Rabu, 05 Oktober 2011

Edisi Cetak Rabu 5 Oktober 2011

Jalan Provinsi Makin Mengkhawatirkan

TEBING TINGGI - Kondisi jalan provinsi dalam wilayah Empatlawang khususnya jalan lintas Tebing Tinggi-Pendopo semakin mengkhawatirkan. Selain kondisi jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam, banyaknya jalan yang longsor dan bekas longsoran di sisi jalan membuat pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati.

Jalur terbanyak ancaman longsor dan longsor yang belum diperbaiki terdapat di wilayah Kecamatan Talang Padang. Salah seorang pengemudi, Sultan, 28, warga Pendopo, Empatlawang mengatakan, jika kondisi itu terus dibiarkan bisa memutuskan jalur transportasi di wilayah tersebut.Karena, menurut dia, akses jalan yang tersedia hanya satu jalur.

Kalaupun ada, akses yang lain belum layak untuk dilewati kendaraan roda empat. Dia menyatakan, bahaya yang mengancam pengendara antara lain banyaknya longsoran- longsoran kecil di sisi jalan. Jika pengendara tidak teliti, bisa menyebabkan kendaraan terperosok bahkan terguling ke dalam jurang yang berada di sisi jalan, atau terguling ke dalam Sungai Musi. “Memang,sekarang ini lagi kemarau.

Tapi, saat musim hujan nanti yang harus ekstra hati- hati, karena di sisi jalan sudah banyak longsoran kecil,” ungkapnya. Dia mengatakan, untuk jalur Tebing Tinggi –Pendopo terdapat puluhan ancaman longsor, baik longsor yang akan menutupi jalan karena tebing di sisi jalan yang longsor menutup jalan, maupun ancaman longsor di bagian sisi bawah jalan.

“Kalau hujan terus menerus, biasanya tanah di bawah aspal runtuh, dan akhirnya aspal menggantung. Jika ada kendaraan lewat, aspal yang menggantung jelas akan ambruk apalagi kendaraan besar seperti truk,”ungkapnya. Sementara Camat Talang Padang Alhumaidi Saman mengakui, di wilayah Talang Padang sepanjang jalan provinsi terdapat beberapa titik ancaman longsor.Beberapa titik diantaranya terdapat di wilayah Desa Kembahang dan Remantai.

Sedangkan titik-titik rawan longsor dan tikungan tajam yang bisa mengancam pengendara yang melintas, jumlahnya sangat banyak. “Secara geografis, di jalur jalan penghubung di wilayah Talang Padang ini memang rawan bencana longsor,” ungkapnya. Kondisi tersebut, ujar dia, sudah mereka laporkan kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) serta ke Pemerintah Provinsi.

Upaya lain yang dilakukan adalah selalu memberikan imbauan kepada masyarakat terutama pemilik kendaraan roda empat dan roda dua untuk hati-hati saat melintas. Selain di jalur Tebing Tinggi- Pendopo informasi yang dihimpun menyebutkan,kondisi jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Kepahiyang, Bengkulu dan Kabupaten Lahat yang melintasi Kecamatan Sikap Dalam dan Kecamatan Ulu Musi, Empatlawang kondisinya juga mengkhawatirkan.

Banyaknya lobang yang menganga sehingga menyebabkan batu kerikil pengeras jalan terlepas, mengharuskan pengendara harus waspada. Terlebih, situasi ini sering dimanfaatkan pelaku kejahatan melancarkan aksinya di jalur tersebut. Sementara untuk jalur penghubung Ulu Musi dan Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), kondisi jalannya tidak jauh berbeda.

Selain kondisinya menyempit akibat tebas bayang yang meninggi, banyaknya lobang di jalan juga bisa mengancam keselamatan pengendara. “Kalau tabrakan, khususnya motor melawan motor sudah berulang kali terjadi di jalan masuk ke Paiker ini,” ungkap Sarjani, warga desa Nanjungan,Paiker. (irh/sin/net)

Puskesmas Timbangan Tolak Pasien

INDERALAYA –
Bukannya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, Sebaliknya Puskesmas Timbangan,  Inderalaya Utara, Ogan Ilir, malah menolak pasien.

Pelayanan kurang menyenangkan tersebut dialami Damsir, 40, warga Kelurahan Timbangan, Inderalaya, saat mengantar anaknya, Muhammad Naufal, 6,5, berobat di rumah sakit tersebut,kemarin sekitar pukul 14.30 WIB. Damsir mengaku bersama istrinya bermaksud membawa anaknya yang terkena muntaber ke Puskesmas Timbangan, dengan pertimbangan jarak tempat tinggal yang tidak jauh dari puskesmas.

Namun, harapan anaknya akan memperoleh pengobatan sirna karena ditolak tenaga medis puskesmas. “Alasannya, saat itu tidak ada bidan dan kami disarankan untuk berobat ke bidan yang praktik,” ujarnya. Mendapat perlakuan itu, Damsir kecewa dan pulang dengan tubuh lemas. Padahal, kondisi anak saya itu sudah kelihatan cukup lemah karena wajahnya sudah pucat serta bibirnya mulai membiru.

“Karena sudah ditolak untuk berobat di puskesmas,terpaksa saya dan istri membawa anak berobat ke bidan praktik terdekat,” ujarnya. Namun, saat sampai ke bidan praktik, dia malah dianjurkan ke bagian UGD Puskesmas Inderalaya karena kondisi anaknya sudah sangat lemah.“ Waktu itu,saya sudah sangat bingung,panik,dan kesal, seolah dilempar ke sana ke mari. Akhirnya, saya putuskan membawa anak saya ke UGD Puskemas Indralaya untuk dirawat inap,”tukasnya.

Atas kejadian ini,dia mengaku sangat kecewa dengan pelayanan Puskesmas Timbangan yang tidak optimal, apalagi saat itu memang anaknya sangat butuh pertolongan cepat.“Bagaimana kalau anak saya sampai meninggal karena terlambat memperoleh pertolongan, siapa yang bertanggung jawab?”tuturnya.

Dia juga mempertanyakan wujud pelayanan berobat gratis yang dicanangkan pemerintah, yang menurutnya berbanding terbalik dengan kesiapan petugas medis saat dibutuhkan. “Masak petugas medisnya tidak ada di tempat,” kecamnya. Sementara itu,Kepala Puskesmas Timbangan dr Oka,ketika dikonfirmasi,ponselnya tidak diangkat. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OI Kosasi dihubungi via ponselnya berjanji segera menindaklanjuti laporan tersebut.(muh/sin/net)

Water Boombing Terkendala Air

Palembang, SN
    Rencana pemadaman hot spot atau titik api dengan water boombing atau penyiraman air melalui udara di sejumlah titik api di Sumsel terutama di sekitaran Kota Palembang khususnya Jakabaring terkendala pasokan air. Pasalnya, sejumlah sungai untuk mengisi air yang akan diangkut melalui helikopter sudah banyak mengering.
    Hal ini diungkapkan Sekretaris Posko Komando Tanggap Darurat Asap Sumsel, Hasnandar saat di temui di ruang kerjanya, Selasa (4/10). Katanya, pelaksanaan water boombing memerlukan sedikitnya 1.200 liter air setiap kali penerbangan. “Untuk sementara kesulitan tim kita di pasokan air, karena sungai-sungai banyak kering. Karena air ini tidak boleh diambil dari sembarang sungai,” terang dia.
    Untuk menyiasati hal tersebut, pihaknya memutuskan mengambil air dari venue sky air di Jakabaring dan sungai Air Sugihan Kabupaten OKI. Namun katanya, dua lokasi tersebut berada sangat jauh dari lokasi titik api sehingga membutuhkan waktu penerbangan lebih lama. Hal ini menyebabkan pengeboman kurang efektif untuk memadamkan api.
    “Untuk sekali penerbangan menuju lokasi api memerlukan 1,5 jam, tentu ini tidak lebih efektif,” katanya.
     Dikatakannya, tidak hanya pasokan air yang menjadi kendala, tapi juga lokasi kebakaran sulit dijangkau karena terletak di kawasan hutan gambut yang diduga tidak berpenghuni. Hal ini menyulitkan tim untuk melakukan ground check atau survei lokasi titik api sebelum penyiraman air melalui udara.
     Ia melanjutkan, pada hari ketiga sejak program ini digelar, helikopter tipe Bell-206 yang diterbangkan oleh pilot Mr Paul dari Australia ini kembali menjelajahi daerah Jakabaring, Pampangan dan Air Sugihan (OKI), Sungai Rotan (Muara Enim), dan Talang Kelapa (Banyuasin).
     Helikopter ini menimba air dari Bambi Bucket (kantung air) dengan ember berkapasitas 800-1200 liter yang bergelantung di bawah helikopter. Setelah menimba penuh, lalu airnya diterbangkan ke lokasi kebakaran (hutan) dan disiram ke atas lokasi lahan yang terbakar.
    Sementara itu Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan water boombing dilaksanakan karena awan kumulus yakni awan tempat di semainya garam untuk melakukan hujan buatan saat ini sudah tidak ada. Katanya, water boombing akan di fokuskan di sekitaran Kota Palembang terutama kawasan Jakabaring, Ogan Ilir, OKI, dan Banyuasin.
    "Sementara nunggu awan kumulus untuk membuat hujan buatan itu ada lagi, sekarang kita laksanakan water boombing untuk memadamkan titik api. Mudah-mudahan Oktober ini sudah tidak ada asap lagi di Sumsel," tandasnya. (awj)

Warga HArus Waspada DBD

Pagaralam, SN
    Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, mengimbau warga setempat agar waspada terhadap berjangkitnya penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) memasuki musim penghujan saat ini. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, dr H Rasyidi Amri, Selasa (4/10).
   Menurutnya, seluruh kecamatan di Pagaralam rawan DBD, diharapkan warga bisa melakukan upaya prenventif mengantisipasi timbulnya penyakit itu.
    "Warga dapat melakukan kegiatan gotong royong, membersihkan lingkungan tempat tinggal secara teratur. Selain itu menjalankan program 3 M yaitu, menguras, menimbun dan menutup semua wadah penampungan air," ungkap dia lagi.
    Dia mengatakan, mengingat saat ini musim penghujan, perkembangan jentik nyamuk Aedes Aegypti lebih cepat terutama pada tempat yang ada genangan air.
    "Memang Pagaralam bukan daerah tempat yang mudah berjangkit nyamuk demam berdarah, tapi terkadang sering timbul tanpa diketahui asalnya," ungkap dia.
    "Nyamuk yang bertelur di wadah berisi air, akan menetaskan larvanya menjadi jentik nyamuk. Setelah itu nyamuk-nyamuk ini akan menjadi nyamuk dewasa dan berterbangan menggigit warga, serta menularkannya," kata dia pula.
    Rasyidi mengaku sejauh ini sudah mengintruksikan kepada seluruh Kepala Puskesmas di seluruh Pagaralam untuk mensosialisasikan kepada masyarakat luas agar waspada terhadap DBD.
    Rasyidi menambahkan, meski ada tindakan pengasapan atau juga bubuk abate, namun program 3 M jauh lebih efektif untuk mencegah timbulnya penyakit DBD. (asn)

