Palembang, SN
Salah satu kerajinan khas Kota Palembang yang terkenal yaitu songket, namun sayang, perhatian pemerintah kota dinilai kurang terhadap kelestarian dari kerajinan tersebut.
Beberapa waktu lalu sejumlah pengrajin songket mendatangi kantor Walikota Palembang untuk mengeluhkan omset yang diterima saat ini semakin menurun. Menurut mereka, jika ada even-even besar yang menyangkut pariwisata, tempat usaha kerajinan mereka tidak pernah didatangi oleh wisatawan atau travel agen.
"Kebanyakan pengunjung diarahkan untuk membeli di satu tempat saja oleh even organizer (EO) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Padahal, di kawasan 35 Ilir ada sekitar 42 pengrajin songket yang tersebar di sepanjang jalan. Tapi, anehnya selalu diarahkan di satu tempat. Ini kan jadi tanda tanya bagi pengrajin lain,” kata salah satu pengrajin songket Masri.
Hal ini, menurut Masri, dalam enam tahun terakhir pendapatannya terus menurun. Bahkan, pada SEA Games Novem 2011 lalu, pendapatan yang masuk ke pihaknya sangat minim sekali. “Padahal, harapan kita di agenda SEA Games bisa banyak dapat pembeli. Tapi, ternyata sedikit sekali. Malah ada rekan kita sesama pengrajin yang sama sekali tidak ada pemasukan saat SEA GameS,"tuturnya.
Jika tidak segera diakomodir, tambah Masri, akan semakin banyak pengrajin songket yang gulung tikar. “Kan sayang, ini adalah kain khas daerah ini. Kalau gulung tikar jadi bagaimana. Masa kita tidak melestarikan kebudayaan daerah,” kata dia.
Hal yang sama diungkapkan pengelola Zainal Songket, Husaini. Menurut dia, saat ini nasib pengrajin songket di kawasan 35 Ilir semakin terjepit. Diakui Usaini, saat ini untuk mendapatkan omset sekitar Rp15 juta sehari sangat sulit. Padahal, dulu khusus untuk Zainal Songket omset bisa tembus Rp 29 juta sehari. “Omset kami turun sampai 40%, karena itu kami sebagai pengrajin mohon bantuan pemerintah untuk segera mengatasi hal ini. Jadi, pengrajin songket ini bisa bertahan,” kata dia.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palembang Mirza Fansyuri mengatakan, masalah seperti ini bukan menjadi hal yang harus ditangani oleh pihaknya tetapi oleh pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kota Palembang. “Karena ini menyangkut persaingan dagang,”tukasnya.
Terpisah, Kepala Disperindagkop Kota Palembang Ibnu Rohim mengatakan, pihak Pemkot memang mempunyai kapasitas kepada pihak wisatawan untuk menunjukkan kawasan pengrajin songket yang mereka butuhkan. Menurutnya, ada salah pengertian saja di antara pengrajin tersebut karena kebetulan ada satu sentra pengrajin yang mempunyai lahan parkir yang luas dan bisa masuk bus pariwisata. “Selain itu memang lokasinya berada di pangkal kawasan itu. Jadi, banyak wisatawan yang mudah untuk menjangkau lokasinya,”jelasnya.(win)
Senin, 19 Maret 2012
Hidayah Butuh Uluran Tangan
* Penderita Kanker Kulit Menahun
Empat Lawang, SN
Miris memang ketika melihat penyakit yang diderita Hidayah(25) warga desa Kota Gading, sudah puluhan tahun ibu satu anak ini menderita kanker kulit. Kulitnya tumbuh di beberapa bagian tubuh, namun yang besarnya berada di paha kiri dan tubuh belakang bagian bawah.
Benjolan yang bermula dari tanda lahir ini kini tumbuh besar, hingga sebesar dua kali buah kelapa dan karena lembut nampak bergelantungan dibadannya. Jumat (16/3) istri Asmade (25) mendapat kunjungan ny Evi Humaidi ketua TP PKK kecamatan Tebing Tinggi,dr Desi kepala puskesmas Tebing Tinggi serta dipimpin langsung oleh Alhumaidi.SSos.MSi,camat Tebing Tinggi.
"Kalau ada obatnya saya ingin sembuh, tapi terus terang saya ini orang tidak mampuh," kata Hidaya, dikunjungi dikediamannya.
Selanjutnya Hidayah menceritakan penyakit yang diderita berawal dari tanda lahir, lambat laun membesar, sampai sekarang semakin membesar hingga malu keluar rumah nanti dilihat warga lain. "Dulu tidak sebesar ini tapi kini terus membesar," imbuhnya.
Sebelum menikah, kata Hidayah penyakit sudah ada dan sudah diketahui suami namun demikian tidak mengganggu aktifitas karena penyakit yang diderita tidak sakit, hanya nampak memalukan semata karena bergelantungan di tubuh."Saya tetap beraktifitas karena tidak sakit, berharap tidak akan sakit,tapi kami malu penyakit seperti ini," katanya.
Berobat, kata Hidayah pernah dilakukan pengobatan dilampung namun akaibat diagnosa dokter tidak boleh dipotong karena berhubungan dengan nyawa akhirnya takut sehingga sampai sekarang takut berobat dan operasi kerena sudah ditakuti bahwa penyakit ini berhubungan dengan nyawa.
"Karena diomomgiberhubungan dengan nyawa jadi kami takut berobat sampai sekarang," kata Hidayah disampingi asmade suaminya.
Sementara dr Desi setelah memeriksa menyatakan bahwa penyakit yang derita Hidayah kanker kulit yang tidak ganas, hanya jaringan lemak. Akibat sudah lama dan menahun akhirnya seperti ini. "Ini lah akibat penyakit dipeliharan," kata dr Desi.
Sementara Camat Tebing Tinggi, Alhumaidi Ssos.MSi menyaku siap membantu keluhan warganya yang menderita kanker kulit ini pihaknya akan memfasilitasi persyaratan pengobatan gratis yang dicanangkan pemerintah kabupaten Empat Lawang dan Provinsi Sumetera Selatan.
"Sekarangkan sudah ada Jamkesmas, pengobatan gratis, jd silakan gunakan itu," kata Humaidi.
Dalam waktu dekat ini juga lanjutnya akan melaporkan temuan ini ke pemkab Empat Lawang untuk ditindak lanjuti. (eko)
Empat Lawang, SN
Miris memang ketika melihat penyakit yang diderita Hidayah(25) warga desa Kota Gading, sudah puluhan tahun ibu satu anak ini menderita kanker kulit. Kulitnya tumbuh di beberapa bagian tubuh, namun yang besarnya berada di paha kiri dan tubuh belakang bagian bawah.
Benjolan yang bermula dari tanda lahir ini kini tumbuh besar, hingga sebesar dua kali buah kelapa dan karena lembut nampak bergelantungan dibadannya. Jumat (16/3) istri Asmade (25) mendapat kunjungan ny Evi Humaidi ketua TP PKK kecamatan Tebing Tinggi,dr Desi kepala puskesmas Tebing Tinggi serta dipimpin langsung oleh Alhumaidi.SSos.MSi,camat Tebing Tinggi.
"Kalau ada obatnya saya ingin sembuh, tapi terus terang saya ini orang tidak mampuh," kata Hidaya, dikunjungi dikediamannya.
Selanjutnya Hidayah menceritakan penyakit yang diderita berawal dari tanda lahir, lambat laun membesar, sampai sekarang semakin membesar hingga malu keluar rumah nanti dilihat warga lain. "Dulu tidak sebesar ini tapi kini terus membesar," imbuhnya.
Sebelum menikah, kata Hidayah penyakit sudah ada dan sudah diketahui suami namun demikian tidak mengganggu aktifitas karena penyakit yang diderita tidak sakit, hanya nampak memalukan semata karena bergelantungan di tubuh."Saya tetap beraktifitas karena tidak sakit, berharap tidak akan sakit,tapi kami malu penyakit seperti ini," katanya.
Berobat, kata Hidayah pernah dilakukan pengobatan dilampung namun akaibat diagnosa dokter tidak boleh dipotong karena berhubungan dengan nyawa akhirnya takut sehingga sampai sekarang takut berobat dan operasi kerena sudah ditakuti bahwa penyakit ini berhubungan dengan nyawa.
"Karena diomomgiberhubungan dengan nyawa jadi kami takut berobat sampai sekarang," kata Hidayah disampingi asmade suaminya.
Sementara dr Desi setelah memeriksa menyatakan bahwa penyakit yang derita Hidayah kanker kulit yang tidak ganas, hanya jaringan lemak. Akibat sudah lama dan menahun akhirnya seperti ini. "Ini lah akibat penyakit dipeliharan," kata dr Desi.
Sementara Camat Tebing Tinggi, Alhumaidi Ssos.MSi menyaku siap membantu keluhan warganya yang menderita kanker kulit ini pihaknya akan memfasilitasi persyaratan pengobatan gratis yang dicanangkan pemerintah kabupaten Empat Lawang dan Provinsi Sumetera Selatan.
"Sekarangkan sudah ada Jamkesmas, pengobatan gratis, jd silakan gunakan itu," kata Humaidi.
Dalam waktu dekat ini juga lanjutnya akan melaporkan temuan ini ke pemkab Empat Lawang untuk ditindak lanjuti. (eko)
Gubernur Lantik Sekda Kota Pagaralam
Pagaralam, SN
Kalau tidak ada halangan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin, hari ini, Senin (19/3) melantik Drs H Syafrudin MSi menjadi Sekretaris Daerah (Sekda), Kota Pagaralam, di Palembang, menggantikan pejabat lama yaitu Drs H Ahmad Fahcri MM yang sudah memasuki masa pensiun beberapa bulan lalu.
"Memang jadwalnya Gubernur Alex Noerdin melantik Sekda Kota pagaralam di aula SD Model Gunung Gare, namun mengingat padatnya jadwal sehingga pelantikan terpaksa dilakukan di Kantor Gubernur Sumsel di Palembang," kata Kabag Humas Pemkot Pagaralam, Imam Pasli, SSTP, Minggu (17/3).
Menurutnya, berdasarkan konfirmasi dengan Pemprov Sumsel, pelantikan Sekda Kota Pagaralam yang baru, terpaksa dilakukan di Palembang.
" Kita menyesuaikan jadwal pelantikan dengan agenda Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin, SH yang cukup padat," ungkapnya.
Sebetulnya surat keputusan penetapan sekda tersebut sudah beberapa minggu lalu mendapat persetujuan Gubernur Sumsel, namun padatnya jadwal Gubernur yang akan mencalokan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta maka sering mengalami penundaan pelantikan.
"Pelantikan Sekda Kota pagaralam dihadiri Walikota Drs H Djazuli Kuris dan Wakil Walikota dr Hj Ida Fitriati M Kes, pejabat dilingkungan Pemkot Pagaralam lainnya," ungkapnya.
Sejumlah pejabat yang hadiri seperti, Ketua DPRD Kota Pagaralam, Ruslan Abdul Gani, SE, Asisten, kepala Dinas, badan dan pejabat Pemkot lainya.
"Namun demikian kita masih lihat dulu jadwal Gubernur Sumsel, untuk kepastian pelantikan Sekda tersebut," tegas Imam.
Walikota Pagaralam, Drs H Djazuli Kuris, MM mengatakan setelah melalui proses pengajuan dan fit and proper tes dan melalui persetujuan Gubernur Sumsel, akhirnya jabatan Sekda yang sempat kosong beberapa bulan sudah terisi.
"Semua pejabat yang kita ajukan memiliki kemampuan dan pengalaman dalam pemerintahan, namun hasil uji kelaikan yang menentukan siapa yang memenuhi persyaratan untuk menjadi Sekda dan dilantik Gubernur Sumsel," ungkapnya. (asn)
Kalau tidak ada halangan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin, hari ini, Senin (19/3) melantik Drs H Syafrudin MSi menjadi Sekretaris Daerah (Sekda), Kota Pagaralam, di Palembang, menggantikan pejabat lama yaitu Drs H Ahmad Fahcri MM yang sudah memasuki masa pensiun beberapa bulan lalu.
"Memang jadwalnya Gubernur Alex Noerdin melantik Sekda Kota pagaralam di aula SD Model Gunung Gare, namun mengingat padatnya jadwal sehingga pelantikan terpaksa dilakukan di Kantor Gubernur Sumsel di Palembang," kata Kabag Humas Pemkot Pagaralam, Imam Pasli, SSTP, Minggu (17/3).
Menurutnya, berdasarkan konfirmasi dengan Pemprov Sumsel, pelantikan Sekda Kota Pagaralam yang baru, terpaksa dilakukan di Palembang.
" Kita menyesuaikan jadwal pelantikan dengan agenda Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin, SH yang cukup padat," ungkapnya.
Sebetulnya surat keputusan penetapan sekda tersebut sudah beberapa minggu lalu mendapat persetujuan Gubernur Sumsel, namun padatnya jadwal Gubernur yang akan mencalokan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta maka sering mengalami penundaan pelantikan.
"Pelantikan Sekda Kota pagaralam dihadiri Walikota Drs H Djazuli Kuris dan Wakil Walikota dr Hj Ida Fitriati M Kes, pejabat dilingkungan Pemkot Pagaralam lainnya," ungkapnya.
Sejumlah pejabat yang hadiri seperti, Ketua DPRD Kota Pagaralam, Ruslan Abdul Gani, SE, Asisten, kepala Dinas, badan dan pejabat Pemkot lainya.
"Namun demikian kita masih lihat dulu jadwal Gubernur Sumsel, untuk kepastian pelantikan Sekda tersebut," tegas Imam.
Walikota Pagaralam, Drs H Djazuli Kuris, MM mengatakan setelah melalui proses pengajuan dan fit and proper tes dan melalui persetujuan Gubernur Sumsel, akhirnya jabatan Sekda yang sempat kosong beberapa bulan sudah terisi.
"Semua pejabat yang kita ajukan memiliki kemampuan dan pengalaman dalam pemerintahan, namun hasil uji kelaikan yang menentukan siapa yang memenuhi persyaratan untuk menjadi Sekda dan dilantik Gubernur Sumsel," ungkapnya. (asn)
Jamin Pupuk Tidak Langka
Empat Lawang, SN
Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menjamin ketersediaan pupuk tidak langka, hal ini disampaikan langsung Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri SE MM, melalui kepala Dinas Pertanian,Perikanan,Peternakan dan Ketahanan pangan Rudianto SP MSI.
