Kamis, 05 Januari 2012

Ketegasan Untuk Angkutan Batubara Jangan Hanya Lisan


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

UNTUK kesekian kalinya angkutan truk batubara yang mengangkut bahan tambang menelan korban. Kali ini seorang siswa SMP di Wilayah Merapi Lahat sampai tewas karena truk batubara dikemudikan dengan ngebut.
Ini untuk catatan duka kesekian kalinya yang harus membuat pemerintah dan aparat tegas, bahwa angkutan bahan tambang memang tidak boleh dan dilarang untuk melintas di jalan umum.
Teringat kesenangan sesaat warga Lahat kala bahan galian batubara banyak ditemukan di Lahat. Langsung di benak rakyat akan ada kemakmuran dan Lahat menjadi maju dan berkembang karena banyaknya pembangunan.
Tetapi harapan dan cita-cita masyarakat Kabupaten Lahat dapat menikmati berkah dari kayanya bahan galian batubara di daerah tersebut jauh dari angan-angan.
Makin banyak Kuasa Pertambangan (KP) beroperasi tak mengubah kehidupan warga kota Lahat secara menyeluruh, sebaliknya mereka menjadi penonton terhadap hiruk pikuk sibuknya operasi pertambangan dan truk yang mengangkut batubara.
Diyakini banyak warga yang tak tahu bahwa angkutan bahan tambang tak boleh melalui jalan raya atau jalan umum. Ataupun karena rakyat apatis alias tak peduli dengan apa yang dilakukan pemerintah.
Ketika truk angkutan batubara menabrak seorang pelajar hingga tewas, warga Lahat kembali terenyak. Bahkan di lapangan, truk yang menabrak pelajar SMP tersebut langsung dimasukkan warga ke anak sungai.
Sempat ada satu fase euforia kesenangan luar biasa dari warga kota ini, dengan banyaknya aktifitas tambang batubara. Mereka senang dan bangga karena Bumi Seganti Setungguan ternyata menyimpan jutaan ton batubara di dalam perut bumi.
Tetapi kesenangan hanya dalam waktu singkat, hanya dalam hitungan tahun di jari, warga tak begitu peduli. Apalagi mereka tak 'menyicip' enak dari banyaknya batubara yang dikeruk setiap detik.
Memang sejak era Otonomi Daerah ditetapkan dan berlaku, pemerintah daerah tingkat II diberi kuasa penuh untuk membuat keputusan. Di Kabupaten Lahat banyak bermunculkan KP-KP yang mengeksplorasi pertambangan batubara.
Transportasi yang digunakan masih menggunakan jalan umum, tentu dampak langsung berupa kerusakan jalan sangat terasa. Harusnya sudah dibuat dan dipikirkan 'win-win solution' untuk kondisi ini. Jangan sampai dampak jalan yang cepat rusak, justru merugikan orang lain atau rakyat banyak. Dengan kerusakan jalan, siapa yang bertanggungjawab, di lain sisi semua pengguna jalan mengeluh dan menggerutu. Apalagi kalau sudah ada korban warga yang tewas. Apakah harus menunggu korban berikutnya?
Hal yang dirasakan warga saat ini mereka mulai melihat kerusakan ekosistem dan lingkungan, cuaca yang makin panas. Bila kita lihat dari jalan raya, ada beberapa titik tanah merah di perbukitan yang menandakan ada eksplorasi batubara. Tak hanya efek buruk lainnya seluruh warga Sumsel kini menikmati rusaknya jalan sepanjang jalur Lahat-Palembang. Untuk kemacetan luar biasa ini telah menjadi isu nasional.
Untuk tahun 2012 ini Pemerintah Provinsi Sumsel sudah mengatur angkutan batubara ini. Bagaimana aplikasi nyata dari aturan yang dikeluarkan ini? Kita lihat dan tunggu bagaimana penerapannya di lapangan.
Beberapa KP saat ini sudah mengeruk batubara di dasar perut bumi Kabupaten Lahat. Harus dipertanyakan apa yang didapatkan Pemda Lahat untuk semuanya.
Memang ada efek positif dari kondisi ini, yang utama tentu pajak dan biaya perizinan bisa masuk ke kas daerah. Kemudian perekrutan sumber daya manusia tentu dapat membantu mengurangi pengangguran di wilayah itu.
Lalu apakah dampak dari pertambangan sudah
dipikirkan sejak awal, karena banyak contoh aktivitas tambang berakibat buruk daerah. Saat bahan tambang habis yang tersisa hanya kerusakan alam, kemisikinan dan pemukiman yang ditinggalkan begitu saja. (***)

Kasat Brimobda Sumsel Diganti


* Usung Program Brimob Memasyarakat

Tampuk pimpinan di satuan Brimob Polda Sumsel resmi berganti, setelah pada, Rabu (4/1) dilakukan serah terima tugas dan tanggung jawab Kasat Brimob Polda Sumsel dari pejabat lama Kombes Pol Drs Reguel Siagian kepada pejabat baru Kombes (Pol) Drs H Adeni Mohan DP MM, MBA, di lapangan Mako Brimob Polda Sumsel.
Upacara serah terima tugas tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen (Pol) Dikdik Mulyana Arif, dan dihadiri Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI S Widjonarko, dan para pejabat teras di Satuan Brimob Polda Sumsel.
Kombes (Pol) Drs H Adeni Mohan sebelum menjabat Kasat Brimob Polda Sumsel, merupakan Kasat Brimob Polda Bangka Belitung (Babel). Sementara Kasat Brimob Polda Sumsel yang lama, Kombes Pol Drs Reguel Siagian dipindah tugaskan ke Markas Besar Polri di Jakarta.
Ditemui usai upacara, Kombes (Pol) Adeni Mohan menyatakan, dirinya mengusung tiga program unggulan yang akan diterapkannya selama ia memimpin yaitu, zero pelanggaran bagi anggota Brimob, kemudian zero kriminal dalam radius 5 Km dari Mako Brimob Polda Sumsel, dan terakhir Brimob memasyarakat dalam rangka stabilitas Brimob dengan TNI, Brimob dengan Pemerintah Daerah, Brimob dengan masyarakat, LSM, jurnalis baik cetak maupun elektronik, dan lain sebagainya.
"Ini program yang akan kami lakukan di Sumsel ini. Mudah-mudahan rekan-rekan mendukung kami dalam rangka Brimob Masyrakat, karena kita juga bagian dari masyarakat," harap dia.
Adeni mengaku, keamanan di Sumsel sejauh ini sudah kondusif, namun perlu dilakukan peningkatan keamanan lagi, untuk menjaga stabilitas. "Sejauh ini, kita belum terpikir untuk menambah personel, karena itu bergantung dari pusat, kita lihat kondisi, tapi sejauh ini Sumsel masih kondusif," urainya.
Sementara itu, Kapolda Sumsel, Irjen Dikdik Mulyana Arif dalam sambutannya, mengatakan serah terima jabatan merupakan hal yang biasa, selain untuk regenerasi dan promosi bagi anggota Polri, juga sebagai perwujudan komitmen Polri dalam menjunjung tinggi dinamika dan struktur organisasi. (awj)

Bekas Galian Proyek Jalan Pangkul Telan Korban Jiwa

Prabumulih, SN
Bekas tanah galian proyek pembukaan jalan baru Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih, Selasa (3/1) sore sekitar pukul 17.31 WIB, menelan korban jiwa. Seorang anak bernama Aditya (6) warga setempat, ditemukan tewas tenggelam di lokasi bekas galian proyek yang didanai dari APBN 2011 tersebut.
Peristiwa tenggelamnya bocah SD kelas 1, putra pasangan Juridin (35) dan Cik Ita (27) itu spontan membuat warga sekitar Desa Pangkul heboh. Pasalnya, sehari sebelum kejadian lokasi bekas galian proyek jalan yang memiliki ukuran kedalaman sekitar 6 meter dan lebar sekitar 5 meter tersebut juga nyaris merenggut nyawa anak Plt Kepala Desa (Kades) Pangkul, Poli.
“Tapi untung saja, cepat diketahui oleh pembantunya. Bahkan pak, bukan kedua kali ini saja, kejadian tenggelamnya anak yang berenang di lokasi bekas galian proyek ini, beberapa hari sebelumnya anak Pak Mali juga hampir tewas tenggelam tapi masih cepat ditolong warga yang juga berenang di lokasi ini,” ujar Jono (37) warga Desa Pangkul, sambil menunjukkan lokasi tenggelamnya korban, Rabu (4/1).
Menurut Jono, warga sebelumnya sudah sering memeringatkan anak–anak saat bermain dan berenang di lokasi bekas galian jalan yang bakal menjadi jalan penghubung Desa Pangkul dengan Desa Kemang, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim. Selain dikarenakan air yang menggenangi bekas galian proyek itu cukup dalam, juga jauh dari lokasi desa.
Sementara menurut warga Desa Pangkul lainnya, Yadi (32), mengaku tidak begitu mengetahui pasti sejak kapan lokasi galian itu dipakai sebagai tempat berenang. Namun yang jelas dikatakannya, usai pelaksana kontraktornya meninggalkan lokasi pekerjaan tersebut, banyak warga desa dan anak–anak bermain dan berenang di tempat itu. “Kalau kata warga lain, air di lokasi bekas galian proyek ini tidak menyebabkan gatal kulit seperti di tempat lain. Makanya selalu ramai,” kata Yadi.
Terpisah, War (39) paman korban saat ditemui dirumah duka (orang tua korban), Dusun III, Desa Pangkul mengaku pasrah dan ikhlas atas musibah yang menimpa keponakannya tersebut. Dia juga mengaku terkejut dan tidak percaya, pasalnya sebelum kejadian korban terlihat masih bermain disekitar rumah bersama teman – temannya.
“Jam 5 sore dia bermain disekitar rumah, tahu–tahunya sudah dapat kabar dia meninggal tenggelam di lokasi bekas galian proyek itu,” kenang paman korban.
Korban sendiri disebutkannya, memang tidak bisa berenang. Namun diduga karena melihat teman–temannya asyik bermain dan berenang di lokasi tersebut, korban pun ikut terjun ke dalam lokasi bekas galian proyek yang dialiri air sungai batang hari kelekar yang meluap dikarenakan diguyuri hujan dalam beberapa minggu ini.
“Saat itu yang melihat aditya melompat ke air bekas galian, Nodon teman korban. Melihat korban tidak segera muncul ke permukaan air, ia pun memberitahukannya ke ayahnya yang saat itu juga ikut mandi dan berenang di lokasi itu. Diduga adit (korban, red) sudah tenggelam sekitar sepuluh menitan, dan berhasil ditemukan Usman ayah Nodon tapi sudah tidak bernyawa lagi,” ujar War, saat ditemui didampingi keluarga dan tetangga korban.
Korban yang merupakan putra tunggal pasangan Juridin dan Cik Ita, pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB, langsung dimakamkan di TPU Desa Pangkul yang berada tidak jauh dari rumahnya.
Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Yerry Oskag SIK, melalui Kabag Ops Kompol Heri Yuniawan, ketika dikomfirmasi koran ini, Rabu (4/1) sore, mengaku belum mendapat informasi terkait tewasnya bocah SD tersebut di lokasi bekas galian proyek Jalan Desa Pangkul–Desa Kemang.
“Kita belum dapat informasi itu, kapan kejadiannya? Pihak keluarga korban sampai saat ini belum ada yang melapor ke kita, tapi nanti akan kita cek,” tukas Heri. (and)

Jalinsum Tergenang Air dan Rawan Longsor


Lahat, SN
Awal tahun 2012 ini terlihat banyak kendaraan yang memasuki Kabupaten Lahat, baik berlibur maupun melewati saja untuk singgah di daerah yang berdekatan dengan Lahat.
Namun kondisi hujan yang terus mengguyur menyebabkan beberapa jalan lintas Sumatera (Jalinsum) yang ada tergenang air.
Belum lagi jalan yang berlobang-lobang dan retak terdapat di beberapa kecamatan yang ada sehingga membuat pengendara yang ada harus hati-hati dan hafal kondisi di lapangan.
Seperti yang terlihat di Jalinsum Lahat-Pagaralam yang ada di sekitar Kecamatan Pulau Pinang, Tanjung Tebat, Pagar Gunung hingga ke perbatasan Pagaralam.
“Sementara rambu-rambu yang ada tidak menunjukan bahwa di jalur tersebut berbahaya, sementara tikungan dan jurang berada di sisi kiri dan kanan jurang. Belum Lagi titik yang rawan longsor yang ada disana,” jelas Cik Jang (50) warga yang melintas dan akan mudik ke kota Pagaralam dari Palembang melintasi Lahat.
Menurut Cik Jang, dia harus hati-hati saat melintas belum lagi banyak lobang-lobang yang terdapat di jalan tersebut.
Genangan air yang ada misalnya di wilayah desa Karang Dalam Kecamatan Pulau Pinang, sangat mengganggu pandangan pengendara yang lewat sementara di sisi jalan terdapat jurang. Di Desa Tanjung Mulak juga terlihat bekas lonsoran batu yang terjadi sekitar dua minggu belakangan terdapat di dua titik yang ada.
Saat dikonfirmasi pada Camat Pulau Pinang Darmi Palentina mengungkapkan, mereka juga berencana melaporkan kerusakan jalan kepada pihak terkait. “Bekas longsoran tersebut selain dibersihkan secara bergotong royong juga dilaporkan pada pihak Dinas Pekerjaan Umum untuk membantu membersihkan longsoran yang ada sekitar dua minggu lalu,” jelas Darmi.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Kadishubkominfo) Drs Syaifudin bahwa untuk rambu lalu lintas memang dananya sangat terbatas dan mereka sudah berusaha mengusulkan hal ini.
“Rencananya 2012 dianggarkan untuk di sekitar kecamatan Pulau Pinang, setelah sebelumnya anggaran rambu yang ada dilakukan bagi yang dalam kota terlebih dahulu,” jelasnya. (zal)

