PALEMBANG – Fatimah Jamal Dalom binti H Jamal, 86, anggota jamaah haji asal Prabumulih, mengembuskan nafas terakhir pada pukul 21.00 waktu setempat, Jumat (14/10), atau pukul 01.00 WIB, Sabtu (15/10), di Madinah.
Sebelum meninggal Fatimah sempat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah,Arab Saudi. Kepala Seksi Perjalanan dan Sarana Haji Kementerian Agama Kantor Wilayah Sumsel, Yeri Taswin, menerima informasi meninggalnya anggota kloter 8 yang beralamat di Jalan Tenggamus, Kecamatan Muara Dua,Prabumulih Timur, itu dari Harnan Hasran, ketua pembimbing haji Kloter 8.
“Melalui telepon saya dikabari Harnan Hasran bahwa almarhumah dimakamkan setelah subuh waktu setempat atau sekitar pukul 10.00 WIB hari ini di Tempat Pemakaman Umum Baqi yang bertempat di sebelah Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi,” ujarYeri kemarin. Pemakaman anggota jamaah yang meninggal merupakan tanggung jawab Pemerintah Arab Saudi yang dipercayakan melalui pengelola pemondokan tempat para jamaah menetap.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kementerian Agama Sumsel,kata Yeri,akan segera menghubungi keluarga korban atau orang yang berhak menerima kabar duka. Kepala Bidang Haji Kantor Wilayah Sumsel,Udin Djuhan, menyatakan bahwa jenazah Fatimah sudah diurus ketua kloter untuk dimakamkan. “Setelah ketua kloter mengetahui ada anggota bimbingannya meninggal dunia, dia diharuskan mengambil surat keterangan meninggal dari dokter yang memeriksa.
Setelah surat tersebut sampai di Indonesia, ahli waris akan mendapatkan asuransi kematian sebesar Rp34 juta,”ujarnya. Sementara itu, PPIH Kementerian Agama Sumsel kemarin memberangkatkan 358 orang dari 360 anggota jamaah yang terdaftar dalam manifes haji Embarkasi Palembang ke Madinah yang tergabung dalam Kloter 12.
“Kloter 12 merupakan kelompok terakhir dari gelombang pertama. Dalam kelompok tersebut ada dua jamaah yang tertunda keberangkatannya lantaran sakit. Atas nama Zainam Dori Madai, 63, bin Dori; dan Samarayana Dirdjo Sumitro, 63,“ ungkap Udin. (alf/sind)
Minggu, 16 Oktober 2011
85 Unit Bus Transmusi Beroperasi 24 Jam
PALEMBANG– Direktur Operasional PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), Yusransyah mengatakan pihaknya siap mengoperasikan Transmusi selama 24 jam saat SEA Games ke-26 berlangsung,11-22 November 2011 nanti.
Syaratnya, Dinas Perhubungan dan kepolisian siap membantu kelancaran lalu lintasnya. “Prinsipnya, Bus Transmusi sangat siap untuk meningkatkan pelayanannya, tetapi masih membutuhkan dukungan pihak lain,”kata dia kemarin. Selama ini bus rapid transit (BRT) Transmusi itu beroperasi pukul 06.00 hingga 20.00 WIB setiap hari.
Namun, demi tersedianya sarana transportasi yang optimal selama SEA Games berlangsung, pihaknya siap menambah jam operasional bahkan hingga 24 jam. Dia mengatakan,saat ini sebanyak 85 unit Bus Transmusi melayani penumpang di dalam kota sampai ke luar Kota Palembang. Bus Transmusi kini menjadi sarana transportasi pilihan utama warga setempat, karena dinilai lebih nyaman, aman dan tarifnya pun murah, hanya Rp4.000 dalam kota dan Rp7.000 per orang ke Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir.
Sebelumnya,Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra menjelaskan, pemkot setempat siap mendukung penuh pelaksanaan SEA Games ke-26, termasuk menyediakan sarana transportasi massal dan untuk para tamu yang datang.“Kendaraan dinas yang tersedia pun akan diprioritaskan untuk digunakan mendukung sukses SEA Games itu,”ujar dia.
Eddy menambahkan,mulai 20 Oktober ini, dia juga akan berkonsentrasi membantu persiapan SEA Games agar semuanya berjalan lancar. Dia juga meminta seluruh pejabat dan pegawai Pemkot Palembang untuk berpartisipasi secara total dalam menyukseskan SEA Games. (ant/sin)
Syaratnya, Dinas Perhubungan dan kepolisian siap membantu kelancaran lalu lintasnya. “Prinsipnya, Bus Transmusi sangat siap untuk meningkatkan pelayanannya, tetapi masih membutuhkan dukungan pihak lain,”kata dia kemarin. Selama ini bus rapid transit (BRT) Transmusi itu beroperasi pukul 06.00 hingga 20.00 WIB setiap hari.
Namun, demi tersedianya sarana transportasi yang optimal selama SEA Games berlangsung, pihaknya siap menambah jam operasional bahkan hingga 24 jam. Dia mengatakan,saat ini sebanyak 85 unit Bus Transmusi melayani penumpang di dalam kota sampai ke luar Kota Palembang. Bus Transmusi kini menjadi sarana transportasi pilihan utama warga setempat, karena dinilai lebih nyaman, aman dan tarifnya pun murah, hanya Rp4.000 dalam kota dan Rp7.000 per orang ke Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir.
Sebelumnya,Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra menjelaskan, pemkot setempat siap mendukung penuh pelaksanaan SEA Games ke-26, termasuk menyediakan sarana transportasi massal dan untuk para tamu yang datang.“Kendaraan dinas yang tersedia pun akan diprioritaskan untuk digunakan mendukung sukses SEA Games itu,”ujar dia.
Eddy menambahkan,mulai 20 Oktober ini, dia juga akan berkonsentrasi membantu persiapan SEA Games agar semuanya berjalan lancar. Dia juga meminta seluruh pejabat dan pegawai Pemkot Palembang untuk berpartisipasi secara total dalam menyukseskan SEA Games. (ant/sin)
Jumat, 14 Oktober 2011
Awal 2012 Warga Muba Kantongi E-KTP
Sekayu, SN
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memprediksi, awal 2012 mendatang warga Muba sudah memiliki E-KTP. Sebab saat ini seluruh kecamatan yang ada sudah mulai bekerja, dan realisasi rekam data wajib KTP sudah mencapai 1.049 orang sehari.
Ditemui di ruang kerjannya, Kamis (13/10), Kepala Dinas Dukcapil Muba Rahman menjelaskan, satu-satnya kendala belum terealisasinya E-KTP di Muba ialah karena belum terhubungnya jaringan. Meskipun demikian, pihaknya bekerjasama dengan pemerintah kecamatan sudah menyebar undangan kepada warga yang namanya masuk dalam database untuk melakukan rekam data.
“Sejauh ini kita masih terkendala jaringan. Ada beberapa kecamatan yang sudah online, ada pula yang belum. Nah, bersamaan dengan perbaikan ini, masing-masing kecamatan sudah mulai merekam data wajib KTP,” kata Rahman.
Menurut dia, dalam realisasinya perekaman data wajib KTP dilakukan hampir sama dengan orang yang akan membuat Surat Izin Mengemudi (SIM).
Dijelaskannya, artinya, nama-nama penduduk yang sudah masuk database di kantor kecamatan akan menerima undangan untuk dilakukan perekaman identitas, meliputi sidik jari, iris mata, dan lainnya. Sayangnya, hingga saat ini baru ada satu kamera yang sudah tiba di seluruh kecamatan. Dengan begitu, untuk kelengkapan data termasuk foto baru bisa teralisasi rata-rata 150 orang per kecamatan.
“Mestinya alat berupa kamera itu ada dua di setiap kecamatan. Tapi yang tiba baru satu. Kalau berdasarkan target nasional, sehari itu realisasi rekam data paling tidak 300. Ya kita terpaksa menunggu,” ujarnya.
Ditambahkan, untuk Muba terdapat 452.111 orang wajib KTP yang masuk dalam database. Awal 2012 mendatang diperkirakan, mereka ini sudah mengantongi E-KTP dimaksud. Bagi warga yang belum masuk database, kata Rahman, akan masuk dalam program 2012 dan jika E-KTP sudah berlaku regular, maka bisa membuat KTP sementara.
“Mungkin ada saja warga yang saat ini tidak memiliki KTP atau pindah tanpa melapor ke kecamatannya. Nah yang bersangkutan ini tidak akan mendapatkan E-KTP program ini, tapi ikut program 2012. Kabarnya, kalau di tempat lain itu sudah mulai bayar. Tapi di Muba kemungkinan tetap gratis,” terangnya.
Hal senada dikatakan Kepala Bidang Pelayanan dan Pendaftaran E-KTP Dukcapil Muba Indra Joni SE. Pria yang secara teknis membidangi persoalan E-KTP ini menjelaskan, di setiap kecamatan sudah siap dua mesin dan empat teknisi. Akibat jaringan dari Indosat yang belum sepenuhnya terhubung, sebagian kecamatan terpaksa menampung dahulu data wajib KTP, dan baru akan diproses ke pusat setelah jaringan online.
“Dalam relaisasi E-KTP ini kita masih ketergantungan dengan pusat. Masing-masing ada bagiannya. Indosat khusus jaringan, PT Kwadra peralatan dan PT Sucopindo dari sisi SDM-nya," ujarnya. (her)
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memprediksi, awal 2012 mendatang warga Muba sudah memiliki E-KTP. Sebab saat ini seluruh kecamatan yang ada sudah mulai bekerja, dan realisasi rekam data wajib KTP sudah mencapai 1.049 orang sehari.
Ditemui di ruang kerjannya, Kamis (13/10), Kepala Dinas Dukcapil Muba Rahman menjelaskan, satu-satnya kendala belum terealisasinya E-KTP di Muba ialah karena belum terhubungnya jaringan. Meskipun demikian, pihaknya bekerjasama dengan pemerintah kecamatan sudah menyebar undangan kepada warga yang namanya masuk dalam database untuk melakukan rekam data.
“Sejauh ini kita masih terkendala jaringan. Ada beberapa kecamatan yang sudah online, ada pula yang belum. Nah, bersamaan dengan perbaikan ini, masing-masing kecamatan sudah mulai merekam data wajib KTP,” kata Rahman.
Menurut dia, dalam realisasinya perekaman data wajib KTP dilakukan hampir sama dengan orang yang akan membuat Surat Izin Mengemudi (SIM).
Dijelaskannya, artinya, nama-nama penduduk yang sudah masuk database di kantor kecamatan akan menerima undangan untuk dilakukan perekaman identitas, meliputi sidik jari, iris mata, dan lainnya. Sayangnya, hingga saat ini baru ada satu kamera yang sudah tiba di seluruh kecamatan. Dengan begitu, untuk kelengkapan data termasuk foto baru bisa teralisasi rata-rata 150 orang per kecamatan.
“Mestinya alat berupa kamera itu ada dua di setiap kecamatan. Tapi yang tiba baru satu. Kalau berdasarkan target nasional, sehari itu realisasi rekam data paling tidak 300. Ya kita terpaksa menunggu,” ujarnya.
Ditambahkan, untuk Muba terdapat 452.111 orang wajib KTP yang masuk dalam database. Awal 2012 mendatang diperkirakan, mereka ini sudah mengantongi E-KTP dimaksud. Bagi warga yang belum masuk database, kata Rahman, akan masuk dalam program 2012 dan jika E-KTP sudah berlaku regular, maka bisa membuat KTP sementara.
“Mungkin ada saja warga yang saat ini tidak memiliki KTP atau pindah tanpa melapor ke kecamatannya. Nah yang bersangkutan ini tidak akan mendapatkan E-KTP program ini, tapi ikut program 2012. Kabarnya, kalau di tempat lain itu sudah mulai bayar. Tapi di Muba kemungkinan tetap gratis,” terangnya.
Hal senada dikatakan Kepala Bidang Pelayanan dan Pendaftaran E-KTP Dukcapil Muba Indra Joni SE. Pria yang secara teknis membidangi persoalan E-KTP ini menjelaskan, di setiap kecamatan sudah siap dua mesin dan empat teknisi. Akibat jaringan dari Indosat yang belum sepenuhnya terhubung, sebagian kecamatan terpaksa menampung dahulu data wajib KTP, dan baru akan diproses ke pusat setelah jaringan online.
“Dalam relaisasi E-KTP ini kita masih ketergantungan dengan pusat. Masing-masing ada bagiannya. Indosat khusus jaringan, PT Kwadra peralatan dan PT Sucopindo dari sisi SDM-nya," ujarnya. (her)
Migas & Batubara di Muba Butuh Investor
Sekayu, SN
Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kian serius mencari investor disektor energi selain migas juga batubara. Kondisi ini diperkirakan karena kandungan batubara mengalami peningkatan. Dari hasil eksplorasi ditemukan ada sekitar 3,5 miliar ton lebih. Namun jumlah tersebut bisa lebih hingga 5-7 miliar ton.
Plt Kepala Dinas Pertambangan dan Pengembangan Energi (Distamben) Kabupaten Muba, Zulfakar mengatakan pihaknya kian serius mencari investor yang benar-benar ingin berinvestasi di Muba. Sudah ada 75 perjanjian karya pengusahaan penambangan batubara (PK2B), namun izin usaha pertambangan (IUP) baru dikeluarkan 55 perusahaan. Dari keseluruhan perusahaan tersebut 15 perusahaan masih tahap produksi yang terlebih dahulu harus dibuatkan Amdal, rencana reklamasi.
”Yang sudah produksi seperti Putra Muba Coal (PMC) dan Baturona Adimulya serta Realitan Jaya Mandiri (RJM) sedangkan yang lainnya segera menyusul,” beber Zulfakar kemarin.
Dijelaskannya, PT RJM dan Putra Muba Coal mendapatkan izin Kuasa Penambangan (KP) yang dikeluarkan langsung oleh bupati, sementara satu perusahaan lain yaitu Baturona Adimulya mendapat izin dari pusat. Batubara yang dihasilkan kabupaten Muba kalorinya relatif rendah. Berkisar antara 45-51. Sehingga cocok digunakan didalam negeri untuk PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) dan lainnya. ”Nah, untuk PLTU ini kita sudah pernah jajaki akan kerjasama akan semakin meningkat,” imbuhnya.
Lanjutnya, namun demikian tidak semua batubara tersebut bisa diexploitasi, karena jumlah kandungan tersebut merupakan jumlah kandungan yang tertambang bukan terukur. Karena bias saja lokasi batubara tersebut berada dikawasan pemukiman penduduk yang tidak bias dieksplotasi. Minimnya produksi ini bukan karena tidak mampunya perusahaan dalam melakukan exploitasi, tetapi lebih dikarenakan minimnya sarana transportasi.
“Saat ini transportasi hanya menggunakan tongkang dengan kapasitas 5.000 ton, kalau lebih dari itu tidak bias karena sungai yang dilalui cukup dangkal, untuk Putra Muba Cool dalam seminggu paling satu kali pengiriman," ujarnya.
Mengenai kualitas ia mengakui kalau kualitas batu bara Muba kurang begitu baik, karena masih mengandung banyak air. "Kandungan airnya mencapai 40%, beda dengan batu bara di tempat lain seperti muara enim yang bisa mencapai 7000,” ungkapnya seraya menambahkan kalau hal itu terjadi karena kondisi alam yang banyak sungai dan rawa.
Dia menambahkan untuk meningkatkan mutu sebenarnya bias dilakukan dengan menggunakan UBC (upgrade Brown Cool), namun untuk menerapkannya sangat sulit karena biayanya masih sangat tinggi. “Bisa, tetapi karena sangat mahal jadi tidak begitu efektif, “ ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Muba, Iwan Aldes menuturkan sumber daya alam yang berlimpah seharusnya dapat dikelola dengan maksimal. Namun meskipun pengelolaan telah maksimal, tanpa transportasi yang menunjang akan sia-sia juga. ”Semua sektor harus saling mendukung, sehingga program lumbung energi yang selama ini dicangkan pemerintah pusat dapat tercapai,” jelasnya. (her)
Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kian serius mencari investor disektor energi selain migas juga batubara. Kondisi ini diperkirakan karena kandungan batubara mengalami peningkatan. Dari hasil eksplorasi ditemukan ada sekitar 3,5 miliar ton lebih. Namun jumlah tersebut bisa lebih hingga 5-7 miliar ton.
Plt Kepala Dinas Pertambangan dan Pengembangan Energi (Distamben) Kabupaten Muba, Zulfakar mengatakan pihaknya kian serius mencari investor yang benar-benar ingin berinvestasi di Muba. Sudah ada 75 perjanjian karya pengusahaan penambangan batubara (PK2B), namun izin usaha pertambangan (IUP) baru dikeluarkan 55 perusahaan. Dari keseluruhan perusahaan tersebut 15 perusahaan masih tahap produksi yang terlebih dahulu harus dibuatkan Amdal, rencana reklamasi.
”Yang sudah produksi seperti Putra Muba Coal (PMC) dan Baturona Adimulya serta Realitan Jaya Mandiri (RJM) sedangkan yang lainnya segera menyusul,” beber Zulfakar kemarin.
Dijelaskannya, PT RJM dan Putra Muba Coal mendapatkan izin Kuasa Penambangan (KP) yang dikeluarkan langsung oleh bupati, sementara satu perusahaan lain yaitu Baturona Adimulya mendapat izin dari pusat. Batubara yang dihasilkan kabupaten Muba kalorinya relatif rendah. Berkisar antara 45-51. Sehingga cocok digunakan didalam negeri untuk PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) dan lainnya. ”Nah, untuk PLTU ini kita sudah pernah jajaki akan kerjasama akan semakin meningkat,” imbuhnya.
