Jumat, 02 Maret 2012

Jaringan Telkomsel di Banyuasin Ngadat


Banyuasin, SN
Lebih dari puluhan ribu pengguna telkomsel dalam satu pekan terakhir mengaku kesal. Pasalnya, selain sinyal komunikasi dalam hand phone (HP) yang tidak jelas jaringan telepon pun ngadat. Tak jarang komunikasi yang dilakukan menggunakan provider ‘terbesar’ ini pun sering terputus, bahkan telepon pun sering nyasar ke orang lain.

Jaringan yang mengalami gangguan itu mulai dirasakan dari berbagai produk telkomsel, mulai dari kartu As, Simpati hingga Flash, bahkan ganguan jaringan pun acap kali dirasakan pengguna kartu halo.

Anton, salah seorang pengguna kartu simpati, kepada koran ini mengaku cukup gerah dengan
kondisi ini.

Menurutnya, telkomsel yang mengklaim diri sebagai provider terbesar, sudah memberikan rasa tidak nyaman kepada pelanggannya.

“Saya dari tadi coba menelpon, namun selalu gagal, dalam Hp keluar tulisan jaringan gagal. Kalaupun bisa telepon tersebut salah alamat, yang ngangkat Hp itu orang lain, padahal saya mau menelpon salah seorang kepala dinas,“ terang Anton.

Selain itu, pulsa di Hp berjalan dengan cepat, seperti menelpon ke provider yang lain. “Padahal yang saya telepon itu sama-sama menggunakan kartu simpati. Ini jelas-jelas membuat ketidaknyamanan kami sebagai pelanggan,“ tuturnya.

Keluhan serupa bukan hanya dirasakan oleh masyarakat sipil, aparat kepolisian pun mengaku mengalami hal serupa. Padahal, selain menggunakan Handy Talky (HT) komunikasi yang bisa dilakukan oleh petugas kepolisian hanya dengan HP.

“Kabupaten Banyuasin berbeda dengan daerah lain, sebagian besar wilayahnya adalah wilayah perairan, saat jaringan lancar pun komunikasi dengan Polsek-Polsek di wilayah perairan sering terganggu, apalagi saat jaringan jelek seperti ini," kata salah seorang petugas yang meminta namanya tidak disebutkan.

Padahal, untuk meminimalisir tindak kejahatan, seluruh anggota harus bisa berkomunikasi minimal dengan kepala unit (Kanit), kepala satuan (Kasat) maupun Kapolsek masing-masing.
“Jumlah anggota kita memang tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk, tapi komunikasi paling tidak bisa meminimalisir kejahatan, sedangkan yang memiliki HT itu orangnya terbatas dan tidak seluruh anggota dibekali dengan HT. Kami berharap sinyak komunikasi dari telkomsel ini bisa diperbaiki secepatnyaarapnya," pungkasnya. (sir)

Pemprov Sumsel Anggarkan Rp 48 Milyar Untuk Desa

Palembang, SN
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tahun 2012 menganggarkan dana sebesar Rp 48,460 miliar untuk desa. Hal ini diungkapkan, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sumsel Mulyadin Roham.

Dari dana Rp 48,460 miliar tersebut, Mulyadin merincikannya, Rp 9,925 miliar untuk 237 desa sangat tertinggal (Rp 25 juta/desa), Rp 15,520 miliar untuk 776 desa tertinggal (Rp 20 juta/desa), dan Rp 27,015 miliar untuk desa maju (Rp 15 juta/desa).

“Secara keseluruhan ada 2.814 desa yang akan mendapat bantuan sesuai ketentuannya. Belum tahu kapan waktu pastinya, tapi yang jelas dalam waktu dekat ini,” ujar Mulyadin usai memimpin Rapat Teknis Biro Pemerintahan dengan Jajaran Kabupaten/Kota se-Sumsel, Kamis (1/3) bertempat di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel.

Mulyadin menjelaskan, bantuan dimaksud berdasarkan Keputusan Gubernur Sumsel No 185/KPTS/I/2012 Tanggal 28 Februari 2012. Aturan ini memuat ketentuan Bantuan Keuangan Pemprov Sumsel kepada jajaran Pemerintahan Desa Tahun Anggaran 2012, yang dialokasikan untuk 237 desa sangat tertinggal, 776 desa tertinggal dan 1.801 desa maju.

Menurutnya, terdapat perbedaan tipis antara desa tertinggal dan sangat tertinggal. Namun secara umum keduanya bisa digambarkan dengan kondisi desa yang kekurangan SDM atau tenaga kerja, atau dana sehingga tidak mampu memanfaatkan potensi yang ada di desanya.
Secara geografis biasanya, desa dimaksud berada di kawasan terpencil, berkehidupan miskin dan tradisional, serta tidak memiliki sarana dan prasarana penunjang yang mencukupi. Sedikit lebih baik, desa tertinggal biasanya desa yang sudah mulai menggunakan dan memanfaatkan potensi fisik dan non fisik yang dimiliki. Namun masih kekurangan sumber keuangan dan dana.

"Di desa tertinggal biasanya minim sekali warganya yang berpendidikan tinggi. Mata pencaharian utama mereka juga sebagian besar di pertanian saja. Berbeda dengan desa maju, yang terbilang berkecukupan dalam hal SDM, dan dana modal. Sehingga sudah dapat memanfaatkan dan menggunakan segala potensi fisik dan non fisik desa secara maksimal. Kehidupan desa maju sudah mirip kota yang modern dengan pekerjaan mata pencarian yang beraneka ragam serta sarana dan prasarana yang cukup lengkap untuk menunjang kehidupan masyarakat pedesaan maju," paparnya.

Lanjutnya, dalam petunjuk dan teknis penggunaannya, dana yang diterima jajaran desa nantinya mengacu pada delapan item peruntukan yang sudah ditetapkan. Antara lain untuk kegiatan TP PKK, Posyandu desa, kegiatan Karangtaruna, pengembangan sarana produktif desa, termasuk tambahan penghasilan kepala desa. Selanjutnya, biaya operasional dan pelaporan, operasional BPD, dan biaya operasional LPMD.

“Masing-masing ketentuan alokasi ada angkanya. Besarannya disesuaikan dengan kategori desa, apakah desa tertinggal, sangat tertinggal, atau desa maju. Semua ada aturannya. Jika tidak sesuai dengan ketentuan pengelolaan anggaran itu, yang bersangkutan bisa diproses secara hukum,” terangnya.

Mulyadin menambahkan, agar bantuan ini berjalan sesuai aturan, pihak provinsi bersama kabupaten/kota akan melakukan pengawasan secara langsung sesuai ketentuan. Masing-masing penerima dana bantuan diwajibkan melaporkan setiap penggunaan dana dengan baik dan transparan. Sebab dalam Juklak dan Juknisnya, jasa diamanatkan membentuk tim pelaksana untuk mempertanggungjawabkan bantuan tersebut. (pit)

Ratusan Perusahaan di MUBA Tak Taat Pajak

Sekayu, SN
Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, sebanyak 120 perusahaan yang ada di Muba, hanya 15 persen yang baru melaksanakan kewajibannya membayar pajak .

"Berdasarkan data yang kita lakukan, baru 15 persen dari 120 perusahaan yang melaksanakan kewajiban membayar pajak," kata Kepala UPTD Dispenda Provinsi Sumsel di Sekayu Iriadi, usai melaksanakan Penandatanganan kerjasama (MoU) bidang hukum perdata dan tata usaha Negara antara UPTD Dispenda Provinsi Sumsel di Sekayu dengan Kejari Sekayu di aula Hotel Ranggonang, Rabu (29/2).

Pajak yang dimaksudkan Iriadi, seperti pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), dan penerimaan pajak air permukaan (PAP) yang dikelola oleh Dispenda , dimana realisasi dari sektor ini dinilai belum maksimal akibat ketidak patuhan pihak perusahaan.

"Kalau kita hitung-hitung nilai pajak yang tidak terserap dari 120 perusahaan, angkanya cukup besar mencapai sekitar Rp 30 miliar," kata Iriadi.

Sementara Kadispenda Sumsel Drs H Efi Mirza mengatakan, Provinsi Sumsel yang berkomitmen menjadi Provinsi terdepan perlu membutuhkan dana yang cukup besar untuk percepatan pembangunan, salah satu upaya mendukung Provinsi terdepan yakni dengan menggali potensi sector penerimaan pajak daerah.

"Kalau bicara soal pajak daerah, kita baru bisa merealisasikan sekitar 25 hingga 45 persen, itu artinya masih sangat banyak yang belum terserap," kata Efi Mirza.

Makanya langkah yang dilakukan Dispenda dengan melakukan kerjasama dengan pihak Kejaksaan (Kejari) Sekayu yang merupakan kali pertama dilakukan Dispenda Sumsel melaksanakan MoU Kejari Sekayu, yang tentunya akan diikuti oleh UPTD Dispenda di 14 Kabupaten dan kota di Sumsel untuk melakukan hal yang sama.

Dengan harapan dengan MoU ini, bagi wajib pajak tentunya akan lebih mengerti dan taat akan pajak yang harus dilaksanakan. "Jadi konkritnya bayar pajak harus tepat waktu dan tepat sasaran, bila perusahaan tidak taat pajak, maka persoalannya akan kita serahkan ke pihak kejaksaan untuk membeck up," ungkap Efi Mirza

Sementara Kejari Sekayu Jasri Umar SH MH mengatakan, MoU yang dilaksanakan dengan pihaknya ini adalah yang ketiga, pertama MoU dengan RSUD Sekayu, Poltek Sekayu dan kini giliran UPTD Dispenda Sumsel yang ada di Sekayu.

Sebelum dilakukan MoU Jamdatun Kejari Sekayu Ira Febrina SH MSi memberikan paparan sekilas tentang unit kerja Jaksa Muda Perdata dan tata Usaha Negara (Jamdatun) yang didirikan 23 Januari 1992. (her)

Nenek Tewas Ditabrak Truk CPO

Sekayu, SN
Kartina Binti Darahman Nenek berusia 80 tahun ini. Saat akan menyebrang jalan di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sekayu-Lubuk Linggau di desa Karang Anyar Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Muba, tak disangka sebuah mobil truk tangki membawa Crude Palm Oil (CPO) BG 8592 AI di kemudikan Jauhari warga Plaju Palembang tiba-tiba langsung menabraknya. Peristiwa tersebut terjadi kemarin sekitar pukul 07.30 WIB. Akibat kejadian itu, korban langsung terpental hingga beberapa meter dan tewas di tempat kejadian.

Awal kejadian bermula saat si nenek hendak menyebrang jalan, tanpa dikawal si nenek langsung menyebrang tanpa memperhatikan di sisi kiri dan kanan jalan. Namun tiba-tiba truk pengangkut CPO yang dikemudikan Jauhari dari Sekayu menuju Babat Toman melaju dalam kecepatan cukup tinggi.

Tanpa disangka, sopir terkejut karena tiba-tiba si nenek langsung menyeberang jalan. Peristiwa tabrakanpun tak dapat dihindari sehingga tubuh si nenek tertabrak bagian kanan truk hingga terpental. Karena terkejut si sopir langsung berupaya mengerem mendadak namun sudah keburu menabrak pejalan kaki.

Tubuh dan kepala si nenekpun luka parah hingga mengeluarkan darah segar dan tewas di tempat. Jenazah pun sempat dibawah ke RSUD Sekayu untuk divisum dan selanjutnya dikembalikan ke rumah duka.

Kapolres Muba, AKBP Toto Wibowo melalui Kasat Lantas AKP Ary Sudrajat membenarkan telah terjadi tabrakan tersebut. Antara sebuah truk tangki CPO menabrak seorang nenek yang hendak menyebrang. “Kita sudah menahan mobil tangki dan sopirnya untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya. (her)

Vonis Gayus Bertambah, Tetapi Korupsi Makin Parah!


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

GAYUS Tambunan akhirnya diganjar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta 6 tahun penjara untuk berbagai kejahatan yang diperbuatnya. Dari menyuap hinga menggelapkan uang pajak. Saat ini seluruh total hukuman yang harus dijalani mantan pegawai Ditjen Pajak ini selama 20 tahun penjara.

Tetapi silahkan dengar dan lihat, sebelum vonis untuk Gayus ditambah, begitu banyak kasus korupsi baru terjadi. Kemudian tak henti pejabat, petinggi negeri, elit politik, dan orang-orang penting ditangkap KPK karena kasus korupsi.

Ada apa dengan negeri ini? Hukum di Bangsa ini bak pisau tumpul. Aparat seperti tak dihargai, hukum dibuat main-main. Banyak yang menganggap, ditangkap karena korupsi tak masalah, karena hukuman akan sangat ringan karena semuanya bisa dibeli dengan uang.

Tak habis Negeri nan kaya raya ini dengan kasus korupsi. Tenggelam satu kasus, muncul lagi masalah yang lain. Tak ada takutnya oknum pejabat di Republik ini untuk terus maling duit rakyat. Dengan kuasanya, pejabat menggunakan berbagai cara agar bisa memperkaya diri sendiri dengan cara cepat.