Selasa, 03 Januari 2012

Edisi Cetak 527, Selasa 3 Januari 2012

Retribusi Terminal Kayuagung Ditarget 1,7 Milyar

Kayuagung, SN
Penerimaan retribusi Terminal Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada 2012 ini ditargetkan sebesar Rp 1,7 miliar. Target ini memang lebih tinggi dibandingkan dengan target tahun 2011 sebesar Rp 1,5 miliar tapi terelisasi hanya Rp 1,2 miliar.
Kepala Terminal Kayuagung M Saman menerangkan, pihaknya mengakui target di tahun 2011 belum tercapai tetapi kalau melihat hasil realisasinya sudah mendekati tercapai. Walau target tahun 2012 lebih tinggi pihak optimis akan terealisasi karena banyak faktor mendukung.
Tahun 2012 ini, kendaraan bermuatan seperti truk, tronton, bus pariwisata dan fuso akan masuk dulu ke dalam terminal dan membayar retribusi di pos pintu masuk. Sedangkan tahun 2011 lalu kendaraan tidak masuk terminal, kadang-kadang membayar tidak sesuai dengan nilai retribusi.
”Sekarang ini terminal sedang diperbaiki, seluruh kendaraan yang ditarik retribusi akan masuk ke terminal, ini akan mengurangi kebocoran retribusi,” terangnya.
Selain itu, sudah disahkannya Perda Nomor 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Terminal yang didalam Perda tersebut retribusi terminal mengalami kenaikan 90%. Untuk bus pariwisata sebelumnya Rp 3000 sekarang naik menjadi Rp 5000, kemudian retribusi fuso dari Rp 3000 naik menjadi Rp 5000. Selanjutnya tronton sebelumnya Rp 5000 naik Rp 8000 dan truk dari Rp 1000 naik menjadi Rp 2000.
“Dengan adanya kenaikan retribusi angkutan dan sistem penyetoran retribusi secara langsung di pos terminal, maka kita yakin target tersebut bisa tercapai, kemudian kebocoran dilapangan yang selama ini kemungkinan dilakukan oleh oknum penarik retribusi dapat diminimalisir,” ungkapnya. (iso)

Pintu Air Pemulutan Sebabkan Jalan Berlobang

Indralaya, SN
Keberadaan pintu air yang sebagian kurang terawat dan banyak tidak berfungsi lagi berdampak pada penggerusan tanah dan menyebabkan jalan menjadi berlobang. Seperti di Kecamatan Pemulutan Barat.
Terutama pada musim hujan saat ini, seperti di desa-desa yang ada di Kecamatan Pemulutan Induk dan Pemulutan Barat pintu airnya memang sedikit meresahkan warga, karena kalau lagi hujan deras badan jalan di pintu air tersebut banyak yang amblas karena terdorong oleh air yang mengalir di gorong-gorong tersebut.
Pantauan di lapangan, ada beberapa titik di kawasan pemulutan yang sebagian jalannya amblas di karenakan dorongan air di pintu air tersebut, di antaranya di Desa Muara Dua Kecamatan Pemulutan Induk, serta Desa Kamal dan Desa Pulau Negara yang ada di Kecamatan Pemulutan Barat.
Najemi (42) salah seorang warga setempat mengatakan, sangat menghawatirkan keadaan tersebut, karena takut akan merusak badan jalan dan akan meresahkan para pengendara yang sering melintas di daerah tersebut.
“Keadaan ini sangat menghawatirkan kita, karena lobang itu akan bertambah dalam bila terus terkena dorongan air tersebut, dan parahnya badan jalan akan ikut amblas karena tanahnya terus longsor, apalagi ditambah musim hujan seperti ini,” katanya.
Kami sangat berharap, sambungnya, Semoga dari pihak terkait dapat mengatasi permasalahan ini, karena sangat di sayangkan jalan di daerah kita sudah mulai bagus, tetapi karena keberadaan pintu air yang hampir sudah tidak ada fungsinya itu dapat merusak tekstur jalan tersebut,” harapnya.
Menanggapi hal ini, Camat Pemulutan Barat, Zaidan SSos mengatakan, agar masyarakat untuk bersabar karena pemerintah masih terus mengusahakan hal-hal yang menyangkut kesejahteraan masyarakat.
“Harapan saya agar masyarakat dapat bersabar,menunggu tindak lanjut dari pemerintah, karena pemerintah sekarang terus berupaya dalam mensejahterakan masyarakat melalui pembangunan-pembangaunan yang sedang di lakukan,” ujarnya. (man)

Rumah Warga Retak Akibat Pengeboman Sesmik

Sekayu, SN

Puluhan warga Desa Toman, Kecamatan Babattoman, Kabupaten Musi Banyuasin kesal, lantaran bangunan rumah mereka retak-retak akibat getaran sesmik (pengeboman sumber minyak) yang dilakukan PT Elnusa di wilayah mereka. Senin (2/1), warga memaksa pihak Elnusa menemui mereka untuk mempertanggungjawabkan kerusakan tersebut, namun belum ada kejelasan.
“Kami sudah menghubungi pihak Elnusa untuk musyawarah dan minta kejelasan mengenai ganti rugi kerusakan. Tapi yang datang tidak berkompeten dan tidak bisa membuat keputusan. Kami beri waktu beberapa hari lagi, kalau masih tidak ada kejelasan warga siap mendatangi camp mereka,” ujar Endang, salah seorang warga yang ikut berkumpul untuk mengetahui kejelasan tentang ganti rugi kerusakan rumahnya akibat pengaruh sesmik dimaksud.
Mewakili warga yang hadir, Endang menjelaskan, PT Elnusa mulai melakukan pengeboran di wilayah mereka sejak September lalu. Lokasi titik pengeboran hanya sekitar 400 meter dari pemukiman atau rumah-rumah warga Desa Toman. Untuk mengetahui sumber minyak di lokasi tersebut, Elnusa harus mengebom pada kedalaman tertentu. Getaran dari pengeboman inilah yang memicu retaknya sejumlah bangunan milik warga.
“Bapak bisa lihat sendiri, dinding, bak mandi, teras, termasuk karpus atap rumah warga banyak yang retak. Beberapa bulan lalu pihak Elnusa sudah mengukur keretakan, dan sudah menandai dengan spidol. Tapi hanya sebatas itu, tidak ada komunikasi soal ganti rugi. Memangnya kami bodoh,” tambahnya.
Hal senada dikatakan, Ali warga lainnya. Dinding bangunan Mini Market miliknya tinggal menunggu waktu untuk roboh. Beberapa tanda pengukuran dari pihak Elnusa seperti yang dijelaskan Endang pun ada di sekitar keretakan dinding tersebut. Menurut dia, kedatanagan Elnusa untuk mengambil minyak di wilayah Babattoman tidak ada sosialisasi kepada masyarakat.
“Mereka tau-tau datang, dan sudah melakukan pengeboran. Maaf Pak, rumah kami dibangun dengan jerih payah sendiri dan tidak ada bantuan dari pemerintah atau siapa pun. Jangan perusahaan seenaknya saja membuat kerusakan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, warga menumpahkan segala persoalan yang ada. Menurut mereka, tidak ada sosialisasi dari Elnusa maupun aparat desa dan kecamatan terkait aktivitas pengeboran minyak di sekitar pemukiman mereka. Tidak masalah bagi warga, asal tidak membuat kerusakan.
“Kades waktu kami tanya soal itu, katanya itu program pemerintah. Kami tidak mau tahu soal itu Pak. Kami hanya ingin ganti kerusakan rumah kami,” tambah Kowi, selanjutnya mengatakan, Elnusa sudah selesai melakukan pengeboran sekitar sebulan lalu dan kini sudah berpindah ke wilayah Kasmaran dan Ulakpaceh, Kecamatan Lawangwetan. Dia berharap warga yang ada di sekitar wilayah ini juga berhati-hati terhadap pengaruh sesmik Elnusa. Tidak hanya membuat kerusakan pada bangunan, Elnusa juga dituding sudah menghancurkan jalan Km 1 Desa toman.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Muba Ir Zulfakar mengatakan, sudah berulang kali mengingatkan dan memanggil pihak Elnusa terkait keluhan warga. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan. Saat ini pihaknya masih menyiapkan lankah tegas untuk mengatasi persoalan ini. Terlebih operasional Elnusa tersebut tidak meminta izin terlebih dahulu kepada pihak Distamben Muba, melainkan dari BP Migas.
“Kita akan menyiapkan langkah tegas untuk mengatasi persoalan ini. Mereka sudah kita panggil tapi belum ada tanggapan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada penyelesaian,” tegasnya. (her)

17 Satpam Terima Penghargaan Dari Kapolres Muba

Sekayu, SN

Sebanyak 17 Orang anggota Satuan Pengamanan (Satpam) dari perusahan pertambangan dan perkebunan, yakni 10 anggota dari PT Satria Ralesa Bumi Nusa (SRB), 3 anggota PT KMP, dan 2 anggota PT Pinago Utama, serta 2 anggota dari PT MBI menerima penghargaan dari Kapolres Musi Banyuasin (Muba) AKBP Toto Wibowo SKP.
Penghargaan yang diserahkan secara simbolis oleh Plt Sekda Muba Ir H M Hanafi MM ini disela-sela memperingati Hari Ulang Tahun ke- 31 Satpam yang digelar di lapangan Markas Polisi Resort (Polres) Muba, Senin (2/1)
“Penghargaan yang diberikan kepada 17 Satpam ini karena jasa dan dedikasi mereka yang telah membantu tugas Polres Muba dalam mengungkap kasus-kasus terutama kasus pencurian yang ada di wilayah Muba,” ujar Kapolres Muba dalam sambutannya usai memimpin Upacara HUT Satpam ke-31.
Dalam HUT Satpam ke-31 ini, Kapolres Muba juga membacakan amanah dari Kapolri Jenderal Polisi Drs Timur Pradopo yang mengharapkan dapat terus ditingkatkannya fungsi dan peran satpam pada penerapan industrial security dalam rangka intensifikasi kemitraan bersama Polri guna terpeliharannya Kamtibmas.
“Ini dilakukan untuk memberikan inovasi, semangat perubahan yang harus direalisasikan bersama dengan mengedepankan komitmen, kerja sama, dan konsistensi dari segenap anggota satuan pengamanan di Indonesia, dan seluruh Stakeholder dalam rangka mendapatkan pengakuan profesionalitas di bidang industrial security di Indonesia,” kata Toto membacakan amanah dari Kapolri.
Sementara mengenai pengungkapan kasus-kasus yang telah dilakukan oleh para satpam ini diantaranya, pengungkapan kasus pencurian terpal Pit (HDPE) di lokasi cluster Lais pada 17 Januari 2011 lalu, pengungkapan kasus pencurian pipa di YARD 18 Lais pada 28 Maret 2011, penungkapan kasus pencurian Tapping di lokasi Tempirai Utara pada 17 Juni 2011 serta beberapa kasus-kasus lainnya yang telah diungkap oleh 17 anggota Satpam ini.
Dalam kegiatan tersebut juga, selain ditampilkannya aktraksi dan senam borgol oleh 18 orang perwakilan Satpam, dan karateka binaan Kapolres Muba, serta juga diserahkan piala-piala lomba dalam rangka HUT Satpam ke-31 ini. (her)

