Senin, 02 Januari 2012

Menara Dishubkominfo Banyuasin Bahayakan Penerbangan

Banyuasin, SN

Menara telkomunikasi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Banyuasin, di lingkungan Kecamatan Talang Kelapa, ketinggianya melampaui batas kawasan keselamatan operasi penerbangan.
Hal itu diketahui setelah tim gabungan dari Provinsi Sumsel dari DPRD Daerah pemilihan II Banyuasin-Musi Banyuasin, Petugas Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Badan Lingkungan Hidup Sumsel serta Diskominfo Sumsel yang melakukan kunjungan ke lokasi menara tersebut.
Menara itu diketahui memiliki ketinggian di luar batas aman lokasi zona 1 penerbangan. Dampaknya bukan hanya menggangu bahkan membahayakan penerbangan
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel Ridho menjelaskan, seiring dengan disahkannya Peraturan daerah (Perda) Provinsi Sumsel untuk Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP), dan Batas Kawasan Kebisingan (BKK), maka pihaknya meninjau langsung beberapa lokasi salah satunya menara di lingkungan kecamatan Talang Kelapa milik Dishubkominfo Banyuasin
Menara itu masuk dalam wilayah ring satu, dalam arti batas ketinggian di zona ring satu hanya diperbolehkan 46 meter, diluar ketinggian itu tidak dibolehkan karena dianggap membahayakan penerbangan.
“Ada dua menara yang melebihi batas aman dilokasi itu, satunya menara Dishubkominfo Banyuasin, dan satunya lagi menara milik perusahan telkomunikasi swasta, ” katanya.
Untuk menindak lanjuti hal itu tim gabungan Provinsi Sumsel akan memberikan dua alternative , pertama akan meminta pemilik menara menurunkan ketinggiannya di batas maksimal KKOP dan kedua tetap pada ketinggian tersebut namun letak menara dipindahkan pada kawasan ring dua atau diluar batas radius 4 kilometer dari bandara
“Kalau tidak dipindahkan bisa membahayakan lalu lintas penerbangan, ini perlu menjadi perhatian serius semua pihak,” kata Ridho
Kepala Dishubkominfo Kabupaten Banyuasin Ir Supriadi dikonfirmasi membenarkan menara di lingkungan Kecamatan Talang Kelapa milik Dishubkominfo Banyuasin. Sementara masalah ketinggian menara yang melebihi batas di zona aman akan segera di respon oleh pihaknya .
“Kalau memang ketinggian, bisa kita benahi, kita pun akan membentuk tim untuk mengecek semua menara di zona ring satu bandara kawasan Kabupaten Banyuasin, yang nantinya memantau ketinggian semua menara yang ada," katanya. (sir)

Proyek Fisik Siluman Ditemukan Lagi


Banyuasin, SN
Proyek fisik siluman kembali ditemukan di Desa Sembawa Kecamatan Sembawa, karena proyek fisik itu tanpa papan nama dan laporan pemberitahuan pembangunan kepemerintah desa maupun kecamatan setempat
Bentuk proyek itu berupa pembangunan drainase pemukiman penduduk di sepanjang Jalan Yudo Admojo Dusun I Desa Sembawa Kecamatan Sembawa.
Kepala Desa Sembawa Rainaan Harun mengatakan, pihak desa belum pernah menerima laporan bahwa akan ada pembangunan drainase di desa Sembawa. Rainan pun mengaku pemerintah desa mengetahui pembangunan itu dari laporan ketua RT setempat
Dari laporan ketua RT itu pekerjaan proyek sudah dilakukan sepekan yang lalu. Pembangunan drainase pemukiman penduduk pun sudah dilakukan sepanjang lebih dari 100 meter. Tapi tidak tahu proyek dari mana , apakah menggunakan dana APBD, APBN, aspirasi atau yang lainnya pokoknya tidak jelas.
“Kalau kami sebut itu proyek siluman tidak tahu dari mana asalnya apakah sukarela, atau dana rakyat, pokoknya tidak ada transparansi,” katanya
Diaku Rainan sebelumnya pihak desa pernah mengajukan rencana pembangunan jalan Yodo Admojo itu ke Musrembang desa untuk mendapatkan pembangunan fisik melalui dana APBD Banyuasin dengan rancangan drainase lebar bagian dalam 30 centimeter,tinggi 25 centimeter dan lebar bagian dalam 20 centimeter.
Ajuan realiasasi itu sudah masuk, namun kapan realisasinya belum diketahui dengan jelas karena beluma da konfirmasi secara jelas disetujui tidaknya pembangunan itu.
“Memang ada ajuan pembangunan tetapi kapan realisasinya belum tahu,” katanya. Senada dengan Camat Sembawa Joni Gunwan S.Sos MM mengatakan, sejauh ini belum ada laporan dari pihak pembangunan maupun desa. (sir)

Prediksi Beratnya Hidup di Tahun 2012

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat ]

KINI
tahun 2012 sudah dijalani, tentu banyak rencana hidup ke arah perubahan yang lebih baik untuk dilakukan. Tentu banyak kisah di tahun 2011 bagi kita semua, ada suka dan ada duka. Semuanya sudah kita lewati dan kini saatnya kita mengevaluasi diri.
Untuk catatan kesuksesan sepatutnya kita bersyukur dan mempertahankannya di tahun depan. Untuk kegagalan dapat kita jadikan sebagai bahan pelajaran berharga jangan sampai terulang lagi.
Bagi kita rakyat Indonesia perjalanan dari tahun ke tahun tentu amatlah sulit, hal ini dirasakan untuk rakyat yang masih banyak sengsara untuk hidup. Di kelas rakyat bawah, kesulitan untuk bertahan tentu sangat terasa. Apalagi proses kepemimpinan kebangsaan yang tak tegas ditambah lagi banyaknya tarik ulur kepentingan, yang banyak membuat rakyat apatis.
Memang nasib tak bagus untuk rakyat ini juga sangat selaras dengan kondisi pemerintahan saat ini.
Penguasa saat ini dapat dikatakan tak bisa berpihak penuh ke rakyat. Apalagi supremasi hukum yang masih sangat lemah, hal ini membuat keberpihakan kepada rakyat menjadi sangat kurang.
Kondisi memprihatinkan bagi Negeri ini juga makin terasa. Karena sepanjang tahun ini Bangsa kita terus ditimpa bencana alam, kecelakaan, dan banyak kedukaan lainnya.
Kita hanya berharap dan berdoa, semoga di tahun 2012 ada banyak perubahan untuk Bangsa ini termasuk rakyat di dalamnya. Intinya pemerintahan masa sekarang harus memperhatikan kesejahteraan khalayak yang masih banyak tertatih untuk melangkah.
Bila kita ingat, kondisi ekonomi Bangsa ini tak banyak perubahan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Apalagi di tahun yang lalu, bencana alam datang silih berganti. Yang sangat menyedihkan penguasa dan pemerintahan sepanjang tahun itu terjebak dengan urusan untuk mengamankan posisi, sedangkan rakyat seakan terlupakan. Korupsi masih jadi penyakit kronis yang membuat Bangsa ini terus tertatih untuk maju. Padahal penguasa selalu koar-koar untuk memberantas korupsi. Nyatanya di lingkaran rezim saat ini malah banyak terjebak korupsi. Ini sama saja dengan pepatah 'memercik air di dulang terkena muka sendiri'.
Di tahun 2012 ini, kondisi pemerintahan diharapkan jauh lebih baik dari sebelumnya. Dalam arti kita rakyat harus diutamakan, kuncinya bila rakyat merasa aman, nyaman dan suka dengan pemerintahan, otomatis tahta yang dinginkan akan aman. Jadi tak usaha kasak kasuk untuk melakukan berbagai acara agar berhala yang diduduki aman sampai 2014. Intinya mari ciptakan dunia perpolitikan
yang bisa menuai simpati publik, program pro rakyat harus menjadi prioritas.
Politik tahun 2012 kita harapkan sebagai awal pijakan, gagasan dan tindakan kebijakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Kepada pihak yang saat ini sedang berkuasa, harap dicatat dan digarisbawahi janji Anda saat kampanye, jangan lupakan dan ingkari itu semua.
Tahun 2012 diharapkan ada perubahan monumental untuk semuanya. Pada 2012 ini sudah saatnya Indonesia membangun politik yang sehat dan dewasa.
Indonesia harus memantapkan sistem demokarasi yang telah dianut selama ini, dengan tetap mengedepankan kepentingan umat. Jangan sampai Tuhan murka untuk kesekian kalinya di tahun ini, hanya karena penguasa dan orang-orang yang duduk di tahta selalu ingkar janji.
Untuk itu politik Indonesia harus makin sehat, dewasa, produktif dan fokus pada kerja-kerja untuk memajukan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Jangan sampai rakyat dan konstituen mengumpat dan terus menagih apa yang sudah disampaikan. Politik tahun 2012 sebaiknya bermakna kerja terbaik untuk menunaikan mandat pemilu 2009. Janganlah janji politik belum dipenuhi, malah sibuk sendiri untuk kekuasaan di Pemilu 2014.
Rakyat hanya bisa menunggu, berharap, dan menanti realisasi yang sabelumnya dikoar-koarkan. Tentu tak diinginkan kondisi tahun lalu justru dirasakan kembali di tahun ini, atau malah lebih buruk. Semoga saja di tahun 2012 ini, apa yang diimpikan rakyat memang benar adanya dan penguasa merealisasikan janjinya. Amin. (***)

Polisi Tangkap Pelaku Penculikan Bayi


Pagaralam, SN
Kepolisian Resor, Kabupaten Lahat, melalui Polsek Kikim dan Pajarbulan, berhasil menangkap pelaku penculikan bayi warga Desa Guru Agung, Kecamatan Pajarbulan, dalam pelariannya di Desa Sidomakmur, Kecamatan Kikim Barat. Pelaku terlihat cukup santai saat menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Polsek Pajarbulan Briptu Nasrun di Ruang Reskrim Polsek setempat, Sabtu (31/12).
Pelaku yang diketahui bernama Wini ditangkap saat sedang mengisi acara kegiatan orgen tunggal (OT) di salah satu rumah warga di Kikim yang sedang menggelar hajatan.
Kapolsek Pajar Bulan Iptu Hidayat Amin mengatakan, tersangka pelaku penculikan bayi bernama Nayra Angraini berumur 48 hari anak pasangan Dusi Aprizal dan Fitriani, proses penangkapannya dilakukan atas kerjasama dengan Polsek Kikim Barat.
Menurut dia, pelaku berhasil ditangkap saat dalam pengejaran dan bersembunyi di daerah Kikim Barat. "Setelah mengetahui keberadaan tersangka kita langsung meminta bantuan anggota Polsek Kikim untuk melakukan penangkapan," ungkap dia.
Lanjutnya, tersangka Wini setelah berhasil mengambil bayi itu langsung mengatur strategi pelarian dengan naik angkutan menuju kota Lahat, dan setelah itu menumpang angkutan pedesaan (Angdes) menuju ke daerah Kikim.
"Setelah mendapat laporan penculikan itu, kami langsung melakukan upaya pengejaran dan mengontak semua polsek di jajaran Polres Lahat, untuk mempersempit gerak pelaku, termasuk memberikan informasi ciri-ciri dan menghubungi semua tempat yang dahulunya pernah ditempati pelaku selama ini," ungkap dia.
Dia mengatakan, setelah berhasil ditangkap langsung dilakukan penjemputan baik terhadap bayi dan tersangka, yang dilakukan bersama kedua orang tuanya.
"Kalau bayi langsung diambil pihak keluarga sedangkan tersangka sekarang sedang dilakukan penahanan di Mapolsek Pajarbulan, untuk mengikuti proses pemeriksaan penyidik," ungkap dia.
Sementara itu Kapolres Lahat, AKBP Benny Subandi mengatakan, saat ini pihaknya masih mengembangkan dan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka penculik bayi tersebut, untuk mengetahui motif dan mengungkap ada kemungkinan keterlibatan orang lain.
"Kita masih mendalami hasil pemeriksaan untuk mengungkap keterkaitannya dengan penjualan manusia, atau ada faktor lainnya," ungkap dia.
Saat ini, kata dia, tersangka masih dalam pemeriksaan penyidik Polsek Pajarbulan.
Tersangka Wini saat ditemui di Polsek Pajarbulan mengatakan, membantah melakukan penculikan terhadap bayi tersebut, selain masih ada hubungan keluarga dan keinginan untuk mengasuh beberapa hari setelah itu dikembalikan kepada kedua orang tuanya.
"Saya belum punyak anak meskipun sudah menikah sehingga sangat berharap ingin mengasuh bayi. Buktinya selama bayi itu saya asuh semua kebutuhannya cukup termasuk susu," ungkapnnya. (asn)