Tetapi kecurangan yang dilakukan banyak pejabat Bangsa ini, tak sebanding dengan hukuman yang diberikan. Tak sedikit koruptor yang mendapat hukuman bebas. Bahkan yang sangat menyakitkan hari rakyat, ada koruptor yang mendapat pengampunan dari penguasa.

Kondisi hukum yang sangat lemah untuk para koruptor, bisa jadi menyebabkan orang tidak takut untuk terus mengambil uang yang bukan haknya. Karena orang akan berpikir tak apa untuk korupsi, karena hukuman tak akan lama. Apalagi hukum di Indonesia tak ditegakkan secara utuh alias bisa ditawar-tawar. (***)

Mahasiswa Tertangkap Bawa Sabu Bersama PSK

Banyuasin,SN
Diduga hendak pesta narkoba jenis sabu – sabu bersama seorang PKS Dewi alias Amel (18), seorang mahasiswa PTS di Palembang Lisdon Fernalo Sihombing Bin Esmin Sihombing (26) dibekuk tim buser Polsek Betung pimpinan Kapolsek AKP Ali Rojikin Selasa (28/2) sekitar pukul 21.30 Wib.

Dari tangan warga Desa Bukit RT 04 Kecamatan Betung, petugas menemukan sabu – sabu seberat 1 gram yang dibungkus plastik dalam kotak rokok Marlboro dalam saku celana belakang milik tersangka, selain itu didapatkan juga timbangan digital warna merah yang diduga digunakan tersangka untuk menimbang sabu – sabu tersebut dan dijualkan kembali kepada pembeli yang lain.

Lisdon mengaku, ia membeli sabu – sabu tersebut dari tersangka U (buron) seberat 1 gram dengan harga Rp 1,5 juta. Sabu – sabu tersebut, selain akan dijualnya kembali, sisanya akan digunakan sendiri. “ Aku jual 7 mili seharga Rp 200 ribu, kalau masih ada sisa aku pakai sendiri. “ ujarnya yang mengaku sudah dua bulan melakoni pekerjaan ini.

Sementara seorang PSK bernama Dewi alias Amel hanya mengaku sebagai pacar tersangka. Menurut Amel, ia dan tersangka sudah berpacaran sudah lama dan rencananya akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.

Soal sabu – sabu yang dibawa tersangka, Amel mengaku tidak tahu pasti. “ Saya di jemput dari rumah di Kelurahan Betung kemudian di ajak ke rumahnya, saya sama sekali tidak tau pekerjaanya seperti ini, tahu – tahu saat didepan rumah Lisdon, kami disergap polisi dan ditemukan sabu – sabu. “ terang Dewi alias Amel ini.

Kapolres Banyuasin AKBP Agus Stiawan Sik melalui kaplsek Betung AKP Ali rojikin membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, tersangka merupakan TO petugas.

“ Kami memang sudah lama mengintai tersangka, termasuk sesaat sebelum dilakukan penangkapan, kami giring tersangka dari village dua karet, dan kami sergap persis didepan rumahnya, saat tersangka bersama seorang perempuan yang mengaku pacar tersangka akan masuk kedalam rumah. “ jelasnya.

Tersangka juga dikenakan pasal 112 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 15 tahun penjara ujarnya.(Sir)

Ferdi, Bocah Tiga Tahun Butuh Perhatian Dermawan

Palembang, SN
Sungguh miris melihati kondisi bocah bernama M Ferdi Saputra berusia 3 tahun ini, tubuhnya hanya bisa tergolek lemah dipangkuan sang Ibu Rosefi (32). Sebab bayi kecil ini terkena penyakit lumpuh layu sejak usianya menginjak 3 bulan, sementara sang ayah hanya bekerja sebagai buruh harian lepas. Apa daya bagi keluarga yang tinggal di Jalan HM Asyik Lingkungan Kelurahan 3-4 ulu Kertapati Palembang untuk dapat mengobati ferdi dari penyakit tersebut.

Menurut pengakuan sang Ibu, pertama kali lahir pada 3 tahun silam. Ferdi terlahir normal sama seperti anak-anak lainnya, namun semenjak usianya masuk 3 bulan, ia kerap kali muntah-muntah dan sakit-sakitan. Sehingga pasca dari sakit tersebut tubuh ferdi tak lagi normal seperti anak di usianya. "Kami tak tahu penyakit apa yang menimpa anak saya ini, tapi waktu dia usia 3 bulan. Ferdi sering muntah-muntah dan akhirnya seperti ini. Kami pernah membawanya ke rumah sakit Panca, tapi tak ada perubahan pada kondisi anak saya ini." ujar Rosefi ibu dari Ferdi Saputra saat di bincangi di depan rumahnya, Kamis (1/3).
Ferdi merupakan anak bungsu dari pasangan Rosefi dan Ali Ujud, mereka tak mampu lagi untuk membiayai sakit lumpuh layu yang menimpa bayi mungilnya itu, Rosefi menceritakan pernah mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Kota Palembang untuk membiayai biaya kesehatan anaknya itu, namun hanya sebatas satu tahun dan itu pun tak cukup. "Dinsos pernah membantu biaya selama satu tahun dengan memberikan uang Rp 300 ribu perbulannya, tapi itu tak cukup untuk biaya berobat kedokter mas." ungkapnya.

Hingga saat ini tubuh mungil Ferdi terbujur kaku di pangkuan ibunya, ia tak bisa berjalan maupun bermain seperti anak normal di usianya. Selama tiga tahun, dia mengungkapkan terakhir mengobati Ferdi di usia 2 tahun seterusnya tak pernah lagi berobat ke dokter maupun atlernatif terapi. "Saat ini kami tak mampu lagi mengobati biaya kesehatannya, terakhir dua tahun lalu, tapi sekarang kami hanya bisa berharap ada orang yang peduli dengan penderitaan keluarga kami ini." harapnya.

Selain itu pihak dari kelurahan seperti menutup mata dengan kondisi yang menimpa warganya ini. Semestinya lurah memberikan solusi setidaknya bantuan berobat gratis ke puskesmas untuk melakukan rujukan ke rumah sakit, namun hal itu sepertinya tak pernah di lakukan oleh kelurahan tersebut.

Sementara Ibu Eva Santana Putra yang kebetulan menghadiri peresmiaan taman bacaan di kelurahan 3-4 ulu tersebut prihatin melihat kondisi bayi mungil tak berdaya tersebut. Eva menyarankan kepada pihak keluarga agar segera membawanya ke rumah sakit terdekat untuk di rawat. Mengenai biayanya akan di bantu melalui pihak kelurahan, "Bu lurah bantulah keluarga ibu ini, besok harus segera di bawa ke rumah sakit, kasihan melihat kondisi bayi mungil ini." ungkap Eva.(win)

Cegah Sanitasi Tidak Layak Lewat SLBM

Empat Lawang, SN
Masih adanya beberapa desa dengan sistem sanitasi lingkungan tidak layak, membuat Pemerintah Kabupaten Empat Lawang membuat program dalam meningkatkan taraf kesehatan di masyarakat pedesaan. Yakni Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM), karena apabila dipedesaan tidak memiliki sanitasi ini tentunya masyarakat melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Demikian dikatakan, Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Pengairan, Ir H Ismail Hanafi, MTP, Kamis (1/3).

“Pengembangan program sanitasi yang berbasis masyarakat dengan harapan masyarakat Empat Lawang akan bebas dari BABS. Ditahun 2012, kita akan melaksanakan program tersebut dengan sasaran desa-desa yang belum memiliki fasilitas sanitasi yang memadai,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pengembangan program sanitasi dimaksud nantinya terdapat dilima titik dibumi saling keruani sangi kerawati. Untuk Kecamatan Tebing Tinggi tahun ini akan di tepatkan didua titik yakni Desa Tanjung Ning dan Rantau Tenang. Kemudian di Kecamatan Pendopo, Lintang Kanan dan Sikap Dalam. “Dalam pembangunan program sanitasi ini akan di serahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Artinya dari masyarakat untuk masyarakat,” paparnya.

Setelah selesai dibangun, sambungnya, pembangunan itu akan diserahkan kepada masyarakat. Sesuai dengan design dalam pembangunannya akan didirikan ruang tunggu, sehingga masyarakat yang akan mandi dan BAB dapat mengantri dengan nyaman.

Dikatakannya, saat ini tim sudah mengikuti Bintek, direncanakan di awal Maret akan dilakukan sosialisasi kemasyarakatan untuk membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). “Kedepan diharapkan dengan adanya program dimaksud dapat memberikan pemahaman dan merubah pola masyarakat untuk dapat membudayakan hidup bersih. Sehingga kedepan tidak ada lagi warga yang BABS baik di WC cemplung dan sungai,” jelasnya.

Ditanya soal penataan drainase, dirinya mengaku pembangunan drainase belum dapat diprioritaskan sebab tahun ini pihaknya lebih focus sesuai dengan dengan usulan masyarakat, seperti halnya jalan setapak dan air bersih. “Untuk drainase saat ini belum di pikirkan, yang jelas kita lebih memfokuskan pembangunan jalan setapak dan air bersih,” pungkasnya. (eko)

BPN OKUS Target 1.000 Sertifikat Prona

Palembang, SN
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten OKU Selatan pada tahun 2012 melakukan upaya percepatan sertifikasi tanah, di antaranya dengan Program Nasional (Prona) dan Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah (Larasita).

Tahun 2012 ditarget mensertifikasi sebanyak 1.000 petak tanah di wilayah sasaran Prona daerah Ranau, Runjung agung dan Simpang. Terkecuali daerah perkotaan kecamatan Muaradua layanan Prona tidak termasuk namun untuk pembuatan sertifikat upaya sendiri pribadi .

Menurut Staf BPN OKU Selatan, Edi untuk proses pensertifikatan tanah ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi, yakni biaya persyaratan, biaya sertifikasi dan biaya perpajakan. Dari komponen biaya tersebut, untuk biaya sertifikasi sudah ditanggung oleh pemerintah dengan anggaran Prona. ”Jadi untuk sertifikasi gratis, tetapi biaya persyaratan dan perpajakan tetap ditanggung pemilik tanah,” katanya

Edi menambahkan, biaya persyaratan di antaranya untuk membeli meterai, fotocopy berkas, patok tanah dan beberapa persyaratan lainnya yang harus dipenuhi oleh pemohon atau pemilik tanah.

Terpisah Camat Banding Agung Feldy YS, SSos menyambut baik kegiatan Prona dan akan bekerja sama untuk suksesnya sertifikasi lahan warga.

"Karena tidak semua pemilik tanah dapat mengurus persyaratan, maka kami berinisiatif membentuk kepanitiaan di masing-masing desa, kemudian ada kesepakatan pengumpulan atau penarikan dana untuk pembelian meterai, fotocopy dan lainnya. Tetapi semua kegiatan di desa, termasuk menarikan dana itu diluar wewenang BPN, tugas BPN adalah proses sertifikasi lewat Prona yang biayanya sudah ditanggung oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Agung menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya protes atau hal lain yang bisa menimbulkan salah tafsir, maka pemungutan biaya pensertifikatan tanah tersebut harusnya dibakukan dalam peraturan desa setempat.

"Dalam membahas peraturan desa pungutan kesepakatan itu seyogianya melibatkan atau paling tidak mengetahui petugas Pemdes ,” pungkasnya. (dan)

Panwaslu Pagaralam Segera Dibentuk

Pagaralam, SN
Untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pagaralam 2013 mendatang, salah satu kelengkapan perangkatnya sudah harus dibentuk yaitu Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu). Seleksi anggota Panwaslu akan segera dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Memang sesuai dengan jadwal pelaksanaan tahapan Pilkada 2013 hanya tinggal beberapa bulan lagi, jadi perangkatnya sudah harus dibentuk," ungkap Ketua Divisi Logistik KPU Kota Pagaralam, Nanto Bhakti, Kamis (1/3).

Lanjutnya, untuk tahun ini penyeleksian anggota Panwaslu tidak lagi dilakukan pihak KPU, namun akan dilakukan langsung pihak Bawaslu Pusat.

"Kalau sekarang tidak bisa diintervensi lagi karena yang seleksi dilakukan Banwaslu langsung," ungkapnya.

Dia mengatakan, kalau dulu prosesnya dilakukan tim yang dibentuk DPRD dan fit and proper tes dilakukan dewan juga.

"Namun sekarang sepenuhnya dilakukan Banwaslu, jadi tidak ada yang bisa interpensi," katanya.

Kemudian, kata dia, pendaftaran juga akan dilakukan melalui kantor Pos. "Setiap pendaftar yang lulus seleksi berkas nantinya akan langsung di tes Bawaslu. Kemungkinan Bawaslu akan datang ke Pagaralam," ungkapnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Pagaralam, Rasmizal SH mengatakan, memang setelah ada revisi UU Pemilu proses rekrutmen Panwaslu yang akan bertugas menjadi pengawas baik Pilkada, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dilakukan langsung oleh Bawaslu.