Kasus Leasing Paling Dominan

q YLKI Imbau Konsumen Pro Aktif

Palembang, SN
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumatera Selatan RM Taufik Husni mengatakan, sepanjang 2011, pihaknya menerima 396 pengaduan konsumen.
Tahun kemarin, pengaduan ke YLKI sebanyak 393, dan didominasi kasus perumahan. Diikuti kemudian leasing, migas/elpiji, transportasi, dan jasa hiburan.
Adapun tahun 2011, pengaduan konsumen terhadap leasing menempati peringkat pertama. “Ada 41 pengaduan,” ujar Taufik, Senin (2/1) di kantornya.
Diikuti kemudian pengaduan layanan masyarakat (38 kasus), selular/undian/SMS (37 kasus)…selengkapnya lihat tabel.
Dari ratusan kasus itu, sekitar 75 persen sudah diselesaikan melalui mediasi dan advokasi. Sisanya tidak selesai karena kesalaha konsumen.
Menurut Taufik, konsumen mengeluhkan penarikan barang secara arogan oleh pihak leasing. Mereka dinilai tidak mengedepankan asas praduga tak bersalah dan kemanusiaan.
Sebetulnya masyarakat atau pemakai produk leasing itu punya itikad baik untuk membayar. Tapi karena ada persoalan seperti keperluan keluarga atau musibah, pembayaran ke leasing jadi terlambat.
Yang jadi persoalan, pihak leasing, ujar Taufik, “Tanpa didahului surat peringatan pertama, keuda, dan ketiga, langsung mengambil paksa barang, dengan mengerahkan debt collector yang kadang tidak jelas.”
Taufik menyayangkan langkah ini. Seharusnya konsumen diberi peringatan dulu, diajak duduk bersama mencari solusi. “Jika konsumen membandel, seperti menjual atau melarikan barang, sebaiknya melapor ke kepolisian,” imbuh Taufik.
Di sisi lain, Taufik menyambut baik pro aktif masyarakat atau konsumen melapor ke YLKI. Meningkatnya pengaduan dari masyarakat, kata Taufik, mengindikasikan konsumen kini lebih cerdas dan mandiri dalam memilih barang serta telah mengerti akan hak mereka.
YLKI, kata Taufik, juga mengimbau konsumen untuk aktif melapor jika menemukan produk barang elektronik atau makanan dari luar, misal dari Cina, yang tidak ada keterangan dalam bahasa Indonesia, berlabel halal atau sesuai Standar Nasional Indonesia.
“Sangat berbahaya jika tidak ada keterangan berbahasa Indonesia, terutama untuk produk makanan dan kesehatan,” ujar Taufik, seraya meminta pihak terkait juga mempersempit ruang gerak barang yang tidak berstandar internasional masuk ke Indonesia.
“Pengawasan harus dimulai dari hulunya, pintu masuknya barang-barang tersebut.” Taufik menambahkan, tahun ini pihaknya juga membuka layanan kontak pengaduan baru. Selain nomor pengaduan (0711) 319887, konsumen bisa juga menelepon di nomor (0711) 354444.
“Silahkan konsumen melapor jika menemukan ada pelanggaran hak maupun produk yang tidak berbahasa Indonesia,” kata Taufik.(win)

Kasus Mesuji, Cermin Rakyat Anarkis, dan Tak Terkendali


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

BUMI Indonesia kita tercinta saat ini makin terpuruk. Di tengah bencana alam yang terus terjadi dan ekonomi rakyat kelas bawah yang masih terpuruk, emosi masyarakat makin meningkat.
Menyatakan kesimpulan ini bukan tanpa alasan, karena lihatlah dari cara warga menyelesaikan masalah dan sikap terhadap orang yang bermasalah dengan hukum. Main hakim sendiri, emosi tak terkendali, sampai akhirnya bantrokan antar kelompok, kampung, desa, bahkan antar provinsi sering kita dengar.
Dalam banyak peristiwa, seakan rakyat tak percaya lagi dengan aparat dan perangkat hukumnya, hingga membuahkan aksi main hakim sendiri dan rakyat bertindak anarkis.
Seperti kasus Mesuji yang sempat lama terpendam. Ini semua cerminan rakyat makin anarkis dan tak percaya lagi dengan pemerintah. Oknum aparat juga menyelesaikan dengan cara tak benar, hingga rakyat kecil yang jadi korban.
Aksi yang menewaskan belasan warga ini sangat disesalkan, apalagi pemicunya karena hal yang sepele. Memang miris, mengherankan, dan sangat menyedihkan. Multi komplek masalah menghinggapi Negeri ini, makin parahnya lagi persoalan-persoalan yang ada tak ada yang diselesaikan serius dan tuntas.
Ujung-ujungnya kekecewaan yang ada di rakyat. Khalayak apatis dan seperti putus asa dengan penguasa dan tindakan aparat, hal ini membuahkan aksi main hakim sendiri. Saat ini aksi main hakim sendiri sudah berada di titik yang mengkhawatirkan.
Apa yang terjadi di rakyat sendiri dipengaruhi sifat frustasi masyarakat terhadap kondisi bangsa yang morat marit. Terutama sektor perekonomian yang tak kunjung membaik dan kian menghimpit.
Tak luput juga kekecewaan terhadap supremasi hukum. Bila kita amati, aksi ini banyak dilakukan warga dengan ekonomi kurang mampu. Rakyat kecewa dengan kondisi saat ini, sudah miskin, pemerintah seakan tak pernah mendengar dengan keluhan mereka. Nah saat ada masalah atau konflik, emosi rakyat sangat cepat tersulut. Walaupun begitu, aksi main hakim sendiri tetap tak diperbolehkan. Karena cara itu telah mengabaikan norma-norma dan aturan hukum yang sudah ditata di Republik ini.
Kita berharap kasus ini cepat dituntaskan.Siapapun yang bersalah harus berhadapan dengan hukum. Hal ini penting ditegakkan agar hukum bisa disegani dan tidak dianggap sebelah mata. (***)

Lebihi Kapasitas, Truk Dilarang Melintas

Palembang, SN
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Masripin Thoyib mengatakan, Gubernur Sumatera Selatan melarang truk bermuatan batu bara melebih kapasitas melintas di Kota Palembang. “Kebijakan ini untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan di kota ini,” ujar Masripin, saat dibincangi seusai menghadiri acara di PDAM Tirta Musi, Senin (02/01/12).
Ia mengatakan surat edaran Gubernur terkait pelarangan ini mulai diberlakukan mulai 1 Januari 2012. Dalam surat itu, “Truk batu bara yang bermuatan lebih dari 200 ribu ton dilarang melintas Kota Palembang,” sebut Masripin.
Pelarangan truk over kapasitas juga untuk mengurangi beban Jembatan Musi II. Selama ini truk batu bara kerap melintas di jembatan alternatif itu.
Masripin mengatakan dinasnya akan menindak tegas sopir truk yang membangkang dengan aturan ini. “Sanksinya, akan kita usir ke luar Palembang, atau ditilang.”
Masripin menambahkan, angkutan batu bara juga disepakati dilarang melintas di jalan dalam kota Palembang mulai pukul 6 pagi hingga pukl 6 sore.
Jika aturan ini dilanggar, angkutan dihentikan dan dilarang beroperasi sampai batas waktu yang ditentukan, yakni pukul 6 sore.
“Kendaraan itu dikandangkan dulu di Terminal Karya Jaya. Setelah itu, lewat jam 6 sore baru boleh berjalan lagi,” ujar Masripin pula.(win)

Pemerintah Mulai Diberlakukan Enam Hari Kerja

Empat Lawang, SN
Inspeksi mendadak (sidak) di hari pertama kerja usai tahun Baru 2012 dan memasuki penerapan enam hari kerja, pemerintah Empat Lawang masih mendapati beberapa pegawai yang dinilai kurang disiplin. Tentu saja hal itu akan diberlakukan sanksi sesuai dengan aturan bagi pegawai yang tidak masuk tanpa keterangan.
“Masih ada beberapa pegawai yang tidak masuk tanpa keterangan, mereka akan diberlakukan sanksi sesuai dengan aturan,”kata Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri usai sidak ke dinas, badan, kantor Pemkab Empat Lawang, Senin (2/1).
Sambung HBA, pihaknya merasa sedikit lega dengan kedisiplinan di Empat Lawang yang menunjukkan adanya peningkatan. Yang sebelumnya tidak masuk tanpa keterangan masih banyak, namun kini sudah berangsur memperhatikannya. Kendatipun masih ada beberapa pegawai yang tidak masuk tanpa keterangan, akan tetapi sebagian besar dari mereka telah memberikan surat izin ataupun surat keterangan menandakan bahwa mereka tidak masuk lantaran sakit, izin, maupun sebagainya. Setidaknya hal ini yang mesti diperhatikan bagi pegawai, bila tidak bisa masuk kerja harus memberikan surat izin, keterangan, dan sebagainya. Karena ya itu tadi, dunia kerja bagi pemerintah itu ada aturannya.
“Namun jangan sampai mengakali hanya bermodalkan surat izin ataupun surat keterangan lantas dengan mudahnya sering tidak masuk kerja. Bisa jadi suatu waktu pihaknya akan mengecek langsung ke lapangan,” tuturnya.
Lebih jauh HBA mengingatkan, pemerintah Empat Lawang telah menerapkan enam hari kerja bagi pegawai di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati. Sebagaimana telah dikirimkan surat edaran ke seluruh dinas, badan, kantor masuk kerja seperti biasa dan pulang pada pukul 14.00 WIB. Kecuali pada hari Jumat yang pulang lebih cepat, karena umat Islam hendak melaksanakan ibadah sholat Jumat. Maka dari itu patut diperhatikan bagi PNS di Empat Lawang untuk menaatinya. Karena bisa jadi dalam waktu tertentu pihaknya akan kembali turun ke dinas, badan, kantor memastikan pegawai di Empat Lawang melaksanakan tugasnya dengan maksimal.
“Saat ini sudah diterapkan enam hari kerja dengan pulang lebih cepat pada pukul 14.00 WIB. Nanti kapan-kapan kita pantau pada hari Sabtu, tentu di waktu yang dirahasiakan,” pungkasnya. (eko)

Realisasi ADD Tidak Transparan

Muaradua, SN

Realisasi Alokasi Dana Desa (ADD) secara factual yang turun pada sejumlah desa masih terkesan tidak transparan. Akibatnya ADD banyak bermasalah hasil fisik pembangunan yang tidak jelas dan tidak jarang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan berakhir diprotes warga.
"ADD Pemerintah Kabupaten OKU Selatan yang diharapkan agar betul-betul dipergunakan untuk pembangunan yang bermanfaat dan dirasakan langsung masyarakat hendaknya menjadi perhatian dari semua pihak,” kata Suwito anggota DPRD OKU Selatan.
Menurutnya, kurangnya pengawasan dalam hal penggunaan ADD menyebabkan terjadi distorsi terhadap penggunaannya, sehingga diperlukan adanya pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan penggunaannya. "Jangan dengan semakin banyak bantuan dari pemerintah pusat dan daerah semakin banyak pula melahirkan jiwa-jiwa koruptor yang baru,” tegasnya.
Dia menambahkan, pertanggungjawaban penggunaan dana ADD juga harus jelas danakurat. Ia berharap tidak ada toleransi apapun terhadap pejabat desa atau siapapun yang
didapati menyelewengkan dana ADD untuk keperluan yang tidak jelas.
“Kita harapkan kepada Pemkab OKU Selatan dalam melakukan pengawasan dan pengontrolan, evaluasi terhadap dana ADD berjalan, hasil fisik pembangunan di setiap desa yang menggunakan dana ADD, harus jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga keberhasilan pembangunan masing-masing desa dengan dana ADD bisa mencitrakan, bahwa para pejabat desa dan Pemkab OKU Selatan memiliki jiwa pengabdian tinggi. Masyarakat jangan sungkan-sungkan atau takut untuk melaporkan jika ada kejanggalan-kejanggalan dalam penggunaan dana ADD kepada yang berwajib untuk diproses hukum. Karena pengawasan dana ADD merupakan tanggung jawab bersama,” terangnya. (dan)

Kelurahan Terima Bantuan Operasional Motor

Muara Enim, SN

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menyerahkan 16 unit bantuan kendaraan dinas roda dua bagi kelurahan yang ada dalam Kabupaten Muara Enim. Kegiatan tersebut berpusat di halaman kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Senin (2/1).
"Dengan bantuan ini diharapkan kegiatan operasional yang ada di masing-masing kelurahan dapat berjalan dengan lebih cepat dan lebih baik serta memuaskan masyarakat," ujar Kepala Bagian (Kabag) Perlengkapan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Muara Enim, Andy Wijaya usai kegiatan penyerahan bantuan kendaraan dinas.
Andy mengatakan dari 16 unit kendaraan tersebut, sebanyak tiga unit di serahkan bagi kelurahan yang ada di Kecamatan Lawang Kidul, enam unit untuk Kelurahan dalam Kecamatan Muara Enim, enam unit bagi Kelurahan Dalam Kecamatan Talang Ubi serta satu unit bagi Kelurahan Gelumbang Kecamatan Gelumbang.
“Tak hanya itu, pihak Pemkab juga membagikan satu unit kendaraan dinas roda dua bagi Setda Kabupaten Muara Enim dan satu unit untuk pinjam pakai bagi operasional Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Muara Enim,” terangnya.
Dilanjutkan Andy, pembagian bantuan kendaraan dinas roda dua ini, diupayakan akan dilakukan secara bergulir bagi setiap kelurahan yang ada. Sehingga, dapat menjadi motivasi bagi peningkatan kinerja pihak aparatur yang ada.
"Bantuan ini berasal dari APBD Kabupaten Muara Enim 2011. Nantinya pada tahun-tahun kedepan, kita berharap program bantuan ini dapat terus di gulirkan," ungkap dia. (yud)

Parkir di Pagaralam Square Wajib Bawa STNK

Pagaralam, SN
Pengelola parkir Pagaralam Square (PS), memberlakukan aturan bagi pemilik kendaraan, harus membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK), saat berbelanja ditempat tersebut.
"Saat ini warga Kota Pagaralam yang ingin berkunjung ke Pagaralam Square (PS) untuk berbelanja harus membawa STNK. Pasalnya pihak menajemen PS memberlakukan aturan baru," kata Kepala Pengamanan PS Wancik, Senin (2/1).
Menurutnya, peraturan ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan akan aksi pencurian kendaraan bermotor, terutama bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua dan parkir di kawasan PS.
"Kita berlakukan untuk meminimalisir terjadinya pencurian kendaraan beermotor. Kalau ada pengunjung yang tidak menunjukan STNK, maka sepeda motor ditahan atau diberi waktu untuk mengambil surat-menyurat tersebut. Kalau tidak sepeda motor tersebut akan diserahkan ke kantor polisi, karena dikhawatirkan terjadi pencurian kendaraan bermotor," ungkapnya.
Ia menambahkan, peraturan ini diberlakukan sudah sejak beberapa hari lalu, hal itu karena saat ini kasus pencurian motor diparkiran cukup meningkat.
Lanjutnya, bagi pengunjung yang bisa menunjukan STNK parkir digratiskan. "Kita ingin agar pengunjung merasa aman dengan adanya peraturaan tersebut meninggalkan motor saat berbelanja ditempat kami," ungkapnya.
Sementara itu Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin mengatakan, memang peran serta semua pihak akan dapat meningkatkan pengamanan lingkungan dan tempat keramaian seperti PS dan sumpermarket lainnya.
"Perlunya peran serta masyarakat akan dapat mendukung terciptanya Kantibmas, termasuk keamanan lingkungan dengan Siskamling," ungkapnya. (asn)

50-an Psikolog Belum Dibayar Panitia SEA Games

Jakarta, SN
50-an Psikolog belum dibayar panitia SEA Games. Mereka pun mengadu lewat surat pembaca Kompas edisi Senin (2/1). Di sana ditulis mereka belum mendapat imbalan yang dijanjikan panitia SEA Games.

