Jumat, 07 Oktober 2011

PT BGG Rambah Lahan Warga Tanpa Izin

ilust
 Lahat, SN
Sebanyak 10 perwakilan warga Desa Banjar Sari, Kecamatan Merapi Timur mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat untuk mempertanyakan persoalan PT Budi Gema Gempita yang diduga menyerobot lahan penduduk desa tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.
        Perwakilan desa diterima Wakil Ketua II DPRD Drs Farhan Berza MM MBA, Ketua Komisi II H Niko Pransisko SH dan Anggota dewan Ariestoteles Sag, diruang rapat gabungan.
        Kepala Desa (Kades) Desa Banjar Sari, Kecamatan Merapi Timur Mulyadi mengatakan, bahwasanya PT BGG telah melakukan pemerataan lahan milik masyarakat desa tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu dan juga koordinasi.
        “Ini merupakan laporan dari penduduk desa, kalau PT BGG telah melakukan buldozer terhadap lahan masyarakat, sehingga menyebabkan keresahan warga.
        Pemerintah desa (Pemdes) telah melayangkan surat pemberitahuan kepada perusahaan tersebut, agar tidak melakukan buldozer sebelum semua persoalan jelas, akan tetapi, belum genap 10 hari setelah diadakan pertemuan, mereka tetap menjalankan tugasnya.
        “Kita sudah kirimkan surat secara lisan, tulisan, maupun bertatap muka, agar segala operasional yang dilakukan oleh PT BGG sekiranya dihentikan sementara waktu, akan tetapi, mereka sama sekali tidak mengindahkannya,” tegas Mulyadi.
        Ditambahkan Sekretaris desa (sekdes) Sapri Aziz, padahal berdasarka komitmen antara perusahan dan penduduk desa, mereka tidak akan melakukan pemerataan lahan dan juga tidak diperbolehkan beroperasi.
        “Sama sekali tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan, selain itu, PT BGG membeli lahan tersebut melalui oknum warga desa juga termasuk memasukkan alat berat dan mengatasnamakan penduduk Desa Muara Lawai,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Drs Farhan Berza MM MBA didampingi Ketua Komisi II H Niko Pransisko SH mengemukakan, pihaknya akan memanggil PT BGG termasuk juga instansi terkait, duduk satu meja mencarikan solusi terbaik, sehingga kedua belah pihak sama-sama tidak merasa dirugikan.
        “Baik pihak perusahaan, instansi terkait, DPRD akan mengundang kepala desa (kades) yang masuk dalam wilayah izin usaha penambangan (IUP) PT BGG, dimana duduk satu meja mencari pemecahaan dari permasalahan ini, agar tidak dibiarkan berlarut-larut,” katanya. (zal)

Bangun Pasar Modern Di Gandus

Palembang, SN
Pemerintah kota berencana membangun pasar tradisional berkonsep modern di Kecamatan Gandus.
“Pasarnya tradisional tapi gedungnya modern, berlantai keramik dan pasarnya tertata,” ujar Wakil Ketua Koperasi Usaha Pedagang (KUP) EMDIVI, Amir Syarifuddin, di Kantor Walikota Palembang, Kamis (6/10).
Pasar itu akan menempati lahan seluas 1,3 hektare. “Tanahnya sudah ada. Tidak perlu pembebasan dan tinggal melaksanakan pembangunannya,” ujar Amir.
Bila terwujud, pasar yang direncanakan satu lantai tersebut bakal dikelola Koperasi Usaha Pedagang.  Amir menerangkan, pedagang yang kelak menempati pasar itu diprioritaskan adalah mereka yang selama ini berjualan di beberapa lokasi di seputaran Kecamatan Gandus.
Antara lain di bawah Jembatan Musi II, yang hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu, kemudian di dekat Masjid Jamik (Jagalan) dan di Pulo Kerto.
“Pasar ini bisa menampung sekitar 500 pedagang, bahkan mungkin lebih,” sebut Amir.
Soal dana pembangunan? Amir mengatakan itu akan diajukan oleh pemerintah kota kepada Kementerian Perdagangan.
Rencana pembangunan pasar ini dibenarkan Asisten II Setda Kota Palembang Bidang Ekonomi dan Pembangunan Apriadi Busri.
“Ya, perlu dibangun. Karena Gandus lokasinya jauh dari perkotaan atau pusat perbelanjaan dan itu akan sangat membantu warga di Kecamatan tesbut agar mereka tidak perlu jauh-jauh untuk berbelanja,” katanya.(win)

Buang Sampah, 14 Warga Di Tangkap Pol PP

Palembang, SN
        Sebanyak 14 warga dari berbagai domisili di Kota Palembang yang menjalankan aktifitas dikawasan bawah Jembatan Ampera dan Nusa Indah, hanya tertunduk malu saat digelandang satuan Polisi Pamong Praja (pol PP) Kota Palembang untuk mendapat pengamanan selama 24 jam.
        Pasalnya 14 warga tersebut yang salah satunya adalah ibu rumah tangga yang biasa berjualan dikawasan Nusa indah ini kedapatan tangan sedang membuang sampah sembarangan dijalan.
        Kepala Satuan Pol PP Kota Palembang Aris Saputra mengatakan mereka yang kedapatan tangan ini akan dikenakan sanksi sesuai tingkat kesalahan setelah dilakukan sidang Yustitisi nantinya.
        “ Untuk memberi efek jeranya mereka akan kita aman kan selama 24 jam di kantor kita, selanjutnya mereka akan kita data terdahulu dan di foto sebelum dilakukan sidang yustitisi nantinya,”jelasnya Kamis (6/10) usai memberikan pengarahan kepada ke - 14 warga yang tertangkap di aula PolPP Kota Palembang.
        Maksimal sanksi yang akan diberikan lanjutnya, sesuai dengan  peraturan Daerah (perda) No 12 tahun 2006 tentang pembinaan dan retribusi sampah, kata Aris meraka (14 warga) ini akan dikenakan denda maksimal Rp 50 juta atau kurungan selama 3 Bulan.
        “ Maksimalnya denda Rp 50 juta atu tidak ya kurungan selama 3 bulan, tapi kita lihat tingkat keselahanya, yang biasa dijatuhi denda berkisaran RP200 -250 ribu,”tegasnya.nah mereka yang telah didata yang telah dilengkapai dengan foto oleh petugas Polisi penegak perda ini, akan diberikan sanksi yang lebih berat lagi bilamana untuk kedua kalinya kedapatan tangan kembali membuang sampah sembarangan.
        “Sanksinya lebih berat lagi, kalau kembali kedapatan, nah meraka juga kita ajak untuk mengajak warga serta sanak saudaranya untuk tidak mebuang sampah sembarang setelah kita berikan pengarahan ini,tegasnya.
        Tidak hanya kawasan taman dibawah jembatan Ampera dan Nusa Indah sambung Aris yang juga pernah menjabat sebagai Camat Ilir Timur (IT) I ini, kawasan padat lalu lintas, misalnya simpang empat lampu merah, pasar 16 ilir, Mall, dan dalam Bus Kota tak luput mejadi target berikutnya.
        “Tidak hanya Nusa Indah dan bawah jembatan Ampera yang rawan banyak warga yang membuang sampah sembarang, mall, bus kota dan berapa tempat yang lain juga menjadi sasaran, nah dari tempat ini sanksinya akan lebih berat lagi terutama dari mobil pribadi dan didalam bus dan Mall,”tegasnya.
        Seraya menambahakn gencarnya dilakukan razia membuang sampah sembaranag ini juga dalam rangka menyambut perhelatan olah raga Seassian tengara SEA Games november mendatang.
        “Kita inginkan kita tetap mempertahankan predikat Kota terbersih terlebih lagi Palembang akan menjadi tuan rumah SEA Games,”jelasnya.
        Sementara itu Nakza (74) salah satu warga yang kedapatan tangan membuang sampah sembarangan dikawasan Nusa Indah ini mengaku tidak mengetahu adanya perda yang menindak membuang sampah sembarang.
        ‘Idak tahu men ado aturanyo, selamo ini, biaso be,”jelas Warga Kecamatan Gandus ini. Beda Halnya Yeni yang telah mengetahu adanya aturan tersebut.”Lah tahu, Cuma dak tahu men ado Pol PP Razia,”jelasnya.(win)

Sepak Takraw Bidik 2 Emas SEA Games Palembang

Palembang, SN
Meski belum pernah meraih emas di ajang SEA Games sebelumnya namun Pengurus Besar (PB) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) yakin meraih dua emas di ajang SEA Games XXVI, 11 November di Palembang.
Target itu dinilai tidak berlebihan karena Indonesia menjadi tuan rumah serta perkembangan sepak takraw Indonesia meningkat pesat, mengalahkan Thailand yang selama ini menjadi jawara di cabang olahraga tersebut.
Penegasan itu disampaikan Presiden PSTI yang juga menjabat sebagai wakil presiden International Sepak Takraw Federation (ISTAF), M Basri Telabi saat menghadiri pelatihan wasit sepak takraw untuk pelaksanaan SEA Games 2011.
Di ajang pesta olahraga Asia Tenggara tersebut, Indonesia menurunkan tiga nomor yakni tim putra, tim putri dan beregu. Dari tiga nomor itu, tim putra dan putri ditargetkan meraih emas. Sementara tim beregu meraih perak.
Sedangkan Sekjend ISTAF yang juga Presiden ISTAF Asia, Abdul Halim Bin Kader memprediksi Tim Nasional Indonesia meraih medali emas pada SEA Games XXVI di Palembang, 11-22 November mendatang. Prediksi itu muncul setelah ia mengikuti perkembangan disejumlah event local dan juga internasional.
"Saya memprediksi medali emas SEA Games akan diraih oleh Indonesia, bukan karena apa-apa tetapi karena telah melihat langsung penampilannya saat mengikuti super series di Thailand, 8-11 September lalu," ujar Abdul Halim di Palembang, Kamis diselah selah memberikan pelatihan bagi wasit sepaktakraw.
Menurut dia, penampilan tim putra sepak takraw Indonesia seperti Briyan, Novrizal, Samsul Hadi terbilang luar biasa karena mampu mengalahkan tim terbaik dunia (Thailand) selama 50 tahun terakhir.
Dia pun memprediksi, Tim Indonesia akan mengantikan dominisi dari Thailand dalam waktu dekat. "Tim Indonesia begitu luar biasa karena dalam sejarah baru kali ini bisa mengalahkan Thailand. Bahkan, bisa mengalahkan Thailand dihadapan presiden sepak takrawnya sendiri. Padahal, dukungan publik Thailand begitu luar biasa yakni dengan mencapai 5000 penonton, 2-3 tahun lagi sepaktakraw indonesia akan menjadi juara dunia" kata dia.
Untuk itu, dia mengingatkan kepada Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia untuk menyediakan ribuan suporter pada SEA Games mendatang. "Saat Indonesia bertanding di Thailand seluruh penonton memberikan tekanan, tapi dengan luar biasa masih bisa meraih kemenangan. Jangan nanti sudah diselenggarakan di tanah kelahiran sendiri, justru Indonesia menjadi kalah," kata dia.
Terkait dengan kesiapan venue SEA Games sepak takraw di Gedung Sriwijaya Promotion Center, Abdul Halim sama sekali tidak meragukan. Karena secara garis besar fisik bangunanan sudah tidak ada persoalan lagi. "Persiapan Sumsel sudah sangat matang dan untuk mengujinya akan dilakukan tes event, 8-10 Oktober mendatang dengan melibatkan beberapa negara Asia Tenggara," ujar dia.
Sementara, Ketua Umum KONI Sumsel, Muddai Madang mengharapkan cabang olahraga sepak takraw nantinya digelar pada ajang olimpiade. "Kami memberikan support kepada Pengurus Sepak Takraw Dunia untuk menjadikan sepak takraw dipertandingkan dalam olimpiade.
Meskipun butuh upaya keras, tapi Sumsel siap memberikan dukungan, dengan harapan setidaknya dalam sepuluh tahun ke depan dapat terealisasi," ujar dia. Sehingga, dia melanjutkan, harus dilakukan sosialisasi hingga ke negara-negara Eropa, salah satunya dengan mendirikan berbagai sekolah sepak takraw.
"Sumsel memiliki fasilitas olahraga bertaraf internasional di Komplek Olahraga Jakabaring, dan bersedia menjadi pusat pembinaan olahraga sepak takraw tingkat Asia," kata Mudai. (rhd)

