Lais, SN
Aksi pencurian karet alam di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali marak. Secara bergantian sindikat pencurian karet di wilayah kecamatan Lais dan Lawang Weta tersebut kian meresahkan warga.
Polisipun menyiapkan tim untuk mengendus aksi sindikat itu. Alhasil, pada Selasa (24/1) sekitar pukul 06.00 WIB tiga dari sembilan pelaku pencurian berhasil dicokok aparat Polsek Lais di Village XII Desa Lais Kecamatan Lais Kabupaten Muba dengan barang bukti 9 keping karet atau seberat 400 kg. Adapun korbannya yakni Turmuji Bin M Ubin warga Village XII.
Pelaku yang berhasil dibekuk yakni Yanto Bin Sobar, 26 tahun, warga dusun I Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur, Adi, 25, Warga Dusun Lubuk Lancang Kecamatan Betung, Banyuasin dan Muh Amin Bin Tudin Dulkhasan,21, Dusun III Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur. Sedangkan pelaku lainnya yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diantaranya Ay, warga dusun IV Lebung, HR, warga dusun II Lebung, EN, warga Lubuk Lancang, SR warga Dusun Tanah Malang Desa Lebung, Aswandi warga tanah malang desa lebung dan Insan warga Lubuk lancing.
Aksi pencurian karet itu dilakukan sekelompok pelaku pada tengah malam, disaat penjaga karet yang ditaruh karet alam hasil sadapan didalam kolam tertidur lelap. Secara diam-diam, pelaku bergantian mengambil bongkahan karet dan dipikul sampai kepinggir jalan. Sedangkan saat karet sudah terkumpul dipinggir jalan barulah sebuah mobil dari pelaku mengangkut karet hasil curian tersebut.
Namun disaat ketiga pelaku hendak mengangkut karet curian untuk beberapa keping lagi sekitar pukul 02.00 WIB kemarin, aksi pelaku berhasil dipergoki warga yang meneriaki maling, sehingga ketiga pelaku berlari kocar-kacir.
Dua pelaku berlari bersama dan satu pelaku lainnya berpencar menyelamatkan diri. Satu orang pelaku tersebut berhasil ditangkap warga dan sempat dihajar massa hingga babak belur. Setelah babak belur aparat desa langsung memberitahukan pihak kepolisian untuk diamankan. Sedangkan pengejaran kedua pelaku tersebut terus dilakukan aparat kepolisian, dan berhasil ditanggap dipinggir jalan dekat tumpukan karet dekat desa Villange XII.
Kapolres Muba, AKBP Toto Wibowo melalui Kapolsek Lais AKP Bakhtiar didampingi Kanitres Brigadir WP. Simarmata.SH membenarkan telah membekuk aksi pencurian sawit milik warga. Adapun keresahan warga terhadap sindikat pencurian karet alam tersebut kerap terjadi seminggu terakhir ini.
“Aksi pencurian itu sindikat dan mereka berkelompok melakukan pencurian pada tengah malam atau pagi saat orang tertidur. Dilais sudah tiga kali terjadi,” ungkap Kapolsek. Bahkan beberapa minggu lalu warga juga kehilangan 2 ton karet karena dicuri. Begitu juga laporan di PT Guthrie ada upaya pencurian namun tidak berhasil. (her)
Rabu, 25 Januari 2012
Dana BSM Tak Boleh Dipotong
Indralaya
Kabid TK/SD Dinas Pendidikan (Disdik) Ogan Ilir (OI) Faturrozi SPd, Selasa (24/1) menyatakan, pihak sekolah tidak boleh melalukan potongan terhadap penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin (BSM). Sehingga bila terjadi ada potongan maka pihak sekolah telah menyalahi aturan.
Dikatakan Faturrozi, pihaknya belum mendapat laporan adanya potongan BSM yang dilakukan oknum pihak sekolah. Namun ia berterima kasih dengan adanya laporan tersebut. Pihaknya akan segera memanggil kepala sekolah bila ada potongan BSM.
"Kami akan segera memanggil kepala sekolah yang bersangkutan. Melalui kacabdin Indralaya Utara dan kalau ternyata memang benar adanya pemotongan maka kami akan memberikan sanksi terhadap kepala sekolah yang bersangkutan" ujar Faturrozi.
Ia mengungkapkan, sejauh ini ia belum mendengar adanya potongan yang dilakukan pihak oknum Kepsek SDN 3 Indralaya Utara yang diduga melakukan potongan sebesar Rp 40 ribu persiswa.
Sementara menurut data yang diterima dari Wahyudi MKom selaku Kasi sarana bidang TK/SD Disdik OI, untuk SDN 3 Indralaya siswa yang mendapatan dana bantuan siswa miskin yang mendapat Rp 360 ribu/siswa sebanyak 19 siswa dan yang mendapat Rp 180 ribu/siswa sebanyak 10 orang.
Wahyudi sangat menyayangkan kalau memang benar terjadi pemotongan terhadap dana bantuan tersebut karena sebelum ada pencairan dana tersebut sudah diingatkan agar jangan ada pemotongan.
"Padahal dari awal kami sudah mengingat jangan sampai ada pemotongan terhadap dana bantuan siswa miskin" ujar Wahyudi.
Sementara Kacabdin Indralaya Utara Ichwani SPd mengaku belum mengetahui dan memang tidak diperbolehkan ada pemotongan terhadap dana tersebut. (man)
Kabid TK/SD Dinas Pendidikan (Disdik) Ogan Ilir (OI) Faturrozi SPd, Selasa (24/1) menyatakan, pihak sekolah tidak boleh melalukan potongan terhadap penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin (BSM). Sehingga bila terjadi ada potongan maka pihak sekolah telah menyalahi aturan.
Dikatakan Faturrozi, pihaknya belum mendapat laporan adanya potongan BSM yang dilakukan oknum pihak sekolah. Namun ia berterima kasih dengan adanya laporan tersebut. Pihaknya akan segera memanggil kepala sekolah bila ada potongan BSM.
"Kami akan segera memanggil kepala sekolah yang bersangkutan. Melalui kacabdin Indralaya Utara dan kalau ternyata memang benar adanya pemotongan maka kami akan memberikan sanksi terhadap kepala sekolah yang bersangkutan" ujar Faturrozi.
Ia mengungkapkan, sejauh ini ia belum mendengar adanya potongan yang dilakukan pihak oknum Kepsek SDN 3 Indralaya Utara yang diduga melakukan potongan sebesar Rp 40 ribu persiswa.
Sementara menurut data yang diterima dari Wahyudi MKom selaku Kasi sarana bidang TK/SD Disdik OI, untuk SDN 3 Indralaya siswa yang mendapatan dana bantuan siswa miskin yang mendapat Rp 360 ribu/siswa sebanyak 19 siswa dan yang mendapat Rp 180 ribu/siswa sebanyak 10 orang.
Wahyudi sangat menyayangkan kalau memang benar terjadi pemotongan terhadap dana bantuan tersebut karena sebelum ada pencairan dana tersebut sudah diingatkan agar jangan ada pemotongan.
"Padahal dari awal kami sudah mengingat jangan sampai ada pemotongan terhadap dana bantuan siswa miskin" ujar Wahyudi.
Sementara Kacabdin Indralaya Utara Ichwani SPd mengaku belum mengetahui dan memang tidak diperbolehkan ada pemotongan terhadap dana tersebut. (man)
Tiga Spesialis Curi Karet Dicokok
Lais, SN
Aksi pencurian karet alam di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali marak. Secara bergantian sindikat pencurian karet di wilayah kecamatan Lais dan Lawang Weta tersebut kian meresahkan warga.
Polisipun menyiapkan tim untuk mengendus aksi sindikat itu. Alhasil, pada Selasa (24/1) sekitar pukul 06.00 WIB tiga dari sembilan pelaku pencurian berhasil dicokok aparat Polsek Lais di Village XII Desa Lais Kecamatan Lais Kabupaten Muba dengan barang bukti 9 keping karet atau seberat 400 kg. Adapun korbannya yakni Turmuji Bin M Ubin warga Village XII.
Pelaku yang berhasil dibekuk yakni Yanto Bin Sobar, 26 tahun, warga dusun I Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur, Adi, 25, Warga Dusun Lubuk Lancang Kecamatan Betung, Banyuasin dan Muh Amin Bin Tudin Dulkhasan,21, Dusun III Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur. Sedangkan pelaku lainnya yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diantaranya Ay, warga dusun IV Lebung, HR, warga dusun II Lebung, EN, warga Lubuk Lancang, SR warga Dusun Tanah Malang Desa Lebung, Aswandi warga tanah malang desa lebung dan Insan warga Lubuk lancing.
Aksi pencurian karet itu dilakukan sekelompok pelaku pada tengah malam, disaat penjaga karet yang ditaruh karet alam hasil sadapan didalam kolam tertidur lelap. Secara diam-diam, pelaku bergantian mengambil bongkahan karet dan dipikul sampai kepinggir jalan. Sedangkan saat karet sudah terkumpul dipinggir jalan barulah sebuah mobil dari pelaku mengangkut karet hasil curian tersebut.
Namun disaat ketiga pelaku hendak mengangkut karet curian untuk beberapa keping lagi sekitar pukul 02.00 WIB kemarin, aksi pelaku berhasil dipergoki warga yang meneriaki maling, sehingga ketiga pelaku berlari kocar-kacir.
Dua pelaku berlari bersama dan satu pelaku lainnya berpencar menyelamatkan diri. Satu orang pelaku tersebut berhasil ditangkap warga dan sempat dihajar massa hingga babak belur. Setelah babak belur aparat desa langsung memberitahukan pihak kepolisian untuk diamankan. Sedangkan pengejaran kedua pelaku tersebut terus dilakukan aparat kepolisian, dan berhasil ditanggap dipinggir jalan dekat tumpukan karet dekat desa Villange XII.
Kapolres Muba, AKBP Toto Wibowo melalui Kapolsek Lais AKP Bakhtiar didampingi Kanitres Brigadir WP. Simarmata.SH membenarkan telah membekuk aksi pencurian sawit milik warga. Adapun keresahan warga terhadap sindikat pencurian karet alam tersebut kerap terjadi seminggu terakhir ini.
“Aksi pencurian itu sindikat dan mereka berkelompok melakukan pencurian pada tengah malam atau pagi saat orang tertidur. Dilais sudah tiga kali terjadi,” ungkap Kapolsek. Bahkan beberapa minggu lalu warga juga kehilangan 2 ton karet karena dicuri. Begitu juga laporan di PT Guthrie ada upaya pencurian namun tidak berhasil. (her)
Aksi pencurian karet alam di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali marak. Secara bergantian sindikat pencurian karet di wilayah kecamatan Lais dan Lawang Weta tersebut kian meresahkan warga.
Polisipun menyiapkan tim untuk mengendus aksi sindikat itu. Alhasil, pada Selasa (24/1) sekitar pukul 06.00 WIB tiga dari sembilan pelaku pencurian berhasil dicokok aparat Polsek Lais di Village XII Desa Lais Kecamatan Lais Kabupaten Muba dengan barang bukti 9 keping karet atau seberat 400 kg. Adapun korbannya yakni Turmuji Bin M Ubin warga Village XII.
Pelaku yang berhasil dibekuk yakni Yanto Bin Sobar, 26 tahun, warga dusun I Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur, Adi, 25, Warga Dusun Lubuk Lancang Kecamatan Betung, Banyuasin dan Muh Amin Bin Tudin Dulkhasan,21, Dusun III Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur. Sedangkan pelaku lainnya yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diantaranya Ay, warga dusun IV Lebung, HR, warga dusun II Lebung, EN, warga Lubuk Lancang, SR warga Dusun Tanah Malang Desa Lebung, Aswandi warga tanah malang desa lebung dan Insan warga Lubuk lancing.
Aksi pencurian karet itu dilakukan sekelompok pelaku pada tengah malam, disaat penjaga karet yang ditaruh karet alam hasil sadapan didalam kolam tertidur lelap. Secara diam-diam, pelaku bergantian mengambil bongkahan karet dan dipikul sampai kepinggir jalan. Sedangkan saat karet sudah terkumpul dipinggir jalan barulah sebuah mobil dari pelaku mengangkut karet hasil curian tersebut.
Namun disaat ketiga pelaku hendak mengangkut karet curian untuk beberapa keping lagi sekitar pukul 02.00 WIB kemarin, aksi pelaku berhasil dipergoki warga yang meneriaki maling, sehingga ketiga pelaku berlari kocar-kacir.
Dua pelaku berlari bersama dan satu pelaku lainnya berpencar menyelamatkan diri. Satu orang pelaku tersebut berhasil ditangkap warga dan sempat dihajar massa hingga babak belur. Setelah babak belur aparat desa langsung memberitahukan pihak kepolisian untuk diamankan. Sedangkan pengejaran kedua pelaku tersebut terus dilakukan aparat kepolisian, dan berhasil ditanggap dipinggir jalan dekat tumpukan karet dekat desa Villange XII.
Kapolres Muba, AKBP Toto Wibowo melalui Kapolsek Lais AKP Bakhtiar didampingi Kanitres Brigadir WP. Simarmata.SH membenarkan telah membekuk aksi pencurian sawit milik warga. Adapun keresahan warga terhadap sindikat pencurian karet alam tersebut kerap terjadi seminggu terakhir ini.
“Aksi pencurian itu sindikat dan mereka berkelompok melakukan pencurian pada tengah malam atau pagi saat orang tertidur. Dilais sudah tiga kali terjadi,” ungkap Kapolsek. Bahkan beberapa minggu lalu warga juga kehilangan 2 ton karet karena dicuri. Begitu juga laporan di PT Guthrie ada upaya pencurian namun tidak berhasil. (her)
PKS Ganti Kadernya di DPRD Muba
Sekayu, SN
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Musi Banyuasin mengganti kadernya yang diduduk di DPRD Musi Banyuasin. Kedudukan Nuryasin Arlan LC sebagai satu-satunya anggota DPRD Muba asal PKS diganti oleh Ir Amir Husin.
Pelantikan Pergantian Antar Waktu anggota DPRD Muba Ir Amir Husin dilakukan melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Muba yang dipimpin Ketua DPRD Muba H Uzer Effendy MS, Selasa (24/1). Rapat Paripurna tersebut dihadiri Bupati Muba H Pahri Azhari, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Satuan Kerja Pemerintah Daerah, dan unsur masyarakat.
Pergantian Antar Waktu anggota DPRD Muba Nuryasin Arlan LC digantikan oleh Ir Amir Husin, tertuang melalui keputusan Gubernur Sumsel nomor 881/Kpts/II/2011, tanggal 30 Desember 2011. Dalam surat keputusan tersebut, Nuryasin Arlan LC resmi diberhentikan dan mengangkat Ir Amir Husin sebagai anggota DPRD Muba periode 2009-2014.
Ketua DPD PKS Kabupaten Musi Banyuasin Dear Fauzul Azim, mengatakan, PAW tersebut merupakan dinamika politik sebagai bentuk regenerasi dan kaderisasi partai. Menurutnya, PAW tersebut bertujuan untuk mendorong semangat perubahan.
“PAW ini murni dikarenakan adanya permintaan pengunduran diri dari Nuryasin. Tidak ada nuansa politis dalam pergantian antara Nuryasin Arlan LC dan Ir Amir Husin,” ujarnya.
Dia mengatakan, pelantikan Ir Amair Husin sebagai anggota DPRD Muba menggantikan Nuryasin Arlan LC tersebut juga momentum yang tepat, seiring dengan pelantikan Bupati dan Wabup Muba Periode 2012-2017.
Menurutnya, dengan telah dilantiknya PAW anggota DPRD Muba, PKS dapat ikut berkontribusi dalam pembahasan APBD.
“Ini momentum yang tepat. Sebagai anggota DPRD Muba yang baru dilantik, Ir Amir Husin dapat berkontribusi dalam pembahasan APBD Muba, untuk kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya. (her)
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Musi Banyuasin mengganti kadernya yang diduduk di DPRD Musi Banyuasin. Kedudukan Nuryasin Arlan LC sebagai satu-satunya anggota DPRD Muba asal PKS diganti oleh Ir Amir Husin.
Pelantikan Pergantian Antar Waktu anggota DPRD Muba Ir Amir Husin dilakukan melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Muba yang dipimpin Ketua DPRD Muba H Uzer Effendy MS, Selasa (24/1). Rapat Paripurna tersebut dihadiri Bupati Muba H Pahri Azhari, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Satuan Kerja Pemerintah Daerah, dan unsur masyarakat.
Pergantian Antar Waktu anggota DPRD Muba Nuryasin Arlan LC digantikan oleh Ir Amir Husin, tertuang melalui keputusan Gubernur Sumsel nomor 881/Kpts/II/2011, tanggal 30 Desember 2011. Dalam surat keputusan tersebut, Nuryasin Arlan LC resmi diberhentikan dan mengangkat Ir Amir Husin sebagai anggota DPRD Muba periode 2009-2014.
Ketua DPD PKS Kabupaten Musi Banyuasin Dear Fauzul Azim, mengatakan, PAW tersebut merupakan dinamika politik sebagai bentuk regenerasi dan kaderisasi partai. Menurutnya, PAW tersebut bertujuan untuk mendorong semangat perubahan.
“PAW ini murni dikarenakan adanya permintaan pengunduran diri dari Nuryasin. Tidak ada nuansa politis dalam pergantian antara Nuryasin Arlan LC dan Ir Amir Husin,” ujarnya.
Dia mengatakan, pelantikan Ir Amair Husin sebagai anggota DPRD Muba menggantikan Nuryasin Arlan LC tersebut juga momentum yang tepat, seiring dengan pelantikan Bupati dan Wabup Muba Periode 2012-2017.
Menurutnya, dengan telah dilantiknya PAW anggota DPRD Muba, PKS dapat ikut berkontribusi dalam pembahasan APBD.
“Ini momentum yang tepat. Sebagai anggota DPRD Muba yang baru dilantik, Ir Amir Husin dapat berkontribusi dalam pembahasan APBD Muba, untuk kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya. (her)
DP2K Turunkan Satgas Cegah Flu Burung
Palembang, SN
Meski belum menemukan indikasi flu burung di Kota Palembang, Pemkot melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DP2K) menurunkan satuan petugas (satgas) khusus sebagai upaya pencegahannya. Hal ini diungkapkan Kepala DP2K Kota Palembang Sudirman Tegoeh di kantor Walikota, kemarin.
“Maraknya isu flu burung di Jakarta dengan indikasi satu orang meninggal tentu kita sikapi dengan menurunkan satgas. Tugas utama mereka untuk memonitor dan menginventarisir para peternak yang ada dengan tujuan pencegahan menyebarnya virus unggas ini,”ungkap Sudirman.
Satgas ini, sambung dia, juga akan melakukan koordinasi dengan Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) yang ada di beberapa wilayah seperti Kecamatan Gandus, Sekojo, Talang Betutu, dan Seberang Ulu. Selain itu, melakukan sosialiasi mengenai flu burung kepada masyarakat. “Kita juga prioritaskan center peternakan unggas di perbatasan kota seperti di Alang-Alang Lebar,”sebutnya.
Secara umum, jelas Sudirman, terdapat dua kategori peternak unggas yang bisa dijumpai. Antara lain peternak hobi yang memelihara unggasnya di rumah dalam jumlah sedikit. serta peternak bisnis dengan jumlah peliharaan besar-besaran. Untuk para peternak ini, diminta untuk tidak membuka peternakannya di pemukiman dan wilayah yang ramai. Pasalnya, keberadaan kandang unggas dinilai dapat mengganggu lingkungan dan lalu lintas dengan kebersihannya.
“Semua peternak ini diharapkan dapat menjaga peliharaannya dengan baik. Bisa dengan memberikan semprotan desinfektan, injeksi, dan menjaga kebersihan kandangnya dengan baik,”imbuhnya.
Sudirman juga meminta kepada masyarakat yang memelihara unggas agar segera melapor ke pihaknya apabila ditemukan ayam atau burung yang mati di tempat dengan ciri-ciri yang mengarah ke flu burung. “Fungsi satgas kita juga untuk sosialisasikan hal ini agar masyarakat dapat terhindar dari virus ini,”bebernya.
Dalam melakukan pengawasan dan pembinaan peternak unggas, Sudirman mengaku, masih menggunakan peraturan wali kota (Perwali) No.11/2010 tentang pemeliharaan hewan berkaki empat. “Peraturan Daerah (Perda) khususnya belum ada karena memang belum mendesak,”ujarnya.
Disinggung bagaimana kepengurusan izin usaha untuk masyarakat yang akan membuka usaha di bidang peternakan, Sudirman mengatakan, semua memang harus terpadu dan sesuai aturan. Pengajuan izin usaha tersebut bisa melalui Pemkot Palembang bukan melalui pihaknya.
“Karena DP2K ini tupoksinya untuk pembinaan teknis, termasuk masalah distribusi dan pemotongan hewan. Agar masyarakat dapat memahami ini, tim interen kita tentu berikan penyuluhan terkait ini,”pungkasnya.
Terpisah, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengimbau kepada masyarakat agar tidak memelihara unggas di dekat tempat tinggal. Selain itu, jika memang akan membuka peternakan untuk penghasilan tambahan, mungkin tidak sesuai jika ditempatkan lokasinya di tempat tinggal.
“Tidak ada kasus flu burung di Palembang. Ya, untuk pencegahannya tentu menghindari memelihara unggas seperti ayam dan burung di dekat kamar. Seharusnya tidak dilakukan. Kalau sekedar untuk hobi, diharapkan dapat menjaga kebersihan kandangnya, periksa kesehatannya jika memelihara ayam jago atau burung,”imbau Eddy.(win)
Meski belum menemukan indikasi flu burung di Kota Palembang, Pemkot melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DP2K) menurunkan satuan petugas (satgas) khusus sebagai upaya pencegahannya. Hal ini diungkapkan Kepala DP2K Kota Palembang Sudirman Tegoeh di kantor Walikota, kemarin.
“Maraknya isu flu burung di Jakarta dengan indikasi satu orang meninggal tentu kita sikapi dengan menurunkan satgas. Tugas utama mereka untuk memonitor dan menginventarisir para peternak yang ada dengan tujuan pencegahan menyebarnya virus unggas ini,”ungkap Sudirman.
Satgas ini, sambung dia, juga akan melakukan koordinasi dengan Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) yang ada di beberapa wilayah seperti Kecamatan Gandus, Sekojo, Talang Betutu, dan Seberang Ulu. Selain itu, melakukan sosialiasi mengenai flu burung kepada masyarakat. “Kita juga prioritaskan center peternakan unggas di perbatasan kota seperti di Alang-Alang Lebar,”sebutnya.
Secara umum, jelas Sudirman, terdapat dua kategori peternak unggas yang bisa dijumpai. Antara lain peternak hobi yang memelihara unggasnya di rumah dalam jumlah sedikit. serta peternak bisnis dengan jumlah peliharaan besar-besaran. Untuk para peternak ini, diminta untuk tidak membuka peternakannya di pemukiman dan wilayah yang ramai. Pasalnya, keberadaan kandang unggas dinilai dapat mengganggu lingkungan dan lalu lintas dengan kebersihannya.