"Kalau dulu pembentukan Panwaslu dilakukan Dewan dengan membentuk tim seleksi dari kalangan sekretariat sendiri dan tes wawancara dilakukan Komisi III, sedangkan saat ini dilakukan Bawaslu langsung," ungkapnya. (asn)

2100 e-KTP Perdana Disebar

*e-KTP Terealisasi 78 Persen

Muara Enim, SN
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) menyebar sebanyak 2100 lembar Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) perdana di 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten Muara Enim.

“Penyebaran, e-KTP perdana ini merupakan pengenalan awal bentuk e-KTP kepada masyarakat sebelum akhirnya di sebarkan secara luas di Kabupaten Muara Enim,” demikian diungkapkan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Muara Enim Iqbal, Kamis (1/3).

Iqbal menjelaskan, e-KTP perdana ini langsung dikirim oleh pemerintah pusat serentak dengan 197 Kabupaten/Kota lainnya yang ada di Indonesia. Untuk Kabupaten Muara Enim 2O dari 22 Kecamatan yang ada telah menerima e-KTP ini.

“Masing-masing kecamatan menerima sebanyak 100 lembar e-KTP bagi 100 perwakilan warga yang telah dipilih secara random. Sedangkan, untuk dua Kecamatan lain yakni Ujanmas dan Kelekar belum menerima kerena kendala teknis,” bebernya.

Diakuinya, pembagian e-KTP perdana ini hanya untuk sejumlah perwakilan warga saja yang dipilih secara random. Sementara, secara keseluruhan e-KTP ini diyakini telah akan selesai pada 2012 ini.

Menurut Iqbal, hingga 27 Februari tercatat telah sebanyak 352.141 dari 451.779 warga atau sekitar 78% warga warga masyarakat yang telah terlayani.Sedangkan sebanyak 99.638 atau 22% lainnya masih akan di tunggu hingga 30 April, mendatang.

Adapun kecamatan yang masih banyak menyisakan wajib e-KTP yakni Lubai, Rambang Dangku,Gelumbang,Talang Ubi dan Lawang Kidul. Mengingat, Kecamatan-Kecamatan ini memiliki jumlah wajib e-KTP di atas 30 ribu.

"Untuk melakukan percepatan,kami telah menghimbau para petugas di setiap Kecamatan yang ada untuk melakukan jemput bola," terang Iqbal.

Dalam hal ini, lanjut Iqbal, para petugas akan mendatangi langsung desa-desa yang ada di setiap Kecamatan dengan membawa alat pendataan seperti kamera, pemindai sidik jari dan mesin iris mata. Sehingga, para warga yang berhalangan datang ke kantor kecamatan seperti sakit, renta, keterbatasan akses dan lain-lain tetap dapat melakukan pembuatan e-KTP di desa atau kediamannya masing-masing.

Warga Muara Enim, Eri (39) berharap agar e-KTP dapat segera selesai pembuatannya. Sebab, saat ini dirinya sangat membutuhkan KTP untuk berbagai keperluan administrasi. (yud)

Cuaca Ekstrem Pengaruhi Penurunan Buah Kopi

Pagaralam, SN
Cuaca ekstrem yang terjadi tahun ini cukup berpengaruh dengan buah kopi sehingga pendapatan petani menurun drastis dan dapat dipastikan akan mengalami gagal panen. Penurunan hasil panen kopi juga dapat dilihat dari peningkatan aksi kriminalitas yang terjadi diberbagai daerah.

Menurut Murniyati (47) petani kopi Desa Pajar Teinggi, Kecamatan Pajarbulan, Kabupaten Lahat, sebagian besar penduduk di Pagaralam dan Lahat cukup tergantung dari hasil buah kopi, tentunya bila kondisi hasil panen sedikit dapat berpengaruh dengan kondisi perekonomian.

“Tahun ini hasil panen kopi sangat mengecewakan karena pengaruh kondisi cuaca. Ai empai tau ini lah buah kopi ni kurang nian buahe, ame tau-tau nek lah udem empuk buahe kurang anye dide luk tau ini, awak barang –barang nek di dapue mahal gale, ame barang-barang di dapue murah lemak kina ade kawe dek bebuah kebutuhan di dapue mahal gale kah luk mane nian idup ni tambah tau tambah sare saje,” keluhnya dengan bahasa Pagaralam yang kental.

Dikatakannya, memang di Pagaralam kebanyakan masyarakatnya menanam kopi sebagai tanaman andalan dan juga termasuk peninggalan nenek moyang. Namun demikian baru sebagian kecil masyarakat yang menggantinya dengan menanam kakao.

“Kebetulan tanaman kakao juga cocok di tanam di dataran tinggi seperti Pagaralam, kemudian hasil buahnya juga tidak harus menunggu lama seperti kopi yang harus menunggu satu tahun baru bisa dipanen,” ungkapnya.

Salah satu agen kopi Pagaralam, H Pandim mengatakan, tahun ini memang buah kopi di Pagaralam kurang sehingga hasil panen turun drastis, kondisi ini tentunya sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya walaupun harganya agak mahal.

“Buah kopi memang tahun ini sangat –sangat kurang, sehingga karyawan-karyawan yang bekerja dengan saya banyak dirumahkan karena tidak ada pekerjaan. Kalau tahun sebelumnya hasil panen petani meningkat sehingga membutuhkan tenaga kerja yang banyak tidak seperti yang terjadi saat ini,” ujar Pandim.

Lanjutnya, tahun lalu bisa terkumpul biji kopi dari masyarakat Pagaralam sebanyak 100 ton, tapi sekarang hanya sekitar 60 ton, padahal harga berkisar Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram.

“Sepanjang hidupku baru kali ini buah kopi turun drastis, sejak tahun 1983 sampai saat ini saya bisnis,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Pengelolaan Pasar, Yapani rachim, SIP MM, mengatakan, memang begitu besar pengaruh iklim tahun ini terhadap tanaman kopi, sehingga kondisi ini cukup dirasakan petani kopi.

“Penurunan buah kopi cukup meresahkan petani karena tidak dapat menutupi kebutuhan sehari-hari dari hasil jual biji tanaman andalan ekspor Pagaralam ini. Belum lagi untuk membiaya sekolah bagi anak. Padahal harga kopi saat ini cukup tinggi namun tidak dapat diandalkan untuk tahun ini,” ungkapnya. (asn)

BKB dan Kampung Kapitan Dapat Kucuran Dana

Palembang, SN
Dua lokasi wisata di Kota Palembang, Benteng Kuto Besak (BKB) dan Kampung Kapitan di 7 Ulu mendapat kucuran dana dari Kementrian Pariwisata untuk tahun 2012 ini. Diharapkan dengan suntikan dana tersebut, dua lokasi wisata itu dapat berkembang lebih baik lagi dan menjadi objek wisata andalan yang dimiliki Sumsel khususnya Kota Palembang.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Bihaqqi Soefyan ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/3).

Dikatakannya, informasi itu didapat setelah komisi V melakukan kunjungan kerja ke Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beberapa hari lalu.

"Secara keseluruhan dana yang dikucurkan Kementrian Pariwisata untuk Sumsel totalnya Rp 3,405 miliar, dari dana itu, untuk rehabilitasi kawasan wisata BKB Rp1,391 miliar kemudian untuk penataan kawasan kampung kapitan kota Palembang Rp496 juta,” ungkapnya.

Selain BKB dan Kampung Kapitan, kata Bihaqqi, ada lagi anggaran untuk pelestarian dan pengembangan kesenian sebesar Rp200 juta. Kemudian, ada anggaran untuk dekonsiliasi parawisata, peningkatan promosi parawisata dalam negeri, bantuan untuk festifal seni tari melayu, kejuaraan nasional arung jeram, dan program pengembangan sumber daya kewarganegaraan dan parawisata.

“Kemudian ada juga untuk PNPM Mandiri bidang parawisata, ada dana sebesar Rp2,3 miliar untuk 26 desa yang tersebar di sumsel, seperti Palembang, Pagaralam, Muara Enim, Ogan Komering Ilir (OKI), OKU Selatan, OKU Induk, Lahat dan Ogan ilir," ungkapnya. (awj)

7 Cabor Tak Lolos, Sumsel Masih optimis 5 Besar

Palembang, SN
Pemprov Sumsel menargetkan Sumsel dapat masuk lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII yang akan dilaksanakan September 2012 di Riau, meskipun ada tujuh cabang olahraga (Cabor) yang gagal lolos pada pra PON.

Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel, Edward Jaya ditemui, Kamis (1/3) mengatakan, tujuh cabor yang tidak lolos pada pra PON memang cabor yang tidak di unggulkan oleh Sumsel. Ketujuh cabor tersebut, sepakbola, bola voli putra/putri, basket, sepatu roda, angkat berat, sepatu roda dan soft ball.

Edward menilai, ketujuh cabor itu, sangat sulit untuk di paksakan lolos, pasalnya atlet-atlet dari provinsi lain saat ini lebih baik dari Sumsel, seperti angkat berat yang dikuasai Provinsi Lampung, ataupun sepakbola yang banyak dikuasai pemain dari Jawa.

"Cabor-cabor ini memang cukup berat kalau di paksakan lolos, jadi kita konsentrasi saja ke cabor yang memang di kita unggulkan," kata Edward, sembari mengatakan, dana untuk PON yang disediakan Sumsel hanya Rp 25 miliar. Jumlah ini kata Edward, dinilai masih minim.

"Dana PON yang hanya Rp 25 miliar masih kurang, kalau kita paksakan untuk konsentrasi di semua cabor, terutama di cabor-cabor yang beranggotakan tim, seperti cabang sepakbola," terang Politisi Partai Golkar ini.

Menurutnya, meski tanpa tujuh cabor yang gagal lolos itu, Sumsel tetap optimis dapat menembus lima besar pada PON di Riau. Soalnya, selain Sumsel berhasil meloloskan atlet andalannya dari 32 cabor, Sumsel juga sudah mempersiapkan diri sejak dua tahun lalu.

"Dari 32 cabor yang lolos itu, mayoritas dari cabang perseorangan yang di prediksi dapat memperoleh banyak medali, mudah-mudahan persiapan yang kita lakukan sudah maksimal, sehingga target lima besar dapat tercapai," kata Edward.

Lanjut Edward, dengan tidak lolosnya tujuh cabor tersebut, pihaknya berharap kedepan Sumsel lebih memfokuskan terhadap pembinaan atlet sejak usia dini, terutama untuk cabor yang beranggotakan tim, seperti sepakbola dan voli.

"Kita sangat mendukung pembinaan atlet sejak usia dini seperti yang dilakukan pada cabang sepakbola, kita harap atlet ini nantinya dapat membawa nama Sumsel lebih baik, dan yang terpenting jangan sampai kita membeli atlet dari luar provinsi hanya untuk mendongkrak prestasi daerah," pungkasnya. (awj)

Lurah Jangan Gampang Sertifikasikan Tanah

Baturaja, SN
Bupati OKU Drs H Yulius Nawawi meminta Lurah Kemalaraja Sugiono SE MSi untuk tidak gampang mensertifikasi tanah di wilayahnya jika belum didukung oleh bukti hak yang cukup, mengingat setrategisnya wilayah Kemalaraja di pusat kota terbuka peluang tumpang tindihnya kepemilikan hak yang bisa berakibat sengketa .

Pesan ini disampaikan Bupati Yulius di kantor kelurahan kemalaraja dalam rangka hari jadi ke V keluarahan itu yang sebelumnya bersetatus Desa sekaligus syukuran atas penempatan kantor yang baru selesai di bangun .

Menurut Bupati, seluruh aparatur kelurahan harus mengedepankan pelayanan yang tulus dan ikhlas pada masyarakat yang dilayaninya, sebab keikhlasan tugas inilah akan mendatangkan reszki bagi yang bersangkutan.

"Kalau urusan memang mudah jangan kita persulit,lalu urusan yang memang sulit tugas kitalah yang mempermudahnya, berikan bimbingan dan arahkan masyarakat melalui etika pelayanan yang benar, apalagi kemalaraja ini merupakan keluarahan di tengah kota yang padat penduduk dengan wilayah yang luas hingga di pastikan menghadapi corak ragam masyarakat yang berbeda," tegasnya.

Kesempatan sama Bupati didampingi Camat Baturaja Timur Mirdaili SSTp dan Lurah kemalaraja Sugiono SE MSi menyerahkan uang pembinaan terhadap pemenang lomba musabaqoh tilawatil Qu’an dan lomba azan serta nasyid yang meramaikan HUT kemalaraja sekaligus bantuan terhadap majlis taklim dan masjid.