Bus Vs Truk, 1 Tewas, 2 Luber 5 Luring

* Bus vs Truk di Jalintim OKI

Kayuagung, SN
Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalintim OKI, Kamis (6/10) siang tepatnya di tikungan tajam atau dikenal sebutan tikungan Air Jernih Desa Mulya Kecamatan Teluk Gelam. Kali ini bus Sahabat dari arah Lampung menuju Kayuagung bertabrakan dengan truk bermuatan puluhan ban baru dari arah berlawanan.
Akibatnya insiden tersebut, 1 orang tewas, 2 orang luka berat dan 5 luka ringan. Kondisi kendaraan yang beradu kambing ini rusak parah dan ringsek di bagian depan dan samping, bus truk sama-sama terseret masuk ke dalam jurang di lokasi kejadian.
Seorang korban yang tewas adalah sopir truk bernopol BG 8476 UF bernama Ismed M (48) warga Perum Azhar Permai Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin. Ia tewas seketika di lokasi kejadian dengan kondisi sangat mengenaskan.
Dua korban luka berat adalah sopir bus Sahabat bernopol E 7650 H bernama Ujang warga Kampung Asem RT 1 RW 6 Kelurahan Jati Melati Bekasi dan Yuli (24) salah satu penumpang bus. Lima korban ringan beridentitas Endang (59), Asep Barokah (45) Atep Supianto (33), Herman (34) dan Muhammad (28).
Pihak kepolisian yang mendapat informasi kecelakaan langsung menuju lokasi kejadian. Sopir truk yang tewas dan sopir bus yang luka berat dibawa ke  RSUD Kayuagung, korban lainnya dibawa ke Puskesmas Mulya Guna. Korban yang luka ringan berupa lecet ada yang pulang dan ada yang masih dirawat.
Kapolres OKI AKBP Agus F melalui Kasatlantas AKP I Ketut S didampingi Kepala Pos Laka Mulya Guna Aipda Indra Jaya kemarin membenarkan terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Pihaknya sudah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi dan korban.
Dipaparkan Kepala Pos Laka, tabrakan tersebut bermula saat kedua kendaraan diduga sama-sama melaju dengan kecepatan tinggi dari masing-masing arah yang berlawanan. Tajamnya tikungan jalan di TKP dan diduga belum pahamnya kedua sopir dengan kondisi ini, menyebabkan kecelakaan maut tidak bisa terelakan.
Korban Herman ditemui di Puskesmas Mulya Guna kemarin siang menceritakan, bus Sahabat yang dinaiki bermuatan sarat penumpang yakni 43 penumpang termasuk sopir cadangannya. Semua penumpang naik bus dari Bandung tujuan beberapa daerah di Sumsel dan Riau karena bus akan berhenti terakhir di Pekanbaru Riau.
Ceritanya, kedua sopir jelas sama sama salah karena kendaraan melaju kencang sehingga tidak bisa lagi berusaha mengelak dari tabrakan. Bahkan saat tabrakan, bus sempat menyeret truk dan akhirnya kedua kendaraan masuk ke dalam jurang.
Pantauan di lapangan kemarin siang, kecelakaan tersebut memang tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas karena lokasi dijaga sejumlah anggota Satlantas Polres OKI. Namun kecelakaan ini menjadi pusat perhatian warga setempat dan warga yang melintas. Bahkan ada sejumlah personil TNI yang berjaga-jaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya warga jahil yang memanfaatkan situasi untuk mencuri puluhan ban yang berserakan dari dalam truk. (iso)

Kamis, 06 Oktober 2011

SEA Games, Banyaknya Kendala dan Cita-cita Majukan Sumsel

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

    BANYAK yang meragukan Sumsel akan siap menjadi tuan rumah SEA Games 2011. Apalagi dalam  perjalanan menuju hari pelaksanaan SEA Games terus banyak kendala yang ditemui, mulai dari masalah korupsi di pembangunan Wisma Atlet yang melibatkan Kemegpora, kendala pembangunan fisik, dan masalah teknis lainnya.
    Tetapi dalam perkembangan terakhir, Menpora Andi Malarangeng dan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin kemarin
menjamin perhelatan pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut akan digelar tepat waktu.
    Sebelumnya walau ditimpa prahara kasus pembangunan Wisma Atlet, Gubernur Alex Noerdin  terus melakukan banyak upaya agar SEA Games memang berjalan sesuai rencana.
Dikondisikan dan diperjuangkan saat pelaksanaan nanti kepada semua atlet dan ofisial diberikan fasilitas bertaraf internasional. Hanya untuk dicatat dari perencanaannya saja Provinsi Sumatra Selatan telah menggunakan standar internasional dengan memakai jasa para konsultan asal luar negeri.
    Cita-cita Gubernur untuk  memberikan fasilitas yang akan ditempatkan di kawasan Jakabaring Palembang menjadi sebuah komplek olahraga, mulai terlihat walaupun belum selesai 100 persen.
    Fasilitas yang dibangun di lokasi itu antaralain kolam renang indoor berstandar internasional yang dilengkapi pengaturan suhu air, dan kedalaman kolam dari 1 meter hingga 50 meter. Untuk pembangunan kolam renang ini, Provinsi Sumsel bekerja sama dengan perusahaan ternama Omega, sehingga fasilitas yang diberikan sangat lengkap seperti kolam untuk pemanasan, kolam untuk bertanding, hingga beberapa menara untuk pertandingan renang indah.
    Tak hanya itu, juga disediakan venues untuk olahraga air dengan luas 40 hektar. Di kawasan Jakabaring terdapat Danau yang dipercantik lagi dengan mengadakan pelebaran, sehingga dapat digunakan untuk olahraga dayung, voli pantai, dan ski air. 
    Fasilitas dipastikan menjadi yang terbaik di Asia karena lintasan dayung yang disedikan dengan panjang 2.300 meter dan lebar 100 meter.
    Kemudian Sumsel telah membangun lapangan tembak berskala internasional yang fasilitasnya melebihi lapangan tembak yang dimiliki Korea Selatan. Untuk menjadi catatan Korea yang menjadi tuan rumah Asian Games hanya memiliki lapangan tembak dengan jarak maksimal hingga 300 meter, tapi yang akan dibangun Sumsel nanti adalah lapangan tembak berjarak hingga 600 meter. Meski lapangan tembak pada minggu lalu banyak yang mengkhawatirkan akan selesai, tetapi secara  fisik kemarin sudah sangat mengembirakan.
    Warga Bumi Sriwijaya patut berbangga dan mendukung SEA Games 2011 ini. Karena kerja ini bukan main-main, terutama mempersiapkan segala sarana dan  prasarana untuk kesuksesan SEA Games. 
    Perjalanan SEA Games 2011 memang penuh kendala. Kasus suap wisma atlet yang melibatkan mantan bendahara umum Partai Demokrat (PD) sampai saat ini terus berkembang.  Secara langsung  ini sangat mempengaruhi SEA Games, karena orang hanya terfokus di kasus korupsi tersebut.
    Makin melebarnya kasus  tersebut membuat perhatian rakyat hanya terpaku pada kasus suapnya. Sedangkan perjuangan semua elemen di Bumi Sriwijaya menyambut SEA Games tak digubris.
    Mengingatkan kondisi ini sangat penting,  karena
dengan terus mencuatnya kasus ini dan frekwensinya yang tanpa henti, secara tidak sadar  poin utama yang menjadi tujuan terus tergerus.
    Sumsel sebagai penyelenggara pertandingan beberapa cabang olahraga SEA Games, harus sigap  atau siap mempersiapkan untuk semuanya menjadi maksimal agar berlangsung sukses. Apalagi ini SEA  Games baru pertamakali dilaksanakan di luar Pulau Jawa. Jadi nama Sumsel benar-benar akan menjadi sorotan.
    Gubernur selalu optimis dengan penyelenggaraan SEA Games, efek positif dan banyak manfaat untuk Bumi Sriwijaya. Misalnya Palembang dan Sumsel utamanya bakal menjadi perhatian terutama oleh para investor. Tak hanya itu, saat ini semua instansi pemerintah dan BUMN yang mulai memprioritaskan Sumsel sebagai sasaran pembangunan. Terasa sekali efek positif telah ada dan itu mulai digunakan rakyat.
    Mulanya masih ada gerutuan, misalnya untuk efek pembangunan pelebaran jalan di jalur Jalan Kol Burlian. Tetapi secara perlahan khalayak tahu untuk kelancaran transportasi, dan itu sudah nampak.
    Moment SEA Games adalah sasaran antara untuk membidik  tujuan utama bagi kemajuan menyeluruh Provinsi Sumsel. Untuk itu rakyat Sumsel diminta berperan menyukseskan perhelatan akbar  tersebut. Rakyat harus berperan dan dan dilibatkan. Sumsel sebagai tuan rumah SEA Games punya harapan tersendiri dalam ajang internasional tersebut meliputi tiga harapan, yaitu sukses prestasi, sukses penyelengaraan dan sukses perekonomian. (***)

Edisi Cetak 480 Kamis 6 Oktober 2011


BI Tarik Delapan Jenis Mata Uang

PALEMBANG – Bank Indonesia cabang Palembang terus menyosialisasi penarikan delapan jenis mata uang ke sejumlah daerah yang dianggap strategis dalam Kota Palembang.