Menurutnya penggunaan pupuk di empat lawang cukup besar, petani di bumi saling keruani sangi kerawati sudah sejak lama melakukan pertanian moder yang tentu nya tidak terlepas dari penggunaan pupuk. Setahun penggunaan pupuk urea saja mencapai 3351,19 ton,dengan rincian tanaman pangan sebanyak 2,17ton, hortikultural sebanyak 308 ton, perikanan 739 ton, sedangkan peternakan 9,89 ton dan perkebunan 114,75 ton.
"Sampai saat ini pupuk tidak pernah langka dan tidak akan pernah langka," kata Rudianto,kemarin.
Dengan penggunaan pupuk yang tepat ini pula kata Rudi dapat dirasakan manfaatnya oleh petani berupa peningkatan produksi tanam dan meraih surplus ditahun 2011 lalu sebesar 47 ton, atau meningkat 18,35 persen. "ini lah manfaat langsung dirasakan petani," ujarnya.
Kedepan kata Rudi pihak nya akan mengumpulkan semua petani dan pihak yang terlibat dalam pembangunan pertanian di kabupaten termuda di sumsel. Mulai dari petani, pendamping petani,penyuluh,kelompok tani, UPTD serta KCD. Disana pula akan dilakukan penyampaikan pengetahuan penggunaan pupuk sekaligus mensosialisasikan warga pupuk urea yang baru,dari sebelumnya putih menjadi merah.
"Acara digelar bulan ini juga dan Jika tidak ada aral melintang pembicarakan akan didatangkan langsung ahli dari PT PUSRI biar petani lebih pintar bertani khusu menggunakan pupuk urea nanti," katanya.
Nurdin salah seorang Warga Paiker mengaku senang adanya kegiatan ini, pihaknya bersama petani yang berada di desanya akan hadir. "Ini bagus karena akan menambah pengetahuan kita sendiri, karena kedepan diharapkan produksi lebih besar," pungkasnya. (eko)
Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menjamin ketersediaan pupuk tidak langka, hal ini disampaikan langsung Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri SE MM, melalui kepala Dinas Pertanian,Perikanan,Peternakan dan Ketahanan pangan Rudianto SP MSI.
Menurutnya penggunaan pupuk di empat lawang cukup besar, petani di bumi saling keruani sangi kerawati sudah sejak lama melakukan pertanian moder yang tentu nya tidak terlepas dari penggunaan pupuk. Setahun penggunaan pupuk urea saja mencapai 3351,19 ton,dengan rincian tanaman pangan sebanyak 2,17ton, hortikultural sebanyak 308 ton, perikanan 739 ton, sedangkan peternakan 9,89 ton dan perkebunan 114,75 ton.
"Sampai saat ini pupuk tidak pernah langka dan tidak akan pernah langka," kata Rudianto,kemarin.
Dengan penggunaan pupuk yang tepat ini pula kata Rudi dapat dirasakan manfaatnya oleh petani berupa peningkatan produksi tanam dan meraih surplus ditahun 2011 lalu sebesar 47 ton, atau meningkat 18,35 persen. "ini lah manfaat langsung dirasakan petani," ujarnya.
Kedepan kata Rudi pihak nya akan mengumpulkan semua petani dan pihak yang terlibat dalam pembangunan pertanian di kabupaten termuda di sumsel. Mulai dari petani, pendamping petani,penyuluh,kelompok tani, UPTD serta KCD. Disana pula akan dilakukan penyampaikan pengetahuan penggunaan pupuk sekaligus mensosialisasikan warga pupuk urea yang baru,dari sebelumnya putih menjadi merah.
"Acara digelar bulan ini juga dan Jika tidak ada aral melintang pembicarakan akan didatangkan langsung ahli dari PT PUSRI biar petani lebih pintar bertani khusu menggunakan pupuk urea nanti," katanya.
Nurdin salah seorang Warga Paiker mengaku senang adanya kegiatan ini, pihaknya bersama petani yang berada di desanya akan hadir. "Ini bagus karena akan menambah pengetahuan kita sendiri, karena kedepan diharapkan produksi lebih besar," pungkasnya. (eko)
Optimis Maret E-KTP Rampung
Empat Lawang, SN
Pemerintah Kecamatan Tebing Tinggi optimis perekaman E-KTP pada akhir maret 2012 ini juga rampung, kepastian ini disampaikan langsung Camat Tebing Tinggi, Alhumaidi SSos MSi.
Menurutnya perekaman E-KTP di ibu kota Kabupaten Empat Lawang sudah mencapai 80 persen. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan perekaman E-KTP desa Suka Kaya, dan sampai saat ini juga pihaknya masih menyisahkan perekaman e-ktp bagi dua desa lagi yakni desa Taba Dendang dan Muara Saling.
"Insyah Allah dua minggu ini juga rampung,dan akhir maret semuanya selesai," kata Humaidi didampingi sekcam Juarsyah, kemarin.
Selanjutnya Humaidi menjelaskan setelah dua desa terakhir pihaknya akan segera mengecek dan melakukan perekaman E-KTP ulang bagi warga yang NIK nya salah setelah itu tim E-KTP juga bakal mendatang warga yang belum sempat membuat E-KTP lantaran terbaring sakit dirumah.
"Jadi nanti tidak ada warga yang tidak ada KTP,kami akan jemput bola menyisir siapa saja yang belum membuat E-KTP," imbuhnya.
Mengenai peralatan pembuatan E-KTP kata humaidi dalam kosidi baik, pihaknya berharap kedepan tidak ada masalah sehingga target pemerintah pusat selesai april dapat dicapai dengan baik. "Sejauh ini tidak ada masalah, dan kedepan jangan sampai ada masalah," jelasnya.
Lebih jauh Humaidi menghimbau warga yang belum membuat E-KTP dapat segera mendatangi kantor Kecamatan Tebing Tinggi, begitu pula yang belum mendapat undangan pihaknya tetap melayani asalkan membawa ktp lama dan kartu keluarga (kk). "Jika ada yang belum mendapat undangan datang saja kesini kita layani," pungkasnya. (eko)
Pemerintah Kecamatan Tebing Tinggi optimis perekaman E-KTP pada akhir maret 2012 ini juga rampung, kepastian ini disampaikan langsung Camat Tebing Tinggi, Alhumaidi SSos MSi.
Menurutnya perekaman E-KTP di ibu kota Kabupaten Empat Lawang sudah mencapai 80 persen. Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan perekaman E-KTP desa Suka Kaya, dan sampai saat ini juga pihaknya masih menyisahkan perekaman e-ktp bagi dua desa lagi yakni desa Taba Dendang dan Muara Saling.
"Insyah Allah dua minggu ini juga rampung,dan akhir maret semuanya selesai," kata Humaidi didampingi sekcam Juarsyah, kemarin.
Selanjutnya Humaidi menjelaskan setelah dua desa terakhir pihaknya akan segera mengecek dan melakukan perekaman E-KTP ulang bagi warga yang NIK nya salah setelah itu tim E-KTP juga bakal mendatang warga yang belum sempat membuat E-KTP lantaran terbaring sakit dirumah.
"Jadi nanti tidak ada warga yang tidak ada KTP,kami akan jemput bola menyisir siapa saja yang belum membuat E-KTP," imbuhnya.
Mengenai peralatan pembuatan E-KTP kata humaidi dalam kosidi baik, pihaknya berharap kedepan tidak ada masalah sehingga target pemerintah pusat selesai april dapat dicapai dengan baik. "Sejauh ini tidak ada masalah, dan kedepan jangan sampai ada masalah," jelasnya.
Lebih jauh Humaidi menghimbau warga yang belum membuat E-KTP dapat segera mendatangi kantor Kecamatan Tebing Tinggi, begitu pula yang belum mendapat undangan pihaknya tetap melayani asalkan membawa ktp lama dan kartu keluarga (kk). "Jika ada yang belum mendapat undangan datang saja kesini kita layani," pungkasnya. (eko)
Belasan Rumah di Dua Desa Hangus Dilalap Api
Muara Enim, SN
Belasan rumah panggung di dua desa yakni, Desa Cahaya Alam Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) dan Desa Penyandingan, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL) hangus dilalap api. Kerugian ditaksir ratusan juta.
Dari sumber yang dihimpun dilapangan, kebakaran pertama, Sabtu (17/3) sekitar pukul 04.00 WIB di Desa Penyandingan, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL). Sebanyak lima rumah warga yang terbakar yakni, Nama bin mat dahlan, Satar bin kori, Sri binti Yurnani, Arnilau binti burdan, dan Jumid bin Kastawi.
Kemudian malamnya, di Desa Cahaya Alam, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Sabtu (17/3) sekitar pukul 22.00 WIB. Delapan rumah panggung milik H Jukri, Saipul, Lamani, Denan, Ependi, Said Ahmad, Ajran dan Saprudin habis terbakar.
Beruntung akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir ratusan rupiah. Hingga sekarang ini, para korban kebakaran terpaksa harus mengungsi ke tempat kerabat atau keluarganya untuk tinggal sementara.
Para korban kebakaran berharap pemerintah kabupaten Muara Enim atau dinas terkait turut prihatin dengan memberikan bantuan demi mengurangi beban pemilik rumah yang terbakar.
Dari penyelidikan pihak kepolisian sektor Semendo, api diduga berasal dari korsleting listrik, kemudian menimbulkan percikan api. Api terus membesar dan menyambar peralatan rumah tangga dan dinding rumah yang berbahan kayu.
Seperti dikatakan Kalbadri (40) warga Desa Cahaya Alam, bahwa sijago merah telah menghanguskan belasan rumah. Kemudian, beberapa motor terbakar.
"Untuk kerugian material di perkirakan ratusan juta dan mendekati satu milyar," ujarnya.
Kapolres Muara Enim AKBP Drs Budi Suryanto, melalui Plh Kasat Reskrim Akp G Parlasro Sinaga SIK didampingi Kapolsek Semendo AKP Slamet, membenarkan adanya kebakaran yang menghanguskan belasan rumah.
“Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah," katanya. (yud)
Belasan rumah panggung di dua desa yakni, Desa Cahaya Alam Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) dan Desa Penyandingan, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL) hangus dilalap api. Kerugian ditaksir ratusan juta.
Dari sumber yang dihimpun dilapangan, kebakaran pertama, Sabtu (17/3) sekitar pukul 04.00 WIB di Desa Penyandingan, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL). Sebanyak lima rumah warga yang terbakar yakni, Nama bin mat dahlan, Satar bin kori, Sri binti Yurnani, Arnilau binti burdan, dan Jumid bin Kastawi.
Kemudian malamnya, di Desa Cahaya Alam, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Sabtu (17/3) sekitar pukul 22.00 WIB. Delapan rumah panggung milik H Jukri, Saipul, Lamani, Denan, Ependi, Said Ahmad, Ajran dan Saprudin habis terbakar.
Beruntung akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir ratusan rupiah. Hingga sekarang ini, para korban kebakaran terpaksa harus mengungsi ke tempat kerabat atau keluarganya untuk tinggal sementara.
Para korban kebakaran berharap pemerintah kabupaten Muara Enim atau dinas terkait turut prihatin dengan memberikan bantuan demi mengurangi beban pemilik rumah yang terbakar.
Dari penyelidikan pihak kepolisian sektor Semendo, api diduga berasal dari korsleting listrik, kemudian menimbulkan percikan api. Api terus membesar dan menyambar peralatan rumah tangga dan dinding rumah yang berbahan kayu.
Seperti dikatakan Kalbadri (40) warga Desa Cahaya Alam, bahwa sijago merah telah menghanguskan belasan rumah. Kemudian, beberapa motor terbakar.
"Untuk kerugian material di perkirakan ratusan juta dan mendekati satu milyar," ujarnya.
Kapolres Muara Enim AKBP Drs Budi Suryanto, melalui Plh Kasat Reskrim Akp G Parlasro Sinaga SIK didampingi Kapolsek Semendo AKP Slamet, membenarkan adanya kebakaran yang menghanguskan belasan rumah.
“Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah," katanya. (yud)
KPU Palembang Musnahkan Sisa Logistik Pemilukada 2008
Palembang, SN
Logistik sisa dari pelaksanaan Pemilukada tahun 2008 berupa surat suara dan formulir seberat kurang lebih 8 ton, dalam waktu akan dimusnahkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang.
Hal ini diungkapkan Ketua KPU Palembang, Eftiyani, Minggu (18/3). Katanya, rencana pemusnahan sisa logistik tersebut akan dilaksanakan di Kantor Badan Arsip Nasional. Saat ini, sisa logistik telah berada di Badan Arsip Palembang.
“Dalam acara pemusnahan nanti kita akan undang pihak Badan Lelang Negara, Kejaksanaan, kepolisian dan instansi terkait, termasuk kalangan media,” kata dia.
Ia mengaku, rencananya 8 ton sisa logistik Pemilukada akan dilelang, namun setelah di hitung, dan ternyata biaya pelelangan tidak sebanding dengan hasil yang di dapatkan, maka diambil keputusan jika sisa logistik tersebut, dimusnahkan.
"Sedangkan sisa logistik pemilu nasional, legislatif dan provinsi telah di lelang Balai Lelang Negara, namun jumlah uang dari hasil lelang tersebut, saya tidak tahu. Untuk sisa logistik pilkada Gubernur Sumsel beberapa tahun lalu masih di mintai rekomendasi dari KPU Palembang ke KPU Sumsel untuk diapakan karena itu kewenangan KPU Sumsel," beber Eftiyani.
Disisi lain, setelah melakukan beberapa rapat dan konsolidasi, akhirnya KPU Palembang menyelesaian 13 draf regulasi tentang tahapan-tahapan Pemilukada Kota Palembang tahun 2013 dan diharapkan pada bulan September 2012 regulasi tersebut disahkan.
"Kita sudah rapat pleno membahas 13 draf tersebut seminggu yang lalu tepatnya Rabu (7/3) dan kita harapkan bisa disahkan pada September nanti," kata Eftiyani.
Menurutnya, selama menunggu pengesahan, pihaknya akan berkonsultasi dengan KPU pusat dan provinsi, jika ada perubahan aturan tentang pemilukada nantinya.