“Semua peternak ini diharapkan dapat menjaga peliharaannya dengan baik. Bisa dengan memberikan semprotan desinfektan, injeksi, dan menjaga kebersihan kandangnya dengan baik,”imbuhnya.
Sudirman juga meminta kepada masyarakat yang memelihara unggas agar segera melapor ke pihaknya apabila ditemukan ayam atau burung yang mati di tempat dengan ciri-ciri yang mengarah ke flu burung. “Fungsi satgas kita juga untuk sosialisasikan hal ini agar masyarakat dapat terhindar dari virus ini,”bebernya.
Dalam melakukan pengawasan dan pembinaan peternak unggas, Sudirman mengaku, masih menggunakan peraturan wali kota (Perwali) No.11/2010 tentang pemeliharaan hewan berkaki empat. “Peraturan Daerah (Perda) khususnya belum ada karena memang belum mendesak,”ujarnya.
Disinggung bagaimana kepengurusan izin usaha untuk masyarakat yang akan membuka usaha di bidang peternakan, Sudirman mengatakan, semua memang harus terpadu dan sesuai aturan. Pengajuan izin usaha tersebut bisa melalui Pemkot Palembang bukan melalui pihaknya.
“Karena DP2K ini tupoksinya untuk pembinaan teknis, termasuk masalah distribusi dan pemotongan hewan. Agar masyarakat dapat memahami ini, tim interen kita tentu berikan penyuluhan terkait ini,”pungkasnya.
Terpisah, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengimbau kepada masyarakat agar tidak memelihara unggas di dekat tempat tinggal. Selain itu, jika memang akan membuka peternakan untuk penghasilan tambahan, mungkin tidak sesuai jika ditempatkan lokasinya di tempat tinggal.
“Tidak ada kasus flu burung di Palembang. Ya, untuk pencegahannya tentu menghindari memelihara unggas seperti ayam dan burung di dekat kamar. Seharusnya tidak dilakukan. Kalau sekedar untuk hobi, diharapkan dapat menjaga kebersihan kandangnya, periksa kesehatannya jika memelihara ayam jago atau burung,”imbau Eddy.(win)
Puluhan Warga Dan Tukang Becak Terkena Razia
Palembang, SN
Selasa (24/1) Satuan Polisi Pamong Praja (Polpp) melakukan razia terhadap warga yang tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan para penarik becak yang beroprasi di Jalan Jendral sudrman.
Razia yang dilakukan petugas yang menurunkan sekitar 50 personil ini dilakukan sekitar pukul 10.00 wib dan petugas mendapati 25 warga yang tidk membawa KTP dan 10 penarik becak.
Menurut Aris Saputra, kepala satuan itu, warga yang terjaring karena tidak membawa kartu tanda penduduk. “Ada pula yang KTP sudah habis masa berlaku. Bahkan ada yang tak punya identitas pengenal sama sekali. ”Adapun tukang becak yang diamankan karena melintas di sepanjang jalan protokol, yang terlarang bagi becak.
Razia ini sempat mengejutkan warga. Para tukang becak yang lagi melintas, mengetahui ada razia, ngebut mengayuh becaknya. Mereka dikejar petugas.Tukang becak yang tertangkap diamankan, begitu juga becaknya.
Mereka yang terjaring didata, kemudian disidang yustisi di mobil keliling Pamong Praja yang stand by di lokasi razia.
“Mereka yang terjaring ini kita kenakan denda dari 50 ribu sampai 100 ribu, yang telah ditetapkan oleh jaksa dan hakim yustisi,” kata Aris.
Ia mengimbau masyarakat segera memiliki atau memperpanjang KTP yang kedaluwarsa. “Bila perlu buat KTP sementara. Biasakanlah setiap keluar rumah membawa identitas diri. Meskipun kecil namun identitas itu sangat penting. Kalau tidak ada identitas, bagaimana kalau terjadi apa-apa di jalan,” kata Aris.
Ia menambahkan, pihaknya juga menjaring 36 anak jalanan dan anak punk yang kerap mangkal di lampu merah Charitas, Radial, simpang Polda. “Razianya kami lakukan semalam,” kata Aris
Kesuama anak jalanan yang terjaring razia sedang kami lakukan pendataan dana selanjutnya akan kami serahkan ke pada dnas sosial untuk dilakukan pembinaan, " setelah didata mereka akan kita serahkan ke dinsos untuk dilakukan pembinaan," ujar Aris.
Selain itu Satpolpp juga merazia warung-warung yang disinyalir menjual minuman keras dan berhasil menyita sekitar 200 botol dan 7 grobak yang menjualminuman. " Kita juga merazia tempat yang disnyalir menjual miras serta menyita grobak yang menjual miras" pungkasnya.(win)
Selasa (24/1) Satuan Polisi Pamong Praja (Polpp) melakukan razia terhadap warga yang tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan para penarik becak yang beroprasi di Jalan Jendral sudrman.
Razia yang dilakukan petugas yang menurunkan sekitar 50 personil ini dilakukan sekitar pukul 10.00 wib dan petugas mendapati 25 warga yang tidk membawa KTP dan 10 penarik becak.
Menurut Aris Saputra, kepala satuan itu, warga yang terjaring karena tidak membawa kartu tanda penduduk. “Ada pula yang KTP sudah habis masa berlaku. Bahkan ada yang tak punya identitas pengenal sama sekali. ”Adapun tukang becak yang diamankan karena melintas di sepanjang jalan protokol, yang terlarang bagi becak.
Razia ini sempat mengejutkan warga. Para tukang becak yang lagi melintas, mengetahui ada razia, ngebut mengayuh becaknya. Mereka dikejar petugas.Tukang becak yang tertangkap diamankan, begitu juga becaknya.
Mereka yang terjaring didata, kemudian disidang yustisi di mobil keliling Pamong Praja yang stand by di lokasi razia.
“Mereka yang terjaring ini kita kenakan denda dari 50 ribu sampai 100 ribu, yang telah ditetapkan oleh jaksa dan hakim yustisi,” kata Aris.
Ia mengimbau masyarakat segera memiliki atau memperpanjang KTP yang kedaluwarsa. “Bila perlu buat KTP sementara. Biasakanlah setiap keluar rumah membawa identitas diri. Meskipun kecil namun identitas itu sangat penting. Kalau tidak ada identitas, bagaimana kalau terjadi apa-apa di jalan,” kata Aris.
Ia menambahkan, pihaknya juga menjaring 36 anak jalanan dan anak punk yang kerap mangkal di lampu merah Charitas, Radial, simpang Polda. “Razianya kami lakukan semalam,” kata Aris
Kesuama anak jalanan yang terjaring razia sedang kami lakukan pendataan dana selanjutnya akan kami serahkan ke pada dnas sosial untuk dilakukan pembinaan, " setelah didata mereka akan kita serahkan ke dinsos untuk dilakukan pembinaan," ujar Aris.
Selain itu Satpolpp juga merazia warung-warung yang disinyalir menjual minuman keras dan berhasil menyita sekitar 200 botol dan 7 grobak yang menjualminuman. " Kita juga merazia tempat yang disnyalir menjual miras serta menyita grobak yang menjual miras" pungkasnya.(win)
Kantor BKD Diserbu Ratusan Pegawai
Empat Lawang, SN
Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Empat Lawang, Selasa (24/1) mendadak ramai. Pasalnya ratusan warga berseragam pegawai serbu kantor kepegawaian. Suasana menjadi ramai dan gaduh, beberapa Satuan Polisi Pamong Praja tampak berjaga-jaga depan pintu kantor BKD yang masih menumpang di Sekretariat Pemkab Empat Lawang itu.
Semua yang melintas dan melihat kejadian bertanya-tanya,apa yang terjadi bahkan tidak segan melihat langsung ke arah kantor BKD.
Ternyata ratusan abdi negara merupakan peserta CPNS yang baru saja disudah diambil sumpah dan sekarang sedang antri menunggu panggilan nama untuk menerima Surat Keputusan (SK) sebagai PNS penuh. "Tadi pembagian SK, semua CPNS yang sudah dilantik bisa mengambil SK," kata kepala BKD empat Lawang Januarsyah SH, Selasa (24/1).
Selanjutnya Januarsyah menyampaikan semua cpns dapat langsung datang ke kantor BKD untuk mengambil SK, sehingga begitu cepat diambil, cepat pula diurus penambahan gaji penuhnya. "Insyah Allah Februari ini mereka yang selama ini menerima 80 persen menjadi 100 persen," kata Januarsyah.
Sementara Neli salah seorang PNS mengaku rela antri meskipun harus berdesakan dan menunggu lama,maklum SK pengangkatan menjadi PNS penuh ini sudah dua tahun dinantikan,"dua tahun saja siap apalagi cuma sebentar nunggu nya," kata Neli.
Neli merasa bersyukur atas pengangkatan semoga dapat menambah motifasi kerja nya dan teman-teman satu angkatan di pemerintahan kabupaten Empat Lawang, bahkan tidak kalah senang dan sebagai ungkapan rasa syukur Neli mengaku akan menyisihkan sebagaian gaji 100 persen pertama bagi tetangga yang tidak mampu. "Insyah sebagian gaji akan saya sedekah kepada tetangga yang membutuhkan," kata Neli.
Hal senada disampaikan Wati, dengan mata berkaca-kaca mengaku haru, SK yang selama ini diharapkan segera didapati, hal ini membuah hatinya senang bercampur haru,"harga kertas nya tidak seberapa tapi nilainya ini,sangat berharga bagi kamin"kata Wati.
Wati juga menyampaikan sebagai ungkapan rasa syukur akan mentraktir teman-teman sekantor berharap gaji penuh yang diterima bulan yang akan datang dapat menjadi berkah baginya dan keluarga. "Paling traktir teman," pungkasnya. (eko)
Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Empat Lawang, Selasa (24/1) mendadak ramai. Pasalnya ratusan warga berseragam pegawai serbu kantor kepegawaian. Suasana menjadi ramai dan gaduh, beberapa Satuan Polisi Pamong Praja tampak berjaga-jaga depan pintu kantor BKD yang masih menumpang di Sekretariat Pemkab Empat Lawang itu.
Semua yang melintas dan melihat kejadian bertanya-tanya,apa yang terjadi bahkan tidak segan melihat langsung ke arah kantor BKD.
Ternyata ratusan abdi negara merupakan peserta CPNS yang baru saja disudah diambil sumpah dan sekarang sedang antri menunggu panggilan nama untuk menerima Surat Keputusan (SK) sebagai PNS penuh. "Tadi pembagian SK, semua CPNS yang sudah dilantik bisa mengambil SK," kata kepala BKD empat Lawang Januarsyah SH, Selasa (24/1).
Selanjutnya Januarsyah menyampaikan semua cpns dapat langsung datang ke kantor BKD untuk mengambil SK, sehingga begitu cepat diambil, cepat pula diurus penambahan gaji penuhnya. "Insyah Allah Februari ini mereka yang selama ini menerima 80 persen menjadi 100 persen," kata Januarsyah.
Sementara Neli salah seorang PNS mengaku rela antri meskipun harus berdesakan dan menunggu lama,maklum SK pengangkatan menjadi PNS penuh ini sudah dua tahun dinantikan,"dua tahun saja siap apalagi cuma sebentar nunggu nya," kata Neli.
Neli merasa bersyukur atas pengangkatan semoga dapat menambah motifasi kerja nya dan teman-teman satu angkatan di pemerintahan kabupaten Empat Lawang, bahkan tidak kalah senang dan sebagai ungkapan rasa syukur Neli mengaku akan menyisihkan sebagaian gaji 100 persen pertama bagi tetangga yang tidak mampu. "Insyah sebagian gaji akan saya sedekah kepada tetangga yang membutuhkan," kata Neli.
Hal senada disampaikan Wati, dengan mata berkaca-kaca mengaku haru, SK yang selama ini diharapkan segera didapati, hal ini membuah hatinya senang bercampur haru,"harga kertas nya tidak seberapa tapi nilainya ini,sangat berharga bagi kamin"kata Wati.
Wati juga menyampaikan sebagai ungkapan rasa syukur akan mentraktir teman-teman sekantor berharap gaji penuh yang diterima bulan yang akan datang dapat menjadi berkah baginya dan keluarga. "Paling traktir teman," pungkasnya. (eko)
OKUS Pacu Pembangunan Pendidikan
Muaradua, SN
OKU Selatan terus pacu peningkatan pembangunan tidak terkecuali dibidang pendidikan. Hal ini terlihat dari semakin banyak sarana dan prasarana infrastruktur pendidikan yang dibangun termasuk tenaga guru di daerah pedalaman.
Hambali pensiunan pendidik warga Tebat Gabus Kecamatan Kisam saat ditemui dikediamanya mengatakan, pembangunan sektor pendidikan sangat penting, sehingga diperlukan peningkatan dari berbagai aspek yang ada, tidak hanya pembangunan fisik namun
lebih pada upaya peningkatan mutu pendidik.
"Keberhasilan sektor pendidikan berkorelasi langsung
terhadap manajemen kepemimpinan serta kualitas pendidik di sekolah tersebut sehingga berpengaruh terhadap mutu anak didiknya,” tuturnya.
Menurutnya, kepala sekolah mempunyai tanggung jawab besar untuk memajukan sekolah dan dituntut agar secara kualitas guru pendidik lebih ditingkatkan, sehingga mutu anak didiknya juga akan terus mengalami peningkatan, secara konkrit hasil dari ujian nasional dapat dilihat sudah sejauh mana kualitas pendidik di sekolah tersebut.
“Selain pentingnya peran serta kepala sekolah, hal lain yang turut mempengaruhi mutu pendidikan adalah guru, orang tua, dan peran serta masyarakat. Apabila semua saling memberikan dukungan, maka apa yang menjadi tujuan dapat tercapai
dengan baik serta memberikan hasil yang memuaskan,” bebernya.
Dia menambahkan, untuk peningkatan mutu yakni dari semua komponen harus saling bahu membahu, sehingga dari tahun ke tahun peningkatan mutu kelulusan semakin meningkat dan lebih berkualitas. (dan)
OKU Selatan terus pacu peningkatan pembangunan tidak terkecuali dibidang pendidikan. Hal ini terlihat dari semakin banyak sarana dan prasarana infrastruktur pendidikan yang dibangun termasuk tenaga guru di daerah pedalaman.
Hambali pensiunan pendidik warga Tebat Gabus Kecamatan Kisam saat ditemui dikediamanya mengatakan, pembangunan sektor pendidikan sangat penting, sehingga diperlukan peningkatan dari berbagai aspek yang ada, tidak hanya pembangunan fisik namun
lebih pada upaya peningkatan mutu pendidik.
"Keberhasilan sektor pendidikan berkorelasi langsung
terhadap manajemen kepemimpinan serta kualitas pendidik di sekolah tersebut sehingga berpengaruh terhadap mutu anak didiknya,” tuturnya.
Menurutnya, kepala sekolah mempunyai tanggung jawab besar untuk memajukan sekolah dan dituntut agar secara kualitas guru pendidik lebih ditingkatkan, sehingga mutu anak didiknya juga akan terus mengalami peningkatan, secara konkrit hasil dari ujian nasional dapat dilihat sudah sejauh mana kualitas pendidik di sekolah tersebut.
“Selain pentingnya peran serta kepala sekolah, hal lain yang turut mempengaruhi mutu pendidikan adalah guru, orang tua, dan peran serta masyarakat. Apabila semua saling memberikan dukungan, maka apa yang menjadi tujuan dapat tercapai
dengan baik serta memberikan hasil yang memuaskan,” bebernya.
Dia menambahkan, untuk peningkatan mutu yakni dari semua komponen harus saling bahu membahu, sehingga dari tahun ke tahun peningkatan mutu kelulusan semakin meningkat dan lebih berkualitas. (dan)
Nasabah BSB Gembira Dapat Hadiah Imlek
Palembang, SN
Nasabah Bank Sumsel baik yang melakukan pembukaan rekening tabungan, deposito maupun pengajuan aplikasi kartu kredit Bank Sumsel Babel-BNI merasa gembira di Hari Raya Imlek. Karena dalam rangka memeriahkan Imlek mulai tanggal 14-24 Januari setiap nasabah yang melakukan aplikasi berhak mengikuti program "Rezeki Pohon Angpao Berhadiah”.
Hal tersebut seperti yang dituturkan Aprizal, salah satu nasabah Bank Sumsel Babel yang melakukan pengajuan aplikasi pembukaan rekening tabungan di Bank Sumsel Babel mengaku gembira bisa menabung di Bank Sumsel Babel. Apalagi bersamaan dengan perayaan Imlek karena mendapatkan bonus tambahan hadiah yang telah disediakan.
"Selain itu pelayanan yang diberikan pegawai Bank Sumsel Babel sangat memuaskan. Karena dari beberapa kali pengalaman saya membuka rekening tabungan di bank lain pelayanannya tidak sebaik di Bank Sumsel Babel. Selain ramah tamah pegawainya banyak juga program menarik yang ditawarkan Bank Sumsel Babel di moment spesial seperti pada perayaan Imlek tahun ini, setiap nasabah mendapatkan hadiah menarik,"tuturnya saat ditemui usai membuka rekening tabungan, Selasa (24/1) di Kantor Bank Sumsel Babel Jalan Kapten A Rivai Palembang.
Sementara itu Pengelola Pemasaran Bank Sumsel Babel, Linpatralisda menjelaskan, program "Rezeki Pohon Angpao Berhadiah” sudah berakhir. Dari program tersebut Bank Sumsel Babel berhasil membukukan nasabah dengan jumlah tabungan rata- rata Rp 1 juta. Hal tersebut disebabkan antusiasnya masyarakat untuk membuka rekening tabungan maupun mengajukan aplikasi kartu kredit dengan adanya ribuan hadiah yang telah disediakan Bank Sumsel Babel.
Dikatakannya, kemeriahan Imlek Bank Sumsel Babel tidak hanya berlangsung di stand Bank Sumsel Babel di Palembang Indah Mall. Namun setiap kantor cabang Bank Sumsel Babel juga turut memeriahkan dengan para pegawai memakai pakaian tradisional Cina yakni Chiongsam yang dikenakan olek seluruh front liners.
Sejak berlangsungnya program "Rezeki Pohon Angpou Berhadiah" dikatakannya, target 2.000 nasabah bisa tercapai.“Setiap nasabah kita berikan kebebasan untuk memilih sendiri angpao yang ada di pohon Mei Hwa dengan berisikan berbagai hadiah menarik,"tegasnya.
Setiap angpao dikatakannya, terdapat beraneka macam hadiah berupa peralatan rumah tangga hingga alat elektronik seperti kompor gas, magic com, blender, mixer, hair dryer dan berbagai hadiah menarik lainnya.
Ditambahkannya, kegiatan serupa tersebut merupakan kegiatan rutin BSB untuk memanjakan nasabah setianya, karena mmang BSB ingin selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah dengan berbagai program menarik yang sejalan dengan tema dan hari- hari besar.(ima)
Nasabah Bank Sumsel baik yang melakukan pembukaan rekening tabungan, deposito maupun pengajuan aplikasi kartu kredit Bank Sumsel Babel-BNI merasa gembira di Hari Raya Imlek. Karena dalam rangka memeriahkan Imlek mulai tanggal 14-24 Januari setiap nasabah yang melakukan aplikasi berhak mengikuti program "Rezeki Pohon Angpao Berhadiah”.
Hal tersebut seperti yang dituturkan Aprizal, salah satu nasabah Bank Sumsel Babel yang melakukan pengajuan aplikasi pembukaan rekening tabungan di Bank Sumsel Babel mengaku gembira bisa menabung di Bank Sumsel Babel. Apalagi bersamaan dengan perayaan Imlek karena mendapatkan bonus tambahan hadiah yang telah disediakan.
"Selain itu pelayanan yang diberikan pegawai Bank Sumsel Babel sangat memuaskan. Karena dari beberapa kali pengalaman saya membuka rekening tabungan di bank lain pelayanannya tidak sebaik di Bank Sumsel Babel. Selain ramah tamah pegawainya banyak juga program menarik yang ditawarkan Bank Sumsel Babel di moment spesial seperti pada perayaan Imlek tahun ini, setiap nasabah mendapatkan hadiah menarik,"tuturnya saat ditemui usai membuka rekening tabungan, Selasa (24/1) di Kantor Bank Sumsel Babel Jalan Kapten A Rivai Palembang.
Sementara itu Pengelola Pemasaran Bank Sumsel Babel, Linpatralisda menjelaskan, program "Rezeki Pohon Angpao Berhadiah” sudah berakhir. Dari program tersebut Bank Sumsel Babel berhasil membukukan nasabah dengan jumlah tabungan rata- rata Rp 1 juta. Hal tersebut disebabkan antusiasnya masyarakat untuk membuka rekening tabungan maupun mengajukan aplikasi kartu kredit dengan adanya ribuan hadiah yang telah disediakan Bank Sumsel Babel.
Dikatakannya, kemeriahan Imlek Bank Sumsel Babel tidak hanya berlangsung di stand Bank Sumsel Babel di Palembang Indah Mall. Namun setiap kantor cabang Bank Sumsel Babel juga turut memeriahkan dengan para pegawai memakai pakaian tradisional Cina yakni Chiongsam yang dikenakan olek seluruh front liners.
Sejak berlangsungnya program "Rezeki Pohon Angpou Berhadiah" dikatakannya, target 2.000 nasabah bisa tercapai.“Setiap nasabah kita berikan kebebasan untuk memilih sendiri angpao yang ada di pohon Mei Hwa dengan berisikan berbagai hadiah menarik,"tegasnya.
Setiap angpao dikatakannya, terdapat beraneka macam hadiah berupa peralatan rumah tangga hingga alat elektronik seperti kompor gas, magic com, blender, mixer, hair dryer dan berbagai hadiah menarik lainnya.
Ditambahkannya, kegiatan serupa tersebut merupakan kegiatan rutin BSB untuk memanjakan nasabah setianya, karena mmang BSB ingin selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah dengan berbagai program menarik yang sejalan dengan tema dan hari- hari besar.(ima)
Jumat, 20 Januari 2012
Memasuki Musim Panen, Pedagang Terpal Laku Keras
Banyuasin, SN
Memasuki musim panen padi akhir Februari 2012 mendatang para pedagang terpal di beberapa pasar kalangan di perairan dibanjiri pemesan, pedagang terpal juga mulai meraup keuntungan ketiban berkah saat musim panen padi tiba.
Petani Muara Padang Desa Daya Utama Jalur 18 Bejo misalnya, sudah mempersiapkan puluhan lembar terpal berukuran 4x3 M dengan harga Rp 100 ribu-Rp 150 ribu per lembarnya.
Sudah menjadi tradisi mas setiap musim panen biasanya kebutuhan terpal disini meningkat, kalau harga terpal menjelang panen juga naik akibat pemesan juga meningkat diluar musim biasanya hanya Rp 80 ribu/ unitnya namun menjelang panen sedikit naik harganya.