Puluhan Ribu Wisatawan Padati Lokasi Wisata Gunung Dempo


Pagaralam, SN
Arus lalu lintas di Kota Pagaralam, Sabtu (31/12) malam dan Minggu (1/1), menuju lokasi wisata Gunung Dempo, macet hingga terjadi antrian sekitar satu kilometer mulai dari pintu masuk hingga patung Ramau, karena ratusan kendaraan terhenti saat pengambilan karcis retribusi masuk.
Pantauan SN, ratusan kendaraan mulai memenuhi ruas jalan menuju dan disekitar lokasi wisata kebuh teh Gunung Dempo, mulai dari Simpang Empat Perumnas Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, hingga perumahan karyawan pabrik teh milik PTPN VII.
Petugas kepolisian meskipun sudah memberlakukan satu jalur dan satu arah menuju Gunung Dempo, terlihat kewalahan menghadapi ratusan kendaraan yang memadati kebun teh tersebut, apalagi kendaraan tersebut masuk secara bersamaan.
"Arus kendaraan menuju kawasan perkantoran Gunung Gare dan perkebunan teh Gunung Dempo macet sepanjang satu kilometer. Petugas penjaga pintu gerbang masuk lokasi wisata Gunung Dempo kewalahan dengan peningkatan pengunjung tersebut," kata Heni, salah seorang pengunjung lokasi wisata.
Kemacetan terjadi mulai dari jalan dua jalur Dusun Pagarjaya hingga pintu gerbang. "Keadaan ini terjadi lantaran banyaknya pengunjung yang datang menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi untuk menikmati malam tahun baru," kata dia.
Dia mengatakan, lalu lintas menuju Gunung Dempo macet lantaran banyaknya pengguna jalan yang akan menuju pusat rekreasi terbesar di Pagaralam tersebut dan pusat perkantoran milik pemerita kota.
"Kebanyakkan dari pengguna jalan yang menuju arah Gunung Gare adalah kendaraan bernomor polisi dari daerah Muaraenim, Empatlawang dan Lahat. Bahkan termasuk nomor polisi luar kota lainnya, seperti datang dari Jakarta, Lampung dan Bengkulu," ungkapnya.
Meskipun sudah mengerahkan puluhan personil dari Satuan Lalu Lintas Polres Pagaralam untuk melakukan pengaturan dan pengamanan ribuan pengunjung yang memasuki kawasan Gunung Dempo, namun kondisi masih macet dan terjadi antrian.
Sementara itu Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin mengatakan, di kawasan Gunung Dempo sudah ada pos pengamanan (Pos Pam) di sekitar vila milik Pemkab Lahat, Kampung II perumahan PTPN VII.
"Memang memasuki malam tahun baru sejumlah ruas jalan di Kota Pagaralam mulai dipadati pengunjung termasuk lokasi wisata Gunung Dempo. Kita sudah menyiagakan sekitar 150 polisi untuk mengamankan aktifitas warga selama perayaan tahun baru," ungkapnya. (asn)

Mulai Tahun Ini, DPR Diminta Tak 'Genit' Lagi

Jakarta, SN

Dalam pengawasan, DPR dinilai 'genit'. Sebab dalam masa kerja 2,5 tahun ini DPR terlalu sering membentuk panja. Mulai tahun ini, DPR diharapkan tak 'genit' lagi.

"Komisi DPR itu ada 11. Lalu dalam Prolegnas itu ada banyak target. Anggota DPR sedikit genit dengan pengawasan dengan bentuk panja, lalu ada beban," ujar Direktur Monitoring, Advokasi, dan Jaringan Program Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), Ronald Rofiandri, Minggu (1/1).

Menurut dia, jika permasalahan bisa diselesaikan melalui forum rapat, maka forum itu bisa diefektifkan. Bukan tidak boleh membentuk panja, namun bukan berarti semua persoalan lantas dipanjakan.

"Harus lebih prioritas sekarang untuk tidak membentuk panja," imbuhnya.

Dia menambahkan, di 2012 ditargetkan UU Pemilu selesai. Nah, UU itu bukan sekadar menghadirkan aturan main penyelenggaraan pemilu, tapi harus dilihat sebagai rangkaian untuk menghadirkan sososk anggota parlemen yang berkualitas.

"Kalau bibit jelek, lalu dalam kerja fraksi tidak tegas mengevaluasi dan Sekjen DPR kurang gesit, maka kerjanya bermasalah. Maka itu partai juga harus benar-benar mengevaluasi kinerja politikus dan kadernya," tutur Ronald.

Jika dikemudian hari ditemukan ada anggota Dewan yang nakal atau bekerja tidak baik, maka evaluasinya bukan dengan sekadar merotasi ke komisi lain. "Harus tegas. Karena untuk membenahi DPR itu sangat butuh peran parpol. Karena orang-orang parpollah yang duduk di DPR," tutup Ronald. (vit/nwk)

Minggu, 01 Januari 2012

Ibu Miskin di Teluk Gelam Diberi Sembako

Kayuagung, SN
Sekitar 200 orang ibu-ibu di sejumlah desa dalam Kecamatan Teluk Gelam dan sekitarnya Kabupaten OKI diberikan Sembako gratis oleh Ketua TP PKK OKI Hj Tartilah Ishak, Kamis (29/12) di halaman Kantor Camat Teluk Gelam.
Pemberian Sembako gratis ini dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-83 dan HUT DWP ke-12 tingkat OKI yang bertemakan ”Melalui Peringatan Hari Ibu Ke- 83 dan HUT DWP Ke- 12 Kita Tingkatkan Peran Perempuan dan Laki-laki Dalam Membangun Ketahanan Ekonomi Menuju Kesejahteraan Bangsa”.
Ketua TP PKK OKI kemarin menjelaskan, selain memperingati Hari Ibu dan HUT DWP kunjungan jajarannya ke Teluk Gelam untuk bersilahturahmi dengan warga di sana khususnya kaum hawa. Sehingga terjadi komunikasi yang baik antara warga dengan pemerintah.
”Semoga pembangunan di Teluk Gelam berjalan lancar sehingga perekonomian warga setempat bisa meningkat,” kata istri bupati ini sembari berharap Sembako yang sudah diberikan semoga bisa memberikan rasa bahagia bagi penerimanya.
Sedangkan Camat Teluk Gelam Ahmad SSos MM mengatakan, ke depan diharapkan pembagian Sembako jumlahnya dapat ditingkatkan baik jumlah penerima maupun isi Sembako tersebut. Pembagian sembako merupakan kegiatan positif karena bisa meringankan beban ekonomi masyarakat.
Kedatangan Ketua PKK OKI ini disambut antusias ratusan warga setempat. Tampak ibu-ibu bahkan yang muda dan Lansia sangat menantikan kendatangan istri Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM ini. Tidak sedikit dari mereka yang tersenyum setelah menerima paket Sembako. (iso)

PS Tresna Werda Wargatama Siap Tampung Lansia Terlantar


Indralaya, SN
Panti Sosial Tresna Werda Wargatama yang beralamat di Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI), sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Sosial Sumsel siap menampung lanjut usia (Lansia) yang terlantar.
Kepala UPTD Drs Muzakir melalui Kasubag Tata Usaha, Ansori mengatakan, pihaknya dapat menampung 100 Lansia untuk dibina dengan berbagai sarana pendukung tanah kompleks yang luas, tanah pemakaman, perpustakaan, gedung konsultasi, gedung kesehatan, gedung isolasi, instalasi listrik, instalasi PAM, rumah dinas, telepon, kendaraan roda empat dua, dan enam dan lainnya.
"Sasaran garapan kita diantaranya, lansia yang terlantar berusia 60 tahun ke atas, tidak mempunyai sanak keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak, lansia yang memiliki masalah-masalah yang menyangkut berbagai hal kehidupan seperti, kesehatan, kesempatan kerja, perumahan, jaminan sosial, dan lansia yang dengan keinginannya sendiri memilih tinggal di panti," jelasnya.
Mengenai persyaratan masuk panti dijelaskannya, tidak dipungut biaya dan para lansia harus berusia 60 tahun keatas, miskin/terlantar di nyatakan dengan surat dari kepala desa, sehat jasmani dan rohani dinyatakan surat dari puskesmas setempat,dan bersedia mentaati peraturan panti.
Tahapan-tahapan pelayanan diantaranya, penerimaan dan penempatan dalam wisma, pelayanan dan pemeliharaan yang meliputi penyediaan peralatan makan, tidur dan mandi, pemberian makan, pemeliharaan kesehatan, pengobatan dan pelayanan pemakaman.
"Selain menyediakan tahap penerimaan dan tahap pelayanan, kita juga memberikan tahapan bimbingan diantaranya, bimbingan keagamaan, ceramah agama, sholat berjamaah, yasinan bersama, bimbingan fisik, bimbingan sosial kemasyarakatan, dan bimbingan keterampilan sebagai pengisi waktu luang," jelasnya. (man)

Katarak Penyebab Terbesar Kebutaan

Palembang, SN
Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami) Cabang Palembang mencatat, angka kebutaan di Kota Palembang cukup tinggi dan semakin meningkat dari 1,2% pada tahun 1992 menjadi 1,5%. Adapun penyebab terbesarnya dari kasus katarak.
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Komite Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (PGPK) berupaya untuk mencegahnya dengan menjadikan Puskesmas di setiap kecamatan untuk mampu mendeteksi dini kebutaan yang disepakati dalam acara pertemuan Komite Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (PGPK) di kantor walikota, kemarin.
Ketua Perdami Cabang Palembang DR dr Anang Tribowo mengungkapkan, kebutaan bisa disebabkan oleh katarak, glukoma, dan refraksi. Adapun katarak, dinilai menjadi penyebab terbesar sebanyak 11.332. Sedangkan glukoma dengan 2906 kasus dan refraksi dengan 2034 kasus. “Secara umum, hingga tahun 2011, terdapat 21.793 kasus kebutaan yang ada,”sebutnya.
Anang menjelaskan, dari 1,5% kebutaan sebenarnya 90%nya masih bisa dicegah sejak dini. Mengingat faktor redeposisi yang dapat menyebabkan penyakit mata seperti katarak berasal dari luar, seperti pasokan gizi, sinar ultraviolet, atau lingkungan. Dan ini menjadi komitmen Komite PGPK ke depan dalam upaya mencegah peningkatan kasus kebutaan.“Jadi, mencegahnya dengan memperkaya gizi, hindari cahaya matahari langsung masuk ke mata, dan kebiasaan yang baik seperti menjaga lingkungan,”jelasnya.
Penyakit katarak, jelas dia, lebih banyak diderita oleh usia lanjut sebanyak 80%. Penyebabnya karena adanya degenarasi sel di tubuh para orang tua tersebut. Meski demikian, dia meyakinkan bahwa katarak juga bisa diderita oleh semua umur, dewasa termasuk anak-anak. Katarak pada anak, “Banyak penelitian mengenai katarak. Bahkan ada katarak yang disebabkan oleh benda keras yang mengenai mata atau karena kurang minum,”terangnya.(win)