Lanjutnya, namun demikian tidak semua batubara tersebut bisa diexploitasi, karena jumlah kandungan tersebut merupakan jumlah kandungan yang tertambang bukan terukur. Karena bias saja lokasi batubara tersebut berada dikawasan pemukiman penduduk yang tidak bias dieksplotasi. Minimnya produksi ini bukan karena tidak mampunya perusahaan dalam melakukan exploitasi, tetapi lebih dikarenakan minimnya sarana transportasi.
“Saat ini transportasi hanya menggunakan tongkang dengan kapasitas 5.000 ton, kalau lebih dari itu tidak bias karena sungai yang dilalui cukup dangkal, untuk Putra Muba Cool dalam seminggu paling satu kali pengiriman," ujarnya.
Mengenai kualitas ia mengakui kalau kualitas batu bara Muba kurang begitu baik, karena masih mengandung banyak air. "Kandungan airnya mencapai 40%, beda dengan batu bara di tempat lain seperti muara enim yang bisa mencapai 7000,” ungkapnya seraya menambahkan kalau hal itu terjadi karena kondisi alam yang banyak sungai dan rawa.
Dia menambahkan untuk meningkatkan mutu sebenarnya bias dilakukan dengan menggunakan UBC (upgrade Brown Cool), namun untuk menerapkannya sangat sulit karena biayanya masih sangat tinggi. “Bisa, tetapi karena sangat mahal jadi tidak begitu efektif, “ ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Muba, Iwan Aldes menuturkan sumber daya alam yang berlimpah seharusnya dapat dikelola dengan maksimal. Namun meskipun pengelolaan telah maksimal, tanpa transportasi yang menunjang akan sia-sia juga. ”Semua sektor harus saling mendukung, sehingga program lumbung energi yang selama ini dicangkan pemerintah pusat dapat tercapai,” jelasnya. (her)
Pemkot Kembali Terima Bantuan Rp 5 Milyar
![]() |
| Eddy Santana Putra |
Kota Palembang kembali mendapat kepercayaan dari United States Agency For International Development (USAID) untuk terus mengembangkan berbagai program pembangunan di masyarakat.
Kalau sebelumnya dana hibah sebasar Rp 17 M untuk 7 ribu sambungan air bersih bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kali ini Dana hibah sebesar Rp 5 M, diperuntukkan sebagai bantuan teknis pengembangan pembangunan meliputi master plan, sanitasi dan halte.
Walikota Palembang H Eddy Santana Putra mengatakan tahun depan optimis akan kembali mendapat bantuan untuk sambungan baru air bersih untuk MBR dari dana hibah USAID.
“Tahun depan kita yakin kembali akan mendapat bantuan untuk pemasangan air bersih untuk masyakarakat yang belum mendapat pemasangan air bersih tersebut,”jelasnya Kamis (12/10) di Pemkot Palembang.
Menurut orang nomor satu di Kota Palembang ini, Kota Palembang menjadi kota percontohan bagi kota yang ada di Indoenesia,terkait hampir keseluruhan warga di Kota ini telah teraliri air bersih.
“Saya sebagai ketua Apeksi di mintai paparan untuk pengelolan air bersih di Kota ini,karena tidak ada kota se-Indonesia ini maju seperti kota Palembang,”jelasnya.
Nah, tidak hanya untuk masyarakat yang ada di wilayah dalam kota yang akan mendapat sambungan baru tersebut, melainkan program yang hanya dibebankan masyarakat membayar Rp 300 ribu untuk sambungan baru tersebut juga akan menyentuh masyarakat yang berdomisili di perbatasan Kota Palembang.
“Sekarang sudah ada pemasangan untuk wilayah kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL), nantinya juga untuk masyarakat daerah perbatasan,”jelasnya.
Untuk pencapaian 100 persen masyarakat kota Palembang telah menikmati air bersih kata Eddy, masih tersisa 5 ribu sambungan baru lagi.
“5 ribu lagi yang akan mendapat sambungan subsidi, jadi masyarakat hanya dibebankan membayar rp 300 ribu, nah realisasinya nanti Perusahaan Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang yang akan melakukannya,”jelasnya.(win)
Kamis, 13 Oktober 2011
Tuntut Pembangunan Jalan, Warga 4 Desa Ancam Blokir Jalan
![]() |
| Bupati Muara Enim |
Belum ada kepastian akan terealisasinya pembangunan jalan Desa Pengabuan-Simpang Betung-Babat sekitar 12 km pada tahun 2012, membuat warga empat desa yakni Desa Pengabuan, Betung, dan Prambatan Kecamatan Abab serta Prambatan Kecamatan Penukal, mengancam akan memblokir jalan Pengabuan, Muara Enim.
"Kami yang mewakili 4 desa tidak main-main. Jika tidak ada realisasi tahun 2012 nanti, aksi demo dengan cara menutup jalan di Desa Pengabuan, merupakan jalan terakhir," tegas Tokoh masyarakat Desa Pengabuan, Ubaidilah, Rabu (12/10) di ruang rapat Pemkab Muara Enim.
Dikatakan Ubaidiah yang didampingi oleh Dewan Penasehat Sumsel Watch Firdaus Hasbulah SH, Sekjen Majelis LSM Sumsel Ruspanda Karibulah, pihaknya sebelumnya telah berkomunikasi dengan pihak PT Pertamina Ubep Adera, hanya saja tidak ada respon yang positif sehingga akhirnya terjadilah unjuk rasa.
“Setelah adanya unjuk rasa, barulah pihak perusahaan mau berkomunikasi. Kita paham jika PT Pertamina bekerja atas perintah
negara untuk kepentingan negara, tetapi mereka juga harus sadar negara tanpa rakyat itu tidak akan pernah ada,” jelas Ubaidiah.
Intinya lanjut Ubaidiah, warga Pengabuan dan empat desa lainnya merupakan desa ring I, yang berada di sekitar perusahaan yang merasakan pahit dan getirnya akibat kegiatan operasional perusahaan migas.
“Tentunya bukan keuntungan saja yang digalih, melainkan perusahaan juga harus peduli dan transparan mulai dari masalah tenaga kerja dan perbaikan insfrastruktur jalan,” ungkap Ubaidilah.
Dukungan juga disampaikan berapa anggota DPRD Dapil II Muara Enim yakni Kuyung Rizal, A Rapiq, Perdinan, dan Camat Abab Rusnawi, bahwa jalan simpang Babat - Pengabuan, tersebut sudah ada sejak zaman Belanda, namun sampai sekarang tidak pernah baik dan masih berbentuk tanah. Padahal sudah beberapa perusahaan migas sudah menyedot hasil bumi namun tidak ada kontribusi.
“Kita minta, BP Migas dalam hal ini sebagai pengawas, untuk bisa mengakomodir dan mencari solusi tersebut. Tidak usah dahulu memikirkan CSR yang tidak seberapa, namun pikirkan perbaikan akses jalan sebab itu urat nadi masyarakat untuk perekonomian. Jika tidak ada realisasi, kamipun siap akan mendukung aksi masyarakat memblokir jalan,” terang Kuyung.
Menanggapinya, General Manager PT Pertamina UBEP Adera Cristian HP Siahaan yang didampingi oleh Field Manager Rizaldi dan Humas A Ghofur, bahwa pihaknya hanya sebagai operator sedangkan pengawasnya adalah BP Migas. Mengenai masalah tuntutan masyarakat seperti CSR dan jalan itu tentu harus melalui persetujuan pusat dan BP Migas.
Cristian juga menerangkan, di wilayah tersebut ada beberapa perusahaan migas, tentunya turut bertanggungjawab bukan saja, Ubep Adera sendiri melainkan seluruh perusahaan yang ada disana.
Kemudian, Kepala Perwakilan BP Migas Sumbagsel Elan Biantoro, pihaknya akan berupaya membantu menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara memanggil seluruh operator disana untuk melakukan sharing dalam menyelesaikan permasalahan tersebut terutama untuk perbaikan jalan.
Sebab jalan memang merupakan urat nadi masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya minta waktu pada tahun 2012, sudah ada keputusan untuk perbaikan jalan tersebut. Sedangkan untuk masalah CSR, itu memang sudah kewajiban dan selalu menjadi persyaratan di dalam Amdal.
Sementara itu Bupati Muara Enim Ir Muzakir Sai Sohar yang didampingi Asisten Pemerintahan Bulgani Hasan, mendukung aspirasi masyarakat Pengabuan dan sekitarnya. Untuk itu ia minta kepada BP Migas untuk secepatnya membahas masalah tersebut. Dan Pemkab Muara Enim siap melakukan sharing untuk pembiayaan pembangunan jalan tersebut yang diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp 30 miliar untuk panjang 12 km dengan cor beton. (yud)
Hary Tanoe Masuk NasDem, Ical Anggap Urusan Kecil
![]() |
| Hary Tanoe - Surya Paloh - Aburizal Bakrie |
Bos MNC Grup Hary Tanoesudibyo bergabung ke Partai Nasional Demokrat (NasDem). Dengan sumber daya media yang dimiliki Hary Tanoe, NasDem bisa menjadi partai politik kekuatan besar.
Bagaimana tanggapan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie melihat itu? Bakalkah menjadi ancaman? "Keciiiiil," kata Ical sambil menjetikkan jari telunjuknya di sela-sela rapat Fraksi Golkar di Gedung DPR Senayan Jakarta, Rabu (12/10).
Ical tetap percaya diri. Meski Hary Tanoe masuk NasDem, Golkar sama sekali tidak risau. "Itu tidak ada apa-apanya," terang Ical mantap.
Pihak Partai NasDem sudah mengkonfirmasi Hary Tanoe sudah menjadi bagian keluarga besar partai tersebut sejak sekitar dua bulan lalu. Pihak NasDem sebelumnya telah melakukan komunikasi intensif.
"Kalau akan jadi ketua umum belum tahu. Kita sekarang sedang berdiskusi posisi apa yang tepat untuk Hary Tanoe, termasuk saya sendiri. Tapi tidak penting siapa yang menggiring bola dan mencetak gol, yang penting adalah gol yang kita inginkan tercipta," kata Ketum Partai NasDem, Rio Capella.
Ketua DPP Golkar yang juga Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso pun mengucapkan selamat datang pada Hary Tanoe di dunia politik. "Saya tidak mau jauh mengomentari soal itu. Tapi selamat datang di perhelatan yang sesungguhnya," ujar Priyo Budi Santoso.
Menurut Priyo, keputusan Hary Tanoe untuk masuk ke dunia politik merupakan langkah yang berani. Menurutnya, dunia politik penuh dengan tantangan berat sehingga harus siap menerima segala resiko.
"Sesungguhnya dari pengalaman yang saya baca dunia politik tidaklah mudah, penuh dengan gelombang dan duri. Harus betul-betul ditimbang matang-matang. Mereka yang bekerja di bidang politik, tiba-tiba bisa seperti meteor menjulang tinggi ke angkasa tapi hanya dalam hitungan waktu ia bisa terjerambab ke tanah,"jelasnya.
Bila benar Hary Tanoe masuk dunia politik, maka Bos MNC group itu harus berani semua hal pribadinya diungkap publik. Selama ini, semua orang yang turun ke dunia publik menjadi sorotan media.
"Siap-siap untuk disorot semua dan itu ya harus siap. Semua termasuk track-record nya pasti akan disorot," imbuhnya.
Sejak bergabungnya Hary Tanoe ke Partai NasDem, iklan partai tersebut banyak berseliweran di televisi-televisi milik grup MNC. Hary Tanoe belum bisa dimintai pendapat karena ponselnya tak bisa dihubungi. (detik/hrp/kil)
Proyek Pengembangan Sapi Di BanyuasinTerancam Batal
Banyuasin, SN
Proyek lelang pengembangan sapi di Kabupaten Banyuasin tahun 2011 sebanyak 105 ekor terancam dibatalkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin, pasalnya sampai bukaan lelang kedua proyek pengadaan sapi belum ada kontraktor yang mendaftar.
“Karena spek yang diberikan dengan harga sapi bali betina sekarang dengan tinggi 1,25 Meter umur 1,5-2 tahun dengan harga Rp 6 juta dimusim mejelang bulan besar (Haji,red) terlalu murah, sedangkan sapi harganya sudah tinggi,” kata Kabid peternakan Ir Parlindungan saat diwawancarai, Rabu (11/10).
Dikatakannya, dari pada dipaksakan lelang pengadaan sapi yang nantinya berakibat akan menyusahkan proses di Badan pemeriksa Keuangan (BPK) lebih baik dibatalkan kecuali kalau ada kontraktor yang menyanggupi.
Parlindungan mengungkapkan, masih membuka pendaftaran sampai minggu ke dua pun belum juga ada yang berani menawarkan diri padahal panitia telah membuka peluangan lelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Lanjutnya, namun ada lagi kebijakan lain agar lelang pengembangan sapi tersebut pada akhirnya setelah masa pembukaan lelang di LPSE berakhir selesai dinas bisa menunjuk langsung pengadaan sapi. Saat ini memang belum menjelang bulan besar harga sapi dipasaran meningkat tajam. Sementara spek yang ada padahal sudah diturunkan dari kriteria tinggi 1,25 M menjadi 1,05 M.
Dituturkannya, kesulitan lainnya adalah sejumlah peternak di luar Provinsi Sumsel pun harga sapi sudah mahal, begitu pula di Nusa Tenggara Barat harga sapi disana pun sudah tinggi.
“Saya sudah mengecek sendiri harga sapi di NTB, ternyata harga sapi disana pun sudah mahal dengan spek itu tidak dapat, kita cek di Dinas Peternakan NTB harga sapi didaerah itu memang sudah mahal,” ujarnya.
Parlindungan menuturkannya, tak mungkin mengambil sapi dari Provisi Bali mengingat sapi-sapi disana rentan terserang penyakit. “Memang program pengembangan sapi diharuskan dari provinsi luar Sumsel agar populasi sapi di Sumsel khususnya di Banyuasin bertambah,” kata Parlindungan.
Parlindungan menambahkan, proyek pengadaan sapi sebanyak 105 ekor dengan nilai kontrak sebanyak 600 juta memang belum ada yang mendaftar apalagi kalau ada isu bahwa pemenang kontrak mengembalikan uang karena tak sanggup menjalankan lelang tersebut.
“Tidak benar kalau ada isu pengembangan sapi yang 105 ekor tersebut dikembalikan uangnya ke kas daerah, sebab sejak minggu pertama dibuka pendaftaran lelang di LPSE dan bukaan kedua belum ada yang daftar,” pungkasnya. (sir)
Proyek lelang pengembangan sapi di Kabupaten Banyuasin tahun 2011 sebanyak 105 ekor terancam dibatalkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin, pasalnya sampai bukaan lelang kedua proyek pengadaan sapi belum ada kontraktor yang mendaftar.
“Karena spek yang diberikan dengan harga sapi bali betina sekarang dengan tinggi 1,25 Meter umur 1,5-2 tahun dengan harga Rp 6 juta dimusim mejelang bulan besar (Haji,red) terlalu murah, sedangkan sapi harganya sudah tinggi,” kata Kabid peternakan Ir Parlindungan saat diwawancarai, Rabu (11/10).
Dikatakannya, dari pada dipaksakan lelang pengadaan sapi yang nantinya berakibat akan menyusahkan proses di Badan pemeriksa Keuangan (BPK) lebih baik dibatalkan kecuali kalau ada kontraktor yang menyanggupi.
Parlindungan mengungkapkan, masih membuka pendaftaran sampai minggu ke dua pun belum juga ada yang berani menawarkan diri padahal panitia telah membuka peluangan lelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Lanjutnya, namun ada lagi kebijakan lain agar lelang pengembangan sapi tersebut pada akhirnya setelah masa pembukaan lelang di LPSE berakhir selesai dinas bisa menunjuk langsung pengadaan sapi. Saat ini memang belum menjelang bulan besar harga sapi dipasaran meningkat tajam. Sementara spek yang ada padahal sudah diturunkan dari kriteria tinggi 1,25 M menjadi 1,05 M.
Dituturkannya, kesulitan lainnya adalah sejumlah peternak di luar Provinsi Sumsel pun harga sapi sudah mahal, begitu pula di Nusa Tenggara Barat harga sapi disana pun sudah tinggi.
“Saya sudah mengecek sendiri harga sapi di NTB, ternyata harga sapi disana pun sudah mahal dengan spek itu tidak dapat, kita cek di Dinas Peternakan NTB harga sapi didaerah itu memang sudah mahal,” ujarnya.
Parlindungan menuturkannya, tak mungkin mengambil sapi dari Provisi Bali mengingat sapi-sapi disana rentan terserang penyakit. “Memang program pengembangan sapi diharuskan dari provinsi luar Sumsel agar populasi sapi di Sumsel khususnya di Banyuasin bertambah,” kata Parlindungan.
Parlindungan menambahkan, proyek pengadaan sapi sebanyak 105 ekor dengan nilai kontrak sebanyak 600 juta memang belum ada yang mendaftar apalagi kalau ada isu bahwa pemenang kontrak mengembalikan uang karena tak sanggup menjalankan lelang tersebut.
“Tidak benar kalau ada isu pengembangan sapi yang 105 ekor tersebut dikembalikan uangnya ke kas daerah, sebab sejak minggu pertama dibuka pendaftaran lelang di LPSE dan bukaan kedua belum ada yang daftar,” pungkasnya. (sir)
Museum Si Pahit Lidah Telan Dana 1,2 Milyar
![]() |
| H Kuryana Azis |
Pembangunan Museum Purbakala Si Pahit Lidah didanai APBN sekitar Rp1,2 miliar dan rencananya selesai pada Desember mendatang. Diharapkan bangunan seluas 300 m2 ini dapat selesai sesuai rencana. Tampak hadir Ketua DPRD OKU Hj Tina Malinda didampingi Ketua Komisi III Rusman Junaidi,Kepala Bagian Purbakala dan Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ProvinsiSumatra SelatanSutardi, dan unsur muspida OKU.
