Kamis, 09 Februari 2012
Kekurangan PNS, OKI Tetap Patuhi Moratorium
Kayuagung, SN
Moratorium atau penundaan sementara penerimaan CPNS yang menjadi Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri September 2011 lalu tetap akan dipatuhi Pemkab OKI meskipun setiap tahunnya daerah ini mengalami kekurangan PNS.
Maulan Aklil SIP MSi selaku Kepala BKD OKI kepada wartawan kemarin mengatakan, kekurangan PNS baik dari tenaga teknis, kesehatan dan pendidik selalu dialami setiap daerah karena setiap tahun pasti ada PNS yang masuk masa pensiun yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan orang.
Katanya lagi, khususnya di Kabupaten OKI memang kerap kali masuk usulan dari beberapa SKPD di jajaran Pemkab OKI yang mengharapkan penambahan pegawai di instansi tersebut. Usulan terkini disampaikan Dishubkominfo OKI yang kekurangan tenaga teknis, namun SKPD lainnya juga mengalami hal serupa.
Berapa jumlah PNS yang dibutuhkan OKI saat ini, Maulan mengatakan angkanya mencapai lebih dari seribu orang. Jumlah ini didominasi oleh kebutuhan PNS tenaga pendidik dan kesehatan. Bahkan pemerintah setempat sudah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan penerimaan CPNS.
”Sampai saat ini belum ada kepastian dan keputusan terbaru dari pemerintah pusat terkait penerimaan CPNS. Jadi kita tetap mematuhi moratorium yang menjadi SKB 3 menteri,” kata Maulan.
Sebelumnya, Kepala Dishubkominfo OKI Drs H Asnawi P Ratu MM mengatakan, pihaknya membutuhkan tenaga yang memahami bidang perhubungan untuk meningkatkan kinerja jajarannya dalam mengejar target PAD. Dishubkominfo memang sudah memiliki PNS yang lulusan ilmu perhubungan namun jumlahnya sangat minim.
SKB 3 menteri tersebut telah berlaku sejak 1 September hingga 31 Desember 2012 mendatang. Moratorium dibuat dalam aturan bersama karena menyangkut pemerintah pusat dan daerah. Selama moratorium ini, tim reformasi birokrasi nasional akan menata ulang struktural dan kelembagaan kepegawaian. (iso)
Moratorium atau penundaan sementara penerimaan CPNS yang menjadi Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri September 2011 lalu tetap akan dipatuhi Pemkab OKI meskipun setiap tahunnya daerah ini mengalami kekurangan PNS.
Maulan Aklil SIP MSi selaku Kepala BKD OKI kepada wartawan kemarin mengatakan, kekurangan PNS baik dari tenaga teknis, kesehatan dan pendidik selalu dialami setiap daerah karena setiap tahun pasti ada PNS yang masuk masa pensiun yang jumlahnya puluhan bahkan ratusan orang.
Katanya lagi, khususnya di Kabupaten OKI memang kerap kali masuk usulan dari beberapa SKPD di jajaran Pemkab OKI yang mengharapkan penambahan pegawai di instansi tersebut. Usulan terkini disampaikan Dishubkominfo OKI yang kekurangan tenaga teknis, namun SKPD lainnya juga mengalami hal serupa.
Berapa jumlah PNS yang dibutuhkan OKI saat ini, Maulan mengatakan angkanya mencapai lebih dari seribu orang. Jumlah ini didominasi oleh kebutuhan PNS tenaga pendidik dan kesehatan. Bahkan pemerintah setempat sudah menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan penerimaan CPNS.
”Sampai saat ini belum ada kepastian dan keputusan terbaru dari pemerintah pusat terkait penerimaan CPNS. Jadi kita tetap mematuhi moratorium yang menjadi SKB 3 menteri,” kata Maulan.
Sebelumnya, Kepala Dishubkominfo OKI Drs H Asnawi P Ratu MM mengatakan, pihaknya membutuhkan tenaga yang memahami bidang perhubungan untuk meningkatkan kinerja jajarannya dalam mengejar target PAD. Dishubkominfo memang sudah memiliki PNS yang lulusan ilmu perhubungan namun jumlahnya sangat minim.
SKB 3 menteri tersebut telah berlaku sejak 1 September hingga 31 Desember 2012 mendatang. Moratorium dibuat dalam aturan bersama karena menyangkut pemerintah pusat dan daerah. Selama moratorium ini, tim reformasi birokrasi nasional akan menata ulang struktural dan kelembagaan kepegawaian. (iso)
Puluhan Hektar Sawah Terserang Patah Leher
Banyuasin, SN
Puluhan hektar padi di Kecamatan Muara Padang yang rata-rata sudah berumur 75 hari atau masa generatif terserang patah leher, hal ini membuat petani pusing, apalagi penyakit yang menyerang padi-padi mereka terjadi dimasa padi sedang "bunting" (berbuah).
Petani Desa Daya Utama Bejo (40) di Pemkab Banyuasin mengaku kebingungan menangani penyakit ini. Menurutnya bunga padi berwarna putih dan keluar dari batangnya. Akibat hama tersebut buah padi mati sedangkan batang dan daunnya masih hijau.
Kasus patah leher yang menimpa disawah desa Daya Utama Blok A jalur 18 ini tergolong aneh sebab hama tidak tampak kasat mata, sementara padi-padi disini telah berbuah dan menghawatirkan kalau seluruh sawah terserang hama tersebut.
“Kita belum tahu apa penyebabnya, dan dari kejadian tersebut menyebabkan petani mengalami kerugian sekitar 5-10 persen dari hasil semestinya, karena yang patah leher menyerang dan ada yang sembuh sendiri,” kata Bejo.
Hal senada dikatakan oleh Yanto (40). Dikatakan Yanto petani banyak yang bingung mengatasi masalah penyakit patah leher ini. Petani hanya menduga-duga jenis obat yang bisa memulihkan padi-padi mereka.
“Tidak semua petani tahu bagaimana penanggulangan hama patah leher itu, membutuhkan penerangan dari dinas terkait untuk menentukan jenis obat yang harus digunakan agar padi menjadi sehat. Bayangkan dalam satu hamparan serangan patah leher ada yang mencapai 10 persen maka kalau ini dibiarkan akan menjadikan tanaman padi mubazir karena buah menjadi ‘gabug’ tidak ada isi dan lambat laun buah putih dan mati.” tuturnya
Kepala Dinas Pertanian Ir Madian saat dikonfirmasi mengatakan, terjadinya patah leher padi disebabkan oleh bakteri yang ada didalam batang dan bakteri. “Itu bisa menyebabkan padi yang baru berbunga menjadi layu dan mati, sedangkan batang dan daunnya tetap segar,” kata Madian.
Madian mengatakan, bakteri itu muncul akibat perubahan iklim dari musim kemarau ke musim hujan. Kalau sudah terserang tidak bisa diobati lagi sebab buah yang baru tunas langsung mati. (sir)
Puluhan hektar padi di Kecamatan Muara Padang yang rata-rata sudah berumur 75 hari atau masa generatif terserang patah leher, hal ini membuat petani pusing, apalagi penyakit yang menyerang padi-padi mereka terjadi dimasa padi sedang "bunting" (berbuah).
Petani Desa Daya Utama Bejo (40) di Pemkab Banyuasin mengaku kebingungan menangani penyakit ini. Menurutnya bunga padi berwarna putih dan keluar dari batangnya. Akibat hama tersebut buah padi mati sedangkan batang dan daunnya masih hijau.
Kasus patah leher yang menimpa disawah desa Daya Utama Blok A jalur 18 ini tergolong aneh sebab hama tidak tampak kasat mata, sementara padi-padi disini telah berbuah dan menghawatirkan kalau seluruh sawah terserang hama tersebut.
“Kita belum tahu apa penyebabnya, dan dari kejadian tersebut menyebabkan petani mengalami kerugian sekitar 5-10 persen dari hasil semestinya, karena yang patah leher menyerang dan ada yang sembuh sendiri,” kata Bejo.
Hal senada dikatakan oleh Yanto (40). Dikatakan Yanto petani banyak yang bingung mengatasi masalah penyakit patah leher ini. Petani hanya menduga-duga jenis obat yang bisa memulihkan padi-padi mereka.
“Tidak semua petani tahu bagaimana penanggulangan hama patah leher itu, membutuhkan penerangan dari dinas terkait untuk menentukan jenis obat yang harus digunakan agar padi menjadi sehat. Bayangkan dalam satu hamparan serangan patah leher ada yang mencapai 10 persen maka kalau ini dibiarkan akan menjadikan tanaman padi mubazir karena buah menjadi ‘gabug’ tidak ada isi dan lambat laun buah putih dan mati.” tuturnya
Kepala Dinas Pertanian Ir Madian saat dikonfirmasi mengatakan, terjadinya patah leher padi disebabkan oleh bakteri yang ada didalam batang dan bakteri. “Itu bisa menyebabkan padi yang baru berbunga menjadi layu dan mati, sedangkan batang dan daunnya tetap segar,” kata Madian.
Madian mengatakan, bakteri itu muncul akibat perubahan iklim dari musim kemarau ke musim hujan. Kalau sudah terserang tidak bisa diobati lagi sebab buah yang baru tunas langsung mati. (sir)
Hutan Makin Rusak, Pemerintah Buta Tuli?

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat
KERUSAKAN hutan di Indonesia, yang katanya bagian dari paru-paru dunia terus berlangsung dari waktu ke waktu. Dari 140 juta hektar hutan Indonesia, diperkirakan 60 juta hektar di antaranya mengalami kerusakan.
Ttu data tahun 2010. Lalu sepanjang tahun 2011, diyakini kerusakan semakin parah. Hanya untuk mengingatkan saja, pemerintah sangat pandai bermain angka data. Maka jangan mudah percaya data kalau hutan Indonesia makin terjaga.
Data yang ada sebenarnya adalah data di atas kertas saja, hal yang sebenarnya di lapangan kerusakan lebih luas dari jumlah itu. Agar hutan dan alam di Tanah Air bisa terjada dan terlindungi, kerusakan ini harus menjadi konsentrasi atau perhatian semua pihak. Jika tidak, bukan sesuatu yang mustahil suatu saat Indonesia tidak akan lagi memiliki hutan.
Memang selama ini pemerintah telah menyiapkan berbagai program untuk menjaga agar hutan itu tetap aja, mulai dari menjaga agar hutan yang lama tetap ada sampai penanaman hutan kembali. Sebenarnya agar hutan tetap terjaga, semua pihak harus saling mendukung satu sama lain. Hal yang terpenting adalah bagaimana korupsi di wilayah kehutanan ini bisa ditekan.
Untuk dikatahui dugaan korupsi di sektor kehutanan mencapai Rp 30 triliun pertahunnya. Mulai dari proses perizinan sampai penebangan hutan untuk dijadikan perkebunan, banyak melibatkan mafia kehutanan.
Terdata ada ada 9 kasus, korupsi kehutanan di Indonesia mulai dari Riau, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. `Kerugian negara mencapai Rp 30 triliun, yang dihitung dari rata-rata, ada 9 kasus korupsi kehutanan tiap tahunnya, dengan estimasi total tiap kasusnya kerugian negara mencapai Rp 6,6 triliun.