“Setelah selesai, selagi menunggu, kita akan atur hal-hal lainnya yang berkaitan dengan pilkada. Nanti ada aturan baru maka kita sesuaikan," katanya.
Ketiga belas draf regulasi tersebut diantaranya, tentang tahapan-tahapan pilkada, Kampanye, Pendaftaran Pemilih, Pencalonan, Tata Cara Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara, Penetapan dan Pengumuman Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Pemantau Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, serta Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Umum Suara Hasil Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. (awj)
Logistik sisa dari pelaksanaan Pemilukada tahun 2008 berupa surat suara dan formulir seberat kurang lebih 8 ton, dalam waktu akan dimusnahkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang.
Hal ini diungkapkan Ketua KPU Palembang, Eftiyani, Minggu (18/3). Katanya, rencana pemusnahan sisa logistik tersebut akan dilaksanakan di Kantor Badan Arsip Nasional. Saat ini, sisa logistik telah berada di Badan Arsip Palembang.
“Dalam acara pemusnahan nanti kita akan undang pihak Badan Lelang Negara, Kejaksanaan, kepolisian dan instansi terkait, termasuk kalangan media,” kata dia.
Ia mengaku, rencananya 8 ton sisa logistik Pemilukada akan dilelang, namun setelah di hitung, dan ternyata biaya pelelangan tidak sebanding dengan hasil yang di dapatkan, maka diambil keputusan jika sisa logistik tersebut, dimusnahkan.
"Sedangkan sisa logistik pemilu nasional, legislatif dan provinsi telah di lelang Balai Lelang Negara, namun jumlah uang dari hasil lelang tersebut, saya tidak tahu. Untuk sisa logistik pilkada Gubernur Sumsel beberapa tahun lalu masih di mintai rekomendasi dari KPU Palembang ke KPU Sumsel untuk diapakan karena itu kewenangan KPU Sumsel," beber Eftiyani.
Disisi lain, setelah melakukan beberapa rapat dan konsolidasi, akhirnya KPU Palembang menyelesaian 13 draf regulasi tentang tahapan-tahapan Pemilukada Kota Palembang tahun 2013 dan diharapkan pada bulan September 2012 regulasi tersebut disahkan.
"Kita sudah rapat pleno membahas 13 draf tersebut seminggu yang lalu tepatnya Rabu (7/3) dan kita harapkan bisa disahkan pada September nanti," kata Eftiyani.
Menurutnya, selama menunggu pengesahan, pihaknya akan berkonsultasi dengan KPU pusat dan provinsi, jika ada perubahan aturan tentang pemilukada nantinya.
“Setelah selesai, selagi menunggu, kita akan atur hal-hal lainnya yang berkaitan dengan pilkada. Nanti ada aturan baru maka kita sesuaikan," katanya.
Ketiga belas draf regulasi tersebut diantaranya, tentang tahapan-tahapan pilkada, Kampanye, Pendaftaran Pemilih, Pencalonan, Tata Cara Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara, Penetapan dan Pengumuman Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Pemantau Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, serta Penetapan Hasil Rekapitulasi Penghitungan Umum Suara Hasil Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. (awj)
Gubernur Diharap Tetap Perhatikan Sumsel

Palembang, SN
Kepastian Gubernur Sumsel Alex Noerdin mencalonkan diri menjadi calon gubernur DKI Jakarta, disambut positif masyarakat Sumsel. Namun, ia juga diminta untuk tidak melupakan Sumsel, karena hingga saat ini statusnya masih memimpin provinsi yang terkenal dengan kekayaan bahan tambangnya ini.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumsel, Ahmad Djauhari, Minggu (18/3).
“Jangan sampai roda pemerintahan terganggu, artinya prinsip beliau tetap ada dan kita butuhkan, kita berharap konsentrasi besar tetap di Sumsel karena Alex Noerdin tetap Gubernur Sumsel, rakyat Sumsel masih membutuhkan beliau, itu yang kita harapkan,” ungkap Politisi Partai Demokrat ini.
Menurut Djauhari, segala urusan pemerintahan selama Alex Noerdin melakukan sosialisasi di Jakarta di delegasikan kepada Wakil Gubernur dengan Sekda dengan seluruh SKPD.
"Memang hingga kini belum ada gangguan pemerintahan di Sumsel selama Alex Noerdin berada di Jakarta, namun kami mengingatkan kedepan frekuensi kerja banyak dan perlu diantisipasi Wagub Sumsel, Sekda Sumsel dan SKPD," katanya.
Dikatakan Djauhari, sejauh ini, pihaknya belum menerima pengajuan cuti dari Alex Noerdin. "Sejauh ini, saya belum menerima pengajuan cuti, atau kita yang belum menerima, kita harap kedepan pak Alex mengirimkan izin kepada DPRD Sumsel, dengan begitu paling tidak kita tahu kegiatan beliau di luar,” harap dia.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin bersama pasangannya Nono Sampono, Minggu (18/3) resmi mendaftarkan diri ke KPU DKI Jakarta sebagai pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.
Pasangan Alex-Nono didukung tiga parpol koalisi yakni, Partai Golkar, PPP dan PDS. (awj)
Karisma VS Supra Fit Satu Tewas Dua Luka Berat
Pagaralam, SN
Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi antara sepeda motor Supra Fit BG 5867 CJ yang dikendarai Pandri, korban meninggal dengan sepeda motor Karisma BG 3880 DG dikemudikan Muhamad Iskandar (20) berboncengan dengan Purnairawan (20) korban luka berat.
Peristiwa ini terjadi Sabtu (17/03) sekitar pukul 18.30 WIB di jalan lintas Dusun Sukajadi Kelurahan Pelang Kenidai Dempo Tengah Kota Pagaralam.
Korban tewas bernama Pandri, warga Gunung Megang Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, sedangkan korban luka berat Muhammad Iskandar yang mengalami luka robek pada bagian pelipis mata kiri dan pada bagian kaki hingga harus mendapatkan beberapa jahitan, dan Purnairawan mengalami luka memar pada bagian mata kiri dan juga beberapa luka robek pada bagian kaki, kedua pemuda ini merupakan warga Dusun Suka Cinta, Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam.
Kapolres Kota pagaralam AKBP Abi Darrin melalui Kasat Lantas Polres Kota Pagaralam, AKP Wawan Andi Susanto mengatakan, menurut keterangan warga, kejadian ini terjadi saat maghrib, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras dari arah jalan negara.
"Semua Korban sudah bertumpuk bersama dua kendaraan yang masih tergeletak di tengah jalan, dan warga sekitar lalu menolong para korban dan membawanya ke RSUD Besemah," ungkapnya.
Satu korban tewas saat kejadian tersebut karena luka parah pada bagian kepala dan tak nampak bernafas lagi. "Satu orang pengendara dari arah Lahat menuju Kota Pagaralam dan dua orang yang berboncengan arah berlawanan menuju Lematang," ungkapnya.
Lanjutnya, diduga kedua kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak menyalakan lampu sehingga kondisinya tidak terkendali.
"Semua barang bukti (BB) kendaraan sudah diamankan di Mapolres Kota pagaralam, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya. (asn)
Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi antara sepeda motor Supra Fit BG 5867 CJ yang dikendarai Pandri, korban meninggal dengan sepeda motor Karisma BG 3880 DG dikemudikan Muhamad Iskandar (20) berboncengan dengan Purnairawan (20) korban luka berat.
Peristiwa ini terjadi Sabtu (17/03) sekitar pukul 18.30 WIB di jalan lintas Dusun Sukajadi Kelurahan Pelang Kenidai Dempo Tengah Kota Pagaralam.
Korban tewas bernama Pandri, warga Gunung Megang Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, sedangkan korban luka berat Muhammad Iskandar yang mengalami luka robek pada bagian pelipis mata kiri dan pada bagian kaki hingga harus mendapatkan beberapa jahitan, dan Purnairawan mengalami luka memar pada bagian mata kiri dan juga beberapa luka robek pada bagian kaki, kedua pemuda ini merupakan warga Dusun Suka Cinta, Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam.
Kapolres Kota pagaralam AKBP Abi Darrin melalui Kasat Lantas Polres Kota Pagaralam, AKP Wawan Andi Susanto mengatakan, menurut keterangan warga, kejadian ini terjadi saat maghrib, tiba-tiba terdengar suara dentuman keras dari arah jalan negara.
"Semua Korban sudah bertumpuk bersama dua kendaraan yang masih tergeletak di tengah jalan, dan warga sekitar lalu menolong para korban dan membawanya ke RSUD Besemah," ungkapnya.
Satu korban tewas saat kejadian tersebut karena luka parah pada bagian kepala dan tak nampak bernafas lagi. "Satu orang pengendara dari arah Lahat menuju Kota Pagaralam dan dua orang yang berboncengan arah berlawanan menuju Lematang," ungkapnya.
Lanjutnya, diduga kedua kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak menyalakan lampu sehingga kondisinya tidak terkendali.
"Semua barang bukti (BB) kendaraan sudah diamankan di Mapolres Kota pagaralam, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya. (asn)
Kapolres Prabumulih Buru Penimbun BBM
Prabumulih, SN
Polresta Prabumulih akan bertindak tegas terhadap para penimbun bahan bakar minyak (BBM) yang sekarang marak terjadi. Menurut Kapolres AKBP Yerru Oskag SIK, dalam penindakan ini mereka akan menerapkan Undang-Undang Migas No 22/2011 dan Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman 3 hingga 6 tahun dan denda Rp 4 miliar.
"Karena tindakan itu merugikan banyak orang bisa dikategorikan tindak pidana," terang Kapolres, Jumat (16/3) lalu.
Menurutnya, dalam melakukan penindakan terhadap oknum penimbun BBM, baik bensin ataupun solar pihaknya tidak akan tebang pilih baik itu terhadap masyarakat umum, polisi maupun oknum anggota TNI. “Pokoknya siapa saja yang melakukan penimbunan akan kita tindak secara hukum," terangnya.
Selain mengincar para pelaku penimbun BBM, untuk mengantisipasi hal itu pihaknya juga telah menyebar petugas untuk berjaga di sejumlah SPBU di Kota Prabumulih bahkan kalau ada mobil ataupun motor yang mencurigakan akan dicek. (and)
Polresta Prabumulih akan bertindak tegas terhadap para penimbun bahan bakar minyak (BBM) yang sekarang marak terjadi. Menurut Kapolres AKBP Yerru Oskag SIK, dalam penindakan ini mereka akan menerapkan Undang-Undang Migas No 22/2011 dan Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman 3 hingga 6 tahun dan denda Rp 4 miliar.
"Karena tindakan itu merugikan banyak orang bisa dikategorikan tindak pidana," terang Kapolres, Jumat (16/3) lalu.
Menurutnya, dalam melakukan penindakan terhadap oknum penimbun BBM, baik bensin ataupun solar pihaknya tidak akan tebang pilih baik itu terhadap masyarakat umum, polisi maupun oknum anggota TNI. “Pokoknya siapa saja yang melakukan penimbunan akan kita tindak secara hukum," terangnya.
Selain mengincar para pelaku penimbun BBM, untuk mengantisipasi hal itu pihaknya juga telah menyebar petugas untuk berjaga di sejumlah SPBU di Kota Prabumulih bahkan kalau ada mobil ataupun motor yang mencurigakan akan dicek. (and)
Minggu, 18 Maret 2012
Bensin Muncrat ke Badan dan Muka Warga
Pemilik SPBU Patih Galung Prabumulih Lepas Tanggung Jawab
Prabumulih, SN
H Alwie Tjikmat, warga Bandar Jaya Blok E No Lahat, yang merupakan orang tua kandung Pimpinan Redaksi Surat Khabar Harian Suara Nusantara, Minggu (18/3) sekitar pukul 11.30 WIB sekujur tubuh dan mukanya terkena muncratan minyak bensin ketika mengisi bahan bakar di SPBU 24311125 Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Timur, bahkan kedua bola korban terasa perih akibat terkena minyak bensin tersebut.
Mata Alwir Tjikmat harus dikenakan ke air di kamar mandi akibat kejadian itu. Sampai semalam ia masih merasa perih dan berobat ke dokter. "Saya sangat khawatir dengan mata saya. Untung tak ada percikan api, saat kejadian," terangnya.
Kronologos kejadian berawal saat petugas SPBU Bahtiar(23) yang statusnya masih training warga Patih Galung RT 02 RW 03 No 15 hendak mengisikan minyak bensin ke mobil korban. Namun tiba-tiba selang minyak yang Bahtiar gunakan macet yang kemudian ditekan-tekannya.
Lalu tiba-tiba minyak bensin langsung muncrat mengenai sekujur tubuh dan muka korban. Akibatnya perjalanan korban yang akan menuju Kota Lahat sempat terhenti sekitar beberapa jam.
Sementara itu Pemilik SPBU Patih Galung, Boman yang tinggal pas di samping SPBU saat dikofirmasi mengatakan, pihaknya tidak bertanggung jawab akan kejadian tersebut dan menyarankan korban untuk meminta tanggung jawab dari Bahtiar. "Maaf Pak kalau mau menyelesaikan masalah ini jangan dengan saya, langsung saja dengan petugas saya dan saya tidak akan bertanggung jawab dalam masalah ini, sembari menyarankan menemui orang tua dari Bahtiar guna menyelesaikan masalah ini," ujarnya.
Dalam hal ini pemilik SPBU nampaknya lepas tangan akan kejadian ini, melihat kesalahan yang terjadi bukan human error melainkan kesalahan terjadi akibat alat yang dioprasikan tidak bekerja secara baik hingga mengakibatkan karyawan SPBU tersebut kesulitan mengoperasikannya
H Alwie Tjikmat sat diwawancara mengatakan, dirinya tidak menuntut banyak nahun hanya berharap pihak manajemen dari SPBU tidak terkesan lepas tangan akan masalah ini. "Saya tidak minta banyak, saya hanya ingin pihak SPBU terutama pemilik mempunyai itikad baik, karena ini menyangkut pelayanan. Seharusnya karyawan yang dalam traning didampingi oleh yang senior. Ini menyangkut nyawa orang," tegasnya.