Bawa sabu-sabu, Mantan Polisi Dibekuk

Kayuagung, SN
    Resma Sayuti (45) warga Rusun Blok 10 Lantai 1Nomor 21 Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang dibekuk jajaran Satres Narkoba Polres OKI karena membawa Narkoba sabu-sabu, Senin (3/10) malam saat melintas di jalan umum Desa Serdang Menang SP Padang OKI.
    Tersangka mengaku pernah menjadi anggota polisi yang bertugas di Poltabes Palembang. Namun ia dipecat dengan tidak hormat tahun 2002 lalu karena kasus Curat, saat itu pangkatnya Bripka. Saat ditangkap polisi kemarin ia hendak mengantarkan sabu-sabu sebanyak 1 kantong senilai Rp 12,5 juta.
    Kapolres OKI AKBP Agus Fachtulloh Melalui Kasatres Narkoba AKP Yusuf mengatakan, penangkapan tersangka menindaklanjuti laporan masyarakat yang menyebutkan akan ada transaksi narkoba di Desa Serdang Menang.
    ”Saat kita lakukan penyelidikan, ternyata informasi itu akurat, saat tersangka melintas di TKP, langsung kita geledah dan kita dapati sabu satu kantong di sakunya,” ujar kasat.
    Tersangka langsung diamankan di Polres untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan setelah diintrogasi ternyata tersangka merupakan pecatan Polisi.
    Tersangka pernah menjadi seorang polisi, terakhir berpangkat Bripka dan bertugas di Poltabes Palembang, dia dipecat karena terbukti terlibat dalam kasus curas (365 KUHP). Menurut kasat, kasus ini tetap akan dikembangkan, kesimpulan sementara tersangka merupakan sebagai pengedar.
    Sedangkan pengakuan tersangka, dirinya hanya sebagai pemakai narkoba dan tidak pernah mengedarkan sabu, diapun mengaku baru satu kali mengantarkan sabu itu karena diupah Rp 1 juta.
    ”Barang itu dari Palembang, saya hanya disuruh mengantarkan sabu itu pada seseorang berinisial Bel saat dalam perjalanan saya dicegat anggota dan memeriksa saya,” katanya. (iso)

Hari Ini Pahri-Beni Ditetapkan

* Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muba
* Tim Dodi-Islan Gugat ke MK

Sekayu, SN
    Setelah melaksanakan rapat pleno rekapitulasi dan penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin (3/10). Hari ini 5 Oktober 2011 tahapan selanjutnya KPU akan melaksanakan rapat pleno penetapan calon terpilih .   
    "Insyah Allah kalau tidak ada halangan pelaksanaan rapat pleno penetapan calon terpilih akan kita laksanakan besok (hari ini), jadwal dan undangannya  yang akan menghadiri acara tersebut sudah kita buat," ujar Anggota KPUD Muba Devisi Hukum Wanhar Rozak Kemarin (4/10).   
    Barulah kata Wanhar, setelah dilakukan penetapan,  KPUD akan menyampaikan hasil penetapan calon terpilih tersebut ke DPRD Muba. "Sesuai aturan paling lama 3 hari sejak ditetapkannya calon terpilih, KPU harus menyampaikan  laporan mengenai hasil ketetapan itu ke DPRD," Terang Wanhar.
    Barulah setelah KPU menyampaikan ke DPRD, ada jedah waktu selama 2 hari yakni 10-12 Oktober merupakan masa sanggah. "Kita akan mengetahui pada masa sanggah, apakah ada yang keberatan mengenai hasil pemilukada Muba, dapat diketahui melalui surat tembusan yang akan kita, terima, tapi kalau selama dua hari itu, tidak ada tembusan , maka artinya bisa disimpulkan proses pemilukada tidak ada masalah," ujar Wanhar.
    Namun kata Wanhar, dengan tidak ditandatanganinya berita acara rapat pleno rekapitulasi oleh kedua saksi dari pasangan nomor urut I Dodi-Islan dan saksi dari nomor urut 2 Sulgani-Sujari mengindikasikan  akan ada upaya menempuh jalur hukum atas ketidakpuasan hasil rekapitulasi tersebut.
    Namun perlu diketahui kata Wanhar, sesuai  peraturan KPU No 16 Tahun 2010 berita acara rekapitulasi perolehan suara pemilukada  ditanda tangani oleh anggota KPU dan para saksi yang hadir, tapi apabila saksi yang hadir tidak mau menandatangani, boleh ditanda tangani oleh saksi yang hadir lainnya. "Jadi sudah jelas, tidak ada masalah apabila salah satu saksi tidak mendatangani berita acara," Terang Wanhar.
    Sementara pantauan, kantor KPU Muba masih dijaga ekstra ketat oleh personel yang di BKO dari Polda Sumsel, upaya ini untuk mengantisipasi  agar pelaksanaan pemilukada Muba tetap berjalan lancar, aman dan kondusif hingga berakhir pemilukada. "Petugas kita tetap kita tempatkan untuk pengamanan di kantor KPU, apalagi besok akan dlanjutkan dengan  rapat pleno penetapan calon terpilih, sehingga perlu dilakukan pengamanan kembali, makanya petugas kita tetap diposkan di kantor KPu secara bergantian," ujar Kapolres Muba AKPB Toto Wibowo
`    Sementara itu, Ketua DPD Golkar Sumsel yang juga Gubernur Sumsel, Alex Noerdin memastikan timnya (pendukung Dodi-Islan, red) akan melakukan gugatan terhadap penetapan Pahri Azhari-Beni Hernedi sebagai Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) lima tahun mendatang oleh KPUD Muba. Dalam beberapa hari kedepan, ia memastikan akan memasukkan berkas gugatan itu ke Mahkamah Konstitusi (MK).
    Hal ini diungkapkan Alex usai menghadiri rapat paripurna DPRD Sumsel, Selasa (4/10). "Selaku gubernur kita hormati apa hasil Pilkada Muba, namun selaku Ketua DPD Golkar Sumsel kita rasakan ada kekurangan dan kekeliruan, kita akan selesaikan itu melalui jalur hukum ke MK," tegasnya.
    Ia melanjutkan, untuk bukti-bukti kecurangan yang berhasil di kumpulkan oleh tim pasangan Dodi-Islan, secara rinci ia tidak mengetahui, karena hal itu sudah ada yang menangani.
    "Ada timnya sendiri yang mengumpulkan bukti-bukti," kata dia.
    Alex menuturkan, timnya akan menggugat sesuai dengan aturan yang berlaku, berkas gugatan sudah di siapkan termasuk semua bukti-bukti. "Aturannya, beberapa hari setelah penetapan, kan diberi waktu untuk melakukan gugatan, kita akan memasukkan gugatan setelah penetapan," ujarnya.
    Sebelumnya, tim pemenangan pasangan cabup dan cawabup Muba nomor urut 1, Dodi Reza - Islan Hanura banyak menemukan kecurangan saat pemungutan suara, terutama mengenai banyaknya mata pilih ilegal.
    "Hasil temuan kami, terjadi pelanggaran di beberapa TPS (Tempat Pemungutan Suara) terutama soal mata pilih. Per TPS ada 100-150 mata pilih yang mempunyai KTP dan KK di tempat itu, namun tidak diberikan undangan. Akibatnya mereka tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Anehnya, ada orang yang tidak diketahui dari mana asalnya, tapi menerima undangan dan bisa mencoblos," terang tim pemenangan Dodi-Islan, Syamsul Hidayat.
    Sementara itu tim advokasi pasangan Dodi - Islan, Misbahudin menegaskan setelah menginventarisasi jenis pelanggaran yang ditemukan, kedepan pihaknya akan membawa temuan itu ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan melakukan gugatan.
    "Pelanggaran-pelanggaran yang kami temukan di lakukan secara sistematis dan sudah dengan perencanaan matang," tandasnya. (heri/awj)

Jangan Lupakan Rakyat Sumsel dan Sukses Prestasi

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

     EVEN besar SEA Games 2011 di Palembang Sumsel adalah sasaran antara untuk membidik tujuan utama bagi kemajuan menyeluruh untuk Bumi Sriwijaya. Untuk itu rakyat Sumsel diminta berperan penuh menyukseskan perhelatan akbar tersebut.
     Begitu banyak investor yang melirik Sumsel, karena pesta olahraga Negara Asia Tenggara tersebut digelar disini. Rakyat harus berperan dan dilibatkan. Tetapi jangan juga dilupakan, untuk sukses prestasi. Mengingatkan ini sangat penting karena gegap gempita SEA Games  sepertinya hanya terfokus untuk mengejar penyelesaian venues.
    Memang ada keraguan di banyak pihak, tetapi Gubernur  dan  Menpora Andi Mallarangeng tetap optimistis SEA Games ke-26 pada 11-22 November 2011 nanti akan sukses, meski masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan. Tetapi optimis ini apakah termasuk capaian untuk sukses prestasi juga sukses penyelenggaraan.
    Memang ada tiga capaian untuk pesta SEA Games ini, sukses penyelengaraan, sukses prestasi maupun sukses pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Cita-cita mulia dengan momentum SEA Games dapat meningkatkan  pemberdayaan ekonomi rakyat, karena dampak ekonomi yang akan ditimbulkan dari penyelenggaraan SEA Games ini sangat luar biasa, adalah  hal prioritas.
    Contoh kecil hal yang dapat dilakukan masyarakat Bumi Sriwijaya adalah penyediaan cinderamata atau souvenir. Kondisi ini harusnya segera diantisipasi sejak jauh hari.  Peluang untuk melibatkan rakyat Sumsel secara utuh juga banyak di berbagai kegiatan SEA Games.
    Memperdebatkan bagaimana melibatkan rakyat secara utuh sangat utama. Contoh kasus saat ada  tawaran bantuan pakaian perlengkapan olahraga dan uang dari China. Memang bila ini diambil, jalan pintas  atau memudahkan kerja dapat dilakukan. Tetapi cita-cita lain dari SEA Games XXVI harus diikuti, sukses pemberdayaan perekonomian rakyat.
    SEA Games sangat jelas akan membuka peluang bagi pemberdayaan ekonomi rakyat.  Akan ada efek positif terutama di bidang ekonomi.  Sumsel sebagai tuan rumah SEA Games punya harapan tersendiri dalam ajang internasional tersebut meliputi tiga harapan, yaitu sukses prestasi, sukses penyelengaraan dan sukses perekonomian. (***)