Sutardi mengatakan, pembangunan museum tidak lepas dari usaha Pemerintah Kabupaten OKU melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata yang sangat bersemangat mewujudkan pembangunan museum itu. “Ini terwujud berkat upaya semua pihak sehingga pembangunan ini terwujud.Untuk itu, saya berharap, dengan pembangunan museum purbakala ini, dapat melestarikan benda-benda cagar budaya.
Masyarakat yang menyimpan benda-benda bernilai sejarah dapat menyerahkan kepada pemerintah supaya dapat dilestarikan di Museum Purbakala Si Pahit Lidah,”katanya Wakil Bupati OKU H KuryanaAziz menyampaikan,warga harus dapat memanfaatkan dan melestarikan benda-benda cagar budaya sesuai Undangundang No 5/1992 tentang Pemeliharaan dan Pelestarian Benda Cagar Budaya di Museum. Kuryana mengajak semua unsur untuk mengoptimalkan potensi wisata sehingga ke depan OKU akan menjadi tujuan wisata di Indonesia.
“Kami berharap semua pihak bisa mengoptimalkan potensi yang ada sehingga Kabupaten OKU merupakan salah satu tujuan wisata, yang dalam beberapa waktu lalu Kabupaten OKU mendapat penghargaan sebagai Tourism Award atas komitmen dan perhatian pemerintah daerah terhadap wisata.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata Kabupaten OKU Aufa S Sarkomi mengharapkan semua pihak dapat menyukseskan pembangunan museum sehingga dapat mendukung kemajuan wisata di OKU, terutama pembangunan Museum Purbakala Si Pahit Lidah. (erw/sind)
SPJ Cair, Anggota Dewan Kunker
Palembang, SN
Dana surat perintah jalan (SPJ) yang pencairanya sempat di keluhkan anggota DPRD Sumsel, tampaknya sudah bukan menjadi masalah lagi. Pasalnya, pada kunjungan kerja (Kunker) ke beberapa daerah di Indonesia yang dilakukan mulai Selasa (10/10) lalu, dana itu sudah dapat di cairkan sebelum pemberangkatan.
Pencairan dana SPJ ini diakui Wakil Ketua DPRD Sumsel, A Djauhari saat dihubungi, Rabu (12/10). Menurutnya, dana SPJ anggota dewan sudah diterima sebelum mereka berangkat Kunker.
“Kalau dulu, memang saat kita usai kunker baru terima SPJ. Tapi, kunker kita saat ini sudah ada SPJ-nya,” kata Djauhari yang pada saat dihubungi sedang berada di Kalimantan Timur dalam rangka Kunker.
Namun, soal besaran SPJ yang didapat, Politisi Partai Demokrat ini tidak mengungkapkan secara jelas. Yang pasti katanya, dana SPJ tersebut sesuai dengan aturan dan tata tertib yang telah ditetapkan lewat peraturan gubernur (Pergub).
“Antara anggota dan Pimpinan dewan ada perbedaan nilainya, tapi sudah sesuai dengan tatib dan aturan yang jelas,” terang dia.
Sementara Zainudin ST, Anggota Pansus V DPRD Sumsel juga mengungkapkan hal serupa. Katanya, dana SPJ dalam kegiatan kunker sudah diterima. Namun, ia juga tak mau mengungkapkan tentang besaran dana yang diterima. “Sudah ada Pergub yang mengatur dana SPJ ini,” katanya.
Sebelumnya, keluhan dana SPJ dalam setiap kegiatan dewan ini diungkapkan Edward Jaya, Anggota Komisi V DPRD Sumsel. Katanya, dana SPJ tersebut mereka terima setelah kegiatan Kunker. Padahal, dana SPJ dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan. “Anggota dewan kan ada yang nggak punya kemampuan untuk biaya berangkat kunker, jadi terpaksa berhutang dulu dengan biro perjalanan,” kata Edward beberapa waktu lalu.
Hal ini menurutnya, mengganggu kinerja mereka dalam membahas suatu permasalahan di luar kota. Bahkan, ia sempat mengancam menggalang tanda tangan para wakil rakyat bila SPJ mereka tak bisa dicairkan saat keberangkatan mereka saat ini. “Kalau tak cair, kita akan evaluasi staf keuangan Setwan,” tegasnya. (awj)
Dana surat perintah jalan (SPJ) yang pencairanya sempat di keluhkan anggota DPRD Sumsel, tampaknya sudah bukan menjadi masalah lagi. Pasalnya, pada kunjungan kerja (Kunker) ke beberapa daerah di Indonesia yang dilakukan mulai Selasa (10/10) lalu, dana itu sudah dapat di cairkan sebelum pemberangkatan.
Pencairan dana SPJ ini diakui Wakil Ketua DPRD Sumsel, A Djauhari saat dihubungi, Rabu (12/10). Menurutnya, dana SPJ anggota dewan sudah diterima sebelum mereka berangkat Kunker.
“Kalau dulu, memang saat kita usai kunker baru terima SPJ. Tapi, kunker kita saat ini sudah ada SPJ-nya,” kata Djauhari yang pada saat dihubungi sedang berada di Kalimantan Timur dalam rangka Kunker.
Namun, soal besaran SPJ yang didapat, Politisi Partai Demokrat ini tidak mengungkapkan secara jelas. Yang pasti katanya, dana SPJ tersebut sesuai dengan aturan dan tata tertib yang telah ditetapkan lewat peraturan gubernur (Pergub).
“Antara anggota dan Pimpinan dewan ada perbedaan nilainya, tapi sudah sesuai dengan tatib dan aturan yang jelas,” terang dia.
Sementara Zainudin ST, Anggota Pansus V DPRD Sumsel juga mengungkapkan hal serupa. Katanya, dana SPJ dalam kegiatan kunker sudah diterima. Namun, ia juga tak mau mengungkapkan tentang besaran dana yang diterima. “Sudah ada Pergub yang mengatur dana SPJ ini,” katanya.
Sebelumnya, keluhan dana SPJ dalam setiap kegiatan dewan ini diungkapkan Edward Jaya, Anggota Komisi V DPRD Sumsel. Katanya, dana SPJ tersebut mereka terima setelah kegiatan Kunker. Padahal, dana SPJ dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan. “Anggota dewan kan ada yang nggak punya kemampuan untuk biaya berangkat kunker, jadi terpaksa berhutang dulu dengan biro perjalanan,” kata Edward beberapa waktu lalu.
Hal ini menurutnya, mengganggu kinerja mereka dalam membahas suatu permasalahan di luar kota. Bahkan, ia sempat mengancam menggalang tanda tangan para wakil rakyat bila SPJ mereka tak bisa dicairkan saat keberangkatan mereka saat ini. “Kalau tak cair, kita akan evaluasi staf keuangan Setwan,” tegasnya. (awj)
Malaysia yang Selalu Ganggu Kedaulatan RI
Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat
UNTUK kesekian kalinya Malaysia diam-diam berusaha mencaplok wilayah kedaulatan RI. Posisi Indonesia sebagai negeri kepulauan dan lemah pengawasan, memang dimanfaatkan Negeri Jiran tersebut untuk 'maling' pulau-pulau atau daerah yang potensial.
Untuk kondisi ini, Pemerintah RI diminta tidak lagi menjadikan persoalan tapal batas negara menjadi persoalan biasa. Selain itu, pemerintah yang kini sudah memiliki Badan Pengelolaan Perbatasan, harus lebih memprioritaskan wilayah yang rawan sengketa tersebut.
Bukan kali ini Malaysia mengganggu Indonesia. Dan untuk kesekian kalinya sikap pemimpin Negeri ini biasa-biasa saja. Seakan hanya hal yang lumrah dan lazim Malaysia mengganggu Republik ini, hingga tak pernah ada sikap atau teguran yang tegas agar Malaysia tak berani untuk berbuat seenaknya.
Kondisi yang ada dari penguasa Bumi Pertiwi ini, selalu sikap menyesalkan dan himbauan-himbauan yang membuat Indonesia selalu dianggap sebelah mata oleh Negeri tetangga tersebut.
Harusnya penguasa sadar diri, dalam urusan pengelolaan batas negara, Indonesia sangat jauh tertinggal dengan Malaysia. Hal itu bisa terlihat dari kondisi di daerah-daerah perbatasan Indonesia dengan negara lain.
Hal yang sangat nampak pada kondisi di lapangan dan yang buat kita sedih adalah soal pembangunan sarana sosial dan ekonomi masyarakat setempat yang masih tertinggal.
Selalu saja seperti ini, bagaimana Bangsa yang besar dan Pemimpin Negeri besar ini mau dihargai dan disegani negeri luar, kalau untuk menyelesaikan dan mengamankan anak negerinya yang saat ini ditahan Malaysia, selalu saja dengan himbauan-himbauan.
Rakyat menginginkan sikap tegas dan keras agar Malaysia tak selalu mengganggu Indonesia. Kalau begini kenyataannya, jelas Malaysia tanpa ragu untuk mengobok-obok Bangsa ini. (***)
UNTUK kesekian kalinya Malaysia diam-diam berusaha mencaplok wilayah kedaulatan RI. Posisi Indonesia sebagai negeri kepulauan dan lemah pengawasan, memang dimanfaatkan Negeri Jiran tersebut untuk 'maling' pulau-pulau atau daerah yang potensial.
Untuk kondisi ini, Pemerintah RI diminta tidak lagi menjadikan persoalan tapal batas negara menjadi persoalan biasa. Selain itu, pemerintah yang kini sudah memiliki Badan Pengelolaan Perbatasan, harus lebih memprioritaskan wilayah yang rawan sengketa tersebut.
Bukan kali ini Malaysia mengganggu Indonesia. Dan untuk kesekian kalinya sikap pemimpin Negeri ini biasa-biasa saja. Seakan hanya hal yang lumrah dan lazim Malaysia mengganggu Republik ini, hingga tak pernah ada sikap atau teguran yang tegas agar Malaysia tak berani untuk berbuat seenaknya.
Kondisi yang ada dari penguasa Bumi Pertiwi ini, selalu sikap menyesalkan dan himbauan-himbauan yang membuat Indonesia selalu dianggap sebelah mata oleh Negeri tetangga tersebut.
Harusnya penguasa sadar diri, dalam urusan pengelolaan batas negara, Indonesia sangat jauh tertinggal dengan Malaysia. Hal itu bisa terlihat dari kondisi di daerah-daerah perbatasan Indonesia dengan negara lain.
Hal yang sangat nampak pada kondisi di lapangan dan yang buat kita sedih adalah soal pembangunan sarana sosial dan ekonomi masyarakat setempat yang masih tertinggal.
Selalu saja seperti ini, bagaimana Bangsa yang besar dan Pemimpin Negeri besar ini mau dihargai dan disegani negeri luar, kalau untuk menyelesaikan dan mengamankan anak negerinya yang saat ini ditahan Malaysia, selalu saja dengan himbauan-himbauan.
Rakyat menginginkan sikap tegas dan keras agar Malaysia tak selalu mengganggu Indonesia. Kalau begini kenyataannya, jelas Malaysia tanpa ragu untuk mengobok-obok Bangsa ini. (***)
Rabu, 12 Oktober 2011
Mubazir , Pembangunan Empat Booster di Banyuasin
* Sejak Tiga Tahun Silam Masih Belum Berfungsi
PANGKALAN BALAI,SN
Masyarakat Kabupaten Banyuasin sampai saat ini belum juga bisa menikmati air bersih dengan maksimal. Penyebabnya, empat booster pengolahan air yang telah dibangun sejak tiga tahun silam hingga kini masih belum berfungsi.
Arisa Lahari Sekretaris Komisi III DPRD Banyuasin menilai masih belum beroperasinya keempat booster menggambarkan tidak maksimalnya koordinasi dan visi pembangunan penyediaan air bersih bagi masyarakat Banyuasin. “Koordinasi antara (Dinas) PUCK dan PDAM tidak berjalan. Karena itu, bupati harus berani ambil kebijakan bagi PDAM guna membuat terobosan.
Sebelumnya, bupati telah mengganti Kepala Dinas (Kadis) PUCK, sebaiknya PDAM juga harus dirombak,”ujar Arisa seusai menggelar rapat koordinasi bersama Dinas PUCK dan PDAM kemarin. Informasi yang dihimpun, belum dioperasikannya keempat booster karena beragam kendala. Booster di Sungai Rebo, belum beroperasi karena proses pembangunannya baru sekitar 80%.Padahal, booster ini dibangun sejak 2007. Sedangkan, booster di Kenten yang dibangun pada 2008 mengalami kerusakan pada alatnya.Tahun lalu biaya pembangunan booster ini juga ditambah.
Sementara,booster di Sungsang yang mengalami kerusakan dan hingga kini belum diperbaiki. Pasalnya, booster ini dibangun Pemerintah provinsi (Pemprov),karena itu perbaikannya harus dikoordinasikan dengan pihak pemprov. Sedangkan, booster di Tanjung Lago belum mampu beroperasi karena menunggak listrik mencapai Rp120 juta. “Sedangkan booster yang di Makarti itu dibangun pada 2009, tapi belum dapat berfungsi hanya karena dua titik kebocoran. Lalu, sampai saat 2011 ini,belum ada masyarakat sasaran yang mendapatkan air bersih. Selain itu, dana operasional booster tidak dianggarkan pihak PDAM Tirta Betuah,” ungkap Arisa.
Politikus PDI Perjuangan ini juga menyayangkan penetapan tarif air bersih yang diterapkan PDAM Tirta Betuah bagi masyarakat Banyuasin masih sangat rendah. Sebagai perusahaan daerah, PDAM Tirta Betuah harus berani dengan manajemen lembaga komersial sebagai penyedia air bersih bagi masyarakat. “Jika tidak komersial memang sulit.Terlepas didapati visi dan misi pembangunan yang tidak saling bersinergis dan berkesinambungan antar dua lembaga itu,”kata dia. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK) Banyuasin Abi Hasan menyatakan, pada 2012 pihaknya akan mengoptimalkan pembangunan keempat booster tersebut.
Saat ini pihaknya tengah menyusun anggaran untuk program optimalisasi tersebut. “Kendati pembangunan itu dilakukan kadis-kadis sebelumnya, kami tetap upayakan optimalisasi empat booster itu. Saat ini kami sedang menghitung kebutuhan anggaran optimalisasi 2012,terutama saluran langsung ke rumahrumah,” ungkap dia.(taz/sind/ist)
PANGKALAN BALAI,SN
Masyarakat Kabupaten Banyuasin sampai saat ini belum juga bisa menikmati air bersih dengan maksimal. Penyebabnya, empat booster pengolahan air yang telah dibangun sejak tiga tahun silam hingga kini masih belum berfungsi.
Arisa Lahari Sekretaris Komisi III DPRD Banyuasin menilai masih belum beroperasinya keempat booster menggambarkan tidak maksimalnya koordinasi dan visi pembangunan penyediaan air bersih bagi masyarakat Banyuasin. “Koordinasi antara (Dinas) PUCK dan PDAM tidak berjalan. Karena itu, bupati harus berani ambil kebijakan bagi PDAM guna membuat terobosan.
Sebelumnya, bupati telah mengganti Kepala Dinas (Kadis) PUCK, sebaiknya PDAM juga harus dirombak,”ujar Arisa seusai menggelar rapat koordinasi bersama Dinas PUCK dan PDAM kemarin. Informasi yang dihimpun, belum dioperasikannya keempat booster karena beragam kendala. Booster di Sungai Rebo, belum beroperasi karena proses pembangunannya baru sekitar 80%.Padahal, booster ini dibangun sejak 2007. Sedangkan, booster di Kenten yang dibangun pada 2008 mengalami kerusakan pada alatnya.Tahun lalu biaya pembangunan booster ini juga ditambah.
Sementara,booster di Sungsang yang mengalami kerusakan dan hingga kini belum diperbaiki. Pasalnya, booster ini dibangun Pemerintah provinsi (Pemprov),karena itu perbaikannya harus dikoordinasikan dengan pihak pemprov. Sedangkan, booster di Tanjung Lago belum mampu beroperasi karena menunggak listrik mencapai Rp120 juta. “Sedangkan booster yang di Makarti itu dibangun pada 2009, tapi belum dapat berfungsi hanya karena dua titik kebocoran. Lalu, sampai saat 2011 ini,belum ada masyarakat sasaran yang mendapatkan air bersih. Selain itu, dana operasional booster tidak dianggarkan pihak PDAM Tirta Betuah,” ungkap Arisa.
Politikus PDI Perjuangan ini juga menyayangkan penetapan tarif air bersih yang diterapkan PDAM Tirta Betuah bagi masyarakat Banyuasin masih sangat rendah. Sebagai perusahaan daerah, PDAM Tirta Betuah harus berani dengan manajemen lembaga komersial sebagai penyedia air bersih bagi masyarakat. “Jika tidak komersial memang sulit.Terlepas didapati visi dan misi pembangunan yang tidak saling bersinergis dan berkesinambungan antar dua lembaga itu,”kata dia. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PUCK) Banyuasin Abi Hasan menyatakan, pada 2012 pihaknya akan mengoptimalkan pembangunan keempat booster tersebut.
Saat ini pihaknya tengah menyusun anggaran untuk program optimalisasi tersebut. “Kendati pembangunan itu dilakukan kadis-kadis sebelumnya, kami tetap upayakan optimalisasi empat booster itu. Saat ini kami sedang menghitung kebutuhan anggaran optimalisasi 2012,terutama saluran langsung ke rumahrumah,” ungkap dia.(taz/sind/ist)
Warga Resah, Masjid Babu Salam Gunakan Logo Yahudi
Banyuasin, SN
Masjid Babu Salam yang berada di Jalan Palembang Jambi Desa Pangkalan Panji Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin di gegerkan dengan pagar yang memiliki lambang logo bintang yahudi logo yang kerap disebut “The David Star” atau Bintang David ini merupakan lambang yang sangat populer yang umumnya dikenali dari Komunitas Yahudi.
