu, atau dengan kata lain belum ada izin terkait penggunaan bangunan," terang dia.
Senada Kepala Laboratorium Hama dan Penyakit, Belitang Dinas Pertanian Sumsel, Pardal SP mengaku menerima surat izin peminjaman bangunan dan halaman laboratorium, namun katanya, perizinan itu belum dikeluarkan, dan pihaknya belum membalas surat izin tersebut.
"Semuanya kan punya prosedur, termasuk izin penggunaan bangunan dan halaman milik laboratorium. Kita sudah membuat surat protes resmi ke kepala Balai di OKUT, yang ditembuskan ke Gubernur Sumsel dan bupati OKU Timur," ungkapnya.
Sekadar informasi, launching insektisida 'Joki' 400 SL oleh Bupati OKUT, Herman Deru dilakukan di Jalan Rasuan, Belitang Madang Raya, Sabtu (14/1) lalu. (awj)
Launching insektisida 'Joki' (Jelas Komit) 400 SL oleh bupati OKU Timur, Herman Deru (HD) beberapa waktu lalu, diprotes oleh Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Ir Antoni Alam.
Menurutnya, kata launching yang digunakan Herman Deru, tidak tepat, karena insektisida 'Joki' 400 SL izin beredarnya sudah ada sejak tahun 2009 dan berakhir di tahun 2013 mendatang.
"Biasanya kata launching itu, menunjukkan sesuatu yang baru, dan pertama kali, tapi insektisida 'Joki' ini sudah beredar sejak tahun 2009 lalu, jadi tidak tepat kalau dikatakan launching," jelas Antoni, Selasa (24/1).
Selain itu, kata Antoni, pihaknya juga memprotes kegiatan yang dilakukan bupati OKU Timur itu, yang menggunakan halaman dan bangunan laboratorium Hama dan Penyakit Belitang, milik aset Pemprov Sumsel tanpa izin.
"Memang Kepala Laboratorium Hama dan Penyakit, Belitang telah menerima surat izin penggunaan lahan miliknya, namun, Kepala Laboratorium tidak pernah membalas surat itu, atau dengan kata lain belum ada izin terkait penggunaan bangunan," terang dia.
Senada Kepala Laboratorium Hama dan Penyakit, Belitang Dinas Pertanian Sumsel, Pardal SP mengaku menerima surat izin peminjaman bangunan dan halaman laboratorium, namun katanya, perizinan itu belum dikeluarkan, dan pihaknya belum membalas surat izin tersebut.
"Semuanya kan punya prosedur, termasuk izin penggunaan bangunan dan halaman milik laboratorium. Kita sudah membuat surat protes resmi ke kepala Balai di OKUT, yang ditembuskan ke Gubernur Sumsel dan bupati OKU Timur," ungkapnya.
Sekadar informasi, launching insektisida 'Joki' 400 SL oleh Bupati OKUT, Herman Deru dilakukan di Jalan Rasuan, Belitang Madang Raya, Sabtu (14/1) lalu. (awj)
Pilkada di Sumsel dan Rawannya Konflik

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat
BEBERAPA kabupaten dan kota di wilayah Sumsel dalam waktu yang berdekatan akan menggelar Pilkada.
Sebut saja Kota Pagaralam, Lubuklinggau, Kabupaten Muara Enim, Banyuasin, dan Kabupaten Lahat.
Tentu hiruk pikuk tahapan Pilkada akan dilalui daerah-daerah untuk memilik kepala daerahnya secara langsung. Moment kampanye adalah yang paling akbar dari semua tahapan yang harus dilalui.
Diharapkan sampai habis semua proses Pilkada, semua elemen masyarakat bisa menahan diri. Kalaupun ada masalah yang muncul di ajang Pilkada, jangan sampai berkhir dengan konflik berkepanjangan, gesekan politik, benturan, atau aduan ke pihak yang berwajib.
Karena pengalaman sudah menunjukkan, konflik apapun namannya sebelum atau sesudah Pilkada di Indonesia, tak akan berkhir dengan manis. Karena ujung-ujungnnya rakyatlah yang dirugikan.
Kita ambil contoh di beberapa daerah, konflik yang dicetuskan dengan aksi protes di lapangan dalam bentuk demonstrasi, hanya bermuara kepada kerugian untuk rakyat. Apalagi kalau benturan itu mulai menyentuh wilayah yang lain, misalnya perusakan, benturan fisik, dan aksi anarkis.
Tak ada yang untung untuk kondisi ini. Bila kondisi yang disebutkan tersebut terjadi, apa yang dibangun dan dibanggakan sebelumnya akan rusak dan sia-sia saja.
Untuk itu, bilapun ada ketidakpuasaan atau temuan-temuan yang dianggap merugikan, mari kita selesaikan semua persoalan itu ke jalur hukum. Karena komplain, protes, maupun pengaduan pelanggaran telah diatur mekanismenya.
Mari kita hormati mekanisme itu. Untuk diketahui selama ini perangkat daerah dan aparat hukum selalu membentuk tim penyidik khusus pelanggaran pidana pilkada. Tim penyidiklah yang akan menindaklanjuti perkara setelah pelanggaran yang dilaporkan ke panitia pengawas (panwas).
Nah dengan kata lain, bilapun ada pelanggaran atau proses aduan, masyarakat, elemen yang merasa tak puas dan merasa dirugikan dengan rangkaian Pilkada, diharap menggunakan dan mendesak lembaga yang yang resmi. Mari kita galang dan jaga Pilkada di lima daerah Sumsel menjadi pesta demokrasi yang damai dan tertib, serta dihasilkan pemimpin yang memang diimpikan rakyat. (***)
Sopir Truk Abaikan Larangan Bongkar Muat, Baturaja Macet
Baturaja, SN
Pengabaian larangan bongkar muat oleh sopir truk oknum distributor pada jam tertentu saat pasar padat aktivitas ternyata tidak menjadi perhatian, dampaknya kesemerautan dan kemacetan lalu lintas dalam kota Baturaja hingga kini belum bisa di atasi.
Kepadatan arus lalu lintas dalam kota Baturaja bukan lagi menjadi hal baru terutama di kawasan Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Hos Cokro Aminoto, Jalan Akmal dan Jalan Pahlawan Kemarung.
Ruas jalan ini sangat rawan kemacetan mulai jam sibuk pagi hari hingga jam sibuk sore hari, salah satu penyebabnya rambu tanda larangan bongkar muat yang di pasang petugas tidak menjadi perhatian sopir truk terutama distributor barang yang menjadi kebutuhkan toko sekitar, padahal kesepakatan sebelumnya sudah ada pembatasan aktivitas seluruh jenis truk dan di pahami oleh pemilik toko maupun distributor yang hanya memarkir mobilnya pada pukul 16.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB setiap hari.
Pantauan Koran ini, Rabu (25/1) kemacetan lalu lintas dalam kota Baturaja lebih disebabkan minimnya kesadaran sopir truk untuk melakukan bongkar muat pada jam-jam tertentu saja di tambah parkir sembarangan mobil angkot di sepanjang Jalan Akmal mulai dari depan Pos Polisi hingga simpang tiga Stasiun.
"Selama pengaturan parkir dan pembatasan truk ini tidak di tindak tegas saya rasa sulit mengatasi persoalan macet seprti ini,dulu lalu lintas bisa lancar ada petugas yang di siagakan di sepanjang jalan ini,sekarang tidak ada lagi,semua kendaraan semaunya saja,“ terang Majid salah satu penjual asongan.
Kepala dinas Perhubungan Kabupaten OKU Firmansyah ST melalui sekreterasi Dinas Drs Wais Kuroni mengakui jika masalah kemacetan ini belum bisa diatasi secara maksimal, penyebab lemahnya kesadaran para sopir plus alasan beragam dari pemilik toko.
“Peringatan hingga penindakan bagi kendaraan yang melanggar rasanya sudah kita lakukan secara terus menerus, kesepakatan untuk bongkar muat pada jam tertentu saja di sore hari itu bukan semata keputusan Dinas Perhubungan tapi sudah menjadi kesepakatan bersama, persoalanya bongkar muat illegal ini kadang kala didukung oleh pemilik toko dengan alasan stok barang habis hingga mendesak minta di kirim. Kita tindak hari ini besok terulang lagi, mengatasi persoalan ini harus mendapat dukungan dari semua komponen pasar, mulai dari pemilik toko, pemilik barang, sopir hingga petugas, kalau petugas saja yang berkomitmen hasilnya kurang memadai," jelas Wais Kuroni. (had)
Pengabaian larangan bongkar muat oleh sopir truk oknum distributor pada jam tertentu saat pasar padat aktivitas ternyata tidak menjadi perhatian, dampaknya kesemerautan dan kemacetan lalu lintas dalam kota Baturaja hingga kini belum bisa di atasi.
Kepadatan arus lalu lintas dalam kota Baturaja bukan lagi menjadi hal baru terutama di kawasan Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Hos Cokro Aminoto, Jalan Akmal dan Jalan Pahlawan Kemarung.