BI memberikan batas waktu (deadline) kepada masyarakat untuk penukaran hingga 31 Desember 2011. Kepala Bidang (Kabid) Sistem Pembayaran BI Palembang Herry Irman menyebutkan,ke- 8 jenis mata uang tersebut meliputi lima uang kertas, yakni pecahan Rp10.000 tahun emisi 1975, pecahan Rp5.000, Rp1.000, Rp500, Rp100, dengan tahun emisi 1992 dan tiga uang logam yakni Rp5 tahun emisi 1979 serta Rp50 dan Rp100 tahun emisi 1991.

“Penarikan delapan jenis mata uang itu karena sudah habis masa waktunya dan terkait unsur fisik dan lainnya yang dianggap sudah tidak layak untuk beredar.Untuk uang kertas hanya berlaku 10 tahun dan untuk uang logam berlaku hingga 20–30 tahun,”kata dia. Menurut Herry, sosialisasi penarikan akan menggunakan pamflet dengan mengarah ke lembaga perbankan, kantor pos,BPR,pemerintahan,Pasar 16,mal-mal hingga daerah yang dianggap strategis lainnya.

Khusus penarikan uang kertas Rp10.000 tahun emisi 1975, lanjut dia,disesuaikan dengan Surat Keputusan Direksi BI No 12/94/Kep/Dir/UPU tanggal 19 November 1979 tentang Penambahan Kembali serta Penarikan dari Peredaran. “Sebenarnya sosialisasipenukaran sudah dibuka sejak 1980. Namun, bagi masyarakat yang bermaksud menukarkan kembali uang kertas Rp10.000, diberikan batas waktu hingga Desember 2011 dan penukaran hanya berlaku di BI Jakarta,”ujarnya.

Begitu pula untuk penarikan uang logam pecahan Rp5, Rp50, Rp100, juga didasarkan Surat Edaran No 8/66/Intern tanggal 28 November 2006, perihal Pencabutan dan Penarikan dari Peredaran. Herry melanjutkan, untuk batas toleransi penukaran uang kertas Rp5.000, Rp1.000, Rp500,Rp100,dan uang logam Rp5, Rp50 dan Rp100, diberikan hingga 29 November 2011.

“Waktu penukaran yang diberikan hingga akhir 2011 ini berlaku di bank umum. Sedangkan, penukaran di Kantor BI diperpanjang hingga 29 November 2016,”ucapnya. Sementara itu, Kasir Muda I BI Palembang Ahmadi menegaskan, dalam seminggu, pihaknya membuka loket secara reguler setiap Selasa,Rabu, dan Kamis guna melayani penukaran uang masyarakat dan perbankan.“ Dalam kondisi normal,rata- ratapenukaranuang berkisar di bawah Rp100 juta,”katanya.(dar/sin/net)

Tarif Parkir Naik, Warga Mengeluh

PALEMBANG– Memasuki hari ke tiga pemberlakuan kenaikan tarif parkir di Kota Palembang, ternyata mengundang banyak keluhan dari masyarakat.

Menurut warga,kenaikan retribusi parkir dari Rp500 menjadi Rp1.000 bagi roda dua dan roda empat dari Rp1.000 menjadi Rp2.000 belum layak diberlakukan pada saat ini. Pola parkir yang masih amburadul semestinya menjadi pekerjaan rumah bagi dinas terkait sebelum memberlakukan tarif parkir baru.Apalagi, pelayanan parkir yang diberikan belum optimal.

“Jelas tidak masuk akal jika saat ini tarif parkir sudah naik lagi, apalagi naiknya rata-rata hingga 100%. Belum lagi biasanya kondisi di lapangan, juru parkir menaikan sendiri biaya parkir lantaran harus melakukan setoran kepada pihakpihak tertentu.,”ujar Wardoyo, wargaSekipUjung,Palembang. Dia juga mensinyalir, dengan adanya kenaikan jasa uang parkir tanpa diimbangi perbaikan sistem, nantinya justru koordinator juru parkir yang mendapatkan keuntungan.

“Yang pesta pora adalah juru parkir dan koordinator parkir. Karena otomatis menambah penghasilan mereka dengan menaikkan tarif secara sepihak,” katanya. Sementara itu, pengamat perkotaan Senapan Budiono, kesemberawutan persoalan parkir di Kota Palembang sudah seharusnya segera dibenahi.

“Parkir menyangkut hajat orang banyak. Jika dikelola dengan baik,pencapaian retribusi parkir bisa melebihi dari target.Apalagi, dengan sistem arus retribusi yang baik,imbasnya akan berpengaruh terhadap penyediaan dan peningkatan layanan parkir bagi masyarakat luas,”tuturnya.

Dia pun sepakat, sebelum menaikkan tarif parkir seperti sekarang ini, pihak terkait semestinya harus menyelesaikan peroblematika yang terjadi di dunia perparkiran, diantaranya juru parkir liar yang merajalela, lahan parkir yang minim, tidak adanya ganti rugi atas kehilangan kendaraan dan lemahnya kontrol di lapangan oleh petugas. “Harusnya poin-poin ini dulu yang harus jadi perhatian semua pihak, termasuk Dinas Perhubungan Kota Palembang.

Jangan sampai ada pemikiran,dengan menaikkan tarif semua persoalan akan teratasi atau pendapatan parkir bisa naik. Saya pikir kenaikan tarif dengan tidak diimbagi perbaikan justru akan menambah dan memperumit masalah,dan tentunya pengguna jasa layanan ini yang akan dirugikan,”jelasnya Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Masripin menyatakan,kenaikan tarif parkir semata–mata untuk menggenjot pendapatan asli daerah,sekaligus menekan tingkat kebocoran retribusi.

Selain itu,kebijakan ini juga tidak menyalahi aturan, lantaran telah sesuai Undang-Undang Nomor 20/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. “Usulan kenaikan tarif parkir itu sudah disetujui Kementerian Dalam Negeri. Selain itu,Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Kota Palembang juga telah mengesahkan rancangan peraturan itu menjadi Peraturan Daerah (Perda),” pungkasnya.(ali/sin/net)

Pol PP Razia IMB, SITU dan SIUP

Kayuagung, SN
    Petugas gabungan Sat Pol PP di OKI, BPPKAD OKI dan Badan Perizinan Penanaman Modal OKI melakukan razia ke sejumlah tempat usaha dan perdagangan, Rabu (5/10). Hasilnya, 45 persen tempat usaha dan perdagangan ternyata tidak memiliki IMB, SITU dan SIUP.
    Kasat Pol PP Suryadi Pratama SP yang memimpin razia menerangkan, razia ini digelar dalam rangka untuk tertib perizinan yakni SITU dan SIUP tempat-tempat usaha baik itu Home Industri atau tempat usaha perdagangan.
    Kata dia, sasaran indentifikasi tertib perizinan dipusatkan di Kota Kayuagung seperti unit usaha perorangan maupun badan usaha baik berupa warung, toko, rumah makan serta unit pengolahan makanan. Dari 120 sasaran operasi telah terindentifikasi baru 66 unit atau 55%  yang mengantongi SITU atau SIUP, tinggal 45% yang belum kantongi izin.
    Untuk menertibkan tempat usaha ini pihaknya dibantu Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) dan Badan Perizinan dan penanaman modal Daerah (BPPMD). Karena ini yang berkaitan langsung seperti badan  perizinan yang berhal mengeluarkan SITU-SIUP, sementara untuk retribusinya melalui DPPKAD.
    Kepala dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Muslim SE MSi ditemui terpisah menghimbau kepada unit usaha yang belum mengurusi izin usaha agar segera mengurus ke dinas terkait. Perda tentang perizinan tempat usaha itu sudah ada dan harus ditaati guna menambah pendapatan asli Daerah (PAD).
    Kepala BPPMD H Husin SPd MM mengatakan, kepada para pemilik usaha yang tidak memiliki SITU atau SIUP didata, setelah itu diberi peringatakan agar segera mengurus izin usaha. Tertib perizinan ini sesuai dengan Perda nomor  13 tahun 2010 bab II tentang ketertiban  pada pasal 2 dan pasl 3 Poin F tentang tertib perizinan.(iso)

Tidak Ada Kejelasan, 100 Guru Tidak Tetap Siap Mundur

Palembang, SN
        Tahun ini menjadi batas terakhir bagi Guru Tidak Tetap (GTT) untuk mengajar di Kota Palembang, selama kejelasan para GTT atau guru honor belum berubah status dari GTT menjadi status Pegawai Negeri Sipil (PNS).
    Ketua Koordinator GTT Kecamatan Kalidoni Sri Riyanti mengatakan 100 GTT diwilayahnya siap mundur dari profesi guru, apabila hingga 2011 belum ada kejelasan terkait pengangkatan menjadi PNS di Lingkungan pemerintah Kota Palembang.

      “Kita hanya menunggu akhir tahun ini, kalau belum juga ada kejelasan untuk pengangkatan menjadi PNS kita siap beralih profesi saja,”jelasnya saat menyampaikan aspirasi ke Dewan Perwakilaran Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang Rabu (5/10).

      Tida hanya di wilayah Kecamatan Kalidoni, kata Sri dari delapan rekan dari satu profesinya dari berbagai kecamatan yang ada di Kota Palembang ini yang mendatangi gedung wakil rakyat tersebut juga siap mengundurkan diri sebagai guru.

      “Saya datang tidak sendiri, kedatangan kami juga bersama rekan-rekan yang lain secara spontan dan kami sepakat akn mundur kalau tidak ada kejelasan seperti ini,”jelasnya.

      Untuk GTT saja, kata Sri jumlah guru yang terkatung nasibnya ini berjumlah ratusan orang.” Di Kecamatan Kalidoni kalau guru dibawah tahun 2005 yang mengajar ada 100 orang dan ini siap mundur, sedangkan mengajar mulai tahun 2005 berkisaran 495 orang, ini pun menyatakan hal yang sama, ’jelasnya

      Nasib mereka, kata Sri sudah terkatung-katung selama delapan tahun sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang mengajar anak didiknya hanya mengandalakan upah pembayaran sebesar Rp 250 ribu /bulan.

      “Kami honor dari tahun 2004,yang ingin kita tanyakan dari 67 ribu tenaga honor guru yang diangkat se - Indonesia, berepa kuota guru honor yang akan diangkat untuk Kota Palembang,pada gelombang kedua seperti yang dijanjikan kalau ada pengangkat gelombang kedua hanya kami guru dari tahun 2004 ini yang akan diangkat”jelasnya.