Senada dikatakan oleh Yanto, terpal menjadi idola warga saat musim panen tiba pasalnya warga di perairan khusunya belum banyak yang memiliki alat pengering padi (Oven). “Kalau dibilang satu desa mungkin ada satu orang yang punya oven sedangkan yang lainnya menggunakan terpal untuk menjemur padi.
Masyarakat berharap pemerintah memperhatikan kondisi petani yang hendak memasuki panen raya tahun ini mungkin dengan memberi bantuan alat oven ke petani. “Hal ini kita perlukan mendesak sebab setiap musim panen pas musim hujan, petani kejar-kejaran dengan hujan saat panen,” katanya.
Kebutuhan oven gabah, mutlak dibutuhkan petani saat musim panen karena kalau ada oven yang memadai, petani tidak lagi kejar-kejaran dengan hujan. “Kalau ada oven petani tidak takut dihantui oleh beras ‘batik’ akibat saat panen gabah yang baru dipetik kehujanan,” kata Yanto. (sir)
Memasuki musim panen padi akhir Februari 2012 mendatang para pedagang terpal di beberapa pasar kalangan di perairan dibanjiri pemesan, pedagang terpal juga mulai meraup keuntungan ketiban berkah saat musim panen padi tiba.
Petani Muara Padang Desa Daya Utama Jalur 18 Bejo misalnya, sudah mempersiapkan puluhan lembar terpal berukuran 4x3 M dengan harga Rp 100 ribu-Rp 150 ribu per lembarnya.
Sudah menjadi tradisi mas setiap musim panen biasanya kebutuhan terpal disini meningkat, kalau harga terpal menjelang panen juga naik akibat pemesan juga meningkat diluar musim biasanya hanya Rp 80 ribu/ unitnya namun menjelang panen sedikit naik harganya.
Senada dikatakan oleh Yanto, terpal menjadi idola warga saat musim panen tiba pasalnya warga di perairan khusunya belum banyak yang memiliki alat pengering padi (Oven). “Kalau dibilang satu desa mungkin ada satu orang yang punya oven sedangkan yang lainnya menggunakan terpal untuk menjemur padi.
Masyarakat berharap pemerintah memperhatikan kondisi petani yang hendak memasuki panen raya tahun ini mungkin dengan memberi bantuan alat oven ke petani. “Hal ini kita perlukan mendesak sebab setiap musim panen pas musim hujan, petani kejar-kejaran dengan hujan saat panen,” katanya.
Kebutuhan oven gabah, mutlak dibutuhkan petani saat musim panen karena kalau ada oven yang memadai, petani tidak lagi kejar-kejaran dengan hujan. “Kalau ada oven petani tidak takut dihantui oleh beras ‘batik’ akibat saat panen gabah yang baru dipetik kehujanan,” kata Yanto. (sir)
Al-Quran Raksasa Bakal Diresmikan
* Anggaran PUIC 10 M
Palembang, SN
Konferensi Parlemen 51 Negara-negara Islam Dunia (PUIC) ke-7 yang akan digelar tanggal 24 Januari hingga 31 Januari mendatang, salah satu kegiatannya dijadwalkan akan mengunjungi Pondok Pesantren IGM Al Ikhsaniah Palembang. Dan Alquran raksasa yang merupakan Alquran terbesar di dunia akan diresmikan tanggal 28 Januari mendatang.
Para delegasi konferensi ini akan melihat mushaf Alquran raksasa yang diukir dari kayu. "Untuk pengaturan delegasi yang akan melihat Alquran raksasa akan dijadwalkan," kata Asisten Kesra, dr H Aidit Aziz saat memimpin rapat terakhir persiapan pelaksanaan konferensi, Kamis (19/1) di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel.
Dituturkannya, konferensi yang berlangsung di Palembang akan dibuka oleh Presiden SBY dan berlangsung hingga 30 Januari 2012.
Menurut Aidit, panitia pelaksana sepenuhnya dilakukan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI. Sedangkan Provinsi Sumsel hanya sebagai supporting dan akomondasi selama konferensi.
Sementara itu, Deputi Persidangan dan Kerja Sama Antar Parlemen DPR, Achmad Djuned mengatakan, sampai saat ini peserta PUIC yang sudah menkonfirmasi 36 negara.
"Ini prestasi yang baik sudah mencapai 36 negara, dilihat dari PUIC sebelumnya. Jarang mencapai kehadiran 36 negara. Konfirmasi belum ditutup, kemungkinan peserta akan bertambah lagi," ujarnya.
Saat ditanyai mengenai anggaran PUIC, Achmad mengungkapkan, anggaran untuk kegiatan PUIC dari APBN sebesar 10 miliar.
"Sedangkan untuk LO untuk kegiatan ini ada 3 LO yakni, Bahasa Inggris, Arab dan Perancis. Untuk LO bahasa Inggris dari panitia pusat dan panitia daerah. LO Arab Saudi dari IAIN Raden Fatah, dan untuk LO Perancis dari Universitas Indonesia," tambahnya. (pit)
Palembang, SN
Konferensi Parlemen 51 Negara-negara Islam Dunia (PUIC) ke-7 yang akan digelar tanggal 24 Januari hingga 31 Januari mendatang, salah satu kegiatannya dijadwalkan akan mengunjungi Pondok Pesantren IGM Al Ikhsaniah Palembang. Dan Alquran raksasa yang merupakan Alquran terbesar di dunia akan diresmikan tanggal 28 Januari mendatang.
Para delegasi konferensi ini akan melihat mushaf Alquran raksasa yang diukir dari kayu. "Untuk pengaturan delegasi yang akan melihat Alquran raksasa akan dijadwalkan," kata Asisten Kesra, dr H Aidit Aziz saat memimpin rapat terakhir persiapan pelaksanaan konferensi, Kamis (19/1) di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel.
Dituturkannya, konferensi yang berlangsung di Palembang akan dibuka oleh Presiden SBY dan berlangsung hingga 30 Januari 2012.
Menurut Aidit, panitia pelaksana sepenuhnya dilakukan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI. Sedangkan Provinsi Sumsel hanya sebagai supporting dan akomondasi selama konferensi.
Sementara itu, Deputi Persidangan dan Kerja Sama Antar Parlemen DPR, Achmad Djuned mengatakan, sampai saat ini peserta PUIC yang sudah menkonfirmasi 36 negara.
"Ini prestasi yang baik sudah mencapai 36 negara, dilihat dari PUIC sebelumnya. Jarang mencapai kehadiran 36 negara. Konfirmasi belum ditutup, kemungkinan peserta akan bertambah lagi," ujarnya.
Saat ditanyai mengenai anggaran PUIC, Achmad mengungkapkan, anggaran untuk kegiatan PUIC dari APBN sebesar 10 miliar.
"Sedangkan untuk LO untuk kegiatan ini ada 3 LO yakni, Bahasa Inggris, Arab dan Perancis. Untuk LO bahasa Inggris dari panitia pusat dan panitia daerah. LO Arab Saudi dari IAIN Raden Fatah, dan untuk LO Perancis dari Universitas Indonesia," tambahnya. (pit)
Musim Hujan, Harga Karet Anjlok 100%
Kayuagung, SN
Musim hujan yang terjadi sejak 4 bulan lalu ternyata berimbas buruk bagi seluruh petani karet di sejumlah daerah termasuk di Kabupaten OKI. Betapa tidak, saat ini harga getah karet di pasaran anjlok dratis hingga 100 persen.
Perbandingannya, saat masih musim kemarau tahun lalu harga getah karet bertahan di angka Rp 16-20 ribu/kg. Namun memasuki musim kemarau sejak Oktober lalu hingga saat ini harganya terus menurun beberapa kali.
Tahapan turunnya harga karet dari Rp 20 ribu/kg menjadi Rp 18 ribu/kg, lalu turun lagi ke harga Rp 16 ribu dan harga terkini Rp 10 ribu/kg bahkan ada yang hanya Rp 8 ribu/kg. Kondisi ini sangat dikeluhkan petani sehingga harapan pemerintah untuk menstabilkan harga di pasaran sangat dibutuhkan.
Hasan (45) penyadap karet di perkebunan di Kecamatan Pedamaran Timur mengatakan, saat ini mayoritas petani karet stop menyadap karet karena curah hujan yang tinggi. Alasannya, bila dipaksakan untuk menyadap karet, hasilnya sia-sia karena getah hasil sadapan di dalam mangkok akan bercampur air hujan.
Biasanya saat harga karet masih stabil, dalam seminggu mereka bisa melakukan penyadapan karet setiap hari. Namun kini maksimal hanya 2-3 kali seminggu bahkan ada petani yang enggan menyadap karet mereka. Bagi petani, musim penghujan merupakan masa paceklik petani karet.
Sama diungkapkan Hadi (33) petani karet di Desa Rambai Kecamatan Pangkalan Lampam, anjloknya harga karet berdampak pada perekonomian mereka. Contohnya, petani karet terancam akan mengembalikan semua barang barang rumah tangga yang sudah dibeli kredit karena tidak mampu membayar akibat rendahnya harga karet.
Namun para petani tidak mengetahui secara pasti penyebab anjloknya harga karet di pasaran. Informasi yang mereka terima dari sejumlah pengumpul karet yang biasanya menampung karet dari petani, harga karet sudah turun dari pabriknya.
Menanggapi hal ini, M Teguh yang menjabat Kasi Pedagangan pada Disperindag OKI dikonfirmasi kemarin mengatakan, anjloknya harga karet terjadi di seluruh daerah bukan hanya di OKI saja. Namun petani harus bersabar hingga beberapa bulan ke depan menunggu musim kemarau karena harga karet akan kembali staabil. (iso)
Musim hujan yang terjadi sejak 4 bulan lalu ternyata berimbas buruk bagi seluruh petani karet di sejumlah daerah termasuk di Kabupaten OKI. Betapa tidak, saat ini harga getah karet di pasaran anjlok dratis hingga 100 persen.
Perbandingannya, saat masih musim kemarau tahun lalu harga getah karet bertahan di angka Rp 16-20 ribu/kg. Namun memasuki musim kemarau sejak Oktober lalu hingga saat ini harganya terus menurun beberapa kali.
Tahapan turunnya harga karet dari Rp 20 ribu/kg menjadi Rp 18 ribu/kg, lalu turun lagi ke harga Rp 16 ribu dan harga terkini Rp 10 ribu/kg bahkan ada yang hanya Rp 8 ribu/kg. Kondisi ini sangat dikeluhkan petani sehingga harapan pemerintah untuk menstabilkan harga di pasaran sangat dibutuhkan.
Hasan (45) penyadap karet di perkebunan di Kecamatan Pedamaran Timur mengatakan, saat ini mayoritas petani karet stop menyadap karet karena curah hujan yang tinggi. Alasannya, bila dipaksakan untuk menyadap karet, hasilnya sia-sia karena getah hasil sadapan di dalam mangkok akan bercampur air hujan.
Biasanya saat harga karet masih stabil, dalam seminggu mereka bisa melakukan penyadapan karet setiap hari. Namun kini maksimal hanya 2-3 kali seminggu bahkan ada petani yang enggan menyadap karet mereka. Bagi petani, musim penghujan merupakan masa paceklik petani karet.
Sama diungkapkan Hadi (33) petani karet di Desa Rambai Kecamatan Pangkalan Lampam, anjloknya harga karet berdampak pada perekonomian mereka. Contohnya, petani karet terancam akan mengembalikan semua barang barang rumah tangga yang sudah dibeli kredit karena tidak mampu membayar akibat rendahnya harga karet.
Namun para petani tidak mengetahui secara pasti penyebab anjloknya harga karet di pasaran. Informasi yang mereka terima dari sejumlah pengumpul karet yang biasanya menampung karet dari petani, harga karet sudah turun dari pabriknya.
Menanggapi hal ini, M Teguh yang menjabat Kasi Pedagangan pada Disperindag OKI dikonfirmasi kemarin mengatakan, anjloknya harga karet terjadi di seluruh daerah bukan hanya di OKI saja. Namun petani harus bersabar hingga beberapa bulan ke depan menunggu musim kemarau karena harga karet akan kembali staabil. (iso)
Kabupaten OKI Marak Rampok, Polisi Bentuk Timsus
Kayuagung, SN
Beberapa tahun silam aksi perampokan di Kabupaten OKI khususnya di Kecamatan Lempuing dan Mesuji memang marak, namun sempat mereda hingga akhir tahun lalu. Namun kini komplotan pelaku yang semuanya membawa Senpi dan Sajam mulai beraksi lagi.
Dalam beberapa hari terakhir, sudah ada 4 rumah menjadi korban perampokan yang pelakunya juga menggunakan topeng dan helm. 3 rumah diantaranya dilakukan 1 komplotan di waktu yang sama, sedangkan 1 rumah lagi dilakukan di hari yang berbeda namun tetap di malam hari.
Memang ada komplotan yang sejumlah pelaku perampokannya berhasil diringkus polisi, namun komplotan ini bukan merampok rumah melainkan merampok korban saat melintas di jalan desa di dalam perkebunan yang sepi warga. Untuk kasus perampokan rumah masih menjadi ”PR” polisi.
Menanggapi mulai maraknya aksi perampokan di wilayah hukum OKI akhir-akhir ini, Kapolres OKI AKBP Agus F SIK saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerja, Kamis (18/1) siang membenarkan kejadian tersebut dan kini pihaknya sedang bekerja keras.
Dijelaskan Kapolres OKI, untuk menjalankan program Gakkum (penegakan hukum) di wilayahnya sedang dibentuk tim khusus (Timsus) gabungan Polres OKI dan seluruh Polsek dan Polsubsek. Diakuinya, aksi perampokan di OKI lebih marak dibandingkan di daerah lain khususnya di Sumsel.
”Kasus Curas dan Curat meningkat di sana (Lempuing dan Mesuji,” kata Agus sembari mengatakan mulai bulan ini akan disiapkan 1 personil polisi di setiap desa. Fungsinya untuk meningkatkan daya tangkal dalam menjalankan Kamtibnas.
”Selama ini Simkamling di setiap berjalan namun belum optimal karena sering kebobolan,” ujarnya sembari mengatakan bila ada Siskamling maka informasi kejahatan akan cepat diterima karena melibatkan masyarakat dan ini sangat penting.
”Anggota Timsus ini dari Polres OKI yang membackup setiap Polsek. Tidak perlu tambahan personil dari Polda karena anggota kita sudah mencukupi, Timsus ini kita fokuskan dulu di Lempuing, Lempuing Induk, Mesuji, Mesuji Raya dan Mesuji Makmur. Lalu menyusul di kecamatan lain,” ungkap Kapolres OKI.
Mengenai kepemilikan Senpi ilegal yang dimiliki komplotan perampok, Agus mengatakan pihaknya terus melakukan razia selektif pada waktu dan tempat tertentu. ”Semua ini sudah kebijakan dari atas (Polda dan Mabes) tapi kita kuatkan lagi,” cetusnya. (iso)
Beberapa tahun silam aksi perampokan di Kabupaten OKI khususnya di Kecamatan Lempuing dan Mesuji memang marak, namun sempat mereda hingga akhir tahun lalu. Namun kini komplotan pelaku yang semuanya membawa Senpi dan Sajam mulai beraksi lagi.
Dalam beberapa hari terakhir, sudah ada 4 rumah menjadi korban perampokan yang pelakunya juga menggunakan topeng dan helm. 3 rumah diantaranya dilakukan 1 komplotan di waktu yang sama, sedangkan 1 rumah lagi dilakukan di hari yang berbeda namun tetap di malam hari.
Memang ada komplotan yang sejumlah pelaku perampokannya berhasil diringkus polisi, namun komplotan ini bukan merampok rumah melainkan merampok korban saat melintas di jalan desa di dalam perkebunan yang sepi warga. Untuk kasus perampokan rumah masih menjadi ”PR” polisi.
Menanggapi mulai maraknya aksi perampokan di wilayah hukum OKI akhir-akhir ini, Kapolres OKI AKBP Agus F SIK saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerja, Kamis (18/1) siang membenarkan kejadian tersebut dan kini pihaknya sedang bekerja keras.
Dijelaskan Kapolres OKI, untuk menjalankan program Gakkum (penegakan hukum) di wilayahnya sedang dibentuk tim khusus (Timsus) gabungan Polres OKI dan seluruh Polsek dan Polsubsek. Diakuinya, aksi perampokan di OKI lebih marak dibandingkan di daerah lain khususnya di Sumsel.
”Kasus Curas dan Curat meningkat di sana (Lempuing dan Mesuji,” kata Agus sembari mengatakan mulai bulan ini akan disiapkan 1 personil polisi di setiap desa. Fungsinya untuk meningkatkan daya tangkal dalam menjalankan Kamtibnas.
”Selama ini Simkamling di setiap berjalan namun belum optimal karena sering kebobolan,” ujarnya sembari mengatakan bila ada Siskamling maka informasi kejahatan akan cepat diterima karena melibatkan masyarakat dan ini sangat penting.
”Anggota Timsus ini dari Polres OKI yang membackup setiap Polsek. Tidak perlu tambahan personil dari Polda karena anggota kita sudah mencukupi, Timsus ini kita fokuskan dulu di Lempuing, Lempuing Induk, Mesuji, Mesuji Raya dan Mesuji Makmur. Lalu menyusul di kecamatan lain,” ungkap Kapolres OKI.
Mengenai kepemilikan Senpi ilegal yang dimiliki komplotan perampok, Agus mengatakan pihaknya terus melakukan razia selektif pada waktu dan tempat tertentu. ”Semua ini sudah kebijakan dari atas (Polda dan Mabes) tapi kita kuatkan lagi,” cetusnya. (iso)
Kasus Penusukan di LP Tanjung Raja, Terkesan Ditutupi
Indralaya, SN
Rahman (62) yang merupakan ayah kandung dari Joni Rahman alias Dahlan Rahman (30) yang menjadi korban penusukan di Lembaga Permasyakatan (LP) Tanjung Raja pada 31 Desember 2011 yang lalu kini ditempatkan di LP Pakjo Palembang.
Rahman yang merupakan warga Desa Tanjung Serian Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir (OI), menginginkan agar anaknya segera dikembalikan ke LP Tanjung Raja Kabupaten OI.
"Kami tidak mendapat informasi dari petugas LP tentang penusukan anak kami, tapi malah dari kawan anak aku yang satu sel," ujar Rahman didampingi istrinya Siti Fatimah.
Dikatakan Rahman, mendengar kabar tersebut pihak keluarga langsung menuju LP Tanjung Raja. Saat itu pihak keluarga bermaksud ingin menemui anaknya yang baru keluar dari Puskesmas Tanjung Raja tetapi tidak diperbolehkan petugas LP Tanjung Raja. Setelah seminggu dari kejadian penusukan tersebut pihak keluarga mendapat kabar bahwa anaknya dipindahkan ke LP Merah Mata Palembang namun setelah di cek pihak keluarga bukan dipindahkan ke LP Merah Mata namun di LP Pakjo Palembang.
"Saat mau dipindahkan kami juga tidak diberitahu, kami minta agar petugas mengembalikan anak kami ke LP Tanjung Raja biar dekat dengan kami dan kami bisa dengan muda untuk menemuinya," harap Fatimah
Disamping itu pihak keluarga sangat menyayangkan adanya sajam yang bebas dipegang para narapidana dan sepertinya pihak LP menutupi kejadian ini.
Diketahui, korban Joni Dahlan yang menjadi korban penusukan menderita luka tusukan lima liang di tulang rusuk kiri dan hal ini dirahasiakan dari publik, bahkan dari pihak keluarga. (man)
Rahman (62) yang merupakan ayah kandung dari Joni Rahman alias Dahlan Rahman (30) yang menjadi korban penusukan di Lembaga Permasyakatan (LP) Tanjung Raja pada 31 Desember 2011 yang lalu kini ditempatkan di LP Pakjo Palembang.
Rahman yang merupakan warga Desa Tanjung Serian Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir (OI), menginginkan agar anaknya segera dikembalikan ke LP Tanjung Raja Kabupaten OI.
"Kami tidak mendapat informasi dari petugas LP tentang penusukan anak kami, tapi malah dari kawan anak aku yang satu sel," ujar Rahman didampingi istrinya Siti Fatimah.
Dikatakan Rahman, mendengar kabar tersebut pihak keluarga langsung menuju LP Tanjung Raja. Saat itu pihak keluarga bermaksud ingin menemui anaknya yang baru keluar dari Puskesmas Tanjung Raja tetapi tidak diperbolehkan petugas LP Tanjung Raja. Setelah seminggu dari kejadian penusukan tersebut pihak keluarga mendapat kabar bahwa anaknya dipindahkan ke LP Merah Mata Palembang namun setelah di cek pihak keluarga bukan dipindahkan ke LP Merah Mata namun di LP Pakjo Palembang.
"Saat mau dipindahkan kami juga tidak diberitahu, kami minta agar petugas mengembalikan anak kami ke LP Tanjung Raja biar dekat dengan kami dan kami bisa dengan muda untuk menemuinya," harap Fatimah
Disamping itu pihak keluarga sangat menyayangkan adanya sajam yang bebas dipegang para narapidana dan sepertinya pihak LP menutupi kejadian ini.
Diketahui, korban Joni Dahlan yang menjadi korban penusukan menderita luka tusukan lima liang di tulang rusuk kiri dan hal ini dirahasiakan dari publik, bahkan dari pihak keluarga. (man)
15,29% Cadangan Batubara Sumatera Terdapat di Muba
Sekayu, SN
Kabupaten Musi Banyuasin menyimpan potensi batubara sebesar 3,4 Milyar ton. Potensi cadangan batubara tersebut merupakan 15,29 persen dari keseluruhan potensi cadangan batubara di Sumatera.
Hal ini terungkap pada Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan Sumsel Tahun Anggaran 2013 untuk wilayah Muba. Rapat tersebut dipimpin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel, diikuti seluruh SKPD Musi Banyuasin, Kamis (19/1), di Ruang Rapat Pemkab Muba.
Provinsi Sumatera Selatan secara keseluruhan menyimpan 82,37 persen Pulau Sumatera potensi cadangan batubara, atau 39,30 persen potensi cadangan batubara nasional. Potensi cadangan batubara terbesar di Sumsel terdapat di Muara Enim yaitu sebesar 13,64 Milyar ton, atau 61,33 persen dari keseluruhan potensi cadangan batubara Sumatera.
Musi Banyuasin juga memiliki potensi 38,68 persen (272.502,6 MSTB) kandungan minyak bumi Sumsel. Memiliki 39,07 persen (9.383,63 BSCF) gas bumi Sumsel dan 2 Trilyun kaki kubik gas metan.
“Potensi ini merupakan peluang investasi bagi Musi Banyuasin, yang dapat mendorong pembangunan daerah secara lebih baik,” ujar Yohanes Torwan, kepala Bappeda Sumsel.
Dia mengatakan, tujuan Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan dengan Pemkab Muba tersebut, untuk memastikan dan menegaskan serta mengkonfirmasi pelaksanaan RPKAD. Selain itu untuk menyerap kondisi tiap daerah, dalam upaya menyusun RAPBD 2013.
