Prabumulih, SN
Pisang Lilin milik Yuke (32) warga Gunung Ibul Barat RT 03, RW 03 No 3 Kecamatan Prabumulih Timur memiliki keunikan tersendiri. Pisang itu berbuah di tengah batang hingga menjadi tontonan warga.
Dikatakan Yuke, dari empat pohon pisang lilin miliknya, ada satu batang yang cukup unik yakni berbuah di tengah batang , padahal batang pisang tersebut sudah hampir mati sebab nampak daun pisang sudah layu dan kering dan batangnya pun nyaris mati.
“Awalnya adik saya Aman (20) yang melihat pisang saat main di belakang rumah tidak jauh dari tanaman pisang. Saat itu yang nampak hanya jantung pisangnya saja sebab tertutupi dedaunan pisang lainnya. Karena penasaran akhirnya daun pisang dipangkasnya. Baru kelihatan ruas buah pisang, tapi anehnya pisang tersebut berbuahnya di tengah batang bukan di atas pelepah pisang pada umumnya," kata Yuke.
Karena unik lanjut Yuke, pohon pisang itu difotonya. Saat selesai difoto, ada penampakan mahluk halus yang menyeramkan. Selain itu saat difoto kembali ternyata juga menampilkan beberapa gambar yang menyeramkan.
“Sejak kejadian itu akhirnya keempat pisang Lilin tersebut kita pagar keliling dengan menggunakan bambu kuning dan kita tutupi dengan terpal supaya tidak menarik perhatian warga sekitar sebab kita ingin kejadian aneh ini membuat heboh warga sekitar," terangnya.
Sementara itu paranormal Totong (39) menjelaskan, di batang pisang Lilin tersebut ada penunggunya yakni sebangsa jin yang berbentuk binatang monyet dan harimau. Mereka ini jenis jin perempuan tapi menyerupai binatang dan mereka hanya menjadikan pisang tersebut sebagai tempat tinggal sementara dan tidak akan mengganggu.
"Kebetulan pas lagi difoto mereka lagi lewat menuju pisang teresebut sebab saat ini pisang tersebut sudah jadi tempat kediaman mereka. Jadi biarkan saja jangan diganggu apalagi ditebang sebab bisa berakibat fatal misalnya sakit, gila dan lainya," sarannya. (and)
Jumat, 27 Januari 2012
Warga Kikim Selatan Minta Kejelasan Lahan Kebun
Lahat, SN
Puluhan warga Desa Pagardin dan Karang Caya Kecamatan Kikim Selatan, Kamis (26/1) pukul 10.00 WIB mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lahat untuk meminta kejelasan tentang lahan batas perkebunan yang diduga diklaim PT Aditarwan, perusahaan perkebunan.
Beberapa perwakilan masyarakat yang jumlahnya puluhan ini mengadakan pertemuan di ruang rapat BPN dengan didampingi Kepala BPN Muchtar SH MM bersama pihak dari Kecamatan Kikim Selatan yang diwakili Kasi Pemerintahan Alamsyah Hamli, Polsek Kikim Selatan, Polsek Kikim Tengah, Polres Lahat, Kades Pagardin Anton dan beberapa orang dari perwakilan PT Aditarwan.
Menurut Kepala BPN Muchtar, PT Aditarwan yang beroperasi sejak sekitar 1995 ini waktu itu memiliki luas perkebunan sekitar 1000 hektar lalu berdasarkan surat-surat yang dimiliki BPN adanya pengurangan lahan sejak 1997 yaitu menjadi 790 Ha.
“Namun di lapangan patok-patok yang ada memang sudah ada yang hilang walaupun sebagian lagi masih ada,” jelasnya.
Kepada kedua belah pihak intinya BPN meminta data-data yang ada dari setiap perubahan sebab peta rinci yang di BPN sendiri belum adanya perubahan wilayah mana yang diserahkan pada masyarakat baik sebagai plasma dan lain sebagainya.
“Kalau salah satu pihak tidak bisa menampilkan data yang ada maka silahkan saja dilakukan sebagaimana mestinya. Bila PT Aditarwan tidak bisa menampilkan data yang diperlukan maka warga silahkan saja mematoknya sementara begitu juga sebaliknya yang terjadi warga harus bisa menerima kenyataan apabila bukti-bukti jelas ada bahwa lahan tersebut dari perusahaan,” papar Muchtar.
Hasibuan alias Iwan perwakilan dari warga ini mengungkapkan bahwa juga saat itu adanya kesepakatan bahwa pada tahun 1998 dengan PT Aditarwan dan warga setempat tentang pemberian lahan kepada warga yang ada.
“Lahan plasma yang harusnya diberikan pada warga pada 2007 yang berada di seberang sungai Resik namun hingga saat ini belum juga diberikan, yang awalnya 163 Ha pada 1997 dan 1998 lalu pada tahun 2000-an berikutnya penambahan lahan menjadi 600 Ha sehingga warga sangat menantikan hal ini,” kata Iwan.
Dari surat kesepakatan tersebut terlihat bahwa 303 Ha lahan yang merupakan status quo, 60 Ha lahan diserahkan pada transmigrasi Keban Agung, lalu 163 Ha sebagai plasma KPPA sebanyak 300 paket yang akan diberikan pada warga.
Yang terjadi kerancuan dari pembahasan ini lahan tersebut berada di seberang sungai resik atau sebelah sungai resik. Warga dan BPN mengharapkan nantinya saksi-saksi yang membuat kesepakatan saat itu bisa dihadirkan nantinya, demikian ditambahkan Kades Pagardin Anton dalam acara pertemuan ini, kemarin (26/1).
“Sebaiknya saksi-saksi dari warga, petugas BPN dan dari perangkat saat itu begitu pula dari PT Aditarwan agar tidak lagi terjadi keraguan akan letak lahan tersebut,” jelas Anton.
Pihak PT Aditarwan sendiri melalui salah satu pegawainya yang hadir sebagai perwakilan, Maryanto siap menunjuk data-data yang ada. “Baik data ganti rugi dan lahan yang ada hanya saja kita kita meminta waktu untuk menghadirkan saksi dan mengumpulkan data dari manajemen lama perusahaan tersebut,” ulasnya.
Akhirnya diambil kesepakatan dalam berita acara yang ada pada 9 Februari 2012 peta rinci milik perusahaan diserahkan pada BPN untuk dipelajari dan juga milik warga.
“Dan kita adakan pertemuan kembali untuk menentukan langkah selanjutnya dengan menghadirkan saksi-saksi baik dari warga, perangakat pemerintah saat itu, BPN dan pihak PT Aditarwan pada 28 Februari mendatang,” jelas Kepala BPN Muchtar.
Alamsyah Hamli selaku Kasi Pemerintahan Kecamatan Kikim Selatan berharap hal ini bisa cepat terselesaikan dengan adanya data-data lengkap tersebut mengenai lokasi yang harusnya diserahkan pada warga.
”Supaya tidak terjadi kerancuan dan merugikan kedua belah pihak,” pungkasnya. (riz)
Puluhan warga Desa Pagardin dan Karang Caya Kecamatan Kikim Selatan, Kamis (26/1) pukul 10.00 WIB mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lahat untuk meminta kejelasan tentang lahan batas perkebunan yang diduga diklaim PT Aditarwan, perusahaan perkebunan.
Beberapa perwakilan masyarakat yang jumlahnya puluhan ini mengadakan pertemuan di ruang rapat BPN dengan didampingi Kepala BPN Muchtar SH MM bersama pihak dari Kecamatan Kikim Selatan yang diwakili Kasi Pemerintahan Alamsyah Hamli, Polsek Kikim Selatan, Polsek Kikim Tengah, Polres Lahat, Kades Pagardin Anton dan beberapa orang dari perwakilan PT Aditarwan.
Menurut Kepala BPN Muchtar, PT Aditarwan yang beroperasi sejak sekitar 1995 ini waktu itu memiliki luas perkebunan sekitar 1000 hektar lalu berdasarkan surat-surat yang dimiliki BPN adanya pengurangan lahan sejak 1997 yaitu menjadi 790 Ha.
“Namun di lapangan patok-patok yang ada memang sudah ada yang hilang walaupun sebagian lagi masih ada,” jelasnya.
Kepada kedua belah pihak intinya BPN meminta data-data yang ada dari setiap perubahan sebab peta rinci yang di BPN sendiri belum adanya perubahan wilayah mana yang diserahkan pada masyarakat baik sebagai plasma dan lain sebagainya.
“Kalau salah satu pihak tidak bisa menampilkan data yang ada maka silahkan saja dilakukan sebagaimana mestinya. Bila PT Aditarwan tidak bisa menampilkan data yang diperlukan maka warga silahkan saja mematoknya sementara begitu juga sebaliknya yang terjadi warga harus bisa menerima kenyataan apabila bukti-bukti jelas ada bahwa lahan tersebut dari perusahaan,” papar Muchtar.
Hasibuan alias Iwan perwakilan dari warga ini mengungkapkan bahwa juga saat itu adanya kesepakatan bahwa pada tahun 1998 dengan PT Aditarwan dan warga setempat tentang pemberian lahan kepada warga yang ada.
“Lahan plasma yang harusnya diberikan pada warga pada 2007 yang berada di seberang sungai Resik namun hingga saat ini belum juga diberikan, yang awalnya 163 Ha pada 1997 dan 1998 lalu pada tahun 2000-an berikutnya penambahan lahan menjadi 600 Ha sehingga warga sangat menantikan hal ini,” kata Iwan.
Dari surat kesepakatan tersebut terlihat bahwa 303 Ha lahan yang merupakan status quo, 60 Ha lahan diserahkan pada transmigrasi Keban Agung, lalu 163 Ha sebagai plasma KPPA sebanyak 300 paket yang akan diberikan pada warga.
Yang terjadi kerancuan dari pembahasan ini lahan tersebut berada di seberang sungai resik atau sebelah sungai resik. Warga dan BPN mengharapkan nantinya saksi-saksi yang membuat kesepakatan saat itu bisa dihadirkan nantinya, demikian ditambahkan Kades Pagardin Anton dalam acara pertemuan ini, kemarin (26/1).
“Sebaiknya saksi-saksi dari warga, petugas BPN dan dari perangkat saat itu begitu pula dari PT Aditarwan agar tidak lagi terjadi keraguan akan letak lahan tersebut,” jelas Anton.
Pihak PT Aditarwan sendiri melalui salah satu pegawainya yang hadir sebagai perwakilan, Maryanto siap menunjuk data-data yang ada. “Baik data ganti rugi dan lahan yang ada hanya saja kita kita meminta waktu untuk menghadirkan saksi dan mengumpulkan data dari manajemen lama perusahaan tersebut,” ulasnya.
Akhirnya diambil kesepakatan dalam berita acara yang ada pada 9 Februari 2012 peta rinci milik perusahaan diserahkan pada BPN untuk dipelajari dan juga milik warga.
“Dan kita adakan pertemuan kembali untuk menentukan langkah selanjutnya dengan menghadirkan saksi-saksi baik dari warga, perangakat pemerintah saat itu, BPN dan pihak PT Aditarwan pada 28 Februari mendatang,” jelas Kepala BPN Muchtar.
Alamsyah Hamli selaku Kasi Pemerintahan Kecamatan Kikim Selatan berharap hal ini bisa cepat terselesaikan dengan adanya data-data lengkap tersebut mengenai lokasi yang harusnya diserahkan pada warga.
”Supaya tidak terjadi kerancuan dan merugikan kedua belah pihak,” pungkasnya. (riz)
Kamis, 26 Januari 2012
Ribuan Petani Lahat Aksi ke PT Lonsum
Lahat, SN
Giliran petani dari Desa Sukamakmur Kencana Sari Cempaka Sakti, Sukoharjo, dan Putrawaraja, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, melakukan aksi terkait konflik lahan.
Mereka mendatangi area perkebunan PT London Sumatera (Lonsum) di sekitar desa tersebut. Mereka menuntut perusahaan segera mengembalikan lahan, yang diambil alih sejak 2003.
Aksi dilakukan Rabu kemarin (25/1) sejak pukul 09.00 dan berlangsung di area 78, di perkebunan inti milik PT Lonsum.
Para pengunjukrasa membawa spanduk dan pamflet yang dibentangkan di tepi jalan. Isinya antara lain "Pemda Lahat Tidak Bijak Tanah Kami Dibajak”, “Kepada Semua Media Indonesia Tolong Sampaikan Persoalan Kami ke SBY”. Mereka pun lantas menyampaikan orasi-orasinya.
"Kami minta PT Lonsum segera mengembalikan lahan kami. Lahan itu hak kami," ujar seorang pendemo saat berorasi.
Setelah puas melakukan orasi, mereka kemudian masuk ke dalam perkebunan sawit PT Lonsum. Mereka mematoki lahan yang mereka klaim telah dirampas PT Lonsum. Mereka pun mematok lahan tersebut dengan ratusan kayu yang dicat warna merah di bagian ujungnya.
"Kami mematok lahan kami. Kami bukan mematok lahan milik PT Lonsum. Lahan kami yang justru diambil perusahaan tersebut," kata Anto, warga Desa Sukoharjo, kepada pers.
Sebagai informasi, lahan seluas 200 hektare itu dulunya merupakan lahan plasma yang diambil dari Desa Sukamakmur. Tapi kebun plasma itu kemudian menjadi kebun Inti. Hal sama terjadi pada empat desa lainnya, tapi luas lahan yang diambil PT Lonsum tidak jelas luasnya.
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, aksi para petani itu dikawal ketat ratusan polisi dari Polres Lahat. Di lokasi juga tampak Wakapolres Lahat Kompol Adi Ferdian, Kabag Ops Kompol Kudri, Kasat Reskrim AKP Syahir, Kasat Intel AKP Budiman, serta Kapolsek Kikim Timur AKP Alfiansyah.
"Saya minta selama aksi ini jangan melakukan tindakan anarkis. Silakan kalian menyalurkan aspirasi, tetapi saya mohon harus tetap berjalan damai," kata Kompol Adi Ferdian kepada pengunjukrasa. (tw/anw/DEt)
Giliran petani dari Desa Sukamakmur Kencana Sari Cempaka Sakti, Sukoharjo, dan Putrawaraja, Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, melakukan aksi terkait konflik lahan.
Mereka mendatangi area perkebunan PT London Sumatera (Lonsum) di sekitar desa tersebut. Mereka menuntut perusahaan segera mengembalikan lahan, yang diambil alih sejak 2003.
Aksi dilakukan Rabu kemarin (25/1) sejak pukul 09.00 dan berlangsung di area 78, di perkebunan inti milik PT Lonsum.
Para pengunjukrasa membawa spanduk dan pamflet yang dibentangkan di tepi jalan. Isinya antara lain "Pemda Lahat Tidak Bijak Tanah Kami Dibajak”, “Kepada Semua Media Indonesia Tolong Sampaikan Persoalan Kami ke SBY”. Mereka pun lantas menyampaikan orasi-orasinya.
"Kami minta PT Lonsum segera mengembalikan lahan kami. Lahan itu hak kami," ujar seorang pendemo saat berorasi.
Setelah puas melakukan orasi, mereka kemudian masuk ke dalam perkebunan sawit PT Lonsum. Mereka mematoki lahan yang mereka klaim telah dirampas PT Lonsum. Mereka pun mematok lahan tersebut dengan ratusan kayu yang dicat warna merah di bagian ujungnya.
"Kami mematok lahan kami. Kami bukan mematok lahan milik PT Lonsum. Lahan kami yang justru diambil perusahaan tersebut," kata Anto, warga Desa Sukoharjo, kepada pers.
Sebagai informasi, lahan seluas 200 hektare itu dulunya merupakan lahan plasma yang diambil dari Desa Sukamakmur. Tapi kebun plasma itu kemudian menjadi kebun Inti. Hal sama terjadi pada empat desa lainnya, tapi luas lahan yang diambil PT Lonsum tidak jelas luasnya.
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, aksi para petani itu dikawal ketat ratusan polisi dari Polres Lahat. Di lokasi juga tampak Wakapolres Lahat Kompol Adi Ferdian, Kabag Ops Kompol Kudri, Kasat Reskrim AKP Syahir, Kasat Intel AKP Budiman, serta Kapolsek Kikim Timur AKP Alfiansyah.
"Saya minta selama aksi ini jangan melakukan tindakan anarkis. Silakan kalian menyalurkan aspirasi, tetapi saya mohon harus tetap berjalan damai," kata Kompol Adi Ferdian kepada pengunjukrasa. (tw/anw/DEt)
KPU Anggarkan Rp 900 Juta Untuk Persiapan Pilkada
Banyuasin SN, SN
Masa jabatan Ketua dan anggota KPUD Banyuasin tidak diperpendek. Dalam UU No 15 Tahun 2011, kalimat diperpendek itu sudah tidak ada lagi. Artinya, tugas dan jabatan KPU yang dijabat Yusarlah Cs akan berakhir pada tahun 2014 mendatang. Demikian diungkapkan Ketua KPUD Banyuasin Yusarlah SAg usai rapat koordinasi di KPUD Banyuasin, Rabu (25/1).
Menurutnya, saat ini KPUD Banyuasin masih kosentrasi dalam melakukan persiapan pelaksanaan Pilkada, karenanya dalam APBD tahun ini, KPUD Banyuasin menganggarkan dana sebesar Rp 900 juta khusus untuk persiapan Pilkada. Anggaran ini diluar honorium pegawai dan tenaga harian lepas (THL).
Persiapan Pilkada yang dilakukan meliputi sosialisasi yang dilakukan di 17 Kecamatan ditambah dengan pembentukan PPK dan PPS. Penyeleksian PPK dan PPS berdasarkkan Peraturan KPU No 10 Tahun 2010 harus dilakukan hingga ke seluruh Kecamatan. “Karenanya yang paling banyak makan biaya itu saat pembentukan PPK dan PPS. “ kata Yusarlah.
Honorium baru akan diterima setelah dilakukan tahapan pelaksanaan Pilkada. “Itu anggarannya lain lagi, dan baru akan kami lakukan setelah melakukan koordinasi dengan KPU Propinsi dan KPU Pusat, diperkirakan tahapan pelaksanaan Pilkada sekitar bulan Agustus atau September mendatang,“ jelasnya.
Bagaimana dengan aturan pelaksanaan Pilkada ? dijelaskannya, hingga saat ini draft UU Pilkada belum juga rampung dilaksanakan. Karenanya hingga saat ini KPU tetap berpatokan dengan UU No 32 Tahun 2004, sebagai dasar pelaksanaan Pilkada.
“Tetapi bukan tidak mungkin, setelah draft tersebut disetujui dan disahkan oleh DPR RI, UU yang baru itu yang akan kami jadikan acuan pelaksanaan Pilkada. Tapi tentu dibutuhkan waktu lagi, paling tidak untuk mensosialisasikan undang-undang tersebut. “ ujarnya.
Bagaimana dengan Partai Politik ? dikatakannya, partai politik yang berhak ikut hanya partai politik yang lulus verifikasi pusat, baik sebagai partai pendukung maupun partai pengusung. (sir)
Masa jabatan Ketua dan anggota KPUD Banyuasin tidak diperpendek. Dalam UU No 15 Tahun 2011, kalimat diperpendek itu sudah tidak ada lagi. Artinya, tugas dan jabatan KPU yang dijabat Yusarlah Cs akan berakhir pada tahun 2014 mendatang. Demikian diungkapkan Ketua KPUD Banyuasin Yusarlah SAg usai rapat koordinasi di KPUD Banyuasin, Rabu (25/1).
Menurutnya, saat ini KPUD Banyuasin masih kosentrasi dalam melakukan persiapan pelaksanaan Pilkada, karenanya dalam APBD tahun ini, KPUD Banyuasin menganggarkan dana sebesar Rp 900 juta khusus untuk persiapan Pilkada. Anggaran ini diluar honorium pegawai dan tenaga harian lepas (THL).
Persiapan Pilkada yang dilakukan meliputi sosialisasi yang dilakukan di 17 Kecamatan ditambah dengan pembentukan PPK dan PPS. Penyeleksian PPK dan PPS berdasarkkan Peraturan KPU No 10 Tahun 2010 harus dilakukan hingga ke seluruh Kecamatan. “Karenanya yang paling banyak makan biaya itu saat pembentukan PPK dan PPS. “ kata Yusarlah.
Honorium baru akan diterima setelah dilakukan tahapan pelaksanaan Pilkada. “Itu anggarannya lain lagi, dan baru akan kami lakukan setelah melakukan koordinasi dengan KPU Propinsi dan KPU Pusat, diperkirakan tahapan pelaksanaan Pilkada sekitar bulan Agustus atau September mendatang,“ jelasnya.
Bagaimana dengan aturan pelaksanaan Pilkada ? dijelaskannya, hingga saat ini draft UU Pilkada belum juga rampung dilaksanakan. Karenanya hingga saat ini KPU tetap berpatokan dengan UU No 32 Tahun 2004, sebagai dasar pelaksanaan Pilkada.
“Tetapi bukan tidak mungkin, setelah draft tersebut disetujui dan disahkan oleh DPR RI, UU yang baru itu yang akan kami jadikan acuan pelaksanaan Pilkada. Tapi tentu dibutuhkan waktu lagi, paling tidak untuk mensosialisasikan undang-undang tersebut. “ ujarnya.
Bagaimana dengan Partai Politik ? dikatakannya, partai politik yang berhak ikut hanya partai politik yang lulus verifikasi pusat, baik sebagai partai pendukung maupun partai pengusung. (sir)
Bandar Narkoba Perairan OKI Dibekuk Didalam Speedboad
Kayuagung, SN
Ahyar (40) warga Desa Tulung Selapan Ilir Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI dibekuk jajaran Polsek Tulung Selapan, Rabu (25/1) di atas speedboad. Dirinya merupakan bandar Narkoba yang sudah lama menjadi target operasi polisi.
Selain membekuk tersangka, petugas juga menyita barang bukti narkoba berupa 5 paket sedang sabu-sabu dan 20 butir ineks warna kuning berlogo Banteng. Tersangka dan Narkobanya lalu diserahkan Polsek ke Polres OKI untuk diproses di Satres Narkoba.
Kapolres OKI AKBP Agus F SIK diwakili AKP Yusuf yang menjabat Kasatres Narkoba dan Kasubag Humas Iptu Halim ditemui di Mapolres OKI kemarin menjelaskan, tersangka sudah lama menjadi incaran pihaknya untuk ditangkap karena diduga kerap menjual Narkoba.
Namun kata Yusuf, tersangka sangat gesit dalam menjalankan bisnis barang haram itu dan selalu kabur saat akan dibekuk. Namun kemarin pihaknya menerima informasi akurat bila tersangka sedang membawa narkoba untuk bertransaksi.
Mendapat informasi inilah, petugas Polsek Tulung Selapan dipimpin langsung Kapolseknya melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka. Tersangka yang saat itu menumpang speedboad dari dermaga Tulung Selapan menuju Desa Simpang Tiga.
Saat dalam perjalanan di atas sungai itulah, polisi langsung menghadangnya dan memeriksa tersangka. ”Modusnya, untuk menghilangkan Narkoba yang dibawanya, tersangka menyembunyikan barang bukti itu dengan cara menginjaknya namun diketahui petugas,” kata Yusuf.
Yusuf yang pernah menjabat Kapolsek Tanjung Lubuk OKI dan Kanit Narkoba pada Dir Narkoba Polda Sumsel menambahkan, pihaknya saat ini sedang mengembangkan kasus tertangkapnya Ahyar. Polisi sudah mengetahui identitas bandar besarnya berinisial MS yang kini menjadi incaran petugas.
Tersangka Ahyar dihadapan petugas riksa Polsek Tulung Selapan dan Satres Narkoba Polres OKI mengatakan, barang bukti itu yang disita polisi itu diperolehnya dari bandar besarnya berinisial MN warga Tulung Selapan yang kini menjadi buruan polisi.
Ahyar merincikan, 1 paket sedang sabu-sabu itu harga pasarannya berkisar antara Rp 700-800 ribu dan 1 butir ineks sekitar Rp 250 ribu perbutir. Bisnis ini sudah lama dilakoninya, selain menjual Narkoba iapun turut mengkonsumsinya. (iso)
Ahyar (40) warga Desa Tulung Selapan Ilir Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI dibekuk jajaran Polsek Tulung Selapan, Rabu (25/1) di atas speedboad. Dirinya merupakan bandar Narkoba yang sudah lama menjadi target operasi polisi.
Selain membekuk tersangka, petugas juga menyita barang bukti narkoba berupa 5 paket sedang sabu-sabu dan 20 butir ineks warna kuning berlogo Banteng. Tersangka dan Narkobanya lalu diserahkan Polsek ke Polres OKI untuk diproses di Satres Narkoba.
Kapolres OKI AKBP Agus F SIK diwakili AKP Yusuf yang menjabat Kasatres Narkoba dan Kasubag Humas Iptu Halim ditemui di Mapolres OKI kemarin menjelaskan, tersangka sudah lama menjadi incaran pihaknya untuk ditangkap karena diduga kerap menjual Narkoba.
Namun kata Yusuf, tersangka sangat gesit dalam menjalankan bisnis barang haram itu dan selalu kabur saat akan dibekuk. Namun kemarin pihaknya menerima informasi akurat bila tersangka sedang membawa narkoba untuk bertransaksi.
