Jumat, 16 Desember 2011

Edisi Cetak 517, Jumat 16 Desember 2011

TAA Akan Dibangun 90.000 Rumah

Palembang, SN
Insinyur Oka Murod yang kembali menjabat sebagai Ketua REI Sumsel mengatakan, DPD Real Estate Indonesia (REI) bakal membangun Kota Baru di Sumsel yang akan dipusatkan di Tanjung Api-Api (TAA).
Pembangunan rumah di kawasan tersebut akan dimulai 2013 mendatang. Rumah yang akan dibangun di kawasan tersebut sebanyak 90.000 rumah.
”Kita akan bersinergi dengan pengembangan untuk membangun Kota Baru di TAA. Bahkan kita akan berkoordinasi dengan DPP REI serta developer proverty pusat. Pasalnya, jika kita tidak cepat tanggap maka akan masuk investor luar,” ujarnya di Hotel Aryaduta, usai penandatanganan MoU Kota Baru oleh Gubernur Sumsel pada acara Musda Realestat Indonesia (REI) VIII, Kamis (15/12).
Menurutnya, dengan adanya MoU dengan Gubernur Sumsel untuk izin lokasi, untuk menghindari jangan sampai ada spekulan-spekulan.
”Kita juga meminta petunjuk dengan DPP REI dan Menpera untuk pembangunan Kota Baru. Jika sudah ada izin maka kita melakukan pembebasan lahan,” katanya.
Kenapa memilih TAA, dia mengatakan TAA sebagai kawasan Kota baru, karena tujuan pembangunan Kota Baru adalah berbasis ekonomi.
Di TAA ada pelabuhan dan akan dijadikan kawasan industri. Bahkan Insitute Teknologi Sumatera (ITS) kemungkinan besar di bangun di Banyuasin. Sehingga dibutuhkan rumah di kawasan itu.
Dijelaskannya, lahan yang akan dipakai untuk pembangunan kawasan Kota Baru seluas 3.000 hektar. Namun dari luas tanah terebut, yang akan dibangun rumah hanya 50 persen dari luas lahan.
”Jika dalam satu hektar lahan dibangun 50 rumah, maka jika luas lahan mencapai 3.000 hektar maka di kawasan Kota Baru akan dibangun sekitar 90.000 rumah tipe 36,” paparnya.
Dia menambahkan, pihaknya akan membuat masterplan dan akan mengundang pihak dari Pemprov, bupati dan Unsri. Sedangkan pembangunannya akan dimulai pada 2013. ”Untuk tahap awal kita akan bangun terlebih dahulu rumah murah untuk para tukang. Karena pembangunan kawasan Kota Baru bertahap, maka para tukang akan kita pririoritaskan," terangnya.
Sementara itu, Asisten II Pemprov Sumsel, Eddy Hermanto menuturkan, untuk penentuan lokasi diserahkan sepenuhnya kepada REI Sumsel. "Pemprov Sumsel akan mendukung program Kota Baru dalam memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat. Lokasi Kota Baru REI Sumsel yang berhak menentukan," katanya. (pit)

Tiga Jembatan Besar Akan Dituntaskan

Inderalaya, SN
Direncanakan mulai tahun anggaran 2012 hingga 2014 Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI) melalui dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) akan menuntaskan pembangunan jembatan besar yang ada di Kabupaten OI, demikian antara lain dikatakan Kadis PUBM OI H.Muhsin Abndullah, ST, MM kepada wartawan di ruang kerjanya baru-baru ini.
Sedikitnya 3 buah jembatan besar yang akan difokuskan penyelesaiannya diantaranya, jembatan Tanah Abang yang berada di Kecamatan Muara Kuang, Jembatan Kerbayang yang berada di Kecamatan Rantau Alai dan jembatan Sejangko di Kabupaten OI.
Ketiga jembatan besar tersebut yang merupakan jembatan rangka baja ini menurut Muhsin, diperkirakan akan selesai pada tahun 2014, untuk sementara ketiga bangunan jembatan tersebut sekarang baru selesai tahap pembangunan pada dasar jembatan, sementara pembangunan atasnya akan dilaksanakan dari tahun 2012 hingga 2014.
Tak hanya itu, pembangunan jembatan rangka baja ini menelan dana yang tidak sedikit, paling tidak selama ini sudah menggunakan dana dari APBD Kabupaten, namun untuk tahap penyelesaiannya yang diperkirakan masih membutuhkan suntikan dana sekitar 75 miliar rupiah akan meminta bantuan dana dari pusat. Namun apabila ada kendala, pemkab OI akan tetap menganggarkan dana tersebut.
Tetapi menurut Muhsin, Pemkab OI juga menganggarkan pembangunan jembatan lainnya,” baik itu pembangunan jembatan baru maupun rehab atau perbaikan pada badan jembatan lainnya yang ada di Kabupaten OI,” tandas mukhsin. (man)