Kasus-kasus kehutanan lebih banyak ditangani polisi, kejaksaan dan KPK jarang terdengar menangani masalah korupsi kehutanan. Padahal sangat jelas, upaya pemberantasan korupsi kehutanan juga akan membantu meminimalisir eskalasi praktek pembabatan hutan liar di Indonesia.
Tetapi sekali lagi inilah Indonesia, lihat saja Pasal yang digunakan menjerat mafia hutan adalah dalam pasal 2 ayat 1 dan 3 serta UU Korupsi, serta pasal gratifikasi. Penggunakaan delik korupsi ini juga karena sejumlah cukong lepas dari pengawasan.
Kondisi makin rusaknya hutan di Indonesia juga didukung dengan hukum yang bisa ditawar-tawar. Banyak sekali kasus pembalakan hutan yang menguap begitu saja, dan ini seringkai terjadi.
Dengan demikian, niat baik dari pemerintah sendiri untuk menangani dan mengatasi kerusakan masih sangat minim dan jauh dari kata serius. Belum ada kata terlambat untuk menjaga hutan kita, jika memang mau.
Tegakkan supremasi hukum tanpa pandang bulu dan jauhkan tebang pilih masalah hukum, karena terus saja pembalakan hutan dengan banyak daliih, seringkali dilakukan orang-orang yang dekat dengan lingkaran kekuaasaan. (***)
Warga Tanjung Raja OI Keluhkan Pipa Bocor
Indralaya, SN
Masyarakat Lingkungan III RT 11 Kelurahan Tanjung Raja Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengeluhkan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ogan yang mengalami kebocoran sejak dua tahun terakhir di lingkungan tersebut.
Menurut Guntur (49), salah satu warga Tanjung Raja mengaku, sejak dua tahun terakhir pipa PDAM yang ada di lingkungannya mengalami kebocoran. Bahkan sekitar setahun lalu pernah diperbaiki pihak PDAM namun kembali mengalami kebocoran yang mengakibatkan terjadi genangan air di badan jalan. Selain keadaan jalan menjadi banjir, badan jalan rusak bahkan sering terjadi kecelakaan.
Disamping itu Guntur juga sangat menyayangkan karena kucuran air PDAM kecil dan keruh sehingga kebanyakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari tidak dimanfaatkan.
Direktur PDAM Tirta Ogan, Zulkarnain SPd mengakui, pihaknya sudah mendapat laporan dari masyarakat dan sudah memerintahkan stafnya untuk segera diperbaiki.
"Kami memang sudah mendapat laporan dari masyarakat Tanjung Raja dan kami sudah menurunkan tim untuk memperbaiki dan bila perlu mengganti pipa tersebut," ujar Zulkarnain.
Ditambahkan Zulkarnain yang didampingi Kabag Umum Ridho mengenai kucuran air yang keruh mungkin diakibatkan karena sekarang musim hujan namun kami juga berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dengan lebih banyak memberikan zat atau tawas agar air lebih jernih.
"Mungkin kami akan memberikan tawas yang lebih banyak lagi agar air menjadi lebih jernih disamping itu memang setiap musim penghujan air akan menjadi lebih keruh," papar Zulkarnain. (man)
Masyarakat Lingkungan III RT 11 Kelurahan Tanjung Raja Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengeluhkan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ogan yang mengalami kebocoran sejak dua tahun terakhir di lingkungan tersebut.
Menurut Guntur (49), salah satu warga Tanjung Raja mengaku, sejak dua tahun terakhir pipa PDAM yang ada di lingkungannya mengalami kebocoran. Bahkan sekitar setahun lalu pernah diperbaiki pihak PDAM namun kembali mengalami kebocoran yang mengakibatkan terjadi genangan air di badan jalan. Selain keadaan jalan menjadi banjir, badan jalan rusak bahkan sering terjadi kecelakaan.
Disamping itu Guntur juga sangat menyayangkan karena kucuran air PDAM kecil dan keruh sehingga kebanyakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari tidak dimanfaatkan.
Direktur PDAM Tirta Ogan, Zulkarnain SPd mengakui, pihaknya sudah mendapat laporan dari masyarakat dan sudah memerintahkan stafnya untuk segera diperbaiki.
"Kami memang sudah mendapat laporan dari masyarakat Tanjung Raja dan kami sudah menurunkan tim untuk memperbaiki dan bila perlu mengganti pipa tersebut," ujar Zulkarnain.
Ditambahkan Zulkarnain yang didampingi Kabag Umum Ridho mengenai kucuran air yang keruh mungkin diakibatkan karena sekarang musim hujan namun kami juga berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dengan lebih banyak memberikan zat atau tawas agar air lebih jernih.
"Mungkin kami akan memberikan tawas yang lebih banyak lagi agar air menjadi lebih jernih disamping itu memang setiap musim penghujan air akan menjadi lebih keruh," papar Zulkarnain. (man)
Pekerja Tambang Batubara Kembali Bekerja
Sekayu, SN
Setelah berlangsung mogok kerja selama sepekan, para pekerja tambang batubara PT Alas Watu Utama (AWU) sebanyak 200 lebih karyawan yang merupakan Subkontraktor di PT Baturona, akhirnya Rabu 8 Februari) mulai kerja kembali .
"Mulai hari ini (kemarin Red) semua pekerja yang melakukan mogok kerja, sudah mulai bekerja seperti biasanya," ujar Manager HRD PT Baturona Rudi kepada wartawan melalui via hanphone, Rabu(8/2).
Rudi mengatakan, sebenarnya aksi mogok kerjanya ini tidak perlu terjadi, apabila hak dan kewajiban masing-masing melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan. "Pekerja melaksanakan kewajibannya untuk bekerja, dan perusahaan melaksanakan hak dan kewajibannya membayar upah, itu saja," Kata Rudi.
Rudi menampik, kalau aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan itu terkait karena persoalan UMR, termasuk ada pekerja dari perusahaan asing yakni dari Malaysia dan Singapura.
"Kita mempekerjakan para karyawan itu sudah sesuai dengan undang-undang ketentuan dari upah minimum sektoral, yakni diatas Rp 1.270.000," terang Rudi.
Sebenarnya yang terjadi dari aksi mogok kerja tersebut, terkait rasa solidaritas dan hubungan emosional antara pekerja dengan salah satu karyawan yang bernama Hendri yang di putus hubungan kerjanya (PHK), karena usianya sudah memasuki 59 tahun yang dianggap sudah tidak produktif lagi.
"Inilah salah satu pemicu hingga melebar kepersoalan lain, dari aksi mogok kerja tersebut, karena terkait adanya hubungan emosional dan solidaritas pekerja dengan Hendri," lanjut Rudi seraya mengatakan status Hendri tetap di PHK, ya itu tadi karena usianya sudah 59 tahun.
Sementara Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Muba Ir H Yusman Srianto MT melalui Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Juanda SE mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah mediasi terhadap persoalan karyawan yang melakukan aksi mogok kerja dengan pihak managemen PT Baturona .
"Antara pekerja dengan perusahaan sudah kita selesaikan, dan para pakerja sudah mulai masuk kerja hari ini (kemarin Red)," kata Juanda, yang sebelumnya sempat disibukan dengan persoalan ini.
Dimana Kata Juanda, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pihak PT Baturona sudah melaksanakan tugas dan kewajibannya memberikan upah kepada pakerja sesuai dengan Undang-undang ketenagakerjaan yakni peraturan yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Sumsel No 825/KPTS/Disnaker/2011 tentang upah minimum sektoral yakni standarnya sebesar Rp 1.270.000.
"Jadi perusahaan Baturona sudah melaksanakan kewajibannya memberikan upah kepada pekerjanya sesuai ketentuan upah minimum sektoral," jelas Juanda. (her)
Setelah berlangsung mogok kerja selama sepekan, para pekerja tambang batubara PT Alas Watu Utama (AWU) sebanyak 200 lebih karyawan yang merupakan Subkontraktor di PT Baturona, akhirnya Rabu 8 Februari) mulai kerja kembali .
"Mulai hari ini (kemarin Red) semua pekerja yang melakukan mogok kerja, sudah mulai bekerja seperti biasanya," ujar Manager HRD PT Baturona Rudi kepada wartawan melalui via hanphone, Rabu(8/2).
Rudi mengatakan, sebenarnya aksi mogok kerjanya ini tidak perlu terjadi, apabila hak dan kewajiban masing-masing melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan. "Pekerja melaksanakan kewajibannya untuk bekerja, dan perusahaan melaksanakan hak dan kewajibannya membayar upah, itu saja," Kata Rudi.
Rudi menampik, kalau aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan itu terkait karena persoalan UMR, termasuk ada pekerja dari perusahaan asing yakni dari Malaysia dan Singapura.
"Kita mempekerjakan para karyawan itu sudah sesuai dengan undang-undang ketentuan dari upah minimum sektoral, yakni diatas Rp 1.270.000," terang Rudi.
Sebenarnya yang terjadi dari aksi mogok kerja tersebut, terkait rasa solidaritas dan hubungan emosional antara pekerja dengan salah satu karyawan yang bernama Hendri yang di putus hubungan kerjanya (PHK), karena usianya sudah memasuki 59 tahun yang dianggap sudah tidak produktif lagi.
"Inilah salah satu pemicu hingga melebar kepersoalan lain, dari aksi mogok kerja tersebut, karena terkait adanya hubungan emosional dan solidaritas pekerja dengan Hendri," lanjut Rudi seraya mengatakan status Hendri tetap di PHK, ya itu tadi karena usianya sudah 59 tahun.
Sementara Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Muba Ir H Yusman Srianto MT melalui Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Juanda SE mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah mediasi terhadap persoalan karyawan yang melakukan aksi mogok kerja dengan pihak managemen PT Baturona .
"Antara pekerja dengan perusahaan sudah kita selesaikan, dan para pakerja sudah mulai masuk kerja hari ini (kemarin Red)," kata Juanda, yang sebelumnya sempat disibukan dengan persoalan ini.
Dimana Kata Juanda, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pihak PT Baturona sudah melaksanakan tugas dan kewajibannya memberikan upah kepada pakerja sesuai dengan Undang-undang ketenagakerjaan yakni peraturan yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Sumsel No 825/KPTS/Disnaker/2011 tentang upah minimum sektoral yakni standarnya sebesar Rp 1.270.000.
"Jadi perusahaan Baturona sudah melaksanakan kewajibannya memberikan upah kepada pekerjanya sesuai ketentuan upah minimum sektoral," jelas Juanda. (her)
Asmawati Terserang Penyakit Tumor Kulit Butuh Bantuan

Sekayu, SN
Sejak usiannya sepuluh tahun, Asmawati (42) warga desa Babat kecamatan Babat Toman kabupaten Musi Banyuasin terserang penyakit tumor kulit yang tak kunjung sembuh. Bahkan penyakitnya itu semakin hari semakin bertambah parah, hingga membesar pada wajahnya. Ia berharap, ada orang yang dapat membantu penyembuhan penyakitnya.
Menurut asmawati, penyakit yang dideritanya ini, timbul sejak usia sepuluh tahun, dengan tanda bintik-bintik berbentuk benjolan sampai akhirnya menjalar keseluruh tubuh. “Kalau badan saya besar penyakit ini semakin besar apalagi saya beranjak dewasa malah semakin bertambah parah,” katanya dengan keluh dan risau berharap ada orang yang dapat membantu penyembuhan penyakit tumor kulit dideritanya.