Jumat, 30 Desember 2011

edisi Cetak 525, Jumat 30 Desember 2011

Oknum Guru SMP Pukuli Siswa

Sekayu, SN
Aksi kekerasan didunia pendidikan kembali terjadi. Seorang oknum guru SMPN 1 Sekayu berinisial Q diduga melakukan aksi kekerasan dengan memukul dan menendang seorang siswa kelas IX.2 bernama Billy Irawan Noranza bin M Ruswan, Warga Komplek Griya Randik Blok A1 No 11 Kayuara Sekayu, Muba. Akibatnya siswa tersebut mengalami benjolan dikepala dan memar di bagian kaki. Pihak keluargapun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Muba kemudian korban langsung divisum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa tersebut terjadi Jumat (23/12) disaat korban akan mengerjakan soal ujian susulan di lab bahasa di sekolah. Namun tanpa alasan yang jelas, Oknum guru berinisial Q yang merupakan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan datang menghampiri korban yang sedang duduk lalu memukul kepala korban satu kali dan menendang kaki korban sebanyak satu kali. Korban yang dipukul dan ditendang itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya menunduk dan memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.
Menurut korban Billy kejadian tersebut begitu cepat, dan dia tidak tahu mengapa oknum guru Q langsung memukulnya. “Aku saat itu nak ikut ujian susulan di lab bahasa. Belum dapat soal, begitu aku duduk dia (oknum guru Q) langsung mukul aku dikepala. Aku diem bae nahan sakit,” beber Billy.
Oknum guru tersebut langsung membawa tas keluar ruangan. Sedangkan billy mengaku tidak kosentrasi mengerjakan soal tersebut, namun begitu soal sudah dikerjakan diapun keluarga dan langsung mengadu kepada orang tuanya. Mengaku anaknya dianiaya oknum guru, Billy bersama Ibunya Irama Sapran langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Muba. Adapun bukti laporan polisi LP/B-922/XOO/2011/Sumsel Res Muba tanggal 23 Desember 2011 yang diterima KA SPK III Brigpol Abdul Kholil.
Orang tua Korban, Ruswan mengatakan bekas tindak kekerasan yang dilakukan oknum guru itu membuat anaknya trauma dan semakin takut ke sekolah. “Dari hasil visum jelas ada benjolan dikepala karena dipukul gurunya. Kami minta agar dinas terkait menindak tegas. Karena tidak dibenarkan ada aksi kekerasan di sekolah,” tutur Ruswan.
Menyikapi aksi kekerasan itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Sekayu Arsan Zumardi mengatakan telah memanggil oknum guru Q yang dimaksud. Diapun telah mengingatkan oknum guru tersebut untuk tidak melakukan aksi kekerasan. Namun menurut keterangan Arsan setelah memanggil oknum guru Q, aksi pemukulan dan penendangan siswa tersebut lantaran dia kesal dengan siswa tersebut. Lantaran siswa kerap tidak masuk sekolah sehingga tidak bisa mengerjakan soal. “Orang tuanya juga dengan kami (para guru) tidak kooperatif. Kami panggil kesekolah tidak mau. Jadi kami juga bingung,” tandas Arsan. (her)

DPRD Pagaralam Sahkan APBD Rp 523 M

Pagaralam, SN

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam, mengesahkan Anggaran Pedapatan Belanja Daerah (APBD) 2012 senilai Rp 523 miliar. Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan sebelum pembahasan Rp 419 miliar.
Ketua DPRD Kota Pagaralam, Ruslan Abdulgani, Kamis (29/12) mengatakan, penambahan anggaran tersebut karena ternyata masih ada beberapa penambahan dari sektor pendapatan, termasuk bagi hasil pajak, bantuan program pemerintah pusat dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
"Penyusunan anggaran itu merupakan aplikasi program kerja berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD), terdiri dari belanja pegawai Rp18,4 miliar, belanja barang dan jasa Rp 229,4 miliar, serta belanja modal Rp128 miliar," kata dia.
Ia mengungkapkan, sesuai target penyelesaikan pembahasan RAPBD bulan Desember 2011 ini, sehingga Februari 2012 program kerja disetiap SKPD sudah bisa berjalan. Karena masa verifikasi dari Gubernur Sumsel akan memakan waktu satu bulan.
"Kalau pengalaman tahun lalu penyelesaian pengesahan sering terhambat pembahasan, sehingga molor dan bahkan baru berjalan mendekati pertengahan tahun anggaran," ungkap dia.
Ruslan mengatakan, kondisi ini cukup berpengaruh terhadap kegiatan yang dilakukan pemerintah sehingga selalu menghambat program pembangunan, terutama pengerjaan proyek fisik.
"Belum lagi jika kondisi alam, cuaca dan faktor keterbatasan waktu sering menimbulkan persoalan dengan pelaksanaan kegiatan setiap SKPD," ungkap dia.
Ada beberapa item yang menjadi prioritas program kerja 2012 yaitu peningkatan pembangunan sarana transportasi, irigasi dan termasuk penyelesaian lapangan terbang (Lapter).
Sementara itu Walikota Pagaralam, Djazuli Kuris mengatakan, penyusunan program APBD 2012 tentunya harus dilakukan dengan mengendepankan efektifitas dan sasaran utama yang harus dicapai.
Contohnya, kata Djazuli, belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja tidak langsung. Proyeksi struktur rancangan kebijakan umum anggaran (KUA), dan prioritas plafom anggaran sementara (PPAS), Pemkot Pagaralam pada tahun 2012, sektor pendapatan mencapai Rp497 miliar.
"Landasan penyusunan RAPBD tahun anggaran 2012 merupakan singkronisasi kebijakan pemerintah pusat dengan kebijakan pemerintah daerah dan menunjang program pembangunan," kata dia pula.
Menurut dia, kalau dibandingkan dengan APBD tahun 2011 belanja langsung dianggarkan Rp320,9 miliar, sedangkan pada 2012 mengalami penurunan Rp271,8 miliar.
"Memang pada anggaran belanja langsung mengalami penurunan Rp49 miliar atau 15,29 persen. Penurunan pendapatan pada penyusunan RAPBD tahun 2012 tentunya perlu dilakan upaya untuk mencari sumber dana baru yang dapat mendukung pendapatan bagi daerah kedepannya," kata dia lagi.
Ia mengatakan, pada tahun 2009 lalu total APBD Kota Pagaralam mencapai Rp465 miliar, sedangkan pada tahun 2010 mengalami penurunan sebesar Rp99 miliar dan 2011 naik Rp34 miliar.
"Memang dengan bertambahnya umur Pagaralam tentunya sudah banyak kemajuan yang dapat mendorong peningkatan bagi daerah, dan tentunya pemasukan dari pusat juga dikurangi," kata dia pula.
"Bila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu cukup banyak peningkatan yang dialami daerah ini terutama PAD dari sektor bagi hasil," kata dia lagi. (asn)

AKDP Masih Sepi, Travel Melonjak

Muara Enim, SN

Menjelang pergantian tahun baru 2012, arus penumpang di terminal Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) Muara Enim masih relatif sepi. Bahkan, sejumlah bus jurusan Muara Enim-Palembang terlihat mengantri. Sebaliknya, angkutan travel meningkat.
Kepala UPTD Terminal Kota Muara Enim, Fachroel mengatakan, hingga saat ini arus penumpang di terminal kota Muara Enim masih relatif normal. Bahkan, terkadang jumlah penumpang untuk jurusan Muara Enim-Palembang tidak terlalu banyak. Sepinya penumpang bus ini, diperkirakan karena kalah bersaing dengan angkutan travel.
“Memang, saat ini angkutan AKDP belum terjadi lonjakan penumpang. Terkadang, penumpang ke Palembang sepi. Tak jarang hanya sekitar 5-6 orang saja satu kali berangkat. Selebihnya banyak tujuan Prabumulih dan sekitarnya,” ujar Fachroel, Kamis (29/12).
Dilanjutkan Fachroel, dari total 32 unit bus AKDP yang ada, tercatat sekitar 10 hingga 15 unit bus yang keluar masuk terminal Muara Enim setiap harinya. Masing-masing berasal dari Perusahaan Otobis (PO) yang berbeda. Seperti Kamrata Jaya, Rico, Cahaya Enim, Family, dan Juwita.
“Mengenai ongkos angkutan setiap bus sama yakni Rp25.000 untuk ke Palembang dan Prabumulih Rp10.000. Kenaikan angkutan tak boleh dilakukan sepihak oleh pihak pengelola angkutan. Namun, harus berdasarkan ketentuan pemerintah,” jelasnya.
Salah satu sopir bus Jurusan Palembang, Surya mengungkapkan, dari tahun ke tahun jumlah penumpang angkutan bus memang tidak begitu banyak. Hal ini, dikarenakan banyak penumpang yang memilih menggunakan mobil pribadi, travel ataupun sepeda motor.
“Namun, kata dia, bila dibandingkan dengan hari biasa, menjelang tahun baru seperti saat ini jumlah penumpang sedikitnya tetap mengalami peningkatan,”jelasnya.
“Lonjakan jumlah penumpang ini akan ramai pada H-1 nanti. Jadi, kita para sopir ini masih punya harapan untuk satu dan dua hari ini,” ujarnya.
Senada, sopir lainnya, Lukman, menuturkan, hingga saat ini jumlah penumpang masih sama dengan hari-hari biasa. Kalaupun ada, lebih didominasi oleh penumpang jarak dekat.
Sementara itu, pengelola angkutan travel Regintan Wisata Gunaryanto kepada wartawan, menuturkan, menjelang tahun baru ini jumlah penumpang meningkat hingga 80 %. Dalam sehari, pihaknya bisa mengoperasikan sebanyak 25 unit mobil. Masing-masing, 25 unit angkutan dari Muara Enim dan 10 unit dari Palembang.
“Kalau hari biasa tidak semua armada kami operasikan paling sekitar 10 unit saja. Namun, saat ini semua kami operasikan. Dimana, keberangkatan travel ini hampir setiap jam full. Yakni mulai pukul 05.00 sampai 22.00 WIB,” terang dia.
Untuk tarifnya, lanjut dia, memang lebih mahal dari kendaraan umum lain seperti bis. Yakni Rp50.000 baik dari Palembang ataupun Muara Enim. Namun, pihaknya memberikan fasilitas yang lebih baik seperti full AC dan antar hingga alamat. (yud)

Konflik Lahan dan Aksi Anarkis

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

SANGAT menyedihkan, miris, dan mengherankan kondisi Bangsa ini. Kondisi terakhir terkuak, di balik amannya kondisi Negeri ternyata tersimpan kasus besar yang telah menghilangkan nyawa manusia dengan cara yang keji.
Tragedi Mesuji mengagetkan semua pihak, selama ini ada kasus yang tersimpan cukup lama tanpa ada penyelesaian.
Walaupun fakta di lapangan telah dinyatakan berbeda dengan yang dilaporkan, tetapi hilangnya nyawa anak manusia dengan cara yang tak normal telah terjadi. Kasus ini harus diusut tuntas.
Tak cukup sampai disitu, dalam dua minggu terakhir kita harus menyaksikan banyak peristiwa anarkis, main hakim sendiri, pembakaran, demo besar-besaran.
Dengan kenyataan ini, ada satu pertanyaan, sudah hilangkah kepercayaan rakyat, hingga harus bertindak brutal dan menyelesaikan masalah dengan cara-cara sendiri.
Pada minggu ini kita juga saksikan bentrokan polisi dengan warga di Bima yang telah menimbulkan trauma dan luka yang dalam di masyarakat Bima. Semua bermula dari kasus di tambang emas PT Sumber Mineral Nusantara (SMN).
Dalam kasus ini terjadi benturan antara rakyat dengan aparat. Disini menjadi contoh kepentingan yang lain menjadi utama dibandingkan melindungi rakyat.
Lalu kemarin rakyat dengan marah dan emosi
membakar habis rumah jabatan Bupati Kota Waringin Barat (Kobar), Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Aksi anarkis dilakukan karena tak setuju dengan pelantikan bupati dan wakil bupati.
Inilah Bumi Pertiwi yang kita cintai. Multi komplek problem menghinggapi Negeri ini, makin parahnya lagi persoalan-persoalan yang ada tak ada yang diselesaikan serius. Ujung-ujungnya kekecewaan yang ada di rakyat.
Saat ini khalayak apatis dan seperti putus asa dengan penguasa dan tindakan aparat, hal ini membuahkan aksi main hakim sendiri. Ketidaksetujuan membuahkan aksi main hakim sendiri. Rakyat melakukan ini karena kecewa dengan penegakan supremasi hukum yang lemah.
Untuk diketahui aksi main hakim sendiri berada di titik yang mengkhawatirkan, harusnya aparat cepat sigap.
Banyak sekali kasus yang diselesaikan oleh massa, karena polisi atau aparat yang datang terlambat.
Aksi main hakim sendiri dipengaruhi perasaan frustasi masyarakat terhadap kondisi bangsa yang morat marit. Terutama sektor perekonomian yang tak kunjung membaik dan kian menghimpit kehidupan ekonomi masyarakat. Tak luput juga kekecewaan terhadap supremasi hukum.
Aksi ini banyak dilakukan warga dengan ekonomi kurang mampu. Hanya untuk mengingatkan kita bersama,
saat ini rakyat kecewa dengan kondisi saat ini, sudah miskin, pemerintah seakan tak pernah mendengar dengan keluhan mereka. Ketika ada masalah atau konflik, emosi rakyat sangat cepat tersulut
Apapun alasannnya, aksi main hakim sendiri tetap tak diperbolehkan. Karena cara itu telah mengabaikan norma-norma dan aturan hukum yang sudah ditata di Republik ini. Polisi harus optimal menjalankan kewajibannya. Tidak ada pilih kasih atau perasaan takut dari aparatnya untuk bertindak tegas.
Harus dicari benang merah untuk setiap aksi main hakim sendiri. Misalnya yang paling bertanggungjawab dan yang menjadi pemicu awal. Untuk tindakan main hakim sendiri, Polisi harus repot untuk mengusut kasus ini secara hukum, khususnya jika polisi tiba saat aksi belum terjadi.
Tidak sebandingnya jumlah anggota polisi dan masyarakat, memang menjadi dasar pembelaan bagi polisi. Tetapi ini mutlak dilakukan, yang salah harus dihukum dan tegas dilakukan. Ini juga sebagai efek jera untuk semua pihak. (***)