"Hadiah yang diserahkan Bupati tadi cuma sebagai perangsang masyarakat dalam kebersamaan memeriahkan HUT ke V kemalaraja, kebetulan ada donaturnya Bank yang berkantor di wilayah kita, insya allah HUT ke V dengan penempatan kantor baru ini menjadikan kemalaraja lebih maju dan terdepan di bidang pelayanan," kata Sugiono. (had)

Perbaikan Jalan Sudirman Prabumulih Terkesan Asal Jadi

Prabumulih, SN
Perbaikan jalan rusak dan berlubang yang ada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Prabumulih, oleh sejumlah pengusaha angkutan batubara yang tergabung dalam Asosiasi Angkutan Batu Bara Lahat–Palembang (AABB), diduga asal–asalan dan tidak sesuai dengan peraturan.

"Pembangunan jalan itu yang harusnya andal dan prima serta berpihak kepada masyarakat, seperti yang tertuang dalam Pasal 2 dan Pasal 3 UU No. 38 Tahun 2004 Tentang Jalan,” keluh Ketua Kosgoro Prabumulih H Ismet Nailis , Kamis (28/2).

Menurutnya Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Cambai ini, penilaian buruknya penyelenggaraan konstruksi pekerjaan perbaikan jalan yang dilaksanakan oleh gabungan pengusaha angkutan batubara Lahat – Palembang itu dapat dilihat dari standar teknis pekerjaan yang menggunakan perkerasan beton tanpa penyusunan perencanaan teknik terlebih dahulu. “Dan tidak memerhatikan manfaat serta standar pelayanan minimal jalan tersebut,” imbuhnya ,.

Seharusnya lagi, kata dia, kalau dilihat berdasarkan fundamental perkerasan beton itu mampu menanggung beban dari pejalan kaki hingga runway pesawat terbang 175 ton dan dapat bertahan sampai 5, 10, 20 hingga 50 tahun. “Disamping juga harus memerhatikan bagaimana perkerasan itu bereaksi terhadap beban dan lingkungan disekitarnya. Makanya itu bisa dilihat dari pekerjaannya mempunyai base atau tidak diatas subgrade perkerasan beton tersebut,” ujarnya

Sementara Ketua LSM Prabumulih Hadi menambahkan, perkerasan beton yang dilakukan pada beberapa titik lubang dan jalan rusak yang ada mulai dari jalan simpang Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat sampai Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, tidak akan bertahan lama karena tidak memerhatikan struktur teknis dan perencanaan yang baik. “Karena sifat beton itu sendiri bagian utama yang menanggung beban struktural/diatasnya,” sebut Hadi .

Hadi juga menyayangkan kondisi pelaksanaan pekerjaan perbaikan jalan tersebut yang selain asal–asalan juga tidak terencana dengan baik. “Lihatlah perbaikan yang mereka lakukan, melompat–lompat. Disini dibagusi, disitu tidak, serta maraknya pungli dadakan yang ada disekitar lokasi pekerjaan perbaikan tersebut,” sindirnya lagi.

Keluhan serupa juga dikatakan Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Trisseptember, warga Kecamatan Prabumulih Utara. Menurutnya, selain warga resah terhadap aksi pungli (pungutan liar) disekitar lokasi pekerjaan perbaikan Jalan Nasional Jenderal Sudirman belakangan ini, juga merasa dipermainkan oleh AABB tersebut.

“Sebab seharusnya pada pertengahan Januari 2012 kemarin perbaikan itu sudah dilaksanakan mereka tapi seperti sengaja diundur baru pertengahan bulan ini dikerjakan,” keluh pria yang akrab disapa Tris ini.

Dia menduga, selain sengaja mengulur–ulur waktu pekerjaan sehingga biaya upah dan material untuk pekerjaan perbaikan jalan tersebut dapat diminimal. Juga terkesan sembarangan dilaksanakan. “Sudah sembarangan pekerjaannya, juga lamban pelaksanaannya seperti sengaja mendekati akhir bulan ini. Sementara awal bulan Maret 2012 nanti, angkutan mereka sudah tidak boleh lewat lagi di jalan umum sesuai SK Gubernur Sumsel tentang pelarangan angkutan melintas di jalan umum, tanpa terkecuali.

Sebelumnya pada Kamis bulan kemarin, kesanggupan para pengusaha angkutan batubara Lahat–Palembang, untuk memerbaiki Jalan Jenderal Sudirman Kota Prabumulih yang rusak, setelah sejumlah ormas dan tokoh pemuda beberapa kali menggelar aksi demo menuntut Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin untuk menghentikan aktivitas angkutan batubara di jalan mereka. Bahkan terakhir, ratusan massa menuntut orang nomor 1 tersebut segera mundur dari kursi jabatannya jika tidak bisa memenuhi tuntutan massa tersebut.

Dalam pertemuan itu sejumlah pengusaha angkutan batu bara dihadapan ormas, Pemkot Prabumulih dan sejumlah pejabat Muspida lainnya, menyatakan kesanggupannya untuk segera memerbaiki Jalan Jenderal Sudirman yang rusak dan berlubang akibat aktivitas angkutan kendaraan batu bara milik mereka, satu minggu dari kesepakatan itu dibuat.

Namun pelaksanaan baru dilakukan Asosiasi Angkutan Batu Bara tersebut pada pertengahan bulan Februari ini. Terkait itu, salah satu perwakilan perusahaan angkutan batu bara atau anggota dari AABB, yakni PT Sriwijaya Sarana Prima (SSP), Antoni, membenarkan lambannya pelaksanaan pekerjaan perbaikan tersebut dikarenakan faktor perencanaan dan penyusunan anggarannya yang lama.

“Sebab saat kesepakatan itu dibuat hanya ada 4 perusahaan angkutan yang hadir sementara limanya lagi tidak hadir. Makanya kita perlu mengumpulkan mereka terlebih dahulu dan membahad rencana tersebut,” jawab Antoni.

Sementara menanggapi keluhan masyarakat, terhadap buruknya kualitas dan pelaksanaan pekerjaan perbaikan jalan tersebut diakui Kepala Operasional PT SSP ini, dikarenakan lemahnya pengawasan dilapangan. “Tidak ada pengawas di lapangan pak, jadi kita akui kurang mengetahuinya. Tapi terima kasih pak, informasinya,” terang Antoni.

Dia pun akan melaporkan hal tersebut ke pimpinan perusahaan dan Ketua AABB. Sementara itu, berdasarkan data dari Unit Satlantas Polres Prabumulih, tercatat dari total 27, 2 kilometer panjang jalan nasional yang melintasi Kota Prabumulih itu terdapat sekitar 23 titik jalan yang memiliki lubang besar cukup parah, yang harus diperbaiki para transportir batu bara tersebut.

“Dari 23 titik lubang besar itu, setelah dikalkulasikan tim kita dilapangan setidaknya harus membutuhkan sebanyak 20 unit dump truk berisi material, entah itu batu krokos atau apa tapi bagusnya langsung aspal jadi untuk memerbaikinya,” tegas Kapolres Prabumulih AKBP Yerry Oskag SIK, ketika ikut memberikan saran untuk rencana perbaikan Jalan Jenderal Sudirman, dalam rapat yang difasilitasi Pemerintah Kota Prabumulih tersebut. (and)

Ribuan Hektar Lahan MHP Dipatoki Warga

Prabumulih, SN
Aksi warga dengan cara mengambil alih lahan Areal Penggunaan Lain (APL) dengan Kawasan Hutan Lahan T.010 seluas sekitar 3000 hektar (ha), di Desa Sugihan, Kecamatan Rambang, dan Desa Karang Agung, Desa Pagar Dewa, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Kamis (1/3) siang, mulai dilakukan warga.

Dengan menggunakan perlengkapan seadanya, ratusan massa dari tiga desa di Kecamatan Kecamatan Rambang, dan Kecamatan Lubai ini mulai melakukan aksi reklaming (perintisan, red). Perintisan mulai dilakukan di daerah tebing nangis, Desa Sugihan, Kecamatan Rambang, daerah 84–85 Desa Pagar Dewa, dan daerah Segean Desa Karang Agung, Kecamatan Lubai.

Disini aksi perintisan sempat ricuh dan mendapat pengawalan ketat dari petugas Polres Muara Enim. Pasalnya, massa kesal setelah hampir 16 tahun tanahnya dirampas dan dikuasai PT Musi Hutan Persada (MHP). Sejumlah pohon akassia yang berada dikawasan perbatasan lahan APL, tak luput ditebang dan dibersihkan warga. Bahkan tidak sampai disitu saja, massa juga sempat melakukan aksi pembakaran ban di area lahan tersebut.

“Setelah hampir 16 tahun dikuasai MHP, akhirnya baru hari ini kita dapat mewujudkan mengambil kembali hak kita, tapi bapak–bapak, saudara–saudara ingat perjuangan kita masih panjang. Tunggu kalau RTRWP dari provinsi sudah keluar, baru kita tenang,” teriak Sastra Amiadi, salah satu perwakilan masyarakat dari Desa Sugihan, dalam orasinya, Rabu (29/2) siang kemarin.

Selain dinilai merampas dan menyengsarakan masyarakat, PT MHP juga dianggap menghalalkan segala cara. Salah satunya, mempermainkan harga jual hasil kebun mililk masyarakat.

“Namun tetap kita dukung keberadaan PT MHP sebagai aset daerah dan sumber devisa bagi negara sepanjang masih mengikuti ketentuan dan mematuhi peraturan perundangan yang berlaku,” tambah Sastra.

Dikatakan Sastra, gelombang massa mengambil alih lahan APL seterusnya juga akan dilanjutkan di kawasan hutan PT MHP daerah Talang Ubi, Pendopo seluas sekitar 6000 hektar (ha). “Disitu dari hasil investigasi kita, ditemukan lahan APL milik rakyat disana seluas 6000 ha dirambah dan ditanami oknum masyarakat. Bahkan ada oknum pejabat tanpa seizin Pemerintah daerah dan PT MHP selaku pemegang izin,” lanjut Sastra lagi.

Senada juga disampaikan Silvanus Desmansyah, salah satu tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat Rambang Lubai Bersatu (MRLB) Kabupaten Muara Enim dan Kota Prabumulih. Bahkan dia juga meminta kepada Pemerintah dan penegak hukum, agar mengusut tuntas dan menindak tegas para pelakunya.

“Kami masyarakat Desa Sugihan, Desa Karang Agung, dan Desa Pagar Dewa, sesuai musyawarah dan keputusan rapat dengan pihak Ditjen Bina Usaha Kehutanan, akan mengambil alih lahan APL dalam area kerja PT MHP. Dan kepada oknum masyarakat dan oknum pejabat yang merambah lahan ini, supaya diberi sanksi hukum sesuai peraturan berlaku sebagai efek jera,” timpal Silvanus.

Menurut Silvanus, tindakan dilakukan juga berdasarkan keputusan dan usulan Bupati Muara Enim kepada Gubernur Sumsel, Nomor: 522/564/HUT/2011 tanggal 9 Desember 2011 dan Surat Gubernur Sumsel kepada Menteri Kehutanan No: 522/0192/BAPPEDA/2012 tanggal 24 Januari 2012.

“Dari keputusan itu juga, menyebutkan lahan APL seluas sekitar 3000 ha itu harus dikeluarkan dari areal kerja PT MHP setelah proses revisi RTRWP Sumsel selesai, sesuai peraturan perundangan,” ucap Silvanus.

Dengan keluarnya surat keputusan dan usulan tersebut, berarti Lampiran Peta SK Menhut RI No. 38/Kpts-II/1996, yang mengatur tentang areal kerja IUHPK PT Musi Hutan Persada (MHP), tidak berlaku lagi. Disamping bukan wewenang Menteri Kehutanan RI, memberikan areal kerja IUHPK PT MHP seluas sekitar 3000 ha areal APL milik masyarakat. Namun kewenangan Bupati atau Pemerintah Daerah.

Kewenangan Menhut RI ini sendiri disebutnya, telah diatur dalam UU No. 41 Tahun 1999, antaranya dalam Pasal 4, dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 7 Tahun 1990, Pasal 5, serta PP No. 3 Tahun 2008 Pasal 38. Dimana masing – masing menyebut hak/izin yang dapat diberikan Menhut RI tentang Areal Kerja IUPHHK-HTI sebatas hanya pada kawasan hutan saja. “Bukan pada areal APL, dan ini jelas sudah pelanggaran hukum dan harus diberi sanksi hukum yang berlaku,” tegasnya.

Silvanus juga meminta kepada pihak PT MHP untuk segera menghentikan aktivitas dan operasional pekerjaan atas nama siapa pun, dan bagi pihak berkompeten untuk tidak memberikan izin operasional/kerja di atas lahan APL tersebut. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya proses hukum dan konflik ditengah masyarakat.
“Apalagi berdasarkan butir 1 sampai dengan 3 Surat Dirjen Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan RI No: S.1301/VII-WP3H/2011, tanggal 16 Nopember 2011, untuk mengakomodir tuntutan masyarakat dan penyelesaian lahan APL di areal kerja PT MHP, guna memerkecil konflik masyarakat dengan perusahaan dilokasi sekitar Desa Sugihan Kecamatan Rambang dan disekitar Kelurahan Talang Ubi Barat (Tl. Tumbur) Kecamatan Talang Ubi, kiranya lahan tersebut tetap dipertahankan menjadi APL dan tidak dijadikan Kawasan Hutan,” paparnya, sambil menunjukkan surat Bupati Muara Enim.

