Kamis, 09 Februari 2012

Pekerja Tambang Batubara Kembali Bekerja

Sekayu, SN
Setelah berlangsung mogok kerja selama sepekan, para pekerja tambang batubara PT Alas Watu Utama (AWU) sebanyak 200 lebih karyawan yang merupakan Subkontraktor di PT Baturona, akhirnya Rabu 8 Februari) mulai kerja kembali .

"Mulai hari ini (kemarin Red) semua pekerja yang melakukan mogok kerja, sudah mulai bekerja seperti biasanya," ujar Manager HRD PT Baturona Rudi kepada wartawan melalui via hanphone, Rabu(8/2).

Rudi mengatakan, sebenarnya aksi mogok kerjanya ini tidak perlu terjadi, apabila hak dan kewajiban masing-masing melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan. "Pekerja melaksanakan kewajibannya untuk bekerja, dan perusahaan melaksanakan hak dan kewajibannya membayar upah, itu saja," Kata Rudi.

Rudi menampik, kalau aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan itu terkait karena persoalan UMR, termasuk ada pekerja dari perusahaan asing yakni dari Malaysia dan Singapura.

"Kita mempekerjakan para karyawan itu sudah sesuai dengan undang-undang ketentuan dari upah minimum sektoral, yakni diatas Rp 1.270.000," terang Rudi.

Sebenarnya yang terjadi dari aksi mogok kerja tersebut, terkait rasa solidaritas dan hubungan emosional antara pekerja dengan salah satu karyawan yang bernama Hendri yang di putus hubungan kerjanya (PHK), karena usianya sudah memasuki 59 tahun yang dianggap sudah tidak produktif lagi.

"Inilah salah satu pemicu hingga melebar kepersoalan lain, dari aksi mogok kerja tersebut, karena terkait adanya hubungan emosional dan solidaritas pekerja dengan Hendri," lanjut Rudi seraya mengatakan status Hendri tetap di PHK, ya itu tadi karena usianya sudah 59 tahun.

Sementara Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Muba Ir H Yusman Srianto MT melalui Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Juanda SE mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah mediasi terhadap persoalan karyawan yang melakukan aksi mogok kerja dengan pihak managemen PT Baturona .

"Antara pekerja dengan perusahaan sudah kita selesaikan, dan para pakerja sudah mulai masuk kerja hari ini (kemarin Red)," kata Juanda, yang sebelumnya sempat disibukan dengan persoalan ini.

Dimana Kata Juanda, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pihak PT Baturona sudah melaksanakan tugas dan kewajibannya memberikan upah kepada pakerja sesuai dengan Undang-undang ketenagakerjaan yakni peraturan yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Sumsel No 825/KPTS/Disnaker/2011 tentang upah minimum sektoral yakni standarnya sebesar Rp 1.270.000.

"Jadi perusahaan Baturona sudah melaksanakan kewajibannya memberikan upah kepada pekerjanya sesuai ketentuan upah minimum sektoral," jelas Juanda. (her)

Asmawati Terserang Penyakit Tumor Kulit Butuh Bantuan


Sekayu, SN
Sejak usiannya sepuluh tahun, Asmawati (42) warga desa Babat kecamatan Babat Toman kabupaten Musi Banyuasin terserang penyakit tumor kulit yang tak kunjung sembuh. Bahkan penyakitnya itu semakin hari semakin bertambah parah, hingga membesar pada wajahnya. Ia berharap, ada orang yang dapat membantu penyembuhan penyakitnya.

Menurut asmawati, penyakit yang dideritanya ini, timbul sejak usia sepuluh tahun, dengan tanda bintik-bintik berbentuk benjolan sampai akhirnya menjalar keseluruh tubuh. “Kalau badan saya besar penyakit ini semakin besar apalagi saya beranjak dewasa malah semakin bertambah parah,” katanya dengan keluh dan risau berharap ada orang yang dapat membantu penyembuhan penyakit tumor kulit dideritanya.

Terlebih pada wajah, membesar sampai menutupi mata, namun yang semakin merisaukan tangan dan kaki pun tumbuh benjolan yang sama. “Upaya untuk penyembuhan pun sudah pernah dilakukan, namun tak kunjung sembuh,” ujarnya.

Sejak almarhum sang suami dan anaknya meninggal, asmawati pun tinggal bersama keponakkannya Ema. Dengan hidup sederhana ia pun mencari uang sebagai tukang cuci pakaian keliling. "Karena keterbatasan biaya, untuk mengobati penyakit ini terpaksa meminta bantuan para tetangga, namun sudah habis dan tidak bisa lagi berobat,” ungkapnya sembari pasrah meskipun penyakit dideritanya tak kunjung sembuh.

Sementara dinas kesehatan musi banyuasin, dr taufiq Rusdi Mkes, membenarkan asmawati pernah berobat di RSUD Sekayu pada tahun 2005 yang lalu, namun ia tidak pernah lagi cek up kerumah sakit. Dianjurkan agar dapat segera datang kembali cek up kepihak medis, karena untuk peyembuhan ada beberapa tahapan-tahapan.

"Penyakit tersebut tumor kulit yang sudah menjalar keseluruh tubuh, sehingga dianjurkan agar asmawati dapat kembali berobat. Masalah biaya, pengobatan gratis sudah dilakukan, sehingga jangan takut akan biaya, untuk itu bagi masyarakat siapa saja dapat melaporkan kepihak kami,” katanya sembari menambahkan akan meninjau dan menindak lanjuti penyakit yang diderita asmawati itu. (her)

Warga Pagaralam Masih Terus Kesulitan Air Bersih

Pagaralam, SN
Warga di beberapa dusun yang berada di Kota Pagaralam yakni di kawasan dempo-dempo hingga saat ini warganya masih kesulitan mendapatkan air bersih terutama untuk kebutuhan sehari-hari, seperti di Kecamatan Dempo Selatan seperti Dusun Bandar Jaya, Kelurahan Kance Diwe, Dusun Muara Tenang, dan Kelurahan Perahudipo.

Demikian juga di Dusun Rimba Candi, Sumber Jaya, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Tengah, warganya masih harus mengambil air di beberapa sumber mata air yang lokasinya cukup jauh dari pemukiman warga. Demikian pantauan, Rabu (8/2).

Untuk Kecamatan Dempo Utara juga tidak lebih baik, beberapa dusun, seperti Dusun 32 dan Dusun Tanjung Taring, Kelurahan Burung Dinang, juga masih belum mendapat fasilitas air bersih dari pemerintah, warga harus mengambil air bersih untuk keperluan sehari-hari dilokasi sumber air yang memerlukan jarak tempuh yang sangat jauh.

Menurut Yanto, warga Burung Dinang mengaku, dusunnya sudah puluhan tahun belum memiliki fasilitas air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Warga sendiri harus mengambil air di beberapa sumber air yang letaknya sangat jauh dari pemukiman warga.

"Kami cukup kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari hari terutama untuk memasak, setiap hari kami harus mengambil air ke kebun yang jaraknya sekitar dua kilometer dan menggunakan jerigen, kalau musim kemarau, sumber air kami kadang-kadang kering dan keruh serta mengeluarkan bau," keluhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kota Pagaralam, Yunali melalui Kabid Cipta Karya Hariadi Razak, mengatakan, saat ini memang masih ada sebagian dusun di tiga kecamatan di Pagaralam yang memang belum memiliki fasilitas air bersih.

Namun demikian, pemerintah juga setiap tahun memberikan bantuan untuk pemasangan fasilitas air bersih di beberapa daerah sehingga ditargetkan pada tahun 2012 ini seluruh wilayah akan mendapatkan fasilitas air bersih dari pemerintah.

"Tahun ini kita menargetkan semua dusun harus sudah memiliki fasilitas air bersih, termasuk di kawasan dempo dan juga lapter Atungbungsu," katanya. (asn)

Pagaralam Siaga Bencana di Tiga Kecamatan

Pagaralam, SN
Pemkot Pagaralam, siaga bencana di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Dempo Utara, Pagaralam Utara dan Dempo Selatan. Ketiga kecamatan ini merupakan daerah paling rawan banjir bandang dan longsor. Puluhan titik sepanjang jalan negara Kota Pagaralam-Lahat dan kawasan perbukitan di tiga kecamatan tersebut memasuki musim penghujan tahun ini terjadi longsor dan banjir bandang.

"Kalau longsor mulai dari Kelurahan Rebahtinggi, hingga Kelurahan Burung Dinang, Kecamatan Dempo Utara, dan banjir berada di Kelurahan Bandar, Ujanmas, Burungdinang," kata Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas, Firmanudin, Rabu (8/2).

Menurut dia, kondisi hutan perbukitan Kecamatan Dempo Utara, dan Dempo Selatan bukan hanya sudah gundul, tapi juga mengalami alih fungsi.

"Memang sejak hujan yang tidak kunjung redah dalam satu minggu ini, sudah ada beberapa titik jalan dan kawasan pemukiman longsor serta banjir," ungkap dia.

Contohnya, kata dia, hutan dan perkebunan kopi di daerah Bukit Kayu Manis Kelurahan Jangkaremas, Kecamatan Dempo Utara, sudah ada sekitar lima titik longsor.

"Kemudian kalau banjir di Dusun Bandar, Kecamatan Dempo Selatan dan Jambarakar, Dempo Utara," ungkap dia sembari mengatakan, ada juga bukit mengalami keretakan sepanjang sekitar 4 kilometer meter.

Menurut dia, longsor ini juga mengancam puluhan ribu tanaman kopi dan ladang sayur milik warga dua daerah itu.

"Kalau sudah masuk musim penghujan, kondisi semakin parah, karena kondisi tanah mulai labil, apalagi pepohonan sudah banyak hilang," ungkap dia.

Camat Dempo Utara, Rusdi, mengatakan daerah paling parah, longsor dan banjir bandang di sepanjang Sungai Selangis Kelurahan Jangkarmas, Muarasiban, Bumiagung dan Burungdinang.

"Posisinya tepat membentang mulai dari Dusun Tegurwangi hingga Dusun Talang Ayiksalak Kelurahan Ujanmas, Kecamatan Dempo Utara," kata dia pula.

Rusdi mengatakan, longsor tersebut bukan tidak mungkin akan dapat menimbun ratusan ribu batang kopi dan sungai Selangis karena posisinya tepat berada di bawah perbukitan itu.

Sementara itu Plt Kepala Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD), Herawadi S.Sos, mengatakan pemerintah masih akan melakukan pendataan daerah longsor dan rawan banjir.

"Kami sudah usulkan kepada Pemkot Pagaralam, dana siap pakai Rp 2 miliar, untuk mengantisipasi bila terjadi bencana alam," ungkap dia.

Selain pendataan, kata dia, upaya pencegahan sudah dilakukan dengan membentuk tim penanggulangan bencana mulai dari kelurahan dan menempatkan alat berat di daerah paling rawan longsor.

"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan dampak lebih besar bila terjadi bencana alam,' ungkapnya. (asn)

Golkar Masih Tunggu Hasil Survey

Palembang, SN
Partai Golkar Sumsel mengaku hingga saat ini belum menentukan calon untuk diusung pada 8 pilkada yang akan digelar di Sumsel tahun 2012-2013 mendatang. Penentuan calon yang diusung berdasarkan hasil survey.

Delapan Pilkada yang akan digelar tersebut diantaranya, kota Palembang, Lubuklinggau, Prabumulih, Pagaralam, Lahat, Muara Enim, dan Banyuasin.

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Sumsel, Nasrun Madang, Rabu (8/2) mengatakan, sejak era kepemimpinan Abu Rizal Bakrie, calon yang diusung oleh Golkar harus berdasarkan hasil survey yang dilakukan, dan keputusannya ada di tingkat DPP Partai Golkar.

"Jadi tidak harus kader yang akan kita usung, kalau hasil survey menunjukkan yang paling tinggi ratingnya bukan dari kader partai, maka tetap ia yang akan kita dukung. DPP Golkar tidak mentolerir kader yang hasil surveynya tidak tinggi," katanya.

Ia mengungkapkan, mekanisme pencalonan itu mutlak harus dipatuhi kader, dan Golkar juga menegaskan tidak ada mahar apapun yang diminta Golkar, khususnya bagi mereka yang diusung dan berasal dari luar partai Golkar.

"Dalam penentuan calon yang akan diusung, setidaknya kita melakukan tiga kali survey, delapan bulan sebelum pelaksanaan, kemudian enam bulan sebelum, dan terakhir tiga bulan sebelum pelaksanaan," ungkapnya.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, Edward Djaya menambahkan, Partai Golkar tidak akan memaksakan kadernya sendiri untuk dicalonkan. Jika hasil survey nantinya Ketua Partai Golkar di kabupaten dan kota justru kalah populer, maka tidak akan dicalonkan dan Golkar akan memilih calon diluar struktur partai.