Duel Maut, Siswa SMK Tewas Menggenaskan

Inderalaya, SN
    Keributan antar siswa yang menyebabkan jatuhanya korban hingga tewas terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Kejadian naas tersebut dipicu dari  keributan saat jam pelajaran olahraga kemarin (3/10) pukul 09.00 WIB.
    Saat itu terjadi perkelahian antara, korban Alias (16) kelas XII SMK Yayasan Lingua Prima (YLP) warga Indralaya belakang SD Tanjung Seteko dengan tersangka Rd (16) kelas XII SMK YLP warga Mutiara II Kecamatan Indralaya Kabupaten OI.
    Awal keributan sekitar pukul 09.00 Wib tersebut sebenarnya telah didamaikan oleh guru, tetapi siangnya kejadian berulang kembali saat berada di kantin sekolah sekitar pukul 13.30 WIB. Diduga salah satu pihak belum puas maka terjadilah perkelahian kembali, saat itu korban tidak bersenjata sedangkan tersangka membawa senjata badik. Kemudian terjadilah perkelahian yang berakhir korban mengalami luka tusuk sebanyak 4 liang, satu dileher bagian kanan, belikat bagian kiri, perut bagian kiri, dan tangan bagian kiri.
    Menurut keterangan saksi mata yang tidak mau namanya disebutkan, usai perkelahian korban sempat berlari minta tolong keluar kantin ke arah sekolah sekitar 20 meter. Tetapi karena banyaknya darah yang keluar dari mulut dan hidung korban langsung terjatuh terjerembab dan ditolong saksi mata dan  guru di sekolah tersebut dan membawanya langsung ke puskesmas Indralaya.  Sementara, tersangka langsung melarikan diri setelah terlebih dahulu membuang badiknya di TKP.
    Setelah dibawa ke puskesmas sekitar 13.45 WIB korban tidak dapat diselamatkan lagi Karena sudah banyak mengeluarkan darah.  Karena korban sudah tidak dapat ditolong lagi akhirnya keluarga korban segera datang ke puskemas yang berasal dari Muara penimbung dan memutuskan membawa korban langsung ke muara penimbung untuk dibawa ke rumah duka.
    Terpisah Kapolres OI, AKBP Deni Darmapala melalui Kapolsek Indralaya Kapolsek Iptu Eddy Santoso, saat dikonfirmasi mengatakan,  agar diharapkan  tersangka dapat menyerahkan diri,” tersangka dapat dijerat  pasal 35 ayat 3 KUHP dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara dan pasal 338 KUHP maksimal 15 tahun penjara.   
    Sementara ibu korban Martinawati (35), meminta agar pihak kepolisian segera menangkap tersangka dan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya.   Kepala Dinas Pendidikan OI Baharudin Noer mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut dan memeinta kedepan sekolah untuk meningkatkan kedisplinan. “Seharusnya pihak sekolah mengadakan razia sajam di sekolah setiap hari, jangan seminggu sekali dengan cara membariskannya satu persatu didepan kelas, sehingga dapat meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” ujarnya. (man)

4 Warga Tewas Dalam Sumur

ilust
Muara Enim,SN
    Empat warga Desa Negeri Agung Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim tewas mengenaskan di dalam sumur.  Tewasnya korban diduga dipicu, menghirup gas beracun yang terpancar di dalam sumur. Keempat korbannya, Darmadi (35), Barudi (30) keduanya kakak beradik kandung, Efriadi (27) dan Muslan (30). Keempatnya warga Desa Negeri Agung, Kecamatan Rambang.
    Dari informasi yang dihimpun di lapangan,Selasa pagi (4/10), keempat korban berusaha mendalami sumur milik warga setempat, Syamsudin. Keempatnya berbagi tugas secara bergantian, ada yang mendalami sumur,
dan ada yang mengangkut tanah.
    Meskipun, baru satu hari bekerja, tetapi keempat warga tersebut mampu bekerja dengan cepat menggali sumur, bahkan diperkirakan telah mencapai berapa meter dalamnya.
    Saat menggali sumur tersebut, mereka menghidupkan mesin jenset yang diletakkan diatas permukaan bibir sumur. Diduga getaran yang kuat menyebabkan tanah yang diatasnya runtuh.
    Tragisnya lagi, tak hanya tanah saja yang masuk ke dalam sumur, melainkan mesin jenset pun ikut terlempar kedalam. Bermaksud ingin menolong, tetapi naasnya, keempat penggali tersebut harus terkapar di dalam sumur.
    Bahkan warga sekitar yang mengetahui hal tersebut tak berani masuk
ke dalam sumur sebab takut bernasib sama dengan korban lainnya. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Rambang.
    Siang itu juga, Polsek Rambang berkoordinasi dengan Tim Sar PTBA guna
meminta bantuan untuk menganggkut keempat korban yang terkubur dalam sumur. Sayangnya, hingga sore ini, masih menunggu tim bantuan tersebut.
    Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto SH Msi melalui Kapolsek Rambang AKP Edison saat konfirmasi melalui ponselnya, Selasa (4/10) sekitar pukul 17.15 WIB, mengaku kalau pihaknya masih menunggu
bantuan Tim SAR PTBA, untuk mengangkat jasad korban penggali sumur. Saat ini, masih di TKP.
    Pihaknya juga telah memasang police line dengan tujuan agar warga tidak mendekati lokasi sumur, hal ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
    Diakuinya, sekitar pukul 12.30 WIB, anggotanya mendapatkan laporan ada warga yang tertimbun dalam sumur. Dari olah TKP, diduga, para korban tewas terhisap gas beracun yang dikeluarkan dalam mesin jenset.
    “Saya tegaskan lagi, gas beracun dari mesin jenset, yang terjatuh ke dalam sumur, kemudian terhisap para korban disamping tanah runtuhan dari atas permukaan sumur ikut runtuh kedalam sumur,” ungkap Edison.
    “Hingga sore ini, keempat jasad korban belum bisa dikeluarkan. Sebab, kita masih menunggu bantuan tim SAR PTBA Tanjung Enim,” pungkas Kapolsek Rambang.  (yud)

Selasa, 04 Oktober 2011

Tak Kunjung Dapat Lahan, Transmigran Tinggalkan Ogan Ilir

INDERALAYA,SN– Tak kunjung dapatkan lahan yang dijanjikan pemerintah, sebagian transmigran meninggalkan lokasi Unit Penempatan Transmigrasi (UPT) II Desa Sungai Rambutan Kecamatan Inderalaya Utara, Ogan Ilir (OI).

Dari 300 kepala keluarga (KK) yang terdaftar kini hanya 150 KK yang masih bertahan. Sisanya lebih memilih pergi baik kembali ke kampung halaman ataupun ke daerah lain . Salah satu warga setempat yang masih bertahan Hermanuddin 38, mengatakan warga pergi karena kecewa dengan pemerintah yang tak kunjung memenuhi janjinya. “Pemerintah berjanji warga yang sudah menetap selama enam bulan sudah dapat memperoleh lahan usahanya.

Kenyataannya sejak tahun 2008 hingga sekarang, lahan usaha tidak juga kita peroleh,” ungkapnya. Anehnya, sambung dia, lahan yang dijanjikan untuk mereka sudah dimiliki pihak lain. Ada sebagian yang dikuasai perusahaan, adapula yang dikuasai penduduk. “Sebagian diserobot PT IAL,dan sebagian dijual warga Muaraenim yang mengklaim lahan usaha I tersebut miliknya, karena lokasinya berada di perbatasan OI dan Muaraenim,” bebernya.

150 warga yang masih bertahan, menurut dia dalam keadaan terpaksa. Mereka tidak punya pilihan karena sudah tidak memiliki tempat tinggal atau keluarga lagi. Dia menuturkan, saat ini yang masih bertahan menggantungkan hidup dengan cara menjadi buruh bangunan dan sebagian lagi bekerja di PT Inderalaya Agro Lestari (PT.IAL) “Saat ini warga tetap sangat mengharapkan lahan yang semestinya menjadi haknya dikembalikan, untuk usaha tani,” imbuhnya.

Sumardi transmigran asal Madiun Jawa Timur (Jatim) berharap pemerintah segera memberikan lahan agar mereka dapat hidup layak.Sebab, kini mereka sama sekali tidak memiliki usaha yang menghasilkan. “Jujur mas, kami yang tinggal disini semuanya petani. Jadi kalau petani tidak mempunyai lahan bagaimana, ”ungkapnya. Sementara itu, Asisten I Setda Pemkab Ogan Ilir Herman, saat dikonfirmasi mengakui adanya laporan warga transmigrasi UPT I dan II yang tidak memperoleh lahan I dan lahan II.

Lahan yang seharusnya diberikan untuk mereka seluas 602 hektare. Menurut dia, pihaknya belum bisa memberikan lahan tersebut karena lahan tersebut masih dalam sengketa. Ada warga yang mengakui lahan tersebut masuk wilayah Muaraenim dan merupakan miliknya.“ Sampai saat ini belum ada penyelesaian meskipun sudah berada ditangan Dirjen Pemerintahan Umum di Kementerian Dalam Negeri,”ungkapnya.

Parahnya lagi, SK Bupati Ogan Ilir soal pencadangan lahan transmigrasi seluas 3.675 hektare tumpang tindih dengan SK Gubernur semasa Syahrial soal izin prinsip perkebunan yang diberikan kepada PT. Inderalaya Agro Lestari (PT.IAL). Akibatnya lahan cadangan juga tak bisa diberikan.“ Saat ini kita sudah mengirimkan surat kepada gubernur agar persoalan ini dapat dicarikan pemecahannya se-cepatnya,” tandasnya.(Muh/sin/net)

Mendadak, Budi Sudarsono Tinggalkan SFC

PALEMBANG,SN– Berita mengejutkan menghampiri markas Laskar "Wong Kito" Sriwijaya FC menjelang bergulirnya Liga Indonesia 2011/2012. Tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini ditinggal pergi oleh salah satu striker utamanya, Budi Sudarsono.

Pemain yang merupakan topskor SFC musim lalu ini dengan 11 gol,tiba-tiba menyatakan mundur kepada jajaran manajemen klub serta seluruh pemain yang menginap di Mess Pertiwi dan langsung meninggalkan Palembang.Mantan punggawa timnas Indonesia ini dikabarkan akan bergabung dengan Deltras Sidoarjo.

Keputusan ini jelas membuat SFC kecewa, apalagi sebelumnya pemain bernomor punggung 13 ini sama sekali tidak pernah mengutarakan niatnya untuk berganti kostum The Lobster. Dari informasi yang dihimpun HATTRICK,Budi memilih pindah kembali ke klub yang pernah membesarkan namanya tersebut karena desakan dari istrinya.Selain itu,di Deltras dia mendapatkan gaji yang lebih besar dari yang diterimanya di SFC.

Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin menerangkan,pihaknya sangat terkejut dengan keputusan tersebut..Apalagi,Budi baru saja meminta tambahan uang muka kepadanya untuk keperluan keluarganya.Namun karena tidak ada uang tunai, Budi hanya diberikan uang Rp50 juta.

Sebelumnya,Budi telah menerima uang tanda jadi Rp25 juta sehingga total uang yang telah diterima senilai Rp75 juta. “Terus terang,kita sama sekali tidak mengerti apa yang menjadi pertimbangan Budi secara mendadak menyatakan untuk meninggalkan SFC.Padahal dia sama sekali terlihat tidak ada masalah apa pun dengan kita (manajemen),dan saya baru saja berbincang-bincang dengan dia siang harinya,”papar Hendri kesal.

Hendri mengakui bahwa Budi merupakan satu-satunya pemain yang belum mengembalikan surat kontrak yang sebelumnya dipinjamkan oleh manajemen kepada pemain untuk dipelajari. Anggota DPRD Banyuasin ini membeberkan,usai mengumpulkan pemain di Mess Pertiwi pada Jumat (17/9),pihaknya memang telah memberikan waktu kepada seluruh pemain untuk kembali mempelajari isi klausal kontrak.