Mendapat informasi inilah, petugas Polsek Tulung Selapan dipimpin langsung Kapolseknya melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka. Tersangka yang saat itu menumpang speedboad dari dermaga Tulung Selapan menuju Desa Simpang Tiga.
Saat dalam perjalanan di atas sungai itulah, polisi langsung menghadangnya dan memeriksa tersangka. ”Modusnya, untuk menghilangkan Narkoba yang dibawanya, tersangka menyembunyikan barang bukti itu dengan cara menginjaknya namun diketahui petugas,” kata Yusuf.
Yusuf yang pernah menjabat Kapolsek Tanjung Lubuk OKI dan Kanit Narkoba pada Dir Narkoba Polda Sumsel menambahkan, pihaknya saat ini sedang mengembangkan kasus tertangkapnya Ahyar. Polisi sudah mengetahui identitas bandar besarnya berinisial MS yang kini menjadi incaran petugas.
Tersangka Ahyar dihadapan petugas riksa Polsek Tulung Selapan dan Satres Narkoba Polres OKI mengatakan, barang bukti itu yang disita polisi itu diperolehnya dari bandar besarnya berinisial MN warga Tulung Selapan yang kini menjadi buruan polisi.
Ahyar merincikan, 1 paket sedang sabu-sabu itu harga pasarannya berkisar antara Rp 700-800 ribu dan 1 butir ineks sekitar Rp 250 ribu perbutir. Bisnis ini sudah lama dilakoninya, selain menjual Narkoba iapun turut mengkonsumsinya. (iso)
Warga Mengeluh, Biaya Carter Ambulance Tak Jelas
Indralaya, SN
Tidak jelasnya biaya carter ambulan yang membawa pasiensaat mau dirujuk ke rumah sakit dikeluhkan masyarakat di Ogan Ilir (OI).
Seperti diungkapkan Yudi warga Indralaya, salah satu keluarganya belum lama ini di rujuk dari Puskesmas Indralaya ke Rumah Sakit Muhammad Husien Palembang. Saat ingin merujuk keluarganya yang sakit terjadilah transaksi biaya ambulan membawa pasien sebesar Rp 300 ribu, hal ini membuat keluarga sempat kaget, tetapi karena tidak ada Pilihan lain akhirnya tetap menuruti tarif tersebut. Saat ditanya kejelasan dari biaya tersebut ternyata untuk biaya bensin dan sopir.
"Ternyata biaya tersebut untuk bensin dan sopir," ujar Yudi.
Saat dikonfirmasikan dengan pihak Dinas kesehatan Kabupaten OI melalui Kabid Progam dan Pellayanan kesehatan H.A.Pait Yusuf, SKM ternyata untuk carter ambulan tersebut memang ada Perda No 440/1335/SK/KES/IX/2009 yaitu sebesar Rp 5000/KM untuk biaya bensin dan sopir ambulan tersebut tetapi kalau pasien tersebut mempunyai kartu Jamsoskes atau Jamkesmas maka tidak dipungut alias gratis karena biayanya bisa diklaim ke dinas kesehatan.
Ditambahkan Fait agar masyarakat tidak ragu lagi terhadap pelayanan kesehatan yang ada setidaknya fasilitas yang ada bisa dimanfaatkan. (man)
Tidak jelasnya biaya carter ambulan yang membawa pasiensaat mau dirujuk ke rumah sakit dikeluhkan masyarakat di Ogan Ilir (OI).
Seperti diungkapkan Yudi warga Indralaya, salah satu keluarganya belum lama ini di rujuk dari Puskesmas Indralaya ke Rumah Sakit Muhammad Husien Palembang. Saat ingin merujuk keluarganya yang sakit terjadilah transaksi biaya ambulan membawa pasien sebesar Rp 300 ribu, hal ini membuat keluarga sempat kaget, tetapi karena tidak ada Pilihan lain akhirnya tetap menuruti tarif tersebut. Saat ditanya kejelasan dari biaya tersebut ternyata untuk biaya bensin dan sopir.
"Ternyata biaya tersebut untuk bensin dan sopir," ujar Yudi.
Saat dikonfirmasikan dengan pihak Dinas kesehatan Kabupaten OI melalui Kabid Progam dan Pellayanan kesehatan H.A.Pait Yusuf, SKM ternyata untuk carter ambulan tersebut memang ada Perda No 440/1335/SK/KES/IX/2009 yaitu sebesar Rp 5000/KM untuk biaya bensin dan sopir ambulan tersebut tetapi kalau pasien tersebut mempunyai kartu Jamsoskes atau Jamkesmas maka tidak dipungut alias gratis karena biayanya bisa diklaim ke dinas kesehatan.
Ditambahkan Fait agar masyarakat tidak ragu lagi terhadap pelayanan kesehatan yang ada setidaknya fasilitas yang ada bisa dimanfaatkan. (man)
Avanza 'Modif' Meledak di SPBU
Sekayu, SN
Sebuah mobil Toyota Avanza silver B 1037 XI yang dimodifikasi bagian dalam belakang untuk menampung BBM (premimum Red) tiba-tiba meledak dan mengeluarkan api dijok bagian belakang kendaraan usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) di lokasi SPBU 24.30.735 Jalan Merdeka Kota Sekayu, Rabu (25/1) sekitar pukul 06.45 WIB.
Akibat kejadian tersebut, membuat warga dan pengendara sepeda motor dan mobil di sekitar lokasi yang tengah mengisi BBM di SPBU tersebut, terkejut dan panik berhamburan keluar, karena khawatir SPBU tersebut ikut meledak.
Sementara sopir avanza yang diketahui bernama Gepeng itu masih selamat. Dan hanya menderita luka ringan (luring) di bagian kepala akibat ledakan dan rambut sempat terbakar.
Pantauan dilokasi, ledakan satu kali yang cukup keras tersebut membuat kaca mobil pecah berhamburan, sepeda motor yang membawa tumpukkan koran dikiri kanan motor turut terpental beberapa meter. Dilokasi ditemukan serpihan kaca, lampu dan puntung rokok. Dugaan sementara, sopir mobil itu usai mengisi BBM menghidupkan puntung rokok dan kaca mobil tertutup. Sementara dibagian jok belakang terdapat tangki tambahan untuk mengisi BBM.
“Sopir mobil itu habis nyedot BBM di SPBU itu. Tangkinya sudah di modifikasi di taruh dibelakang jok,” ujar Agus salah seorang warga yang lewat.
Pemilik SPBU 24.30.735 Yulius ketika dikonfirmasikan, mengaku tidak tahu persis kalau kendaraan avanza yang meledak itu mengisi di SPBU nya, karena yang melayani pembelian BBM petugasnya (anak buahnya).
"Yang jelas kita menjatahi setiap yang membeli BBM maksimal 30 liter," katanya seraya mengatakan, petugasnya saat ini tengah dimintai keterangan oleh pihak Polres Muba
Yulius juga mengelak, kalau SPBU nya ada kerjasama dengan pemilik kendaraan yang meledak tersebut, sebab dipastikan jatah pembelian BBM lebih dari 30 liter. "Kita tidak pernah lagi melayani pembelian jerigen, apalagi mobil yang dimodif tersbut," ujarnya.
Sementara Kapolres Muba AKBP Toto Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Maruly Pardede mengatakan, dugaan awal mobil meledak karena uap bensin yg disambar api. Dari dalam mobil ditemukan tangki modifikasi untuk menampung bensin.
"Jok mobil baris 2 dan 3 dicopot dan diganti tangki buatan dr plat. Mungkin karena kaca mobil tertutup rapat tidak ada udara, uap bensin ngebul di dalam mobil dan mungkin ada percikan api kemudian meledak. Kondisi mobil dalam keadaan kaca kanan kiri pecah, kaca depan retak. Namun tidak terbakar. Saat ini masih dalam penyelidikan intensif oleh petugas kita , sedangkan korban sudah dibawa ke RSUD Sekayu," ujarnya. (her)
Sebuah mobil Toyota Avanza silver B 1037 XI yang dimodifikasi bagian dalam belakang untuk menampung BBM (premimum Red) tiba-tiba meledak dan mengeluarkan api dijok bagian belakang kendaraan usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) di lokasi SPBU 24.30.735 Jalan Merdeka Kota Sekayu, Rabu (25/1) sekitar pukul 06.45 WIB.
Akibat kejadian tersebut, membuat warga dan pengendara sepeda motor dan mobil di sekitar lokasi yang tengah mengisi BBM di SPBU tersebut, terkejut dan panik berhamburan keluar, karena khawatir SPBU tersebut ikut meledak.
Sementara sopir avanza yang diketahui bernama Gepeng itu masih selamat. Dan hanya menderita luka ringan (luring) di bagian kepala akibat ledakan dan rambut sempat terbakar.
Pantauan dilokasi, ledakan satu kali yang cukup keras tersebut membuat kaca mobil pecah berhamburan, sepeda motor yang membawa tumpukkan koran dikiri kanan motor turut terpental beberapa meter. Dilokasi ditemukan serpihan kaca, lampu dan puntung rokok. Dugaan sementara, sopir mobil itu usai mengisi BBM menghidupkan puntung rokok dan kaca mobil tertutup. Sementara dibagian jok belakang terdapat tangki tambahan untuk mengisi BBM.
“Sopir mobil itu habis nyedot BBM di SPBU itu. Tangkinya sudah di modifikasi di taruh dibelakang jok,” ujar Agus salah seorang warga yang lewat.
Pemilik SPBU 24.30.735 Yulius ketika dikonfirmasikan, mengaku tidak tahu persis kalau kendaraan avanza yang meledak itu mengisi di SPBU nya, karena yang melayani pembelian BBM petugasnya (anak buahnya).
"Yang jelas kita menjatahi setiap yang membeli BBM maksimal 30 liter," katanya seraya mengatakan, petugasnya saat ini tengah dimintai keterangan oleh pihak Polres Muba
Yulius juga mengelak, kalau SPBU nya ada kerjasama dengan pemilik kendaraan yang meledak tersebut, sebab dipastikan jatah pembelian BBM lebih dari 30 liter. "Kita tidak pernah lagi melayani pembelian jerigen, apalagi mobil yang dimodif tersbut," ujarnya.
Sementara Kapolres Muba AKBP Toto Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Maruly Pardede mengatakan, dugaan awal mobil meledak karena uap bensin yg disambar api. Dari dalam mobil ditemukan tangki modifikasi untuk menampung bensin.
"Jok mobil baris 2 dan 3 dicopot dan diganti tangki buatan dr plat. Mungkin karena kaca mobil tertutup rapat tidak ada udara, uap bensin ngebul di dalam mobil dan mungkin ada percikan api kemudian meledak. Kondisi mobil dalam keadaan kaca kanan kiri pecah, kaca depan retak. Namun tidak terbakar. Saat ini masih dalam penyelidikan intensif oleh petugas kita , sedangkan korban sudah dibawa ke RSUD Sekayu," ujarnya. (her)
DPRD Empat Lawang Desak Pengusutan Dana Ramtek
Empat Lawang, SN
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Empat Lawang desak pihak berwenang mengusut tuntas realisasi dana bantuan Ramtek yang digelontorkan pemerintah Provinsi melalui Dinas Kehutanan Dan Perkebunan (Hutbun) Empat Lawang 2011 lalu. Diduga, dana tidak tepat sasaran dan disalahgunakan oknum pegawai Hutbun, pasalnya hingga saat ini belum ada realisasinya.
Anggota Komisi I DPRD Empat Lawang, Asmawi mengatakan, pihak terkait dalam hal ini Dishutbun Empat Lawang, harus menyikapi masalah ini dengan serius. “Selain ada dugaan penyimpangan dana, masalah ini juga sudah merugikan kelompok tani karena mereka tidak menerima bantuan dari Pemprov Sumsel, berupa biaya penanaman yang mencapai Rp 350 juta,” ungkap Asmawi, Rabu (25/1).
Selanjutnya Asmawi menyampaikan kepala dinas hutbuntamben harus meninindak lanjuti temuan ini, apapun bentuknya kadis harus mengetahui kegiatan instansi yang dipimpinnya,"kadis harus ikut bertanggung jawab dong," kata Asmawi.
Sementara itu, sebelumnya kadis hutbuntamben Susyanto Tunut mengaku tidak mengetahui dana bantuan ramtek. “Saya tidak bisa menjelaskan masalah ini, karena saya tidak mengetahui adanya bantuan Ramtek untuk Hutbuntamben,” ungkap Kadishutbun Empat Lawang, Susyanto Tunut, seraya mengatakan, silahkan menghubungi Kabid Kehutanan untuk informasi detailnya.
Diketahui sebelumnya bahwa dana ramtek sebesar Rp 117 juta sudah cair 2011 lalu, sebagai dana awal untuk pencairan dana bantuan berikutnya. Namun sangat disayangkan proses pencairan dan penggunaan tidak diketahui pimpinan instansi berwenang sehingga pengajuan untuk menerima dana lanjutan yang diperuntukkan untuk 22 Kelompok Bibit Rakyat (KBR) sebesar Rp 350 juta tidak bisa dicairkan, dengan ini pula dugaan praktek penyalahgunaan dana ramtek terbongkar. (eko)
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Empat Lawang desak pihak berwenang mengusut tuntas realisasi dana bantuan Ramtek yang digelontorkan pemerintah Provinsi melalui Dinas Kehutanan Dan Perkebunan (Hutbun) Empat Lawang 2011 lalu. Diduga, dana tidak tepat sasaran dan disalahgunakan oknum pegawai Hutbun, pasalnya hingga saat ini belum ada realisasinya.
Anggota Komisi I DPRD Empat Lawang, Asmawi mengatakan, pihak terkait dalam hal ini Dishutbun Empat Lawang, harus menyikapi masalah ini dengan serius. “Selain ada dugaan penyimpangan dana, masalah ini juga sudah merugikan kelompok tani karena mereka tidak menerima bantuan dari Pemprov Sumsel, berupa biaya penanaman yang mencapai Rp 350 juta,” ungkap Asmawi, Rabu (25/1).
Selanjutnya Asmawi menyampaikan kepala dinas hutbuntamben harus meninindak lanjuti temuan ini, apapun bentuknya kadis harus mengetahui kegiatan instansi yang dipimpinnya,"kadis harus ikut bertanggung jawab dong," kata Asmawi.
Sementara itu, sebelumnya kadis hutbuntamben Susyanto Tunut mengaku tidak mengetahui dana bantuan ramtek. “Saya tidak bisa menjelaskan masalah ini, karena saya tidak mengetahui adanya bantuan Ramtek untuk Hutbuntamben,” ungkap Kadishutbun Empat Lawang, Susyanto Tunut, seraya mengatakan, silahkan menghubungi Kabid Kehutanan untuk informasi detailnya.
Diketahui sebelumnya bahwa dana ramtek sebesar Rp 117 juta sudah cair 2011 lalu, sebagai dana awal untuk pencairan dana bantuan berikutnya. Namun sangat disayangkan proses pencairan dan penggunaan tidak diketahui pimpinan instansi berwenang sehingga pengajuan untuk menerima dana lanjutan yang diperuntukkan untuk 22 Kelompok Bibit Rakyat (KBR) sebesar Rp 350 juta tidak bisa dicairkan, dengan ini pula dugaan praktek penyalahgunaan dana ramtek terbongkar. (eko)
Komplotan Curanmor Dibongkar
Muara Enim, SN
Aksi komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil dibongkar. Tiga tersangka berikut 4 unit sepeda motor berhasil diamankan. Sebelumnya, para tersangka nyaris babak belur diamuk massa, beruntung kawanan curanmor tersebut berhasil lolos dengan menyelinap masuk kedalam hutan belukar dan perkebunan karet warga.
Ketiga tersangka yakni, Alfiansyah (22) warga Tegal Rejo Kecamatan Lawang Kidul, Ari (24) warga perumahan BTN Air Paku Kecamatan Lawang Kidul dan Sutrisno (21) warga Sariangan Kecamatan Lawang Kidul. Diamankan barang bukti, 4 unit sepeda motor, Yamaha Vixtion, Suzuki Satria FU, 2 Honda Beat.
Aksi nekat para tersangka dimulai menggasak sepeda motor milik korban, Rido (15) siswa kelas I SMP PGRI Muara Enim ketika diparkir di halaman rumah sakit umum HM Rabain Muara Enim, Senin malam (23/1). Korban malam itu, membesuk kakak perempuan Sutrisno yang tak lain telah dikenalnya.
Modus operandinya, salah satu tersangka, Sutrisno berpura-pura meminjam sepeda motor Beat milik korban dengan alasan untuk membeli nasi. Tanpa ada rasa curiga, Rido pun meminjamkan sepeda motornya kepada tersangka. Untuk mengelabui korban, Sutrisno menukar kunci kontak sepeda motor korban dengan kunci kontak Honda Beat yang lain.
Menjelang fajar, Selasa (24/1) sekitar pukul 02.00 WIB, para tersangka beraksi, namun eksekutornya, adalah tersangka Alfiansyah. Dengan mudah, tersangka Afiansyah membawa kabur sepeda motor Beat milik korban yang terparkir dihalaman rumah sakit. Agar tidak terbongkar akal bulus tersangka Sutrisno, kunci kontak korban ditukarkan kembali.
Keesokan paginya, korban kaget lantaran sepeda motornya telah lenyap di parkiran rumah sakit, meskipun telah dijaga oleh penjaga parkir rumah sakit. Pada hari itu juga, korban bersama orang tuanya melaporkan ke Polres Muara Enim. Namun ketika di BAP, Sutrisno dan Ari hanya sebagai saksi atas kehilangan sepeda motor milik korban.
Hebatnya lagi, siangnya, sekitar pukul 14.00 WIB, ketiga tersangka beraksi kembali dengan menggunakan dua sepeda motor. Ari berboncengan dengan Sutrisno mengendarai Yamaha Vixion sedangkan Alfiansyah mengendarai Honda Beat.
Sasarannya adalah warga perumahan tumbuh kecamatan Muara Enim, nasib bagus, para tersangka berhasil menggasak sepeda motor Yamaha FU yang terparkir dihalaman rumah warga tersebut.
Dengan kecepatan tinggi tersangka Ari yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixtion tak mampu mengendalikan laju kendaraannya hingga terperosok ke jurang yang dalamnya sekitar 3 meteran. Lalu, tersangka lainnya, Alfiansyah dan Sutrisno berusaha memberikan pertolongan untuk
mengangkat sepeda motor ke daratan.
Sial bagi para tersangka sekitar 1 km dari rumah korban, ada warga lain yang melihat dan mengenali sepeda motor milik warga perumahan tumbuh tersebut. Tak lama kemudian belasan warga yang mengendarai sepeda motor mengejarnya.
Tak ayal, ketiga tersangka mengambil langkah seribu meninggalkan sepeda motornya lalu masuk ke dalam hutan semak belukar menembus perkebunan karet warga. Meskipun telah disisiri tetapi para tersangka tak berhasil ditemukan. Kemudian, barang bukti sepeda motor milik kedua tersangka diamankan di Polres Muara Enim.
Malamnya, sekitar pukul 23.00 WIB, Tim Buser yang dipimpin Kanit Pidum Ipda Robert berhasil mengendus keberadaan tersangka Ari dan Alfiansyah yang berada di depan GOR Pancasila Muara Enim. Tak menunggu waktu lama, keduanya langsung disergap petugas.
Tak disangka-sangka di TKP tersebut petugas menemukan sepeda motor Honda Beat milik korban Rido yang hilang di parkiran rumah sakit umum HM Rabain. Ternyata, malam itu, kedua tersangka hendak menjualkannya kepada seorang penadah seharga 2 juta.
Setelah ditelusuri dan berdasarkan pengakuan kedua tersangka akhirnya masih ada tersangka lainnya yakni, Sutrisno yang tak lain mengenali Rido, korban kehilangan sepeda motor di parkiran rumah sakit.
Lalu, petugas memancing tersangka Sutrisno untuk membesuk kakak perempuannya yang dirawat di rumah sakit HM Rabain Muara Enim. Tengah malam sekitar, pukul 00.30 WIB, tersangka Sutrisno dapat dibekuk ketika memasuki halaman parkir rumah sakit.
Terpisah, jajaran buser Polsek Talang Ubi berhasil membekuk tersangka curanmor, Okta Saputra bin Junaidi, Selasa (24/1) sekitar pukul 14.00 WIB, di simpang Simpang Rasau Desa Sinas Dewa Kecamatan Talang Ubi. Turut diamankan barang bukti, 1 unit sepeda motor Honda Blade Respsol, 2 buah kunci T.
Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidum Ipda Robert, Rabu (25/1) membenarkan telah mengamankan ketiga tersangka berikut barang bukti 4 unit sepeda motor, diantaranya, dua milik tersangka dan sisanya milik korban.
Selain itu, kata Kasat, jajaran polsek Talang Ubi juga membekuk tersangka curanmor di Simpang Rasau Desa Sinar Dewa, serta mengamankan barang bukti sepeda motor dan kunci T.
“Kini tersangka telah kita tahan berikut mengamankan barang bukti sepeda motornya,” ungkap Kasat Reskrim. (yud)
Oknum Kades Terlibat Narkoba Terancam Dipecat
Musi Rawas, SN
Oknum kepala desa Kembang Tanjung kecamatan BTS Ulu yang diduga terlibat narkoba dan sudah di tetapkan tersangka oleh pihak Polres Lubuklinggau terancam sanksi secara administrasi yaitu pemberhentian dari jabatan sebagai kepala desa.
Menurut Sekretaris Inspektorat Kabupaten Musi Rawas (Mura), Yapan Selamat mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim untuk menindaklanjuti adanya oknum kepala desa yang terlibat narkoba. Terkait sanksi yang akan di jatuhklan akan disesuaikan dengan hasil temuan dan pemeriksaan tim yang sudah di bentuk tersebut.
“Sanksi terberat adalah pemberhentian dari jabatan sebagai kepala desa, tapi semua itu tergantung dengan pemeriksaan yang dilakukan,” katanya, Rabu (25/1).
Dia menambahkan, pihaknya hanya melakukan pemeriksaan berkaitan dengan jabatan yang melekat kepadanya yaitu sebagai kepala desa. Soal proses hukum semua itu sepenuhnya hak kepolisian.
Sementara itu Koordinator Gerakan Sumpah Undang – Undang (G SUU) Lubuklinggau – Musi Rawas, Herman Sawiran mengatakan dengan adanya oknum kades yang terlibat kasus narkoba maka hal ini mencoreng pemkab Mura sendiri. Sebab, selama ini Musi Rawas di kenal dengan adanya fakta integeritas bahwa perangkat pemkab Mura untuk tidak terlibat narkoba. Terlebih lagi dengan mengusung program Musi Rawas Darusallam bahwa hal ini sungguh perbuatan yang memalukan.
”Buktikan dengan menjatuhkan sanksi tegas sebagaimana yang di kampanyekan selama ini bahwa pemkab Musi Rawas perang terhadap penggunaan narkoba, ketika ada yang melanggar komitmen tersebut maka harus di buktikan dengan sanksi yang dijatuhkan,” demikian tandasnya. (fik)
Oknum kepala desa Kembang Tanjung kecamatan BTS Ulu yang diduga terlibat narkoba dan sudah di tetapkan tersangka oleh pihak Polres Lubuklinggau terancam sanksi secara administrasi yaitu pemberhentian dari jabatan sebagai kepala desa.
Menurut Sekretaris Inspektorat Kabupaten Musi Rawas (Mura), Yapan Selamat mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim untuk menindaklanjuti adanya oknum kepala desa yang terlibat narkoba. Terkait sanksi yang akan di jatuhklan akan disesuaikan dengan hasil temuan dan pemeriksaan tim yang sudah di bentuk tersebut.
“Sanksi terberat adalah pemberhentian dari jabatan sebagai kepala desa, tapi semua itu tergantung dengan pemeriksaan yang dilakukan,” katanya, Rabu (25/1).
Dia menambahkan, pihaknya hanya melakukan pemeriksaan berkaitan dengan jabatan yang melekat kepadanya yaitu sebagai kepala desa. Soal proses hukum semua itu sepenuhnya hak kepolisian.
Sementara itu Koordinator Gerakan Sumpah Undang – Undang (G SUU) Lubuklinggau – Musi Rawas, Herman Sawiran mengatakan dengan adanya oknum kades yang terlibat kasus narkoba maka hal ini mencoreng pemkab Mura sendiri. Sebab, selama ini Musi Rawas di kenal dengan adanya fakta integeritas bahwa perangkat pemkab Mura untuk tidak terlibat narkoba. Terlebih lagi dengan mengusung program Musi Rawas Darusallam bahwa hal ini sungguh perbuatan yang memalukan.
”Buktikan dengan menjatuhkan sanksi tegas sebagaimana yang di kampanyekan selama ini bahwa pemkab Musi Rawas perang terhadap penggunaan narkoba, ketika ada yang melanggar komitmen tersebut maka harus di buktikan dengan sanksi yang dijatuhkan,” demikian tandasnya. (fik)
Launching Insektisida 'Joki' oleh Bupati OKU Timur Diprotes
Palembang, SN
Launching insektisida 'Joki' (Jelas Komit) 400 SL oleh bupati OKU Timur, Herman Deru (HD) beberapa waktu lalu, diprotes oleh Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Ir Antoni Alam.