Terlebih pada wajah, membesar sampai menutupi mata, namun yang semakin merisaukan tangan dan kaki pun tumbuh benjolan yang sama. “Upaya untuk penyembuhan pun sudah pernah dilakukan, namun tak kunjung sembuh,” ujarnya.
Sejak almarhum sang suami dan anaknya meninggal, asmawati pun tinggal bersama keponakkannya Ema. Dengan hidup sederhana ia pun mencari uang sebagai tukang cuci pakaian keliling. "Karena keterbatasan biaya, untuk mengobati penyakit ini terpaksa meminta bantuan para tetangga, namun sudah habis dan tidak bisa lagi berobat,” ungkapnya sembari pasrah meskipun penyakit dideritanya tak kunjung sembuh.
Sementara dinas kesehatan musi banyuasin, dr taufiq Rusdi Mkes, membenarkan asmawati pernah berobat di RSUD Sekayu pada tahun 2005 yang lalu, namun ia tidak pernah lagi cek up kerumah sakit. Dianjurkan agar dapat segera datang kembali cek up kepihak medis, karena untuk peyembuhan ada beberapa tahapan-tahapan.
"Penyakit tersebut tumor kulit yang sudah menjalar keseluruh tubuh, sehingga dianjurkan agar asmawati dapat kembali berobat. Masalah biaya, pengobatan gratis sudah dilakukan, sehingga jangan takut akan biaya, untuk itu bagi masyarakat siapa saja dapat melaporkan kepihak kami,” katanya sembari menambahkan akan meninjau dan menindak lanjuti penyakit yang diderita asmawati itu. (her)
Warga Pagaralam Masih Terus Kesulitan Air Bersih
Pagaralam, SN
Warga di beberapa dusun yang berada di Kota Pagaralam yakni di kawasan dempo-dempo hingga saat ini warganya masih kesulitan mendapatkan air bersih terutama untuk kebutuhan sehari-hari, seperti di Kecamatan Dempo Selatan seperti Dusun Bandar Jaya, Kelurahan Kance Diwe, Dusun Muara Tenang, dan Kelurahan Perahudipo.
Demikian juga di Dusun Rimba Candi, Sumber Jaya, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Tengah, warganya masih harus mengambil air di beberapa sumber mata air yang lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga. Demikian pantauan, Rabu (8/2).
Untuk Kecamatan Dempo Utara juga tidak lebih baik, beberapa dusun, seperti Dusun 32 dan Dusun Tanjung Taring, Kelurahan Burung Dinang, juga masih belum mendapat fasilitas air bersih dari pemerintah, warga harus mengambil air bersih untuk keperluan sehari-hari dilokasi sumber air yang memerlukan jarak tempuh yang sangat jauh.
Menurut Yanto, warga Burung Dinang mengaku, dusunnya sudah puluhan tahun belum memiliki fasilitas air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Warga sendiri harus mengambil air di beberapa sumber air yang letaknya sangat jauh dari pemukiman warga.
"Kami cukup kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari hari terutama untuk memasak, setiap hari kami harus mengambil air ke kebun yang jaraknya sekitar dua kilometer dan menggunakan jerigen, kalau musim kemarau, sumber air kami kadang-kadang kering dan keruh serta mengeluarkan bau," keluhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kota Pagaralam, Yunali melalui Kabid Cipta Karya Hariadi Razak, mengatakan, saat ini memang masih ada sebagian dusun di tiga kecamatan di Pagaralam yang memang belum memiliki fasilitas air bersih.
Namun demikian, pemerintah juga setiap tahun memberikan bantuan untuk pemasangan fasilitas air bersih di beberapa daerah sehingga ditargetkan pada tahun 2012 ini seluruh wilayah akan mendapatkan fasilitas air bersih dari pemerintah.
"Tahun ini kita menargetkan semua dusun harus sudah memiliki fasilitas air bersih, termasuk di kawasan dempo dan juga lapter Atungbungsu," katanya. (asn)
Warga di beberapa dusun yang berada di Kota Pagaralam yakni di kawasan dempo-dempo hingga saat ini warganya masih kesulitan mendapatkan air bersih terutama untuk kebutuhan sehari-hari, seperti di Kecamatan Dempo Selatan seperti Dusun Bandar Jaya, Kelurahan Kance Diwe, Dusun Muara Tenang, dan Kelurahan Perahudipo.
Demikian juga di Dusun Rimba Candi, Sumber Jaya, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Tengah, warganya masih harus mengambil air di beberapa sumber mata air yang lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga. Demikian pantauan, Rabu (8/2).
Untuk Kecamatan Dempo Utara juga tidak lebih baik, beberapa dusun, seperti Dusun 32 dan Dusun Tanjung Taring, Kelurahan Burung Dinang, juga masih belum mendapat fasilitas air bersih dari pemerintah, warga harus mengambil air bersih untuk keperluan sehari-hari dilokasi sumber air yang memerlukan jarak tempuh yang sangat jauh.
Menurut Yanto, warga Burung Dinang mengaku, dusunnya sudah puluhan tahun belum memiliki fasilitas air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Warga sendiri harus mengambil air di beberapa sumber air yang letaknya sangat jauh dari pemukiman warga.
"Kami cukup kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari hari terutama untuk memasak, setiap hari kami harus mengambil air ke kebun yang jaraknya sekitar dua kilometer dan menggunakan jerigen, kalau musim kemarau, sumber air kami kadang-kadang kering dan keruh serta mengeluarkan bau," keluhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kota Pagaralam, Yunali melalui Kabid Cipta Karya Hariadi Razak, mengatakan, saat ini memang masih ada sebagian dusun di tiga kecamatan di Pagaralam yang memang belum memiliki fasilitas air bersih.
Namun demikian, pemerintah juga setiap tahun memberikan bantuan untuk pemasangan fasilitas air bersih di beberapa daerah sehingga ditargetkan pada tahun 2012 ini seluruh wilayah akan mendapatkan fasilitas air bersih dari pemerintah.
"Tahun ini kita menargetkan semua dusun harus sudah memiliki fasilitas air bersih, termasuk di kawasan dempo dan juga lapter Atungbungsu," katanya. (asn)
Pagaralam Siaga Bencana di Tiga Kecamatan
Pagaralam, SN
Pemkot Pagaralam, siaga bencana di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Dempo Utara, Pagaralam Utara dan Dempo Selatan. Ketiga kecamatan ini merupakan daerah paling rawan banjir bandang dan longsor. Puluhan titik sepanjang jalan negara Kota Pagaralam-Lahat dan kawasan perbukitan di tiga kecamatan tersebut memasuki musim penghujan tahun ini terjadi longsor dan banjir bandang.
"Kalau longsor mulai dari Kelurahan Rebahtinggi, hingga Kelurahan Burung Dinang, Kecamatan Dempo Utara, dan banjir berada di Kelurahan Bandar, Ujanmas, Burungdinang," kata Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas, Firmanudin, Rabu (8/2).
Menurut dia, kondisi hutan perbukitan Kecamatan Dempo Utara, dan Dempo Selatan bukan hanya sudah gundul, tapi juga mengalami alih fungsi.
"Memang sejak hujan yang tidak kunjung redah dalam satu minggu ini, sudah ada beberapa titik jalan dan kawasan pemukiman longsor serta banjir," ungkap dia.
Contohnya, kata dia, hutan dan perkebunan kopi di daerah Bukit Kayu Manis Kelurahan Jangkaremas, Kecamatan Dempo Utara, sudah ada sekitar lima titik longsor.
"Kemudian kalau banjir di Dusun Bandar, Kecamatan Dempo Selatan dan Jambarakar, Dempo Utara," ungkap dia sembari mengatakan, ada juga bukit mengalami keretakan sepanjang sekitar 4 kilometer meter.
Menurut dia, longsor ini juga mengancam puluhan ribu tanaman kopi dan ladang sayur milik warga dua daerah itu.
"Kalau sudah masuk musim penghujan, kondisi semakin parah, karena kondisi tanah mulai labil, apalagi pepohonan sudah banyak hilang," ungkap dia.
Camat Dempo Utara, Rusdi, mengatakan daerah paling parah, longsor dan banjir bandang di sepanjang Sungai Selangis Kelurahan Jangkarmas, Muarasiban, Bumiagung dan Burungdinang.
"Posisinya tepat membentang mulai dari Dusun Tegurwangi hingga Dusun Talang Ayiksalak Kelurahan Ujanmas, Kecamatan Dempo Utara," kata dia pula.
Rusdi mengatakan, longsor tersebut bukan tidak mungkin akan dapat menimbun ratusan ribu batang kopi dan sungai Selangis karena posisinya tepat berada di bawah perbukitan itu.
Sementara itu Plt Kepala Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD), Herawadi S.Sos, mengatakan pemerintah masih akan melakukan pendataan daerah longsor dan rawan banjir.
"Kami sudah usulkan kepada Pemkot Pagaralam, dana siap pakai Rp 2 miliar, untuk mengantisipasi bila terjadi bencana alam," ungkap dia.
Selain pendataan, kata dia, upaya pencegahan sudah dilakukan dengan membentuk tim penanggulangan bencana mulai dari kelurahan dan menempatkan alat berat di daerah paling rawan longsor.
"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan dampak lebih besar bila terjadi bencana alam,' ungkapnya. (asn)
Pemkot Pagaralam, siaga bencana di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Dempo Utara, Pagaralam Utara dan Dempo Selatan. Ketiga kecamatan ini merupakan daerah paling rawan banjir bandang dan longsor. Puluhan titik sepanjang jalan negara Kota Pagaralam-Lahat dan kawasan perbukitan di tiga kecamatan tersebut memasuki musim penghujan tahun ini terjadi longsor dan banjir bandang.
"Kalau longsor mulai dari Kelurahan Rebahtinggi, hingga Kelurahan Burung Dinang, Kecamatan Dempo Utara, dan banjir berada di Kelurahan Bandar, Ujanmas, Burungdinang," kata Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas, Firmanudin, Rabu (8/2).
Menurut dia, kondisi hutan perbukitan Kecamatan Dempo Utara, dan Dempo Selatan bukan hanya sudah gundul, tapi juga mengalami alih fungsi.
"Memang sejak hujan yang tidak kunjung redah dalam satu minggu ini, sudah ada beberapa titik jalan dan kawasan pemukiman longsor serta banjir," ungkap dia.
Contohnya, kata dia, hutan dan perkebunan kopi di daerah Bukit Kayu Manis Kelurahan Jangkaremas, Kecamatan Dempo Utara, sudah ada sekitar lima titik longsor.
"Kemudian kalau banjir di Dusun Bandar, Kecamatan Dempo Selatan dan Jambarakar, Dempo Utara," ungkap dia sembari mengatakan, ada juga bukit mengalami keretakan sepanjang sekitar 4 kilometer meter.
Menurut dia, longsor ini juga mengancam puluhan ribu tanaman kopi dan ladang sayur milik warga dua daerah itu.
"Kalau sudah masuk musim penghujan, kondisi semakin parah, karena kondisi tanah mulai labil, apalagi pepohonan sudah banyak hilang," ungkap dia.
Camat Dempo Utara, Rusdi, mengatakan daerah paling parah, longsor dan banjir bandang di sepanjang Sungai Selangis Kelurahan Jangkarmas, Muarasiban, Bumiagung dan Burungdinang.