Pengurus masjid Fauzi yang menjaga masjid tersebut yang sering mempermasalahkan tentang adanya logo yahudi tersebut tetapi tidak dihiraukan oleh pengurus masjid yang lainnya mengatakan sudah sering sekali mendapat teguran dari warga yang shalat di masjid tersebut karena adanya logo yahudi,
“Sebenarnya saya sudah sering membahas tentang adanya logo yahudi tersebut dan saya pernah marah dengan adanya logo ini, tetapi kata Ibrohim pemborong yang membuat pagar tersebut mengatakan ini hanya seni saja untuk memperbagus pagar masjid Babu salam, dan masjid yang berada di Jakarta pun banyak yang memakai nya, dia mengatakan kepada saya pada saat memasang pagar masjid tersebut karena banyak pengurus masjid banyak yang tidak mengerti dengan logo tersebut akhirnya pagar yang memiliki logo yahudi tersebut terpasang di masjid kami,” ungkapnya.
Pemasangan pagar masjid tersebut sudah terpasang sekitar tiga bulan yang lalu dan sampai saat ini pemasangan masjid tersebut sering di perotes oleh para jemaah yang shalat di masjid karena mengunakan logo yahudi.
“Memang sudah sering sekali saya ditegur warga dan orang yang shalat di masjid kami semenjak pagar masjid tersebut dipasang di masjid dan mempertanyakan kenapa logo tersebut di pasang dan harapan kami agar logo yahudi tersebut dapat segerah mungkin di ganti dan sayangnya sampai saat ini pemerintah dan ulama belum ada yang mempermasalahkan hal tersebut,” jelasnya.
Fauzan salah satu pengurus sekaligus bendahara di masjid babu salam tersebut mengatakan kalau sampai saat ini sudah terpasang sekitar sepuluh pagar yang berlambangkan logo yahudi tersebut.
“Sampai saat ini sudah terpasang sepuluh pagar masjid yang ada di pagar masjid kami dan sisanya belum dipasang, biaya pemasagan masjid tersebut merupakan hasil dari swadaya sumbangan masyarakat sekitar dari warga desa Pangkalan panji dan untuk satu pagar tersebut harganya sekita Rp 2,5 juta, dan saya harap pagar tersebut dapat dilepas dan pemborong yang memasang pagar tersebut tidak lagi meminta biaya pemasangan pagar karena itu kesalahan dia sendiri,” terangnya.
Senada diungkapkan Malyadi, sebagai angota Icmi kecewa dengan adanya masjid di Pangkalan Panji yang memasang logo bintang david yang merupakan symbol Yahudi di pagar masjid desa tersebut. Kekecewaan ini diungkapkan oleh Malyadi angota ICMI Banyuasin.
“Selaku Pelajar Muslim kami sangat kecewa dengan sikap ulama di Banyuasin yang tidak tanggap dan diam saja terhadap permasalahan ini. Entah mereka belum tahu atau pura – pura tidak tahu. Logo yang dipasang di masjid tersebut jelas bintang david yang merupakan logo yahudi bukan bintang yang menjadi simbol kita selaku umat Islam,” pungkasnya. (sir)
Masjid Babu Salam yang berada di Jalan Palembang Jambi Desa Pangkalan Panji Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin di gegerkan dengan pagar yang memiliki lambang logo bintang yahudi logo yang kerap disebut “The David Star” atau Bintang David ini merupakan lambang yang sangat populer yang umumnya dikenali dari Komunitas Yahudi.
Pengurus masjid Fauzi yang menjaga masjid tersebut yang sering mempermasalahkan tentang adanya logo yahudi tersebut tetapi tidak dihiraukan oleh pengurus masjid yang lainnya mengatakan sudah sering sekali mendapat teguran dari warga yang shalat di masjid tersebut karena adanya logo yahudi,
“Sebenarnya saya sudah sering membahas tentang adanya logo yahudi tersebut dan saya pernah marah dengan adanya logo ini, tetapi kata Ibrohim pemborong yang membuat pagar tersebut mengatakan ini hanya seni saja untuk memperbagus pagar masjid Babu salam, dan masjid yang berada di Jakarta pun banyak yang memakai nya, dia mengatakan kepada saya pada saat memasang pagar masjid tersebut karena banyak pengurus masjid banyak yang tidak mengerti dengan logo tersebut akhirnya pagar yang memiliki logo yahudi tersebut terpasang di masjid kami,” ungkapnya.
Pemasangan pagar masjid tersebut sudah terpasang sekitar tiga bulan yang lalu dan sampai saat ini pemasangan masjid tersebut sering di perotes oleh para jemaah yang shalat di masjid karena mengunakan logo yahudi.
“Memang sudah sering sekali saya ditegur warga dan orang yang shalat di masjid kami semenjak pagar masjid tersebut dipasang di masjid dan mempertanyakan kenapa logo tersebut di pasang dan harapan kami agar logo yahudi tersebut dapat segerah mungkin di ganti dan sayangnya sampai saat ini pemerintah dan ulama belum ada yang mempermasalahkan hal tersebut,” jelasnya.
Fauzan salah satu pengurus sekaligus bendahara di masjid babu salam tersebut mengatakan kalau sampai saat ini sudah terpasang sekitar sepuluh pagar yang berlambangkan logo yahudi tersebut.
“Sampai saat ini sudah terpasang sepuluh pagar masjid yang ada di pagar masjid kami dan sisanya belum dipasang, biaya pemasagan masjid tersebut merupakan hasil dari swadaya sumbangan masyarakat sekitar dari warga desa Pangkalan panji dan untuk satu pagar tersebut harganya sekita Rp 2,5 juta, dan saya harap pagar tersebut dapat dilepas dan pemborong yang memasang pagar tersebut tidak lagi meminta biaya pemasangan pagar karena itu kesalahan dia sendiri,” terangnya.
Senada diungkapkan Malyadi, sebagai angota Icmi kecewa dengan adanya masjid di Pangkalan Panji yang memasang logo bintang david yang merupakan symbol Yahudi di pagar masjid desa tersebut. Kekecewaan ini diungkapkan oleh Malyadi angota ICMI Banyuasin.
“Selaku Pelajar Muslim kami sangat kecewa dengan sikap ulama di Banyuasin yang tidak tanggap dan diam saja terhadap permasalahan ini. Entah mereka belum tahu atau pura – pura tidak tahu. Logo yang dipasang di masjid tersebut jelas bintang david yang merupakan logo yahudi bukan bintang yang menjadi simbol kita selaku umat Islam,” pungkasnya. (sir)
H-3 SEAG, Bank SumselBabel Operasikan 3 Money Changer di Jakabaring
Palembang, SN
Bank Sumsel Babel (BSB) akan mengoperasikan tiga money changer atau tempat penukaran mata uang asing di kawasan Jakabaring Sport City (JBC), H-3 atau tiga hari sebelum pelaksanaan SEA Games XXVI, November mendatang.
Hal ini dikatakan Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel, Ismail Saleh, ditemui di gedung DPRD Sumsel, Senin (10/10). Dikatakannya, pengoperasian money changer tersebut guna memenuhi kebutuhan atlet, ofisial tim dan tamu SEA Games atas mata uang yang berlaku di Indonesia.
"Saat ini yang sudah kita operasikan satu outlet money changer di gedung pusat kita yang baru dan satu di areal airport bandara SMB II, sedangkan untuk money changer di kawasan Jakabaring Sport City akan kita operasikan H-3 sebelum pelaksanaan SEA Games," kata Ismail.
Ismail menambahkan, penempatan money changer di tiga lokasi JSC lantaran lokasi tersebut dinilai ramai. “Nanti ada petugas kita yang akan bekerja selama jam kerja disana," ujar dia.
Ia menambahkan, mata uang yang disiapkan, sesuai kebutuhan peserta Sea Games dan tamu namun yang terpenting yang diperlukan adalah mata uang dollar America dan euro.
Disisi lain, mengenai rencana penambahan modal pihak Pemprov Sumsel ke Bank Sumselbabel dari 240 miliar ditambah 600 miliar atau totalnya jadi 840 miliar harus melalui mekanisme kerja.
“Mekasnisme lewat perda sedang disusun, ini masih di godok di DPRD Sumsel,” katanya sembari mengatakan penambahan modal tersebut akan dilakukan bertahap oleh pihak Pemprov Sumsel disesuaikan dengan keuangan daerah. (awj)
Bank Sumsel Babel (BSB) akan mengoperasikan tiga money changer atau tempat penukaran mata uang asing di kawasan Jakabaring Sport City (JBC), H-3 atau tiga hari sebelum pelaksanaan SEA Games XXVI, November mendatang.
Hal ini dikatakan Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel, Ismail Saleh, ditemui di gedung DPRD Sumsel, Senin (10/10). Dikatakannya, pengoperasian money changer tersebut guna memenuhi kebutuhan atlet, ofisial tim dan tamu SEA Games atas mata uang yang berlaku di Indonesia.
"Saat ini yang sudah kita operasikan satu outlet money changer di gedung pusat kita yang baru dan satu di areal airport bandara SMB II, sedangkan untuk money changer di kawasan Jakabaring Sport City akan kita operasikan H-3 sebelum pelaksanaan SEA Games," kata Ismail.
Ismail menambahkan, penempatan money changer di tiga lokasi JSC lantaran lokasi tersebut dinilai ramai. “Nanti ada petugas kita yang akan bekerja selama jam kerja disana," ujar dia.
Ia menambahkan, mata uang yang disiapkan, sesuai kebutuhan peserta Sea Games dan tamu namun yang terpenting yang diperlukan adalah mata uang dollar America dan euro.
Disisi lain, mengenai rencana penambahan modal pihak Pemprov Sumsel ke Bank Sumselbabel dari 240 miliar ditambah 600 miliar atau totalnya jadi 840 miliar harus melalui mekanisme kerja.
“Mekasnisme lewat perda sedang disusun, ini masih di godok di DPRD Sumsel,” katanya sembari mengatakan penambahan modal tersebut akan dilakukan bertahap oleh pihak Pemprov Sumsel disesuaikan dengan keuangan daerah. (awj)
Ribuan Ikan Mati Keracunan
Pagaralam, SN
Ribuan ikan yang berada di aliran sungai di kawasan Gunung Api Dempo Kota Pagaralam, mati diduga terkena dampak aliran sungai yang mengandung abu belerang berasal dari luapan Gunung Api Dempo, memasuki musim hujan.
Kondisi ini dimanfaatkan warga sepanjang aliran sungai Bayau untuk mengambil ikan yang sudah dalam kondisi mabuk keracunan belerang tersebut. Demikian pengamatan, Selasa (12/10).
Menurut warga Muarapinang, Wily (35), kalau terjadi peningkatan aktifitas Gunung Api Dempo, sering menyebabkan ikan mati di aliran sungai Kecamatan Pendopo dan Kecamatan Ulumusi, Kabupaten Empatlawang.
Belerang dari kawah Gunung Dempo, bahkan masih membuat air sungai keruh kuning kecoklat-coklatan dan terlihat menempel dibebatuan di sungai-sungai daerah tersebut. Bahkan bau menyegat dari uap belerang juga masih cukup terasa bila berada di bibir sungai.
"Sudah sekitar dua hari ini kondisi mutahan lahar dari kawah Gunung Api Dempo tumpah mengalir ke beberapa sungai di wilayah Kabupaten Empatlawang, yaitu sungai Bayau, sungai Air Durian dan sungai air Kandis, yang bermuara di aliran sungai Musi," kata dia.
Menurut dia, ketika terjadi tumpahan air belerang dari kawah Gunung Dempo, permukaan air sungai naik beberapa meter dan bahkan arusnya cukup deras sehingga merusak beberapa tanggul pengaman bibir sungai di daerah tersebut.
"Kalau ikan mati di aliran sungai Lintang dan sungai Musi tersebut sudah terjadi sejak beberapa hari ini," kata dia.
Namun sejauh ini belum ada dampaknya terhadap penduduk di sekitar aliran sungai tersebut, justru kesempatan ini membawa berkah karena bisa mendapat ikan bagi warga sempanjang aliran sungai Bayau.
Jika dilihat dari kondisinya, kata Nuzril, aliran sungai di Kecamatan Muarapinang, Pendopo dan Ulu Musi bermuara dari Gunung Api Dempo yang membuat matinya ikan-ikan tersebut.
Sejak seminggu ini hujan sering turun bisa jadi penyebab naiknya permukaan air kawah Gunung Dempo, sehingga ikan mati karena keracunan belerang.
Sementara itu, Ketua Pos Pemantau Gunung Api Dempo, Slamet mengungkapkan, kalau kondisi Gunung Dempo tidak mengalami peningkatan dan dalam kondisi normal. Namun kalau lupn air kawah yang menyebakan aliran belerang membuat sungai tercemar belum dapat diketahui. Belum mengetahui secara pasti mengenai kejadian ribuan ekor ikan mati tersebut, bisa jadi tingginya curah hujan menyebabkan air kawah meluap tapi bukan akibat letusan.
"Namun demikian kami akan segera menerjukan petugas untuk mengecek kondisi aliran sungai yang bermuara di Gunung Api Dempo tersbet. Memang aliran luapan kawah Gunung Api Dempo muaranya ke sungai Bayau berada di Kecamatan Muarapinang, tentunya hal ini akan berpengaruh dengan keadaan lingkungan di daerah tersebut bila air belerang tertumpah," terangnya.
Dikatakannya, pihaknya belum mengetahui secara pasti mengenai kejadian matinya ribuan ekor ikan tersebut.
"Namun meskipun demikian mengingat memasuki musim hujan sejak seminggu terakhir ini, kejadian tersebut bisa jadi disebabkan oleh sisa abu dan belerang yang mengeras saat kemarau, kemudian mencair disiram air," ungkap dia.
Kemudian, kata dia, terbawa mengalir ke sungai yang ada ikan, kemungkina hal ini lebih disebabkan sisa abu dan belerang pasca letusan beberapa waktu lalu yang baru terbawa air dan kemudian mengalir ke aliran sungai disekitar Gunung Dempo.
Sementara itu Wakil Wali Kota Pagaralam, Ida Fitriati, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, sudah menyiapkan berbagai langkah dalam menanggulangan dan mengantisifasi jika Gunung Dempo meletus. Dan bakan sudah melakukan kerjasama dengan instansi terkait dengan kabupaten tetangga untuk penanggulangan jika terjadi bencana alam tersebut.
"Kita sudah siapkan, seperti tim penanggulangan bencana ditingkat paling bawah, medis, transportasi, jalur evakuasi dan lokasi pengungsian, termasuk mendata berapa daerah yang paling rawan ancaman letusan gunung Dempo," ungkap dia.
Senada juga diungkapkan Komandan Kodim 0405 Lahat, Letkol INF Fathur Rahman, koordinator penanggulangan bennaca daerah kalau keseluruhan ada sekitar 2.000 personil gabungan yang akan dilibatkan dalam penanggulangan jika Gunung Api Dempo benar-benar meletus, dirincikan, terdiri dari 650 anggota TNI, 100 tagana, 30 PMI/tenaga medis, 50 SAR, 20 PBK, 100 Kisbang/Linmas dan sisanya dari tim penanggulangan bencana daerah setempat.
"Kesiagaan ini kita lakukan mengingat ada 19 gunung merapi Indonesia mengalami peningkatkan statusnya termasuk Gunung Api Dempo yang sudah beberapa kali mengalami letusan kecil dan gempa vulkanik," kata dia.
Ia mengatakan, berdasarkan data dari di Pusat Vukanologi Mitigasi Bencana Geologi, Pos Pemantau Gunung Api Dempo, Kota Pagaralam, tercatat mengalami ratusan kali gempa pada 2010-2011.
"Memang setelah terjadi peningkatan aktifitas gunung Merapi di Indonesia juga berdampak dengan peningkatan Gunung Dempo dengan terjadi 120 kali gempa hingga September 2011 ini," ungkap dia.
Menurut dia, peningkatan aktifitas Gunung Api Dempo dimulai sejak Oktober 2010 lalu dengan terjadi 53 kali gempa tektonik jauh, dan puluhan kali gempa vulkanik dangkal.
"Meskipun ke aktifan Gunung Api Dempo hanya berupa gejala alam biasa seperti gempa vulkanik, hembusan, luapan lahar dingin dan termasuk hujan abu belerang berasal dari kawah gunung tersebut, tapi perlu diwaspadai" kata dia.
Dia mengatakan, sebetulnya ada perbedaan antara Gunung Api Dempo dengan gunung lain di Indonesia, terutama kawahnya lebih luas atau lebar. Kondisi ini dapat menurunkan terjadinya peningkatan aktifitas gunung.
"Gunung di Pagaralam ini 1838 pernah meletus cukup dahsyad, akibat terjadi letusan itulah sehingga mendorong terbentuknya danau lava dengan luas 3.000 meter per segi," ungkap dia. (asn)
Ribuan ikan yang berada di aliran sungai di kawasan Gunung Api Dempo Kota Pagaralam, mati diduga terkena dampak aliran sungai yang mengandung abu belerang berasal dari luapan Gunung Api Dempo, memasuki musim hujan.
Kondisi ini dimanfaatkan warga sepanjang aliran sungai Bayau untuk mengambil ikan yang sudah dalam kondisi mabuk keracunan belerang tersebut. Demikian pengamatan, Selasa (12/10).
Menurut warga Muarapinang, Wily (35), kalau terjadi peningkatan aktifitas Gunung Api Dempo, sering menyebabkan ikan mati di aliran sungai Kecamatan Pendopo dan Kecamatan Ulumusi, Kabupaten Empatlawang.
