Senin, 19 Desember 2011

Edisi Cetak 518, Senin 19 Desember 2011

300 KK Andalkan Lampu teplok


Babatsupat, SN
Sekitar 300-an Kepala Keluarga (KK) di Dusun IV dan VI Desa Tanjungkerang, Kecamatan Babatsupat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengharap daerah mereka segera teraliri listrik. Sebab selama ini warga masih menggunakan lampu teplok sebagai penerangan di malam hari.
Harapan warga dimaksud dikemukakan Kepala Desa (Kades) Tanjungkerang, Dedi Guswandi. Menurut dia, saat ini sekitar 300-an lebih KK yang belum menikmati fasilitas listrik di wilayah mereka. Sebagai penerangan mereka menggunakan lampu teplok dan sebagian yang mampu menggunakan genset.
“Saya kira tugas pemerintah hanya mendorong saja. Sebab tiang-tiang PLN sudah ada. Cuma listriknya yang belum. Harapan kita agar pemerintah mempercepatnya,” harap Dedi.
Hal senada dikatakan siswadi, salah seorang warga Dusun VI Tanjung Kerang yang belum kebagian listrik. Ia mengaku sudah bosan menggunakan lampu teplok untuk penerangan di malam hari. Bukan hanya karena kebanyakan penduduk lainnya sudah menggunakan listrik, tapi lebih kepada keamanan dan kenyamanan.
“Di mana-mana kalau udah ada listrik enak Pak. Kalau mengandalkan lampu teplok terus, bosan. Mana cari minyak tanah udah mulai susah,” ujarnya.
Curhat warga mengenai listrik di daerahnya, tentu sewajarnya menjadi pertimbangan pemerintah daerah. Apalagi dengan potensi alam melimpah dan APBD yang luar biasa. Tidak hanya warga Tanjungkerang, umumnya warga Muba berharap periode mendatang tidak ada lagi istilah pemadaman listrik seperti yang terjadi belakangan ini. (her)

Rp 980 Juta Untuk Baju RT/RW

Palembang, SN
Selain mendapat bantuan operasional senilai Rp 1,2 juta yang dibayarkan tiap tiga bulan Rp 300 ribu, sebanyak 3.978 ketua RT dan 922 ketua RW di Palembang juga mendapat baju batik.
Dana untuk pembuatan baju batik itu dianggarkan Rp 980 juta. Setiap ketua RT dan RW dijatahi RP 200 ribu untuk satu baju batik.
“Sekarang sudah siap dan beberapa ada yang sudah dibagikan,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kota Palembang Nasir Kadir, kemarin.
Dikatakannya, Pemkot Palembang sudah dua kali memberikan seragam batik kepada ketua RT dan RW. “Seragam yang lama sudah pudar warnanya. Karena itu, kita berikan seragam baru lagi sekarang,” ujarnya.
Seragam tersebut dikatakannya, bisa dipakai ke acara-acara di kecamatan, kelurahan atau di rapat-rapat RT.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton mengatakan, pemberian seragam ini adalah salah satu wujud kepedulian pemerintah kota kepada ketua RT dan RW.
“Mereka ini ujung tombak pemerintahan. Karena, semua pekerjaan yang berhubungan dengan masyarakat langsung dilakukan oleh RT. Karena itu, sudah layak kalau mereka ini diberikan seragam,” kata Romi. (***)

Kios BBM Eceran dan Bengkel Motor Terbakar

Prabumulih, SN
Sebuah kios bahan bakar minyak (BBM) eceran jenis premium, yang berada di Jalan Jenderal Sudirman–Simpang Tiga Gunung Kemala, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, Jumat (16/12) malam sekitar pukul 19.30 WIB, meledak dan membakar seluruh isi kios serta sebuah bengkel motor yang berada disebelahnya. Belum diketahui berapa kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.
Selain menghanguskan tujuh unit sepeda motor yang berada di dalam kios dan bengkel motor tersebut, peristiwa kebakaran itu juga menyebabkan dua penghuni kiosnya mengalami luka bakar cukup parah akibat terkena sambaran api yang diduga berasal dari arah dapur kios. Kedua korban diketahui bernama Lisa (30) dan Dewi (36) masih mendapatkan perawatan intensif dari petugas medis Klinik Fadillah Medical Center (KFMC) yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Menurut informasi di lapangan, sumber titik api pertama kali diketahui berasal dari arah dapur kios eceran BBM milik Rizal (32) suami Lisa yang juga dijadikan tempat tinggal keduanya bersama anaknya Sandy (2). Api kemudian dengan cepat menyambar dinding dan peralatan isi rumah termasuk puluhan jerijen berisi premium eceran dan dua unit motor jenis matic dan vespa milik Rizal, sehingga sempat mengeluarkan suara ledakan beberapa kali ke udara.
“Api pertamo kali kecik terjingok (terlihat, red) dari dapur rumahnyo, mungkin kareno rumah itu kecik dan banyak barang yang mudah terbakar didalamnyo menyebabke api cepat menyambar dan menghanguskan seluruh isi rumah. Untung be mobil carrynyo dak melok terbakar jugo, kareno masih sempat diselametke,” ungkap Freddy (31), warga setempat ketika ditemui di lokasi kejadian.
Dia juga menyesalkan lambannya bantuan mobil pemadam kebakaran datang, sehingga menyebabkan seluruh barang kios dan bengkel motor yoyong ludes dilalap api. Api baru dapat dikuasai sekitar satu jam kemudian, setelah puluhan masyarakat dibantu dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Prabumulih dan Pertamina EP Region Sumatera, yang baru datang memadamkannya.
“Pas kejadian, bengkel posisi sudah tutup dan wongnyo balek di Pasar. Selain menghanguske limo unit motor punyo wong yang lagi dibeneri, barang peralatan bengkelnyo jugo caknyo habis galo melok terbakar. Sedangke di tempat Rizal, dak salah bini samo ayuk iparnyo yang luko bakar keno sambaran api. Beruntung be anaknyo cepat diselametke warga, endaktu dak pacak ngatokenyo,” lanjut Freddy, sambil menunjukkan posisi anak korban saat kejadian.
Lurah Kelurahan Patih Galung Andy Afrizal, didampingi Ketua RT 2 lingkungan tempat lokasi kejadian, Marilen yang langsung turun ke lokasi kejadian, menyebutkan peristiwa itu sudah ia laporkan ke atasannya dan petugas Mapolsek Prabumulih Barat. “Tadi petugas Polsek Prabumulih Barat, langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti dimana sumber api berada,” ujar Andy.
Andy juga merinci kerugian yang ditimbulkan pasca kebakaran mencapai sekitar ratusan juta rupiah. “Namun ini masih perkiraan berdasarkan data dan laporan dari kedua korban pemilik kios dan bengkel. Ini juga kita masih menunggu Yoyong pemilik bengkel, pulang dari Polsek Prabumulih Barat. Tadi dia merasa terpukul dan sedih, karena bingung bagaimana mempertanggung jawabkan sepeda motor yang ikut terbakar itu,” tukas Andy. (and)