Ruas jalan ini sangat rawan kemacetan mulai jam sibuk pagi hari hingga jam sibuk sore hari, salah satu penyebabnya rambu tanda larangan bongkar muat yang di pasang petugas tidak menjadi perhatian sopir truk terutama distributor barang yang menjadi kebutuhkan toko sekitar, padahal kesepakatan sebelumnya sudah ada pembatasan aktivitas seluruh jenis truk dan di pahami oleh pemilik toko maupun distributor yang hanya memarkir mobilnya pada pukul 16.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB setiap hari.
Pantauan Koran ini, Rabu (25/1) kemacetan lalu lintas dalam kota Baturaja lebih disebabkan minimnya kesadaran sopir truk untuk melakukan bongkar muat pada jam-jam tertentu saja di tambah parkir sembarangan mobil angkot di sepanjang Jalan Akmal mulai dari depan Pos Polisi hingga simpang tiga Stasiun.
"Selama pengaturan parkir dan pembatasan truk ini tidak di tindak tegas saya rasa sulit mengatasi persoalan macet seprti ini,dulu lalu lintas bisa lancar ada petugas yang di siagakan di sepanjang jalan ini,sekarang tidak ada lagi,semua kendaraan semaunya saja,“ terang Majid salah satu penjual asongan.
Kepala dinas Perhubungan Kabupaten OKU Firmansyah ST melalui sekreterasi Dinas Drs Wais Kuroni mengakui jika masalah kemacetan ini belum bisa diatasi secara maksimal, penyebab lemahnya kesadaran para sopir plus alasan beragam dari pemilik toko.
“Peringatan hingga penindakan bagi kendaraan yang melanggar rasanya sudah kita lakukan secara terus menerus, kesepakatan untuk bongkar muat pada jam tertentu saja di sore hari itu bukan semata keputusan Dinas Perhubungan tapi sudah menjadi kesepakatan bersama, persoalanya bongkar muat illegal ini kadang kala didukung oleh pemilik toko dengan alasan stok barang habis hingga mendesak minta di kirim. Kita tindak hari ini besok terulang lagi, mengatasi persoalan ini harus mendapat dukungan dari semua komponen pasar, mulai dari pemilik toko, pemilik barang, sopir hingga petugas, kalau petugas saja yang berkomitmen hasilnya kurang memadai," jelas Wais Kuroni. (had)
Pertamina Simulasi Kebakaran, Warga Prabumulih Heboh
Prabumulih, SN
Simulasi penanggulangan keadaan darurat di lokasi Komplek PT Pertamina di pinggir Jalan Sudirman Prabumulih, Rabu (25/1) pukul 09.00 WIB membuat masyarakat Prabumulih heboh.
Kegiatan simulasi tersebut membuat kaget dan heboh bagi para pengendara yang sedang melaju bahkan ada sempat berhenti sebentar untuk menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan warga di seputaran lokasi PT Pertamina juga kaget dan berhamburan keluar rumah masing masing.
“Memang sengaja didesain seperti memang terjadi kebakaran yang sebenarnya. Skenarionya kita buat seolah–olah terbakarnya tangki nomor 3 diareal PPP lalu diumumkan keadaan darurat melalui radio komunikasi disusul dengan sirine tanda keadaan bahaya. Seluruh karyawan yang sedang beraktivitas di dalam perkantoran langsung dievakuasi ke tempat yang aman," kata Asmen Humas PT Pertamina Prabumulih, M Echman.
Dikatakannya, latihan ini selain dilaksanakan Safety dan Security internal perusahaan juga melibatkan jajaran Polres dan Dinas Perhubungan Prabumulih.
Untuk menghindari kemacetan dan kepanikan para pengguna jalan maka pihak DLLAJR dan Jajaran Polres Prabumulih menutup jalur sebelah kiri jalan Sudirman arah Prabumulih–Muara Enim dan mensterilkan lokasi tempat terjadi insiden untuk memudahkan proses pemadaman api.
Untuk mengantisipasi meluasnya kobaran api dikerahkan Tiga unit mobil pemadam kebakaran sedangkan untuk menangani jika terjadi insiden yang memakan korban dibeberapa titik yang dinilai perlu bantuan penyelamatan jiwa disiagakan mobil ambulance. Sedangkan tanki No. 1,2 dan 3 serta tanki lainnnya disiram air dengan menggunakan mobil khusus untuk mendinginkan tanki sehingga kebakaran tidak meluas ke tanki lainnya.
Karena kegiatan yang mendadak dan tanpa sosialisasi membuat masyarakat seputar ring satu sempat mendatangi lokasi dan menanyakan kejadian apa yang sebenarnya.
Echman menambahkan, simulasi penanggulangan kebakaran bertujuan memberikan gambaran kepada para pekerja Pertamina beserta stakeholder terkait kebakaran yang kapan saja bisa terjadi.
"Kita harapkan Dinas Perhubungan dan Polres jika suatu saat terjadi yang sebenarnya dapat melakukan langkah yang tepat untuk memadamkan api," harapnya. (and)
Simulasi penanggulangan keadaan darurat di lokasi Komplek PT Pertamina di pinggir Jalan Sudirman Prabumulih, Rabu (25/1) pukul 09.00 WIB membuat masyarakat Prabumulih heboh.
Kegiatan simulasi tersebut membuat kaget dan heboh bagi para pengendara yang sedang melaju bahkan ada sempat berhenti sebentar untuk menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan warga di seputaran lokasi PT Pertamina juga kaget dan berhamburan keluar rumah masing masing.
“Memang sengaja didesain seperti memang terjadi kebakaran yang sebenarnya. Skenarionya kita buat seolah–olah terbakarnya tangki nomor 3 diareal PPP lalu diumumkan keadaan darurat melalui radio komunikasi disusul dengan sirine tanda keadaan bahaya. Seluruh karyawan yang sedang beraktivitas di dalam perkantoran langsung dievakuasi ke tempat yang aman," kata Asmen Humas PT Pertamina Prabumulih, M Echman.
Dikatakannya, latihan ini selain dilaksanakan Safety dan Security internal perusahaan juga melibatkan jajaran Polres dan Dinas Perhubungan Prabumulih.
Untuk menghindari kemacetan dan kepanikan para pengguna jalan maka pihak DLLAJR dan Jajaran Polres Prabumulih menutup jalur sebelah kiri jalan Sudirman arah Prabumulih–Muara Enim dan mensterilkan lokasi tempat terjadi insiden untuk memudahkan proses pemadaman api.
Untuk mengantisipasi meluasnya kobaran api dikerahkan Tiga unit mobil pemadam kebakaran sedangkan untuk menangani jika terjadi insiden yang memakan korban dibeberapa titik yang dinilai perlu bantuan penyelamatan jiwa disiagakan mobil ambulance. Sedangkan tanki No. 1,2 dan 3 serta tanki lainnnya disiram air dengan menggunakan mobil khusus untuk mendinginkan tanki sehingga kebakaran tidak meluas ke tanki lainnya.
Karena kegiatan yang mendadak dan tanpa sosialisasi membuat masyarakat seputar ring satu sempat mendatangi lokasi dan menanyakan kejadian apa yang sebenarnya.
Echman menambahkan, simulasi penanggulangan kebakaran bertujuan memberikan gambaran kepada para pekerja Pertamina beserta stakeholder terkait kebakaran yang kapan saja bisa terjadi.
"Kita harapkan Dinas Perhubungan dan Polres jika suatu saat terjadi yang sebenarnya dapat melakukan langkah yang tepat untuk memadamkan api," harapnya. (and)
Jalan Desa Mulak Ulu Diperbaiki
Lahat, SN
Jalan desa sepanjang 6 kilometer (Km) dari Desa Geramat Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat hingga menembus Desa Padang Bindu yang merupakan akses penting bagi warga, dibuka kembali dan diperbaiki pemerintah bersama masyarakat Desa Geramat secara gotong royong serta membuat saluran air untuk memperlancar irigasi persawahan yang ada.
“Memang untuk perbaikan jalan ini permintaan dari warga sendiri sebab jalan ini merupakan akses penting mereka keluar dari desa menuju kecamatan dan ke kota. Yang digunakan kebanyakan untuk mengangkut hasil bumi warga. Dari padi, kopi, karet dan cokelat yang mulai digarap warga desa,” jelas Camat Mulak Ulu Lubisman.
Menurut Lubisman, apabila jalan ini lancar maka perekonomian pedesaan meningkat mengingat persawahan yang sudah digarap maupun yang baru dibuka sekitar 600 hektar (Ha) luasnya, belum perkebunan yang ada. Irigasi Ayek Mulak yang ada semakin lancar hal ini tentu yang diharapkan masyarakat.
Ditambahkan Kades Geramat Mahmud, selain tanaman persawahan ini disana saat masa selang mereka menanam kedelai dan jagung sebagai komoditi tambahan selain padi persawahan. “Apalagi disini terdapat situs Megalith Batu Dakon Geramat yang jumlahnya tidak hanya satu, sehingga kemungkinan akan menjadi minat orang berkunjung ke desa Geramat semakin besar karena akses jalan sudah dibuka lebih lebar lagi,” papar Mahmud.