Jika Ketua Golkar tersebut tetap ngotot mencalonkan diri, padahal tidak dicalonkan partai maka akan mendapatkan sanksi mulai dari teguran keras sampai pemecatan. "Untuk apa mengusung kader sendiri, jika kalah. Kita mengusung calon, yang besar kemungkinan untuk menang sebab itu semuanya tergantung dari hasil survey," imbuhnya.

Survey sendiri beber Edward, sudah dilakukan oleh Partai Golkar di kabupaten dan kota yang akan menggelar pesta demokrasi di 2013. Golkar bebernya sudah melakukan survey di Palembang, Lubuklinggau, Pagaralam, Lahat dan Banyuasin. Namun Golkar fokus di Pagaralam dan Lubuklinggau, sebab kedua kota tersebut merupakan daerah terdekat yang akan menggelar pilkada.

Lebih lanjut Edward mengatakan, untuk kota Palembang, dari hasil survey yang dilakukan partainya, sedikitnya ada tiga nama yakni Ketua DPD Partai Golkar Palembang Ardiansyah, Kadishub dan Informatika Sumsel Sarimuda dan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dodi Reza Alex.

"Di Palembang, kita bisa mencalonkan secara langsung tanpa harus berkoalisi. Namun kita belum memutuskan nama calonnya, kita akan lihat hasil survey nanti. Yang pasti, kita tidak akan memaksakan kader partai untuk dicalonkan," pungkasnya.

Untuk diketahui, beberapa petinggi partai di Sumsel sudah menyebut nama calon yang akan mereka usung di Pilkada di beberapa daerah walaupun masih belum resmi. Partai Amanat Nasional (PAN) misalnya, kemungkinan besar akan mengusung nama Mularis Djahri sebagai Cawako Palembang, Bursa Sarnubi sebagai Cabup Lahat, Joncik Muhammad sebagai cabup Empat Lawang serta Iskandar sebagai Cabup OKI, dan Herman Deru sebagai calon gubernur (cagub) Sumsel.

Sementara PDI Perjuangan untuk Palembang, kemungkinan besar akan mengusung calon incumbent yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Palembang yakni Romi Herton. Sementara di Partai Demokrat ada beberapa nama yang bersaing untuk diusung melalui partai berlambang bintang segitiga itu di Pilkada Palembang yakni anggota DPR RI Syofwatillah Mohzaib, mantan anggota DPR RI Sarjan Taher dan Ketua DPD PD Palembang Harnojoyo. (awj)

Dump Truk Batubara Tabrak Sepeda Motor

Prabumulih, SN
Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan aksi ugal–ugalan pengendara angkutan dump truk batubara terjadi di Jalan Lingkar Timur, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Rabu (8/2) sekitar pukul 15.30 WIB di simpang 4 Jalan Sindur–Gunung Ibul.

Salah seorang pengendara sepeda motor Yamaha Vega R warna BG 5228 RV, menjadi korbannya dan masih dirawat di ruang Instalasai Gawat Darurat RSUD Kota Prabumulih setelah ditabrak dump truk batubara tanpa muatan hingga sempat terseret sejauh 30 meter.

Korban yang usai kejadian mengalami luka pecah kepala dan terkapar dengan kondisi dari hidung dan kedua telingga mengeluarkan darah sampai saat ini belum diketahui nasibnya. Sementara pelaku, pengendara dump truk batubara plat BD 8287 AQ yang mengaku dari perusahaan angkutan Aldeoz, sudah diamankan petugas Satlantas Polres Prabumulih.

Pelaku diketahui bernama Ivan (23) warga Lahat, sebelumnya berusaha melarikan diri usai menabrak korban. Namun usaha pelaku tidak berhasil karena korban berikut kendaraan sepeda motornya masih lekat dibawah dump truck yang dibawanya. Bahkan akibat ulah nekatnya itu, pelaku nyaris dihakimi massa yang saat itu berada disekitar lokasi kejadian. Beruntung petugas Satlantas Polres Prabumulih datang dan mengamankan pelaku.

Menurut Tina (45) salah satu saksi mata, sebelum kejadian mobil dumptruk yang dikendarai pelaku terlihat ugal–ugalan dan ngebut bersama rombongan truk lainnya. Diduga tidak bisa lagi mengendalikan laju mobilnya, kendaraan pelaku yang datang dari arah Jalan Jenderal Sudirman atau Tugu Air Mancur menuju Tugu Nenas Patih Galung, langsung menabrak sepeda motor korban yang saat kejadian datang arah Kelurahan Sindur, Cambai.

“Rombongan dump truk itu dari jauh sudah kelihatan datang saling kejar– kejaran dan akhirnya salah satu dari mereka menabrak sebuah sepeda motor yang saat kejadian baru hendak keluar dari arah simpang 4 Sindur menuju Kelurahan Gunung Ibul,” terang Tina, ditemui usai kejadian.

Dikatakannya, korban berikut sepeda motornya sempat terseret sejauh sekitar 30 meter dibawa dump truk pelaku.

“Kalau kondisinya saya tidak tahu karena takut melihatnya darah tercecer dimana–mana. Bayangkan saja dek, terseret masuk bawah mobil, itu saja sopirnya mau melarikan diri tetapi gagal karena mobilnya lekat di motor korban,” urai pedagang warung kopi di sekitar lokasi kejadian tersebut. (and)

Hingga Januari, Delapan Honorer KKP Dipecat

Prabumulih, SN
Tenaga honorer (PHL) yang indisipliner dan malas bekerja terus diberikan Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP) Kota Prabumulih selama hampir 2 tahun belakangan ini. Dari catatan Januari hingga Januari 2012, setidaknya sudah ada delapan tenaga honorer yang dipecat.

Pada tahun 2011 ada lima orang yang dipecat dan tiganya lagi awal Januari 2012 ini. Mereka yang sudah dipecat itu karena sudah melakukan pelanggaran indisipliner cukup berat. Sementara tahap sanksi berupa pemberian peringatan juga diberikan kepada sejumlah PNS dan tenaga honorer lainnya.

“Tindakan tegas dan evaluasi terus kita lakukan guna memerbaiki kinerja dan tugas pokok mereka (para pegawai) disini. Awal Januari ini saja, sudah ada tiga tenaga PHL kita pecat karena melakukan pelanggaran indisipliner berat,” ungkap Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan Kota Prabumulih, Mansyur MSi.

Menurut Mansyur, pemberian sanksi pemecatan tidak serta merta diberikan tetapi melalui proses evaluasi terlebih dahulu. Terutama penilaian terhadap tupoksi (tugas pokok dan fungsi) setiap pegawai pertiga bulan sekali. Sehingga setiap pegawai PNS maupun PHL dituntut tidak hanya mampu bisa bekerja maksimal namun juga dibutuhkan pemikiran ide yang cemerlang dari mereka.

“Untuk itu, rapat kecil dan koordinasi rutin antara pegawai dan pimpinan terus kita bina dan dilakukan guna mendapatkan hasil yang maksimal. Karena bekerja di Kantor Kebersihan dan Pertamanan ini bukan untuk main–main dan hanya mengerti tugas pokok saja, tetapi bukti kerja dan pemikiran yang intelektual meskipun fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki terbatas,” jelas Mansyur.

Selain memberikan sanksi bagi pegawai PNS dan PHL yang nakal dan indisipliner, pihak KKP juga memberikan apreasiasi bagi pegawai yang berprestasi. Salah satunya dengan memerhatikan tingkat kesejahteraan dan penghasilan pegawai tersebut.

“Alhamdulillah, rencana itu tahun ini sudah bisa berjalan. Proses pelaksanaannya juga bertahap dan terbatas. Untuk itu, pemberiaannya pun melalui proses penyeleksian yang panjang dan berkeadilan,” tutur Mansyur.

Tahap pertama dikatakan Mansyur, diberikan untuk pegawai atau tenaga honorer yang bertugas dilapangan membersihkan sampah setiap hari sampai 1 minggu penuh. “Bagian ini dulu yang kita prioritaskan karena bekerja sampai 1 bulan penuh tanpa libur (30 hari, red), meski masih dibawah UMR namun bersyukur anggarannya sudah dialokasikan pada APBD tahun 2012 ini dan itu InsyaAllah, akan terus kita tingkatkan,” terang pria yang pernah bertugas di Kantor BKKBN Kota Prabumulih tersebut. (and)

Musim Panen, Harga Beras Malah Meroket

Lahat, SN
Sekitar sebulan ini lonjakan harga beras di pasaran cukup drastis. Sebelumnya harga beras diketahui Rp 6.500/kg namun sudah sejak sepekan ini diketahui harga beras mencapai Rp 8.500/kg.

Padahal kondisi panen padi di beberapa wilayah mulai terlihat. Awal Februari 2012 ini diketahui di Desa Tanjung Payang dan Banjar Negara Kecamatan Kota Lahat terlihat adanya sekitar 10 hektar (Ha) yang sedang panen, hal ini dibenarkan salah satu warga yakni Herman (50) warga setempat.

“Tapi belum gale-gale hamparan yang panen, baru sedikit disini yang panen. Belum lagi kami terkendala oleh banyaknya burung pipit yang menganggu tanaman padi yang di panen ini,” ungkapnya.

Sementara menurut Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Ahmad Wakidi di Desa Sengkuang dan Nanjungan Kecamatan Merapi Timur, memang belum banyak yang panen. Sehingga menyebabkan harga beras di tingkat petani ke pengepul masih tinggi. “Harga disini masih sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 5.500 itupun tidak banyak yang menjual. Karena masih sekitar 3 hektar lebih yang panen,” jelasnya.

Mereka banyak yang panen mungkin sekitar sebulan hingga dua bulan lagi baru banyak yang panen baik padi tegalan maupun padi sawah.

Hal yang sama juga diungkapkan Azwin SP salah satu PPL di Kecamatan Kikim Selatan. “Harga jual dari tingkat petani masih tinggi yakni sekitar Rp 6.800 sampai Rp 7.500 dan baru sekitar 3 bulan kedepan prediksi harga bisa turun kembali,” jelas Azwin.

Walaupun panen yang ada di Kabupaten Lahat tidak sama pada setiap hamparan dan ketersediaan beras yang ada juga cukup aman mengingat sepanjang tahun adanya panen yang berbeda-beda disetiap kecamatan bahkan desa.

“Kalaupun harga cukup tinggi ini merupakan keuntungan bagi petani sebetulnya dan ketersediaan beras di Kabupaten Lahat cukup aman. Sebab setiap hamparan sawah petani tidak sama waktu panennya,” jelas Amirudin HS SP Kabid Produksi Padi dan Palawija Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Lahat, beberapa waktu lalu. (zal)

Rabu, 08 Februari 2012

suara nusantara, edisi 547 Rabu 8 Februari 2012

Pantai Timur OKI Puluhan Tahun Tak Ada Listrik

Kayuagung, SN
Meskipun Kabupaten OKI kini sudah berusia 65 tahun namun pembangunan daerah dan kesejahteraan warganya belum merata. Khususnya di wilayah Pantai Timur OKI yang terdiri dari 5 kecamatan ternyata sudah puluhan tahun belum pernah menikmati fasilitas listrik.

Kecamatan yang termasuk di kawasan Pantai Timur OKI dan merupakan wilayah perairan yakni Kecamatan Air Sugihan, Sungai Menang, Cengal, Tulung Selapan dan sebagian Pangkalan Lampam. Selama ini mereka hanya menggunakan mesin diesel.

Belum adanya listrik ternyata juga bukan hanya di kawasan Pantai Timur, sejumlah desa di kecamatan yang kaya hasil perkebunan juga mengalami keadaan serupa. Seperti desa-desa di kecamatan Mesuji Makmur yang jauh dari perkotaan dan jalan raya.

Amri Ubaidah selaku Camat Mesuji Makmur kemarin mengatakan, pihak kecamatan sudah sering mengusulkan ke pemerintah kabupaten di Kayuagung namun warga harus bersabar karena saat ini usulan itu sedang ditindaklaanjuti.

”Warga hanya pakai mesin genset di malam hari, kalau siang tidak menggunakan mesin. Kita perioritaskan mungkin tahun depan, seluruh desa di Kecamatan Mesuji Makmur sudah teraliri listrik, saat ini Desa Multi Karya sudah diprogramkan, tiang listrik sudah dipasang tinggal pemasangan kabel,” ungkapnya.