Warga Pulau Rimau Pertahankan Tradisi Sedekah Bumi


Banyuasin, SN

Warga X transmigrasi tahun 1982 di Desa Sumber Mukti Kecamatan Pulau Rimau berkumpul baur menjadi satu mengadakan rauatan desa atau dikenal dengan istilah sedekah bumi. Warga yakin dengan diadakannya sedekahan kehidupan didesanya akan menjadi lebih baik dan selamat dunia akhirat.
Tokoh adat masyarakat dari Desa Sumber Mukti Ki Sumoharjo mengatakan, proses sedekah bumi yang dilakukan setiap tahun pada tanggal 10 Muharom (Suro, istilah jawa, red) melakukan ruwatan desa atau sedekah bumi tujuannya adalah agar panen padi dan sawit melimpah.
“Dana sedekahan untuk membeli sapi dari sumbangan sukarela dengan dikelola oleh desa dipusatkan disatu tempat sesajian yang halal diberikan didoakan oleh pemuka agama lalu dimakan bersama-sama sebagai wujud syukur kepada Allah SWT,” kata Sumoharjo sambil mengatakan agar penen padi dan sawit berlimpah.
Sementara Kepala sapi setelah selesai dido’akan oleh pemuka agama, lalu diarak kampung diiringi oleh 5 kesenian tradisional asal jawa diantaranya, reog ponorogo, kuda lumping, genjring, tarling dan gong.
Kades Sumber Mukti R Ihsan Zaher saat diwawancarai mengatakan, masyarakat desa semenjak 25 tahun lalu hidup di tanah x tran melakukan ritual setiap 10 Suro. “Namun sedekah bumi tahun ini kita lakukan lewat 10 Suro karena sekaligus peresmian gedung kantor desa,” ungkap Irsan Zaher.
Menurut Irsan Zaher, Sedekah bumi yang setiap tahun dilakukan oleh waga sangat besar pengaruhnya bagi lingkungan. Suksesnya acara ini setiap tahunnya menunjukan warga bias guyub rukun dalam kehidupan sehari-hari.
Sedangkan Camat Pulau Rimau Antoni Liando menyambut baik acara melestarikan budaya jawa yang dibawa oleh orang transmigran di wilayahnya. Karena tradisi ini adalah tradisi orang jawa yang dilakukan ditengah kondisi desa yang masih ada kekurangan seperti sarana transporasi dan listrik.
“Pemerintah kecamatan menyambut baik tradisi sedekah bumi ini, dan saya nilai tradisi sedekah bumi yang paling baik di Pulau Rimau hanya di Desa Sumber Mukti, katanya menambahkan agar masyarakat hidup sejahtera toto tentrem katoraharjo, guyub rukun dalam kehidupan sehari-hari.
Antoni Liandio dalam kesemaptan tesebut menyempatkan diri untuk membantu panitia acara dengan menyumbang dana sebesar Rp 2 juta, dan beberapa donator lainnya untuk warga Sumbe Mukti sebesar Rp 10 juta.
Dalam sambutannya Antoni Liando juga berusaha memasukan program listrik masuk desa tahun 2012, tetapi baru untuk tiga atau empat desa dulu, sementara desa yang lainnya baru akan dicukupi tahun 2013.
Selain listrik juga rencannya ada program pembangunan jalan desa di Sumber Mukti sepanjang 1 KM. “Saya pikir perlu jalan cor beton untuk sebelah kanan dan sebelah kiri masing-masing 1 KM tahun 2012 di Desa Sumber Mukti, yang belum dibangun bias diteruskan

Warga Sako Suban Datangi Pemkab Muba


* Akibat Jalan Dibuat Kanal Gajah Sekayu, SN
Ratusan warga dari Dusun III dan IV Desa Sako Suban, Kecamatan Batang Hari Leko (BHL), Kamis (15/12) melakukan aksi damai ke Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba).
Aksi tersebut terpaksa dilakukan menyusul adanya penutupan jalan oleh salah satu perusahaan dengan membuat kanal gajah seluas 4 meter dan dengan kedalaman 6 meter yang mengakibatnya dua Dusun tersebut terisolir. Selain itu, aksi dilakukan untuk meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) agar membantu warga terhadap persoalan yang terjadi antar dua perusahaan yang berselisih, yakni PT Bumi Persada Permai (BPP) dan PT Sentosa Bahagia Bersama (SMB).
“Dengan adanya lubang berbentuk kanal ini tentu membuat kami tidak bisa lagi lewat. Bahkan untuk keperluan lainnya membuat aktivitas kami terganggu. Untuk itu kami ingin meminta bantuan dari Pemkab Muba untuk menangani hal ini,” tegas Kadus Dusun IV, Indrayanti.
Dikatakannya, dengan bantuan dari Pemkab Muba tentu sangat diharapkan warga. Sebab, kanal gajah yang dibuat sejak lima hari lalu (Minggu, 12/12) sekitar pukul 23.00 WIB, ini membuat warga mengalami kesulitan untuk keluar dusun akibat adanya penutupan jalan yang dilakukan perusahaan.
“Jalan alternative ada, tapi jaraknya sekitar 150 Km itu pun harus lewat Musi Rawas (Mura). Ini artinya kita harus memutar jauh untuk keluar dusun dan ingin ke kecamtaan lainnya, khususnya Kota Sekayu,” tegasnya.
Aksi tersebut diterima, Asisten I Pemkab Muba, H Sohan Madjid, dengan melakukan pertemuan secara tertutup selama kurang lebih satu jam. Hasil dari pertemuan tersebut, Pemkab Muba akan melakukan pertemuan dengan perusahaan yang sedang bertikai. Sebab, dengan adanya permasalahan antara dua perusahaan tersebut tentu menganggu warga.
“Apapun alasannya, kita akan meminta kanal tersebut untuk ditimbun kembali dan meminta agar akses jalan dikembalikan seperti semua. Ini tentu tidak bisa dibiarkan, 20 Desember mendatang kita akan mengadakan pertemuan dengan seluruh pihak terkait di ruangan rapat Pemkab Muba. Insya Allah semua bisa diselesaikan dengan baik dan secepat mungkin,” tegas Sohan. (her)