Salah satu warga yang ikut dalam gotong royong Syukur (45) dari pagi-pagi mereka sudah berkumpul setelah dapat pengumuman dari kepala desa untuk melakukan gotong royong. “Jam 7.00 kami la kumpul di beberapa sisi jalanan yang akan dibersihkan dan dibuat saluran air,” kata syukur
Pendi (46) warga Desa Geramat lainnya mengatakan bahwa saluran air ini bila tidak dibuka saat hujan air akan menutupi jalan sehingga sulit dilalui.
“Pemerintah meminjamkan alat untuk membuaka kembali dan warga yang membersihkannya disepanjang jalanan ini. Kami ni dek, terimakasih nian kalo jalan ni bebas dari genangan air dan jalanan biso lancar dilalui. Nak ke kota dan keluar dari desa yo lewat sinila,” jelas Pendi.
Pihak TNI setempat yang juga ikut membantu mengatur pembersihan jalan dan pembuatan jalan yang ada, serta saluran air.
“Gotong Royong warga Mulak Ulu terutama Geramat ini berakhir hingga menjelang sholat Jumat (20/1). Antusias 500 warga ini luar biasa dari Karang taruna, Ibu dan petani yang ada bergantian maka sewajarnya TNI ikut membantu dalam gotong royong ini,” ujar Kapten (Inf) Agus Salim. (riz)
Jalan desa sepanjang 6 kilometer (Km) dari Desa Geramat Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat hingga menembus Desa Padang Bindu yang merupakan akses penting bagi warga, dibuka kembali dan diperbaiki pemerintah bersama masyarakat Desa Geramat secara gotong royong serta membuat saluran air untuk memperlancar irigasi persawahan yang ada.
“Memang untuk perbaikan jalan ini permintaan dari warga sendiri sebab jalan ini merupakan akses penting mereka keluar dari desa menuju kecamatan dan ke kota. Yang digunakan kebanyakan untuk mengangkut hasil bumi warga. Dari padi, kopi, karet dan cokelat yang mulai digarap warga desa,” jelas Camat Mulak Ulu Lubisman.
Menurut Lubisman, apabila jalan ini lancar maka perekonomian pedesaan meningkat mengingat persawahan yang sudah digarap maupun yang baru dibuka sekitar 600 hektar (Ha) luasnya, belum perkebunan yang ada. Irigasi Ayek Mulak yang ada semakin lancar hal ini tentu yang diharapkan masyarakat.
Ditambahkan Kades Geramat Mahmud, selain tanaman persawahan ini disana saat masa selang mereka menanam kedelai dan jagung sebagai komoditi tambahan selain padi persawahan. “Apalagi disini terdapat situs Megalith Batu Dakon Geramat yang jumlahnya tidak hanya satu, sehingga kemungkinan akan menjadi minat orang berkunjung ke desa Geramat semakin besar karena akses jalan sudah dibuka lebih lebar lagi,” papar Mahmud.
Salah satu warga yang ikut dalam gotong royong Syukur (45) dari pagi-pagi mereka sudah berkumpul setelah dapat pengumuman dari kepala desa untuk melakukan gotong royong. “Jam 7.00 kami la kumpul di beberapa sisi jalanan yang akan dibersihkan dan dibuat saluran air,” kata syukur
Pendi (46) warga Desa Geramat lainnya mengatakan bahwa saluran air ini bila tidak dibuka saat hujan air akan menutupi jalan sehingga sulit dilalui.
“Pemerintah meminjamkan alat untuk membuaka kembali dan warga yang membersihkannya disepanjang jalanan ini. Kami ni dek, terimakasih nian kalo jalan ni bebas dari genangan air dan jalanan biso lancar dilalui. Nak ke kota dan keluar dari desa yo lewat sinila,” jelas Pendi.
Pihak TNI setempat yang juga ikut membantu mengatur pembersihan jalan dan pembuatan jalan yang ada, serta saluran air.
“Gotong Royong warga Mulak Ulu terutama Geramat ini berakhir hingga menjelang sholat Jumat (20/1). Antusias 500 warga ini luar biasa dari Karang taruna, Ibu dan petani yang ada bergantian maka sewajarnya TNI ikut membantu dalam gotong royong ini,” ujar Kapten (Inf) Agus Salim. (riz)
Rabu, 25 Januari 2012
Disdik Prabumulih Seleksi O2SN SD
Prabumulih, SN
Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Selasa (24/1) melakukan seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Seleksi tersebut mempertandingkan sembilan cabang olahraga yang diikuti 83 SD.
Panitia seleksi Darrmi MSI mengatakan, Dinas Pendidikan Prabumulih sudah menghimbau setiap gugus tingkat sekolah dasar dan madrasah ibtidiyah (SD/MI) baik Swasta maupun negeri agar mengirimkan atlet atlet yang telah di seleksi di masing masing gugus untuk dapat mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2012. Seleksi sendiri berlangsung lima hari dan ditutup 31 Januari mendatang.
Sembilan cabor itu antara lain, tenis meja, badminton, sepakbola mini, catur dan lainny
“Bagi atlet SD, SMP SMA dan sederajat yang erprestasi di O2SN khususnya yang dapat juara pertama. (and)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Selasa (24/1) melakukan seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Seleksi tersebut mempertandingkan sembilan cabang olahraga yang diikuti 83 SD.
Panitia seleksi Darrmi MSI mengatakan, Dinas Pendidikan Prabumulih sudah menghimbau setiap gugus tingkat sekolah dasar dan madrasah ibtidiyah (SD/MI) baik Swasta maupun negeri agar mengirimkan atlet atlet yang telah di seleksi di masing masing gugus untuk dapat mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2012. Seleksi sendiri berlangsung lima hari dan ditutup 31 Januari mendatang.
Sembilan cabor itu antara lain, tenis meja, badminton, sepakbola mini, catur dan lainny
“Bagi atlet SD, SMP SMA dan sederajat yang erprestasi di O2SN khususnya yang dapat juara pertama. (and)
Tiga Spesialis Curi Karet Dicokok
Lais, SN
Aksi pencurian karet alam di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali marak. Secara bergantian sindikat pencurian karet di wilayah kecamatan Lais dan Lawang Weta tersebut kian meresahkan warga.
Polisipun menyiapkan tim untuk mengendus aksi sindikat itu. Alhasil, pada Selasa (24/1) sekitar pukul 06.00 WIB tiga dari sembilan pelaku pencurian berhasil dicokok aparat Polsek Lais di Village XII Desa Lais Kecamatan Lais Kabupaten Muba dengan barang bukti 9 keping karet atau seberat 400 kg. Adapun korbannya yakni Turmuji Bin M Ubin warga Village XII.
Pelaku yang berhasil dibekuk yakni Yanto Bin Sobar, 26 tahun, warga dusun I Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur, Adi, 25, Warga Dusun Lubuk Lancang Kecamatan Betung, Banyuasin dan Muh Amin Bin Tudin Dulkhasan,21, Dusun III Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur. Sedangkan pelaku lainnya yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diantaranya Ay, warga dusun IV Lebung, HR, warga dusun II Lebung, EN, warga Lubuk Lancang, SR warga Dusun Tanah Malang Desa Lebung, Aswandi warga tanah malang desa lebung dan Insan warga Lubuk lancing.
Aksi pencurian karet itu dilakukan sekelompok pelaku pada tengah malam, disaat penjaga karet yang ditaruh karet alam hasil sadapan didalam kolam tertidur lelap. Secara diam-diam, pelaku bergantian mengambil bongkahan karet dan dipikul sampai kepinggir jalan. Sedangkan saat karet sudah terkumpul dipinggir jalan barulah sebuah mobil dari pelaku mengangkut karet hasil curian tersebut.
Namun disaat ketiga pelaku hendak mengangkut karet curian untuk beberapa keping lagi sekitar pukul 02.00 WIB kemarin, aksi pelaku berhasil dipergoki warga yang meneriaki maling, sehingga ketiga pelaku berlari kocar-kacir.
Dua pelaku berlari bersama dan satu pelaku lainnya berpencar menyelamatkan diri. Satu orang pelaku tersebut berhasil ditangkap warga dan sempat dihajar massa hingga babak belur. Setelah babak belur aparat desa langsung memberitahukan pihak kepolisian untuk diamankan. Sedangkan pengejaran kedua pelaku tersebut terus dilakukan aparat kepolisian, dan berhasil ditanggap dipinggir jalan dekat tumpukan karet dekat desa Villange XII.
Kapolres Muba, AKBP Toto Wibowo melalui Kapolsek Lais AKP Bakhtiar didampingi Kanitres Brigadir WP. Simarmata.SH membenarkan telah membekuk aksi pencurian sawit milik warga. Adapun keresahan warga terhadap sindikat pencurian karet alam tersebut kerap terjadi seminggu terakhir ini.
“Aksi pencurian itu sindikat dan mereka berkelompok melakukan pencurian pada tengah malam atau pagi saat orang tertidur. Dilais sudah tiga kali terjadi,” ungkap Kapolsek. Bahkan beberapa minggu lalu warga juga kehilangan 2 ton karet karena dicuri. Begitu juga laporan di PT Guthrie ada upaya pencurian namun tidak berhasil. (her)
Aksi pencurian karet alam di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali marak. Secara bergantian sindikat pencurian karet di wilayah kecamatan Lais dan Lawang Weta tersebut kian meresahkan warga.