Mat Jani (37) warga Desa Tulung Selapan Ilir Kecamatan Tulung Selapan belum lama ini mengatakan, untuk penerangan di malam hari warga menggunakan mesin diesel dan genset. Ada warga yang mampu membeli namun ada yang tidak, bagi warga yang tidak mampu membeli terpaksa menumpang di rumah tetangga.

Sedangkan Irfan yang menjabat Kasi Jasa Penunjang Usaha Ketenagalistrikan pada Dinas Pertambangan dan Energi OKI mengatakan, daerah terpencil memang sulit untuk mendapat aliran listrik. Ada 82 desa yang belum teraliri listrik, desa tersebut berada di kawasan perairan, seperti di Kecamatan Sungai Menang, Cengal, Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Air Sugihan dan beberapa kecamatan lain," katanya. (iso)

DBD di OKI Kejadian Luar Biasa

-Serang 216 Orang, 1 Meninggal Dunia-

Kayuagung, SN
Makin banyaknya jumlah warga di Kabupaten OKI yang positif terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), hal ini menjadikan hal ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena tercatat ada 216 orang yang mengalami penyakit itu.

Data terkini yang dihimpun jajaran Dinas Kesehatan OKI dan seluruh Puskesmas di OKI per 7 Februari 2012, DBD akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypty ini bukan hanya menyerang ratusan warga saja, namun seorang warga diantara mereka harus meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Kepala Dinkes OKI dr H Mgs M Hakim Mkes diwakili Baijuri Husim SKM yang menjabat Kabid P2PL kepada wartawan kemarin mengatakan, DBD di OKI tersebar di beberapa kecamatan padat penduduk seperti Kayuagung, Pedamaran, SP Padang.

Rinciannya pada Januari lalu, penderita DBD di Kayuagung sebanyak 129 orang dan Februari ini sudah ada 9 orang. Lalu di Pedamaran merupakan wilayah kedua yang menjadi endemik penyakit DBD, Januari hingga awal Februari 2012 ini sudah 17 warga yang mengidap penyakit DBD.

Urutan ketiga di Kecamatan SP Padang, di kecamatan itu ada 15 orang yang terkena DBD, lalu di Kecamatan Pangkalan Lampam hingga saat ini ada 8 penderita, 8 penderita di Kecamatan Jejawi, 6 penderita di Lempuing, 6 penderita di Teluk Gelam, di Tanjung Lubuk dan Lempuing Jaya masing-masing ada 3 penderita, 2 penderita masing-masing di Pedamaran Timur, Cengal, Mesuji Induk dan Sungai Menang.

Sedangkan kata dia, pihak Dinkes OKI terus berupaya melakukan pengasapan atau fogging di kecamatan-kecamatan yang warganya terkena DBD. “Ada juga pihak puskesmas yang melakukan pengasapan sendiri, seperti di Tulung Selapan,” tukasnya seraya menuturkan saat ini curah hujan mulai rendah, sehingga dimungkinkan jumlah penderita DBD di Kabupaten OKI akan menurun. (iso)

FLP BOS dan BOK OI Siap Aktif

Indralaya, SN
Forum Lintas Pemantau (FLP) Program Bantuan Operasional Siswa (BOS) dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Kabupaten Ogan Ilir (OI) rencana diaktifkan akhir Februari ini. Nantinya forum ini akan melakukan pemantauan pemanfaatan BOS dan BOK di seluruh wilayah OI.

Pengurus pleno FLP Rahmadi Djakfar mengatakan, pemantau FLP akan melaporkan seluruh hasil kegiatan penerima dana bantuan kepada Pemkab OI melalui dinas terkait.

"dari hasil laporan para pemantau, baik buruk kegiatan penerima dana BOS dan BOK semuanya akan dilaporkan," ujarnya.

Untuk memulai kinerjanya, FLP akan melaksanakan launching program pada 17 Februari mendatang. Sementara para pemantau akan memulai aksi perdananya pada 20 Februari.

"Pemantau akan diberi waktu selama dua bulan untuk memantau kinerja para penerima bantuan, kemudian dilaporkan pada 20 April," paparnya.

Rahmadi berharap, dengan adanya kegiatan ini diharapkan agar instansi terkait dapat bersinergi dengan para pemantau agar bisa secara terbuka demi terciptanya kepercayaan masyarakat dan dana bantuan terealisasi sesuai sasaran. (man)

Mazda Hantam Toko Manisan

* Satu Keluarga Luber

Sekayu, SN
Musibah kecelakan sering terjadi karena kurang memperhatikan keselamatan saat mengendarai mobil dengan cara ugal-ugalan seperti yang dilakukan oknum pelajar SMA di Sekayu berinisial Yud kendarannya menghantam rumah toko manisan, terjadi Selasa (7/2) sekitar pukul 14.45 Wib di jalan Kol Wahid Udin atau persis di simpang tiga Perumahan Praja Mukti Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Satu keluarga mengalami luka-luka, Dua luka berat dan satu luka ringan (luring), setelah toko manisannya yang juga sebagai tempat tinggalnya dihantam mobil Masda warna hitam BG 23 NE.

Selain toko manisannya ambruk dan seisinya berhamburan serta kios bensinnya berserakan, juga nyaris menelan korban jiwa, satu keluarga yang tengah nyantai tidur-tidur di tokonya, ikut menerima malapetaka tersebut, yakni Rusli (50) dan istrinya Nirwana (40) mengalami luka –luka, sedangkan anaknya yang diketahui bernama Marpian (29) mengalami luka cukup parah, lengan kanannya patah dan tulang iga sebelah kanan juga mengalami patah.

Ketiga korban sempat dilarikan warga ke RSUD sekayu, untuk korban Rusli setelah mendapat perawatan diperbolehkan pulang, namun kondisi istrinya dan anaknya Marpian harus dirawat sementara karena luka cukup serius, harus di inpus dan diberikan oksigen .

Sementara sopir maut sendiri berinisial Yud tidak diketahui keberadaannya, dengan meninggalkan kendaraan masdanya dalam posisi terbalik ditoko manisan milik korban. "Sopir maut itu saat ini masih melarikan dirinya, petugas kita masih melakukan pengejaran," ujar Kapolsek Sekayu AKP Suyanto.

Informasi di tempat kejadian perkara (TKP) oleh Koran ini menyebutkan, sebelum insiden itu terjadi, sopir maut bernama Yud mengemudikan mobil Masdanya dengan kecepatan tinggi dari arah Babat Toman menuju Sekayu. Tiba di TKP, dengan kondisi jalan tingkungan, diduga sopir tidak bisa mengendalikan stirnya.

Saat itu, roda ban kanan depan dan belakang sempat naik marka jalan, sopir tetap berupaya mengendalikan kendaraannya dengan tetap menekan pedal gas. Setelah lolos dari marka jalan , sopir kembali membanting stirnya, namun upaya gagal, dan berupaya mengerem (sekitar 20 meter bekas rem terlihat red), juga gagal.

Sebuah motor Suzuki Tander warna biru BG 5480 B , yang tengah terparkir menjadi sasaran masda, motor tersebut terpental sekitar 10 meter dari tempatnya setelah dihantam masda, untung saat itu pemiliknya sedang berada di lokasi agak jauh.

Setelah menghantam motor tersebut, mobil masda langsung naik trotoar hingga terbang dengan posisi terbalik dan menghantam toko manisan milik korban Rusli sekeluarga, namun sebelum mengantam toko manisan, persis didepan toko manisan terpajang susunan jerigen bensis (Kios Red) juga menjadi sasaran empuk mobil masda ugal-ugalan tersebut.

Bagaimana kondisi sopir tersebut, menurut beberapa warga, sopirnya masih terbilang muda (pelajar) keluar dari mobil dan langsung kabur melarikan diri.

Kapolres Muba AKBP Toto Wibowo melalui Kasat Lantas AKP Ary Sudrajat ketika dikonfirmasikan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut dan mengejar pelaku sopir yang ugal-ugalan. (her)

Pemkot Palembang Bentuk Badan Penanggulangan Bencana

Palembang, SN
Pemkot Palembang tengah membentuk Badan Penanggulangan Bencana yang akan menjadi bagian dari Dinas Penanggulangan Pemadam Kebakaran (PPK) Kota Palembang. Penyampaian rancangan peraturan daerah (Raperda) mengenai pembentukan badan ini disetujui semua fraksi dalam rapat paripurna II DPRD Kota Palembang, kemarin.

Juru bicara Fraksi Golkar Amiruddin mengatakan, badan penanggulangan bencana ini diharapkan dapat terjaga efektivitas dan optimalisasinya. Mengingat tugas badan ini cukup berat meliputi penyaluran bantuan bencana dan pengawasan pada penyerapannya.

“Kami menyetujui dan kami harapkan ada pelatihan khusus dengan penambahan pengetahuan tentang kebencanaan kepada tim yang ditunjuk agar kinerjanya lebih optimal,”ungkapnya dalam pandangan fraksi.

Sementara Fraksi Hanura melalui juru bicaranya Yenni Mardiana menyebutkan, perlu adanya ketertiban dan koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait dengan badan ini. Dia menyarankan agar Pemkot mengawasi lebih cermat pembentukan badan ini sehingga tidak ada overlap atau tumpang tindih dalam pembagian tugas. “Perlu ada koordinasi yang baik antara Kesbang, PPK, Dinas Sosial, mapun Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan, dan Pemakaman (DPJPP) Kota Palembang,”imbuhnya.

Sebelumnya, Walikota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan, rencana pembentukan badan penanggulangan bencana ini sesuai kebijakan pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang pembentukan satuan kerja baru. Rencana dibentuknya badan ini bukan berarti karena adanya bencana atau potensinya di wilayah Kota Palembang.

“Bisa juga badan ini menjadi penyalur resmi bantuan bencana untuk kota atau kabupaten lain. Badan ini terdiri dari tim SAR, tim cepat tanggap, dan lainnya. Sesuai peraturan pemerintah bahwa setiap daerah harus memiliki badan ini. Agar tidak ada over badan atau satuan kerja, maka kita gabungkan dengan PPK,”jelasnya.

Karena itu nantinya, sambung Eddy, Dinas PPK akan diperluas ruang kerjanya. Jika selama ini hanya mengurusi kebakaran, adanya Badan Penanggulangan Bencana ini, juga akan membantu korban banjir dan gempa.“Tim Search and Rescue (SAR) adanya di kepolisian, AU, AD, dan dinas sosial. Sebenarnya Tagana juga mengarah pada SAR. Badan ini juga bertugas menanggulangi bencana,” terangnya.

Saat disinggung Palembang bukan termasuk daerah rawan bencana, Eddy menyangkal. Dia menilai, daerah manapun bisa terkena bencana. “Kita harap jangan sampai ada bencana, di Palembang juga rawan bencana, contohnya banjir. Tugas badan ini, juga harus memperhatikan lingkungan sekitar seperti pengendalian hutan, sehingga bisa diantisipasi banjir yang lebih besar,” tegasnya.(win)

Atasi Macet, Pemkot Cabut Izin Parkir

Palembang, SN
`Demi mengatasi kemacetan dibebrapa ruas jalan yang ada di Kota palembang Pemrintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Perhubungan (dishub) Kota Palembang mencabut izin parkir di bebrapa titik rawan macet.

"Mulai senin (6/2) kemarin kita mencabut izin di 6 titik parkir yang kita nilai menimbulkan kemacetan pada ruas jalan tertentu," terang Anzar Ibrahim Kepala UPTD Perpakiran Dinas Perhubungan Kota palembang Selasa (7/2) di ruang kerjanya.

Ke enam titik tersebut lanjut Anzar adalah, di Jalan TP Rustam Efendi ada 4 titik dan di depan Masjid Agung. Hal ini dilakukan agar arus kendaraan dari Jalan Kol Atmo menju Ampera bisa lancar.

Saat ini didaerah tersebut terdapat kurang lebih 50 titik parkir yang tersebar mulai dari kawasan pasar 16 ilir jalan beringin janggut dan sekitarnya. " dari kurang lebih 50 titik parkir tersebut ke enam titik tersebut yang kita nilai menimbulkan kemacetan makanya kita cabut izin parkirnya," tambah Anzar.

Untuk pencabutan 6 titik parkir ini, Dishub kehilangan pemasukan sekitar Rp 520 ribu per hari dimana keenam titik ini merupakan daerah yang ramai. " Masing- masing titik tersebut menyetor ke kita (Dishub-red) per harinya sekitar kurang lebih Rp 90 ribu. Itu tinggal dikalikan perbulannya," terang Anzar.