"Posisinya tepat membentang mulai dari Dusun Tegurwangi hingga Dusun Talang Ayiksalak Kelurahan Ujanmas, Kecamatan Dempo Utara," kata dia pula.
Rusdi mengatakan, longsor tersebut bukan tidak mungkin akan dapat menimbun ratusan ribu batang kopi dan sungai Selangis karena posisinya tepat berada di bawah perbukitan itu.
Sementara itu Plt Kepala Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD), Herawadi S.Sos, mengatakan pemerintah masih akan melakukan pendataan daerah longsor dan rawan banjir.
"Kami sudah usulkan kepada Pemkot Pagaralam, dana siap pakai Rp 2 miliar, untuk mengantisipasi bila terjadi bencana alam," ungkap dia.
Selain pendataan, kata dia, upaya pencegahan sudah dilakukan dengan membentuk tim penanggulangan bencana mulai dari kelurahan dan menempatkan alat berat di daerah paling rawan longsor.
"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan dampak lebih besar bila terjadi bencana alam,' ungkapnya. (asn)
Golkar Masih Tunggu Hasil Survey
Palembang, SN
Partai Golkar Sumsel mengaku hingga saat ini belum menentukan calon untuk diusung pada 8 pilkada yang akan digelar di Sumsel tahun 2012-2013 mendatang. Penentuan calon yang diusung berdasarkan hasil survey.
Delapan Pilkada yang akan digelar tersebut diantaranya, kota Palembang, Lubuklinggau, Prabumulih, Pagaralam, Lahat, Muara Enim, dan Banyuasin.
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Sumsel, Nasrun Madang, Rabu (8/2) mengatakan, sejak era kepemimpinan Abu Rizal Bakrie, calon yang diusung oleh Golkar harus berdasarkan hasil survey yang dilakukan, dan keputusannya ada di tingkat DPP Partai Golkar.
"Jadi tidak harus kader yang akan kita usung, kalau hasil survey menunjukkan yang paling tinggi ratingnya bukan dari kader partai, maka tetap ia yang akan kita dukung. DPP Golkar tidak mentolerir kader yang hasil surveynya tidak tinggi," katanya.
Ia mengungkapkan, mekanisme pencalonan itu mutlak harus dipatuhi kader, dan Golkar juga menegaskan tidak ada mahar apapun yang diminta Golkar, khususnya bagi mereka yang diusung dan berasal dari luar partai Golkar.
"Dalam penentuan calon yang akan diusung, setidaknya kita melakukan tiga kali survey, delapan bulan sebelum pelaksanaan, kemudian enam bulan sebelum, dan terakhir tiga bulan sebelum pelaksanaan," ungkapnya.
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, Edward Djaya menambahkan, Partai Golkar tidak akan memaksakan kadernya sendiri untuk dicalonkan. Jika hasil survey nantinya Ketua Partai Golkar di kabupaten dan kota justru kalah populer, maka tidak akan dicalonkan dan Golkar akan memilih calon diluar struktur partai.
Jika Ketua Golkar tersebut tetap ngotot mencalonkan diri, padahal tidak dicalonkan partai maka akan mendapatkan sanksi mulai dari teguran keras sampai pemecatan. "Untuk apa mengusung kader sendiri, jika kalah. Kita mengusung calon, yang besar kemungkinan untuk menang sebab itu semuanya tergantung dari hasil survey," imbuhnya.
Survey sendiri beber Edward, sudah dilakukan oleh Partai Golkar di kabupaten dan kota yang akan menggelar pesta demokrasi di 2013. Golkar bebernya sudah melakukan survey di Palembang, Lubuklinggau, Pagaralam, Lahat dan Banyuasin. Namun Golkar fokus di Pagaralam dan Lubuklinggau, sebab kedua kota tersebut merupakan daerah terdekat yang akan menggelar pilkada.
Lebih lanjut Edward mengatakan, untuk kota Palembang, dari hasil survey yang dilakukan partainya, sedikitnya ada tiga nama yakni Ketua DPD Partai Golkar Palembang Ardiansyah, Kadishub dan Informatika Sumsel Sarimuda dan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dodi Reza Alex.
"Di Palembang, kita bisa mencalonkan secara langsung tanpa harus berkoalisi. Namun kita belum memutuskan nama calonnya, kita akan lihat hasil survey nanti. Yang pasti, kita tidak akan memaksakan kader partai untuk dicalonkan," pungkasnya.
Untuk diketahui, beberapa petinggi partai di Sumsel sudah menyebut nama calon yang akan mereka usung di Pilkada di beberapa daerah walaupun masih belum resmi. Partai Amanat Nasional (PAN) misalnya, kemungkinan besar akan mengusung nama Mularis Djahri sebagai Cawako Palembang, Bursa Sarnubi sebagai Cabup Lahat, Joncik Muhammad sebagai cabup Empat Lawang serta Iskandar sebagai Cabup OKI, dan Herman Deru sebagai calon gubernur (cagub) Sumsel.
Sementara PDI Perjuangan untuk Palembang, kemungkinan besar akan mengusung calon incumbent yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Palembang yakni Romi Herton. Sementara di Partai Demokrat ada beberapa nama yang bersaing untuk diusung melalui partai berlambang bintang segitiga itu di Pilkada Palembang yakni anggota DPR RI Syofwatillah Mohzaib, mantan anggota DPR RI Sarjan Taher dan Ketua DPD PD Palembang Harnojoyo. (awj)
Partai Golkar Sumsel mengaku hingga saat ini belum menentukan calon untuk diusung pada 8 pilkada yang akan digelar di Sumsel tahun 2012-2013 mendatang. Penentuan calon yang diusung berdasarkan hasil survey.
Delapan Pilkada yang akan digelar tersebut diantaranya, kota Palembang, Lubuklinggau, Prabumulih, Pagaralam, Lahat, Muara Enim, dan Banyuasin.
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Sumsel, Nasrun Madang, Rabu (8/2) mengatakan, sejak era kepemimpinan Abu Rizal Bakrie, calon yang diusung oleh Golkar harus berdasarkan hasil survey yang dilakukan, dan keputusannya ada di tingkat DPP Partai Golkar.
"Jadi tidak harus kader yang akan kita usung, kalau hasil survey menunjukkan yang paling tinggi ratingnya bukan dari kader partai, maka tetap ia yang akan kita dukung. DPP Golkar tidak mentolerir kader yang hasil surveynya tidak tinggi," katanya.
Ia mengungkapkan, mekanisme pencalonan itu mutlak harus dipatuhi kader, dan Golkar juga menegaskan tidak ada mahar apapun yang diminta Golkar, khususnya bagi mereka yang diusung dan berasal dari luar partai Golkar.
"Dalam penentuan calon yang akan diusung, setidaknya kita melakukan tiga kali survey, delapan bulan sebelum pelaksanaan, kemudian enam bulan sebelum, dan terakhir tiga bulan sebelum pelaksanaan," ungkapnya.
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, Edward Djaya menambahkan, Partai Golkar tidak akan memaksakan kadernya sendiri untuk dicalonkan. Jika hasil survey nantinya Ketua Partai Golkar di kabupaten dan kota justru kalah populer, maka tidak akan dicalonkan dan Golkar akan memilih calon diluar struktur partai.
Jika Ketua Golkar tersebut tetap ngotot mencalonkan diri, padahal tidak dicalonkan partai maka akan mendapatkan sanksi mulai dari teguran keras sampai pemecatan. "Untuk apa mengusung kader sendiri, jika kalah. Kita mengusung calon, yang besar kemungkinan untuk menang sebab itu semuanya tergantung dari hasil survey," imbuhnya.
Survey sendiri beber Edward, sudah dilakukan oleh Partai Golkar di kabupaten dan kota yang akan menggelar pesta demokrasi di 2013. Golkar bebernya sudah melakukan survey di Palembang, Lubuklinggau, Pagaralam, Lahat dan Banyuasin. Namun Golkar fokus di Pagaralam dan Lubuklinggau, sebab kedua kota tersebut merupakan daerah terdekat yang akan menggelar pilkada.
Lebih lanjut Edward mengatakan, untuk kota Palembang, dari hasil survey yang dilakukan partainya, sedikitnya ada tiga nama yakni Ketua DPD Partai Golkar Palembang Ardiansyah, Kadishub dan Informatika Sumsel Sarimuda dan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dodi Reza Alex.
"Di Palembang, kita bisa mencalonkan secara langsung tanpa harus berkoalisi. Namun kita belum memutuskan nama calonnya, kita akan lihat hasil survey nanti. Yang pasti, kita tidak akan memaksakan kader partai untuk dicalonkan," pungkasnya.
Untuk diketahui, beberapa petinggi partai di Sumsel sudah menyebut nama calon yang akan mereka usung di Pilkada di beberapa daerah walaupun masih belum resmi. Partai Amanat Nasional (PAN) misalnya, kemungkinan besar akan mengusung nama Mularis Djahri sebagai Cawako Palembang, Bursa Sarnubi sebagai Cabup Lahat, Joncik Muhammad sebagai cabup Empat Lawang serta Iskandar sebagai Cabup OKI, dan Herman Deru sebagai calon gubernur (cagub) Sumsel.
Sementara PDI Perjuangan untuk Palembang, kemungkinan besar akan mengusung calon incumbent yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Palembang yakni Romi Herton. Sementara di Partai Demokrat ada beberapa nama yang bersaing untuk diusung melalui partai berlambang bintang segitiga itu di Pilkada Palembang yakni anggota DPR RI Syofwatillah Mohzaib, mantan anggota DPR RI Sarjan Taher dan Ketua DPD PD Palembang Harnojoyo. (awj)
Dump Truk Batubara Tabrak Sepeda Motor
Prabumulih, SN
Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan aksi ugal–ugalan pengendara angkutan dump truk batubara terjadi di Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Rabu (8/2) sekitar pukul 15.30 WIB di simpang 4 Jalan Sindur–Gunung Ibul.
Salah seorang pengendara sepeda motor Yamaha Vega R warna BG 5228 RV, menjadi korbannya dan masih dirawat di ruang Instalasai Gawat Darurat RSUD Kota Prabumulih setelah ditabrak dump truk batubara tanpa muatan hingga sempat terseret sejauh 30 meter.
Korban yang usai kejadian mengalami luka pecah kepala dan terkapar dengan kondisi dari hidung dan kedua telingga mengeluarkan darah sampai saat ini belum diketahui nasibnya. Sementara pelaku, pengendara dump truk batubara plat BD 8287 AQ yang mengaku dari perusahaan angkutan Aldeoz, sudah diamankan petugas Satlantas Polres Prabumulih.
Pelaku diketahui bernama Ivan (23) warga Lahat, sebelumnya berusaha melarikan diri usai menabrak korban. Namun usaha pelaku tidak berhasil karena korban berikut kendaraan sepeda motornya masih lekat dibawah dump truck yang dibawanya. Bahkan akibat ulah nekatnya itu, pelaku nyaris dihakimi massa yang saat itu berada disekitar lokasi kejadian. Beruntung petugas Satlantas Polres Prabumulih datang dan mengamankan pelaku.
Menurut Tina (45) salah satu saksi mata, sebelum kejadian mobil dumptruk yang dikendarai pelaku terlihat ugal–ugalan dan ngebut bersama rombongan truk lainnya. Diduga tidak bisa lagi mengendalikan laju mobilnya, kendaraan pelaku yang datang dari arah Jalan Jenderal Sudirman atau Tugu Air Mancur menuju Tugu Nenas Patih Galung, langsung menabrak sepeda motor korban yang saat kejadian datang arah Kelurahan Sindur, Cambai.