"Kini pesta sudah selesai dan meninggalkan tanda tanya besar di benak psikolog yang sudah bekerja keras dari pagi hingga malam, karena hingga saat ini pembayaran jasa belum juga diterima. Masih ingatkah panitia terhormat pada utangnya terhadap psikolog?" tulis Ninuk dan Joy yang mengatasnamakan psikolog.

Tidak jelas disebutkan berapa nilai kontrak yang belum dibayarkan panitia SEA Games. Para psikolog itu bekerja sejak Juli 2011 dan mereka bertugas membantu seleksi petugas SEA Games seperti liasion officer, pekerja administrasi, dan teknisi lapangan.

Sayangnya Ketua Harian INASOC (Indonesia SEA Games Organising Committee) Rachmat Gobel belum bisa memberikan konfirmasi. detikcom sudah mencoba menghubungi telepon selulernya namun tidak diangkat, konfirmasi lewat SMS juga belum mendapat balasan.

Namun keterangan kepastian soal pembayaran diberikan Menpora Andi Mallarangeng. Menurut Andi, sepenuhnya pembayaran bagi para psikolog itu tanggung jawab INASOC, dan akan sesegera mungkin dituntaskan.

"Sedang dalam proses menyelesaikan semuanya. Kita harapkan bisa selesai segera mungkin. Selesai SEA Games INASOC melakukan rapat-rapat untuk melakukan penyelesaian karena banyak sekali yang harus diselesaikan. Semua tanggung jawab pasti akan diselesaikan," kata Andi. (ndr/nrl)

Truk Batubara Rusak Jalan Menuju TAA

Palembang, SN

Buruknya kondisi jalan menuju Tanjung Api-api (TAA) membuat Dewan Sumsel berang. Itu sebabnya, dewan akan memanggil Dinas Perhubungan dan PU untuk memastikan penyebab kerusakan dan jalan keluarnya.
Demikian diungkapkan Sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel, Yudha Rinaldi. Menurutnya, kerusakan jalan mulai terjadi dari simpang bandara tepatnya di KM 15 hingga KM 30. Sepanjang jalan tersebut banyak lubang dan jalan hancur, sehingga sangat menghawatirkan.
”Kondisi ini akibat truk batubara yang melintas setiap hari, beban yang dibawa didipastikan melampaui kemampuan jalan yang hanya 12 ton hingga 15 ton. Sedangkan kendaraan itu mencapai 30 ton, artinya sudah over kapasitas,” tegasnya.
Yudha mengatakan, melihat kondisi rusak parah itu dewan akan memanggil pihak terkait dan mempertanyakan komitmen mereka. Sesuai Pergub yang mengatur larangan melintas mulai 1 Januari, maka aturan yang dimuat juga harus jelas.
”Kita minta dalam aturannya itu harus jelas isi pelarangan yang termasuk dalam Pergub, baik lokasi larangan, maupun beban angkut,” ungkap Politisi PDI Perjuangan itu.
Pria berkacamata itu menambahkan, sejauh ini daerah masih menanggung beban untuk perawatannya. Sebab statusnya masih belum jelas. Namun, perawatannya masuk ke APBD Sumsel.
”Kita masih mengupayakan agar jalan akses TAA bisa masuk jalan nasional, jadi anggarannya bisa dibebankan kepada pusat. Namun, keinginan itu masih harus menunggu sampai TAA bisa menjadi jalan penghubung antar provinsi dengan cara menyelesaikan pelabuhan lautnya,” tutup Yudha.
Sementara itu, Asosiasi Pengusaha jasa Angkutan (Apjat) mengkritik kebijakan gubernur yang melarang truk-truk batubara bermuatan 8 ton keatas untuk beroperasional mulai 1 Januari 2012.
Dalam surat keputusan (SK) gubernur 1018/Jan/2011 kurang lebih menerangkan bahwa mulai 1 Januari truk batubara diatas 12 ton tidak diperbolehkan lagi melintasi jalan umum, kemudian mulai 1 Maret 2012, seluruh truk batubara tidak diperbolehkan melintasi jalan umum.
"Akibat SK ini, kami sebagai pengusaha angkutan sangat dirugikan, karena otomatis mulai 1 Januari truk fuso yang kami miliki harus dikandangkan, padahal untuk satu fuso saja, kami harus mengeluarkan uang hingga Rp 800 juta," ungkap Ketua Apjat, Chairudin Yusuf, Senin (2/1).
"Apakah tidak ada solusi lain, kecuali yang tertulis di SK gubernur. Kami siap duduk bareng untuk mencari win-win solution mengatasi permasalahan ini," harap Chairudin. (awj)

Senin, 02 Januari 2012

Edisi Cetak 526, Senin 2 Januari 2012



Tahun 2012 Angkutan Batubara Diatur Tegas

* Banyak Capaian Positif Untuk Sumsel
* Penyelesaian Hutang SEA Games Dilakukan

Palembang, SN
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin memaparkan sejumlah pencapaian dan aspek-aspek penting di tahun 2011 dan rencana di tahun 2012. Diantaranya pengaturan tegas untuk angkutan batubara yang membuat kemacetan luar biasa. Selain itu diatur dan disegerakan penyelesaian hutang SEA Games.
Hal ini disampaikan di hadapan wartawan media massa cetak dan elektronik pada Konferensi Pers Akhir Tahun Gubernur Sumsel di Griya Agung Palembang, Sabtu (31/1) malam.
Alex Noerdin melontarkan beberapa wacana, salah satunya masalah konflik lahan yang ada di Sumsel sekitar 50 kasus konflik lahan, Pemerintah Provinsi Sumsel memprioritaskan 50 persen terselesaikan (rampung tahun 2013).
"Masih banyak pekerjaan rumah yang dilakukan Pemprov Sumsel. Kita akan menyelesaikan konflik lahan ini selesai dari 50 kasus lahan, prioritaskan 50 persen harusdiselesaikan pada akhir 2013," ujarnya.
Dijelaskannya, pemrintah mencatat ada sekitar 50 kasus konflik lahan yang terjadi di OKI, Ogan Ilir, Muara Enim, Musi Banyuasin, dan Banyuasin. Persoalan ini akan segera dicarikan solusinya dengan melibatkan para pihak. “Karena ada preseden penyelesaian kasus Bima, maka pemerintah terus bertekad menyelesaikan konflik tersebut,” ungkapnya.
Alex juga menuturkan, Program Rumah Murah, khususnya Rumah Murah Tipe 21, yang saat ini kelangsungannya terhalang UU No. 1 Tahun 2011 produk Kemenpera.
“Pemprov Sumsel tengah mencarikan solusi atas persoalan ini. Terlebih di dalamnya, memuat larangan pembuatan rumah tipe 21 bagi masyarakat," katanya.
Alex juga mengklarifikasi, terkait isu bahwa Gubernur Sumsel terkesan tidak sigap, dalam melarang angkutan batubara di jalan umum, karena Gubernur memiliki usaha angkutan atau pertambangan batubara, maka dirinya perlu menegaskan beberapa hal.
“Gubernur Sumsel ataupun keluarganya tidak punya satu usaha pun yang bergerak di bidang tambang batubara. Masih adanya angkutan batubara yang melintas di jalan umum, itu semata-mata karena jalan khusus angkutan batubara hingga kini belum selesai, sebagaimana telah dijelaskan di atas. Agar angkutan batubara tidak menimbulkan kemacetan di jalan umum, sejauh ini telah dikeluarkan Instruksi Gubernur Sumsel yang intinya melarang angkutan batubara berkompoi dan bermuatan di atas 8 ton,” tegasnya.
Dijelaskannya, terhadap pelanggaran yang ada, tambah Alex, Pemda melalui Dishub Sumsel, telah berulangkali melakukan sidak dan pengawasan. Namun, persoalannya kewenangan menilang kendaraan yang melanggar bukan menjadi kewenangan pihak Dishub. Ke depan, untuk mengatasi hal ini akan kian diintensifkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Dijelaskannya, untuk jalan khusus batubara untuk mengatasi kemacetan di jalan umum, pihaknya akan mentargetkan kelar pada April 2012. Rencananya, Januari 2012 semua angkutan batubara tidak lagi melintas di jalan umum.
“Ini harus tertunda karena jalan khusus angkutan batubara baru kelar dan dapat dioperasikan April 2012. Penyebabnya, ada sekitar 2 km pada ujung jalan di kawasan Pelabuhan Muara Telang yang perlu pembangunan infrastruktur (jalan) karena di sana tanah gambut. Sementara bagian lain dari jalan khusus sepanjang 210 km, telah selesai dan siap dilalui angkutan batubara. Jalan khusus itu dari Lahat menuju Tanjung Api Api (TAA), melalui perkebunan,” paparnya.
Dia menambahkan, ada juga jalan khusus batubara lain yang dalam proses penyelesaian pembangunan, yakni oleh PT Servo, sepanjang 228 km. Jalan khusus itu, mulai dari Lahat, Muara Enim, lalu ke Banyuasin dan berakhir di Tanjung Lago, kawasan TAA.
"Selain PT Servo, ada investor lain juga yang berminat membuat jalan khusus batubara dari Lahat ke TAA. Untuk yang melalui kereta api (KA), PT Adani Indonesia saat ini sedang mempersiapkan perizinan yang diperlukan sembari terus mematangkan konsep pengerjaan infrastruktur double track khusus batubara dari Lahat ke TAA,” terangnya. (pit)

Belasan Rumah di Kayuagung Mulai Kebanjiran


Kayuagung, SN
Musim hujan yang telah mulai sejak 3 bulan lalu kini mulai dirasakan dampak negatifnya berupa debit air yang makin banyak. Akibatnya, bangunan dan rumah yang berada di dataran rendah tentu saja akan mengalami kebanjiran.
Seperti yang terjadi di Desa Kijang Ulu Kecamatan Kayuagung, hujan yang melanda daerah tersebut selama beberapa hari terakhir berturut-turut mengakibatkan belasan rumah warga terendam air. Bahkan ketinggian air mencapai paha kaki orang dewasa bahkan pinggang.
Eka (30) warga Desa Kijang Ulu Kampung IV Dusun Beti Jaya kemarin mengatakan, rumahnya sudah mengalami kebanjiran sejak sebulan lalu karena musim hujan, apalagi sungai di desanya kini pasang. Kondisi demikian juga dialami warga lain di dusun-dusun dalam desa Kijang Ulu.
Katanya, rumah di sana mayoritas berbentuk panggung dan bagian bawahnya seperti gudang yang biasa dipergunakan untuk menyimpan padi. Karena banjir, maka padi terpaksa harus diungsikan ke rumah bagian atas. Sedangkan barang berharga lainnya seperti motor terpaksa diungsikan ke rumah warga lain yang tidak kebanjiran.
Budianto (36) warga Dusun Beti Jaya mengungkapkan, banjir seperti ini memang setiap tahun terjadi, tetapi tahun inilah yang terparah dibandingkan dengan tahun-tahun yang lalu, selain itu juga dengan sering terjadinya banjir seperti ini maka sudah hampir 3 tahun ini warga desa tidak bersawah lagi karena lahannya terendam air.
Ia berharap, pemerintah agar mencarikan solusi bagi warga di sana karena bila ini berlarut-larut sangat menggangu warga dalam beraktivitas. Misalnya seperti membangun bendungan air yang berasal dari sungai di Sukadana sehingga dengan begitu debit air dapat dimonitor.
"Tetapi banjir seperti ini baru kali ini dan akan menyurut bila musim pasang dan hujan tidak lagi yaitu sekitar beberapa bulan ke depan jadi untuk saat ini hanya bisa menunggu saja agar air cepat surut," tukasnya. (iso)