Menurutnya, kata launching yang digunakan Herman Deru, tidak tepat, karena insektisida 'Joki' 400 SL izin beredarnya sudah ada sejak tahun 2009 dan berakhir di tahun 2013 mendatang.
"Biasanya kata launching itu, menunjukkan sesuatu yang baru, dan pertama kali, tapi insektisida 'Joki' ini sudah beredar sejak tahun 2009 lalu, jadi tidak tepat kalau dikatakan launching," jelas Antoni, Selasa (24/1).
Selain itu, kata Antoni, pihaknya juga memprotes kegiatan yang dilakukan bupati OKU Timur itu, yang menggunakan halaman dan bangunan laboratorium Hama dan Penyakit Belitang, milik aset Pemprov Sumsel tanpa izin.
"Memang Kepala Laboratorium Hama dan Penyakit, Belitang telah menerima surat izin penggunaan lahan miliknya, namun, Kepala Laboratorium tidak pernah membalas surat itu, atau dengan kata lain belum ada izin terkait penggunaan bangunan," terang dia.
Senada Kepala Laboratorium Hama dan Penyakit, Belitang Dinas Pertanian Sumsel, Pardal SP mengaku menerima surat izin peminjaman bangunan dan halaman laboratorium, namun katanya, perizinan itu belum dikeluarkan, dan pihaknya belum membalas surat izin tersebut.
"Semuanya kan punya prosedur, termasuk izin penggunaan bangunan dan halaman milik laboratorium. Kita sudah membuat surat protes resmi ke kepala Balai di OKUT, yang ditembuskan ke Gubernur Sumsel dan bupati OKU Timur," ungkapnya.
Sekadar informasi, launching insektisida 'Joki' 400 SL oleh Bupati OKUT, Herman Deru dilakukan di Jalan Rasuan, Belitang Madang Raya, Sabtu (14/1) lalu. (awj)
Launching insektisida 'Joki' (Jelas Komit) 400 SL oleh bupati OKU Timur, Herman Deru (HD) beberapa waktu lalu, diprotes oleh Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Ir Antoni Alam.
Menurutnya, kata launching yang digunakan Herman Deru, tidak tepat, karena insektisida 'Joki' 400 SL izin beredarnya sudah ada sejak tahun 2009 dan berakhir di tahun 2013 mendatang.
"Biasanya kata launching itu, menunjukkan sesuatu yang baru, dan pertama kali, tapi insektisida 'Joki' ini sudah beredar sejak tahun 2009 lalu, jadi tidak tepat kalau dikatakan launching," jelas Antoni, Selasa (24/1).
Selain itu, kata Antoni, pihaknya juga memprotes kegiatan yang dilakukan bupati OKU Timur itu, yang menggunakan halaman dan bangunan laboratorium Hama dan Penyakit Belitang, milik aset Pemprov Sumsel tanpa izin.
"Memang Kepala Laboratorium Hama dan Penyakit, Belitang telah menerima surat izin penggunaan lahan miliknya, namun, Kepala Laboratorium tidak pernah membalas surat itu, atau dengan kata lain belum ada izin terkait penggunaan bangunan," terang dia.
Senada Kepala Laboratorium Hama dan Penyakit, Belitang Dinas Pertanian Sumsel, Pardal SP mengaku menerima surat izin peminjaman bangunan dan halaman laboratorium, namun katanya, perizinan itu belum dikeluarkan, dan pihaknya belum membalas surat izin tersebut.
"Semuanya kan punya prosedur, termasuk izin penggunaan bangunan dan halaman milik laboratorium. Kita sudah membuat surat protes resmi ke kepala Balai di OKUT, yang ditembuskan ke Gubernur Sumsel dan bupati OKU Timur," ungkapnya.
Sekadar informasi, launching insektisida 'Joki' 400 SL oleh Bupati OKUT, Herman Deru dilakukan di Jalan Rasuan, Belitang Madang Raya, Sabtu (14/1) lalu. (awj)
Pilkada di Sumsel dan Rawannya Konflik

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat
BEBERAPA kabupaten dan kota di wilayah Sumsel dalam waktu yang berdekatan akan menggelar Pilkada.
Sebut saja Kota Pagaralam, Lubuklinggau, Kabupaten Muara Enim, Banyuasin, dan Kabupaten Lahat.
Tentu hiruk pikuk tahapan Pilkada akan dilalui daerah-daerah untuk memilik kepala daerahnya secara langsung. Moment kampanye adalah yang paling akbar dari semua tahapan yang harus dilalui.
Diharapkan sampai habis semua proses Pilkada, semua elemen masyarakat bisa menahan diri. Kalaupun ada masalah yang muncul di ajang Pilkada, jangan sampai berkhir dengan konflik berkepanjangan, gesekan politik, benturan, atau aduan ke pihak yang berwajib.
Karena pengalaman sudah menunjukkan, konflik apapun namannya sebelum atau sesudah Pilkada di Indonesia, tak akan berkhir dengan manis. Karena ujung-ujungnnya rakyatlah yang dirugikan.
Kita ambil contoh di beberapa daerah, konflik yang dicetuskan dengan aksi protes di lapangan dalam bentuk demonstrasi, hanya bermuara kepada kerugian untuk rakyat. Apalagi kalau benturan itu mulai menyentuh wilayah yang lain, misalnya perusakan, benturan fisik, dan aksi anarkis.
Tak ada yang untung untuk kondisi ini. Bila kondisi yang disebutkan tersebut terjadi, apa yang dibangun dan dibanggakan sebelumnya akan rusak dan sia-sia saja.
Untuk itu, bilapun ada ketidakpuasaan atau temuan-temuan yang dianggap merugikan, mari kita selesaikan semua persoalan itu ke jalur hukum. Karena komplain, protes, maupun pengaduan pelanggaran telah diatur mekanismenya.
Mari kita hormati mekanisme itu. Untuk diketahui selama ini perangkat daerah dan aparat hukum selalu membentuk tim penyidik khusus pelanggaran pidana pilkada. Tim penyidiklah yang akan menindaklanjuti perkara setelah pelanggaran yang dilaporkan ke panitia pengawas (panwas).
Nah dengan kata lain, bilapun ada pelanggaran atau proses aduan, masyarakat, elemen yang merasa tak puas dan merasa dirugikan dengan rangkaian Pilkada, diharap menggunakan dan mendesak lembaga yang yang resmi. Mari kita galang dan jaga Pilkada di lima daerah Sumsel menjadi pesta demokrasi yang damai dan tertib, serta dihasilkan pemimpin yang memang diimpikan rakyat. (***)
Sopir Truk Abaikan Larangan Bongkar Muat, Baturaja Macet
Baturaja, SN
Pengabaian larangan bongkar muat oleh sopir truk oknum distributor pada jam tertentu saat pasar padat aktivitas ternyata tidak menjadi perhatian, dampaknya kesemerautan dan kemacetan lalu lintas dalam kota Baturaja hingga kini belum bisa di atasi.
Kepadatan arus lalu lintas dalam kota Baturaja bukan lagi menjadi hal baru terutama di kawasan Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Hos Cokro Aminoto, Jalan Akmal dan Jalan Pahlawan Kemarung.
Ruas jalan ini sangat rawan kemacetan mulai jam sibuk pagi hari hingga jam sibuk sore hari, salah satu penyebabnya rambu tanda larangan bongkar muat yang di pasang petugas tidak menjadi perhatian sopir truk terutama distributor barang yang menjadi kebutuhkan toko sekitar, padahal kesepakatan sebelumnya sudah ada pembatasan aktivitas seluruh jenis truk dan di pahami oleh pemilik toko maupun distributor yang hanya memarkir mobilnya pada pukul 16.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB setiap hari.
Pantauan Koran ini, Rabu (25/1) kemacetan lalu lintas dalam kota Baturaja lebih disebabkan minimnya kesadaran sopir truk untuk melakukan bongkar muat pada jam-jam tertentu saja di tambah parkir sembarangan mobil angkot di sepanjang Jalan Akmal mulai dari depan Pos Polisi hingga simpang tiga Stasiun.
"Selama pengaturan parkir dan pembatasan truk ini tidak di tindak tegas saya rasa sulit mengatasi persoalan macet seprti ini,dulu lalu lintas bisa lancar ada petugas yang di siagakan di sepanjang jalan ini,sekarang tidak ada lagi,semua kendaraan semaunya saja,“ terang Majid salah satu penjual asongan.
Kepala dinas Perhubungan Kabupaten OKU Firmansyah ST melalui sekreterasi Dinas Drs Wais Kuroni mengakui jika masalah kemacetan ini belum bisa diatasi secara maksimal, penyebab lemahnya kesadaran para sopir plus alasan beragam dari pemilik toko.
“Peringatan hingga penindakan bagi kendaraan yang melanggar rasanya sudah kita lakukan secara terus menerus, kesepakatan untuk bongkar muat pada jam tertentu saja di sore hari itu bukan semata keputusan Dinas Perhubungan tapi sudah menjadi kesepakatan bersama, persoalanya bongkar muat illegal ini kadang kala didukung oleh pemilik toko dengan alasan stok barang habis hingga mendesak minta di kirim. Kita tindak hari ini besok terulang lagi, mengatasi persoalan ini harus mendapat dukungan dari semua komponen pasar, mulai dari pemilik toko, pemilik barang, sopir hingga petugas, kalau petugas saja yang berkomitmen hasilnya kurang memadai," jelas Wais Kuroni. (had)
Pengabaian larangan bongkar muat oleh sopir truk oknum distributor pada jam tertentu saat pasar padat aktivitas ternyata tidak menjadi perhatian, dampaknya kesemerautan dan kemacetan lalu lintas dalam kota Baturaja hingga kini belum bisa di atasi.
Kepadatan arus lalu lintas dalam kota Baturaja bukan lagi menjadi hal baru terutama di kawasan Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Hos Cokro Aminoto, Jalan Akmal dan Jalan Pahlawan Kemarung.
Ruas jalan ini sangat rawan kemacetan mulai jam sibuk pagi hari hingga jam sibuk sore hari, salah satu penyebabnya rambu tanda larangan bongkar muat yang di pasang petugas tidak menjadi perhatian sopir truk terutama distributor barang yang menjadi kebutuhkan toko sekitar, padahal kesepakatan sebelumnya sudah ada pembatasan aktivitas seluruh jenis truk dan di pahami oleh pemilik toko maupun distributor yang hanya memarkir mobilnya pada pukul 16.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB setiap hari.
Pantauan Koran ini, Rabu (25/1) kemacetan lalu lintas dalam kota Baturaja lebih disebabkan minimnya kesadaran sopir truk untuk melakukan bongkar muat pada jam-jam tertentu saja di tambah parkir sembarangan mobil angkot di sepanjang Jalan Akmal mulai dari depan Pos Polisi hingga simpang tiga Stasiun.
"Selama pengaturan parkir dan pembatasan truk ini tidak di tindak tegas saya rasa sulit mengatasi persoalan macet seprti ini,dulu lalu lintas bisa lancar ada petugas yang di siagakan di sepanjang jalan ini,sekarang tidak ada lagi,semua kendaraan semaunya saja,“ terang Majid salah satu penjual asongan.
Kepala dinas Perhubungan Kabupaten OKU Firmansyah ST melalui sekreterasi Dinas Drs Wais Kuroni mengakui jika masalah kemacetan ini belum bisa diatasi secara maksimal, penyebab lemahnya kesadaran para sopir plus alasan beragam dari pemilik toko.
“Peringatan hingga penindakan bagi kendaraan yang melanggar rasanya sudah kita lakukan secara terus menerus, kesepakatan untuk bongkar muat pada jam tertentu saja di sore hari itu bukan semata keputusan Dinas Perhubungan tapi sudah menjadi kesepakatan bersama, persoalanya bongkar muat illegal ini kadang kala didukung oleh pemilik toko dengan alasan stok barang habis hingga mendesak minta di kirim. Kita tindak hari ini besok terulang lagi, mengatasi persoalan ini harus mendapat dukungan dari semua komponen pasar, mulai dari pemilik toko, pemilik barang, sopir hingga petugas, kalau petugas saja yang berkomitmen hasilnya kurang memadai," jelas Wais Kuroni. (had)
Pertamina Simulasi Kebakaran, Warga Prabumulih Heboh
Prabumulih, SN
Simulasi penanggulangan keadaan darurat di lokasi Komplek PT Pertamina di pinggir Jalan Sudirman Prabumulih, Rabu (25/1) pukul 09.00 WIB membuat masyarakat Prabumulih heboh.
Kegiatan simulasi tersebut membuat kaget dan heboh bagi para pengendara yang sedang melaju bahkan ada sempat berhenti sebentar untuk menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan warga di seputaran lokasi PT Pertamina juga kaget dan berhamburan keluar rumah masing masing.
“Memang sengaja didesain seperti memang terjadi kebakaran yang sebenarnya. Skenarionya kita buat seolah–olah terbakarnya tangki nomor 3 diareal PPP lalu diumumkan keadaan darurat melalui radio komunikasi disusul dengan sirine tanda keadaan bahaya. Seluruh karyawan yang sedang beraktivitas di dalam perkantoran langsung dievakuasi ke tempat yang aman," kata Asmen Humas PT Pertamina Prabumulih, M Echman.
Dikatakannya, latihan ini selain dilaksanakan Safety dan Security internal perusahaan juga melibatkan jajaran Polres dan Dinas Perhubungan Prabumulih.
Untuk menghindari kemacetan dan kepanikan para pengguna jalan maka pihak DLLAJR dan Jajaran Polres Prabumulih menutup jalur sebelah kiri jalan Sudirman arah Prabumulih–Muara Enim dan mensterilkan lokasi tempat terjadi insiden untuk memudahkan proses pemadaman api.
Untuk mengantisipasi meluasnya kobaran api dikerahkan Tiga unit mobil pemadam kebakaran sedangkan untuk menangani jika terjadi insiden yang memakan korban dibeberapa titik yang dinilai perlu bantuan penyelamatan jiwa disiagakan mobil ambulance. Sedangkan tanki No. 1,2 dan 3 serta tanki lainnnya disiram air dengan menggunakan mobil khusus untuk mendinginkan tanki sehingga kebakaran tidak meluas ke tanki lainnya.
Karena kegiatan yang mendadak dan tanpa sosialisasi membuat masyarakat seputar ring satu sempat mendatangi lokasi dan menanyakan kejadian apa yang sebenarnya.
Echman menambahkan, simulasi penanggulangan kebakaran bertujuan memberikan gambaran kepada para pekerja Pertamina beserta stakeholder terkait kebakaran yang kapan saja bisa terjadi.
"Kita harapkan Dinas Perhubungan dan Polres jika suatu saat terjadi yang sebenarnya dapat melakukan langkah yang tepat untuk memadamkan api," harapnya. (and)
Simulasi penanggulangan keadaan darurat di lokasi Komplek PT Pertamina di pinggir Jalan Sudirman Prabumulih, Rabu (25/1) pukul 09.00 WIB membuat masyarakat Prabumulih heboh.
Kegiatan simulasi tersebut membuat kaget dan heboh bagi para pengendara yang sedang melaju bahkan ada sempat berhenti sebentar untuk menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi. Bahkan warga di seputaran lokasi PT Pertamina juga kaget dan berhamburan keluar rumah masing masing.
“Memang sengaja didesain seperti memang terjadi kebakaran yang sebenarnya. Skenarionya kita buat seolah–olah terbakarnya tangki nomor 3 diareal PPP lalu diumumkan keadaan darurat melalui radio komunikasi disusul dengan sirine tanda keadaan bahaya. Seluruh karyawan yang sedang beraktivitas di dalam perkantoran langsung dievakuasi ke tempat yang aman," kata Asmen Humas PT Pertamina Prabumulih, M Echman.
Dikatakannya, latihan ini selain dilaksanakan Safety dan Security internal perusahaan juga melibatkan jajaran Polres dan Dinas Perhubungan Prabumulih.
Untuk menghindari kemacetan dan kepanikan para pengguna jalan maka pihak DLLAJR dan Jajaran Polres Prabumulih menutup jalur sebelah kiri jalan Sudirman arah Prabumulih–Muara Enim dan mensterilkan lokasi tempat terjadi insiden untuk memudahkan proses pemadaman api.
Untuk mengantisipasi meluasnya kobaran api dikerahkan Tiga unit mobil pemadam kebakaran sedangkan untuk menangani jika terjadi insiden yang memakan korban dibeberapa titik yang dinilai perlu bantuan penyelamatan jiwa disiagakan mobil ambulance. Sedangkan tanki No. 1,2 dan 3 serta tanki lainnnya disiram air dengan menggunakan mobil khusus untuk mendinginkan tanki sehingga kebakaran tidak meluas ke tanki lainnya.
Karena kegiatan yang mendadak dan tanpa sosialisasi membuat masyarakat seputar ring satu sempat mendatangi lokasi dan menanyakan kejadian apa yang sebenarnya.
Echman menambahkan, simulasi penanggulangan kebakaran bertujuan memberikan gambaran kepada para pekerja Pertamina beserta stakeholder terkait kebakaran yang kapan saja bisa terjadi.
"Kita harapkan Dinas Perhubungan dan Polres jika suatu saat terjadi yang sebenarnya dapat melakukan langkah yang tepat untuk memadamkan api," harapnya. (and)
Jalan Desa Mulak Ulu Diperbaiki
Lahat, SN
Jalan desa sepanjang 6 kilometer (Km) dari Desa Geramat Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat hingga menembus Desa Padang Bindu yang merupakan akses penting bagi warga, dibuka kembali dan diperbaiki pemerintah bersama masyarakat Desa Geramat secara gotong royong serta membuat saluran air untuk memperlancar irigasi persawahan yang ada.
“Memang untuk perbaikan jalan ini permintaan dari warga sendiri sebab jalan ini merupakan akses penting mereka keluar dari desa menuju kecamatan dan ke kota. Yang digunakan kebanyakan untuk mengangkut hasil bumi warga. Dari padi, kopi, karet dan cokelat yang mulai digarap warga desa,” jelas Camat Mulak Ulu Lubisman.
Menurut Lubisman, apabila jalan ini lancar maka perekonomian pedesaan meningkat mengingat persawahan yang sudah digarap maupun yang baru dibuka sekitar 600 hektar (Ha) luasnya, belum perkebunan yang ada. Irigasi Ayek Mulak yang ada semakin lancar hal ini tentu yang diharapkan masyarakat.
Ditambahkan Kades Geramat Mahmud, selain tanaman persawahan ini disana saat masa selang mereka menanam kedelai dan jagung sebagai komoditi tambahan selain padi persawahan. “Apalagi disini terdapat situs Megalith Batu Dakon Geramat yang jumlahnya tidak hanya satu, sehingga kemungkinan akan menjadi minat orang berkunjung ke desa Geramat semakin besar karena akses jalan sudah dibuka lebih lebar lagi,” papar Mahmud.
Salah satu warga yang ikut dalam gotong royong Syukur (45) dari pagi-pagi mereka sudah berkumpul setelah dapat pengumuman dari kepala desa untuk melakukan gotong royong. “Jam 7.00 kami la kumpul di beberapa sisi jalanan yang akan dibersihkan dan dibuat saluran air,” kata syukur
Pendi (46) warga Desa Geramat lainnya mengatakan bahwa saluran air ini bila tidak dibuka saat hujan air akan menutupi jalan sehingga sulit dilalui.
“Pemerintah meminjamkan alat untuk membuaka kembali dan warga yang membersihkannya disepanjang jalanan ini. Kami ni dek, terimakasih nian kalo jalan ni bebas dari genangan air dan jalanan biso lancar dilalui. Nak ke kota dan keluar dari desa yo lewat sinila,” jelas Pendi.
Pihak TNI setempat yang juga ikut membantu mengatur pembersihan jalan dan pembuatan jalan yang ada, serta saluran air.
“Gotong Royong warga Mulak Ulu terutama Geramat ini berakhir hingga menjelang sholat Jumat (20/1). Antusias 500 warga ini luar biasa dari Karang taruna, Ibu dan petani yang ada bergantian maka sewajarnya TNI ikut membantu dalam gotong royong ini,” ujar Kapten (Inf) Agus Salim. (riz)
Jalan desa sepanjang 6 kilometer (Km) dari Desa Geramat Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat hingga menembus Desa Padang Bindu yang merupakan akses penting bagi warga, dibuka kembali dan diperbaiki pemerintah bersama masyarakat Desa Geramat secara gotong royong serta membuat saluran air untuk memperlancar irigasi persawahan yang ada.
“Memang untuk perbaikan jalan ini permintaan dari warga sendiri sebab jalan ini merupakan akses penting mereka keluar dari desa menuju kecamatan dan ke kota. Yang digunakan kebanyakan untuk mengangkut hasil bumi warga. Dari padi, kopi, karet dan cokelat yang mulai digarap warga desa,” jelas Camat Mulak Ulu Lubisman.
Menurut Lubisman, apabila jalan ini lancar maka perekonomian pedesaan meningkat mengingat persawahan yang sudah digarap maupun yang baru dibuka sekitar 600 hektar (Ha) luasnya, belum perkebunan yang ada. Irigasi Ayek Mulak yang ada semakin lancar hal ini tentu yang diharapkan masyarakat.
Ditambahkan Kades Geramat Mahmud, selain tanaman persawahan ini disana saat masa selang mereka menanam kedelai dan jagung sebagai komoditi tambahan selain padi persawahan. “Apalagi disini terdapat situs Megalith Batu Dakon Geramat yang jumlahnya tidak hanya satu, sehingga kemungkinan akan menjadi minat orang berkunjung ke desa Geramat semakin besar karena akses jalan sudah dibuka lebih lebar lagi,” papar Mahmud.
Salah satu warga yang ikut dalam gotong royong Syukur (45) dari pagi-pagi mereka sudah berkumpul setelah dapat pengumuman dari kepala desa untuk melakukan gotong royong. “Jam 7.00 kami la kumpul di beberapa sisi jalanan yang akan dibersihkan dan dibuat saluran air,” kata syukur
Pendi (46) warga Desa Geramat lainnya mengatakan bahwa saluran air ini bila tidak dibuka saat hujan air akan menutupi jalan sehingga sulit dilalui.
“Pemerintah meminjamkan alat untuk membuaka kembali dan warga yang membersihkannya disepanjang jalanan ini. Kami ni dek, terimakasih nian kalo jalan ni bebas dari genangan air dan jalanan biso lancar dilalui. Nak ke kota dan keluar dari desa yo lewat sinila,” jelas Pendi.
Pihak TNI setempat yang juga ikut membantu mengatur pembersihan jalan dan pembuatan jalan yang ada, serta saluran air.
“Gotong Royong warga Mulak Ulu terutama Geramat ini berakhir hingga menjelang sholat Jumat (20/1). Antusias 500 warga ini luar biasa dari Karang taruna, Ibu dan petani yang ada bergantian maka sewajarnya TNI ikut membantu dalam gotong royong ini,” ujar Kapten (Inf) Agus Salim. (riz)
Rabu, 25 Januari 2012
Disdik Prabumulih Seleksi O2SN SD
Prabumulih, SN
Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Selasa (24/1) melakukan seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Seleksi tersebut mempertandingkan sembilan cabang olahraga yang diikuti 83 SD.
Panitia seleksi Darrmi MSI mengatakan, Dinas Pendidikan Prabumulih sudah menghimbau setiap gugus tingkat sekolah dasar dan madrasah ibtidiyah (SD/MI) baik Swasta maupun negeri agar mengirimkan atlet atlet yang telah di seleksi di masing masing gugus untuk dapat mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2012. Seleksi sendiri berlangsung lima hari dan ditutup 31 Januari mendatang.
Sembilan cabor itu antara lain, tenis meja, badminton, sepakbola mini, catur dan lainny
“Bagi atlet SD, SMP SMA dan sederajat yang erprestasi di O2SN khususnya yang dapat juara pertama. (and)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Selasa (24/1) melakukan seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Seleksi tersebut mempertandingkan sembilan cabang olahraga yang diikuti 83 SD.
Panitia seleksi Darrmi MSI mengatakan, Dinas Pendidikan Prabumulih sudah menghimbau setiap gugus tingkat sekolah dasar dan madrasah ibtidiyah (SD/MI) baik Swasta maupun negeri agar mengirimkan atlet atlet yang telah di seleksi di masing masing gugus untuk dapat mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2012. Seleksi sendiri berlangsung lima hari dan ditutup 31 Januari mendatang.
Sembilan cabor itu antara lain, tenis meja, badminton, sepakbola mini, catur dan lainny
“Bagi atlet SD, SMP SMA dan sederajat yang erprestasi di O2SN khususnya yang dapat juara pertama. (and)
Tiga Spesialis Curi Karet Dicokok
Lais, SN
Aksi pencurian karet alam di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali marak. Secara bergantian sindikat pencurian karet di wilayah kecamatan Lais dan Lawang Weta tersebut kian meresahkan warga.