Beberapa jam kemudian,seluruh pemain berkumpul. Saat itu,sejumlah pemain memang sedikit mempermasalah kan mengenai empat poin yang tercantum di dalam kontrak. Setelah dilakukan pembicaraan, akhirnya tiga di antaranya di coret. “Usai mencoret tiga poin tersebut,hampir seluruh pemain langsung menandatangani kontrak yang telah direvisi dan mengembalikannya kepada staf manajemen, kecuali Ponaryo Astaman dan Budi Sudarsono yang masih menginginkan agar diberikan penjelasan kembali,”paparnya.

Setelah dijelaskan secara panjang lebar,kedua pemain itu pun mengatakan bersedia menerima penjelasan dan mengungkapkan akan segera menyerahkan kontrak. Ternyata, dari kedua pemain itu,hanya Ponaryo Astaman yang sudah mengembalikan sementara Budi belum. “Kesalahan kami,salah satu staf SFC tidak segera melaporkan hal itu kepada saya sehingga saya merasa semua tidak ada masalah lagi.

Kemudian, seluruh tim berangkat ke Bangka Belitung (Babel) untuk melakukan TC dan uji coba.Selama di sana pun,Budi tidak pernah menunjukkan tingkah yang aneh-aneh,”ungkapnya. Anehnya,saat sedang berada di Babel,manajer Deltras tiba-tiba menelepon dirinya dan mengatakan ingin memboyong Budi ke Sidoarjo. Karena merasa Budi telah menandatangani kontrak,ucapan itu tidak terlalu dianggap.

Sementara itu,Pelatih SFC Kas Hartadi mengatakan bahwa kepindahan Budi murni karena urusan keluarga.Meski demikian, dia sama sekali tidak menyangka Budi akan pergi secara mendadak seperti itu. Budi Sudarsono tidak bisa dimintai konfirmasinya terkait hal ini. Sejak memutuskan untuk meninggalkan Palembang,nomor ponselnya tidak aktif lagi. (yop/sind)

Siswa SMAN 2, Banyuasin III Kesurupan

* Kegiatan Belajar – Mengajar Diliburkan
Banyuasin,SN
            Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di halaman SMAN 2 Banyuasin III Rabu (3/10) yang sebelumnya berlangsung hikmat, berubah menjadi gaduh dan panik. Beberapa siswa tiba – tiba pingsan, bahkan ada diantara mereka yang menjerit histeris dan menangis. Takut berkepanjangan, Kesurupan yang terjadi sekitar pukul 08.00 Wib memaksa Kepala Sekolah dan guru lainnya merumahkan seluruh siswa, secara otomatis kegiatan belajar – mengajar diliburkan.
            Sementara, untuk menenangkan siswa yang kesurupan, para guru dibantu siswa yang lain berusaha menenangkan. Belum sempat menenangkan salah satu siswinya, tiba-tiba dikejutkan dengan beberapa siswi lainnya yang juga ikut kesurupan, suasana pun berubah menjadi gaduh.
            Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Nila Suyanti didampingi Pembina Osis Komariah menjelaskan, kesurupan terjadi setelah siswa melakukan upacara, awalnya hanya Dian Hidayat siswa kelas X.4.
Namun secara tiba – tiba rekan Dian yang lain turut berontak dan menjerit histeris. Bahkan Dian sempat mendengar orang yang menjerit dari kebun belakang sekolah. Siswa yang mengalami kesurupan diantaranya, Anggun, Dian Hidayat, Okta Sari Rizqy, Silvia, Novi dan Diniar.
“ Sebenarnya mereka itu hanya tidak siap secara fisik saat upacara tadi, karenanya ada yang jatuh pingsan, kemudian dibantu oleh teman – teman mereka. hanya itu saja” tuturnya.
Dikatakan Nila, pihaknya meliburkan kegiatan belajar mengajar disekolah. “ Siswa ada yang kita suruh belajar dirumah, sedangkan yang tinggal di mess kita suruh belajar di mess mereka," tuturnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sudirman Samosir menambahkan, penyebab terjadinya kesurupan ini, lantaran pikiran siswa dalam keadaan kosong. “ Sebenarnnya kesurupan tidak akan terjadi kalau pikiran kita disibukkan dengan kegiatan belajar, mungkin mereka yang mengalami kesurupan ini, karena pikiran mereka kosong," ulasnya.
Ditambahkan sejak didirikan hingga sekarang tidak pernah ada siswa yang kesurupan baru pada tahun 2011 ini terjadi kesurupan. Pantauan koran ini, aktivitas di sekolah yang menyandang predikat Plus, sangat baik. Selain kegiatan kurikuler yang menghantarkan nama baik SMAN 2, aktivitas siswa dibidang rohis pun cukup mengakar.
            Salah seorang siswa kelas X yang meminta namanya tidak dikorankan menuturkan, kesurupan terjadi pada pagi hari, usai upacara bendera. “ Kalau tidak salah kak, jumlah kawan kami yang mengalami kesurupan mencapai belasan orang dan mereka diobati oleh orang pintar, setelah itu dibawa pulang ke rumah mereka masing – masing," tuturnya.
            Edi,  warga Kelurahan Kedondong Raye menambahkan, kesurupan yang terjadi di SMAN 2 Banyuasin III, karena pengaruh makhluk halus. “ SMAN 2 dan MAN Pangkalan Balai itu dulunya merupakan hutan larangan, disana dikenal sebagai tempat keramat dan sering terlihat makhluk halus. Namun sejak dibangun, mistis itu sudah mulai berkurang, saya pikir makhluk halus yang menganggu manusia karena terusik tempatnya atau karena memang pikiran siswa itu yang sedang kosong," tukas Edi. (Sir)

Bocah SD Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Mr X ditemukan warga dibawah jembatan Enim 1
Muara Enim, SN
    Lalu lintas menuju Kota Muara Enim mendadak macet sejam lebih, pasalnya, ratusan warga berdesakan diatas Jembata Enim I menyaksikan ditemukannya mayat mengapung di Sungai Enim, Senin (3/9) sekitar pukul 15.00 WIB.
    Ciri-cirinya, berambut pendek, mengenakan kemeja pendek kotak-kotak, dan celana pendek dua lapis, diluarnya celana olaraga dan didalamnya celana SD, dari hidungnya masih mengeluarkan darah segar. Diduga korban tewas tenggelam beberapa jam lalu.
    Dari informasi yang dihimpun di lapangan, pertama kali korban ditemukan oleh salah seorang nelayan yang menjaring ikan di Sungai Enim tepatnya di bawah Jembatan Enim I. Saat itu, nelayan curiga dari dari balik bebatuan seperti benda yang mengapung.
        Lalu, ketika didekati, ternyata benda tersebut adalah seorang bocah yang diduga masih anak-anak sebab mengenakan celana SD. Kemudian, nelayan tersebut memanggil warga lainnya untuk ditarik ke pinggir sungai dan diletakan di atas batu.
    Salah satu warga yang ditemui di TKP, Anggi (24) mengakui, kalau dirinya hendak ke Kampus untuk kuliah, namun dalam perjalanan arus lalu lintas macet. Lalu,dirinya melihat dari atas Jembatan Enim I puluhan warga berdesakan  melihat arah ke sungai.
        “Benar saja, ada sesosok mayat, anak kecil, mungkin masih SD, sebab celananya seragam sekolah,” ungkap Anggi.
    “Tapi, saya tak tahu, anak siapa, sebab tak ada tanda pengenalnya,” ucap Anggi.
    Setengah jam berselang, Tim Identifikasi Polres Muara Enim turun ke TKP, sekaligus melarikannya ke kamar mayat RSMH HM Rabain untuk diotopsi.
    Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui identitas mayat tersebut, sebab belum ada keluaga korban yang menjenguk ke rumah sakit ataupun melapor ke Polres Muara Enim.
        Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Djoko Julianto membenarkan penemuan mayat tersebut saat ini masih dalam penyelidikan petugas. (yud)

3000 Siswa Tampil di Opening SEAG

Palembang,
    Sebanyak 3000 siswa mulai dari tingkat sekolah menengah pertama (SMP) hingga perguruan tinggi (PT) se Sumsel akan tampil saat opening (pembukaan) pesta olahraga se-Asia tenggara, SEA Games XXVI di Jakabaring, Palembang, 288 diantaranya berasal dari daerah di Sumsel, sedangkan sisanya berasal dari Kota Palembang.
    Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Sumsel, Ade Karyana, Senin (3/10) di gedung DPRD Sumsel. Katanya, seluruh siswa yang dilibatkan dalam opening SEA Games tersebut sudah melalui proses seleksi terlebih dahulu.
    "Khusus bagi 288 siswa yang berasal dari luar kota Palembang, sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan opening sudah akan berlatih di Palembang di bimbing oleh para koreografer berpengalaman di bidangnya," ujar Ade.
    Ia menambahkan, selama menjalani masa latihan di Palembang, semua siswa daerah tetap mengikuti proses belajar mengajar. Caranya, mereka akan di titipkan di sekolah-sekolah yang ada di Palembang.
    "Sekolah-sekolah yang di titipi para siswa daerah, kita tunjuk dan melalui proses seleksi juga. Keberadaan 288 siswa daerah ini menunjukkan bahwa mereka juga berpartisipasi dalam pelaksanaan SEA Games ini," terang Ade.
    Diterangkan Ade, 3000 siswa yang akan tampil pada pembukaan SEA Games tersebut, mayoritas akan membawakan berbagai macam tarian pembukaan. "Mereka berada di bawah komando koreografer yang sudah di tunjuk," ujarnya.
    Sementara Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Bihaqqi Soefyan mengaku hingga saat ini belum ada keputusan apakah para siswa di Kota Palembang akan diliburkan saat pembukaan SEA Games berlangsung atau tidak. Namun menurutnya, perlu di pikirkan juga manfaat dan kerugian jika siswa di liburkan saat opening SEA Games.
    "Mungkin wacana ini perlu dibahas lebih lanjut, karena pembukaan SEA Games ini merupakan moment penting dan belum tentu terulang kembali di Sumsel, jadi perlu di semarakkan," ujar dia.
    "Wacana untuk meliburkan para siswa ini akan kita bahas lebih lanjut nantinya, melibatkan semua pihak yang berkompeten," tambah Politisi Partai Demokrat ini. (awj)