2 Rumah di OKI Hangus, 2 Warga Luka Bakar

Kayuagung, SN
Kebakaran rumah di Kabupaten OKI kini kembali terjadi, Minggu (18/12) sekitar pukul 08 00 WIB. Kebakaran ini bukan hanya menghanguskan 2 unit rumah, namun 2 warga selaku pemiliknya juga mengalami luka bakar.
Kedua rumah yang hangus dan sekarang rata dengan tanah ini berada di Jalan Talang Semut Desa Pedamaran II Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI, memang ada 1 rumah lainnya yang ikut terbakar namun hanya mengalami kebakarang kecil karena api berhasil dipadamkan.
Pemilik rumah sekaligus korban yang mengalami luka bakar masing-masing adalah Rudi dan Veri. Rudi menderita luka bakar di badan dan kedua tangannya serta Veri luka bakar parah di sekujur tubuh, kini kedua korban dirawat di RSMH Palembang.
Warga setempat kemarin menerangkan, kebakaran bermula terdengarnya suara ledakan dari arah rumah Rudi yang dijadikan gudang BBM. Ledakan terjadi 2 kali, ledakan kedua suaranya lebih besar. Kedua rumah yang terbakar posisinya berdampingan.
”Dua rumah ludes terbakar hanya sekitar 1,5 jam. Api padam setelah mobil PBK datang, namun rumah sudah ludes terbakar,” terang kedua korban didampingi warga setempat sembari mengatakan kerugian material mereka mencapai ratusan juta.
Informasi yang beredar di masyarakat setempat, penyebab kebakaran belum jelas karena masih banyak pendapat. Ada yang menduga kuat karena ada oknum yang membuang putung rokok tapi ada pendapat lainnya yang kini masih diselidiki Polsek Pedamaran.
Camat Pedamaran Dra Kesi Hardiani kemarin membenarkan adanya kebakaran di wilayahnya. Pihaknya sudah mendata identitas korban dan kerugian materialnya untuk dilaporkan ke Pemkab OKI melalui Dinsos OKI. (iso)

Hadapi Natal & Tahun Baru, Stok Sembako di Pagaralam Kosong


Pagaralam, SN
Menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2012, persedian sembilan bahan pokok (Sembako), di Kota Pagaralam, kosong sehingga menimbulkan beberapa kebutuhan masyarakat setempat, mengalami kelangkaan.
Hal ini diakui Kepala Perindagkop Kota Pagaralam, Yapani Rachim, SIP Minggu (18/12).
Menurutnya, sembako di sejumlah pasar tradisional Kota Pagaralam, sudah tidak memiliki stok lagi, sehingga mulai mengalami kenaikan dan kelangkaan.
"Persedian sembako menghadapi akhir tahun ini mengalami pengurangan dan sebagian sudah habis, dan ada beberapa justru mengalami kenaikan cukup tinggi antara Rp3.000 hingga Rp4.000 per kilogram. Kalau berlangsung lama harga akan terus naik," ungkap Yapani.
Namun demikian, kata Yapani, pemerintah akan terus melakukan pemantauan perkembangan harga dan persedian berbagai kebutuhan masyarakat untuk menghadapai tahun baru.
Dia mengatakan, sudah menjadi kebiasaan bila setiap ada perayaan penting harga berbagai kebutuhan akan mengalami kenaikan termasuk musim kegiatan tradisi syukuran setelah lebaran.
"Peningkatan permintaan dan pengurangan suplay dari beberapa daerah pemasok seperti Palembang dan Lampung, mendorong stok sembako habis dan kosong," ungkap dia.
Yapani mengatakan, pemerintah akan mengupayakan operasi pasar dan minta bantuan pemerintah provinsi untuk mengatasi kekosongan stok kebutuhan masyarakat Pagaralam.
"Sejumlah kebutuhan masyarakat mengalami kekurangan seperti telur, tepung sagu, gula, beras, minyak goreng," ungkap dia.
Agen sembako Pasar Dempo Permai, Ateng mengatakan, memang jelang tahun baru dan bersamaan dengan tradisi masyarakat Pagaralam, menggelar hajatan secara besar-besaran mendorong peningkatan permintaan berbagai kebutuhan.
"Kondisi ini terkadang membuat stok sembako kehabisan, karena konsumen membeli dibatas kewajaran. Bahan bakar minyak (BBM) saja sering langka akibat ada warga membeli melebih kapasitas, apalagi sembako," ungkap dia.
Menurut Ateng, perlu diwaspadai agar jangan sampai stok sembako kosong terlalu lama, karena dapat menimbulkan kerawanan dan gejolak masyarakat.
Ia mengatakan, sembako menjelang Natal dan Tahun Baru 2012 untuk lingkup tertentu aman, tapi tidak tahu kedepanya.
Sementara itu Kapolres Kota pagaralam, AKBP Abi Darrin melalui Humas Polres setempat, AKP Budi Yuspandi mengatakan, perlu ditingkatkan pengamanan dibeberapa lokasi rawan atau pusat perekonomian setempat menghadapi menipisnya persedian sembako di Pagaralam.
"Kita akan koordinasi dengan Pemkot Pagaralam, untuk mengatasi kelangkaan dan kekosongan kebutuhan masyarakat untuk mencarikan solusinya, karena dampak sembako kosong bisa menimbulkan kerawanan sosial," ungkap dia. (asn)