Sementara terkait aksi pengambil alihan lahan APL tersebut, pihak management PT MHP, ketika dikonfirmasi, Kamis (1/3) sore kemarin, mengaku belum mengetahuinya. Pihaknya juga menyebut baru mengetahuinya dari konfirmasi sejumlah wartawan.

“Kita tidak mengetahuinya itu, tapi nanti kami tidak berani memberikan penjelasan, Bu Sari Afridanya lagi pergi ke Prabumulih,” kata salah satu petugas security (and)

Rabu, 29 Februari 2012

Suara nusantara Edisi 560, rabu 29 September 2012

Warga Dukung Muzakir Pimpin Lagi Muara Enim

Muara Enim, SN
Kendati pemilukada bupati baru akan digelar 2013 nanti, namun dukungan terus bergulir, seperti dalam kunjungannya ke Desa Pulau Panggung Kecamatan Tanjung Agung dan Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di dua kecamatan tersebut.

Seperti dikemukakan, Tokoh Masyarakat Desa Pulau Panggung, H Romlinas, dia menilai, kepemimpinan Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar mampu memberikan pembangunan bagi masyarakat serta menuju perubahan yang lebih baik sebagaimana visi dan misinya, SMAS (Sehat, Mandiri, Agamais, Sejahtera).

"Sebagai masyarakat Desa Pulau Panggung, saya mendukung, Muzakir kembali memimpin Kabupaten Muara Enim 5 tahun kedepan,” ucapnya disambut tepuk tangan warga Desa Pulau Panggung dalam acara Maulid Nabi, Selasa (28/2).

Sama halnya dikatakan, Tokoh Pemuda Desa Pulau Panggung, Adriansyah, dia yakin kalau Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar terus merakyat dengan turun ke desa-desa, maka warga pun yakin akan tetap memberikan dukungannya.

“Mudah-mudahan, Pak Muzakir akan terus dicintai, dan tetap mempin Muara Enim kembali,” terangnya.

Dukungan juga disampaikan warga Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul, H Herman Setiadi dalam acara Maulid Nabi di Masjid Khoirul Huda, dia berharap kepemimpinan Bupati Muzakir Sai Sohar terus berlanjut hingga 5 tahun akan datang.

Sementara itu, Bupati Muara Enim Ir Muzakir Sai Sohar menyampaikan apresiasinya atas dukungan masyarakat dari dua Desa Pulau Panggung dan Desa Keban Agung.

Dia menilai, jabatan yang diembannya sebagai bupati Muara Enim hanya amanah dan kepercayaan masyarakat Muara Enim, sesuai visi dan misi Kabupaten Muara Enim yang SMAS.

Menanggapi, dukungan yang diberikan kepadanya, Muzakir, menyampaikan rasa syukur dan terimah kasihnya, kalau masyarakat tetap yakin dan memberikan kepercayaannya untuk memimpin kembali Kabupaten Muara Enim 5 tahun mendatang.

Dalam acara Maulid Nabi di Masjid At Taqwa Desa Pulau Panggung, Bupati Muara Enim memberikan bantuan sebanyak 25 juta, berikut peralatan rabanan dan maramis, selain itu, memberikan bantuan instalasi listrik bagi SD 2 Desa Pulau Panggung.

Sedangkan, di Masjid Khoirul Huda, Muzakir memberikan bantuan alat rabana dan merealisasikan pemasangan conblok pelataran Masjid Khoirul Huda, dan menganggarka pengaspalan jalan masuk ke masjid tersebut. (yud)

2 Ribu Buruh PT Willmar International Plantation Mogok Kerja

Kayuagung, SN
Ancaman akan melakukan mogok kerja yang dilakukan sekitar 2 ribu buruh PT Willmar International Plantation akhirnya terbukti. Terhitung sejak Selasa (28/2) kemarin, buruh perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan di Kabupaten OKI ini tidak melakukan aktifitas untuk perusahaan.

Mogok kerja ini dilakukan serentak di beberapa unit yang ada di sejumlah kecamatan di OKI. Mereka melakukan aksi tersebut karena tuntutan mereka berupa bonus 4 bulan gaji tidak dikabulkan oleh manajemen perusahaan.

Ini juga menjadi puncak kekecewaan sekitar 2 ribu buruh PT tersebut karena tuntutan bonus itu sudah direspon dan dibahas manajemen perusahaan. Namun hanya sebatas dibahas saja karena hingga kini tuntutan butuh tidak juga dikabulkan. Padahal menurut buruh, laba perusahaan mencapai 50 persen dari modal.

Kadisnakertrans OKI Sumijarno SSos diwakili Drs M Dahlan sebagai sekretaris dinas mengatakan, perusahaan dan buruh sudah kerap melakukan pertemuan yang difasilitasi pemerintah. Bahkan buruh menurunkan tuntutan bonus hanya 3 bulan gaji, tapi perusahaan tidak langsung menyetujui karena mereka akan mengusulkan ke pimpinan pusat.

Suyono Y sebagai Ketua Federasi Karyawan Sekar Willmar dan Aliasi Serikat Buruh Indonesia pada perusahaan itu mengatakan, tidak adanya keputusan dari PT maka pihaknya terpaksa melakukan mogok kerja hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

”Kami sedang melakukan orasi di masing-masing unit secara serentak. Kami sudah habis kesabaran, manajemen kami nilai diskriminasi terhadap buruh. Kami sudah menurunkan tuntutan tapi tetap saja tidak dikabulkan,” ujar dia via ponselnya.

Dijelaskannya, kemarin Selasa 2 ribu buruh mogok kerja, hari ini Rabu berencana berkumpul di kantor utama di Desa Muara Burnai Lempuing Jaya, besok Kamis mereka akan berdemo ke DPRD OKI dan Pemkab OKI.(iso)

Anggota Gerindra di Dewan Bakal PAW


Sekayu, SN
Ketegasan terhadap kader partai yang bermasalah menjadi hal yang patut ditindak dalam suatu partai manapun. Penindakan dengan melakukan Pengganti Antar Waktu (PAW) terhadap kader pun menjadi hal yang lumrah. Salah satu partai yang akan melakukan PAW terhadap kadernya adalah anggota DRPD Muba dari partai Gerindra berinisial ES.

PAW terhadap ES masih menunggu hasil dari Keputusan atas kasus yang menjeratnya. Selain itu, juga masih menunggu keputusan dari partai untuk mengeluarkan SK, termasuk mempersiapkan calon pengganti untuk kadernya yang baru di dewan.

Hal ini diungkap Ketua DPD Gerindra Provinsi Sumsel, H Nur Iswanto SH MM, usai pelantikan DPC Gerindra Muba, Selasa (28/2). Dikatakan Nur Iswanto, tindakan tegas untuk melakukan PAW terhadap kadernya didasarkan pada aturan hukum yang berlaku. Atas hukum tersebut, tegasnya, akan sangat dipatuhi.

“PAW sedang dalam masa proses dan ini juga sudah mulai berjalan. Kader kita yang ada di dewan tetap akan diganti,” ungkapnya.

Dalam masa proses yang sedang berjalan inilah dirinya mengharapkan untuk segera memproses dengan segera. Hal ini didasarkan saat mulai berjalan sudah ada kader partai yang ada di dewan.

“Berdasarkan UU aturan untuk melakukan PAW sangat bisa terjadi. Sifatnya pun, bisa merubah posisi kadernya,” jelasnya. (her)

Jalan Keluang Rusak lagi

Sekayu, SN
Curah hujan yang terjadi sebulan lalu, mengakibatkan ruas jalan penghubung antar desa di Kecamatan Keluang rusak lagi. Seperti yang terjadi didusun I Keluang, kerusakan jalan cukup parah terjadi bahkan mulai menganggu aktivitas warga teruta petani sawit setempat.

Agar kondisi jalan tidak mengalami kerusakan yang lebih parah, warga mengharapkan pemerintah dapat segera melakukan upaya perbaikan dibeberapa titik jalan berlobang tersebut dengan harapan hasil petani tidak terganggu.

”Jalan emang sudah rusak sejak satu bulan lalu tapi belum ada perbaikan, harapannya sih pemerintah dapat mengatasi kerusakan jalan dengan melakukan penimbunan, sehingga roda perekonomian bisa kembali lancar,” ungkap Edi penguna jalan yang ditemui dilokasi.

Senada diungkapkan muji (45) warga setempat mengatakan, ruas jalan yang saat ini rusak cendrung diakibatkan sering dilalui kendaraan berat seperti pengakut sawit, namun sayangnya tidak ada teguran dari pihak. Tak lepas dari itu juga dirinya cukup menyayangkan keberadaan perusahaan yang ada di Kecamatan Keluang terkesan hanya tutup mata.

”Jalan rusak cenderung diakibatkan kendaraan berat yang melintas, tapi kenapa tidak ada tindakan dari pihak terkait. Seharusnya dalam perbaikan jalan tidak hanya bergantung dengan pemerintah semata tapi justru harus ada andil juga dari perusahaan yang ada di Kecamatan Keluang ini,” cetus Muji kesal.

Terkait hal ini Camat Keluang, Demoon Herdian SSTP MSi mengatakan kerusakan jalan yang terjadi akan segera ditangani dengan pemerintah desa, upaya tersebit dilakukan agar aktivitas masyarakat bisa kembali lancar.

”Kita akan berkordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan gotong royong penimbunan jalan tersebut. Sebab saya tidak ingin aktivitas warga terhambat terutama para petani yang kesehariannya melintasi jalan tersebut.” ungkap Demoon. (her)

'Siang Bolong' Begal Motor Rampok Bujangan

Muara Enim,SN
Begal motor kembali beraksi, kali ini korbannya, Dede Pebriansyah (20) warga Rejosari, kelurahan Talangubi Utara, Kecamatan Talangubi, Muara Enim. Akibatnya korban menderita luka robek lengan kanan, patah tangan kiri, luka robek jari kanan, dan memar diperut serta kehilangan sepeda motor Honda Blade Repsol BG 2471 ON, Senin (27/2) sekitar pukul 13.45
di antara Sungai Ibul – Desa Setutung, Kecamatan Talangubi, Muara Enim.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, Selasa (28/2), sebelum kejadian, korban siang itu dari kota Pendopo, Talangubi, berniat mengantarkan buah-buahan ke rumah pacarnya yang terletak di Desa Setutung, yang berjarak sekitar lima kilometer dari tempat tinggalnya dengan menggunakan motor.

Kebetulan jalan yang dilaluinya masih berbentuk tanah merah sehingga harus esktra hati-hati melaluinya sebab mash banyak yang becek. Pada saat pergi, korban nyaris tidak ada hambatan dan berhasil tiba dengan selamat di rumah pacarnya.
Namun ketika pulang ketika berada dilokasi kejadian, yang kebetulan sepi dan ditengah hutan, tiba-tiba dari dalam semak-semak dipinggir jalan, keluar tiga pelaku dengan menggunakan penutup mulut sambil membawa kayu dan parang sembari menghadang ditengah jalan.

Karena jaraknya sudah cukup dekat dan jika berputar tidak memungkinkan, akhirnya korban nekat mencoba menerobos hadangan dengan memacu motornya. Melihat kenekatan korban, ternyata membuat para pelaku marah.

Karena khawatir mangsanya lolos, salah seorang pelaku melemparkan parangnya kearah korban dan tepat mengenai tubuhnya dari belakang. Akibat kerasnya lemparan tersebut korban terjatuh bersama motornya.

Namun beruntung parang tersebut pada saat dilempar kemungkinan yang terkena adalah pada bagian belakang parang sehingga tidak melukai korban.

Setelah melihat korban terjatuh, ketiga pelaku langsung mengejarnya dan memukul korban berkali-kali sehingga korban babak belur. Bahkan salah seorang pelaku yang membawa parang sempat menebaskan parangnya kembali ke arah korban namun korba menangkis sehingga melukai lengan dan jarinya hingga robek.

Dan penderitaan tersebut belum selesai, ternyata berjarak sekitar 100 meter dari lokasi, ada juga dua pelaku yang sudah menunggu korban jika seandainya berhasil lolos dari sergapan pertama. Dan korban kembali mendapat pukulan dari pelaku ini.

Setelah melihat korban tidak berdaya, para pelaku langsung melarikan diri dan membawa motornya. Dan korban bisa selamat, setelah ada warga yang melintas dan memberikan pertolongan dengan membawanya ke Polsek Talangubi.

Menurut Korban didampingi keluarganya, bahwa ia sudah melapor ke Polsek Talang Ubi dengan bukti lapor No :
TBL/74/II/2012/Sumsel/Res-Muara Enim/Sek/Talangubi. Sebab surat laporan tersebut, sebagai bukti bahwa dirinya memang benar dirampok dan bukti untuk perusahaan tempat ia mengambil kredit motor tersebut.