Belerang dari kawah Gunung Dempo, bahkan masih membuat air sungai keruh kuning kecoklat-coklatan dan terlihat menempel dibebatuan di sungai-sungai daerah tersebut. Bahkan bau menyegat dari uap belerang juga masih cukup terasa bila berada di bibir sungai.
"Sudah sekitar dua hari ini kondisi mutahan lahar dari kawah Gunung Api Dempo tumpah mengalir ke beberapa sungai di wilayah Kabupaten Empatlawang, yaitu sungai Bayau, sungai Air Durian dan sungai air Kandis, yang bermuara di aliran sungai Musi," kata dia.
Menurut dia, ketika terjadi tumpahan air belerang dari kawah Gunung Dempo, permukaan air sungai naik beberapa meter dan bahkan arusnya cukup deras sehingga merusak beberapa tanggul pengaman bibir sungai di daerah tersebut.
"Kalau ikan mati di aliran sungai Lintang dan sungai Musi tersebut sudah terjadi sejak beberapa hari ini," kata dia.
Namun sejauh ini belum ada dampaknya terhadap penduduk di sekitar aliran sungai tersebut, justru kesempatan ini membawa berkah karena bisa mendapat ikan bagi warga sempanjang aliran sungai Bayau.
Jika dilihat dari kondisinya, kata Nuzril, aliran sungai di Kecamatan Muarapinang, Pendopo dan Ulu Musi bermuara dari Gunung Api Dempo yang membuat matinya ikan-ikan tersebut.
Sejak seminggu ini hujan sering turun bisa jadi penyebab naiknya permukaan air kawah Gunung Dempo, sehingga ikan mati karena keracunan belerang.
Sementara itu, Ketua Pos Pemantau Gunung Api Dempo, Slamet mengungkapkan, kalau kondisi Gunung Dempo tidak mengalami peningkatan dan dalam kondisi normal. Namun kalau lupn air kawah yang menyebakan aliran belerang membuat sungai tercemar belum dapat diketahui. Belum mengetahui secara pasti mengenai kejadian ribuan ekor ikan mati tersebut, bisa jadi tingginya curah hujan menyebabkan air kawah meluap tapi bukan akibat letusan.
"Namun demikian kami akan segera menerjukan petugas untuk mengecek kondisi aliran sungai yang bermuara di Gunung Api Dempo tersbet. Memang aliran luapan kawah Gunung Api Dempo muaranya ke sungai Bayau berada di Kecamatan Muarapinang, tentunya hal ini akan berpengaruh dengan keadaan lingkungan di daerah tersebut bila air belerang tertumpah," terangnya.
Dikatakannya, pihaknya belum mengetahui secara pasti mengenai kejadian matinya ribuan ekor ikan tersebut.
"Namun meskipun demikian mengingat memasuki musim hujan sejak seminggu terakhir ini, kejadian tersebut bisa jadi disebabkan oleh sisa abu dan belerang yang mengeras saat kemarau, kemudian mencair disiram air," ungkap dia.
Kemudian, kata dia, terbawa mengalir ke sungai yang ada ikan, kemungkina hal ini lebih disebabkan sisa abu dan belerang pasca letusan beberapa waktu lalu yang baru terbawa air dan kemudian mengalir ke aliran sungai disekitar Gunung Dempo.
Sementara itu Wakil Wali Kota Pagaralam, Ida Fitriati, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, sudah menyiapkan berbagai langkah dalam menanggulangan dan mengantisifasi jika Gunung Dempo meletus. Dan bakan sudah melakukan kerjasama dengan instansi terkait dengan kabupaten tetangga untuk penanggulangan jika terjadi bencana alam tersebut.
"Kita sudah siapkan, seperti tim penanggulangan bencana ditingkat paling bawah, medis, transportasi, jalur evakuasi dan lokasi pengungsian, termasuk mendata berapa daerah yang paling rawan ancaman letusan gunung Dempo," ungkap dia.
Senada juga diungkapkan Komandan Kodim 0405 Lahat, Letkol INF Fathur Rahman, koordinator penanggulangan bennaca daerah kalau keseluruhan ada sekitar 2.000 personil gabungan yang akan dilibatkan dalam penanggulangan jika Gunung Api Dempo benar-benar meletus, dirincikan, terdiri dari 650 anggota TNI, 100 tagana, 30 PMI/tenaga medis, 50 SAR, 20 PBK, 100 Kisbang/Linmas dan sisanya dari tim penanggulangan bencana daerah setempat.
"Kesiagaan ini kita lakukan mengingat ada 19 gunung merapi Indonesia mengalami peningkatkan statusnya termasuk Gunung Api Dempo yang sudah beberapa kali mengalami letusan kecil dan gempa vulkanik," kata dia.
Ia mengatakan, berdasarkan data dari di Pusat Vukanologi Mitigasi Bencana Geologi, Pos Pemantau Gunung Api Dempo, Kota Pagaralam, tercatat mengalami ratusan kali gempa pada 2010-2011.
"Memang setelah terjadi peningkatan aktifitas gunung Merapi di Indonesia juga berdampak dengan peningkatan Gunung Dempo dengan terjadi 120 kali gempa hingga September 2011 ini," ungkap dia.
Menurut dia, peningkatan aktifitas Gunung Api Dempo dimulai sejak Oktober 2010 lalu dengan terjadi 53 kali gempa tektonik jauh, dan puluhan kali gempa vulkanik dangkal.
"Meskipun ke aktifan Gunung Api Dempo hanya berupa gejala alam biasa seperti gempa vulkanik, hembusan, luapan lahar dingin dan termasuk hujan abu belerang berasal dari kawah gunung tersebut, tapi perlu diwaspadai" kata dia.
Dia mengatakan, sebetulnya ada perbedaan antara Gunung Api Dempo dengan gunung lain di Indonesia, terutama kawahnya lebih luas atau lebar. Kondisi ini dapat menurunkan terjadinya peningkatan aktifitas gunung.
"Gunung di Pagaralam ini 1838 pernah meletus cukup dahsyad, akibat terjadi letusan itulah sehingga mendorong terbentuknya danau lava dengan luas 3.000 meter per segi," ungkap dia. (asn)
Reshufle dan Usaha Mempertahankan Kekuasaan
Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat
TUNTUTAN agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan reshufle terus bergulir. Memang hal ini adalah hak Presiden, tetapi rakyat dan banyak elemen juga berhak menuntut perbaikan sistem tata pemerintahan yang baik.
Tetapi kembali untuk kesekian kalinya
hal yang tak penting kembali dilakukan pemerintahan SBY, yaitu masalah tarik ulur reshufle dan usaha mempertahankan koalisi.
Terjadi perang opini yang hanya menghabiskan energi, hanya karena SBY mau merombak kabinet.
Mulai banyak kepentingan yang ingin masuk ke Istana.
Bisa jadi, di sisi lain SBY dan PD sibuk merayu banyak parpol untuk masuk kabinet. Terlihat ada yang jual mahal, ada yang menolak mentah-mentah, tetapi ada pula yang kecele karena berharap lebih tetapi malah tak digubris.
Gaya politik SBY ini banyak ditertawakan orang, karena harusnya sebagai parpol pemenang Pemilu hal tersebut tak perlu dilakukan. Tetapi karena khawatir kekuasaan tak langgeng sampai 2014, sesuatu yang janggal alias aneh terpaksa dilakukan.
Saat ini banyak elit politik dan penguasa melupakan rakyat. Terlihat sekali dimana prioritas kerja pejabat saat ini. Sama sekali bukan melayani rakyat, yang utama adalah kepentingan pribadi dan golongan.
Sangat aneh memang politisi dan penguasa Negeri ini, bukannya mengurusi rakyat tetapi malah terus hiruk pikuk kekuasaan dan menarik siapa saja yang mau masuk ke lingkar tahta pemerintahan sampai 2014.
Harusnya politisi jangan sibuk mengurus jatah kursi kekuasaan, yang utama adalah fokus mengurusi kepentingan rakyatnya dan membasmi korupsi yang masih terjadi di negeri ini, kemiskinan, dan pengangguran.
Tetapi sekali lagi, cara yang dilakukan PD dan orang-orang SBY ini memperlihatkan bahwa mereka selama ini memang jauh dari rakyat. Tangan penguasa hanya bergerak untuk mengamankan kekuasaan PD sampai akhir masa jabatan SBY. Cetusan keras dari banyak kelompok agar pemerintah melihat penderitaan rakyat, sama sekali tak digubris. Nyatanya penguasa hanya sibuk dengan urusan mereka sendiri, merangklu semua elemen dan parpol untuk menjadi satu koalisi. Menyedihkan nasib negeri ini. (***)
TUNTUTAN agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan reshufle terus bergulir. Memang hal ini adalah hak Presiden, tetapi rakyat dan banyak elemen juga berhak menuntut perbaikan sistem tata pemerintahan yang baik.
Tetapi kembali untuk kesekian kalinya
hal yang tak penting kembali dilakukan pemerintahan SBY, yaitu masalah tarik ulur reshufle dan usaha mempertahankan koalisi.
Terjadi perang opini yang hanya menghabiskan energi, hanya karena SBY mau merombak kabinet.
Mulai banyak kepentingan yang ingin masuk ke Istana.
Bisa jadi, di sisi lain SBY dan PD sibuk merayu banyak parpol untuk masuk kabinet. Terlihat ada yang jual mahal, ada yang menolak mentah-mentah, tetapi ada pula yang kecele karena berharap lebih tetapi malah tak digubris.
Gaya politik SBY ini banyak ditertawakan orang, karena harusnya sebagai parpol pemenang Pemilu hal tersebut tak perlu dilakukan. Tetapi karena khawatir kekuasaan tak langgeng sampai 2014, sesuatu yang janggal alias aneh terpaksa dilakukan.
Saat ini banyak elit politik dan penguasa melupakan rakyat. Terlihat sekali dimana prioritas kerja pejabat saat ini. Sama sekali bukan melayani rakyat, yang utama adalah kepentingan pribadi dan golongan.
Sangat aneh memang politisi dan penguasa Negeri ini, bukannya mengurusi rakyat tetapi malah terus hiruk pikuk kekuasaan dan menarik siapa saja yang mau masuk ke lingkar tahta pemerintahan sampai 2014.
Harusnya politisi jangan sibuk mengurus jatah kursi kekuasaan, yang utama adalah fokus mengurusi kepentingan rakyatnya dan membasmi korupsi yang masih terjadi di negeri ini, kemiskinan, dan pengangguran.
Tetapi sekali lagi, cara yang dilakukan PD dan orang-orang SBY ini memperlihatkan bahwa mereka selama ini memang jauh dari rakyat. Tangan penguasa hanya bergerak untuk mengamankan kekuasaan PD sampai akhir masa jabatan SBY. Cetusan keras dari banyak kelompok agar pemerintah melihat penderitaan rakyat, sama sekali tak digubris. Nyatanya penguasa hanya sibuk dengan urusan mereka sendiri, merangklu semua elemen dan parpol untuk menjadi satu koalisi. Menyedihkan nasib negeri ini. (***)
Pemkab Muara Enim Lepas Rp 78 Milyar Saham PTBA
![]() |
| Bupati Muara Enin |
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim berencana melepas saham di PTBA. Rencana ini terungkap setelah pihak Pemerintah Muara Enim meminta persetujuan kalangan legislatif.
Menurut Darmadi, anggota DPRD Muaraenim, alasan pemerintah menjual saham tersebut untuk mengatasi kekurangan anggaran dalam membeli alat kesehatan (alkes) baru untuk RSUD HM Rabain Muaraenim. “Informasi yang didapat, total kepemilikan saham Pemkab Muaraenim di PTBA jumlahnya belasan ribu lembar.
Namun, pada waktu bupati sebelumnya telah dilepas 50% dan tinggal menyisakan ribuan lembar saham lagi. Saham inilah yang rencananya akan dilepas kembali sekitar 50%,”ujar Darmadi di Gedung DPRD Muaraenim kemarin. Bila rencana ini disetujui, penjualan saham milik Pemkab Muaraenim ini merupakan kedua kalinya.Sebab,sebelumnya pelepasan saham juga telah dilakukan pada era Bupati Muaraenim Kalamudin Djinab. Ketua Komisi III DPRD Muaraenim Devi Harianto membenarkan adanya rencana tersebut. Bahkan, rencana pelepasan saham itu senilai Rp78 milyar.
“Total saham bila diuangkan dalam bentuk rupiah sekitar Rp150 miliar. Rencananya hanya separuh yang akan dilepas. Pelepasan saham itu untuk penuhi kebutuhan rumah sakit. Tetapi, hal tersebut belum disetujui,”ungkap Devi. Dia mengungkapkan, sesuai aturan, setiap pelepasan saham yang nilainya di bawah Rp5 miliar dapat dilakukan Bupati Muaraenim tanpa harus melalui persetujuan Dewan. Namun, untuk pelepasan saham di atas angka Rp5 miliar, harus melalui persetujuan Dewan terlebih dahulu.
“Untuk sementara rencana penjualan saham PTBA belum ada persetujuan Dewan. Sebab, itu harus lewat paripurna dengan pembahasan yang lebih mendalam dan dikeluarkan keputusan bersama melalui paripurna,”tukasnya. Sementara itu,Wakil Ketua DPRD Muaraenim Akwam membenarkan adanya rencana penjualan saham PTBA tersebut. Bila melihat pada RAPBD 2012 yang direncanakan sebesar Rp1,4 triliun, hal itu sudah melampaui APBD tahun 2011 yang hanya Rp1,2 triliun.Dengan adanya anggaran pembelian alkes pada RSUD HM Rabain senilai Rp78 miliar,dipastikan akan defisit sebesar itu bila dana alkes RSUD HM Rabain itu tidak dianggarkan.
“Tren ada kenaikan, tapi tidak sesuai rencana, bila RAPBD Rp1,4 triliun itu dikurangi. Untuk persetujuan rencana penjualan saham itu, harus beda paripurnanya, nantinya ada paripurna penjualan saham itu dan ada pula paripurna RAPBD 2012,”ucapnya. Sementara, dari kalangan eksekutif belum diperoleh informasi mengenai hal ini. (feb/ast/sind)
Kostum SEA Games Indonesia Diluncurkan
Jakarta, SN
Kostum Kontingen Indonesia pada SEA Games 2011 resmi diluncurkan, Selasa (11/10). Acara ini digelar produsen peralatan olahraga League selaku pemasok resmi yang ditunjuk panitia penyelenggara.
Peluncuran ini diberi tajuk 'Garuda Series'. Beberapa atlet nasional yang terpilih menjadi duta League diberi kesempatan memamerkan kostum dan atribut yang akan dikenakan kontingen Indonesia pada SEA Games 2011 nanti.
Salah seorang duta League yang unjuk aksi adalah Vennard Hutabarat. Acara juga dihadiri oleh ikon produk Soccer League, Kim Jeffrey Kurniawan. Sebelum didepak, Kim sempat mengikuti pelatnas timnas U-23 proyeksi SEA Games 2011.
COO-PT Berca Sportindo (produsen League), Hartono Wijaya merasa bangga dapat dipercaya sebagai pemasok pakaian SEA Games 2011. Pasalnya, League harus bersaing dengan sejumlah produsen perlengkapan olahraga kelas dunia.
"Ketika masuk proses penyeleksian ini, sebenarnya bukan faktor bisnis yang kami utamakan. Tapi faktor nasionalisme, karena selama ini, setiap kontingen Indonesia yang mengikuti turnament, selalu memakai brand luar negeri. Oleh karenanya di SEA Games ini sebagai ajang pembuktian bagi kami bahwa Indonesia mampu," ujar Hartono.
Menurut Hartono, pihaknya telah menyiapkan dua ribu kostum dan perlengkapan olahraga bagi kontingen Indonesia pada SEA Games 2011. Ada dua corak yang akan menghiasi atribut dan kostum kontingen Indonesia pada SEA Games nanti.
"Untuk produk Garuda Series ini, kami meluncurkan kostum dan atribut yang bernuansa merah-putih dan emas. Warna merah-putih sebagai warna nasional dan emas sebagai simbol pencapaian tertinggi dalam olahraga," ujarnya.
Selain menyediakan perlengkapan bagi atlet dan ofisial Indonesia, League juga melempar produk ini ke pasar. Setidaknya 50 ribu produk Garuda Series akan disiapkan bagi masyarakat yang berminat membelinya.
"Untuk angka bisnis yang akan dicapai itu relatif, tapi kami lebih mengutamakan jika produk dalam negeri mampu bersaing dengan produk kelas dunia lainnya yang telah lama berkecimpung di dunia olahraga," ujar Hartono.
"Dan dengan mengusung tagline "Indonesia Menang", kami berharap dapat menginspirasi dan memberi semangat kepada semua atlet untuk meraih hasil yang terbaik pada SEA Games nanti," pungkasnya. (vvn)
Kostum Kontingen Indonesia pada SEA Games 2011 resmi diluncurkan, Selasa (11/10). Acara ini digelar produsen peralatan olahraga League selaku pemasok resmi yang ditunjuk panitia penyelenggara.
Peluncuran ini diberi tajuk 'Garuda Series'. Beberapa atlet nasional yang terpilih menjadi duta League diberi kesempatan memamerkan kostum dan atribut yang akan dikenakan kontingen Indonesia pada SEA Games 2011 nanti.
Salah seorang duta League yang unjuk aksi adalah Vennard Hutabarat. Acara juga dihadiri oleh ikon produk Soccer League, Kim Jeffrey Kurniawan. Sebelum didepak, Kim sempat mengikuti pelatnas timnas U-23 proyeksi SEA Games 2011.