Pipa Minyak Pertamina Bocor

Muara Enim, SN
Sebuah pipa milik PT Pertamina E&P Region Sumatera, tiba-tiba bocor dan terbakar, Jumat (16/12) sekitar pukul 09.30 di Jalan Logging Jalur 66 kampung 4 ladangan Desa Manunggal Makmur, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim.
Meskipun sempat membakar semak-semak dan hutan di lokasi pipa yang bocor, tetapi tidak ada korban jiwa. Penyebab kebocoran, diduga pipa yang dialiri minyak mentah tersebut akan dicuri oleh oknum tak bertanggung jawab,
Dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, Sabtu (17/12), sekitar pukul 09.30, di lokasi Desa Manunggal Makmur, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim, pipa milik pertamina tersebut mengalami kebocoran. Diduga, kebocoran disebabkan ada berapa pelaku pencurian melobangi pipa minyak dan terkena percikan api.
Percikan api tersebut kemudian menyambar minyak mentah dan membuat api semakin membesar. Kemudian membakar semak belukar dan hutan yang berada di sepanjang aliran minyak mentah. Kepulan asap yang membesar membuat warga yang mengetahui hal tersebut sontak kaget dan panik.
Beruntung, kebakaran tersebut tidak sampai membakar kebun warga, dan menimbulkan korban jiwa. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 15.00, setelah pihak PT Pertamina EP & regional Prabumulih menurunkan mobil PBK.
Salah satu warga Rambang Dangku, Muslim, kaget ketika pulang dari menyadap karet, sebab ada kobaran api yang disertai asap hitam pekat dari udara, bagitu juga warga lainnya. “Untung lah, api tak membakar kebun karet kami,” ucapnya.
Sementara Camat Rambang Dangku, Arlan Depil kepada wartawan, membenarkan jika ada pipa milik PT Pertamina yang terbakar. Meskipun terbakar katanya, tetapi tidak ada korban jiwa dan hanya membakar semak-semak dan hutan yang berada di pinggir pipa. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 15.00.
"Untuk penyebabnya belum tahu pasti, namun dari informasi katanya ada klem pipa yang bocor," ujar dia.
Staf Humas PT Pertamina EP & Region Sumatera, Tuti, kepada wartawan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun untuk penyebabnya belum tahu pasti, tetapi informasinya katanya ada pipa yang bocor yang diduga disengaja oleh oknum yang akan mencuri minyak mentah. "Namun untuk lebih jelasnya silahkan tanya ke Polisi sebab ada dilapangan," imbuhnya.
Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Tri Wahyudi yang dikonfirmasi, Minggu (18/12), membenarkan adanya kebocoran pipi minyak milik PT Pertamina E&P Region Sumatera di Desa Manunggal Makmur, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim.
Diakui Tri, laporannya telah diterima di Polsek Rambang Dangku,
bahkan petugas Polres dan Polsek Rambang Dangku telah ke TKP,
sekaligus mengamankan barang bukti selang panjang yang diduga milik
pelaku yang digunakan untuk menyededot minyak mentah milik Pertamina tersebut.
“Pelakunya masih dalam pengejaran petugas,” pungkas Tri Wahyudi. (yud)

8 PB Akan Buka Sekolah di JSC

Palembang, SN

Usai perhelatan SEA Games XXVI, fasilitas venues di Jakabring Sport City (JSC) dipastikan tidak akan sia-sia. Sedikitnya, 8 Pengurus Besar (PB) cabang olahraga akan mendirikan sekolah olahraga di komplek yang dulunya rawa-rawa tersebut.
Hal ini diungkapkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Sabtu (17/12). Diakui Alex, 8 pengurus besar tersebut, telah menghubunginya dan menyatakan minatnya untuk membuka sekolah olahraga di JSC pada tahun 2012 mendatang.
Menurutnya, ketertarikan sejumlah PB untuk mendirikan sekolah olahraga karena fasilitas JSC sangat memadai. "Hal itu yang melatari sekitar delapan Pengurus Besar ingin membuka sekolah di Palembang, di antaranya sepak takraw, catur, renang, panjat tebing, sepatu roda, dan ski air," terang Alex.
Ia menambahkan, pendirian sekolah itu dapat dilakukan, karena Kompleks Olahraga Jakabaring memiliki sebuah wisma yang dapat dijadikan tempat menginap.
Pemprov Sumsel pun bersedia memfasilitasi dengan memberikan dukungan berupa penggunaan berbagai ruangan untuk belajar teori, dan arena olahraga serta praktek lapangan.
"Wisma atlet ada tiga blok, satu blok sudah dipakai untuk atlet Sumsel yang melakukan pelatda PON, dan masih ada dua blok lagi dapat digunakan. Beberapa ruangan juga bisa dimanfaatkan untuk ruang kelas," ujarnya.
Selain mendirikan sekolah khusus cabang olahraga kata Alex, Pemprov Sumsel juga berencana membangun sebuah perguruan tinggi olahraga di Kompleks Olahraga Jakabaring.
"Rencana ini telah diketahui Presiden dan Menpora, pada prinsipnya Sumsel telah mendapatkan dukungan. Pada tahun 2012 nanti ruang-ruang kelas dan pusat admistrasinya sudah akan dibangun, serta para mahasiswanya dapat menginap di wisma atlet," ujar dia.
Setelah pelaksanaan SEA Games XXVI di Palembang, 11-22 November lalu, Pemprov Sumsel menargetkan menjadi pusat pembinaan olahraga tingkat nasional dan regional seperti harapan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
"Semua sudah dipikirkan sejak sebelum dibangun karena setelah SEA Games tidak kalah pentingnya. Pada awalnya menargetkan pusat pembinaan tingkat nasional, kemudian baru tingkat regional wilayah Asia Tenggara," kata dia.
Pada tahun 2012, berbagai agenda olahraga skala nasional dan internasional akan digelar di Palembang sebagai dampak positif pelaksanaan SEA Games lalu.
Setelah berakhirnya pelaksanaan SEA Games XXVI di Palembang, rencananya sebanyak lima kejuaraan internasional akan digelar di Komplek Olahraga Jakabaring pada tahun depan.
"Sudah ada lima kejuaraan intenasional yang menanti, jadi jangan takut karena usai SEA Games, Jakabaring tidak akan sia-sia," kata dia.
Kejuaraan internasional itu diawali pada bulan Februari, dengan menggelar World Super Series Sepak Takraw yang diikuti 16 negara.
Kemudian, menjadi tuan rumah Kejuaraan Voli Pantai Asia Pasifik Putri, 25-29 April, Kejuaraan Sepatu Roda Asia Oceania pada Juli, Kejuaraan voli indoor pada Oktober, dan Kejuaraan Dunia Ski Air pada November. (awj)