“Motor saya masih kredit, jadi ini klaim, bahwa ia benar-benar dirampok bukan pura-pura hilang dan sebagainya,” tambah Agus yang masih keluarganya.

Kapolsek Talangubi Kompol Ganjar Iman yang dikonfimasi via ponselnya, Selasa (28/2) sekitar pukul 17.42 WIB, mengatakan akan mengecek laporan korban terkait perampokan tersebut. “Kita akan tindak lanjuti, dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut,”ungkap Kapolsek Talang Ubi.(yud)

Tiga Kali Malanggar Perda, Warga Diinapkan di Lapas


Palembang, SN
Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) kota Palembang kembali mengelar razia rutin Kartu Tanda Penduduk(KTP), membuang sampah sembarangan, Pedagang Kaki Lima (PKL) hingga Kawasan Tanpa Rokok (KTR) disejumlah kawasan keramaian di kota ini.

Selasa (28/2) razia rutin untuk meningkatakan kesadaran masyarakat kota ini, termasuk warga pendatang untuk wajib memiliki KTP,tidak membuang sampah sembarangan hingga PKL yang menempati badan jalan di fokuskan di pusat pasar tradisional icon kota Palembang yakni pasar 16 ilir.

Kepala Satuan (kasat) Pol PP Kota Palembang Aris Saputra mengatakan akan memberikan sanksi lebih tegas kepada warga kota Palembang atau warga pendatang yang melanggar Peraturan Daerah (perda) Kota No 30/2012 tentang Administrasi Kependudukan dan Retribusi Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan Catatan Sipil Nomor dan no 44 Tahun 2002 tentang Ketentraman dan Ketertiban, dengan sanksi akan diinapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merah Mata selama satu minggu lamanya.

“Meraka yang tertangkap razia rutin ini kita data sesuai dengan domisli tempat tinggalnya, nah kalau memang kembali terbukti tertangkap tangan oleh petugas kita selama tiga kali berturtut-turut sangsinya akan kita inapkan selama satu minggu di lapas,’jelas Aris.
Dicontohkan Aris sangsi tegas berupa penahan selama satu minggu tersebut sudah diberlakukannya bagi Penjajah Seks Komersial (PSK) yang sering kedapatan ketangkap tangan oleh petugas Pol PP saat melakukan aksi transaksi penyakit masyarakat (pekat) tersebut.

“Contohnya sudah kita terapkan satu PSK yang berulang kali tertangkap oleh petugas kita saat meneglar razia, nah PSK ini sudah kita inapkan selama satu minggu di lapas perempuan,’kata Aris.

Nah, kata mantan kepala Kapala Bagian (kabag) Pemerintahan Pemkot Palembang ini, razia yang berlangsung dibawah guyuran hujan tersebut, berhasil menjaring 30 pelanggar perda yang diantaranya empat PKL, empat membuang sampah sembarang dan 22 orang tidak memiliki KTP.

“Bagi warga yang tertangkap tangan membuang sampah sembarangan, juga bagi yang tak punya KTP, serta pedagang kaki lima mereka bakal dikenakan sanksi. Yakni paling tinggi Rp 100-200 ribu untuk KTP dan membuang sampah sembarangan, serta Rp 100-250.000 untuk PKL,”jelas Aris.

Untuk razia yang hanya berlangsung selama pukul setengah 11.00-pukul 11.30 WIB tersebut, masih kata Aris diterjunkan sebanyak 100 personil yang disebar disetiap sudut jalan-jalan keramaian dipasar 16 Ilir.”Memang tidak lama karena terkendala hujan,”ungkapnya.

Seraya menambahkan pada tanggal 3 Maret mendatang Pol PP akan mengelar pemusnahan barang bukit sebanyak 6 ribu, botol miras yang kadar alkoholnya diatas 5 persen.(win)

Heritage Hotel Tetap Fungsikan Museum Tekstil


Palembang, SN
Rencana pihak pengembang PT Dika Karya Lintas Nusa untuk membangun eks museum tekstil dijalan Diponegoro menjadi Heritage Hotel tahun ini bakal berjalan lancar,pasalnya selain mendapat sinyal lampu hijau dari pemerintah kota (pemkot) Palembang pihak pengembang juga berjanji tetap akan melestarikan salah satu gedung cagar budaya tersebut.

Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa Yaniarsyah mengatakan, pembangunan sendiri akan dimulai sekitar pertengahan tahun ini dan ditergetkan pengerjaanselama delapan bulan kedepan.

“Kita sedang menunggu izin pembangunan dari pemerintah kota dan kemudian akan memulai membangun pada pertengahan tahun ini, kita tergetkan enam sampai delapan bulan kedepan akan rampung selesai,”jelasnya usai paparan terkait rencana pembangunan hotel Heritage didepan walikota Palembang Selasa (28/2) di ruang rapat parameswara kota Palembang.

Gedung tua atau gedung cagar budaya tersebut, kata Yaniarsyah pembangunan tetap berpegang pada Prisnsip gedung yang dibangun pada tahun 1937 silam.

“ini adalah pembanguna konserfasi, jadi bangunan eks museum akan kita konserfasi seperti bentuk sebelumnya , pembangunan ini juga tidak lepas dari ahlinya yang kita datangkan secara khusus,”katanya.meski bebera bangunan tua yang terletak dipusat kota ini, sudah mendapat beberapa polesan seperti adanya bangunan baru yang tidak jauh dari gedung mesum tekstil itu, pihak pengembang akan tetap akan menggembalikan ke bangunan terdahulu.

“Selaian itu disana ada bangunan yg pertama museum teksitil tahun (1937) kalau sekarang sudah banyak bangunan yg baru, sudah riset dan akan dikembalikan ke bentuk yang lama. Sedangkan gedung kedua yang bersebelahan gedung tersebut yang pembangunanya berselisih beberapa tahunyakni 1945-1950itu akan menjadi geleri songket sebanyak dua lantai,”jelasnya.

Dan untuk tengah gedung bangunan baru yang dibangun tahun 1945-1950 tersebut akan difungsikan untuk aula pertemuan, meingat kota Palembang menjadi kota tujuan tempat diselengaraknya berbagai event internasional.

“Ditengahnya akan menjadi fungsion(aula) hall,kerana Palembang kita lihat menjadi tujuan acara-acara dunia, makanya perlu aula,”jelasnya. Saat disingung besaran dana untuk pembangunan heritage hotel, Yaniarsyah, belum merinci secara pasti.”Estimasinya bisa mencapai 100 M,’ungkapnya.

Sementara itu Walikota Palembang H Eddy Santana Putra mengatakan pembanguanan Heritage hotel agar lebih bisa memaksimalkan fungsi gedung cagar budaya tersebut.

“Diharapakan tidak merubah esensi bangunan serta fungsinya bisa lebih dimaksimalkan lagi,”jelas Eddy.

Menurut orang nomor satu di kota Palembang ini, museum tekstil merupakan cagar budaya dan harus dipertahankan.

“Pihak pengembang melakukan restorasi dibeberapa bagian bangunan untuk mengembalikan ke kondisi banguna seperti semula, dan menambah bangunan baru di belakang bangunan lama tapi kami berharap kondisi museum tetap terjaga karena itu merupakan cagar budaya,” tukasnya.(win)

Mapolres Empat Lawang Segera Dibentuk

Empat Lawang, SN
Harapan warga Empat Lawang memiliki Mapolres segera terwujud. Dari 27 usulan Polres di Mapolri, hanya 7 yang disetujui, termasuk diantaranya usulan Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati. "Alhamdulillah, usulan kita masuk dalam 7 yang disetujui," ujar Bupati H Budi Antoni Aljufri SE MM, kemarin.

Kata HBA, sebelumnya Kapolda Sumsel didampingi Kapolres Lahat paparan di Mabes Polri mengenai kesiapan, kebutuhan dan berbagai hal tehnis yang berkaitan dengan pendirian Mapolres. Nah, setelah menimbang hasil pemaparan tersebut Kapolri menyatakan usulan Empat Lawang disetujui. "Kita patut bersukur," imbuhnya.

Pemerintah menyambut baik dan siap memberikan dukungan penuh, saat ini pemerintah sudah menghibahkan lahan di jalan poros, persisnya di samping kantor KPU Kabupaten Empat Lawang. Kalaupun lahan yang disiapkan masih kurang pemerintah siap menambah sesuai kebutuhannya. Pun mengenai fisik Mapolres, pemerintah Empat Lawang siap menganggarkan dalam anggaran daerah dengan dukungan APBD Provinsi.

Sementara itu, Hendri warga Empat Lawang menyambut baik disetujuinya usulan Mapolres ini, menurutnya stabilitas keamanan di Empat Lawang hanya bisa dilayani oleh Polres, jika mengandalkan Polsek tidak akan maksimal sebab keterbatasan wewenang dan personil. "Insya Allah Empat Lawang bisa aman," ujarnya.

Sekedar mengingatkan, warga berkali mendesak Pembentukan Mapolres. Pasalnya hampir setiap hari terjadi kasus kejahatan, utamanya kasus penodongan sepeda motor. Keberdaan Polres saat ini tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan Empat Lawang yang sudah menjadi kabupaten definitif. (eko)

Kenaikan Tarif PDAM Dinilai Wajar


Muaradua, SN
PDAM Tirta Saka Selabung OKU Selatan berupaya meningkatkan pelayanan sehingga dalam rangka percepatan penyediaan air minum di OKU Selatan pihak manajemen dinilai wajar menaikkan tarif dasar PDAM.

Hal itu dijelaskan Jhon Kartajasa Direksi PDAM Tirta Saka Selabung OKU Selatan. "Guna mengatasi permasalahan yang terjadi pada PDAM secara gradual kenaikan tari air minum mendesak agar dalam melakukan pembenahan perbaikan teknis dilapangan lebih efektif. Sehingga diharapkan tidak ada lagi pandangan miring dari masyarakat terhadap kinerja PDAM," katanya.

Lebih lanjut dikatakan manajemen PDAM sebagai penyedia layanan terhadap konsumen, tentu memiliki keterbatasan, sehingga dalam hal kinerja bersifat terbuka dan menerima kritikan tentang PDAM sebagai bahan evaluasi.

""Kami akan merubah image PDAM yang kerap kali lamban dalam merespon keluhan pelanggan, seperti halnya air keruh dan berwarna kuning serta tersendatnya distribusi air. Maka sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, kami menaikkan tariff dasar yang bervariatif. Hal itu diharapkan akan membawa perubahan yang lebih baik perusahaan daerah air minum kedepan, disamping terpenuhinya kebutuhan air bersih masyarakat, struktur organisasi tidak menyalahi peraturan perundangan yang berlaku,” jelasnya.

Terpisah Sarofi warga Tangsi menanggapi kenaikan tarif air tentu setuju dengan perbaikan pelayanan yang dijadikan alasan dan prioritas. Tetapi bila semua pihak serius terhadap perbaikan pelayanan sehingga penyesuaian tarif pasti didukung semua pihak.

"Bagaimana mungkin pengadaan water meter saja belum diperbaharui, kok tiba-tiba tarif naik,” jelasnya.

Menurutnya, penyesuaian tarif yang didahului penggantian water meter akan efektif membuat pemerataan pemakaian air dan penggunaan air menjadi efisien, oleh karena masih banyaknya daerah pelayanan PDAM yang belum maksimal terlayani air dengan alasan keterbatasan ketersediaan air baku.

"Maka dengan kenaikan struktur tarif yang baru PDAM harus pula ikut menentukan pola konsumsi dan penggunaan air baku untuk tiap pelanggan secara efektif dan efisien,” pungkasnya. (dan)

Gelap Gulita, Warga Muaradua Berharap Lampu PJU Dipasang

Muaradua, SN
Warga Kota Muaradua mengharapkan Pemerintah Daerah setempat memasang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sejumlah ruas jalan di pusat kota. Pasalnya, selama ini sejumlah ruas jalan di Muaradua gelap gulita. Meskipun sejumlah titiklokasi sudah terpasang lampu jalan, jumlahnya hanya sedikit dan tidak memadai. Itupun
sudah banyak yang padam tak terawat.

Samsidar (40) warga Tangga Batu Muaradua mengatakan, sebagaimasyarakat tentu akan merasa bangga dengan daerahnya sendiri jika sajapemerintah daerah merasa berkepentingan dan konsekuen memajukan daerah dengan memberikanpelayanan publik yang baik.

"Keberadaan PJU selain jumlahnya sedikit, kualitas Lampu Jalanyang ada juga jelek karena tidak terang. lampunya juga tidak bagus dan ketinggalan zaman,” katanya.

Menurutnya, selama ini suasana kota Muaradua memang hidup pada malam hari. “Namun hal itu karena banyaknya pedagang dan sejumlah pertokoan yang memang buka hingga malam hari. Kota Muaradua boleh dikatakan berdenyut hingga tengah malam hari,tetapi semua itu bukan hasil kerja pemerintah daerah, tetapi usaha masyarakat sendiri," ungkapnya.

