PALEMBANG –
PT KA Kertapati Palembang, mengeluarkan kebijakan tidak lagi melayani penjualan tiket berdiri baik untuk kelas eksekutif, bisnis maupun ekonomi. Semua tiket penumpang,100% dijual berdasarkan kursi yang tersedia di dalam gerbong. “Pemberlakukan ini sudah dimulai sejak 1 Oktober 2011, bahwa PT KA memberlakukan sistem kebijakan layanan okupansi 100% untuk kereta kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi. Artinya, tidak lagi dijual tiket penumpang berdiri atau tanpa tempat duduk,” ungkap Kepala Satisun Besar KA Kertapati, Palembang Joni Martinus saat dihubungi,kemarin.
Dengan kebijakan ini,maka kapasitas maksimum penumpang sesuai dengan jumlah tempat duduk masing-masing kereta kelas eksekutif, bisnis maupun ekonomi,khususnya untuk KA jarak jauh. Karena, kata Bambang,selama ini penjualan tiket berdiri masih diberlakukan bagi penumpang kelas bisnis dan eksekutif dengan batas toleransi yang ditetapkan.
“Langkah pembatasan penumpang dan penghapusan tiket berdiri untuk KA jarak jauh itu dalam rangka menjamin keamanan dan kenyamanan pelayanan kepada penumpang kereta api. Jadi tidak diperkenankan lagi adanya penjualan tiket berdiri,”kata Joni.
Menurut dia, setiap stasiun yang tidak memiliki sistem online juga tidak lagi diperkenankan untuk menaikan atau menurunkan penumpang yang tidak di stasiun, dengan alasan tidak memiliki tiket. Bahkan, sebagai upaya mengantisipasi masih adanya penumpang nakal, maka pihaknya tidak memberlakukan tiket peron.
“Sejak berlakunya aturan tersebut, yang diperbolehkan masuk ke stasiun hanya bagi penumpang saja, sementara pengantar atau lainnya tidak diperkenankan. Bahkan, untuk mengantisipasi jumlah penumpang kita siapkan gerbong tambahan, agar semua penumpang duduk atau tidak ada yang berdiri,”ulasnya.
Manajer Humas PT KA Divre III Sumsel Jaka Jarkasih menyatakan, menginjak usianya yang ke-66, PT KA makin banyak menunjukkan perubahan untuk menciptakan sebuah sarana transportasi massal dengan mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat.
“Pembangunan selalu kita lakukan, guna menciptakan sebuah sarana transportasi yang baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat atau insan perkereta apian. Perubahan yang dilakukan PT KA tentunya menginginkan sesuatu yang terbaik bagi masyarakat, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap kereta api,”jelasnya.
Terpisah,seorang pengguna jasa kereta api, Gibraldi, 31, mengaku cukup senang dengan pemberlakukan penjualan tiket sesuai dengan jumlah tempat duduk yang tersedia.Sebab, menurut warga asal Lubuklinggau ini, dengan adanya aturan itu tentunya tidak akan ada lagi desak-desakan antarpenumpang hingga harus berdiri.
“Iya kalau jarak dekat, Palembang- Lubuklinggau kan cukup jauh.Kalau kita berdiri bisa dibayangkan sendiri seperti apa keadaan kita,”katanya. (ibr/ars/sin)
Senin, 03 Oktober 2011
Warga Palembang Diimbau Segera Simpan Air
PALEMBANG–
Warga Kota Palembang diimbau untuk segera menyimpan air di bak penampungan. Pasalnya, pada Selasa (4/10) dan Rabu (5/10) pihak PDAM Tirta Musi akan menghentikan pasokannya ke sejumlah wilayah.
Daerah yang akan dihentikan pada Selasa (4/10) antara lain Kecamatan Seberang Ulu I, Seberang Ulu II,Plaju,dan Kertapati. Sedangkan wilayah yang akan mengalami gangguan distribusi air pada Rabu (5/10) antara lain daerah simpang Polda – Pakjo, KM 5, Sukabangun I dan II,Alang-Alang Lebar,Kemuning,Seduduk Putih dan sekitarnya, serta Polygon.
Diperkirakan sekitar 80.000 pelanggan akan merasakan dampak dari penghentian pasokan ini. “Kita berharap warga yang terkena dampak dari penghentian ini agar menyiapkan langkah antisipasi dengan menampung air di bak-bak penampungan masing-masing, untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama pengaliran terganggu,” ujar Direktur Teknik PDAM Tirta Musi Stephanus, kemarin.
Stephanus menjelaskan, gangguan distribusi yang dipastikan akan dialami warga tersebut dikarenakan pihaknya akan melakukan perubahan jalan pipa utama untuk air bersih menuju pelanggan di unit pelayanan Karang Anyar dan Booster km 4. Pipa dan booster tersebut selanjutnya akan digunakan untuk distribusi air kepada pelanggan di unit pelayanan Sako Kenten.
Selama pengerjaan ini,PDAM terpaksa menghentikan sementara produksi air mulai pukul 08.30 (4/10) – 08.30 WIB (5/10). “Secara teknis, kita akan melakukan pemasangan pipa transmisi baru berdiameter 700 mm steel di IPA Karang Anyar (Gandus) sebagai jalan pipa utama tersebut. Sehubungan dengan itu, mengakibatkan produksi dan supply air menuju booster km 4 akan terganggu sementara,”ungkap Stephanus di ruang kerjanya, kemarin.
Alasan adanya pemasangan pipa baru tersebut, lanjut Stephanus, karena pipa yang lama dinilai sudah tidak bagus dan kondisi tanahnya sudah rawan. Sehingga,dipastikan pengaliran air bisa tidak maksimal pada masa ke depannya.“Kita sudah buat tim khusus untuk membantu memasok air di booster km 4, sehingga 45.000 pelanggan di wilayah tersebut bisa dibantu,” ujarnya.
Adapun untuk 35.000 warga empat kecamatan di Seberang Ulu dipastikan akan mengalami gangguan distribusi air pada Selasa (4/10) dari pukul 20.00 – 08.00 WIB (5/10). Hal tersebut karena adanya pekerjaan pembangunan instalasi air bersih yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK) Pemprov Sumsel bekerja sama dengan PT Cargill.
Pekerjaan tersebut untuk dalam upaya provinsi dalam menyediakan jaringan air ke venue di Jakabaring. Adapun PDAM Tirta Musi hanya sekadar mem-back up pekerjaan tersebut. Stephanus menjelaskan,pihak PUCK Pemprov sudah membangun instalasi air bersihnya. Adapun pengerjaan yang akan dilakukan pada Selasa nanti, hanya untuk mengkoneksikan pipa sumber ke pipa isap.
Pipa sumber sendiri berdiameter 900 mm sedangkan pipa isap berdiameter 300 mm dan 400 mm.“Karena itu, penyaluran air untuk 35.000 pelanggan di empat kecamatan tersebut akan terganggu selama 12 jam,”urainya.
Sebelumnya,Direktur Utama PDAM Tirta Musi Syaiful DEA mengatakan, untuk penyaluran air 24 jam,saat ini sudah ada beberapa wilayah yang dialiri PDAM selama 24 jam.Antara lain di Jalan Merdeka, POM IX, Kalidoni, dan Sungai Lais. Penambahan penyaluran air 24 jam tentu dibutuhkan peningkatan sistem, terutama untuk kemampuan pompa dan jaringan.
Karena,sistem penyediaan air tersebut harus memakai tekanan yang lebih. “Namun,untuk 15 tahun ke depan, kita memastikan akan meningkatkan tekanan volume menjadi 600–1.200 liter/detik,” ujarnya.
Sosialisasi Langsung
Dihubungi terpisah,Ketua Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Palembang Agus Tridasa mengatakan, seharusnya pihak PDAM Tirta Musi melakukan sosialisasi yang lebih kepada masyarakat terkait gangguan distribusi di dua hari tersebut. “Selain di media,pihak PDAM juga perlu menggerakkan petugasnya di lapangan untuk menyosialisasikan hal tersebut,” tukasnya.
Menurut dia, jika memungkinkan, PDAM menyiapkan alternatif lain terkait penyaluran air kepada masyarakat tersebut. Hal tersebut mengingat air sebagai kebutuhan pokok dalam kehidupan seharihari.
“Penghentian sementara distribusi air tersebut berarti mengganggu hajat hidup orang banyak, mereka yang butuh air untuk mandi, wudhu, dan segala kegiatan harian lainnya tentu terganggu meski hanya beberapa hari. Sangat diharapkan ada alternatif lain yang bisa diupayakan,” imbuhnya.
Meski demikian, Agus mengimbau kepada masyarakat yang akan terkena imbas pengerjaan pipa PDAM agar dapat berupaya sendiri untuk bersiaga air. Untuk itu masyarakat diminta untuk dapat memanfaatkan bak penampungan air lebih maksimal.(yul/sav/sin)
Warga Kota Palembang diimbau untuk segera menyimpan air di bak penampungan. Pasalnya, pada Selasa (4/10) dan Rabu (5/10) pihak PDAM Tirta Musi akan menghentikan pasokannya ke sejumlah wilayah.
Daerah yang akan dihentikan pada Selasa (4/10) antara lain Kecamatan Seberang Ulu I, Seberang Ulu II,Plaju,dan Kertapati. Sedangkan wilayah yang akan mengalami gangguan distribusi air pada Rabu (5/10) antara lain daerah simpang Polda – Pakjo, KM 5, Sukabangun I dan II,Alang-Alang Lebar,Kemuning,Seduduk Putih dan sekitarnya, serta Polygon.
Diperkirakan sekitar 80.000 pelanggan akan merasakan dampak dari penghentian pasokan ini. “Kita berharap warga yang terkena dampak dari penghentian ini agar menyiapkan langkah antisipasi dengan menampung air di bak-bak penampungan masing-masing, untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama pengaliran terganggu,” ujar Direktur Teknik PDAM Tirta Musi Stephanus, kemarin.
Stephanus menjelaskan, gangguan distribusi yang dipastikan akan dialami warga tersebut dikarenakan pihaknya akan melakukan perubahan jalan pipa utama untuk air bersih menuju pelanggan di unit pelayanan Karang Anyar dan Booster km 4. Pipa dan booster tersebut selanjutnya akan digunakan untuk distribusi air kepada pelanggan di unit pelayanan Sako Kenten.
Selama pengerjaan ini,PDAM terpaksa menghentikan sementara produksi air mulai pukul 08.30 (4/10) – 08.30 WIB (5/10). “Secara teknis, kita akan melakukan pemasangan pipa transmisi baru berdiameter 700 mm steel di IPA Karang Anyar (Gandus) sebagai jalan pipa utama tersebut. Sehubungan dengan itu, mengakibatkan produksi dan supply air menuju booster km 4 akan terganggu sementara,”ungkap Stephanus di ruang kerjanya, kemarin.
Alasan adanya pemasangan pipa baru tersebut, lanjut Stephanus, karena pipa yang lama dinilai sudah tidak bagus dan kondisi tanahnya sudah rawan. Sehingga,dipastikan pengaliran air bisa tidak maksimal pada masa ke depannya.“Kita sudah buat tim khusus untuk membantu memasok air di booster km 4, sehingga 45.000 pelanggan di wilayah tersebut bisa dibantu,” ujarnya.
Adapun untuk 35.000 warga empat kecamatan di Seberang Ulu dipastikan akan mengalami gangguan distribusi air pada Selasa (4/10) dari pukul 20.00 – 08.00 WIB (5/10). Hal tersebut karena adanya pekerjaan pembangunan instalasi air bersih yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK) Pemprov Sumsel bekerja sama dengan PT Cargill.
Pekerjaan tersebut untuk dalam upaya provinsi dalam menyediakan jaringan air ke venue di Jakabaring. Adapun PDAM Tirta Musi hanya sekadar mem-back up pekerjaan tersebut. Stephanus menjelaskan,pihak PUCK Pemprov sudah membangun instalasi air bersihnya. Adapun pengerjaan yang akan dilakukan pada Selasa nanti, hanya untuk mengkoneksikan pipa sumber ke pipa isap.