      Sebelumnya, ungkapnya di gelombang pertama (katagori I) pengangakatan guru honor menjadi PNS melalui dana Angaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) dan Anggrana Pendapatan Belanja Negara (APBN) jumlahnya cukup besar, hanya saja pengangakatan yang dilakukan tersebut mengantongi Surat Keputusan (SK) Kepala daerah.

      “Dari katagori I, kita tidak ada yang ada pengangkatan hanya SK Walikota, nah dikatagori kedua ini kita inginkan pengangkatan terlebih lagi pengabdian kita dibawah tahun 2005 yang masih berpayung kepada Peraturan lama dengan SK Kepala Sekolah,”jelasnya. Sri menambahkan apabila memang akan ada pengangakatan katagori ke II nantinya, dirinya bersama rekan yang lainnya tidak mengingkan adanya test seperti sebelumnya.”Kita tidak inginkan ada test regular tapi pihak berkaitan bisa langsung mendatangi sekolah tempat kami mengajar saja, karena test riskan adanya permaianan orang tertentu,”jelasnya.

      Sementara itu Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Palembang H Suardi mengatakan belum bisa membeikan solusi terkait kedatangan para guru tersebut.
      “Kita belum bisa memberikan solusinya, kerena mereka datang secara mendadak, jadi kita tidak bisa mengundang pihak Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD),”jelasnya.

      Untuk itu mereka (guru) disarankan untuk membuat surat ke wakil rakyat.”Nanti kalau ada surat mereka kita akan luangkan waktu dan kita bisa memanggil pihak terkait untuk secara bersama membicarakan hal ini untuk mendapatkan jawaban yang pasti,”jelasnya.

      Sementara itu ketua Praksi PDIP Yudi Irawan mengatakan tidak hanya nasib guru yang menjadi amanat bagi wakil rakyat untuk diperjungakan, melainkan ratusan pegawai dilingkungan keluarahan dan kecamatan yang masih belum ada kejelasan.
      “Ini juga menjadi tugas kita, selaian dari ratusan petugas dikantor kelurahan yang tidak ada kejelasan selama puluhan tahun sebagai pegawai,”tukasnya.(win)

Banjir juga Ancam SEA Games XXVI

Palembang, SN
    Pemerintah boleh yakin kabut asap tidak akan mengganggu penyelenggaraan SEA Games XXVI di Palembang. Tapi ancaman bukan itu saja. Bencana banjir juga akan mengancam penyelenggaraan SEA Games XXVI, seandainya musim hujan dialami Palembang pada bulan Oktober atau November ini.
    Sebab setiap tahun, di kala musim penghujan, kawasan Jakabaring, menjadi daerah yang menjadi langganan banjir. "Ada atau tidak adanya penyelenggaraan SEA Games XXVI, itu merupakan kondisi alam di Palembang, khususnya di Jakabaring, setiap tahunnya. Itu dua bencana tahunan di Palembang. Kalau musim kemarau muncul ancaman kabut asap, di musim penghujan akan muncul ancaman banjir," kata Direktur Walhi Sumsel Anwar Sadat, belum lama ini.
    Menurut Sadat, banjir yang terjadi di Jakabaring bukan hanya disebabkan kapasitas hujan yang turun ke kawasan tersebut tidak tertampung lantaran daerah resapannya atau rawa-rawa telah tertimbun, juga adanya luapan air dari Sungai Ogan.
    "Luapan Sungai Ogan selalu terjadi, sebab air yang berasal dari huluan sangat deras sebab sudah banyak hutan yang habis sebagai penyanggahnya," kata Sadat.
    Menurut Sadat, antisipasi dua ancaman tersebut, bukan hanya dilakukan sesaat atau terisolasi di Jakabaring saja. "Kalau bencana kabut asap, tentu saja terkait dengan soal pembakaran hutan yang ada di Sumatera Selatan. Pemerintah Sumatera Selatan harus mencegah kebakaran hutan, baik yang dilakukan masyarakat maupun industri perkebunan," kata Sadat.
    Sementara ancaman banjir, kata Sadat, merupakan persoalan yang kompleks. "Bukan hanya soal saluran air, seperti sungai, kanal, dan parit, tapi juga terkait dengan penimbunan kawasan resapan air atau rawa-rawa, serta banyak hutan yang gundul di kawasan huluan Sumatera Selatan,” katanya.
    Satu fakta baru, selama membangun sejumlah venue SEA Games XXVI dan Wisma Atlet di Jakabaring Sport City, berlangsung juga penimbunan daerah rendah atau rawa-rawa yang sebelumnya menjadi daerah resapan air.
    Jadi, tampaknya pemerintah bukan hanya mengatasi persoalan kabut asap, juga ancaman banjir di Jakabaring jika musim penghujan melanda Palembang. (tw/anw)

Pemprov Akan Siapkan Kapal TNI AL, Untuk Tamu SEA Games

Palembang, SN
  Pemprov Sumsel sudah mengantisipasi kekurangan penginapan saat berlangsungnya SEA Games XXVI, November mendatang dengan berencana meminjam kapal dari TNI Angkatan Laut (AL). Namun demikian, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, mengatakan, rencana peminjaman kapal tersebut baru akan dilakukan jika seluruh penginapan yang disediakan sudah tidak mampu lagi menampung tamu yang datang ke Palembang saat SEA Games berlangsung.
    "Kalau sudah tidak tertampung lagi, kita akan meminjam kapal dari TNI Angkatan Laut (AL)," jelas Alex usai rapat paripurna DPRD Sumsel, kemarin.
    Type kapalnya jelas Alex, adalah kapal Landing Ship Tank (LSP). "Kita akan dipinjamkan TNI AL kapal LSP milik mereka, kapal itu bisa menampung sekitar 1000 sampai 2000 orang. Nantinya kapal ini, akan berlabuh di Sungai Musi," terang Alex.
    Namun terang mantan Bupati Muba ini, kapal itu baru akan dipinjam jika kondisinya memang mendesak. Saat ini, masih dihitung berapa jumlah tamu yang bakal hadir saat SEA Games baik itu atlet, official maupun tamu lainnya seperti keluarga atlit ataupun wisatawan.
    Kalaupun nantinya jumlah tamu yang hadir memang tidak lagi tertampung barulah kapal itu akan dipinjam. "Tetapi jika masih bisa diatasi, kapal itu batal dipinjam," kata Alex seraya menambahkan, selain kapal LSP pinjaman TNI AL, panitia SEA Games juga bisa memanfaatkan asrama haji, mess dan lainnya.
    Terpisah, Panglima Kodam II Sriwijaya, Mayjen (TNI) Soewarno Widjonarko, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima keluhan dari Gubernur Sumsel, terkait penuhnya semua kamar hotel yang ada di Palembang. Atas dasar itu, pihaknya akan mengirimkan dua KRI dari Jakarta, yang akan disandarkan di Sungai Musi.
    “Kita carikan solusinya, kemungkinan akan memakai dua KRI, dengan kapasitas 200 kamar,” ujarnya, usai memimpin upacara HUT TNI ke-66 yang dipusatkan di Makodam II Sriwijaya, Rabu (5/10).
    Sebelumnya Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Bihaqie Soefyan meminta panitia SEA Games (Inasoc) untuk segera memikirkan penginapan alternatif untuk kebutuhan SEA Games, November mendatang. Pasalnya menurut Bihaqie, jangan sampai jumlah kamar penginapan tidak sebanding, dengan tamu yang bakal hadir.
    Jika banyak tamu yang datang saat SEA Games nanti tidak mendapatkan penginapan, ini kata Bihaqqi bakal memalukan Sumsel. Namun, sampai saat ini belum diketahui berapa banyak jumlah atlet, official, wartawan dan lainnya yang bakal “membanjiri” Palembang.
    Sementara Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesi (PHRI) Sumsel, Erlan Asfiudin memastikan jumlah kamar hotel di Sumsel, tidak akan mampu menampung jumlah tamu yang hadir saat SEA Games mendatang.
    “Jumlah kamar hotel di Palembang, baik kelas melati sampai berbintang hanya 4.500 kamar. Sementara tamu yang bakal hadir, sekitar 15.000 orang. Jumlah ini, di luar atlet yang menginap di wisma atlet,” jelas Erlan.
    Karenanya ia meminta pemerintah dan Inasoc, segera mengambil langkah untuk menyediakan penginapan alternantif seperti rumah-rumah penduduk. (awj)

Jalan Alternatif Batubara Capai 80 Persen

Lahat, SN
    Jalan alternatif angkutan batubara yang dikerjakan CV Servo Lintas Raya (CV SLR) telah mencapai pengerjaan 80 persen, dimana akses jalan telah memasuki pengerasan. Hasil itu disampaikan Ketua Komisi II, H Niko Pransisko SH usai melakukan peninjauan.
    “Kalau tak ada aral melintang, November 2011 mendatang telah dapat dipergunakan oleh angkutan batubara membawa sumber daya alam (SDA) tersebut hingga ke Muara Lematang, Kabupaten Banyuasin sepanjang 200 KM,” katanya.
        Pemantuan terhadap akses jalan alternatif tersebut setelah dilakukan survei ke lapangan dengan melihat secara langsung, pengerjaan mulai dari jalan hingga jembatan penyeberangan sungai.
        “Beberapa jembatan penyeberangan sungai telah dibangun bahkan ada jembatan layang dan 30 sarana penghubung yang hampir selesai dikerjakan,” ungkap Niko.    
    Ia menambahkan, apabila semuanya telah rampung maka angkutan khusus batubara akan melewati jalan alternatif tersebut, mulai dari Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur hingga Muara Lematang, Kabupaten Banyuasin.
    “Tentunya ini mengatasi rusaknya kembali jalan umum yang sejauh ini digunakan kendaraan dengan tonase berat, dan juga mendukung program Gubernur Sumsel dengan SEA Games 2011 yang sudah didepan mata,” paparnya lugas.
    Disamping itu, double track (jalur ganda, red) pengangkutan batubara menggunakan sarana kereta api (KA) juga telah dibangun, hal ini dapat terlihat di beberapa titik, sehingga kedepan tidak ada lagi kendaraan dengan tonase besar memasuki perkotaan dan menganggu arus lalu lintas (lalin). (zal)

Rabu, 05 Oktober 2011

Edisi Cetak Rabu 5 Oktober 2011

Jalan Provinsi Makin Mengkhawatirkan

TEBING TINGGI - Kondisi jalan provinsi dalam wilayah Empatlawang khususnya jalan lintas Tebing Tinggi-Pendopo semakin mengkhawatirkan. Selain kondisi jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam, banyaknya jalan yang longsor dan bekas longsoran di sisi jalan membuat pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati.

Jalur terbanyak ancaman longsor dan longsor yang belum diperbaiki terdapat di wilayah Kecamatan Talang Padang. Salah seorang pengemudi, Sultan, 28, warga Pendopo, Empatlawang mengatakan, jika kondisi itu terus dibiarkan bisa memutuskan jalur transportasi di wilayah tersebut.Karena, menurut dia, akses jalan yang tersedia hanya satu jalur.