8 Daerah Masuk Pengawasan Rawan Bencana

Palembang, SN
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Kamis (29/12) pagi, menggelar simulasi bencana yang dipusatkan di venue menembak, Jakabaring Sport City (JSC).
Simulasi yang diikuti sekitar 600 petugas dari unsur TNI AD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PMI, dan aparat kepolisian tersebut, dibuat sebagaimana jika terjadi bencana alam sesungguhnya.
Tak ubahnya penyelamatan sungguhan, simulasi ini juga dilengkapi dengan keberadaan petugas di posko dapur umum, posko kesehatan dan posko tenda pengungsi.
Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto mengatakan, simulasi ini digelar sesuai instruksi Gubernur Alex Noerdin, mengingat beberapa kawasan di Sumsel berpotensi mengalami bencana alam seperti gunung meletus, banjir dan tanah longsor. Tercatat ada delapan daerah di Sumsel yang rawan bencana alam dan masuk dalam pengawasan BPBD Sumsel
“Beberapa daerah di Sumsel yang masuk pengawasan yakni Pagaralam, Lahat, Muara Enim, Banyuasin, Empat Lawang, Ogan Komering Ulu, OKU Selatan, serta Musi Rawas,” rinci Yulizar.
Melalui simulasi ini kata Yulizar, diharapkan penanganan bencana lebih cepat dan koordinasi antar-instansi kian intensif. Dengan cara ini pula diharapkan tidak ada lagi ego masih-masing instansi dalam menanggulangi bencana.
“Kalo semua instansi bergabung, peralatan kita cukup. Koordinasi seperti ini yang perlu ditingkatkan. Supaya kita lebih siap menghadapi bencana,” ujar dia.
Bahkan, agar lebih tertib, Yulizar menyebut pihaknya juga sudah mengajukan SK penanggulangan bencana ke pemerintah provinsi agar ada tim khusus yang sudah disiapkan mengatasi bencana.
Sementara Komandan Korem 044 Gapo, Kolonel Infantri Dwiyanto Budi Prabowo mengatakan, simulasi ini harusnya lebih rutin digelar supaya menjadi gambaran yang jelas dari kejadian bencana yang sesungguhnya. Sehingga semua instansi terkait lebih mengetahui tugasnya masing-masing.
“Dengan gladi ini kita tentu bisa membayangkan bencana yang terjadi sesungguhnya, jadi petugas tidak kaget lagi mengatasinya. Sebab ketika di lapangan, tugas ini sebenarnya tidak mudah,” ujar Dwiyanto. (awj)

Subsidi Dicabut, Harga Tiket Naik

Musi Rawas, SN

Memasuki tahun anggaran 2012 Pemkab Musi Rawas (Mura) secara resmi mencabut subsidi bagi penumpang dengan rute bandara Silampari – Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Mulai 1 Januari 2012 harga tiket per penumpang Rp850 ribu atau naik Rp200 ribu dari harga saat disubsidi.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Musi Rawas, Ari Narsa JS mengatakan, kenaikan harga tiket ini diberlakukan karena pada 2012 mendatang Pemkab Mura tidak lagi menganggarkan dana untuk subsidi. Sehingga penerbangan dari bandara silampari di berlakukan tarif penerbangan komersial.
“Tentu ada kenaikan harga tiket sebab tidak ada lagi subsidi dari pemkab Mura sehingga diberlakukan harga tiket penerbangan komersial,” katanya, Kamis (29/12).
Dijelaskannya, penerapan harga tiket tersebut selain tidak ada lagi subsidi, juga karena kondisi bandara Silampari saat ini sudah jauh lebih baik dan bisa didarati oleh pesawat komersil mengingat mulai dari panjang landasan maupun fasilitas pendukung lainnya dinilai sudah cukup baik.
“Selain terkait penghentian subsidi, kondisi bandara Silampari juga dinilai sudah mendukung untuk penerbangan komersil,” jelasnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Musi Rawas, H. Gotri Suyanto juga mengatakan bahwa pencabutan subsidi terhadap pengoperasian bandara Silampari dikarenakan kondisi bandara dan fasilitas pendukungnnya juga sudah bisa untuk digunakan pesawat komersil.
“Dalam APBD tahun 2012 tidak ada lagi subsidi penerbangan dari bandara silampari karena dinilai sudah layak diberlakukan tarip penerbangan komersil,” demikian tandasnya. (fik)

2012, Produksi Gabah Kering Ditarget 3,8 Juta Ton

Palembang, SN

Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel menargetkan produksi gabah kering di tahun 2012 mendatang, dapat mencapai 3,8 juta ton. Meskipun, pencapaian pada tahun 2011 ini, belum menyentuh target produksi sebesar 3,7 juta ton.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel, Hj Nelly Rasdiana, mengatakan untuk tahun 2011 ini, sasaran target produksi gabah kering hanya mencapai angka 3,35 juta ton, dari sasaran target gabah kering 3,7 juta ton.
“Yang menjadi kendala tidak tercapainya target, salah satunya masalah pergeseran waktu tanam, karena pengaruh dari iklim. Tapi, meski tidak mencapai apa yang menjadi target sasaran tersebut, Sumsel masih surplus, tidak sampai 5% atau 1,85 dibandingkan tahun 2010 lalu,” ungkapnya, di gedung DPRD Sumsel beberapa waktu lalu.
Untuk mencapai target sebesar 3,8 juta ton pada tahun 2012 nanti, kata Nelly, pihaknya akan mengadakan upaya-upaya, seperti menambah luas tanam.
“Kami akan bekerja sama dengan teman-teman dari Hutan Tanaman Indsutri (HTI) dan Perkebunan, untuk memanfaatkan lahannya sebelum tanaman pokoknya menghasilkan. Misalkan, dengan melakukan pola tumpang sari,” ujar dia.
Selama ini, daerah yang telah memberikan kontribusi besar atas sasaran target gabah kering tahun 2011 adalah Kabupaten Banyuasin. Dimana dari total 3,35 juta ton yang dihasilkan, sekitar 30% gabah kering berasal dari Banyuasin.
“Sedangkan untuk daerah yang kurang memberi kontribusi, kebanyakan daerah perkotaan seperti Prabumulih, Lubuk Linggau,” terangnya.
Sebelumnya, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, menuturkan, bahwa anggaran yang disediakan untuk prioritas pembangunan Sumsel Lumbung Pangan, dalam bentuk kegiatan penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana pertanian.
“Selain itu, juga untuk peningkatan produksi dan produktifitas dan mutu pangan, sebesar Rp23,2 miliar, untuk peningkatan sarana dan prasarana serta pengelolaan sumber daya air sebesar Rp95 miliar,” jelas Alex.
Pemprov Sumsel sendiri, kata Alex, telah menetapkan fokus pembangunan pertanian, yakni peningkatan ketahanan pangan dan pengembangan industri yang mampu memberikan nilai tambah terhadap produk pertanian.
“Secara konkrit, hal ini telah dijabarkan ke berbagai program, antara lain perluasan areal tanam (pencatakan sawah baru), peningkatan intensitas pertanaman (IP 200) dan perbaikan saluran irigasi yang mendukung luas areal tanam,” pungkasnya. (awj)

Penjualan Terompet Tahun Baru Masih Sepi

Prabumulih, SN
Penjualan terompet tahun baru di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Prabumulih masih terlihat sepi. Bila tahun lalu setiap mendekati H–3 perayaan malam tahun baru penjualannya mencapai paling sedikit sekitar Rp 300 ribu perhari, pada tahun ini di hari yang sama untuk mendapatkan penjualan angka sekitar Rp 100 ribu perhari sudah sangat sulit.
Salah satunya Anton (16), menurut warga Jalan Urip Sumohardjo Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara ini, sejak menggelar dagangan terompet tahun barunya seminggu lalu jualannya hanya sedikit yang laku.
“Paling laku terjual satu sampai dua buah perharinya, bahkan beberapa hari ada tidak laku sama sekali,” aku remaja putus sekolah tersebut, ketika ditemui di lokasi jualannya di depan Masjid Annuqoba, Kamis (29/12) sore.
Lanjutnya, sejak dari pagi berjualan satu dagangannya pun belum ada yang laku terjual. Dia juga tidak mengetahui alasan pasti sepinya minat beli masyarakat sekarang ini, namun kondisi itu jelas diakuinya sangat merugikan dirinya dan juga para pedagang lainnya.
Padahal menurut Anton, selain lebih banyak pilihan jenis corak dan warna juga kualitas terompet yang ditawarkan lebih baik dari tahun–tahun sebelumnya. Begitupun soal harga yang dia tawarkan cukup terjangkau dan kompetitif. Misal untuk terompet motif naga berwarna–warni dan berbahan dasar dihargai sama Rp 25 ribu sedangkan terompet standar berbahan silver Rp 15 ribu perpcsnya. “Terompet–terompet ini aku ambil langsung dari Lampung,” jelas Anton sambil menawarkan salah satu motif terompet kepada seorang warga yang melintas didepan dagangannya.
Keluhan serupa dikatakan Yanto (45), selain penurunan penjualan terompet tahun baru kali ini cukup signifikan dibandingkan penjualan tahun 2010, juga kurang greget. Hal itu bisa dilihat dari sedikitnya jumlah pedagang musiman tersebut yang berjualan di sepanjang Jalan Negara tersebut.
“Kalu tahun kemarin, banjir wong yang berjualan terompet ini. Bahkan di kampung–kampung warga jugo ado, sekarang jingoklah agak sepi,” ungkap Yanto.
Dia membandingkan penjualan pada tahun sebelumnya, yakni sehari mampu menjual 20 hingga 30 terompet tapi di tahun ini terjual sekitar 3–5 terompet perhari saja sudah lumayan. “Dan itu banyaklah dak lakunyo alias sepi pembeli,” tambah Yanto.
Kondisi lesunya penjualan terompet tahun baru kali ini menurut Yanto, rata–rata sama dialami seluruh pedagang terompet. Diakuinya dia pun terpaksa mengambil alternatif dagangan lain untuk mengimbangi penjualan terompet tersebut. “Untung be aku ado dagangan sampingan lain cak jual petasan dan kembang api, kalu idak tekor nian,” sambung Yanto, yang mengaku sudah berjualan terompet sejak satu bulan lalu.
Sama dengan Anton, terompet yang ditawarkan Yanto juga beragam motif dan jenis warna terompet. Namun membedakannya adalah tempat produksi terompet yang ia peroleh dari Kertapati, Palembang dan harga yang sedikit lebih murah dibandingkan dagangan milik Anton. Seperti terompet motif naga dia jual dengan harga Rp 15 ribu perpcs, dan bermotif biasa Rp 8 ribu. (and)