Polisipun menyiapkan tim untuk mengendus aksi sindikat itu. Alhasil, pada Selasa (24/1) sekitar pukul 06.00 WIB tiga dari sembilan pelaku pencurian berhasil dicokok aparat Polsek Lais di Village XII Desa Lais Kecamatan Lais Kabupaten Muba dengan barang bukti 9 keping karet atau seberat 400 kg. Adapun korbannya yakni Turmuji Bin M Ubin warga Village XII.
Pelaku yang berhasil dibekuk yakni Yanto Bin Sobar, 26 tahun, warga dusun I Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur, Adi, 25, Warga Dusun Lubuk Lancang Kecamatan Betung, Banyuasin dan Muh Amin Bin Tudin Dulkhasan,21, Dusun III Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur. Sedangkan pelaku lainnya yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diantaranya Ay, warga dusun IV Lebung, HR, warga dusun II Lebung, EN, warga Lubuk Lancang, SR warga Dusun Tanah Malang Desa Lebung, Aswandi warga tanah malang desa lebung dan Insan warga Lubuk lancing.
Aksi pencurian karet itu dilakukan sekelompok pelaku pada tengah malam, disaat penjaga karet yang ditaruh karet alam hasil sadapan didalam kolam tertidur lelap. Secara diam-diam, pelaku bergantian mengambil bongkahan karet dan dipikul sampai kepinggir jalan. Sedangkan saat karet sudah terkumpul dipinggir jalan barulah sebuah mobil dari pelaku mengangkut karet hasil curian tersebut.
Namun disaat ketiga pelaku hendak mengangkut karet curian untuk beberapa keping lagi sekitar pukul 02.00 WIB kemarin, aksi pelaku berhasil dipergoki warga yang meneriaki maling, sehingga ketiga pelaku berlari kocar-kacir.
Dua pelaku berlari bersama dan satu pelaku lainnya berpencar menyelamatkan diri. Satu orang pelaku tersebut berhasil ditangkap warga dan sempat dihajar massa hingga babak belur. Setelah babak belur aparat desa langsung memberitahukan pihak kepolisian untuk diamankan. Sedangkan pengejaran kedua pelaku tersebut terus dilakukan aparat kepolisian, dan berhasil ditanggap dipinggir jalan dekat tumpukan karet dekat desa Villange XII.
Kapolres Muba, AKBP Toto Wibowo melalui Kapolsek Lais AKP Bakhtiar didampingi Kanitres Brigadir WP. Simarmata.SH membenarkan telah membekuk aksi pencurian sawit milik warga. Adapun keresahan warga terhadap sindikat pencurian karet alam tersebut kerap terjadi seminggu terakhir ini.
“Aksi pencurian itu sindikat dan mereka berkelompok melakukan pencurian pada tengah malam atau pagi saat orang tertidur. Dilais sudah tiga kali terjadi,” ungkap Kapolsek. Bahkan beberapa minggu lalu warga juga kehilangan 2 ton karet karena dicuri. Begitu juga laporan di PT Guthrie ada upaya pencurian namun tidak berhasil. (her)
Aksi pencurian karet alam di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali marak. Secara bergantian sindikat pencurian karet di wilayah kecamatan Lais dan Lawang Weta tersebut kian meresahkan warga.
Polisipun menyiapkan tim untuk mengendus aksi sindikat itu. Alhasil, pada Selasa (24/1) sekitar pukul 06.00 WIB tiga dari sembilan pelaku pencurian berhasil dicokok aparat Polsek Lais di Village XII Desa Lais Kecamatan Lais Kabupaten Muba dengan barang bukti 9 keping karet atau seberat 400 kg. Adapun korbannya yakni Turmuji Bin M Ubin warga Village XII.
Pelaku yang berhasil dibekuk yakni Yanto Bin Sobar, 26 tahun, warga dusun I Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur, Adi, 25, Warga Dusun Lubuk Lancang Kecamatan Betung, Banyuasin dan Muh Amin Bin Tudin Dulkhasan,21, Dusun III Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur. Sedangkan pelaku lainnya yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diantaranya Ay, warga dusun IV Lebung, HR, warga dusun II Lebung, EN, warga Lubuk Lancang, SR warga Dusun Tanah Malang Desa Lebung, Aswandi warga tanah malang desa lebung dan Insan warga Lubuk lancing.
Aksi pencurian karet itu dilakukan sekelompok pelaku pada tengah malam, disaat penjaga karet yang ditaruh karet alam hasil sadapan didalam kolam tertidur lelap. Secara diam-diam, pelaku bergantian mengambil bongkahan karet dan dipikul sampai kepinggir jalan. Sedangkan saat karet sudah terkumpul dipinggir jalan barulah sebuah mobil dari pelaku mengangkut karet hasil curian tersebut.
Namun disaat ketiga pelaku hendak mengangkut karet curian untuk beberapa keping lagi sekitar pukul 02.00 WIB kemarin, aksi pelaku berhasil dipergoki warga yang meneriaki maling, sehingga ketiga pelaku berlari kocar-kacir.
Dua pelaku berlari bersama dan satu pelaku lainnya berpencar menyelamatkan diri. Satu orang pelaku tersebut berhasil ditangkap warga dan sempat dihajar massa hingga babak belur. Setelah babak belur aparat desa langsung memberitahukan pihak kepolisian untuk diamankan. Sedangkan pengejaran kedua pelaku tersebut terus dilakukan aparat kepolisian, dan berhasil ditanggap dipinggir jalan dekat tumpukan karet dekat desa Villange XII.
Kapolres Muba, AKBP Toto Wibowo melalui Kapolsek Lais AKP Bakhtiar didampingi Kanitres Brigadir WP. Simarmata.SH membenarkan telah membekuk aksi pencurian sawit milik warga. Adapun keresahan warga terhadap sindikat pencurian karet alam tersebut kerap terjadi seminggu terakhir ini.
“Aksi pencurian itu sindikat dan mereka berkelompok melakukan pencurian pada tengah malam atau pagi saat orang tertidur. Dilais sudah tiga kali terjadi,” ungkap Kapolsek. Bahkan beberapa minggu lalu warga juga kehilangan 2 ton karet karena dicuri. Begitu juga laporan di PT Guthrie ada upaya pencurian namun tidak berhasil. (her)
Dana BSM Tak Boleh Dipotong
Indralaya
Kabid TK/SD Dinas Pendidikan (Disdik) Ogan Ilir (OI) Faturrozi SPd, Selasa (24/1) menyatakan, pihak sekolah tidak boleh melalukan potongan terhadap penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin (BSM). Sehingga bila terjadi ada potongan maka pihak sekolah telah menyalahi aturan.
Dikatakan Faturrozi, pihaknya belum mendapat laporan adanya potongan BSM yang dilakukan oknum pihak sekolah. Namun ia berterima kasih dengan adanya laporan tersebut. Pihaknya akan segera memanggil kepala sekolah bila ada potongan BSM.
"Kami akan segera memanggil kepala sekolah yang bersangkutan. Melalui kacabdin Indralaya Utara dan kalau ternyata memang benar adanya pemotongan maka kami akan memberikan sanksi terhadap kepala sekolah yang bersangkutan" ujar Faturrozi.
Ia mengungkapkan, sejauh ini ia belum mendengar adanya potongan yang dilakukan pihak oknum Kepsek SDN 3 Indralaya Utara yang diduga melakukan potongan sebesar Rp 40 ribu persiswa.
Sementara menurut data yang diterima dari Wahyudi MKom selaku Kasi sarana bidang TK/SD Disdik OI, untuk SDN 3 Indralaya siswa yang mendapatan dana bantuan siswa miskin yang mendapat Rp 360 ribu/siswa sebanyak 19 siswa dan yang mendapat Rp 180 ribu/siswa sebanyak 10 orang.
Wahyudi sangat menyayangkan kalau memang benar terjadi pemotongan terhadap dana bantuan tersebut karena sebelum ada pencairan dana tersebut sudah diingatkan agar jangan ada pemotongan.
"Padahal dari awal kami sudah mengingat jangan sampai ada pemotongan terhadap dana bantuan siswa miskin" ujar Wahyudi.
Sementara Kacabdin Indralaya Utara Ichwani SPd mengaku belum mengetahui dan memang tidak diperbolehkan ada pemotongan terhadap dana tersebut. (man)
Kabid TK/SD Dinas Pendidikan (Disdik) Ogan Ilir (OI) Faturrozi SPd, Selasa (24/1) menyatakan, pihak sekolah tidak boleh melalukan potongan terhadap penyaluran dana Bantuan Siswa Miskin (BSM). Sehingga bila terjadi ada potongan maka pihak sekolah telah menyalahi aturan.
Dikatakan Faturrozi, pihaknya belum mendapat laporan adanya potongan BSM yang dilakukan oknum pihak sekolah. Namun ia berterima kasih dengan adanya laporan tersebut. Pihaknya akan segera memanggil kepala sekolah bila ada potongan BSM.
"Kami akan segera memanggil kepala sekolah yang bersangkutan. Melalui kacabdin Indralaya Utara dan kalau ternyata memang benar adanya pemotongan maka kami akan memberikan sanksi terhadap kepala sekolah yang bersangkutan" ujar Faturrozi.
Ia mengungkapkan, sejauh ini ia belum mendengar adanya potongan yang dilakukan pihak oknum Kepsek SDN 3 Indralaya Utara yang diduga melakukan potongan sebesar Rp 40 ribu persiswa.
Sementara menurut data yang diterima dari Wahyudi MKom selaku Kasi sarana bidang TK/SD Disdik OI, untuk SDN 3 Indralaya siswa yang mendapatan dana bantuan siswa miskin yang mendapat Rp 360 ribu/siswa sebanyak 19 siswa dan yang mendapat Rp 180 ribu/siswa sebanyak 10 orang.
Wahyudi sangat menyayangkan kalau memang benar terjadi pemotongan terhadap dana bantuan tersebut karena sebelum ada pencairan dana tersebut sudah diingatkan agar jangan ada pemotongan.
"Padahal dari awal kami sudah mengingat jangan sampai ada pemotongan terhadap dana bantuan siswa miskin" ujar Wahyudi.
Sementara Kacabdin Indralaya Utara Ichwani SPd mengaku belum mengetahui dan memang tidak diperbolehkan ada pemotongan terhadap dana tersebut. (man)
Tiga Spesialis Curi Karet Dicokok
Lais, SN
Aksi pencurian karet alam di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali marak. Secara bergantian sindikat pencurian karet di wilayah kecamatan Lais dan Lawang Weta tersebut kian meresahkan warga.
Polisipun menyiapkan tim untuk mengendus aksi sindikat itu. Alhasil, pada Selasa (24/1) sekitar pukul 06.00 WIB tiga dari sembilan pelaku pencurian berhasil dicokok aparat Polsek Lais di Village XII Desa Lais Kecamatan Lais Kabupaten Muba dengan barang bukti 9 keping karet atau seberat 400 kg. Adapun korbannya yakni Turmuji Bin M Ubin warga Village XII.
Pelaku yang berhasil dibekuk yakni Yanto Bin Sobar, 26 tahun, warga dusun I Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur, Adi, 25, Warga Dusun Lubuk Lancang Kecamatan Betung, Banyuasin dan Muh Amin Bin Tudin Dulkhasan,21, Dusun III Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur. Sedangkan pelaku lainnya yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diantaranya Ay, warga dusun IV Lebung, HR, warga dusun II Lebung, EN, warga Lubuk Lancang, SR warga Dusun Tanah Malang Desa Lebung, Aswandi warga tanah malang desa lebung dan Insan warga Lubuk lancing.
Aksi pencurian karet itu dilakukan sekelompok pelaku pada tengah malam, disaat penjaga karet yang ditaruh karet alam hasil sadapan didalam kolam tertidur lelap. Secara diam-diam, pelaku bergantian mengambil bongkahan karet dan dipikul sampai kepinggir jalan. Sedangkan saat karet sudah terkumpul dipinggir jalan barulah sebuah mobil dari pelaku mengangkut karet hasil curian tersebut.
Namun disaat ketiga pelaku hendak mengangkut karet curian untuk beberapa keping lagi sekitar pukul 02.00 WIB kemarin, aksi pelaku berhasil dipergoki warga yang meneriaki maling, sehingga ketiga pelaku berlari kocar-kacir.
Dua pelaku berlari bersama dan satu pelaku lainnya berpencar menyelamatkan diri. Satu orang pelaku tersebut berhasil ditangkap warga dan sempat dihajar massa hingga babak belur. Setelah babak belur aparat desa langsung memberitahukan pihak kepolisian untuk diamankan. Sedangkan pengejaran kedua pelaku tersebut terus dilakukan aparat kepolisian, dan berhasil ditanggap dipinggir jalan dekat tumpukan karet dekat desa Villange XII.
Kapolres Muba, AKBP Toto Wibowo melalui Kapolsek Lais AKP Bakhtiar didampingi Kanitres Brigadir WP. Simarmata.SH membenarkan telah membekuk aksi pencurian sawit milik warga. Adapun keresahan warga terhadap sindikat pencurian karet alam tersebut kerap terjadi seminggu terakhir ini.
“Aksi pencurian itu sindikat dan mereka berkelompok melakukan pencurian pada tengah malam atau pagi saat orang tertidur. Dilais sudah tiga kali terjadi,” ungkap Kapolsek. Bahkan beberapa minggu lalu warga juga kehilangan 2 ton karet karena dicuri. Begitu juga laporan di PT Guthrie ada upaya pencurian namun tidak berhasil. (her)
Aksi pencurian karet alam di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali marak. Secara bergantian sindikat pencurian karet di wilayah kecamatan Lais dan Lawang Weta tersebut kian meresahkan warga.
Polisipun menyiapkan tim untuk mengendus aksi sindikat itu. Alhasil, pada Selasa (24/1) sekitar pukul 06.00 WIB tiga dari sembilan pelaku pencurian berhasil dicokok aparat Polsek Lais di Village XII Desa Lais Kecamatan Lais Kabupaten Muba dengan barang bukti 9 keping karet atau seberat 400 kg. Adapun korbannya yakni Turmuji Bin M Ubin warga Village XII.
Pelaku yang berhasil dibekuk yakni Yanto Bin Sobar, 26 tahun, warga dusun I Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur, Adi, 25, Warga Dusun Lubuk Lancang Kecamatan Betung, Banyuasin dan Muh Amin Bin Tudin Dulkhasan,21, Dusun III Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur. Sedangkan pelaku lainnya yang masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diantaranya Ay, warga dusun IV Lebung, HR, warga dusun II Lebung, EN, warga Lubuk Lancang, SR warga Dusun Tanah Malang Desa Lebung, Aswandi warga tanah malang desa lebung dan Insan warga Lubuk lancing.
Aksi pencurian karet itu dilakukan sekelompok pelaku pada tengah malam, disaat penjaga karet yang ditaruh karet alam hasil sadapan didalam kolam tertidur lelap. Secara diam-diam, pelaku bergantian mengambil bongkahan karet dan dipikul sampai kepinggir jalan. Sedangkan saat karet sudah terkumpul dipinggir jalan barulah sebuah mobil dari pelaku mengangkut karet hasil curian tersebut.
Namun disaat ketiga pelaku hendak mengangkut karet curian untuk beberapa keping lagi sekitar pukul 02.00 WIB kemarin, aksi pelaku berhasil dipergoki warga yang meneriaki maling, sehingga ketiga pelaku berlari kocar-kacir.
Dua pelaku berlari bersama dan satu pelaku lainnya berpencar menyelamatkan diri. Satu orang pelaku tersebut berhasil ditangkap warga dan sempat dihajar massa hingga babak belur. Setelah babak belur aparat desa langsung memberitahukan pihak kepolisian untuk diamankan. Sedangkan pengejaran kedua pelaku tersebut terus dilakukan aparat kepolisian, dan berhasil ditanggap dipinggir jalan dekat tumpukan karet dekat desa Villange XII.
Kapolres Muba, AKBP Toto Wibowo melalui Kapolsek Lais AKP Bakhtiar didampingi Kanitres Brigadir WP. Simarmata.SH membenarkan telah membekuk aksi pencurian sawit milik warga. Adapun keresahan warga terhadap sindikat pencurian karet alam tersebut kerap terjadi seminggu terakhir ini.
“Aksi pencurian itu sindikat dan mereka berkelompok melakukan pencurian pada tengah malam atau pagi saat orang tertidur. Dilais sudah tiga kali terjadi,” ungkap Kapolsek. Bahkan beberapa minggu lalu warga juga kehilangan 2 ton karet karena dicuri. Begitu juga laporan di PT Guthrie ada upaya pencurian namun tidak berhasil. (her)
PKS Ganti Kadernya di DPRD Muba
Sekayu, SN
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Musi Banyuasin mengganti kadernya yang diduduk di DPRD Musi Banyuasin. Kedudukan Nuryasin Arlan LC sebagai satu-satunya anggota DPRD Muba asal PKS diganti oleh Ir Amir Husin.
Pelantikan Pergantian Antar Waktu anggota DPRD Muba Ir Amir Husin dilakukan melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Muba yang dipimpin Ketua DPRD Muba H Uzer Effendy MS, Selasa (24/1). Rapat Paripurna tersebut dihadiri Bupati Muba H Pahri Azhari, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Satuan Kerja Pemerintah Daerah, dan unsur masyarakat.
Pergantian Antar Waktu anggota DPRD Muba Nuryasin Arlan LC digantikan oleh Ir Amir Husin, tertuang melalui keputusan Gubernur Sumsel nomor 881/Kpts/II/2011, tanggal 30 Desember 2011. Dalam surat keputusan tersebut, Nuryasin Arlan LC resmi diberhentikan dan mengangkat Ir Amir Husin sebagai anggota DPRD Muba periode 2009-2014.
Ketua DPD PKS Kabupaten Musi Banyuasin Dear Fauzul Azim, mengatakan, PAW tersebut merupakan dinamika politik sebagai bentuk regenerasi dan kaderisasi partai. Menurutnya, PAW tersebut bertujuan untuk mendorong semangat perubahan.
“PAW ini murni dikarenakan adanya permintaan pengunduran diri dari Nuryasin. Tidak ada nuansa politis dalam pergantian antara Nuryasin Arlan LC dan Ir Amir Husin,” ujarnya.
Dia mengatakan, pelantikan Ir Amair Husin sebagai anggota DPRD Muba menggantikan Nuryasin Arlan LC tersebut juga momentum yang tepat, seiring dengan pelantikan Bupati dan Wabup Muba Periode 2012-2017.
Menurutnya, dengan telah dilantiknya PAW anggota DPRD Muba, PKS dapat ikut berkontribusi dalam pembahasan APBD.
“Ini momentum yang tepat. Sebagai anggota DPRD Muba yang baru dilantik, Ir Amir Husin dapat berkontribusi dalam pembahasan APBD Muba, untuk kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya. (her)
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Musi Banyuasin mengganti kadernya yang diduduk di DPRD Musi Banyuasin. Kedudukan Nuryasin Arlan LC sebagai satu-satunya anggota DPRD Muba asal PKS diganti oleh Ir Amir Husin.
Pelantikan Pergantian Antar Waktu anggota DPRD Muba Ir Amir Husin dilakukan melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Muba yang dipimpin Ketua DPRD Muba H Uzer Effendy MS, Selasa (24/1). Rapat Paripurna tersebut dihadiri Bupati Muba H Pahri Azhari, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Satuan Kerja Pemerintah Daerah, dan unsur masyarakat.
Pergantian Antar Waktu anggota DPRD Muba Nuryasin Arlan LC digantikan oleh Ir Amir Husin, tertuang melalui keputusan Gubernur Sumsel nomor 881/Kpts/II/2011, tanggal 30 Desember 2011. Dalam surat keputusan tersebut, Nuryasin Arlan LC resmi diberhentikan dan mengangkat Ir Amir Husin sebagai anggota DPRD Muba periode 2009-2014.
Ketua DPD PKS Kabupaten Musi Banyuasin Dear Fauzul Azim, mengatakan, PAW tersebut merupakan dinamika politik sebagai bentuk regenerasi dan kaderisasi partai. Menurutnya, PAW tersebut bertujuan untuk mendorong semangat perubahan.
“PAW ini murni dikarenakan adanya permintaan pengunduran diri dari Nuryasin. Tidak ada nuansa politis dalam pergantian antara Nuryasin Arlan LC dan Ir Amir Husin,” ujarnya.
Dia mengatakan, pelantikan Ir Amair Husin sebagai anggota DPRD Muba menggantikan Nuryasin Arlan LC tersebut juga momentum yang tepat, seiring dengan pelantikan Bupati dan Wabup Muba Periode 2012-2017.
Menurutnya, dengan telah dilantiknya PAW anggota DPRD Muba, PKS dapat ikut berkontribusi dalam pembahasan APBD.
“Ini momentum yang tepat. Sebagai anggota DPRD Muba yang baru dilantik, Ir Amir Husin dapat berkontribusi dalam pembahasan APBD Muba, untuk kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya. (her)
DP2K Turunkan Satgas Cegah Flu Burung
Palembang, SN
Meski belum menemukan indikasi flu burung di Kota Palembang, Pemkot melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DP2K) menurunkan satuan petugas (satgas) khusus sebagai upaya pencegahannya. Hal ini diungkapkan Kepala DP2K Kota Palembang Sudirman Tegoeh di kantor Walikota, kemarin.
“Maraknya isu flu burung di Jakarta dengan indikasi satu orang meninggal tentu kita sikapi dengan menurunkan satgas. Tugas utama mereka untuk memonitor dan menginventarisir para peternak yang ada dengan tujuan pencegahan menyebarnya virus unggas ini,”ungkap Sudirman.
Satgas ini, sambung dia, juga akan melakukan koordinasi dengan Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) yang ada di beberapa wilayah seperti Kecamatan Gandus, Sekojo, Talang Betutu, dan Seberang Ulu. Selain itu, melakukan sosialiasi mengenai flu burung kepada masyarakat. “Kita juga prioritaskan center peternakan unggas di perbatasan kota seperti di Alang-Alang Lebar,”sebutnya.
Secara umum, jelas Sudirman, terdapat dua kategori peternak unggas yang bisa dijumpai. Antara lain peternak hobi yang memelihara unggasnya di rumah dalam jumlah sedikit. serta peternak bisnis dengan jumlah peliharaan besar-besaran. Untuk para peternak ini, diminta untuk tidak membuka peternakannya di pemukiman dan wilayah yang ramai. Pasalnya, keberadaan kandang unggas dinilai dapat mengganggu lingkungan dan lalu lintas dengan kebersihannya.
“Semua peternak ini diharapkan dapat menjaga peliharaannya dengan baik. Bisa dengan memberikan semprotan desinfektan, injeksi, dan menjaga kebersihan kandangnya dengan baik,”imbuhnya.
Sudirman juga meminta kepada masyarakat yang memelihara unggas agar segera melapor ke pihaknya apabila ditemukan ayam atau burung yang mati di tempat dengan ciri-ciri yang mengarah ke flu burung. “Fungsi satgas kita juga untuk sosialisasikan hal ini agar masyarakat dapat terhindar dari virus ini,”bebernya.
Dalam melakukan pengawasan dan pembinaan peternak unggas, Sudirman mengaku, masih menggunakan peraturan wali kota (Perwali) No.11/2010 tentang pemeliharaan hewan berkaki empat. “Peraturan Daerah (Perda) khususnya belum ada karena memang belum mendesak,”ujarnya.
Disinggung bagaimana kepengurusan izin usaha untuk masyarakat yang akan membuka usaha di bidang peternakan, Sudirman mengatakan, semua memang harus terpadu dan sesuai aturan. Pengajuan izin usaha tersebut bisa melalui Pemkot Palembang bukan melalui pihaknya.
“Karena DP2K ini tupoksinya untuk pembinaan teknis, termasuk masalah distribusi dan pemotongan hewan. Agar masyarakat dapat memahami ini, tim interen kita tentu berikan penyuluhan terkait ini,”pungkasnya.
Terpisah, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengimbau kepada masyarakat agar tidak memelihara unggas di dekat tempat tinggal. Selain itu, jika memang akan membuka peternakan untuk penghasilan tambahan, mungkin tidak sesuai jika ditempatkan lokasinya di tempat tinggal.
“Tidak ada kasus flu burung di Palembang. Ya, untuk pencegahannya tentu menghindari memelihara unggas seperti ayam dan burung di dekat kamar. Seharusnya tidak dilakukan. Kalau sekedar untuk hobi, diharapkan dapat menjaga kebersihan kandangnya, periksa kesehatannya jika memelihara ayam jago atau burung,”imbau Eddy.(win)
Meski belum menemukan indikasi flu burung di Kota Palembang, Pemkot melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DP2K) menurunkan satuan petugas (satgas) khusus sebagai upaya pencegahannya. Hal ini diungkapkan Kepala DP2K Kota Palembang Sudirman Tegoeh di kantor Walikota, kemarin.
“Maraknya isu flu burung di Jakarta dengan indikasi satu orang meninggal tentu kita sikapi dengan menurunkan satgas. Tugas utama mereka untuk memonitor dan menginventarisir para peternak yang ada dengan tujuan pencegahan menyebarnya virus unggas ini,”ungkap Sudirman.