Jumat, 16 Desember 2011

Edisi Cetak 517, Jumat 16 Desember 2011

TAA Akan Dibangun 90.000 Rumah

Palembang, SN
Insinyur Oka Murod yang kembali menjabat sebagai Ketua REI Sumsel mengatakan, DPD Real Estate Indonesia (REI) bakal membangun Kota Baru di Sumsel yang akan dipusatkan di Tanjung Api-Api (TAA).
Pembangunan rumah di kawasan tersebut akan dimulai 2013 mendatang. Rumah yang akan dibangun di kawasan tersebut sebanyak 90.000 rumah.
”Kita akan bersinergi dengan pengembangan untuk membangun Kota Baru di TAA. Bahkan kita akan berkoordinasi dengan DPP REI serta developer proverty pusat. Pasalnya, jika kita tidak cepat tanggap maka akan masuk investor luar,” ujarnya di Hotel Aryaduta, usai penandatanganan MoU Kota Baru oleh Gubernur Sumsel pada acara Musda Realestat Indonesia (REI) VIII, Kamis (15/12).
Menurutnya, dengan adanya MoU dengan Gubernur Sumsel untuk izin lokasi, untuk menghindari jangan sampai ada spekulan-spekulan.
”Kita juga meminta petunjuk dengan DPP REI dan Menpera untuk pembangunan Kota Baru. Jika sudah ada izin maka kita melakukan pembebasan lahan,” katanya.
Kenapa memilih TAA, dia mengatakan TAA sebagai kawasan Kota baru, karena tujuan pembangunan Kota Baru adalah berbasis ekonomi.
Di TAA ada pelabuhan dan akan dijadikan kawasan industri. Bahkan Insitute Teknologi Sumatera (ITS) kemungkinan besar di bangun di Banyuasin. Sehingga dibutuhkan rumah di kawasan itu.
Dijelaskannya, lahan yang akan dipakai untuk pembangunan kawasan Kota Baru seluas 3.000 hektar. Namun dari luas tanah terebut, yang akan dibangun rumah hanya 50 persen dari luas lahan.
”Jika dalam satu hektar lahan dibangun 50 rumah, maka jika luas lahan mencapai 3.000 hektar maka di kawasan Kota Baru akan dibangun sekitar 90.000 rumah tipe 36,” paparnya.
Dia menambahkan, pihaknya akan membuat masterplan dan akan mengundang pihak dari Pemprov, bupati dan Unsri. Sedangkan pembangunannya akan dimulai pada 2013. ”Untuk tahap awal kita akan bangun terlebih dahulu rumah murah untuk para tukang. Karena pembangunan kawasan Kota Baru bertahap, maka para tukang akan kita pririoritaskan," terangnya.
Sementara itu, Asisten II Pemprov Sumsel, Eddy Hermanto menuturkan, untuk penentuan lokasi diserahkan sepenuhnya kepada REI Sumsel. "Pemprov Sumsel akan mendukung program Kota Baru dalam memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat. Lokasi Kota Baru REI Sumsel yang berhak menentukan," katanya. (pit)

Tiga Jembatan Besar Akan Dituntaskan

Inderalaya, SN
Direncanakan mulai tahun anggaran 2012 hingga 2014 Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI) melalui dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) akan menuntaskan pembangunan jembatan besar yang ada di Kabupaten OI, demikian antara lain dikatakan Kadis PUBM OI H.Muhsin Abndullah, ST, MM kepada wartawan di ruang kerjanya baru-baru ini.
Sedikitnya 3 buah jembatan besar yang akan difokuskan penyelesaiannya diantaranya, jembatan Tanah Abang yang berada di Kecamatan Muara Kuang, Jembatan Kerbayang yang berada di Kecamatan Rantau Alai dan jembatan Sejangko di Kabupaten OI.
Ketiga jembatan besar tersebut yang merupakan jembatan rangka baja ini menurut Muhsin, diperkirakan akan selesai pada tahun 2014, untuk sementara ketiga bangunan jembatan tersebut sekarang baru selesai tahap pembangunan pada dasar jembatan, sementara pembangunan atasnya akan dilaksanakan dari tahun 2012 hingga 2014.
Tak hanya itu, pembangunan jembatan rangka baja ini menelan dana yang tidak sedikit, paling tidak selama ini sudah menggunakan dana dari APBD Kabupaten, namun untuk tahap penyelesaiannya yang diperkirakan masih membutuhkan suntikan dana sekitar 75 miliar rupiah akan meminta bantuan dana dari pusat. Namun apabila ada kendala, pemkab OI akan tetap menganggarkan dana tersebut.
Tetapi menurut Muhsin, Pemkab OI juga menganggarkan pembangunan jembatan lainnya,” baik itu pembangunan jembatan baru maupun rehab atau perbaikan pada badan jembatan lainnya yang ada di Kabupaten OI,” tandas mukhsin. (man)