Naniwa Boenga Tawarkan Fresh Flower

Resiana
Palembang, SN
Setiap moment akan lebih terasa spesial dan indah bila dilengkapi dengan bunga, hal itulah yang menjadi sasaran Naniwa Boenga yang menawarkan fresh flower untuk setiap moment perayaan. Berbagai macam bunga yang sebagian besar diimpor dari luar negeri bisa didapatkan di Naniwa Boenga yang mengambil lokasi outlet strategsi di area lobi Hotel Aryaduta Palembang.
    Owner Naniwa Boenga, Resiana menungkapkan, kehadiran Naniwa Boenga untuk memberikan alternatif konsumen dalam memilih bunga dan rangkaian yang berkualitas dan spesial. Sehingga rangkaian yang berasal dari Naniwa Boenga bisa dinikmati dengan spesial oleh para konsumen yang memesan bunga di Naniwa Boenga.
    "Dengan konsep flower for every moment yang menghadirkan perpaduan warna menarik diharapkan setiap moment akan lebih berarti,"tutur wanita yang cinta dengan bunga ini.
    Dikatakannya, berbagai bunga yang ada di Naniwa Boenga seperti Tulip, Lili, Rose maupun Angrek James Story merupakan bunga impor dari negara Belanda, Kenya dan Quador. Sehingga kualitas produk-produk bunga yang ada di Naniwa Boenga jarang dijumpai di floris-floris lain di Palembang.
    "Yang membedakan floris kami dengan floris lain adalah lebih memenuhi unsur desain. Karena rangkaian bunga yang kami desain bukan sembarang desain melainkan desain yang benar-benar dipelajari. Sehingga akan terlihat dari bentuk desain bunga itu sendiri mana desain yang otodidak dan mana desain yang merupakan hasil dari belajar,"ungkap alumni Floral Desain Institut ini.
    Untuk harga dijelaskannya, ditawarkan mulai dari Rp 37.500/tangkai untuk bunga rose dan untuk bunga Lili Rp 50.000/tangkai. Bagi konsumen yang memesan dalam jumlah banyak akan dihitung berdasarkan pertangkai. 
    Sementara itu Asisten Director of Sales Hotel Aryaduta Palembang, Mohammad Yasser Arafat mengungkapkan, kehadiran Naniwa Boenga di Hotel Aryaduta lebih menyempurnakan berbagai moment yang ada di Hotel Aryaduta mulai dari weeding, acara meeting maupun acara dalam menyambut tamu-tamu spesial yang menginap di Hotel Aryaduta.
    "Kami tidak sembarangan dalam memilih rekanan dipilihnya Naniwa Boenga berawal dari kedatangan Presiden RI, SBY pada saat itu Naniwa Boenga ditunjuk untuk memberikan sentuhan berbeda pada dekorasi ruangan di Hotel Aryaduta dengan memberikan tambahan bunga . Setelah dilihat hasilnya cukup memuaskan sehingga kerjasama ini perlu diteruskan apalagi mengingat Sea Games sebentar lagi akan digelar pasti akan memberikan kontirbusi yang saat berarti pada moment tersebut dengan sentuhan bunga yang dihadirkan oleh Naniwa Boenga," tuturnya.
    Ditambahkannya, kehadiran Naniwa Boenga akan lebih menyemarakkan dunia perhotelan agar lebih berkualitas dan berkelas dengan adanya sentuhan keindahan yang dihadirkan oleh Naniwa Boenga.(ima)  
        

Pemkot Palembang Turunkan Tim Investigasi

Romi Herton
-Terkait Pembangunan CV Vinayaka
Palembang, SN
    Unjuk rasa aksi persatuan warga Kalidoni beberapa hari yang lalu ke kantor Walikota Palembang yang terkena dampak pembangunan Cv Vinayaka Abadi, di Jalan Martadinats Kelurahan kalidoni Kecamatan kalidoni Palembang akhirnya ditanggapi serius Wakil Walikota Palembang Romi Herton.
    Pemerintah Kota (pemkot) Palembang memastikan akan menurunkan tim invetigasi di lokasi pembangunan yang diduga kuat penyebab terjadinya kebanjiran setinggit lutut orang dewasa di Lorong Pabrik Gelas Rt 01 rw 02 selama tiga tahun ini.
    Assisten I Pemkot Palembang Rosyidi mengatakan Kepastian turunnya Tim Terpadu dari jajaran pemkot Palembang ini ditunjuk wakil walikota Palembang setelah mengelar rapat tertutup terkait aksi demo persatuan warga kalidoni dan masyarakat peduli lingkungan terhadap aktifitas penimbunan rawa dan pembangunan ruko oleh CV Vinayaka Abadi Senin (3/10) di ruang rapat parameswara palembang.
    "ketua timnya di tunjuk Assiten II Apriadi Busri oleh wakil walikota,satu minggu kedepan laporan dari hasil investigasi ke lokasiharus sudah ada,”jelas Rosyidi.
    Permasalahan ini, kata Rosyidi menjadi konsen wakil walikota Palembang untuk segera dituntaskan, terlebih lagi permasalahan ini telah berlarut-larut dari mulainya pembangunan di lokasi tersebut berjalan.
    “Ini akan di teliti secara langsung apakah memang ada bentuk pelanggaran, kalau terbukti adanya pelanggaran pembangunan ruko 17 pintu diatas tanah selauas 17 ha tersebut akan dihentikan secara total, sebelaum CV Vinayaka membangun irigasi yang baik untuk warga setempat,”jelasnya.
    Saat disinggung apakah adanya pelanggaran dilokasi pembangunan, Rosyidi enggan berkomentar banyak, hanya saja pihaknya masih akan menunggu hasil tim investigasi tersebu.”Kita lihat saja hasil tim investigasi nanti,’jelasnya.seraya menyanyangkan rapat yang digelar secara tertutup tersebut tidak menghadirikan pihak yang berkompiten.
    “Semua yang hadir, hanya diwakilkan saja, mulai dari Tata kota, Hingga PU Bina Marga,”jelasnya.
    Sebelumnya aksi demo yangsempat bersitegang beberapa hari lalu tersebut Latief Khosim warga Lorong pabrik Gelas , menjelaskan pembangunan yang seharusnya mendapat persetjuan warga setempat, malah sebaliknya rmah warga yang berjauh dengan pembangunan tersebut dijadikan tanda tangan persetjuan pembangunan dilokasi setempat.
    “Seharusnya izin pembangunan itu mendapat persetjuan warga yang secara langsung berkaitan dengan pembangunan, bukan warga yang tidak berkepntingan, belum lagi sebagain lahan perluasan pembangunan saat ini berjalan tanda warga melalui RT setempat di intimidasi oleh preman,”jelasnya.
    Menurut, Latief, warga tidak akan melarang pembangunan tersebut berjalan hanya saja pihak pembangun juga harus memperhatikan lingkungan setempat dengan tidak menimbun keseluruhan tanah dilokasi dan membuat kanal, pintu air sesuai dengan peruntukannya bukan dialirkan di pemukiman warga.
    “Peristiwa ini sudah berjalan tiga tahun, Selama tiu juga banyak harta warga yang rusak terendam akibat genangan air membanjiri rumah warga yang airnya setinggi lutut orang dewasa,”tegasnya.
    Belum lagi air yang membajiri rumah warga tersebut, sudah memberikan dampak penyakit kulit bagi warga setempat.
“Airnya yang membajiri sudah berwarna hitam kecoklatan dan tidak sedikit warga yang terkenan penyakit kulit,sedangkan setiap diajak bermusyawarah CV VInayaka selalau diwakil preman bukan pemiliknya langsung,”jelasnya.
    Latief cukup pesimis setiap meminta pemerintah kota, hingga wakil rakyat untuk menyelesaikan permasalah warga dengan CV Vinyaka, yang berakhir menemui jalan buntu.
    “Sebelumnya kami meminta lurah dan camat untuk menengahi permasalahn kami, namun hasilnya tidak jelas, ke DPRD dan hanya berakhir dirumah makan, begitu juga dengan dinas terkait dan terakhir kami mendatangi Assisten II hingga saat ini hanya janji untuk melihat langsung kondisi warga setempat,’jelasnya.
    Kami harap kedatangan kami untuk keliuma kalinya meminta penyelasain dari pihak pemerintah ini dapat segera diselasaikn dengan menghadirikan Pihak CV Vinayaka.
    “Tolong dicatat oleh wartawan bahwa pemkot akan memberhentikan pembangunan CV Vinayaka, pada 1 oktober mendatang,’jelasnya.
    Sementara direktur eksekuti Walhi Sumsel Sadat didampingi Hadi Jamtmiko serta Dede Chaniago coordinator aksi Persatuan warga Kalidoni berjanji akan mendatangakan ratusan mahasiswa, apabila proyek pembangunan CV Vinayaka terus berjalan tanpa memerhatikan uu 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hiudp.
    “Kami akan kerahkan massa dan mahasiswa yang lebih banyak lagi kalau Pemkot Palembang tidak bisa menjadi wakil warga untuk menyelsaikan permasalah ini,”tukasnya.(win)

Gerebek Rumah Kosong, Polres OKI Sita Sabu Rp 30 Juta

Kayuagung, SN
    Rumah kosong di Desa  Serdang Menang Kecamatan SP Padang Kabupaten OKI digerebek jajaran Satres Narkoba Polres OKI, Senin (3/10) siang karena disinyalir terdapat Narkoba sabu-sabu.
    Upaya petugas membuahkan hasil karena menemukan 2 kantong sabu-sabu seharga Rp 30 juta dan peralatan mengkonsumsi sabu-sabu. Tanpa perlawanan, tersangkanya bernama Fendi (45) warga Desa Ulak Jeremun kecamatan setempat beserta BB dibawa ke Polres OKI.
    Kasatres Narkoba Polres OKI AKP Yusuf kemarin mengatakan, Fendi sudah menjadi target operasi (TO) pihaknya sejak lama. Selama ini BB dikirim oleh Pipin (25) anak tersangka yang kini mendekam di LP Mata Merah Palembang, Pipin menggunakan jasa kurir dalam pengiriman ke desa itu.
    Urai dia, setelah pihaknya mendapat informasi Pipin telah mengutus kurir untuk mengirimkan sabu-sabu, polisi melakukan pengintaian. Intaian sejak pagi membuahkan hasil siang harinya setelah menggerebek tersangka di rumah kosong yang akan mengirimkan pesanan sabu-sabu ke Desa Serdang Menang.
    Fendi ditemui kemarin mengatakan, Sabu-sabu milik anaknya itu dikirim kurir bernama Agus dari Palembang ke Serdang Menang. Nantinya BB akan dibawa Fendi ke seseorang pemesan, Fendi akan mendapatkan upah Rp 150 ribu.
    Fendi yang mengaku punya 2 istri dan 3 anak ini mengatakan, ia hanyalah pengedar sabu-sabu. Namun jasanya ia mendapat uang juga mengkonsumsi sabu-sabu gratis. (iso)

Senin, 03 Oktober 2011

Kereta Api Tak Lagi Layani Tiket Berdiri

PALEMBANG –
PT KA Kertapati Palembang, mengeluarkan kebijakan tidak lagi melayani penjualan tiket berdiri baik untuk kelas eksekutif, bisnis maupun ekonomi. Semua tiket penumpang,100% dijual berdasarkan kursi yang tersedia di dalam gerbong. “Pemberlakukan ini sudah dimulai sejak 1 Oktober 2011, bahwa PT KA memberlakukan sistem kebijakan layanan okupansi 100% untuk kereta kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi. Artinya, tidak lagi dijual tiket penumpang berdiri atau tanpa tempat duduk,” ungkap Kepala Satisun Besar KA Kertapati, Palembang Joni Martinus saat dihubungi,kemarin.

Dengan kebijakan ini,maka kapasitas maksimum penumpang sesuai dengan jumlah tempat duduk masing-masing kereta kelas eksekutif, bisnis maupun ekonomi,khususnya untuk KA jarak jauh. Karena, kata Bambang,selama ini penjualan tiket berdiri masih diberlakukan bagi penumpang kelas bisnis dan eksekutif dengan batas toleransi yang ditetapkan.

“Langkah pembatasan penumpang dan penghapusan tiket berdiri untuk KA jarak jauh itu dalam rangka menjamin keamanan dan kenyamanan pelayanan kepada penumpang kereta api. Jadi tidak diperkenankan lagi adanya penjualan tiket berdiri,”kata Joni.