Muba Waspadai Lima Titik Rawan Konflik

Sekayu, SN
Kasus kekerasan yang memakan korban nyawa akibat sengketa lahan di Sodong, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Bima harus menjadi pelajaran semua pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba). Sebab, sejauh ini Bumi Serasan Sekate masih menyimpan bom waktu yang kapan saja bisa meledak terkait sengketa lahan antara warga dengan perusahaan, perusahaan dengan perusahaan, dan kelompok warga dengan kelompok warga lainnya.
Sejauh ini, kepolisian di wilayah hukum Polres Muba sudah menginfentarisir beberapa titik kasus sengketa lahan yang rawan konflik. Hal itu dilihat berdasarkan gejolak yang ditimbulkan masyarakat belakangan ini. Setidaknya lima titik sengketa lahan yang berpotensi akan meledak, jika tidak segera ditanggulangi dengan cepat dan tepat. Antara lain, saling klim lahan antar perusahaan tambang RJM dan BSS yang melibatkan warga di wilayah Kecamatan Bayunglencir. Selanjutnya, perusahaan perkebunan PTPN dengan warga Talangucin soal inti Plasma, PT WAM dengan warga Rawasilir, Musi Rawas (Mura) soal klim lahan, Astaka Dodol dengan PIP, termasuk program cetak sawah (transmigrasi) di wilayah Kecamatan Lalan.
“Semua daerah tentu memiliki konflik yang sama terkait sengketa lahan ini. Kita berharap masyarakat kita tidak terprofokasi. Di sisi lain pemerintah bersama aparat sesegera mungkin mencari solusi baik melalui mediasi maupun dengan mengintensifkan komunikasi,” ujar Kapolres Muba AKBP Toto Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Maruly Pardede saat dikonfirmasi belum lama ini.
Menurut dia, sejauh ini gejolak yang ditimbulkan terkait sengketa lahan di Muba masih sebatas musyawarah antar kedua belah pihak. Ada yang sudah mengarah kepada tindakan anarkis dengan pengerahan massa, namun bisa dinetralisir.
“Ada dua perusahaan yang dalam beberapa bulan ini bersitegang sampai melibatkan massa. Untuk yang ini penanganan kasusnya diambil alih Polda, karena keduanya saling lapor,” terangnya.
Pengamatan koran ini dalam tujuh bulan terakhir, di wilayah Muba memang kerap terdengar ada gejolak terkait sengketa lahan ini. Namun sejauh ini, gejolak tersebut baru sebatas penyampaian aspirasi dan musyawarah untuk mencari penyelesaian, disamping menejemen konflik yang cukup berhasil dilakukan Pemkab Muba. Terakhir sekitar sebulan lalu, saling klim lahan garapan muncul dari dua perusahaan di wilayah Kecamatan Sangadesa antara PIP dan Astaka Dodol.
Untuk kasus ini Pemkab Muba tak ingin kecolongan. Bersama aparat dan dinas terkait lainnya, Bupati Muba H Pahri Azhari langsung turun menengahi hingga konflik bisa diredam seiring dibentuknya tim khusus untuk mengatasi persoalan itu. Dari sejumlah permasalahan yang ada, tumpang tindih perizinan, penggandaan sertifikat tanah, termasuk tanah adat, lazim menjadi pemicu konflik tersebut. (her)

Menara Dishubkominfo Banyuasin Bahayakan Penerbangan

Banyuasin, SN

Menara telkomunikasi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Banyuasin, di lingkungan Kecamatan Talang Kelapa, ketinggianya melampaui batas kawasan keselamatan operasi penerbangan.
Hal itu diketahui setelah tim gabungan dari Provinsi Sumsel dari DPRD Daerah pemilihan II Banyuasin-Musi Banyuasin, Petugas Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Badan Lingkungan Hidup Sumsel serta Diskominfo Sumsel yang melakukan kunjungan ke lokasi menara tersebut.
Menara itu diketahui memiliki ketinggian di luar batas aman lokasi zona 1 penerbangan. Dampaknya bukan hanya menggangu bahkan membahayakan penerbangan
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel Ridho menjelaskan, seiring dengan disahkannya Peraturan daerah (Perda) Provinsi Sumsel untuk Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP), dan Batas Kawasan Kebisingan (BKK), maka pihaknya meninjau langsung beberapa lokasi salah satunya menara di lingkungan kecamatan Talang Kelapa milik Dishubkominfo Banyuasin
Menara itu masuk dalam wilayah ring satu, dalam arti batas ketinggian di zona ring satu hanya diperbolehkan 46 meter, diluar ketinggian itu tidak dibolehkan karena dianggap membahayakan penerbangan.
“Ada dua menara yang melebihi batas aman dilokasi itu, satunya menara Dishubkominfo Banyuasin, dan satunya lagi menara milik perusahan telkomunikasi swasta, ” katanya.
Untuk menindak lanjuti hal itu tim gabungan Provinsi Sumsel akan memberikan dua alternative , pertama akan meminta pemilik menara menurunkan ketinggiannya di batas maksimal KKOP dan kedua tetap pada ketinggian tersebut namun letak menara dipindahkan pada kawasan ring dua atau diluar batas radius 4 kilometer dari bandara
“Kalau tidak dipindahkan bisa membahayakan lalu lintas penerbangan, ini perlu menjadi perhatian serius semua pihak,” kata Ridho
Kepala Dishubkominfo Kabupaten Banyuasin Ir Supriadi dikonfirmasi membenarkan menara di lingkungan Kecamatan Talang Kelapa milik Dishubkominfo Banyuasin. Sementara masalah ketinggian menara yang melebihi batas di zona aman akan segera di respon oleh pihaknya .
“Kalau memang ketinggian, bisa kita benahi, kita pun akan membentuk tim untuk mengecek semua menara di zona ring satu bandara kawasan Kabupaten Banyuasin, yang nantinya memantau ketinggian semua menara yang ada," katanya. (sir)

Proyek Fisik Siluman Ditemukan Lagi


Banyuasin, SN
Proyek fisik siluman kembali ditemukan di Desa Sembawa Kecamatan Sembawa, karena proyek fisik itu tanpa papan nama dan laporan pemberitahuan pembangunan kepemerintah desa maupun kecamatan setempat
Bentuk proyek itu berupa pembangunan drainase pemukiman penduduk di sepanjang Jalan Yudo Admojo Dusun I Desa Sembawa Kecamatan Sembawa.
Kepala Desa Sembawa Rainaan Harun mengatakan, pihak desa belum pernah menerima laporan bahwa akan ada pembangunan drainase di desa Sembawa. Rainan pun mengaku pemerintah desa mengetahui pembangunan itu dari laporan ketua RT setempat
Dari laporan ketua RT itu pekerjaan proyek sudah dilakukan sepekan yang lalu. Pembangunan drainase pemukiman penduduk pun sudah dilakukan sepanjang lebih dari 100 meter. Tapi tidak tahu proyek dari mana , apakah menggunakan dana APBD, APBN, aspirasi atau yang lainnya pokoknya tidak jelas.
“Kalau kami sebut itu proyek siluman tidak tahu dari mana asalnya apakah sukarela, atau dana rakyat, pokoknya tidak ada transparansi,” katanya
Diaku Rainan sebelumnya pihak desa pernah mengajukan rencana pembangunan jalan Yodo Admojo itu ke Musrembang desa untuk mendapatkan pembangunan fisik melalui dana APBD Banyuasin dengan rancangan drainase lebar bagian dalam 30 centimeter,tinggi 25 centimeter dan lebar bagian dalam 20 centimeter.
Ajuan realiasasi itu sudah masuk, namun kapan realisasinya belum diketahui dengan jelas karena beluma da konfirmasi secara jelas disetujui tidaknya pembangunan itu.
“Memang ada ajuan pembangunan tetapi kapan realisasinya belum tahu,” katanya. Senada dengan Camat Sembawa Joni Gunwan S.Sos MM mengatakan, sejauh ini belum ada laporan dari pihak pembangunan maupun desa. (sir)

Prediksi Beratnya Hidup di Tahun 2012

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat ]

KINI
tahun 2012 sudah dijalani, tentu banyak rencana hidup ke arah perubahan yang lebih baik untuk dilakukan. Tentu banyak kisah di tahun 2011 bagi kita semua, ada suka dan ada duka. Semuanya sudah kita lewati dan kini saatnya kita mengevaluasi diri.
Untuk catatan kesuksesan sepatutnya kita bersyukur dan mempertahankannya di tahun depan. Untuk kegagalan dapat kita jadikan sebagai bahan pelajaran berharga jangan sampai terulang lagi.
Bagi kita rakyat Indonesia perjalanan dari tahun ke tahun tentu amatlah sulit, hal ini dirasakan untuk rakyat yang masih banyak sengsara untuk hidup. Di kelas rakyat bawah, kesulitan untuk bertahan tentu sangat terasa. Apalagi proses kepemimpinan kebangsaan yang tak tegas ditambah lagi banyaknya tarik ulur kepentingan, yang banyak membuat rakyat apatis.
Memang nasib tak bagus untuk rakyat ini juga sangat selaras dengan kondisi pemerintahan saat ini.
Penguasa saat ini dapat dikatakan tak bisa berpihak penuh ke rakyat. Apalagi supremasi hukum yang masih sangat lemah, hal ini membuat keberpihakan kepada rakyat menjadi sangat kurang.
Kondisi memprihatinkan bagi Negeri ini juga makin terasa. Karena sepanjang tahun ini Bangsa kita terus ditimpa bencana alam, kecelakaan, dan banyak kedukaan lainnya.
Kita hanya berharap dan berdoa, semoga di tahun 2012 ada banyak perubahan untuk Bangsa ini termasuk rakyat di dalamnya. Intinya pemerintahan masa sekarang harus memperhatikan kesejahteraan khalayak yang masih banyak tertatih untuk melangkah.
Bila kita ingat, kondisi ekonomi Bangsa ini tak banyak perubahan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Apalagi di tahun yang lalu, bencana alam datang silih berganti. Yang sangat menyedihkan penguasa dan pemerintahan sepanjang tahun itu terjebak dengan urusan untuk mengamankan posisi, sedangkan rakyat seakan terlupakan. Korupsi masih jadi penyakit kronis yang membuat Bangsa ini terus tertatih untuk maju. Padahal penguasa selalu koar-koar untuk memberantas korupsi. Nyatanya di lingkaran rezim saat ini malah banyak terjebak korupsi. Ini sama saja dengan pepatah 'memercik air di dulang terkena muka sendiri'.
Di tahun 2012 ini, kondisi pemerintahan diharapkan jauh lebih baik dari sebelumnya. Dalam arti kita rakyat harus diutamakan, kuncinya bila rakyat merasa aman, nyaman dan suka dengan pemerintahan, otomatis tahta yang dinginkan akan aman. Jadi tak usaha kasak kasuk untuk melakukan berbagai acara agar berhala yang diduduki aman sampai 2014. Intinya mari ciptakan dunia perpolitikan
yang bisa menuai simpati publik, program pro rakyat harus menjadi prioritas.
Politik tahun 2012 kita harapkan sebagai awal pijakan, gagasan dan tindakan kebijakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Kepada pihak yang saat ini sedang berkuasa, harap dicatat dan digarisbawahi janji Anda saat kampanye, jangan lupakan dan ingkari itu semua.
Tahun 2012 diharapkan ada perubahan monumental untuk semuanya. Pada 2012 ini sudah saatnya Indonesia membangun politik yang sehat dan dewasa.
Indonesia harus memantapkan sistem demokarasi yang telah dianut selama ini, dengan tetap mengedepankan kepentingan umat. Jangan sampai Tuhan murka untuk kesekian kalinya di tahun ini, hanya karena penguasa dan orang-orang yang duduk di tahta selalu ingkar janji.
Untuk itu politik Indonesia harus makin sehat, dewasa, produktif dan fokus pada kerja-kerja untuk memajukan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Jangan sampai rakyat dan konstituen mengumpat dan terus menagih apa yang sudah disampaikan. Politik tahun 2012 sebaiknya bermakna kerja terbaik untuk menunaikan mandat pemilu 2009. Janganlah janji politik belum dipenuhi, malah sibuk sendiri untuk kekuasaan di Pemilu 2014.
Rakyat hanya bisa menunggu, berharap, dan menanti realisasi yang sabelumnya dikoar-koarkan. Tentu tak diinginkan kondisi tahun lalu justru dirasakan kembali di tahun ini, atau malah lebih buruk. Semoga saja di tahun 2012 ini, apa yang diimpikan rakyat memang benar adanya dan penguasa merealisasikan janjinya. Amin. (***)