Kalaupun ada, akses yang lain belum layak untuk dilewati kendaraan roda empat. Dia menyatakan, bahaya yang mengancam pengendara antara lain banyaknya longsoran- longsoran kecil di sisi jalan. Jika pengendara tidak teliti, bisa menyebabkan kendaraan terperosok bahkan terguling ke dalam jurang yang berada di sisi jalan, atau terguling ke dalam Sungai Musi. “Memang,sekarang ini lagi kemarau.

Tapi, saat musim hujan nanti yang harus ekstra hati- hati, karena di sisi jalan sudah banyak longsoran kecil,” ungkapnya. Dia mengatakan, untuk jalur Tebing Tinggi –Pendopo terdapat puluhan ancaman longsor, baik longsor yang akan menutupi jalan karena tebing di sisi jalan yang longsor menutup jalan, maupun ancaman longsor di bagian sisi bawah jalan.

“Kalau hujan terus menerus, biasanya tanah di bawah aspal runtuh, dan akhirnya aspal menggantung. Jika ada kendaraan lewat, aspal yang menggantung jelas akan ambruk apalagi kendaraan besar seperti truk,”ungkapnya. Sementara Camat Talang Padang Alhumaidi Saman mengakui, di wilayah Talang Padang sepanjang jalan provinsi terdapat beberapa titik ancaman longsor.Beberapa titik diantaranya terdapat di wilayah Desa Kembahang dan Remantai.

Sedangkan titik-titik rawan longsor dan tikungan tajam yang bisa mengancam pengendara yang melintas, jumlahnya sangat banyak. “Secara geografis, di jalur jalan penghubung di wilayah Talang Padang ini memang rawan bencana longsor,” ungkapnya. Kondisi tersebut, ujar dia, sudah mereka laporkan kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) serta ke Pemerintah Provinsi.

Upaya lain yang dilakukan adalah selalu memberikan imbauan kepada masyarakat terutama pemilik kendaraan roda empat dan roda dua untuk hati-hati saat melintas. Selain di jalur Tebing Tinggi- Pendopo informasi yang dihimpun menyebutkan,kondisi jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Kepahiyang, Bengkulu dan Kabupaten Lahat yang melintasi Kecamatan Sikap Dalam dan Kecamatan Ulu Musi, Empatlawang kondisinya juga mengkhawatirkan.

Banyaknya lobang yang menganga sehingga menyebabkan batu kerikil pengeras jalan terlepas, mengharuskan pengendara harus waspada. Terlebih, situasi ini sering dimanfaatkan pelaku kejahatan melancarkan aksinya di jalur tersebut. Sementara untuk jalur penghubung Ulu Musi dan Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), kondisi jalannya tidak jauh berbeda.

Selain kondisinya menyempit akibat tebas bayang yang meninggi, banyaknya lobang di jalan juga bisa mengancam keselamatan pengendara. “Kalau tabrakan, khususnya motor melawan motor sudah berulang kali terjadi di jalan masuk ke Paiker ini,” ungkap Sarjani, warga desa Nanjungan,Paiker. (irh/sin/net)

Puskesmas Timbangan Tolak Pasien

INDERALAYA –
Bukannya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, Sebaliknya Puskesmas Timbangan,  Inderalaya Utara, Ogan Ilir, malah menolak pasien.

Pelayanan kurang menyenangkan tersebut dialami Damsir, 40, warga Kelurahan Timbangan, Inderalaya, saat mengantar anaknya, Muhammad Naufal, 6,5, berobat di rumah sakit tersebut,kemarin sekitar pukul 14.30 WIB. Damsir mengaku bersama istrinya bermaksud membawa anaknya yang terkena muntaber ke Puskesmas Timbangan, dengan pertimbangan jarak tempat tinggal yang tidak jauh dari puskesmas.

Namun, harapan anaknya akan memperoleh pengobatan sirna karena ditolak tenaga medis puskesmas. “Alasannya, saat itu tidak ada bidan dan kami disarankan untuk berobat ke bidan yang praktik,” ujarnya. Mendapat perlakuan itu, Damsir kecewa dan pulang dengan tubuh lemas. Padahal, kondisi anak saya itu sudah kelihatan cukup lemah karena wajahnya sudah pucat serta bibirnya mulai membiru.

“Karena sudah ditolak untuk berobat di puskesmas,terpaksa saya dan istri membawa anak berobat ke bidan praktik terdekat,” ujarnya. Namun, saat sampai ke bidan praktik, dia malah dianjurkan ke bagian UGD Puskesmas Inderalaya karena kondisi anaknya sudah sangat lemah.“ Waktu itu,saya sudah sangat bingung,panik,dan kesal, seolah dilempar ke sana ke mari. Akhirnya, saya putuskan membawa anak saya ke UGD Puskemas Indralaya untuk dirawat inap,”tukasnya.

Atas kejadian ini,dia mengaku sangat kecewa dengan pelayanan Puskesmas Timbangan yang tidak optimal, apalagi saat itu memang anaknya sangat butuh pertolongan cepat.“Bagaimana kalau anak saya sampai meninggal karena terlambat memperoleh pertolongan, siapa yang bertanggung jawab?”tuturnya.

Dia juga mempertanyakan wujud pelayanan berobat gratis yang dicanangkan pemerintah, yang menurutnya berbanding terbalik dengan kesiapan petugas medis saat dibutuhkan. “Masak petugas medisnya tidak ada di tempat,” kecamnya. Sementara itu,Kepala Puskesmas Timbangan dr Oka,ketika dikonfirmasi,ponselnya tidak diangkat. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OI Kosasi dihubungi via ponselnya berjanji segera menindaklanjuti laporan tersebut.(muh/sin/net)

Water Boombing Terkendala Air

Palembang, SN
    Rencana pemadaman hot spot atau titik api dengan water boombing atau penyiraman air melalui udara di sejumlah titik api di Sumsel terutama di sekitaran Kota Palembang khususnya Jakabaring terkendala pasokan air. Pasalnya, sejumlah sungai untuk mengisi air yang akan diangkut melalui helikopter sudah banyak mengering.
    Hal ini diungkapkan Sekretaris Posko Komando Tanggap Darurat Asap Sumsel, Hasnandar saat di temui di ruang kerjanya, Selasa (4/10). Katanya, pelaksanaan water boombing memerlukan sedikitnya 1.200 liter air setiap kali penerbangan. “Untuk sementara kesulitan tim kita di pasokan air, karena sungai-sungai banyak kering. Karena air ini tidak boleh diambil dari sembarang sungai,” terang dia.
    Untuk menyiasati hal tersebut, pihaknya memutuskan mengambil air dari venue sky air di Jakabaring dan sungai Air Sugihan Kabupaten OKI. Namun katanya, dua lokasi tersebut berada sangat jauh dari lokasi titik api sehingga membutuhkan waktu penerbangan lebih lama. Hal ini menyebabkan pengeboman kurang efektif untuk memadamkan api.
    “Untuk sekali penerbangan menuju lokasi api memerlukan 1,5 jam, tentu ini tidak lebih efektif,” katanya.
     Dikatakannya, tidak hanya pasokan air yang menjadi kendala, tapi juga lokasi kebakaran sulit dijangkau karena terletak di kawasan hutan gambut yang diduga tidak berpenghuni. Hal ini menyulitkan tim untuk melakukan ground check atau survei lokasi titik api sebelum penyiraman air melalui udara.
     Ia melanjutkan, pada hari ketiga sejak program ini digelar, helikopter tipe Bell-206 yang diterbangkan oleh pilot Mr Paul dari Australia ini kembali menjelajahi daerah Jakabaring, Pampangan dan Air Sugihan (OKI), Sungai Rotan (Muara Enim), dan Talang Kelapa (Banyuasin).
     Helikopter ini menimba air dari Bambi Bucket (kantung air) dengan ember berkapasitas 800-1200 liter yang bergelantung di bawah helikopter. Setelah menimba penuh, lalu airnya diterbangkan ke lokasi kebakaran (hutan) dan disiram ke atas lokasi lahan yang terbakar.
    Sementara itu Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan water boombing dilaksanakan karena awan kumulus yakni awan tempat di semainya garam untuk melakukan hujan buatan saat ini sudah tidak ada. Katanya, water boombing akan di fokuskan di sekitaran Kota Palembang terutama kawasan Jakabaring, Ogan Ilir, OKI, dan Banyuasin.
    "Sementara nunggu awan kumulus untuk membuat hujan buatan itu ada lagi, sekarang kita laksanakan water boombing untuk memadamkan titik api. Mudah-mudahan Oktober ini sudah tidak ada asap lagi di Sumsel," tandasnya. (awj)

Warga HArus Waspada DBD

Pagaralam, SN
    Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, mengimbau warga setempat agar waspada terhadap berjangkitnya penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) memasuki musim penghujan saat ini. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, dr H Rasyidi Amri, Selasa (4/10).
   Menurutnya, seluruh kecamatan di Pagaralam rawan DBD, diharapkan warga bisa melakukan upaya prenventif mengantisipasi timbulnya penyakit itu.
    "Warga dapat melakukan kegiatan gotong royong, membersihkan lingkungan tempat tinggal secara teratur. Selain itu menjalankan program 3 M yaitu, menguras, menimbun dan menutup semua wadah penampungan air," ungkap dia lagi.
    Dia mengatakan, mengingat saat ini musim penghujan, perkembangan jentik nyamuk Aedes Aegypti lebih cepat terutama pada tempat yang ada genangan air.
    "Memang Pagaralam bukan daerah tempat yang mudah berjangkit nyamuk demam berdarah, tapi terkadang sering timbul tanpa diketahui asalnya," ungkap dia.
    "Nyamuk yang bertelur di wadah berisi air, akan menetaskan larvanya menjadi jentik nyamuk. Setelah itu nyamuk-nyamuk ini akan menjadi nyamuk dewasa dan berterbangan menggigit warga, serta menularkannya," kata dia pula.
    Rasyidi mengaku sejauh ini sudah mengintruksikan kepada seluruh Kepala Puskesmas di seluruh Pagaralam untuk mensosialisasikan kepada masyarakat luas agar waspada terhadap DBD.
    Rasyidi menambahkan, meski ada tindakan pengasapan atau juga bubuk abate, namun program 3 M jauh lebih efektif untuk mencegah timbulnya penyakit DBD. (asn)