Menurut dia, setiap stasiun yang tidak memiliki sistem online juga tidak lagi diperkenankan untuk menaikan atau menurunkan penumpang yang tidak di stasiun, dengan alasan tidak memiliki tiket. Bahkan, sebagai upaya mengantisipasi masih adanya penumpang nakal, maka pihaknya tidak memberlakukan tiket peron.

“Sejak berlakunya aturan tersebut, yang diperbolehkan masuk ke stasiun hanya bagi penumpang saja, sementara pengantar atau lainnya tidak diperkenankan. Bahkan, untuk mengantisipasi jumlah penumpang kita siapkan gerbong tambahan, agar semua penumpang duduk atau tidak ada yang berdiri,”ulasnya.

Manajer Humas PT KA Divre III Sumsel Jaka Jarkasih menyatakan, menginjak usianya yang ke-66, PT KA makin banyak menunjukkan perubahan untuk menciptakan sebuah sarana transportasi massal dengan mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Pembangunan selalu kita lakukan, guna menciptakan sebuah sarana transportasi yang baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat atau insan perkereta apian. Perubahan yang dilakukan PT KA tentunya menginginkan sesuatu yang terbaik bagi masyarakat, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap kereta api,”jelasnya.

Terpisah,seorang pengguna jasa kereta api, Gibraldi, 31, mengaku cukup senang dengan pemberlakukan penjualan tiket sesuai dengan jumlah tempat duduk yang tersedia.Sebab, menurut warga asal Lubuklinggau ini, dengan adanya aturan itu tentunya tidak akan ada lagi desak-desakan antarpenumpang hingga harus berdiri.

“Iya kalau jarak dekat, Palembang- Lubuklinggau kan cukup jauh.Kalau kita berdiri bisa dibayangkan sendiri seperti apa keadaan kita,”katanya. (ibr/ars/sin)

Warga Palembang Diimbau Segera Simpan Air

PALEMBANG–
Warga Kota Palembang diimbau untuk segera menyimpan air di bak penampungan. Pasalnya, pada Selasa (4/10) dan Rabu (5/10) pihak PDAM Tirta Musi akan menghentikan pasokannya ke sejumlah wilayah.

Daerah yang akan dihentikan pada Selasa (4/10) antara lain Kecamatan Seberang Ulu I, Seberang Ulu II,Plaju,dan Kertapati. Sedangkan wilayah yang akan mengalami gangguan distribusi air pada Rabu (5/10) antara lain daerah simpang Polda – Pakjo, KM 5, Sukabangun I dan II,Alang-Alang Lebar,Kemuning,Seduduk Putih dan sekitarnya, serta Polygon.

Diperkirakan sekitar 80.000 pelanggan akan merasakan dampak dari penghentian pasokan ini. “Kita berharap warga yang terkena dampak dari penghentian ini agar menyiapkan langkah antisipasi dengan menampung air di bak-bak penampungan masing-masing, untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama pengaliran terganggu,” ujar Direktur Teknik PDAM Tirta Musi Stephanus, kemarin.

Stephanus menjelaskan, gangguan distribusi yang dipastikan akan dialami warga tersebut dikarenakan pihaknya akan melakukan perubahan jalan pipa utama untuk air bersih menuju pelanggan di unit pelayanan Karang Anyar dan Booster km 4. Pipa dan booster tersebut selanjutnya akan digunakan untuk distribusi air kepada pelanggan di unit pelayanan Sako Kenten.

Selama pengerjaan ini,PDAM terpaksa menghentikan sementara produksi air mulai pukul 08.30 (4/10) – 08.30 WIB (5/10). “Secara teknis, kita akan melakukan pemasangan pipa transmisi baru berdiameter 700 mm steel di IPA Karang Anyar (Gandus) sebagai jalan pipa utama tersebut. Sehubungan dengan itu, mengakibatkan produksi dan supply air menuju booster km 4 akan terganggu sementara,”ungkap Stephanus di ruang kerjanya, kemarin.

Alasan adanya pemasangan pipa baru tersebut, lanjut Stephanus, karena pipa yang lama dinilai sudah tidak bagus dan kondisi tanahnya sudah rawan. Sehingga,dipastikan pengaliran air bisa tidak maksimal pada masa ke depannya.“Kita sudah buat tim khusus untuk membantu memasok air di booster km 4, sehingga 45.000 pelanggan di wilayah tersebut bisa dibantu,” ujarnya.

Adapun untuk 35.000 warga empat kecamatan di Seberang Ulu dipastikan akan mengalami gangguan distribusi air pada Selasa (4/10) dari pukul 20.00 – 08.00 WIB (5/10). Hal tersebut karena adanya pekerjaan pembangunan instalasi air bersih yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK) Pemprov Sumsel bekerja sama dengan PT Cargill.

Pekerjaan tersebut untuk dalam upaya provinsi dalam menyediakan jaringan air ke venue di Jakabaring. Adapun PDAM Tirta Musi hanya sekadar mem-back up pekerjaan tersebut. Stephanus menjelaskan,pihak PUCK Pemprov sudah membangun instalasi air bersihnya. Adapun pengerjaan yang akan dilakukan pada Selasa nanti, hanya untuk mengkoneksikan pipa sumber ke pipa isap.

Pipa sumber sendiri berdiameter 900 mm sedangkan pipa isap berdiameter 300 mm dan 400 mm.“Karena itu, penyaluran air untuk 35.000 pelanggan di empat kecamatan tersebut akan terganggu selama 12 jam,”urainya.

Sebelumnya,Direktur Utama PDAM Tirta Musi Syaiful DEA mengatakan, untuk penyaluran air 24 jam,saat ini sudah ada beberapa wilayah yang dialiri PDAM selama 24 jam.Antara lain di Jalan Merdeka, POM IX, Kalidoni, dan Sungai Lais. Penambahan penyaluran air 24 jam tentu dibutuhkan peningkatan sistem, terutama untuk kemampuan pompa dan jaringan.

Karena,sistem penyediaan air tersebut harus memakai tekanan yang lebih. “Namun,untuk 15 tahun ke depan, kita memastikan akan meningkatkan tekanan volume menjadi 600–1.200 liter/detik,” ujarnya.

Sosialisasi Langsung

Dihubungi terpisah,Ketua Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Palembang Agus Tridasa mengatakan, seharusnya pihak PDAM Tirta Musi melakukan sosialisasi yang lebih kepada masyarakat terkait gangguan distribusi di dua hari tersebut. “Selain di media,pihak PDAM juga perlu menggerakkan petugasnya di lapangan untuk menyosialisasikan hal tersebut,” tukasnya.

Menurut dia, jika memungkinkan, PDAM menyiapkan alternatif lain terkait penyaluran air kepada masyarakat tersebut. Hal tersebut mengingat air sebagai kebutuhan pokok dalam kehidupan seharihari.

“Penghentian sementara distribusi air tersebut berarti mengganggu hajat hidup orang banyak, mereka yang butuh air untuk mandi, wudhu, dan segala kegiatan harian lainnya tentu terganggu meski hanya beberapa hari. Sangat diharapkan ada alternatif lain yang bisa diupayakan,” imbuhnya.

Meski demikian, Agus mengimbau kepada masyarakat yang akan terkena imbas pengerjaan pipa PDAM agar dapat berupaya sendiri untuk bersiaga air. Untuk itu masyarakat diminta untuk dapat memanfaatkan bak penampungan air lebih maksimal.(yul/sav/sin)

Harga Kakao Kian Melonjak

EMPAT LAWANG- Harga komoditi kakao semakin tinggi, hingga memasuki pekan pertama Oktober 2011 ini untuk jenis mutu tinggi atau kakao kering 80 persen mencapai Rp 35 ribu perkilogram. Kenaikan sudah terjadi sejak satu bulan lalu, dengan kisaran 30 persen dari harga sebelumnya sekitar Rp 25 ribu perkilogram.

Informasi dilapanga menyebutkan, kenaikan harga kakao dipicu menurunnya produksi komoditi pendamping perkebunan ini sejak musim panas beberapa bulan terakhir, bahkan tak sedikit tanaman kakao rusak hingga terancam mengalami stagnasi produksi.

Harga pasaran kakao kualitas sedang sekitar Rp 23 ribu perkilogram, sementara yang masih dalam bentuk buah atau masih basah hanya dalam kisaran Rp 15 ribu perkilogram. Kenaikan ini memberikan kegembiraan bagi petani, disisi lain menurunnya hasil produksi dan kerusakan tanaman membuat petani kualahan.

Untuk produksi kakao petani di Kecamatan Tebing Tinggi contohnya, milik Fendi (35) Desa Pancurmas, dia merasakan penurunan produksi panen sejak empat bulan terakhir, dari hasil sebelumnya perbatan mampu mencapai lima kilogram dalam dua minggu kini hanya sekitar satu kilogram saja.”Beruntung kami menanam kakao sebagai komoditi tambahan saja, jadi meskipun produksinya menurun tak menjadi kendala besar,” kata petani karet ini, kemarin (2/10).

Sementara itu Dani (34) pengumpul Kakao di Tebing Tinggi mengungkapkan kenaikan harga kakao tersebut telah menjadi stimulus positif semangat para petani untuk menjual kakao. Bahkan semangat para petani bertambah kuat untuk terus mempertahankan dan meningkatkan produksi kakao. “Kenaikan harga kakao menjadi stimulus positif bagi petani mempertahankan dan meningkatkan produksi kakao mereka”, katanya 

Dia menjelaskan, berdasarkan permintaan pasar kakao mutu sedang berkisar Rp.25.000 sampai Rp.30.000 per kilogram. Sedangkan Untuk kakao mutu rendah berkisar Rp. 15.000- Rp. 20.000 per kilogram. Daniel menuturkan kalau hasil komoditi kakao tersebut dari Empat Lawang dibawa ke pasar kakao di Lampung.   

Kakao asal Empat Lawang mampu bersaing dengan kakao asal Lampung baik dari segi harga maupun mutu. “Kakao asal Empat Lawang sangat mapu bersaing dengan kakao dari lampung baik harga maupun mutunya”, katanya lagi

Berdasarkan data catatan produksi kakao memang sangat menjanjikan untuk komoditas unggulan baru di Kabupaten Empat Lawang disamping Kopi. Jumlah total luas kebun kakao mencapai 715,50 hektar dengan jumlah produksi mencapai 3.825.375 ton.