Selain itu Alwie Tijkmat berharap, kejadian ini tidak terulang kembali, mengingat hal tersebut sangat berbahaya. "Saya berharap ini tidak terulang lagi karena hal ini membahayakan nyawa apabila terjadi lagi dikemudian hari," harapnya.
Bahtiar sendiri saat dikomfirmasi kemarin mengatakan dirinya mengakui kesalahan yang dia lakukan dan siap bertanggung jawab apa bila terjadi suatu hal nantinya terhadap korban. "Aku ngakui salah Pak, tapi aku lah minta maaf sebelumnyo dengan korban, jujur Pak bukan unsur kesengajaan dalam masalah ini, sebab pas aku nak ngisi minyak bensin ke mobil korban, selang macet jadi aku tekan tekan kunci noselnyo, tibo-tibo minyak bensin langsung keluar dan muncrat langsung k ebadan dan muko korban pak," terangnya.
Usai kejadian lanjut Bahtiar, dirinya langsung mengajak korban ke Mushola sebab di situ ada air wudhu untuk mencuci dan membersihkan baju, celana dan muka korban yang kena minyak bensin. "Dan dalam masalah ini saya akan bertanggung jawab sepenuhnya dengan korban kalau kedua mata korban mengalami kerusakan apalagi kalau harus masuk rumah sakit untuk check mata, pokoknya saya siap bertanggung jawab pak nantinya," ungkapnya. (and)
Prabumulih, SN
H Alwie Tjikmat, warga Bandar Jaya Blok E No Lahat, yang merupakan orang tua kandung Pimpinan Redaksi Surat Khabar Harian Suara Nusantara, Minggu (18/3) sekitar pukul 11.30 WIB sekujur tubuh dan mukanya terkena muncratan minyak bensin ketika mengisi bahan bakar di SPBU 24311125 Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Timur, bahkan kedua bola korban terasa perih akibat terkena minyak bensin tersebut.
Mata Alwir Tjikmat harus dikenakan ke air di kamar mandi akibat kejadian itu. Sampai semalam ia masih merasa perih dan berobat ke dokter. "Saya sangat khawatir dengan mata saya. Untung tak ada percikan api, saat kejadian," terangnya.
Kronologos kejadian berawal saat petugas SPBU Bahtiar(23) yang statusnya masih training warga Patih Galung RT 02 RW 03 No 15 hendak mengisikan minyak bensin ke mobil korban. Namun tiba-tiba selang minyak yang Bahtiar gunakan macet yang kemudian ditekan-tekannya.
Lalu tiba-tiba minyak bensin langsung muncrat mengenai sekujur tubuh dan muka korban. Akibatnya perjalanan korban yang akan menuju Kota Lahat sempat terhenti sekitar beberapa jam.
Sementara itu Pemilik SPBU Patih Galung, Boman yang tinggal pas di samping SPBU saat dikofirmasi mengatakan, pihaknya tidak bertanggung jawab akan kejadian tersebut dan menyarankan korban untuk meminta tanggung jawab dari Bahtiar. "Maaf Pak kalau mau menyelesaikan masalah ini jangan dengan saya, langsung saja dengan petugas saya dan saya tidak akan bertanggung jawab dalam masalah ini, sembari menyarankan menemui orang tua dari Bahtiar guna menyelesaikan masalah ini," ujarnya.
Dalam hal ini pemilik SPBU nampaknya lepas tangan akan kejadian ini, melihat kesalahan yang terjadi bukan human error melainkan kesalahan terjadi akibat alat yang dioprasikan tidak bekerja secara baik hingga mengakibatkan karyawan SPBU tersebut kesulitan mengoperasikannya
H Alwie Tjikmat sat diwawancara mengatakan, dirinya tidak menuntut banyak nahun hanya berharap pihak manajemen dari SPBU tidak terkesan lepas tangan akan masalah ini. "Saya tidak minta banyak, saya hanya ingin pihak SPBU terutama pemilik mempunyai itikad baik, karena ini menyangkut pelayanan. Seharusnya karyawan yang dalam traning didampingi oleh yang senior. Ini menyangkut nyawa orang," tegasnya.
Selain itu Alwie Tijkmat berharap, kejadian ini tidak terulang kembali, mengingat hal tersebut sangat berbahaya. "Saya berharap ini tidak terulang lagi karena hal ini membahayakan nyawa apabila terjadi lagi dikemudian hari," harapnya.
Bahtiar sendiri saat dikomfirmasi kemarin mengatakan dirinya mengakui kesalahan yang dia lakukan dan siap bertanggung jawab apa bila terjadi suatu hal nantinya terhadap korban. "Aku ngakui salah Pak, tapi aku lah minta maaf sebelumnyo dengan korban, jujur Pak bukan unsur kesengajaan dalam masalah ini, sebab pas aku nak ngisi minyak bensin ke mobil korban, selang macet jadi aku tekan tekan kunci noselnyo, tibo-tibo minyak bensin langsung keluar dan muncrat langsung k ebadan dan muko korban pak," terangnya.
Usai kejadian lanjut Bahtiar, dirinya langsung mengajak korban ke Mushola sebab di situ ada air wudhu untuk mencuci dan membersihkan baju, celana dan muka korban yang kena minyak bensin. "Dan dalam masalah ini saya akan bertanggung jawab sepenuhnya dengan korban kalau kedua mata korban mengalami kerusakan apalagi kalau harus masuk rumah sakit untuk check mata, pokoknya saya siap bertanggung jawab pak nantinya," ungkapnya. (and)
Rabu, 14 Maret 2012
Kasus Century dan Janji Palsu Penguasa

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat
TAK tuntasnya kasus mega korupsi 'Bank Century' di rezim saat ini, hanya satu contoh kecil dari lemahnya supremasi hukum Bangsa ini.
Tak tahulah apa maunya penguasa dan tujuan pemerintah saat ini, hingga semua kasus dibuat mengambang. Bila kita sebut satu-satu akan sangat panjang daftar kasus yang tak diselesaikan.
Bila kemarin Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mendukung KPK untuk segera menyelesaikan kasus Century hingga akhir 2012, sangat diharapkan ini bukan jualan politik untuk menarik simpati rakyat menjelang Pemilu legislatif atau Pilpres.
Untuk diketahui Kasus Century kembali memanas. Kepada DPR, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjanjikan akan menuntaskan kasus Century pada akhir tahun 2012 dan memeriksa orang-orang yang sebelumnya tak tersentuh. Apakah janji ini memang akan terbukti? Karena maaf-maaf saja korupsi saat ini sudah menggurita sampai ke lingkar kekuasaan. Tentu saja banyak pihak yang berkepentingan tak akan rela masuk penjara atau namanya rusak, gara-gara ketahuan maling uang negara.
Memang Timwas Century DPR dan KPK telah mengambil sejumlah kesepakatan. Antara lain menyepakati penuntasan kasus Bank Century pada akhir tahun 2012. DPR dan KPK sepakat agar KPK mengembalikan konstruksi hukum sebagaimana temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan hasil paripurna DPR.
Dengan kondisi ini dipastikan pihak-pihak yang dinilai oleh sebagian orang tak tersentuh akan diperiksa terkait progress penyidikan masalah ini.
Kasus Bank Century telah memberikan dampak luas yang buruk untuk Bangsa ini. Lihat dan ingat, saat kasus ini mulai dilakukan, sudah puluhan triliun uang rakyat mengalir tidak pada tempatnya.
Memang petinggi di Bank Century sudah dihukum, tetapi hukuman yang diberikan tidak sampai lima tahun. Kemudian kasus ini juga telah melahirkan banyak korban, mulai dari munculnya istilah 'cicak dan buaya', jatuhnya korban Kabareskrim Susno Duadji.
Konflik panas antara KPK dan Polri juga melahirkan hubungan yang tak harmonis dari kedua lembaga tersebut.
Kalau kita berandai-andai, coba penguasa Negeri ini tak ngotot melindungi orang-orangg tertentu dari kasus ini. Tentu dampak kasus Bank Century tak akan seluas seperti sekarang.
Tentu kita ingat tarik ulur saat Pansus Bank Century masih bekerja. Perang urat syarat harus terjadi di Senayan, yang semuanya ada karena sikap ngotot orang-orang tertentu yang merasa paling benar.
Saat Pansus terus bekerja, mulai terjadi blok-blok dan sikap kekanak-kanakan dari banyak wakil rakyat. Tak jarang debat kusir yang sangat kasar terjadi, dan itu semua menjadi tontonan bagi rakyat Indonesia.
Tetapi mereka yang bersikap keras ini seakan dibiarkan oleh pihak-pihak tertentu. Jelas ini menandakan, bahwa mereka seakan menjadi umpan dan ujung tombak parpol tertentu dengan tujuan untuk mengamankan kekuasaan.
Kemudian saat Pansus mulai mendekati akhir masa kerja, sangat terlihat jelas mulai terjadi 'perselingkuhan' dan 'pengkhiahatan' diantara teman dan kelompok yang selama ini berkoalisi.
Saat paripurna digelarpun sangat jelas, betapa banyak energi yang terbuang sia-sia yang sangat jelas tujuannya sangat nampak, untuk mengulur-ulur waktu, siapa tahu lobi-lobi politik bisa merubah sikap seseorang. Tetapi nyatanya garis keras yang diungkapkan kelompok kontra pemerintah terus menguat bahkan di menit-menit terakhir banyak kejutan-kejutan tak terduga terjadi.
Di mana banyak wakil rakyat yang pro pemeritah, dengan tegas membangkang. Buah dari sikap pemerintah, bisa jadi direcall atau dipecat dari parpol asalnya.
Kalau kita ulas, banyak sekali efek buruk yang terjadi dan muncul gara-gara kasus Bank Century ini. Coba kalau di awal kasus ini langsung diselesaikan di ranah hukum, tentu saja dampaknya tak akan seperti sekarang ini. Tetapi ini kembali lagi bagaimana dengan niat baik wakil rakyat dan pemerintah berkuasa. Jangan ada lagi sikap untuk melindungi sesuatu yang salah, betapapun orang itu dekat dengan kita.
Kemudian dengan wakil rakyat kita di Senayan, apakah dibentuknya Pansus Century memang benar-benar untuk mengusut tuntas atau mencari benang merah dari masalah ini. Karena maaf-maaf saja, dalam perjalanan saat Pansus bekerja justru terjadi lobi-lobi. Sikap tarik ulur ini untuk apa, kalau bukan untuk saling menjatuhkan dan mempertahankan tahta. Semoga kasus Bank Century memberikan pembelajaran yang berharga untuk kita semua. (***)
Bacok Warga Palembang, 2 Warga OKI Diringkus
Kayuagung, SN
Kasus sengketa lahan di Kabupaten OKI yang berujung pembunuhan atau penganiayaan terus meluas. Setelah konflik lahan antara PT Sumber Wangi Alam (SWA) dengan warga Desa Sungai Sodong Mesuji 11 bulan lalu, kini konflik serupa terjadi di Desa Benawa Kecamatan Teluk Gelam.
Sekadar mengingatkan, 21 April tahun lalu bentrok berdarah antara PAM Swakarsa PT SWA vs warga Desa Sungai Sodong menewaskan 2 orang warga desa dan 5 orang sekuriti perusahaan. Kali ini, di Desa Benawa seorang warga nyaris tewas akibat luka bacokan dan tikaman Sajam.
Korbannya beridentitas Mulyadi (45) warga Griya Kenten Damai Blok A9 RT 53 Sukamaju Sako Palembang, pelakunya Zaini (42) dan Fahrulrozi (38) warga Desa Benawa. Zaini dibekuk polisi di arena permainan bola billiard desa setempat dan Fahrulrozi di rumahnya, Selasa (13/3) dini hari.
Kasatreskrim Polres OKI AKP H Surachman didampingi Kanit I Pidum Ipda Johny Martin ditemui di ruang kerjanya kemarin mengatakan, penganiayaan itu terjadi di perkebunan sawit PT TMM Blok 15 Divisi II Desa Benawa, Sabtu (28/1) lalu.
Saat itu sekitar pukul 10 00 WIB, korban bersama sejumlah rekannya sedang mengolah dan memanen sawit di lokasi kejadian. Saat kelompok ini sedang beraktifitas, datanglah tersangka Zaini dan Fahrulrozi bersama ketiga rekannya pula.
Setelah kedua kelompok bertemu, tersangka Zaini menyuruh korban dan rekannya agar menghentikan aktifitas pengolahan kebun dengan alasan lahan itu milik KUD Makmur. Namun permintaan ini dibantah korban yang menyebutkan bila lahan di Blok 15 itu milik PT TMM.
Menurut korban, lahan itu milik PT TMM karena hasil putusan sengketa lahan yang dilakukan di Pengadilan Tinggi dimenangkan pihak perusahaan. Mendapat penjelasan ini, rombongan tersangka meminta fotocopian bukti hasil putusan persidangan untuk dipelajari.
Namun situasi makin memanas setelah seorang rekan yang merupakan rombongan pelaku menghasut untuk melakukan penyerangan penganiayaan. Tersangka Fahrulrozi yang membawa Sajam menusukkannya 2 kali ke pinggang kiri korban, mendapat penganiayaan ini korban berlari dan akhirnya terjatuh bersimbah darah.
Melihat korbannya terjatuh, tersangka Zaini mendekatinya dan lalu membacokan parang 3 kali ke arah korban namun hanya sekali yang mengenai kepala korban. Puas dengan kondisi korban yang teraniaya, komplotan pelaku kabur dan korban dibawa rekan-rekanya ke RSUD
Kayuagung.
“Komplotan pelaku juga merusak motor Honda Kharisma X 125 CC milik korban. Kita masih memburu 3 rekan tersangka yang identitasnya sudah kami ketahui, Zaini dan Fahrulrozi akan dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan,” sambung Kanit Pidum.
Kedua tersangka ditemui di Polres OKI kemarin siang masing-masing mengakui telah menganiaya korban dengan Sajam. Pasca penganiayaan itu, mereka tidak kabur atau buron ke daerah lain. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya mendekam sementara di sel tahanan Polres OKI sembari menunggu proses persidangan.(iso)
Kasus sengketa lahan di Kabupaten OKI yang berujung pembunuhan atau penganiayaan terus meluas. Setelah konflik lahan antara PT Sumber Wangi Alam (SWA) dengan warga Desa Sungai Sodong Mesuji 11 bulan lalu, kini konflik serupa terjadi di Desa Benawa Kecamatan Teluk Gelam.