Pemkot Santuni 180 Veteran


Palembang, SN
Sebanyak 180 pejuang kemerdekaan atau veteran mendapat santunan dari Pemkot Palembang, masing-masing veteran mendapatkan dana sebesar Rp 200 ribu/tahun. Hal tersebut dikatakan Wakil Walikota Palembang, Romi Herton usai menyerahkan santunan kepada para veteran di Gedung Legiun Veteran Jalan Merdeka Palembang, Kamis (15/12).
“Mereka ini banyak berjasa bagi bangsa. Sudah sepantasnya diberi penghargaan oleh pemerintah. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat,” harapnya.
Dikatakannya, tahun 2012 Pemkot Palembang akan meningkatkan bantuan kepada veteran pejuang ini, mengingat APBD Kota Palembang mengalami kenaikan.
“Mudah-mudahan santunan kepada para veteran bisa kita tingkatkan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menghargai jasa para pejuang, yang telah berkorban dengan harta, darah bahkan nyawa demi tegaknya kemerdekaan.
Sementara itu kata Kepala Dinas Sosial Kota Palembang Hasbullah Tuwi menambahkan, selain veteran pihaknya jugamemberikan bantuan kepada 150 orang lanjut usia di kota Palembang.
“Tiap orang dapat Rp 300 ribu/tahun. Dana bersumber dari APBD Kota Palembang,” jelasnya.
Dijelaskannya, bantuan kepada orang lanjut usia memang lebih besar dibandingkan veteran pejuang. “Karena veteran masih mendapat gaji setiap bulannya,” katanya.
Sedangkan Wakil Ketua Legiun Pejuang Palembang, Imam Syafei mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Palembang atas bantuan yang diberikan. “Kami akan dukung terus program-program pemerintah,” ujar pria berusia 80 tahun ini.
Ditambahkanya, veteran pejuang tahun depan santunan yang diberikan nilainya lebih besar. “Ya, sebenarnya kami sudah merasa bersyukur dengan bantuan yang diberikan, dan ikhlas menerimanya. Tapi harapan kami, bantuannya bisa ditambah, supaya kami lebih bahagia,” ucapnya. (***)

Format Sertifikasi Berubah Lagi


Empat Lawang, SN

Format penerimaan guru sertifikasi dipastikan berubah lagi dari tahun-tahun sebelumnya hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Guru Sertifikasi, Arbanu.
Menurutnya,penerimaan sertifikasi benar-benar telah dinyatakan berubah tetapi tetap mengacu kepada penerimaan sebelumnya karena perubahan tersebut berdasarkan pada kekurangan-kekurangan yang dimiliki pada pelaksanaa sebelumnya.
“Perubahan langsung di sampaikan oleh Kementrian pendidikan dan kebudayaan beberapa waktu lalu alasan yang kami terima untuk sementara Kemendikbud ingin melihat keunggulan yang dimiliki dari setiap sistem penerimaan,” terangnya
Dikatakannya, untuk penerimaan pada 2012 nanti dimulai sejak 2011 bahkan terakhir pengumpulan data pada Desember ini sehingga 2012 mendatang dipastikan tidak ada guru yang mengajukan sertifikasi karena sudah pada tahun ini.
“Data terkumpul secara otomatis dengan catatan mereka yang telah memiliki NUPTK dimana untuk mendapatkan NUPTK seorang guru minimal harus memiliki masa mengajar sekitar Lima Tahun atau lebih,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan,tidak terlalu banyak perbedaan yang dimiliki pada penerimaan guru sertifikasi kali ini pasalanya sistem-sistem yang lalu masih diadopsi oleh Kemendikbud tetapi lebih di variasikan dan di lebih rumitkan.
“Ada beberapa perubahan yang sangat berbeda dengan yang sebelumnya dimana pada penerimaan 2012 lebih mendahulukan mereka yang sudah berumur setengah abad ke atas sementara untuk syarat minimal lima tahun mengajar tetap berlaku,” jelasnya.
Untuk saat ini sambungnya,pihaknya tengah membersihkan data agar terjamin ke validasiannya sementara itu data guru yang dicalonkan sebagai guru sertifikasi semuanya tetap tanggung jawab Disdik untuk memfasilitasi dan membimbing.
“Disdik akan memfasilitasi guru-guru calon sertifikasi mengingat banyak yang belum memahami cara mengentry data pasalanya semua persyaratan dan yang lainnya menggunakan sistem Online,” tandas Arbanu
Penggunaan Komputerisasi tambahnya, untuk menghindari ketidakstabilan dalam memilih guru yang lulus ataupun yang tidak pasalnya selama ini banyak anggapan yang menilai banyak penilaian yang kurang fair.
“Jelas Kemendikbud lebih mengutamakan komputerisasi daripada manual terlebih pada 2012 mendatang peserta hanya diperbolehkan memilih salah satu tes dianataranya tes Fortofolio, PLPG dan yang langsung dinyatakan Lulus berbeda dengan sebelumnya peserta di haruskan mengikuti Fortofolio dan PLPG,” urainya. (eko)

Tepian Sungai Musi Mengkhawatirkan

Empat Lawang, SN

Pinggiran sungai musi, tepatnya di kawasan Pasar Ilir, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, mulai mengkhawatirkan. Puluhan rumah warga terancam hanyut akibat terbawa arus sungai musi, akibat gerusan air yang selalu terjadi saat musim tiba.
Sedikitnya, puluhan rumah warga sudah berpindah tempat sejak beberapa tahun terakhir. Sebab, meskipun sudah dibangun beronjong atau tembok penahan, masih tetapn tergerus air sungai yang mengakibatkan puluhan meter tembok penahan yang pernah dibangun roboh dan mengerus tanah yang ada di pinggiran sungai.
Bahkan, kantor lurah pasar Tebingtinggi beberapa waktu lalu nyaris hanyut akibat meluapnya sunggai musi. Tidak hanya itu, puluhan hingga ratusan warga yang tinggal di pinggiran sunggai mendadak gempar akibat meluapnya air sunggai beberapa akhir ini.
Menurut pengakuan beberapa warga Pasar Ilir, setidaknya sudah dua kali dibangun tembok di kawasan tersebur. Namun derasnya sungai menyebabkan tebok penananh tidak bertahan lama.
Dengan kondisi yang demikian mengkhawatirkan warga berharap kepada
Pemerintah memberikan perhatian dengan kembali membangun tebok penahan di kawasan tersebut. Sebab tidak menutup kemungkinan, pemukiman mereka akan hanyut terbawa air sunggai.
"Kami cukup khawtir dengan kondisi yang air sunggai yang tidak menentu ini karena bisa mengancam keselamatan jiwa dan harta benda kami," ujar Latif (40) salah seorang warga, Kamis (15/12).
Kekhawatiran warga. Dianggap wajar menginggat kondisi dibiarkan berlarut larut. Menginggat kondisi tanah yang kian rapuh digerus oleh air sungai.
Pantauan di lapangan menyebutkan, terlihat beberapa bagian tembok penahan yang saat ini sudah berada di tengah sungai musi. Hal ini membuktikan rumah warga sudah bergeser jauh dari tempat semulah. Puluhan rumah warga diperkirakan sudah berpindah tempat beberapa meter. Dari pinggir sunggai musi untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.
Terpisah Lurah pasar Tebingtinggi, H Kitmir mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan permohonan pembanggunan tembok penahan disekitar pinggiran sungai musi. Selain menjaga salah satu aset daerah berupa kantor kelurahan, tembok penahan juga sebagai penahan rumah warga yang berada di pinggiran sungai.
"Kita pernah mengusulkan pembangunan tembok penahan. Namun hingga kini beluam realisasinya. Padahal keberadaan tembok sanggat penting untuk menjaga keselamatan warga yang ada disekitaran bantaran sungai musi," ujarnya. (eko)