Bawa sabu-sabu, Mantan Polisi Dibekuk

Kayuagung, SN
    Resma Sayuti (45) warga Rusun Blok 10 Lantai 1Nomor 21 Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang dibekuk jajaran Satres Narkoba Polres OKI karena membawa Narkoba sabu-sabu, Senin (3/10) malam saat melintas di jalan umum Desa Serdang Menang SP Padang OKI.
    Tersangka mengaku pernah menjadi anggota polisi yang bertugas di Poltabes Palembang. Namun ia dipecat dengan tidak hormat tahun 2002 lalu karena kasus Curat, saat itu pangkatnya Bripka. Saat ditangkap polisi kemarin ia hendak mengantarkan sabu-sabu sebanyak 1 kantong senilai Rp 12,5 juta.
    Kapolres OKI AKBP Agus Fachtulloh Melalui Kasatres Narkoba AKP Yusuf mengatakan, penangkapan tersangka menindaklanjuti laporan masyarakat yang menyebutkan akan ada transaksi narkoba di Desa Serdang Menang.
    ”Saat kita lakukan penyelidikan, ternyata informasi itu akurat, saat tersangka melintas di TKP, langsung kita geledah dan kita dapati sabu satu kantong di sakunya,” ujar kasat.
    Tersangka langsung diamankan di Polres untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan setelah diintrogasi ternyata tersangka merupakan pecatan Polisi.
    Tersangka pernah menjadi seorang polisi, terakhir berpangkat Bripka dan bertugas di Poltabes Palembang, dia dipecat karena terbukti terlibat dalam kasus curas (365 KUHP). Menurut kasat, kasus ini tetap akan dikembangkan, kesimpulan sementara tersangka merupakan sebagai pengedar.
    Sedangkan pengakuan tersangka, dirinya hanya sebagai pemakai narkoba dan tidak pernah mengedarkan sabu, diapun mengaku baru satu kali mengantarkan sabu itu karena diupah Rp 1 juta.
    ”Barang itu dari Palembang, saya hanya disuruh mengantarkan sabu itu pada seseorang berinisial Bel saat dalam perjalanan saya dicegat anggota dan memeriksa saya,” katanya. (iso)

Hari Ini Pahri-Beni Ditetapkan

* Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muba
* Tim Dodi-Islan Gugat ke MK

Sekayu, SN
    Setelah melaksanakan rapat pleno rekapitulasi dan penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin (3/10). Hari ini 5 Oktober 2011 tahapan selanjutnya KPU akan melaksanakan rapat pleno penetapan calon terpilih .   
    "Insyah Allah kalau tidak ada halangan pelaksanaan rapat pleno penetapan calon terpilih akan kita laksanakan besok (hari ini), jadwal dan undangannya  yang akan menghadiri acara tersebut sudah kita buat," ujar Anggota KPUD Muba Devisi Hukum Wanhar Rozak Kemarin (4/10).   
    Barulah kata Wanhar, setelah dilakukan penetapan,  KPUD akan menyampaikan hasil penetapan calon terpilih tersebut ke DPRD Muba. "Sesuai aturan paling lama 3 hari sejak ditetapkannya calon terpilih, KPU harus menyampaikan  laporan mengenai hasil ketetapan itu ke DPRD," Terang Wanhar.
    Barulah setelah KPU menyampaikan ke DPRD, ada jedah waktu selama 2 hari yakni 10-12 Oktober merupakan masa sanggah. "Kita akan mengetahui pada masa sanggah, apakah ada yang keberatan mengenai hasil pemilukada Muba, dapat diketahui melalui surat tembusan yang akan kita, terima, tapi kalau selama dua hari itu, tidak ada tembusan , maka artinya bisa disimpulkan proses pemilukada tidak ada masalah," ujar Wanhar.
    Namun kata Wanhar, dengan tidak ditandatanganinya berita acara rapat pleno rekapitulasi oleh kedua saksi dari pasangan nomor urut I Dodi-Islan dan saksi dari nomor urut 2 Sulgani-Sujari mengindikasikan  akan ada upaya menempuh jalur hukum atas ketidakpuasan hasil rekapitulasi tersebut.
    Namun perlu diketahui kata Wanhar, sesuai  peraturan KPU No 16 Tahun 2010 berita acara rekapitulasi perolehan suara pemilukada  ditanda tangani oleh anggota KPU dan para saksi yang hadir, tapi apabila saksi yang hadir tidak mau menandatangani, boleh ditanda tangani oleh saksi yang hadir lainnya. "Jadi sudah jelas, tidak ada masalah apabila salah satu saksi tidak mendatangani berita acara," Terang Wanhar.
    Sementara pantauan, kantor KPU Muba masih dijaga ekstra ketat oleh personel yang di BKO dari Polda Sumsel, upaya ini untuk mengantisipasi  agar pelaksanaan pemilukada Muba tetap berjalan lancar, aman dan kondusif hingga berakhir pemilukada. "Petugas kita tetap kita tempatkan untuk pengamanan di kantor KPU, apalagi besok akan dlanjutkan dengan  rapat pleno penetapan calon terpilih, sehingga perlu dilakukan pengamanan kembali, makanya petugas kita tetap diposkan di kantor KPu secara bergantian," ujar Kapolres Muba AKPB Toto Wibowo
`    Sementara itu, Ketua DPD Golkar Sumsel yang juga Gubernur Sumsel, Alex Noerdin memastikan timnya (pendukung Dodi-Islan, red) akan melakukan gugatan terhadap penetapan Pahri Azhari-Beni Hernedi sebagai Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) lima tahun mendatang oleh KPUD Muba. Dalam beberapa hari kedepan, ia memastikan akan memasukkan berkas gugatan itu ke Mahkamah Konstitusi (MK).
    Hal ini diungkapkan Alex usai menghadiri rapat paripurna DPRD Sumsel, Selasa (4/10). "Selaku gubernur kita hormati apa hasil Pilkada Muba, namun selaku Ketua DPD Golkar Sumsel kita rasakan ada kekurangan dan kekeliruan, kita akan selesaikan itu melalui jalur hukum ke MK," tegasnya.
    Ia melanjutkan, untuk bukti-bukti kecurangan yang berhasil di kumpulkan oleh tim pasangan Dodi-Islan, secara rinci ia tidak mengetahui, karena hal itu sudah ada yang menangani.
    "Ada timnya sendiri yang mengumpulkan bukti-bukti," kata dia.
    Alex menuturkan, timnya akan menggugat sesuai dengan aturan yang berlaku, berkas gugatan sudah di siapkan termasuk semua bukti-bukti. "Aturannya, beberapa hari setelah penetapan, kan diberi waktu untuk melakukan gugatan, kita akan memasukkan gugatan setelah penetapan," ujarnya.
    Sebelumnya, tim pemenangan pasangan cabup dan cawabup Muba nomor urut 1, Dodi Reza - Islan Hanura banyak menemukan kecurangan saat pemungutan suara, terutama mengenai banyaknya mata pilih ilegal.
    "Hasil temuan kami, terjadi pelanggaran di beberapa TPS (Tempat Pemungutan Suara) terutama soal mata pilih. Per TPS ada 100-150 mata pilih yang mempunyai KTP dan KK di tempat itu, namun tidak diberikan undangan. Akibatnya mereka tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Anehnya, ada orang yang tidak diketahui dari mana asalnya, tapi menerima undangan dan bisa mencoblos," terang tim pemenangan Dodi-Islan, Syamsul Hidayat.
    Sementara itu tim advokasi pasangan Dodi - Islan, Misbahudin menegaskan setelah menginventarisasi jenis pelanggaran yang ditemukan, kedepan pihaknya akan membawa temuan itu ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan melakukan gugatan.
    "Pelanggaran-pelanggaran yang kami temukan di lakukan secara sistematis dan sudah dengan perencanaan matang," tandasnya. (heri/awj)

Jangan Lupakan Rakyat Sumsel dan Sukses Prestasi

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

     EVEN besar SEA Games 2011 di Palembang Sumsel adalah sasaran antara untuk membidik tujuan utama bagi kemajuan menyeluruh untuk Bumi Sriwijaya. Untuk itu rakyat Sumsel diminta berperan penuh menyukseskan perhelatan akbar tersebut.
     Begitu banyak investor yang melirik Sumsel, karena pesta olahraga Negara Asia Tenggara tersebut digelar disini. Rakyat harus berperan dan dilibatkan. Tetapi jangan juga dilupakan, untuk sukses prestasi. Mengingatkan ini sangat penting karena gegap gempita SEA Games  sepertinya hanya terfokus untuk mengejar penyelesaian venues.
    Memang ada keraguan di banyak pihak, tetapi Gubernur  dan  Menpora Andi Mallarangeng tetap optimistis SEA Games ke-26 pada 11-22 November 2011 nanti akan sukses, meski masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan. Tetapi optimis ini apakah termasuk capaian untuk sukses prestasi juga sukses penyelenggaraan.
    Memang ada tiga capaian untuk pesta SEA Games ini, sukses penyelengaraan, sukses prestasi maupun sukses pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Cita-cita mulia dengan momentum SEA Games dapat meningkatkan  pemberdayaan ekonomi rakyat, karena dampak ekonomi yang akan ditimbulkan dari penyelenggaraan SEA Games ini sangat luar biasa, adalah  hal prioritas.
    Contoh kecil hal yang dapat dilakukan masyarakat Bumi Sriwijaya adalah penyediaan cinderamata atau souvenir. Kondisi ini harusnya segera diantisipasi sejak jauh hari.  Peluang untuk melibatkan rakyat Sumsel secara utuh juga banyak di berbagai kegiatan SEA Games.
    Memperdebatkan bagaimana melibatkan rakyat secara utuh sangat utama. Contoh kasus saat ada  tawaran bantuan pakaian perlengkapan olahraga dan uang dari China. Memang bila ini diambil, jalan pintas  atau memudahkan kerja dapat dilakukan. Tetapi cita-cita lain dari SEA Games XXVI harus diikuti, sukses pemberdayaan perekonomian rakyat.
    SEA Games sangat jelas akan membuka peluang bagi pemberdayaan ekonomi rakyat.  Akan ada efek positif terutama di bidang ekonomi.  Sumsel sebagai tuan rumah SEA Games punya harapan tersendiri dalam ajang internasional tersebut meliputi tiga harapan, yaitu sukses prestasi, sukses penyelengaraan dan sukses perekonomian. (***)