Dia berharap pemerintah daerah setempat segera membuat terobosan untuk membuat wajah kota Muaradua menjadi lebih semarak jangan hanya pandai berjanji. "Salah satunya dengan mengupayakan pemasangan lampu jalan yang terang disepanjang jalan utama, baik kearah Mapolres dan sepanjang jalan utama keluar dan kedalam
kota Muara Dua,” pungkasnya. (dan)

PMI Prabumulih Sosialisasi di 6 Kecamatan

Prabumulih, SN
Ketua PMI kota Prabumulih beserta rombongan, Selasa (28/2) melakukan kunjungan kerja ke kecamatan Prabumulih Timur. Kunjungan ini dalam rangka sosialisasi rencana kerja dan program PMI kedepan.

Rencananya, kunjungan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Kota Prabumulih, Dra Hj Herawati Mkes akan dilakukan di enam kecamatan di Kota Prabumulih yakni, Kecamatan Prabumulih Timur, Prabumulih Barat, Prabumulih Utara, Selatan Rambang, Kapak Tengah, dan Kecamatan Cambai.

Kunjungan kali ini, di sambut langsung oleh Camat Timur, Eliyansyah dan Ketua PMI kota Prabumulih Timur, Yugas Wilis BSC, di ruang aula kantor Camat Timur.

Dalam sambutannya, Ketua PMI Prabumulih, Dra Herawati mengatakan maksud dan tujuan kunjungan kerja PMI Cabang kota Prabumulih di setiap Kecamatan untuk mensosialisasikan program kerja Palang Merah Indonesia (PMI) dan rancangan anggaran kerja PMI kedepanya untuk jangka pendek dan jangka panjang serta untuk membantu masyarakat kota Prabumulih pada umumnya dalam hal pendonoran darah.

"Rencananya kita juga akan melakukan bakti sosial, di antaranya bantuan bencana alam yang memang menjadi prioritas PMI selain pendonoran darah," kata Herawati.

Sementara itu, Camat Prabumulih Timur, Eliyansyah mengatakan saat ini pihaknya sudah memberikan tempat untuk kegiatan PMI di Kecamatan Timur. "Dan semoga program PMI di kota Prabumulih ini, bisa menyentuh masyarakat, khususnya dalam hal pendonoran darah," tandasnya. (and)

Terminal Belum Diserahterimakan, Dishub Belum Berani Tarik Retribusi

Indralaya, SN
Dengan alasan masih ada proyek yang belum dilaksanakan, terminal tipe B yang beralamat di Kelurahan Timbangan, belum diserahterimakan dari Pemprov Sumsel kepada Pemkab Ogan Ilir (OI).

Padahal, pembangunan proyek yang menelan dana puluhan miliar itu sudah memasuki tahap keenam. Akibatnya, aktivitas penarikan retribusi terhadap sejumlah jenis kendaraan angkutan umum belum dilakukan.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Telekomunikasi (Dishubkominfo) OI, Drs Mustarsyah melalui Kabid Sarana dan Prasarana Telekomunikasi dan Perkeretaapian, Nazori mengatakan, alasan belum diserahterimakan terminal tipe B ini karena masih ada proyek yang
belum dilaksanakan.

"Saat ini pihak Dishub masih menunggu, karena salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab OI diharapkan dari penarikan retribusi," katanya, ditemui, Selasa (28/2).

“Memang masih ada proyek tambahan yang belum dilaksanakan, diantaranya pembangunan los pasar dan pagar yang diperkirakan menelan dana Rp 6 Miliar. Kita belum tahu kedua proyek itu dibangun, karena semuanya menunggu kucuran dana APBN,” tambah Nazori, seraya menambahkan bila pembangunan terminal telah menelan dana APBN sebesar Rp 43 Miliar.

Nazori juga menjelaskan, dengan belum diserahterimakannya terminal tipe B ke Pemkab OI, maka pihaknya belum bisa maksimal dalam penarikan retribusi bagi sejumlah jenis angkutan umum, seperti bus AKDP, mobil angkut dan sejenisnya.

“Selama ini hanya kendaraan jenis truk yang dipungut retribusinya, sementara mobil angkutan umum lainnya belum kita tarik akibat terminal itu belum diresmikan,” katanya.

Keinginan pihak Dishubkominfo, sambungnya, agar terminal itu segera diserahterimakan, karena juga berpengaruh terhadap pengecekan kelayakan jalan bagi angkutan umum tersebut.
“Sebab, bila terminal type B itu sudah diserahterimakan, maka semua kendaraan angkutan umum diharuskan masuk terminal dan disanalah petugas Dishub akan menarik
retribusinya. Kalau sekarang kita belum berani melaksanakannya,” pungkas Nazori. (man)

Perbaikan Hanya Tambal Sulam, Jalan Pagaralam-Lahat Kembali Rusak Berat

Pagaralam, SN
Jalan penghubung, Kota Pagaralam Kabupaten Lahat, hingga tembus ke Kabupaten Manna, Provinsi Bengkulu yang merupakan jalan provinsi yang kerusakannya diperbaiki dengan cara tambal sulam, saat ini kembali mengalami kerusakan.

Kepala Dinas PU Kota Pagaralam, Ir H Yunali, mengatakan setidaknya terdapat puluhan titik jalan lintas Pagaralam-Lahat yang mengalami kerusakan meskipun sudah dilakukan perbaikan dengan sistem tambal sulam, yaitu di Dusun Bandar, Lubuk Buntak, Kecamatan Dempo Selatan, dan Dusun Pelangkenidai, Karang Dalo Kecamatan Dempo Tengah, serta Dusun Pagaragung, Desa Ujanmas, Kerinjing, Gunung Agung Kecamatan Dempo Utara.

"Memang secara geografis daerah ini berada di perbukitan dan banyak jurang, sehingga sangat rawan longsor termasuk kerusakan akibat jalan kembali berlobang. Kalau musim hujan sebagian jalan yang berada di daerah rendah mudah tergenang air dan rusak aspal jalan terkelupas," kata dia, Selasa (28/2).

Dia menyatakan, selain itu 70 persen jalan provinsi yang berada di Kota Pagaralam tidak memiliki drainase, sehingga sering digenangi air dan mengakibatkan jalan menjadi cepat rusak. Apalagi, dalan kurun waktu Desember hingga Februari 2012 ini curah hujan cukup tinggi.

"Sekarang baru dilakukan perbaikan ringan, berupa tambal sulam untuk lubang-lubang kecil. Namun mengingat kondisi saat ini cukup banyak infrastruktur rusak sehingga tidak semua dapat dilakukan perbaikan oleh pihak Provinsi Sumsel," terangnya.

Namun demikian, kata Yunali pula, guna mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana alam, Pemkot Pagaralam sudah melakukan kerja sama dengan Polres dan Dishub setempat dan sudah membentuk tim, untuk melakukan penanggulangan jika suatu saat bencana alam benar-benar terjadi.

"Daerah paling parah rusak jalannya berada di tiga tempat di wilayah Kota Pagaralam, selain rawan terjadi bencana longsor dan jalan yang sempit, yaitu di kawasan Liku Endikat dan Kawasan Liku Lematang Indah," kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Kota Pagaralam, Drs H Agustiar Effendi mengatakan beberapa daerah di wilayah Pagaralam, seperti kawasan Liku Endikat, kawasan Liku Lematang Indah, dan Kawasan Gunung Dempo pada musim hujan ini rawan terjadi longsor, sehingga akan menimbulkan gangguan terhadap kelancaran lalu lintas.

"Sebagai langkah antisipasi terutama pada daerah-daerah yang merupakan jalur transportasi utama, kami telah bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Dinas Pekerjaan Umum, Pemkab Lahat, dan Polres Kota Pagaralam untuk lebih waspada dan siaga," katanya.

Kemudian, jika terjadi longsor dijalur utama Pagaralam Lahat pihaknya bekerjasama dengan Dinas PU Kota Pagaralam dan Satlantas Polres Kota Pagaralam telah menyiagakan anggota dan beberapa alat berat. Hal ini agar lalulintas yang ada dapat aman tanpa ada hambatan. Kemudian, untuk mengalihkan jalur pihaknya juga telah memantau beberapa jalur alternatif yakni Simpang Mbacang Kota Pagaralam-Selawi Kabupaten Lahat.

"Mengenai rawannya Kota Pagaralam akan bencana longsor dari jauh-jauh hari kita telah menyiagakan alat berat berupa ekskavator dan bloder. Kemudian, jika alat-alat yang ada tersebut nantinya tidak dapat digunakan pihaknya akan meminta bantuan kepada pihak UPTD PU Lahat," katanya. (asn)

Daftar Tunggu Haji Capai 1.000 Orang

Pagaralam, SN

Daftar tunggu calon haji, Kota Pagaralam, yang sudah masuk ke Kantor Kementrian Agama, setempat, mencapai 1.000 orang hingga Februari 2012.

"Memang warga yang sudah mendaftar untuk berangkat menunaikan ibadah haji cukup banyak sementara kuota cukup terbatas, terhitung Desember 2011 sudah mencapai 771 orang, kini bertambah mencapai 1.000 orang, sementara jatah untuk Pagaralam cukup terbatas," kata Kepala Kementrian Agama, Kota Pagaralam, H Muhammad Asri, Selasa (28/2).
Ia mengatakan, membludaknya pendaftar haji tentunya akan berpengaruh dengan peningkatan daftar tunggu, bahkan untuk 1.000 orang warga yang sudah mendaftar baru bisa diberangkatkan semua hingga 2021 mendatang.

"Kalau berpedoman dengan data tersebut baru bisa diberangkatkan semua 2021 mendatang, karena setiap tahun kuota haji untuk Pagaralam selalu dikurangi, dan tidak sebanding dengan jumlah yang ingin menunaikan ibadah haji," ungkap dia.

Kemudian, kata dia, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar kuota haji bisa ditambah sekitar 30 persen agar daftar tunggu tidak terjadi penumpukan.

"Namun hingga kini belum ada tanggapan baik dari Kantor Wilayah (Kanwil), Kementrian Agama, Sumsel, dan Kementrian Agama pusat," ungkap dia.

Untuk memperlancar proses pendaftaran calon haji, Kementrian Agama, Kota Pagaralam, mulai 2017 membuat kebijakan dengan memberlakukan pendaftaran melalui Kantor Urusan Agama (KUA).

“Ketentuan ini dilakukan untuk mempermudah pendataan dan kelancaran perlengkapan administrasi, namun data online tetap diberlakukan di Kementrian Agama. Perbedaan tahun 2017 dalam penerimaan CJH melibatkan KUA di lima kecamatan di Kota Pagaralam,” ujar dia.
Ditambahkan Asri, memang untuk kuota jamaah haji diseluruh dunia dibatasi sehingga ini berpengaruh dengan ketersediaan kuota untuk Indonesia khususnya daerah termasuk Pagaralam.

"Kalau mereka mau cepat gunakan haji plus, hanya saja biayanya tinggi dan fasilitas yang diberikan juga lebih mewah," ungkapnya.

Wakil Walikota Pagaralam, Hj Ida Fitriati, meminta kepada Kementerian Agama setempat, mencari solusi terbaik dalam pelaksanaan pendaftaran calon haji sehingga tidak menimbulkan persoalan baru.

“Kita menginginkan kedepan sistem pendaftaran haji bagi masyarakat Kota Pagaralam, jauh lebih baik dari sebelumnya, bukan berarti sebelumnya tidak baik, namun harus terus dievaluasi dengan melahirkan kemudahan dan tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat dalam menunaikan ibadah haji," ungkapnya. (asn)

Andrie Wongso: Sukses Bukan Kebetulan dan Keberuntungan

Muara Enim, SN
Sukses bukan sebuah kebetulan ataupun keberuntungan. Melainkan, untuk mencapainya harus melalui usaha, komitmen dan pengorbanan. Pernyataan tersebut di sampaikan oleh motivator ternama Indonesia Andrie Wongso dalam acara Temu Mitra Coorporate Social Responsibility (CSR) PT. Bukit Asam (Persero) Tbk, Selasa (28/2), di Gedung Serba Guna (GSG) Lantai 4 Kantor PTBA Tanjung Enim.

Menurut Andrie, hidup maju, sukses dan sejahtera adalah hak semua orang yang mau berjuang. Seseorang yang memiliki mental yang 'miskin' akan sangat membahayakan bagi kehidupan dirinya, orang di sekitar dan juga lingkungannya. Negara yang memiliki masyarakat bermental 'miskin' maka akan sulit untuk maju.

“Untuk dapat sukses, maka dibutuhkan usaha. Keberhasilan tidak dapat di raih secara instan, namun harus melalui sebuah rangkaian proses. Bila kita malas maka, kemiskinan tidak akan bisa dirubah," ujar Andrie.