Polisi Tangkap Pelaku Penculikan Bayi


Pagaralam, SN
Kepolisian Resor, Kabupaten Lahat, melalui Polsek Kikim dan Pajarbulan, berhasil menangkap pelaku penculikan bayi warga Desa Guru Agung, Kecamatan Pajarbulan, dalam pelariannya di Desa Sidomakmur, Kecamatan Kikim Barat. Pelaku terlihat cukup santai saat menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Polsek Pajarbulan Briptu Nasrun di Ruang Reskrim Polsek setempat, Sabtu (31/12).
Pelaku yang diketahui bernama Wini ditangkap saat sedang mengisi acara kegiatan orgen tunggal (OT) di salah satu rumah warga di Kikim yang sedang menggelar hajatan.
Kapolsek Pajar Bulan Iptu Hidayat Amin mengatakan, tersangka pelaku penculikan bayi bernama Nayra Angraini berumur 48 hari anak pasangan Dusi Aprizal dan Fitriani, proses penangkapannya dilakukan atas kerjasama dengan Polsek Kikim Barat.
Menurut dia, pelaku berhasil ditangkap saat dalam pengejaran dan bersembunyi di daerah Kikim Barat. "Setelah mengetahui keberadaan tersangka kita langsung meminta bantuan anggota Polsek Kikim untuk melakukan penangkapan," ungkap dia.
Lanjutnya, tersangka Wini setelah berhasil mengambil bayi itu langsung mengatur strategi pelarian dengan naik angkutan menuju kota Lahat, dan setelah itu menumpang angkutan pedesaan (Angdes) menuju ke daerah Kikim.
"Setelah mendapat laporan penculikan itu, kami langsung melakukan upaya pengejaran dan mengontak semua polsek di jajaran Polres Lahat, untuk mempersempit gerak pelaku, termasuk memberikan informasi ciri-ciri dan menghubungi semua tempat yang dahulunya pernah ditempati pelaku selama ini," ungkap dia.
Dia mengatakan, setelah berhasil ditangkap langsung dilakukan penjemputan baik terhadap bayi dan tersangka, yang dilakukan bersama kedua orang tuanya.
"Kalau bayi langsung diambil pihak keluarga sedangkan tersangka sekarang sedang dilakukan penahanan di Mapolsek Pajarbulan, untuk mengikuti proses pemeriksaan penyidik," ungkap dia.
Sementara itu Kapolres Lahat, AKBP Benny Subandi mengatakan, saat ini pihaknya masih mengembangkan dan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka penculik bayi tersebut, untuk mengetahui motif dan mengungkap ada kemungkinan keterlibatan orang lain.
"Kita masih mendalami hasil pemeriksaan untuk mengungkap keterkaitannya dengan penjualan manusia, atau ada faktor lainnya," ungkap dia.
Saat ini, kata dia, tersangka masih dalam pemeriksaan penyidik Polsek Pajarbulan.
Tersangka Wini saat ditemui di Polsek Pajarbulan mengatakan, membantah melakukan penculikan terhadap bayi tersebut, selain masih ada hubungan keluarga dan keinginan untuk mengasuh beberapa hari setelah itu dikembalikan kepada kedua orang tuanya.
"Saya belum punyak anak meskipun sudah menikah sehingga sangat berharap ingin mengasuh bayi. Buktinya selama bayi itu saya asuh semua kebutuhannya cukup termasuk susu," ungkapnnya. (asn)

Puluhan Ribu Wisatawan Padati Lokasi Wisata Gunung Dempo


Pagaralam, SN
Arus lalu lintas di Kota Pagaralam, Sabtu (31/12) malam dan Minggu (1/1), menuju lokasi wisata Gunung Dempo, macet hingga terjadi antrian sekitar satu kilometer mulai dari pintu masuk hingga patung Ramau, karena ratusan kendaraan terhenti saat pengambilan karcis retribusi masuk.
Pantauan SN, ratusan kendaraan mulai memenuhi ruas jalan menuju dan disekitar lokasi wisata kebuh teh Gunung Dempo, mulai dari Simpang Empat Perumnas Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, hingga perumahan karyawan pabrik teh milik PTPN VII.
Petugas kepolisian meskipun sudah memberlakukan satu jalur dan satu arah menuju Gunung Dempo, terlihat kewalahan menghadapi ratusan kendaraan yang memadati kebun teh tersebut, apalagi kendaraan tersebut masuk secara bersamaan.
"Arus kendaraan menuju kawasan perkantoran Gunung Gare dan perkebunan teh Gunung Dempo macet sepanjang satu kilometer. Petugas penjaga pintu gerbang masuk lokasi wisata Gunung Dempo kewalahan dengan peningkatan pengunjung tersebut," kata Heni, salah seorang pengunjung lokasi wisata.
Kemacetan terjadi mulai dari jalan dua jalur Dusun Pagarjaya hingga pintu gerbang. "Keadaan ini terjadi lantaran banyaknya pengunjung yang datang menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi untuk menikmati malam tahun baru," kata dia.
Dia mengatakan, lalu lintas menuju Gunung Dempo macet lantaran banyaknya pengguna jalan yang akan menuju pusat rekreasi terbesar di Pagaralam tersebut dan pusat perkantoran milik pemerita kota.
"Kebanyakkan dari pengguna jalan yang menuju arah Gunung Gare adalah kendaraan bernomor polisi dari daerah Muaraenim, Empatlawang dan Lahat. Bahkan termasuk nomor polisi luar kota lainnya, seperti datang dari Jakarta, Lampung dan Bengkulu," ungkapnya.
Meskipun sudah mengerahkan puluhan personil dari Satuan Lalu Lintas Polres Pagaralam untuk melakukan pengaturan dan pengamanan ribuan pengunjung yang memasuki kawasan Gunung Dempo, namun kondisi masih macet dan terjadi antrian.
Sementara itu Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin mengatakan, di kawasan Gunung Dempo sudah ada pos pengamanan (Pos Pam) di sekitar vila milik Pemkab Lahat, Kampung II perumahan PTPN VII.
"Memang memasuki malam tahun baru sejumlah ruas jalan di Kota Pagaralam mulai dipadati pengunjung termasuk lokasi wisata Gunung Dempo. Kita sudah menyiagakan sekitar 150 polisi untuk mengamankan aktifitas warga selama perayaan tahun baru," ungkapnya. (asn)

Mulai Tahun Ini, DPR Diminta Tak 'Genit' Lagi

Jakarta, SN

Dalam pengawasan, DPR dinilai 'genit'. Sebab dalam masa kerja 2,5 tahun ini DPR terlalu sering membentuk panja. Mulai tahun ini, DPR diharapkan tak 'genit' lagi.

"Komisi DPR itu ada 11. Lalu dalam Prolegnas itu ada banyak target. Anggota DPR sedikit genit dengan pengawasan dengan bentuk panja, lalu ada beban," ujar Direktur Monitoring, Advokasi, dan Jaringan Program Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), Ronald Rofiandri, Minggu (1/1).

Menurut dia, jika permasalahan bisa diselesaikan melalui forum rapat, maka forum itu bisa diefektifkan. Bukan tidak boleh membentuk panja, namun bukan berarti semua persoalan lantas dipanjakan.

"Harus lebih prioritas sekarang untuk tidak membentuk panja," imbuhnya.

Dia menambahkan, di 2012 ditargetkan UU Pemilu selesai. Nah, UU itu bukan sekadar menghadirkan aturan main penyelenggaraan pemilu, tapi harus dilihat sebagai rangkaian untuk menghadirkan sososk anggota parlemen yang berkualitas.

"Kalau bibit jelek, lalu dalam kerja fraksi tidak tegas mengevaluasi dan Sekjen DPR kurang gesit, maka kerjanya bermasalah. Maka itu partai juga harus benar-benar mengevaluasi kinerja politikus dan kadernya," tutur Ronald.

Jika dikemudian hari ditemukan ada anggota Dewan yang nakal atau bekerja tidak baik, maka evaluasinya bukan dengan sekadar merotasi ke komisi lain. "Harus tegas. Karena untuk membenahi DPR itu sangat butuh peran parpol. Karena orang-orang parpollah yang duduk di DPR," tutup Ronald. (vit/nwk)

Minggu, 01 Januari 2012

Ibu Miskin di Teluk Gelam Diberi Sembako

Kayuagung, SN
Sekitar 200 orang ibu-ibu di sejumlah desa dalam Kecamatan Teluk Gelam dan sekitarnya Kabupaten OKI diberikan Sembako gratis oleh Ketua TP PKK OKI Hj Tartilah Ishak, Kamis (29/12) di halaman Kantor Camat Teluk Gelam.
Pemberian Sembako gratis ini dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-83 dan HUT DWP ke-12 tingkat OKI yang bertemakan ”Melalui Peringatan Hari Ibu Ke- 83 dan HUT DWP Ke- 12 Kita Tingkatkan Peran Perempuan dan Laki-laki Dalam Membangun Ketahanan Ekonomi Menuju Kesejahteraan Bangsa”.
Ketua TP PKK OKI kemarin menjelaskan, selain memperingati Hari Ibu dan HUT DWP kunjungan jajarannya ke Teluk Gelam untuk bersilahturahmi dengan warga di sana khususnya kaum hawa. Sehingga terjadi komunikasi yang baik antara warga dengan pemerintah.
”Semoga pembangunan di Teluk Gelam berjalan lancar sehingga perekonomian warga setempat bisa meningkat,” kata istri bupati ini sembari berharap Sembako yang sudah diberikan semoga bisa memberikan rasa bahagia bagi penerimanya.
Sedangkan Camat Teluk Gelam Ahmad SSos MM mengatakan, ke depan diharapkan pembagian Sembako jumlahnya dapat ditingkatkan baik jumlah penerima maupun isi Sembako tersebut. Pembagian sembako merupakan kegiatan positif karena bisa meringankan beban ekonomi masyarakat.
Kedatangan Ketua PKK OKI ini disambut antusias ratusan warga setempat. Tampak ibu-ibu bahkan yang muda dan Lansia sangat menantikan kendatangan istri Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM ini. Tidak sedikit dari mereka yang tersenyum setelah menerima paket Sembako. (iso)

PS Tresna Werda Wargatama Siap Tampung Lansia Terlantar


Indralaya, SN
Panti Sosial Tresna Werda Wargatama yang beralamat di Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI), sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Sosial Sumsel siap menampung lanjut usia (Lansia) yang terlantar.
Kepala UPTD Drs Muzakir melalui Kasubag Tata Usaha, Ansori mengatakan, pihaknya dapat menampung 100 Lansia untuk dibina dengan berbagai sarana pendukung tanah kompleks yang luas, tanah pemakaman, perpustakaan, gedung konsultasi, gedung kesehatan, gedung isolasi, instalasi listrik, instalasi PAM, rumah dinas, telepon, kendaraan roda empat dua, dan enam dan lainnya.
"Sasaran garapan kita diantaranya, lansia yang terlantar berusia 60 tahun ke atas, tidak mempunyai sanak keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak, lansia yang memiliki masalah-masalah yang menyangkut berbagai hal kehidupan seperti, kesehatan, kesempatan kerja, perumahan, jaminan sosial, dan lansia yang dengan keinginannya sendiri memilih tinggal di panti," jelasnya.
Mengenai persyaratan masuk panti dijelaskannya, tidak dipungut biaya dan para lansia harus berusia 60 tahun keatas, miskin/terlantar di nyatakan dengan surat dari kepala desa, sehat jasmani dan rohani dinyatakan surat dari puskesmas setempat,dan bersedia mentaati peraturan panti.
Tahapan-tahapan pelayanan diantaranya, penerimaan dan penempatan dalam wisma, pelayanan dan pemeliharaan yang meliputi penyediaan peralatan makan, tidur dan mandi, pemberian makan, pemeliharaan kesehatan, pengobatan dan pelayanan pemakaman.
"Selain menyediakan tahap penerimaan dan tahap pelayanan, kita juga memberikan tahapan bimbingan diantaranya, bimbingan keagamaan, ceramah agama, sholat berjamaah, yasinan bersama, bimbingan fisik, bimbingan sosial kemasyarakatan, dan bimbingan keterampilan sebagai pengisi waktu luang," jelasnya. (man)

Katarak Penyebab Terbesar Kebutaan

Palembang, SN
Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami) Cabang Palembang mencatat, angka kebutaan di Kota Palembang cukup tinggi dan semakin meningkat dari 1,2% pada tahun 1992 menjadi 1,5%. Adapun penyebab terbesarnya dari kasus katarak.
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Komite Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (PGPK) berupaya untuk mencegahnya dengan menjadikan Puskesmas di setiap kecamatan untuk mampu mendeteksi dini kebutaan yang disepakati dalam acara pertemuan Komite Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (PGPK) di kantor walikota, kemarin.
Ketua Perdami Cabang Palembang DR dr Anang Tribowo mengungkapkan, kebutaan bisa disebabkan oleh katarak, glukoma, dan refraksi. Adapun katarak, dinilai menjadi penyebab terbesar sebanyak 11.332. Sedangkan glukoma dengan 2906 kasus dan refraksi dengan 2034 kasus. “Secara umum, hingga tahun 2011, terdapat 21.793 kasus kebutaan yang ada,”sebutnya.
Anang menjelaskan, dari 1,5% kebutaan sebenarnya 90%nya masih bisa dicegah sejak dini. Mengingat faktor redeposisi yang dapat menyebabkan penyakit mata seperti katarak berasal dari luar, seperti pasokan gizi, sinar ultraviolet, atau lingkungan. Dan ini menjadi komitmen Komite PGPK ke depan dalam upaya mencegah peningkatan kasus kebutaan.“Jadi, mencegahnya dengan memperkaya gizi, hindari cahaya matahari langsung masuk ke mata, dan kebiasaan yang baik seperti menjaga lingkungan,”jelasnya.
Penyakit katarak, jelas dia, lebih banyak diderita oleh usia lanjut sebanyak 80%. Penyebabnya karena adanya degenarasi sel di tubuh para orang tua tersebut. Meski demikian, dia meyakinkan bahwa katarak juga bisa diderita oleh semua umur, dewasa termasuk anak-anak. Katarak pada anak, “Banyak penelitian mengenai katarak. Bahkan ada katarak yang disebabkan oleh benda keras yang mengenai mata atau karena kurang minum,”terangnya.(win)