Pipa sumber sendiri berdiameter 900 mm sedangkan pipa isap berdiameter 300 mm dan 400 mm.“Karena itu, penyaluran air untuk 35.000 pelanggan di empat kecamatan tersebut akan terganggu selama 12 jam,”urainya.
Sebelumnya,Direktur Utama PDAM Tirta Musi Syaiful DEA mengatakan, untuk penyaluran air 24 jam,saat ini sudah ada beberapa wilayah yang dialiri PDAM selama 24 jam.Antara lain di Jalan Merdeka, POM IX, Kalidoni, dan Sungai Lais. Penambahan penyaluran air 24 jam tentu dibutuhkan peningkatan sistem, terutama untuk kemampuan pompa dan jaringan.
Karena,sistem penyediaan air tersebut harus memakai tekanan yang lebih. “Namun,untuk 15 tahun ke depan, kita memastikan akan meningkatkan tekanan volume menjadi 600–1.200 liter/detik,” ujarnya.
Sosialisasi Langsung
Dihubungi terpisah,Ketua Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Palembang Agus Tridasa mengatakan, seharusnya pihak PDAM Tirta Musi melakukan sosialisasi yang lebih kepada masyarakat terkait gangguan distribusi di dua hari tersebut. “Selain di media,pihak PDAM juga perlu menggerakkan petugasnya di lapangan untuk menyosialisasikan hal tersebut,” tukasnya.
Menurut dia, jika memungkinkan, PDAM menyiapkan alternatif lain terkait penyaluran air kepada masyarakat tersebut. Hal tersebut mengingat air sebagai kebutuhan pokok dalam kehidupan seharihari.
“Penghentian sementara distribusi air tersebut berarti mengganggu hajat hidup orang banyak, mereka yang butuh air untuk mandi, wudhu, dan segala kegiatan harian lainnya tentu terganggu meski hanya beberapa hari. Sangat diharapkan ada alternatif lain yang bisa diupayakan,” imbuhnya.
Meski demikian, Agus mengimbau kepada masyarakat yang akan terkena imbas pengerjaan pipa PDAM agar dapat berupaya sendiri untuk bersiaga air. Untuk itu masyarakat diminta untuk dapat memanfaatkan bak penampungan air lebih maksimal.(yul/sav/sin)
Harga Kakao Kian Melonjak
EMPAT LAWANG- Harga komoditi kakao semakin tinggi, hingga memasuki pekan pertama Oktober 2011 ini untuk jenis mutu tinggi atau kakao kering 80 persen mencapai Rp 35 ribu perkilogram. Kenaikan sudah terjadi sejak satu bulan lalu, dengan kisaran 30 persen dari harga sebelumnya sekitar Rp 25 ribu perkilogram.
Informasi dilapanga menyebutkan, kenaikan harga kakao dipicu menurunnya produksi komoditi pendamping perkebunan ini sejak musim panas beberapa bulan terakhir, bahkan tak sedikit tanaman kakao rusak hingga terancam mengalami stagnasi produksi.
Harga pasaran kakao kualitas sedang sekitar Rp 23 ribu perkilogram, sementara yang masih dalam bentuk buah atau masih basah hanya dalam kisaran Rp 15 ribu perkilogram. Kenaikan ini memberikan kegembiraan bagi petani, disisi lain menurunnya hasil produksi dan kerusakan tanaman membuat petani kualahan.
Untuk produksi kakao petani di Kecamatan Tebing Tinggi contohnya, milik Fendi (35) Desa Pancurmas, dia merasakan penurunan produksi panen sejak empat bulan terakhir, dari hasil sebelumnya perbatan mampu mencapai lima kilogram dalam dua minggu kini hanya sekitar satu kilogram saja.”Beruntung kami menanam kakao sebagai komoditi tambahan saja, jadi meskipun produksinya menurun tak menjadi kendala besar,” kata petani karet ini, kemarin (2/10).
Sementara itu Dani (34) pengumpul Kakao di Tebing Tinggi mengungkapkan kenaikan harga kakao tersebut telah menjadi stimulus positif semangat para petani untuk menjual kakao. Bahkan semangat para petani bertambah kuat untuk terus mempertahankan dan meningkatkan produksi kakao. “Kenaikan harga kakao menjadi stimulus positif bagi petani mempertahankan dan meningkatkan produksi kakao mereka”, katanya
Dia menjelaskan, berdasarkan permintaan pasar kakao mutu sedang berkisar Rp.25.000 sampai Rp.30.000 per kilogram. Sedangkan Untuk kakao mutu rendah berkisar Rp. 15.000- Rp. 20.000 per kilogram. Daniel menuturkan kalau hasil komoditi kakao tersebut dari Empat Lawang dibawa ke pasar kakao di Lampung.
Kakao asal Empat Lawang mampu bersaing dengan kakao asal Lampung baik dari segi harga maupun mutu. “Kakao asal Empat Lawang sangat mapu bersaing dengan kakao dari lampung baik harga maupun mutunya”, katanya lagi
Berdasarkan data catatan produksi kakao memang sangat menjanjikan untuk komoditas unggulan baru di Kabupaten Empat Lawang disamping Kopi. Jumlah total luas kebun kakao mencapai 715,50 hektar dengan jumlah produksi mencapai 3.825.375 ton.
Kepala Dinas Perkebunan Kehutanan dan Pertambangan Empat Lawang, Susyanto Tunut mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan merencanakan penambahan beberapa fasilitas guna menunjang produktivitas hasil petani dibidang perkebunan, khususnya perkebunan kakao atau cokelat ini..”Budidayanya akan digalakkan dan ditingkatkan agar hasil produksinya berkualitas dan Secara langsung atau tidak langsung menutupi kelemahan yang selama ini dikeluhkan petani yang sering kebingungan sehabis musim panen kopi berakhir,” imbuhnya (eko)
Informasi dilapanga menyebutkan, kenaikan harga kakao dipicu menurunnya produksi komoditi pendamping perkebunan ini sejak musim panas beberapa bulan terakhir, bahkan tak sedikit tanaman kakao rusak hingga terancam mengalami stagnasi produksi.
Harga pasaran kakao kualitas sedang sekitar Rp 23 ribu perkilogram, sementara yang masih dalam bentuk buah atau masih basah hanya dalam kisaran Rp 15 ribu perkilogram. Kenaikan ini memberikan kegembiraan bagi petani, disisi lain menurunnya hasil produksi dan kerusakan tanaman membuat petani kualahan.
Untuk produksi kakao petani di Kecamatan Tebing Tinggi contohnya, milik Fendi (35) Desa Pancurmas, dia merasakan penurunan produksi panen sejak empat bulan terakhir, dari hasil sebelumnya perbatan mampu mencapai lima kilogram dalam dua minggu kini hanya sekitar satu kilogram saja.”Beruntung kami menanam kakao sebagai komoditi tambahan saja, jadi meskipun produksinya menurun tak menjadi kendala besar,” kata petani karet ini, kemarin (2/10).
Sementara itu Dani (34) pengumpul Kakao di Tebing Tinggi mengungkapkan kenaikan harga kakao tersebut telah menjadi stimulus positif semangat para petani untuk menjual kakao. Bahkan semangat para petani bertambah kuat untuk terus mempertahankan dan meningkatkan produksi kakao. “Kenaikan harga kakao menjadi stimulus positif bagi petani mempertahankan dan meningkatkan produksi kakao mereka”, katanya
Dia menjelaskan, berdasarkan permintaan pasar kakao mutu sedang berkisar Rp.25.000 sampai Rp.30.000 per kilogram. Sedangkan Untuk kakao mutu rendah berkisar Rp. 15.000- Rp. 20.000 per kilogram. Daniel menuturkan kalau hasil komoditi kakao tersebut dari Empat Lawang dibawa ke pasar kakao di Lampung.
Kakao asal Empat Lawang mampu bersaing dengan kakao asal Lampung baik dari segi harga maupun mutu. “Kakao asal Empat Lawang sangat mapu bersaing dengan kakao dari lampung baik harga maupun mutunya”, katanya lagi
Berdasarkan data catatan produksi kakao memang sangat menjanjikan untuk komoditas unggulan baru di Kabupaten Empat Lawang disamping Kopi. Jumlah total luas kebun kakao mencapai 715,50 hektar dengan jumlah produksi mencapai 3.825.375 ton.
Kepala Dinas Perkebunan Kehutanan dan Pertambangan Empat Lawang, Susyanto Tunut mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan merencanakan penambahan beberapa fasilitas guna menunjang produktivitas hasil petani dibidang perkebunan, khususnya perkebunan kakao atau cokelat ini..”Budidayanya akan digalakkan dan ditingkatkan agar hasil produksinya berkualitas dan Secara langsung atau tidak langsung menutupi kelemahan yang selama ini dikeluhkan petani yang sering kebingungan sehabis musim panen kopi berakhir,” imbuhnya (eko)
Hari Ini Pleno KPU Muba, Akan Ada Demo
SEKAYU-SN
Puncak rekapitulasi dan penghitungan hasil pemungutan suara 27 September 2011 lalu, akan dilaksanakan hari ini Senin (3/10) di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), ini setelah seluruh 14 Panitia Pemilihan Kematan (PPK) menyelesaikan tugasnya dan menyampaikan ke KPU baik hasil rekap maupun semua logistic.
Agar pelaksanaan rapat pleno yang akan dilaksanakan seluruh anggota KPU, Panwaslu, para saksi dan timses yang diundang dan unsur kepolisian, dapat berjalan lancar dan tertib, maka petugas Polres Muba tidak mau berspikulasi maupun berandai, andai.
,’’Karena acara rapat pleno yang akan digelar KPU sangat penting dan perlu ketenangan agar tidak terganggu hingga tertib dan lancar, maka kita akan melakukan penjagaan sangat ketat kepada siapapu yang akan masuk ke kantor KPU,’’Ujar Kapolres Muba AKP Toto Wibowo kepada Koran ini.
Menurut Toto, pihaknya yang selama ini menerjunkan sekitar 70 petugas Polres Muba yang dilakukan secara bergantian , pagi, siang dan malam untuk mengamankan kantor KPU Maka pada rapat pleno ini, semua kekuatan atau sebanyak 700 personil yang di BKO oleh Polda Sumsel ke Muba yang didalamnya juga ada pasukan Brimop, akan diterjunkan semuanya di kantor KPU dan sekitarnya.
Apalagi kata Toto, ada dari LSM Puskokatara pada menjelang rapat pleno akan menggelar aksi demo di Kantor KPU , mereka akan memprotes karena banyak warga Muba yang tidak mendapatkan hak suara pada 27 September lalu.
,’’Memang kita berikan izin untuk melaksanakan demo, dan itu tidak dilarang, asal demonya secara damai. Kita sudah himbau agar demonya secara damai dan tidak anarkis, kalau ternyata nanti diluar dugaan, melakukan tindakan anarkis dan melanggar aturan, maka sesuai petunjuk protap Kapolri akan kita lakukan (Tindak tegas Red’’Tegas Toto.
Namun pihaknya berharap, pelaksanaan pleno dapat berjalan dengan lancar, apalagi selama tahapan pemilukda sejak awal hingga sekarang telah berjalan dengan baik dan kondusif,’’Kita berharap pula pada rapat pleno KPU dapat berjalan baik pula ,’’Lanjutnya.
Kapolres juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat Muba yang merasa kurang puas atas penyelenggaraan pemilukada Muba, hendaknya disalurkan dengan damai, melalui aturan dan hukum yang berlaku .
Ditambahkan Kapolres, agar pelaksanaan rapat pleno dapat berjalan dengan baik, pihaknya juga akan mempersempit ruang gerak, bagi yang akan menyaksikan rapat pleno tersebut,’’Yang akan masuk ke kantor KPU harus melalui detector, dan yang mendapat undangan dari KPU, termasuk media yang akan meliput juga harus menunjukkan surat undangan , kalau tidak bisa menunjukkan, mohon maaf petugas kita tidak akan mengizinkan, makanya kita akan bekerjasama dengan KPU,’’Tutup Kapolres.(her)
Puncak rekapitulasi dan penghitungan hasil pemungutan suara 27 September 2011 lalu, akan dilaksanakan hari ini Senin (3/10) di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), ini setelah seluruh 14 Panitia Pemilihan Kematan (PPK) menyelesaikan tugasnya dan menyampaikan ke KPU baik hasil rekap maupun semua logistic.