Polisipun menyiapkan tim untuk mengendus aksi sindikat itu. Alhasil, pada Selasa (24/1) sekitar pukul 06.00 WIB tiga dari sembilan pelaku pencurian berhasil dicokok aparat Polsek Lais di Village XII Desa Lais Kecamatan Lais Kabupaten Muba dengan barang bukti 9 keping karet atau seberat 400 kg. Adapun korbannya yakni Turmuji Bin M Ubin warga Village XII.
Pelaku yang berhasil dibekuk yakni Yanto Bin Sobar, 26 tahun, warga dusun I Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur, Adi, 25, Warga Dusun Lubuk Lancang Kecamatan Betung, Banyuasin dan Muh Amin Bin Tudin Dulkhasan,21, Dusun III Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur. Sedangkan pelaku lainnya yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diantaranya Ay, warga dusun IV Lebung, HR, warga dusun II Lebung, EN, warga Lubuk Lancang, SR warga Dusun Tanah Malang Desa Lebung, Aswandi warga tanah malang desa lebung dan Insan warga Lubuk lancing.
Aksi pencurian karet itu dilakukan sekelompok pelaku pada tengah malam, disaat penjaga karet yang ditaruh karet alam hasil sadapan didalam kolam tertidur lelap. Secara diam-diam, pelaku bergantian mengambil bongkahan karet dan dipikul sampai kepinggir jalan. Sedangkan saat karet sudah terkumpul dipinggir jalan barulah sebuah mobil dari pelaku mengangkut karet hasil curian tersebut.
Namun disaat ketiga pelaku hendak mengangkut karet curian untuk beberapa keping lagi sekitar pukul 02.00 WIB kemarin, aksi pelaku berhasil dipergoki warga yang meneriaki maling, sehingga ketiga pelaku berlari kocar-kacir.
Dua pelaku berlari bersama dan satu pelaku lainnya berpencar menyelamatkan diri. Satu orang pelaku tersebut berhasil ditangkap warga dan sempat dihajar massa hingga babak belur. Setelah babak belur aparat desa langsung memberitahukan pihak kepolisian untuk diamankan. Sedangkan pengejaran kedua pelaku tersebut terus dilakukan aparat kepolisian, dan berhasil ditanggap dipinggir jalan dekat tumpukan karet dekat desa Villange XII.
Kapolres Muba, AKBP Toto Wibowo melalui Kapolsek Lais AKP Bakhtiar didampingi Kanitres Brigadir WP. Simarmata.SH membenarkan telah membekuk aksi pencurian sawit milik warga. Adapun keresahan warga terhadap sindikat pencurian karet alam tersebut kerap terjadi seminggu terakhir ini.
“Aksi pencurian itu sindikat dan mereka berkelompok melakukan pencurian pada tengah malam atau pagi saat orang tertidur. Dilais sudah tiga kali terjadi,” ungkap Kapolsek. Bahkan beberapa minggu lalu warga juga kehilangan 2 ton karet karena dicuri. Begitu juga laporan di PT Guthrie ada upaya pencurian namun tidak berhasil. (her)
Dana BSM Tak Boleh Dipotong
Indralaya
Kabid TK/SD Dinas Pendidikan (Disdik) Ogan Ilir (OI) Faturrozi SPd, Selasa (24/1) menyatakan, pihak sekolah tidak boleh melalukan potongan terhadap penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin (BSM). Sehingga bila terjadi ada potongan maka pihak sekolah telah menyalahi aturan.
Dikatakan Faturrozi, pihaknya belum mendapat laporan adanya potongan BSM yang dilakukan oknum pihak sekolah. Namun ia berterima kasih dengan adanya laporan tersebut. Pihaknya akan segera memanggil kepala sekolah bila ada potongan BSM.
"Kami akan segera memanggil kepala sekolah yang bersangkutan. Melalui kacabdin Indralaya Utara dan kalau ternyata memang benar adanya pemotongan maka kami akan memberikan sanksi terhadap kepala sekolah yang bersangkutan" ujar Faturrozi.
Ia mengungkapkan, sejauh ini ia belum mendengar adanya potongan yang dilakukan pihak oknum Kepsek SDN 3 Indralaya Utara yang diduga melakukan potongan sebesar Rp 40 ribu persiswa.
Sementara menurut data yang diterima dari Wahyudi MKom selaku Kasi sarana bidang TK/SD Disdik OI, untuk SDN 3 Indralaya siswa yang mendapatan dana bantuan siswa miskin yang mendapat Rp 360 ribu/siswa sebanyak 19 siswa dan yang mendapat Rp 180 ribu/siswa sebanyak 10 orang.
Wahyudi sangat menyayangkan kalau memang benar terjadi pemotongan terhadap dana bantuan tersebut karena sebelum ada pencairan dana tersebut sudah diingatkan agar jangan ada pemotongan.
"Padahal dari awal kami sudah mengingat jangan sampai ada pemotongan terhadap dana bantuan siswa miskin" ujar Wahyudi.
Sementara Kacabdin Indralaya Utara Ichwani SPd mengaku belum mengetahui dan memang tidak diperbolehkan ada pemotongan terhadap dana tersebut. (man)
Kabid TK/SD Dinas Pendidikan (Disdik) Ogan Ilir (OI) Faturrozi SPd, Selasa (24/1) menyatakan, pihak sekolah tidak boleh melalukan potongan terhadap penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin (BSM). Sehingga bila terjadi ada potongan maka pihak sekolah telah menyalahi aturan.
Dikatakan Faturrozi, pihaknya belum mendapat laporan adanya potongan BSM yang dilakukan oknum pihak sekolah. Namun ia berterima kasih dengan adanya laporan tersebut. Pihaknya akan segera memanggil kepala sekolah bila ada potongan BSM.
"Kami akan segera memanggil kepala sekolah yang bersangkutan. Melalui kacabdin Indralaya Utara dan kalau ternyata memang benar adanya pemotongan maka kami akan memberikan sanksi terhadap kepala sekolah yang bersangkutan" ujar Faturrozi.
Ia mengungkapkan, sejauh ini ia belum mendengar adanya potongan yang dilakukan pihak oknum Kepsek SDN 3 Indralaya Utara yang diduga melakukan potongan sebesar Rp 40 ribu persiswa.
Sementara menurut data yang diterima dari Wahyudi MKom selaku Kasi sarana bidang TK/SD Disdik OI, untuk SDN 3 Indralaya siswa yang mendapatan dana bantuan siswa miskin yang mendapat Rp 360 ribu/siswa sebanyak 19 siswa dan yang mendapat Rp 180 ribu/siswa sebanyak 10 orang.
Wahyudi sangat menyayangkan kalau memang benar terjadi pemotongan terhadap dana bantuan tersebut karena sebelum ada pencairan dana tersebut sudah diingatkan agar jangan ada pemotongan.
"Padahal dari awal kami sudah mengingat jangan sampai ada pemotongan terhadap dana bantuan siswa miskin" ujar Wahyudi.
Sementara Kacabdin Indralaya Utara Ichwani SPd mengaku belum mengetahui dan memang tidak diperbolehkan ada pemotongan terhadap dana tersebut. (man)
Tiga Spesialis Curi Karet Dicokok
Lais, SN
Aksi pencurian karet alam di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali marak. Secara bergantian sindikat pencurian karet di wilayah kecamatan Lais dan Lawang Weta tersebut kian meresahkan warga.
Polisipun menyiapkan tim untuk mengendus aksi sindikat itu. Alhasil, pada Selasa (24/1) sekitar pukul 06.00 WIB tiga dari sembilan pelaku pencurian berhasil dicokok aparat Polsek Lais di Village XII Desa Lais Kecamatan Lais Kabupaten Muba dengan barang bukti 9 keping karet atau seberat 400 kg. Adapun korbannya yakni Turmuji Bin M Ubin warga Village XII.
Pelaku yang berhasil dibekuk yakni Yanto Bin Sobar, 26 tahun, warga dusun I Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur, Adi, 25, Warga Dusun Lubuk Lancang Kecamatan Betung, Banyuasin dan Muh Amin Bin Tudin Dulkhasan,21, Dusun III Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur. Sedangkan pelaku lainnya yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diantaranya Ay, warga dusun IV Lebung, HR, warga dusun II Lebung, EN, warga Lubuk Lancang, SR warga Dusun Tanah Malang Desa Lebung, Aswandi warga tanah malang desa lebung dan Insan warga Lubuk lancing.
Aksi pencurian karet itu dilakukan sekelompok pelaku pada tengah malam, disaat penjaga karet yang ditaruh karet alam hasil sadapan didalam kolam tertidur lelap. Secara diam-diam, pelaku bergantian mengambil bongkahan karet dan dipikul sampai kepinggir jalan. Sedangkan saat karet sudah terkumpul dipinggir jalan barulah sebuah mobil dari pelaku mengangkut karet hasil curian tersebut.
Namun disaat ketiga pelaku hendak mengangkut karet curian untuk beberapa keping lagi sekitar pukul 02.00 WIB kemarin, aksi pelaku berhasil dipergoki warga yang meneriaki maling, sehingga ketiga pelaku berlari kocar-kacir.