“Rombongan dump truk itu dari jauh sudah kelihatan datang saling kejar– kejaran dan akhirnya salah satu dari mereka menabrak sebuah sepeda motor yang saat kejadian baru hendak keluar dari arah simpang 4 Sindur menuju Kelurahan Gunung Ibul,” terang Tina, ditemui usai kejadian.
Dikatakannya, korban berikut sepeda motornya sempat terseret sejauh sekitar 30 meter dibawa dump truk pelaku.
“Kalau kondisinya saya tidak tahu karena takut melihatnya darah tercecer dimana–mana. Bayangkan saja dek, terseret masuk bawah mobil, itu saja sopirnya mau melarikan diri tetapi gagal karena mobilnya lekat di motor korban,” urai pedagang warung kopi di sekitar lokasi kejadian tersebut. (and)
Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan aksi ugal–ugalan pengendara angkutan dump truk batubara terjadi di Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Rabu (8/2) sekitar pukul 15.30 WIB di simpang 4 Jalan Sindur–Gunung Ibul.
Salah seorang pengendara sepeda motor Yamaha Vega R warna BG 5228 RV, menjadi korbannya dan masih dirawat di ruang Instalasai Gawat Darurat RSUD Kota Prabumulih setelah ditabrak dump truk batubara tanpa muatan hingga sempat terseret sejauh 30 meter.
Korban yang usai kejadian mengalami luka pecah kepala dan terkapar dengan kondisi dari hidung dan kedua telingga mengeluarkan darah sampai saat ini belum diketahui nasibnya. Sementara pelaku, pengendara dump truk batubara plat BD 8287 AQ yang mengaku dari perusahaan angkutan Aldeoz, sudah diamankan petugas Satlantas Polres Prabumulih.
Pelaku diketahui bernama Ivan (23) warga Lahat, sebelumnya berusaha melarikan diri usai menabrak korban. Namun usaha pelaku tidak berhasil karena korban berikut kendaraan sepeda motornya masih lekat dibawah dump truck yang dibawanya. Bahkan akibat ulah nekatnya itu, pelaku nyaris dihakimi massa yang saat itu berada disekitar lokasi kejadian. Beruntung petugas Satlantas Polres Prabumulih datang dan mengamankan pelaku.
Menurut Tina (45) salah satu saksi mata, sebelum kejadian mobil dumptruk yang dikendarai pelaku terlihat ugal–ugalan dan ngebut bersama rombongan truk lainnya. Diduga tidak bisa lagi mengendalikan laju mobilnya, kendaraan pelaku yang datang dari arah Jalan Jenderal Sudirman atau Tugu Air Mancur menuju Tugu Nenas Patih Galung, langsung menabrak sepeda motor korban yang saat kejadian datang arah Kelurahan Sindur, Cambai.
“Rombongan dump truk itu dari jauh sudah kelihatan datang saling kejar– kejaran dan akhirnya salah satu dari mereka menabrak sebuah sepeda motor yang saat kejadian baru hendak keluar dari arah simpang 4 Sindur menuju Kelurahan Gunung Ibul,” terang Tina, ditemui usai kejadian.
Dikatakannya, korban berikut sepeda motornya sempat terseret sejauh sekitar 30 meter dibawa dump truk pelaku.
“Kalau kondisinya saya tidak tahu karena takut melihatnya darah tercecer dimana–mana. Bayangkan saja dek, terseret masuk bawah mobil, itu saja sopirnya mau melarikan diri tetapi gagal karena mobilnya lekat di motor korban,” urai pedagang warung kopi di sekitar lokasi kejadian tersebut. (and)
Hingga Januari, Delapan Honorer KKP Dipecat
Prabumulih, SN
Tenaga honorer (PHL) yang indisipliner dan malas bekerja terus diberikan Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP) Kota Prabumulih selama hampir 2 tahun belakangan ini. Dari catatan Januari hingga Januari 2012, setidaknya sudah ada delapan tenaga honorer yang dipecat.
Pada tahun 2011 ada lima orang yang dipecat dan tiganya lagi awal Januari 2012 ini. Mereka yang sudah dipecat itu karena sudah melakukan pelanggaran indisipliner cukup berat. Sementara tahap sanksi berupa pemberian peringatan juga diberikan kepada sejumlah PNS dan tenaga honorer lainnya.
“Tindakan tegas dan evaluasi terus kita lakukan guna memerbaiki kinerja dan tugas pokok mereka (para pegawai) disini. Awal Januari ini saja, sudah ada tiga tenaga PHL kita pecat karena melakukan pelanggaran indisipliner berat,” ungkap Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan Kota Prabumulih, Mansyur MSi.
Menurut Mansyur, pemberian sanksi pemecatan tidak serta merta diberikan tetapi melalui proses evaluasi terlebih dahulu. Terutama penilaian terhadap tupoksi (tugas pokok dan fungsi) setiap pegawai pertiga bulan sekali. Sehingga setiap pegawai PNS maupun PHL dituntut tidak hanya mampu bisa bekerja maksimal namun juga dibutuhkan pemikiran ide yang cemerlang dari mereka.
“Untuk itu, rapat kecil dan koordinasi rutin antara pegawai dan pimpinan terus kita bina dan dilakukan guna mendapatkan hasil yang maksimal. Karena bekerja di Kantor Kebersihan dan Pertamanan ini bukan untuk main–main dan hanya mengerti tugas pokok saja, tetapi bukti kerja dan pemikiran yang intelektual meskipun fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki terbatas,” jelas Mansyur.
Selain memberikan sanksi bagi pegawai PNS dan PHL yang nakal dan indisipliner, pihak KKP juga memberikan apreasiasi bagi pegawai yang berprestasi. Salah satunya dengan memerhatikan tingkat kesejahteraan dan penghasilan pegawai tersebut.
“Alhamdulillah, rencana itu tahun ini sudah bisa berjalan. Proses pelaksanaannya juga bertahap dan terbatas. Untuk itu, pemberiaannya pun melalui proses penyeleksian yang panjang dan berkeadilan,” tutur Mansyur.
Tahap pertama dikatakan Mansyur, diberikan untuk pegawai atau tenaga honorer yang bertugas dilapangan membersihkan sampah setiap hari sampai 1 minggu penuh. “Bagian ini dulu yang kita prioritaskan karena bekerja sampai 1 bulan penuh tanpa libur (30 hari, red), meski masih dibawah UMR namun bersyukur anggarannya sudah dialokasikan pada APBD tahun 2012 ini dan itu InsyaAllah, akan terus kita tingkatkan,” terang pria yang pernah bertugas di Kantor BKKBN Kota Prabumulih tersebut. (and)
Tenaga honorer (PHL) yang indisipliner dan malas bekerja terus diberikan Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP) Kota Prabumulih selama hampir 2 tahun belakangan ini. Dari catatan Januari hingga Januari 2012, setidaknya sudah ada delapan tenaga honorer yang dipecat.
Pada tahun 2011 ada lima orang yang dipecat dan tiganya lagi awal Januari 2012 ini. Mereka yang sudah dipecat itu karena sudah melakukan pelanggaran indisipliner cukup berat. Sementara tahap sanksi berupa pemberian peringatan juga diberikan kepada sejumlah PNS dan tenaga honorer lainnya.
“Tindakan tegas dan evaluasi terus kita lakukan guna memerbaiki kinerja dan tugas pokok mereka (para pegawai) disini. Awal Januari ini saja, sudah ada tiga tenaga PHL kita pecat karena melakukan pelanggaran indisipliner berat,” ungkap Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan Kota Prabumulih, Mansyur MSi.
Menurut Mansyur, pemberian sanksi pemecatan tidak serta merta diberikan tetapi melalui proses evaluasi terlebih dahulu. Terutama penilaian terhadap tupoksi (tugas pokok dan fungsi) setiap pegawai pertiga bulan sekali. Sehingga setiap pegawai PNS maupun PHL dituntut tidak hanya mampu bisa bekerja maksimal namun juga dibutuhkan pemikiran ide yang cemerlang dari mereka.
“Untuk itu, rapat kecil dan koordinasi rutin antara pegawai dan pimpinan terus kita bina dan dilakukan guna mendapatkan hasil yang maksimal. Karena bekerja di Kantor Kebersihan dan Pertamanan ini bukan untuk main–main dan hanya mengerti tugas pokok saja, tetapi bukti kerja dan pemikiran yang intelektual meskipun fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki terbatas,” jelas Mansyur.
Selain memberikan sanksi bagi pegawai PNS dan PHL yang nakal dan indisipliner, pihak KKP juga memberikan apreasiasi bagi pegawai yang berprestasi. Salah satunya dengan memerhatikan tingkat kesejahteraan dan penghasilan pegawai tersebut.
“Alhamdulillah, rencana itu tahun ini sudah bisa berjalan. Proses pelaksanaannya juga bertahap dan terbatas. Untuk itu, pemberiaannya pun melalui proses penyeleksian yang panjang dan berkeadilan,” tutur Mansyur.
Tahap pertama dikatakan Mansyur, diberikan untuk pegawai atau tenaga honorer yang bertugas dilapangan membersihkan sampah setiap hari sampai 1 minggu penuh. “Bagian ini dulu yang kita prioritaskan karena bekerja sampai 1 bulan penuh tanpa libur (30 hari, red), meski masih dibawah UMR namun bersyukur anggarannya sudah dialokasikan pada APBD tahun 2012 ini dan itu InsyaAllah, akan terus kita tingkatkan,” terang pria yang pernah bertugas di Kantor BKKBN Kota Prabumulih tersebut. (and)
Musim Panen, Harga Beras Malah Meroket
Lahat, SN
Sekitar sebulan ini lonjakan harga beras di pasaran cukup drastis. Sebelumnya harga beras diketahui Rp 6.500/kg namun sudah sejak sepekan ini diketahui harga beras mencapai Rp 8.500/kg.
Padahal kondisi panen padi di beberapa wilayah mulai terlihat. Awal Februari 2012 ini diketahui di Desa Tanjung Payang dan Banjar Negara Kecamatan Kota Lahat terlihat adanya sekitar 10 hektar (Ha) yang sedang panen, hal ini dibenarkan salah satu warga yakni Herman (50) warga setempat.
“Tapi belum gale-gale hamparan yang panen, baru sedikit disini yang panen. Belum lagi kami terkendala oleh banyaknya burung pipit yang menganggu tanaman padi yang di panen ini,” ungkapnya.
Sementara menurut Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Ahmad Wakidi di Desa Sengkuang dan Nanjungan Kecamatan Merapi Timur, memang belum banyak yang panen. Sehingga menyebabkan harga beras di tingkat petani ke pengepul masih tinggi. “Harga disini masih sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 5.500 itupun tidak banyak yang menjual. Karena masih sekitar 3 hektar lebih yang panen,” jelasnya.
Mereka banyak yang panen mungkin sekitar sebulan hingga dua bulan lagi baru banyak yang panen baik padi tegalan maupun padi sawah.
Hal yang sama juga diungkapkan Azwin SP salah satu PPL di Kecamatan Kikim Selatan. “Harga jual dari tingkat petani masih tinggi yakni sekitar Rp 6.800 sampai Rp 7.500 dan baru sekitar 3 bulan kedepan prediksi harga bisa turun kembali,” jelas Azwin.