Selain kehilangan pemasukan kerugian juga dirasakan oleh para Juru Parkir (jukir) yang bertugas disana. Dimana untuk setiap titik parkir ada 3 orang petugas, jadi keseluruhan di keenam titik tersebut ada kurang lebih 18 orang yang kehilangan pekerjaan,

"Rencnanya kalo memang Pekot bekerjasama dengan pihak asing akan membangun tempat parkir yang permanen, kita akan mengusahakan para jukir tadi untuk dipekerjakan di areal parkir permanen tersebut, tapi kspsn itu terjadi kita masih menunggu pembangunan tempat parkir tersebut," jelas Anzar.

Ditambahkan Anzar, bial ada kendaraan yang kedapatan masih parkir di areal yang telah dicabut izinya maka petugas kunci roda akan menindak kendaraan tersebut dengan mengunci roda kendaraan untuk yang roda emapat dan merantai roda untuk kendaraan roda dua.

Untuk saat ini Kota Palembang memiliki 517 titik parkir yang tersebar di seluruh wilayah dengan total pemasukan sekitar Rp 500 juta per bulan.

Target Pendapatan asli Daerah (PAD) dari parkir sendiri pada tahun 2011 adalah 5, 75 Miliar dan untuk tahun 2012 sendiri mengalami peningkatan siknifikan yaitu menjadi 11,5 Miliar. " Pada tahun 2011 kita hanya bisa mencapai 70 persennya saja dari 5,7 miliar yaitu sekitar 4 miliar. Tapi untuk tahun ini kita usahakan bisa mencapai keseluruhan target yang ditentukan, "pungkasnya. (win)

Semuanya Korupsi, Kepada Siapa Lagi Rakyat Percaya?


Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

KORUPSI di tanah Indonesia sudah mendarahdaging, dari rezim satu ke lainnya, tak ada yang bisa menuntaskannya. Di rezim kali ini, ternyata kondisi makin parah.
Ucapan Presiden SBY yang siap berada di garda terdepan dalam pemberantasan korupsi hanya 'pepesan kosong'. Karena kenyataanya praktek haram maling uang rakyat ini masih terus terjadi.

Di Sumsel saja, setidaknya di Kota Pagaralam beberapa pejabat dan instansi harus tersandung hakum, karena dengan sengaja mengambil uang bukan haknya. Secara umum korupsi dari daerah sampai ke pemerintah pusat masih sangat terlihat, hal ini disebabkan korupsi sudah mendarah daging. Tak lengkap rasanya pejabat Indonesia, kalau tak menimbun kekayaan dari cara maling uang rakyat.

Sebagai gambaran betapa hebatnya kebiasaan korupsi di Indonesia, terdata dugaan korupsi yang sangat banyak adalah di daerah, terutama daerah hasil pemekaran.

Jika mengacu undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi, korupsi dan indikasi korupsi, amat gamblang. Pemahaman sederhana dan umum tentang tindak pidana korupsi adalah tiap orang yang secara sadar melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, secara terus menerus atau sementara waktu, hingga dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Rakyat saat ini sudah sangat terbiasa sama-sama tahu, terjadi banyak praktek korupsi di negara ini. Para pejabat menimbun harta, para usahawan leluasa
melakukan praktek penyuapan.

Apalagi saat ini, partai yang berkuasa dalam hal ini Partai Demokrat, ternyata kader di dalamnya melakukan hal terlarang ini.

Harusnya Presiden SBY mampu dan sanggup untuk tegas seperti negara-negara maju yang sukses menegakkan hukum. Negara Swedia, Belanda, Inggris, Jepang, Singapura, Korea Selatan dan sebagainya, mampu dan bisa bersikap untuk urusan korupsi.

Ditetapkannya Angelina Sondakh sebagai tersangka, tentu mengejutkan semua orang. Apalagi yang bersangkutan pernah menjadi bintang iklan untuk menyatakan perang terhadap korupsi.

Dari data ICW untuk satu semester 2010, setidaknya ada 159 kasus korupsi yang terungkap. Meningkatknya terus praktek maling uang rakyat ini setidak dengan dilaporkannya 1.891 kasus korupsi di daerah hasil pemekaran ke KPK. Nah ini kan menarik, hal ini terjadi karena aparat penegak hukum di daerah masih enggan alias ragu untuk menindak koruptor, karena kebanyakan pelaku maling uang negara ini adalah petinggi daerah.

Kemudian di Tahun 2011, Transparency International mendata Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perception Index/CPI) tahun 2011. Dalam survei yang dilakukan terhadap 183 negara di dunia tersebut, Indonesia menempati skor CPI sebesar 3,0, naik 0,2 dibanding tahun sebelumnya sebesar 2,8. Hal ini sangat memalukan. Bagaimana dengan tahun 2012 nantinya? Dapat dipastikan tak akan ada perubahan, bahkan bisa lebih buruk.

Sangat miris dengan kondisi Bangsa ini. Saat usaha pemerintah SBY terus koar-koar memerangi korupsi, masih saja ada pemimpin di daerah yang tidak amanah.

Tanda lain bahwa di daerah praktek korupsi makin menggila, dengan diusulkannya banyak nama kepala daerah kepada Presiden untuk diperiksa.

Hingga saat ini perang memberantas korupsi memang menjadi tugas berat. Meski sudah banyak aturan dan regulasi Undang-Undang baru yang dikeluarkan guna mempersempit ruang gerak bagi para koruptor, ternyata masih banyak yang mencuri-curi kesempatan melakukan korupsi. (***)

Inspektorat Lakukan Pengawasan APBD OKU Selatan

Muaradua, SN
Inspektorat akan melakukan langkah-langkah pengawasan untuk mengantisifasi terjadinya pelanggaran dalam penggunaan anggaran berupa dana maupun berupa proyek yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) OKU Selatan.

Inspektur Inspektorat OKU Selatan Zulkarnain SH mengatakan untuk pembinaan inspektorat melakukan melalui teguran secara lisan maupun tulisan, seperti teguran melalui telepon maupun undangan klarifikasi.

Menurut Zulkarnain, Inspektorat melakukan tiga langkah pengawasan terhadap pengguna dana anggaran negara. Dalam pengawasan tersebut dilakukan langkah-langkah seperti pembinaan, pengendalian dan penindakan.

“Apabila pengguna anggaran menyalahi aturan akan di beri pembinaan dengan cara memberikan pengarahan saat dilakukan klarifikasi di kantor inspektorat,” jelasnya.
Dia menambahkan, bila masih terjadi pelanggaran akan diteruskan dengan langkah pengendalian. selanjutnya dilakukan pemanggilan secara resmi. Dan dilakukan pemantauan secara khusus tehadap APBD yang sedang dikelola baik berupa pekerjaan yang sedang dilaksanakan maupun berupa anggaran dana.

”Jika masih dilakukan pelanggaran akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dalam hal ini masuk tahap penindakan. Hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada Bupati OKU Selatan dalam bentuk laporan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk kasus yang secara langsung disampaikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau dipublikasikan melalui media yang di dukung oleh data valid, Inspektorat akan bertindak secara langsung dan dilakukan pemanggilan kepada pengguna anggaran.

”Contoh, jika ada laporan LSM atau publikasi melalui media dengan data valid serta melibatkan adanya penggunaan anggaran proyek yang menyalahi aturan. Inspektorat akan melaporkan pelanggaran penyalahgunaan ke Bupati, biasanya Bupati akan memberikan rekomendasi pemeriksaan. Inspektorat akan memanggil dan melakukan pemeriksaan untuk kemudian hasilnya akan dikembalikan lagi ke Bupati dalam bentuk laporan hasil klarifikasi,” paparnya.

Dituturkanya, jika terbukti melakukan pelanggaran atau penyalahgunaan anggaran berupa uang, maka uang tersebut harus dikembalikan ke kas daerah dan diberikan sanksi. Jika pelanggaran dilakukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan diberikan sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) tahun 1980 tentang hak dan kewajiban PNS. Akan tetapi bila kasus tersebut berhubungan dengan pidana maka dapat diteruskan kepada penyidik.

Lebih jauh dijelaskan, yang ditangani Inspektorat OKU Selatan hanya pengawasan penggunaan APBD OKU Selatan. Untuk APBN dan APBD Provinsi biasanya ada yang mengawasi langsung dari tingkatan masing-masing. Namun terkadang jika diminta Inspektorat OKU Selatan dapat bila mendapat perintah langsung dari bupati terkait pengawasan.

Menurutnya, untuk pengawasan dana bantuan dari pusat maupun provinsi seperti Program Nasional Peberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Inspektorat akan tetap melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap aparatur-aparatur pelaksananya seperti kecamatan, kelurahan/desa.

”Pengawasan akan dilakukan kepada aparatur seperti camat, kades atau lurah, dan akan dilakukan tindakan jika menimbulkan gejolak di masyarakat,” katanya.

Saat disinggung jumlah pelanggaran yang berhasil ditangani Inspektorat? Zul menjawab untuk tahun 2011 jumlah pelanggaran relative dan bervariatif.
Sedangkan untuk pelanggaran hingga 2011 Zul mengatakan laporan yang boleh publikasi adalah laporan per tahun , khususnya untuk bulan ini harus mendapat persetujuan dari pimpinan daerah dalam hal ini Bupati.

”Atasan langsung Inspektorat adalah Bupati, jika ingin mengetahui jumlah laporan pelanggaran tahun 2011 diharuskan meminta izin kepada Bupati OKU Selatan,” katanya. (dan)

Muzakir Santuni Korban Kebakaran

Muara Enim, SN
Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar menyantuni dua keluarga korban kebakaran di Dusun I Desa Lubuk Ampelas Muara Enim yakni Hairul (48), dan Fatemah (70), Selasa (7/2). Masing-masing korban kebakaran menerima bantuan uang tunai Rp2,5 juta, sembako, perlengkapan dapur serta seragam sekolah.

Dikatakan Muzakir, bantuan yang diberikan memang tidak akan mampu mengganti semua kerugian materil yang telah hilang akibat peristiwa kebakaran tersebut. Namun demikian, dengan adanya bantuan ini, kedua keluarga dapat memanfaatkannya untuk kembali memulai kehidupan seperti sebelumnya. Untuk selanjutnya, kembali berusaha guna membangun kehidupan yang lebih baik.

"Memang peristiwa kebakaran ini merupakan musibah dan ujian. Namun, hal ini tidak lantas harus membuat kita berputus asa. Sebaliknya, harus optimis untuk membangun kehidupan yang baru," ujar Muzakir.

Dilanjutkan Muzakir, ada banyak hikmah yang dapat diambil dari peristiwa ini. Diantaranya kesabaran dan tawakal. Di sisi lain, peristiwa ini juga mengingatkan kepada semua pihak untuk dapat lebih berhati-hati saat menggunkan api ataupun listrik. "Kalau kebakaran ini dapat menimpa siapa saja dan kapan saja. Maka, berhati-hatilah. Jangan membuang bekas rokok atau sumber-sumber api lainnya secara sembarangan. Sebab, kecerobohan kecil bisa berakibat fatal," imbuh Muzakir.

Muzakir juga berharap, kepada para masyarakat untuk dapat senantiasa saling mengingatkan dan saling membantu bila ada tetangga mereka yang terkena musibah.

"Kepada para tetangga, bila ada yang bisa di bantu, jangan ragu-ragu untuk membantuk keluarga korban. Sebab, saat ini mereka baru saja terkena musibah," imbuh Muzakir.

Sementara itu, Hairul menuturkan dirinya mengucapkan terima kasih dan sangat terbantu dengan adanya sumbangan dari bupati.

"Kami sangat berterima kasih. Uang dan bantuan ini dapat kami gunakan untuk memulai kehidupan lagi," ucap dia. (yud)

Bangunan Pasar Sub Agrobisnis Terbengkalai

Pagaralam, SN
Bangunan gedung pasar sub agrobisnis di kawasan terminal Nendagung, Kota Pagaralam, yang dilakukan Dinas Perindagkop dinilai mubazir, karena hingga saat ini masih banyak belum ditempati dan dimanfaatkan masyarakat untuk berjualan.

Bangunan pasar permanen berada di lokasi sempit dan sulit transportasi, jadi pedagang maupun pembeli tidak mau pergi ke pasar tersebut. Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPRD Pagaralam, Dwikora Sastra Negara, Selasa (7/2).

Menurutnya, ketika dilakukan pengecekan lapangan, terlihat bangunan pasar yang megah ini tidak terawat dan bahkan sudah ditumbuhi rumput liar, ada juga sebagian mengalami kerusakan.

Sehubungan itu, dinas terkait diimbau tidak membuat program pembangunan hanya untuk menghambur-hamburkan anggaran, padahal masih banyak sarana masyarakat pedesaan perlu dibangun.

"Los dan petak pasar sub agrobisnis tidak pernah digunakan oleh siapapun, mengingat lokasinya kurang tertata dengan baik dan kondisi lingkungan tidak sehat serta masih banyak sarana yang kurang," ungkap dia.