Lanjutnya, untuk dapat sukses maka dibutuhkan keberanian, komitmen, pengorbanan dan kegigihan. Dalam hal ini, pola pikir seseorang akan sangat menentukan hasil akhir. Pola pikir yang buruk akan mendatangkan hasil yang negatif. Sebaliknya, berpikir baik maka akan melahirkan sikap yang benar dan positif.

Dia menceritakan pengalamannya, sebagai anak yang lahir dari keluarga miskin, ia hanya mampu bersekolah sampai kelas IV SD dan tidak tamat. Namun, dengan mimpi-mimpi yang tinggi, kesungguhan, disiplin serta tekad yang besar, dirinya mampu meraih kesukseskan hingga saat ini.

"Saya tidak tamat SD. Tapi saya bisa sukses. Sebab,dengan disiplin dan kerja keras semua akan bisa diwujudkan," tegas dia.

Namun demikian, kata dia, dirinya tidak pernah beranggapan kalau sekolah itu tidak penting. Sebab, untuk membangun daerah dengan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing dengan bangsa luar maka dibutuhkan orang-orang yang berpendidikan.

"Sekolah itu sangat penting, karena negara ini membutuhkan orang-orang yang cerdas dan berpendidikan," imbuhnya.

Sementara itu, Senior Manager (SM) Penambangan PTBA Syafrullah Prabu menuturkan, kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 400 peserta dari mitra CSR PTBA. Dalam hal ini, pihaknya sengaja mengundang motivator ternama Indonesia Andrie Wongso untuk dapat menularkan semangat dan rahasia kesuksesan bagi para mitra CSR ini.

Hal ini juga sesuai dengan tema yang diambil yakni 'Dengan Silahturahmi Kita Tingkatkan Keberhasilan menuju UKM Sejahtera Mandiri dan Berwawasan Lingkungan.

"Dengan motivasi yang disampaikan oleh bapak Andrie Wongso ini, kami ingin para mitra CSR PTBA ini dapat lebih termotivasi untuk bisa lebih maju dan sukses," ungkapnya. (yud)

HUT ke-5, Hanura OKI Santuni Veteran

Kayuagung, SN
10 orang veteran dan 18 anak yatim piatu menerima santuan berupa uang tunai dari DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) OKI, Selasa (28/2). Santunan diberikan dalam rangka memperingati HUT ke-5 Hanura dan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, dalam moment yang sama di Sekretariat DPC Partai Hanura OKI juga dilakukan bhakti sosial berupa donor darah, kesenian tradisional Dul Muluk dan tausiyah. Tampak hadir pengurus DPC dan PAC Hanura se-OKI serta ratusan warga setempat.

Juni Alpansuri SSi selaku Ketua DPC Hanura OKI mengatakan, HUT ke-5 Hanura yang diperingati bersamaan maulid nabi dilakukan partainya ini untuk memacu semangat para kadernya, meningkatkan kebersamaan, konsolidasi untuk pemenangan Pemilu 2014 mendatang.

”Hanura juga memberikan perhatian kepada sesama berupa uang santunan kepada veteran, anak yatim, dan yatim piatu,”katanya sembari mengajak semua kader untuk meningkatkan solidaritas kepada sesama manusia dan meningkatkan disiplin semua kader.

Diceritakannya, meskipun saat ini Hanura seperti bayi karena baru berusia 5 tahun namun dapat diterima dengan baik di masyarakat. Buktinya pada Pemilu 2009 lalu yang saat itu usia Hanura baru 2 tahun, namun untuk di OKI bisa meraih 4 kursi di DPRD OKI.

Drs Nazaruddin Badar selaku Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Hanura OKI menambahkan, Pemilu 2014 memang masih cukup lama dinanti namun pihaknya punya impian besar. Tak tanggung-tanggung, 10 kursi di DPRD OKI merupakan target partai ini pada Pemilu nanti.

Upaya yang akan dilakukan kata dia, menggelar kegiatan kemasyarakatan seperti bhakti sosial, sosialisasi partai meskipun hingga sekarang pihaknya belum membuat jadwal atau agenda itu. Setiap kecamatan di OKI yakni 18 kecamatan akan dibentuk Bappilu, memberikan pembekalan kepada kader di kecamatan untuk menjadi juru kampanye. (iso)

Foto: Ketua DPC Hanura OKI memotong nasi tumpeng

Pemerintah Diminta Turun Tangan


* Terkait Anjloknya Harga Sayur Mayur dan Buah-buahan

Palembang, SN
Harga sayur mayur dan buah-buahan di beberapa kabupaten dan kota di Sumsel saat ini turun drastis, akibatnya petani harus menanggung kerugian yang tidak sedikit. Anjloknya harga sayur mayur ini, disinyalir akibat waktu panen di beberapa daerah yang dilakukan bersamaan dan banyaknya sayur mayur yang datang dari luar.

Seperti yang terjadi di Kota Pagaralam, harga beberapa sayur-mayur dipasar tradisional, mengalami penurunan hingga lebih dari 100%. Seperti terong panjang, semula Rp3000/kg langsung merosot menjadi Rp500/kg. kemudian, sawi yang awalnya Rp2000/kg, turun menjadi Rp1000/kg.

Menanggapi ini, Anggota Komisi II DPRD Sumsel, Ir Holda menilai, pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini Pemprov Sumsel dan pemerintah daerah setempat harus segera turun tangan. Tujuannya, agar kerugian petani tidak terlalu besar dan harga tidak turun drastis.

“Jadi, dengan adanya turun tangan pemerintah, mudah-mudahan para petani bisa menghadapi keadaan seperti ini. Apalagi sekarang, cuaca sedang musim hujan, jadi sayur-sayuran itu cepat rusak. Kemudian, petani itu pada posisi panen raya serentak,” ungkapnya, ditemui Selasa (28/2).

Menurut Holda, anjloknya harga sayur mayur itu, salahsatunya akibat adanya panen raya yang terjadi dalam satu siklus, otomatis, dengan melimpahnya hasil panen raya tersebut, harganya pun ikut 'panen' juga.

Holda berharap, kedepan petani harus mengatur musim tanamnya. jadi kalau daerah satu panen terong, maka daerah yang lain panen cabe, jadi ada sistem pertanian yang bergilir.

Selain itu, saat ini pihaknya juga sudah berfikir bagaimana menciptakan industri hilirnya, bukan hanya industri hulunya saja. “Misalkan, produksi cabe sudah banyak, bagaimana dibangun juga industri kecil untuk produski cabe yang sudah ditumbuk atau yang lainnya. Tapi yang paling penting itu tanaman untuk pasca panennya, jadi tanaman dari hasil produksi itu sedikit dapat bertahan lama, dibanding dengan hasil panen yang langsung dijual dengan harga yang murah,” bebernya.

Senada, Wakil Ketua DPRD Sumsel, MA Gantada, mengatakan jika memang pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani, maka pemerintah harus ikut campur tangan dalam pengendalian harga dan sistem distribusi.

“Kemudian dibuatkan dalam bentuk-bentuk yang lain, hingga hasil panen sayur tersebut bisa awet. Itu (harga anjlok) juga terjadi pada buah-buahan yang panennya musiman seperti duku, rambutan dan sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, kalau semua pihak mau meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat petani, yang perlu diperhatikan itu adalah produksi atau kemampuan produksi petani dan kemampuan menjualnya.

“Dari sisi produksi, masyarakat petani di Pagaralam kita lihat sudah cukup. Tapi sekarang bagaimana dengan kemampuan menjual, ada dua faktor, yakni pengaruh harga pasar dan dari barang produksi itu karena ada hukum pasar, semakin banyak barang maka akan semakin turun harga, kalau permintaan banyak dan barangnya banyak,” pungkasnya. (awj)

Panja Batal, LSM Desak 'Uda' Dicopot

Baturaja, SN
Angan konsorsium LSM Kabupaten OKU membawa persoalan debu Semen Baturaja ke Panitia kerja (panja) Komisi II DPRD OKU berakhir kandas, Senin (27/2). Selasa (28/2) mereka balik mendesak Bupati OKU Drs H Yulius Nawawi untuk segera mencopot 'Uda' salah satu pejabat penting di OKU yang dinilai berperan menjadi 'biang' kegagalan itu karena dianggap tidak berpihak dengan rakyat sebagai korban debu .

Konsorsium LSM (persatuan puluhan LSM) Kabupaten OKU pimpinan Dewantara Jaya SP bersama sejumlah rekannya Selasa (28/2) sengaja datang ke pemkab OKU untuk menghadap Bupati Drs H Yulius Nawawi mendesak 'uda' dicopot dari jabatanya sebagai salah satu kepala bagian di setda OKU yang dinilai punya peran penting dalam kegagalan dibentuknya Panitia kerja (panja) komisi II DPRD OKU pimpinan Malkomar du’i SH, sayangnya Bupati sedang dinas luar, sedangkan Wakil Bupati Drs H Kuryana aziz memimpin rapat hingga siang, begitu juga Sekda Drs H Umirtom sedang ada urusan penting.

"Persoalan debu semen Baturaja yang menjadi keluhan warga di ring I ini sengaja kami bawa ke komisi II DPRD OKU untuk dibentuk panitia kerja supaya masyarakat paham apa penyebab debu yang dimuntahkan dari PTSB ini, realisasinya Senin (27/2) kemarin rapat antara PTSB dan komisi II berikut konsorsium LSM digelar, tapi hasilnya pertemuan itu tak lebih sebagai ajang 'cari muka' oknum dewan yang belakangan diketahui sudah diatur sampai berakhir di rumah makan salah satu anggota dewan kawasan sukajadi, kami cukup bukti jika “uda” sejak sore hingga pagi sebelum rapat yang di gelar komisi II sudah melakukan loby terlebih dahulu dengan ketua komisi Malkomar du’i dirumahnya, bahkan pada saat peretemuan di DPRD “uda” ikut hadir di situ, yang kami pertanyakan posisi pejabat ini tidak ada korelasinya dengan persoalan yang akan dibahas, bahkan kedatangan 'uda' tidak di undang oleh komisi II," papar Dewantara jaya.

Sementara 'uda' yang dikonfirmasi menyangkut persoalan ini mengaku punya niat baik ingin ikut menyelesaikan persolan karena tempat tinggalnya juga ikut menjadi korban debu.

"Masya allah, kalaupun saya ikut kerumah Malkomar hanya disebabkan kekerabatan saya dengan Husin, tidak sedikitpun niat saya untuk menggagalkan rencana mereka, kedatangan saya juga di DPRD tak lebih sekedar ingin tau persoalan yang sebenarnya kenapa tidak kunjung usai sebab tempat tinggal saya juga masuk dalam lingkaran Ring I yang mereka persoalkan itu, kalaupun ada desakan saya harus di copot dari jabatan kepala bagian terserah pimpinan yang punya wewenang, bagi saya hidup ini hanya nilai kebaikan saja, jangankan jabatan nyawapun kita harus pasrahkan pada yang kuasa,” terang uda. (had)

Kasus Wisma Atlet Makin Meluas, SBY Harus Tegas


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

PARTAI Demokrat yang saat ini tengah berkuasa dan sepanjang sejarahnya selalu baik-baik alias sangat santun, akhirnya harus menelan pil pahit. Petinggi PD akhirnya harus hilir mudik pengadilan karena tersandung kasus korupsi wisma atlet SEA Games. Seperti hari ini, lanjutan sidang akan meminta keterangan Angelina Sondakh Rosa Manulang.
Tak hanya itu Andi Malarangeng juga harus duduk di kursi sidang, walaupun hanya sebatas saksi. Sebelumnya sudah ada mantan Bendahara Umum PD M Nazaruddin.
Hanya untuk dingat, padahal selama ini Presiden sebagai Pembina PD selalu menyatakan di garda terdepan untuk pemberantasan korupsi.
Kini kasus wisma atlet terus berkembang, meluas dan banyak korbannya. Bahkan KPK akan mengusut tiga menteri yang minta fee ke Rosa. Tentu pertanyaan mengarah ke penguasa, ada apa ini? Mengapa lingkaran kekuasaan banyak yang terlibat maling uang negara.
Untuk mengingatkan dan menyegarkan ingatan, dua kader Demokrat yaitu Angelina Sondakh dan Muhammad Nazaruddin diduga terlibat korupsi Wisma Atlet Sea Games di Palembang. Angelina Sondakh diduga pernah meminta komisi atas golnya proyek itu sekitar Rp 200 miliar.
Sementara Bendahara Partai Demokrat Nazaruddin diduga menerima suap Rp 25 milyar terkait proyek tersebut.
Sejak kasus korupsi Wisma Atlet menyeruak dan diduga keras melibatkan kader Partai Demokrat, partai penguasa tersebut sudah menyiapkan sanksi bagi kadernya yang terlibat korupsi. Tetapi kenyataannya, sanksi untuk kader partai tersebut diberikan sangat hati-hati dan pelan-pelan. Harusnya partai yang saat ini berkuasa harus tegas untuk pemberantasan korupsi ini. (***)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.