Kamis, 29 Desember 2011

Edisi Cetak 524, Kamis 29 Desember 2011

Penderita Demam Berdarah Meningkat

Palembang, SN

Jumlah penderita Demam Berderah di Rumah Sakit Muhammad Husin (RSMH) Palembang dalam seminggu terakhir mengalami peningkatan.
Roisah, Ibu dari salah seorang penderita Demam Berdarah ditemui, Rabu (28/12) mengatakan anaknya Misbahul Fatah yang berusia 6 tahun dirawat di rawat di RSMH sejak Minggu (25/12). Namun karena pasien yang dirawat di sal anak-anak penuh, maka anaknya dirawat di lorong sal.
”Anak saya masuk RSMH pada Minggu (25/12). Dari awal masuk, anak saya sudah dirawat di lorong sal instalasi anak karena kamar penuh. Sampai hari ini (red, kemarin) anak saya juga masih dirawat lorong sal karena belum ada kamar yang kosong,” ungkapnya.
Terpisah, Humas RSMH dr Junaidi mengakui, terjadi peningkatan jumlah pasien Demam Berdarah dalam seminggu terakhir. Namun dia belum menerima laporan peningkatan jumlah pasien yang dirawat.
”Memang terjadi peningkatan jumlah pasien Demam Berdarah sejak beberapa hari terakhir. Bahkan kamar instalasi anak tidak cukup lagi menampung pasien. Sehingga kami merawat pasien di depan lorong sal anak,” terangnya. (pit)

Pengedar Inek di Kayuagung Diamankan


Kayuagung, SN
Rumah Siti Khodijah (38) di Kampung I Desa Arisan Buntal Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten OKI digerbek polisi, Rabu (28/12) dini hari. Polisi menangkap dua pengedar Narkoba jenis ineks beserta barang bukti inek.
Mereka yang diringkus yakni Siti Khodijah dan Tomas Edison (27) warga Desa Terate Kecamatan SP Padang OKI. Siti Khodijah yang kerap mengedarkan menjual inek di kecamatan tersebut dan Tomas penyuplai inek dari Palembang. Barang bukti yang disita hanya 3,5 butir namun sebelum ditangkap, mereka sudah menjual 30 butir inek kepada seseorang.
Siti ditemui di ruang riksa Satres Narkoba Polres OKI kemarin mengatakan, inek yang sudah dijualnya dan barang bukti yang disita polisi dibelinya dari Tomas Edison. Tomas membelinya dengan warga di Plaju Palembang yang dijual lagi ke dirinya.
Kata Siti, banyak warga yang memesan inek kepadanya untuk dibawa ke hiburan orgen tunggal di beberapa desa di wilayahnya. Karena bisnis ini penghasilannya lumayan, iapun memesan inek kepada Tomas untuk membeli dengan seseorang di Palembang.
Sedangkan Tomas kemarin mengakui bila inek yang ada di Siti merupakan suplai darinya yang ia beli di Palembang. Ia bertransaksi di jalan di Plaju dengan seseorang yang tidak ia ketahui identitasnya.
Kapolres OKI AKBP Agus Fachtullah diwakili Kasatres Narkoba AKP Yusuf kepada wartawan mengatakan, kedua tersangka merupakan target operasi pihaknya sejak lama namun baru sekarang tertangkap. Tertangkapnya kedua tersangka karena pihaknya mendapat informasi di rumah Siti Khodijah terjadi transaksi narkoba. (iso)

Penerimaan Dana APBN Muba Turun

Sekayu, SN
Penerimaan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2012 untuk Kabupaten Musi Banyuasin mengalami penurunan 10,26 persen. Pada TA 2011 Kabupaten Musi Banyuasin menerima Rp 54.357.249.000 turun, pada TA 2012 menjadi Rp 49.300.685.000.
Penurunan penerimaan dana APBN ini, diketahui pada kegiatan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) alokasi dana APBN kepada Kementerian/Lembaga/Instansi Vertikal di wilayah kerja Kabupaten Musi Banyuasin dan SKPD Muba, Rabu (28/12), di Auditorium Pemkab Muba. DIPA TA 2012 diserahkan oleh kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Raden Muhammad Adil SH MH ke Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari.
Penyerahan DIPA TA 2012 disaksikan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan SKPD Kabupaten Musi Banyuasin. DIPA TA 2012 kemudian secara simbolis diserahkan oleh Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari kepada 8 perwakilan instansi penerima yaitu, Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Polres, Badan Pusat Statistik, Dinas Perkebunan, Dinas Perikanan, dan Dinas Kesehatan.
“Penerimaan APBN seharusnya bertambah. Saya imbau kepada kepala SKPD untuk aktif, kreatif, dan inovatif dalam mencari dana pembangunan 2012. Jangan hanya menunggu kucuran dana pusat, namun harus betul-betul giat mencari sumber pendanaan pembangunan,” ujar Bupati Muba H Pahri Azhari.
Pahri mengatakan, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) merupakan instrument pencairan dana APBN yang mempunyai peran penting. DIPA merupakan dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Kementerian/Lembaga selaku pengguna anggaran, dan disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara.
Untuk TA 2012, terdapat 18 Kementerian/Lembaga/Instansi vertikal di wilayah kerja Kabupaten Musi Banyuasin yang memperoleh dana APBN, yaitu sebanyak 23 DIPA dengan total anggaran sebesar Rp 94.703.054.000. Sedangkan di lingkungan Pemkab Muba terdapat 8 SKPD penerima yaitu total 10 DIPA dengan total dana sebesar Rp 49.300.685.000. Terdiri dari 1 DIPA Kantor Pusat (KP) kewenangan Ditjen Cipta Karya, 1 DIPA Urusan Bersama (UB) kewenangan Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan 7 DIPA kewenangan Tugas Pembantuan (TP).
Kepala KPPN Sekayu, Raden Muhammad Adil SH MH, mengatakan, penyerahan DIPA merupakan tanda dimulainya pelaksanaan TA 2012. Penyerahan sebelum awal tahun anggaran bukan tradisi tahunan, tetapi merupakan komitmen untuk memastikan pelaksanaan anggaran dapat dimulai tepat waktu.
“Dengan demikian, seluruh instansi pemerintah dapat segera mengeksekusi rencana yang sudah ditetapkan, sesuai fungsinya masing-masing. Sehingga program pembangunan nasional yang pro growth, pro job, pro poor, dan pro environment dapat segera dilaksanakan dan masyarakat dapat secepatnya merasakan manfaat pembangunan,” ujarnya. (her)

Puluhan Tiang Listrik Nyaris Tumbang


Sekayu, SN

Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) belakangan ini tidak hanya membuat meluapnya Sungai Musi, tetapi juga membuat puluhan tiang listrik miring dan terancam tumbang. Salah satu yang terbaru ialah tiang listrik yang berdiri di pinggir jalan lintas tengah Betung-Sekayu, tepatnya antara Desa Epil dan Bailangu, Kecamatan Lais.
Pantauan koran ini di lapangan, Rabu (28/12) ada puluhan tiang listrik yang nyaris roboh hanya dalam dua kecamatan, yakni Kecamatan Babatsupat dan Lais. Besar kemungkinan di sejumlah kecamatan lainnya juga demikian.
Posisi tiang masih ditempatnya semula, namun kondisinya miring dengan kabal listrik masih melekat. Ada yang condong ke arah jalan, dan ada pula yang sebaliknya.
Menurut warga, miringnya tiang listrik ini dipengaruhi musim hujan yang terus turun. Dengan begitu kondisi tanah tempat tiang berdiri menjadi gembur sehingga tidak kuat menahan tekanan beban tiang yang terbuat dari beton tersebut.
Gangguan lainnya juga kerap disebabkan adanya pohon tumbang yang menimpa tiang atau kabalnya. Namun biasanya, jika ini terjadi akan terjadi korslet dan pemadaman lampu. Berbeda kasusnya jika hanya tiang yang miring, karena listrik tetap menyala.
"Tapi yang kita khawatirkan kalau tiba-tiba roboh, dan kebetulan ada orang di bawahnya. Karena cukup banyak tiang yang sudah miring dan condong ke arah jalan," kata cindra, warga lais. Hal senada dikatakan Karim, warga Babatsupat.
Menurut dia di kawasan jalan 108 yang menghubungkan Kecamatan Babatsupat dengan jalan lintas timur Palembang-Jambi juga banyak yang miring.
"Ya harapan kita agar pihak berwenang segera mengecek ke lokasi dan memperbaiki posisi tiang. Jangan sampai nanti sudah ada kejadian baru pura-pura perhatian," ujarnya.
Persoalan tiang listrik yang terancam roboh ini sebetulnya bukan hal yang baru, ini terjadi sejak tujuh bulan lalu sudah cukup banyak tiang listrik yang miring. Namun sejauh ini belum ada upaya serius dari PLN maupun pihak pemerintah yang mengelalola sebagian pelistriikan di Muba.
Kepala PLN Ranting Sekayu Yeyen membenarkan hal ini. Menurut dia, tiang listrik di wilayah Muba memang rentan kemiringan. Karena umumnya di wilayah ini terdiri dari rawa dan tanah gembur. "Kita sudah meningkatkan pantauan terhadap gangguan listrik. Secepat mungkin petugas kita di lapangan bergerak jika terjadi apa-apa," katanya beberapa waktu lalu. (her)

Jalan Rusak, Pahri Minta Perusahan Harus Proaktif


Sekayu, SN
Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Pahri Azhari meminta kepada perusahan-perusahan baik itu perkebunan maupun pertambangan yang melintasi jalan Ulak Paceh-Simpang Sari harus proaktif dan tanggung jawab mengenai terjadinya beberapa titik kerusakan ruas jalan di kawasan tersebut.
“Saya minta kepada pihak perusahan-perusahan yang melintasi jalan Desa Ulak Paceh hingga ke Desa Simpang Sari ini harus proaktif dan tanggung jawab mengenai kerusakan jalan ini. Sebab jalan ini dibangun sebagai sarana transportasi warga yang melintas. Sehingga sudah sewajarnya bila mereka melintasi jalan ini harus bertanggung jawab dengan kerusakan yang terjadi,” ujar Pahri disela-sela melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kerusakan jalan di daerah tersebut didampingi SKPD terkait seperti Kepala Dinas PU BM, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi, dan lainnya, Rabu (28/12).
Pahri pun sangat menyayangkan ada terjadinya beberapa portal yang dibangun di sekitar ruas jalan tersebut dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal portal tersebut dibangun untuk membatasi kendaraan angkutan yang lebihi kapasitas melintasi ruas jalan ini.
“Saya sangat kecewa ada pihak-pihak tertentu yang merusak keberadaan portal yang seharusnya memang dibangun untuk membatasi kendaraan angkutan yang melintas ruas jalan ini, dan ini sangat disayangkan,” tegas Pahri.
Karena itulah, guna hal tersebut jangan sampai terjadi lagi, Bupati menginstruksikan kepada SKPD terkait agar menyurati para perusahan-perusahan perkebunan dan pertambangan untuk dapat proaktif dan bertanggung jawab terhadap kerusakan jalan disini, selain nantinya akan dibangun pos yang dilengkapi portal dan ditempatkan petugas Dinas Perhubungan untuk memantau kendaraan yang melintasi kawasan tersebut.
“Saya instruksikan kepada dinas terkait agar segera menyurati pihak perusahan-perusahan yang sering melintasi ruas jalan di kawasan ini untuk segera bertanggung jawab memperbaiki kondisi jalan yang rusak ini. Disekitar ruas jalan tersebut juga akan segera dibangun pos darurat, dan kedepan barulah akan dianggarkan pembangunan pos yang dilengkapi portal dan disiagakan petugas Dishub untuk memantau kawasan tersebut,” jelasnya.
Dengan harapan kedepan kerusakan jalan di kawasan ini tidak terjadi lagi, sehingga warga yang melintas lebih leluasa. Karena jalan ini dibangun untuk menunjang sarana transportasi masyarakat.”Jalan ini dibangun dengan anggaran cukup besar dari APBD Muba, karena itu perusahan-perusahan harus bertanggung jawab, kalau tidak mau silakan lewat jalan lain. Bila perlu perizanan perusahan akan kita cabut. Karena tidak mendukung kebijakan pemerintah mensejahterakan masyarakat,” tegas Pahri lagi.
Sementara itu, Yamin (45) warga setempat membenarkan ruas jalan ini rusak oleh angkutan perusahan perkebunan yang melintas dengan beban kendaraan melebihi tonase.
“Seharusnya kan pak tonase kendaraan itu sekitar 8 ton, tapi ini lebih besar sampai 15 ton angkutan kendaraan perusahan itu melintasi, dan sering kali terlihat semuanya kendaraan pengangkut sawit pak,” ujar Yamin curhat dengan Bupati Muba.
Pantauan dilapangan, terjadi sedikitnya lima titik kerusakan jalan dengan panjang sekitar 20-30 meter dengan kedalam titik 70 cm. Dimana kondisi jalan rusak dan berlumpur. Informasinya Hal ini disebabkan seringnya perusahan perkebunan seperti PT PINAGO, PT MBI, dan PT Pertambangan seperti PT Sesmix, PT Elnusa yang melintasi ruas jalan yang dibangun menelan dana sekitar Rp 9 Milyar lebih itu. (her)