Sekadar mengingatkan, 21 April tahun lalu bentrok berdarah antara PAM Swakarsa PT SWA vs warga Desa Sungai Sodong menewaskan 2 orang warga desa dan 5 orang sekuriti perusahaan. Kali ini, di Desa Benawa seorang warga nyaris tewas akibat luka bacokan dan tikaman Sajam.
Korbannya beridentitas Mulyadi (45) warga Griya Kenten Damai Blok A9 RT 53 Sukamaju Sako Palembang, pelakunya Zaini (42) dan Fahrulrozi (38) warga Desa Benawa. Zaini dibekuk polisi di arena permainan bola billiard desa setempat dan Fahrulrozi di rumahnya, Selasa (13/3) dini hari.
Kasatreskrim Polres OKI AKP H Surachman didampingi Kanit I Pidum Ipda Johny Martin ditemui di ruang kerjanya kemarin mengatakan, penganiayaan itu terjadi di perkebunan sawit PT TMM Blok 15 Divisi II Desa Benawa, Sabtu (28/1) lalu.
Saat itu sekitar pukul 10 00 WIB, korban bersama sejumlah rekannya sedang mengolah dan memanen sawit di lokasi kejadian. Saat kelompok ini sedang beraktifitas, datanglah tersangka Zaini dan Fahrulrozi bersama ketiga rekannya pula.
Setelah kedua kelompok bertemu, tersangka Zaini menyuruh korban dan rekannya agar menghentikan aktifitas pengolahan kebun dengan alasan lahan itu milik KUD Makmur. Namun permintaan ini dibantah korban yang menyebutkan bila lahan di Blok 15 itu milik PT TMM.
Menurut korban, lahan itu milik PT TMM karena hasil putusan sengketa lahan yang dilakukan di Pengadilan Tinggi dimenangkan pihak perusahaan. Mendapat penjelasan ini, rombongan tersangka meminta fotocopian bukti hasil putusan persidangan untuk dipelajari.
Namun situasi makin memanas setelah seorang rekan yang merupakan rombongan pelaku menghasut untuk melakukan penyerangan penganiayaan. Tersangka Fahrulrozi yang membawa Sajam menusukkannya 2 kali ke pinggang kiri korban, mendapat penganiayaan ini korban berlari dan akhirnya terjatuh bersimbah darah.
Melihat korbannya terjatuh, tersangka Zaini mendekatinya dan lalu membacokan parang 3 kali ke arah korban namun hanya sekali yang mengenai kepala korban. Puas dengan kondisi korban yang teraniaya, komplotan pelaku kabur dan korban dibawa rekan-rekanya ke RSUD
Kayuagung.
“Komplotan pelaku juga merusak motor Honda Kharisma X 125 CC milik korban. Kita masih memburu 3 rekan tersangka yang identitasnya sudah kami ketahui, Zaini dan Fahrulrozi akan dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan,” sambung Kanit Pidum.
Kedua tersangka ditemui di Polres OKI kemarin siang masing-masing mengakui telah menganiaya korban dengan Sajam. Pasca penganiayaan itu, mereka tidak kabur atau buron ke daerah lain. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya mendekam sementara di sel tahanan Polres OKI sembari menunggu proses persidangan.(iso)
Ruang Guru SMPN 5 Jadi Ruang Belajar
Indralaya, SN
Walaupun proses belajar mengajar dalam segala keterbatasan, karena ruang guru dirangkap menjadi lokal belajar siswa. Namun hal itu tidak menyurutkan proses belajar mengajar di SMPN 05 yang ada di Desa Palu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Halim SPd, selaku kepala sekolah, SMPN 5 ketika ditemui di ruang kerjanya (13/3) kemarin, membenarkan hal itu. Memang sekolah tersebut masih kekurangan lokal untuk belajar.
”Lokal belajar yang ada tidak cukup untuk menampung jumlah murid yang ada,” ujarnya.
Menurutnya, awal berdirinya,sekolah ini merupakan sekolah satu atap dan kalau mengenai kekurangan lokal, sudah pernah mengajukan kepada pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (dinas) untuk dibangunkan penambahan ruang kelas. ”Alhamdulillah belum lama ini sudah di tinjau dari pihak diknas OI tetapi kita punya kendala lahan, karena menurut aturan pusat lahan yang akan dibangun sekolah harus ada sertifikatnya sedangkan tanah ini hanya hibah batas keterangan kades setempat,” tandasnya.
Sehingga mereka berinisiatif menjadikan ruang guru sebagai lokal untuk belajar kelas 7 sedangkan kelas 8 dan 9 mempunyai lokal senidiri. Untuk jumlah seluruh siswanya 114 siswa.
"Waktu penerimaan siswa TA 2010-2011 lalu, banyak siswa yang merayon ke SMP ini namun banyak yang tidak bisa masuk sekolah ini karena tidak ada lokal,” paparnya.
Ditambahkannya, kalau tahun ini masih belum dapat dibangun ruang kelas baru, mereka akan mebangun sendiri disamping MCK. ”Karena untuk tahun ajaran 2012-2013 siswa kita akan lebih banyak dari tahun ajaran sebelumnya,” kata Halim yang dari awal sudah menjadi Kepsek sekolah tersebut. (man)
Walaupun proses belajar mengajar dalam segala keterbatasan, karena ruang guru dirangkap menjadi lokal belajar siswa. Namun hal itu tidak menyurutkan proses belajar mengajar di SMPN 05 yang ada di Desa Palu Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Halim SPd, selaku kepala sekolah, SMPN 5 ketika ditemui di ruang kerjanya (13/3) kemarin, membenarkan hal itu. Memang sekolah tersebut masih kekurangan lokal untuk belajar.
”Lokal belajar yang ada tidak cukup untuk menampung jumlah murid yang ada,” ujarnya.
Menurutnya, awal berdirinya,sekolah ini merupakan sekolah satu atap dan kalau mengenai kekurangan lokal, sudah pernah mengajukan kepada pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (dinas) untuk dibangunkan penambahan ruang kelas. ”Alhamdulillah belum lama ini sudah di tinjau dari pihak diknas OI tetapi kita punya kendala lahan, karena menurut aturan pusat lahan yang akan dibangun sekolah harus ada sertifikatnya sedangkan tanah ini hanya hibah batas keterangan kades setempat,” tandasnya.
Sehingga mereka berinisiatif menjadikan ruang guru sebagai lokal untuk belajar kelas 7 sedangkan kelas 8 dan 9 mempunyai lokal senidiri. Untuk jumlah seluruh siswanya 114 siswa.
"Waktu penerimaan siswa TA 2010-2011 lalu, banyak siswa yang merayon ke SMP ini namun banyak yang tidak bisa masuk sekolah ini karena tidak ada lokal,” paparnya.
Ditambahkannya, kalau tahun ini masih belum dapat dibangun ruang kelas baru, mereka akan mebangun sendiri disamping MCK. ”Karena untuk tahun ajaran 2012-2013 siswa kita akan lebih banyak dari tahun ajaran sebelumnya,” kata Halim yang dari awal sudah menjadi Kepsek sekolah tersebut. (man)
Warag Peminat E-KTP Makin Berkurang
Sekayu, SN
Tidak seperti pada awalnya, pembuatan E-KTP di Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin kini semakin sepi. Warga tidak lagi antusias untuk ikut membuat E-KTP walaupun sudah mendapatkan surat undangan.
Menurut Camat Sekayu, Suhaimi melalui Kepala perator Pembuatan E-KTP, Hendrik, saat ini siapapun warga Kecamatan Sekayu yang datang bisa langsung membuat E-KTP. "Asalkan bawa surat undangan atau membawa Kartu Keluarga (KK) atau membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP)," jelasnya saat diwawancarai koran ini, Selasa (13/3).
Hendrik menjelaskan, tiga bulan pertama saat pembuatan E-KTP, masyarakat sangat antusias dan rela antri menunggu pembuatan kartu tersebut. Bahkan, ruangan yang disiapkan, tidak bisa menampung warga yang akan membuat. Namun, seiring berjalannya waktu, warga sudah kecewa karena menunggu lama dan malas datang ke Kantor Camat Sekayu untuk membuat E-KTP.
Saat ini menurut Hendrik, baru sebagian warga sejumlah 28.914 (per tanggal 13/3/12;red) yang sudah direkam pembuatan E-KTP dari sejumlah 54 ribu wajib KTP. "Kami sudah undang dan telepon ke lurah dan kepala desa agar warganya datang, bahkan kami jemput bola, tapi warga saat ini sudah malas dan mungkin trauma untuk membuat E-KTP," jelasnya.
Hendrik menceritakan, trauma warga dikarenakan pada awal pembuatan, hanya ada dua alat dan sedikit operator serta kurang persiapan, sehingga tidak bisa terlayani dengan baik. Imbasnya, saat ini, hanya sedikit warga yang datang dan sadar untuk memenuhi kewajiban dalam membuat E-KTP. Padahal, pihak kecamatan sudah diberi waktu hingga tanggal 28 April 2012 untuk penyelesaian semuanya.
Bisa dibayangkan, Hendrik menuturkan, mereka sudah tidak sanggup menyelesaikan pembuatan E-KTP jika warga saat ini sudah malas dan trauma. "Kalau sekarang kan kita sudah ada empat alat dan delapan operator. Sehingga bisa melayani 600-700 warga setiap harinya. Namun saat ini, hanya ada 300-400 saja warga yang datang tiap harinya dan boleh dibilang sangat menurun dari awal program dibuat serta baru setengah warga yang direkam.
Hendrik menjelaskan, ada empat kelurahan dan sepuluh desa yang masuk dalam wilayah mereka. Jarak terjauh ke Kantor Camat yakni sejauh 9 kilometer. "Antusiasme warga saat ini sangat kurang sekali, berbeda dengan dulu, pokoknya kurang greget. Dulu kita tidka siap dari alat dan operator, tapi warga sangat antusias. Sekarang, alat sudah banyak dan begitu juga operator, tetapi warga sudah malas untuk datang," jelasnya.
Hendrik menegaskan, akan ada sanksi bagi warga yang tidak membuat E-KTP yakni dengan dikenai biaya pembuatan E-KTP. Warga yang datang membuat E-KTP sesudah tanggal 28 April 2012, akan mendapatkan E-KTP pada tahun 2013, namun akan tetap dilayani. (her)
Tidak seperti pada awalnya, pembuatan E-KTP di Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin kini semakin sepi. Warga tidak lagi antusias untuk ikut membuat E-KTP walaupun sudah mendapatkan surat undangan.
Menurut Camat Sekayu, Suhaimi melalui Kepala perator Pembuatan E-KTP, Hendrik, saat ini siapapun warga Kecamatan Sekayu yang datang bisa langsung membuat E-KTP. "Asalkan bawa surat undangan atau membawa Kartu Keluarga (KK) atau membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP)," jelasnya saat diwawancarai koran ini, Selasa (13/3).
Hendrik menjelaskan, tiga bulan pertama saat pembuatan E-KTP, masyarakat sangat antusias dan rela antri menunggu pembuatan kartu tersebut. Bahkan, ruangan yang disiapkan, tidak bisa menampung warga yang akan membuat. Namun, seiring berjalannya waktu, warga sudah kecewa karena menunggu lama dan malas datang ke Kantor Camat Sekayu untuk membuat E-KTP.
Saat ini menurut Hendrik, baru sebagian warga sejumlah 28.914 (per tanggal 13/3/12;red) yang sudah direkam pembuatan E-KTP dari sejumlah 54 ribu wajib KTP. "Kami sudah undang dan telepon ke lurah dan kepala desa agar warganya datang, bahkan kami jemput bola, tapi warga saat ini sudah malas dan mungkin trauma untuk membuat E-KTP," jelasnya.
Hendrik menceritakan, trauma warga dikarenakan pada awal pembuatan, hanya ada dua alat dan sedikit operator serta kurang persiapan, sehingga tidak bisa terlayani dengan baik. Imbasnya, saat ini, hanya sedikit warga yang datang dan sadar untuk memenuhi kewajiban dalam membuat E-KTP. Padahal, pihak kecamatan sudah diberi waktu hingga tanggal 28 April 2012 untuk penyelesaian semuanya.
Bisa dibayangkan, Hendrik menuturkan, mereka sudah tidak sanggup menyelesaikan pembuatan E-KTP jika warga saat ini sudah malas dan trauma. "Kalau sekarang kan kita sudah ada empat alat dan delapan operator. Sehingga bisa melayani 600-700 warga setiap harinya. Namun saat ini, hanya ada 300-400 saja warga yang datang tiap harinya dan boleh dibilang sangat menurun dari awal program dibuat serta baru setengah warga yang direkam.
Hendrik menjelaskan, ada empat kelurahan dan sepuluh desa yang masuk dalam wilayah mereka. Jarak terjauh ke Kantor Camat yakni sejauh 9 kilometer. "Antusiasme warga saat ini sangat kurang sekali, berbeda dengan dulu, pokoknya kurang greget. Dulu kita tidka siap dari alat dan operator, tapi warga sangat antusias. Sekarang, alat sudah banyak dan begitu juga operator, tetapi warga sudah malas untuk datang," jelasnya.
Hendrik menegaskan, akan ada sanksi bagi warga yang tidak membuat E-KTP yakni dengan dikenai biaya pembuatan E-KTP. Warga yang datang membuat E-KTP sesudah tanggal 28 April 2012, akan mendapatkan E-KTP pada tahun 2013, namun akan tetap dilayani. (her)
Ratusan Warga Datangi PT Conoco Philips
Sekayu, SN
Sedikitnya 500 warga Desa Macang Sakti Lubuk Bintialo Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Muba melakukan aksi unjuk rasa menuntut perbaikan Jalan Provinsi Mangun Jaya-Macang Sakti sepanjang 43 km yang mengalami rusak parah. Akibatnya warga kesulitan menuju akses ke ibukota kabupaten dan mengganggu perekonomian terutama dalam memasarkan hasil perkebunan.
Aksi warga dengan mendatangi suban gas project PT Conoco Philips yang dilalui akses jalan yang rusak, Selasa (13/3), dengan menggunakan sepeda motor dan membawa spanduk meminta agar pemerintah secepatnya melakukan perbaikan jalan.