COO-PT Berca Sportindo (produsen League), Hartono Wijaya merasa bangga dapat dipercaya sebagai pemasok pakaian SEA Games 2011. Pasalnya, League harus bersaing dengan sejumlah produsen perlengkapan olahraga kelas dunia.
"Ketika masuk proses penyeleksian ini, sebenarnya bukan faktor bisnis yang kami utamakan. Tapi faktor nasionalisme, karena selama ini, setiap kontingen Indonesia yang mengikuti turnament, selalu memakai brand luar negeri. Oleh karenanya di SEA Games ini sebagai ajang pembuktian bagi kami bahwa Indonesia mampu," ujar Hartono.
Menurut Hartono, pihaknya telah menyiapkan dua ribu kostum dan perlengkapan olahraga bagi kontingen Indonesia pada SEA Games 2011. Ada dua corak yang akan menghiasi atribut dan kostum kontingen Indonesia pada SEA Games nanti.
"Untuk produk Garuda Series ini, kami meluncurkan kostum dan atribut yang bernuansa merah-putih dan emas. Warna merah-putih sebagai warna nasional dan emas sebagai simbol pencapaian tertinggi dalam olahraga," ujarnya.
Selain menyediakan perlengkapan bagi atlet dan ofisial Indonesia, League juga melempar produk ini ke pasar. Setidaknya 50 ribu produk Garuda Series akan disiapkan bagi masyarakat yang berminat membelinya.
"Untuk angka bisnis yang akan dicapai itu relatif, tapi kami lebih mengutamakan jika produk dalam negeri mampu bersaing dengan produk kelas dunia lainnya yang telah lama berkecimpung di dunia olahraga," ujar Hartono.
"Dan dengan mengusung tagline "Indonesia Menang", kami berharap dapat menginspirasi dan memberi semangat kepada semua atlet untuk meraih hasil yang terbaik pada SEA Games nanti," pungkasnya. (vvn)
Muba Gagal Panen
* Petani Ngeluh, Produksi Padi Menurun
Sekayu, SN
Ratusan petani pemilik sawah di Kelurahan Mangun Jaya Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan mengeluh karena turunnya produksi padi tahun ini. Banyak hektaran sawah yang mereka tanam gagal panen akibat musim kemarau dan minimnya pengairan.
Aliran parit dipinggir sawah yang berukuran 3x2 meter tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Parit tersebut bukan turut membantu petani untuk memperoleh sumber air malah menyedot air dari sawah menuju ke sungai musi akibatnya sawah kering dan banyak tanaman padi mati dan berbuah kosong.
Kodri (60), seorang petani di Mangun Jaya mengatakan semenjak adanya parit tersebut dirinya hanya mendapatkan padi sebanyak 4 sampai 5 karung saja. Itupun padinya banyak berbuah kosong atau tidak ada isinya.
Sebelum adanya parit itu, ujar Kodri dirinya dan petani padi lainnya bisa mendapatkan 70 sampai 80 karung padi berkualitas bagus. Kodri mengharapkan kepada pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini dinas pertanian turut membantu petani. Misalnya parit tersebut dapat dibuat permanen dan posisinya harus diatas tanah sawah jadi air dari sawah tidak mengalir ke parit otomatis sawah masih bisa ada airnya.
Hal senada juga dikatakan Khodijah (65), dia terpaksa mengetam padinya walaupun hasilnya cuma sedikit sekali, sebenarnya menurut ibu tua ini sudah beberapa tahun ini dirinya dan petani padi sawah lainnya mengalami penurunan saat panen itu dikarenakan parit yang dibuat mengelilingi sawah mereka. "Tahun-tahun sebelumnya masih dapat beras walau sedikit namun tahun ini sangat memprihatinkan karena boleh dikatakan tidak dapat sama sekali," jelasnya.
Petani lainnya, Rosamanud (70), dengan nada tinggi menunjukkan lokasi parit yang membuat dirinya dan petani lain sengsara karena kerap panen gagal, biasanya katanya dirinya paling sedikit memperoleh beras 1 ton setiap kali panen namun kini 1 kilopun dirinya tidak memdapatkan padi.
“Saya memiliki 1 hektar sawah biasanya bibitnya 4 kaleng untuk lahan itu saat panen penghasilannyapun cukup lemayan untuk kebutuhan keluarga malah bisa dijual. Namun sekarang jangankan mau jual untuk makan sendiripun tidak ada beras dari hasil sawah tersebut, malah dirinya mau tidak mau harus membeli beras untuk makan sekeluarga,” terangnya.
Menurut Rosamanud sebenarnya dirinya dan petani-petani lain sudah memberikan usulan ditandatangani oleh mereka agar pemerintah membuatkan parit yang permanen disertai pompa untuk menyedot air dari sungai kalau musim kemarau nanti namun belum mendapatkan respon.
Menanggapi Masalah itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kab. Muba Hasbi saat dihubungi mengatakan dirinya belum mendapatkan informasi mengenai hal tersebut. Namun pihaknya akan menindaklanjuti keluhan atau permintaan petani itu, pihak Distannak akan memberikan pompa air untuk menyodot air dari sungai musi serta parit tersebut akan dipermanenkan.
Menurut Hasbi, bila memang benar gagal panen para petani tersebut akan diusulkan kepemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan karena mereka telah mengeluarkan biaya dalam menanam dan merawat padi tersebut. (her)
Sekayu, SN
Ratusan petani pemilik sawah di Kelurahan Mangun Jaya Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan mengeluh karena turunnya produksi padi tahun ini. Banyak hektaran sawah yang mereka tanam gagal panen akibat musim kemarau dan minimnya pengairan.
Aliran parit dipinggir sawah yang berukuran 3x2 meter tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Parit tersebut bukan turut membantu petani untuk memperoleh sumber air malah menyedot air dari sawah menuju ke sungai musi akibatnya sawah kering dan banyak tanaman padi mati dan berbuah kosong.
Kodri (60), seorang petani di Mangun Jaya mengatakan semenjak adanya parit tersebut dirinya hanya mendapatkan padi sebanyak 4 sampai 5 karung saja. Itupun padinya banyak berbuah kosong atau tidak ada isinya.
Sebelum adanya parit itu, ujar Kodri dirinya dan petani padi lainnya bisa mendapatkan 70 sampai 80 karung padi berkualitas bagus. Kodri mengharapkan kepada pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini dinas pertanian turut membantu petani. Misalnya parit tersebut dapat dibuat permanen dan posisinya harus diatas tanah sawah jadi air dari sawah tidak mengalir ke parit otomatis sawah masih bisa ada airnya.
Hal senada juga dikatakan Khodijah (65), dia terpaksa mengetam padinya walaupun hasilnya cuma sedikit sekali, sebenarnya menurut ibu tua ini sudah beberapa tahun ini dirinya dan petani padi sawah lainnya mengalami penurunan saat panen itu dikarenakan parit yang dibuat mengelilingi sawah mereka. "Tahun-tahun sebelumnya masih dapat beras walau sedikit namun tahun ini sangat memprihatinkan karena boleh dikatakan tidak dapat sama sekali," jelasnya.
Petani lainnya, Rosamanud (70), dengan nada tinggi menunjukkan lokasi parit yang membuat dirinya dan petani lain sengsara karena kerap panen gagal, biasanya katanya dirinya paling sedikit memperoleh beras 1 ton setiap kali panen namun kini 1 kilopun dirinya tidak memdapatkan padi.
“Saya memiliki 1 hektar sawah biasanya bibitnya 4 kaleng untuk lahan itu saat panen penghasilannyapun cukup lemayan untuk kebutuhan keluarga malah bisa dijual. Namun sekarang jangankan mau jual untuk makan sendiripun tidak ada beras dari hasil sawah tersebut, malah dirinya mau tidak mau harus membeli beras untuk makan sekeluarga,” terangnya.
Menurut Rosamanud sebenarnya dirinya dan petani-petani lain sudah memberikan usulan ditandatangani oleh mereka agar pemerintah membuatkan parit yang permanen disertai pompa untuk menyedot air dari sungai kalau musim kemarau nanti namun belum mendapatkan respon.
Menanggapi Masalah itu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kab. Muba Hasbi saat dihubungi mengatakan dirinya belum mendapatkan informasi mengenai hal tersebut. Namun pihaknya akan menindaklanjuti keluhan atau permintaan petani itu, pihak Distannak akan memberikan pompa air untuk menyodot air dari sungai musi serta parit tersebut akan dipermanenkan.
Menurut Hasbi, bila memang benar gagal panen para petani tersebut akan diusulkan kepemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan karena mereka telah mengeluarkan biaya dalam menanam dan merawat padi tersebut. (her)
Pol PP Gelar Razia Sampah dan Rokok
| Razia pelaku pelanggaran di seputar IP |
Palembang, SN
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang kembali menggelar razia penertiban sampah dan rokok Rabu (11/10). Adapun razia kali ini, dilakukan di tiga titik. Antara lain Internasional Plaza (IP), Pasar Cinde, dan kawasan bandara Internasional Sultan Mahmud Badarrudin (SMB II).
"Razia dilakukan untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) no 7 tahun 2009 tentang kawasan tanpa rokok dan Perda no 12 tahun 2006 tentang pembinaan dan retribusi sampah, "kata Kepala Sat Pol PP Kota Palembang, Aris Saputra saat ditemui disela-sela Razia.
Menurut Aris, pemerintah kota palembang ingin menunjukkan kepada masyarakat, kalau perda yang dibuat untuk ditaati. Mereka yang kedapatan tangan langsung igelar sidang yustisi ditempat oleh hakim Besman Simarmata SH dan Warno SH.
“Ini sesungguhnya bukan merupakan hukuman tapi ini lebih membuat efek jera kepada pelanggar atau masyarakat yang masih membuang sampah sembarang dan merokok tidak pada tempatnya.
Disebut Aris, yang disidangkan sebanyak 51 pelanggar. “Terdiri dari 20 yang membuang sampah sembarangan, 11 Pedagang Kaki Lima (PKL), dan 20 yang melanggar KTR. Dengan efek jera ini, mereka langsung disidang dilapangan sehingga akan menjadi kenangan seumur hidup bagi para pelanggar, ”jelas Aris.
Tim gabungan yang diturunkan dalam penertiban tersebut, kata Aris, sebanyak 70 personil. “Tim dari Sat Pol PP dan dibantu dengan pihak kepolisian, kejaksaan. Selain itu, 1 bus untuk menyidang ditempat.
Untuk sanksi bagi pelanggar mereka akan dikenakan ancaman pidana kurungan paling lama tiga bulan dan denda paling banyak Rp 50 juta.
“Tapi kita lihat tingkat kesalahannya. Yang biasa dijatuhi denda berkisaran Rp 200-250 ribu,” kata Aris.
Ia menegaskan pihaknya sebagai institusi yang menegakkan peraturan daerah akan terus menggencarkan razia.
”Anggaplah razia ini bentuk dari sosialisasi untuk masyarakat kota Palembang dan masyarakat luar kota palembang. Razia yang dilakukan momentnya sangat tepat apalagi kota Palembang menjadi Tuan rumah perhelatan SEA Games. Biar masyarakat luar tau kalau kota Palembang bisa menciptakan kota yang kondusif, aman, nyaman.
Salah satu pelanggar, Erik (16), pelajar SMU mengatakan kalau ia tertangkap tangan sedang membuang sampah puntung rokok. “Iyo tadi aku buang putung rokok. Aku dak tau kalau ado perda nyo. Dengan adanyo aku dirazia ini, aku lah jero nian apolagi aku disidang depan umum, ”tuturnya.(win)
Desa Pulau Semambu Jadi Pusat Unggas
* Target Produksi 15 Juta Ekor Pertahun
Indralaya, SN
Para investor terus membidik Kabupaten Ogan Ilir (OI) untuk dijadikan pengembangan berbagai usaha produktif. Salah satunya Desa Pulau Semambu Kecamatan Indralaya Utara yang diperkirakan 2012 mendatang bakal menjadi tempat pusat pengembangbiakan ternak unggas.
Pengembangan usaha tersebut akan bekerjasama dengan PT Malindo Feedmill. Pemkab OI sendiri akan membebaskan lahan seluas 30 Ha yang diperuntukkan beternak 15 juta ayam ras umur 1 hari.
Hal tersebut seperti dikatakan Kadis Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) H Noorman Yusalwan didampingi Kabid Peternakan Yufitriyan baru-baru ini.
Menurutnya MoU kerjasama tersebut saat ini tengah dijajaki dengan perusahaan yang berpusat di Malaysia tersebut.
“Yang jelas pengurusan surat izin sedang diurus, kemungkinan awal 2012 sudah dilakukan pembebasan lahan 30 hektar oleh perusahaan tersebut. Sedangkan untuk lokasinya, , akan dipilih Desa Pulau Smeambu karena letaknya strategis dekat dengan berbagai penjuru kabupaten selain itu Desa tersebut dekat dengan Kota Palembang,” katanya.
Produksi ternak terebut akan ditargetkan psebanyak 15 juta ekor anak ayam umur 1 hari/tahun. Kalau ini berhasil Kabupaten OI akan jadi pusatnya unggas.
Menurutnya, selama ini untuk pembibitan selalu didatangkan dari Lampung dan Jambi, namun apabila hal tersebut dapat terealisasi maka pembibitan ternak khususnya ayam ras bisa dilakukan di Sumsel dengan harga yang relatif lebih murah.
Selain itu, masih katanya, ke depan OI juga bakal menjadi pusat penggemukan ternak yang berlokasi di Desa Tanjung Pering Kecamatan Indralaya Utara dengan luas areal 100 hektar yang bekerjasama dengan PT Indah Gemilang Perkasa Jakarta.
“Sekarang tahapannya masih dalam proses penjajakan karena akan bekerjasama juga dengan pengusaha dari Australia, untuk penggemukan dan pengembangbiakan sapi Australia. Kalau bisa ini akan dilakukan bersama dengan ternak unggas akan lebih baik lagi dan banyak manfaatnya,” ujarnya sambil menambahkan, selain memenuhi kuota kebutuhan daging daerah dan nasional juga dapat menyerap tenaga kerja yang besar yang berujung pada peningkatan ekonomi rakyat dan PAD. (man)
Indralaya, SN
Para investor terus membidik Kabupaten Ogan Ilir (OI) untuk dijadikan pengembangan berbagai usaha produktif. Salah satunya Desa Pulau Semambu Kecamatan Indralaya Utara yang diperkirakan 2012 mendatang bakal menjadi tempat pusat pengembangbiakan ternak unggas.
Pengembangan usaha tersebut akan bekerjasama dengan PT Malindo Feedmill. Pemkab OI sendiri akan membebaskan lahan seluas 30 Ha yang diperuntukkan beternak 15 juta ayam ras umur 1 hari.
Hal tersebut seperti dikatakan Kadis Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) H Noorman Yusalwan didampingi Kabid Peternakan Yufitriyan baru-baru ini.
Menurutnya MoU kerjasama tersebut saat ini tengah dijajaki dengan perusahaan yang berpusat di Malaysia tersebut.
“Yang jelas pengurusan surat izin sedang diurus, kemungkinan awal 2012 sudah dilakukan pembebasan lahan 30 hektar oleh perusahaan tersebut. Sedangkan untuk lokasinya, , akan dipilih Desa Pulau Smeambu karena letaknya strategis dekat dengan berbagai penjuru kabupaten selain itu Desa tersebut dekat dengan Kota Palembang,” katanya.
Produksi ternak terebut akan ditargetkan psebanyak 15 juta ekor anak ayam umur 1 hari/tahun. Kalau ini berhasil Kabupaten OI akan jadi pusatnya unggas.
Menurutnya, selama ini untuk pembibitan selalu didatangkan dari Lampung dan Jambi, namun apabila hal tersebut dapat terealisasi maka pembibitan ternak khususnya ayam ras bisa dilakukan di Sumsel dengan harga yang relatif lebih murah.
Selain itu, masih katanya, ke depan OI juga bakal menjadi pusat penggemukan ternak yang berlokasi di Desa Tanjung Pering Kecamatan Indralaya Utara dengan luas areal 100 hektar yang bekerjasama dengan PT Indah Gemilang Perkasa Jakarta.
“Sekarang tahapannya masih dalam proses penjajakan karena akan bekerjasama juga dengan pengusaha dari Australia, untuk penggemukan dan pengembangbiakan sapi Australia. Kalau bisa ini akan dilakukan bersama dengan ternak unggas akan lebih baik lagi dan banyak manfaatnya,” ujarnya sambil menambahkan, selain memenuhi kuota kebutuhan daging daerah dan nasional juga dapat menyerap tenaga kerja yang besar yang berujung pada peningkatan ekonomi rakyat dan PAD. (man)
Selasa, 11 Oktober 2011
Bus Kota Dilarang Beroperasi Selama SEAGames
* Sopir Harap Pemerintah Lebih Bijak
Palembang, SN
Menilik kebijakan Pemerintah Kota Palembang untuk melarang Bus Kota melintas atau beroprasi selama perhelatan SEA Games berlangsung membuat para sopir Bus Kota mengharapkan solusi bijak dari pemerintah.
Dikatakan Imron salah seorang sopir Bus kota jurusan Perumnas - Kertapati, pihak terkait diharapkan dapat memmberikan jalan alternatif lainnya yang lebih bijak dan tidak merugikan sebelah pihak.
"“Jika memang kita ada kegiatan lain dan dapat menghasilkan sesuap nasi untuk keluarga, tentunya kita akan terima dengan lapang hati tapi ini sedikit terpaksa dan ikhlas. Semoga pemerintah dapat mengerti,” keluhnya.
Sementara itu, Burhan sopir Bus Kota lainnya, sangat mengeluhkan atas kebijakan pemerintah mengenai dilarangnya beroperasi saat SEA Games. “Mata pencarian saya hanya sopir bis saja, jika dilarang beroperasi apakah pemerintah atau dishub mau menanggung kebutuhan keluarga saya. Rasanya tidak akan mungkin,” tegasnya.