Agar pelaksanaan rapat pleno yang akan dilaksanakan seluruh anggota KPU, Panwaslu, para saksi dan timses yang diundang dan unsur kepolisian, dapat berjalan lancar dan tertib, maka petugas Polres Muba tidak mau berspikulasi maupun berandai, andai.
,’’Karena acara rapat pleno yang akan digelar KPU sangat penting dan perlu ketenangan agar tidak terganggu hingga tertib dan lancar, maka kita akan melakukan penjagaan sangat ketat kepada siapapu yang akan masuk ke kantor KPU,’’Ujar Kapolres Muba AKP Toto Wibowo kepada Koran ini.
Menurut Toto, pihaknya yang selama ini menerjunkan sekitar 70 petugas Polres Muba yang dilakukan secara bergantian , pagi, siang dan malam untuk mengamankan kantor KPU Maka pada rapat pleno ini, semua kekuatan atau sebanyak 700 personil yang di BKO oleh Polda Sumsel ke Muba yang didalamnya juga ada pasukan Brimop, akan diterjunkan semuanya di kantor KPU dan sekitarnya.
Apalagi kata Toto, ada dari LSM Puskokatara pada menjelang rapat pleno akan menggelar aksi demo di Kantor KPU , mereka akan memprotes karena banyak warga Muba yang tidak mendapatkan hak suara pada 27 September lalu.
,’’Memang kita berikan izin untuk melaksanakan demo, dan itu tidak dilarang, asal demonya secara damai. Kita sudah himbau agar demonya secara damai dan tidak anarkis, kalau ternyata nanti diluar dugaan, melakukan tindakan anarkis dan melanggar aturan, maka sesuai petunjuk protap Kapolri akan kita lakukan (Tindak tegas Red’’Tegas Toto.
Namun pihaknya berharap, pelaksanaan pleno dapat berjalan dengan lancar, apalagi selama tahapan pemilukda sejak awal hingga sekarang telah berjalan dengan baik dan kondusif,’’Kita berharap pula pada rapat pleno KPU dapat berjalan baik pula ,’’Lanjutnya.
Kapolres juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat Muba yang merasa kurang puas atas penyelenggaraan pemilukada Muba, hendaknya disalurkan dengan damai, melalui aturan dan hukum yang berlaku .
Ditambahkan Kapolres, agar pelaksanaan rapat pleno dapat berjalan dengan baik, pihaknya juga akan mempersempit ruang gerak, bagi yang akan menyaksikan rapat pleno tersebut,’’Yang akan masuk ke kantor KPU harus melalui detector, dan yang mendapat undangan dari KPU, termasuk media yang akan meliput juga harus menunjukkan surat undangan , kalau tidak bisa menunjukkan, mohon maaf petugas kita tidak akan mengizinkan, makanya kita akan bekerjasama dengan KPU,’’Tutup Kapolres.(her)
Angkutan Tak Resmi di Kayuagung Makin Menjamur
![]() |
| ilustrasi |
Travel liar karena berplat hitam jurusan Kayuagung-Palembang dan angkutan berplat hitam jurusan Kayuagung-kecamatan lain yang merupakan angkutan umum tidak resmi kini keberadaan dan jumlahnya makin menjamur.
Pangkalan travel liar bisa dijumpai di sepanjang jalan Letnan muchtar Saleh Kayuagung, depan SMAN I Kayuagung, samping Bank BRI Kayuagung. Untuk angkutan umum berplat hitam justru sudah mangkal di terminal Tipe A Kayuagung.
Hingga bertahun-tahun fenomena ini belum dilakukan penindakan tegas dari Dishubkominfo OKI dan Satlantas Polres OKI. Apalagi travel liar justru dipilih penumpang karena kondisi mobilnya bagus seperti jenis Kijang Xenia, Avanza, Phanter dan lain-lain.
Kadishubkominfo OKI Drs H Asnawi P Ratu MM kemarin mengatakan, pihaknya kesulitan menertibkan Travel liar tersebut. ”Travel liar ini sopirnya bandel, jadi untuk mengaturnya harus secara bertahap, tidak bisa dilakukan dengan cepat, kita lakukan sosialisasi dulu, baru nanti kita arahkan ke terminal,” terangnya.
Pihaknya mengklaim bahwa angkot dan angdes plat kuning (resmi) di OKI masih normal dan jumlahnya mencapai 150 angkot dan angdes di OKI. ”Angkutan plat kuning masih meroperasi normal, jumlahnya terus bertambah setiap tahun,” katanya.
Dia mengakui jika memang angkot dan angdes Plat hitam di OKI mulai marak. Tetapi pihaknya mengaku tidak tinggal diam dengan maraknya angkutan plat hitam ini. ”Saat ini berdasarkan data kita ada 50 angkutan plat hitam yang beroperasi antar desa di OKI, mereka saat ini sedang kita bina untuk memutasikan plat mereka menjadi Plat kuning,” ujarnya.
Dishub mengklaim jika setiap tahunnya banyak angkutan plat hitam yang mutasi ke plat kuning. Di tahun ini pihaknya masih memberikan kesempatan untuk angktan mobil pribadi untuk mutasi plat.” Untuk mutasi plat hitam ke kuning kita siap fasilitasi, kita urus semuanya ke samsat tanpa ada biaya alias gratis dalam waktu tiga bulan sudah selesai, tapi dengan syarat pajak mereka tidak mati,” terangnya. (iso)
PEMKOT PAGARALAM ALOKASIKAN DANA LAPTER RP 125 MILIAR
Pagaralam, SN - Pemerintah Kota Pagaralam, sudah mengalokasikan dana pembangunan lanjutan lapangan terbang Rp125 miliar pada anggaran pendapatan belanja daerah 2010-2011. Anggaran pengajuan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam untuk pembuatan lapangan terbang (lapter) pada tahun anggaran 2010 sekitar Rp 50 miliar dan untuk 2011 awalnya diusulkan Rp 108 miliar, namun setelah dilakukan pembahasan disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) hanya senilai Rp 75 miliar. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan dan Informasi Komunikasi, setempat, Drs H Agustiar Effendi, Minggu (2/9).
Menurutnya, pembangunan Lapter sudah ditetapkan melalui peraturan daerah (Perda) Nomor 09 tahun 2009 senilai Rp 217 miliar berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Pagaralam.
"Memang kita menargetkan pada akhir 2012 mendatang pembangunan Lapter sudah selesai dan sudah dapat didarati pesawat jenis boeng," ujarnya.
Sementara pada pelaksanaanya, kata dia, sistem pembiayaan pembangunan Lapter dilakukan dengan 'multiyers' atau tiga tahun anggaran mulai dari 2010 berakhir 2013.
Menurut dia, hingga 2011 ini dana terserap untuk lapter mencapai Rp 144,5 miliar khusus pengerukan dan meratakan tanah "runway" sepanjang 2.000 meter dengan lebar 150 meter.
"Ada sekitar 16 pesen dari total APBD Pagaralam 2011 mencapai Rp 497 miliar teserap untuk pembangunan lapangan terbang di Dusun Atungbungsu, Kecamatan Dempo Selatan," ungkapnya.
Kepala UPTD Bandara, Agus, mengatakan untuk mempercepat pembangunan lapangan terbang Mingkik, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, Pemkot Pagaralam sudah menganggarkan dana melalui APBD 2011 sebesar Rp 75 miliar, 2010 sebesar Rp50,5 miliar dan kemudian tahun 2009 lalu senilai Rp 19 miliar.
"Kalau keseluruhan hingga 2013 dana pembuatan Lapter mencapai Rp 217 miliar, belum termasuk bantuan APBN ," ungkap Agus.
Sedangkan dana Rp 57,5 miliar yang sudah diserap hingga 2010 lalu hanya untuk mengeruk lahan seluas 200 hektare.
Kemudian termasuk pembuatan landasan pacu sepanjang 1.080 meter yang diperpanjang menjadi 2.000 meter, ujar Agus lagi.
"Untuk pembebasan lahan juga sudah dianggarakan melalui APBD sebesar Rp14 miliar dan sebagian masih dalam proses," ungkapnya.
Dia melanjutkan, program kedepannya masih akan meningkatkan pembangunan 'runway', seperti pengerasan, dan termasuk fasiliras pendukung lainnya.
"Nantinya kita akan segera membangun fasilitas lain, seperti jalan sepanjang 9,5 kilomter dengan lebar 32 meter dan perkantorannya," ungkapnya.
Sementara itu Walikota Pagaralam, Drs H Djazuli Kuris, MM mengatakan untuk mempercepat pembangunan Lapter tersebut Pemkot Pagaralam membutuhkan dana dukungan dari APBN dan termasuk APBD Sumsel.
"Dana itu nantinya akan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas Lapter dan ganti rugi lahan yang sekarang masih ada dalam proses gantirugi," ungkapnya. (ASN)
Menurutnya, pembangunan Lapter sudah ditetapkan melalui peraturan daerah (Perda) Nomor 09 tahun 2009 senilai Rp 217 miliar berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Pagaralam.
"Memang kita menargetkan pada akhir 2012 mendatang pembangunan Lapter sudah selesai dan sudah dapat didarati pesawat jenis boeng," ujarnya.
Sementara pada pelaksanaanya, kata dia, sistem pembiayaan pembangunan Lapter dilakukan dengan 'multiyers' atau tiga tahun anggaran mulai dari 2010 berakhir 2013.
Menurut dia, hingga 2011 ini dana terserap untuk lapter mencapai Rp 144,5 miliar khusus pengerukan dan meratakan tanah "runway" sepanjang 2.000 meter dengan lebar 150 meter.
"Ada sekitar 16 pesen dari total APBD Pagaralam 2011 mencapai Rp 497 miliar teserap untuk pembangunan lapangan terbang di Dusun Atungbungsu, Kecamatan Dempo Selatan," ungkapnya.
Kepala UPTD Bandara, Agus, mengatakan untuk mempercepat pembangunan lapangan terbang Mingkik, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan, Pemkot Pagaralam sudah menganggarkan dana melalui APBD 2011 sebesar Rp 75 miliar, 2010 sebesar Rp50,5 miliar dan kemudian tahun 2009 lalu senilai Rp 19 miliar.
"Kalau keseluruhan hingga 2013 dana pembuatan Lapter mencapai Rp 217 miliar, belum termasuk bantuan APBN ," ungkap Agus.
Sedangkan dana Rp 57,5 miliar yang sudah diserap hingga 2010 lalu hanya untuk mengeruk lahan seluas 200 hektare.
Kemudian termasuk pembuatan landasan pacu sepanjang 1.080 meter yang diperpanjang menjadi 2.000 meter, ujar Agus lagi.
"Untuk pembebasan lahan juga sudah dianggarakan melalui APBD sebesar Rp14 miliar dan sebagian masih dalam proses," ungkapnya.
Dia melanjutkan, program kedepannya masih akan meningkatkan pembangunan 'runway', seperti pengerasan, dan termasuk fasiliras pendukung lainnya.
"Nantinya kita akan segera membangun fasilitas lain, seperti jalan sepanjang 9,5 kilomter dengan lebar 32 meter dan perkantorannya," ungkapnya.
Sementara itu Walikota Pagaralam, Drs H Djazuli Kuris, MM mengatakan untuk mempercepat pembangunan Lapter tersebut Pemkot Pagaralam membutuhkan dana dukungan dari APBN dan termasuk APBD Sumsel.