Warga Pulau Rimau Pertahankan Tradisi Sedekah Bumi


Banyuasin, SN

Warga X transmigrasi tahun 1982 di Desa Sumber Mukti Kecamatan Pulau Rimau berkumpul baur menjadi satu mengadakan rauatan desa atau dikenal dengan istilah sedekah bumi. Warga yakin dengan diadakannya sedekahan kehidupan didesanya akan menjadi lebih baik dan selamat dunia akhirat.
Tokoh adat masyarakat dari Desa Sumber Mukti Ki Sumoharjo mengatakan, proses sedekah bumi yang dilakukan setiap tahun pada tanggal 10 Muharom (Suro, istilah jawa, red) melakukan ruwatan desa atau sedekah bumi tujuannya adalah agar panen padi dan sawit melimpah.
“Dana sedekahan untuk membeli sapi dari sumbangan sukarela dengan dikelola oleh desa dipusatkan disatu tempat sesajian yang halal diberikan didoakan oleh pemuka agama lalu dimakan bersama-sama sebagai wujud syukur kepada Allah SWT,” kata Sumoharjo sambil mengatakan agar penen padi dan sawit berlimpah.
Sementara Kepala sapi setelah selesai dido’akan oleh pemuka agama, lalu diarak kampung diiringi oleh 5 kesenian tradisional asal jawa diantaranya, reog ponorogo, kuda lumping, genjring, tarling dan gong.
Kades Sumber Mukti R Ihsan Zaher saat diwawancarai mengatakan, masyarakat desa semenjak 25 tahun lalu hidup di tanah x tran melakukan ritual setiap 10 Suro. “Namun sedekah bumi tahun ini kita lakukan lewat 10 Suro karena sekaligus peresmian gedung kantor desa,” ungkap Irsan Zaher.
Menurut Irsan Zaher, Sedekah bumi yang setiap tahun dilakukan oleh waga sangat besar pengaruhnya bagi lingkungan. Suksesnya acara ini setiap tahunnya menunjukan warga bias guyub rukun dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan Camat Pulau Rimau Antoni Liando menyambut baik acara melestarikan budaya jawa yang dibawa oleh orang transmigran di wilayahnya. Karena tradisi ini adalah tradisi orang jawa yang dilakukan ditengah kondisi desa yang masih ada kekurangan seperti sarana transporasi dan listrik.
“Pemerintah kecamatan menyambut baik tradisi sedekah bumi ini, dan saya nilai tradisi sedekah bumi yang paling baik di Pulau Rimau hanya di Desa Sumber Mukti, katanya menambahkan agar masyarakat hidup sejahtera toto tentrem katoraharjo, guyub rukun dalam kehidupan sehari-hari.
Antoni Liandio dalam kesemaptan tesebut menyempatkan diri untuk membantu panitia acara dengan menyumbang dana sebesar Rp 2 juta, dan beberapa donator lainnya untuk warga Sumbe Mukti sebesar Rp 10 juta.
Dalam sambutannya Antoni Liando juga berusaha memasukan program listrik masuk desa tahun 2012, tetapi baru untuk tiga atau empat desa dulu, sementara desa yang lainnya baru akan dicukupi tahun 2013.
Selain listrik juga rencannya ada program pembangunan jalan desa di Sumber Mukti sepanjang 1 KM. “Saya pikir perlu jalan cor beton untuk sebelah kanan dan sebelah kiri masing-masing 1 KM tahun 2012 di Desa Sumber Mukti, yang belum dibangun bias diteruskan

Warga Sako Suban Datangi Pemkab Muba


* Akibat Jalan Dibuat Kanal Gajah Sekayu, SN
Ratusan warga dari Dusun III dan IV Desa Sako Suban, Kecamatan Batang Hari Leko (BHL), Kamis (15/12) melakukan aksi damai ke Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba).
Aksi tersebut terpaksa dilakukan menyusul adanya penutupan jalan oleh salah satu perusahaan dengan membuat kanal gajah seluas 4 meter dan dengan kedalaman 6 meter yang mengakibatnya dua Dusun tersebut terisolir. Selain itu, aksi dilakukan untuk meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) agar membantu warga terhadap persoalan yang terjadi antar dua perusahaan yang berselisih, yakni PT Bumi Persada Permai (BPP) dan PT Sentosa Bahagia Bersama (SMB).
“Dengan adanya lubang berbentuk kanal ini tentu membuat kami tidak bisa lagi lewat. Bahkan untuk keperluan lainnya membuat aktivitas kami terganggu. Untuk itu kami ingin meminta bantuan dari Pemkab Muba untuk menangani hal ini,” tegas Kadus Dusun IV, Indrayanti.
Dikatakannya, dengan bantuan dari Pemkab Muba tentu sangat diharapkan warga. Sebab, kanal gajah yang dibuat sejak lima hari lalu (Minggu, 12/12) sekitar pukul 23.00 WIB, ini membuat warga mengalami kesulitan untuk keluar dusun akibat adanya penutupan jalan yang dilakukan perusahaan.
“Jalan alternative ada, tapi jaraknya sekitar 150 Km itu pun harus lewat Musi Rawas (Mura). Ini artinya kita harus memutar jauh untuk keluar dusun dan ingin ke kecamtaan lainnya, khususnya Kota Sekayu,” tegasnya.
Aksi tersebut diterima, Asisten I Pemkab Muba, H Sohan Madjid, dengan melakukan pertemuan secara tertutup selama kurang lebih satu jam. Hasil dari pertemuan tersebut, Pemkab Muba akan melakukan pertemuan dengan perusahaan yang sedang bertikai. Sebab, dengan adanya permasalahan antara dua perusahaan tersebut tentu menganggu warga.
“Apapun alasannya, kita akan meminta kanal tersebut untuk ditimbun kembali dan meminta agar akses jalan dikembalikan seperti semua. Ini tentu tidak bisa dibiarkan, 20 Desember mendatang kita akan mengadakan pertemuan dengan seluruh pihak terkait di ruangan rapat Pemkab Muba. Insya Allah semua bisa diselesaikan dengan baik dan secepat mungkin,” tegas Sohan. (her)