Satgas ini, sambung dia, juga akan melakukan koordinasi dengan Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) yang ada di beberapa wilayah seperti Kecamatan Gandus, Sekojo, Talang Betutu, dan Seberang Ulu. Selain itu, melakukan sosialiasi mengenai flu burung kepada masyarakat. “Kita juga prioritaskan center peternakan unggas di perbatasan kota seperti di Alang-Alang Lebar,”sebutnya.
Secara umum, jelas Sudirman, terdapat dua kategori peternak unggas yang bisa dijumpai. Antara lain peternak hobi yang memelihara unggasnya di rumah dalam jumlah sedikit. serta peternak bisnis dengan jumlah peliharaan besar-besaran. Untuk para peternak ini, diminta untuk tidak membuka peternakannya di pemukiman dan wilayah yang ramai. Pasalnya, keberadaan kandang unggas dinilai dapat mengganggu lingkungan dan lalu lintas dengan kebersihannya.
“Semua peternak ini diharapkan dapat menjaga peliharaannya dengan baik. Bisa dengan memberikan semprotan desinfektan, injeksi, dan menjaga kebersihan kandangnya dengan baik,”imbuhnya.
Sudirman juga meminta kepada masyarakat yang memelihara unggas agar segera melapor ke pihaknya apabila ditemukan ayam atau burung yang mati di tempat dengan ciri-ciri yang mengarah ke flu burung. “Fungsi satgas kita juga untuk sosialisasikan hal ini agar masyarakat dapat terhindar dari virus ini,”bebernya.
Dalam melakukan pengawasan dan pembinaan peternak unggas, Sudirman mengaku, masih menggunakan peraturan wali kota (Perwali) No.11/2010 tentang pemeliharaan hewan berkaki empat. “Peraturan Daerah (Perda) khususnya belum ada karena memang belum mendesak,”ujarnya.
Disinggung bagaimana kepengurusan izin usaha untuk masyarakat yang akan membuka usaha di bidang peternakan, Sudirman mengatakan, semua memang harus terpadu dan sesuai aturan. Pengajuan izin usaha tersebut bisa melalui Pemkot Palembang bukan melalui pihaknya.
“Karena DP2K ini tupoksinya untuk pembinaan teknis, termasuk masalah distribusi dan pemotongan hewan. Agar masyarakat dapat memahami ini, tim interen kita tentu berikan penyuluhan terkait ini,”pungkasnya.
Terpisah, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengimbau kepada masyarakat agar tidak memelihara unggas di dekat tempat tinggal. Selain itu, jika memang akan membuka peternakan untuk penghasilan tambahan, mungkin tidak sesuai jika ditempatkan lokasinya di tempat tinggal.
“Tidak ada kasus flu burung di Palembang. Ya, untuk pencegahannya tentu menghindari memelihara unggas seperti ayam dan burung di dekat kamar. Seharusnya tidak dilakukan. Kalau sekedar untuk hobi, diharapkan dapat menjaga kebersihan kandangnya, periksa kesehatannya jika memelihara ayam jago atau burung,”imbau Eddy.(win)
Puluhan Warga Dan Tukang Becak Terkena Razia
Palembang, SN
Selasa (24/1) Satuan Polisi Pamong Praja (Polpp) melakukan razia terhadap warga yang tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan para penarik becak yang beroprasi di Jalan Jendral sudrman.
Razia yang dilakukan petugas yang menurunkan sekitar 50 personil ini dilakukan sekitar pukul 10.00 wib dan petugas mendapati 25 warga yang tidk membawa KTP dan 10 penarik becak.
Menurut Aris Saputra, kepala satuan itu, warga yang terjaring karena tidak membawa kartu tanda penduduk. “Ada pula yang KTP sudah habis masa berlaku. Bahkan ada yang tak punya identitas pengenal sama sekali. ”Adapun tukang becak yang diamankan karena melintas di sepanjang jalan protokol, yang terlarang bagi becak.
Razia ini sempat mengejutkan warga. Para tukang becak yang lagi melintas, mengetahui ada razia, ngebut mengayuh becaknya. Mereka dikejar petugas.Tukang becak yang tertangkap diamankan, begitu juga becaknya.
Mereka yang terjaring didata, kemudian disidang yustisi di mobil keliling Pamong Praja yang stand by di lokasi razia.
“Mereka yang terjaring ini kita kenakan denda dari 50 ribu sampai 100 ribu, yang telah ditetapkan oleh jaksa dan hakim yustisi,” kata Aris.
Ia mengimbau masyarakat segera memiliki atau memperpanjang KTP yang kedaluwarsa. “Bila perlu buat KTP sementara. Biasakanlah setiap keluar rumah membawa identitas diri. Meskipun kecil namun identitas itu sangat penting. Kalau tidak ada identitas, bagaimana kalau terjadi apa-apa di jalan,” kata Aris.
Ia menambahkan, pihaknya juga menjaring 36 anak jalanan dan anak punk yang kerap mangkal di lampu merah Charitas, Radial, simpang Polda. “Razianya kami lakukan semalam,” kata Aris
Kesuama anak jalanan yang terjaring razia sedang kami lakukan pendataan dana selanjutnya akan kami serahkan ke pada dnas sosial untuk dilakukan pembinaan, " setelah didata mereka akan kita serahkan ke dinsos untuk dilakukan pembinaan," ujar Aris.
Selain itu Satpolpp juga merazia warung-warung yang disinyalir menjual minuman keras dan berhasil menyita sekitar 200 botol dan 7 grobak yang menjualminuman. " Kita juga merazia tempat yang disnyalir menjual miras serta menyita grobak yang menjual miras" pungkasnya.(win)
Selasa (24/1) Satuan Polisi Pamong Praja (Polpp) melakukan razia terhadap warga yang tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan para penarik becak yang beroprasi di Jalan Jendral sudrman.
Razia yang dilakukan petugas yang menurunkan sekitar 50 personil ini dilakukan sekitar pukul 10.00 wib dan petugas mendapati 25 warga yang tidk membawa KTP dan 10 penarik becak.
Menurut Aris Saputra, kepala satuan itu, warga yang terjaring karena tidak membawa kartu tanda penduduk. “Ada pula yang KTP sudah habis masa berlaku. Bahkan ada yang tak punya identitas pengenal sama sekali. ”Adapun tukang becak yang diamankan karena melintas di sepanjang jalan protokol, yang terlarang bagi becak.
Razia ini sempat mengejutkan warga. Para tukang becak yang lagi melintas, mengetahui ada razia, ngebut mengayuh becaknya. Mereka dikejar petugas.Tukang becak yang tertangkap diamankan, begitu juga becaknya.
Mereka yang terjaring didata, kemudian disidang yustisi di mobil keliling Pamong Praja yang stand by di lokasi razia.
“Mereka yang terjaring ini kita kenakan denda dari 50 ribu sampai 100 ribu, yang telah ditetapkan oleh jaksa dan hakim yustisi,” kata Aris.
Ia mengimbau masyarakat segera memiliki atau memperpanjang KTP yang kedaluwarsa. “Bila perlu buat KTP sementara. Biasakanlah setiap keluar rumah membawa identitas diri. Meskipun kecil namun identitas itu sangat penting. Kalau tidak ada identitas, bagaimana kalau terjadi apa-apa di jalan,” kata Aris.
Ia menambahkan, pihaknya juga menjaring 36 anak jalanan dan anak punk yang kerap mangkal di lampu merah Charitas, Radial, simpang Polda. “Razianya kami lakukan semalam,” kata Aris
Kesuama anak jalanan yang terjaring razia sedang kami lakukan pendataan dana selanjutnya akan kami serahkan ke pada dnas sosial untuk dilakukan pembinaan, " setelah didata mereka akan kita serahkan ke dinsos untuk dilakukan pembinaan," ujar Aris.
Selain itu Satpolpp juga merazia warung-warung yang disinyalir menjual minuman keras dan berhasil menyita sekitar 200 botol dan 7 grobak yang menjualminuman. " Kita juga merazia tempat yang disnyalir menjual miras serta menyita grobak yang menjual miras" pungkasnya.(win)
Kantor BKD Diserbu Ratusan Pegawai
Empat Lawang, SN
Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Empat Lawang, Selasa (24/1) mendadak ramai. Pasalnya ratusan warga berseragam pegawai serbu kantor kepegawaian. Suasana menjadi ramai dan gaduh, beberapa Satuan Polisi Pamong Praja tampak berjaga-jaga depan pintu kantor BKD yang masih menumpang di Sekretariat Pemkab Empat Lawang itu.
Semua yang melintas dan melihat kejadian bertanya-tanya,apa yang terjadi bahkan tidak segan melihat langsung ke arah kantor BKD.
Ternyata ratusan abdi negara merupakan peserta CPNS yang baru saja disudah diambil sumpah dan sekarang sedang antri menunggu panggilan nama untuk menerima Surat Keputusan (SK) sebagai PNS penuh. "Tadi pembagian SK, semua CPNS yang sudah dilantik bisa mengambil SK," kata kepala BKD empat Lawang Januarsyah SH, Selasa (24/1).
Selanjutnya Januarsyah menyampaikan semua cpns dapat langsung datang ke kantor BKD untuk mengambil SK, sehingga begitu cepat diambil, cepat pula diurus penambahan gaji penuhnya. "Insyah Allah Februari ini mereka yang selama ini menerima 80 persen menjadi 100 persen," kata Januarsyah.
Sementara Neli salah seorang PNS mengaku rela antri meskipun harus berdesakan dan menunggu lama,maklum SK pengangkatan menjadi PNS penuh ini sudah dua tahun dinantikan,"dua tahun saja siap apalagi cuma sebentar nunggu nya," kata Neli.
Neli merasa bersyukur atas pengangkatan semoga dapat menambah motifasi kerja nya dan teman-teman satu angkatan di pemerintahan kabupaten Empat Lawang, bahkan tidak kalah senang dan sebagai ungkapan rasa syukur Neli mengaku akan menyisihkan sebagaian gaji 100 persen pertama bagi tetangga yang tidak mampu. "Insyah sebagian gaji akan saya sedekah kepada tetangga yang membutuhkan," kata Neli.
Hal senada disampaikan Wati, dengan mata berkaca-kaca mengaku haru, SK yang selama ini diharapkan segera didapati, hal ini membuah hatinya senang bercampur haru,"harga kertas nya tidak seberapa tapi nilainya ini,sangat berharga bagi kamin"kata Wati.
Wati juga menyampaikan sebagai ungkapan rasa syukur akan mentraktir teman-teman sekantor berharap gaji penuh yang diterima bulan yang akan datang dapat menjadi berkah baginya dan keluarga. "Paling traktir teman," pungkasnya. (eko)
Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Empat Lawang, Selasa (24/1) mendadak ramai. Pasalnya ratusan warga berseragam pegawai serbu kantor kepegawaian. Suasana menjadi ramai dan gaduh, beberapa Satuan Polisi Pamong Praja tampak berjaga-jaga depan pintu kantor BKD yang masih menumpang di Sekretariat Pemkab Empat Lawang itu.
Semua yang melintas dan melihat kejadian bertanya-tanya,apa yang terjadi bahkan tidak segan melihat langsung ke arah kantor BKD.
Ternyata ratusan abdi negara merupakan peserta CPNS yang baru saja disudah diambil sumpah dan sekarang sedang antri menunggu panggilan nama untuk menerima Surat Keputusan (SK) sebagai PNS penuh. "Tadi pembagian SK, semua CPNS yang sudah dilantik bisa mengambil SK," kata kepala BKD empat Lawang Januarsyah SH, Selasa (24/1).
Selanjutnya Januarsyah menyampaikan semua cpns dapat langsung datang ke kantor BKD untuk mengambil SK, sehingga begitu cepat diambil, cepat pula diurus penambahan gaji penuhnya. "Insyah Allah Februari ini mereka yang selama ini menerima 80 persen menjadi 100 persen," kata Januarsyah.
Sementara Neli salah seorang PNS mengaku rela antri meskipun harus berdesakan dan menunggu lama,maklum SK pengangkatan menjadi PNS penuh ini sudah dua tahun dinantikan,"dua tahun saja siap apalagi cuma sebentar nunggu nya," kata Neli.
Neli merasa bersyukur atas pengangkatan semoga dapat menambah motifasi kerja nya dan teman-teman satu angkatan di pemerintahan kabupaten Empat Lawang, bahkan tidak kalah senang dan sebagai ungkapan rasa syukur Neli mengaku akan menyisihkan sebagaian gaji 100 persen pertama bagi tetangga yang tidak mampu. "Insyah sebagian gaji akan saya sedekah kepada tetangga yang membutuhkan," kata Neli.
Hal senada disampaikan Wati, dengan mata berkaca-kaca mengaku haru, SK yang selama ini diharapkan segera didapati, hal ini membuah hatinya senang bercampur haru,"harga kertas nya tidak seberapa tapi nilainya ini,sangat berharga bagi kamin"kata Wati.
Wati juga menyampaikan sebagai ungkapan rasa syukur akan mentraktir teman-teman sekantor berharap gaji penuh yang diterima bulan yang akan datang dapat menjadi berkah baginya dan keluarga. "Paling traktir teman," pungkasnya. (eko)
OKUS Pacu Pembangunan Pendidikan
Muaradua, SN
OKU Selatan terus pacu peningkatan pembangunan tidak terkecuali dibidang pendidikan. Hal ini terlihat dari semakin banyak sarana dan prasarana infrastruktur pendidikan yang dibangun termasuk tenaga guru di daerah pedalaman.
Hambali pensiunan pendidik warga Tebat Gabus Kecamatan Kisam saat ditemui dikediamanya mengatakan, pembangunan sektor pendidikan sangat penting, sehingga diperlukan peningkatan dari berbagai aspek yang ada, tidak hanya pembangunan fisik namun
lebih pada upaya peningkatan mutu pendidik.
"Keberhasilan sektor pendidikan berkorelasi langsung
terhadap manajemen kepemimpinan serta kualitas pendidik di sekolah tersebut sehingga berpengaruh terhadap mutu anak didiknya,” tuturnya.
Menurutnya, kepala sekolah mempunyai tanggung jawab besar untuk memajukan sekolah dan dituntut agar secara kualitas guru pendidik lebih ditingkatkan, sehingga mutu anak didiknya juga akan terus mengalami peningkatan, secara konkrit hasil dari ujian nasional dapat dilihat sudah sejauh mana kualitas pendidik di sekolah tersebut.
“Selain pentingnya peran serta kepala sekolah, hal lain yang turut mempengaruhi mutu pendidikan adalah guru, orang tua, dan peran serta masyarakat. Apabila semua saling memberikan dukungan, maka apa yang menjadi tujuan dapat tercapai
dengan baik serta memberikan hasil yang memuaskan,” bebernya.
Dia menambahkan, untuk peningkatan mutu yakni dari semua komponen harus saling bahu membahu, sehingga dari tahun ke tahun peningkatan mutu kelulusan semakin meningkat dan lebih berkualitas. (dan)
OKU Selatan terus pacu peningkatan pembangunan tidak terkecuali dibidang pendidikan. Hal ini terlihat dari semakin banyak sarana dan prasarana infrastruktur pendidikan yang dibangun termasuk tenaga guru di daerah pedalaman.
Hambali pensiunan pendidik warga Tebat Gabus Kecamatan Kisam saat ditemui dikediamanya mengatakan, pembangunan sektor pendidikan sangat penting, sehingga diperlukan peningkatan dari berbagai aspek yang ada, tidak hanya pembangunan fisik namun
lebih pada upaya peningkatan mutu pendidik.
"Keberhasilan sektor pendidikan berkorelasi langsung
terhadap manajemen kepemimpinan serta kualitas pendidik di sekolah tersebut sehingga berpengaruh terhadap mutu anak didiknya,” tuturnya.
Menurutnya, kepala sekolah mempunyai tanggung jawab besar untuk memajukan sekolah dan dituntut agar secara kualitas guru pendidik lebih ditingkatkan, sehingga mutu anak didiknya juga akan terus mengalami peningkatan, secara konkrit hasil dari ujian nasional dapat dilihat sudah sejauh mana kualitas pendidik di sekolah tersebut.
“Selain pentingnya peran serta kepala sekolah, hal lain yang turut mempengaruhi mutu pendidikan adalah guru, orang tua, dan peran serta masyarakat. Apabila semua saling memberikan dukungan, maka apa yang menjadi tujuan dapat tercapai
dengan baik serta memberikan hasil yang memuaskan,” bebernya.
Dia menambahkan, untuk peningkatan mutu yakni dari semua komponen harus saling bahu membahu, sehingga dari tahun ke tahun peningkatan mutu kelulusan semakin meningkat dan lebih berkualitas. (dan)
Nasabah BSB Gembira Dapat Hadiah Imlek
Palembang, SN
Nasabah Bank Sumsel baik yang melakukan pembukaan rekening tabungan, deposito maupun pengajuan aplikasi kartu kredit Bank Sumsel Babel-BNI merasa gembira di Hari Raya Imlek. Karena dalam rangka memeriahkan Imlek mulai tanggal 14-24 Januari setiap nasabah yang melakukan aplikasi berhak mengikuti program "Rezeki Pohon Angpao Berhadiah”.
Hal tersebut seperti yang dituturkan Aprizal, salah satu nasabah Bank Sumsel Babel yang melakukan pengajuan aplikasi pembukaan rekening tabungan di Bank Sumsel Babel mengaku gembira bisa menabung di Bank Sumsel Babel. Apalagi bersamaan dengan perayaan Imlek karena mendapatkan bonus tambahan hadiah yang telah disediakan.
"Selain itu pelayanan yang diberikan pegawai Bank Sumsel Babel sangat memuaskan. Karena dari beberapa kali pengalaman saya membuka rekening tabungan di bank lain pelayanannya tidak sebaik di Bank Sumsel Babel. Selain ramah tamah pegawainya banyak juga program menarik yang ditawarkan Bank Sumsel Babel di moment spesial seperti pada perayaan Imlek tahun ini, setiap nasabah mendapatkan hadiah menarik,"tuturnya saat ditemui usai membuka rekening tabungan, Selasa (24/1) di Kantor Bank Sumsel Babel Jalan Kapten A Rivai Palembang.
Sementara itu Pengelola Pemasaran Bank Sumsel Babel, Linpatralisda menjelaskan, program "Rezeki Pohon Angpao Berhadiah” sudah berakhir. Dari program tersebut Bank Sumsel Babel berhasil membukukan nasabah dengan jumlah tabungan rata- rata Rp 1 juta. Hal tersebut disebabkan antusiasnya masyarakat untuk membuka rekening tabungan maupun mengajukan aplikasi kartu kredit dengan adanya ribuan hadiah yang telah disediakan Bank Sumsel Babel.
Dikatakannya, kemeriahan Imlek Bank Sumsel Babel tidak hanya berlangsung di stand Bank Sumsel Babel di Palembang Indah Mall. Namun setiap kantor cabang Bank Sumsel Babel juga turut memeriahkan dengan para pegawai memakai pakaian tradisional Cina yakni Chiongsam yang dikenakan olek seluruh front liners.
Sejak berlangsungnya program "Rezeki Pohon Angpou Berhadiah" dikatakannya, target 2.000 nasabah bisa tercapai.“Setiap nasabah kita berikan kebebasan untuk memilih sendiri angpao yang ada di pohon Mei Hwa dengan berisikan berbagai hadiah menarik,"tegasnya.
Setiap angpao dikatakannya, terdapat beraneka macam hadiah berupa peralatan rumah tangga hingga alat elektronik seperti kompor gas, magic com, blender, mixer, hair dryer dan berbagai hadiah menarik lainnya.
Ditambahkannya, kegiatan serupa tersebut merupakan kegiatan rutin BSB untuk memanjakan nasabah setianya, karena mmang BSB ingin selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah dengan berbagai program menarik yang sejalan dengan tema dan hari- hari besar.(ima)
Nasabah Bank Sumsel baik yang melakukan pembukaan rekening tabungan, deposito maupun pengajuan aplikasi kartu kredit Bank Sumsel Babel-BNI merasa gembira di Hari Raya Imlek. Karena dalam rangka memeriahkan Imlek mulai tanggal 14-24 Januari setiap nasabah yang melakukan aplikasi berhak mengikuti program "Rezeki Pohon Angpao Berhadiah”.
Hal tersebut seperti yang dituturkan Aprizal, salah satu nasabah Bank Sumsel Babel yang melakukan pengajuan aplikasi pembukaan rekening tabungan di Bank Sumsel Babel mengaku gembira bisa menabung di Bank Sumsel Babel. Apalagi bersamaan dengan perayaan Imlek karena mendapatkan bonus tambahan hadiah yang telah disediakan.
"Selain itu pelayanan yang diberikan pegawai Bank Sumsel Babel sangat memuaskan. Karena dari beberapa kali pengalaman saya membuka rekening tabungan di bank lain pelayanannya tidak sebaik di Bank Sumsel Babel. Selain ramah tamah pegawainya banyak juga program menarik yang ditawarkan Bank Sumsel Babel di moment spesial seperti pada perayaan Imlek tahun ini, setiap nasabah mendapatkan hadiah menarik,"tuturnya saat ditemui usai membuka rekening tabungan, Selasa (24/1) di Kantor Bank Sumsel Babel Jalan Kapten A Rivai Palembang.
Sementara itu Pengelola Pemasaran Bank Sumsel Babel, Linpatralisda menjelaskan, program "Rezeki Pohon Angpao Berhadiah” sudah berakhir. Dari program tersebut Bank Sumsel Babel berhasil membukukan nasabah dengan jumlah tabungan rata- rata Rp 1 juta. Hal tersebut disebabkan antusiasnya masyarakat untuk membuka rekening tabungan maupun mengajukan aplikasi kartu kredit dengan adanya ribuan hadiah yang telah disediakan Bank Sumsel Babel.
Dikatakannya, kemeriahan Imlek Bank Sumsel Babel tidak hanya berlangsung di stand Bank Sumsel Babel di Palembang Indah Mall. Namun setiap kantor cabang Bank Sumsel Babel juga turut memeriahkan dengan para pegawai memakai pakaian tradisional Cina yakni Chiongsam yang dikenakan olek seluruh front liners.
Sejak berlangsungnya program "Rezeki Pohon Angpou Berhadiah" dikatakannya, target 2.000 nasabah bisa tercapai.“Setiap nasabah kita berikan kebebasan untuk memilih sendiri angpao yang ada di pohon Mei Hwa dengan berisikan berbagai hadiah menarik,"tegasnya.
Setiap angpao dikatakannya, terdapat beraneka macam hadiah berupa peralatan rumah tangga hingga alat elektronik seperti kompor gas, magic com, blender, mixer, hair dryer dan berbagai hadiah menarik lainnya.
Ditambahkannya, kegiatan serupa tersebut merupakan kegiatan rutin BSB untuk memanjakan nasabah setianya, karena mmang BSB ingin selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah dengan berbagai program menarik yang sejalan dengan tema dan hari- hari besar.(ima)
Jumat, 20 Januari 2012
Memasuki Musim Panen, Pedagang Terpal Laku Keras
Banyuasin, SN
Memasuki musim panen padi akhir Februari 2012 mendatang para pedagang terpal di beberapa pasar kalangan di perairan dibanjiri pemesan, pedagang terpal juga mulai meraup keuntungan ketiban berkah saat musim panen padi tiba.
Petani Muara Padang Desa Daya Utama Jalur 18 Bejo misalnya, sudah mempersiapkan puluhan lembar terpal berukuran 4x3 M dengan harga Rp 100 ribu-Rp 150 ribu per lembarnya.
Sudah menjadi tradisi mas setiap musim panen biasanya kebutuhan terpal disini meningkat, kalau harga terpal menjelang panen juga naik akibat pemesan juga meningkat diluar musim biasanya hanya Rp 80 ribu/ unitnya namun menjelang panen sedikit naik harganya.
Senada dikatakan oleh Yanto, terpal menjadi idola warga saat musim panen tiba pasalnya warga di perairan khusunya belum banyak yang memiliki alat pengering padi (Oven). “Kalau dibilang satu desa mungkin ada satu orang yang punya oven sedangkan yang lainnya menggunakan terpal untuk menjemur padi.
Masyarakat berharap pemerintah memperhatikan kondisi petani yang hendak memasuki panen raya tahun ini mungkin dengan memberi bantuan alat oven ke petani. “Hal ini kita perlukan mendesak sebab setiap musim panen pas musim hujan, petani kejar-kejaran dengan hujan saat panen,” katanya.
Kebutuhan oven gabah, mutlak dibutuhkan petani saat musim panen karena kalau ada oven yang memadai, petani tidak lagi kejar-kejaran dengan hujan. “Kalau ada oven petani tidak takut dihantui oleh beras ‘batik’ akibat saat panen gabah yang baru dipetik kehujanan,” kata Yanto. (sir)
Memasuki musim panen padi akhir Februari 2012 mendatang para pedagang terpal di beberapa pasar kalangan di perairan dibanjiri pemesan, pedagang terpal juga mulai meraup keuntungan ketiban berkah saat musim panen padi tiba.
Petani Muara Padang Desa Daya Utama Jalur 18 Bejo misalnya, sudah mempersiapkan puluhan lembar terpal berukuran 4x3 M dengan harga Rp 100 ribu-Rp 150 ribu per lembarnya.