Walaupun panen yang ada di Kabupaten Lahat tidak sama pada setiap hamparan dan ketersediaan beras yang ada juga cukup aman mengingat sepanjang tahun adanya panen yang berbeda-beda disetiap kecamatan bahkan desa.
“Kalaupun harga cukup tinggi ini merupakan keuntungan bagi petani sebetulnya dan ketersediaan beras di Kabupaten Lahat cukup aman. Sebab setiap hamparan sawah petani tidak sama waktu panennya,” jelas Amirudin HS SP Kabid Produksi Padi dan Palawija Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Lahat, beberapa waktu lalu. (zal)
Sekitar sebulan ini lonjakan harga beras di pasaran cukup drastis. Sebelumnya harga beras diketahui Rp 6.500/kg namun sudah sejak sepekan ini diketahui harga beras mencapai Rp 8.500/kg.
Padahal kondisi panen padi di beberapa wilayah mulai terlihat. Awal Februari 2012 ini diketahui di Desa Tanjung Payang dan Banjar Negara Kecamatan Kota Lahat terlihat adanya sekitar 10 hektar (Ha) yang sedang panen, hal ini dibenarkan salah satu warga yakni Herman (50) warga setempat.
“Tapi belum gale-gale hamparan yang panen, baru sedikit disini yang panen. Belum lagi kami terkendala oleh banyaknya burung pipit yang menganggu tanaman padi yang di panen ini,” ungkapnya.
Sementara menurut Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Ahmad Wakidi di Desa Sengkuang dan Nanjungan Kecamatan Merapi Timur, memang belum banyak yang panen. Sehingga menyebabkan harga beras di tingkat petani ke pengepul masih tinggi. “Harga disini masih sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 5.500 itupun tidak banyak yang menjual. Karena masih sekitar 3 hektar lebih yang panen,” jelasnya.
Mereka banyak yang panen mungkin sekitar sebulan hingga dua bulan lagi baru banyak yang panen baik padi tegalan maupun padi sawah.
Hal yang sama juga diungkapkan Azwin SP salah satu PPL di Kecamatan Kikim Selatan. “Harga jual dari tingkat petani masih tinggi yakni sekitar Rp 6.800 sampai Rp 7.500 dan baru sekitar 3 bulan kedepan prediksi harga bisa turun kembali,” jelas Azwin.
Walaupun panen yang ada di Kabupaten Lahat tidak sama pada setiap hamparan dan ketersediaan beras yang ada juga cukup aman mengingat sepanjang tahun adanya panen yang berbeda-beda disetiap kecamatan bahkan desa.
“Kalaupun harga cukup tinggi ini merupakan keuntungan bagi petani sebetulnya dan ketersediaan beras di Kabupaten Lahat cukup aman. Sebab setiap hamparan sawah petani tidak sama waktu panennya,” jelas Amirudin HS SP Kabid Produksi Padi dan Palawija Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Lahat, beberapa waktu lalu. (zal)
Rabu, 08 Februari 2012
Pantai Timur OKI Puluhan Tahun Tak Ada Listrik
Kayuagung, SN
Meskipun Kabupaten OKI kini sudah berusia 65 tahun namun pembangunan daerah dan kesejahteraan warganya belum merata. Khususnya di wilayah Pantai Timur OKI yang terdiri dari 5 kecamatan ternyata sudah puluhan tahun belum pernah menikmati fasilitas listrik.
Kecamatan yang termasuk di kawasan Pantai Timur OKI dan merupakan wilayah perairan yakni Kecamatan Air Sugihan, Sungai Menang, Cengal, Tulung Selapan dan sebagian Pangkalan Lampam. Selama ini mereka hanya menggunakan mesin diesel.
Belum adanya listrik ternyata juga bukan hanya di kawasan Pantai Timur, sejumlah desa di kecamatan yang kaya hasil perkebunan juga mengalami keadaan serupa. Seperti desa-desa di kecamatan Mesuji Makmur yang jauh dari perkotaan dan jalan raya.
Amri Ubaidah selaku Camat Mesuji Makmur kemarin mengatakan, pihak kecamatan sudah sering mengusulkan ke pemerintah kabupaten di Kayuagung namun warga harus bersabar karena saat ini usulan itu sedang ditindaklaanjuti.
”Warga hanya pakai mesin genset di malam hari, kalau siang tidak menggunakan mesin. Kita perioritaskan mungkin tahun depan, seluruh desa di Kecamatan Mesuji Makmur sudah teraliri listrik, saat ini Desa Multi Karya sudah diprogramkan, tiang listrik sudah dipasang tinggal pemasangan kabel,” ungkapnya.
Mat Jani (37) warga Desa Tulung Selapan Ilir Kecamatan Tulung Selapan belum lama ini mengatakan, untuk penerangan di malam hari warga menggunakan mesin diesel dan genset. Ada warga yang mampu membeli namun ada yang tidak, bagi warga yang tidak mampu membeli terpaksa menumpang di rumah tetangga.
Sedangkan Irfan yang menjabat Kasi Jasa Penunjang Usaha Ketenagalistrikan pada Dinas Pertambangan dan Energi OKI mengatakan, daerah terpencil memang sulit untuk mendapat aliran listrik. Ada 82 desa yang belum teraliri listrik, desa tersebut berada di kawasan perairan, seperti di Kecamatan Sungai Menang, Cengal, Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Air Sugihan dan beberapa kecamatan lain," katanya. (iso)
Meskipun Kabupaten OKI kini sudah berusia 65 tahun namun pembangunan daerah dan kesejahteraan warganya belum merata. Khususnya di wilayah Pantai Timur OKI yang terdiri dari 5 kecamatan ternyata sudah puluhan tahun belum pernah menikmati fasilitas listrik.
Kecamatan yang termasuk di kawasan Pantai Timur OKI dan merupakan wilayah perairan yakni Kecamatan Air Sugihan, Sungai Menang, Cengal, Tulung Selapan dan sebagian Pangkalan Lampam. Selama ini mereka hanya menggunakan mesin diesel.
Belum adanya listrik ternyata juga bukan hanya di kawasan Pantai Timur, sejumlah desa di kecamatan yang kaya hasil perkebunan juga mengalami keadaan serupa. Seperti desa-desa di kecamatan Mesuji Makmur yang jauh dari perkotaan dan jalan raya.
Amri Ubaidah selaku Camat Mesuji Makmur kemarin mengatakan, pihak kecamatan sudah sering mengusulkan ke pemerintah kabupaten di Kayuagung namun warga harus bersabar karena saat ini usulan itu sedang ditindaklaanjuti.
”Warga hanya pakai mesin genset di malam hari, kalau siang tidak menggunakan mesin. Kita perioritaskan mungkin tahun depan, seluruh desa di Kecamatan Mesuji Makmur sudah teraliri listrik, saat ini Desa Multi Karya sudah diprogramkan, tiang listrik sudah dipasang tinggal pemasangan kabel,” ungkapnya.
Mat Jani (37) warga Desa Tulung Selapan Ilir Kecamatan Tulung Selapan belum lama ini mengatakan, untuk penerangan di malam hari warga menggunakan mesin diesel dan genset. Ada warga yang mampu membeli namun ada yang tidak, bagi warga yang tidak mampu membeli terpaksa menumpang di rumah tetangga.
Sedangkan Irfan yang menjabat Kasi Jasa Penunjang Usaha Ketenagalistrikan pada Dinas Pertambangan dan Energi OKI mengatakan, daerah terpencil memang sulit untuk mendapat aliran listrik. Ada 82 desa yang belum teraliri listrik, desa tersebut berada di kawasan perairan, seperti di Kecamatan Sungai Menang, Cengal, Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Air Sugihan dan beberapa kecamatan lain," katanya. (iso)
DBD di OKI Kejadian Luar Biasa
-Serang 216 Orang, 1 Meninggal Dunia-
Kayuagung, SN
Makin banyaknya jumlah warga di Kabupaten OKI yang positif terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), hal ini menjadikan hal ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena tercatat ada 216 orang yang mengalami penyakit itu.
Data terkini yang dihimpun jajaran Dinas Kesehatan OKI dan seluruh Puskesmas di OKI per 7 Februari 2012, DBD akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypty ini bukan hanya menyerang ratusan warga saja, namun seorang warga diantara mereka harus meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Kepala Dinkes OKI dr H Mgs M Hakim Mkes diwakili Baijuri Husim SKM yang menjabat Kabid P2PL kepada wartawan kemarin mengatakan, DBD di OKI tersebar di beberapa kecamatan padat penduduk seperti Kayuagung, Pedamaran, SP Padang.
Rinciannya pada Januari lalu, penderita DBD di Kayuagung sebanyak 129 orang dan Februari ini sudah ada 9 orang. Lalu di Pedamaran merupakan wilayah kedua yang menjadi endemik penyakit DBD, Januari hingga awal Februari 2012 ini sudah 17 warga yang mengidap penyakit DBD.
Urutan ketiga di Kecamatan SP Padang, di kecamatan itu ada 15 orang yang terkena DBD, lalu di Kecamatan Pangkalan Lampam hingga saat ini ada 8 penderita, 8 penderita di Kecamatan Jejawi, 6 penderita di Lempuing, 6 penderita di Teluk Gelam, di Tanjung Lubuk dan Lempuing Jaya masing-masing ada 3 penderita, 2 penderita masing-masing di Pedamaran Timur, Cengal, Mesuji Induk dan Sungai Menang.
Sedangkan kata dia, pihak Dinkes OKI terus berupaya melakukan pengasapan atau fogging di kecamatan-kecamatan yang warganya terkena DBD. “Ada juga pihak puskesmas yang melakukan pengasapan sendiri, seperti di Tulung Selapan,” tukasnya seraya menuturkan saat ini curah hujan mulai rendah, sehingga dimungkinkan jumlah penderita DBD di Kabupaten OKI akan menurun. (iso)
Kayuagung, SN
Makin banyaknya jumlah warga di Kabupaten OKI yang positif terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), hal ini menjadikan hal ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena tercatat ada 216 orang yang mengalami penyakit itu.
Data terkini yang dihimpun jajaran Dinas Kesehatan OKI dan seluruh Puskesmas di OKI per 7 Februari 2012, DBD akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypty ini bukan hanya menyerang ratusan warga saja, namun seorang warga diantara mereka harus meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Kepala Dinkes OKI dr H Mgs M Hakim Mkes diwakili Baijuri Husim SKM yang menjabat Kabid P2PL kepada wartawan kemarin mengatakan, DBD di OKI tersebar di beberapa kecamatan padat penduduk seperti Kayuagung, Pedamaran, SP Padang.
Rinciannya pada Januari lalu, penderita DBD di Kayuagung sebanyak 129 orang dan Februari ini sudah ada 9 orang. Lalu di Pedamaran merupakan wilayah kedua yang menjadi endemik penyakit DBD, Januari hingga awal Februari 2012 ini sudah 17 warga yang mengidap penyakit DBD.
Urutan ketiga di Kecamatan SP Padang, di kecamatan itu ada 15 orang yang terkena DBD, lalu di Kecamatan Pangkalan Lampam hingga saat ini ada 8 penderita, 8 penderita di Kecamatan Jejawi, 6 penderita di Lempuing, 6 penderita di Teluk Gelam, di Tanjung Lubuk dan Lempuing Jaya masing-masing ada 3 penderita, 2 penderita masing-masing di Pedamaran Timur, Cengal, Mesuji Induk dan Sungai Menang.