Truk Batubara Seruduk Mobil Taft


Muara Enim, SN

Diduga mengantuk, truk batubara tak bermuatan dengan nomor polisi (nopol) BE 9029 BV yang dikemudikan, Anas Tansudin (27) warga Lahat dengan kernetnya, Ari (20) warga yang sama menghantam mobil Taft Hiline BG 1845 AB milik Rahman di Jalan Lintas Muara Enim-Palembang Kampung III Desa Kepur Kecamatan Muara Enim, Kamis (15/12) sekitar pukul 04.30 WIB.
Tak hanya mobil itu saja yang ringsek, akibat kerasnya benturan
menyebabkan satu tiang listrik bengkok bahkan nyaris patah, sehingga aliran listrik di desa setempat terputus. Bahkan, arus lalu lintas sempat terganggu karena arus kendaraan saat kejadian cukup padat.
Petugas Sat Lantas dan Unit kecelakaan langsung meluncur ke TKP, guna mengamankan arus lalu lintas sekaligus mendata pengendara mobil dan truk batubara tersebut. Kemudian menderetnya ke Sat Lantas Polres Muara Enim.
Dari keterangan sopir truk, Anas, dia mengendarai truk dengan
kecepatan sedang. Karena mengantuk, dia tak dapat mengkontrol kendaraannya sehingga menghantam mobil yang sedang parkir dipinggir jalan.
“Ngantuk Pak, jadi, tak terlihat kalau di depan ada mobil yang sedang parkir,” ucapnya.
Dilanjutkannya, kalau dia mengendarai truk batubara yang tak
bermuatan dari Palembang menuju Lahat. “Memang, kami sempat istirahat di rumah makan Prabumulih,” ujarnya.
Sementara kernetnya, Ari, ketika berada di TKP, dia sempat memberikan peringatan kepada sopirnya, untuk lebih berhati-hati karena jalan masih gelap. “Ya, namanya musibah, tak bisa ditolak lagi,” katanya.
Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Lantas
didampingi Kanit Laka Iptu Sutrisman, Kamis (15/12), membenarkan
kejadian tersebut. “Tak ada korban jiwa, sekarang sopir truk masih
menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Kanit Laka. (yud)

KPK yang Diintervensi dan Meninggalkan Kasus Century


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

DI penghujung masa jabatannya ternyata Pimpinan KPK mengakui kalau mereka selama selalu diintervensi alias ditekan. Siapa lagi kalau bukan pihak eksekutif dan legislatif yang melakukan perbuatan itu.
Dengan kondisi seperti ini, jelas suatu jawaban terhadap lambannya kerja dari komisi ini. Selama ini rakyat seperti mau muntah dengan tarik ulur penanganan kasus yang sangat bertele-tele.
Ada satu kasus besar yang sangat merugikan Bangsa dan martabat Negeri, dan ternyata itu ditinggalkan pimpinan KPK yang habis masa jabatannya Desember ini. Kasus tersebut adalah kasus Bank Century.
Hanya mengulasa, kasus Bank Century telah memberikan dampak luas yang buruk untuk Bangsa ini. Lihat dan ingat, saat kasus ini mulai dilakukan, sudah puluhan triliun uang rakyat mengalir tidak pada tempatnya.
Memang petinggi di Bank Century sudah dihukum, tetapi hukuman yang diberikan tidak sampai lima tahun. Kemudian kasus ini juga telah melahirkan banyak korban, mulai dari munculnya istilah 'cicak dan buaya', jatuhnya korban Kabareskrim Susno Duadji.
Konflik panas antara KPK dan Polri juga melahirkan hubungan yang tak harmonis dari kedua lembaga tersebut.
Kalau kita berandai-andai, coba penguasa Negeri ini tak ngotot melindungi orang-orangg tertentu dari kasus ini. Tentu dampak kasus Bank Century tak akan seluas seperti sekarang.
Tetapi sampai saat ini dengar keterangan pers dari Presiden SBY, dengan yakin Kepala Negara masih berkeyakinan Boediono dan Sri Mulyani tetap dalam posisi yang paling benar. Itu untuk kondisi sekarang, kita tarik ulur saat Pansus Bank Century masih bekerja. Perang urat syarat harus terjadi di Senayan, yang semuanya ada karena sikap ngotot orang-orang tertentu yang merasa paling benar.
Saat Pansus terus bekerja, mulai terjadi blok-blok dan sikap kekanak-kanakan dari banyak wakil rakyat. Tak jarang debat kusir yang sangat kasar terjadi, dan itu semua menjadi tontonan bagi rakyat Indonesia. Tetapi mereka yang bersikap keras ini seakan dibiarkan oleh pihak-pihak tertentu.
Jelas ini menandakan, bahwa mereka seakan menjadi umpan dan ujung tombak parpol tertentu dengan tujuan untuk mengamankan kekuasaan.
Kemudian saat Pansus mulai mendekati akhir masa kerja, sangat terlihat jelas mulai terjadi 'perselingkuhan' dan 'pengkhiahatan' diantara teman dan kelompok yang selama ini berkoalisi. Saat paripurna digelarpun sangat jelas, betapa banyak energi yang terbuang sia-sia yang sangat jelas tujuannya sangat nampak, untuk mengulur-ulur waktu, siapa tahu lobi-lobi politik bisa merubah sikap seseorang. Tetapi nyatanya garis keras yang diungkapkan kelompok kontra pemerintah terus menguat bahkan di menit-menit terakhir banyak kejutan-kejutan tak terduga terjadi. Di mana banyak wakil rakyat yang pro pemeritah, dengan tegas membangkang. Buah dari sikap pemerintah, bisa jadi direcall atau dipecat dari parpol asalnya. (***)