Sudah menjadi tradisi mas setiap musim panen biasanya kebutuhan terpal disini meningkat, kalau harga terpal menjelang panen juga naik akibat pemesan juga meningkat diluar musim biasanya hanya Rp 80 ribu/ unitnya namun menjelang panen sedikit naik harganya.
Senada dikatakan oleh Yanto, terpal menjadi idola warga saat musim panen tiba pasalnya warga di perairan khusunya belum banyak yang memiliki alat pengering padi (Oven). “Kalau dibilang satu desa mungkin ada satu orang yang punya oven sedangkan yang lainnya menggunakan terpal untuk menjemur padi.
Masyarakat berharap pemerintah memperhatikan kondisi petani yang hendak memasuki panen raya tahun ini mungkin dengan memberi bantuan alat oven ke petani. “Hal ini kita perlukan mendesak sebab setiap musim panen pas musim hujan, petani kejar-kejaran dengan hujan saat panen,” katanya.
Kebutuhan oven gabah, mutlak dibutuhkan petani saat musim panen karena kalau ada oven yang memadai, petani tidak lagi kejar-kejaran dengan hujan. “Kalau ada oven petani tidak takut dihantui oleh beras ‘batik’ akibat saat panen gabah yang baru dipetik kehujanan,” kata Yanto. (sir)
Al-Quran Raksasa Bakal Diresmikan
* Anggaran PUIC 10 M
Palembang, SN
Konferensi Parlemen 51 Negara-negara Islam Dunia (PUIC) ke-7 yang akan digelar tanggal 24 Januari hingga 31 Januari mendatang, salah satu kegiatannya dijadwalkan akan mengunjungi Pondok Pesantren IGM Al Ikhsaniah Palembang. Dan Alquran raksasa yang merupakan Alquran terbesar di dunia akan diresmikan tanggal 28 Januari mendatang.
Para delegasi konferensi ini akan melihat mushaf Alquran raksasa yang diukir dari kayu. "Untuk pengaturan delegasi yang akan melihat Alquran raksasa akan dijadwalkan," kata Asisten Kesra, dr H Aidit Aziz saat memimpin rapat terakhir persiapan pelaksanaan konferensi, Kamis (19/1) di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel.
Dituturkannya, konferensi yang berlangsung di Palembang akan dibuka oleh Presiden SBY dan berlangsung hingga 30 Januari 2012.
Menurut Aidit, panitia pelaksana sepenuhnya dilakukan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI. Sedangkan Provinsi Sumsel hanya sebagai supporting dan akomondasi selama konferensi.
Sementara itu, Deputi Persidangan dan Kerja Sama Antar Parlemen DPR, Achmad Djuned mengatakan, sampai saat ini peserta PUIC yang sudah menkonfirmasi 36 negara.
"Ini prestasi yang baik sudah mencapai 36 negara, dilihat dari PUIC sebelumnya. Jarang mencapai kehadiran 36 negara. Konfirmasi belum ditutup, kemungkinan peserta akan bertambah lagi," ujarnya.
Saat ditanyai mengenai anggaran PUIC, Achmad mengungkapkan, anggaran untuk kegiatan PUIC dari APBN sebesar 10 miliar.
"Sedangkan untuk LO untuk kegiatan ini ada 3 LO yakni, Bahasa Inggris, Arab dan Perancis. Untuk LO bahasa Inggris dari panitia pusat dan panitia daerah. LO Arab Saudi dari IAIN Raden Fatah, dan untuk LO Perancis dari Universitas Indonesia," tambahnya. (pit)
Palembang, SN
Konferensi Parlemen 51 Negara-negara Islam Dunia (PUIC) ke-7 yang akan digelar tanggal 24 Januari hingga 31 Januari mendatang, salah satu kegiatannya dijadwalkan akan mengunjungi Pondok Pesantren IGM Al Ikhsaniah Palembang. Dan Alquran raksasa yang merupakan Alquran terbesar di dunia akan diresmikan tanggal 28 Januari mendatang.
Para delegasi konferensi ini akan melihat mushaf Alquran raksasa yang diukir dari kayu. "Untuk pengaturan delegasi yang akan melihat Alquran raksasa akan dijadwalkan," kata Asisten Kesra, dr H Aidit Aziz saat memimpin rapat terakhir persiapan pelaksanaan konferensi, Kamis (19/1) di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel.
Dituturkannya, konferensi yang berlangsung di Palembang akan dibuka oleh Presiden SBY dan berlangsung hingga 30 Januari 2012.
Menurut Aidit, panitia pelaksana sepenuhnya dilakukan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI. Sedangkan Provinsi Sumsel hanya sebagai supporting dan akomondasi selama konferensi.
Sementara itu, Deputi Persidangan dan Kerja Sama Antar Parlemen DPR, Achmad Djuned mengatakan, sampai saat ini peserta PUIC yang sudah menkonfirmasi 36 negara.
"Ini prestasi yang baik sudah mencapai 36 negara, dilihat dari PUIC sebelumnya. Jarang mencapai kehadiran 36 negara. Konfirmasi belum ditutup, kemungkinan peserta akan bertambah lagi," ujarnya.
Saat ditanyai mengenai anggaran PUIC, Achmad mengungkapkan, anggaran untuk kegiatan PUIC dari APBN sebesar 10 miliar.
"Sedangkan untuk LO untuk kegiatan ini ada 3 LO yakni, Bahasa Inggris, Arab dan Perancis. Untuk LO bahasa Inggris dari panitia pusat dan panitia daerah. LO Arab Saudi dari IAIN Raden Fatah, dan untuk LO Perancis dari Universitas Indonesia," tambahnya. (pit)
Musim Hujan, Harga Karet Anjlok 100%
Kayuagung, SN
Musim hujan yang terjadi sejak 4 bulan lalu ternyata berimbas buruk bagi seluruh petani karet di sejumlah daerah termasuk di Kabupaten OKI. Betapa tidak, saat ini harga getah karet di pasaran anjlok dratis hingga 100 persen.
Perbandingannya, saat masih musim kemarau tahun lalu harga getah karet bertahan di angka Rp 16-20 ribu/kg. Namun memasuki musim kemarau sejak Oktober lalu hingga saat ini harganya terus menurun beberapa kali.
Tahapan turunnya harga karet dari Rp 20 ribu/kg menjadi Rp 18 ribu/kg, lalu turun lagi ke harga Rp 16 ribu dan harga terkini Rp 10 ribu/kg bahkan ada yang hanya Rp 8 ribu/kg. Kondisi ini sangat dikeluhkan petani sehingga harapan pemerintah untuk menstabilkan harga di pasaran sangat dibutuhkan.
Hasan (45) penyadap karet di perkebunan di Kecamatan Pedamaran Timur mengatakan, saat ini mayoritas petani karet stop menyadap karet karena curah hujan yang tinggi. Alasannya, bila dipaksakan untuk menyadap karet, hasilnya sia-sia karena getah hasil sadapan di dalam mangkok akan bercampur air hujan.
Biasanya saat harga karet masih stabil, dalam seminggu mereka bisa melakukan penyadapan karet setiap hari. Namun kini maksimal hanya 2-3 kali seminggu bahkan ada petani yang enggan menyadap karet mereka. Bagi petani, musim penghujan merupakan masa paceklik petani karet.
Sama diungkapkan Hadi (33) petani karet di Desa Rambai Kecamatan Pangkalan Lampam, anjloknya harga karet berdampak pada perekonomian mereka. Contohnya, petani karet terancam akan mengembalikan semua barang barang rumah tangga yang sudah dibeli kredit karena tidak mampu membayar akibat rendahnya harga karet.
Namun para petani tidak mengetahui secara pasti penyebab anjloknya harga karet di pasaran. Informasi yang mereka terima dari sejumlah pengumpul karet yang biasanya menampung karet dari petani, harga karet sudah turun dari pabriknya.
Menanggapi hal ini, M Teguh yang menjabat Kasi Pedagangan pada Disperindag OKI dikonfirmasi kemarin mengatakan, anjloknya harga karet terjadi di seluruh daerah bukan hanya di OKI saja. Namun petani harus bersabar hingga beberapa bulan ke depan menunggu musim kemarau karena harga karet akan kembali staabil. (iso)
Musim hujan yang terjadi sejak 4 bulan lalu ternyata berimbas buruk bagi seluruh petani karet di sejumlah daerah termasuk di Kabupaten OKI. Betapa tidak, saat ini harga getah karet di pasaran anjlok dratis hingga 100 persen.
Perbandingannya, saat masih musim kemarau tahun lalu harga getah karet bertahan di angka Rp 16-20 ribu/kg. Namun memasuki musim kemarau sejak Oktober lalu hingga saat ini harganya terus menurun beberapa kali.
Tahapan turunnya harga karet dari Rp 20 ribu/kg menjadi Rp 18 ribu/kg, lalu turun lagi ke harga Rp 16 ribu dan harga terkini Rp 10 ribu/kg bahkan ada yang hanya Rp 8 ribu/kg. Kondisi ini sangat dikeluhkan petani sehingga harapan pemerintah untuk menstabilkan harga di pasaran sangat dibutuhkan.
Hasan (45) penyadap karet di perkebunan di Kecamatan Pedamaran Timur mengatakan, saat ini mayoritas petani karet stop menyadap karet karena curah hujan yang tinggi. Alasannya, bila dipaksakan untuk menyadap karet, hasilnya sia-sia karena getah hasil sadapan di dalam mangkok akan bercampur air hujan.
Biasanya saat harga karet masih stabil, dalam seminggu mereka bisa melakukan penyadapan karet setiap hari. Namun kini maksimal hanya 2-3 kali seminggu bahkan ada petani yang enggan menyadap karet mereka. Bagi petani, musim penghujan merupakan masa paceklik petani karet.
Sama diungkapkan Hadi (33) petani karet di Desa Rambai Kecamatan Pangkalan Lampam, anjloknya harga karet berdampak pada perekonomian mereka. Contohnya, petani karet terancam akan mengembalikan semua barang barang rumah tangga yang sudah dibeli kredit karena tidak mampu membayar akibat rendahnya harga karet.
Namun para petani tidak mengetahui secara pasti penyebab anjloknya harga karet di pasaran. Informasi yang mereka terima dari sejumlah pengumpul karet yang biasanya menampung karet dari petani, harga karet sudah turun dari pabriknya.
Menanggapi hal ini, M Teguh yang menjabat Kasi Pedagangan pada Disperindag OKI dikonfirmasi kemarin mengatakan, anjloknya harga karet terjadi di seluruh daerah bukan hanya di OKI saja. Namun petani harus bersabar hingga beberapa bulan ke depan menunggu musim kemarau karena harga karet akan kembali staabil. (iso)
Kabupaten OKI Marak Rampok, Polisi Bentuk Timsus
Kayuagung, SN
Beberapa tahun silam aksi perampokan di Kabupaten OKI khususnya di Kecamatan Lempuing dan Mesuji memang marak, namun sempat mereda hingga akhir tahun lalu. Namun kini komplotan pelaku yang semuanya membawa Senpi dan Sajam mulai beraksi lagi.
Dalam beberapa hari terakhir, sudah ada 4 rumah menjadi korban perampokan yang pelakunya juga menggunakan topeng dan helm. 3 rumah diantaranya dilakukan 1 komplotan di waktu yang sama, sedangkan 1 rumah lagi dilakukan di hari yang berbeda namun tetap di malam hari.
Memang ada komplotan yang sejumlah pelaku perampokannya berhasil diringkus polisi, namun komplotan ini bukan merampok rumah melainkan merampok korban saat melintas di jalan desa di dalam perkebunan yang sepi warga. Untuk kasus perampokan rumah masih menjadi ”PR” polisi.
Menanggapi mulai maraknya aksi perampokan di wilayah hukum OKI akhir-akhir ini, Kapolres OKI AKBP Agus F SIK saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerja, Kamis (18/1) siang membenarkan kejadian tersebut dan kini pihaknya sedang bekerja keras.
Dijelaskan Kapolres OKI, untuk menjalankan program Gakkum (penegakan hukum) di wilayahnya sedang dibentuk tim khusus (Timsus) gabungan Polres OKI dan seluruh Polsek dan Polsubsek. Diakuinya, aksi perampokan di OKI lebih marak dibandingkan di daerah lain khususnya di Sumsel.
”Kasus Curas dan Curat meningkat di sana (Lempuing dan Mesuji,” kata Agus sembari mengatakan mulai bulan ini akan disiapkan 1 personil polisi di setiap desa. Fungsinya untuk meningkatkan daya tangkal dalam menjalankan Kamtibnas.
”Selama ini Simkamling di setiap berjalan namun belum optimal karena sering kebobolan,” ujarnya sembari mengatakan bila ada Siskamling maka informasi kejahatan akan cepat diterima karena melibatkan masyarakat dan ini sangat penting.
”Anggota Timsus ini dari Polres OKI yang membackup setiap Polsek. Tidak perlu tambahan personil dari Polda karena anggota kita sudah mencukupi, Timsus ini kita fokuskan dulu di Lempuing, Lempuing Induk, Mesuji, Mesuji Raya dan Mesuji Makmur. Lalu menyusul di kecamatan lain,” ungkap Kapolres OKI.
Mengenai kepemilikan Senpi ilegal yang dimiliki komplotan perampok, Agus mengatakan pihaknya terus melakukan razia selektif pada waktu dan tempat tertentu. ”Semua ini sudah kebijakan dari atas (Polda dan Mabes) tapi kita kuatkan lagi,” cetusnya. (iso)
Beberapa tahun silam aksi perampokan di Kabupaten OKI khususnya di Kecamatan Lempuing dan Mesuji memang marak, namun sempat mereda hingga akhir tahun lalu. Namun kini komplotan pelaku yang semuanya membawa Senpi dan Sajam mulai beraksi lagi.
Dalam beberapa hari terakhir, sudah ada 4 rumah menjadi korban perampokan yang pelakunya juga menggunakan topeng dan helm. 3 rumah diantaranya dilakukan 1 komplotan di waktu yang sama, sedangkan 1 rumah lagi dilakukan di hari yang berbeda namun tetap di malam hari.
Memang ada komplotan yang sejumlah pelaku perampokannya berhasil diringkus polisi, namun komplotan ini bukan merampok rumah melainkan merampok korban saat melintas di jalan desa di dalam perkebunan yang sepi warga. Untuk kasus perampokan rumah masih menjadi ”PR” polisi.
Menanggapi mulai maraknya aksi perampokan di wilayah hukum OKI akhir-akhir ini, Kapolres OKI AKBP Agus F SIK saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerja, Kamis (18/1) siang membenarkan kejadian tersebut dan kini pihaknya sedang bekerja keras.
Dijelaskan Kapolres OKI, untuk menjalankan program Gakkum (penegakan hukum) di wilayahnya sedang dibentuk tim khusus (Timsus) gabungan Polres OKI dan seluruh Polsek dan Polsubsek. Diakuinya, aksi perampokan di OKI lebih marak dibandingkan di daerah lain khususnya di Sumsel.
”Kasus Curas dan Curat meningkat di sana (Lempuing dan Mesuji,” kata Agus sembari mengatakan mulai bulan ini akan disiapkan 1 personil polisi di setiap desa. Fungsinya untuk meningkatkan daya tangkal dalam menjalankan Kamtibnas.
”Selama ini Simkamling di setiap berjalan namun belum optimal karena sering kebobolan,” ujarnya sembari mengatakan bila ada Siskamling maka informasi kejahatan akan cepat diterima karena melibatkan masyarakat dan ini sangat penting.
”Anggota Timsus ini dari Polres OKI yang membackup setiap Polsek. Tidak perlu tambahan personil dari Polda karena anggota kita sudah mencukupi, Timsus ini kita fokuskan dulu di Lempuing, Lempuing Induk, Mesuji, Mesuji Raya dan Mesuji Makmur. Lalu menyusul di kecamatan lain,” ungkap Kapolres OKI.
Mengenai kepemilikan Senpi ilegal yang dimiliki komplotan perampok, Agus mengatakan pihaknya terus melakukan razia selektif pada waktu dan tempat tertentu. ”Semua ini sudah kebijakan dari atas (Polda dan Mabes) tapi kita kuatkan lagi,” cetusnya. (iso)
Kasus Penusukan di LP Tanjung Raja, Terkesan Ditutupi
Indralaya, SN
Rahman (62) yang merupakan ayah kandung dari Joni Rahman alias Dahlan Rahman (30) yang menjadi korban penusukan di Lembaga Permasyakatan (LP) Tanjung Raja pada 31 Desember 2011 yang lalu kini ditempatkan di LP Pakjo Palembang.
Rahman yang merupakan warga Desa Tanjung Serian Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir (OI), menginginkan agar anaknya segera dikembalikan ke LP Tanjung Raja Kabupaten OI.
"Kami tidak mendapat informasi dari petugas LP tentang penusukan anak kami, tapi malah dari kawan anak aku yang satu sel," ujar Rahman didampingi istrinya Siti Fatimah.
Dikatakan Rahman, mendengar kabar tersebut pihak keluarga langsung menuju LP Tanjung Raja. Saat itu pihak keluarga bermaksud ingin menemui anaknya yang baru keluar dari Puskesmas Tanjung Raja tetapi tidak diperbolehkan petugas LP Tanjung Raja. Setelah seminggu dari kejadian penusukan tersebut pihak keluarga mendapat kabar bahwa anaknya dipindahkan ke LP Merah Mata Palembang namun setelah di cek pihak keluarga bukan dipindahkan ke LP Merah Mata namun di LP Pakjo Palembang.
"Saat mau dipindahkan kami juga tidak diberitahu, kami minta agar petugas mengembalikan anak kami ke LP Tanjung Raja biar dekat dengan kami dan kami bisa dengan muda untuk menemuinya," harap Fatimah
Disamping itu pihak keluarga sangat menyayangkan adanya sajam yang bebas dipegang para narapidana dan sepertinya pihak LP menutupi kejadian ini.
Diketahui, korban Joni Dahlan yang menjadi korban penusukan menderita luka tusukan lima liang di tulang rusuk kiri dan hal ini dirahasiakan dari publik, bahkan dari pihak keluarga. (man)
Rahman (62) yang merupakan ayah kandung dari Joni Rahman alias Dahlan Rahman (30) yang menjadi korban penusukan di Lembaga Permasyakatan (LP) Tanjung Raja pada 31 Desember 2011 yang lalu kini ditempatkan di LP Pakjo Palembang.
Rahman yang merupakan warga Desa Tanjung Serian Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir (OI), menginginkan agar anaknya segera dikembalikan ke LP Tanjung Raja Kabupaten OI.
"Kami tidak mendapat informasi dari petugas LP tentang penusukan anak kami, tapi malah dari kawan anak aku yang satu sel," ujar Rahman didampingi istrinya Siti Fatimah.
Dikatakan Rahman, mendengar kabar tersebut pihak keluarga langsung menuju LP Tanjung Raja. Saat itu pihak keluarga bermaksud ingin menemui anaknya yang baru keluar dari Puskesmas Tanjung Raja tetapi tidak diperbolehkan petugas LP Tanjung Raja. Setelah seminggu dari kejadian penusukan tersebut pihak keluarga mendapat kabar bahwa anaknya dipindahkan ke LP Merah Mata Palembang namun setelah di cek pihak keluarga bukan dipindahkan ke LP Merah Mata namun di LP Pakjo Palembang.
"Saat mau dipindahkan kami juga tidak diberitahu, kami minta agar petugas mengembalikan anak kami ke LP Tanjung Raja biar dekat dengan kami dan kami bisa dengan muda untuk menemuinya," harap Fatimah
Disamping itu pihak keluarga sangat menyayangkan adanya sajam yang bebas dipegang para narapidana dan sepertinya pihak LP menutupi kejadian ini.
Diketahui, korban Joni Dahlan yang menjadi korban penusukan menderita luka tusukan lima liang di tulang rusuk kiri dan hal ini dirahasiakan dari publik, bahkan dari pihak keluarga. (man)
15,29% Cadangan Batubara Sumatera Terdapat di Muba
Sekayu, SN
Kabupaten Musi Banyuasin menyimpan potensi batubara sebesar 3,4 Milyar ton. Potensi cadangan batubara tersebut merupakan 15,29 persen dari keseluruhan potensi cadangan batubara di Sumatera.
Hal ini terungkap pada Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan Sumsel Tahun Anggaran 2013 untuk wilayah Muba. Rapat tersebut dipimpin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel, diikuti seluruh SKPD Musi Banyuasin, Kamis (19/1), di Ruang Rapat Pemkab Muba.
Provinsi Sumatera Selatan secara keseluruhan menyimpan 82,37 persen Pulau Sumatera potensi cadangan batubara, atau 39,30 persen potensi cadangan batubara nasional. Potensi cadangan batubara terbesar di Sumsel terdapat di Muara Enim yaitu sebesar 13,64 Milyar ton, atau 61,33 persen dari keseluruhan potensi cadangan batubara Sumatera.
Musi Banyuasin juga memiliki potensi 38,68 persen (272.502,6 MSTB) kandungan minyak bumi Sumsel. Memiliki 39,07 persen (9.383,63 BSCF) gas bumi Sumsel dan 2 Trilyun kaki kubik gas metan.
“Potensi ini merupakan peluang investasi bagi Musi Banyuasin, yang dapat mendorong pembangunan daerah secara lebih baik,” ujar Yohanes Torwan, kepala Bappeda Sumsel.
Dia mengatakan, tujuan Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan dengan Pemkab Muba tersebut, untuk memastikan dan menegaskan serta mengkonfirmasi pelaksanaan RPKAD. Selain itu untuk menyerap kondisi tiap daerah, dalam upaya menyusun RAPBD 2013.
Pada rapat tersebut terungkap, APBD Muba terus mengalami peningkatan. Tahun 2010 mengalami peningkatan 0,23 persen, tahun 2011 meningkat 0,21 persen, dan meningkat 0,23 persen di tahun 2012.
Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Musi Banyuasin, pada 2010 sebesar 5,99 persen. Jumlah tersebut lebih kecil dari tingkat pengangguran terbuka rata-rata Sumsel yaitu 6,65 dan Nasional sebesar 7,14 persen.
Mewakili Bupati Muba, Staf Ahli Bidang Pembangunan Sudirman SH MHum, mengatakan, 2012 merupakan periode terakhir pembangunan jangka menengah dengan visi Muba Smart. Dirinya berharap, paparan yang disampaikan Bappeda Sumsel dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan Muba yang lebih baik. (her)
Kabupaten Musi Banyuasin menyimpan potensi batubara sebesar 3,4 Milyar ton. Potensi cadangan batubara tersebut merupakan 15,29 persen dari keseluruhan potensi cadangan batubara di Sumatera.
Hal ini terungkap pada Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan Sumsel Tahun Anggaran 2013 untuk wilayah Muba. Rapat tersebut dipimpin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel, diikuti seluruh SKPD Musi Banyuasin, Kamis (19/1), di Ruang Rapat Pemkab Muba.
Provinsi Sumatera Selatan secara keseluruhan menyimpan 82,37 persen Pulau Sumatera potensi cadangan batubara, atau 39,30 persen potensi cadangan batubara nasional. Potensi cadangan batubara terbesar di Sumsel terdapat di Muara Enim yaitu sebesar 13,64 Milyar ton, atau 61,33 persen dari keseluruhan potensi cadangan batubara Sumatera.
Musi Banyuasin juga memiliki potensi 38,68 persen (272.502,6 MSTB) kandungan minyak bumi Sumsel. Memiliki 39,07 persen (9.383,63 BSCF) gas bumi Sumsel dan 2 Trilyun kaki kubik gas metan.
“Potensi ini merupakan peluang investasi bagi Musi Banyuasin, yang dapat mendorong pembangunan daerah secara lebih baik,” ujar Yohanes Torwan, kepala Bappeda Sumsel.
Dia mengatakan, tujuan Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan dengan Pemkab Muba tersebut, untuk memastikan dan menegaskan serta mengkonfirmasi pelaksanaan RPKAD. Selain itu untuk menyerap kondisi tiap daerah, dalam upaya menyusun RAPBD 2013.
Pada rapat tersebut terungkap, APBD Muba terus mengalami peningkatan. Tahun 2010 mengalami peningkatan 0,23 persen, tahun 2011 meningkat 0,21 persen, dan meningkat 0,23 persen di tahun 2012.
Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Musi Banyuasin, pada 2010 sebesar 5,99 persen. Jumlah tersebut lebih kecil dari tingkat pengangguran terbuka rata-rata Sumsel yaitu 6,65 dan Nasional sebesar 7,14 persen.
Mewakili Bupati Muba, Staf Ahli Bidang Pembangunan Sudirman SH MHum, mengatakan, 2012 merupakan periode terakhir pembangunan jangka menengah dengan visi Muba Smart. Dirinya berharap, paparan yang disampaikan Bappeda Sumsel dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan Muba yang lebih baik. (her)
Rusak Parah, Jembatan Epil di Jalinteng Belum Juga Diperbaiki
Lais, SN
Lebih dari satu tahun terakhir besi pengaman jembatan besi di desa Epil Kecamatan Lais, Muba Tak heran jika sangat membahayakan penguna jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sekayu-Banyuasin.