Pemkot Santuni 180 Veteran


Palembang, SN
Sebanyak 180 pejuang kemerdekaan atau veteran mendapat santunan dari Pemkot Palembang, masing-masing veteran mendapatkan dana sebesar Rp 200 ribu/tahun. Hal tersebut dikatakan Wakil Walikota Palembang, Romi Herton usai menyerahkan santunan kepada para veteran di Gedung Legiun Veteran Jalan Merdeka Palembang, Kamis (15/12).
“Mereka ini banyak berjasa bagi bangsa. Sudah sepantasnya diberi penghargaan oleh pemerintah. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat,” harapnya.
Dikatakannya, tahun 2012 Pemkot Palembang akan meningkatkan bantuan kepada veteran pejuang ini, mengingat APBD Kota Palembang mengalami kenaikan.
“Mudah-mudahan santunan kepada para veteran bisa kita tingkatkan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menghargai jasa para pejuang, yang telah berkorban dengan harta, darah bahkan nyawa demi tegaknya kemerdekaan.
Sementara itu kata Kepala Dinas Sosial Kota Palembang Hasbullah Tuwi menambahkan, selain veteran pihaknya jugamemberikan bantuan kepada 150 orang lanjut usia di kota Palembang.
“Tiap orang dapat Rp 300 ribu/tahun. Dana bersumber dari APBD Kota Palembang,” jelasnya.
Dijelaskannya, bantuan kepada orang lanjut usia memang lebih besar dibandingkan veteran pejuang. “Karena veteran masih mendapat gaji setiap bulannya,” katanya.
Sedangkan Wakil Ketua Legiun Pejuang Palembang, Imam Syafei mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Palembang atas bantuan yang diberikan. “Kami akan dukung terus program-program pemerintah,” ujar pria berusia 80 tahun ini.
Ditambahkanya, veteran pejuang tahun depan santunan yang diberikan nilainya lebih besar. “Ya, sebenarnya kami sudah merasa bersyukur dengan bantuan yang diberikan, dan ikhlas menerimanya. Tapi harapan kami, bantuannya bisa ditambah, supaya kami lebih bahagia,” ucapnya. (***)

Format Sertifikasi Berubah Lagi


Empat Lawang, SN

Format penerimaan guru sertifikasi dipastikan berubah lagi dari tahun-tahun sebelumnya hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Guru Sertifikasi, Arbanu.
Menurutnya,penerimaan sertifikasi benar-benar telah dinyatakan berubah tetapi tetap mengacu kepada penerimaan sebelumnya karena perubahan tersebut berdasarkan pada kekurangan-kekurangan yang dimiliki pada pelaksanaa sebelumnya.
“Perubahan langsung di sampaikan oleh Kementrian pendidikan dan kebudayaan beberapa waktu lalu alasan yang kami terima untuk sementara Kemendikbud ingin melihat keunggulan yang dimiliki dari setiap sistem penerimaan,” terangnya
Dikatakannya, untuk penerimaan pada 2012 nanti dimulai sejak 2011 bahkan terakhir pengumpulan data pada Desember ini sehingga 2012 mendatang dipastikan tidak ada guru yang mengajukan sertifikasi karena sudah pada tahun ini.
“Data terkumpul secara otomatis dengan catatan mereka yang telah memiliki NUPTK dimana untuk mendapatkan NUPTK seorang guru minimal harus memiliki masa mengajar sekitar Lima Tahun atau lebih,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan,tidak terlalu banyak perbedaan yang dimiliki pada penerimaan guru sertifikasi kali ini pasalanya sistem-sistem yang lalu masih diadopsi oleh Kemendikbud tetapi lebih di variasikan dan di lebih rumitkan.
“Ada beberapa perubahan yang sangat berbeda dengan yang sebelumnya dimana pada penerimaan 2012 lebih mendahulukan mereka yang sudah berumur setengah abad ke atas sementara untuk syarat minimal lima tahun mengajar tetap berlaku,” jelasnya.
Untuk saat ini sambungnya,pihaknya tengah membersihkan data agar terjamin ke validasiannya sementara itu data guru yang dicalonkan sebagai guru sertifikasi semuanya tetap tanggung jawab Disdik untuk memfasilitasi dan membimbing.
“Disdik akan memfasilitasi guru-guru calon sertifikasi mengingat banyak yang belum memahami cara mengentry data pasalanya semua persyaratan dan yang lainnya menggunakan sistem Online,” tandas Arbanu
Penggunaan Komputerisasi tambahnya, untuk menghindari ketidakstabilan dalam memilih guru yang lulus ataupun yang tidak pasalnya selama ini banyak anggapan yang menilai banyak penilaian yang kurang fair.
“Jelas Kemendikbud lebih mengutamakan komputerisasi daripada manual terlebih pada 2012 mendatang peserta hanya diperbolehkan memilih salah satu tes dianataranya tes Fortofolio, PLPG dan yang langsung dinyatakan Lulus berbeda dengan sebelumnya peserta di haruskan mengikuti Fortofolio dan PLPG,” urainya. (eko)