Jumat, 30 Desember 2011

edisi Cetak 525, Jumat 30 Desember 2011

Oknum Guru SMP Pukuli Siswa

Sekayu, SN
Aksi kekerasan didunia pendidikan kembali terjadi. Seorang oknum guru SMPN 1 Sekayu berinisial Q diduga melakukan aksi kekerasan dengan memukul dan menendang seorang siswa kelas IX.2 bernama Billy Irawan Noranza bin M Ruswan, Warga Komplek Griya Randik Blok A1 No 11 Kayuara Sekayu, Muba. Akibatnya siswa tersebut mengalami benjolan dikepala dan memar di bagian kaki. Pihak keluargapun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Muba kemudian korban langsung divisum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, peristiwa tersebut terjadi Jumat (23/12) disaat korban akan mengerjakan soal ujian susulan di lab bahasa di sekolah. Namun tanpa alasan yang jelas, Oknum guru berinisial Q yang merupakan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan datang menghampiri korban yang sedang duduk lalu memukul kepala korban satu kali dan menendang kaki korban sebanyak satu kali. Korban yang dipukul dan ditendang itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya menunduk dan memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.
Menurut korban Billy kejadian tersebut begitu cepat, dan dia tidak tahu mengapa oknum guru Q langsung memukulnya. “Aku saat itu nak ikut ujian susulan di lab bahasa. Belum dapat soal, begitu aku duduk dia (oknum guru Q) langsung mukul aku dikepala. Aku diem bae nahan sakit,” beber Billy.
Oknum guru tersebut langsung membawa tas keluar ruangan. Sedangkan billy mengaku tidak kosentrasi mengerjakan soal tersebut, namun begitu soal sudah dikerjakan diapun keluarga dan langsung mengadu kepada orang tuanya. Mengaku anaknya dianiaya oknum guru, Billy bersama Ibunya Irama Sapran langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Muba. Adapun bukti laporan polisi LP/B-922/XOO/2011/Sumsel Res Muba tanggal 23 Desember 2011 yang diterima KA SPK III Brigpol Abdul Kholil.
Orang tua Korban, Ruswan mengatakan bekas tindak kekerasan yang dilakukan oknum guru itu membuat anaknya trauma dan semakin takut ke sekolah. “Dari hasil visum jelas ada benjolan dikepala karena dipukul gurunya. Kami minta agar dinas terkait menindak tegas. Karena tidak dibenarkan ada aksi kekerasan di sekolah,” tutur Ruswan.
Menyikapi aksi kekerasan itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Sekayu Arsan Zumardi mengatakan telah memanggil oknum guru Q yang dimaksud. Diapun telah mengingatkan oknum guru tersebut untuk tidak melakukan aksi kekerasan. Namun menurut keterangan Arsan setelah memanggil oknum guru Q, aksi pemukulan dan penendangan siswa tersebut lantaran dia kesal dengan siswa tersebut. Lantaran siswa kerap tidak masuk sekolah sehingga tidak bisa mengerjakan soal. “Orang tuanya juga dengan kami (para guru) tidak kooperatif. Kami panggil kesekolah tidak mau. Jadi kami juga bingung,” tandas Arsan. (her)

DPRD Pagaralam Sahkan APBD Rp 523 M

Pagaralam, SN

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam, mengesahkan Anggaran Pedapatan Belanja Daerah (APBD) 2012 senilai Rp 523 miliar. Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan sebelum pembahasan Rp 419 miliar.
Ketua DPRD Kota Pagaralam, Ruslan Abdulgani, Kamis (29/12) mengatakan, penambahan anggaran tersebut karena ternyata masih ada beberapa penambahan dari sektor pendapatan, termasuk bagi hasil pajak, bantuan program pemerintah pusat dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
"Penyusunan anggaran itu merupakan aplikasi program kerja berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD), terdiri dari belanja pegawai Rp18,4 miliar, belanja barang dan jasa Rp 229,4 miliar, serta belanja modal Rp128 miliar," kata dia.
Ia mengungkapkan, sesuai target penyelesaikan pembahasan RAPBD bulan Desember 2011 ini, sehingga Februari 2012 program kerja disetiap SKPD sudah bisa berjalan. Karena masa verifikasi dari Gubernur Sumsel akan memakan waktu satu bulan.
"Kalau pengalaman tahun lalu penyelesaian pengesahan sering terhambat pembahasan, sehingga molor dan bahkan baru berjalan mendekati pertengahan tahun anggaran," ungkap dia.
Ruslan mengatakan, kondisi ini cukup berpengaruh terhadap kegiatan yang dilakukan pemerintah sehingga selalu menghambat program pembangunan, terutama pengerjaan proyek fisik.
"Belum lagi jika kondisi alam, cuaca dan faktor keterbatasan waktu sering menimbulkan persoalan dengan pelaksanaan kegiatan setiap SKPD," ungkap dia.
Ada beberapa item yang menjadi prioritas program kerja 2012 yaitu peningkatan pembangunan sarana transportasi, irigasi dan termasuk penyelesaian lapangan terbang (Lapter).
Sementara itu Walikota Pagaralam, Djazuli Kuris mengatakan, penyusunan program APBD 2012 tentunya harus dilakukan dengan mengendepankan efektifitas dan sasaran utama yang harus dicapai.
Contohnya, kata Djazuli, belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja tidak langsung. Proyeksi struktur rancangan kebijakan umum anggaran (KUA), dan prioritas plafom anggaran sementara (PPAS), Pemkot Pagaralam pada tahun 2012, sektor pendapatan mencapai Rp497 miliar.
"Landasan penyusunan RAPBD tahun anggaran 2012 merupakan singkronisasi kebijakan pemerintah pusat dengan kebijakan pemerintah daerah dan menunjang program pembangunan," kata dia pula.
Menurut dia, kalau dibandingkan dengan APBD tahun 2011 belanja langsung dianggarkan Rp320,9 miliar, sedangkan pada 2012 mengalami penurunan Rp271,8 miliar.
"Memang pada anggaran belanja langsung mengalami penurunan Rp49 miliar atau 15,29 persen. Penurunan pendapatan pada penyusunan RAPBD tahun 2012 tentunya perlu dilakan upaya untuk mencari sumber dana baru yang dapat mendukung pendapatan bagi daerah kedepannya," kata dia lagi.
Ia mengatakan, pada tahun 2009 lalu total APBD Kota Pagaralam mencapai Rp465 miliar, sedangkan pada tahun 2010 mengalami penurunan sebesar Rp99 miliar dan 2011 naik Rp34 miliar.
"Memang dengan bertambahnya umur Pagaralam tentunya sudah banyak kemajuan yang dapat mendorong peningkatan bagi daerah, dan tentunya pemasukan dari pusat juga dikurangi," kata dia pula.
"Bila dibandingkan dengan beberapa tahun lalu cukup banyak peningkatan yang dialami daerah ini terutama PAD dari sektor bagi hasil," kata dia lagi. (asn)

AKDP Masih Sepi, Travel Melonjak

Muara Enim, SN

Menjelang pergantian tahun baru 2012, arus penumpang di terminal Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) Muara Enim masih relatif sepi. Bahkan, sejumlah bus jurusan Muara Enim-Palembang terlihat mengantri. Sebaliknya, angkutan travel meningkat.
Kepala UPTD Terminal Kota Muara Enim, Fachroel mengatakan, hingga saat ini arus penumpang di terminal kota Muara Enim masih relatif normal. Bahkan, terkadang jumlah penumpang untuk jurusan Muara Enim-Palembang tidak terlalu banyak. Sepinya penumpang bus ini, diperkirakan karena kalah bersaing dengan angkutan travel.
“Memang, saat ini angkutan AKDP belum terjadi lonjakan penumpang. Terkadang, penumpang ke Palembang sepi. Tak jarang hanya sekitar 5-6 orang saja satu kali berangkat. Selebihnya banyak tujuan Prabumulih dan sekitarnya,” ujar Fachroel, Kamis (29/12).
Dilanjutkan Fachroel, dari total 32 unit bus AKDP yang ada, tercatat sekitar 10 hingga 15 unit bus yang keluar masuk terminal Muara Enim setiap harinya. Masing-masing berasal dari Perusahaan Otobis (PO) yang berbeda. Seperti Kamrata Jaya, Rico, Cahaya Enim, Family, dan Juwita.
“Mengenai ongkos angkutan setiap bus sama yakni Rp25.000 untuk ke Palembang dan Prabumulih Rp10.000. Kenaikan angkutan tak boleh dilakukan sepihak oleh pihak pengelola angkutan. Namun, harus berdasarkan ketentuan pemerintah,” jelasnya.
Salah satu sopir bus Jurusan Palembang, Surya mengungkapkan, dari tahun ke tahun jumlah penumpang angkutan bus memang tidak begitu banyak. Hal ini, dikarenakan banyak penumpang yang memilih menggunakan mobil pribadi, travel ataupun sepeda motor.
“Namun, kata dia, bila dibandingkan dengan hari biasa, menjelang tahun baru seperti saat ini jumlah penumpang sedikitnya tetap mengalami peningkatan,”jelasnya.
“Lonjakan jumlah penumpang ini akan ramai pada H-1 nanti. Jadi, kita para sopir ini masih punya harapan untuk satu dan dua hari ini,” ujarnya.
Senada, sopir lainnya, Lukman, menuturkan, hingga saat ini jumlah penumpang masih sama dengan hari-hari biasa. Kalaupun ada, lebih didominasi oleh penumpang jarak dekat.
Sementara itu, pengelola angkutan travel Regintan Wisata Gunaryanto kepada wartawan, menuturkan, menjelang tahun baru ini jumlah penumpang meningkat hingga 80 %. Dalam sehari, pihaknya bisa mengoperasikan sebanyak 25 unit mobil. Masing-masing, 25 unit angkutan dari Muara Enim dan 10 unit dari Palembang.
“Kalau hari biasa tidak semua armada kami operasikan paling sekitar 10 unit saja. Namun, saat ini semua kami operasikan. Dimana, keberangkatan travel ini hampir setiap jam full. Yakni mulai pukul 05.00 sampai 22.00 WIB,” terang dia.
Untuk tarifnya, lanjut dia, memang lebih mahal dari kendaraan umum lain seperti bis. Yakni Rp50.000 baik dari Palembang ataupun Muara Enim. Namun, pihaknya memberikan fasilitas yang lebih baik seperti full AC dan antar hingga alamat. (yud)