Seperti yang terjadi Kamis (19/1) kemarin pengendara mobil Avanza, Firman (35) warga Ngulak Kecamatan Sangga Desa, Muba nyaris terjungkal dilokasi jembatan karena tidak memiliki besi pengaman.
Tak ayal kondisi itu membuat Firman syok. Saat itu, ia meluncur dari arah Sekayu menuju arah Palembang, dan persis di atas jembatan, ada truk ari arah depan. Karena jalan sempit, Firman terpaksa berjalan sedikit ke kiri agar bisa sama-sama lewat. Namun, saat hendak membelokkan stir, tanpa sengaja mobil yang dikemudikannya terlalu ke pinggir hingga nyaris tergelincir dan jatuh ke bawah jembatan.
“Untung saya, langsung banting setir ke kanan. Kalau tidak, mungkin saya sudah nyemplung ke bawah. Jembatan ini juga sudah tidak ada lagi pagarnya. Ini bahaya, dan harus menjadi perhatian pemerintah,” ujar Firman yang saat itu langsung memarkir mobilnya tidak jauh dari jembatan sebelum melanjutkan perjalanan.
Karena melihat ada mobil yang hampir tergelincir, warga di sekitar yang sedang duduk-duduk santai terkejut dan langsung berdiri. Beberapa diantaranya, menghampiri Firman dan menanyakan apa yang terjadi. Komentar warga pun nampak terdengar bersahutan mengenai kondisi jalan yang sempit, khususnya pagar jembatan yang sudah lama rusak.
Hendra(40), warga dusun I desa epil menuturkan, kejadian seperti ini bukan pertama kali yang ia lihat. Beberapa bulan sebelumnya, juga pernah ada mobil dan motor hampir jatuh karena padatnya kendaraan yang melintas di atas jembatan kecil ini. Namun memang, sejauh ini belum ada yang benar-benar jatuh.
“Ini sudah sering Pak. Ini kan jalan lintas Propinsi, banyak kendaraan besar yang lewat sini. Sementara jalan ini sempit, apalagi pas di jembatan. Sementara lihat sendiri pagar jembatan sudah rusak. Padahal para pejabat kita bukan tidak pernah lewat sini. Mestinya tanggap, dan tidak mesti nunggu ada kejadian makan korban baru diperbaiki,” cetusnya.
Cerita warga ataupun yang dialami Firman, tentu bisa menjadi pertimbangan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan terhadap jembatan dimaksud. Sebab, faktanya secara fisik jembatan ini cukup memprihatinkan.
Bukan saja karena rentangnya yang sempit, tetapi juga konstruksi yang rusak. Ini dengan jelas bisa dilihat, mulai dari besi pagar yang keropos dan hilang, baik sebelah kiri maupun bagian kanan. Kondisi serupa juga terjadi pada jembatan Sei Mungkut di Kecamatan Keluang. Di sini, bukan hanya jalan yang rusak, tapi juga jembatanyang nampak sudah layak untuk mendapat perbaikan.
Sementara Kepala Desa (Kades) Edi Irawan Epil, saat dikonfirmasi terkait adanya pristiwa tersebut mengaku jika kondisi jembatan sudah lebih dari satu tahun tidak dilakukan perbaikan. Kendala yang harus dihadapi dikarenakan jembatan tersebut merupakan wewenang dari Dinas PU Bina Marga Provinsi.
“Jembatan itu memang sangat rawan bagi penguna jalan apalagi pada malam hari, kondisi jalan yang sempit tak jarang menjadi gendala yang kita hadapi. Untuk itu kita berharap ada tindakan dari pemerintah provinsi untuk melakukan perbaikan besi pengaman jembatan Epil tersebut,” jelasnya. (her)
Lebih dari satu tahun terakhir besi pengaman jembatan besi di desa Epil Kecamatan Lais, Muba Tak heran jika sangat membahayakan penguna jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sekayu-Banyuasin.
Seperti yang terjadi Kamis (19/1) kemarin pengendara mobil Avanza, Firman (35) warga Ngulak Kecamatan Sangga Desa, Muba nyaris terjungkal dilokasi jembatan karena tidak memiliki besi pengaman.
Tak ayal kondisi itu membuat Firman syok. Saat itu, ia meluncur dari arah Sekayu menuju arah Palembang, dan persis di atas jembatan, ada truk ari arah depan. Karena jalan sempit, Firman terpaksa berjalan sedikit ke kiri agar bisa sama-sama lewat. Namun, saat hendak membelokkan stir, tanpa sengaja mobil yang dikemudikannya terlalu ke pinggir hingga nyaris tergelincir dan jatuh ke bawah jembatan.
“Untung saya, langsung banting setir ke kanan. Kalau tidak, mungkin saya sudah nyemplung ke bawah. Jembatan ini juga sudah tidak ada lagi pagarnya. Ini bahaya, dan harus menjadi perhatian pemerintah,” ujar Firman yang saat itu langsung memarkir mobilnya tidak jauh dari jembatan sebelum melanjutkan perjalanan.
Karena melihat ada mobil yang hampir tergelincir, warga di sekitar yang sedang duduk-duduk santai terkejut dan langsung berdiri. Beberapa diantaranya, menghampiri Firman dan menanyakan apa yang terjadi. Komentar warga pun nampak terdengar bersahutan mengenai kondisi jalan yang sempit, khususnya pagar jembatan yang sudah lama rusak.
Hendra(40), warga dusun I desa epil menuturkan, kejadian seperti ini bukan pertama kali yang ia lihat. Beberapa bulan sebelumnya, juga pernah ada mobil dan motor hampir jatuh karena padatnya kendaraan yang melintas di atas jembatan kecil ini. Namun memang, sejauh ini belum ada yang benar-benar jatuh.
“Ini sudah sering Pak. Ini kan jalan lintas Propinsi, banyak kendaraan besar yang lewat sini. Sementara jalan ini sempit, apalagi pas di jembatan. Sementara lihat sendiri pagar jembatan sudah rusak. Padahal para pejabat kita bukan tidak pernah lewat sini. Mestinya tanggap, dan tidak mesti nunggu ada kejadian makan korban baru diperbaiki,” cetusnya.
Cerita warga ataupun yang dialami Firman, tentu bisa menjadi pertimbangan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan terhadap jembatan dimaksud. Sebab, faktanya secara fisik jembatan ini cukup memprihatinkan.
Bukan saja karena rentangnya yang sempit, tetapi juga konstruksi yang rusak. Ini dengan jelas bisa dilihat, mulai dari besi pagar yang keropos dan hilang, baik sebelah kiri maupun bagian kanan. Kondisi serupa juga terjadi pada jembatan Sei Mungkut di Kecamatan Keluang. Di sini, bukan hanya jalan yang rusak, tapi juga jembatanyang nampak sudah layak untuk mendapat perbaikan.
Sementara Kepala Desa (Kades) Edi Irawan Epil, saat dikonfirmasi terkait adanya pristiwa tersebut mengaku jika kondisi jembatan sudah lebih dari satu tahun tidak dilakukan perbaikan. Kendala yang harus dihadapi dikarenakan jembatan tersebut merupakan wewenang dari Dinas PU Bina Marga Provinsi.
“Jembatan itu memang sangat rawan bagi penguna jalan apalagi pada malam hari, kondisi jalan yang sempit tak jarang menjadi gendala yang kita hadapi. Untuk itu kita berharap ada tindakan dari pemerintah provinsi untuk melakukan perbaikan besi pengaman jembatan Epil tersebut,” jelasnya. (her)
Jelang Imlek Kue Teratai Banyak Diburu
Palembang, SN
Mendekati hari raya Imlek yang jatuh pada Senin (23/01) besok, dalam seminggu ini para pedagang kue khas imlek dan para pedagang buah di Jalan Sayangan ketiban rejeki.
Seperti yang dialami Nuryati (47) pedagang kue khas Imlek mengatakan, dagangan kue khas Imleknya sudah sepekan ini mengalami peningkatan penjualan. Mulai dari kue apem, lapis, keranjang, bolu kukus, kue Ku, serta kue Teratai. Kue-kue ini selain sebagai kue khas Imlek juga digunakan sebagai persembahyangan warga Tiong Hoa dikelenteng maupun sajian untuk peribadatan dirumah.
Dari kue-kue tersebut, kue keranjang, kue Ku dan kue Teratai yang diburu pembeli. Kue-kue tersebut identik sebagai kue sajian untuk sembahyang hari-hari maupun Imlek. Harganya bervariasi, untuk kue keranjang ukuran kecil Rp 10 ribu, sedang Rp 15 ribu dan ukuran besar Rp 20 ribu. Kemudian kue Ku perkotaknya Rp 7.000.
Sedangkan kue Teratai ukuran kecil Rp 60 ribu, ukuran besar Rp 75 ribu. “Kue ini terbuat dari gula dan biasanya ditempatkan dipersembahyangan, baik dirumah ataupun kelenteng,” kata Nuryati. Harga kue khas Imlek lainnya yakni untuk kue apem Rp 10 ribu perkotak, lapis Rp 7 ribu, dan bolu kukus Rp 8 ribu perkotak.
Jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya, penjualan kue menjelang Imlek ini mengalami peningkatan drastis. “Perhari untuk kue keranjang menghabiskan antara 100-200 kue. Untuk kue teratai merupakan kue wajib untuk persembahyangan. Biasanya setelah digunakan untuk persembahyangan, kue teratai dimanfaatkan untuk dijadikan air gula manis sebagai bahan makanan,” bebernya.
Sementara itu, tidak hanya pedagang kue khas Imlek yang diburu pembeli. Pedagang buah-buahan juga ikut kebenjiran rezeki. Pasalnya buah-buahan tersebut digunakan sebagai sajian untuk persembahyangan. Rata-rata buah-buahan yang dibeli mereka sebagai pelengkap penyajian sembahyang yakni jeruk, apel, buah naga, dan buah Xiang Li (pir).
Amei (40) pedagang buah dikawasan Jl Sayangan mengaku, harga buah jeruk perkilo Rp 20 ribu, apel antara Rp 20-25 ribu, buah naga Rp 20 ribu, pir madu perbuah Rp 12.500 sedangkan buah Xiang Li Rp 27 ribu perkilo. “Buah Xiang Li dan jeruk yang banyak diburu pembeli. Karena kedua buah ini wajib dijadikan penyaki untuk persembahyangan, khususnya Imlek,” kata Amei.
Menurut dia, rata-rata pembeli yang datang merupakan warga etnis Tiong Hoa yang menjadi pelanggan tetap. Khususnya mereka-mereka yang tinggal sekitar kawasan Jl Sayangan. Sebab dikawasan ini rata-rata masyarakatnya merupakan etnis Tiong Hoa. “Buah-buahan yang saya jual, ngambilnya di pasar buah Jakabaring,” imbuhnya.(win)
Mendekati hari raya Imlek yang jatuh pada Senin (23/01) besok, dalam seminggu ini para pedagang kue khas imlek dan para pedagang buah di Jalan Sayangan ketiban rejeki.
Seperti yang dialami Nuryati (47) pedagang kue khas Imlek mengatakan, dagangan kue khas Imleknya sudah sepekan ini mengalami peningkatan penjualan. Mulai dari kue apem, lapis, keranjang, bolu kukus, kue Ku, serta kue Teratai. Kue-kue ini selain sebagai kue khas Imlek juga digunakan sebagai persembahyangan warga Tiong Hoa dikelenteng maupun sajian untuk peribadatan dirumah.
Dari kue-kue tersebut, kue keranjang, kue Ku dan kue Teratai yang diburu pembeli. Kue-kue tersebut identik sebagai kue sajian untuk sembahyang hari-hari maupun Imlek. Harganya bervariasi, untuk kue keranjang ukuran kecil Rp 10 ribu, sedang Rp 15 ribu dan ukuran besar Rp 20 ribu. Kemudian kue Ku perkotaknya Rp 7.000.
Sedangkan kue Teratai ukuran kecil Rp 60 ribu, ukuran besar Rp 75 ribu. “Kue ini terbuat dari gula dan biasanya ditempatkan dipersembahyangan, baik dirumah ataupun kelenteng,” kata Nuryati. Harga kue khas Imlek lainnya yakni untuk kue apem Rp 10 ribu perkotak, lapis Rp 7 ribu, dan bolu kukus Rp 8 ribu perkotak.
Jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya, penjualan kue menjelang Imlek ini mengalami peningkatan drastis. “Perhari untuk kue keranjang menghabiskan antara 100-200 kue. Untuk kue teratai merupakan kue wajib untuk persembahyangan. Biasanya setelah digunakan untuk persembahyangan, kue teratai dimanfaatkan untuk dijadikan air gula manis sebagai bahan makanan,” bebernya.
Sementara itu, tidak hanya pedagang kue khas Imlek yang diburu pembeli. Pedagang buah-buahan juga ikut kebenjiran rezeki. Pasalnya buah-buahan tersebut digunakan sebagai sajian untuk persembahyangan. Rata-rata buah-buahan yang dibeli mereka sebagai pelengkap penyajian sembahyang yakni jeruk, apel, buah naga, dan buah Xiang Li (pir).
Amei (40) pedagang buah dikawasan Jl Sayangan mengaku, harga buah jeruk perkilo Rp 20 ribu, apel antara Rp 20-25 ribu, buah naga Rp 20 ribu, pir madu perbuah Rp 12.500 sedangkan buah Xiang Li Rp 27 ribu perkilo. “Buah Xiang Li dan jeruk yang banyak diburu pembeli. Karena kedua buah ini wajib dijadikan penyaki untuk persembahyangan, khususnya Imlek,” kata Amei.
Menurut dia, rata-rata pembeli yang datang merupakan warga etnis Tiong Hoa yang menjadi pelanggan tetap. Khususnya mereka-mereka yang tinggal sekitar kawasan Jl Sayangan. Sebab dikawasan ini rata-rata masyarakatnya merupakan etnis Tiong Hoa. “Buah-buahan yang saya jual, ngambilnya di pasar buah Jakabaring,” imbuhnya.(win)
2012 Sebanyak 420 PNS di Rumahkan
Palembang, SN
Pada tahun 2012 ini ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan menginjak masa akhirnya mengabdi untuk masyrakat. Bertapa tidak tercatat sebanyak 420 PNS dari setiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dilingkungan Pemkot palembang tahun ini akan dirumahkan
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palembang Agus Kelana mengatakan tercatat 420 selama berkarier abdi negara di lingkungan Pemkot tahun ini masuk masa pensiun
“Sebanyak 420 PNS diPemkot Palembang memasuki masa pensiun 2012 ini,”ungkpnya Kamis (19/1).dari jumlah tersebut yang masuk masa pensiun, kata Agus sudah barang tentu membuat dari SKPD yang ada longgar dari jumlahn formasi PNS yang ada.
“Personil di lingkungan Pemkot Palembang akan berkurang sekitar 3 persen dari jumlah 15.993 PNS dari jumlah yang ada,”ucapnya.
PNS yang banyak memmasuki masa pensiun ini, masih kata Agus paling mendominasi dari SKPDdi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang yang mencapai 186 orang dari total guru di kota Palembang mencapai 11.324 orang.
Sisanya, 234 PNS dari SKPD lainnya. “Dari jumlah tersebut, 20 PNS diantaranya merupakan kepala dinas, kepala badan, asisten dan staf ahli,” jelasnya.
Sementara dari 20 orang lagi, 8 orang diantaranya adalah kepala dinas. Usia PNS yang masuk masa pensiun, berkisar 56 tahun ke atas. Penggantiannya kepada siapa, menjadi kewenangan Walikota. “Posisi itu (kadin, kabag, asisten, red) kewenangan pak Wali,” ungkapnya.
Namun, diantara 20 pejabat tersebut, yang mengajukan usulan perpanjangan masa kerja sebanyak 7 orang. Keputusan tersebut, juga ditentukan oleh Walikota. “Tapi, kalau usianya sudah 60 tahun nggak bisa diperpanjang lagi. Keputusan perpanjangan masa kerja, juga dari Pak Wali,” cetusnya.
Sementara Walikota Palembang, H Eddy Santana Putra mengungkapkan, peremajaan kepada PNS yang memegang jabatan penting akan tetap dilakukan. Apalagi, banyak kepala dinas yang sudah masuk usia pensiun. Termasuk diantaranya adalah kepala dinas sosial (Kadinsos) Palembang, Hasbullah Tuwi , Kepala Dinas Penerangan Lampu Jalan (DPJP)
“Banyak kepala dinas yang akan diganti, tapi sebelum usia mereka sampai 60 tahun masih bisa memperpanjang. Kalau sudah 60 tahun nggak bisa lagi, terlalu tua dia,” imbuhnya.(win)
Pada tahun 2012 ini ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan menginjak masa akhirnya mengabdi untuk masyrakat. Bertapa tidak tercatat sebanyak 420 PNS dari setiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dilingkungan Pemkot palembang tahun ini akan dirumahkan
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palembang Agus Kelana mengatakan tercatat 420 selama berkarier abdi negara di lingkungan Pemkot tahun ini masuk masa pensiun
“Sebanyak 420 PNS diPemkot Palembang memasuki masa pensiun 2012 ini,”ungkpnya Kamis (19/1).dari jumlah tersebut yang masuk masa pensiun, kata Agus sudah barang tentu membuat dari SKPD yang ada longgar dari jumlahn formasi PNS yang ada.
“Personil di lingkungan Pemkot Palembang akan berkurang sekitar 3 persen dari jumlah 15.993 PNS dari jumlah yang ada,”ucapnya.
PNS yang banyak memmasuki masa pensiun ini, masih kata Agus paling mendominasi dari SKPDdi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang yang mencapai 186 orang dari total guru di kota Palembang mencapai 11.324 orang.
Sisanya, 234 PNS dari SKPD lainnya. “Dari jumlah tersebut, 20 PNS diantaranya merupakan kepala dinas, kepala badan, asisten dan staf ahli,” jelasnya.
Sementara dari 20 orang lagi, 8 orang diantaranya adalah kepala dinas. Usia PNS yang masuk masa pensiun, berkisar 56 tahun ke atas. Penggantiannya kepada siapa, menjadi kewenangan Walikota. “Posisi itu (kadin, kabag, asisten, red) kewenangan pak Wali,” ungkapnya.
Namun, diantara 20 pejabat tersebut, yang mengajukan usulan perpanjangan masa kerja sebanyak 7 orang. Keputusan tersebut, juga ditentukan oleh Walikota. “Tapi, kalau usianya sudah 60 tahun nggak bisa diperpanjang lagi. Keputusan perpanjangan masa kerja, juga dari Pak Wali,” cetusnya.
Sementara Walikota Palembang, H Eddy Santana Putra mengungkapkan, peremajaan kepada PNS yang memegang jabatan penting akan tetap dilakukan. Apalagi, banyak kepala dinas yang sudah masuk usia pensiun. Termasuk diantaranya adalah kepala dinas sosial (Kadinsos) Palembang, Hasbullah Tuwi , Kepala Dinas Penerangan Lampu Jalan (DPJP)
“Banyak kepala dinas yang akan diganti, tapi sebelum usia mereka sampai 60 tahun masih bisa memperpanjang. Kalau sudah 60 tahun nggak bisa lagi, terlalu tua dia,” imbuhnya.(win)
Jalan Lingkar Batu Pance Butuh Pengaspalan
Empat Lawang, SN
Jalan lingkar desa Batu Panceh, kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang saat ini kondisinya memperhatikan, sehingga butuh pengasapalan dari pemerintah dalam hal ini pihak terkait.
Dari pantauan Suara Nusantara, Jalan Lingkar yang memiliki panjang 1 Km dan lebar 3 M tersebut, merupakan salah satu akses bagi warga melintasi terutama warga yang beraktifitas sebagai petani yang mengeluarkan hasil perkebunan merek. Badan jalan masih dihiasi pasir krosok dan tanah berlumpur. Ironisnya apabila hujan turun jalan tersebut dipenuhi genangan air sehingga ber lumpur dan licin. Dan apabila melintasi warga harus ektra hati-hati.
Menurut Indra (45), salah seorang tokoh masyarakat Desa Batu Pance ketika di bincangi Pitara, jalan lingkar tersebut mulai kabupaten terbentuk hampir lima tahun silam kondisinya masih tanah dan batu krosok. Padahal warga sering melintasi, terutama wAraga yang berprofesi sebagai petani.
"Mayoritas penduduk di Desa ini berpfropesi sebagai petani, yang kerap mengeluarkan hasil perkebunan mereka melalui jalan tersebut," ungkapnya.
Masih menurutnya, warga daerah sekitar, sangat mengharapkan kepada pemerintah dapat mengaspal jalan lingkar tersebut. Tujuannya untuk memperlancar petani mengeluarkan rempa-rempa hasil perkebunan mereka.
"Ya kita sanggat mendambahkan jalan ini di aspal, karenanya untuk kepentingan masyarakat banyak. Apalagi menyangkut dengan perekonomian masyarakat yang berpropesi sebagai petani," kata Indar.
Senada dikatakan Didi (44) yang juga warga Desa Batu Pance, ketika kabupaten Empat Lawang masih bergabung dengan kabupaten Lahat lalu. Jalan lingkar tersebut sudah ada, warga yang mengerjakan pengerasan secara gotong royong, swadaya masyarakat.
"Sebelum terbentuknya kabupaten Empat Lawang jalan lingkar tersebut sudah ada. Sebagai penunjang kelancaran warga, jalan lingkar ini butuh pengaspalan dan warga jug mengharapkan," jelasnya.
Menangapi itu, Kadis PU Bina Marga Empat Lawang, Fauzi Ahmad mengatak, pihaknya belum menerima laporan dan usulan dari warga. Apabila guna kepentingan masyarakat jalan lingkar tersebut akan diaspal.
"Insyallah pembangunannya akan kita masukan dalam anggaran, namun dikatakannya hendaknya masyarakat dapat bersabar, pemerintah pasti akan membangunnya, apalagi tujuannya demi kepentingan orang banyak," kata Fauzi. (eko)
Jalan lingkar desa Batu Panceh, kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang saat ini kondisinya memperhatikan, sehingga butuh pengasapalan dari pemerintah dalam hal ini pihak terkait.
Dari pantauan Suara Nusantara, Jalan Lingkar yang memiliki panjang 1 Km dan lebar 3 M tersebut, merupakan salah satu akses bagi warga melintasi terutama warga yang beraktifitas sebagai petani yang mengeluarkan hasil perkebunan merek. Badan jalan masih dihiasi pasir krosok dan tanah berlumpur. Ironisnya apabila hujan turun jalan tersebut dipenuhi genangan air sehingga ber lumpur dan licin. Dan apabila melintasi warga harus ektra hati-hati.
Menurut Indra (45), salah seorang tokoh masyarakat Desa Batu Pance ketika di bincangi Pitara, jalan lingkar tersebut mulai kabupaten terbentuk hampir lima tahun silam kondisinya masih tanah dan batu krosok. Padahal warga sering melintasi, terutama wAraga yang berprofesi sebagai petani.
"Mayoritas penduduk di Desa ini berpfropesi sebagai petani, yang kerap mengeluarkan hasil perkebunan mereka melalui jalan tersebut," ungkapnya.
Masih menurutnya, warga daerah sekitar, sangat mengharapkan kepada pemerintah dapat mengaspal jalan lingkar tersebut. Tujuannya untuk memperlancar petani mengeluarkan rempa-rempa hasil perkebunan mereka.
"Ya kita sanggat mendambahkan jalan ini di aspal, karenanya untuk kepentingan masyarakat banyak. Apalagi menyangkut dengan perekonomian masyarakat yang berpropesi sebagai petani," kata Indar.
Senada dikatakan Didi (44) yang juga warga Desa Batu Pance, ketika kabupaten Empat Lawang masih bergabung dengan kabupaten Lahat lalu. Jalan lingkar tersebut sudah ada, warga yang mengerjakan pengerasan secara gotong royong, swadaya masyarakat.
"Sebelum terbentuknya kabupaten Empat Lawang jalan lingkar tersebut sudah ada. Sebagai penunjang kelancaran warga, jalan lingkar ini butuh pengaspalan dan warga jug mengharapkan," jelasnya.
Menangapi itu, Kadis PU Bina Marga Empat Lawang, Fauzi Ahmad mengatak, pihaknya belum menerima laporan dan usulan dari warga. Apabila guna kepentingan masyarakat jalan lingkar tersebut akan diaspal.
"Insyallah pembangunannya akan kita masukan dalam anggaran, namun dikatakannya hendaknya masyarakat dapat bersabar, pemerintah pasti akan membangunnya, apalagi tujuannya demi kepentingan orang banyak," kata Fauzi. (eko)
Motor TKST Lenyap Digasak Maling
Tebing Tinggi, SN
Naas dialami Adi (24) warga Kupang, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang pasalnya dirinya harus rela kehilangan motor kesayangannya Honda Revo warna Abu-abu Nopol BG 2739 setelah digondol maling.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, motor korban yang juga sebagai staf Tenaga Kerja Sukarela Terdaftar (TKST) kantor Perpustakaan Arsip daerah Empat Lawang sedang terparkir di halaman kantor dimana tempatnya bekerja.
Menurut keterangan korban, dirinya memarkirkan motornya tersebut hampir setiap hari di lokasi parkiran kantor dimana tempatnya dia bekerja. Namun apes yang dialami dia, motor yang biasanya diparkir sudah hilang tidak ada lagi ditempat.