Dwikora mengimbau Dinas Perindagkop tidak membuat perencanaan salah atau bertentangan dengan kebutuhan masyarakat, dan harus melakukan survei kebutuhan masyarakat yang lebih urgen untuk pemilihan tempat strategis.

"Saya kira pembangunan sarana infrastruktur yang mubazir seperti ini menjadi catatan penting bagi pemerintah setempat, agar ke depan harus membuat program benar-benar membawa manfaat bagi rakyat dan tidak menghambur-hamburkan keuangan daerah atau negara," kata anggota DPRD Pagaralam Dapil Dempo ini.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi, Kota Pagaralam, H Yapani Rachim SIP MM mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan ulang kondisi pasar tersebut untuk melakukan perbaikan dan menata kembali berbagai kebutuhan masyarakat yang perlu dibangun.

"Untuk sementara, kami belum bisa memberikan penjelasan kapan akan dilakukan perbaikan pasar permanen di Kota Pagaralam ini karena harus turun langsung untuk melihat keberadaannya di lapangan," ungkap dia seraya mengaku pihaknya belum mengetahui alasan apa yang mengakibatkan pedagang tidak dapat menggunakannya, padahal fasilitas sudah lengkap. (asn)

Warga Pagaralam Sukarela Bongkar Rumah untuk Pelebaran Jalan

Pagaralam, SN
Sejumlah rumah di sepanjang jalan protokol seperti jalan Kapten Sanaf, Kombes Umar, Kota Pagaralam, mulai dibongkar sukarela oleh pemiliknya.

Seperti terlihat Selasa (7/2), bangunan-bangunan rumah semi permanen dan pagar -pagar rumah di tepi sepanjang jalan lintas milik Sumatera Selatan yang berada ditengah-tengah kota telah dihancurkan. Ini dilakukan untuk kegiatan pelebaran jalan di ruas tersebut.

Saat ini, lebar jalan yang padat dilewati kendaraan ini hanya 8 meter, terdiri dari dua ruas dari masing-masing arah jalan yang berlawanan. Setelah proyek pelebaran, lebar jalan ini akan mencapai 16 meter dengan dua jalur, terdiri dari empat ruas jalan sekaligus.

Pelebaran ruas jalan dari simpang Manna hingga simpang Tanjung Aro mendesak dilakukan mengingat di ruas jalan ini sering terjadi kemacetan. Ruas jalan ini dikenal sebagai salah satu bottle neck (leher botol) penyebab kemacetan di Pagaralam.

Kepala Dinas PU, Kota Pagaralam, Yunali mengatakan, jalan lingkar kota, simpang tiga Tanjungaro tembus tugu simpang Manna sepanjang 7,1 kilometer (km) pembangunannya terus ditingkatkan.

"Proses pembangunan jalan dua jalur kota dan lingkar perlu dipercepat, sebagian besar masyarakat sudah bersedia memberikan lahan untuk dibebaskan meskipun ada yang harus gantirugi, karena jalur ini dapat mengatasi kemacetan jika arus lalu lintas meningkat," ungkapnya.

Dia mengatakan, saat ini jalan lingkar mulai dari Dusun Tanjungaro simpang Manak, simpang Tajungpayang hingga Gunung Gare terus dilakukan, terutama untuk mengatasi kemacetan.
"Kalau melihat pertumbuhan kendaraan setiap tahun mencapai 1.000 unit untuk sepeda motor dan 100 unit mobil, kondisi jalan di wilayah Pagaralam sudah tidal laik lagi dengan luas sekitar enam meter," ungkap dia.
Menurut dia, bukan hanya akan menimbulkan kemacetan saja dan bahkan termasuk daya tahan akan berkurang bila dilewati kendaraan bertonase tinggi diatas 10 ton.
"Tentunya harus ada solusi, termasuk mengoptimalkan pengoperasian jalan lingkar kota," kata dia lagi.

Ia mengatakan, ada dua jalan lingkar kota yaitu simpang Manna- Tanjungpayang tembus ke simpang Tanjungaro sepanjang 8 kilometer dan simpang Manna-Tebad Gheban dan tembus ke simpang Tanjung Aro sepajang 7,1 Km.

"Pembangunan jalan ini sudah dimulai tahun 2009 lalu dan sudah dianggarkan dana Rp5,3 miliar untuk sepanjang 2 km dan tahun 2010 sebesar Rp7,5 miliar," ungkap dia.

Ia melanjutkan, ada sebagian ruas jalan dilakukan pembuatan cor beton, karena daerahnya labil dan menghindari cepat rusak.

"Peningkatan pembangunan jalan sangat tergantung dengan kondisi tanah, kalau sudah keras tentunya biaya akan semakin kecil sebab tidak perlu dilakukan pengerasan lagi," ungkapnya.

"Idealnya untuk pembangunan jalan sepajang 1 km dengan lebar 6 meter itu dibutuhkan dana sekitar Rp1 miliar lebih per km, dan untuk perbaikan sekurang-kurangnya dibutuhkan dana Rp500 juta, tapi tergantung jalan," pungkasnya. (asn)

Sumsel Hanya Kebagian 100 Sekolah untuk Direhab

Palembang, SN
Perbaikan sekolah di Sumsel hampir dipastikan tidak akan selesai satu atau dua tahun kedepan. Pasalnya, alokasi dana untuk rehab sekolah rusak dari APBN hanya untuk 100 sekolahan setiap tahunnya.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel, Edward Jaya, Selasa (7/2). Katanya, dengan alokasi yang hanya 100 sekolah pertahun dipastikan tidak akan mampu mengcover perbaikan sekolah rusak di Sumsel yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan sekolah.

"Di OKU Timur saja, laporan yang masuk ke kita, ada sekitar 230 sekolah rusak yang mendesak untuk di rehab, itu belum ditambah dari kabupaten/kota lain, sementara setiap tahun anggaran dari pusat untuk rehab sekolah hanya 100 sekolahan, itu pun dibagi untuk 15 kabupaten/kota di Sumsel," ungkapnya.

Menurut Politisi Partai Golkar ini, sesuai PP 38 tahun 2007, pemerintah provinsi tidak di bolehkan lagi menganggarkan rehab sekolah ke dalam APBD provinsi, semua di danai oleh pusat dalam bentuk DAK dan DAU dan dana itu langsung dikirim ke masing-masing kabupaten/kota.

"Kita tidak dapat berbuat apa-apa untuk mengatasi permasalahan sekolah rusak ini, karena kita juga terganjal aturan, jadi sejak tahun 2011 lalu, dana rehab sekolah langsung dari pusat, provinsi tidak diperbolehkan lagi menganggarkan rehab sekolah" ujar dia.

Ia mengaku, Komisi V DPRD Sumsel sudah pernah menghadap langsung ke Sekjend Mendiknas di Jakarta, membicarakan permasalahan ini, namun tetap saja, provinsi tidak di perkenankan untuk menganggarkan dana rehab sekolah.

"Kita ingin PP 38 dapat diubah, sehingga provinsi dapat berkontribusi untuk mempercepat perbaikan sekolah rusak di Sumsel," harapnya. (awj)

PDSR Lahat Pantau Penyebaran Flu Burung

Lahat, SN
Dinas Perternakan dan Perikanan (Disnakan) Lahat telah membentuk tim Participatory Diseses Surveilance Respon (PDSR) memantau perkembangan penyebaran flu burung di Kabupaten Lahat. Pemantauan dilakukan langsung ke kandang-kandang ternah warga.

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan), Ir Juni Hernianti menyatakan, hingga kini tim PDSR belum menerima laporan dari masyarakat yang ayammnya mati mendadak. Bila terjadi, maka tim akan turun ke lapangan dan menyemprot kandang tersebut menggunakan desinfectan.

"Namun apabila ada petani ayam yang ingin meminta desinfectan, Disnakkan juga akan memberikannnya secara cuma-cuma kepada mereka,” katanya.

Sementara Kadinkes Lahat dr H Muzakir SH MKes menyebutkan, pihaknya juga bersiaga di setiap puskesmas tersebar di 21 kecamatan dalam mengantisipasi penyebaran flu burung.

"Tentunya kita bekerjasama dengan Disnakkan untuk mengantisipasi flu burung supaya tidak menyebar kemana-mana dengan demikian, penyedian tamiflu di setiap puskesmas perlu diperhatikan,” katanya. (zal)

SDN 1 Arahan Dapat Bantuan Fisik

Lahat, SN
Program Peningkatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Lahat terus ditingkatkan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat untuk membantu sarana prasarana SDN 01 Desa Arahan Kecamatan Merapi Timur yang mendapatkan Dana Block Grant Pusat sebesar Rp 200 juta untuk pembangunan gedung dua lokal. Pekerjaan ini dilaksanakan 30 Januari sampai 30 Maret.

"Saya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam hal pembangunan ini untuk Bendahara Ibu Sulitiawati. Dana Block Grant memang kami minta dari pusat untuk membangun gedung dua lokal mengingat masih kurangnya lokal untuk menampung sebanyak 229 siswa murid. Apalagi sekarang gedung yang lama hanya lima lokal, sedangkan siswa murid ada yang masuk pagi dan sore, dengan adanya penambahan dua lokal bantuan dari pusat kami sangat terbantu dan untuk siswa tidak ada lagi yang masuk sore," terang Kepsek SDN I Arahan, Hartini, Selasa (7/2).

Hartini meminta pada Pemkab Lahat melalui Dinas Pendidikan perlunya penambahan ruang perpustakaan yang dianggarkan melalui APBD atau DAK, agar mutu pendidikan di Kabupaten Lahat terus meningkat.

Kepala UPTD Kecamatan Merapi Timur Aminudin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya (7/2) membenarkan SDN 01 Desa Arahan Kecamatan Merapi Timur mendapatkan dana Block Grant dari pusat, karena perlunya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Lahat khususnya sarana dan prasarana perlunya penambahan dan perbaikan.

"Dalam pembangunan gedung sekolah yang harus jemput bola kita minta kepada Dirjen Pendidikan di Jakarta, untuk membantu program Pemkab Lahat bahwa tidak ada lagi gedung Sekolah Dasar yang rusak dan bocor sesuai perubahan yang dipimpin Bupati Saifudin Aswari Riva’i," ucapnya. (zal)

Senin, 06 Februari 2012

suara nusantara edisi 546,Senin 6 Februari 2012

Bus Tiga Berlian Hantam Tiang Listrik


Sekayu, SN
Kecelakaan kembali terjadi di jalan Sekayu-Betung dusun V Desa Teluk kecamatan Lais, Musi Banyuasin (Muba) Minggu (5/2) sekitar pukul 14.30 WIB Kemarin. Bus Tiga Burlian dari arah Palembang tujuan Sekayu dengan nomor polisi BG 7011 B yang dikemudikan Kurnadi (40) warga Kampung V Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu, Muba mengalami kerusakan stir hingga mengakibatkan bus yang melaju kencang menabrak tiang listrik.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun tak ayal mengakibatkan Bus mengalami pecah kaca depan dan penumpang berhamburan keluar jalan. Aparat Kepolisian dari Poslantas Simpang Gardu yang datang kelokasi langsung mengevakuasi sebagai bentuk upaya mengantisipasi kemacetan ruas jalan.

Data yang dihimpun dilokasi, kendaraan dikemudikan Kurnadi dengan muatan penumpang berangkat dari Pelambang tujuan Sekayu siang itu melaju dengan kecepatan cukup tinggi, namun saat hendak memasuki TKP, tiba-tiba dari arah depan datang sepada motor hendak menyalip mobil didepannya.

Pengemudi bus secara reflek membanting stir kekiri, namun malangnya saat stir mobil hendak diarahkan kekanan sudah tidak berfungsi, tak ayal bus tiga Berlain langsung meluncur hingga menabrak tiang listrik yang ada didepan.

Sementantara sopir mobil, Iwan saat dimintai keterangan mengaku dirinya berusaha menghindari sepeda motor hingga mengakibatkan dirinya harus membanting stir dengan tujuan agar pengendara sepeda motor tidak tertabrak,” Jika stir mobil tidak saya arahkan kekiri mungkin pengendara motor bisa mati.” ujarnya singkat.

Terpisah Kasat Lantas Polres Muba AKP Ary Sudrajat melalui Kabid Humas Polres Muba IPTU Yuslani membenarkan adanya kejadian tersebut,” Tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut, mobil sudah kita evakuasi sementara sopir mobil dalam keadaan selamat,” terangnya. (her)

Cap Go Meh, Tukang Foto Kliling Raup Untung

Palembang, SN
Berkah yang didapat dalam perayaan Cap Go Meh tahun ini tampaknya bisa dirasakan oleh setiap orang. Momen kali ini tidak saja dimanfaatkan para etnis tionghua untuk bersembahyang tetapi juga sekaligus bisa berekreasi bagi para kaum pribumi.