"Dana itu nantinya akan digunakan untuk membangun berbagai fasilitas Lapter dan ganti rugi lahan yang sekarang masih ada dalam proses gantirugi," ungkapnya. (ASN)
Oknum Guru Diduga Aniaya 6 Siswa
Banyuasin,SN
Dunia pendidikan di Kabupaten Banyuasin kembali tercoreng, Sulistiono Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 1 Sako Kecamatan Rambutan bersama istrinya yang tercatat sebagai tenaga pengajar disana, dilaporkan ke Polsek Rambutan, keduanya dituduh telah menganiaya 6 siswanya disalah satu ruangan sekolah.
Mereka adalah Eka Safitri binti Slamet Kohar, Meri Andani binti Sugito, Desi Binti Maryam, Opi Andaresta binti Nurhamza, Welli binti Jaya Sukma dan Sri Utama binti Susilo.
Para siswa tersebut mengaku dianiaya dengan cara ditarik rambutnya, ditampar dan ditendang. Tidak terima dengan kejadian itu, ditemani orang tuanya, siswa tersebut melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polsek Rambutan.
Informasi yang dihimpun, penganiayaan yang dilakukan oknum Wakasek dan guru SMP 1 Rambutan itu, bermula dari protes salah seorang siswa yang mempertanyakan uang saku yang diberikan panitia saat digelar acara sosialisasi narkoba oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Selasa (27/9) di aula kantor kecamatan rambutan.
Saat itu sebanyak 47 siswa SMPN 1 ditambah dengan siswa SMAN 1 dan masyarakat serta instansi terkait mengikuti sosialisasi masalah narkoba. Usai penyuluhan, seluruh peserta diberikan uang saku sebagai pengganti transport, masing–masing Rp 25 ribu yang dibungkus dalam amplop.
Oleh Thomson, salah seorang guru SMPN 1 Rambutan, uang saku tersebut dikumpulkannya, dari 47 siswa yang mengikuti penyuluhan hanya 41 siswa yang sudah mengembalikan, sisanya sebanyak 6 siswa belum mengembalikan uang saku lantaran keburu pulang kerumah masing–masing.
Merasa ada yang aneh, Slamet salah seorang orangtua siswa lantas bertanya dengan panitia. “Dia bertanya, uang saku itu sebenarnya untuk siapa, peserta atau untuk gurunya, lalu dijawab untuk peserta," kata Kasdiono, salah seorang wali murid.
Oleh panitia, oknum guru yang mengumpulkan kembali uang tersebut ditelepon. Diduga kesal karena ditelepon panitia, keesokan harinya Rabu (28/9), seluruh siswa yang mengikuti sosialisasi narkoba dikumpulkan, 46 siswa dijemur dihalaman sekolah, sisanya dibawa masuk kedalam ruangan.
“Di dalam ruangan itulah oknum guru dan wakil kepala sekolah itu menganiaya keenam siswanya dengan cara memukul dan menampar," tambahnya.
Akibat kejadian ini, bukan hanya memar dipipi, beberapa diantara siswa tidak berani masuk sekolah lantaran takut.
Parahnya lagi, lanjut Kasdiono, oknum Wakasek mengeluarkan komentar yang tidak seharusnya dilakukan seorang tenaga pendidik. “Katanya, orang Rambutan itu kere (miskin, red) galo terus ada lagi perkataannya yang membuat sakit hati kami," ulasnya.
Wakasek Kurikulum SMPN 1 Sako, Sulistiono, dikonfirmasi via ponselnya membantah penganiayaan yang dilakukan bersama istrinya. Menurut Sulistiono, kejadian yang terjadi di sekolah hanya kesalahpahaman saja.
“Tidak ada pemukulan apalagi penganiayaan terjadi disekolah hanya kesalahpahaman saja. Tidak benar itu, kalau saya atau istri saya melakukan penganiayaan dan masalah itu sudah selesai, kami sendiri juga sudah menyampaikan permintaan maaf, demikian juga dengan seluruh wali murid," bebernya.
Soal uang saku yang ditarik kembali oleh Thomson, salah seorang guru SMPN 1, menurut Yulistiono, hanya untuk menghimpun saja. “Mereka juga tidak dijemur, mereka hanya dibariskan dihalaman sekolah pada pagi hari, itu pun tidak lebih dari setengah jam, setelah itu mereka masuk kembali kedalam kelas dan menerima uang saku yang dihimpun tadi," bebernya.
Sementara diungkapkan Kepala UPTD Diknas Kecamatan Rambutan, Sarjono. Menurutnya ia juga belum menerima laporan dari sekolah dan orang tua siswa. “Nanti saya cek dulu, saya belum tahu masalah ini,“ kata Sarjono diujung telepon. (sir)
Dunia pendidikan di Kabupaten Banyuasin kembali tercoreng, Sulistiono Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 1 Sako Kecamatan Rambutan bersama istrinya yang tercatat sebagai tenaga pengajar disana, dilaporkan ke Polsek Rambutan, keduanya dituduh telah menganiaya 6 siswanya disalah satu ruangan sekolah.
Mereka adalah Eka Safitri binti Slamet Kohar, Meri Andani binti Sugito, Desi Binti Maryam, Opi Andaresta binti Nurhamza, Welli binti Jaya Sukma dan Sri Utama binti Susilo.
Para siswa tersebut mengaku dianiaya dengan cara ditarik rambutnya, ditampar dan ditendang. Tidak terima dengan kejadian itu, ditemani orang tuanya, siswa tersebut melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polsek Rambutan.
Informasi yang dihimpun, penganiayaan yang dilakukan oknum Wakasek dan guru SMP 1 Rambutan itu, bermula dari protes salah seorang siswa yang mempertanyakan uang saku yang diberikan panitia saat digelar acara sosialisasi narkoba oleh Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Selasa (27/9) di aula kantor kecamatan rambutan.
Saat itu sebanyak 47 siswa SMPN 1 ditambah dengan siswa SMAN 1 dan masyarakat serta instansi terkait mengikuti sosialisasi masalah narkoba. Usai penyuluhan, seluruh peserta diberikan uang saku sebagai pengganti transport, masing–masing Rp 25 ribu yang dibungkus dalam amplop.
Oleh Thomson, salah seorang guru SMPN 1 Rambutan, uang saku tersebut dikumpulkannya, dari 47 siswa yang mengikuti penyuluhan hanya 41 siswa yang sudah mengembalikan, sisanya sebanyak 6 siswa belum mengembalikan uang saku lantaran keburu pulang kerumah masing–masing.
Merasa ada yang aneh, Slamet salah seorang orangtua siswa lantas bertanya dengan panitia. “Dia bertanya, uang saku itu sebenarnya untuk siapa, peserta atau untuk gurunya, lalu dijawab untuk peserta," kata Kasdiono, salah seorang wali murid.
Oleh panitia, oknum guru yang mengumpulkan kembali uang tersebut ditelepon. Diduga kesal karena ditelepon panitia, keesokan harinya Rabu (28/9), seluruh siswa yang mengikuti sosialisasi narkoba dikumpulkan, 46 siswa dijemur dihalaman sekolah, sisanya dibawa masuk kedalam ruangan.
“Di dalam ruangan itulah oknum guru dan wakil kepala sekolah itu menganiaya keenam siswanya dengan cara memukul dan menampar," tambahnya.
Akibat kejadian ini, bukan hanya memar dipipi, beberapa diantara siswa tidak berani masuk sekolah lantaran takut.
Parahnya lagi, lanjut Kasdiono, oknum Wakasek mengeluarkan komentar yang tidak seharusnya dilakukan seorang tenaga pendidik. “Katanya, orang Rambutan itu kere (miskin, red) galo terus ada lagi perkataannya yang membuat sakit hati kami," ulasnya.
Wakasek Kurikulum SMPN 1 Sako, Sulistiono, dikonfirmasi via ponselnya membantah penganiayaan yang dilakukan bersama istrinya. Menurut Sulistiono, kejadian yang terjadi di sekolah hanya kesalahpahaman saja.
“Tidak ada pemukulan apalagi penganiayaan terjadi disekolah hanya kesalahpahaman saja. Tidak benar itu, kalau saya atau istri saya melakukan penganiayaan dan masalah itu sudah selesai, kami sendiri juga sudah menyampaikan permintaan maaf, demikian juga dengan seluruh wali murid," bebernya.
Soal uang saku yang ditarik kembali oleh Thomson, salah seorang guru SMPN 1, menurut Yulistiono, hanya untuk menghimpun saja. “Mereka juga tidak dijemur, mereka hanya dibariskan dihalaman sekolah pada pagi hari, itu pun tidak lebih dari setengah jam, setelah itu mereka masuk kembali kedalam kelas dan menerima uang saku yang dihimpun tadi," bebernya.
Sementara diungkapkan Kepala UPTD Diknas Kecamatan Rambutan, Sarjono. Menurutnya ia juga belum menerima laporan dari sekolah dan orang tua siswa. “Nanti saya cek dulu, saya belum tahu masalah ini,“ kata Sarjono diujung telepon. (sir)
Minggu, 02 Oktober 2011
Sriwijaya FC Menjerit
PALEMBANG–
Keputusan PSSI yang menetapkan Liga Indonesia level 1 diikuti 24 tim, membuat manajemen Sriwijaya FC menjerit. Penambahan jumlah kontestan itu membuat dana kompetisi pun membengkak.
Manajemen SFC mengeluhkan keputusan kontroversial PSSI tentang jumlah kontestan liga utama musim depan dari 18 menjadi 24 tim.Laskar Wong Kito menilai keputusan yang ditelurkan pada sidang Komite Eksekutif (Exco) di Hotel Sahid,Jakarta,kemarin memberatkan tim peserta. “Tambahan enam tim akan membuat pendanaan membengkak. Kami terpaksa mencari dana tambahan,”kata Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainudin kemarin.
Musim lalu,dengan 18 kontestan Indonesia Super League (ISL),SFC harus menggelontorkan sekitar Rp4 miliar untuk biaya perjalanan laga tandang dan menggelar laga kandang. “Untuk sowanke markas Persija Jakarta, kami mengeluarkan dana sekitar Rp150 juta ke kandang Persib Bandung Rp200 juta dan ke Papua Rp500 juta.
Tambahan tim dari 18 menjadi 24 klub akan membengkakkan pengeluaran tim menjadi sekitar Rp6 miliar,” paparnya. Kondisi ini semakin dipersulit ketentuan PSSI yang membatasi dana operasional tim hanya Rp15 miliar.Menurut Hendri,jumlah tim yang mencapai 24 klub itu terlalu banyak sehingga akan berdampak pada kualitas kompetisi di Indonesia.
“Bayangkan saja,setiap tim menjalankan 46 pertandingan sehingga kompetisi akan berjalan selama 12 bulan lebih.Para pemain akan sangat kelelahan,sehingga akan berdampak pada kualitas timnas kita,”kata Hendri Zainudin. Dia mengemukakan,manajemen SFC telah beberapa kali melakukan protes mengenai keputusan PSSI menjalankan kompetisi dengan satu wilayah (24 tim).
Pada musim kompetisi 2011–2012,kepengurusan PSSI yang baru pimpinan Djohar Arifin Husin menetapkan satu wilayah dengan 24 tim. Sebelumnya,kompetisi digelar dalam satu wilayah dengan 18 tim.Enam tim tambahan berasal dari Liga Primer Indonesia,yaitu Persema,Persibo Bojonegoro,PSM Makassar, PSMS Medan,Bontang FC,dan Persebaya. Keputusan itu tetap diambil PSSI walau status keenam klub tersebut masih bermasalah.
PSM,Persibo,Persema masih bermasalah karena musim lalu bermain di Liga Primer Indonesia (LPI).Sementara Persebaya Surabaya dan PSMS Medan,dan Bontang FC (BFC) seharusnya berlaga di Divisi Utama.“Sudah diputuskan menjadi 24 klub.Tapi,kami masih menunggu surat keputusan dari ketetapan tersebut,”kata anggota Exco PSSI Roberto Rouw.
Dengan ditetapkannya jumlah kontestan menjadi 24 klub,sudah bisa dipastikan kompetisi akan berjalan sangat panjang.Jika ada 24 klub yang ikut berkompetisi,setiap klub akan menjalani 46 pertandingan. Sementara jumlah laga keseluruhan yang akan dijalani mencapai 552 pertandingan.