Pada rapat tersebut terungkap, APBD Muba terus mengalami peningkatan. Tahun 2010 mengalami peningkatan 0,23 persen, tahun 2011 meningkat 0,21 persen, dan meningkat 0,23 persen di tahun 2012.
Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Musi Banyuasin, pada 2010 sebesar 5,99 persen. Jumlah tersebut lebih kecil dari tingkat pengangguran terbuka rata-rata Sumsel yaitu 6,65 dan Nasional sebesar 7,14 persen.
Mewakili Bupati Muba, Staf Ahli Bidang Pembangunan Sudirman SH MHum, mengatakan, 2012 merupakan periode terakhir pembangunan jangka menengah dengan visi Muba Smart. Dirinya berharap, paparan yang disampaikan Bappeda Sumsel dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan Muba yang lebih baik. (her)
Kabupaten Musi Banyuasin menyimpan potensi batubara sebesar 3,4 Milyar ton. Potensi cadangan batubara tersebut merupakan 15,29 persen dari keseluruhan potensi cadangan batubara di Sumatera.
Hal ini terungkap pada Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan Sumsel Tahun Anggaran 2013 untuk wilayah Muba. Rapat tersebut dipimpin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel, diikuti seluruh SKPD Musi Banyuasin, Kamis (19/1), di Ruang Rapat Pemkab Muba.
Provinsi Sumatera Selatan secara keseluruhan menyimpan 82,37 persen Pulau Sumatera potensi cadangan batubara, atau 39,30 persen potensi cadangan batubara nasional. Potensi cadangan batubara terbesar di Sumsel terdapat di Muara Enim yaitu sebesar 13,64 Milyar ton, atau 61,33 persen dari keseluruhan potensi cadangan batubara Sumatera.
Musi Banyuasin juga memiliki potensi 38,68 persen (272.502,6 MSTB) kandungan minyak bumi Sumsel. Memiliki 39,07 persen (9.383,63 BSCF) gas bumi Sumsel dan 2 Trilyun kaki kubik gas metan.
“Potensi ini merupakan peluang investasi bagi Musi Banyuasin, yang dapat mendorong pembangunan daerah secara lebih baik,” ujar Yohanes Torwan, kepala Bappeda Sumsel.
Dia mengatakan, tujuan Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan dengan Pemkab Muba tersebut, untuk memastikan dan menegaskan serta mengkonfirmasi pelaksanaan RPKAD. Selain itu untuk menyerap kondisi tiap daerah, dalam upaya menyusun RAPBD 2013.
Pada rapat tersebut terungkap, APBD Muba terus mengalami peningkatan. Tahun 2010 mengalami peningkatan 0,23 persen, tahun 2011 meningkat 0,21 persen, dan meningkat 0,23 persen di tahun 2012.
Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Musi Banyuasin, pada 2010 sebesar 5,99 persen. Jumlah tersebut lebih kecil dari tingkat pengangguran terbuka rata-rata Sumsel yaitu 6,65 dan Nasional sebesar 7,14 persen.
Mewakili Bupati Muba, Staf Ahli Bidang Pembangunan Sudirman SH MHum, mengatakan, 2012 merupakan periode terakhir pembangunan jangka menengah dengan visi Muba Smart. Dirinya berharap, paparan yang disampaikan Bappeda Sumsel dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan Muba yang lebih baik. (her)
Rusak Parah, Jembatan Epil di Jalinteng Belum Juga Diperbaiki
Lais, SN
Lebih dari satu tahun terakhir besi pengaman jembatan besi di desa Epil Kecamatan Lais, Muba Tak heran jika sangat membahayakan penguna jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sekayu-Banyuasin.
Seperti yang terjadi Kamis (19/1) kemarin pengendara mobil Avanza, Firman (35) warga Ngulak Kecamatan Sangga Desa, Muba nyaris terjungkal dilokasi jembatan karena tidak memiliki besi pengaman.
Tak ayal kondisi itu membuat Firman syok. Saat itu, ia meluncur dari arah Sekayu menuju arah Palembang, dan persis di atas jembatan, ada truk ari arah depan. Karena jalan sempit, Firman terpaksa berjalan sedikit ke kiri agar bisa sama-sama lewat. Namun, saat hendak membelokkan stir, tanpa sengaja mobil yang dikemudikannya terlalu ke pinggir hingga nyaris tergelincir dan jatuh ke bawah jembatan.
“Untung saya, langsung banting setir ke kanan. Kalau tidak, mungkin saya sudah nyemplung ke bawah. Jembatan ini juga sudah tidak ada lagi pagarnya. Ini bahaya, dan harus menjadi perhatian pemerintah,” ujar Firman yang saat itu langsung memarkir mobilnya tidak jauh dari jembatan sebelum melanjutkan perjalanan.
Karena melihat ada mobil yang hampir tergelincir, warga di sekitar yang sedang duduk-duduk santai terkejut dan langsung berdiri. Beberapa diantaranya, menghampiri Firman dan menanyakan apa yang terjadi. Komentar warga pun nampak terdengar bersahutan mengenai kondisi jalan yang sempit, khususnya pagar jembatan yang sudah lama rusak.
Hendra(40), warga dusun I desa epil menuturkan, kejadian seperti ini bukan pertama kali yang ia lihat. Beberapa bulan sebelumnya, juga pernah ada mobil dan motor hampir jatuh karena padatnya kendaraan yang melintas di atas jembatan kecil ini. Namun memang, sejauh ini belum ada yang benar-benar jatuh.
“Ini sudah sering Pak. Ini kan jalan lintas Propinsi, banyak kendaraan besar yang lewat sini. Sementara jalan ini sempit, apalagi pas di jembatan. Sementara lihat sendiri pagar jembatan sudah rusak. Padahal para pejabat kita bukan tidak pernah lewat sini. Mestinya tanggap, dan tidak mesti nunggu ada kejadian makan korban baru diperbaiki,” cetusnya.
Cerita warga ataupun yang dialami Firman, tentu bisa menjadi pertimbangan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan terhadap jembatan dimaksud. Sebab, faktanya secara fisik jembatan ini cukup memprihatinkan.
Bukan saja karena rentangnya yang sempit, tetapi juga konstruksi yang rusak. Ini dengan jelas bisa dilihat, mulai dari besi pagar yang keropos dan hilang, baik sebelah kiri maupun bagian kanan. Kondisi serupa juga terjadi pada jembatan Sei Mungkut di Kecamatan Keluang. Di sini, bukan hanya jalan yang rusak, tapi juga jembatanyang nampak sudah layak untuk mendapat perbaikan.
Sementara Kepala Desa (Kades) Edi Irawan Epil, saat dikonfirmasi terkait adanya pristiwa tersebut mengaku jika kondisi jembatan sudah lebih dari satu tahun tidak dilakukan perbaikan. Kendala yang harus dihadapi dikarenakan jembatan tersebut merupakan wewenang dari Dinas PU Bina Marga Provinsi.
“Jembatan itu memang sangat rawan bagi penguna jalan apalagi pada malam hari, kondisi jalan yang sempit tak jarang menjadi gendala yang kita hadapi. Untuk itu kita berharap ada tindakan dari pemerintah provinsi untuk melakukan perbaikan besi pengaman jembatan Epil tersebut,” jelasnya. (her)
Lebih dari satu tahun terakhir besi pengaman jembatan besi di desa Epil Kecamatan Lais, Muba Tak heran jika sangat membahayakan penguna jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sekayu-Banyuasin.
Seperti yang terjadi Kamis (19/1) kemarin pengendara mobil Avanza, Firman (35) warga Ngulak Kecamatan Sangga Desa, Muba nyaris terjungkal dilokasi jembatan karena tidak memiliki besi pengaman.
Tak ayal kondisi itu membuat Firman syok. Saat itu, ia meluncur dari arah Sekayu menuju arah Palembang, dan persis di atas jembatan, ada truk ari arah depan. Karena jalan sempit, Firman terpaksa berjalan sedikit ke kiri agar bisa sama-sama lewat. Namun, saat hendak membelokkan stir, tanpa sengaja mobil yang dikemudikannya terlalu ke pinggir hingga nyaris tergelincir dan jatuh ke bawah jembatan.
“Untung saya, langsung banting setir ke kanan. Kalau tidak, mungkin saya sudah nyemplung ke bawah. Jembatan ini juga sudah tidak ada lagi pagarnya. Ini bahaya, dan harus menjadi perhatian pemerintah,” ujar Firman yang saat itu langsung memarkir mobilnya tidak jauh dari jembatan sebelum melanjutkan perjalanan.
Karena melihat ada mobil yang hampir tergelincir, warga di sekitar yang sedang duduk-duduk santai terkejut dan langsung berdiri. Beberapa diantaranya, menghampiri Firman dan menanyakan apa yang terjadi. Komentar warga pun nampak terdengar bersahutan mengenai kondisi jalan yang sempit, khususnya pagar jembatan yang sudah lama rusak.
Hendra(40), warga dusun I desa epil menuturkan, kejadian seperti ini bukan pertama kali yang ia lihat. Beberapa bulan sebelumnya, juga pernah ada mobil dan motor hampir jatuh karena padatnya kendaraan yang melintas di atas jembatan kecil ini. Namun memang, sejauh ini belum ada yang benar-benar jatuh.
“Ini sudah sering Pak. Ini kan jalan lintas Propinsi, banyak kendaraan besar yang lewat sini. Sementara jalan ini sempit, apalagi pas di jembatan. Sementara lihat sendiri pagar jembatan sudah rusak. Padahal para pejabat kita bukan tidak pernah lewat sini. Mestinya tanggap, dan tidak mesti nunggu ada kejadian makan korban baru diperbaiki,” cetusnya.
Cerita warga ataupun yang dialami Firman, tentu bisa menjadi pertimbangan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan terhadap jembatan dimaksud. Sebab, faktanya secara fisik jembatan ini cukup memprihatinkan.
Bukan saja karena rentangnya yang sempit, tetapi juga konstruksi yang rusak. Ini dengan jelas bisa dilihat, mulai dari besi pagar yang keropos dan hilang, baik sebelah kiri maupun bagian kanan. Kondisi serupa juga terjadi pada jembatan Sei Mungkut di Kecamatan Keluang. Di sini, bukan hanya jalan yang rusak, tapi juga jembatanyang nampak sudah layak untuk mendapat perbaikan.
Sementara Kepala Desa (Kades) Edi Irawan Epil, saat dikonfirmasi terkait adanya pristiwa tersebut mengaku jika kondisi jembatan sudah lebih dari satu tahun tidak dilakukan perbaikan. Kendala yang harus dihadapi dikarenakan jembatan tersebut merupakan wewenang dari Dinas PU Bina Marga Provinsi.
“Jembatan itu memang sangat rawan bagi penguna jalan apalagi pada malam hari, kondisi jalan yang sempit tak jarang menjadi gendala yang kita hadapi. Untuk itu kita berharap ada tindakan dari pemerintah provinsi untuk melakukan perbaikan besi pengaman jembatan Epil tersebut,” jelasnya. (her)
Jelang Imlek Kue Teratai Banyak Diburu
Palembang, SN
Mendekati hari raya Imlek yang jatuh pada Senin (23/01) besok, dalam seminggu ini para pedagang kue khas imlek dan para pedagang buah di Jalan Sayangan ketiban rejeki.
Seperti yang dialami Nuryati (47) pedagang kue khas Imlek mengatakan, dagangan kue khas Imleknya sudah sepekan ini mengalami peningkatan penjualan. Mulai dari kue apem, lapis, keranjang, bolu kukus, kue Ku, serta kue Teratai. Kue-kue ini selain sebagai kue khas Imlek juga digunakan sebagai persembahyangan warga Tiong Hoa dikelenteng maupun sajian untuk peribadatan dirumah.
Dari kue-kue tersebut, kue keranjang, kue Ku dan kue Teratai yang diburu pembeli. Kue-kue tersebut identik sebagai kue sajian untuk sembahyang hari-hari maupun Imlek. Harganya bervariasi, untuk kue keranjang ukuran kecil Rp 10 ribu, sedang Rp 15 ribu dan ukuran besar Rp 20 ribu. Kemudian kue Ku perkotaknya Rp 7.000.
Sedangkan kue Teratai ukuran kecil Rp 60 ribu, ukuran besar Rp 75 ribu. “Kue ini terbuat dari gula dan biasanya ditempatkan dipersembahyangan, baik dirumah ataupun kelenteng,” kata Nuryati. Harga kue khas Imlek lainnya yakni untuk kue apem Rp 10 ribu perkotak, lapis Rp 7 ribu, dan bolu kukus Rp 8 ribu perkotak.
Jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya, penjualan kue menjelang Imlek ini mengalami peningkatan drastis. “Perhari untuk kue keranjang menghabiskan antara 100-200 kue. Untuk kue teratai merupakan kue wajib untuk persembahyangan. Biasanya setelah digunakan untuk persembahyangan, kue teratai dimanfaatkan untuk dijadikan air gula manis sebagai bahan makanan,” bebernya.
Sementara itu, tidak hanya pedagang kue khas Imlek yang diburu pembeli. Pedagang buah-buahan juga ikut kebenjiran rezeki. Pasalnya buah-buahan tersebut digunakan sebagai sajian untuk persembahyangan. Rata-rata buah-buahan yang dibeli mereka sebagai pelengkap penyajian sembahyang yakni jeruk, apel, buah naga, dan buah Xiang Li (pir).
Amei (40) pedagang buah dikawasan Jl Sayangan mengaku, harga buah jeruk perkilo Rp 20 ribu, apel antara Rp 20-25 ribu, buah naga Rp 20 ribu, pir madu perbuah Rp 12.500 sedangkan buah Xiang Li Rp 27 ribu perkilo. “Buah Xiang Li dan jeruk yang banyak diburu pembeli. Karena kedua buah ini wajib dijadikan penyaki untuk persembahyangan, khususnya Imlek,” kata Amei.
Menurut dia, rata-rata pembeli yang datang merupakan warga etnis Tiong Hoa yang menjadi pelanggan tetap. Khususnya mereka-mereka yang tinggal sekitar kawasan Jl Sayangan. Sebab dikawasan ini rata-rata masyarakatnya merupakan etnis Tiong Hoa. “Buah-buahan yang saya jual, ngambilnya di pasar buah Jakabaring,” imbuhnya.(win)
Mendekati hari raya Imlek yang jatuh pada Senin (23/01) besok, dalam seminggu ini para pedagang kue khas imlek dan para pedagang buah di Jalan Sayangan ketiban rejeki.
Seperti yang dialami Nuryati (47) pedagang kue khas Imlek mengatakan, dagangan kue khas Imleknya sudah sepekan ini mengalami peningkatan penjualan. Mulai dari kue apem, lapis, keranjang, bolu kukus, kue Ku, serta kue Teratai. Kue-kue ini selain sebagai kue khas Imlek juga digunakan sebagai persembahyangan warga Tiong Hoa dikelenteng maupun sajian untuk peribadatan dirumah.
Dari kue-kue tersebut, kue keranjang, kue Ku dan kue Teratai yang diburu pembeli. Kue-kue tersebut identik sebagai kue sajian untuk sembahyang hari-hari maupun Imlek. Harganya bervariasi, untuk kue keranjang ukuran kecil Rp 10 ribu, sedang Rp 15 ribu dan ukuran besar Rp 20 ribu. Kemudian kue Ku perkotaknya Rp 7.000.
Sedangkan kue Teratai ukuran kecil Rp 60 ribu, ukuran besar Rp 75 ribu. “Kue ini terbuat dari gula dan biasanya ditempatkan dipersembahyangan, baik dirumah ataupun kelenteng,” kata Nuryati. Harga kue khas Imlek lainnya yakni untuk kue apem Rp 10 ribu perkotak, lapis Rp 7 ribu, dan bolu kukus Rp 8 ribu perkotak.
Jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya, penjualan kue menjelang Imlek ini mengalami peningkatan drastis. “Perhari untuk kue keranjang menghabiskan antara 100-200 kue. Untuk kue teratai merupakan kue wajib untuk persembahyangan. Biasanya setelah digunakan untuk persembahyangan, kue teratai dimanfaatkan untuk dijadikan air gula manis sebagai bahan makanan,” bebernya.
Sementara itu, tidak hanya pedagang kue khas Imlek yang diburu pembeli. Pedagang buah-buahan juga ikut kebenjiran rezeki. Pasalnya buah-buahan tersebut digunakan sebagai sajian untuk persembahyangan. Rata-rata buah-buahan yang dibeli mereka sebagai pelengkap penyajian sembahyang yakni jeruk, apel, buah naga, dan buah Xiang Li (pir).
Amei (40) pedagang buah dikawasan Jl Sayangan mengaku, harga buah jeruk perkilo Rp 20 ribu, apel antara Rp 20-25 ribu, buah naga Rp 20 ribu, pir madu perbuah Rp 12.500 sedangkan buah Xiang Li Rp 27 ribu perkilo. “Buah Xiang Li dan jeruk yang banyak diburu pembeli. Karena kedua buah ini wajib dijadikan penyaki untuk persembahyangan, khususnya Imlek,” kata Amei.
Menurut dia, rata-rata pembeli yang datang merupakan warga etnis Tiong Hoa yang menjadi pelanggan tetap. Khususnya mereka-mereka yang tinggal sekitar kawasan Jl Sayangan. Sebab dikawasan ini rata-rata masyarakatnya merupakan etnis Tiong Hoa. “Buah-buahan yang saya jual, ngambilnya di pasar buah Jakabaring,” imbuhnya.(win)
2012 Sebanyak 420 PNS di Rumahkan
Palembang, SN
Pada tahun 2012 ini ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan menginjak masa akhirnya mengabdi untuk masyrakat. Bertapa tidak tercatat sebanyak 420 PNS dari setiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dilingkungan Pemkot palembang tahun ini akan dirumahkan
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palembang Agus Kelana mengatakan tercatat 420 selama berkarier abdi negara di lingkungan Pemkot tahun ini masuk masa pensiun
“Sebanyak 420 PNS diPemkot Palembang memasuki masa pensiun 2012 ini,”ungkpnya Kamis (19/1).dari jumlah tersebut yang masuk masa pensiun, kata Agus sudah barang tentu membuat dari SKPD yang ada longgar dari jumlahn formasi PNS yang ada.
“Personil di lingkungan Pemkot Palembang akan berkurang sekitar 3 persen dari jumlah 15.993 PNS dari jumlah yang ada,”ucapnya.
PNS yang banyak memmasuki masa pensiun ini, masih kata Agus paling mendominasi dari SKPDdi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang yang mencapai 186 orang dari total guru di kota Palembang mencapai 11.324 orang.
Sisanya, 234 PNS dari SKPD lainnya. “Dari jumlah tersebut, 20 PNS diantaranya merupakan kepala dinas, kepala badan, asisten dan staf ahli,” jelasnya.
Sementara dari 20 orang lagi, 8 orang diantaranya adalah kepala dinas. Usia PNS yang masuk masa pensiun, berkisar 56 tahun ke atas. Penggantiannya kepada siapa, menjadi kewenangan Walikota. “Posisi itu (kadin, kabag, asisten, red) kewenangan pak Wali,” ungkapnya.
Namun, diantara 20 pejabat tersebut, yang mengajukan usulan perpanjangan masa kerja sebanyak 7 orang. Keputusan tersebut, juga ditentukan oleh Walikota. “Tapi, kalau usianya sudah 60 tahun nggak bisa diperpanjang lagi. Keputusan perpanjangan masa kerja, juga dari Pak Wali,” cetusnya.
Sementara Walikota Palembang, H Eddy Santana Putra mengungkapkan, peremajaan kepada PNS yang memegang jabatan penting akan tetap dilakukan. Apalagi, banyak kepala dinas yang sudah masuk usia pensiun. Termasuk diantaranya adalah kepala dinas sosial (Kadinsos) Palembang, Hasbullah Tuwi , Kepala Dinas Penerangan Lampu Jalan (DPJP)
“Banyak kepala dinas yang akan diganti, tapi sebelum usia mereka sampai 60 tahun masih bisa memperpanjang. Kalau sudah 60 tahun nggak bisa lagi, terlalu tua dia,” imbuhnya.(win)
Pada tahun 2012 ini ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan menginjak masa akhirnya mengabdi untuk masyrakat. Bertapa tidak tercatat sebanyak 420 PNS dari setiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dilingkungan Pemkot palembang tahun ini akan dirumahkan
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palembang Agus Kelana mengatakan tercatat 420 selama berkarier abdi negara di lingkungan Pemkot tahun ini masuk masa pensiun
“Sebanyak 420 PNS diPemkot Palembang memasuki masa pensiun 2012 ini,”ungkpnya Kamis (19/1).dari jumlah tersebut yang masuk masa pensiun, kata Agus sudah barang tentu membuat dari SKPD yang ada longgar dari jumlahn formasi PNS yang ada.
“Personil di lingkungan Pemkot Palembang akan berkurang sekitar 3 persen dari jumlah 15.993 PNS dari jumlah yang ada,”ucapnya.
PNS yang banyak memmasuki masa pensiun ini, masih kata Agus paling mendominasi dari SKPDdi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang yang mencapai 186 orang dari total guru di kota Palembang mencapai 11.324 orang.
Sisanya, 234 PNS dari SKPD lainnya. “Dari jumlah tersebut, 20 PNS diantaranya merupakan kepala dinas, kepala badan, asisten dan staf ahli,” jelasnya.
Sementara dari 20 orang lagi, 8 orang diantaranya adalah kepala dinas. Usia PNS yang masuk masa pensiun, berkisar 56 tahun ke atas. Penggantiannya kepada siapa, menjadi kewenangan Walikota. “Posisi itu (kadin, kabag, asisten, red) kewenangan pak Wali,” ungkapnya.
Namun, diantara 20 pejabat tersebut, yang mengajukan usulan perpanjangan masa kerja sebanyak 7 orang. Keputusan tersebut, juga ditentukan oleh Walikota. “Tapi, kalau usianya sudah 60 tahun nggak bisa diperpanjang lagi. Keputusan perpanjangan masa kerja, juga dari Pak Wali,” cetusnya.
Sementara Walikota Palembang, H Eddy Santana Putra mengungkapkan, peremajaan kepada PNS yang memegang jabatan penting akan tetap dilakukan. Apalagi, banyak kepala dinas yang sudah masuk usia pensiun. Termasuk diantaranya adalah kepala dinas sosial (Kadinsos) Palembang, Hasbullah Tuwi , Kepala Dinas Penerangan Lampu Jalan (DPJP)
“Banyak kepala dinas yang akan diganti, tapi sebelum usia mereka sampai 60 tahun masih bisa memperpanjang. Kalau sudah 60 tahun nggak bisa lagi, terlalu tua dia,” imbuhnya.(win)
Jalan Lingkar Batu Pance Butuh Pengaspalan
Empat Lawang, SN
Jalan lingkar desa Batu Panceh, kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang saat ini kondisinya memperhatikan, sehingga butuh pengasapalan dari pemerintah dalam hal ini pihak terkait.