"Saya terkejut ketika keluar dari kantor melihat motor sudah tidak ada lagi di tempat semula," ujarnya.
Atas kerugian yang diterimanya korban langsung melaporkan ke Polsek Urban Tebingtinggi.
Kapolsek Urban Tebing Tinggi, Kompol Dwi Utomo ketika di kompirmasi membenarkan telah menerimah laporannya, pihaknya langsung menerjunkan anggotan ke lokasi untuk olah TKP.
"Setelah menerimah laporan dari korban, kita langsung menerjunkan anggota ke lokasi untuk olah TKP, dan kasus ini masih dalam proses penyelidakan lebih lanjut. Sementara pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang ini akan kita selidiki lebih dalam," kata Perwira yang baru saja mendapatkan pangkat Kompol. (eko)
Naas dialami Adi (24) warga Kupang, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang pasalnya dirinya harus rela kehilangan motor kesayangannya Honda Revo warna Abu-abu Nopol BG 2739 setelah digondol maling.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, motor korban yang juga sebagai staf Tenaga Kerja Sukarela Terdaftar (TKST) kantor Perpustakaan Arsip daerah Empat Lawang sedang terparkir di halaman kantor dimana tempatnya bekerja.
Menurut keterangan korban, dirinya memarkirkan motornya tersebut hampir setiap hari di lokasi parkiran kantor dimana tempatnya dia bekerja. Namun apes yang dialami dia, motor yang biasanya diparkir sudah hilang tidak ada lagi ditempat.
"Saya terkejut ketika keluar dari kantor melihat motor sudah tidak ada lagi di tempat semula," ujarnya.
Atas kerugian yang diterimanya korban langsung melaporkan ke Polsek Urban Tebingtinggi.
Kapolsek Urban Tebing Tinggi, Kompol Dwi Utomo ketika di kompirmasi membenarkan telah menerimah laporannya, pihaknya langsung menerjunkan anggotan ke lokasi untuk olah TKP.
"Setelah menerimah laporan dari korban, kita langsung menerjunkan anggota ke lokasi untuk olah TKP, dan kasus ini masih dalam proses penyelidakan lebih lanjut. Sementara pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang ini akan kita selidiki lebih dalam," kata Perwira yang baru saja mendapatkan pangkat Kompol. (eko)
Pemkab OKUS Didesak Lakukan Restocking
Muaradua, SN
Sejumlah masyarakat nelayan danau Ranau mendesak pemerintah setempat melaksanakan Restocking (Penebaran Benih Ikan). Lantaran nelayan resah akibat hasil tangkapan ikan minim sebagai imbas pencemaran belerang dampaknya puluhan ton mati mendadak beberapa bulan lalu.
Minimnya hasil tangkapan menurut Risdianto ketua pemuda desa Way Wangi mengalami penurunan tangkapan nelayan setempat semenjak beberapa tahun terakhir terlebih lagi setelah Danau Ranau tercemar belerang Gunung Seminung puluhan ton ikan mati mendadak, sangat disayangkan pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan Dan Peternakan setempat tidak berinisiatif melakukan normalisasi danau dengan melakukan restocking.
”Sudah lama tidakpernah lagi diadakan penebaran benih ikan di Danau Ranau, kalau
dulu tujuh tahun lalu pernah dilakukan beberapa kali tapi kenapa sekarang tidaklagi,” kata Risdianto dengan nada kecewa.
Terpisah Bahyun Bahren Ketua DPC LSM Ratu Adil Indonesia OKU Selatan saat dibincangi mengatakan, kebutuhan akan konsumsi ikan khususnya untuk memenuhi kebutuhan lokal yang selama ini dikonsumsi masyarakat Ranau dan sekitarnya adalah hasil yang dilakukan nelayan melalui kegiatan penangkapan ikan di perairan umum Danau Ranau menggunakan jenis alattangkap yang bersifat tradisional sangat terbatas kwantitasnya.
“Hal ini perlu diupayakan pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan dan Peternakan jangan tutup mata perlu dilakukan tindakan bijak dengan adanya pengelolaan dalam Bentuk Restocking sebagai salah satu upaya kegiatan perikanan dalam memanfaatkan
sumber daya secara berkesinambungan,” tuturnya.
Menurutnya, menurunnya sumber daya perairan umum Danau Ranau sebagai akibat terjadinya penurunan tingkat produktifitas perairan, dan produksi ikan serta hilangnya beberapa spesies endemik sehingga sebagai dampak negatif lanjutannya adalah menurunnya daya dukung perairan.
“Oleh karena itu perlu mendapat perhatian yang serius oleh Pemerintah daerah untuk segera melakukan suatu tindakan, dengan melakukan restocking. Hal ini dilakukan sebagai
bentuk pengendalian utamanya menambah produktivitas tani nelayan setempat,” pungkasnya. (dan)
Sejumlah masyarakat nelayan danau Ranau mendesak pemerintah setempat melaksanakan Restocking (Penebaran Benih Ikan). Lantaran nelayan resah akibat hasil tangkapan ikan minim sebagai imbas pencemaran belerang dampaknya puluhan ton mati mendadak beberapa bulan lalu.
Minimnya hasil tangkapan menurut Risdianto ketua pemuda desa Way Wangi mengalami penurunan tangkapan nelayan setempat semenjak beberapa tahun terakhir terlebih lagi setelah Danau Ranau tercemar belerang Gunung Seminung puluhan ton ikan mati mendadak, sangat disayangkan pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan Dan Peternakan setempat tidak berinisiatif melakukan normalisasi danau dengan melakukan restocking.
”Sudah lama tidakpernah lagi diadakan penebaran benih ikan di Danau Ranau, kalau
dulu tujuh tahun lalu pernah dilakukan beberapa kali tapi kenapa sekarang tidaklagi,” kata Risdianto dengan nada kecewa.
Terpisah Bahyun Bahren Ketua DPC LSM Ratu Adil Indonesia OKU Selatan saat dibincangi mengatakan, kebutuhan akan konsumsi ikan khususnya untuk memenuhi kebutuhan lokal yang selama ini dikonsumsi masyarakat Ranau dan sekitarnya adalah hasil yang dilakukan nelayan melalui kegiatan penangkapan ikan di perairan umum Danau Ranau menggunakan jenis alattangkap yang bersifat tradisional sangat terbatas kwantitasnya.
“Hal ini perlu diupayakan pemerintah dalam hal ini Dinas Perikanan dan Peternakan jangan tutup mata perlu dilakukan tindakan bijak dengan adanya pengelolaan dalam Bentuk Restocking sebagai salah satu upaya kegiatan perikanan dalam memanfaatkan
sumber daya secara berkesinambungan,” tuturnya.
Menurutnya, menurunnya sumber daya perairan umum Danau Ranau sebagai akibat terjadinya penurunan tingkat produktifitas perairan, dan produksi ikan serta hilangnya beberapa spesies endemik sehingga sebagai dampak negatif lanjutannya adalah menurunnya daya dukung perairan.
“Oleh karena itu perlu mendapat perhatian yang serius oleh Pemerintah daerah untuk segera melakukan suatu tindakan, dengan melakukan restocking. Hal ini dilakukan sebagai
bentuk pengendalian utamanya menambah produktivitas tani nelayan setempat,” pungkasnya. (dan)
Pembangunan Lima Jembatan Hampir Rampung
Musi Rawas, SN
Pemerintah kabupaten Musi Rawas (Mura) masih fokus untuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur dalam prioritas anggaran. Salah satunya dengan pembangunan lima jembatan sejak tahun 2007 yang telah menelan dana Rp109,030 miliar. Kelima jembatan yang dibangun sudah ada yang segera selesai namun masih ada yang butuh pengerjaan lanjutan.
“Sampai dengan tahun lalu total dana sebanyak Rp109,030 miliar, untuk membiayai lima jembatan tersebut dan dari beberapa jembatan yang dibangun ada yang selesai namun ada juga yang masih harus dilanjutkan,” kata Kabid Program pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Musi Rawas, Alawiyah, Kamis (19/1).
Dijelaskannya, kelima jembatan tersebut adalah jembatan Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Muara Rengas, Kecamatan Muara Lakitan, Pulau Kidak Kecamatan Ulu Rawas, Biaro, Kecamatan Karang Dapo dan jembatan Pangkalan Tarum, Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu.
Untuk Jembatan Desa Pauh akan menghubungkan Desa Pauh dengan Desa Ketapat dan didukung pembuatan akses jalan sepanjang sembilan kilometer dari Desa Ketapat hingga ke lokasi transmigrasi lokal (translok) Desa Pauh. Pembiayaan pembangunannya menelan dana mencapai Rp17,260 miliar.
Untuk jembatan Muara Rengas, Muara Lakitan, dana untuk pengerjaannya sudah mencapai Rp25,980 miliar. Sedangkan jembatan Pulau Kidak pengerjaannya diperkirakan baru selesai tahun ini, sudah menghabiskan anggaran mencapai Rp22,030 miliar.
Sementara itu, untuk jembatan Biaro, pembangunannya diperkirakan baru rampung pada 2014 nanti, hingga kini sudah menghabiskan dana Rp15,160 miliar. Kemudian jembatan Desa Pangkalan Tarum dan akses jalan aspal menuju SP-Trans Cecar dan ke Kecamatan Muara Lakitan, dikerjakan sejak 2007 lalu hingga saat ini telah menelan dana sebesar Rp28,600 miliar.
Sebagaimana diketahui untuk anggaran tahun 2012 ini, prioritas anggaran juga masih disektor infrastruktur, lebih dari Rp400 miliar. (fik)
Pemerintah kabupaten Musi Rawas (Mura) masih fokus untuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur dalam prioritas anggaran. Salah satunya dengan pembangunan lima jembatan sejak tahun 2007 yang telah menelan dana Rp109,030 miliar. Kelima jembatan yang dibangun sudah ada yang segera selesai namun masih ada yang butuh pengerjaan lanjutan.
“Sampai dengan tahun lalu total dana sebanyak Rp109,030 miliar, untuk membiayai lima jembatan tersebut dan dari beberapa jembatan yang dibangun ada yang selesai namun ada juga yang masih harus dilanjutkan,” kata Kabid Program pada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Musi Rawas, Alawiyah, Kamis (19/1).
Dijelaskannya, kelima jembatan tersebut adalah jembatan Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Muara Rengas, Kecamatan Muara Lakitan, Pulau Kidak Kecamatan Ulu Rawas, Biaro, Kecamatan Karang Dapo dan jembatan Pangkalan Tarum, Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu.
Untuk Jembatan Desa Pauh akan menghubungkan Desa Pauh dengan Desa Ketapat dan didukung pembuatan akses jalan sepanjang sembilan kilometer dari Desa Ketapat hingga ke lokasi transmigrasi lokal (translok) Desa Pauh. Pembiayaan pembangunannya menelan dana mencapai Rp17,260 miliar.
Untuk jembatan Muara Rengas, Muara Lakitan, dana untuk pengerjaannya sudah mencapai Rp25,980 miliar. Sedangkan jembatan Pulau Kidak pengerjaannya diperkirakan baru selesai tahun ini, sudah menghabiskan anggaran mencapai Rp22,030 miliar.
Sementara itu, untuk jembatan Biaro, pembangunannya diperkirakan baru rampung pada 2014 nanti, hingga kini sudah menghabiskan dana Rp15,160 miliar. Kemudian jembatan Desa Pangkalan Tarum dan akses jalan aspal menuju SP-Trans Cecar dan ke Kecamatan Muara Lakitan, dikerjakan sejak 2007 lalu hingga saat ini telah menelan dana sebesar Rp28,600 miliar.
Sebagaimana diketahui untuk anggaran tahun 2012 ini, prioritas anggaran juga masih disektor infrastruktur, lebih dari Rp400 miliar. (fik)
Banyak Pembangunan Jalan Tidak Selesai Tepat Waktu
Pagaralam, SN
Ada beberapa titik ruas jalan di Kota Pagaralam saat ini pengerjaanya tidak selesai tepat waktu dan kondisinya terbengkalai. Padahal pembangunan jalan tersebut sudah menelan biaya cukup besar mencapai miliaran rupiah, tidak hanya itu saat ini kondisi jalan yang terbengkalai tersebut kembali rusak. Demikian pengamatan, Kamis (19/1).
Beberapa titik jalan yang pembangunannya tidak selesai yaitu jalan dua jalur dari SMP Negeri 2 menuju ke dusun Selibar Kelurahan Perandonan, pembangunan jalan menuju Lapangan Terbang (Lapter) Atung Bungsu yaitu jalan dari dusun Mingkik dan dari dusun Tebat Gunung. Kemudian pembangunan dua jalur dikawasan kota yaitu Demporeokan.
Ketua Fraksi Gunung DPRD Kota Pagaralam, Alpian SH mengatakan, meskipun masih banyak jalan yang tidak selesai pembangunannya terutama jalan menuju ke Lapter, saat ini Pemkot Pagaralam kembali mengganggarkan pembangunan jalan baru menuju Lapter Atung Bungsu dari Dusun Suka Cinta dengan anggaran sebesar Rp 17 miliar.
Dia mengatakan, pembangunan jalan di Kota Pagaralam banyak yang belum selesai dibangun. Jalan tersebut tidak dilanjutkan pembangunanya. Kondisi tersebut membuat jalan yang ada menjadi terbengkalai.
"Kita sangat menyayangkan masih banyaknya proyek jalan yang tidak selesai. Kondisi ini seharusnya menjadi prioritas pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan jalan tersebut, Namun, bukannya menganggarkan untuk penyelesaian jalan tersebut, pemerintah malah akan membangun jalan baru lagi menuju ke Lapter dengan dana Rp 17 miliar," kritiknya.
Menurutnya, banyak pembangunan jalan yang tidak selesai menunjukan bahwa pembangunan tersebut kurang perencanaan. Selain itu, kondisi di lapangan yang membuat pembangunan jalan tersebut tidak selesai yaitu masih adanya beberapa jalan belum dibebaskan.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Yunali melalui Kabid Bina Marga Sunarto mengatakan, memang banyak proyek yang tidak selesai tepat waktu, dan itu dilakukan pemutusan kontrak atau dibayar sesuai dengan pekerjaan.
"Kalau ada proyek yang tidak selesai maka akan dilakukan pemutusan kontrak dan pembayaran sesuai dengan pekerjaan yang sudah diselesaikan," ungkapnya. (asn)
Ada beberapa titik ruas jalan di Kota Pagaralam saat ini pengerjaanya tidak selesai tepat waktu dan kondisinya terbengkalai. Padahal pembangunan jalan tersebut sudah menelan biaya cukup besar mencapai miliaran rupiah, tidak hanya itu saat ini kondisi jalan yang terbengkalai tersebut kembali rusak. Demikian pengamatan, Kamis (19/1).
Beberapa titik jalan yang pembangunannya tidak selesai yaitu jalan dua jalur dari SMP Negeri 2 menuju ke dusun Selibar Kelurahan Perandonan, pembangunan jalan menuju Lapangan Terbang (Lapter) Atung Bungsu yaitu jalan dari dusun Mingkik dan dari dusun Tebat Gunung. Kemudian pembangunan dua jalur dikawasan kota yaitu Demporeokan.
Ketua Fraksi Gunung DPRD Kota Pagaralam, Alpian SH mengatakan, meskipun masih banyak jalan yang tidak selesai pembangunannya terutama jalan menuju ke Lapter, saat ini Pemkot Pagaralam kembali mengganggarkan pembangunan jalan baru menuju Lapter Atung Bungsu dari Dusun Suka Cinta dengan anggaran sebesar Rp 17 miliar.
Dia mengatakan, pembangunan jalan di Kota Pagaralam banyak yang belum selesai dibangun. Jalan tersebut tidak dilanjutkan pembangunanya. Kondisi tersebut membuat jalan yang ada menjadi terbengkalai.
"Kita sangat menyayangkan masih banyaknya proyek jalan yang tidak selesai. Kondisi ini seharusnya menjadi prioritas pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan jalan tersebut, Namun, bukannya menganggarkan untuk penyelesaian jalan tersebut, pemerintah malah akan membangun jalan baru lagi menuju ke Lapter dengan dana Rp 17 miliar," kritiknya.
Menurutnya, banyak pembangunan jalan yang tidak selesai menunjukan bahwa pembangunan tersebut kurang perencanaan. Selain itu, kondisi di lapangan yang membuat pembangunan jalan tersebut tidak selesai yaitu masih adanya beberapa jalan belum dibebaskan.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Yunali melalui Kabid Bina Marga Sunarto mengatakan, memang banyak proyek yang tidak selesai tepat waktu, dan itu dilakukan pemutusan kontrak atau dibayar sesuai dengan pekerjaan.
"Kalau ada proyek yang tidak selesai maka akan dilakukan pemutusan kontrak dan pembayaran sesuai dengan pekerjaan yang sudah diselesaikan," ungkapnya. (asn)
Suharindi Serahkan Pencalonan ke PAN
Palembang, SN
Pilkada Pagaralam yang baru akan berlangsung 2013 mendatang, sudah mulai dihangatkan dengan para calon yang mulai mensosialisasikan diri untuk maju.
Dari sekian banyak nama yang muncul, salah satunya adalah Anggota DPRD Sumsel, H Suharindi. Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/1) ia mengaku yakin dengan rencananya mencalokan diri menjadi calon walikota Pagaralam. Namun katanya, kelanjutan rencana pencalonan itu, ia serahkan ke Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai yang menaunginya.
"Semuanya kita serahkan ke PAN. Sampai saat ini, komunikasi dengan partai tetap jalan," katanya. Suharindi mengaku, sudah mempersiapkan pencalonannya, sejak satu tahun terakhir. Bahkan ia mengaku, dukungan dari masyarakat kota Pagaralam sudah didapat.
Ia pun yakin, PAN sebagai partai yang menaunginya, akan mendukung dan mencalokan kader yang dianggap layak. "Partai tentunya mengutamakan kader yang layak untuk dicalonkan," ungkapnya.
Mengenai calon wakil walikota yang akan mendampinginya, Suharindi mengaku hingga kini belum ada. "Itu nanti dipikirkan dan tentunya disesuaikan dengan bagaimana hasil survei," ujar anggota Komisi V DPRD Sumsel ini.
Sementara mengenai dua rekan kerjanya di DPRD Sumsel, yakni Budiarto Marsul dan Arudji Kartawinata yang juga menyatakan siap untuk maju pada Pilkada Pagaralam 2013, menurutnya hal itu sah-sah saja, sebagai warga negara punya hak dan punya keinginan.
"Semua kandidat mempunyai kans pada pemilihan wali kota Pagaralam," katanya.
Pilkada Banyuasin 2013
Sementara itu, tidak hanya di Pagaralam, Pilkada Banyuasin yang juga berlangsung pada 2013 mendatang, sudah memunculkan beberapa nama calon yang akan maju, salah satunya juga berasal dari anggota DPRD Sumsel, Slamet Soemosentono.
“Saya akan maju dari jalur independent, ini sudah saya bangun 5 tahun -10 tahun lalu, Banyuasin harus ada perubahan, karena itu saya maju pilkada Banyuain 2013,” tegas anggota Komisi I DPRD Sumsel ini.
Mengenai poling suara dukungan di Banyuasin, Slamet mengaku tidak mengadakan poling, namun katanya, setiap pihak lain melakukan poling, namanya selalu muncul sebagai salah satu yang dijagokan menang.
“Mengenai kantong suara yang real, kalau saya ada di wilayah perairan, Banyuasin dan Pangkalan Balai,” ujar dia.
“Soal banyaknya calon bupati Banyuasin yang akan maju pada 2013 mendatang, saya senang sekali, semakin banyak calon semakin bagus, karena itulah warna demokrasi,” pungkasnya. (awj)
Pilkada Pagaralam yang baru akan berlangsung 2013 mendatang, sudah mulai dihangatkan dengan para calon yang mulai mensosialisasikan diri untuk maju.
Dari sekian banyak nama yang muncul, salah satunya adalah Anggota DPRD Sumsel, H Suharindi. Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/1) ia mengaku yakin dengan rencananya mencalokan diri menjadi calon walikota Pagaralam. Namun katanya, kelanjutan rencana pencalonan itu, ia serahkan ke Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai yang menaunginya.
"Semuanya kita serahkan ke PAN. Sampai saat ini, komunikasi dengan partai tetap jalan," katanya. Suharindi mengaku, sudah mempersiapkan pencalonannya, sejak satu tahun terakhir. Bahkan ia mengaku, dukungan dari masyarakat kota Pagaralam sudah didapat.
Ia pun yakin, PAN sebagai partai yang menaunginya, akan mendukung dan mencalokan kader yang dianggap layak. "Partai tentunya mengutamakan kader yang layak untuk dicalonkan," ungkapnya.
Mengenai calon wakil walikota yang akan mendampinginya, Suharindi mengaku hingga kini belum ada. "Itu nanti dipikirkan dan tentunya disesuaikan dengan bagaimana hasil survei," ujar anggota Komisi V DPRD Sumsel ini.
Sementara mengenai dua rekan kerjanya di DPRD Sumsel, yakni Budiarto Marsul dan Arudji Kartawinata yang juga menyatakan siap untuk maju pada Pilkada Pagaralam 2013, menurutnya hal itu sah-sah saja, sebagai warga negara punya hak dan punya keinginan.
"Semua kandidat mempunyai kans pada pemilihan wali kota Pagaralam," katanya.
Pilkada Banyuasin 2013
“Saya akan maju dari jalur independent, ini sudah saya bangun 5 tahun -10 tahun lalu, Banyuasin harus ada perubahan, karena itu saya maju pilkada Banyuain 2013,” tegas anggota Komisi I DPRD Sumsel ini.
Mengenai poling suara dukungan di Banyuasin, Slamet mengaku tidak mengadakan poling, namun katanya, setiap pihak lain melakukan poling, namanya selalu muncul sebagai salah satu yang dijagokan menang.
“Mengenai kantong suara yang real, kalau saya ada di wilayah perairan, Banyuasin dan Pangkalan Balai,” ujar dia.
“Soal banyaknya calon bupati Banyuasin yang akan maju pada 2013 mendatang, saya senang sekali, semakin banyak calon semakin bagus, karena itulah warna demokrasi,” pungkasnya. (awj)
PPM Gelar Khitanan Massal
Prabumulih, SN
Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Prabumulih rencananya menggelar khitanan massal. Kegiatan yang dilaksanakan pada 2 Februari tersebut dalam rangka memeriahkan HUT Kodam II Sriwijaya.
Ketua PPM Prabumulih Tris September kemarin menjelaskan, khitanan massal ini selain menyambut HUT Kodam II/Swj ke-66 juga merupakan program PPM Prabumulih. Dalam kegiatan ini mereka akan dibantu langsung Kodim 0404 Muara Enim yang dikomandoi langsung Dandim Letkol Kav Siswono. Untuk tenaga medis mereka akan menggalang pihak Puskesmas dan RSUD Kota Prabumulih.
“Saat ini persiapan sudah 60 persen dan sudah 30 anak yang terdaftar. Mereka ini
diambil dari anak anak anggota PPM dan umum. Target kita sendiri sebanyak 60 anak," terang putra almarhum Peltu M Ali Hanapiah ini.
Sementara untuk kegiatan sendiri dilaksanakan di Gedung Veteran Prabumulih Jalan Ahmad Yani.
"Harapan saya selaku ketua PPM kota Prabumulih, dengan khitanan massal agar orangtua yang tidak mampu khususnya anggota PPM dan pada umumnya masyarakat kota Prabumulih dapat terbantu dengan kegiatan sosialisai ini . dan di akhir acara sunatan akan di adakan makan bersama dan saya mohon doa res," harapnya. (and)
Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Prabumulih rencananya menggelar khitanan massal. Kegiatan yang dilaksanakan pada 2 Februari tersebut dalam rangka memeriahkan HUT Kodam II Sriwijaya.
Ketua PPM Prabumulih Tris September kemarin menjelaskan, khitanan massal ini selain menyambut HUT Kodam II/Swj ke-66 juga merupakan program PPM Prabumulih. Dalam kegiatan ini mereka akan dibantu langsung Kodim 0404 Muara Enim yang dikomandoi langsung Dandim Letkol Kav Siswono. Untuk tenaga medis mereka akan menggalang pihak Puskesmas dan RSUD Kota Prabumulih.
“Saat ini persiapan sudah 60 persen dan sudah 30 anak yang terdaftar. Mereka ini
diambil dari anak anak anggota PPM dan umum. Target kita sendiri sebanyak 60 anak," terang putra almarhum Peltu M Ali Hanapiah ini.
Sementara untuk kegiatan sendiri dilaksanakan di Gedung Veteran Prabumulih Jalan Ahmad Yani.
"Harapan saya selaku ketua PPM kota Prabumulih, dengan khitanan massal agar orangtua yang tidak mampu khususnya anggota PPM dan pada umumnya masyarakat kota Prabumulih dapat terbantu dengan kegiatan sosialisai ini . dan di akhir acara sunatan akan di adakan makan bersama dan saya mohon doa res," harapnya. (and)
Langganan:
Postingan (Atom)
Press
My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.