Dari banyaknya jumlah pertandingan yang akan dijalani,kompetisi baru akan berakhir pada pertengahan November 2012.Panjangnya waktu kompetisi tersebut sudah ditambah jika ada libur SEA Games,libur Ramadan,atau jika ada pemilihan umum daerah (pilkada).
“Kompetisi dimulai 15 Oktober, dibuka dengan lima laga pembuka pada tanggal 15, 16,22,dan 23 Oktober.Setelah itu,libur SEA Games,lalu diproyeksikan dengan 24 klub akan selesai sekitar 23 atau 24 November tahun depan.Itu sudah termasuk libur SEA Games,puasa,dan pilkada,”papar CEO PT Liga Prima Indonesia,Widjayanto.
(abd/ dec/sind/net)
Keputusan PSSI yang menetapkan Liga Indonesia level 1 diikuti 24 tim, membuat manajemen Sriwijaya FC menjerit. Penambahan jumlah kontestan itu membuat dana kompetisi pun membengkak.
Manajemen SFC mengeluhkan keputusan kontroversial PSSI tentang jumlah kontestan liga utama musim depan dari 18 menjadi 24 tim.Laskar Wong Kito menilai keputusan yang ditelurkan pada sidang Komite Eksekutif (Exco) di Hotel Sahid,Jakarta,kemarin memberatkan tim peserta. “Tambahan enam tim akan membuat pendanaan membengkak. Kami terpaksa mencari dana tambahan,”kata Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainudin kemarin.
Musim lalu,dengan 18 kontestan Indonesia Super League (ISL),SFC harus menggelontorkan sekitar Rp4 miliar untuk biaya perjalanan laga tandang dan menggelar laga kandang. “Untuk sowanke markas Persija Jakarta, kami mengeluarkan dana sekitar Rp150 juta ke kandang Persib Bandung Rp200 juta dan ke Papua Rp500 juta.
Tambahan tim dari 18 menjadi 24 klub akan membengkakkan pengeluaran tim menjadi sekitar Rp6 miliar,” paparnya. Kondisi ini semakin dipersulit ketentuan PSSI yang membatasi dana operasional tim hanya Rp15 miliar.Menurut Hendri,jumlah tim yang mencapai 24 klub itu terlalu banyak sehingga akan berdampak pada kualitas kompetisi di Indonesia.
“Bayangkan saja,setiap tim menjalankan 46 pertandingan sehingga kompetisi akan berjalan selama 12 bulan lebih.Para pemain akan sangat kelelahan,sehingga akan berdampak pada kualitas timnas kita,”kata Hendri Zainudin. Dia mengemukakan,manajemen SFC telah beberapa kali melakukan protes mengenai keputusan PSSI menjalankan kompetisi dengan satu wilayah (24 tim).
Pada musim kompetisi 2011–2012,kepengurusan PSSI yang baru pimpinan Djohar Arifin Husin menetapkan satu wilayah dengan 24 tim. Sebelumnya,kompetisi digelar dalam satu wilayah dengan 18 tim.Enam tim tambahan berasal dari Liga Primer Indonesia,yaitu Persema,Persibo Bojonegoro,PSM Makassar, PSMS Medan,Bontang FC,dan Persebaya. Keputusan itu tetap diambil PSSI walau status keenam klub tersebut masih bermasalah.
PSM,Persibo,Persema masih bermasalah karena musim lalu bermain di Liga Primer Indonesia (LPI).Sementara Persebaya Surabaya dan PSMS Medan,dan Bontang FC (BFC) seharusnya berlaga di Divisi Utama.“Sudah diputuskan menjadi 24 klub.Tapi,kami masih menunggu surat keputusan dari ketetapan tersebut,”kata anggota Exco PSSI Roberto Rouw.
Dengan ditetapkannya jumlah kontestan menjadi 24 klub,sudah bisa dipastikan kompetisi akan berjalan sangat panjang.Jika ada 24 klub yang ikut berkompetisi,setiap klub akan menjalani 46 pertandingan. Sementara jumlah laga keseluruhan yang akan dijalani mencapai 552 pertandingan.
Dari banyaknya jumlah pertandingan yang akan dijalani,kompetisi baru akan berakhir pada pertengahan November 2012.Panjangnya waktu kompetisi tersebut sudah ditambah jika ada libur SEA Games,libur Ramadan,atau jika ada pemilihan umum daerah (pilkada).
“Kompetisi dimulai 15 Oktober, dibuka dengan lima laga pembuka pada tanggal 15, 16,22,dan 23 Oktober.Setelah itu,libur SEA Games,lalu diproyeksikan dengan 24 klub akan selesai sekitar 23 atau 24 November tahun depan.Itu sudah termasuk libur SEA Games,puasa,dan pilkada,”papar CEO PT Liga Prima Indonesia,Widjayanto.
(abd/ dec/sind/net)
Hujan Deras Hapus Kabut Asap di Palembang
Palembang,SN - Setelah seharian penuh menghirup kabut asap, akhirnya warga Palembang bisa bernapas lega. Pada sore hari turun hujan deras disertai angin kencang yang menyegarkan kembali udara.
Hujan deras yang turun mulai pukul 16.30 WIB, Sabtu (1/10), menghilangkan aroma rumputan terbakar yang sebelumnya terasa dari kabut asap, serta debu-debu di jalanan.
"Aku terkejut dengan hujan ini. Aku sama sekali tidak menyangka hujan turun," kata Dadang, saat meneduhkan diri di teras pertokoan di Jalan Basuki Rahmad, Sabtu (01/10).
"Aku pikir mendung sepanjang hari ini lantaran kabut asap bae. Alhamdulillah, semoga saat sudah masuk musim penghujan," harap warga Kenten, Palembang, ini.
Beberapa pekan lalu, hujan sempat mengguyur Palembang. Tapi hujan itu merupakan hujan buatan. Saat itu kabut asap menghilang. Dalam empat hari terakhir, kabut asap kembali muncul. Hujan deras turun sekitar pukul 16.30 hingga 18.30. Udara setelah hujan menjadi lebih bersih meskipun kabut asap tipis masih terlihat. Namun, gangguan kabut asap akibat kebakaran lahan terasa telah jauh berkurang.
Menurut prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan memasuki musim hujan pada Bulan Oktober ini. Sejak Juli, provinsi ini dilanda kemarau dengan cuaca panas dan kering. (kom/tw/lh)
Hujan deras yang turun mulai pukul 16.30 WIB, Sabtu (1/10), menghilangkan aroma rumputan terbakar yang sebelumnya terasa dari kabut asap, serta debu-debu di jalanan.
"Aku terkejut dengan hujan ini. Aku sama sekali tidak menyangka hujan turun," kata Dadang, saat meneduhkan diri di teras pertokoan di Jalan Basuki Rahmad, Sabtu (01/10).
"Aku pikir mendung sepanjang hari ini lantaran kabut asap bae. Alhamdulillah, semoga saat sudah masuk musim penghujan," harap warga Kenten, Palembang, ini.
Beberapa pekan lalu, hujan sempat mengguyur Palembang. Tapi hujan itu merupakan hujan buatan. Saat itu kabut asap menghilang. Dalam empat hari terakhir, kabut asap kembali muncul. Hujan deras turun sekitar pukul 16.30 hingga 18.30. Udara setelah hujan menjadi lebih bersih meskipun kabut asap tipis masih terlihat. Namun, gangguan kabut asap akibat kebakaran lahan terasa telah jauh berkurang.
Menurut prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan memasuki musim hujan pada Bulan Oktober ini. Sejak Juli, provinsi ini dilanda kemarau dengan cuaca panas dan kering. (kom/tw/lh)
Nakal, 2-5 SPBU Palembang Kena Sanksi
![]() |
| SPBU di Jln Kol H Burlian/ BTN |
Assisten Manager External Relation Unit Pemasaran PT Pertamina (Persero) Sumbagsel Roberth MV Dumatubun menegaskan, sanksi yang diberikan berupa pembinaan selama dua pekan hingga satu bulan agar SPBU tidak mengulangi perbuatannya. “Kalau Palembang, saya lupa angka pasti berapa SPBU yang dihentikan suplai BBM-nya itu. Namun, untuk dua SPBU di Jalan Demang Lebar Daun (24.30.103) dan SPBU Jalan Kol H Barlian,samping BTN,sudah dihentikan suplai BBM-nya sejak satu bulan lalu,”ujarnya.(dar/sind)
Khusus SPBU Demang Lebar Daun,ungkap dia,per 1 Oktober direkomendasikan sudah beroperasi. Sementara, SPBU samping BTN belum dipastikan kapan beroperasi. Dia menyebutkan, cepat atau tidaknya SPBU beroperasi, tergantung ada atau tidaknya iktikad baik untuk mendistribusikan BBM sesuai sasaran. “Jika ada, otomatis suplai BBM dilanjutkan.Namun jika tidak,pembinaan terus dilakukan sampai batasan waktu ditentukan. Jika pembinaan pertama dilakukan ternyata SPBU masih berani mengulangi perbuatannya menjual BBM ke jeriken, masa pembinaan bisa capai tiga bulan lamanya.
Namun, jika tetap saja membangkang, kami akan melakukan upaya pemutusan hubungan usaha (PHU),”katanya. Dia berharap pengelola SPBU menjalankan fungsinya dengan mendistribusikan BBM sesuai sasaran. “Ulah sebagian SPBU nakal itu bisa memicu opini publik kalau BBM sulit didapat sehingga dapat menyebabkan panic buying di tengah masyarakat. Dengan adanya pembinaan, dimungkinkan dapat memberikan contoh kepada SPBU lain untuk memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat sekitar,” katanya. Pantauan SINDO, SPBU Jalan Kol H Barlian, Palembang, sudah tidak melayani pembelian bensin sejak satu bulan lalu.
Sementara, penjualan solar masih tetap di-layani. Begitu pula di SPBU Demang Lebar Daun tidak terlihat rutinitas seperti biasa melayani pembelian BBM. “Kami tidak menjual bensin sejak satu bulan terakhir.Tapi kalau untuk solar tetap kami layani. Soal kenapa tutup kurang jelas,” ujar In, pegawai SPBU Jalan Kol H Barlian,samping BTN. Terpisah, Oktariansyah, warga Kecamatan Kemuning, Palembang, menyayangkan ulah SPBU yang sengaja menjual BBM ke jeriken atau menjual dalam partai banyak sehingga BBM cepat terserap habis.
“Seharusnya Pertamina tegas terhadap SPBU yang nakal dan jangan tebang pilih.Begitu pula pengelola SPBU, seharusnya bersikap tegas dan menerapkan kebijakan terhadap pegawainya. Pegawai SPBU tidak akan berani jika tidak ada petunjuk dari atasan,” ucapnya.
Jumat, 30 September 2011
Tujuh Korban Diduga Keracunan Jamur
Lahat, SN
Sekeluarga besar sebanyak 7 orang anggota keluarganya terkulai lemas di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (IGD RSUD) Lahat, Kamis (29/9) sekitar pukul 11.00.
Sekeluarga yang diduga keracunan jamur yang diambil dari kebunnya ini adalah Nita (28), Nela (28), Solehana (37), Elva (15), Fauzi (2,9), Tedi (16) dan Revka (9 bulan) yang merupakan warga Desa Nantal, Kecamatan Kota Lahat.
Menurut pengakuan salah satu anggota keluarga yakni Elva (15) dirinya pagi itu sekitar pukul 9.00 WIB sarapan dengan pindang jamur yang dibawa dari kebun oleh seorang pamannya.
“Cik Sep (Sepran) yang bawa jamur tu ke rumah terus kami masak dan pagi ni dimakan same-same. Dak lame tu kami pening dan mual-mual juga sebagian ada yang muntah,” kata Elva agak takut-takut kepada SN, kemarin (29/9).
Menurut Elva bahwa gejala itu tampak sekitar 15 menit dari waktu mereka memakan jamur yang dimasak tersebut, demikian pengakuannya saat diperiksa oleh petugas rumah sakit.