Dari pantauan Suara Nusantara, Jalan Lingkar yang memiliki panjang 1 Km dan lebar 3 M tersebut, merupakan salah satu akses bagi warga melintasi terutama warga yang beraktifitas sebagai petani yang mengeluarkan hasil perkebunan merek. Badan jalan masih dihiasi pasir krosok dan tanah berlumpur. Ironisnya apabila hujan turun jalan tersebut dipenuhi genangan air sehingga ber lumpur dan licin. Dan apabila melintasi warga harus ektra hati-hati.
Menurut Indra (45), salah seorang tokoh masyarakat Desa Batu Pance ketika di bincangi Pitara, jalan lingkar tersebut mulai kabupaten terbentuk hampir lima tahun silam kondisinya masih tanah dan batu krosok. Padahal warga sering melintasi, terutama wAraga yang berprofesi sebagai petani.
"Mayoritas penduduk di Desa ini berpfropesi sebagai petani, yang kerap mengeluarkan hasil perkebunan mereka melalui jalan tersebut," ungkapnya.
Masih menurutnya, warga daerah sekitar, sangat mengharapkan kepada pemerintah dapat mengaspal jalan lingkar tersebut. Tujuannya untuk memperlancar petani mengeluarkan rempa-rempa hasil perkebunan mereka.
"Ya kita sanggat mendambahkan jalan ini di aspal, karenanya untuk kepentingan masyarakat banyak. Apalagi menyangkut dengan perekonomian masyarakat yang berpropesi sebagai petani," kata Indar.
Senada dikatakan Didi (44) yang juga warga Desa Batu Pance, ketika kabupaten Empat Lawang masih bergabung dengan kabupaten Lahat lalu. Jalan lingkar tersebut sudah ada, warga yang mengerjakan pengerasan secara gotong royong, swadaya masyarakat.
"Sebelum terbentuknya kabupaten Empat Lawang jalan lingkar tersebut sudah ada. Sebagai penunjang kelancaran warga, jalan lingkar ini butuh pengaspalan dan warga jug mengharapkan," jelasnya.
Menangapi itu, Kadis PU Bina Marga Empat Lawang, Fauzi Ahmad mengatak, pihaknya belum menerima laporan dan usulan dari warga. Apabila guna kepentingan masyarakat jalan lingkar tersebut akan diaspal.
"Insyallah pembangunannya akan kita masukan dalam anggaran, namun dikatakannya hendaknya masyarakat dapat bersabar, pemerintah pasti akan membangunnya, apalagi tujuannya demi kepentingan orang banyak," kata Fauzi. (eko)
Jalan lingkar desa Batu Panceh, kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang saat ini kondisinya memperhatikan, sehingga butuh pengasapalan dari pemerintah dalam hal ini pihak terkait.
Dari pantauan Suara Nusantara, Jalan Lingkar yang memiliki panjang 1 Km dan lebar 3 M tersebut, merupakan salah satu akses bagi warga melintasi terutama warga yang beraktifitas sebagai petani yang mengeluarkan hasil perkebunan merek. Badan jalan masih dihiasi pasir krosok dan tanah berlumpur. Ironisnya apabila hujan turun jalan tersebut dipenuhi genangan air sehingga ber lumpur dan licin. Dan apabila melintasi warga harus ektra hati-hati.
Menurut Indra (45), salah seorang tokoh masyarakat Desa Batu Pance ketika di bincangi Pitara, jalan lingkar tersebut mulai kabupaten terbentuk hampir lima tahun silam kondisinya masih tanah dan batu krosok. Padahal warga sering melintasi, terutama wAraga yang berprofesi sebagai petani.
"Mayoritas penduduk di Desa ini berpfropesi sebagai petani, yang kerap mengeluarkan hasil perkebunan mereka melalui jalan tersebut," ungkapnya.
Masih menurutnya, warga daerah sekitar, sangat mengharapkan kepada pemerintah dapat mengaspal jalan lingkar tersebut. Tujuannya untuk memperlancar petani mengeluarkan rempa-rempa hasil perkebunan mereka.
"Ya kita sanggat mendambahkan jalan ini di aspal, karenanya untuk kepentingan masyarakat banyak. Apalagi menyangkut dengan perekonomian masyarakat yang berpropesi sebagai petani," kata Indar.
Senada dikatakan Didi (44) yang juga warga Desa Batu Pance, ketika kabupaten Empat Lawang masih bergabung dengan kabupaten Lahat lalu. Jalan lingkar tersebut sudah ada, warga yang mengerjakan pengerasan secara gotong royong, swadaya masyarakat.
"Sebelum terbentuknya kabupaten Empat Lawang jalan lingkar tersebut sudah ada. Sebagai penunjang kelancaran warga, jalan lingkar ini butuh pengaspalan dan warga jug mengharapkan," jelasnya.
Menangapi itu, Kadis PU Bina Marga Empat Lawang, Fauzi Ahmad mengatak, pihaknya belum menerima laporan dan usulan dari warga. Apabila guna kepentingan masyarakat jalan lingkar tersebut akan diaspal.
"Insyallah pembangunannya akan kita masukan dalam anggaran, namun dikatakannya hendaknya masyarakat dapat bersabar, pemerintah pasti akan membangunnya, apalagi tujuannya demi kepentingan orang banyak," kata Fauzi. (eko)
Motor TKST Lenyap Digasak Maling
Tebing Tinggi, SN
Naas dialami Adi (24) warga Kupang, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang pasalnya dirinya harus rela kehilangan motor kesayangannya Honda Revo warna Abu-abu Nopol BG 2739 setelah digondol maling.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, motor korban yang juga sebagai staf Tenaga Kerja Sukarela Terdaftar (TKST) kantor Perpustakaan Arsip daerah Empat Lawang sedang terparkir di halaman kantor dimana tempatnya bekerja.
Menurut keterangan korban, dirinya memarkirkan motornya tersebut hampir setiap hari di lokasi parkiran kantor dimana tempatnya dia bekerja. Namun apes yang dialami dia, motor yang biasanya diparkir sudah hilang tidak ada lagi ditempat.
"Saya terkejut ketika keluar dari kantor melihat motor sudah tidak ada lagi di tempat semula," ujarnya.
Atas kerugian yang diterimanya korban langsung melaporkan ke Polsek Urban Tebingtinggi.
Kapolsek Urban Tebing Tinggi, Kompol Dwi Utomo ketika di kompirmasi membenarkan telah menerimah laporannya, pihaknya langsung menerjunkan anggotan ke lokasi untuk olah TKP.
"Setelah menerimah laporan dari korban, kita langsung menerjunkan anggota ke lokasi untuk olah TKP, dan kasus ini masih dalam proses penyelidakan lebih lanjut. Sementara pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang ini akan kita selidiki lebih dalam," kata Perwira yang baru saja mendapatkan pangkat Kompol. (eko)
Naas dialami Adi (24) warga Kupang, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang pasalnya dirinya harus rela kehilangan motor kesayangannya Honda Revo warna Abu-abu Nopol BG 2739 setelah digondol maling.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, motor korban yang juga sebagai staf Tenaga Kerja Sukarela Terdaftar (TKST) kantor Perpustakaan Arsip daerah Empat Lawang sedang terparkir di halaman kantor dimana tempatnya bekerja.
Menurut keterangan korban, dirinya memarkirkan motornya tersebut hampir setiap hari di lokasi parkiran kantor dimana tempatnya dia bekerja. Namun apes yang dialami dia, motor yang biasanya diparkir sudah hilang tidak ada lagi ditempat.
"Saya terkejut ketika keluar dari kantor melihat motor sudah tidak ada lagi di tempat semula," ujarnya.
Atas kerugian yang diterimanya korban langsung melaporkan ke Polsek Urban Tebingtinggi.
Kapolsek Urban Tebing Tinggi, Kompol Dwi Utomo ketika di kompirmasi membenarkan telah menerimah laporannya, pihaknya langsung menerjunkan anggotan ke lokasi untuk olah TKP.
"Setelah menerimah laporan dari korban, kita langsung menerjunkan anggota ke lokasi untuk olah TKP, dan kasus ini masih dalam proses penyelidakan lebih lanjut. Sementara pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang ini akan kita selidiki lebih dalam," kata Perwira yang baru saja mendapatkan pangkat Kompol. (eko)
Pemkab OKUS Didesak Lakukan Restocking
Muaradua, SN
Sejumlah masyarakat nelayan danau Ranau mendesak pemerintah setempat melaksanakan Restocking (Penebaran Benih Ikan). Lantaran nelayan resah akibat hasil tangkapan ikan minim sebagai imbas pencemaran belerang dampaknya puluhan ton mati mendadak beberapa bulan lalu.
Minimnya hasil tangkapan menurut Risdianto ketua pemuda desa Way Wangi mengalami penurunan tangkapan nelayan setempat semenjak beberapa tahun terakhir terlebih lagi setelah Danau Ranau tercemar belerang Gunung Seminung puluhan ton ikan mati mendadak, sangat disayangkan pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan Dan Peternakan setempat tidak berinisiatif melakukan normalisasi danau dengan melakukan restocking.
”Sudah lama tidakpernah lagi diadakan penebaran benih ikan di Danau Ranau, kalau
dulu tujuh tahun lalu pernah dilakukan beberapa kali tapi kenapa sekarang tidaklagi,” kata Risdianto dengan nada kecewa.
Terpisah Bahyun Bahren Ketua DPC LSM Ratu Adil Indonesia OKU Selatan saat dibincangi mengatakan, kebutuhan akan konsumsi ikan khususnya untuk memenuhi kebutuhan lokal yang selama ini dikonsumsi masyarakat Ranau dan sekitarnya adalah hasil yang dilakukan nelayan melalui kegiatan penangkapan ikan di perairan umum Danau Ranau menggunakan jenis alattangkap yang bersifat tradisional sangat terbatas kwantitasnya.
“Hal ini perlu diupayakan pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan dan Peternakan jangan tutup mata perlu dilakukan tindakan bijak dengan adanya pengelolaan dalam Bentuk Restocking sebagai salah satu upaya kegiatan perikanan dalam memanfaatkan
sumber daya secara berkesinambungan,” tuturnya.
Menurutnya, menurunnya sumber daya perairan umum Danau Ranau sebagai akibat terjadinya penurunan tingkat produktifitas perairan, dan produksi ikan serta hilangnya beberapa spesies endemik sehingga sebagai dampak negatif lanjutannya adalah menurunnya daya dukung perairan.
“Oleh karena itu perlu mendapat perhatian yang serius oleh Pemerintah daerah untuk segera melakukan suatu tindakan, dengan melakukan restocking. Hal ini dilakukan sebagai
bentuk pengendalian utamanya menambah produktivitas tani nelayan setempat,” pungkasnya. (dan)
Sejumlah masyarakat nelayan danau Ranau mendesak pemerintah setempat melaksanakan Restocking (Penebaran Benih Ikan). Lantaran nelayan resah akibat hasil tangkapan ikan minim sebagai imbas pencemaran belerang dampaknya puluhan ton mati mendadak beberapa bulan lalu.
Minimnya hasil tangkapan menurut Risdianto ketua pemuda desa Way Wangi mengalami penurunan tangkapan nelayan setempat semenjak beberapa tahun terakhir terlebih lagi setelah Danau Ranau tercemar belerang Gunung Seminung puluhan ton ikan mati mendadak, sangat disayangkan pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan Dan Peternakan setempat tidak berinisiatif melakukan normalisasi danau dengan melakukan restocking.
”Sudah lama tidakpernah lagi diadakan penebaran benih ikan di Danau Ranau, kalau
dulu tujuh tahun lalu pernah dilakukan beberapa kali tapi kenapa sekarang tidaklagi,” kata Risdianto dengan nada kecewa.
Terpisah Bahyun Bahren Ketua DPC LSM Ratu Adil Indonesia OKU Selatan saat dibincangi mengatakan, kebutuhan akan konsumsi ikan khususnya untuk memenuhi kebutuhan lokal yang selama ini dikonsumsi masyarakat Ranau dan sekitarnya adalah hasil yang dilakukan nelayan melalui kegiatan penangkapan ikan di perairan umum Danau Ranau menggunakan jenis alattangkap yang bersifat tradisional sangat terbatas kwantitasnya.
“Hal ini perlu diupayakan pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan dan Peternakan jangan tutup mata perlu dilakukan tindakan bijak dengan adanya pengelolaan dalam Bentuk Restocking sebagai salah satu upaya kegiatan perikanan dalam memanfaatkan
sumber daya secara berkesinambungan,” tuturnya.
Menurutnya, menurunnya sumber daya perairan umum Danau Ranau sebagai akibat terjadinya penurunan tingkat produktifitas perairan, dan produksi ikan serta hilangnya beberapa spesies endemik sehingga sebagai dampak negatif lanjutannya adalah menurunnya daya dukung perairan.
“Oleh karena itu perlu mendapat perhatian yang serius oleh Pemerintah daerah untuk segera melakukan suatu tindakan, dengan melakukan restocking. Hal ini dilakukan sebagai
bentuk pengendalian utamanya menambah produktivitas tani nelayan setempat,” pungkasnya. (dan)
Pembangunan Lima Jembatan Hampir Rampung
Musi Rawas, SN
Pemerintah kabupaten Musi Rawas (Mura) masih fokus untuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur dalam prioritas anggaran. Salah satunya dengan pembangunan lima jembatan sejak tahun 2007 yang telah menelan dana Rp109,030 miliar. Kelima jembatan yang dibangun sudah ada yang segera selesai namun masih ada yang butuh pengerjaan lanjutan.
“Sampai dengan tahun lalu total dana sebanyak Rp109,030 miliar, untuk membiayai lima jembatan tersebut dan dari beberapa jembatan yang dibangun ada yang selesai namun ada juga yang masih harus dilanjutkan,” kata Kabid Program pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Musi Rawas, Alawiyah, Kamis (19/1).
Dijelaskannya, kelima jembatan tersebut adalah jembatan Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Muara Rengas, Kecamatan Muara Lakitan, Pulau Kidak Kecamatan Ulu Rawas, Biaro, Kecamatan Karang Dapo dan jembatan Pangkalan Tarum, Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu.
Untuk Jembatan Desa Pauh akan menghubungkan Desa Pauh dengan Desa Ketapat dan didukung pembuatan akses jalan sepanjang sembilan kilometer dari Desa Ketapat hingga ke lokasi transmigrasi lokal (translok) Desa Pauh. Pembiayaan pembangunannya menelan dana mencapai Rp17,260 miliar.
Untuk jembatan Muara Rengas, Muara Lakitan, dana untuk pengerjaannya sudah mencapai Rp25,980 miliar. Sedangkan jembatan Pulau Kidak pengerjaannya diperkirakan baru selesai tahun ini, sudah menghabiskan anggaran mencapai Rp22,030 miliar.
Sementara itu, untuk jembatan Biaro, pembangunannya diperkirakan baru rampung pada 2014 nanti, hingga kini sudah menghabiskan dana Rp15,160 miliar. Kemudian jembatan Desa Pangkalan Tarum dan akses jalan aspal menuju SP-Trans Cecar dan ke Kecamatan Muara Lakitan, dikerjakan sejak 2007 lalu hingga saat ini telah menelan dana sebesar Rp28,600 miliar.
Sebagaimana diketahui untuk anggaran tahun 2012 ini, prioritas anggaran juga masih disektor infrastruktur, lebih dari Rp400 miliar. (fik)
Pemerintah kabupaten Musi Rawas (Mura) masih fokus untuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur dalam prioritas anggaran. Salah satunya dengan pembangunan lima jembatan sejak tahun 2007 yang telah menelan dana Rp109,030 miliar. Kelima jembatan yang dibangun sudah ada yang segera selesai namun masih ada yang butuh pengerjaan lanjutan.
“Sampai dengan tahun lalu total dana sebanyak Rp109,030 miliar, untuk membiayai lima jembatan tersebut dan dari beberapa jembatan yang dibangun ada yang selesai namun ada juga yang masih harus dilanjutkan,” kata Kabid Program pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Musi Rawas, Alawiyah, Kamis (19/1).
Dijelaskannya, kelima jembatan tersebut adalah jembatan Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Muara Rengas, Kecamatan Muara Lakitan, Pulau Kidak Kecamatan Ulu Rawas, Biaro, Kecamatan Karang Dapo dan jembatan Pangkalan Tarum, Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu.
Untuk Jembatan Desa Pauh akan menghubungkan Desa Pauh dengan Desa Ketapat dan didukung pembuatan akses jalan sepanjang sembilan kilometer dari Desa Ketapat hingga ke lokasi transmigrasi lokal (translok) Desa Pauh. Pembiayaan pembangunannya menelan dana mencapai Rp17,260 miliar.
Untuk jembatan Muara Rengas, Muara Lakitan, dana untuk pengerjaannya sudah mencapai Rp25,980 miliar. Sedangkan jembatan Pulau Kidak pengerjaannya diperkirakan baru selesai tahun ini, sudah menghabiskan anggaran mencapai Rp22,030 miliar.
Sementara itu, untuk jembatan Biaro, pembangunannya diperkirakan baru rampung pada 2014 nanti, hingga kini sudah menghabiskan dana Rp15,160 miliar. Kemudian jembatan Desa Pangkalan Tarum dan akses jalan aspal menuju SP-Trans Cecar dan ke Kecamatan Muara Lakitan, dikerjakan sejak 2007 lalu hingga saat ini telah menelan dana sebesar Rp28,600 miliar.
Sebagaimana diketahui untuk anggaran tahun 2012 ini, prioritas anggaran juga masih disektor infrastruktur, lebih dari Rp400 miliar. (fik)
Banyak Pembangunan Jalan Tidak Selesai Tepat Waktu
Pagaralam, SN
Ada beberapa titik ruas jalan di Kota Pagaralam saat ini pengerjaanya tidak selesai tepat waktu dan kondisinya terbengkalai. Padahal pembangunan jalan tersebut sudah menelan biaya cukup besar mencapai miliaran rupiah, tidak hanya itu saat ini kondisi jalan yang terbengkalai tersebut kembali rusak. Demikian pengamatan, Kamis (19/1).
Beberapa titik jalan yang pembangunannya tidak selesai yaitu jalan dua jalur dari SMP Negeri 2 menuju ke dusun Selibar Kelurahan Perandonan, pembangunan jalan menuju Lapangan Terbang (Lapter) Atung Bungsu yaitu jalan dari dusun Mingkik dan dari dusun Tebat Gunung. Kemudian pembangunan dua jalur dikawasan kota yaitu Demporeokan.
Ketua Fraksi Gunung DPRD Kota Pagaralam, Alpian SH mengatakan, meskipun masih banyak jalan yang tidak selesai pembangunannya terutama jalan menuju ke Lapter, saat ini Pemkot Pagaralam kembali mengganggarkan pembangunan jalan baru menuju Lapter Atung Bungsu dari Dusun Suka Cinta dengan anggaran sebesar Rp 17 miliar.
Dia mengatakan, pembangunan jalan di Kota Pagaralam banyak yang belum selesai dibangun. Jalan tersebut tidak dilanjutkan pembangunanya. Kondisi tersebut membuat jalan yang ada menjadi terbengkalai.
"Kita sangat menyayangkan masih banyaknya proyek jalan yang tidak selesai. Kondisi ini seharusnya menjadi prioritas pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan jalan tersebut, Namun, bukannya menganggarkan untuk penyelesaian jalan tersebut, pemerintah malah akan membangun jalan baru lagi menuju ke Lapter dengan dana Rp 17 miliar," kritiknya.
Menurutnya, banyak pembangunan jalan yang tidak selesai menunjukan bahwa pembangunan tersebut kurang perencanaan. Selain itu, kondisi di lapangan yang membuat pembangunan jalan tersebut tidak selesai yaitu masih adanya beberapa jalan belum dibebaskan.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Yunali melalui Kabid Bina Marga Sunarto mengatakan, memang banyak proyek yang tidak selesai tepat waktu, dan itu dilakukan pemutusan kontrak atau dibayar sesuai dengan pekerjaan.
"Kalau ada proyek yang tidak selesai maka akan dilakukan pemutusan kontrak dan pembayaran sesuai dengan pekerjaan yang sudah diselesaikan," ungkapnya. (asn)
Ada beberapa titik ruas jalan di Kota Pagaralam saat ini pengerjaanya tidak selesai tepat waktu dan kondisinya terbengkalai. Padahal pembangunan jalan tersebut sudah menelan biaya cukup besar mencapai miliaran rupiah, tidak hanya itu saat ini kondisi jalan yang terbengkalai tersebut kembali rusak. Demikian pengamatan, Kamis (19/1).
Beberapa titik jalan yang pembangunannya tidak selesai yaitu jalan dua jalur dari SMP Negeri 2 menuju ke dusun Selibar Kelurahan Perandonan, pembangunan jalan menuju Lapangan Terbang (Lapter) Atung Bungsu yaitu jalan dari dusun Mingkik dan dari dusun Tebat Gunung. Kemudian pembangunan dua jalur dikawasan kota yaitu Demporeokan.
Ketua Fraksi Gunung DPRD Kota Pagaralam, Alpian SH mengatakan, meskipun masih banyak jalan yang tidak selesai pembangunannya terutama jalan menuju ke Lapter, saat ini Pemkot Pagaralam kembali mengganggarkan pembangunan jalan baru menuju Lapter Atung Bungsu dari Dusun Suka Cinta dengan anggaran sebesar Rp 17 miliar.
Dia mengatakan, pembangunan jalan di Kota Pagaralam banyak yang belum selesai dibangun. Jalan tersebut tidak dilanjutkan pembangunanya. Kondisi tersebut membuat jalan yang ada menjadi terbengkalai.
"Kita sangat menyayangkan masih banyaknya proyek jalan yang tidak selesai. Kondisi ini seharusnya menjadi prioritas pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan jalan tersebut, Namun, bukannya menganggarkan untuk penyelesaian jalan tersebut, pemerintah malah akan membangun jalan baru lagi menuju ke Lapter dengan dana Rp 17 miliar," kritiknya.
Menurutnya, banyak pembangunan jalan yang tidak selesai menunjukan bahwa pembangunan tersebut kurang perencanaan. Selain itu, kondisi di lapangan yang membuat pembangunan jalan tersebut tidak selesai yaitu masih adanya beberapa jalan belum dibebaskan.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Yunali melalui Kabid Bina Marga Sunarto mengatakan, memang banyak proyek yang tidak selesai tepat waktu, dan itu dilakukan pemutusan kontrak atau dibayar sesuai dengan pekerjaan.
"Kalau ada proyek yang tidak selesai maka akan dilakukan pemutusan kontrak dan pembayaran sesuai dengan pekerjaan yang sudah diselesaikan," ungkapnya. (asn)
Suharindi Serahkan Pencalonan ke PAN
Palembang, SN
Pilkada Pagaralam yang baru akan berlangsung 2013 mendatang, sudah mulai dihangatkan dengan para calon yang mulai mensosialisasikan diri untuk maju.
Dari sekian banyak nama yang muncul, salah satunya adalah Anggota DPRD Sumsel, H Suharindi. Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/1) ia mengaku yakin dengan rencananya mencalokan diri menjadi calon walikota Pagaralam. Namun katanya, kelanjutan rencana pencalonan itu, ia serahkan ke Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai yang menaunginya.