Duel Maut, Siswa SMK Tewas Menggenaskan

Inderalaya, SN
    Keributan antar siswa yang menyebabkan jatuhanya korban hingga tewas terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Kejadian naas tersebut dipicu dari  keributan saat jam pelajaran olahraga kemarin (3/10) pukul 09.00 WIB.
    Saat itu terjadi perkelahian antara, korban Alias (16) kelas XII SMK Yayasan Lingua Prima (YLP) warga Indralaya belakang SD Tanjung Seteko dengan tersangka Rd (16) kelas XII SMK YLP warga Mutiara II Kecamatan Indralaya Kabupaten OI.
    Awal keributan sekitar pukul 09.00 Wib tersebut sebenarnya telah didamaikan oleh guru, tetapi siangnya kejadian berulang kembali saat berada di kantin sekolah sekitar pukul 13.30 WIB. Diduga salah satu pihak belum puas maka terjadilah perkelahian kembali, saat itu korban tidak bersenjata sedangkan tersangka membawa senjata badik. Kemudian terjadilah perkelahian yang berakhir korban mengalami luka tusuk sebanyak 4 liang, satu dileher bagian kanan, belikat bagian kiri, perut bagian kiri, dan tangan bagian kiri.
    Menurut keterangan saksi mata yang tidak mau namanya disebutkan, usai perkelahian korban sempat berlari minta tolong keluar kantin ke arah sekolah sekitar 20 meter. Tetapi karena banyaknya darah yang keluar dari mulut dan hidung korban langsung terjatuh terjerembab dan ditolong saksi mata dan  guru di sekolah tersebut dan membawanya langsung ke puskesmas Indralaya.  Sementara, tersangka langsung melarikan diri setelah terlebih dahulu membuang badiknya di TKP.
    Setelah dibawa ke puskesmas sekitar 13.45 WIB korban tidak dapat diselamatkan lagi Karena sudah banyak mengeluarkan darah.  Karena korban sudah tidak dapat ditolong lagi akhirnya keluarga korban segera datang ke puskemas yang berasal dari Muara penimbung dan memutuskan membawa korban langsung ke muara penimbung untuk dibawa ke rumah duka.
    Terpisah Kapolres OI, AKBP Deni Darmapala melalui Kapolsek Indralaya Kapolsek Iptu Eddy Santoso, saat dikonfirmasi mengatakan,  agar diharapkan  tersangka dapat menyerahkan diri,” tersangka dapat dijerat  pasal 35 ayat 3 KUHP dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara dan pasal 338 KUHP maksimal 15 tahun penjara.   
    Sementara ibu korban Martinawati (35), meminta agar pihak kepolisian segera menangkap tersangka dan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya.   Kepala Dinas Pendidikan OI Baharudin Noer mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut dan memeinta kedepan sekolah untuk meningkatkan kedisplinan. “Seharusnya pihak sekolah mengadakan razia sajam di sekolah setiap hari, jangan seminggu sekali dengan cara membariskannya satu persatu didepan kelas, sehingga dapat meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” ujarnya. (man)

4 Warga Tewas Dalam Sumur

ilust
Muara Enim,SN
    Empat warga Desa Negeri Agung Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim tewas mengenaskan di dalam sumur.  Tewasnya korban diduga dipicu, menghirup gas beracun yang terpancar di dalam sumur. Keempat korbannya, Darmadi (35), Barudi (30) keduanya kakak beradik kandung, Efriadi (27) dan Muslan (30). Keempatnya warga Desa Negeri Agung, Kecamatan Rambang.
    Dari informasi yang dihimpun di lapangan,Selasa pagi (4/10), keempat korban berusaha mendalami sumur milik warga setempat, Syamsudin. Keempatnya berbagi tugas secara bergantian, ada yang mendalami sumur,
dan ada yang mengangkut tanah.
    Meskipun, baru satu hari bekerja, tetapi keempat warga tersebut mampu bekerja dengan cepat menggali sumur, bahkan diperkirakan telah mencapai berapa meter dalamnya.
    Saat menggali sumur tersebut, mereka menghidupkan mesin jenset yang diletakkan diatas permukaan bibir sumur. Diduga getaran yang kuat menyebabkan tanah yang diatasnya runtuh.
    Tragisnya lagi, tak hanya tanah saja yang masuk ke dalam sumur, melainkan mesin jenset pun ikut terlempar kedalam. Bermaksud ingin menolong, tetapi naasnya, keempat penggali tersebut harus terkapar di dalam sumur.
    Bahkan warga sekitar yang mengetahui hal tersebut tak berani masuk
ke dalam sumur sebab takut bernasib sama dengan korban lainnya. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Rambang.
    Siang itu juga, Polsek Rambang berkoordinasi dengan Tim Sar PTBA guna
meminta bantuan untuk menganggkut keempat korban yang terkubur dalam sumur. Sayangnya, hingga sore ini, masih menunggu tim bantuan tersebut.
    Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto SH Msi melalui Kapolsek Rambang AKP Edison saat konfirmasi melalui ponselnya, Selasa (4/10) sekitar pukul 17.15 WIB, mengaku kalau pihaknya masih menunggu
bantuan Tim SAR PTBA, untuk mengangkat jasad korban penggali sumur. Saat ini, masih di TKP.
    Pihaknya juga telah memasang police line dengan tujuan agar warga tidak mendekati lokasi sumur, hal ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
    Diakuinya, sekitar pukul 12.30 WIB, anggotanya mendapatkan laporan ada warga yang tertimbun dalam sumur. Dari olah TKP, diduga, para korban tewas terhisap gas beracun yang dikeluarkan dalam mesin jenset.
    “Saya tegaskan lagi, gas beracun dari mesin jenset, yang terjatuh ke dalam sumur, kemudian terhisap para korban disamping tanah runtuhan dari atas permukaan sumur ikut runtuh kedalam sumur,” ungkap Edison.
    “Hingga sore ini, keempat jasad korban belum bisa dikeluarkan. Sebab, kita masih menunggu bantuan tim SAR PTBA Tanjung Enim,” pungkas Kapolsek Rambang.  (yud)

Selasa, 04 Oktober 2011

Tak Kunjung Dapat Lahan, Transmigran Tinggalkan Ogan Ilir

INDERALAYA,SN– Tak kunjung dapatkan lahan yang dijanjikan pemerintah, sebagian transmigran meninggalkan lokasi Unit Penempatan Transmigrasi (UPT) II Desa Sungai Rambutan Kecamatan Inderalaya Utara, Ogan Ilir (OI).

Dari 300 kepala keluarga (KK) yang terdaftar kini hanya 150 KK yang masih bertahan. Sisanya lebih memilih pergi baik kembali ke kampung halaman ataupun ke daerah lain . Salah satu warga setempat yang masih bertahan Hermanuddin 38, mengatakan warga pergi karena kecewa dengan pemerintah yang tak kunjung memenuhi janjinya. “Pemerintah berjanji warga yang sudah menetap selama enam bulan sudah dapat memperoleh lahan usahanya.

Kenyataannya sejak tahun 2008 hingga sekarang, lahan usaha tidak juga kita peroleh,” ungkapnya. Anehnya, sambung dia, lahan yang dijanjikan untuk mereka sudah dimiliki pihak lain. Ada sebagian yang dikuasai perusahaan, adapula yang dikuasai penduduk. “Sebagian diserobot PT IAL,dan sebagian dijual warga Muaraenim yang mengklaim lahan usaha I tersebut miliknya, karena lokasinya berada di perbatasan OI dan Muaraenim,” bebernya.

150 warga yang masih bertahan, menurut dia dalam keadaan terpaksa. Mereka tidak punya pilihan karena sudah tidak memiliki tempat tinggal atau keluarga lagi. Dia menuturkan, saat ini yang masih bertahan menggantungkan hidup dengan cara menjadi buruh bangunan dan sebagian lagi bekerja di PT Inderalaya Agro Lestari (PT.IAL) “Saat ini warga tetap sangat mengharapkan lahan yang semestinya menjadi haknya dikembalikan, untuk usaha tani,” imbuhnya.

Sumardi transmigran asal Madiun Jawa Timur (Jatim) berharap pemerintah segera memberikan lahan agar mereka dapat hidup layak.Sebab, kini mereka sama sekali tidak memiliki usaha yang menghasilkan. “Jujur mas, kami yang tinggal disini semuanya petani. Jadi kalau petani tidak mempunyai lahan bagaimana, ”ungkapnya. Sementara itu, Asisten I Setda Pemkab Ogan Ilir Herman, saat dikonfirmasi mengakui adanya laporan warga transmigrasi UPT I dan II yang tidak memperoleh lahan I dan lahan II.

Lahan yang seharusnya diberikan untuk mereka seluas 602 hektare. Menurut dia, pihaknya belum bisa memberikan lahan tersebut karena lahan tersebut masih dalam sengketa. Ada warga yang mengakui lahan tersebut masuk wilayah Muaraenim dan merupakan miliknya.“ Sampai saat ini belum ada penyelesaian meskipun sudah berada ditangan Dirjen Pemerintahan Umum di Kementerian Dalam Negeri,”ungkapnya.

Parahnya lagi, SK Bupati Ogan Ilir soal pencadangan lahan transmigrasi seluas 3.675 hektare tumpang tindih dengan SK Gubernur semasa Syahrial soal izin prinsip perkebunan yang diberikan kepada PT. Inderalaya Agro Lestari (PT.IAL). Akibatnya lahan cadangan juga tak bisa diberikan.“ Saat ini kita sudah mengirimkan surat kepada gubernur agar persoalan ini dapat dicarikan pemecahannya se-cepatnya,” tandasnya.(Muh/sin/net)

Mendadak, Budi Sudarsono Tinggalkan SFC

PALEMBANG,SN– Berita mengejutkan menghampiri markas Laskar "Wong Kito" Sriwijaya FC menjelang bergulirnya Liga Indonesia 2011/2012. Tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini ditinggal pergi oleh salah satu striker utamanya, Budi Sudarsono.

Pemain yang merupakan topskor SFC musim lalu ini dengan 11 gol,tiba-tiba menyatakan mundur kepada jajaran manajemen klub serta seluruh pemain yang menginap di Mess Pertiwi dan langsung meninggalkan Palembang.Mantan punggawa timnas Indonesia ini dikabarkan akan bergabung dengan Deltras Sidoarjo.

Keputusan ini jelas membuat SFC kecewa, apalagi sebelumnya pemain bernomor punggung 13 ini sama sekali tidak pernah mengutarakan niatnya untuk berganti kostum The Lobster. Dari informasi yang dihimpun HATTRICK,Budi memilih pindah kembali ke klub yang pernah membesarkan namanya tersebut karena desakan dari istrinya.Selain itu,di Deltras dia mendapatkan gaji yang lebih besar dari yang diterimanya di SFC.

Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin menerangkan,pihaknya sangat terkejut dengan keputusan tersebut..Apalagi,Budi baru saja meminta tambahan uang muka kepadanya untuk keperluan keluarganya.Namun karena tidak ada uang tunai, Budi hanya diberikan uang Rp50 juta.

Sebelumnya,Budi telah menerima uang tanda jadi Rp25 juta sehingga total uang yang telah diterima senilai Rp75 juta. “Terus terang,kita sama sekali tidak mengerti apa yang menjadi pertimbangan Budi secara mendadak menyatakan untuk meninggalkan SFC.Padahal dia sama sekali terlihat tidak ada masalah apa pun dengan kita (manajemen),dan saya baru saja berbincang-bincang dengan dia siang harinya,”papar Hendri kesal.