Koordinator aksi, Ahmad Abdul Khodir Jailani menegaskan kerusakan jalan dari Mangun Jaya-Macang Sakti sudah terjadi sejak tahun 8 tahun lalu namun belum juga ada perbaikan jalan yang permanen. “Kami minta agar pemerintah bertanggung jawab dan jalan yang rusak di cor beton. Jika tidak, kami sebagai warga akan terus melakukan aksi ini dan mengerahkan warga massa banyak lagi,” ucap Khodir.
Kedatangan warga ke PT Conoco Philips, jelas Khodir sekaligus mempertanyakan kontribusi perusahaan terhadap ekonomi masyarakat. “Kemana dana bagi hasil migas yang besar itu. Buktinya kami masyarakat masih tetap sengsara. Jalan bertahun-tahun rusak,” imbuh Khodir yang merupaka ketua karang taruna Macang Sakti.
Menurut Khodir, kerusakan jalan sudah sangat parah. Bukan saja seperti kubangan kerbau namun kendaraan roda dua saja harus didorong. Apalagi untuk kendaraan roda empat praktis tidak bisa lewat bila tidak menggunakan mesin double garden. “Kami bisa protes seperti karena kondisi jalannya sangat-sangat rusak. Padahal kami sudah sampaikan keluhan ini dengan provinsi namun tidak mendapatkan tanggapan dan bukti tidak kunjung diperbaiki dengan alasan dana,” paparnya.
Adapun aksi unjuk rasa warga dilakukan secara damai dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan pagar suban gas project PT Conoco Philips. Pihak pengamanan diturunkan sekitar 30 personel gabungan dari Polres Muba, Polsek Sanga Desa dan Polsek Batang Hari Leko. Perwakilan wargapun akhirnya diterima pihak Conoco Philips bersama perwakilan Pemprov Sumsel untuk melakukan perundingan terkait tuntutan warga.
Sementara itu, Corporate Communication Manager PT Conoco Philips, Yacob Kastanja membenarkan adanya aksi unjuk rasa warga desa Macang Sakti. Namun aksi dilakukan dengan damai tanpa anarkis. “Operasional PT Conoco tetap berlangsung dan tidak terganggu. Meskipun mobilitas crew harus reschedule ulang akibat aksi massa itu. Sebab jalan tertutup dan kendaraan yang keluar masuk menjadi sulit,” ungkapnya.
Mengenai tuntutan warga, jelas Yacob, hal itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi (pemprov) Sumsel dan pihak perusahaan tidak bisa berkomentar banyak. “Kita berharap ada tanggapan secepatnya. Karena tengah dilakukan rapat antara pemprov dan warga,” jelasnya. (her)
Sedikitnya 500 warga Desa Macang Sakti Lubuk Bintialo Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Muba melakukan aksi unjuk rasa menuntut perbaikan Jalan Provinsi Mangun Jaya-Macang Sakti sepanjang 43 km yang mengalami rusak parah. Akibatnya warga kesulitan menuju akses ke ibukota kabupaten dan mengganggu perekonomian terutama dalam memasarkan hasil perkebunan.
Aksi warga dengan mendatangi suban gas project PT Conoco Philips yang dilalui akses jalan yang rusak, Selasa (13/3), dengan menggunakan sepeda motor dan membawa spanduk meminta agar pemerintah secepatnya melakukan perbaikan jalan.
Koordinator aksi, Ahmad Abdul Khodir Jailani menegaskan kerusakan jalan dari Mangun Jaya-Macang Sakti sudah terjadi sejak tahun 8 tahun lalu namun belum juga ada perbaikan jalan yang permanen. “Kami minta agar pemerintah bertanggung jawab dan jalan yang rusak di cor beton. Jika tidak, kami sebagai warga akan terus melakukan aksi ini dan mengerahkan warga massa banyak lagi,” ucap Khodir.
Kedatangan warga ke PT Conoco Philips, jelas Khodir sekaligus mempertanyakan kontribusi perusahaan terhadap ekonomi masyarakat. “Kemana dana bagi hasil migas yang besar itu. Buktinya kami masyarakat masih tetap sengsara. Jalan bertahun-tahun rusak,” imbuh Khodir yang merupaka ketua karang taruna Macang Sakti.
Menurut Khodir, kerusakan jalan sudah sangat parah. Bukan saja seperti kubangan kerbau namun kendaraan roda dua saja harus didorong. Apalagi untuk kendaraan roda empat praktis tidak bisa lewat bila tidak menggunakan mesin double garden. “Kami bisa protes seperti karena kondisi jalannya sangat-sangat rusak. Padahal kami sudah sampaikan keluhan ini dengan provinsi namun tidak mendapatkan tanggapan dan bukti tidak kunjung diperbaiki dengan alasan dana,” paparnya.
Adapun aksi unjuk rasa warga dilakukan secara damai dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan pagar suban gas project PT Conoco Philips. Pihak pengamanan diturunkan sekitar 30 personel gabungan dari Polres Muba, Polsek Sanga Desa dan Polsek Batang Hari Leko. Perwakilan wargapun akhirnya diterima pihak Conoco Philips bersama perwakilan Pemprov Sumsel untuk melakukan perundingan terkait tuntutan warga.
Sementara itu, Corporate Communication Manager PT Conoco Philips, Yacob Kastanja membenarkan adanya aksi unjuk rasa warga desa Macang Sakti. Namun aksi dilakukan dengan damai tanpa anarkis. “Operasional PT Conoco tetap berlangsung dan tidak terganggu. Meskipun mobilitas crew harus reschedule ulang akibat aksi massa itu. Sebab jalan tertutup dan kendaraan yang keluar masuk menjadi sulit,” ungkapnya.
Mengenai tuntutan warga, jelas Yacob, hal itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi (pemprov) Sumsel dan pihak perusahaan tidak bisa berkomentar banyak. “Kita berharap ada tanggapan secepatnya. Karena tengah dilakukan rapat antara pemprov dan warga,” jelasnya. (her)
Danau Ulak Lia Dialokasikan Rp 10 M
Sekayu, SN
Untuk membangun Danau Ulak Lia menjadi kawasan objek wisata unggulan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Pemerintah Kabupaten Muba tahun ini akan mengalokasikan anggaran sebesar RP 10 Milyar. Demikian hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi yang mewakili Bupati Muba H Pahri Azhari disela-sela membuka langsung rapat kordinasi teknis bidang pariwisata dan budaya Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) se-Sumatera Selatan 2012 di Auditorium Serasan Sekate, Selasa (13/3)
Menurutnya, keanekaragaman dan pesona daya tarik Muba terdiri dari wisata alam, seni budaya, sejarah dan lainnya tersebut merupakan potensi yang perlu mendapat sentuhan dan perhatian khusus untuk dapat dikembangkan di masa yang akan datang.
“Salah satunya Danau Ulak Lia ini sangat strategis untuk dikembangkan menjadi objek wisata unggulan bagi Kabupaten Muba. Untuk itu Pemkab Muba sudah menganggarkan pembangunan sebesar Rp 10 Milyar,” ujar Beni dalam sambutannya yang dihadiri perwakilan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsin Sumsel, Ketua DPRD Muba, Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), kepala dinas, instansi, badan, kantor, serta undangan lainnya.
Selain itu pula masih banyak lagi objek dan daya tarik wisata yang perlu dikembangkan seperti kerajinan gambir di Desa Toman Kecamatan Babat Toman, Tanah Ampo di Desa Teluk Kijing Kecamatan Lais yang mempunyai keunikan dimana tanah tersebut bisa dimakan langsung dan merupakan dapat menjadi obat. “Masih banyak lagi keanekaragaman seni budaya yang tak kalah menariknya seperti tari-tarian senjang, sastra tutur, sedekah bumi, tarik baselak yang merupakan tari-tarian tradisional suku anak dalam dalam Bayung Lencir yang tentunya tidak akan didapati di daerah lain,” jelasnya.
Oleh karena itulah melalui kegiatan rapat kordinasi teknis ini bidang Pariwisata dan Kebudayaan SKPD Se-Sumsel 2012 ini dapat mengakomodir perencanaan pembangunan dan pengembangan objek dan daya tarik wisata dari Kabupaten dan Kota yang ada di Sumsel. “Dengan harapan dapat mengusulkan perencanaan pembangunan tersebut kepada pihak terkait yang berwenang sehingga mendapatkan bantuan pendanaannya, termasuk pembangunan danau Ulak Lia ini. Sebab dalam waktu tiga tahun mendatang Danau Ulak Lia sudah menjadi objek wisata unggulan bagi Kabupaten Muba,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumsel H Toni Panggar Besi SH MSi mengatakan, rapat kordinasi teknis bidang Pariwisata dan Budaya SKPD se-Sumsel ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan secara bergantian setiap tahunnya. Dimana tujuannya mewujudkan pembangunan pariwisata Sumsel yang terpadu, dan berkelanjutan, apalagi potensi pariwisata di Sumsel sangat besar.
“Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yakni 13-14 Maret 2012 dengan tuan rumah Kabupaten Muba, dengan peserta sebanyak 80 peserta yang terdari dari SKPD se-Sumsel. Untuk itulah melalui kegiatan ini dapat terwujud pembangunan pariwisata yang terpadu dengan kordinasi pariwisata dari pusat hingga ke Kabupaten,” tukasnya seraya mengatakan, diharapkan kedepan bantuan APBN di Sumsel dan Muba yang sudah mengunggulkan Danau Ulak Lia sebagai icon wisata dapat dikembangkan secara optimal. (her)
Untuk membangun Danau Ulak Lia menjadi kawasan objek wisata unggulan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Pemerintah Kabupaten Muba tahun ini akan mengalokasikan anggaran sebesar RP 10 Milyar. Demikian hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi yang mewakili Bupati Muba H Pahri Azhari disela-sela membuka langsung rapat kordinasi teknis bidang pariwisata dan budaya Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) se-Sumatera Selatan 2012 di Auditorium Serasan Sekate, Selasa (13/3)
Menurutnya, keanekaragaman dan pesona daya tarik Muba terdiri dari wisata alam, seni budaya, sejarah dan lainnya tersebut merupakan potensi yang perlu mendapat sentuhan dan perhatian khusus untuk dapat dikembangkan di masa yang akan datang.
“Salah satunya Danau Ulak Lia ini sangat strategis untuk dikembangkan menjadi objek wisata unggulan bagi Kabupaten Muba. Untuk itu Pemkab Muba sudah menganggarkan pembangunan sebesar Rp 10 Milyar,” ujar Beni dalam sambutannya yang dihadiri perwakilan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsin Sumsel, Ketua DPRD Muba, Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), kepala dinas, instansi, badan, kantor, serta undangan lainnya.
Selain itu pula masih banyak lagi objek dan daya tarik wisata yang perlu dikembangkan seperti kerajinan gambir di Desa Toman Kecamatan Babat Toman, Tanah Ampo di Desa Teluk Kijing Kecamatan Lais yang mempunyai keunikan dimana tanah tersebut bisa dimakan langsung dan merupakan dapat menjadi obat. “Masih banyak lagi keanekaragaman seni budaya yang tak kalah menariknya seperti tari-tarian senjang, sastra tutur, sedekah bumi, tarik baselak yang merupakan tari-tarian tradisional suku anak dalam dalam Bayung Lencir yang tentunya tidak akan didapati di daerah lain,” jelasnya.
Oleh karena itulah melalui kegiatan rapat kordinasi teknis ini bidang Pariwisata dan Kebudayaan SKPD Se-Sumsel 2012 ini dapat mengakomodir perencanaan pembangunan dan pengembangan objek dan daya tarik wisata dari Kabupaten dan Kota yang ada di Sumsel. “Dengan harapan dapat mengusulkan perencanaan pembangunan tersebut kepada pihak terkait yang berwenang sehingga mendapatkan bantuan pendanaannya, termasuk pembangunan danau Ulak Lia ini. Sebab dalam waktu tiga tahun mendatang Danau Ulak Lia sudah menjadi objek wisata unggulan bagi Kabupaten Muba,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumsel H Toni Panggar Besi SH MSi mengatakan, rapat kordinasi teknis bidang Pariwisata dan Budaya SKPD se-Sumsel ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan secara bergantian setiap tahunnya. Dimana tujuannya mewujudkan pembangunan pariwisata Sumsel yang terpadu, dan berkelanjutan, apalagi potensi pariwisata di Sumsel sangat besar.
“Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yakni 13-14 Maret 2012 dengan tuan rumah Kabupaten Muba, dengan peserta sebanyak 80 peserta yang terdari dari SKPD se-Sumsel. Untuk itulah melalui kegiatan ini dapat terwujud pembangunan pariwisata yang terpadu dengan kordinasi pariwisata dari pusat hingga ke Kabupaten,” tukasnya seraya mengatakan, diharapkan kedepan bantuan APBN di Sumsel dan Muba yang sudah mengunggulkan Danau Ulak Lia sebagai icon wisata dapat dikembangkan secara optimal. (her)
Perpanjang Perekam E-KTP Offline
Palembang, SN
Pemerintah Kota Palembang memperpanjang masa perekaman data Kartu Tanda Penduduk elektronik sistem offline. Perekaman secara offline berlaku untuk warga Palembang yang ada di lembaga permasyarakatan atau rumah tahanan, warga yang sakit, dan lanjut usia.
“Ya, akan diperpanjang. Belum tahun sampai kapan. Tapi yang jelas tidak 15 Maret,” ujar Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra.
Lanjutnya, 15 Maret itu adalah batas akhir yang ditetapkan pemerintah kota untuk perekaman data secara on line. Namun masih banyak warga di rumah tahanan belum didata. Diperkirakan jumlahnya ribuan, tersebar di empat lokasi. Yakni di Rumah Tahanan Klas I A, di Pakjo, Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 A Palembang di Merah Mata, LP Klas 2 A Wanita Palembang di Jl Merdeka dan LP Klas 2 A Palembang di Pakjo untuk anak di bawah 19 tahun.
"Selain itu, perangkat perekam data juga terbatas. Alatnya hanya satu unit. Kita sudah upayakan pinjam dari pusat, tapi tidak ada,” ujar Eddy.
Ia juga mengatakan, dari ribuan tahanan di tempat tempat itu, tidak semuanya tahanan asal Palembang. Karena itu, ia meminta camat setempat segera mendata ulang.