"Semuanya kita serahkan ke PAN. Sampai saat ini, komunikasi dengan partai tetap jalan," katanya. Suharindi mengaku, sudah mempersiapkan pencalonannya, sejak satu tahun terakhir. Bahkan ia mengaku, dukungan dari masyarakat kota Pagaralam sudah didapat.
Ia pun yakin, PAN sebagai partai yang menaunginya, akan mendukung dan mencalokan kader yang dianggap layak. "Partai tentunya mengutamakan kader yang layak untuk dicalonkan," ungkapnya.
Mengenai calon wakil walikota yang akan mendampinginya, Suharindi mengaku hingga kini belum ada. "Itu nanti dipikirkan dan tentunya disesuaikan dengan bagaimana hasil survei," ujar anggota Komisi V DPRD Sumsel ini.
Sementara mengenai dua rekan kerjanya di DPRD Sumsel, yakni Budiarto Marsul dan Arudji Kartawinata yang juga menyatakan siap untuk maju pada Pilkada Pagaralam 2013, menurutnya hal itu sah-sah saja, sebagai warga negara punya hak dan punya keinginan.
"Semua kandidat mempunyai kans pada pemilihan wali kota Pagaralam," katanya.
Pilkada Banyuasin 2013
Sementara itu, tidak hanya di Pagaralam, Pilkada Banyuasin yang juga berlangsung pada 2013 mendatang, sudah memunculkan beberapa nama calon yang akan maju, salah satunya juga berasal dari anggota DPRD Sumsel, Slamet Soemosentono.
“Saya akan maju dari jalur independent, ini sudah saya bangun 5 tahun -10 tahun lalu, Banyuasin harus ada perubahan, karena itu saya maju pilkada Banyuain 2013,” tegas anggota Komisi I DPRD Sumsel ini.
Mengenai poling suara dukungan di Banyuasin, Slamet mengaku tidak mengadakan poling, namun katanya, setiap pihak lain melakukan poling, namanya selalu muncul sebagai salah satu yang dijagokan menang.
“Mengenai kantong suara yang real, kalau saya ada di wilayah perairan, Banyuasin dan Pangkalan Balai,” ujar dia.
“Soal banyaknya calon bupati Banyuasin yang akan maju pada 2013 mendatang, saya senang sekali, semakin banyak calon semakin bagus, karena itulah warna demokrasi,” pungkasnya. (awj)
Pilkada Pagaralam yang baru akan berlangsung 2013 mendatang, sudah mulai dihangatkan dengan para calon yang mulai mensosialisasikan diri untuk maju.
Dari sekian banyak nama yang muncul, salah satunya adalah Anggota DPRD Sumsel, H Suharindi. Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/1) ia mengaku yakin dengan rencananya mencalokan diri menjadi calon walikota Pagaralam. Namun katanya, kelanjutan rencana pencalonan itu, ia serahkan ke Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai yang menaunginya.
"Semuanya kita serahkan ke PAN. Sampai saat ini, komunikasi dengan partai tetap jalan," katanya. Suharindi mengaku, sudah mempersiapkan pencalonannya, sejak satu tahun terakhir. Bahkan ia mengaku, dukungan dari masyarakat kota Pagaralam sudah didapat.
Ia pun yakin, PAN sebagai partai yang menaunginya, akan mendukung dan mencalokan kader yang dianggap layak. "Partai tentunya mengutamakan kader yang layak untuk dicalonkan," ungkapnya.
Mengenai calon wakil walikota yang akan mendampinginya, Suharindi mengaku hingga kini belum ada. "Itu nanti dipikirkan dan tentunya disesuaikan dengan bagaimana hasil survei," ujar anggota Komisi V DPRD Sumsel ini.
Sementara mengenai dua rekan kerjanya di DPRD Sumsel, yakni Budiarto Marsul dan Arudji Kartawinata yang juga menyatakan siap untuk maju pada Pilkada Pagaralam 2013, menurutnya hal itu sah-sah saja, sebagai warga negara punya hak dan punya keinginan.
"Semua kandidat mempunyai kans pada pemilihan wali kota Pagaralam," katanya.
Pilkada Banyuasin 2013
“Saya akan maju dari jalur independent, ini sudah saya bangun 5 tahun -10 tahun lalu, Banyuasin harus ada perubahan, karena itu saya maju pilkada Banyuain 2013,” tegas anggota Komisi I DPRD Sumsel ini.
Mengenai poling suara dukungan di Banyuasin, Slamet mengaku tidak mengadakan poling, namun katanya, setiap pihak lain melakukan poling, namanya selalu muncul sebagai salah satu yang dijagokan menang.
“Mengenai kantong suara yang real, kalau saya ada di wilayah perairan, Banyuasin dan Pangkalan Balai,” ujar dia.
“Soal banyaknya calon bupati Banyuasin yang akan maju pada 2013 mendatang, saya senang sekali, semakin banyak calon semakin bagus, karena itulah warna demokrasi,” pungkasnya. (awj)
PPM Gelar Khitanan Massal
Prabumulih, SN
Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Prabumulih rencananya menggelar khitanan massal. Kegiatan yang dilaksanakan pada 2 Februari tersebut dalam rangka memeriahkan HUT Kodam II Sriwijaya.
Ketua PPM Prabumulih Tris September kemarin menjelaskan, khitanan massal ini selain menyambut HUT Kodam II/Swj ke-66 juga merupakan program PPM Prabumulih. Dalam kegiatan ini mereka akan dibantu langsung Kodim 0404 Muara Enim yang dikomandoi langsung Dandim Letkol Kav Siswono. Untuk tenaga medis mereka akan menggalang pihak Puskesmas dan RSUD Kota Prabumulih.
“Saat ini persiapan sudah 60 persen dan sudah 30 anak yang terdaftar. Mereka ini
diambil dari anak anak anggota PPM dan umum. Target kita sendiri sebanyak 60 anak," terang putra almarhum Peltu M Ali Hanapiah ini.
Sementara untuk kegiatan sendiri dilaksanakan di Gedung Veteran Prabumulih Jalan Ahmad Yani.
"Harapan saya selaku ketua PPM kota Prabumulih, dengan khitanan massal agar orangtua yang tidak mampu khususnya anggota PPM dan pada umumnya masyarakat kota Prabumulih dapat terbantu dengan kegiatan sosialisai ini . dan di akhir acara sunatan akan di adakan makan bersama dan saya mohon doa res," harapnya. (and)
Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Prabumulih rencananya menggelar khitanan massal. Kegiatan yang dilaksanakan pada 2 Februari tersebut dalam rangka memeriahkan HUT Kodam II Sriwijaya.
Ketua PPM Prabumulih Tris September kemarin menjelaskan, khitanan massal ini selain menyambut HUT Kodam II/Swj ke-66 juga merupakan program PPM Prabumulih. Dalam kegiatan ini mereka akan dibantu langsung Kodim 0404 Muara Enim yang dikomandoi langsung Dandim Letkol Kav Siswono. Untuk tenaga medis mereka akan menggalang pihak Puskesmas dan RSUD Kota Prabumulih.
“Saat ini persiapan sudah 60 persen dan sudah 30 anak yang terdaftar. Mereka ini
diambil dari anak anak anggota PPM dan umum. Target kita sendiri sebanyak 60 anak," terang putra almarhum Peltu M Ali Hanapiah ini.
Sementara untuk kegiatan sendiri dilaksanakan di Gedung Veteran Prabumulih Jalan Ahmad Yani.
"Harapan saya selaku ketua PPM kota Prabumulih, dengan khitanan massal agar orangtua yang tidak mampu khususnya anggota PPM dan pada umumnya masyarakat kota Prabumulih dapat terbantu dengan kegiatan sosialisai ini . dan di akhir acara sunatan akan di adakan makan bersama dan saya mohon doa res," harapnya. (and)
Kamis, 19 Januari 2012
Polres Kembali Tetapkan Mantan Kepala BKD Menjadi Tersangka
Pagaralam, SN -
Kepolisian Resort (Polres) Kota Pagaralam, kembali menenetapkan tersangka baru yaitu mantan Kepala BKD, Sukiami BE, setelah sebelumnya menetapkan Kepala Sub Bidang (Kasubid) Kepangkatan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pagaralam, Feriyanto, sebagai tersangka.
Kapolres Pagaralam, AKBP Abi Darrin didampingi Kasubag Humas, AKP Budi Yuspandi melalui Kasat Reskrim, AKP Indarmawan mengatakan, Rabu, (18/1) pihaknya kembali mengirim surat pemanggilan tersangka kedua yaitu mantan Kepala BKD Sukami BE tang saat ini menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya.
"Keduanya diduga terkait kasus kecurangan dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kota Pagaralam formasi 2009. Tersangka kedua ini diwajibkan datang untuk diperiksa sebagai tersangka pada, Selasa (24/1) mendatang," ungkapnya.
Penetapan tersangka mantan Kepala BKD ini sesui dengan suarat pemanggilan untuk pemeriksaan dengan Nomor Sp,gil/18/1/2012/RESKRIM, tanggal 17 Januari 2012, atas nama Drs H Sukaimi BE.
"Penetapan tersangka kedua tersebut merupakan hasil pengembangan pemeriksaan terhadap tersangka Feriyanto di hadapan para penyidik. Berdasarkan keterangan tersangka maka dilakukan penetapan yang bersangkutan menjadi tersangka kedua," unkapnya.
Dari hasil pemeriksaan tersebut pihak penyidik kembali menetapkan satu tersangka lagi. Tersangka Feriyanto membeberkan siapa saja yang terlibat dalam kasus.
"Feriyanto juga menyebutkan keterlibatan orang luar," ungkap dia.
Masih menurut dia, keterlibatan beberapa pejabat dalam penyimpangan ini cukup jelas, sehingga menimbulkan penyimpangan sepertinya ada unsur kesengajaan untuk merubah dan mengganti nama-nama peserta yang lulus sehingga melebihi kuota yang ditetapkan Menteri Pembinaan Aparatur Negara Republik Indonesia, untuk jurusan komputer S1 hanya ada 22 peserta yang lulus.
Belum lagi, kata dia, saat pengumuman di media justru bertambah menjadi 24 orang dan muncul nama Heni Kurniawan dan Juita. Sedangkan Eva Diarti dan Muhammad Fathoni diganti.
"Padahal nama Juita dan Yurinah juga tidak masuk dalam raking nilai yang ditetapkan Baliktek Unsri, setelah diumumkan di media justru muncul dan jumlah peserta lulus bertambah menjadi 24 orang," ujarnya.
Sesuai dengan ketetapan Menteri Pembinaan Aparatur Negara (Men-PAN), formasi S1 komputer sebanyak 22 orang, namun setelah diumumnakn Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pagaralam, justru bertambah dua orang.
"Demikian juga dengan penentuan urutan kelulusan nama Eva Diarti muncul tapi saat pengumuman di media muncul nama lain Evi Diarti," ungkapnya.
Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan matan Kabid Formasi Yahya dan Kasubid Formasi Feryanto, perubahan nama dan penggantian peserta lulus CPNS dilakukan Kepala BKD, Sukaimi.
"Peserta lulus juga tidak sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan Men-PAN Nomor : 224.P /M.PAN/9 /2009 tanggal 09 September 2009. Kalau hasil pemeriksaan semua saksi malui dari proses penentuan hingga pengumuman di media semuanya dilakukan Kepala BKD, sementara mulai dari ketua paniti, sekretaris dan wakil sekretaris tidak pernah dilibatkan," kata Indarmawan.
Sementara itu Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan semua pejabat yang terlibat, maka bisa disimpulkan untuk mendukung penetapan tersangka yaitu Fr salah seorang pejabat di BKD setempat.
Namun, kata dia, mengingat banyak yang terlibat dalam kasus kecurangan pelaksanaan penerimaan CPN S ini, maka diperlukan banyak pemeriksaan saksi.
"Diantara puluhan saksi lain yang terlibat dalam kepanitiaan sudah diperiksa, seperti Sukaimi mantan Kepala BKD, Ahmad Fachri mantan ketua panitia, Yahya mantan Kabid Formasi, Rusmadewi, Wiwin, dan terakhir Wita Sub Tim Seleksi Administrasi Bidang kesehatan.(ASN)
Kepolisian Resort (Polres) Kota Pagaralam, kembali menenetapkan tersangka baru yaitu mantan Kepala BKD, Sukiami BE, setelah sebelumnya menetapkan Kepala Sub Bidang (Kasubid) Kepangkatan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pagaralam, Feriyanto, sebagai tersangka.
Kapolres Pagaralam, AKBP Abi Darrin didampingi Kasubag Humas, AKP Budi Yuspandi melalui Kasat Reskrim, AKP Indarmawan mengatakan, Rabu, (18/1) pihaknya kembali mengirim surat pemanggilan tersangka kedua yaitu mantan Kepala BKD Sukami BE tang saat ini menjabat Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Budaya.
"Keduanya diduga terkait kasus kecurangan dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Kota Pagaralam formasi 2009. Tersangka kedua ini diwajibkan datang untuk diperiksa sebagai tersangka pada, Selasa (24/1) mendatang," ungkapnya.
Penetapan tersangka mantan Kepala BKD ini sesui dengan suarat pemanggilan untuk pemeriksaan dengan Nomor Sp,gil/18/1/2012/RESKRIM, tanggal 17 Januari 2012, atas nama Drs H Sukaimi BE.
"Penetapan tersangka kedua tersebut merupakan hasil pengembangan pemeriksaan terhadap tersangka Feriyanto di hadapan para penyidik. Berdasarkan keterangan tersangka maka dilakukan penetapan yang bersangkutan menjadi tersangka kedua," unkapnya.
Dari hasil pemeriksaan tersebut pihak penyidik kembali menetapkan satu tersangka lagi. Tersangka Feriyanto membeberkan siapa saja yang terlibat dalam kasus.
"Feriyanto juga menyebutkan keterlibatan orang luar," ungkap dia.
Masih menurut dia, keterlibatan beberapa pejabat dalam penyimpangan ini cukup jelas, sehingga menimbulkan penyimpangan sepertinya ada unsur kesengajaan untuk merubah dan mengganti nama-nama peserta yang lulus sehingga melebihi kuota yang ditetapkan Menteri Pembinaan Aparatur Negara Republik Indonesia, untuk jurusan komputer S1 hanya ada 22 peserta yang lulus.
Belum lagi, kata dia, saat pengumuman di media justru bertambah menjadi 24 orang dan muncul nama Heni Kurniawan dan Juita. Sedangkan Eva Diarti dan Muhammad Fathoni diganti.
"Padahal nama Juita dan Yurinah juga tidak masuk dalam raking nilai yang ditetapkan Baliktek Unsri, setelah diumumkan di media justru muncul dan jumlah peserta lulus bertambah menjadi 24 orang," ujarnya.
Sesuai dengan ketetapan Menteri Pembinaan Aparatur Negara (Men-PAN), formasi S1 komputer sebanyak 22 orang, namun setelah diumumnakn Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pagaralam, justru bertambah dua orang.
"Demikian juga dengan penentuan urutan kelulusan nama Eva Diarti muncul tapi saat pengumuman di media muncul nama lain Evi Diarti," ungkapnya.
Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan matan Kabid Formasi Yahya dan Kasubid Formasi Feryanto, perubahan nama dan penggantian peserta lulus CPNS dilakukan Kepala BKD, Sukaimi.
"Peserta lulus juga tidak sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan Men-PAN Nomor : 224.P /M.PAN/9 /2009 tanggal 09 September 2009. Kalau hasil pemeriksaan semua saksi malui dari proses penentuan hingga pengumuman di media semuanya dilakukan Kepala BKD, sementara mulai dari ketua paniti, sekretaris dan wakil sekretaris tidak pernah dilibatkan," kata Indarmawan.
Sementara itu Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan semua pejabat yang terlibat, maka bisa disimpulkan untuk mendukung penetapan tersangka yaitu Fr salah seorang pejabat di BKD setempat.
"Pengusutan kasus penyimpangan dalam pelaksaan penerimaan CPNS Pagaralam formasi 2009 memang akan diselesaikan tepat waktu, sesuai dengan pengiriman surat perintah dasar penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pagaralam.
Namun, kata dia, mengingat banyak yang terlibat dalam kasus kecurangan pelaksanaan penerimaan CPN S ini, maka diperlukan banyak pemeriksaan saksi.
"Diantara puluhan saksi lain yang terlibat dalam kepanitiaan sudah diperiksa, seperti Sukaimi mantan Kepala BKD, Ahmad Fachri mantan ketua panitia, Yahya mantan Kabid Formasi, Rusmadewi, Wiwin, dan terakhir Wita Sub Tim Seleksi Administrasi Bidang kesehatan.(ASN)
Dua Warga Tajungsakti Tewas tertimbun Longsor

Pagaralam-
Dua warga Desa Gunung Karto, Kecamatan Tanjungsakti Pumi, Kabupaten Lahat, yaitu Hamri (50) dan Tarno (44), tewas setelah tertimbun longsor galian pipa pembangunan saluran air besih di Desa Gunung Karto, dan satu korban Jon Apriansyah selamat dan hanya mengalami luka lecet. Peristiwa ini terjadi Rabu (18/1) sekitar pukul 12.30 WIB .
Menurut salah seorang korba Jon Apriabnsyah, kedua korban tertimbun longsor setinggi 5 meter dengan lebar 2 meter di lokasi galian saluran pembangunan pipa air bersih di perbukitan desa setempat berjarak sekitar 2 kilometer dari desa pemukiman warga, karena posisinya berada tepat ditengah-tengah lubang.
"Evakuasi terhadap korban mengalami kesulitan karena kondisi medan cukup berat dan longsor susulan terjadi berulang-ulang. Bahkan memakan waktu dua jam untuk mengangkat jasat kedua warga tersebut dari dasar lubang sedalam 6 meter tersebut," ungkapnya.
Saat kejadian keduanya sudah tertimbun tanah bercampur pasir , upaya pertolongan sulit dilakukan karena longsor susulan terus terjadi.
"Saya melihat kedua korban sudah hilang tertimbun tumpukan tanah bercampur pasir, dan saya sempat tertimbun satu meter. Namu sempat diselamatkan warga lainya dengan cara ditarik," ungkapnya.
Kepala Desa Gunung Karto, Kecamatan Tanjungsakti, Sirianto, peristiwa ini terjadi ketika dua korban Hamri (50) dan Tarno (44), dan Jon Apriansyah (36), warga Desa Gunung Karto, Kecamatan Tanjungsakti Pumi, Kabupaten Lahat, melakukan penggalian untuk pemasangan pipa saluran air bersih. Pada saat kedua korban sedang berada di dalam galian lubang sepanjang 19 meter dengan dalam 5 meter tiba-tiba tanah runtuh dan langsung menimbun korban
Menurut dia, warga yang ikut melakukan penggalian saluran pipa tersebut tidak dapat berbuat banyak untuk membantu dan memberikan pertolongan, karena longsor beberapa kali terjadi.
"Kami tidak bisa melakukan penyelamatan terhadap korban, karena longsor susulan terus terjadi," kata dia.Bahkan, kata Sirianto, untuk mengevakusai Hamri memakan waktu hampir satu jam, sedangkan Tarno membutuhkan waktu hampir dua jam.
"Baru berhasil mengevakuasi kedua korban setelah tanah bercampur pasir disemprot menggunakan air disalurkan melalui pipa 4 inci dan dialirkan ke dalam jurang sedalam 10 meter," ungkapnya.
Sementara itu Camat Kecamatan Tanjungsakti Pumi, Zubhan Awali mengatakan, sebetulnya ada tiga yang menjadi korban dalam bencana longsor tersebut, dua meninggal dunia dan satu lagi hanya sempat tertimbun sekitar satu meter mulai dari kaki hingga dada.
"Namun korban Jon Apriansyah sempat ditarik warga yang kebetulan sedang ikut melakukan penggalian, sedangkan dua orang lagi tertimbun hingga kedalaman dua meter," ungkap dia.
Menurut Zubhan, kedua korban sudah dievakuasi dan disemayamkan di rumah duka dan akan dikebumikan besok, karena baru dapat dilakukan pengangkatan jasad keduanya pukul 16.00 WIB.
"Kita sudah laporkan kepada Pemkab Lahat peristiwa ini dan diharapkan agar dapat memberikan bantuan bagi kedua korban yang meninggalan dunia," ungkapnya.
Sedangkan, kata dia, untuk sementar upaya penggalian saluran air bersih tersebut akan dihentikan sementara, meskipun proyek ini swakelola yang dilakukan masyarakat setempat untuk mendapatkan air bersih. (ASN)
Warga Dua Desa Ribut, 2 Korban Kena Tikam
Muara Enim,SN
Keributan antar berapa warga yang berasal dari dua desa, yakni DesaPindang Banjar dan Desa Tanjung Medang Kecamatan Kelekar, Muara Enim berujung pertumpahan darah., Dua korban dari Desa Tanjung Medang sekarat akibat tertikam sabetan pisau.
Kedua korban, Sukarna (23) mengalami luka tikaman pisau tiga liang, di pinggang tengah, kanan dan pinggang kiri, Darmawan (22) kena tikaman dua liang, di punggung kanan dan punggung kiri. Malam itu juga, kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit di Prabumulih.
Dari informasi yang dihimpun dilapangan,kejadian tersebut berlangsung,Selasa (17/1) sekitar pukul 17.30 WIB, di Desa Tanjung Medang Kecamatan Kelekar. Diduga, warga yang berasal dari Desa Pindang Banjar sekitar 8 orang mendatangi Desa Tanjung Medang.
Kedatangan warga desa Pindang Banjar, diduga mencari salah satu warga dari Desa Tanjung Medang yang sebelumnya terlibat keributan pada acara organ tunggal (OT) pada, Minggu malam, (15/1). Namun, keributan pada malam hiburan OT tersebut sempat didamaikan oleh warga.Tanpa diduga, berapa hari berikutnya,Selasa (17/1) sekitar 8 orang mendatangi Desa
Tanjung Medang dan berakhir keributan.
Bahkan, dua warga yakni, Sukarna (23) dan Darmawan (22) waga Desa Tanjung Medang menderita luka tikaman pisau berapa liang di tubuhnya. Mengetahui, dua korban sekarat terkena tikaman pisau, menyulut emosi dan kemarahan baik keluarga korban maupun berapa warga desa lainnya.
Bahkan, massa dari desa Tanjung Medang nyaris menghakimi para pelaku akibat tak terima tindakan para pelaku.Beruntung, pada saat kejadian, empat warga, yakni, Imam alias Ican, Erlina, Abdullah dan Ali berhasil diamankan di rumah kades Tanjung Medang, sedangkan berapa rekannya lainnya, diantaranya, Een, Madi, telah berhasil kabur dari amukan massa.
Malam itu juga keempat warga, yakni, Iman alias Ican, Erlina, Abdullah,dan Ali diamankan di Polsek Gelumbang, mengantisipasi aksi massa yang aka membalas dendam, akhirnya, keempatnya dilarikan ke Polres Muara Enim.