Ia juga sangat berharap kepada pihak terkait, untuk lebih mencermati dan memikirkan rakyat kecil. Dengan keputusan seperti itu maka akan bertambahnya angka penganguran di kota yang telah di agung-agungkan menjadi tuan rumah Sea Games.
Kebijakan Pemkot untuk melarang Bus Kota melintas selama SEA Games berlangsung memang mengancam mata pencarian sopir dan kernet bus kota. Setidaknya, selama 26 hari para sopir dan kernet atau kondektur bus ini bakal menganggur.
Rencananya, bus kota mulai H-15 SEA Games sudah dilarang untuk beroperasional. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Palembang, Endang Supriatini mengatakan, saat ini jumlah bus kota di Palembang sudah tinggal 300 unit lagi. Artinya, ada sekitar 200 warga yang bekerja sebagai supir bus kota. Sedangkan kondektur atau kernet diperkirakan mencapai 400 orang. Nah, jika kebijakan itu diterapkan, maka sedikitnya 600 orang warga akan menganggur.
“Memang itu hanya sementara. Tapi, kalau 26 hari itu cukup lama juga. Apalagi para supir dan kernet tadi hanya mengantungkan kehidupannya dari narik bus kota. Kalau dilarang bekerja, nanti mereka mau makan apa. Terus keluarganya juga bagaimana. Apa ada yang mau subsidi,” cetus Endang.
Oleh karena itu, lanjut Endang, pemerintah tidak bisa begitu saja menerapkan kebijakan tersebut. “Sebelum diterapkan, harus ada solusi atau jalan keluar dari permasalahan yang bisa timbul dari kebijakan tersebut. Juga ada sosialisasi dan pembicaraan dengan pihak terkait termasuk organda. Mungkin nanti kita akan ke Pemkot untuk membahas masalah ini,” jelas dia.
Sementara Direktur Operasional PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) Palembang, Ir Yusransyah mengaku siap jika memang Transmusi akan dioperasionalkan 24 jam selama SEA Games.
“Kita siap, karena kalau lalu lintas lancar maka Transmusi bisa mengangkut penumpang dengan optimal. Selama ini, masalahnya banyak jalan macet sehingga menganggu kecepatan Transmusi,” jelas Yusran.
Diakui Yusran, jumlah armada Transmusi saat ini baru 85 unit dengan 400 awak yang terdiri dari 200 sopir dan 200 pramugara. Namun, dengan jumlah tersebut pihaknya yakin bisa mengangkut penumpang dengan optimal.
“Memang sekarang jarak tempuh antar halte masih belum ideal, sekitar 10 menit. Tapi, itu karena lalu lintas yang tidak lancar. Kalau lalu lintas lancar dan tidak macet bisa lebih cepat lagi,” bebernya.
Namun, tambah Yusran, pihaknya saat ini belum menerima perintah dari Pemkot untuk beroperasional selama 24 jam. “Tapi kalau memang dibutuhkan, Transmusi siap,” tegasnya, seraya mengatakan saat ini Transmusi sudah operasional sejak pukul 06.00-21.00 WIB.(win)
Palembang, SN
Menilik kebijakan Pemerintah Kota Palembang untuk melarang Bus Kota melintas atau beroprasi selama perhelatan SEA Games berlangsung membuat para sopir Bus Kota mengharapkan solusi bijak dari pemerintah.
Dikatakan Imron salah seorang sopir Bus kota jurusan Perumnas - Kertapati, pihak terkait diharapkan dapat memmberikan jalan alternatif lainnya yang lebih bijak dan tidak merugikan sebelah pihak.
"“Jika memang kita ada kegiatan lain dan dapat menghasilkan sesuap nasi untuk keluarga, tentunya kita akan terima dengan lapang hati tapi ini sedikit terpaksa dan ikhlas. Semoga pemerintah dapat mengerti,” keluhnya.
Sementara itu, Burhan sopir Bus Kota lainnya, sangat mengeluhkan atas kebijakan pemerintah mengenai dilarangnya beroperasi saat SEA Games. “Mata pencarian saya hanya sopir bis saja, jika dilarang beroperasi apakah pemerintah atau dishub mau menanggung kebutuhan keluarga saya. Rasanya tidak akan mungkin,” tegasnya.
Ia juga sangat berharap kepada pihak terkait, untuk lebih mencermati dan memikirkan rakyat kecil. Dengan keputusan seperti itu maka akan bertambahnya angka penganguran di kota yang telah di agung-agungkan menjadi tuan rumah Sea Games.
Kebijakan Pemkot untuk melarang Bus Kota melintas selama SEA Games berlangsung memang mengancam mata pencarian sopir dan kernet bus kota. Setidaknya, selama 26 hari para sopir dan kernet atau kondektur bus ini bakal menganggur.
Rencananya, bus kota mulai H-15 SEA Games sudah dilarang untuk beroperasional. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Palembang, Endang Supriatini mengatakan, saat ini jumlah bus kota di Palembang sudah tinggal 300 unit lagi. Artinya, ada sekitar 200 warga yang bekerja sebagai supir bus kota. Sedangkan kondektur atau kernet diperkirakan mencapai 400 orang. Nah, jika kebijakan itu diterapkan, maka sedikitnya 600 orang warga akan menganggur.
“Memang itu hanya sementara. Tapi, kalau 26 hari itu cukup lama juga. Apalagi para supir dan kernet tadi hanya mengantungkan kehidupannya dari narik bus kota. Kalau dilarang bekerja, nanti mereka mau makan apa. Terus keluarganya juga bagaimana. Apa ada yang mau subsidi,” cetus Endang.
Oleh karena itu, lanjut Endang, pemerintah tidak bisa begitu saja menerapkan kebijakan tersebut. “Sebelum diterapkan, harus ada solusi atau jalan keluar dari permasalahan yang bisa timbul dari kebijakan tersebut. Juga ada sosialisasi dan pembicaraan dengan pihak terkait termasuk organda. Mungkin nanti kita akan ke Pemkot untuk membahas masalah ini,” jelas dia.
Sementara Direktur Operasional PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) Palembang, Ir Yusransyah mengaku siap jika memang Transmusi akan dioperasionalkan 24 jam selama SEA Games.
“Kita siap, karena kalau lalu lintas lancar maka Transmusi bisa mengangkut penumpang dengan optimal. Selama ini, masalahnya banyak jalan macet sehingga menganggu kecepatan Transmusi,” jelas Yusran.
Diakui Yusran, jumlah armada Transmusi saat ini baru 85 unit dengan 400 awak yang terdiri dari 200 sopir dan 200 pramugara. Namun, dengan jumlah tersebut pihaknya yakin bisa mengangkut penumpang dengan optimal.
“Memang sekarang jarak tempuh antar halte masih belum ideal, sekitar 10 menit. Tapi, itu karena lalu lintas yang tidak lancar. Kalau lalu lintas lancar dan tidak macet bisa lebih cepat lagi,” bebernya.
Namun, tambah Yusran, pihaknya saat ini belum menerima perintah dari Pemkot untuk beroperasional selama 24 jam. “Tapi kalau memang dibutuhkan, Transmusi siap,” tegasnya, seraya mengatakan saat ini Transmusi sudah operasional sejak pukul 06.00-21.00 WIB.(win)
Rampok Motor di OKI, 2 Warga OKUT Ditembak
Kayuagung, SN
Dua orang tersangka yang kerap melakukan perampokan sepeda motor di Kabupaten OKI ditembak polisi, Senin (10/10). Saat melakukan aksi perampokan, keduanya selalu membawa Senpi dan Sajam untuk menganiaya korbannya.
Mereka yang ditembak karena berusaha melawan polisi saat akan ditangkap yakni Alman (42) warga Desa Campang Dusun VI Kecamatan Cempaka Kabupaten OKU Timur dan Agus Toni (35) warga Desa Gunung Jati Dusun I Kecamatan Cempaka Kabupaten OKU Timur.
Kapolres OKI AKBP Agus F didampingi Kasatreskrim AKP H Surachman mengatakan, Alman terakhir kali beraksi di Desa Tanjung Lubuk Kecamatan Tanjung Lubuk OKI pada 5 tahun lalu.
Alman merampok motor milik Zainal Abidin sesuai laporan polisi LP/B/63/X/2006/sumsel/res OKI/ Polsek Tanjung Lubuk tertanggal 02 Oktober 2006. Dalam merampok, Alman nekad menggorok leher korbannya namun korban tidak meninggal dunia.
Modus yang dilakukan Alman, ia pura-pura naik ojek motor korban untuk diantar ke Tanjung Lubuk. Setiba di tengah jalan yang sepi karena malam hari, tersangka menyuruh korban berhenti dan lalu menggorok leher korban. Motor Yamaha Vega G 7877 AK milik korban dibawa kaburnya.
Sedangkan tersangka Agus merampok motor milik Husni sesuai laporan Polisi LP/B/58/VIII/2008/Sumsel/Res-OKI/Sek Tanjung Lubuk tanggal 18 Agustus 2008. Korban merupakan pedagang keliling menggunakan motor Yamaha Jupiter MX BG 3602 NP.
Cara yang dilakukan Agus, ia membuntuti korban hingga ke Desa Pulau Gemantung. Saat di desa itu, ia menerjang tubuh korban hingga terjatuh dari motor. Lalu ia menodongkan Senpinya, karena ketakutan korban hanya diam saja saat motornya dibawa kabur pelaku.
"Para pelaku ini ditangkap di rumahnya masing-masing karena melawan dan mengancam petugas dan berusaha kabur terpaksa mereka kita lumpuhkan dengan timah panas pada kakinya,” kata AKP Surachman. (iso)
Dua orang tersangka yang kerap melakukan perampokan sepeda motor di Kabupaten OKI ditembak polisi, Senin (10/10). Saat melakukan aksi perampokan, keduanya selalu membawa Senpi dan Sajam untuk menganiaya korbannya.
Mereka yang ditembak karena berusaha melawan polisi saat akan ditangkap yakni Alman (42) warga Desa Campang Dusun VI Kecamatan Cempaka Kabupaten OKU Timur dan Agus Toni (35) warga Desa Gunung Jati Dusun I Kecamatan Cempaka Kabupaten OKU Timur.
Kapolres OKI AKBP Agus F didampingi Kasatreskrim AKP H Surachman mengatakan, Alman terakhir kali beraksi di Desa Tanjung Lubuk Kecamatan Tanjung Lubuk OKI pada 5 tahun lalu.
Alman merampok motor milik Zainal Abidin sesuai laporan polisi LP/B/63/X/2006/sumsel/res OKI/ Polsek Tanjung Lubuk tertanggal 02 Oktober 2006. Dalam merampok, Alman nekad menggorok leher korbannya namun korban tidak meninggal dunia.
Modus yang dilakukan Alman, ia pura-pura naik ojek motor korban untuk diantar ke Tanjung Lubuk. Setiba di tengah jalan yang sepi karena malam hari, tersangka menyuruh korban berhenti dan lalu menggorok leher korban. Motor Yamaha Vega G 7877 AK milik korban dibawa kaburnya.
Sedangkan tersangka Agus merampok motor milik Husni sesuai laporan Polisi LP/B/58/VIII/2008/Sumsel/Res-OKI/Sek Tanjung Lubuk tanggal 18 Agustus 2008. Korban merupakan pedagang keliling menggunakan motor Yamaha Jupiter MX BG 3602 NP.
Cara yang dilakukan Agus, ia membuntuti korban hingga ke Desa Pulau Gemantung. Saat di desa itu, ia menerjang tubuh korban hingga terjatuh dari motor. Lalu ia menodongkan Senpinya, karena ketakutan korban hanya diam saja saat motornya dibawa kabur pelaku.
"Para pelaku ini ditangkap di rumahnya masing-masing karena melawan dan mengancam petugas dan berusaha kabur terpaksa mereka kita lumpuhkan dengan timah panas pada kakinya,” kata AKP Surachman. (iso)
Warga Babat Supat Blokir Akses Jalan PT Baturona
![]() |
| ilust |
Sejumlah warga desa babat kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memblokir lahan yang siap dijadikan akses jalan perusahaan. Hal ini dikarenakan belum adanya kata sepakat antara pemilik lahan yang mengklaim dengan pihak perusahaan.
Warga terpaksa membuat patok kayu berbentuk pagar agar armada perusahaan tidak dapat melewati jalan tersebut. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. Warga Babat, Fauzi yang merupakan adik ipar Zulkarnain sebagai pemilik lahan yang diduga diserobot itu meminta agar pihak perusahaan menyelesaikan ganti rugi lahan karena tanpa ada kata sepakat pihak perusahaan membuat jalan di lahannya. “Kejadian ini sudah kita laporkan ke kades supat dan sedang ditindaklanjuti pihak kecamatan,” ungkap Fauzi saat dihubungi kemarin.
Menurut Fauzi, sedang tiga bulan lalu pihak PT Baturona mulai merintis membuat jalan perusahaan untuk transportasi ke lokasi tambang. Jalan yang dibuat kebetulan melewati tanah milik Zulkarnain. Namun setelah diingatkan pihak perusahaan tetap saja melakukan pengerasan jalan dengan alat berat. Merasa lahannya diserobot Zulkarnain dan keluarganya memperotes kebijakan PT Baturona. “Kita terpaksa pasang merk bahwa itu tanah kita. Mereka (PT Baturona) secepatnya dapat membayar ganti rugi ke kami,” bebernya.
Adapun luas areal lahan yang diklaim keluarga Zulkarnain yakni sepanjang 250 meter dan lebar 30 meter. Lahan tersebut menurut Fauzi merupakan lahan milik keluarga secara turun menurun.
“Sebulan yang lalu kita sudah pasang pagar di lahan sengketa itu. Tapi mobil perusahaan menerobosnya. Kali ini kita pasang lagi sampai ada kata sepakat,” jelasnya.
Meskipun persoalan itu sudah dilaporkan ke kades untuk disampaikan pihak perusahaan PT Baturona namun sampai sekarang belum penyelesaian yang pasti. Bahkan jelas Fauzi, kades turut mendukung untuk sementara jalan akses itu ditutup sementara sampai ada perundingan bersama. “Sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak Baturona,” katanya.
Sementara itu, Manajer PT Baturona Dedy saat dikonfirmasi belum mengetahui secara pasti ada protes dari masyarakat di desa Supat. Pihaknya sementara masih meneliti lebih lanjut. Hanya saja diakui tumpang tindih lahan operasional perusahaan dengan lahan masyarakat kerap terjadi. Namun pihak perusahaan tidak berani mengoperasikan jika lahan masih dalam perundingan. “Terkadang meski sudah dibebaskan namun ada saja yang mengaku-ngaku tanah miliknya. Untuk itu dia masih meneliti lebih lanjut,” tegasnya.
Kepala Dinas Pertambangan dan Pengembangan Energi (Distamben) Kabupaten Muba, H Zulfakar mengatakan sesuai aturan UU No 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara jika perusahaan pertambangan harus menyelesaikan masalah pertanahan sebelum melakukan operasionalnya. Namun kondisi dilapangan jelas Zulfakar terkadang sulit dan berbelit-belit, banyak surat tanah berupa SPH sehingga kekuatanan hukum masih lemah. Dan setelah diganti rugi ada saja warga lagi yang mengakuinya. “Inilah masalah kita tumpang tindih lahan perusahaan dan perkebunan rakyat selalu terjadi,” imbuhnya. (her)
Dodi-Islan Gugat KPU Muba ke MK
* Tolak Hasil Polkada Muba
Sekayu, SN
Penolakan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Musi Banyuasin (Muba) sepertinya tidak urung harus menyertakan campur tangan Mahkamah Konstitusi (MK). Pasangan Dodi-Islan dan Sulgani-Sujari yang tidak puas menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muba, yang sidang perdananya akan digelar hari ini, Selasa (11/10) pukul 16.00 di Jakarta.
Ketua KPU Muba, Khadafi SE kepada koran ini, Senin (10/10) membenarkan akan digelarnya sidang perdana terkait gugatan dua pasang kandidat tersebut. Hal itu didasari atas surat undangan sidang dari MK yang diterima pihaknya beberapa hari lalu. Menurut dia, proses gugatan tersebut memang diatur dalam undang-undang, dan itulah jalur resmi bagi pasangan calon yang tidak puas terhadap hasil Pilkada Muba.
“Gugatan di MK memang ada aturannya. Jadi kita dari KPU mau tidak mau harus siap. Besok pagi (hari ini, Red) kita akan menghadiri sidang perdana di Jakarta. Segala sesuatunya sudah kita siapkan sesuai kebutuhan di MK nantinya,” kata Khadafi, seraya mengatakan, secara teknis dan hukum persoalan ini diserahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum KPU Muba Alamsyah Hanafiah.SH
Terpisah, Ketua Tim Sukses Dodi-Islan Junial Qomar mengatakan, terkait gugatan di MK tersebut puhaknya sudah menyiapkan sedikitnya 300 saksi untuk memperkuat gugatan. Keseluruhannya bahkan sudah berada di Jakarta, dan siap memberi kesaksian. Pihaknya sangat yakin MK akan mengabulkan gugatan dan merekomendasikan Pilkada ulang di Muba.
“Kita sudah menyiapkan 300 saksi Bos, dan saya yakin sekali akan dilaksanakan Pilkada ulang,” ujarnya.
Kabar mengejutkan, juga datang dari pasangan Sulgani-Sujari. Di luar dugaan, pasangan independent ini ternyata juga mengajukan gugatan ke MK. Hal ini ditegaskan Muhril selaku Ketua Tim Sukses Sulgani-Sujari, yang kemudian dibenarkan oleh KPU yang sudah menerima tembusan suratnya.