Tepian Sungai Musi Mengkhawatirkan

Empat Lawang, SN

Pinggiran sungai musi, tepatnya di kawasan Pasar Ilir, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, mulai mengkhawatirkan. Puluhan rumah warga terancam hanyut akibat terbawa arus sungai musi, akibat gerusan air yang selalu terjadi saat musim tiba.
Sedikitnya, puluhan rumah warga sudah berpindah tempat sejak beberapa tahun terakhir. Sebab, meskipun sudah dibangun beronjong atau tembok penahan, masih tetapn tergerus air sungai yang mengakibatkan puluhan meter tembok penahan yang pernah dibangun roboh dan mengerus tanah yang ada di pinggiran sungai.
Bahkan, kantor lurah pasar Tebingtinggi beberapa waktu lalu nyaris hanyut akibat meluapnya sunggai musi. Tidak hanya itu, puluhan hingga ratusan warga yang tinggal di pinggiran sunggai mendadak gempar akibat meluapnya air sunggai beberapa akhir ini.
Menurut pengakuan beberapa warga Pasar Ilir, setidaknya sudah dua kali dibangun tembok di kawasan tersebur. Namun derasnya sungai menyebabkan tebok penananh tidak bertahan lama.
Dengan kondisi yang demikian mengkhawatirkan warga berharap kepada
Pemerintah memberikan perhatian dengan kembali membangun tebok penahan di kawasan tersebut. Sebab tidak menutup kemungkinan, pemukiman mereka akan hanyut terbawa air sunggai.
"Kami cukup khawtir dengan kondisi yang air sunggai yang tidak menentu ini karena bisa mengancam keselamatan jiwa dan harta benda kami," ujar Latif (40) salah seorang warga, Kamis (15/12).
Kekhawatiran warga. Dianggap wajar menginggat kondisi dibiarkan berlarut larut. Menginggat kondisi tanah yang kian rapuh digerus oleh air sungai.
Pantauan di lapangan menyebutkan, terlihat beberapa bagian tembok penahan yang saat ini sudah berada di tengah sungai musi. Hal ini membuktikan rumah warga sudah bergeser jauh dari tempat semulah. Puluhan rumah warga diperkirakan sudah berpindah tempat beberapa meter. Dari pinggir sunggai musi untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.
Terpisah Lurah pasar Tebingtinggi, H Kitmir mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan permohonan pembanggunan tembok penahan disekitar pinggiran sungai musi. Selain menjaga salah satu aset daerah berupa kantor kelurahan, tembok penahan juga sebagai penahan rumah warga yang berada di pinggiran sungai.
"Kita pernah mengusulkan pembangunan tembok penahan. Namun hingga kini beluam realisasinya. Padahal keberadaan tembok sanggat penting untuk menjaga keselamatan warga yang ada disekitaran bantaran sungai musi," ujarnya. (eko)

Truk Batubara Seruduk Mobil Taft


Muara Enim, SN

Diduga mengantuk, truk batubara tak bermuatan dengan nomor polisi (nopol) BE 9029 BV yang dikemudikan, Anas Tansudin (27) warga Lahat dengan kernetnya, Ari (20) warga yang sama menghantam mobil Taft Hiline BG 1845 AB milik Rahman di Jalan Lintas Muara Enim-Palembang Kampung III Desa Kepur Kecamatan Muara Enim, Kamis (15/12) sekitar pukul 04.30 WIB.
Tak hanya mobil itu saja yang ringsek, akibat kerasnya benturan
menyebabkan satu tiang listrik bengkok bahkan nyaris patah, sehingga aliran listrik di desa setempat terputus. Bahkan, arus lalu lintas sempat terganggu karena arus kendaraan saat kejadian cukup padat.
Petugas Sat Lantas dan Unit kecelakaan langsung meluncur ke TKP, guna mengamankan arus lalu lintas sekaligus mendata pengendara mobil dan truk batubara tersebut. Kemudian menderetnya ke Sat Lantas Polres Muara Enim.
Dari keterangan sopir truk, Anas, dia mengendarai truk dengan
kecepatan sedang. Karena mengantuk, dia tak dapat mengkontrol kendaraannya sehingga menghantam mobil yang sedang parkir dipinggir jalan.
“Ngantuk Pak, jadi, tak terlihat kalau di depan ada mobil yang sedang parkir,” ucapnya.
Dilanjutkannya, kalau dia mengendarai truk batubara yang tak
bermuatan dari Palembang menuju Lahat. “Memang, kami sempat istirahat di rumah makan Prabumulih,” ujarnya.
Sementara kernetnya, Ari, ketika berada di TKP, dia sempat memberikan peringatan kepada sopirnya, untuk lebih berhati-hati karena jalan masih gelap. “Ya, namanya musibah, tak bisa ditolak lagi,” katanya.
Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Lantas
didampingi Kanit Laka Iptu Sutrisman, Kamis (15/12), membenarkan
kejadian tersebut. “Tak ada korban jiwa, sekarang sopir truk masih
menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Kanit Laka. (yud)