Dari pengakuan, Imam alias Ican yang ditemui diruang Unit Pidum, dia menceritakan, kalau pemicu keributan tersebut berawal dari, keributan di acara hiburan organ tunggal antara Een yakni saudaranya, Erlina. Namun, keributan tak berakhir dengan perkelahian, karena didamaikan oleh berapa warga desa setempat.
Puncaknya, pada , Selasa malam (17/1), dia bersama rekannya berkunjung ke Desa Tanjung Medang, namun di desa tersebut, dia bertemu berapa warga setempat. Entah kenapa terjadilah keributan. Dia mengakui kalau menikam, Sukarna dengan pisau hingga korban terluka bersimbah darah.
Dia nekat menikam Sukarna karena, dia kesal karena korban telah memukul kepala kakak iparnya, Abdullah. Sedangkan, korban lainnya, Darmawan yang terkana tikaman pisau, bukan dia yang menusuknya.
“Memang aku pak yang nusuk Sukarna, tapi kalau Darmawan, bukan aku yang nusuknya,”ungkap Imam. Sedangkan dari pengakuan, Abdullah, pada saat kejadian, dia sempat dipukuli oleh warga yang jumlahnya sangat banyak. Beruntung diadiamankan di rumah kades.
Lain halnya, dikatakan, Erlina, dia membantah kalau pisau yang dipegangnya pada saat kejadian adalah miliknya. Pisau tersebut ditemukannya di TKP, lalu dipeganggnya. Namun, sajam tersebut hanya dipegangnya saja bukan untuk digunakan untuk menusuk korban.
“Aku tak tahu apa-apa pak, ini juga tangan ku memar,”ucap Erlina yang sama-sama ditemui di unit Pidum. Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidum Ipda Robert yang ditemui di ruangannya, Rabu (18/1), mengatakan, untuk sementara pihaknya baru menetapkan tersangka, Imam alias Ican yang terbukti melakukan penusukan terhadap korbannya, Sukarna.
“Korban Sukarna menderita luka tusukan 3 liang, di pinggang kiri, tengah dan kanan, sekarang masih di rawat di rumah sakit Prabumulih, begitu juga korban Darmawan, menderita luka tikaman pisau 2 liang, pungung kanan dan kiri,”beber Tri.
Untuk sementara kata Tri, pengakuan tersangka Imam, dia hanya menusuk Sukarna, sedangkan, korban penusukan Darmawan masih dalam penyelidikan.
Sementara 3 warga lainnya, yakni Erlina, Abdullah dan Ali masih ditetapkan sebagai saksi, meskipun, Erlina pada saat kejadian diduga memiliki sajam. Sedangkan, 4 rekannya lainnya yang berhasil kabur dalam kejadian tersebut masih dalam penyelidikan petugas. Dijelaskan Tri, diduga, pemicu keributan berawal dari insiden keributan di malam hiburan orgen tunggal berapa hari sebelum kejadian, Kendari demikian, situasi di TKP telah kondusif. (yud)
Keributan antar berapa warga yang berasal dari dua desa, yakni DesaPindang Banjar dan Desa Tanjung Medang Kecamatan Kelekar, Muara Enim berujung pertumpahan darah., Dua korban dari Desa Tanjung Medang sekarat akibat tertikam sabetan pisau.
Kedua korban, Sukarna (23) mengalami luka tikaman pisau tiga liang, di pinggang tengah, kanan dan pinggang kiri, Darmawan (22) kena tikaman dua liang, di punggung kanan dan punggung kiri. Malam itu juga, kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit di Prabumulih.
Dari informasi yang dihimpun dilapangan,kejadian tersebut berlangsung,Selasa (17/1) sekitar pukul 17.30 WIB, di Desa Tanjung Medang Kecamatan Kelekar. Diduga, warga yang berasal dari Desa Pindang Banjar sekitar 8 orang mendatangi Desa Tanjung Medang.
Kedatangan warga desa Pindang Banjar, diduga mencari salah satu warga dari Desa Tanjung Medang yang sebelumnya terlibat keributan pada acara organ tunggal (OT) pada, Minggu malam, (15/1). Namun, keributan pada malam hiburan OT tersebut sempat didamaikan oleh warga.Tanpa diduga, berapa hari berikutnya,Selasa (17/1) sekitar 8 orang mendatangi Desa
Tanjung Medang dan berakhir keributan.
Bahkan, dua warga yakni, Sukarna (23) dan Darmawan (22) waga Desa Tanjung Medang menderita luka tikaman pisau berapa liang di tubuhnya. Mengetahui, dua korban sekarat terkena tikaman pisau, menyulut emosi dan kemarahan baik keluarga korban maupun berapa warga desa lainnya.
Bahkan, massa dari desa Tanjung Medang nyaris menghakimi para pelaku akibat tak terima tindakan para pelaku.Beruntung, pada saat kejadian, empat warga, yakni, Imam alias Ican, Erlina, Abdullah dan Ali berhasil diamankan di rumah kades Tanjung Medang, sedangkan berapa rekannya lainnya, diantaranya, Een, Madi, telah berhasil kabur dari amukan massa.
Malam itu juga keempat warga, yakni, Iman alias Ican, Erlina, Abdullah,dan Ali diamankan di Polsek Gelumbang, mengantisipasi aksi massa yang aka membalas dendam, akhirnya, keempatnya dilarikan ke Polres Muara Enim.
Dari pengakuan, Imam alias Ican yang ditemui diruang Unit Pidum, dia menceritakan, kalau pemicu keributan tersebut berawal dari, keributan di acara hiburan organ tunggal antara Een yakni saudaranya, Erlina. Namun, keributan tak berakhir dengan perkelahian, karena didamaikan oleh berapa warga desa setempat.
Puncaknya, pada , Selasa malam (17/1), dia bersama rekannya berkunjung ke Desa Tanjung Medang, namun di desa tersebut, dia bertemu berapa warga setempat. Entah kenapa terjadilah keributan. Dia mengakui kalau menikam, Sukarna dengan pisau hingga korban terluka bersimbah darah.
Dia nekat menikam Sukarna karena, dia kesal karena korban telah memukul kepala kakak iparnya, Abdullah. Sedangkan, korban lainnya, Darmawan yang terkana tikaman pisau, bukan dia yang menusuknya.
“Memang aku pak yang nusuk Sukarna, tapi kalau Darmawan, bukan aku yang nusuknya,”ungkap Imam. Sedangkan dari pengakuan, Abdullah, pada saat kejadian, dia sempat dipukuli oleh warga yang jumlahnya sangat banyak. Beruntung diadiamankan di rumah kades.
Lain halnya, dikatakan, Erlina, dia membantah kalau pisau yang dipegangnya pada saat kejadian adalah miliknya. Pisau tersebut ditemukannya di TKP, lalu dipeganggnya. Namun, sajam tersebut hanya dipegangnya saja bukan untuk digunakan untuk menusuk korban.
“Aku tak tahu apa-apa pak, ini juga tangan ku memar,”ucap Erlina yang sama-sama ditemui di unit Pidum. Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidum Ipda Robert yang ditemui di ruangannya, Rabu (18/1), mengatakan, untuk sementara pihaknya baru menetapkan tersangka, Imam alias Ican yang terbukti melakukan penusukan terhadap korbannya, Sukarna.
“Korban Sukarna menderita luka tusukan 3 liang, di pinggang kiri, tengah dan kanan, sekarang masih di rawat di rumah sakit Prabumulih, begitu juga korban Darmawan, menderita luka tikaman pisau 2 liang, pungung kanan dan kiri,”beber Tri.
Untuk sementara kata Tri, pengakuan tersangka Imam, dia hanya menusuk Sukarna, sedangkan, korban penusukan Darmawan masih dalam penyelidikan.
Sementara 3 warga lainnya, yakni Erlina, Abdullah dan Ali masih ditetapkan sebagai saksi, meskipun, Erlina pada saat kejadian diduga memiliki sajam. Sedangkan, 4 rekannya lainnya yang berhasil kabur dalam kejadian tersebut masih dalam penyelidikan petugas. Dijelaskan Tri, diduga, pemicu keributan berawal dari insiden keributan di malam hiburan orgen tunggal berapa hari sebelum kejadian, Kendari demikian, situasi di TKP telah kondusif. (yud)
OKU Umrohkan Pemungut Pajak
Baturaja SN
Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu bakal memberangkatkan 20 pemungut pajak yang di nilai punya prestasi lebih hingga mampu menempatkan perolehan pajak daerah tahun 2011 Over Target.
Menurut kepala dinas Pendapatan daerah Kabupaten OKU Drs Fahmiudin MSi Rabu (17/1) perolehan pajak daerah tahun 2011 lalu mampu mencapai angka 110% dari target,hingga pemerintah Pusat memberikan dana perangsang untuk di kembalikan lagi ke kas daerah senilai 3.150 juta rupiah “ atas nama pemerintah daerah kami haturkan terimakasih pada masyarakat yang sudah sadar dan taat dengan kewajibanya membayar pajak menjadikan target pendapatan pajak tahun 2011 senilai Rp.40.052.099.689,- tercapai pada angka Rp.44.069.297335,-jumlah ini cukup membanggakan kami buah kerja keras tim di lapangan melakukan sosialisasi berkesinambungan bersama Kepala desa Lurah dan camat “terang Fahmiudin .
Karena over target inilah Pemerintah Kabupaten OKU menerima uang perangsang dari pemerintah pusat yang nantinya akan di gunakan untuk pembelian perangkat cetak SPPT,alat ukur dan lainya serta memberikan rangsangan berupa umroh geratis pada petugas pajak,Kades dan lurah yang di nilai berhasil mendongkrak Pendapatan di wilayahnya “ terang Fahmi .
Kesempatan sama Bupati OKU Drs H Yulius Nawawi di dampingi asisten I Tatapraja Drs Ahmad Djunaidi MM mengakui umroh bagi petugas pemungut pajak merupakan rangsangan untuk yang lainya supaya perolehan pajak di masing masing desa dan kelurahan terus meningkat “ Kades atau lurah ini perlu kita berikan penghargaan sekaligus rangsangan berangkat Umroh ke tanah suci supaya mereka lebih giat di masa datang sekaligus motifasi bagi kades dan lurah lainya yang belum berkesempatan, mereka punya tugas berat menanamkan kesadaran masyarakat supaya taat membayar pajak,muaranya tak lain uang yang di bayar ini akan kembali lagi kemasyarakat dalam bentuk pembangunan “jelas Bupati. (had)
Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu bakal memberangkatkan 20 pemungut pajak yang di nilai punya prestasi lebih hingga mampu menempatkan perolehan pajak daerah tahun 2011 Over Target.
Menurut kepala dinas Pendapatan daerah Kabupaten OKU Drs Fahmiudin MSi Rabu (17/1) perolehan pajak daerah tahun 2011 lalu mampu mencapai angka 110% dari target,hingga pemerintah Pusat memberikan dana perangsang untuk di kembalikan lagi ke kas daerah senilai 3.150 juta rupiah “ atas nama pemerintah daerah kami haturkan terimakasih pada masyarakat yang sudah sadar dan taat dengan kewajibanya membayar pajak menjadikan target pendapatan pajak tahun 2011 senilai Rp.40.052.099.689,- tercapai pada angka Rp.44.069.297335,-jumlah ini cukup membanggakan kami buah kerja keras tim di lapangan melakukan sosialisasi berkesinambungan bersama Kepala desa Lurah dan camat “terang Fahmiudin .
Karena over target inilah Pemerintah Kabupaten OKU menerima uang perangsang dari pemerintah pusat yang nantinya akan di gunakan untuk pembelian perangkat cetak SPPT,alat ukur dan lainya serta memberikan rangsangan berupa umroh geratis pada petugas pajak,Kades dan lurah yang di nilai berhasil mendongkrak Pendapatan di wilayahnya “ terang Fahmi .
Kesempatan sama Bupati OKU Drs H Yulius Nawawi di dampingi asisten I Tatapraja Drs Ahmad Djunaidi MM mengakui umroh bagi petugas pemungut pajak merupakan rangsangan untuk yang lainya supaya perolehan pajak di masing masing desa dan kelurahan terus meningkat “ Kades atau lurah ini perlu kita berikan penghargaan sekaligus rangsangan berangkat Umroh ke tanah suci supaya mereka lebih giat di masa datang sekaligus motifasi bagi kades dan lurah lainya yang belum berkesempatan, mereka punya tugas berat menanamkan kesadaran masyarakat supaya taat membayar pajak,muaranya tak lain uang yang di bayar ini akan kembali lagi kemasyarakat dalam bentuk pembangunan “jelas Bupati. (had)
HEWAN KAKI EMPAT BANYAK BERKELIARAN DI KOTA LAHAT

Lahat,SN.
Peraturan Daerah ( perda ) yang sudah puluhan tahun di undangkan di bumi seganti setungguan tercinta ini seakan diam tak ada tajinya sama sekali serta tidak ada respon positip dari sebagian kecil pemilik hewan kaki empat ini .
Asrul Kepala Desa Selawi Kecamatan Lahat yang juga kepala Desa Perumahan Griya Slawi Indah Lahat sangat menyanyangkan banyaknya hewan berkaki empat yang berkeliaran di daerah nya terutama dijalan-jalan raya, hewan berkaki empat seperti sapi dan kambing selalu saja menjadi keluhan warganya khususnya yang berada di komplek perumahan griya slawi indah lahat,kehadiran hewan tersebut sangat mengganggu dan mengusik ketenangan warga apalagi kotoranya berhamburan disepanjang jalan perumahan tersebut,dan masalah ini menjadi persoalan yang setiap hari dikeluhkan warga,belum lagi persoalan lalu lintas yang terganggu akibat berkeliaranya hewan ini,ditambahkan Asrul bahwa pihaknya sudah beberapa kali melayangkan surat yang ditujuhkan kepada Kepala Desa Suka Negara Kecamatan Lahat dan Kepala Desa Muara Siban yang kami tembuskan kepada Camat Lahat yang isinya
Memintahsupaya pemilik hewan kaki empat ini dapat mengkandangkan hewanya untuk tidak dilepas secara liar,tetapi sampai saat ini tidak ada tindakan pasti dari semua pihak,padahal sejak tahun 2009 kita sudah proaktip untuk mencari jalan keluar dari masalah ini tetapi semuanya masi saja tidak membuahkan hasil keluh Asrul.dan saat ini masi menurut Asrul lapangan yang sudah dibangun dengan lantai cor beton yang kegunaanya untuk masyarakat dan warga griya selawi saat ini menjadi tempat tidur hewan hewan ini yang berkeliaran pada siang hari ini,mohon dengan saat agar pihak yang berwenang dapat menertipkan dan memberikan peringatan keras terhadap pemilik hewan kaki empat yang berkeliaran ini,jelas Asrul sedikit kesal.
Sementara Camat Lahat Yusri AP.MSi ketika di konfirmasi via handphonenya ( 17/1 ) meengatakan selama ini untuk menertipkan hewan kaki empat yang berkeliaran di wilayah kota lahat Pihaknya dari Kecamatan selalu mengadakan oprasi dan Sosialisasi PERDA tentang Larangan Hewan berkaki empat Berkeliaran dilepas secara bebas,Walaupun sesungguhnya tugas tersebut merupakan tugas dari SAT-POLL PP DAN DINAS PETERNAKAN,akan tetapi karna berada didalam wilayah kecamatan lahat dengan sendirinya kita merasa bertanggung jawap apalagi jika masalah ini sudah meresahlkan masyarakat,hanya saja kegiatan oprasi yang setiap hari minggu kita laksanakan untuk saat ini terhenti karna mobil untuk oprasi sekaran ditarik oleh Bagian Umum Pemkab Lahat jelas Yusri.(zal )
Angkutan Operasional Rusak, Pelayanan Sampah Terganggu
Prabumulih SN –
Pelayanan kebersihan sampah Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP) Kota Prabumulih,
selama beberapa hari ini kembali mengalami hambatan menyusul rusaknya sejumlah angkutan truk bak sampah dan buldozer yang dimiliki. Selain menyebabkan penanganan sampah terganggu, juga menambah beban pengeluaran instansi arsitek kebersihan ini terus membengkak.
Hal itu diakui Kepala KKP Kota Prabumulih Mansyur SIP, saat ditemui dikantornya, Rabu (18/1) sore. Menurut Mansyur, terganggunya pelayanan kebersihan sampah sudah terjadi hampir satu minggu belakangan sejak sejumlah angkutan operasional sampah itu rusak. Disamping faktor kondisi mesin mobil yang tua dan banyak berkarat, juga daya angkut sampah setiap angkutan truk yang mencapai ton-an perhari, menjadi penyebab mudahnya sejumlah angkutan operasional tersebut rusak.
“Kerusakan sejumlah angkutan truk sampah dan buldozer kemarin, sangat menggangu operasional pengangkutan sampah dibeberapa titik lokasi pembuangan sampah khususnya di Pasar,” ungkap Mansyur.
Mansyur menyebutkan, dari 6 angkutan truk sampah dan termasuk 1 unit alat berat buldozer yang rusak 4 diantaranya sudah diperbaiki dan sudah mulai berjalan beberapa hari kemarin. “Mobil – mobil ini semuanya warisan Muara Enim tahun 1990 – an, dan 4 sudah diatasi tinggal 2 lagi. Termasuk alat dozer juga sudah berjalan, jadi sudah sedikit lega,” jelas pria kelahiran Lahat 55 tahun silam ini.
Namun meskipun demikian, pihaknya tetap khawatir karena melihat kondisi operasional angkutan truk sampah dan alat berat buldozer di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sungai Medang, Cambai yang uzur. “Tapi ya bagaimana lagi, kita tetap berusaha bekerja maksimal meski dengan kondisi seperti itu,” tandas Mansyur, percaya diri.(and)
Pelayanan kebersihan sampah Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP) Kota Prabumulih,
selama beberapa hari ini kembali mengalami hambatan menyusul rusaknya sejumlah angkutan truk bak sampah dan buldozer yang dimiliki. Selain menyebabkan penanganan sampah terganggu, juga menambah beban pengeluaran instansi arsitek kebersihan ini terus membengkak.
Hal itu diakui Kepala KKP Kota Prabumulih Mansyur SIP, saat ditemui dikantornya, Rabu (18/1) sore. Menurut Mansyur, terganggunya pelayanan kebersihan sampah sudah terjadi hampir satu minggu belakangan sejak sejumlah angkutan operasional sampah itu rusak. Disamping faktor kondisi mesin mobil yang tua dan banyak berkarat, juga daya angkut sampah setiap angkutan truk yang mencapai ton-an perhari, menjadi penyebab mudahnya sejumlah angkutan operasional tersebut rusak.
“Kerusakan sejumlah angkutan truk sampah dan buldozer kemarin, sangat menggangu operasional pengangkutan sampah dibeberapa titik lokasi pembuangan sampah khususnya di Pasar,” ungkap Mansyur.
Mansyur menyebutkan, dari 6 angkutan truk sampah dan termasuk 1 unit alat berat buldozer yang rusak 4 diantaranya sudah diperbaiki dan sudah mulai berjalan beberapa hari kemarin. “Mobil – mobil ini semuanya warisan Muara Enim tahun 1990 – an, dan 4 sudah diatasi tinggal 2 lagi. Termasuk alat dozer juga sudah berjalan, jadi sudah sedikit lega,” jelas pria kelahiran Lahat 55 tahun silam ini.
Namun meskipun demikian, pihaknya tetap khawatir karena melihat kondisi operasional angkutan truk sampah dan alat berat buldozer di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sungai Medang, Cambai yang uzur. “Tapi ya bagaimana lagi, kita tetap berusaha bekerja maksimal meski dengan kondisi seperti itu,” tandas Mansyur, percaya diri.(and)
Rabu, 18 Januari 2012
Syahrial Oesman Tak Tahu Soal Suban IV

Sekayu, SN
Mantan Gubernur H Syahrial Oesman mengaku tidak tahu apa-apa mengenai permasalahan Suban IV yang diperebutkan Kabupaten Muba dan Mura. Hal ini ditegaskannya dalam rapat Pansus Hak Angket Suban IV DPRD Muba, Selasa (17/1) di Sekayu.
Syahrial sengaja hadir memenuhi panggilan Pansus, dan bersedia dimintai penjelasan terkait terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 63 Tahun 2007. Sebab berpindahnya aset sumur gas milik Muba ke tangan Mura berdasarkan isi Permendagri itu. Sementara pada saat Permendagri ini diterbitkan, ia menjabat sebagai Gubernur Sumsel.
Sayangnya, dari sejumlah pertanyaan yang diajukan anggota Pansus, Ia mengaku tidak tahu mengenai persoalan Suban IV yang telah merugikan Muba miliaran rupiah. Menurut dia, persoalan Suban IV diurus Pemkab Mura secara langsung ke pusat, tanpa sepengetahuan dirinya. Bahkan dari sekian banyak rapat yang digelar terkait masalah ini, tak satu pun diketahui Syahrial Oesman, apalagi dihadirinya.
“Saya tidak pernah ikut rapat untuk membahas Suban IV. Bisa jadi ada staf saya yang waktu itu ikut, tapi saya tidak tahu. Seingat saya hanya sekali saya menandatangani surat pengantar untuk tembusan ke pusat. Selain itu tidak,” ujarnya seraya menyarankan agar Pansus juga meminta penjelasan Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten dan Dinas Terkait.
Polemik berkepanjangan mengenai aset sumur gas Suban IV yang terletak di kawasan perbatasan Muba dan Mura ini sudah berlangsung sejak tahun 2001-2006. Konon, sejak saat itu juga Mura sudah berupaya menguasai aset tersebut. Padahal sebelumnya ada peraturan pemerintah yang menjelaskan jika sumur gas tersebut terletak di daratan Muba, dan didukung bukti-bukti lainnya.
Untuk mewujudkan hal itu, banyak agenda rapat yang dilaksanakan. Terakhir, 5 April 2007 rapat penentuan peralihan Suban IV dilaksanakan di Pemprov Sumsel. Kendati demikian, Syahrial tetap merasa tidak pernah mengetahui hal itu.
Ia yakin, rapat tersebut digelar tim pusat yang numpang di Pemprov Sumsel. “Bisa jadi ada staf saya yang ikut rapat-rapat yang ada. Tapi, saya tidak tahu. Ada kemungkinan Sekda saat itu tahu, makanya saya sarankan untuk bertanya pada Sekda ini,” imbuhnya.
Jawaban tidak tahu yang dikemukakan Syahrial,
sepertinya akan memperpanjang sumbu penyelesaian Suban IV. Sebab, jika demikian, artinya Permendagri dimaksud muncul secara tiba-tiba tanpa ada yang tahu. Jika tidak, indikasi permainan tingkat tinggi patut diproteksi.
Ketua Pansus Suban IV Yusuf Mahmud mengatakan, secara logika memang tidak mungkin sorang gubernur tidak mengetahui setiap kegiatan yang menyangkut polemik dua daerah. Namun, apa hendak dikata, dari Syahrial Oesman setidaknya pihaknya mendapatkan sedikit masukan yakni mempertimbangkan pemanggilan Sekda dan pihak terkait lainnya untuk dimintai keterangan juga.