Terkait perekaman data secara on line, Wali Kota Eddy Santana sebelumnya mewanti-wanti 16 camat di Palembang agar segera merampungkan perekaman hingga 15 Maret. Lewat dari tanggal itu, camat bakal dikenakan sanksi.
“Bakal dicopot jabatannya,” kata wali kota, seraya menyebut, saat ini perekaman data on line sudah rampung 91 persen dari 986 ribu warga wajib KTP.
Ditanya soal peralatan untuk perakam offline, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Abdullah Farhan mengatakan, pihaknya saat rapat di Jakarta sudah mengusulkan penambahan peralatan.
“Tapi tidak disetujui pusat. Keputusannya, daerah tetap diberikan satu perangkat perekaman,” katanya.
Cuma diberikan satu perangkat ini tentu merepotkan dalam percepatan perekaman. Tapi Farhan menuturkan pihaknya tetap berupaya agar perekam offline segera tuntas.
Secara terpisah, Kepala Bidang Mutasi dan Pengendalian Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palembang, Dovian Heydir, mengatakan, untuk perekaman offline bagi warga yang dan lanjut usia, sudah dilaksanakan di dua kecamatan. Yaitu Kecamatan Bukit Kecil dan Alang-Alang Lebar.
“Sekarang kita kejar di Kecamatan Kalidoni sudah selesai, sekarang masih kita kejar di Kecamatan Kalidoni,” ujar Dovian. (***)
Pemerintah Kota Palembang memperpanjang masa perekaman data Kartu Tanda Penduduk elektronik sistem offline. Perekaman secara offline berlaku untuk warga Palembang yang ada di lembaga permasyarakatan atau rumah tahanan, warga yang sakit, dan lanjut usia.
“Ya, akan diperpanjang. Belum tahun sampai kapan. Tapi yang jelas tidak 15 Maret,” ujar Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra.
Lanjutnya, 15 Maret itu adalah batas akhir yang ditetapkan pemerintah kota untuk perekaman data secara on line. Namun masih banyak warga di rumah tahanan belum didata. Diperkirakan jumlahnya ribuan, tersebar di empat lokasi. Yakni di Rumah Tahanan Klas I A, di Pakjo, Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 A Palembang di Merah Mata, LP Klas 2 A Wanita Palembang di Jl Merdeka dan LP Klas 2 A Palembang di Pakjo untuk anak di bawah 19 tahun.
"Selain itu, perangkat perekam data juga terbatas. Alatnya hanya satu unit. Kita sudah upayakan pinjam dari pusat, tapi tidak ada,” ujar Eddy.
Ia juga mengatakan, dari ribuan tahanan di tempat tempat itu, tidak semuanya tahanan asal Palembang. Karena itu, ia meminta camat setempat segera mendata ulang.
Terkait perekaman data secara on line, Wali Kota Eddy Santana sebelumnya mewanti-wanti 16 camat di Palembang agar segera merampungkan perekaman hingga 15 Maret. Lewat dari tanggal itu, camat bakal dikenakan sanksi.
“Bakal dicopot jabatannya,” kata wali kota, seraya menyebut, saat ini perekaman data on line sudah rampung 91 persen dari 986 ribu warga wajib KTP.
Ditanya soal peralatan untuk perakam offline, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Abdullah Farhan mengatakan, pihaknya saat rapat di Jakarta sudah mengusulkan penambahan peralatan.
“Tapi tidak disetujui pusat. Keputusannya, daerah tetap diberikan satu perangkat perekaman,” katanya.
Cuma diberikan satu perangkat ini tentu merepotkan dalam percepatan perekaman. Tapi Farhan menuturkan pihaknya tetap berupaya agar perekam offline segera tuntas.
Secara terpisah, Kepala Bidang Mutasi dan Pengendalian Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palembang, Dovian Heydir, mengatakan, untuk perekaman offline bagi warga yang dan lanjut usia, sudah dilaksanakan di dua kecamatan. Yaitu Kecamatan Bukit Kecil dan Alang-Alang Lebar.
“Sekarang kita kejar di Kecamatan Kalidoni sudah selesai, sekarang masih kita kejar di Kecamatan Kalidoni,” ujar Dovian. (***)
Jalan Poros Rambang Membentuk Kubangan
Muara Enim, SN
Sebagian besar warga Kecamatan Rambang, Muara Enim, mengeluhkan kondisi jalan poros Tanjung Rambang – Marga Mulia, yang melintasi desa mereka. Sebab, jalan sepanjang 27 km yang melintasi delapan desa, sekitar 10 km sudah rusak berat, serta membentuk kubangan jika diguyur hujan.
“Memang, terakhir jalan tersebut di perbaiki oleh Pemkab Muara Enim sekitar tahun 2008 lalu. Setelah itu tidak ada lagi perbaikan, dan saat ini, rusak parah,” ujar Tri Aljadin SPd, tokoh masyarakat dari Kecamatan Rambang kepada wartawan, Selasa (13/3).
Tri mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan poros di Kecamatan Rambang. Panjang jalan aspal tersebut sekitar 27 Km, dengan lebar sekitar enam meter, melintasi delapan desa yakni Desa Marga Mulia, Sumber Rahayu, Sugih Waras, Pagar Agung, Tanjung Raya, Tanjung Dalam, Sukarame dan Sugihan.
Namun dari panjang 27 kilometer tersebut, diperkirakan hanya sekitar 17 kilometer saja yang kondisinya masih baik, sedangkan sisanya sekitar 10 kilometer kondisinya rusak berat, hancur, terkelupas dan berlobang. Akibatnya warga terutama yang menggunakan kendaraan roda empat jenis sedan dan carry serta motor sering terjebak masuk ke dalam kubangan jalan, sehingga sering terjadi kecelakaan, bahkan merusak kendaraan yang melintasinya.
Diakuinya, sepanjang 15 tahun terakhir, jalan tersebut tidak pernah sampai rusak separah ini. Warga sangat kecewa sebab sepertinya tidak ada perhatian untuk diperbaiki kembali. Semenjak ruas jalan tersebut rusak, warga terpaksa melalui jalan alternatif jika ke Prabumulih melalui tugu Nanas, meskipun jaraknya lebih jauh.
Namun warganya tetap meminta jalan tersebut di perbaiki, karena yang sangat terasa adalah anak-anak sekolah yang menggunakan sepeda motor, sebab sering pakaiannya kotor akibat terjebak lobang dalam atau terkena percikan air genangan di jalan.
Ketika dikonfirmasi ke Kadin PU Bina Marga Muara Enim, Edi Elyson, ia mengungkapkan bahwa pada APBD Induk tahun 2012, cukup banyak pembangunan infrastruktur jalan dan siring yang akan dibangun di Kecamatan Rambang. Adapun perinciannya yakni, rehab dan pemeliharaan ruas jalan Tanjung Rambang – Sugih Waras – Marga Mulia sebesar Rp 1,5 Miliar, peningkatan jalan Trans Kencana Muya –Unit V – Unit VI sebesar Rp 1,1 Miliar, pembuatan siring pasangan depan kantor camat Rambang Rp 150 juta sehingga total tahun 2012 sebesar Rp 2,8 miliar.
“Insyaallah akan diperbaiki seluruhnya. Namun karena dana terbatas, maka harus bertahap dan mengacu kepada skala prioritas,” ungkapnya. (yud)
Sebagian besar warga Kecamatan Rambang, Muara Enim, mengeluhkan kondisi jalan poros Tanjung Rambang – Marga Mulia, yang melintasi desa mereka. Sebab, jalan sepanjang 27 km yang melintasi delapan desa, sekitar 10 km sudah rusak berat, serta membentuk kubangan jika diguyur hujan.
“Memang, terakhir jalan tersebut di perbaiki oleh Pemkab Muara Enim sekitar tahun 2008 lalu. Setelah itu tidak ada lagi perbaikan, dan saat ini, rusak parah,” ujar Tri Aljadin SPd, tokoh masyarakat dari Kecamatan Rambang kepada wartawan, Selasa (13/3).
Tri mengatakan, jalan tersebut merupakan jalan poros di Kecamatan Rambang. Panjang jalan aspal tersebut sekitar 27 Km, dengan lebar sekitar enam meter, melintasi delapan desa yakni Desa Marga Mulia, Sumber Rahayu, Sugih Waras, Pagar Agung, Tanjung Raya, Tanjung Dalam, Sukarame dan Sugihan.
Namun dari panjang 27 kilometer tersebut, diperkirakan hanya sekitar 17 kilometer saja yang kondisinya masih baik, sedangkan sisanya sekitar 10 kilometer kondisinya rusak berat, hancur, terkelupas dan berlobang. Akibatnya warga terutama yang menggunakan kendaraan roda empat jenis sedan dan carry serta motor sering terjebak masuk ke dalam kubangan jalan, sehingga sering terjadi kecelakaan, bahkan merusak kendaraan yang melintasinya.
Diakuinya, sepanjang 15 tahun terakhir, jalan tersebut tidak pernah sampai rusak separah ini. Warga sangat kecewa sebab sepertinya tidak ada perhatian untuk diperbaiki kembali. Semenjak ruas jalan tersebut rusak, warga terpaksa melalui jalan alternatif jika ke Prabumulih melalui tugu Nanas, meskipun jaraknya lebih jauh.
Namun warganya tetap meminta jalan tersebut di perbaiki, karena yang sangat terasa adalah anak-anak sekolah yang menggunakan sepeda motor, sebab sering pakaiannya kotor akibat terjebak lobang dalam atau terkena percikan air genangan di jalan.
Ketika dikonfirmasi ke Kadin PU Bina Marga Muara Enim, Edi Elyson, ia mengungkapkan bahwa pada APBD Induk tahun 2012, cukup banyak pembangunan infrastruktur jalan dan siring yang akan dibangun di Kecamatan Rambang. Adapun perinciannya yakni, rehab dan pemeliharaan ruas jalan Tanjung Rambang – Sugih Waras – Marga Mulia sebesar Rp 1,5 Miliar, peningkatan jalan Trans Kencana Muya –Unit V – Unit VI sebesar Rp 1,1 Miliar, pembuatan siring pasangan depan kantor camat Rambang Rp 150 juta sehingga total tahun 2012 sebesar Rp 2,8 miliar.
“Insyaallah akan diperbaiki seluruhnya. Namun karena dana terbatas, maka harus bertahap dan mengacu kepada skala prioritas,” ungkapnya. (yud)
Stok BBM di SPBU Langka
Pagaralam, SN
Tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pagaralam, mengalami kelangkaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, akibat kurangnya pasokan dari pertamina dan banyaknya warga yang mengisi premium dalam jumlah yang banyak.
Pantauan, Selasa (13/3), antrian panjang terjadi di tiga SPBU ini yakni di SPBU Dusun Perandonan, Karang Dalo dan SPBU Simpang Manak. Antrian panjang sepeda motor dan mobil terjadi hingga ke jalan raya.
Kelangkaan persediaan BBM di ketiga SPBU tersebut diakibatkan pengurangan pasokan minyak dari pertamina hingga tiga ton perhari. Dengan adanya pengurangan BBM tentunya sangat dirasakan oleh Sopir angkot dan pengendara kendara bemotor di kota Pagaralam.
Bahkan warga mulai mengeluh karena sulitnya memperoleh premium ini, warga mengaku terpaksa mengantri walaupun berjam-jam lamanya. Harga bensin eceran pun melambung dengan harga Rp 6000 hingga Rp 7000 per liter.
"Saya sudah mengantri selama dua jam lebih, mengingat antrian ini cukup panjang, kalau tidak antri maka tidak kebagian bensin, nanti gak bisa narik cari penumpang, ujar Radit, salah seorang sopir angkot.
Menurutnya, kondisi ini sudah terjadi selam empat hari lalu, para sopir terpaksa antri, karena mau membeli bensin eceran, harganya cukup tinggi, hingga Rp 7000 per liter.
"Apalagi menjelang kenaikan tarif BBM awal April nanti, pasti tambah sulit memperoleh bensin, harapan kami kalau bisa, harganya tidak jadi naiklah, maklum, kondisi ekonomi kami saat ini agak sulit," keluhnya.
Hal senada diungkapkan Amran, sopir lainnya. Ia mengaku berencana melakukan pengisian bensin di SPBU, tapi antrian panjang, dan ada tulisan bensin habis, akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk antri karena harus cari penumpang.
"Ya, terpaksa saya beli bensin eceran, walaupun mahal, karena saya harus kejar setoran hari ini, kalau tidak narik, ntar tidak dapat uang untuk makan," ungkapnya.
Sementara itu Pemilik SPBU Simpang Manak Kelurahan Ulu Rurah, Kecamatan Pagaralam Selatan, Epi mengatakan, memang terjadi pengurangan suplay dari Pertamina dari 30 ribu liter menjadi 25 ribu liter per harinya.
"Sementara jumlah kendaraan di Pagaralam juga mengalami peningkatan khususnya kendaraan bermotor. Biasanya setiap hari 5 hingga 6 mobil tangki dengan isi 5000 liter. Namun, setelah terjadi pengurangan beberapa hari lalu membuat terjadi kekurangan stok BBM di Pagaralam," ungkapnya.
Dikatakanya, untuk menghindari kekurangan stok dan persediaan kurang, pihaknya akan memberlakukan sistim pembatasan pembelian untuk sopir baik kendaraan pribadi, angkot dan juga sepeda motor.
"Kita akan membatasi pembelian ini, antisipasi pembelian dalam jumlah banyak dari warga, kita juga akan minta bantu pihak kepolisian untuk pengawasan menjelang kenaikan harga ini," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustiran, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindakop) kota Pagaralam Yapani Rahim, membenarkan adanya kelangkaan BBM, namun kalau kelangkaan akibat penimbunanan tentunya akan diberikan sanksi termasuk diusut polisi.
"Saya dapat informasi memang benar ada pengurangan BBM dari pertamina. Terkait adanya kemungkinan penimbunan akibat kelangkaan BBM ini, kami akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan dugaan tersebut. Kita akan cek kelapangan, apakah ada penimbunan atau tidak, karena untuk pembelian BBM dalam kemasan dibatasi hingga tiga jerigen," ungkapnya
Terpisah, Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin, melalui Kasat Reskrim, AKP Indarmawan, mengatakan, pihaknya sudah memanggil semua pengelola SPBU untuk berkoordinasi mengenai permasalahan kelangkaan BBM ini apalagi menjelang kenaikan harga pada awal bulan April nanti.