Dua pelaku berlari bersama dan satu pelaku lainnya berpencar menyelamatkan diri. Satu orang pelaku tersebut berhasil ditangkap warga dan sempat dihajar massa hingga babak belur. Setelah babak belur aparat desa langsung memberitahukan pihak kepolisian untuk diamankan. Sedangkan pengejaran kedua pelaku tersebut terus dilakukan aparat kepolisian, dan berhasil ditanggap dipinggir jalan dekat tumpukan karet dekat desa Villange XII.
Kapolres Muba, AKBP Toto Wibowo melalui Kapolsek Lais AKP Bakhtiar didampingi Kanitres Brigadir WP. Simarmata.SH membenarkan telah membekuk aksi pencurian sawit milik warga. Adapun keresahan warga terhadap sindikat pencurian karet alam tersebut kerap terjadi seminggu terakhir ini.
“Aksi pencurian itu sindikat dan mereka berkelompok melakukan pencurian pada tengah malam atau pagi saat orang tertidur. Dilais sudah tiga kali terjadi,” ungkap Kapolsek. Bahkan beberapa minggu lalu warga juga kehilangan 2 ton karet karena dicuri. Begitu juga laporan di PT Guthrie ada upaya pencurian namun tidak berhasil. (her)
Aksi pencurian karet alam di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali marak. Secara bergantian sindikat pencurian karet di wilayah kecamatan Lais dan Lawang Weta tersebut kian meresahkan warga.
Polisipun menyiapkan tim untuk mengendus aksi sindikat itu. Alhasil, pada Selasa (24/1) sekitar pukul 06.00 WIB tiga dari sembilan pelaku pencurian berhasil dicokok aparat Polsek Lais di Village XII Desa Lais Kecamatan Lais Kabupaten Muba dengan barang bukti 9 keping karet atau seberat 400 kg. Adapun korbannya yakni Turmuji Bin M Ubin warga Village XII.
Pelaku yang berhasil dibekuk yakni Yanto Bin Sobar, 26 tahun, warga dusun I Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur, Adi, 25, Warga Dusun Lubuk Lancang Kecamatan Betung, Banyuasin dan Muh Amin Bin Tudin Dulkhasan,21, Dusun III Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur. Sedangkan pelaku lainnya yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diantaranya Ay, warga dusun IV Lebung, HR, warga dusun II Lebung, EN, warga Lubuk Lancang, SR warga Dusun Tanah Malang Desa Lebung, Aswandi warga tanah malang desa lebung dan Insan warga Lubuk lancing.
Aksi pencurian karet itu dilakukan sekelompok pelaku pada tengah malam, disaat penjaga karet yang ditaruh karet alam hasil sadapan didalam kolam tertidur lelap. Secara diam-diam, pelaku bergantian mengambil bongkahan karet dan dipikul sampai kepinggir jalan. Sedangkan saat karet sudah terkumpul dipinggir jalan barulah sebuah mobil dari pelaku mengangkut karet hasil curian tersebut.
Namun disaat ketiga pelaku hendak mengangkut karet curian untuk beberapa keping lagi sekitar pukul 02.00 WIB kemarin, aksi pelaku berhasil dipergoki warga yang meneriaki maling, sehingga ketiga pelaku berlari kocar-kacir.
Dua pelaku berlari bersama dan satu pelaku lainnya berpencar menyelamatkan diri. Satu orang pelaku tersebut berhasil ditangkap warga dan sempat dihajar massa hingga babak belur. Setelah babak belur aparat desa langsung memberitahukan pihak kepolisian untuk diamankan. Sedangkan pengejaran kedua pelaku tersebut terus dilakukan aparat kepolisian, dan berhasil ditanggap dipinggir jalan dekat tumpukan karet dekat desa Villange XII.
Kapolres Muba, AKBP Toto Wibowo melalui Kapolsek Lais AKP Bakhtiar didampingi Kanitres Brigadir WP. Simarmata.SH membenarkan telah membekuk aksi pencurian sawit milik warga. Adapun keresahan warga terhadap sindikat pencurian karet alam tersebut kerap terjadi seminggu terakhir ini.
“Aksi pencurian itu sindikat dan mereka berkelompok melakukan pencurian pada tengah malam atau pagi saat orang tertidur. Dilais sudah tiga kali terjadi,” ungkap Kapolsek. Bahkan beberapa minggu lalu warga juga kehilangan 2 ton karet karena dicuri. Begitu juga laporan di PT Guthrie ada upaya pencurian namun tidak berhasil. (her)
PKS Ganti Kadernya di DPRD Muba
Sekayu, SN
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Musi Banyuasin mengganti kadernya yang diduduk di DPRD Musi Banyuasin. Kedudukan Nuryasin Arlan LC sebagai satu-satunya anggota DPRD Muba asal PKS diganti oleh Ir Amir Husin.
Pelantikan Pergantian Antar Waktu anggota DPRD Muba Ir Amir Husin dilakukan melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Muba yang dipimpin Ketua DPRD Muba H Uzer Effendy MS, Selasa (24/1). Rapat Paripurna tersebut dihadiri Bupati Muba H Pahri Azhari, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Satuan Kerja Pemerintah Daerah, dan unsur masyarakat.
Pergantian Antar Waktu anggota DPRD Muba Nuryasin Arlan LC digantikan oleh Ir Amir Husin, tertuang melalui keputusan Gubernur Sumsel nomor 881/Kpts/II/2011, tanggal 30 Desember 2011. Dalam surat keputusan tersebut, Nuryasin Arlan LC resmi diberhentikan dan mengangkat Ir Amir Husin sebagai anggota DPRD Muba periode 2009-2014.
Ketua DPD PKS Kabupaten Musi Banyuasin Dear Fauzul Azim, mengatakan, PAW tersebut merupakan dinamika politik sebagai bentuk regenerasi dan kaderisasi partai. Menurutnya, PAW tersebut bertujuan untuk mendorong semangat perubahan.
“PAW ini murni dikarenakan adanya permintaan pengunduran diri dari Nuryasin. Tidak ada nuansa politis dalam pergantian antara Nuryasin Arlan LC dan Ir Amir Husin,” ujarnya.
Dia mengatakan, pelantikan Ir Amair Husin sebagai anggota DPRD Muba menggantikan Nuryasin Arlan LC tersebut juga momentum yang tepat, seiring dengan pelantikan Bupati dan Wabup Muba Periode 2012-2017.
Menurutnya, dengan telah dilantiknya PAW anggota DPRD Muba, PKS dapat ikut berkontribusi dalam pembahasan APBD.
“Ini momentum yang tepat. Sebagai anggota DPRD Muba yang baru dilantik, Ir Amir Husin dapat berkontribusi dalam pembahasan APBD Muba, untuk kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya. (her)
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Musi Banyuasin mengganti kadernya yang diduduk di DPRD Musi Banyuasin. Kedudukan Nuryasin Arlan LC sebagai satu-satunya anggota DPRD Muba asal PKS diganti oleh Ir Amir Husin.
Pelantikan Pergantian Antar Waktu anggota DPRD Muba Ir Amir Husin dilakukan melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Muba yang dipimpin Ketua DPRD Muba H Uzer Effendy MS, Selasa (24/1). Rapat Paripurna tersebut dihadiri Bupati Muba H Pahri Azhari, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Satuan Kerja Pemerintah Daerah, dan unsur masyarakat.
Pergantian Antar Waktu anggota DPRD Muba Nuryasin Arlan LC digantikan oleh Ir Amir Husin, tertuang melalui keputusan Gubernur Sumsel nomor 881/Kpts/II/2011, tanggal 30 Desember 2011. Dalam surat keputusan tersebut, Nuryasin Arlan LC resmi diberhentikan dan mengangkat Ir Amir Husin sebagai anggota DPRD Muba periode 2009-2014.
Ketua DPD PKS Kabupaten Musi Banyuasin Dear Fauzul Azim, mengatakan, PAW tersebut merupakan dinamika politik sebagai bentuk regenerasi dan kaderisasi partai. Menurutnya, PAW tersebut bertujuan untuk mendorong semangat perubahan.
“PAW ini murni dikarenakan adanya permintaan pengunduran diri dari Nuryasin. Tidak ada nuansa politis dalam pergantian antara Nuryasin Arlan LC dan Ir Amir Husin,” ujarnya.
Dia mengatakan, pelantikan Ir Amair Husin sebagai anggota DPRD Muba menggantikan Nuryasin Arlan LC tersebut juga momentum yang tepat, seiring dengan pelantikan Bupati dan Wabup Muba Periode 2012-2017.
Menurutnya, dengan telah dilantiknya PAW anggota DPRD Muba, PKS dapat ikut berkontribusi dalam pembahasan APBD.
“Ini momentum yang tepat. Sebagai anggota DPRD Muba yang baru dilantik, Ir Amir Husin dapat berkontribusi dalam pembahasan APBD Muba, untuk kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya. (her)
DP2K Turunkan Satgas Cegah Flu Burung
Palembang, SN
Meski belum menemukan indikasi flu burung di Kota Palembang, Pemkot melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DP2K) menurunkan satuan petugas (satgas) khusus sebagai upaya pencegahannya. Hal ini diungkapkan Kepala DP2K Kota Palembang Sudirman Tegoeh di kantor Walikota, kemarin.