Muhril mengatakan, pihaknya juga menolak hasil Pilkada dan melakukan gugatan ke MK. Seperti pihak Dodi-Islan, dia juga menilai penyelenggaraan Pilkada Muba tidak sesuai dengan kehendak rakyat Muba. Dimana, kata Muhril, dalam prosesnya banyak terjadi kecurangan seperti keterlibatan PNS, mobilisasi massa, penggelembungan DPT, dan masih banyak lagi.
“Untuk memperkuat gugatan ini, kami sudah berada di Jakarta bersama 40 orang saksi yang akan menyokong rekomendasi MK untuk Pilkada ulang,” katanya.
Dimintai komentar terkait gugatan dari kedua kompetitornya, pasangan Pahri-Beni yang sudah ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Muba 2011, hanya tersenyum dingin. Alvian, Ketua Tim Sukses Pahri-Beni mengatakan, pihaknya sangat menghargai upaya penggugatan oleh kedua tim kompetitornya. Namun, lanjut dia, jika bicara saksi atau pun bukti-bukti, pihaknya merasa lebih siap.
“Dalam kondisi dan situasi apa pun kita harus siap. Bicara pelanggaran dan bukti serta saksi, saya kira mayarakat Muba sudah maklum siapa curang dan siapa dicurangi. Akan lebih baik kita ikuti proses hukum, mudah-mudahan semua keraguan terjawab,” pungkasnya. (her)
Sekayu, SN
Penolakan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Musi Banyuasin (Muba) sepertinya tidak urung harus menyertakan campur tangan Mahkamah Konstitusi (MK). Pasangan Dodi-Islan dan Sulgani-Sujari yang tidak puas menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muba, yang sidang perdananya akan digelar hari ini, Selasa (11/10) pukul 16.00 di Jakarta.
Ketua KPU Muba, Khadafi SE kepada koran ini, Senin (10/10) membenarkan akan digelarnya sidang perdana terkait gugatan dua pasang kandidat tersebut. Hal itu didasari atas surat undangan sidang dari MK yang diterima pihaknya beberapa hari lalu. Menurut dia, proses gugatan tersebut memang diatur dalam undang-undang, dan itulah jalur resmi bagi pasangan calon yang tidak puas terhadap hasil Pilkada Muba.
“Gugatan di MK memang ada aturannya. Jadi kita dari KPU mau tidak mau harus siap. Besok pagi (hari ini, Red) kita akan menghadiri sidang perdana di Jakarta. Segala sesuatunya sudah kita siapkan sesuai kebutuhan di MK nantinya,” kata Khadafi, seraya mengatakan, secara teknis dan hukum persoalan ini diserahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum KPU Muba Alamsyah Hanafiah.SH
Terpisah, Ketua Tim Sukses Dodi-Islan Junial Qomar mengatakan, terkait gugatan di MK tersebut puhaknya sudah menyiapkan sedikitnya 300 saksi untuk memperkuat gugatan. Keseluruhannya bahkan sudah berada di Jakarta, dan siap memberi kesaksian. Pihaknya sangat yakin MK akan mengabulkan gugatan dan merekomendasikan Pilkada ulang di Muba.
“Kita sudah menyiapkan 300 saksi Bos, dan saya yakin sekali akan dilaksanakan Pilkada ulang,” ujarnya.
Kabar mengejutkan, juga datang dari pasangan Sulgani-Sujari. Di luar dugaan, pasangan independent ini ternyata juga mengajukan gugatan ke MK. Hal ini ditegaskan Muhril selaku Ketua Tim Sukses Sulgani-Sujari, yang kemudian dibenarkan oleh KPU yang sudah menerima tembusan suratnya.
Muhril mengatakan, pihaknya juga menolak hasil Pilkada dan melakukan gugatan ke MK. Seperti pihak Dodi-Islan, dia juga menilai penyelenggaraan Pilkada Muba tidak sesuai dengan kehendak rakyat Muba. Dimana, kata Muhril, dalam prosesnya banyak terjadi kecurangan seperti keterlibatan PNS, mobilisasi massa, penggelembungan DPT, dan masih banyak lagi.
“Untuk memperkuat gugatan ini, kami sudah berada di Jakarta bersama 40 orang saksi yang akan menyokong rekomendasi MK untuk Pilkada ulang,” katanya.
Dimintai komentar terkait gugatan dari kedua kompetitornya, pasangan Pahri-Beni yang sudah ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Muba 2011, hanya tersenyum dingin. Alvian, Ketua Tim Sukses Pahri-Beni mengatakan, pihaknya sangat menghargai upaya penggugatan oleh kedua tim kompetitornya. Namun, lanjut dia, jika bicara saksi atau pun bukti-bukti, pihaknya merasa lebih siap.
“Dalam kondisi dan situasi apa pun kita harus siap. Bicara pelanggaran dan bukti serta saksi, saya kira mayarakat Muba sudah maklum siapa curang dan siapa dicurangi. Akan lebih baik kita ikuti proses hukum, mudah-mudahan semua keraguan terjawab,” pungkasnya. (her)
Program E-KTP Ditargetkan Sukses Tiga Bulan
Musi Rawas, SN
Pemerintah kabupaten Musi Rawas (Mura) belum lama ini telah melakukan launching program KTP Elektronik (E-KTP). Ditargetkan program ini tiga bulan bisa sukses sebagaimana yang di harapkan.
Bupati Musi Rawas H. Ridwan Mukti mengungkapkan bahwa pencanangan KTP Elektronik ini merupakan rangkaian kegiatan pemerintah. Untuk itu dalam pelaksanaannya akan menjadi tantangan tersendiri, selain itu juga kendala teknis harus terus dipantau agar tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaannya. Hal yang paling mungkin menjadi penghambat secara teknis yaitu menyangkut kendala listrik, peralatan hingga operator.
“Kalau semua bisa berjalan dengan baik di tingkat kecamatan sekitar tiga bulan program ini kita bisa disukseskan,” katanya, Senin (10/10).
Ditambahkannya, selain masalah listrik masalah pokok lain adalah operator yang ada ditingkat kecamatan karena cepat atau lambatnya proses pembuatan KTP elektronik tergantung dari kualitas operator itu sendiri. Oleh karena itu, pembinaan dan pelatihan untuk operator juga menjadi hal yang sangat penting. Diluar kendala tersebut yaitu ada kendala lain yaitu menyangkut kultur masyarakat.
“Untuk lebih mempercepat suksesnya KTP elektronik ini, agar seluruh bentuk pelayanan masyarakat untuk memprioritaskan penggunaan KTP elektronik. Harapan kita Kabupaten Musi Rawas menjadi yang terbaik dalam pelayanan dan penerapannya,” tambahnya
Dijelaskannya, tujuan adanya program KTP elektonik tersebut untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan arti pentingnya dokumen kependudukan dan pencatatan sipil dalam menentukan status hukum masyarakat.
Dalam proses pembuatan KTP elektronik ini akan di ambil data dari setiap penduduk foto, tanda tangan, sidik jari, hingga rekam retina mata. Setelah proses tersebut maka penduduk itu akan mendapatkan single id number yang berlaku seumur hidup dan berlaku di seluruh daerah di Indonesia.
“Melalui program ini kedepannya tidak lagi terjadi status kependudukan ganda. Karena digunakan sidik jari dan identitas retina mata yang terintegrasi secara nasional,” jelasnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Musi Rawas, H. Dian Candera mengatakan bahwa sebagaimana dari hasil proses uji coba dan pelatihan berbagai kendala yang dihadapi kedepan diantaranya kemampuan perangkat e-KTP tersebut bergantung pada kestabilan tegangan listrik, juga tingkat pengertian individu masyarakat yang masih membutuhkan bimbingan dalam proses tersebut. Berdasarkan pendataan yang dilakukan jumlah masyarakat yang wajib KTP dengan batasan usia 17 tahun keatas terhitung 31 Desember 2011, berjumlah 410.324 orang.
“Program ini diharapkan bisa berjalan dengan baik sebab tujuan dari program ini bukan hanya untuk identitas tapi juga menyangkut status hukum masyarakat karena ini akan berlaku di seluruh Indonesia dan untuk seumur hidup,” demikian tandasnya. (fik)
Pemerintah kabupaten Musi Rawas (Mura) belum lama ini telah melakukan launching program KTP Elektronik (E-KTP). Ditargetkan program ini tiga bulan bisa sukses sebagaimana yang di harapkan.
Bupati Musi Rawas H. Ridwan Mukti mengungkapkan bahwa pencanangan KTP Elektronik ini merupakan rangkaian kegiatan pemerintah. Untuk itu dalam pelaksanaannya akan menjadi tantangan tersendiri, selain itu juga kendala teknis harus terus dipantau agar tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaannya. Hal yang paling mungkin menjadi penghambat secara teknis yaitu menyangkut kendala listrik, peralatan hingga operator.
“Kalau semua bisa berjalan dengan baik di tingkat kecamatan sekitar tiga bulan program ini kita bisa disukseskan,” katanya, Senin (10/10).
Ditambahkannya, selain masalah listrik masalah pokok lain adalah operator yang ada ditingkat kecamatan karena cepat atau lambatnya proses pembuatan KTP elektronik tergantung dari kualitas operator itu sendiri. Oleh karena itu, pembinaan dan pelatihan untuk operator juga menjadi hal yang sangat penting. Diluar kendala tersebut yaitu ada kendala lain yaitu menyangkut kultur masyarakat.
“Untuk lebih mempercepat suksesnya KTP elektronik ini, agar seluruh bentuk pelayanan masyarakat untuk memprioritaskan penggunaan KTP elektronik. Harapan kita Kabupaten Musi Rawas menjadi yang terbaik dalam pelayanan dan penerapannya,” tambahnya
Dijelaskannya, tujuan adanya program KTP elektonik tersebut untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan arti pentingnya dokumen kependudukan dan pencatatan sipil dalam menentukan status hukum masyarakat.
Dalam proses pembuatan KTP elektronik ini akan di ambil data dari setiap penduduk foto, tanda tangan, sidik jari, hingga rekam retina mata. Setelah proses tersebut maka penduduk itu akan mendapatkan single id number yang berlaku seumur hidup dan berlaku di seluruh daerah di Indonesia.
“Melalui program ini kedepannya tidak lagi terjadi status kependudukan ganda. Karena digunakan sidik jari dan identitas retina mata yang terintegrasi secara nasional,” jelasnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Musi Rawas, H. Dian Candera mengatakan bahwa sebagaimana dari hasil proses uji coba dan pelatihan berbagai kendala yang dihadapi kedepan diantaranya kemampuan perangkat e-KTP tersebut bergantung pada kestabilan tegangan listrik, juga tingkat pengertian individu masyarakat yang masih membutuhkan bimbingan dalam proses tersebut. Berdasarkan pendataan yang dilakukan jumlah masyarakat yang wajib KTP dengan batasan usia 17 tahun keatas terhitung 31 Desember 2011, berjumlah 410.324 orang.
“Program ini diharapkan bisa berjalan dengan baik sebab tujuan dari program ini bukan hanya untuk identitas tapi juga menyangkut status hukum masyarakat karena ini akan berlaku di seluruh Indonesia dan untuk seumur hidup,” demikian tandasnya. (fik)
Uang Palsu Marak Beredar di Pagaralam
Pagaralam, SN
Uang palsu marak beredar didalam masyarakat Kota Pagaralam, terutama pecahan Rp 50 ribuan dan Rp 100 ribuan. Penyebaran uang palsu tersebut mayoritas melalui transaksi pembayaran ongkos ojek dan warung manisan.
"Kita sudah melakukan penyelidikan dan menurunkan tim khusus melacak sumber yang diduga kuat menjadi lokasi pembuatan dan peredaran uang palsu di Pagaralam," kata Kasat Reskrim Polres Pagaralam, Iptu Hendrawan, Senin (10/10).
Menurutnya, peredaran uang palsu pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu kemungkinan besar di cetak di Pagaralam sendiri, namun belum dapat diindentifikasi tempat dan pelakunya.
"Belum bisa diketahui dengan pasti apa uang palsu yang ditemukan sejumlah tukang ojek atau warung tersebut dibuat di daerah ini, karena baik pelaku dan indikasi lokasi pembuatan masih belum jelas," ungkapnya.
Dikatakanya, beberapa waktu lalu tim gabungan dari Reskrim dan Intelijen sudah melakukan pelacakan, namun belum ada barang bukti (BB) karena semua program komputer menggunakan kunci atau sandi.
"Kalau BB berupa lembaran uang belum berhasil ditemukan dan ketika kita ingin mengungkap melalui program komputer semuanya terkunci," ungkap dia.
Kecurigaan, kata dia, muncul kerena ada sebuah rumah tempat kost dihuni salah seorang mahasiswa memiliki peralatan cukup lengkap.
Dia mencontohkan, mesin cetak, kumputer, scaner dan sejumlah peralatan pemotong kertas cukup canggih.
"Kalau untuk kebutuhan usaha percetakan tidak ditemukan adanya kegiatan percetakan, dan kegiatan juga dilakukan dengan sangat tertutup," ungkap dia.
Senada dengan Hendrawan ditegaskan, Wakil Kepala Polres Pagaralam, Kompol Munaspin, uang palsu kondisi fisik dan dilihat sepintas cukup mirip baik ukuran dan warnannya dengan yang asli.
"Hanya saja bila diterawang tidak terdapat benang dan gambar tokoh atau pahlawannya termasuk garis hitam ditengah-tengah," ungkap dia. Kemudian hanya dengan sedikit tarikan saja sudah putus dan bila terkena air warna langsung berubah.
"Saat ini kita sudah menerjukan puluhan personil untuk melakukan penyelidikan terhadap maraknya peredaran uang palsu tersebut, pelaku sulit dilakukan pelacakan karena setelah melakukan aksinya langsung menghilang," ungkapnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan lebih teliti dengan uang saat melakukan transaksi karena kesempatan lengah ini akan dimanfaatkan untuk penipuan.
Sementara Hendrik, warga Kecamatan Pagaralam Utara, mengaku pernah menerima uang palsu dari pembeli yang berbelanja rokok dan pulsa handphond, pembeli itu memberikan uang pembayaran pecahan Rp50.000, karena tidak merasa curiga, ia tidak memeriksa uang tersebut.
"Memang kalau sekilas tidak ada perbedaan dan semuanya cukup mirip tapi kalau sudah dilihat secara detail baru ada perbedaan, baik bentuk, warna dan ketebalannya," ujarnya. (asn)
Uang palsu marak beredar didalam masyarakat Kota Pagaralam, terutama pecahan Rp 50 ribuan dan Rp 100 ribuan. Penyebaran uang palsu tersebut mayoritas melalui transaksi pembayaran ongkos ojek dan warung manisan.
"Kita sudah melakukan penyelidikan dan menurunkan tim khusus melacak sumber yang diduga kuat menjadi lokasi pembuatan dan peredaran uang palsu di Pagaralam," kata Kasat Reskrim Polres Pagaralam, Iptu Hendrawan, Senin (10/10).
Menurutnya, peredaran uang palsu pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu kemungkinan besar di cetak di Pagaralam sendiri, namun belum dapat diindentifikasi tempat dan pelakunya.
"Belum bisa diketahui dengan pasti apa uang palsu yang ditemukan sejumlah tukang ojek atau warung tersebut dibuat di daerah ini, karena baik pelaku dan indikasi lokasi pembuatan masih belum jelas," ungkapnya.
Dikatakanya, beberapa waktu lalu tim gabungan dari Reskrim dan Intelijen sudah melakukan pelacakan, namun belum ada barang bukti (BB) karena semua program komputer menggunakan kunci atau sandi.
"Kalau BB berupa lembaran uang belum berhasil ditemukan dan ketika kita ingin mengungkap melalui program komputer semuanya terkunci," ungkap dia.
Kecurigaan, kata dia, muncul kerena ada sebuah rumah tempat kost dihuni salah seorang mahasiswa memiliki peralatan cukup lengkap.
Dia mencontohkan, mesin cetak, kumputer, scaner dan sejumlah peralatan pemotong kertas cukup canggih.
"Kalau untuk kebutuhan usaha percetakan tidak ditemukan adanya kegiatan percetakan, dan kegiatan juga dilakukan dengan sangat tertutup," ungkap dia.
Senada dengan Hendrawan ditegaskan, Wakil Kepala Polres Pagaralam, Kompol Munaspin, uang palsu kondisi fisik dan dilihat sepintas cukup mirip baik ukuran dan warnannya dengan yang asli.
"Hanya saja bila diterawang tidak terdapat benang dan gambar tokoh atau pahlawannya termasuk garis hitam ditengah-tengah," ungkap dia. Kemudian hanya dengan sedikit tarikan saja sudah putus dan bila terkena air warna langsung berubah.
"Saat ini kita sudah menerjukan puluhan personil untuk melakukan penyelidikan terhadap maraknya peredaran uang palsu tersebut, pelaku sulit dilakukan pelacakan karena setelah melakukan aksinya langsung menghilang," ungkapnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan lebih teliti dengan uang saat melakukan transaksi karena kesempatan lengah ini akan dimanfaatkan untuk penipuan.
Sementara Hendrik, warga Kecamatan Pagaralam Utara, mengaku pernah menerima uang palsu dari pembeli yang berbelanja rokok dan pulsa handphond, pembeli itu memberikan uang pembayaran pecahan Rp50.000, karena tidak merasa curiga, ia tidak memeriksa uang tersebut.
"Memang kalau sekilas tidak ada perbedaan dan semuanya cukup mirip tapi kalau sudah dilihat secara detail baru ada perbedaan, baik bentuk, warna dan ketebalannya," ujarnya. (asn)
Langganan:
Postingan (Atom)
Press
My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.


