86 Persen Desa di Mura Sudah Berlistrik

Musi Rawas, SN

Pemerintah kabupaten Musi Rawas (Mura) terus berupaya mengejar target Musi Rawas terang hingga tahun 2014 mendatang. Sampai dengan saat ini sekitar 86 persen desa yang ada di Mura sudah menikmati aliran listrik.
Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Musi Rawas, Johan Firdaus, pemerintah kabupaten Mura setiap tahun selalu menganggarkan dana untuk jaringan listrik bagi desa atau daerah yang belum berlistrik. Pada tahun ini ada tujuh titik lokasi pemasangan jaringan listrik baru.
“Untuk mengaliri apinya saat ini tengah kita upayakan,” katanya, ditemui, Kamis (15/12).
Dikatakannya, untuk anggaran tahun 2012 ini pihaknya masih melakukan pembahasan terkait jumlah anggaran yang dibutuhkan dan titik – titik mana saja yang akan dipasang jaringan listrik.
“Untuk tahun depan masih kita bahas, yang jelas target kita Musi Rawas terang 2014 mendatang bisa tercapai,” jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan Johan, dari jumlah desa yang ada sekarang ini sekitar 76 persen sudah menikmati listrik dan sekitar sisanya 10 persen masih diupayakan untuk masuk api listrik. "Sebab jaringannya sudah terpasang," tambahnya. (fik)

Transmigran Minta Jaminan Keselamatan

Palembang, SN

Banyaknya kasus kriminalitas terhadap peserta transmigrasi di Sumsel menjadi salah satu keluhan transmigran asal jawa. Hal ini diungkapkan anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nursasmito saat mengunjungi Banggar DPRD Sumsel, Rabu (14/12).
Dikatakannya, keluhan keamanan dari transmigran tersebut, didapatnya setelah mengunjungi transmigran asal Yogya di Desa Air Balui Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Muba.
Selain meminta jaminan keamanan kata dia, para transmigran juga meminta percepatan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang menghubungkan Air Balui dengan desa lainnya.
"Informasi ini kami dapat setelah sebelumnya kami mengunjungi para transmigran di Air Balui. Dari pengamatan kami, memang infrastruktur disana masih kurang. Oleh karena itu, kalau bisa masalah ini dapat menjadi perhatian," kata Nursasmito.
Ia menambahkan, karena sudah bertransmigrasi, DPRD Yogya tidak dapat mengalokasikan dana apapun untuk kepentingan yang diminta para transmigran. "Tidak ada alokasi anggaran untuk transmigran di DPRD Yogya," katanya.
Menanggapi ini, Wakil Ketua DPRD Sumsel, Achmad Djauhari mengakui, masalah keamanan transmigran di Sumsel masih menjadi kendala. Menurutnya, terjadinya aksi kriminalitas terhadap transmigran asal jawa, karena bentuk keirian masyarakat lokal akan kesuksesan pendatang.
"Transmigran asal jawa di sini dapat menjadi contoh bagi masyarakat Sumsel, tidak sedikit dari mereka yang berhasil dan memiliki rumah permanen yang representatif, selain itu mereka juga memiliki kebun sawit dan karet, hal ini kadang-kadang yang menjadi pemicu keirian masyarakat lokal, sehingga terjadilah aksi kriminalitas," ungkapnya.
Sedangkan Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Bihaqqi Soefyan mengatakan, apa yang disampaikan anggota DPRD Yogya terkait permintaan jaminan keamanan, akan disampaikan ke pihak terkait seperti Polda dan kepolisian daerah tempat transmigran bermukim.
"Masalah ini akan kami sampaikan ke pihak terkait, dan menjadi masukan buat baik kami," ujar dia. (awj)

Kamis, 15 Desember 2011

Edisi 516, Kamis 16 Desember 2011

Perkosa dan Bunuh ABG, Remaja Divonis 9 tahun


Kayuagung, SN
Faqih remaja berusia 17 tahun divonis penjara selama 9 tahun 6 bulan dalam persidangan di PN Kayuagung, Rabu (14/12). Terdakwa terbukti telah memperkosa dan membunuh Novi Fajar Wati yang masih Anak Baru Gede (ABG) berusia 11 tahun.
Terdakwa merupakan warga Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu Ogan Ilir dan Novi Fajar Wati (11) tercatat sebagai santri Ponpes Nurul Yaqin Desa Tanjung Atap Barat. Sidang dipimpin oleh majelis hakim diketuai Teguh Arifiano SH dan anggotanya Arlen Veronika SH dan Alfarobi SH.
Dalam persidangan kemarin, sejumlah hal yang memberatkan terdakwa berupa sering memberikan keterangan berbelit-belit dan tidak diakui sama sekali atas perbuatanya. Namun dibantah oleh kedua saksi Purbalisan yaitu Saepudin dan TH Sitohang selaku penyidik pembantu dalam pemeriksaan pertama.
Terdakwa turut membantu melakukan pembunuhan dan pemerkosaan itu atas suruhan pamannya bernama Farid, akibat perbuatan terdakwa telah meninggalkan keresahan dan ketakutan di kalangan masyarakat khususnya warga Desa Tanjung Atap dan meninggalkan penderitaan yang sangat dalam kepada keluarga korban.
Terdakwa divonis sesuai pidana dalam pasal 340 KUHP junto pasal 56 ayat 1 dengan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 9 tahun dipotong masa tahanan sementara, dengan perintah terdakwa tetap ditahan dan di denda Rp 60 juta subside 6 bulan.
Pantauan di PN Kayuagung kemarin, ratusan keluarga korban juga datang ke pengadilan untuk menyaksikan jalannya persidangan. Ratusan personil Polres OKI tampat menjaga ketat jalan sidang dan memeriksa setiap orang yang memasuki halaman pengadilan.
Fatimah yang merupakan ibu korban mengaku sudah merasa puas dengan putusan majelis hakim tersebut, mereka menilai terdakwa memang pantas dijatuhi hukuman berat. “Kami merasa puas dengan vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim terhadap terdakwa, itu artinya dia memang terbukti bersalah. selama ini terdakwa selalu berkelit, sekarang dia sudah terbukti dan kami semua sudah merasa lega,” katanya.
Terdakwa Faqih mengaku pikir-pikir atas putusan majelis hakim tersebut, setelah sidang usai Faqih dijaga ketat oleh polisi dan wajahnya di tutup dengan jaket saat dibawa keluar dari ruang sidang, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Diberitakan sebelumnya, Faqih bersama pamannya bernama Farid (sidang terpisah) telah memperkosa dan membunuh korban, Senin (19/9) sekitar pukul 16 30 WIB bertempat di rumah milik Hj Saadah di lingkungan Ponpes Nurul Yakin. (iso)