Raskin ke-13 Didistribusikan ke RTM


Tebingtinggi, SN

Pihak Pemeritah Kecamatan Tebingtinggi mendistribusikan beras untuk masyarakat miskin (Raskin) ke-13 untuk rumah tangga miskin (RTM) dan rumah tangga sasaran (RTS), Rabu (28/12).
Bagi masyarakat yang selama ini hanya mengetahui raskin setiap bulannya, dalam artian 12 kali dalam setahun, kini bisa mengambil haknya ke pemerintah kelurahan atau desa setempat.
Setidaknya untuk wilayah pusat pemerintahan Kabupaten Empatlawang dialokasikan sebanyak 87.000 Kg atau 87 ton raskin ini yang sebelumnya telah didistribusikan oleh Bulog Kabupaten Lahat ke panitia pendistribusian di Kecamatan Tebingtinggi sebanyak 42.975 didistribusikan kepada masyarakat dalam wilayah Kecamatan Tebingtinggi.
Camat Tebingtinggi selaku pelindung panitia pendistribusian, Kipli melalui Ketua Umum Panitia, Juarsah didampingi ketua pelaksana, Budi ketika ditemui di gudang penyimpanan yang berada di kawasan Pensiunan, Kelurahan Jayaloka, Kecamatan Tebingtinggi menegaskan, agar pihak pemerintah kelurahan ataupun pedesaan yang membagikan langsung kepada masyarakat memberikan raskin tersebut kepada masyarakat miskin yang berhak mendapatkannya.
“Masyarakat mungkin kebanyakan mengetahui Raskin ini diterima satu bulan sekali atau 12 bulan selama setahun. Nah, ini harus diketahui masyarakat, karena sekarang ini ada raskin paket akhir tahun atau raskin ke-13,” kata Budi.
Dikatakannya, untuk wilayah Kecamatan Tebingtinggi mendapatkan sebanyak 87 ton raskin. Jumlah tersebut sesuai dengan RTM dan setoran masyarakat yang sebelumnya sudah diajukan ke pemerintah desa ataupun kelurahan. Disini pihaknya mendistribusikan sesuai dengan jumlah yang diajukan oleh pemerintah desa ataupun kelurahan itu sendiri. Raskin ini merupakan paket akhir tahun 2011, sesuai dengan storan desa peruntukkan desa masing-masing yang mana sudah mulai dilaksanakan terhitung dua hari.
“Karena raskin ini diletakkan di dalam gudang, sehingga gudang juga selalu dijaga siang malam untuk menghindari terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan. Selain itu, cuaca atau hujan terus mengguyur Empatlawang juga menjadi kendala untuk kelancaran pendistribusiannya. Ya, besok (hari ini,red) masih akan ada pendistribusian, karena sampai hari ini belum 50 persen yang didistibusikan," jelas Budi.
Lebih jauh ia mengatakan, karena raskin ini peruntukkan orang miskin, tentunya harus sampai kepada yang berhak, jangan sampai instansi terkait yang mendistribusikan menyalahgunakan, sehingga tidak sampai kepada masyarakat miskin tersebut. Apalagi program ini merupakan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga bila tidak berjalan sesuai dengan prosedur maka masyarakat yang menjadi korban.
“Alhamdulillah kita tidak menunda-nunda pendistribusian, bila sudah didistribusikan dari Bulog Lahat, langsung kita distribusikan kepada pemerintah desa atau kelurahan, hanya saja karena kondisi cuaca yang tidak mengizinkan sehingga terpaksa kita simpan di gudang penyimpanan terlebih dahulu. Ya, kita secara bertahap mendistribusikannya, yang jelas akhir Desember ini semuanya harus selesai didistribusikan,” pungkasnya. (eko)

Isu Mutasi, Pejabat Kembali Ketar-ketir

Empat Lawang, SN
Roda pemerintahan Kabupaten Empat Lawang dibawah pimpinan pasanga H Budi Antoni Aljufri SE MM-H Sofyan Djamal kembali bergulir,isu mutasi kembali berhembus,akibatnya tak sedikit pejabat ketar-ketir.
Kepala BKD kabupaten Empat Lawang januarsyah tidak menafik adanya mutasi di roda pemerintah kabupaten empat lawang namun tetap tidak berkomentar banyak dengan alasan hak perogratif Bupati."Ada memang tapi ini hak perogratif nya Bupati," kata Januarsyah.
Selanjutnya januarsyah menyampaikan pihaknya sudah menyampaikan kekosongan pejabat di roda organisasi kabupaten empat Lawang selanjutnya berharap di isi pejabat yang berkompeten dibidangnya, misalnya staf ahli yang kosong dan kepada DPPKAD yang ditinggalkan kepala dinas lama yang pensiun. "Jadi mau tidak mau ini harus di isi, terhitung 1 januari 2012 nanti pak amin sudah pensiun,maknya harus di isi," kata Januarsyah.
Mengenai pejabat yang di mutasi Januarsyah tidak mau memberikan komentar, alasan hak perokratif bupati karena jabatan amanah bukan seperti kenaikan pangkat atau kenaikan gaji berkala yang merupakan hak bagi seorang PNS. "Setau kami hanya isi kekosongan,pejabat yang memasuki masa pensiun lainya juga sudah di perpanjang,jadi belum tau kalau ada yang di copot," ujarnya.
Sementara salah seorang Pejabat yang tidak mau disebutkan nama mengaku siap ditempatkan dimana saja, sebagai abdi negara akan menjalankan tugas sesuai bidang yang diamanahkan.
"Yang penting bekerja, tidak pandang bidang pekerjaanya, dan yang terakhir ikhlas karena harta, jabatan, dan kehormatan tidak dibawa mati namun tetap harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT," katanya.
Informasi yang diterima mutasi akan dilakukan januari 2012 mendatang. Mutasi dilakukan tidak hanya mengisi kekosongan jabatan namun lebih pada hasil evaluasi jabatan enam bulan selama ini. "Sesuai janji bupati mereka semua akan di evaluasi,setau kami ada yang di sopot akibat tidak amanah," pungkasnya. (eko)

42,5 M Dana Pendamping RTSM Sumsel Terealisir


Banyuasin, SN

Dana pendamping bagi Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di kota Pelembang, Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2012 mencapai Rp 42,5 Milyar terealisir.
Dana masing-masing telah disalurkan di Palembang sebesar Rp 20,3 M, Banyuasin 10,7 M, OKI 11,6 M dicairkan terakhir pada triwulan IV tanggal 28 Desember 2011 dimasing-masing PKH yang bertugas di kecamatan.
Koordinator Wilayah (Korwil) Pendamping keluarga Harapan (PKH) Sumsel Arniza Nilawati seusai lokakarya district health account (DHA) di aula Bappeda Banyuasin Rabu (28/12) mengatakan, tahun 2011 ini telah menyalurkan 42,5 M dana pendamping di Kota Palembang, OKI dan Banyuasin.
“Kita hari ini (Kemarin,red) melakukan evaluasi penilaian pervorment dan kinerja PKH dan operator secara estavet di Banyuasin, Palembang, dan OKI, untuk dilaporkan ke Kemensos tanggal 5 Januari 2012 mendatang,” kata Niila akarab dipanggil.
Nila menilai, bantuan dari kementrian sosial di 3 tempat tersebut berdawarkan usaha pemerintah provinsi Sumatera Selatan dan dibantu pemerintah kabupaten.
“Informasinya tahun 2012 nanti alokasi dana dan jumlah sasaran RTSM akan ditambah, sehingga masalah kemiskinan di Sumsel bisa terkatrol ketingkat yang lebih rendah,” kata Nila.
Nila mengkelaskan penerima bantuan dana pendamping dari kemensos antara lain. Satu RTSM mendapat uang pokok sebesar Rp 200 ribu/ tahun, ditambah lagi kalau didalam rumah ada ibu yang sedang hamil atau ada anak yang sekolah di bangku SD maka dapat tambahan Rp 400 ribu. Total Rp 600 ribu tahun/RTSM.
Kategori lainnya adalah RTSM mendapat uang pokok sebesar RP 200 ribu/tahun, ditambah lagi kalau didalam rumah tersebut memiliki anak yang sedang sekolah SMP mendapat tambahan dana Rp 800 ribu. Total Rp 1 juta/RTSM/ tahun.
Dapat ditarik kesimpulan, rata-rata minimum masing-masing penerima bantuan Program keluarga harapan untuk RTSM sebersar Rp 600 ribu, dan rata-rata maksimum Rp 1,3 juta dan, sampai dengan 2,2 juta/ tahun.
Sementara Kepala Dinas Sosial Drs Indra Hadi berjanji akan melakukan evaluasi terhadap RTSM sasaran, karena data yang diberikan Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuasin kurang akurat.
Ada laporan dari PKH, di rantau bayur satu warga orang kaya menerima dana pendamping, sedangkan disebelah rumahnya ada yang sangat miskin.
“Tahun 2011 kesalahan data tersebut tidak bisa dicabut, namun data tahun 2012 kesalahan sasaran akan kita lakukan evaluasi dan kita berikan dana tersebut bagi yang berhak menerimanya,” jelas Indra.
Sebanyak 12.267 Rumah Tanggga Sangat Miskin (RTSM) diKabupaten Banyuasin yang tersebar di 213 Desa dan 11 Kecamatan
dari data tersebut sebagai acuan untuk menerima bantuan hidup dari kementrian Sosial RI, untuk mengurangi angka kemiskinan.
Indra mengharapakan, agar para pendamping dilapangan bisa mengawasi para RTSM seperti memantau bagaimana anka-anak keluarga RTSM yang putus sekolah, petugas PKH diharapkan dapat membimbing, layaknya seorang pendamping.
"Ada 50 pendamping PKH di Banyuasin yang tersebar di 11 Kecamatan, bertugas sebagai pendamping RTSM, supaya bisa bekerja dengan hati dan berjiwa sosial, karena bukan hanya masalah pendidikan tetapi masalah, agama, sosial dan kesehatan menjadi tugas pendamping dilapangan," harapnya. (sir)

Job Fair Digelar Tahun Depan

Palembang, SN

Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang akan menggelar bursa kerja (job fair) pada tahun 2012 mendatang.
“Mudah-mudahan bisa terlaksana, dan bayak perusahaan yang berpartisipasi,” ujar Gunawan, Rabu (28/12).
Tahun 2011, bursa kerja ditiadakan. Alasannya, perhatian pemerintah terfokus pada perhelatan SEA Games di mana Palembang jadi salah satu tuan rumah.
Gunawan mengatakan, bursa kerja banyak manfaatnya. Bagi perusahaan, mereka dapat bertemu langsung dengan tenaga kerja yang dibutuhkan. Prosesnya juga tak bertele-tele. Bagi pencari kerja, kesempatan untuk melamar di perusahaan yang diinginkan tentu lebih besar.
“Bursa kerja ini juga untuk mengurangi penangguran di Palembang,” kata Gunawan.
Soal waktu dan tempat pelaksanaan bursa kerja, Gunawan mengatakan pihaknya masih mencari lokasi yang pas. Ia pribadi menginginkan tempat yang strategis, namun tidak berpotensi memacetkan jalan. Beberapa tahun terakhir bursa kerja digelar di GOR Kampus. Tapi GOR kini jadi Palembang Sport Convention Centre.
Selain bursa kerja, Dinas Tenaga Kerja juga melaksanakan program sosialisasi dan pelatihan ketenagakerjaan. “Misalnya pelatihan montir, yang diikuti kurang lebih 100 peserta.”
Dinas ini juga rutin mengirimkan tenaga kerja ke luar Palembang, misalnya ke Batam. “Untuk saat ini baru Batam yang ada kerja sama dengan kita. Batam dipilih karena di sana banyak pabrik, selain di pulau Jawa. Kita tidak mungkin mengirim tenaga kerja ke Pulau Jawa karena di sana juga banyak penganggurannya,” Gunawan menerangkan.
Saat ini, 50 tenaga kerja untuk posisi operator akan diberangkatkan ke Batam. Puluhan tenaga kerja ini sudah mengikuti tes sebelumnya, dan tinggal menunggu keberangkatan dalam waktu dekat.(win)