Bisa dilihat salah satunya adalah penjual jasa foto keliling. Pada puncak perayaan Cap Go Meh tahun ini, para penjual jasa foto yang beroprasi di Pulau Kemaro mendapat untung besar dari para pengunjung yang ingin mengabadikan momen kunjungan mereka saat berada disana.

Seperti yang dialami Suherman (52) warga Puncak Sekuning yang sehari-harinya biasa mangkal di Beteng Kuto Besak (BKB) mengatakan dalam tempo dua jam saja dirinya telah mendapat 6 pelanggan, "saya datang jam 11 tadi, dan sekarang sudah mendapat 6 pelanggan," bebrnya saat diwawancarai disela-sela kegiatanya.

Suherman juga menceritakan, para pelangganya isa langsung melihat dan menunggu proses pecetakan foto mereka karena salah satu penjual jasa foto ada yang membawa printer guna mencetak hasil foto mereka. " pelanggan bisa menunggu proses cetak sambil melihat prosesnya, palin 5 menit sudah selesai" terang Suherman.

Herman menambahkan, kebanyakan dari pelanggan ingin berfoto dengan latar belakang pagoda sebagai simbol dari pulau kemaro. " Kebanyakan minta foto dengan latar blakang pagoda,"tegasnya.

Alat cetaknya sendiri sangat sederhana yaitu berupa printer mini yang khusus untuk mencetak foto ukuran 20 cm x 12 cm, dengan kertas khusus yang telah disakan.

Herman berharap pada perayaan Cap Go Meh tahun ini dirinyabisa meraup untung besar karena momen ini terjadi satu tahun sekai," mudah-mudahan bisa dapat banyak pelanggan, mumpung masih sore mas,kan acaranya hanya sampe sore ini, "harapnya.

Tidak hanya penjual jasa foto saja yang meraup untung, dari pantauan dilapangan para pedagang makanan dan minuman juga tak kalah laris dengan banyaknya pengunjung yang berbeanja makanan sambil menikmati pemandangan dan hiburan yang disediakan panitia.

Dipanggun yang disediakan panitia bisa terlihat berbagai hiburang yang disuguhkan seperti musik dangdut, panggun khusus karaoke juga musk tanjidor dan wayang cina.

Untuk para orang tua yang mengajak anak-anak tidak perlu khawatir, mereka bisa mengajak anak-anaknya bermain kereta yang bisa dinaki dengan rute yang sudah disiapkan serta kolam pancing mini.(win)

Wayang Cina Terkendala Bahasa

Palembang, SN
Wayang cina atau yang lebih dikenal wayang potehi merupakan salah satu budaya khas masyarakat tionghua yang saat ini sudah sering dipentaskan kembali pada momen-momen tertentu seperti perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro.

Pada perayaan tahun ini, Wayang cina ini dipentaskan selama satu hari satu malam guna menghibur para pengunjung yang datang ke Pulau Kemaro dengan menyuguhkan bebrapa cerita.

Dikatakan Pendi (42) salah seorang pemain sekalgus sutradara pementasan, pada masa sekarang ini sangat peminat wayang cina sendiri sangat minim dikarenakan terkendala bahasa yang digunakan.

"Peminatnya tetap ada, yaitu para orang tua dan yang benar-benar mengerti bahasa cina. Karena bahasa yang digunakan bukan bahasa cina sehari-hari melainkan bahasa cina yang halus seperti bahasa sangsekertanya jawa," terang Pendi.

Selain itu lanjut Pendi, para generasi muda yang sekarang ini juga mengalami kesulitan bila mereka ingin ikut bergabung karena terkendala bahasa tadi.

Selain bahasa minat para pemuda terhadap budaya leluhur mereka ini juga sangat sedikit. " Selain bahasan tadi, mereka lebih tertarik kepada hiburan jaman sekarang," keluh Pendi. " Tapi kita tetap mengajak para emuda tadi walaupun hanya sebgai figuran. Tapi nanti kita harap mereka akan benar-bear tertarik untuk mempelajarinya "harap Pendi.

Pada setiap pementasan wayang cina, cerita yang dibawakan pasti ada hal atau pesan yang disampaikan seperti tentang bagai mana seharusnya kita hidup bermasyrakat, hubungan dengan tuhan serta aturan-aturan hidup lainnya yang membuat kita bahaia dan selamat selama didunia dan akhirat. " BGanyak pesan yang disampaikan dalam tiap cerita. Baik itu tentang hidup dimasyarakat maupun tentang agama, "terangnya.

Sam Kauh Bun Gie Sia adalah nama elompok wayang yang dinaungi oleh Vihara Pehunteng yang berada di kawasan 8 ilir. Kelompok wayang ini berlatih 3 kali dalam satu minggu pada malam hari, dan akan lebih sering lagi apabila akan melakukan pentas.

Untuk satu kali pementasan sendiri kelompok ini membutuhkan orang 40 sampai 50 orang yang terbagi atas para pemeran dan pemain musik, " seluruh pemain adalah kaum laki-laki dan tidak ada perempuan," terang Pendi.

Kesempatan pentas lanjut Pendi, pada masa sekarang lebih sering dibandingkan pada masa orde baru dimana adanya larangan-larangan. Kelompok wayang cina ini telah ada sejak zaman belanda dan Pendi merupakan generasi ke tiga dari keluarganya yang ikut melestarikan budaya mereka.

Pada masa sekarang , kebanyakan yang mengundang wayang untuk pentas adalah kelenteng-kelenteng yang merayakan ulang tahun, "kita juga pernah pentas hingga kemedan dan pentas selama 10 malam dengan cerita yang bersambung tiap malamnya, "Pungkas Pendi.(win)

Motor Dirampas, Nyawa Pelajar SMK Dihabisi

Muara Enim, SN
Yulis Prasetyo (16) pelajar SMK Peris Pendopo Kecamatan Talang Ubi tewas mengenaskan dengan tubuh bersimbah darah akibat hantaman benda tajam dan benda tumpul bertubi-tubi. Akibatnya, kondisi tubuhnya sulit dikenali.

Dari olah TKP dan penyelidikan petugas Polsek Talang Ubi dan Polres Muara Enim, diduga pelaku sekitar 4 orang yang merupakan teman sekolahnya sendiri. Motif sementara, para pelaku melakukan perampasan sepeda motor milik korban.

Dari informasi yang dihimpun dilapangan, korban merupakan warga Jalan Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Muara Enim, ditemukan warga, Sabtu (4/2) sekitar pukul 18. WIB, di didalam semak-semak belakang tangki 42 Komplek Pertamina Pendopo Talang Ubi.

Saat ditemukan tubuhnya sulit dikenali akibat luka yang sangat parah. Beruntung, dari pakaian yang dikenakannya didapati identitas sekolahnya.Setelah ditelusuri didapati identitasnya.

Kemudian, korban dilarikan ke rumah sakit Pendopo Talang Ubi untuk dilakukan visum. Petugas telah mengantongi identitas para pelaku, dan masih melakukan pengejaran.

Kapolres Muara Enim AKBP Budi Suryanto melalui Kasat Reskrim AKP Tri Wahyudi didampingi Kapolsek Talang Ubi, Kompol Ganjariman, Minggu (5/2), mengatakan, kalau pihaknya telah mengetahui identitas para pelaku pembunuhan tersebut.

Motif sementara kata Tri, pelaku melakukan perampasan sepeda motor milik korban, dan karena takut identitasnya terbongkar, korbanpun dihabisi nyawanya.

“Mengenai identitas pelaku sudah kita kantongi, sekarang petugas sedang melakukan pengejaran,” ungkap Tri. (yud)

Dilarang, Pedagang Musiman Masih Ramai Di Trotoar

Lubuklinggau, SN
Meskipun sudah ada peringatan dari pemerintah kota Lubuklinggau terkait larangan berjualan di trotoar jalan, hal tersebut dipatuhi oleh pedagang buah musiman hanya untuk hari kerja saja. Terlihat pada saat hari libur dan malam hari pedagang masih tetap menggelar dagangan mereka.

Pantauan SN, Minggu (5/2), di sepanjang ruas jalan Yos Sudarso, kecamatan Lubuklinggau Timur khususnya di depan pintu masuk komplek pemkab Musi Rawas pedagang buah musiman masih ramai berjualan. Dagangan yang mereka jual kebanyakan buah durian dan buah rambutan.

“Hari minggu seperti ini ramai dan bagus untuk jualan tapi kalau hari kerja saya tidak berjualan karena kemarin sudah di peringai oleh pihak kecamatan setempat,” ujar Kus (36), salah seorang pedangan buah durian.

Senada, juga di sampaikan oleh Cit (31) yang mengatakan bahwa dirinya masih berjualan di pinggir jalan yos sudarso tersebut karena dinilai tempatnya cukup ramai dan strategis sehingga banyak pembeli yang datang. Sama dengan pedagang kebanyakan, dirinya juga menggelar dagangan saat hari libur dan pada malam hari.

“Bukan kita ingin menghindar atau tidak patuh dengan peringatan dari pihak kecamatan, karena itu kita memilih jualan pada malam hari dan hari libur,” katanya.

Sebelumnya, para pedagang buah musiman ini sempat di peringati oleh pihak kecamatan lubuklinggau timur I agar tidak menggelar dagangan mereka di trotoar jalan karena dinilai sudah mengganggu kenyamanan pengguna jalan, khususnya masyarakat pejalan kaki. Selain itu juga keberadaan para pedagang musiman tersebut dinilai menganggu keindahan kota Lubuklinggau. (fik)

MAN Pagaralam Berikan Reward Siswa Hafal Yasin

Pagaralam, SN
Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Kota Pagaralam, memberikan support atau reward kepada siswa yang mampu menghafal yasin Rp 100 per bulan hingga siswa tersebut menamatkan pendidikan di sekolah tersebut. Demikian diungkapkan Kepala MAN Kota Pagaralam, Silahudin
S.Ag, Minggu (5/2).

"Kita memiliki motto, ilmu dapat, pahala dapat dan orang tua terbantu. Bahkan termasuk salah satu upaya memacu prestasi dan kecintaan siswa terhadap kandungan isi Al-Quraan," ungkap dia.

Menurutnya, pemberian sejenis beasiswa kepada siswa MAN merupakan manipestasi terhadap pendidikan keagamaan dalam rangka mendukung visi dan misi Kota Pagaralam, kota agrobisnis serta pariwisata bernuansa islami.

"Kemudian sudah saatnya jika keberadaan MAN harus diperhitungkan oleh sekolah lain yang ingin meningkatkan mutu pendidikan dan dalam rangka pengembangan sumber daya alam (SDA)," ungkapnya.

Ia mengatakan, memang untuk meningkatkan mutu sekolah perlu ada
terobosan dan membuat program baru dalam rangka memancing minat siswa agar mau memacu diri dalam berprestasi dan meningkatkan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

"Bukan hanya prestasi siswa saja yang harus kita tingkatkan, namun termasuk kemampuan tenaga guru dalam memahami teknologi dan pengetahuan yang dapat memacu peningkatan mutu MAN secara keseluruhan," katanya.

Keberadaan MAN, kata Silahudin, bukan hanya ingin menciptakan SDM yang memiliki iman dan taqwa saja, tapi termasuk kemampuan dalam melahirkan ilmuwan muda yang diharapkan dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan Pagaralam.

"Kedepan Pagaralam sangat membutuhkan generasi muda yang handal dalam berbagai biang termasuk pengembangan bidang keagamaan, karena itu merupakan aplikasi dari penjabaran visi dan misi kota," ujarnya.

Lanjutnya, namun demikian peran serta orang tua, tokoh masyarakat dan pemerintah juga sangat besar dalam mendukung kemajuan dalam dunia pendidikan.

"Kita berharap peran serta semua pihak dalam mendukung program peningkatan mutu pendidikan di MAN khususnya tenaga pendidik yang selama ini sudah memiliki peran aktif dalam memajukan solah tersebut," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Kementrian Agama, Kota Pagaralam, H Asri mengatakan, memang keberdaaan lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan Kementrian Agama tentunya harus mampu mensejajarkan diri dan bersaing dengan sekolah umum lainya dalam pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kita berharap melalui program yang dilakukan MAN ini agar bisa dicontoh sekolah lainya untuk mendorong kemampuan siswa dalam memahami isi kandungan Al-Quraan," ungkapnya. (asn)

Jangan Berhenti di Angie!