“Kita menghargai Pak Syahrial sudah mau meluangkan waktu, dan hadir memenuhi panggilan kita. Kita akan meneruskan pencarian kronologi terbitnya Permendagri dan siapa saja yang terlibat di dalamnya,” kata Yusuf, seraya mengatakan, 2 Februari pihaknya juga menjadwalkan pemanggilan mantan Bupati Muba Alex Noerdin untuk maksud yang sama. (her)
Tersangka Kasus CPNS Pagaralam Ditetapkan
Pagaralam, SN
Polres Kota Pagaralam telah menetapkan Feriyanto, yang menjabat Kasubid Formasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pagaralam, sebagai tersangka dalam kasus penyimpangan dalam proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNSD) formasi 2009.
Kepala Satuan Reskrim, AKP Indarmawan, melalui Humas Polres Kota Pagaralam, AKP Budi Yuspandi mengatakan, hasil pemerikasaan sudah menemukan ada indikasi kuat jika hasil tes CPNS Pagaralam formasi 2009 banyak direkayasa, sehingga resmi menetapkan Kasubid Formasi Feriyanto sebagai tersangka.
Menurut dia, sebelumnya pemeriksaan terhadap pejabat tersebut masih sebagai saksi, dan berdasarkan hasil penyelidikan ditingkatkan menjadi tersangka.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka akan lakukan penahanan selama 1 x 24 jam, setelah penetapan tersangka untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk pembuktian.
"Untuk tersangka lain masih menunggu hasil hasil gelar perkara dan pengembangan pemeriksaan tersangka Kasubid Formasi. Berdasarkan pemeriksaan terdahulu puluhan saksi baik pejabat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, sudah cukup bukti jika Fr memiliki peran penting dalam penyimpangan tersebut," ujarnya.
Lanjutnya, permainan ini menimbulkan ada diantara peserta tidak memenuhi persyaratan ikut lulus. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kasus penyimpangan dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil, ditemukan nama peserta yang diganti atau perobahan dan penambahan diluar kuota.
"Kita sudah memeriksa sekitar 10 saksi untuk mendukung proses pengusutan kasus penyimpangan CPNS, untuk mendukung penguatan penetapan tersangka," ungkap dia.
Masih menurut dia, memang sepertinya ada unsur kesengajaan untuk merubah dan mengganti nama-nama peserta yang lulus, sehingga melebihi kuota yang ditetapkan Menteri Pembinaan Aparatur Negara Republik Indonesia, untuk jurusan komputer S1 hanya ada 22 peserta yang lulus.
Belum lagi, kata dia, saat pengumuman di media justru bertambah menjadi 24 orang dan muncul nama Heni Kurniawan dan Juita. Sedangkan Eva Diarti dan Muhammad Fathoni diganti.
"Padahal nama Juita dan Yurinah juga tidak masuk dalam ranking nilai yang ditetapkan Baliktek Unsri, setelah diumumkan di media justru muncul dan jumlah peserta lulus bertambah menjadi 24 orang," ujarnya.
Seusai dengan ketetapan Menteri Pembinaan Aparatur Negara (Men-PAN), formasi S1 komputer sebanyak 22 orang, namun setelah diumumkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pagaralam, justru bertambah dua orang.
"Demikian juga dengan penentuan urutan kelulusan nama Eva Diarti muncul, tapi saat pengumuman di media muncul nama lain Evi Diarti," ungkapnya.
Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan mantan Kabid Formasi Yahya dan Kasubid Formasi Feryanto, perubahan nama dan penggantian peserta lulus CPNS dilakukan Kepala BKD, Sukaimi.
"Peserta lulus juga tidak sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan Men-PAN Nomor: 224.P /M.PAN/9 /2009 tanggal 09 September 2009. Kalau hasil pemeriksaan semua saksi mulai dari proses penentuan hingga pengumuman di media semuanya dilakukan Kepala BKD, sementara mulai dari ketua paniti, sekretaris dan wakil sekretaris tidak pernah dilibatkan," kata Indarmawan.
Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin SH mengatakan, pengusutan kasus penyimpangan dalam pelaksaan penerimaan CPNS Pagaralam formasi 2009 memang akan diselesaikan tepat waktu dan saat ini baru satu orang yaitu Feriyanto menjabat Kasubid Formasi resmi ditetapkan sebagai tersangka.
"Namun mengingat banyak yang terlibat maka diperlukan banyak pemeriksaan saksi, tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru lainnya," ungkpnya.
Abi Darrin mengatakan, puluhan saksi yang terlibat dalam kepanitiaan sudah diperiksa, seperti Feryanto Kasubid Formasi, Sukaimi mantan Kepala BKD, Ahmad Fachri mantan ketua panitia, Yahya mantan Kabid Formasi, Rusmadewi, Wiwin, dan terakhir Wita Sub Tim Seleksi Administrasi Bidang kesehatan. (asn)
Polres Kota Pagaralam telah menetapkan Feriyanto, yang menjabat Kasubid Formasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pagaralam, sebagai tersangka dalam kasus penyimpangan dalam proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNSD) formasi 2009.
Kepala Satuan Reskrim, AKP Indarmawan, melalui Humas Polres Kota Pagaralam, AKP Budi Yuspandi mengatakan, hasil pemerikasaan sudah menemukan ada indikasi kuat jika hasil tes CPNS Pagaralam formasi 2009 banyak direkayasa, sehingga resmi menetapkan Kasubid Formasi Feriyanto sebagai tersangka.
Menurut dia, sebelumnya pemeriksaan terhadap pejabat tersebut masih sebagai saksi, dan berdasarkan hasil penyelidikan ditingkatkan menjadi tersangka.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka akan lakukan penahanan selama 1 x 24 jam, setelah penetapan tersangka untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk pembuktian.
"Untuk tersangka lain masih menunggu hasil hasil gelar perkara dan pengembangan pemeriksaan tersangka Kasubid Formasi. Berdasarkan pemeriksaan terdahulu puluhan saksi baik pejabat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, sudah cukup bukti jika Fr memiliki peran penting dalam penyimpangan tersebut," ujarnya.
Lanjutnya, permainan ini menimbulkan ada diantara peserta tidak memenuhi persyaratan ikut lulus. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kasus penyimpangan dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil, ditemukan nama peserta yang diganti atau perobahan dan penambahan diluar kuota.
"Kita sudah memeriksa sekitar 10 saksi untuk mendukung proses pengusutan kasus penyimpangan CPNS, untuk mendukung penguatan penetapan tersangka," ungkap dia.
Masih menurut dia, memang sepertinya ada unsur kesengajaan untuk merubah dan mengganti nama-nama peserta yang lulus, sehingga melebihi kuota yang ditetapkan Menteri Pembinaan Aparatur Negara Republik Indonesia, untuk jurusan komputer S1 hanya ada 22 peserta yang lulus.
Belum lagi, kata dia, saat pengumuman di media justru bertambah menjadi 24 orang dan muncul nama Heni Kurniawan dan Juita. Sedangkan Eva Diarti dan Muhammad Fathoni diganti.
"Padahal nama Juita dan Yurinah juga tidak masuk dalam ranking nilai yang ditetapkan Baliktek Unsri, setelah diumumkan di media justru muncul dan jumlah peserta lulus bertambah menjadi 24 orang," ujarnya.
Seusai dengan ketetapan Menteri Pembinaan Aparatur Negara (Men-PAN), formasi S1 komputer sebanyak 22 orang, namun setelah diumumkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pagaralam, justru bertambah dua orang.
"Demikian juga dengan penentuan urutan kelulusan nama Eva Diarti muncul, tapi saat pengumuman di media muncul nama lain Evi Diarti," ungkapnya.
Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan mantan Kabid Formasi Yahya dan Kasubid Formasi Feryanto, perubahan nama dan penggantian peserta lulus CPNS dilakukan Kepala BKD, Sukaimi.
"Peserta lulus juga tidak sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan Men-PAN Nomor: 224.P /M.PAN/9 /2009 tanggal 09 September 2009. Kalau hasil pemeriksaan semua saksi mulai dari proses penentuan hingga pengumuman di media semuanya dilakukan Kepala BKD, sementara mulai dari ketua paniti, sekretaris dan wakil sekretaris tidak pernah dilibatkan," kata Indarmawan.
Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin SH mengatakan, pengusutan kasus penyimpangan dalam pelaksaan penerimaan CPNS Pagaralam formasi 2009 memang akan diselesaikan tepat waktu dan saat ini baru satu orang yaitu Feriyanto menjabat Kasubid Formasi resmi ditetapkan sebagai tersangka.
"Namun mengingat banyak yang terlibat maka diperlukan banyak pemeriksaan saksi, tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru lainnya," ungkpnya.
Abi Darrin mengatakan, puluhan saksi yang terlibat dalam kepanitiaan sudah diperiksa, seperti Feryanto Kasubid Formasi, Sukaimi mantan Kepala BKD, Ahmad Fachri mantan ketua panitia, Yahya mantan Kabid Formasi, Rusmadewi, Wiwin, dan terakhir Wita Sub Tim Seleksi Administrasi Bidang kesehatan. (asn)
Puluhan Warga Terjaring Razia KTP
Palembang, SN
Sebanyak 48 warga yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), Selasa (17/01) kemarin, terjaring razia yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Palembang.
Razia dadakan tersebut dilakukan di pusat pertokoan Megahria Jalan Rustam Effendi dan sekitarnya. Petugas yang menyebar di kawasan tersebut, langsung keliling mencari masyarakat yang diduga tak ber-KTP.
Beberapa warga yang melihat Satpol PP di depannya langsung putar haluan. Padahal mereka hanya ditanyai kepemilikan KTP saja.
Kepala Satuan (kasat) Pol PP Aris Saputra mengatakan, mereka yang tak membawa KTP tersebut, banyak yang beralasan lupa membawa. Selain itu, karena masa berlakunya habis dan masih mengurus e-KTP. “Harusnya, saat keluar rumah mereka juga harus membawa surat undangan pembuatan e-KTP, sehingga benar mereka sedang mengurus. Razia ini mengantisipasi kriminalitas dan menjaga ketentraman serta ketertiban,” jelasnya.
Selain menindak warga yang tidak membawa KTP Satpol PP juga mendapatkan pelanggaran yang berkaitan dengan kedinasan Satpol PP. Seperti 2 PNS bolos kerja dan masih mengenakan seragam dinas, kemudian pelanggar Perda 12/2006 tentang pembinaan dan retribusi kebersihan atau yang membuang sampah sembarangan sebanyak 2 orang dan 1 PKL (pedagang kaki lima).
"Untuk PNS ini langsung kita suruh buat surat pernyataan dan dilaporkan ke SKPD tempatnya kerja dan BKD untuk ditindaklanjuti,” bebernya.
Bagi mereka yang tak membawa KTP lanjut Aris , harus melewati sidang yustisi oleh hakim, panitera, jaksa dan kepolisian.
Denda yang dikenakan, kisaran Rp 100 ribu-Rp 200 ribu. Sedangkan PKL, dikenakan denda kisaran Rp 100-Rp 250 ribu dan pelanggar sampah dikenakan denda Rp 50 ribu-Rp 100 ribu. Denda tergantung dari bentuk pelanggaran yang dilakukan.
“Bagi mereka yang tak bisa membayar denda, dikenakan kurungan satu hari di Satpol PP. Kita ingin memberi efek jera kepada pelanggar supaya tak mengulangi lagi,” bebernya.
Saat razia berlangsung salah seorang pegawai salah satu pertokoan yang kena razia, sempat menanyakan kembali KTP dari petugas. Keduanya, sempat adu mulut namun dilerai petugas Satpol PP lainnya. Tapi, orang tersebut tetap dicangking petugas, karena tak memiliki KTP.
Pemilik tubuh besar tinggi tersebut, langsung dimasukkan ke bagian dalam mobil bus khusus sidang yustisi. Namun, tak dicampur dengan warga lain yang terjaring razia KTP.
“Dia tadi menanyakan KTP petugas, makanya sempat ribut,” ungkap salah seorang Anggota Satpol PP yang melerai.
Kepala Satpol PP Palembang, Aris Saputra mengatakan, keributan tersebut merupakan hal biasa yang terjadi dalam razia. Biasanya, penolakan tersebut karena warga tak membawa KTP. “Tapi, masyarakat sudah mulai paham adanya razia KTP ini, karena untuk menjaga ketertiban dan ketentraman di Palembang,” ujar Aris.
Sebelumnya, Satpol PP juga merazia sejumlah pedagang minuman keras (miras) yang tak sesuai ketentuan. “Pelanggar langsung dibawa gerobaknya, supaya mereka jera tak berjualan miras lagi. Kita sita 13 gerobak, ratusan botol miras serta 10 derigen tuak. Tuak langsung kita buang di tempat, tidak dibawa karena bau,” ungkap Aris seraya mengatakan razia dilakuakn di kawasan Kampus dan kawasan sekitar 16 Ilir malam Minggu lalu. (win)
Verifikasi Tim Wasdal Diprotes Warga
Banyuasin, SN
Hasil tim survey verifikasi lahan sengketa seluas 97 Ha dilokasi sengketa lahan di Desa Karang Anyar yang melibatkan tiga warga Desa Karang baru, Karang Anyar dan Desa Telang Kecamatan Muara Telang diprotes oleh warga melalui pengacaranya Liza Merida SH dan rekan.
Dalam rapat mediasi yang dipimpin Asisten I Husnan Bhakti, lalu dihadiri Kabag Tapem Senen HAR dan stafnya Pujianto dan DPRD dapil Muara Telang Zakaria, serta komisi I DPRD Banyuasin Budi Hartono dan camat muara Telang Nur Laila serta kades Karang Anyar Sarifudin Selasa (17/1) berlangsung tegang.
Kabag Tapem Senen HAR melalui Pujianto mengatakan, tim berhasil mengukur lahan dengan mengelilingi tangul dengan bentuk lurus persegi panjang seluas 97 Ha, dipastikan dilahan tersebut ada tumpang tindih lahan.
“Dalam pengukuran kami tidak memetakan persil-persil dari masyarakat ini, tetapi lahan yang dibloking oleh wilyam saja yang kita hanya menunjukan lokasi yang bersengketa disana dan hasilnya ada 97 ha,” katanya.
Sementara sengketa lahan yang dikuasi oleh Wilyam terkait batas-batas tanah yang ditunjuk oleh tim wasdal, tentu berbeda dengan versi masyarakat, karena seket dari masyarakat berdasarkan parit dan tidak lurus seperti itu.
Sementara pihak tim wasdal hanya menyelusuri tanggul, bukan parit, kalau yang diblok seperti itu maka 124 ha tanah masyarakat tidak terkafer disitu dan 50 warga lainnya tidak ada dilokasi itu.
Menanggapi hal tersebut Asisten I Husnan Bhakti mengatakan, menurut hasil tim 97 ha tanah yang tumpang tindih ada 124 ha milik masyarakat, nanti akan dicocokan tanah amsyarakat yang ada diluar peta, mungkin ada lebih dan ada kurangnya.
“Itulah yang akan kami klarifikasi terlebih dahulu, karena jangan sampai kasus ini berlarut-larut, kalau bisa diselesaikan dimediasi ini,” katanya.
Sedangkan menurut Kabag Tapem, dari 97 ha yang tumpang tindih warga dengan wilyam, warga disitu ada 124 ha artinya ada 27 ha yang tidak tumpang tindih dengan wilyam. Artinya ada 38 orang seratus persen tumpang tindih dengan Wilyam, dan 16 orang, sebagian diluar sebagian diluar tanggul jadi jumlahnya 53 an orang.
Ditambahkan Senen Har, SPH milik masyarakat dibuat oleh kades Karang Anyar tahun 1990-1994 sementara sph milik wilyam dibuat oleh mantan kades Karang Anyar Ruslan, lalu oleh pihak wilyam mendaftarkan ke BPN.
Keduanya memang sama-sama memiliki SPH yang satu tahun 1990 an yang lainnya milik wilyam tahun 2000 an lalu.
Sementara Budi Hartono mengatakan, menginginkan kedua belah pihak untuk tidak saling mempertahankan egonya, karena menurutnya lajutkan verifikasi itu tentu kalau pihak Wilyam atau masyarakat ada kelemahan masing-masing bisa menahan diri.
Pengacara Wilyam Dadi mengatakan, keluarga dan anak wilyam yang sudah menanmkan modalnya ditempat itu ingin melanjutkan usahannya, namun pihak warga diminta untuk tidak melakukan aktifitas.
“Klien kami ingin menanam usaha di sana, bukan berarti mengesampingkan warga, dan kalau ingin menyelesaikan ini kita lupankan alat bukti, kita lupakan ego, kita cari jalan tengah win-win solution,” katanya. (sir)
Hasil tim survey verifikasi lahan sengketa seluas 97 Ha dilokasi sengketa lahan di Desa Karang Anyar yang melibatkan tiga warga Desa Karang baru, Karang Anyar dan Desa Telang Kecamatan Muara Telang diprotes oleh warga melalui pengacaranya Liza Merida SH dan rekan.
Dalam rapat mediasi yang dipimpin Asisten I Husnan Bhakti, lalu dihadiri Kabag Tapem Senen HAR dan stafnya Pujianto dan DPRD dapil Muara Telang Zakaria, serta komisi I DPRD Banyuasin Budi Hartono dan camat muara Telang Nur Laila serta kades Karang Anyar Sarifudin Selasa (17/1) berlangsung tegang.
Kabag Tapem Senen HAR melalui Pujianto mengatakan, tim berhasil mengukur lahan dengan mengelilingi tangul dengan bentuk lurus persegi panjang seluas 97 Ha, dipastikan dilahan tersebut ada tumpang tindih lahan.
“Dalam pengukuran kami tidak memetakan persil-persil dari masyarakat ini, tetapi lahan yang dibloking oleh wilyam saja yang kita hanya menunjukan lokasi yang bersengketa disana dan hasilnya ada 97 ha,” katanya.
Sementara sengketa lahan yang dikuasi oleh Wilyam terkait batas-batas tanah yang ditunjuk oleh tim wasdal, tentu berbeda dengan versi masyarakat, karena seket dari masyarakat berdasarkan parit dan tidak lurus seperti itu.
Sementara pihak tim wasdal hanya menyelusuri tanggul, bukan parit, kalau yang diblok seperti itu maka 124 ha tanah masyarakat tidak terkafer disitu dan 50 warga lainnya tidak ada dilokasi itu.
Menanggapi hal tersebut Asisten I Husnan Bhakti mengatakan, menurut hasil tim 97 ha tanah yang tumpang tindih ada 124 ha milik masyarakat, nanti akan dicocokan tanah amsyarakat yang ada diluar peta, mungkin ada lebih dan ada kurangnya.
“Itulah yang akan kami klarifikasi terlebih dahulu, karena jangan sampai kasus ini berlarut-larut, kalau bisa diselesaikan dimediasi ini,” katanya.
Sedangkan menurut Kabag Tapem, dari 97 ha yang tumpang tindih warga dengan wilyam, warga disitu ada 124 ha artinya ada 27 ha yang tidak tumpang tindih dengan wilyam. Artinya ada 38 orang seratus persen tumpang tindih dengan Wilyam, dan 16 orang, sebagian diluar sebagian diluar tanggul jadi jumlahnya 53 an orang.
Ditambahkan Senen Har, SPH milik masyarakat dibuat oleh kades Karang Anyar tahun 1990-1994 sementara sph milik wilyam dibuat oleh mantan kades Karang Anyar Ruslan, lalu oleh pihak wilyam mendaftarkan ke BPN.
Keduanya memang sama-sama memiliki SPH yang satu tahun 1990 an yang lainnya milik wilyam tahun 2000 an lalu.
Sementara Budi Hartono mengatakan, menginginkan kedua belah pihak untuk tidak saling mempertahankan egonya, karena menurutnya lajutkan verifikasi itu tentu kalau pihak Wilyam atau masyarakat ada kelemahan masing-masing bisa menahan diri.
Pengacara Wilyam Dadi mengatakan, keluarga dan anak wilyam yang sudah menanmkan modalnya ditempat itu ingin melanjutkan usahannya, namun pihak warga diminta untuk tidak melakukan aktifitas.
“Klien kami ingin menanam usaha di sana, bukan berarti mengesampingkan warga, dan kalau ingin menyelesaikan ini kita lupankan alat bukti, kita lupakan ego, kita cari jalan tengah win-win solution,” katanya. (sir)
Dinkes Temukan Penderita Kanker Kulit

* Zabidi Dirujuk ke RSMH
Banyuasin, SN
Kunjungan Kepala Dinas Kesehatan dr Ayuhana Awam MSi ke rumah Zabidi (54), penderita penyakit aneh di LK VI Manggus Kelurahan Pangkalan Balai, dikejutkan dengan temuan baru. Ternyata dirumah panggung No 14 Rt 30, terbaring pula Irman (19), keponakan Zabidi. Irman sejak beberapa bulan ini divonis dokter mengidap penyakit TBC kulit. “ Ini kok seperti ini,“ ujar Ayuhana.
Hampir seluruh tubuh Irman dipenuhi dengan bercak berwarna putih, selain itu tubuh remaja ini terlihat sangat kurus. Ia hanya terbaring ditempat tidur dibagian belakang rumah.
“Sudah diobati bu ke Palembang, berobatnya dengan dr Suroso, katanya dia ahli penyakit kulit. Obatnya juga sudah saya habiskan, sekarang saya sudah tidak makan obat lagi, tidak ada uang untuk menebus obat," keluh Irman.
Ayuhana mengatakan, penyakit yang diderita oleh paman dan keponakan ini, seharusnya bisa segera diatasi kalau diberikan pengobatan secara rutin. Untuk kasus yang dialami oleh Zabidi, kata Ayuhana memang disebut Neurofibroma.
“ Penyakit ini memang bukan tergolong penyakit yang mudah menular, namun lebih disebabkan karena gangguan pada saraf. “ ulasnya.
Dinas Kesehatan sendiri, kata Ayuhana akan melakukan memberikan pengobatan secara rutin. Soal biaya pengobatan semuanya akan ditanggung pemerintah.
“Besok (hari ini) keduanya akan kita bawa ke RSMH Palembang, disana pengobatannya bisa dilakukan secara intensif, selain itu peralatannya memang juga sudah lengkap. Jadi bapak tidak perlu bingung soal biaya, yang penting bapak mau penyakit bapak ini diobati, biayanya biar semua ditanggung oleh pemerintah melalui Jamsoskes mapun Jamkesmas," jelasnya.
Terpisah, Indra keponakan Zabidi sekaligus kakak Irman mengaku sangat senang dengan rencana pengobatan gratis yang akan diberikan kepada paman dan adik kandungnya.
Menurut Indra, secara fisik kedua paman dan keponakan ini sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. “Kalau sekedar untuk makan atau mandi memang mereka masih bisa sendiri, tetapi tidak bisa membantu mencari nafkah, sementara kami ini tidak ada penghasilan lain selain berkebon," ucapnya. (sir)
Langganan:
Postingan (Atom)
Press
My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.