Gas Elpiji Kurang, Warga Betung Ngeluh ke DPR

Banyuasin, SN
Warga Betung yang kesal karena timbangan gas elpiji 3 Kg kurang, Warga yang kesal lalu menyempaikan keluhannya kepada anggota DPRD Banyuasin saat dewan Reses Minggu lalu.
Seperti dikatakan oleh DPRD Dapil Betung saat paripurna hasil reses Senin (12/12) kemarin mengaku menerima laporan dari warga Betung.
“Warga mengeluh dengan kami akibat gas elpigi 3 Kg yang dibelinya di toko lekas habis, setelah ditimbang ternyata isi gasnya yang kurang,” kata Tismon anggota DPRD Banyuasin.
Tismon mengatakan, dewan mendapatkan informasi dari masyarakat, agar supaya dinas Koperindag Banyuasin melakukan sidak ke Betung. Warga Kelurahan Betung Asni saat membenarkan isi gas elpiji yang kurang, akibatnya gas tidak tahan lama. “Rata-rata penggunaan gas tabung 3 Kg hanya 9 hari, seharusnya pemakaian normal dengan gas yang utuh bisa 15 hari,” jelas ibu rumah tangga ini.
Kasus gas elpiji kurang terjadi sejak bulan oktober 2011 lalu, sampai saat ini belum juga ada oknum yang tertangkap petugas, ironisnya lagi sasarannya masyarakat yang dikorbankan.
“Kami menginginkan ada yang mengawasi penjualan elpiji 3 Kg karena gas masih dalam susbsidi pemerintah,” kata Asni.
Sementara Kepala Dinas Koperindag UKM dan PM kabuapten banyuasin Ir Anna Suzana mengatakan, baru kalai ini mendengar laporan.
“Saya baru kalai ini mendapat laporan, dengan dasar laporan itulah kita akan koordinasi dulu dengan BPPT dan pertambangan,” kata Anna. Anna mengisayaratkan, memang kadang ada juga yang bisa mempermainkan gas dengan dikurangi isinya, dan pengurangan itu bisa saja dilakukan saat pengisian.
Anna tidak mau menyebutkan pengisian pada distributor mana yang dimaksud, namun di Banyuasin ini memang ada beberpa distributor elpigi 3 Kg. (sir)

Gaji Honorer Naik 2 Kali Lipat


Palembang, SN
Kabar gembira bagi tenaga honorer di Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemerintah Kota Palembang. Mulai tahun depan, pemerintah kota ini menaikkan gaji upah kerja tenaga honorer dua kali lipat. Yakni dari Rp 600 ribu menjadi Rp 1,1 juta per bulan. Ini tertuang dalam Surat Wali Kota Palembang Nomor 842/002808/IX tertanggal 7 Desember. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi II Ahmad Nopan,kemarin.
Kepastian upah kerja honorer ini, setelah APBD Kota Palembang tahun anggaran 2012 disetujui dan disahkan oleh DPRD Palembang dalam rapat paripurna dewan, Selasa (13/12).
Kenaikan gaji ini, berdasarkan pertimbangan naiknya upah minimum regional di 2012 mendatang senilai Rp 1.195.000.
“Upah ini sudah bisa dibayarkan Januari 2012 mendatang,” ujarnya.
Menurut dia, kenaikan ini sudah wajar karena sebanding dengan profesi lain di perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan UMR. Tenaga honorer di SKPD Pemerintah Kota Palembang sebanyak 1.892 orang. Mereka tersebar di 17 dinas, 12 badan, 9 kantor, dan 12 bagian serta 1 satuan.
Untuk membayar upah kerja tenaga honorer ini, APBD pemerintah kota harus terkuras Rp 24.987.600.000 atau hampir Rp 25 miliar per tahun. Angka ini didapat dari perhitungan sebagai berikut: upah kerja 1.893 tenaga honorer Rp 1,1 juta dikalikan tiap bulan maka didapat angka Rp 2.082.300.000. Angka ini lantas dikalikan 365 atau satu tahun, hasilnya Rp 24.987.600.000.
Ia belum tahu di instansi mana penganggaran terbanyak untuk upah tenaga honorer. “Tapi kalau di mitra kerja kami, Komisi II, penganggaran paling banyak di Dinas Pendapatan Daerah, Rp 287 juta setahun,” ujar Ahmad Nopan.
Mitra kerja Komisi II lainnya yakni Dinas Perhubungan, dengan penganggaran Rp 139 juta untuk tenaga honorer. Kemudian Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (sekitar Rp 99 juta), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Rp 89 juta), dan Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (sekitar Rp 52 juta).
“Kalau penganggarannya paling besar artinya jumlah tenaga honorernya paling banyak,” ujarnya.
Terkait APBD Kota Palembang tahun 2012 dijelaskannya, ada peningkatan 5,54 persen. Yakni menjadi Rp 1,983 triliun dari sebelumnya Rp 1,873 triliun pada 2011. Target untuk pendapatan asli daerah meningkat Rp 277,576 miliar atau meningkat 37,99 persen dari tahun 2011 yang sebesar Rp 172,117 miliar. Target retribusi justru mengalami penurunan hingga 5,14 persen. Dari sebelumnya Rp 90,795 miliar menjadi Rp 85,650 miliar.
“Turun karena berdasarkan UU 28/2009 tentang Pajak dan Retribusi yang berkurang. Jadi, pemasukannya pindah ke pajak,” ujar Ahmad Nopan.
Menanggapi hal tersebut Walikota Palembang, Eddy Santana Putra mengatakan, terkait kenaikan upah bagi tenaga honorer, pemerintah kota sudah ketuk palu, artinya sudah sah.
“Kita justru ingin menyamai UMR Rp 1,1 juta tersebut,” katanya.
Menurutnya, Pemkot Palembang tidak mungkin berpatokan dengan standar upah yang lama bila semua upah buruh maupun pegawai dibayar dengan standar UMR.
Soal penerimaan CPNS untuk tahun 2012, Eddy mengatakan sebetulnya pemerintah kota ingin melakukan perekrutan. “Tapi karena Palembang ada moratorium (penundaan sementara) dengan pemerintah pusat, jadi kita tak bisa menerima PNS,” tutur Eddy.
Apalagi, dalam pembahasan DPRD Kota Palembang, juga disampaikan bahwa tak ada penerimaan PNS di tahun 2012.
Kendati begitu, wali kota berharap ada pertimbangan lain dari Kementerian Dalam Negeri terkait penerimaan PNS ini. (***)