“Maraknya isu flu burung di Jakarta dengan indikasi satu orang meninggal tentu kita sikapi dengan menurunkan satgas. Tugas utama mereka untuk memonitor dan menginventarisir para peternak yang ada dengan tujuan pencegahan menyebarnya virus unggas ini,”ungkap Sudirman.
Satgas ini, sambung dia, juga akan melakukan koordinasi dengan Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) yang ada di beberapa wilayah seperti Kecamatan Gandus, Sekojo, Talang Betutu, dan Seberang Ulu. Selain itu, melakukan sosialiasi mengenai flu burung kepada masyarakat. “Kita juga prioritaskan center peternakan unggas di perbatasan kota seperti di Alang-Alang Lebar,”sebutnya.
Secara umum, jelas Sudirman, terdapat dua kategori peternak unggas yang bisa dijumpai. Antara lain peternak hobi yang memelihara unggasnya di rumah dalam jumlah sedikit. serta peternak bisnis dengan jumlah peliharaan besar-besaran. Untuk para peternak ini, diminta untuk tidak membuka peternakannya di pemukiman dan wilayah yang ramai. Pasalnya, keberadaan kandang unggas dinilai dapat mengganggu lingkungan dan lalu lintas dengan kebersihannya.
“Semua peternak ini diharapkan dapat menjaga peliharaannya dengan baik. Bisa dengan memberikan semprotan desinfektan, injeksi, dan menjaga kebersihan kandangnya dengan baik,”imbuhnya.
Sudirman juga meminta kepada masyarakat yang memelihara unggas agar segera melapor ke pihaknya apabila ditemukan ayam atau burung yang mati di tempat dengan ciri-ciri yang mengarah ke flu burung. “Fungsi satgas kita juga untuk sosialisasikan hal ini agar masyarakat dapat terhindar dari virus ini,”bebernya.
Dalam melakukan pengawasan dan pembinaan peternak unggas, Sudirman mengaku, masih menggunakan peraturan wali kota (Perwali) No.11/2010 tentang pemeliharaan hewan berkaki empat. “Peraturan Daerah (Perda) khususnya belum ada karena memang belum mendesak,”ujarnya.
Disinggung bagaimana kepengurusan izin usaha untuk masyarakat yang akan membuka usaha di bidang peternakan, Sudirman mengatakan, semua memang harus terpadu dan sesuai aturan. Pengajuan izin usaha tersebut bisa melalui Pemkot Palembang bukan melalui pihaknya.
“Karena DP2K ini tupoksinya untuk pembinaan teknis, termasuk masalah distribusi dan pemotongan hewan. Agar masyarakat dapat memahami ini, tim interen kita tentu berikan penyuluhan terkait ini,”pungkasnya.
Terpisah, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengimbau kepada masyarakat agar tidak memelihara unggas di dekat tempat tinggal. Selain itu, jika memang akan membuka peternakan untuk penghasilan tambahan, mungkin tidak sesuai jika ditempatkan lokasinya di tempat tinggal.
“Tidak ada kasus flu burung di Palembang. Ya, untuk pencegahannya tentu menghindari memelihara unggas seperti ayam dan burung di dekat kamar. Seharusnya tidak dilakukan. Kalau sekedar untuk hobi, diharapkan dapat menjaga kebersihan kandangnya, periksa kesehatannya jika memelihara ayam jago atau burung,”imbau Eddy.(win)
Meski belum menemukan indikasi flu burung di Kota Palembang, Pemkot melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DP2K) menurunkan satuan petugas (satgas) khusus sebagai upaya pencegahannya. Hal ini diungkapkan Kepala DP2K Kota Palembang Sudirman Tegoeh di kantor Walikota, kemarin.
“Maraknya isu flu burung di Jakarta dengan indikasi satu orang meninggal tentu kita sikapi dengan menurunkan satgas. Tugas utama mereka untuk memonitor dan menginventarisir para peternak yang ada dengan tujuan pencegahan menyebarnya virus unggas ini,”ungkap Sudirman.
Satgas ini, sambung dia, juga akan melakukan koordinasi dengan Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) yang ada di beberapa wilayah seperti Kecamatan Gandus, Sekojo, Talang Betutu, dan Seberang Ulu. Selain itu, melakukan sosialiasi mengenai flu burung kepada masyarakat. “Kita juga prioritaskan center peternakan unggas di perbatasan kota seperti di Alang-Alang Lebar,”sebutnya.
Secara umum, jelas Sudirman, terdapat dua kategori peternak unggas yang bisa dijumpai. Antara lain peternak hobi yang memelihara unggasnya di rumah dalam jumlah sedikit. serta peternak bisnis dengan jumlah peliharaan besar-besaran. Untuk para peternak ini, diminta untuk tidak membuka peternakannya di pemukiman dan wilayah yang ramai. Pasalnya, keberadaan kandang unggas dinilai dapat mengganggu lingkungan dan lalu lintas dengan kebersihannya.
“Semua peternak ini diharapkan dapat menjaga peliharaannya dengan baik. Bisa dengan memberikan semprotan desinfektan, injeksi, dan menjaga kebersihan kandangnya dengan baik,”imbuhnya.
Sudirman juga meminta kepada masyarakat yang memelihara unggas agar segera melapor ke pihaknya apabila ditemukan ayam atau burung yang mati di tempat dengan ciri-ciri yang mengarah ke flu burung. “Fungsi satgas kita juga untuk sosialisasikan hal ini agar masyarakat dapat terhindar dari virus ini,”bebernya.
Dalam melakukan pengawasan dan pembinaan peternak unggas, Sudirman mengaku, masih menggunakan peraturan wali kota (Perwali) No.11/2010 tentang pemeliharaan hewan berkaki empat. “Peraturan Daerah (Perda) khususnya belum ada karena memang belum mendesak,”ujarnya.
Disinggung bagaimana kepengurusan izin usaha untuk masyarakat yang akan membuka usaha di bidang peternakan, Sudirman mengatakan, semua memang harus terpadu dan sesuai aturan. Pengajuan izin usaha tersebut bisa melalui Pemkot Palembang bukan melalui pihaknya.
“Karena DP2K ini tupoksinya untuk pembinaan teknis, termasuk masalah distribusi dan pemotongan hewan. Agar masyarakat dapat memahami ini, tim interen kita tentu berikan penyuluhan terkait ini,”pungkasnya.
Terpisah, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengimbau kepada masyarakat agar tidak memelihara unggas di dekat tempat tinggal. Selain itu, jika memang akan membuka peternakan untuk penghasilan tambahan, mungkin tidak sesuai jika ditempatkan lokasinya di tempat tinggal.
“Tidak ada kasus flu burung di Palembang. Ya, untuk pencegahannya tentu menghindari memelihara unggas seperti ayam dan burung di dekat kamar. Seharusnya tidak dilakukan. Kalau sekedar untuk hobi, diharapkan dapat menjaga kebersihan kandangnya, periksa kesehatannya jika memelihara ayam jago atau burung,”imbau Eddy.(win)
Puluhan Warga Dan Tukang Becak Terkena Razia
Palembang, SN
Selasa (24/1) Satuan Polisi Pamong Praja (Polpp) melakukan razia terhadap warga yang tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan para penarik becak yang beroprasi di Jalan Jendral sudrman.
Razia yang dilakukan petugas yang menurunkan sekitar 50 personil ini dilakukan sekitar pukul 10.00 wib dan petugas mendapati 25 warga yang tidk membawa KTP dan 10 penarik becak.
Menurut Aris Saputra, kepala satuan itu, warga yang terjaring karena tidak membawa kartu tanda penduduk. “Ada pula yang KTP sudah habis masa berlaku. Bahkan ada yang tak punya identitas pengenal sama sekali. ”Adapun tukang becak yang diamankan karena melintas di sepanjang jalan protokol, yang terlarang bagi becak.
Razia ini sempat mengejutkan warga. Para tukang becak yang lagi melintas, mengetahui ada razia, ngebut mengayuh becaknya. Mereka dikejar petugas.Tukang becak yang tertangkap diamankan, begitu juga becaknya.
Mereka yang terjaring didata, kemudian disidang yustisi di mobil keliling Pamong Praja yang stand by di lokasi razia.
“Mereka yang terjaring ini kita kenakan denda dari 50 ribu sampai 100 ribu, yang telah ditetapkan oleh jaksa dan hakim yustisi,” kata Aris.
Ia mengimbau masyarakat segera memiliki atau memperpanjang KTP yang kedaluwarsa. “Bila perlu buat KTP sementara. Biasakanlah setiap keluar rumah membawa identitas diri. Meskipun kecil namun identitas itu sangat penting. Kalau tidak ada identitas, bagaimana kalau terjadi apa-apa di jalan,” kata Aris.
Ia menambahkan, pihaknya juga menjaring 36 anak jalanan dan anak punk yang kerap mangkal di lampu merah Charitas, Radial, simpang Polda. “Razianya kami lakukan semalam,” kata Aris
Kesuama anak jalanan yang terjaring razia sedang kami lakukan pendataan dana selanjutnya akan kami serahkan ke pada dnas sosial untuk dilakukan pembinaan, " setelah didata mereka akan kita serahkan ke dinsos untuk dilakukan pembinaan," ujar Aris.