Pemkot Palembang Siapkan 2 Bus Air

Palembang, SN

Pemerintah Kota Palembang menyiapkan dua bus air baru pada 2012 nanti, hal ini dikatakan Kepala Bidang Hubungan Laut dan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Dinas Perhubungan Kota Palembang, Said Albar beberapa hari yang lalu.
Said menambakan, penambahan armada ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan fasilitas sarana transportasi air dan Sungai Musi. " Saat ini Pemerintah kota memiliki empat bus air dengan masing-masing bus berkapasitas 25-40 penumpang," terangnya.
Saat ini lanjut Said, mereka melayani rute dermaga bawah Jembatan Ampera menuju Sungai Lais dan Jakabaring. Bus air ini dilengkapi peralatan keamanan standar berupa jaket keselamatan dan pelampung.
“Tarifnya Rp 5.000 per penumpang,” sebut Albar.
Adapun untuk penambahan dua bus air baru itu, pemerintah mengalokasikan dari dana APBD 2011 senilai Rp 1,1 miliar untuk tiap bus. “ Pembuatan bus tersebut ditargetkan selesai awal tahun sehingga bisa langsung dioperasikan,” ujar Albar. Menurut dia, bus air merupakan sarana transportasi alternatif yang disiapkan untuk mendukung Palembang kota wisata sungai. Pemerintah kota juga menginterkoneksi bus air dengan bus Transmusi.
“Ini untuk memudahkan warga menyeberang dari Seberang Ulu ke Seberang Ilir dan sebaliknya,” kata Albar.
Dia menambahkan, pihaknya juga mengajukan penambahan 10 unit bus air ke pemerintah pusat. Hanya saja saat ini belum ada kepastian. Ia berharap bantuan itu segera terwujud sehingga bisa mendorong percepatan optimalisasi angkutan di Sungai Musi.(win)

Banyaknya Bencana, Harusnya Jadi Pengalaman Berharga


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

BUMI Pertiwi, Indonesia, memang sangat rawan bencana, hal ini disebabkan banyak faktor. Untuk faktor geografi dan topografi sangat jelas, karena kita ketahui Bumi Pertiwi ini dilalui dua lempeng tektonik aktif hingga membuat banyak daerah rawan gempa.
Kemudian Indonesia juga banyak gunung berapi aktif, yang sewaktu-waktu dapat meletus. Tetapi dengan kondisi Indonesia yang sangat rawan bencana ini, harusnya menjadikan penguasa tak terlena dan terlupa untuk belajar dari pengalaman.
Sudah sejak dari dulu harusnya pemerintah membuat manajemen bencana di Negeri ini, ini tidak bisa tidak karena memang julukan bahwa Bumi Pertiwi berada wilayah 'panas' terjadinya bencana sudah sejak lama.
Tetapi semua yang terjadi di Republik ini, mulai dari tsunami, gunung meletus, banjir bandang, dan banyak bencana lainnya tak membuat penguasa tertegun untuk bertindak. Atau paling tidak mengantisipasi beberapa wilayah dan daerah yang rawan terjadi bencana.
Harusnya pemerintah menyadari Nusantara yang digugusi ribuan pulau-pulau ini dikeliling lautan yang luas, hingga tak heran faktor ini juga membuat banyak wilayah menjadi rentan bencana, mulai besarnya terjangan ombak sampai tsunami.
Kemudian penegakan supremasi hukum di Indonesia yang harus diperhatikan. Harus disadari banyaknya bencana alam juga disebabkan karena faktor kelalaian dan ketamakan oknum yang merusak banyak kekayaan alam di Bumi Pertiwi.
Kondisi ini juga bertambah parah karena hukum masih bisa dipermainkan dan penguasa tidak tegas. Tetapi untuk hal yang satu inipun pemerintah tak pernah belajar dari pengalaman. Lihat dan dengar, hukum masih bisa ditawar-tawar. Kalau memang terus begini, wajar saja bencana alam terus datang memporak-porandakan Negeri ini. (***)

Lapas Wanita Palembang Jadi Pilot Project


Palembang, SN

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) wilayah Sumatera Selatan (sumsel) akan mengusulkan Lembaga Pemasyarakatan Masyarakat (lapas) perempuan Kelas IIA Palembang untuk menjadi pilot project Lapas di Indonesia.
Usulan ini menjadi program kerja DPR RI wilayah Sumsel tahun 2012 setelah ketiga kalinya melakukan kunjungan kerja ke lapas perempuan kelas II Palembang.
“Dari kebanyakan lapas perempuan yang ada , lapas perempuan kelas II A Palambang, pembinaan mayoritas penghuni yang tersandung kasus narkobanya sangat baik, sarana olahraga memadai,pelajaran rohaninya mencukupi dan mengasah seni dan keterampilan tahanan terus digalakan ini bisa menjadi pilot project di Indoensia," jelas DPD RI Wilayah Sumsel A Yani saat mengunjungi Lapas Perempuan Kelas II Palembang di jalan Merdeka Rabu (28/12).
Menurutnya, lapas yang terletak dipusat kota Palembang ini sangat krodit, mulai dari permasalahan penghuni (tahanan) yang melebihi kapasitas, sarana bangunan yang kurang memadai hingga terus menjamurnya peredaran narkoba didalamnya sebelum beralih menjadi lapas perempuan.
“Sebelumnya ini Rumah Tahana (rutan) kelas II Palembang untuk pria, nah belum genap satu tahun beralih menjadi Lapas pembinaan untuk perempuan sekarang ini, suasana mencekam serasa sirna setalah mendapat sentuhan tangan perempuan,”jelasnya.
Selaian secara langsung mendengar keluhan para tahanan di lapas tersbut, A Yani tidak segan melakukan kunjungan ke blok-blok tahanan, setiap ruangan keterampilan, ruang rawat inap, ruang kesehatan dan ruangan kerajinan tangan tidak luput secara langsung ditinjau untuk menjadi pembahasan ke pemerintah pusat.
“Kita juga menyerap aspirasi mereka, apa saja yang dibutuhkan untuk para tahanan, nah usulan meraka ini akan menjadi program kerja kita kepemerintah pusat, karena penjara bukan untuk ajang balas dendam melainkan untuk intropeksi serta berbuat benar,”jelasnya.
Meski dari berbagai sarana dan keterampilan dan pelajaran agam yang ada di rutan tersbut, A Yani juga prihatin dengan kondisi petugas sipir penjara yang terdiri dari kaum hawa tersebut, menurutnya jumlah sipir yang ada sangat jauh dari ideal jika dibandingkan dengan jumlah tahanan yang ada.
“Penambahan Sumber Daya Manusianya (SDM) juga akan menjadi prioritas program kerja kita, kemungkinan 2012 sudah mendapat penambahan petugas baru,”jelasnya.
Idealnya satu lapas yang terdiri dari 196 tahanan, masih kata A Yani, satu petugas bisa mengawasi dan memberikan penyluhan ke 10 narapidana.
“Sangat tidak ideal kalau dua orang harus menjaga ratusan orang, nah tahun 2012 akan kita usulakn penambahan 50 orang, namun sangat luar biasa lapas perempuan bisa menangulangi jumlah tahanan yang ada dengan cara pendekatan komunikasi,”jelasnya.
Selaian itu beberapa usulan untuk perbaikan atau renovasi ringan rutan tersebut juga akan menjadi pembahasan pogram kerja untuk diusulakn masuk dalam angaran pusat.
“Kita juga menerima masukan untuk perbaikan gedung, penambahan biaya opersional, seperti biaya listrik air bersih dan penambahan kuota biaya makan untuk tahanan, ‘tegasnya.
Sementara itu Kalapas Wanita kelas II A Palembang Rosnaida mengatakan, kebanyakan tahan yang ada 70 persen tersandung kasus narkoba, dan meraka lebih banyak mendapatkan pelatihan agama.
“Total 190 orang yang mendiamin tahanan ini yang terdiri dari 54 tahanan, 136 narapidana dan 3 bayi, nah dari mereka itu lebih dominan tersandung kasus narkoba,”jelasnya.
Meraka (tahanan-red) secara kontiyu mendapat pelatihan berupa pencerahan dengan ceramah-ceramah agama, hapalan Alquran,hiburan bersama, senam dan tidak ketinggalan berbagai keterampilan kerajinan tangan kita galakan bagi mereka.
“Ini semua kita lakukan setiap harinya hanya saja harinya kita sesuaikan, untuk senam bersama kita lakukan hari Jumat, karoekan kita berikan secara bergilirn per kamar, dan ceramah agama serta pengajian kita lakukan secara terus menerus setiap harinya,’tukasnya.(win)

150 Tukang Ojek Ikuti Sosialisasi UU Lalu Lintas

Muara Enim, SN
Sebanyak 150 tukang ojek mengikuti sosialisasi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kantor Kecamatan Ujanmas, Muara Enim yang digelar oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim, Rabu (28/12).
Kepala Dishub Kabupaten Muara Enim, Fathurrahman dalam kegiatan sosialisasi menyatakan, sosialisasi tersebut menyangkut seluruh tata tertib lalu lintas. Diharapkan, nantinya seluruh elemen masyarakat tak terkecuali tukang ojeg dapat memahami dan melaksanakan UU yang dimaksud.
Dijelaskan Fathurrahman, UU No 22 Tahun 2009 merupakan pengganti UU No 14 Tahun 1992 tentang LLAJ pada fungsi lalu lintas. Tak hanya itu, UU ini juga mengatur tentang ancaman baik pidana kurungan maupun denda bagi para pelanggar lalu lintas.
“Denda pelanggaran ringan sebesar Rp.250 ribu dan pelanggaran berat Rp.500 ribu,” ujarnya.
Sesuai aturannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berkendara aman (Safety Riding). Diantaranya melengkapi kendaraan bermotor dengan spion, lampu sein, rem serta kelengkapan surat-menyurat dan administrasi lainnya. Selanjutnya, menggunakan helm standard an menyalakan lampu kendaraan meskipun pada siang hari.
Sementara itu, Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar, tingginya angka kecelakaan di jalan raya lebih banyak disebabkan oleh pelanggaran yang dilakukan oleh pemakai jalan. Seperti tidak menggunakan perlengkapan safety drive hingga melanggar aturan lalu lintas yang lain.
Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada dinas terkait agar selalu memberikan pembinaan, sesuai dengan UU yang telah diamanatkan kepada para pemakai jalan dan pengemudi.
Dalam kesempatan ini, lanjut dia, guna membantu meningkatkan kesadaran tertib lalu lintas, pihaknya akan
memberikan satu buah helm dan rompi bagi setiap tukang ojek yang ada.
“Keberadaan ojek sebagai salah satu angkutan yang mudah dan murah bagi masyarakat, saat ini telah mendapatkan izin resmi dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Muara Enim. Tak hanya itu, kita juga menghimbau bagi para tukang ojek yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk dapat segera melengkapinya,” terang Muzakir.
Ditambahkan Kapolres muara Enim AKBP Budi Suryanto yang di dampingi Kepala Unit (Kanit) Laka Iptu Sutrisman menghimbau, kepada masyarakat agar tidak main hakim sendiri saat terjadi kecelakaan lalu lintas.
Sebaliknya para pelaku di serahkan kepada pihak berwajib. Selain itu, bagi para tukang ojek wajib melengkapi diri dengan safety drive dan surat menyurat lainnya. (yud)