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat

KPK telah menetapkan anggota DPR Angelina Sondakh sebagai tersangka dalam kasus Wisma Atlet. Setelah Angelina, KPK harus terus menelusuri sejumlah nama yang seringkali disebut dalam pengadilan Tipikor dengan terdakwa M Nazaruddin.

Diharapkan jangan sampai kasus ini berhenti di Angelina Sondakh, karena bisa jadi ada permainan politik di balik semua ini. Karena 'orang-orang besar' yang sering disebut Nazaruddin di persidangan masih aman-aman saja.

Tentu saja KPK belum maksimal untuk mengungkap kasus ini, hal ini disebabkan masih banyak nama yang tersangkut, dan di dalamnya banyak petinggi Partai Demokrat.

Banyaknya petinggi Partai Demokrat yang terlibat di kasus ini jelas membuat citra dan elektabilitas Partai Demokrat terus jatuh. Partai dengan semboyan berantas korupsi, justru jadi bumerang. Karena kadernya melakukan praktek haram tersebut.

Yang sangat lucu, dulunya Angelina dijadikan icon iklan Partai Demokrat untuk berantas korupsi. Ternyata saat masuk ke lingkaran kekuasaan, sama saja dengan yang lain, berebut uang yang bukan haknya. (***)

Penyetrum Ikan dan Pukat Harimau Makin Marak

Muaradua, SN
Aktivitas oknum-oknum yang kerap melakukan penangkapan dengan menggunakan pukek (Alat tangkap sejenis Pukat Harimau) dan menyetrum ikan menggunakan aliran listrik dari accu di Danau Ranau makin marak.

Hal ini membuat sejumlah nelayan mengaku gerah dan sangat terganggu, lantaran pelaku penyetruman masih terus melancarkan aksinya, sementara imbasnya, hasil tangkapan nelayan berkurang.

Menurut Nahrowi (50) warga Way Wangi kecamatan Warkuk Ranau Selatan saat dibincangi mengharapkan pihak terkait utamanya Polsek Banding Agung serta Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Selatan hendaknya memberikan tindakan tegas.

”Perilaku mereka jelas, selain membunuh benih cikal bakal ikan, penangkapan dengan menggunakan pukek dan penyetruman ikan di Danau Ranau menghambat tumbuh berkembangnya benih ikan menjadi mati. Selain itu juga menyebabkan kerugian hilangnya beberapa jenis spesies ikan,” terangnya, kemarin.

“Hal ini harus segera ditindak tegas, pihak dinas dan kepolisian setempat seharusnya dapat lebih gencar dalam menindak tegas para pelaku tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, puluhan warga yang biasa menggunakan alat tangkap ikan dengan menggunakan jaring ikan biasa dan jala menilai pihak terkait lamban, bahkan mereka berencana akan melakukan caranya sendiri apabila tindakan ilegal oknum tersebut tidak direspon pihak terkait. (dan)

Antisipasi Impor Beras, HPP Beras Naik

Banyuasin, SN
Bulan Februari 2012 ini akan ada kenaikan harga pokok pembelian (HPP) beras dan dipastikan harga beras akan mengalami perubahan, diperkirakan kenaikan HPP berkisar 25 persen lebih dari HPP tahun lalu. Kebijakan menaikkan HPP tersebut sebagai langkah antisipasi dilakukannya impor beras.

Demikian diungkapkan Menteri Pertanian RI, Ir Suswono MMA usai melaunching model rumah pangan lestari (RPL) di Kelurahan Model Talang Keramat Kecamatan Talang Kelapa, Jumat (3/2).

“Berapa besaran pastinya masih dalam tahap pengkajian akhir, yang jelas masih menunggu intruksi presiden. Tapi bisa dipastikan bulan depan (Februari, red) sudah ada HPP yang baru, dan sudah pasti langsung akan diberlakukan. HPP yang baru juga, dipastikan menguntungkan petani,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Bagaimana dengan kebijakan impor beras yang selama ini dilakukan oleh pemerintah? dikatakannya, impor beras berkaitan dengan stock beras yang ada di Bulog, namun Bulog sudah berkomitmen untuk menyerap beras sebanyak-banyaknya dari produksi dalam negeri.

"Apalagi bulan depan sudah ada HPP baru yang memungkinkan bulog menyerap beras. Dab saya yakin Bulog bisa menyerap beras dari petani dan stock hingga 3 juta ton terpenuhi, maka dengan demikian Bulog tidak perlu lagi melakukan impor beras untuk mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri,” bebernya.

Diakuinya, untuk berjaga – jaga Bulog memang sedang membangun kerjasama dengan Myanmar, selain itu ada juga negara – negara lain yang masih mengimpor beras, seperti Thailand, Vietnam dan India.

“Khusus untuk Thailand, Vietnam dan India kerjasamanya masih berlaku hingga 2012 ini. Tapi kita harapkan dengan adanya HPP yang baru ini tidak ada alasan lagi bagi Bulog untuk tidak menyerap beras petani lokal. Apalagi sekarang Bulog sudah ada komitmen kerjasama dengan Pemda dan kelompok tani,” jelasnya.

Terkait dengan HPP, adakah dampaknya dengan raskin, mengingat harga beli raskin akan mengalami perubahan seiring dengan perubahan HPP? menurutnya, keterkaitan itu memang ada, saat ini pun Kementrian Pertanian masih mengkaji korelasi antara kenaikan HPP dengan harga beli raskin.

Terpisah, Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed mengkritisi sikap Bulog. Menurutnya, Bulog saat ini tidak lagi memiliki peranan yang penting, sebab konsep yang dijalankan sudah mencari untung. Padahal, awalnya Bulog dibentuk untuk membantu para petani dalam menjual hasil tani mereka, sesuai dengan harga dasar yang kini dirobah menjadi HPP.

Ketua HKTI Sumsel ini juga menuturkan, produksi beras di Sumsel mencapai 1,4 juta ton per tahun dengan luas lahan tanam sekitar 400 ribu hektar. Produksi tersebut ditopang oleh dua Kabupaten penghasil beras, yaitu Banyuasin dengan pola pasang surutnya dan OKU Timur dengan pola sawah teknis. Dengan kondisi ini Sumsel sebenarnya masih surplus sebesar 600 ribu ton, setelah dikurangi kebutuhan masyarakatnya.

“Keinginan kami di HKTI Sumsel, Bulog kembali kepada konsep awal, sebagai bupper stock pangan, khususnya beras, jadi kalau harga beras ditingkat petani rendah, Bulog harus siap mengambilnya, jangan memikirkan untung rugi, seperti sekarang ini,” tukasnya. (sir)

PAN Buka Pintu Bagi Mantan Napi untuk Maju Pilkada

Palembang, SN
Partai Amanat Nasional (PAN) membuka pintu bagi para mantan narapidana yang berkeinginan untuk maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) maupun pemilu legislatif.
Hal ini diungkapkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PAN, Joncik Muhammad, kemarin. Katanya, mantan narapidana memang di bolehkan untuk maju pilkada maupun pemilu legislatif dengan beberapa persyaratan yang sudah di tentukan.

"Kita tidak bisa menolak kalau ada mantan narapidana yang berkeinginan maju melalui partai kita, karena ini merupakan keputusan mahkamah konstitusi (MK), tapi tentunya dengan terlebih dahulu memenuhi syarat dan ketentuan yang diberlakukan MK dan sesuai mekanisme partai," ungkapnya.

Dikatakannya, salah satu persyaratan yang diwajibkan bagi mantan narapidana yang ingin maju, adalah mengumumkan statusnya sebagai mantan narapidana melalui media. "Selain itu, yang bersangkutan sudah menghirup udara bebas selama lima tahun setelah masa tahanan. Kalau itu sudah dilengkapi, sekali lagi kita tidak bisa menolak," kata Joncik.

Sekadar mengingatkan, sebelumnya Panja Pemilu dalam revisi UU Pemilu merumuskan hak dipilih napi berdasarkan putusan MK pada tahun 2009 terkait uji materi 3 pasal di UU tentang Pemilu dan Pemda.

Putusan itu membolehkan mantan terpidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau lebih dapat penjadi peserta pemilu. Uji materi itu diajukan oleh Robertus, eks terpidana kasus pembunuhan di Pagar Alam, Sumsel.

Berbekal putusan MK itu, Robertus berniat ikut Pemilu 2014. Meski demikian, putusan pada 3 pasal itu dinyatakan inskonstitusional bila tak memenuhi empat syarat yang ditetapkan MK yaitu, tak berlaku untuk jabatan publik yang dipilih (elected officials), kemudian, berlaku terbatas jangka waktunya hanya selama lima tahun sejak terpidana selesai menjalani hukumannya.

Selanjutnya, dikecualikan bagi mantan terpidana yang secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana, dan bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang-ulang (residivis).

Sementara itu, Ketua DPW PAN Sumsel Iskandar SE menambahkan, selain membuka pintu bagi mantan narapidana yang akan maju pilkada maupun pemilu legislatif dengan persyaratan berlaku, PAN memberikan kesempatan bagi non kader untuk diusung pada pilkada di Sumsel.

Iskandar mengatakan, PAN merupakan partai terbuka, artinya, PAN juga membuka pintu bagi calon diluar partai untuk diusung pada pilkada di Sumsel, dengan syarat, mereka mampu dan satu visi dengan PAN yakni mengedepankan kepentingan masyarakat Sumsel.

"PAN adalah partai terbuka, jadi ia tidak harus mengusung kader. Kalau lah kader itu layak, silahkan kita akan buka pintunya, tapi kita juga terbuka bagi calon dari non kader, dari pihak luar kita siap menampung dari pada aspirasi mereka, kalau mereka mampu, dan memiliki visi yang sama untuk kepentingan masyarakat Sumsel," ungkapnya.

"Namun, semua keputusan tentang siapa yang akan kita usung, tentunya bersandar pada hasil survey internal yang kita lakukan," tutupnya. (awj)

Komisi V Desak Pemerataan Guru

Palembang, SN
Penempatan tenaga pengajar (guru) di Sumsel dikritisi Komisi V DPRD Sumsel. Mereka menilai, hingga kini penempatan guru belum merata. Komisi V pun mendesak pihak Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten/kota menyikapi permasalahan ini secara tegas.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Bihaqqi Soefyan, Sabtu (4/2).
"Kebanyakan guru ingin ngajar di pusat kota, ketimbang di kabupaten dan desa, sehingga hal ini membuat menumpuknya tenaga pengajar di kota, sedangkan di kabupaten dan desa terpencil masih kekurangan guru," kata Bihaqqi.

Menurut Politisi Partai Demokrat ini, Disdik kabupaten/kota sebagai pihak berwenang, harus tegas dalam penempatan guru. Guru yang mengajukan pemindahan tugas harus melalui mekanisme yang ketat.

"Mekanisme pemindahan harus jelas, kan waktu penerimaan guru dulu disebutkan guru itu bersedia ditempatkan dimana saja,” kata Bihaqqi.

"Harusnya penempatan guru merata, jika semua guru mau di kota, siapa yang mengajar di pinggiran dan desa. Untuk itu, pemangku kepentingan harus tegas terutama soal distribusi guru. Guru itu harus bersedia ditempatkan di mana saja," tambahnya.

Bihaqqi menilai, untuk mengatasi ketidak seimbangan jumlah guru di kota dan kabupaten, bisa saja Disdik mengambil kebijakan seperti, menugaskan guru yang tinggal di pinggiran kota atau desa, mengajar di tempat mereka berdomisili.

"Atau, menempatkan guru berdasarkan domisili kelahiran, dan dalam waktu 1-2 tahun, dilakukan rooling guru, khusus untuk mengajar ke daerah pinggiran atau desa,” ujar dia. (awj)

Pegadaian Prabumulih Bantu Korban Kebakaran

Prabumulih, SN
Bantuan bagi korban kebakaran di Jalan Veteran, Kelurahan Pasar I, Kecamatan Prabumulih Utara, pada Minggu (29/1) lalu, terus berdatangan. Salah satunya pemberian bantuan dari Perusahaan Umum (Perum) Pegadaian Kantor Cabang Prabumulih, di Kantor Kelurahan Pasar I, Jumat (3/2).

Bantuan yang diberika berupa sembako yang diserahkan langsung Kepala Cabang Pegadaian Prabumulih, Masrib.

“Kami ikut merasakan penderitaan yang dialami para korban kebakaran di Jalan Veteran, Kelurahan Pasar I. Sebagai bentuk kepedulian atas kejadian kemarin, Perum Pegadaian Kantor Cabang Prabumulih, membagikan bantuan sembako dan sandang kepada para korban kebakaran,” tutur Masrib, ditemui usai menyalurkan bantuan tersebut.