Hal ini dibenarkan Kepala IGD RSUD Lahat Raden, bahwa ketujuh pasien yang datang ini diduga akibat keracunan jamur yang mereka masak. “Gejala dari ketujuh pasien ini ada yang mual-mual disertai muntah dan ada juga yang disertai diare,” jelas Raden.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lahat dr Muzakir SH saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Dinkes sudah menurunkan petugas ke lapangan. Untuk mengambil sample yang ada untuk diperiksa, sementara ini diduga berasal dari jamur tersebut keracunan yang dialami keluarga ini.
“Sampel Makanan dan sisa muntahan, dibawa untuk diperiksa di laboratorium di Palembang. Hanya saja kita berpesan kepada masyarakat apabila menemukan jamur dalam jumlah banyak apalagi masyarakat Nantal untuk tidak memakannya daripada terjadi hal yang sama pada diri mereka,” jelas Muzakir menambahkan. (riz)
Sekeluarga besar sebanyak 7 orang anggota keluarganya terkulai lemas di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (IGD RSUD) Lahat, Kamis (29/9) sekitar pukul 11.00.
Sekeluarga yang diduga keracunan jamur yang diambil dari kebunnya ini adalah Nita (28), Nela (28), Solehana (37), Elva (15), Fauzi (2,9), Tedi (16) dan Revka (9 bulan) yang merupakan warga Desa Nantal, Kecamatan Kota Lahat.
Menurut pengakuan salah satu anggota keluarga yakni Elva (15) dirinya pagi itu sekitar pukul 9.00 WIB sarapan dengan pindang jamur yang dibawa dari kebun oleh seorang pamannya.
“Cik Sep (Sepran) yang bawa jamur tu ke rumah terus kami masak dan pagi ni dimakan same-same. Dak lame tu kami pening dan mual-mual juga sebagian ada yang muntah,” kata Elva agak takut-takut kepada SN, kemarin (29/9).
Menurut Elva bahwa gejala itu tampak sekitar 15 menit dari waktu mereka memakan jamur yang dimasak tersebut, demikian pengakuannya saat diperiksa oleh petugas rumah sakit.
Hal ini dibenarkan Kepala IGD RSUD Lahat Raden, bahwa ketujuh pasien yang datang ini diduga akibat keracunan jamur yang mereka masak. “Gejala dari ketujuh pasien ini ada yang mual-mual disertai muntah dan ada juga yang disertai diare,” jelas Raden.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lahat dr Muzakir SH saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Dinkes sudah menurunkan petugas ke lapangan. Untuk mengambil sample yang ada untuk diperiksa, sementara ini diduga berasal dari jamur tersebut keracunan yang dialami keluarga ini.
“Sampel Makanan dan sisa muntahan, dibawa untuk diperiksa di laboratorium di Palembang. Hanya saja kita berpesan kepada masyarakat apabila menemukan jamur dalam jumlah banyak apalagi masyarakat Nantal untuk tidak memakannya daripada terjadi hal yang sama pada diri mereka,” jelas Muzakir menambahkan. (riz)
Polres Pagaralam Perketat Pengawasan 4 Penganut Garis Keras
Pagaralam, SN
Kepolisian Resor Kota Pagaralam menemukan dan memperketat pengawasan empat aliran Islam garis keras yang saat ini mulai banyak mengembangkan jaringannya.
Sudah mendata ada sekitar 17 aliran Islam yang terdapat di wilayah Kota Pagaralam, dan empat diantaranya merupakan penganut paham garis keras,” kata Wakapolres, Kompol Munaspin didampingi Kasat Intelkam, Polres Pagaralam, AKP Naradepa, Kamis (29/9).
Menurut dia, diantara penganut Islam garis keras yaitu al-furqan, amanat keagunggan ilahi (AKI), shalafiah, dan jamaah tabligh. Selama ini panganut ini melakukan penyebaran ajarannya dengan sembunyi-sembunyi.
“Namun saat ini sudah mulai berani muncul, dan bahkan ingin mendirikan rumah ibadah atau mesjid sendiri khusus menampung jamaah aliran ini,” kata dia.
Dia mengatakan, mereka tidak mau bergabung dengan masyarakat pada umumnya dan melakukan tata cara ibadah harus berkelompok atau satu aliran.
“Sejumlah aliran garis keras ini muncul setelah beberapa orang yang diduga kuat menjadi pelaku teroris banyak tertengkap dan mati setelah melakukan aksi bom bunuh diri,” ungkap dia.
Sejauh ini, kata dia, belum ada indikasi mereka melakukan penyusunan kekuatan untuk melakukan teror bom.
“Namun perlu diwaspadai, mengingat mereka sudah mulai terdesak dengan aksi penangkapan dan pengejaran yang dilakukan anggota Densus 88 Mabes Polri.
Sehingga, menurut Naradepa, bukan tidak mungkin sejumlah penganut paham Islam garis keras akan menyusun kekuatan baru dari daerah yang dianggap aman termasuk Pagaralam.
“Gerak-gerik mereka sudah dalam pengawasan termasuk keberdaan jumlahnya, bahkan kita mengetahui kalau ada diantara anggota jamaah aliran ini setiap satu bulan menghilang, setelah itu muncul lagi,” kata dia pula.
Sementara itu kapolres Pagaralam, AKBP Abi Darrin, mengatakan memang perlu dilakukan pencegahan dengan memperketat pengawasan terhadap beberapa penganut Islam aliran garis keras.
“Kita sudah mendata jumlanya, tempat tinggal dan beberpa masjid yang sering digunakan untuk mereka melakukan pertemuan,” ungkap dia.
Dia mengatakan, kemudian termasuk aktifitas mereka dalam memperluas jaringannya, jangan sampai keberadaan penganut paham tersebut justru menimbulkan keresahan masyarakat.
“Belum ada gejala-gejala mereka melakukan tindakan berlebihan termasuk mengarah kepada aksi teroris, namun kita tetap meningkatkan pengawasan termasuk membatasi geraknya,” ungkap dia pula.
Sementara itu Ketua MUI, Kota Pagaralam, Deni Priansyah, mengatakan tindakan pelaku teroris tidak memahami ajaran Islam yang sebenarnya, sehingga mereka melakukan prilaku menyimpang.
“Islam tidak mengenal aksi bunuh diri, teror bom dan menyiksa tubuh dengan bunuh diri,” kata dia.
Menurut dia, bunuh diri merupakan perbuatan musrik dan sangat dibenci oleh Allah Swt, karena islam selalu mengedepankan kedamaian dan kasih sayang.
“Kita minta masyarakat segera melaporkan jika ada indikasi yang mengarah kepada aksu teror yang mengatas namakan agama,” ungkapnya. (asn)
Kepolisian Resor Kota Pagaralam menemukan dan memperketat pengawasan empat aliran Islam garis keras yang saat ini mulai banyak mengembangkan jaringannya.
Sudah mendata ada sekitar 17 aliran Islam yang terdapat di wilayah Kota Pagaralam, dan empat diantaranya merupakan penganut paham garis keras,” kata Wakapolres, Kompol Munaspin didampingi Kasat Intelkam, Polres Pagaralam, AKP Naradepa, Kamis (29/9).
Menurut dia, diantara penganut Islam garis keras yaitu al-furqan, amanat keagunggan ilahi (AKI), shalafiah, dan jamaah tabligh. Selama ini panganut ini melakukan penyebaran ajarannya dengan sembunyi-sembunyi.
“Namun saat ini sudah mulai berani muncul, dan bahkan ingin mendirikan rumah ibadah atau mesjid sendiri khusus menampung jamaah aliran ini,” kata dia.
Dia mengatakan, mereka tidak mau bergabung dengan masyarakat pada umumnya dan melakukan tata cara ibadah harus berkelompok atau satu aliran.
“Sejumlah aliran garis keras ini muncul setelah beberapa orang yang diduga kuat menjadi pelaku teroris banyak tertengkap dan mati setelah melakukan aksi bom bunuh diri,” ungkap dia.
Sejauh ini, kata dia, belum ada indikasi mereka melakukan penyusunan kekuatan untuk melakukan teror bom.
“Namun perlu diwaspadai, mengingat mereka sudah mulai terdesak dengan aksi penangkapan dan pengejaran yang dilakukan anggota Densus 88 Mabes Polri.
Sehingga, menurut Naradepa, bukan tidak mungkin sejumlah penganut paham Islam garis keras akan menyusun kekuatan baru dari daerah yang dianggap aman termasuk Pagaralam.
“Gerak-gerik mereka sudah dalam pengawasan termasuk keberdaan jumlahnya, bahkan kita mengetahui kalau ada diantara anggota jamaah aliran ini setiap satu bulan menghilang, setelah itu muncul lagi,” kata dia pula.
Sementara itu kapolres Pagaralam, AKBP Abi Darrin, mengatakan memang perlu dilakukan pencegahan dengan memperketat pengawasan terhadap beberapa penganut Islam aliran garis keras.
“Kita sudah mendata jumlanya, tempat tinggal dan beberpa masjid yang sering digunakan untuk mereka melakukan pertemuan,” ungkap dia.
Dia mengatakan, kemudian termasuk aktifitas mereka dalam memperluas jaringannya, jangan sampai keberadaan penganut paham tersebut justru menimbulkan keresahan masyarakat.
“Belum ada gejala-gejala mereka melakukan tindakan berlebihan termasuk mengarah kepada aksi teroris, namun kita tetap meningkatkan pengawasan termasuk membatasi geraknya,” ungkap dia pula.
Sementara itu Ketua MUI, Kota Pagaralam, Deni Priansyah, mengatakan tindakan pelaku teroris tidak memahami ajaran Islam yang sebenarnya, sehingga mereka melakukan prilaku menyimpang.
“Islam tidak mengenal aksi bunuh diri, teror bom dan menyiksa tubuh dengan bunuh diri,” kata dia.
Menurut dia, bunuh diri merupakan perbuatan musrik dan sangat dibenci oleh Allah Swt, karena islam selalu mengedepankan kedamaian dan kasih sayang.
“Kita minta masyarakat segera melaporkan jika ada indikasi yang mengarah kepada aksu teror yang mengatas namakan agama,” ungkapnya. (asn)
Pemprov Sumsel Bangun Desa Produksi Kerajinan Kelapa
Palembang, SN
Setelah membangun Desa Talang Kedondong sebagai pusat kerajinan dengan berbahan dasar karet dan terfokus pada kerajinan untuk SEA Games. Kini pemerintah Provinsi Sumsel kembali mengembangkan daerah lain yakni Talang Jambi. Kawasan yang berada di perbatasn Palembang- Bayuasin ini, nantinya akan dibentuk menjadi kawasan kerajinan khas kelapa.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Provinsi Sumsel, Ekowati Retno Ningsih mengatakan, bahwa selama ini banyak sekali limbah yang dihasilkan oleh kelapa tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Oleh karena itu, terdapat program 2011 untuk menjadikan daerah Talang Jambi sebagai pusat kerajinan kelapa.
"Karena selama ini kelapa itu sabutnya limbah karena itu kita oleh dan kita bungkus dengan karet, sehingga bisa jadi sandal, tempat tisu, pot bunga dan lain sebagainya. Saat ini produknya sudah ada dan pada saat pameran di jakarta dan Palembang telah kita kenalkan. Produksi kerajinan tersebut saat ini belum maksimal karena masih mencari patner yang akan diperuntukkan bagi para pengrajin. Hal ini dikarenakan pihaknya hanya melakukan transper teknologi dan keahlian," terangnya kemarin.
Diungkapkannya, untuk itulah berencana akan mencari BUMN agar dapat mengucurkan CSR nya kepada para pengrajin. "Saat ini untuk bahan bakunya banyak, hanya saja terkendala pengangkutan dari telang ke talang jambi yang harus menggunakan speedboad dan akan menimbulkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, kita mencari daerah kelapa lain. Seluruh bahan yang bersumber dari kelapa, baik itu serabut, batok, air, dan buahnya dapat dikelola dan dimanfaatkan menjadi kerajinan," jelasnya.