Selain itu Satpolpp juga merazia warung-warung yang disinyalir menjual minuman keras dan berhasil menyita sekitar 200 botol dan 7 grobak yang menjualminuman. " Kita juga merazia tempat yang disnyalir menjual miras serta menyita grobak yang menjual miras" pungkasnya.(win)
Selasa (24/1) Satuan Polisi Pamong Praja (Polpp) melakukan razia terhadap warga yang tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan para penarik becak yang beroprasi di Jalan Jendral sudrman.
Razia yang dilakukan petugas yang menurunkan sekitar 50 personil ini dilakukan sekitar pukul 10.00 wib dan petugas mendapati 25 warga yang tidk membawa KTP dan 10 penarik becak.
Menurut Aris Saputra, kepala satuan itu, warga yang terjaring karena tidak membawa kartu tanda penduduk. “Ada pula yang KTP sudah habis masa berlaku. Bahkan ada yang tak punya identitas pengenal sama sekali. ”Adapun tukang becak yang diamankan karena melintas di sepanjang jalan protokol, yang terlarang bagi becak.
Razia ini sempat mengejutkan warga. Para tukang becak yang lagi melintas, mengetahui ada razia, ngebut mengayuh becaknya. Mereka dikejar petugas.Tukang becak yang tertangkap diamankan, begitu juga becaknya.
Mereka yang terjaring didata, kemudian disidang yustisi di mobil keliling Pamong Praja yang stand by di lokasi razia.
“Mereka yang terjaring ini kita kenakan denda dari 50 ribu sampai 100 ribu, yang telah ditetapkan oleh jaksa dan hakim yustisi,” kata Aris.
Ia mengimbau masyarakat segera memiliki atau memperpanjang KTP yang kedaluwarsa. “Bila perlu buat KTP sementara. Biasakanlah setiap keluar rumah membawa identitas diri. Meskipun kecil namun identitas itu sangat penting. Kalau tidak ada identitas, bagaimana kalau terjadi apa-apa di jalan,” kata Aris.
Ia menambahkan, pihaknya juga menjaring 36 anak jalanan dan anak punk yang kerap mangkal di lampu merah Charitas, Radial, simpang Polda. “Razianya kami lakukan semalam,” kata Aris
Kesuama anak jalanan yang terjaring razia sedang kami lakukan pendataan dana selanjutnya akan kami serahkan ke pada dnas sosial untuk dilakukan pembinaan, " setelah didata mereka akan kita serahkan ke dinsos untuk dilakukan pembinaan," ujar Aris.
Selain itu Satpolpp juga merazia warung-warung yang disinyalir menjual minuman keras dan berhasil menyita sekitar 200 botol dan 7 grobak yang menjualminuman. " Kita juga merazia tempat yang disnyalir menjual miras serta menyita grobak yang menjual miras" pungkasnya.(win)
Kantor BKD Diserbu Ratusan Pegawai
Empat Lawang, SN
Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Empat Lawang, Selasa (24/1) mendadak ramai. Pasalnya ratusan warga berseragam pegawai serbu kantor kepegawaian. Suasana menjadi ramai dan gaduh, beberapa Satuan Polisi Pamong Praja tampak berjaga-jaga depan pintu kantor BKD yang masih menumpang di Sekretariat Pemkab Empat Lawang itu.
Semua yang melintas dan melihat kejadian bertanya-tanya,apa yang terjadi bahkan tidak segan melihat langsung ke arah kantor BKD.
Ternyata ratusan abdi negara merupakan peserta CPNS yang baru saja disudah diambil sumpah dan sekarang sedang antri menunggu panggilan nama untuk menerima Surat Keputusan (SK) sebagai PNS penuh. "Tadi pembagian SK, semua CPNS yang sudah dilantik bisa mengambil SK," kata kepala BKD empat Lawang Januarsyah SH, Selasa (24/1).
Selanjutnya Januarsyah menyampaikan semua cpns dapat langsung datang ke kantor BKD untuk mengambil SK, sehingga begitu cepat diambil, cepat pula diurus penambahan gaji penuhnya. "Insyah Allah Februari ini mereka yang selama ini menerima 80 persen menjadi 100 persen," kata Januarsyah.
Sementara Neli salah seorang PNS mengaku rela antri meskipun harus berdesakan dan menunggu lama,maklum SK pengangkatan menjadi PNS penuh ini sudah dua tahun dinantikan,"dua tahun saja siap apalagi cuma sebentar nunggu nya," kata Neli.
Neli merasa bersyukur atas pengangkatan semoga dapat menambah motifasi kerja nya dan teman-teman satu angkatan di pemerintahan kabupaten Empat Lawang, bahkan tidak kalah senang dan sebagai ungkapan rasa syukur Neli mengaku akan menyisihkan sebagaian gaji 100 persen pertama bagi tetangga yang tidak mampu. "Insyah sebagian gaji akan saya sedekah kepada tetangga yang membutuhkan," kata Neli.
Hal senada disampaikan Wati, dengan mata berkaca-kaca mengaku haru, SK yang selama ini diharapkan segera didapati, hal ini membuah hatinya senang bercampur haru,"harga kertas nya tidak seberapa tapi nilainya ini,sangat berharga bagi kamin"kata Wati.
Wati juga menyampaikan sebagai ungkapan rasa syukur akan mentraktir teman-teman sekantor berharap gaji penuh yang diterima bulan yang akan datang dapat menjadi berkah baginya dan keluarga. "Paling traktir teman," pungkasnya. (eko)
Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Empat Lawang, Selasa (24/1) mendadak ramai. Pasalnya ratusan warga berseragam pegawai serbu kantor kepegawaian. Suasana menjadi ramai dan gaduh, beberapa Satuan Polisi Pamong Praja tampak berjaga-jaga depan pintu kantor BKD yang masih menumpang di Sekretariat Pemkab Empat Lawang itu.
Semua yang melintas dan melihat kejadian bertanya-tanya,apa yang terjadi bahkan tidak segan melihat langsung ke arah kantor BKD.
Ternyata ratusan abdi negara merupakan peserta CPNS yang baru saja disudah diambil sumpah dan sekarang sedang antri menunggu panggilan nama untuk menerima Surat Keputusan (SK) sebagai PNS penuh. "Tadi pembagian SK, semua CPNS yang sudah dilantik bisa mengambil SK," kata kepala BKD empat Lawang Januarsyah SH, Selasa (24/1).
Selanjutnya Januarsyah menyampaikan semua cpns dapat langsung datang ke kantor BKD untuk mengambil SK, sehingga begitu cepat diambil, cepat pula diurus penambahan gaji penuhnya. "Insyah Allah Februari ini mereka yang selama ini menerima 80 persen menjadi 100 persen," kata Januarsyah.
Sementara Neli salah seorang PNS mengaku rela antri meskipun harus berdesakan dan menunggu lama,maklum SK pengangkatan menjadi PNS penuh ini sudah dua tahun dinantikan,"dua tahun saja siap apalagi cuma sebentar nunggu nya," kata Neli.
Neli merasa bersyukur atas pengangkatan semoga dapat menambah motifasi kerja nya dan teman-teman satu angkatan di pemerintahan kabupaten Empat Lawang, bahkan tidak kalah senang dan sebagai ungkapan rasa syukur Neli mengaku akan menyisihkan sebagaian gaji 100 persen pertama bagi tetangga yang tidak mampu. "Insyah sebagian gaji akan saya sedekah kepada tetangga yang membutuhkan," kata Neli.
Hal senada disampaikan Wati, dengan mata berkaca-kaca mengaku haru, SK yang selama ini diharapkan segera didapati, hal ini membuah hatinya senang bercampur haru,"harga kertas nya tidak seberapa tapi nilainya ini,sangat berharga bagi kamin"kata Wati.
Wati juga menyampaikan sebagai ungkapan rasa syukur akan mentraktir teman-teman sekantor berharap gaji penuh yang diterima bulan yang akan datang dapat menjadi berkah baginya dan keluarga. "Paling traktir teman," pungkasnya. (eko)
OKUS Pacu Pembangunan Pendidikan
Muaradua, SN
OKU Selatan terus pacu peningkatan pembangunan tidak terkecuali dibidang pendidikan. Hal ini terlihat dari semakin banyak sarana dan prasarana infrastruktur pendidikan yang dibangun termasuk tenaga guru di daerah pedalaman.
Hambali pensiunan pendidik warga Tebat Gabus Kecamatan Kisam saat ditemui dikediamanya mengatakan, pembangunan sektor pendidikan sangat penting, sehingga diperlukan peningkatan dari berbagai aspek yang ada, tidak hanya pembangunan fisik namun
lebih pada upaya peningkatan mutu pendidik.
"Keberhasilan sektor pendidikan berkorelasi langsung
terhadap manajemen kepemimpinan serta kualitas pendidik di sekolah tersebut sehingga berpengaruh terhadap mutu anak didiknya,” tuturnya.