Penegakan Hukum di Muba Terkesan Mandul


Sekayu, SN

Penegakan hukum di Wilayah Kabupaten Muba terkesan Mandul, hal tersebut terlihat dalam persidangan yang berlangsung kemarin, Rabu (14/12). Sidang kasus pembunuhan yang terjadi pada tahun 2007 dengan tersangkanya Musri (35) warga Desa Kayu Ara Kecamatan Sekayu memasuki tahun keempat belum pernah dilakukan penahanan oleh aparat penegak hukum.
Bahkan dalam setiap persidangan, tersangka seperti bukannya seorang pelaku yang duduk dikursi pesakitan. Melihat fakta tersebut, Suryani (37) istri korban didampingi keluarganya sehabis mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sekayu dengan muka sedih meminta kepada Hakim dan Jaksa untuk bertindak adil agar tersangka dilakukan penahanan sesuai dengan perbuatannya.
Dijelaskan Suryani, selama ini dirinya bersama keluarga sudah mengajukan permohonan kepada penyidik Kepolisian Polres Muba untuk segera menahan tersangka. Namun hingga sekarang tersangka tidak pernah dilakukan penahanan oleh aparat penegak hukum, bahkan tersangka bebas melanglang buana pergi kemana-mana bagaikan bukan seorang tersangka kasus pembunuhan.
Menurut Suryani, kasus pembunuhan Abu Nasif (42) suaminya terjadi pada tanggal 26 Oktober tahun 2007 sekitar pukul 24.30 Wib dini hari di Talang Cawang Kecamatan Sekayu, dengan tersangkanya Musri (35) yang tidak lain tetangganya sendiri. Kejadian berawal, korban yang sebagai ketua RT setempat menerimah temuan kepingan Karet dari warganya yang diduga hasil curian. Karena tidak bertuan, korban menahan kepingan karet tersebut hingga diketahui siapa pemiliknya. Entah mengapa, pada saat itu, datang tersangka dengan membawa golok menemui korban. Tanpa tau penyebabnya, tersangka yang sudah kerasukan syetan langsung melayangkan goloknya ketubuh korban. Merasa nyawanya terancam, korbanpun melakukan perlawanan hingga terjadi duel dengan tersangka. Korban yang mengalami luka parahpun tewas, sedangkan tersangka yang dalam kondisi terluka dibagian tubuhnya dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu.
Sementara itu, menurut Deni Zulkarnain SH Kasi Pidum Kajari Sekayu, apabila suatu kasus sudah memasuki proses persidangan, semua kewenangan ada pada majelis Hakim Persidangan. Terkait tidak ditahannya tersangka, sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada Hakim mungkin Hakim mempunyai alasan sehingga tersangka tidak ditahan. (her)