Hendri mengakui bahwa Budi merupakan satu-satunya pemain yang belum mengembalikan surat kontrak yang sebelumnya dipinjamkan oleh manajemen kepada pemain untuk dipelajari. Anggota DPRD Banyuasin ini membeberkan,usai mengumpulkan pemain di Mess Pertiwi pada Jumat (17/9),pihaknya memang telah memberikan waktu kepada seluruh pemain untuk kembali mempelajari isi klausal kontrak.

Beberapa jam kemudian,seluruh pemain berkumpul. Saat itu,sejumlah pemain memang sedikit mempermasalah kan mengenai empat poin yang tercantum di dalam kontrak. Setelah dilakukan pembicaraan, akhirnya tiga di antaranya di coret. “Usai mencoret tiga poin tersebut,hampir seluruh pemain langsung menandatangani kontrak yang telah direvisi dan mengembalikannya kepada staf manajemen, kecuali Ponaryo Astaman dan Budi Sudarsono yang masih menginginkan agar diberikan penjelasan kembali,”paparnya.

Setelah dijelaskan secara panjang lebar,kedua pemain itu pun mengatakan bersedia menerima penjelasan dan mengungkapkan akan segera menyerahkan kontrak. Ternyata, dari kedua pemain itu,hanya Ponaryo Astaman yang sudah mengembalikan sementara Budi belum. “Kesalahan kami,salah satu staf SFC tidak segera melaporkan hal itu kepada saya sehingga saya merasa semua tidak ada masalah lagi.

Kemudian, seluruh tim berangkat ke Bangka Belitung (Babel) untuk melakukan TC dan uji coba.Selama di sana pun,Budi tidak pernah menunjukkan tingkah yang aneh-aneh,”ungkapnya. Anehnya,saat sedang berada di Babel,manajer Deltras tiba-tiba menelepon dirinya dan mengatakan ingin memboyong Budi ke Sidoarjo. Karena merasa Budi telah menandatangani kontrak,ucapan itu tidak terlalu dianggap.

Sementara itu,Pelatih SFC Kas Hartadi mengatakan bahwa kepindahan Budi murni karena urusan keluarga.Meski demikian, dia sama sekali tidak menyangka Budi akan pergi secara mendadak seperti itu. Budi Sudarsono tidak bisa dimintai konfirmasinya terkait hal ini. Sejak memutuskan untuk meninggalkan Palembang,nomor ponselnya tidak aktif lagi. (yop/sind)

Siswa SMAN 2, Banyuasin III Kesurupan

* Kegiatan Belajar – Mengajar Diliburkan
Banyuasin,SN
            Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di halaman SMAN 2 Banyuasin III Rabu (3/10) yang sebelumnya berlangsung hikmat, berubah menjadi gaduh dan panik. Beberapa siswa tiba – tiba pingsan, bahkan ada diantara mereka yang menjerit histeris dan menangis. Takut berkepanjangan, Kesurupan yang terjadi sekitar pukul 08.00 Wib memaksa Kepala Sekolah dan guru lainnya merumahkan seluruh siswa, secara otomatis kegiatan belajar – mengajar diliburkan.
            Sementara, untuk menenangkan siswa yang kesurupan, para guru dibantu siswa yang lain berusaha menenangkan. Belum sempat menenangkan salah satu siswinya, tiba-tiba dikejutkan dengan beberapa siswi lainnya yang juga ikut kesurupan, suasana pun berubah menjadi gaduh.
            Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Nila Suyanti didampingi Pembina Osis Komariah menjelaskan, kesurupan terjadi setelah siswa melakukan upacara, awalnya hanya Dian Hidayat siswa kelas X.4.
Namun secara tiba – tiba rekan Dian yang lain turut berontak dan menjerit histeris. Bahkan Dian sempat mendengar orang yang menjerit dari kebun belakang sekolah. Siswa yang mengalami kesurupan diantaranya, Anggun, Dian Hidayat, Okta Sari Rizqy, Silvia, Novi dan Diniar.
“ Sebenarnya mereka itu hanya tidak siap secara fisik saat upacara tadi, karenanya ada yang jatuh pingsan, kemudian dibantu oleh teman – teman mereka. hanya itu saja” tuturnya.
Dikatakan Nila, pihaknya meliburkan kegiatan belajar mengajar disekolah. “ Siswa ada yang kita suruh belajar dirumah, sedangkan yang tinggal di mess kita suruh belajar di mess mereka," tuturnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sudirman Samosir menambahkan, penyebab terjadinya kesurupan ini, lantaran pikiran siswa dalam keadaan kosong. “ Sebenarnnya kesurupan tidak akan terjadi kalau pikiran kita disibukkan dengan kegiatan belajar, mungkin mereka yang mengalami kesurupan ini, karena pikiran mereka kosong," ulasnya.
Ditambahkan sejak didirikan hingga sekarang tidak pernah ada siswa yang kesurupan baru pada tahun 2011 ini terjadi kesurupan. Pantauan koran ini, aktivitas di sekolah yang menyandang predikat Plus, sangat baik. Selain kegiatan kurikuler yang menghantarkan nama baik SMAN 2, aktivitas siswa dibidang rohis pun cukup mengakar.
            Salah seorang siswa kelas X yang meminta namanya tidak dikorankan menuturkan, kesurupan terjadi pada pagi hari, usai upacara bendera. “ Kalau tidak salah kak, jumlah kawan kami yang mengalami kesurupan mencapai belasan orang dan mereka diobati oleh orang pintar, setelah itu dibawa pulang ke rumah mereka masing – masing," tuturnya.
            Edi,  warga Kelurahan Kedondong Raye menambahkan, kesurupan yang terjadi di SMAN 2 Banyuasin III, karena pengaruh makhluk halus. “ SMAN 2 dan MAN Pangkalan Balai itu dulunya merupakan hutan larangan, disana dikenal sebagai tempat keramat dan sering terlihat makhluk halus. Namun sejak dibangun, mistis itu sudah mulai berkurang, saya pikir makhluk halus yang menganggu manusia karena terusik tempatnya atau karena memang pikiran siswa itu yang sedang kosong," tukas Edi. (Sir)

Bocah SD Ditemukan Mengapung di Sungai

Mayat Mr X ditemukan warga dibawah jembatan Enim 1
Muara Enim, SN
    Lalu lintas menuju Kota Muara Enim mendadak macet sejam lebih, pasalnya, ratusan warga berdesakan diatas Jembata Enim I menyaksikan ditemukannya mayat mengapung di Sungai Enim, Senin (3/9) sekitar pukul 15.00 WIB.
    Ciri-cirinya, berambut pendek, mengenakan kemeja pendek kotak-kotak, dan celana pendek dua lapis, diluarnya celana olaraga dan didalamnya celana SD, dari hidungnya masih mengeluarkan darah segar. Diduga korban tewas tenggelam beberapa jam lalu.
    Dari informasi yang dihimpun di lapangan, pertama kali korban ditemukan oleh salah seorang nelayan yang menjaring ikan di Sungai Enim tepatnya di bawah Jembatan Enim I. Saat itu, nelayan curiga dari dari balik bebatuan seperti benda yang mengapung.
        Lalu, ketika didekati, ternyata benda tersebut adalah seorang bocah yang diduga masih anak-anak sebab mengenakan celana SD. Kemudian, nelayan tersebut memanggil warga lainnya untuk ditarik ke pinggir sungai dan diletakan di atas batu.
    Salah satu warga yang ditemui di TKP, Anggi (24) mengakui, kalau dirinya hendak ke Kampus untuk kuliah, namun dalam perjalanan arus lalu lintas macet. Lalu,dirinya melihat dari atas Jembatan Enim I puluhan warga berdesakan  melihat arah ke sungai.
        “Benar saja, ada sesosok mayat, anak kecil, mungkin masih SD, sebab celananya seragam sekolah,” ungkap Anggi.
    “Tapi, saya tak tahu, anak siapa, sebab tak ada tanda pengenalnya,” ucap Anggi.
    Setengah jam berselang, Tim Identifikasi Polres Muara Enim turun ke TKP, sekaligus melarikannya ke kamar mayat RSMH HM Rabain untuk diotopsi.
    Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui identitas mayat tersebut, sebab belum ada keluaga korban yang menjenguk ke rumah sakit ataupun melapor ke Polres Muara Enim.
        Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Djoko Julianto membenarkan penemuan mayat tersebut saat ini masih dalam penyelidikan petugas. (yud)

3000 Siswa Tampil di Opening SEAG

Palembang,
    Sebanyak 3000 siswa mulai dari tingkat sekolah menengah pertama (SMP) hingga perguruan tinggi (PT) se Sumsel akan tampil saat opening (pembukaan) pesta olahraga se-Asia tenggara, SEA Games XXVI di Jakabaring, Palembang, 288 diantaranya berasal dari daerah di Sumsel, sedangkan sisanya berasal dari Kota Palembang.
    Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Sumsel, Ade Karyana, Senin (3/10) di gedung DPRD Sumsel. Katanya, seluruh siswa yang dilibatkan dalam opening SEA Games tersebut sudah melalui proses seleksi terlebih dahulu.
    "Khusus bagi 288 siswa yang berasal dari luar kota Palembang, sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan opening sudah akan berlatih di Palembang di bimbing oleh para koreografer berpengalaman di bidangnya," ujar Ade.
    Ia menambahkan, selama menjalani masa latihan di Palembang, semua siswa daerah tetap mengikuti proses belajar mengajar. Caranya, mereka akan di titipkan di sekolah-sekolah yang ada di Palembang.
    "Sekolah-sekolah yang di titipi para siswa daerah, kita tunjuk dan melalui proses seleksi juga. Keberadaan 288 siswa daerah ini menunjukkan bahwa mereka juga berpartisipasi dalam pelaksanaan SEA Games ini," terang Ade.
    Diterangkan Ade, 3000 siswa yang akan tampil pada pembukaan SEA Games tersebut, mayoritas akan membawakan berbagai macam tarian pembukaan. "Mereka berada di bawah komando koreografer yang sudah di tunjuk," ujarnya.
    Sementara Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Bihaqqi Soefyan mengaku hingga saat ini belum ada keputusan apakah para siswa di Kota Palembang akan diliburkan saat pembukaan SEA Games berlangsung atau tidak. Namun menurutnya, perlu di pikirkan juga manfaat dan kerugian jika siswa di liburkan saat opening SEA Games.
    "Mungkin wacana ini perlu dibahas lebih lanjut, karena pembukaan SEA Games ini merupakan moment penting dan belum tentu terulang kembali di Sumsel, jadi perlu di semarakkan," ujar dia.
    "Wacana untuk meliburkan para siswa ini akan kita bahas lebih lanjut nantinya, melibatkan semua pihak yang berkompeten," tambah Politisi Partai Demokrat ini. (awj)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.