Konflik Lahan dan Aksi Anarkis

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

SANGAT menyedihkan, miris, dan mengherankan kondisi Bangsa ini. Kondisi terakhir terkuak, di balik amannya kondisi Negeri ternyata tersimpan kasus besar yang telah menghilangkan nyawa manusia dengan cara yang keji.
Tragedi Mesuji mengagetkan semua pihak, selama ini ada kasus yang tersimpan cukup lama tanpa ada penyelesaian.
Walaupun fakta di lapangan telah dinyatakan berbeda dengan yang dilaporkan, tetapi hilangnya nyawa anak manusia dengan cara yang tak normal telah terjadi. Kasus ini harus diusut tuntas.
Tak cukup sampai disitu, dalam dua minggu terakhir kita harus menyaksikan banyak peristiwa anarkis, main hakim sendiri, pembakaran, demo besar-besaran.
Dengan kenyataan ini, ada satu pertanyaan, sudah hilangkah kepercayaan rakyat, hingga harus bertindak brutal dan menyelesaikan masalah dengan cara-cara sendiri.
Pada minggu ini kita juga saksikan bentrokan polisi dengan warga di Bima yang telah menimbulkan trauma dan luka yang dalam di masyarakat Bima. Semua bermula dari kasus di tambang emas PT Sumber Mineral Nusantara (SMN).
Dalam kasus ini terjadi benturan antara rakyat dengan aparat. Disini menjadi contoh kepentingan yang lain menjadi utama dibandingkan melindungi rakyat.
Lalu kemarin rakyat dengan marah dan emosi
membakar habis rumah jabatan Bupati Kota Waringin Barat (Kobar), Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Aksi anarkis dilakukan karena tak setuju dengan pelantikan bupati dan wakil bupati.
Inilah Bumi Pertiwi yang kita cintai. Multi komplek problem menghinggapi Negeri ini, makin parahnya lagi persoalan-persoalan yang ada tak ada yang diselesaikan serius. Ujung-ujungnya kekecewaan yang ada di rakyat.
Saat ini khalayak apatis dan seperti putus asa dengan penguasa dan tindakan aparat, hal ini membuahkan aksi main hakim sendiri. Ketidaksetujuan membuahkan aksi main hakim sendiri. Rakyat melakukan ini karena kecewa dengan penegakan supremasi hukum yang lemah.
Untuk diketahui aksi main hakim sendiri berada di titik yang mengkhawatirkan, harusnya aparat cepat sigap.
Banyak sekali kasus yang diselesaikan oleh massa, karena polisi atau aparat yang datang terlambat.
Aksi main hakim sendiri dipengaruhi perasaan frustasi masyarakat terhadap kondisi bangsa yang morat marit. Terutama sektor perekonomian yang tak kunjung membaik dan kian menghimpit kehidupan ekonomi masyarakat. Tak luput juga kekecewaan terhadap supremasi hukum.
Aksi ini banyak dilakukan warga dengan ekonomi kurang mampu. Hanya untuk mengingatkan kita bersama,
saat ini rakyat kecewa dengan kondisi saat ini, sudah miskin, pemerintah seakan tak pernah mendengar dengan keluhan mereka. Ketika ada masalah atau konflik, emosi rakyat sangat cepat tersulut
Apapun alasannnya, aksi main hakim sendiri tetap tak diperbolehkan. Karena cara itu telah mengabaikan norma-norma dan aturan hukum yang sudah ditata di Republik ini. Polisi harus optimal menjalankan kewajibannya. Tidak ada pilih kasih atau perasaan takut dari aparatnya untuk bertindak tegas.
Harus dicari benang merah untuk setiap aksi main hakim sendiri. Misalnya yang paling bertanggungjawab dan yang menjadi pemicu awal. Untuk tindakan main hakim sendiri, Polisi harus repot untuk mengusut kasus ini secara hukum, khususnya jika polisi tiba saat aksi belum terjadi.
Tidak sebandingnya jumlah anggota polisi dan masyarakat, memang menjadi dasar pembelaan bagi polisi. Tetapi ini mutlak dilakukan, yang salah harus dihukum dan tegas dilakukan. Ini juga sebagai efek jera untuk semua pihak. (***)

8 Daerah Masuk Pengawasan Rawan Bencana

Palembang, SN
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Kamis (29/12) pagi, menggelar simulasi bencana yang dipusatkan di venue menembak, Jakabaring Sport City (JSC).
Simulasi yang diikuti sekitar 600 petugas dari unsur TNI AD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PMI, dan aparat kepolisian tersebut, dibuat sebagaimana jika terjadi bencana alam sesungguhnya.
Tak ubahnya penyelamatan sungguhan, simulasi ini juga dilengkapi dengan keberadaan petugas di posko dapur umum, posko kesehatan dan posko tenda pengungsi.
Kepala BPBD Sumsel, Yulizar Dinoto mengatakan, simulasi ini digelar sesuai instruksi Gubernur Alex Noerdin, mengingat beberapa kawasan di Sumsel berpotensi mengalami bencana alam seperti gunung meletus, banjir dan tanah longsor. Tercatat ada delapan daerah di Sumsel yang rawan bencana alam dan masuk dalam pengawasan BPBD Sumsel
“Beberapa daerah di Sumsel yang masuk pengawasan yakni Pagaralam, Lahat, Muara Enim, Banyuasin, Empat Lawang, Ogan Komering Ulu, OKU Selatan, serta Musi Rawas,” rinci Yulizar.
Melalui simulasi ini kata Yulizar, diharapkan penanganan bencana lebih cepat dan koordinasi antar-instansi kian intensif. Dengan cara ini pula diharapkan tidak ada lagi ego masih-masing instansi dalam menanggulangi bencana.
“Kalo semua instansi bergabung, peralatan kita cukup. Koordinasi seperti ini yang perlu ditingkatkan. Supaya kita lebih siap menghadapi bencana,” ujar dia.
Bahkan, agar lebih tertib, Yulizar menyebut pihaknya juga sudah mengajukan SK penanggulangan bencana ke pemerintah provinsi agar ada tim khusus yang sudah disiapkan mengatasi bencana.
Sementara Komandan Korem 044 Gapo, Kolonel Infantri Dwiyanto Budi Prabowo mengatakan, simulasi ini harusnya lebih rutin digelar supaya menjadi gambaran yang jelas dari kejadian bencana yang sesungguhnya. Sehingga semua instansi terkait lebih mengetahui tugasnya masing-masing.
“Dengan gladi ini kita tentu bisa membayangkan bencana yang terjadi sesungguhnya, jadi petugas tidak kaget lagi mengatasinya. Sebab ketika di lapangan, tugas ini sebenarnya tidak mudah,” ujar Dwiyanto. (awj)

Subsidi Dicabut, Harga Tiket Naik

Musi Rawas, SN

Memasuki tahun anggaran 2012 Pemkab Musi Rawas (Mura) secara resmi mencabut subsidi bagi penumpang dengan rute bandara Silampari – Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Mulai 1 Januari 2012 harga tiket per penumpang Rp850 ribu atau naik Rp200 ribu dari harga saat disubsidi.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Musi Rawas, Ari Narsa JS mengatakan, kenaikan harga tiket ini diberlakukan karena pada 2012 mendatang Pemkab Mura tidak lagi menganggarkan dana untuk subsidi. Sehingga penerbangan dari bandara silampari di berlakukan tarif penerbangan komersial.
“Tentu ada kenaikan harga tiket sebab tidak ada lagi subsidi dari pemkab Mura sehingga diberlakukan harga tiket penerbangan komersial,” katanya, Kamis (29/12).
Dijelaskannya, penerapan harga tiket tersebut selain tidak ada lagi subsidi, juga karena kondisi bandara Silampari saat ini sudah jauh lebih baik dan bisa didarati oleh pesawat komersil mengingat mulai dari panjang landasan maupun fasilitas pendukung lainnya dinilai sudah cukup baik.
“Selain terkait penghentian subsidi, kondisi bandara Silampari juga dinilai sudah mendukung untuk penerbangan komersil,” jelasnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Musi Rawas, H. Gotri Suyanto juga mengatakan bahwa pencabutan subsidi terhadap pengoperasian bandara Silampari dikarenakan kondisi bandara dan fasilitas pendukungnnya juga sudah bisa untuk digunakan pesawat komersil.
“Dalam APBD tahun 2012 tidak ada lagi subsidi penerbangan dari bandara silampari karena dinilai sudah layak diberlakukan tarip penerbangan komersil,” demikian tandasnya. (fik)

2012, Produksi Gabah Kering Ditarget 3,8 Juta Ton

Palembang, SN

Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel menargetkan produksi gabah kering di tahun 2012 mendatang, dapat mencapai 3,8 juta ton. Meskipun, pencapaian pada tahun 2011 ini, belum menyentuh target produksi sebesar 3,7 juta ton.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel, Hj Nelly Rasdiana, mengatakan untuk tahun 2011 ini, sasaran target produksi gabah kering hanya mencapai angka 3,35 juta ton, dari sasaran target gabah kering 3,7 juta ton.
“Yang menjadi kendala tidak tercapainya target, salah satunya masalah pergeseran waktu tanam, karena pengaruh dari iklim. Tapi, meski tidak mencapai apa yang menjadi target sasaran tersebut, Sumsel masih surplus, tidak sampai 5% atau 1,85 dibandingkan tahun 2010 lalu,” ungkapnya, di gedung DPRD Sumsel beberapa waktu lalu.
Untuk mencapai target sebesar 3,8 juta ton pada tahun 2012 nanti, kata Nelly, pihaknya akan mengadakan upaya-upaya, seperti menambah luas tanam.
“Kami akan bekerja sama dengan teman-teman dari Hutan Tanaman Indsutri (HTI) dan Perkebunan, untuk memanfaatkan lahannya sebelum tanaman pokoknya menghasilkan. Misalkan, dengan melakukan pola tumpang sari,” ujar dia.
Selama ini, daerah yang telah memberikan kontribusi besar atas sasaran target gabah kering tahun 2011 adalah Kabupaten Banyuasin. Dimana dari total 3,35 juta ton yang dihasilkan, sekitar 30% gabah kering berasal dari Banyuasin.
“Sedangkan untuk daerah yang kurang memberi kontribusi, kebanyakan daerah perkotaan seperti Prabumulih, Lubuk Linggau,” terangnya.
Sebelumnya, Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, menuturkan, bahwa anggaran yang disediakan untuk prioritas pembangunan Sumsel Lumbung Pangan, dalam bentuk kegiatan penyediaan dan pengembangan sarana dan prasarana pertanian.
“Selain itu, juga untuk peningkatan produksi dan produktifitas dan mutu pangan, sebesar Rp23,2 miliar, untuk peningkatan sarana dan prasarana serta pengelolaan sumber daya air sebesar Rp95 miliar,” jelas Alex.
Pemprov Sumsel sendiri, kata Alex, telah menetapkan fokus pembangunan pertanian, yakni peningkatan ketahanan pangan dan pengembangan industri yang mampu memberikan nilai tambah terhadap produk pertanian.
“Secara konkrit, hal ini telah dijabarkan ke berbagai program, antara lain perluasan areal tanam (pencatakan sawah baru), peningkatan intensitas pertanaman (IP 200) dan perbaikan saluran irigasi yang mendukung luas areal tanam,” pungkasnya. (awj)

Penjualan Terompet Tahun Baru Masih Sepi

Prabumulih, SN
Penjualan terompet tahun baru di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Prabumulih masih terlihat sepi. Bila tahun lalu setiap mendekati H–3 perayaan malam tahun baru penjualannya mencapai paling sedikit sekitar Rp 300 ribu perhari, pada tahun ini di hari yang sama untuk mendapatkan penjualan angka sekitar Rp 100 ribu perhari sudah sangat sulit.
Salah satunya Anton (16), menurut warga Jalan Urip Sumohardjo Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara ini, sejak menggelar dagangan terompet tahun barunya seminggu lalu jualannya hanya sedikit yang laku.
“Paling laku terjual satu sampai dua buah perharinya, bahkan beberapa hari ada tidak laku sama sekali,” aku remaja putus sekolah tersebut, ketika ditemui di lokasi jualannya di depan Masjid Annuqoba, Kamis (29/12) sore.
Lanjutnya, sejak dari pagi berjualan satu dagangannya pun belum ada yang laku terjual. Dia juga tidak mengetahui alasan pasti sepinya minat beli masyarakat sekarang ini, namun kondisi itu jelas diakuinya sangat merugikan dirinya dan juga para pedagang lainnya.
Padahal menurut Anton, selain lebih banyak pilihan jenis corak dan warna juga kualitas terompet yang ditawarkan lebih baik dari tahun–tahun sebelumnya. Begitupun soal harga yang dia tawarkan cukup terjangkau dan kompetitif. Misal untuk terompet motif naga berwarna–warni dan berbahan dasar dihargai sama Rp 25 ribu sedangkan terompet standar berbahan silver Rp 15 ribu perpcsnya. “Terompet–terompet ini aku ambil langsung dari Lampung,” jelas Anton sambil menawarkan salah satu motif terompet kepada seorang warga yang melintas didepan dagangannya.
Keluhan serupa dikatakan Yanto (45), selain penurunan penjualan terompet tahun baru kali ini cukup signifikan dibandingkan penjualan tahun 2010, juga kurang greget. Hal itu bisa dilihat dari sedikitnya jumlah pedagang musiman tersebut yang berjualan di sepanjang Jalan Negara tersebut.
“Kalu tahun kemarin, banjir wong yang berjualan terompet ini. Bahkan di kampung–kampung warga jugo ado, sekarang jingoklah agak sepi,” ungkap Yanto.
Dia membandingkan penjualan pada tahun sebelumnya, yakni sehari mampu menjual 20 hingga 30 terompet tapi di tahun ini terjual sekitar 3–5 terompet perhari saja sudah lumayan. “Dan itu banyaklah dak lakunyo alias sepi pembeli,” tambah Yanto.
Kondisi lesunya penjualan terompet tahun baru kali ini menurut Yanto, rata–rata sama dialami seluruh pedagang terompet. Diakuinya dia pun terpaksa mengambil alternatif dagangan lain untuk mengimbangi penjualan terompet tersebut. “Untung be aku ado dagangan sampingan lain cak jual petasan dan kembang api, kalu idak tekor nian,” sambung Yanto, yang mengaku sudah berjualan terompet sejak satu bulan lalu.
Sama dengan Anton, terompet yang ditawarkan Yanto juga beragam motif dan jenis warna terompet. Namun membedakannya adalah tempat produksi terompet yang ia peroleh dari Kertapati, Palembang dan harga yang sedikit lebih murah dibandingkan dagangan milik Anton. Seperti terompet motif naga dia jual dengan harga Rp 15 ribu perpcs, dan bermotif biasa Rp 8 ribu. (and)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.