Sedangkan kata dia, pihak Dinkes OKI terus berupaya melakukan pengasapan atau fogging di kecamatan-kecamatan yang warganya terkena DBD. “Ada juga pihak puskesmas yang melakukan pengasapan sendiri, seperti di Tulung Selapan,” tukasnya seraya menuturkan saat ini curah hujan mulai rendah, sehingga dimungkinkan jumlah penderita DBD di Kabupaten OKI akan menurun. (iso)
FLP BOS dan BOK OI Siap Aktif
Indralaya, SN
Forum Lintas Pemantau (FLP) Program Bantuan Operasional Siswa (BOS) dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Kabupaten Ogan Ilir (OI) rencana diaktifkan akhir Februari ini. Nantinya forum ini akan melakukan pemantauan pemanfaatan BOS dan BOK di seluruh wilayah OI.
Pengurus pleno FLP Rahmadi Djakfar mengatakan, pemantau FLP akan melaporkan seluruh hasil kegiatan penerima dana bantuan kepada Pemkab OI melalui dinas terkait.
"dari hasil laporan para pemantau, baik buruk kegiatan penerima dana BOS dan BOK semuanya akan dilaporkan," ujarnya.
Untuk memulai kinerjanya, FLP akan melaksanakan launching program pada 17 Februari mendatang. Sementara para pemantau akan memulai aksi perdananya pada 20 Februari.
"Pemantau akan diberi waktu selama dua bulan untuk memantau kinerja para penerima bantuan, kemudian dilaporkan pada 20 April," paparnya.
Rahmadi berharap, dengan adanya kegiatan ini diharapkan agar instansi terkait dapat bersinergi dengan para pemantau agar bisa secara terbuka demi terciptanya kepercayaan masyarakat dan dana bantuan terealisasi sesuai sasaran. (man)
Forum Lintas Pemantau (FLP) Program Bantuan Operasional Siswa (BOS) dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Kabupaten Ogan Ilir (OI) rencana diaktifkan akhir Februari ini. Nantinya forum ini akan melakukan pemantauan pemanfaatan BOS dan BOK di seluruh wilayah OI.
Pengurus pleno FLP Rahmadi Djakfar mengatakan, pemantau FLP akan melaporkan seluruh hasil kegiatan penerima dana bantuan kepada Pemkab OI melalui dinas terkait.
"dari hasil laporan para pemantau, baik buruk kegiatan penerima dana BOS dan BOK semuanya akan dilaporkan," ujarnya.
Untuk memulai kinerjanya, FLP akan melaksanakan launching program pada 17 Februari mendatang. Sementara para pemantau akan memulai aksi perdananya pada 20 Februari.
"Pemantau akan diberi waktu selama dua bulan untuk memantau kinerja para penerima bantuan, kemudian dilaporkan pada 20 April," paparnya.
Rahmadi berharap, dengan adanya kegiatan ini diharapkan agar instansi terkait dapat bersinergi dengan para pemantau agar bisa secara terbuka demi terciptanya kepercayaan masyarakat dan dana bantuan terealisasi sesuai sasaran. (man)
Mazda Hantam Toko Manisan
* Satu Keluarga Luber
Sekayu, SN
Musibah kecelakan sering terjadi karena kurang memperhatikan keselamatan saat mengendarai mobil dengan cara ugal-ugalan seperti yang dilakukan oknum pelajar SMA di Sekayu berinisial Yud kendarannya menghantam rumah toko manisan, terjadi Selasa (7/2) sekitar pukul 14.45 Wib di jalan Kol Wahid Udin atau persis di simpang tiga Perumahan Praja Mukti Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Satu keluarga mengalami luka-luka, Dua luka berat dan satu luka ringan (luring), setelah toko manisannya yang juga sebagai tempat tinggalnya dihantam mobil Masda warna hitam BG 23 NE.
Selain toko manisannya ambruk dan seisinya berhamburan serta kios bensinnya berserakan, juga nyaris menelan korban jiwa, satu keluarga yang tengah nyantai tidur-tidur di tokonya, ikut menerima malapetaka tersebut, yakni Rusli (50) dan istrinya Nirwana (40) mengalami luka –luka, sedangkan anaknya yang diketahui bernama Marpian (29) mengalami luka cukup parah, lengan kanannya patah dan tulang iga sebelah kanan juga mengalami patah.
Ketiga korban sempat dilarikan warga ke RSUD sekayu, untuk korban Rusli setelah mendapat perawatan diperbolehkan pulang, namun kondisi istrinya dan anaknya Marpian harus dirawat sementara karena luka cukup serius, harus di inpus dan diberikan oksigen .
Sementara sopir maut sendiri berinisial Yud tidak diketahui keberadaannya, dengan meninggalkan kendaraan masdanya dalam posisi terbalik ditoko manisan milik korban. "Sopir maut itu saat ini masih melarikan dirinya, petugas kita masih melakukan pengejaran," ujar Kapolsek Sekayu AKP Suyanto.
Informasi di tempat kejadian perkara (TKP) oleh Koran ini menyebutkan, sebelum insiden itu terjadi, sopir maut bernama Yud mengemudikan mobil Masdanya dengan kecepatan tinggi dari arah Babat Toman menuju Sekayu. Tiba di TKP, dengan kondisi jalan tingkungan, diduga sopir tidak bisa mengendalikan stirnya.
Saat itu, roda ban kanan depan dan belakang sempat naik marka jalan, sopir tetap berupaya mengendalikan kendaraannya dengan tetap menekan pedal gas. Setelah lolos dari marka jalan , sopir kembali membanting stirnya, namun upaya gagal, dan berupaya mengerem (sekitar 20 meter bekas rem terlihat red), juga gagal.
Sebuah motor Suzuki Tander warna biru BG 5480 B , yang tengah terparkir menjadi sasaran masda, motor tersebut terpental sekitar 10 meter dari tempatnya setelah dihantam masda, untung saat itu pemiliknya sedang berada di lokasi agak jauh.
Setelah menghantam motor tersebut, mobil masda langsung naik trotoar hingga terbang dengan posisi terbalik dan menghantam toko manisan milik korban Rusli sekeluarga, namun sebelum mengantam toko manisan, persis didepan toko manisan terpajang susunan jerigen bensis (Kios Red) juga menjadi sasaran empuk mobil masda ugal-ugalan tersebut.
Bagaimana kondisi sopir tersebut, menurut beberapa warga, sopirnya masih terbilang muda (pelajar) keluar dari mobil dan langsung kabur melarikan diri.
Kapolres Muba AKBP Toto Wibowo melalui Kasat Lantas AKP Ary Sudrajat ketika dikonfirmasikan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut dan mengejar pelaku sopir yang ugal-ugalan. (her)
Sekayu, SN
Musibah kecelakan sering terjadi karena kurang memperhatikan keselamatan saat mengendarai mobil dengan cara ugal-ugalan seperti yang dilakukan oknum pelajar SMA di Sekayu berinisial Yud kendarannya menghantam rumah toko manisan, terjadi Selasa (7/2) sekitar pukul 14.45 Wib di jalan Kol Wahid Udin atau persis di simpang tiga Perumahan Praja Mukti Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Satu keluarga mengalami luka-luka, Dua luka berat dan satu luka ringan (luring), setelah toko manisannya yang juga sebagai tempat tinggalnya dihantam mobil Masda warna hitam BG 23 NE.
Selain toko manisannya ambruk dan seisinya berhamburan serta kios bensinnya berserakan, juga nyaris menelan korban jiwa, satu keluarga yang tengah nyantai tidur-tidur di tokonya, ikut menerima malapetaka tersebut, yakni Rusli (50) dan istrinya Nirwana (40) mengalami luka –luka, sedangkan anaknya yang diketahui bernama Marpian (29) mengalami luka cukup parah, lengan kanannya patah dan tulang iga sebelah kanan juga mengalami patah.
Ketiga korban sempat dilarikan warga ke RSUD sekayu, untuk korban Rusli setelah mendapat perawatan diperbolehkan pulang, namun kondisi istrinya dan anaknya Marpian harus dirawat sementara karena luka cukup serius, harus di inpus dan diberikan oksigen .
Sementara sopir maut sendiri berinisial Yud tidak diketahui keberadaannya, dengan meninggalkan kendaraan masdanya dalam posisi terbalik ditoko manisan milik korban. "Sopir maut itu saat ini masih melarikan dirinya, petugas kita masih melakukan pengejaran," ujar Kapolsek Sekayu AKP Suyanto.
Informasi di tempat kejadian perkara (TKP) oleh Koran ini menyebutkan, sebelum insiden itu terjadi, sopir maut bernama Yud mengemudikan mobil Masdanya dengan kecepatan tinggi dari arah Babat Toman menuju Sekayu. Tiba di TKP, dengan kondisi jalan tingkungan, diduga sopir tidak bisa mengendalikan stirnya.
Saat itu, roda ban kanan depan dan belakang sempat naik marka jalan, sopir tetap berupaya mengendalikan kendaraannya dengan tetap menekan pedal gas. Setelah lolos dari marka jalan , sopir kembali membanting stirnya, namun upaya gagal, dan berupaya mengerem (sekitar 20 meter bekas rem terlihat red), juga gagal.
Sebuah motor Suzuki Tander warna biru BG 5480 B , yang tengah terparkir menjadi sasaran masda, motor tersebut terpental sekitar 10 meter dari tempatnya setelah dihantam masda, untung saat itu pemiliknya sedang berada di lokasi agak jauh.
Setelah menghantam motor tersebut, mobil masda langsung naik trotoar hingga terbang dengan posisi terbalik dan menghantam toko manisan milik korban Rusli sekeluarga, namun sebelum mengantam toko manisan, persis didepan toko manisan terpajang susunan jerigen bensis (Kios Red) juga menjadi sasaran empuk mobil masda ugal-ugalan tersebut.
Bagaimana kondisi sopir tersebut, menurut beberapa warga, sopirnya masih terbilang muda (pelajar) keluar dari mobil dan langsung kabur melarikan diri.
Kapolres Muba AKBP Toto Wibowo melalui Kasat Lantas AKP Ary Sudrajat ketika dikonfirmasikan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut dan mengejar pelaku sopir yang ugal-ugalan. (her)
Pemkot Palembang Bentuk Badan Penanggulangan Bencana
Palembang, SN
Pemkot Palembang tengah membentuk Badan Penanggulangan Bencana yang akan menjadi bagian dari Dinas Penanggulangan Pemadam Kebakaran (PPK) Kota Palembang. Penyampaian rancangan peraturan daerah (Raperda) mengenai pembentukan badan ini disetujui semua fraksi dalam rapat paripurna II DPRD Kota Palembang, kemarin.
Juru bicara Fraksi Golkar Amiruddin mengatakan, badan penanggulangan bencana ini diharapkan dapat terjaga efektivitas dan optimalisasinya. Mengingat tugas badan ini cukup berat meliputi penyaluran bantuan bencana dan pengawasan pada penyerapannya.
“Kami menyetujui dan kami harapkan ada pelatihan khusus dengan penambahan pengetahuan tentang kebencanaan kepada tim yang ditunjuk agar kinerjanya lebih optimal,”ungkapnya dalam pandangan fraksi.