Menurutnya, kepala sekolah mempunyai tanggung jawab besar untuk memajukan sekolah dan dituntut agar secara kualitas guru pendidik lebih ditingkatkan, sehingga mutu anak didiknya juga akan terus mengalami peningkatan, secara konkrit hasil dari ujian nasional dapat dilihat sudah sejauh mana kualitas pendidik di sekolah tersebut.
“Selain pentingnya peran serta kepala sekolah, hal lain yang turut mempengaruhi mutu pendidikan adalah guru, orang tua, dan peran serta masyarakat. Apabila semua saling memberikan dukungan, maka apa yang menjadi tujuan dapat tercapai
dengan baik serta memberikan hasil yang memuaskan,” bebernya.
Dia menambahkan, untuk peningkatan mutu yakni dari semua komponen harus saling bahu membahu, sehingga dari tahun ke tahun peningkatan mutu kelulusan semakin meningkat dan lebih berkualitas. (dan)
OKU Selatan terus pacu peningkatan pembangunan tidak terkecuali dibidang pendidikan. Hal ini terlihat dari semakin banyak sarana dan prasarana infrastruktur pendidikan yang dibangun termasuk tenaga guru di daerah pedalaman.
Hambali pensiunan pendidik warga Tebat Gabus Kecamatan Kisam saat ditemui dikediamanya mengatakan, pembangunan sektor pendidikan sangat penting, sehingga diperlukan peningkatan dari berbagai aspek yang ada, tidak hanya pembangunan fisik namun
lebih pada upaya peningkatan mutu pendidik.
"Keberhasilan sektor pendidikan berkorelasi langsung
terhadap manajemen kepemimpinan serta kualitas pendidik di sekolah tersebut sehingga berpengaruh terhadap mutu anak didiknya,” tuturnya.
Menurutnya, kepala sekolah mempunyai tanggung jawab besar untuk memajukan sekolah dan dituntut agar secara kualitas guru pendidik lebih ditingkatkan, sehingga mutu anak didiknya juga akan terus mengalami peningkatan, secara konkrit hasil dari ujian nasional dapat dilihat sudah sejauh mana kualitas pendidik di sekolah tersebut.
“Selain pentingnya peran serta kepala sekolah, hal lain yang turut mempengaruhi mutu pendidikan adalah guru, orang tua, dan peran serta masyarakat. Apabila semua saling memberikan dukungan, maka apa yang menjadi tujuan dapat tercapai
dengan baik serta memberikan hasil yang memuaskan,” bebernya.
Dia menambahkan, untuk peningkatan mutu yakni dari semua komponen harus saling bahu membahu, sehingga dari tahun ke tahun peningkatan mutu kelulusan semakin meningkat dan lebih berkualitas. (dan)
Nasabah BSB Gembira Dapat Hadiah Imlek
Palembang, SN
Nasabah Bank Sumsel baik yang melakukan pembukaan rekening tabungan, deposito maupun pengajuan aplikasi kartu kredit Bank Sumsel Babel-BNI merasa gembira di Hari Raya Imlek. Karena dalam rangka memeriahkan Imlek mulai tanggal 14-24 Januari setiap nasabah yang melakukan aplikasi berhak mengikuti program "Rezeki Pohon Angpao Berhadiah”.
Hal tersebut seperti yang dituturkan Aprizal, salah satu nasabah Bank Sumsel Babel yang melakukan pengajuan aplikasi pembukaan rekening tabungan di Bank Sumsel Babel mengaku gembira bisa menabung di Bank Sumsel Babel. Apalagi bersamaan dengan perayaan Imlek karena mendapatkan bonus tambahan hadiah yang telah disediakan.
"Selain itu pelayanan yang diberikan pegawai Bank Sumsel Babel sangat memuaskan. Karena dari beberapa kali pengalaman saya membuka rekening tabungan di bank lain pelayanannya tidak sebaik di Bank Sumsel Babel. Selain ramah tamah pegawainya banyak juga program menarik yang ditawarkan Bank Sumsel Babel di moment spesial seperti pada perayaan Imlek tahun ini, setiap nasabah mendapatkan hadiah menarik,"tuturnya saat ditemui usai membuka rekening tabungan, Selasa (24/1) di Kantor Bank Sumsel Babel Jalan Kapten A Rivai Palembang.
Sementara itu Pengelola Pemasaran Bank Sumsel Babel, Linpatralisda menjelaskan, program "Rezeki Pohon Angpao Berhadiah” sudah berakhir. Dari program tersebut Bank Sumsel Babel berhasil membukukan nasabah dengan jumlah tabungan rata- rata Rp 1 juta. Hal tersebut disebabkan antusiasnya masyarakat untuk membuka rekening tabungan maupun mengajukan aplikasi kartu kredit dengan adanya ribuan hadiah yang telah disediakan Bank Sumsel Babel.
Dikatakannya, kemeriahan Imlek Bank Sumsel Babel tidak hanya berlangsung di stand Bank Sumsel Babel di Palembang Indah Mall. Namun setiap kantor cabang Bank Sumsel Babel juga turut memeriahkan dengan para pegawai memakai pakaian tradisional Cina yakni Chiongsam yang dikenakan olek seluruh front liners.
Sejak berlangsungnya program "Rezeki Pohon Angpou Berhadiah" dikatakannya, target 2.000 nasabah bisa tercapai.“Setiap nasabah kita berikan kebebasan untuk memilih sendiri angpao yang ada di pohon Mei Hwa dengan berisikan berbagai hadiah menarik,"tegasnya.
Setiap angpao dikatakannya, terdapat beraneka macam hadiah berupa peralatan rumah tangga hingga alat elektronik seperti kompor gas, magic com, blender, mixer, hair dryer dan berbagai hadiah menarik lainnya.
Ditambahkannya, kegiatan serupa tersebut merupakan kegiatan rutin BSB untuk memanjakan nasabah setianya, karena mmang BSB ingin selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah dengan berbagai program menarik yang sejalan dengan tema dan hari- hari besar.(ima)
Nasabah Bank Sumsel baik yang melakukan pembukaan rekening tabungan, deposito maupun pengajuan aplikasi kartu kredit Bank Sumsel Babel-BNI merasa gembira di Hari Raya Imlek. Karena dalam rangka memeriahkan Imlek mulai tanggal 14-24 Januari setiap nasabah yang melakukan aplikasi berhak mengikuti program "Rezeki Pohon Angpao Berhadiah”.
Hal tersebut seperti yang dituturkan Aprizal, salah satu nasabah Bank Sumsel Babel yang melakukan pengajuan aplikasi pembukaan rekening tabungan di Bank Sumsel Babel mengaku gembira bisa menabung di Bank Sumsel Babel. Apalagi bersamaan dengan perayaan Imlek karena mendapatkan bonus tambahan hadiah yang telah disediakan.
"Selain itu pelayanan yang diberikan pegawai Bank Sumsel Babel sangat memuaskan. Karena dari beberapa kali pengalaman saya membuka rekening tabungan di bank lain pelayanannya tidak sebaik di Bank Sumsel Babel. Selain ramah tamah pegawainya banyak juga program menarik yang ditawarkan Bank Sumsel Babel di moment spesial seperti pada perayaan Imlek tahun ini, setiap nasabah mendapatkan hadiah menarik,"tuturnya saat ditemui usai membuka rekening tabungan, Selasa (24/1) di Kantor Bank Sumsel Babel Jalan Kapten A Rivai Palembang.
Sementara itu Pengelola Pemasaran Bank Sumsel Babel, Linpatralisda menjelaskan, program "Rezeki Pohon Angpao Berhadiah” sudah berakhir. Dari program tersebut Bank Sumsel Babel berhasil membukukan nasabah dengan jumlah tabungan rata- rata Rp 1 juta. Hal tersebut disebabkan antusiasnya masyarakat untuk membuka rekening tabungan maupun mengajukan aplikasi kartu kredit dengan adanya ribuan hadiah yang telah disediakan Bank Sumsel Babel.
Dikatakannya, kemeriahan Imlek Bank Sumsel Babel tidak hanya berlangsung di stand Bank Sumsel Babel di Palembang Indah Mall. Namun setiap kantor cabang Bank Sumsel Babel juga turut memeriahkan dengan para pegawai memakai pakaian tradisional Cina yakni Chiongsam yang dikenakan olek seluruh front liners.
Sejak berlangsungnya program "Rezeki Pohon Angpou Berhadiah" dikatakannya, target 2.000 nasabah bisa tercapai.“Setiap nasabah kita berikan kebebasan untuk memilih sendiri angpao yang ada di pohon Mei Hwa dengan berisikan berbagai hadiah menarik,"tegasnya.
Setiap angpao dikatakannya, terdapat beraneka macam hadiah berupa peralatan rumah tangga hingga alat elektronik seperti kompor gas, magic com, blender, mixer, hair dryer dan berbagai hadiah menarik lainnya.
Ditambahkannya, kegiatan serupa tersebut merupakan kegiatan rutin BSB untuk memanjakan nasabah setianya, karena mmang BSB ingin selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah dengan berbagai program menarik yang sejalan dengan tema dan hari- hari besar.(ima)
Langganan:
Postingan (Atom)
Press
My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.