Sedangkan untuk Talang Kedondong yang dijadikan pusat kerajinan untuk SEA Games, Ekowati menuturkan, pihaknya saat ini tengah mengembangkan sandal yang akan dimodifikasi dengan warna songket. Dengan harapan agar hotel-hotel dapat memakai sandal tersebut.
"Satu pasang sandal harganya Rp 5.000 jika kualitasnya semakin baik maka akan menjadi Rp 7000. Nah, untuk saat ini peralatan dari Balitbangda tetapi jika nanti sudah menguntungkan alatnya akan dikembalikan lagi," ujarnya
Dituturkannya, mengenai prospek dari kerajinan tersebut, prospek usaha kerajinan dari kelapa tersebut sangat bagus, karena dari pot-pot yang dibuat go green (ramah lingkungan) dan dapat membantu mengganti penggunaan plastik.
"Untuk permodalannya, kami bekerjasama dengan Bank SumselBabel untuk membantu para pengrajin dengan menyediakan kompon cair sebagai bahan baku," tambahnya.(pit)
Setelah membangun Desa Talang Kedondong sebagai pusat kerajinan dengan berbahan dasar karet dan terfokus pada kerajinan untuk SEA Games. Kini pemerintah Provinsi Sumsel kembali mengembangkan daerah lain yakni Talang Jambi. Kawasan yang berada di perbatasn Palembang- Bayuasin ini, nantinya akan dibentuk menjadi kawasan kerajinan khas kelapa.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Provinsi Sumsel, Ekowati Retno Ningsih mengatakan, bahwa selama ini banyak sekali limbah yang dihasilkan oleh kelapa tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Oleh karena itu, terdapat program 2011 untuk menjadikan daerah Talang Jambi sebagai pusat kerajinan kelapa.
"Karena selama ini kelapa itu sabutnya limbah karena itu kita oleh dan kita bungkus dengan karet, sehingga bisa jadi sandal, tempat tisu, pot bunga dan lain sebagainya. Saat ini produknya sudah ada dan pada saat pameran di jakarta dan Palembang telah kita kenalkan. Produksi kerajinan tersebut saat ini belum maksimal karena masih mencari patner yang akan diperuntukkan bagi para pengrajin. Hal ini dikarenakan pihaknya hanya melakukan transper teknologi dan keahlian," terangnya kemarin.
Diungkapkannya, untuk itulah berencana akan mencari BUMN agar dapat mengucurkan CSR nya kepada para pengrajin. "Saat ini untuk bahan bakunya banyak, hanya saja terkendala pengangkutan dari telang ke talang jambi yang harus menggunakan speedboad dan akan menimbulkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, kita mencari daerah kelapa lain. Seluruh bahan yang bersumber dari kelapa, baik itu serabut, batok, air, dan buahnya dapat dikelola dan dimanfaatkan menjadi kerajinan," jelasnya.
Sedangkan untuk Talang Kedondong yang dijadikan pusat kerajinan untuk SEA Games, Ekowati menuturkan, pihaknya saat ini tengah mengembangkan sandal yang akan dimodifikasi dengan warna songket. Dengan harapan agar hotel-hotel dapat memakai sandal tersebut.
"Satu pasang sandal harganya Rp 5.000 jika kualitasnya semakin baik maka akan menjadi Rp 7000. Nah, untuk saat ini peralatan dari Balitbangda tetapi jika nanti sudah menguntungkan alatnya akan dikembalikan lagi," ujarnya
Dituturkannya, mengenai prospek dari kerajinan tersebut, prospek usaha kerajinan dari kelapa tersebut sangat bagus, karena dari pot-pot yang dibuat go green (ramah lingkungan) dan dapat membantu mengganti penggunaan plastik.
"Untuk permodalannya, kami bekerjasama dengan Bank SumselBabel untuk membantu para pengrajin dengan menyediakan kompon cair sebagai bahan baku," tambahnya.(pit)
Kita Dalam Krisis, Tapi Rakyat Terbiasa Susah
Oleh: Agus Harizal Alwie Tjikmat
BANGSA Kita dalam krisis! Itulah salah satu poin yang harus kita catat saat ini. Tetapi karena krisis ini sudah sangat lama, rakyat sudah terbiasa. Misalnya dengan harga barang-barang yang sangat tinggi, inflasi turun naik, mencari pekerjaan yang susah sudah lama ada, kesusahan yang dialami menjadi sangat biasa.
Dapat dikatakan sebagian rakyat Bangsa ini sekarang tidak merasa, kalau Bangsa ini ini sekarang dalam krisis multidimensi.
Walaupun rakyat kita sudah terbiasa hidup di tengah krisis, bukan berarti kondisi Bangsa yang masih terseok ini tidak untuk diperbaiki.
Karena perjalanan Republik ini tidak akan mulus dan akan susah mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain, bila kondisi seperti ini tak dibenahi.
Krisis multidimensi yang terjadi saat sekarang ini berawal dari krisis ekonomi yang menghantam dan mengacaukan kehidupan bangsa Indonesia yang lebih dari sepuluh tahun.
Lima kali berganti kepemimpinan, ternyata krisis Bangsa ini tak juga berubah. Krisis berkepanjangan yang terjadi ini telah merambah ke segala aspek dan sektor, seperti politik, moral, pendidikan, iptek, budaya dan agama.
Ini menjadi masalah besar bagi penguasa saat ini, bahkan sangat pelik bagi kehidupan kita karena telah menyerang bangsa Indonesia dalam berbagai aspek dan bidang kehidupan sehingga tidak memungkinkan bangsa Indonesia untuk bergerak lebih maju di masa mendatang.
Pemerintah dan penguasa bangsa Indonesia masih membutuhkan dan mengaharapkan solusi yang dapat menyelamatkan bangsa ini dari cengkraman krisis multidimensial.
Tetapi ternyata rezim yang berkuasa saat ini masih hanya sebatas teori untuk menyelesaikan masalah ini.
Tidak ada jalan keluar dan solusi yang jelas dari permasalahan tersebut.
Rakyat berharap penguasa segera bisa mendobrak krisis Bangsa ini ke arah perubahan mendasar. Jangan sampai krisis berkepanjangan ini dibiarkan dan membuat rakyat makin terpuruk. (***)
BANGSA Kita dalam krisis! Itulah salah satu poin yang harus kita catat saat ini. Tetapi karena krisis ini sudah sangat lama, rakyat sudah terbiasa. Misalnya dengan harga barang-barang yang sangat tinggi, inflasi turun naik, mencari pekerjaan yang susah sudah lama ada, kesusahan yang dialami menjadi sangat biasa.
Dapat dikatakan sebagian rakyat Bangsa ini sekarang tidak merasa, kalau Bangsa ini ini sekarang dalam krisis multidimensi.
Walaupun rakyat kita sudah terbiasa hidup di tengah krisis, bukan berarti kondisi Bangsa yang masih terseok ini tidak untuk diperbaiki.
Karena perjalanan Republik ini tidak akan mulus dan akan susah mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain, bila kondisi seperti ini tak dibenahi.
Krisis multidimensi yang terjadi saat sekarang ini berawal dari krisis ekonomi yang menghantam dan mengacaukan kehidupan bangsa Indonesia yang lebih dari sepuluh tahun.
Lima kali berganti kepemimpinan, ternyata krisis Bangsa ini tak juga berubah. Krisis berkepanjangan yang terjadi ini telah merambah ke segala aspek dan sektor, seperti politik, moral, pendidikan, iptek, budaya dan agama.
Ini menjadi masalah besar bagi penguasa saat ini, bahkan sangat pelik bagi kehidupan kita karena telah menyerang bangsa Indonesia dalam berbagai aspek dan bidang kehidupan sehingga tidak memungkinkan bangsa Indonesia untuk bergerak lebih maju di masa mendatang.
Pemerintah dan penguasa bangsa Indonesia masih membutuhkan dan mengaharapkan solusi yang dapat menyelamatkan bangsa ini dari cengkraman krisis multidimensial.
Tetapi ternyata rezim yang berkuasa saat ini masih hanya sebatas teori untuk menyelesaikan masalah ini.
Tidak ada jalan keluar dan solusi yang jelas dari permasalahan tersebut.
Rakyat berharap penguasa segera bisa mendobrak krisis Bangsa ini ke arah perubahan mendasar. Jangan sampai krisis berkepanjangan ini dibiarkan dan membuat rakyat makin terpuruk. (***)
Penderita ISPA di OKI Terus Meningkat
![]() |
| dr H Mgs M Hakim Mkes |
Musim kemarau nan panjang ditambah terjadinya pembakaran lahan dan hutan yang menimbulkan kepulan asap menyebabkan penderita Inspeksi Saluran Pernafasan dan Akut (ISPA) di Kabupaten OKI terus mengalami peningkatan setiap bulannya.
Data yang dihimpun Dinkes OKI dari 25 Puskesmas dan RSUD Kayuagung menyebutkan, penderita ISPA pada bulan ini hampir mencapai 300 orang. Perbandingan bulan Juni hanya 128 orang, Juli 180 orang, Agustus 240 orang. Sedangkan di bulan ini walau belum ada laporan dari Puskesmas dan RSUD Kayuagung diprediksi jumlah hampir 300 orang.
Kadinkes OKI dr H Mgs M Hakim Mkes diwakili Kabid Penanggulangan Penyakit Menular dr H Baijuri Husin kemarin mengatakan, peningkatan penderita ISPA ini disebabkan karena musim kemarau. Saat ini intensitas debu meningkat ditambah kabut asap juga menebal akibat dari pembakaran lahan, hal ini yang menyebabkan ISPA.
Katanya, tahun ini ada peningkatan signifikan untuk penderita ISPA, karena kemarau tahun ini sangat panjang. Tahun lalu penderita ISPA di OKI mencapai 1590 orang, tahun 2011 ini diprediksi akan mengalami peningkatan setidaknya 20%, karena sejak bulan Juni hingga sekarang terus meningkat.
Menurutnya, penderita didominasi oleh anak-anak usia 1-5 tahun. Usia ini rata-rata mengidap ISPA jenis pneumonia ringan. Kasus seperti ini merata terjadi di setiap kecamatan. Kecamatan yang penderita ISPA sangat tinggi yakni Pematang Panggang, Kecamatan Tanjung Lubuk, kecamatan Pampangan.
Dirincikannya, gejala yang timbul pada penderita biasanya batuk dan sesak nafas yang berlanjut pada meningkatnya suhu tubuh. Para orang tua yang langsung melarikan anak-anaknya ke Puskesmas dan biasanya langsung ditangani. (iso)
Lansia OI Dapat Bantuan
![]() |
| ilustrasi |
Koordinator Kegiatan Sosial (K3S) Kementrian Sosial melalui Dinas Sosial Ogan Ilir (OI), meluncurkan program gratis dengan membantu para Lansia yang ada di kabupaten OI
Sedikitnya 50 lansia di Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir (OI), yang bergolongan ekonomi lemah mendapatkan paket sembako dan tenaga pendamping selama 6bulan.
Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos OI Syarkowi, kemarin (29/9) mengatakan, program anyar tersebut sebagai percontohan,untuk Indonesia baru diberlakukan di Jambi dan Kabupaten OI, jika berhasil tidak menutup kemungkinan akan lebih meluas lagi.
Menurutnya, setiap lansia akan mendapatkan paket sembako seharga Rp 300 ribu/bulan terhitung sejak Juli-Desember 2012, selain itu untuk keperluan kesehatan, pola makan dan sebagainya akan diawasi dan dirawat oleh tenaga pendamping yang berjumlah 12 orang.
"Masing-masing tenaga pendamping merawat dua orang lansia, mereka juga dapat honor Rp 200 ribu/bulan. Program ini juga langsung dikoordinir Hj Fauziah Mawardi," ujarnya.
Sedangkan lansia yang menderita gangguan jiwa, sambung syarkowi, pihaknya juga bekerjasama dengan RSJ Palembang. "Ada 3orang di Desa Arisan Jaya, Sukamerindu dan Talang Pangeran Ulu, Namun saat ini kondisinya sudah sedikit lebih baik," jelasnya.