Buta Aksara Empat Lawang Turun

Empat Lawang, SN

Dalam waktu tiga tahun akhir, masyarakat buta aksara di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati semakin menurun. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah Empat Lawang untuk memberantas buta aksara semakin tampak.
Kepala Dinas Pendidikan H Syahril melalui Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) sekaligus Ketua Panitia (HAI) ke 46 Rita Purwaningsih menyampaikan, pemerintah Empat Lawang terus berjuang untuk menuntaskan buta aksara yang masih ada. Seperti di tahun 2009 tingkat keaksaraan di Empat Lawang masih 9,04 %. Kemudian tahun 2010 turun menjadi 7,75 % sedangkan 2011 kembali turun menjadi 6,78 % dari jumlah penduduk 221.176 jiwa. Artinya keberhasilan pemerintah Empat Lawang sudah mencapai 2,26 % dalam memberantas buta aksara.
“Kita berupaya kedepan seluruh masyarakat Empat Lawang minimal bisa baca tulis hitung (calistung) dan bebas dari buta aksara ditargetkan tahun 2016,”kata Rita.
Mengenai pelatihan tutor keaksaraan, sambung Rita, digelar dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional ke 46. Dengan pelatihan Keaksaraan Fungsional (KF) dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se Kabupaten Empat Lawang sebanyak 140 orang dari 6 PKBM.
“Ini tidak lain adalah upaya untuk memberantas buta aksara di Kabupaten Empat Lawang,”pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri melalui Sekda H Anwar Yakub mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan layanan pendidikan secara inklusif dengan cara memperluas akses terhadap bahan bacaan dan kecakapan hidup. Terutama bagi kelompok tertinggal itulah sebabnya dalam program keaksaraan kita mengenal istilah keaksaraan fungsional sebagai upaya untuk mendorong terjadinya percepatan dalam pengentasan ke tuna aksaraan yang bersinergi dengan program penanggulangan kemiskinan dan percepatan pembangunan manusia berkarakter.
“Program pemberantasan tuna aksara yang telah berjalan baik selama dua tahun terakhir di Empat Lawang ini patut diapresiasi. Namun bukan berarti hanya berhenti disini, melainkan terus berupaya secara bersama menuju Empat Lawang EMASS,” imbuhnya.
Harus diakui, sambung Anwar, upaya meningkatkan keaksaraan dan ketrampilan atau kecakapan hidup kaum perempuan masih tertinggal itu tidaklah mudah. Membutuhkan strategi yang tepat dan mengenai sasaran. Makanya sangat membutuhkan dukungan dan support dari semua pihak, bukan hanya dari pemerintah, melainkan juga dari semua pihak yang ada di Empat Lawang.
“Pemerintah mengajak insan pendidikan, Pejabat pemerintah dan segenap masyarakat untuk berlomba-lomba menekan angka tuna aksara dan memberikan perhatian yang lebih untuk dunia pendidikan menuju pembangunan Empat Lawang EMASS,” pungkas Anwar. (eko)

Kecamatan SU I & IT II Dimekarkan

Palembang, SN
Dari 16 kecamatan yang ada saat ini, mulai tahun 2012 akan ada 18 kecamatan di Palembang.Kecamatan Seberang Ulu I dan Kecamatan Ilir Timur II bakal dipecah atau dimekarkan.Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi I DPRD Kota Palembang, Darmawan, kemarin.
“Dua kecamatan itu sudah sangat padat. Sehingga sudah layak untuk dimekarkan,” ujarnya.
Dijelaskannya, di kecamatan Seberang Ulu I jumlah penduduknya sebanyak 182.372 jiwa. Di Kecamatan Ilir Timur II penduduknya sekitar 160 ribu lebihdan IT II itu sudah 160 ribu lebih.
Padahal, berdasarkan Permendagri Nomor 4 Tahun 2000, satu kecamatan itu idealnya memiliki 7.500 jiwa dengan luas wilayah 10 kilometer persegi. Sedangkan untuk kelurahan, idealnya hanya ada empat kelurahan saja.
“Saat ini untuk SU I ada 10 kelurahan dan IT II ada 12 kelurahan. Ini sudah terlalu padat. Makanya, kami setujui adanya pemekaran kecamatan ini,” ujar anggota DPRD Kota Palembang dari dari Fraksi PDI-Perjuangan ini.
“Kalau sudah terlalu padat penduduknya, itu akan menyulitkan bagi kecamatan dalam memberikan pelayanan dan pengawasan,” katanya.
Untuk dananya, kata Darmawan, dianggarkan dalam APBD 2012 sebesar Rp 200 juta. “Nanti Pemkot akan membentuk tim teknis untuk mempersiapkan pemekaran kecamatan ini,"jelasnya.
Walikota Palembang, Eddy Santana Putra mengatakan, pemekaran kecamatan merupakan upaya mempercepat pelayanan publik. “Kalau kecamatan terlampau padat, itu bisa mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” kata Eddy.
Dijelaskannya, saat ini ada 16 kecamatan di Palembang yaitu Kecamatan Ilir Timur I, Ilir Timur II, Ilir Barat I, Ilir Barat II, Bukit Kecil, Kemuning, Kalidoni. Kemudian Kecamatan Sako, Sukarami, Alang-Alang Lebar, Sematang Borang, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Kecamatan Plaju, Kertapati, dan Kecamatan Gandus. (**)

Balita Melepuh Tersiram Kuah Soto


Sekayu, SN
Sungguh malang nasib yang dialami Jundi, bocah tiga tahun, warga Jalur Dua Transmigrasi Desa Air Balui Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Muba. Badannya melepuh tersiram kuah soto yang dimasak orang tuanya dikantin sekolah. Akibatnya, bocah itu harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sekayu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi Rabu (14/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Hal ini bermula ketika korban mengikuti ibunya berjualan dikantin sekolah di SDN 4 Air Balui.
Saat korban sedang duduk dikursi, tiba-tiba saja turun dan menabrak ceret dan kuah soto yang sedang dimasak orang tuanya. Saat itulah korban terjatuh terlentang dan kuah soto yang dimasak, tumpah ke tubuh korban.
“Anak saya langsung nangis dan teriak sambil badannya kejang kepanasan,” ujar Ayah korban, Miyono(33) ditemui di RSUD Sekayu, Rabu (14/12).
Melihat kondisi itu, korban langsung diangkat namun baju yang dipakai lengket ke badan akibat tersiram air panas tadi. Kontan saja sang ayah langsung membuka baju tersebut. Karena kondisinya cukup parah korban sempat dibawa ke Puskesmas Ngulak namun akhirnya dirujuk ke RSUD Sekayu.
“Untunglah pak tidak kena wajahnya. Semenjak kejadian itu anak kami tidak bisa tidur dan hanya menangis terus. Setelah dikasih obat penenang barulah bisa tidur pulas,” jelas Miyono yang didamping sang istri, Magfiroh (24).
Menurut Magfiroh, dirinya tidak ada firasat apa-apa anaknya harus mengalami musibah tersebut. Hanya saja sejak beberapa sebelumnya dia merasa tidak tenang. Sang Ibupun heran karena biasanya sang anak tidak pernah apa-apa saat turut menemani sang Ibu memasak di kantin sekolah.
“Dia (anak) biasanya duduk dikursi dan kalau mau turun ngomong dulu. Tapi kali ini tidak, langsung turun dan menyenggol panci kuah soto,” tandasnya. (her)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.