Kepala Dinas Perkebunan Kehutanan dan Pertambangan Empat Lawang, Susyanto Tunut mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan merencanakan penambahan beberapa fasilitas guna menunjang produktivitas hasil petani dibidang perkebunan, khususnya perkebunan kakao atau cokelat ini..”Budidayanya akan digalakkan dan ditingkatkan agar hasil produksinya berkualitas dan Secara langsung atau tidak langsung menutupi kelemahan yang selama ini dikeluhkan petani yang sering kebingungan sehabis musim panen kopi berakhir,” imbuhnya (eko)

Hari Ini Pleno KPU Muba, Akan Ada Demo

SEKAYU-SN
         Puncak rekapitulasi dan penghitungan hasil pemungutan suara 27 September 2011 lalu, akan dilaksanakan hari ini Senin (3/10) di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), ini setelah seluruh 14 Panitia Pemilihan Kematan (PPK) menyelesaikan tugasnya dan menyampaikan  ke KPU baik hasil rekap maupun semua logistic.
    Agar pelaksanaan rapat pleno yang akan dilaksanakan seluruh anggota KPU, Panwaslu, para saksi dan timses yang diundang dan unsur kepolisian, dapat berjalan lancar dan tertib, maka petugas Polres Muba tidak mau berspikulasi maupun berandai, andai.
    ,’’Karena acara rapat pleno yang akan digelar KPU sangat penting dan perlu ketenangan agar tidak terganggu hingga tertib dan lancar, maka kita akan melakukan penjagaan sangat ketat kepada siapapu yang akan masuk ke kantor KPU,’’Ujar Kapolres Muba AKP Toto Wibowo kepada Koran ini.
    Menurut Toto, pihaknya yang selama ini menerjunkan sekitar 70 petugas Polres Muba yang dilakukan secara bergantian , pagi, siang dan malam untuk mengamankan kantor KPU  Maka  pada rapat pleno ini, semua kekuatan atau sebanyak 700 personil yang di BKO oleh Polda Sumsel ke Muba  yang didalamnya juga ada pasukan Brimop, akan diterjunkan semuanya di kantor KPU dan sekitarnya.
    Apalagi kata Toto, ada dari LSM Puskokatara  pada menjelang rapat pleno akan menggelar aksi demo di Kantor KPU , mereka akan memprotes karena banyak warga Muba yang tidak mendapatkan hak suara pada 27 September lalu.
    ,’’Memang kita berikan izin untuk melaksanakan demo, dan itu tidak dilarang, asal demonya secara damai. Kita sudah himbau agar demonya secara damai dan tidak anarkis, kalau ternyata nanti diluar dugaan, melakukan tindakan anarkis dan melanggar aturan, maka  sesuai petunjuk  protap Kapolri akan kita lakukan (Tindak tegas Red’’Tegas Toto.
    Namun pihaknya berharap, pelaksanaan pleno dapat berjalan dengan lancar, apalagi selama tahapan pemilukda sejak awal hingga sekarang telah berjalan dengan baik dan kondusif,’’Kita berharap pula pada rapat pleno KPU dapat berjalan baik pula ,’’Lanjutnya.
    Kapolres juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat Muba yang merasa kurang puas atas penyelenggaraan pemilukada Muba, hendaknya disalurkan dengan damai, melalui aturan dan hukum yang berlaku .
    Ditambahkan Kapolres, agar pelaksanaan rapat pleno dapat berjalan dengan baik, pihaknya juga akan mempersempit ruang gerak, bagi yang akan menyaksikan rapat pleno tersebut,’’Yang akan masuk ke kantor KPU harus melalui detector, dan yang mendapat undangan dari KPU, termasuk media yang akan meliput juga harus menunjukkan surat undangan , kalau tidak bisa menunjukkan, mohon maaf petugas kita tidak akan mengizinkan, makanya kita akan bekerjasama dengan KPU,’’Tutup Kapolres.(her)

Angkutan Tak Resmi di Kayuagung Makin Menjamur

ilustrasi
Kayuagung, SN
    Travel liar karena berplat hitam jurusan Kayuagung-Palembang dan angkutan berplat hitam jurusan Kayuagung-kecamatan lain yang merupakan angkutan umum tidak resmi kini keberadaan dan jumlahnya makin menjamur.
    Pangkalan travel liar bisa dijumpai di sepanjang jalan Letnan muchtar Saleh Kayuagung, depan SMAN I Kayuagung, samping Bank BRI Kayuagung. Untuk angkutan umum berplat hitam justru sudah mangkal di terminal Tipe A Kayuagung.
    Hingga bertahun-tahun fenomena ini belum dilakukan penindakan tegas dari Dishubkominfo OKI dan Satlantas Polres OKI. Apalagi travel liar justru dipilih penumpang karena kondisi mobilnya bagus seperti jenis Kijang Xenia, Avanza, Phanter dan lain-lain.
    Kadishubkominfo OKI Drs H Asnawi P Ratu MM kemarin mengatakan, pihaknya kesulitan menertibkan Travel liar tersebut. ”Travel liar ini sopirnya bandel, jadi untuk mengaturnya harus secara bertahap, tidak bisa dilakukan dengan cepat, kita lakukan sosialisasi dulu, baru nanti kita arahkan ke terminal,” terangnya.
    Pihaknya mengklaim bahwa angkot dan angdes plat kuning (resmi) di OKI masih normal dan jumlahnya mencapai 150 angkot dan angdes di OKI. ”Angkutan plat kuning masih meroperasi normal, jumlahnya terus bertambah setiap tahun,” katanya.
    Dia mengakui jika memang angkot dan angdes Plat hitam di OKI mulai marak. Tetapi pihaknya mengaku tidak tinggal diam dengan maraknya angkutan plat hitam ini. ”Saat ini berdasarkan data kita ada 50 angkutan plat hitam yang beroperasi antar desa di OKI, mereka saat ini sedang kita bina untuk memutasikan plat mereka menjadi Plat kuning,” ujarnya.
    Dishub mengklaim jika setiap tahunnya banyak angkutan plat hitam yang mutasi ke plat kuning. Di tahun ini pihaknya masih memberikan kesempatan untuk angktan mobil pribadi untuk mutasi plat.” Untuk mutasi plat hitam ke kuning kita siap fasilitasi, kita urus semuanya  ke samsat tanpa ada biaya alias gratis dalam waktu tiga bulan sudah selesai, tapi dengan syarat pajak mereka tidak mati,” terangnya. (iso)


PEMKOT PAGARALAM ALOKASIKAN DANA LAPTER RP 125 MILIAR

      Pagaralam, SN  -   Pemerintah Kota Pagaralam, sudah mengalokasikan dana pembangunan lanjutan lapangan terbang Rp125 miliar pada anggaran pendapatan belanja daerah 2010-2011. Anggaran pengajuan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam untuk pembuatan lapangan terbang (lapter) pada tahun anggaran 2010 sekitar Rp 50 miliar dan untuk 2011 awalnya diusulkan Rp 108 miliar, namun setelah dilakukan pembahasan disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) hanya senilai Rp 75 miliar. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan dan Informasi Komunikasi, setempat, Drs H Agustiar Effendi,  Minggu (2/9).
     Menurutnya,  pembangunan Lapter sudah ditetapkan melalui peraturan daerah (Perda) Nomor 09 tahun 2009 senilai Rp 217 miliar berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Pagaralam.
     "Memang kita menargetkan pada akhir  2012 mendatang pembangunan Lapter sudah selesai dan sudah dapat didarati pesawat jenis boeng," ujarnya.
     Sementara pada pelaksanaanya, kata dia, sistem pembiayaan pembangunan Lapter dilakukan dengan 'multiyers' atau tiga tahun anggaran mulai dari 2010 berakhir 2013.
     Menurut dia, hingga 2011 ini dana terserap untuk lapter mencapai Rp 144,5 miliar khusus pengerukan dan meratakan tanah "runway" sepanjang 2.000 meter dengan lebar 150 meter.
     "Ada sekitar 16 pesen dari total APBD Pagaralam 2011 mencapai Rp 497 miliar teserap untuk pembangunan lapangan terbang di Dusun Atungbungsu, Kecamatan Dempo Selatan," ungkapnya.  
     Kepala UPTD Bandara, Agus, mengatakan untuk mempercepat pembangunan lapangan terbang Mingkik, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, Pemkot Pagaralam sudah menganggarkan dana melalui APBD 2011 sebesar Rp 75 miliar, 2010 sebesar Rp50,5 miliar dan kemudian tahun 2009 lalu senilai Rp 19 miliar.  
      "Kalau keseluruhan hingga 2013 dana pembuatan Lapter mencapai Rp  217 miliar, belum termasuk bantuan APBN ," ungkap Agus.
     Sedangkan dana Rp 57,5 miliar yang sudah diserap hingga 2010 lalu hanya untuk mengeruk lahan seluas 200 hektare.
     Kemudian termasuk pembuatan landasan pacu sepanjang 1.080 meter yang diperpanjang menjadi 2.000 meter, ujar Agus lagi.
     "Untuk pembebasan lahan juga sudah dianggarakan melalui APBD sebesar Rp14 miliar dan sebagian masih dalam proses," ungkapnya.
     Dia melanjutkan, program kedepannya masih akan meningkatkan pembangunan 'runway', seperti pengerasan, dan termasuk fasiliras pendukung lainnya.
     "Nantinya kita akan segera membangun fasilitas lain, seperti jalan sepanjang 9,5 kilomter dengan lebar 32 meter dan perkantorannya," ungkapnya.
     Sementara itu Walikota Pagaralam, Drs H Djazuli Kuris, MM  mengatakan untuk mempercepat pembangunan Lapter tersebut Pemkot Pagaralam membutuhkan dana dukungan dari APBN dan termasuk APBD Sumsel.
     "Dana itu nantinya akan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas Lapter dan ganti rugi lahan yang sekarang masih ada dalam proses gantirugi," ungkapnya. (ASN)

Oknum Guru Diduga Aniaya 6 Siswa

Banyuasin,SN
            Dunia pendidikan di Kabupaten Banyuasin kembali tercoreng, Sulistiono Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 1 Sako Kecamatan Rambutan bersama istrinya yang tercatat sebagai tenaga pengajar disana, dilaporkan ke Polsek Rambutan, keduanya dituduh telah menganiaya 6 siswanya disalah satu ruangan sekolah.
            Mereka adalah Eka Safitri binti Slamet Kohar, Meri Andani binti Sugito, Desi Binti Maryam, Opi Andaresta binti Nurhamza, Welli binti Jaya Sukma dan Sri Utama binti Susilo.
    Para siswa tersebut mengaku dianiaya dengan cara ditarik rambutnya, ditampar dan ditendang. Tidak terima dengan kejadian itu, ditemani orang tuanya, siswa tersebut melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polsek Rambutan.
    Informasi yang dihimpun, penganiayaan yang dilakukan oknum Wakasek dan guru SMP 1 Rambutan itu, bermula dari protes salah seorang siswa yang mempertanyakan uang saku yang diberikan panitia saat digelar acara sosialisasi narkoba oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Selasa (27/9) di aula kantor kecamatan rambutan.
    Saat itu sebanyak 47 siswa SMPN 1 ditambah dengan siswa SMAN 1 dan masyarakat serta instansi terkait mengikuti sosialisasi masalah narkoba. Usai penyuluhan, seluruh peserta diberikan uang saku sebagai pengganti transport, masing–masing Rp 25 ribu yang dibungkus dalam amplop.
    Oleh Thomson, salah seorang guru SMPN 1 Rambutan, uang saku tersebut dikumpulkannya, dari 47 siswa yang mengikuti penyuluhan hanya 41 siswa yang sudah mengembalikan, sisanya sebanyak 6 siswa belum mengembalikan uang saku lantaran keburu pulang kerumah masing–masing.
    Merasa ada yang aneh, Slamet salah seorang orangtua siswa lantas bertanya dengan panitia. “Dia bertanya, uang saku itu sebenarnya untuk siapa, peserta atau untuk gurunya, lalu dijawab untuk peserta," kata Kasdiono, salah seorang wali murid. 
    Oleh panitia, oknum guru yang mengumpulkan kembali uang tersebut ditelepon. Diduga kesal karena ditelepon panitia, keesokan harinya Rabu (28/9), seluruh siswa yang mengikuti sosialisasi narkoba dikumpulkan, 46 siswa dijemur dihalaman sekolah, sisanya dibawa masuk kedalam ruangan.
        “Di dalam ruangan itulah oknum guru dan wakil kepala sekolah itu menganiaya keenam siswanya dengan cara memukul dan menampar," tambahnya.
    Akibat kejadian ini, bukan hanya memar dipipi, beberapa diantara siswa tidak berani masuk sekolah lantaran takut.
        Parahnya lagi, lanjut Kasdiono, oknum Wakasek mengeluarkan komentar yang tidak seharusnya dilakukan seorang tenaga pendidik. “Katanya, orang Rambutan itu kere (miskin, red) galo terus ada lagi perkataannya yang membuat sakit hati kami," ulasnya.
    Wakasek Kurikulum SMPN 1 Sako, Sulistiono, dikonfirmasi via ponselnya membantah penganiayaan yang dilakukan bersama istrinya. Menurut Sulistiono, kejadian yang terjadi di sekolah hanya kesalahpahaman saja.
       “Tidak ada pemukulan apalagi penganiayaan terjadi disekolah hanya kesalahpahaman saja. Tidak benar itu, kalau saya atau istri saya melakukan penganiayaan dan masalah itu sudah selesai, kami sendiri juga sudah menyampaikan permintaan maaf, demikian juga dengan seluruh wali murid," bebernya.
    Soal uang saku yang ditarik kembali oleh Thomson, salah seorang guru SMPN 1, menurut Yulistiono, hanya untuk menghimpun saja. “Mereka juga tidak dijemur, mereka hanya dibariskan dihalaman sekolah pada pagi hari, itu pun tidak lebih dari setengah jam, setelah itu mereka masuk kembali kedalam kelas dan menerima uang saku yang dihimpun tadi," bebernya.
        Sementara diungkapkan Kepala UPTD Diknas Kecamatan Rambutan, Sarjono. Menurutnya ia juga belum menerima laporan dari sekolah dan orang tua siswa. “Nanti saya cek dulu, saya belum tahu masalah ini,“ kata Sarjono diujung telepon. (sir)