Puluhan Pedagang Datangi Gedung DPRD

Muara Enim, SN
Puluhan massa yang berasal dari forum pedagang pasar inpress menggelar aksi demo di halaman gedung DPRD Kabupaten Muara Enim, Rabu (28/12) sekitar pukul 10.00 WIB. Para pedagang kecewa dengan kenaikan retribusi pasar yang akan mulai di laksananan per 1 Januari 2012 mendatang.
Koordinator Forum Pedagang Pasar Inpress Feri Lintang menegaskan, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum yang di tetapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan disahkan oleh pihak DPRD tidak pernah disosialisikan.
Bahkan menurut Feri, dalam prosesnya, pihak terkait tidak melibatkan para pedagang. Padahal, Perda tersebut mengatur tentang kenaikan tarif retribusi pasar seperti sewa petak dan los.
“Retribusi telah ditetapkan untuk petak dari sebelumnya Rp7000 naik menjadi Rp.30.000 per bulan. Sedangkan untuk kios naik dari Rp20.000 menjadi Rp60.000 per bulan,” beber Feri Lintang.
Para pedagang menolak adanya aturan perjanjian SK petak/los bagi para pedagang setiap tahunnya. Sebab, untuk setiap pembaharuan SK para pedagang harus dikenai biaya ratusan ribu rupiah.
Diakuinya, perda ini belum pernah disosialisasikan sebelumnya. Namun, per 1 Januari 2012 nanti, Perda ini sudah harus dilaksanakan. Maka, atas nama para pedagang menolak pemberlakuannya.
“Bila tidak, maka kami akan membawa massa yang lebih banyak lagi untuk menentang kenaikan retribusi ini,” ujar Feri.
Sama halnya, dikatakan salah satu pedagang pakaian Misnawati, pihaknya keberatan dengan adanya peraturan tentang retribusi tersebut. Bahkan, hal ini telah pernah di sampaikan kepada pihak DPRD namun belum mendapatkan tanggapan.
“Pokoknya kami minta pihak DPRD dapat memfasilitasi masalah kami ini agar dapat di temukan jalan keluar terbaiknya,” terang Misnawati.
Pedagang lainnya, Jon Effendi menuturkan pada dasarnya para pedagang ingin tertib dan menaati semua peraturan yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, sebelumnya sudah harus ada komonikasi dan koordinasi dengan para pedagang. Sehingga, aturan yang dibuat dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
“Kami merasa tidak dilibatkan saat penggodokan aturan yang ada. Tiba-tiba, Perda yang baru sudah disahkan tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu,” terang dia
Sementara Ketua komisi III DPRD Muara Enim, Devi Herianto menuturkan, Perda Nomor 6 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum ini memang disahkan oleh DPRD. Namun, bersama-sama dengan pihak Pemkab Muara Enim.
Dalam hal ini, salah satu poinnya adalah mengatur tentang pembaharuan SK setiap tahunnya. Hal ini, bertujuan untuk mengantisipasi adanya perbedaan pedagang yang di dengan yang ada dilapangan sebelumnya.
Begitu juga dengan kenaikan tarif retribusi. Hal ini, tentunya bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan pasar inpres bagi para pedagang. Mulai dari penambahan fasilitas hingga perbaikan sarana dan prasarana.
“Kendati demikian aspirasi dari para pedagang ini tetap akan kami tampung. Untuk selanjutnya akan kami fasilitasi pertemuan antara pihak pedagang dengan pihak eksekutif,” pungkas Devi. (yud )

Rakerprov KNPI Hasilkan 7 Rekomendasi

Palembang, SN
Hasil Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Sumsel yang dilangsungkan di Hotel Jayakarta Daira, menghasilkan tujuh rekomendasi ekternal.
Menurut Sekretaris steering committee Rakerprov DPD KNPI Sumsel, Kamil Habibi, bahwa semua rekomendasi ekternal yang ditelurkan DPD KNPI ini, merupakan masukan dari semua anggota DPD II dan dituangkan dalam bentuk rekomendasi.
Tujuh rekomendasi ekternal tersebut kata Kamil, yakni mendesak pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota se-Sumsel, untuk mendata ulang semua potensi-potensi konflik sengketa lahan, untuk segera difasilitasi dan diselesaikan. “Memang KNPI sendiri belum ada rencana membentuk tim untuk investigasi atau turun ke lapangan mengenai masalah ini, ini hanya desakan kita yang datang dari DPD KNPI kabupaten dan kota," kata Kamil, Rabu (28/12).
"Desakan itu kita tujukan kepada pemerintah, karena pihak yang harus menyelesaikan konflik sengketa itu adalah aparat pemerintah," tambah dia.
Rekomendasi ekternal lainnya, lanjut Kamil, mendesak eksekutif dan yudikatif untuk memberikan perlindungan dan pelayanan serta tauladan kepada masyarakat, untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan sosial kemasyarakatan.
“KNPI juga mendesak penegak hukum, agar segera menuntaskan kasus korupsi disegala bidang, demi tercapainya good government dan good gevernance,” tukasnya.
Selain itu, KNPI juga mendesak pemerintah melakukan optimalisasi terhadap program pendidikan dan kesehatan demi tercapainya masyarakat yang cerdas, bermartabat dan sejahatera.
“Kami juga mendesak Pemprov Sumsel, terutama SKPD Dinas Pemuda dan Olahraga untuk melibatkan DPD KNPI Sumsel, secara maksimal dalam menjalankan program SKPD pada tahun 2012,” ujarnya lagi.
Selanjutnya kata Kamil, KNPI sebagai mitra pemerintah tempat berhimpunnya organisasi kepemudaan di Sumsel, maka KNPI Sumsel mendukung 7 program unggulan Pemprov Sumsel. “KNPI juga medukung terwujudnya toleransi dan keserasian dalam kehidupan antar umat beragama,” tambahnya.
Sementara saat membuka kegiatan Rakerprov Selasa (27/12) lalu, Ketua DPD KNPI Sumsel, H Budi Antoni Aljufri, mengatakan, bahwa KNPI Sumsel akan mencanangkan tiga program kerja.
“Kedepan, pemuda harus bisa lebih mandiri dan tidak tergantung dengan pemerintah. Jadi, salah satu program untuk pemuda ini, kita canangkan program ternak itik sebagai langkah awal wirausaha yang merupakan pintu gerbang kemandirian,” ungkapnya. (awj)

Penjaga Warung Dibunuh, Diduga Dendam

Prabumulih, SN
Saharudin bin Mustafa ( 65) ditemukan bersimpah darah tak bernyawa di warung milik Herman di Desa Sukamenang Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, Senin ( 26/12) sekitar pukul18.00 Wib. Korban saat ditemukan dalam kondisi seperi orang tertidur di sebuah tempat tidur.
Warga Pakjo Palembang itu diduga dibunuh karena didagunya terdapat luka robek panjang 7 cm dan lebar 1 cm serta luka lecet dibawah dagu 3 cm dengan kedalaman 05, cm . Korban saat meninggal memakai baju kaus warna krim , celana panjang coklat dan berjaket kuning Yamaha. Dompet milik korban hilang sedangkan barang dagangan yang ada diwarung itu tidak ada yang hilang .
Setelah diperiksa dan dilakukan olah TKP oleh pihak Kepolisian Sektor Gelumbang yang dipimpin langsung Kapolsek Gelumbang AKP Rusmi SH dengan menggunakan ambulance jenazah dibawa ke Puskesmas Gelumbang untuk divisum. Diperkirakan korban tewas beberapa jam sebelumnya sebab darah segar ditubuhnya sudah membeku.
Pemilik warung, Herman ketika dikonfirmasi Koran ini mengaku bahwa korban adalah bekerja diwarungnya. Saat ditemukannya pada pukul 18.00 Wib korban sudah meninggal dengan luka didagu diperkirakan korban dipukul dengan kayu dan diperkirakan korban meninggal pada Senin malam sebab darah dibadannya sudah mengering.
Kapolsek Gelumbang AKP Rusmi SH membenarkan telah terjadi pembunuhan di Desa Sukamenang Kecamatan Gelumbang tepatnya tak jauh dari SPBU. Diduga modusnya dendam sebab dagangan diwarung tidak ada yang hilang.
Dia yakin kasus pembunuhan ini dalam waktu dekat akan terungkap dan pelakunya berhasil diringkus. Pihaknya masih meminta ketarangan kepada saksi, barang bukti yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa korban berupa kayu sudah diamankan.
"Tolong doakan saja, TSKnya dalam waktu dekat tertangkap," ucapnya. (and)

Forum Prabumulih Berjuang Gelar Aksi Demo

Prabumulih, SN
Kerugian akibat mobilisasi angkutan batubara tidak hanya merusak jalan yang dilintasinya, namun juga telah menyebabkan kerugian negara hingga mencapai miliaran rupiah akibat perbuatan atau aksi ribuan truk angkutan batubara yang membeli solar bersubsidi di sejumlah stasiuan pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang dilewatinya.
Pernyataan itu diungkapkan salah satu koordinator aksi demo penolakan truk tambang batubara, Ghustoyib saat memulai aksi demo, Rabu (28/12) pagi. Menurutnya, pernyataan itu berdasarkan pantauan dan hasil survei yang telah dilakukan pihaknya di beberapa SPBU yang ada di sekitar wilayah Kota Prabumulih.
“Dampak aktivitas angkutan batubara sudah banyak merugikan rakyat dan negara, selain merusak jalan dan lingkungan juga merugikan negara hingga miliaran rupiah akibat perbuatan ribuan truk batubara yang membeli solar bersubsidi,” ungkap Ghustoyib, ditemui disela aksi demo massa Forum Prabumulih Berjuang (FPB), di depan halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau samping perkantoran DPRD Prabumulih.
Dia kalkulasikan sekitar 6000 truk batubara yang melintas di wilayah Sumatera Selatan, khususnya Kota Prabumulih setiap harinya. Apabila dikalikan komsumsi solar pertruk mencapai 200 liter perhari berarti 1.200.000 liter perhari habis diborong oleh 6000 truk batubara tersebut.
“Coba jumlahkan berapa nilai kerugian negara akibat pemakaian BBM jenis solar bersubsidi tersebut, dihitung dari selisih subsidi Rp 4.500 perliter. Berarti 6000 unit dikali 200 liter kemudian dikali lagi Rp 4.500 perliter, jadi kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 5,4 Miliar perhari, bayangkan,” urai Ketua LSM NATO (Napi Tobat) tersebut.
Penyimpangan pembelian BBM solar bersubsidi oleh ribuan truk batubara itu menurut Ghustoyib, kedepan harus segera dihentikan oleh Pemerintah dan petugas aparat penegak hukum dengan menindak tegas sopir dan pemilik atau pengusaha angkutan batubaranya. “Termasuk pihak Pertamina dan pemilik Kios SPBU juga jangan menutup mata, laporkan dan tindak tegas bila perlu. Sebab minyak bersubsidi yang seharusnya dinikmati rakyat, ternyata disalahgunakan untuk kegiatan industri,” tambahnya, seraya menyayangkan lambannya upaya pemerintah menyelesaikan persoalan angkutan tambang batubara tersebut.
Sementara dari pantauan, aksi demo penolakan truk batubara oleh massa FPB berlangsung damai dan tertib. Namun meskipun demikian, puluhan petugas gabungan Polres dan Satuan Pol PP Prabumulih masih terus berjaga mengawal aksi puluhan massa yang memusatkan aksi unjuk rasanya di pinggiran Jalan Nasional Jenderal Sudirman. Para peserta demo terlihat tidak banyak menyampaikan orasinya dan lebih banyak duduk dan sibuk dengan obrolan masing–masing.
Bahkan usai mendapat santap siang para peserta demo terlihat satu persatu mulai meninggalkan lokasi demo. Disamping dikarenakan tidak ada aktivitas truk angkutan batubara yang melintas hari itu (kemarin, red) juga disebabkan pendekatan persuasif yang dilakukan pihak Polres Prabumulih terhadap rombongan massa tersebut.
“Ai lemak balek be, mobil truk batubara katek yang lewat jugo. Makan la sudah jugo,” cetus salah satu peserta demo, usai mendengarkan orasi pengarahan Kapolres Prabumulih AKBP Yerry Oskag SIK yang langsung turun memimpin personil satuannya.
Sementara Kapolres Prabumulih AKBP Yerry Oskag SIK mengatakan, pihaknya saat ini telah mengamankan atau menilang sekitar ratusan truk angkutan batubara. Umumnya disebutkan Yerry, pelanggaran dilakukan truk angkutan batubara tersebut dikarenakan banyak melebihi muatan tonase dan tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan.
“Setidaknya sampai saat ini sudah ada ratusan truk batubara yang kita tilang, kebanyakan dikarenakan melebihi tonase muatannya. Namun yang tidak lengkap surat menyurat kendaraannya juga ada,” ujar Yerry ditemui disela – sela mengamankan aksi demo.
Pihaknya juga tetap mengacu kepada UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dalam menindak tegas truk angkutan batubara yang melanggar saat melintas dikawasan Kota Prabumulih. “Setidaknya dari laporan petugas kita sehari bisa sepuluh mobil truk batubara yang ditilang karena melanggar UU Lalu Lintas. Bukan masalah Do atau izinnya, itu tugas Dinas Perhubungan Provinsi,” tegas Yerry didampingi Kabag Ops Kompol Heri Yuniawan dan Kasat Lantas AKP Hardiman. (and)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.