Sementara Fraksi Hanura melalui juru bicaranya Yenni Mardiana menyebutkan, perlu adanya ketertiban dan koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait dengan badan ini. Dia menyarankan agar Pemkot mengawasi lebih cermat pembentukan badan ini sehingga tidak ada overlap atau tumpang tindih dalam pembagian tugas. “Perlu ada koordinasi yang baik antara Kesbang, PPK, Dinas Sosial, mapun Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan, dan Pemakaman (DPJPP) Kota Palembang,”imbuhnya.
Sebelumnya, Walikota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan, rencana pembentukan badan penanggulangan bencana ini sesuai kebijakan pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang pembentukan satuan kerja baru. Rencana dibentuknya badan ini bukan berarti karena adanya bencana atau potensinya di wilayah Kota Palembang.
“Bisa juga badan ini menjadi penyalur resmi bantuan bencana untuk kota atau kabupaten lain. Badan ini terdiri dari tim SAR, tim cepat tanggap, dan lainnya. Sesuai peraturan pemerintah bahwa setiap daerah harus memiliki badan ini. Agar tidak ada over badan atau satuan kerja, maka kita gabungkan dengan PPK,”jelasnya.
Karena itu nantinya, sambung Eddy, Dinas PPK akan diperluas ruang kerjanya. Jika selama ini hanya mengurusi kebakaran, adanya Badan Penanggulangan Bencana ini, juga akan membantu korban banjir dan gempa.“Tim Search and Rescue (SAR) adanya di kepolisian, AU, AD, dan dinas sosial. Sebenarnya Tagana juga mengarah pada SAR. Badan ini juga bertugas menanggulangi bencana,” terangnya.
Saat disinggung Palembang bukan termasuk daerah rawan bencana, Eddy menyangkal. Dia menilai, daerah manapun bisa terkena bencana. “Kita harap jangan sampai ada bencana, di Palembang juga rawan bencana, contohnya banjir. Tugas badan ini, juga harus memperhatikan lingkungan sekitar seperti pengendalian hutan, sehingga bisa diantisipasi banjir yang lebih besar,” tegasnya.(win)
Pemkot Palembang tengah membentuk Badan Penanggulangan Bencana yang akan menjadi bagian dari Dinas Penanggulangan Pemadam Kebakaran (PPK) Kota Palembang. Penyampaian rancangan peraturan daerah (Raperda) mengenai pembentukan badan ini disetujui semua fraksi dalam rapat paripurna II DPRD Kota Palembang, kemarin.
Juru bicara Fraksi Golkar Amiruddin mengatakan, badan penanggulangan bencana ini diharapkan dapat terjaga efektivitas dan optimalisasinya. Mengingat tugas badan ini cukup berat meliputi penyaluran bantuan bencana dan pengawasan pada penyerapannya.
“Kami menyetujui dan kami harapkan ada pelatihan khusus dengan penambahan pengetahuan tentang kebencanaan kepada tim yang ditunjuk agar kinerjanya lebih optimal,”ungkapnya dalam pandangan fraksi.
Sementara Fraksi Hanura melalui juru bicaranya Yenni Mardiana menyebutkan, perlu adanya ketertiban dan koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait dengan badan ini. Dia menyarankan agar Pemkot mengawasi lebih cermat pembentukan badan ini sehingga tidak ada overlap atau tumpang tindih dalam pembagian tugas. “Perlu ada koordinasi yang baik antara Kesbang, PPK, Dinas Sosial, mapun Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan, dan Pemakaman (DPJPP) Kota Palembang,”imbuhnya.
Sebelumnya, Walikota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan, rencana pembentukan badan penanggulangan bencana ini sesuai kebijakan pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang pembentukan satuan kerja baru. Rencana dibentuknya badan ini bukan berarti karena adanya bencana atau potensinya di wilayah Kota Palembang.
“Bisa juga badan ini menjadi penyalur resmi bantuan bencana untuk kota atau kabupaten lain. Badan ini terdiri dari tim SAR, tim cepat tanggap, dan lainnya. Sesuai peraturan pemerintah bahwa setiap daerah harus memiliki badan ini. Agar tidak ada over badan atau satuan kerja, maka kita gabungkan dengan PPK,”jelasnya.
Karena itu nantinya, sambung Eddy, Dinas PPK akan diperluas ruang kerjanya. Jika selama ini hanya mengurusi kebakaran, adanya Badan Penanggulangan Bencana ini, juga akan membantu korban banjir dan gempa.“Tim Search and Rescue (SAR) adanya di kepolisian, AU, AD, dan dinas sosial. Sebenarnya Tagana juga mengarah pada SAR. Badan ini juga bertugas menanggulangi bencana,” terangnya.
Saat disinggung Palembang bukan termasuk daerah rawan bencana, Eddy menyangkal. Dia menilai, daerah manapun bisa terkena bencana. “Kita harap jangan sampai ada bencana, di Palembang juga rawan bencana, contohnya banjir. Tugas badan ini, juga harus memperhatikan lingkungan sekitar seperti pengendalian hutan, sehingga bisa diantisipasi banjir yang lebih besar,” tegasnya.(win)
Atasi Macet, Pemkot Cabut Izin Parkir
Palembang, SN
`Demi mengatasi kemacetan dibebrapa ruas jalan yang ada di Kota palembang Pemrintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Perhubungan (dishub) Kota Palembang mencabut izin parkir di bebrapa titik rawan macet.
"Mulai senin (6/2) kemarin kita mencabut izin di 6 titik parkir yang kita nilai menimbulkan kemacetan pada ruas jalan tertentu," terang Anzar Ibrahim Kepala UPTD Perpakiran Dinas Perhubungan Kota palembang Selasa (7/2) di ruang kerjanya.
Ke enam titik tersebut lanjut Anzar adalah, di Jalan TP Rustam Efendi ada 4 titik dan di depan Masjid Agung. Hal ini dilakukan agar arus kendaraan dari Jalan Kol Atmo menju Ampera bisa lancar.
Saat ini didaerah tersebut terdapat kurang lebih 50 titik parkir yang tersebar mulai dari kawasan pasar 16 ilir jalan beringin janggut dan sekitarnya. " dari kurang lebih 50 titik parkir tersebut ke enam titik tersebut yang kita nilai menimbulkan kemacetan makanya kita cabut izin parkirnya," tambah Anzar.
Untuk pencabutan 6 titik parkir ini, Dishub kehilangan pemasukan sekitar Rp 520 ribu per hari dimana keenam titik ini merupakan daerah yang ramai. " Masing- masing titik tersebut menyetor ke kita (Dishub-red) per harinya sekitar kurang lebih Rp 90 ribu. Itu tinggal dikalikan perbulannya," terang Anzar.
Selain kehilangan pemasukan kerugian juga dirasakan oleh para Juru Parkir (jukir) yang bertugas disana. Dimana untuk setiap titik parkir ada 3 orang petugas, jadi keseluruhan di keenam titik tersebut ada kurang lebih 18 orang yang kehilangan pekerjaan,
"Rencnanya kalo memang Pekot bekerjasama dengan pihak asing akan membangun tempat parkir yang permanen, kita akan mengusahakan para jukir tadi untuk dipekerjakan di areal parkir permanen tersebut, tapi kspsn itu terjadi kita masih menunggu pembangunan tempat parkir tersebut," jelas Anzar.
Ditambahkan Anzar, bial ada kendaraan yang kedapatan masih parkir di areal yang telah dicabut izinya maka petugas kunci roda akan menindak kendaraan tersebut dengan mengunci roda kendaraan untuk yang roda emapat dan merantai roda untuk kendaraan roda dua.
Untuk saat ini Kota Palembang memiliki 517 titik parkir yang tersebar di seluruh wilayah dengan total pemasukan sekitar Rp 500 juta per bulan.
Target Pendapatan asli Daerah (PAD) dari parkir sendiri pada tahun 2011 adalah 5, 75 Miliar dan untuk tahun 2012 sendiri mengalami peningkatan siknifikan yaitu menjadi 11,5 Miliar. " Pada tahun 2011 kita hanya bisa mencapai 70 persennya saja dari 5,7 miliar yaitu sekitar 4 miliar. Tapi untuk tahun ini kita usahakan bisa mencapai keseluruhan target yang ditentukan, "pungkasnya. (win)
`Demi mengatasi kemacetan dibebrapa ruas jalan yang ada di Kota palembang Pemrintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Perhubungan (dishub) Kota Palembang mencabut izin parkir di bebrapa titik rawan macet.
"Mulai senin (6/2) kemarin kita mencabut izin di 6 titik parkir yang kita nilai menimbulkan kemacetan pada ruas jalan tertentu," terang Anzar Ibrahim Kepala UPTD Perpakiran Dinas Perhubungan Kota palembang Selasa (7/2) di ruang kerjanya.
Ke enam titik tersebut lanjut Anzar adalah, di Jalan TP Rustam Efendi ada 4 titik dan di depan Masjid Agung. Hal ini dilakukan agar arus kendaraan dari Jalan Kol Atmo menju Ampera bisa lancar.
Saat ini didaerah tersebut terdapat kurang lebih 50 titik parkir yang tersebar mulai dari kawasan pasar 16 ilir jalan beringin janggut dan sekitarnya. " dari kurang lebih 50 titik parkir tersebut ke enam titik tersebut yang kita nilai menimbulkan kemacetan makanya kita cabut izin parkirnya," tambah Anzar.
Untuk pencabutan 6 titik parkir ini, Dishub kehilangan pemasukan sekitar Rp 520 ribu per hari dimana keenam titik ini merupakan daerah yang ramai. " Masing- masing titik tersebut menyetor ke kita (Dishub-red) per harinya sekitar kurang lebih Rp 90 ribu. Itu tinggal dikalikan perbulannya," terang Anzar.
Selain kehilangan pemasukan kerugian juga dirasakan oleh para Juru Parkir (jukir) yang bertugas disana. Dimana untuk setiap titik parkir ada 3 orang petugas, jadi keseluruhan di keenam titik tersebut ada kurang lebih 18 orang yang kehilangan pekerjaan,
"Rencnanya kalo memang Pekot bekerjasama dengan pihak asing akan membangun tempat parkir yang permanen, kita akan mengusahakan para jukir tadi untuk dipekerjakan di areal parkir permanen tersebut, tapi kspsn itu terjadi kita masih menunggu pembangunan tempat parkir tersebut," jelas Anzar.
Ditambahkan Anzar, bial ada kendaraan yang kedapatan masih parkir di areal yang telah dicabut izinya maka petugas kunci roda akan menindak kendaraan tersebut dengan mengunci roda kendaraan untuk yang roda emapat dan merantai roda untuk kendaraan roda dua.
Untuk saat ini Kota Palembang memiliki 517 titik parkir yang tersebar di seluruh wilayah dengan total pemasukan sekitar Rp 500 juta per bulan.
Target Pendapatan asli Daerah (PAD) dari parkir sendiri pada tahun 2011 adalah 5, 75 Miliar dan untuk tahun 2012 sendiri mengalami peningkatan siknifikan yaitu menjadi 11,5 Miliar. " Pada tahun 2011 kita hanya bisa mencapai 70 persennya saja dari 5,7 miliar yaitu sekitar 4 miliar. Tapi untuk tahun ini kita usahakan bisa mencapai keseluruhan target yang ditentukan, "pungkasnya. (win)
Langganan:
Postingan (Atom)
Press
My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.