Minggu, 02 Oktober 2011

Sriwijaya FC Menjerit

PALEMBANG–
Keputusan PSSI yang menetapkan Liga Indonesia level 1 diikuti 24 tim, membuat manajemen Sriwijaya FC  menjerit. Penambahan jumlah kontestan itu membuat dana kompetisi pun membengkak.

Manajemen SFC mengeluhkan keputusan kontroversial PSSI tentang jumlah kontestan liga utama musim depan dari 18 menjadi 24 tim.Laskar Wong Kito menilai keputusan yang ditelurkan pada sidang Komite Eksekutif (Exco) di Hotel Sahid,Jakarta,kemarin memberatkan tim peserta. “Tambahan enam tim akan membuat pendanaan membengkak. Kami terpaksa mencari dana tambahan,”kata Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainudin kemarin.

Musim lalu,dengan 18 kontestan Indonesia Super League (ISL),SFC harus menggelontorkan sekitar Rp4 miliar untuk biaya perjalanan laga tandang dan menggelar laga kandang. “Untuk sowanke markas Persija Jakarta, kami mengeluarkan dana sekitar Rp150 juta ke kandang Persib Bandung Rp200 juta dan ke Papua Rp500 juta.

Tambahan tim dari 18 menjadi 24 klub akan membengkakkan pengeluaran tim menjadi sekitar Rp6 miliar,” paparnya. Kondisi ini semakin dipersulit ketentuan PSSI yang membatasi dana operasional tim hanya Rp15 miliar.Menurut Hendri,jumlah tim yang mencapai 24 klub itu terlalu banyak sehingga akan berdampak pada kualitas kompetisi di Indonesia.

“Bayangkan saja,setiap tim menjalankan 46 pertandingan sehingga kompetisi akan berjalan selama 12 bulan lebih.Para pemain akan sangat kelelahan,sehingga akan berdampak pada kualitas timnas kita,”kata Hendri Zainudin. Dia mengemukakan,manajemen SFC telah beberapa kali melakukan protes mengenai keputusan PSSI menjalankan kompetisi dengan satu wilayah (24 tim).

Pada musim kompetisi 2011–2012,kepengurusan PSSI yang baru pimpinan Djohar Arifin Husin menetapkan satu wilayah dengan 24 tim. Sebelumnya,kompetisi digelar dalam satu wilayah dengan 18 tim.Enam tim tambahan berasal dari Liga Primer Indonesia,yaitu Persema,Persibo Bojonegoro,PSM Makassar, PSMS Medan,Bontang FC,dan Persebaya. Keputusan itu tetap diambil PSSI walau status keenam klub tersebut masih bermasalah.

PSM,Persibo,Persema masih bermasalah karena musim lalu bermain di Liga Primer Indonesia (LPI).Sementara Persebaya Surabaya dan PSMS Medan,dan Bontang FC (BFC) seharusnya berlaga di Divisi Utama.“Sudah diputuskan menjadi 24 klub.Tapi,kami masih menunggu surat keputusan dari ketetapan tersebut,”kata anggota Exco PSSI Roberto Rouw.

Dengan ditetapkannya jumlah kontestan menjadi 24 klub,sudah bisa dipastikan kompetisi akan berjalan sangat panjang.Jika ada 24 klub yang ikut berkompetisi,setiap klub akan menjalani 46 pertandingan. Sementara jumlah laga keseluruhan yang akan dijalani mencapai 552 pertandingan.

Dari banyaknya jumlah pertandingan yang akan dijalani,kompetisi baru akan berakhir pada pertengahan November 2012.Panjangnya waktu kompetisi tersebut sudah ditambah jika ada libur SEA Games,libur Ramadan,atau jika ada pemilihan umum daerah (pilkada).

“Kompetisi dimulai 15 Oktober, dibuka dengan lima laga pembuka pada tanggal 15, 16,22,dan 23 Oktober.Setelah itu,libur SEA Games,lalu diproyeksikan dengan 24 klub akan selesai sekitar 23 atau 24 November tahun depan.Itu sudah termasuk libur SEA Games,puasa,dan pilkada,”papar CEO PT Liga Prima Indonesia,Widjayanto.
(abd/ dec/sind/net)

Hujan Deras Hapus Kabut Asap di Palembang

Palembang,SN - Setelah seharian penuh menghirup kabut asap, akhirnya warga Palembang bisa bernapas lega. Pada sore hari turun hujan deras disertai angin kencang yang menyegarkan kembali udara.

Hujan deras yang turun mulai pukul 16.30 WIB, Sabtu (1/10), menghilangkan aroma rumputan terbakar yang sebelumnya terasa dari kabut asap, serta debu-debu di jalanan.

"Aku terkejut dengan hujan ini. Aku sama sekali tidak menyangka hujan turun," kata Dadang, saat meneduhkan diri di teras pertokoan di Jalan Basuki Rahmad, Sabtu (01/10).

"Aku pikir mendung sepanjang hari ini lantaran kabut asap bae. Alhamdulillah, semoga saat sudah masuk musim penghujan," harap warga Kenten, Palembang, ini.

Beberapa pekan lalu, hujan sempat mengguyur Palembang. Tapi hujan itu merupakan hujan buatan. Saat itu kabut asap menghilang. Dalam empat hari terakhir, kabut asap kembali muncul. Hujan deras turun sekitar pukul 16.30 hingga 18.30. Udara setelah hujan menjadi lebih bersih meskipun kabut asap tipis masih terlihat. Namun, gangguan kabut asap akibat kebakaran lahan terasa telah jauh berkurang.

Menurut prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan memasuki musim hujan pada Bulan Oktober ini. Sejak Juli, provinsi ini dilanda kemarau dengan cuaca panas dan kering. (kom/tw/lh)

Nakal, 2-5 SPBU Palembang Kena Sanksi

SPBU di Jln Kol H Burlian/ BTN
PALEMBANG – Unit Pemasaran BBM Retail Region II PT Pertamina (Persero) Sumbagsel memberikan sanksi terhadap 2- 5 unit stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) area Sumbagsel, termasuk beberapa SPBU di Kota Palembang, karena diduga mendistribusikan BBM tak tepat sasaran.

Assisten Manager External Relation Unit Pemasaran PT Pertamina (Persero) Sumbagsel Roberth MV Dumatubun menegaskan, sanksi yang diberikan berupa pembinaan selama dua pekan hingga satu bulan agar SPBU tidak mengulangi perbuatannya. “Kalau Palembang, saya lupa angka pasti berapa SPBU yang dihentikan suplai BBM-nya itu. Namun, untuk dua SPBU di Jalan Demang Lebar Daun (24.30.103) dan SPBU Jalan Kol H Barlian,samping BTN,sudah dihentikan suplai BBM-nya sejak satu bulan lalu,”ujarnya.(dar/sind)

Khusus SPBU Demang Lebar Daun,ungkap dia,per 1 Oktober direkomendasikan sudah beroperasi. Sementara, SPBU samping BTN belum dipastikan kapan beroperasi. Dia menyebutkan, cepat atau tidaknya SPBU beroperasi, tergantung ada atau tidaknya iktikad baik untuk mendistribusikan BBM sesuai sasaran. “Jika ada, otomatis suplai BBM dilanjutkan.Namun jika tidak,pembinaan terus dilakukan sampai batasan waktu ditentukan. Jika pembinaan pertama dilakukan ternyata SPBU masih berani mengulangi perbuatannya menjual BBM ke jeriken, masa pembinaan bisa capai tiga bulan lamanya.

Namun, jika tetap saja membangkang, kami akan melakukan upaya pemutusan hubungan usaha (PHU),”katanya. Dia berharap pengelola SPBU menjalankan fungsinya dengan mendistribusikan BBM sesuai sasaran. “Ulah sebagian SPBU nakal itu bisa memicu opini publik kalau BBM sulit didapat sehingga dapat menyebabkan panic buying di tengah masyarakat. Dengan adanya pembinaan, dimungkinkan dapat memberikan contoh kepada SPBU lain untuk memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat sekitar,” katanya. Pantauan SINDO, SPBU Jalan Kol H Barlian, Palembang, sudah tidak melayani pembelian bensin sejak satu bulan lalu.

Sementara, penjualan solar masih tetap di-layani. Begitu pula di SPBU Demang Lebar Daun tidak terlihat rutinitas seperti biasa melayani pembelian BBM. “Kami tidak menjual bensin sejak satu bulan terakhir.Tapi kalau untuk solar tetap kami layani. Soal kenapa tutup kurang jelas,” ujar In, pegawai SPBU Jalan Kol H Barlian,samping BTN. Terpisah, Oktariansyah, warga Kecamatan Kemuning, Palembang, menyayangkan ulah SPBU yang sengaja menjual BBM ke jeriken atau menjual dalam partai banyak sehingga BBM cepat terserap habis.

“Seharusnya Pertamina tegas terhadap SPBU yang nakal dan jangan tebang pilih.Begitu pula pengelola SPBU, seharusnya bersikap tegas dan menerapkan kebijakan terhadap pegawainya. Pegawai SPBU tidak akan berani jika tidak ada petunjuk dari atasan,” ucapnya.

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.