KPK yang Diintervensi dan Meninggalkan Kasus Century


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

DI penghujung masa jabatannya ternyata Pimpinan KPK mengakui kalau mereka selama selalu diintervensi alias ditekan. Siapa lagi kalau bukan pihak eksekutif dan legislatif yang melakukan perbuatan itu.
Dengan kondisi seperti ini, jelas suatu jawaban terhadap lambannya kerja dari komisi ini. Selama ini rakyat seperti mau muntah dengan tarik ulur penanganan kasus yang sangat bertele-tele.
Ada satu kasus besar yang sangat merugikan Bangsa dan martabat Negeri, dan ternyata itu ditinggalkan pimpinan KPK yang habis masa jabatannya Desember ini. Kasus tersebut adalah kasus Bank Century.
Hanya mengulasa, kasus Bank Century telah memberikan dampak luas yang buruk untuk Bangsa ini. Lihat dan ingat, saat kasus ini mulai dilakukan, sudah puluhan triliun uang rakyat mengalir tidak pada tempatnya.
Memang petinggi di Bank Century sudah dihukum, tetapi hukuman yang diberikan tidak sampai lima tahun. Kemudian kasus ini juga telah melahirkan banyak korban, mulai dari munculnya istilah 'cicak dan buaya', jatuhnya korban Kabareskrim Susno Duadji.
Konflik panas antara KPK dan Polri juga melahirkan hubungan yang tak harmonis dari kedua lembaga tersebut.
Kalau kita berandai-andai, coba penguasa Negeri ini tak ngotot melindungi orang-orangg tertentu dari kasus ini. Tentu dampak kasus Bank Century tak akan seluas seperti sekarang.
Tetapi sampai saat ini dengar keterangan pers dari Presiden SBY, dengan yakin Kepala Negara masih berkeyakinan Boediono dan Sri Mulyani tetap dalam posisi yang paling benar. Itu untuk kondisi sekarang, kita tarik ulur saat Pansus Bank Century masih bekerja. Perang urat syarat harus terjadi di Senayan, yang semuanya ada karena sikap ngotot orang-orang tertentu yang merasa paling benar.
Saat Pansus terus bekerja, mulai terjadi blok-blok dan sikap kekanak-kanakan dari banyak wakil rakyat. Tak jarang debat kusir yang sangat kasar terjadi, dan itu semua menjadi tontonan bagi rakyat Indonesia. Tetapi mereka yang bersikap keras ini seakan dibiarkan oleh pihak-pihak tertentu.
Jelas ini menandakan, bahwa mereka seakan menjadi umpan dan ujung tombak parpol tertentu dengan tujuan untuk mengamankan kekuasaan.
Kemudian saat Pansus mulai mendekati akhir masa kerja, sangat terlihat jelas mulai terjadi 'perselingkuhan' dan 'pengkhiahatan' diantara teman dan kelompok yang selama ini berkoalisi. Saat paripurna digelarpun sangat jelas, betapa banyak energi yang terbuang sia-sia yang sangat jelas tujuannya sangat nampak, untuk mengulur-ulur waktu, siapa tahu lobi-lobi politik bisa merubah sikap seseorang. Tetapi nyatanya garis keras yang diungkapkan kelompok kontra pemerintah terus menguat bahkan di menit-menit terakhir banyak kejutan-kejutan tak terduga terjadi. Di mana banyak wakil rakyat yang pro pemeritah, dengan tegas membangkang. Buah dari sikap pemerintah, bisa jadi direcall atau dipecat dari parpol asalnya. (***)

86 Persen Desa di Mura Sudah Berlistrik

Musi Rawas, SN

Pemerintah kabupaten Musi Rawas (Mura) terus berupaya mengejar target Musi Rawas terang hingga tahun 2014 mendatang. Sampai dengan saat ini sekitar 86 persen desa yang ada di Mura sudah menikmati aliran listrik.
Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Musi Rawas, Johan Firdaus, pemerintah kabupaten Mura setiap tahun selalu menganggarkan dana untuk jaringan listrik bagi desa atau daerah yang belum berlistrik. Pada tahun ini ada tujuh titik lokasi pemasangan jaringan listrik baru.
“Untuk mengaliri apinya saat ini tengah kita upayakan,” katanya, ditemui, Kamis (15/12).
Dikatakannya, untuk anggaran tahun 2012 ini pihaknya masih melakukan pembahasan terkait jumlah anggaran yang dibutuhkan dan titik – titik mana saja yang akan dipasang jaringan listrik.
“Untuk tahun depan masih kita bahas, yang jelas target kita Musi Rawas terang 2014 mendatang bisa tercapai,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan Johan, dari jumlah desa yang ada sekarang ini sekitar 76 persen sudah menikmati listrik dan sekitar sisanya 10 persen masih diupayakan untuk masuk api listrik. "Sebab jaringannya sudah terpasang," tambahnya. (fik)

Transmigran Minta Jaminan Keselamatan

Palembang, SN

Banyaknya kasus kriminalitas terhadap peserta transmigrasi di Sumsel menjadi salah satu keluhan transmigran asal jawa. Hal ini diungkapkan anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nursasmito saat mengunjungi Banggar DPRD Sumsel, Rabu (14/12).
Dikatakannya, keluhan keamanan dari transmigran tersebut, didapatnya setelah mengunjungi transmigran asal Yogya di Desa Air Balui Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Muba.
Selain meminta jaminan keamanan kata dia, para transmigran juga meminta percepatan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang menghubungkan Air Balui dengan desa lainnya.
"Informasi ini kami dapat setelah sebelumnya kami mengunjungi para transmigran di Air Balui. Dari pengamatan kami, memang infrastruktur disana masih kurang. Oleh karena itu, kalau bisa masalah ini dapat menjadi perhatian," kata Nursasmito.
Ia menambahkan, karena sudah bertransmigrasi, DPRD Yogya tidak dapat mengalokasikan dana apapun untuk kepentingan yang diminta para transmigran. "Tidak ada alokasi anggaran untuk transmigran di DPRD Yogya," katanya.
Menanggapi ini, Wakil Ketua DPRD Sumsel, Achmad Djauhari mengakui, masalah keamanan transmigran di Sumsel masih menjadi kendala. Menurutnya, terjadinya aksi kriminalitas terhadap transmigran asal jawa, karena bentuk keirian masyarakat lokal akan kesuksesan pendatang.
"Transmigran asal jawa di sini dapat menjadi contoh bagi masyarakat Sumsel, tidak sedikit dari mereka yang berhasil dan memiliki rumah permanen yang representatif, selain itu mereka juga memiliki kebun sawit dan karet, hal ini kadang-kadang yang menjadi pemicu keirian masyarakat lokal, sehingga terjadilah aksi kriminalitas," ungkapnya.
Sedangkan Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Bihaqqi Soefyan mengatakan, apa yang disampaikan anggota DPRD Yogya terkait permintaan jaminan keamanan, akan disampaikan ke pihak terkait seperti Polda dan kepolisian daerah tempat transmigran bermukim.
"Masalah ini akan kami sampaikan ke pihak terkait, dan menjadi masukan buat baik kami," ujar dia. (awj)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.