Salah satu lansia Fesa Umar warga Desa Arisan Jaya mengaku senang mendapatkan bantuan paket sembako,apalagi dirinya yang sudah renta kesulitan mencari nafkah. "Alhamdulillah paket sembako dan tenaga pendamping memang dibutuhkan,kami ini miskin susah cari makan," katanya.
Terpisah tenaga pendamping Junaiba mengaku ikhlas melaksanakan tugas mulia tersebut. Menurutnya mengasuh lansia ibaratnya mengasuh orang tua atau keluarga sendiri. (man)
Telkomsel Ajak Pelanggan Nonton F1
Palembang, SN
Telkomsel Goes to F1 Singapore Grand Prix 2011, kali ini mengajak secara khusus 65 orang pelanggan untuk menyaksikan secara langsung balap mobil F1 Singapura pada 24 – 26 September 2011. Program ini merupakan bentuk apresiasi Telkomsel atas loyalitas pelanggan menggunakan produk serta layanan dari Telkomsel.
GM Corporate Communications Telkomsel Ricardo Indra mengatakan, Telkomsel Goes to F1 Singapore Grand Prix 2011 merupakan salah satu program apresiasi unggulan dari Telkomsel untuk pelanggan yang setia menggunakan produk dan inovasi layanan Telkomsel. Dengan jumlah pelanggan 105 juta lebih, secara pararel Telkomsel berkomitmen memberikan layanan komunikasi berkualitas di samping terus memberikan berbagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setianya.
Peserta Telkomsel Goes to F1 Singapore Grand Prix 2011 dijelaskannya, merupakan pelanggan dari berbagai segmen mulai dari pelanggan Korporat, pemenang lelang poin HALO F1 Singapore, pemenang program lokal Area Sumatera dan Area Papua Maluku, Sulawesi dan Kalimantan, serta para pemenang Kuis Digital Telkomsel.
Dikatakannya, Telkomsel menyediakan seluruh paket perjalanan termasuk pajak pemenang untuk seluruh peserta meliputi tiket pesawat pergi pulang Jakarta – Singapura, uang saku, transportasi dalam kota serta akomodasi selama 24 – 26 September 2011. Serta 1 tiket nonton F1 Singapore Grand Prix 2011 untuk masing-masing peserta.
“Kami berharap melalui salah satu program apresiasi Telkomsel Goes to F1 Singapore Grand Prix 2011 ini, pelanggan kartuHALO, simPATI, dan Kartu As mendapat pengalaman langsung keuntungan menjadi pelanggan setia Telkomsel,” ujar Ricardo Indra.
Telkomsel menurutnya, juga menghimbau kepada seluruh pelanggan untuk selalu berhati-hati terhadap modus penipuan melalui SMS atau telepon yang mengatasnamakan operator dengan iming-iming hadiah bernilai jutaan Rupiah. Untuk mengetahui program dan nama pemenang program Telkomsel, pelanggan dapat menghubungi Call Center Telkomsel secara gratis ke 111 dari kartuHALO atau ke 116 dari simPATI dan Kartu As.(ima)
Telkomsel Goes to F1 Singapore Grand Prix 2011, kali ini mengajak secara khusus 65 orang pelanggan untuk menyaksikan secara langsung balap mobil F1 Singapura pada 24 – 26 September 2011. Program ini merupakan bentuk apresiasi Telkomsel atas loyalitas pelanggan menggunakan produk serta layanan dari Telkomsel.
GM Corporate Communications Telkomsel Ricardo Indra mengatakan, Telkomsel Goes to F1 Singapore Grand Prix 2011 merupakan salah satu program apresiasi unggulan dari Telkomsel untuk pelanggan yang setia menggunakan produk dan inovasi layanan Telkomsel. Dengan jumlah pelanggan 105 juta lebih, secara pararel Telkomsel berkomitmen memberikan layanan komunikasi berkualitas di samping terus memberikan berbagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setianya.
Peserta Telkomsel Goes to F1 Singapore Grand Prix 2011 dijelaskannya, merupakan pelanggan dari berbagai segmen mulai dari pelanggan Korporat, pemenang lelang poin HALO F1 Singapore, pemenang program lokal Area Sumatera dan Area Papua Maluku, Sulawesi dan Kalimantan, serta para pemenang Kuis Digital Telkomsel.
Dikatakannya, Telkomsel menyediakan seluruh paket perjalanan termasuk pajak pemenang untuk seluruh peserta meliputi tiket pesawat pergi pulang Jakarta – Singapura, uang saku, transportasi dalam kota serta akomodasi selama 24 – 26 September 2011. Serta 1 tiket nonton F1 Singapore Grand Prix 2011 untuk masing-masing peserta.
“Kami berharap melalui salah satu program apresiasi Telkomsel Goes to F1 Singapore Grand Prix 2011 ini, pelanggan kartuHALO, simPATI, dan Kartu As mendapat pengalaman langsung keuntungan menjadi pelanggan setia Telkomsel,” ujar Ricardo Indra.
Telkomsel menurutnya, juga menghimbau kepada seluruh pelanggan untuk selalu berhati-hati terhadap modus penipuan melalui SMS atau telepon yang mengatasnamakan operator dengan iming-iming hadiah bernilai jutaan Rupiah. Untuk mengetahui program dan nama pemenang program Telkomsel, pelanggan dapat menghubungi Call Center Telkomsel secara gratis ke 111 dari kartuHALO atau ke 116 dari simPATI dan Kartu As.(ima)
Grand Zuri Bangun Hotel di Lahat
| Tiang pancang mulai dibangunnya Hotel Grand Zuri |
Untuk meningkatkan pembangunan yang ada di Kabupaten Lahat, Bupati Lahat H Saifudin Aswari Rivai SE berusaha merangkul investor maupun pihak ketiga untuk menanamkan modal di Kabupaten Lahat. Salah satu upaya tersebut yakni dengan mengajak investor yang berniat membangun Hotel Grand Zuri yang merupakan hotel berbintang tiga ini.
Menurut Aswari, Hotel Grand Zuri yang di bangun ini diharapkan nantinya dapat menampung tamu-tamu yang akan berkunjung ke Kabupaten Lahat serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi, peningkatan pajak serta penyerapan tenaga kerja yang diharapkan juga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.
“Dengan dibangunnya hotel ini ada persaingan yang baik dengan meningkatkan mutu dari hotel yang sudah ada. Apalagi Hotel bintang tiga ini satu-satunya yang berdiri di Kabupaten yang ada,” ungkap Aswari.
Sementara dari investornya sendiri Ir Nicodemus Kasan Kurniawan, dengan dana sekitar Rp 40 milyar diharapkan dapat membangun hotel bintang tiga dengan berbagai fasilitas yaitu 100 kamar, ballroom yang memuat 500 tamu, ruang fitness, ruang olah raga dan berbagai fasilitas lainnya.
“Target sendiri setahun kedepan pembangunannya selesai, Grand Zuri di Kabupaten Lahat merupakan hotel ke-10 dengan lahan sekitar 10ribu meter persegi dan 4 lantai bangunan dilengkapi berbagai fasilitas,” pungkasnya. (zal)
9 PPK Kembalikan Rekapitulasi ke KPUD
Sekayu, SN
Tidak butuh waktu lama bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk menyelesaikan rekap hasil penghitungan suara. Kamis, (29/9), sembilan kecamatan sudah menyerahkan berita acara rekapitulasi beserta logistik pemungutan suara ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Musi Banyuasin (Muba) di Sekayu.
Mengacu kepada tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muba yang diselenggarakan KPU Muba, PPK diberi waktu tiga hari untuk melaksanakan rekap hasil suara, yakni 29 September hingga 1 Oktober 2011. Namun dalam praktik di lapangan, seluruh PPK memilih sesegera mungkin menyelesaikan pekerjaannya untuk menghindari persepsi negatif dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Berita acara dan logistik dari PPK ke KPU tiba secara bertahap dikawal aparat kepolisian, dan iring-iringan tim sukses pasangan calon. Hingga sore kemarin, ada sembilan kecamatan yang sudah pasti menyerahkan ke KPU. Antara lain, Kecamatan Babattoman, Lawangwetan, Sangadesa, Sungaikeruh, Plakattinggi, Babatsupat, Sungaililin, Batangharileko, dan Lalan.
Ketua KPU Muba Khadafi saat dibincangi di ruang kerjanya, mengatakan, umumnya PPK sudah melakukan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara di PPS kemarin. Berdarkan komunikasi pihaknya dengan petugas PPK, diperkirakan seluruh rekap dari PPK akan diterima KPU paling lambat, tengah malam kemarin.
“Informasi yang kita terima, hari ini (kemarin, Red) seluruh PPK sudah menggelar rapat pleno. Kemunkinan besar hasil pleno itu akan disampikan segera ke KPU Muba malam ini (kemarin malam, Red),” ujar Khadafi.
Ditambahkan, setelah semua rekap dari PPK diterima, pihaknya akan mulai melakukan rekapitulasi di tingkat KPU mulai 2-4 Oktober mendatang. Jika sudah selesai, hasilnya akan ditetapkan antara 5-7 Oktober melalui rapat pleno.
“Mengacu kepada tahapan, rekap di KPU itu 2-4 Oktober. Tapi karena semua rekap dari PPK sudah masuk semua hari ini (kemarin, Red), coba kita lihat dulu kondisinya, apakah bisa dipercepat atau tetap mengikuti tahapan. Tapi yang jelas kita selesaikan satu-satu,” pungkasnya. (her)
Tidak butuh waktu lama bagi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk menyelesaikan rekap hasil penghitungan suara. Kamis, (29/9), sembilan kecamatan sudah menyerahkan berita acara rekapitulasi beserta logistik pemungutan suara ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Musi Banyuasin (Muba) di Sekayu.
Mengacu kepada tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muba yang diselenggarakan KPU Muba, PPK diberi waktu tiga hari untuk melaksanakan rekap hasil suara, yakni 29 September hingga 1 Oktober 2011. Namun dalam praktik di lapangan, seluruh PPK memilih sesegera mungkin menyelesaikan pekerjaannya untuk menghindari persepsi negatif dan hal-hal yang tidak diinginkan.
Berita acara dan logistik dari PPK ke KPU tiba secara bertahap dikawal aparat kepolisian, dan iring-iringan tim sukses pasangan calon. Hingga sore kemarin, ada sembilan kecamatan yang sudah pasti menyerahkan ke KPU. Antara lain, Kecamatan Babattoman, Lawangwetan, Sangadesa, Sungaikeruh, Plakattinggi, Babatsupat, Sungaililin, Batangharileko, dan Lalan.
Ketua KPU Muba Khadafi saat dibincangi di ruang kerjanya, mengatakan, umumnya PPK sudah melakukan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara di PPS kemarin. Berdarkan komunikasi pihaknya dengan petugas PPK, diperkirakan seluruh rekap dari PPK akan diterima KPU paling lambat, tengah malam kemarin.
“Informasi yang kita terima, hari ini (kemarin, Red) seluruh PPK sudah menggelar rapat pleno. Kemunkinan besar hasil pleno itu akan disampikan segera ke KPU Muba malam ini (kemarin malam, Red),” ujar Khadafi.
Ditambahkan, setelah semua rekap dari PPK diterima, pihaknya akan mulai melakukan rekapitulasi di tingkat KPU mulai 2-4 Oktober mendatang. Jika sudah selesai, hasilnya akan ditetapkan antara 5-7 Oktober melalui rapat pleno.
“Mengacu kepada tahapan, rekap di KPU itu 2-4 Oktober. Tapi karena semua rekap dari PPK sudah masuk semua hari ini (kemarin, Red), coba kita lihat dulu kondisinya, apakah bisa dipercepat atau tetap mengikuti tahapan. Tapi yang jelas kita selesaikan satu-satu,” pungkasnya. (her)
Langganan:
Postingan (Atom)
Press
My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.
