Ia 0mengatakan, penyaluran bantuan bagi para korban kebakaran itu merupakan salah satu bentuk kepedulian dan program bina lingkungan pegadaian selama ini. Sejak resmi berubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) Pegadaian (BUMN) pada Nopember 2006 lalu, sudah banyak bentuk bantuan disalurkan lewat program bina lingkungan (CSR) tersebut.

Rencananya bantuan sembako dan sandang, berupa mie instans, beras, kopi, gula, minyak curah (minyak goreng), handuk, selimut, sarung, pakaian anak–anak dan perlengkapan sekolah tersebut, akan dibagikan langsung di Kantor Kecamatan Prabumulih Utara, Jalan Anak Petai, Senin (6/2)

“Kalau tidak ada perubahan, rencananya hari ini Senin (6/2). Bantuan sembako dan sandang tersebut akan dibagikan langsung di kantor Camat. Seluruh staf dan karyawan akan hadir semua disana, termasuk pejabat Muspika dan Muspida Pemerintah Kota Prabumulih juga hadir,” tambah Masrib.

Sementara Lurah Kelurahan Pasar I, Yudo Winarso SP usai menerima bantuan, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Perum Pegadaian Kantor Cabang Prabumulih. (and)

Ribut Hasil Curian, Joko Tewas Dibantai

Prabumulih, SN
- Warga seputar RT.04 RW.04 Kelurahan Gelumbang Kecamatan Gelumbang Jumat (3/2) sekitar pukul 14.00 Wib sempat geger Pasalnya di bedeng tempat tinggal Teteh (30) ditemukan korban jenis pria yang baru saja dianiaya dengan cara dibacok kedua Pahanya, ditujah bagian tulang ekor serta luka dan memar lainnya dalam keadaan bersimpah darah dan sekarat . ternyata korban

Joko Prayitno bin Multanto (26) warga dusun II Desa Sigam Kecamatan Gelumbang ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kontrakannya, di Kelurahan Gelumbang RT 04/04.
Teman korban, Ujang menyatakan, ia diberitahu kalau temannya tersebut ditemukan bersimbah darah dengan penuh luka bacok. Korban sempat dibawa ke Puskesmas namun nyawanya tak tertolong lagi.

"Sebelum tewas korban sempat ngorok dan muntah air tuak sebanyak dua kali karena idak cepat dibawa ke rumah sakit,” kata ujang.

Ujang menjelaskan, modus pembunuhan lantaran Joko tidak membayar hasil penjualan motor yang dititipkan pada Kamsir warga Bakung Ogan Ilir.

Sementara petugas Mapolsek Gelumbang menduga kalau penyebabnya lantaran Joko tidak dapat memberikan uang hasil penjualan motor yang dititipkan Kamsir.

Kapolres Muara Enim AKBP. Budi melalui Kasat Rskrim AKP Tri Wahyudi membenarkan kalau telah terjadi penganiayaan berat hingga menewaskan korban Joko. Para tersagka diperkirakan sejumlah empat orang dan hingga kini masih dalam pengejaran pihak polisi. Pihaknya sudah mengantongi nama-nama TSK. Modusnya ada kaitan dengan curanmor, ungkapnya. (and)

Warga Telatang Desak Ganti Rugi PT MIP

Lahat, SN
Warga Desa Telatang Merapi Barat meminta agar PT Mustika Indah Permai (MIP) segera menyelesaikan ganti rugi lahan seluas 13 hektar yang dikuasai perusahaan perkebunan itu.

Kades Telatang, Jundri Alamsyah menjelaskan, tanah ulayat yang dikuasai PT MIP memang telah dijual oleh oknum warga desa kepada Edi Temael. Namun tanah ulayat itu harus dipertahankan sehingga mereka meminta ganti rugi.

"Kami menuntut ganti rugi lahan tersebut dengan harga Rp 15.000 per M2. Pada tahun 2009 warga telatang hanya dibayar ganti ruginya sebesar Rp 8.000.000 perhektar sementara tanam tumbuh yang ada di dalamnya tidak diganti rugi," terangnya.

Sementara perwakilan PT MIP, Farik mengatakan, bahwa saudara Edi Tamael yang mengatasnamakan PT MIP bukanlah karyawan mereka.

"Dalam penyelesaian ganti rugi lahan ini sesungguhnya Edi bukanlah karyawan PT MIP melainkan sebagai tenaga pembantu saja. (zal)

Minggu, 05 Februari 2012

DPR Dukung Pembangunan Kamar Seks di Lapas

Jakarta - Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Amir Syamsuddin mendukung pembangunan ruangan khusus bagi narapidana untuk berhubungan intim dengan suami atau istrinya di lapas. Komisi III DPR yang membidangi hukum menanggapi positif rencana pembangunan ruang khusus tersebut.

"Menyalurkan kebutuhan biologis kepada pasangan resmi adalah hal manusiawi, termasuk juga bagi tahanan maupun napi," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Djamil kepada wartawan, Minggu (5/2/).

Nasir mengatakan munculnya bisnis prostitusi di lembaga pemasyarakatan (LP) tentu tidak sesuai dengan tujuan pembinanaan di LP, yakni memasyarakatkan dan memanusiakan para napi itu sendiri. Oleh karena itu, Nasir mendukung Kemenkumham untuk segera merealisasikan pembangunan rumah biologis tersebut.

"Yang terpenting bahwa hak asasi tersebut diberikan perlindungan dalam hukum kita, artinya Menkumham harus membuat aturan payung hukum yang ketat dan transparan untuk pelaksanaan rumah biologis, dan harus ada pengawasan yang ketat agar tidak disalahgunakan," kata politisi PKS ini.

Menurut Nasir, kebijakan ini sesungguhnya sangat rawan disalahgunakan dan juga bisa menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Namun kenyataan di lapangan mengharuskan pemerintah harus lebih arif dan bijak.

"Untuk itu saya berharap Menkumham melakukan kajian mendalam dengan tokoh masyarakat dan DPR, untuk kemudian dibuat payung hukum yang benar-benar ketat mulai dari hanya pasangan resmi yang bisa menggunakan fasilitas tersebut, tidak adanya pungli dan pengaturan jam yang ketat pula," ungkapnya.

"Dengan demikian diharapkan publik akan menerimanya, dan hak-hak napi maupun tahanan juga akan tetap terlindungi. Itu baru namanya Negara Hukum yang menjamin HAM," tutup Nasir.

Sebelumnya Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Amir Syamsuddin mendukung pembangunan ruangan khusus bagi narapidana untuk berhubungan intim dengan suami atau istrinya di lapas. Sebab menurut Amir hal ini merupakan suatu hal yang wajar.

Kemenkum HAM masih melakukan kajian terkait rencana pembangunan rumah biologis tersebut. Saat ini pihak kementrian tengah mempersiapkan payung hukum pembangunan rumah biologis ini melalui kajian tersebut. Adapun kajian itu dilakukan dengan melibatkan sejumlah tokoh agama dari berbagai lintas agama.

(mpr/ahy)

Kabupaten Lahat Bebas Rumah Kumuh

LAHAT,SN
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lahat Marwan Mansyur menargetkan, pada 2013 mendatang, Lahat bebas pemukiman kumuh.

Solusinya, masyarakat diupayakan memiliki rumah layak huni (RLH) atas bantuan Pemkab Lahat dan pusat. Untuk merealisasikan hal itu, setidaknya disiapkan empat program prioritas, di antaranya membangun perumahan bagi masyarakat MBR melalui program bantuan perumahan dari dana APBN dan APBD.

Kemudian, melakukan program bedah rumah melalui program bantuan perumahan dari Kemenpera. Selanjutnya, merencanakan pembangunan perumahan bagi masyarakat miskin melalui program bantuan pembiayaan dari dana badan amil zakat (BAZ) serta partisipasi atau stimulan masyarakat umum, dan pembangunan perumahan bagi PNS melalui program bantuan perumahan Kemenpera, TAPERUM dan Pemda Lahat.

Selain empat program tersebut,Pemkab Lahat juga sedang mengajukan usulan untuk pembangunan fasilitas asrama bagi perguruan tinggi swasta di Kabupaten Lahat. Seperti diketahui, hasil evaluasi Kementerian Perumahan Rakyat (Menpera) RI, didapat setidaknya 1.400 rumah di Kabupaten Lahat termasuk dalam kategori tidak layak huni.

Laporan didapat setelah Menpera Djan Faridz melakukan kunjungan kerja di Lahat beberapa waktu lalu.Menurut Menpera Djan Faridz dari jumlah yang terdata tersebut, pihaknya segera mengucurkan bantuan stimulan program bedah rumah bagi masyarakat Lahat.(*)

Laskar 'Wong Kito' Tunjukkan Kelasnya

Plembang,SN
Laskar Wong Kito, Sriwijaya FC sukses memetik kemenangan besar atas tamunya Persidafon. Lima gol tanpa balas disarangkan Laskar Wong Kito dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang tadi malam.

Lima gol SFC masingmasing dilesakkan Kaith Jerome ‘Kayamba’ Gumbs menit 26 dan 46, Firman Utina menit 45+, Siswanto menit 64,dan Ponaryo Astaman menit 74.Dua gol yang dicetak oleh Kayamba membuat dirinya semakin kokoh sebagai pencetak gol terbanyak dengan 10 gol,diikuti oleh rekan satu timnya Hilton Moreira delapan gol, serta Alberto Goncalves dan Herman Dzumafo Afandi dengan tujuh gol.

Tambahan tiga angka ini membuat posisi Sriwijaya FC aman dari kejaran para pesaingnya Mitra Kukar dan Persib Bandung, yang menempati urutan keempat dan kelima dengan total raihan poin 22,atau selisih dua angka dari pemuncak klasmen sementara Persipura, dan satu angka dari Persiwa di posisi runner up.

Kemenangan ini sekaligus menjadi obat penawar atas dua kali kekalahan dalam tur Papua sebelumnya,serta menjadi modal penting sebelum menghadapi Deltras Sidoarjo,pada 8 Februari nanti. Pelatih SFC Kas Hartadi mengungkapkan,kemenangan telak yang diraih timnya berkat permainan menekan yang terus diperagakanparapemainnya sejak menit awal.Tetapi,rapatnya barisan pertahanan Persidafon yang digalang Eric Bayemi, membuat sejumlah peluang yang tercipta hingga menit 25 tak kunjung berbuah gol.

Namun, berkat kesabaran yang ditunjukkan para pemain Sriwijaya FC dalam membongkar pertahanan Persidafon, akhirnya dapatmenghasilkangoldi menit 26 melalui Kayamba.Gol inilah yang menurut pelatih asal Solo ini, yang membangkitkan kembali semangat dan motivasi pemainnya untuk memperbesar keunggulan.

“Babak pertama kita memang cukup kesulitan dalam mencari celah. Tetapi, setelah gol pertama Kayamba dan gol kedua melalui Firman Utinadimenitawalbabakkedua, membuat mental pemain Persidafon mulai down. Kesempatan ini tidak kita sia-siakan untuk terus melakukan tekanan. Hasilnya, hingga menit akhir kita bisa mencetak lima gol,”ungkap Kas usai laga.

Mantan pelatih Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA) ini melanjutkan, sejak awal laga, seluruh pemain memang telah sepakat untuk memenangkan pertandingan, bagaimanapun caranya, agar selisih poin dengan Persipura dan Persiwa semakin dekat. Sayangnya, kondisi ini jua yang pada akhirnya membuat permainan SFC terlihat terlalu bernafsu dan terkesan terlalu terburuburu serta kurang koordinasi, sehingga banyak peluang yang terbuang sia-sia.

Tapi, meskipun menargetkan kemenangan,mantan asisten pelatih Ivan Venkov Kolev ini tidak menyangka, jika timnya bisa menang besar sampai lima gol tanpa balas, sehingga membuat SFC menjadi satusatunya tim yang berhasil mencetak gol paling banyak dengan 27 gol hingga pekan keenam, dan baru kebobolan 10 gol.

“Kita bersyukur bisa menang dengan skor besar seperti ini, karena ini akan menjadi modal bagus kita dalam mengejar target menjadi juara paruh musim.Untuk itu,saya dan seluruh pemain berharap doa dan dukungannya secara terusmenerus dari masyarakat dan suporter SFC, agar kita bisa terus memberikan yang terbaik,” harapnya.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persidafon Isman Jasulmei mengakui, kalau kualitas anak asuhnya masih di bawah SFC, dan masih kurang jam terbang.

”Kami memang kalah kualitas dari SFC.Mereka memiliki pemain yang bagus dan berpengalaman, sehingga mereka bisa menjaga pola permainan dan kekompakan, walaupun sempat kesulitan mencetak gol,”urainya.(*)

Press

My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.