"Kita sudah memanggil semua pemilik SPBU, antisipasi antrian panjang dan penimbunan jelang kenaikan harga BBM ini, termasuk akan melakukan pengawasan dengan menurunkan anggota untuk mengawasi proses pengisian lansung di tiga SPBU ini," tegasnya. (asn)
Tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pagaralam, mengalami kelangkaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, akibat kurangnya pasokan dari pertamina dan banyaknya warga yang mengisi premium dalam jumlah yang banyak.
Pantauan, Selasa (13/3), antrian panjang terjadi di tiga SPBU ini yakni di SPBU Dusun Perandonan, Karang Dalo dan SPBU Simpang Manak. Antrian panjang sepeda motor dan mobil terjadi hingga ke jalan raya.
Kelangkaan persediaan BBM di ketiga SPBU tersebut diakibatkan pengurangan pasokan minyak dari pertamina hingga tiga ton perhari. Dengan adanya pengurangan BBM tentunya sangat dirasakan oleh Sopir angkot dan pengendara kendara bemotor di kota Pagaralam.
Bahkan warga mulai mengeluh karena sulitnya memperoleh premium ini, warga mengaku terpaksa mengantri walaupun berjam-jam lamanya. Harga bensin eceran pun melambung dengan harga Rp 6000 hingga Rp 7000 per liter.
"Saya sudah mengantri selama dua jam lebih, mengingat antrian ini cukup panjang, kalau tidak antri maka tidak kebagian bensin, nanti gak bisa narik cari penumpang, ujar Radit, salah seorang sopir angkot.
Menurutnya, kondisi ini sudah terjadi selam empat hari lalu, para sopir terpaksa antri, karena mau membeli bensin eceran, harganya cukup tinggi, hingga Rp 7000 per liter.
"Apalagi menjelang kenaikan tarif BBM awal April nanti, pasti tambah sulit memperoleh bensin, harapan kami kalau bisa, harganya tidak jadi naiklah, maklum, kondisi ekonomi kami saat ini agak sulit," keluhnya.
Hal senada diungkapkan Amran, sopir lainnya. Ia mengaku berencana melakukan pengisian bensin di SPBU, tapi antrian panjang, dan ada tulisan bensin habis, akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk antri karena harus cari penumpang.
"Ya, terpaksa saya beli bensin eceran, walaupun mahal, karena saya harus kejar setoran hari ini, kalau tidak narik, ntar tidak dapat uang untuk makan," ungkapnya.
Sementara itu Pemilik SPBU Simpang Manak Kelurahan Ulu Rurah, Kecamatan Pagaralam Selatan, Epi mengatakan, memang terjadi pengurangan suplay dari Pertamina dari 30 ribu liter menjadi 25 ribu liter per harinya.
"Sementara jumlah kendaraan di Pagaralam juga mengalami peningkatan khususnya kendaraan bermotor. Biasanya setiap hari 5 hingga 6 mobil tangki dengan isi 5000 liter. Namun, setelah terjadi pengurangan beberapa hari lalu membuat terjadi kekurangan stok BBM di Pagaralam," ungkapnya.
Dikatakanya, untuk menghindari kekurangan stok dan persediaan kurang, pihaknya akan memberlakukan sistim pembatasan pembelian untuk sopir baik kendaraan pribadi, angkot dan juga sepeda motor.
"Kita akan membatasi pembelian ini, antisipasi pembelian dalam jumlah banyak dari warga, kita juga akan minta bantu pihak kepolisian untuk pengawasan menjelang kenaikan harga ini," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustiran, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindakop) kota Pagaralam Yapani Rahim, membenarkan adanya kelangkaan BBM, namun kalau kelangkaan akibat penimbunanan tentunya akan diberikan sanksi termasuk diusut polisi.
"Saya dapat informasi memang benar ada pengurangan BBM dari pertamina. Terkait adanya kemungkinan penimbunan akibat kelangkaan BBM ini, kami akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan dugaan tersebut. Kita akan cek kelapangan, apakah ada penimbunan atau tidak, karena untuk pembelian BBM dalam kemasan dibatasi hingga tiga jerigen," ungkapnya
Terpisah, Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abi Darrin, melalui Kasat Reskrim, AKP Indarmawan, mengatakan, pihaknya sudah memanggil semua pengelola SPBU untuk berkoordinasi mengenai permasalahan kelangkaan BBM ini apalagi menjelang kenaikan harga pada awal bulan April nanti.
"Kita sudah memanggil semua pemilik SPBU, antisipasi antrian panjang dan penimbunan jelang kenaikan harga BBM ini, termasuk akan melakukan pengawasan dengan menurunkan anggota untuk mengawasi proses pengisian lansung di tiga SPBU ini," tegasnya. (asn)
16 sekolah Madrasah Butuh Bantuan Buku Bacaan

Pagaralam, SN
Sebanyak 16 madrasah negeri dan swasta di Kota Pagaralam, membutuhkan buku bacaan untuk koleksi perpustakaan.
"Sebagian besar sekolah agama di Pagaralam minim koleksi buku untuk bacaan siswa dan siswi terutama di purpustakaan, padahal ini sangat dibutuhkan untuk mendukung prestasi anak, contohnya saja MTS dan MI Yayasan Pembinaan Islam (YPI)," kata Kepala MTS YPI Pagaralam, Anharudin, Selasa (13/3).
Dikatakannya, walaupun gedung perpustakaannya sudah tersedia, namun koleksi bukunya masih banyak yang kurang, sehingga siswa hanya membaca buku pelajaran dengan persediaan cukup terbatas.
"Persedian buku di perpustakaan saat ini masih sangat terbatas pada buku pelajaran inti, semestinya untuk menambah wawasan anak perlu menyediakan penambahan buku bacaan," ungkapnya.
Dia merincikan, seperti buku cerita, kamus bahasa Indonesia dan bahasa inggris serta buku tentang pengetahuan umum lainnya.
Saat ini, kata Anhar, siswa kurang berminat masuk ke perpustakaan, karena sekolah tidak mampu menyediakan buku bacaan, padahal minat baca para murid di sekolah cukup tinggi.
Ditambahkan Mugiono, salah seorang staf pengajar Madrasah Ibtidaiyah Muarasiban, Kecamatan Dempo Utara, persediaan buku bacaan di perpustakaan sekolah ini sangat terbatas sehingga kegiatan tidak optimal.
Murid hanya belajar di ruang kelas, sehingga waktu istirahat jarang digunakan untuk membaca di perpustakaan. “Koleksi buku bacaan di perpustakaan hanya sebatas buku pelajaran dan buku-buku stok lama, sehingga murid jarang menggunakan jam istirahat untuk membaca,” imbuhnya.
Wakil Walikota Pagaralam, Ida Fitriati, mengatakan saat ini guru yang ingin menambah jumlah koleksi buku bacaan di sekolah masing-masing, tidak perlu mengajukan permohonan, tapi langsung datang ke perpustakaan daerah untuk memilih sendiri buku apa saja yang dibutuhkan dan bisa langsung di bawa ke sekolah masing-masing.
"Kita memang berkomitmen memajukan dunia pendidikan di Pagaralam, termasuk melengkapi sarana dan prasarana penunjang pendidikan, termasuk membangun semua gedung sekolah," tegasnya. (asn)
Tinjau Ulang Mekanisme Pembuatan Sertifikat Tanah
Palembang, SN
Komisi I DPRD Sumsel meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumsel untuk meninjau ulang dan melakukan pembenahan mekanisme penerbitan dan pembuatan sertifikat tanah.
Hal ini diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Erza Saladin, Selasa (13/3). Katanya, selain pembuatan sertifikat tanah, proses penerbitan dan pembatalan hak guna usaha (HGU) yang tadinya di serahkan ke pusat sudah seharusnya di serahkan ke Provinsi.
Menurut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, disinyalir akibat lambannya proses pembuatan sertifikat tanah dan HGU ini, memicu terjadinya konflik lahan, sebagaimana banyak terjadi di Indonesia termasuk di Sumsel.
“Akibat lamanya proses pembuatan sertifikat dan HGU ini terjadinya sengketa lahan ini, seharusnya, terutama HGU jangan menumpuk di Jakarta,” kata Erza.
Ia mengaku, DPRD Sumsel melalui Komisi I akan terus melakukan mengawal penyelesaian sengketa lahan di kabupaten dan kota yang saat ini masih terus berlangsung. Ia pun yakin, masih ada niat baik dari semua pihak untuk menuntaskan permasalahan lahan ini.
"Ada perusahaan yang mendapatkan lahan melebihi HGU, akui saja itu dan serahkan itu ke masyarakat yang berhak menerimanya, janji plasma di lahan HGU, kalau memang iya, serahkan saja ke rakyat karena memang itu hak rakyat, jika itu yang dilakukan, maka kasusnya cepat terurai,” imbuhnya.
“Kita melihat penyelesaian sengketa lahan di Sumsel oleh pihak terkait masih terkesan seremoni, sebenarnya kalau langkah awal sudah bagus, namun harus di optimalkan saja,” pungkasnya. (awj)
Komisi I DPRD Sumsel meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumsel untuk meninjau ulang dan melakukan pembenahan mekanisme penerbitan dan pembuatan sertifikat tanah.
Hal ini diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Sumsel, Erza Saladin, Selasa (13/3). Katanya, selain pembuatan sertifikat tanah, proses penerbitan dan pembatalan hak guna usaha (HGU) yang tadinya di serahkan ke pusat sudah seharusnya di serahkan ke Provinsi.
Menurut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, disinyalir akibat lambannya proses pembuatan sertifikat tanah dan HGU ini, memicu terjadinya konflik lahan, sebagaimana banyak terjadi di Indonesia termasuk di Sumsel.
“Akibat lamanya proses pembuatan sertifikat dan HGU ini terjadinya sengketa lahan ini, seharusnya, terutama HGU jangan menumpuk di Jakarta,” kata Erza.
Ia mengaku, DPRD Sumsel melalui Komisi I akan terus melakukan mengawal penyelesaian sengketa lahan di kabupaten dan kota yang saat ini masih terus berlangsung. Ia pun yakin, masih ada niat baik dari semua pihak untuk menuntaskan permasalahan lahan ini.
"Ada perusahaan yang mendapatkan lahan melebihi HGU, akui saja itu dan serahkan itu ke masyarakat yang berhak menerimanya, janji plasma di lahan HGU, kalau memang iya, serahkan saja ke rakyat karena memang itu hak rakyat, jika itu yang dilakukan, maka kasusnya cepat terurai,” imbuhnya.
“Kita melihat penyelesaian sengketa lahan di Sumsel oleh pihak terkait masih terkesan seremoni, sebenarnya kalau langkah awal sudah bagus, namun harus di optimalkan saja,” pungkasnya. (awj)
Dewan Minta Perbaikan Jalan TAA Dipercepat
Palembang, SN
Perbaikan jalan Tanjung Api-Api (TAA) sebagai akses menuju pelabuhan penyeberangan TAA diminta dipercepat. Pasalnya, karena kerusakan jalan tersebut, pelabuhan TAA yang seyogyanya akan diresmikan pada Februari lalu, harus ditunda karena jalan akses yang masih mengalami kerusakan parah.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sumsel, Ahmad Djauhari, Selasa (13/3). Menurutnya, Pemprov Sumsel harus segera mengambil langkah tegas dan fokus terhadap perbaikan jalan TAA ini.
"Pelabuhan penyeberangan TAA harus segera di operasikan, karena melalui pelabuhan itu, kita bisa keluar ke negara mana saja, untuk mengembangkan ekonomi," ungkap Politisi Partai Demokrat ini.
Djauhari mengaku, pihaknya sudah memberitahukan kepada pihak Pemprov Sumsel agar segera merealisasikan penggunaan pelabuhan TAA tersebut.
“Kalau ada kendala-kendala segera di koordinasikan, karena sudah lama kita menunggu realisasi TAA ini, jangan terus molor seperti ini,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Kadishubkominfo) Sumsel, Ir Sarimuda, mengatakan, saat ini perbaikan jalan TAA memasuki proses kontrak.
"Jalan yang dibangun oleh Bina Marga baru proses kontrak, artinya kalau proses kontrak, mungkin dua bulan lagi baru siap, kalau kita dermaganya sudah siap, tinggal menunggu jalannya, artinya bukan pengerjaan perhubungan yang belum selesai tapi pekerjaan jalan yang masih kita tunggu," ungkap Sarimuda.
Menurutnya, peresmian pelabuhan TAA akan dilakukan setelah pihak Bina Marga menyatakan kesiapan jalan akses menuju pelabuhan.
"Begitu disampaikan PU BM jalannya selesai, maka selanjutnya kita laporkan ke menteri untuk peresmian pelabuhan TAA,“ katanya. (awj)
Perbaikan jalan Tanjung Api-Api (TAA) sebagai akses menuju pelabuhan penyeberangan TAA diminta dipercepat. Pasalnya, karena kerusakan jalan tersebut, pelabuhan TAA yang seyogyanya akan diresmikan pada Februari lalu, harus ditunda karena jalan akses yang masih mengalami kerusakan parah.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sumsel, Ahmad Djauhari, Selasa (13/3). Menurutnya, Pemprov Sumsel harus segera mengambil langkah tegas dan fokus terhadap perbaikan jalan TAA ini.
"Pelabuhan penyeberangan TAA harus segera di operasikan, karena melalui pelabuhan itu, kita bisa keluar ke negara mana saja, untuk mengembangkan ekonomi," ungkap Politisi Partai Demokrat ini.
Djauhari mengaku, pihaknya sudah memberitahukan kepada pihak Pemprov Sumsel agar segera merealisasikan penggunaan pelabuhan TAA tersebut.
“Kalau ada kendala-kendala segera di koordinasikan, karena sudah lama kita menunggu realisasi TAA ini, jangan terus molor seperti ini,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Kadishubkominfo) Sumsel, Ir Sarimuda, mengatakan, saat ini perbaikan jalan TAA memasuki proses kontrak.
"Jalan yang dibangun oleh Bina Marga baru proses kontrak, artinya kalau proses kontrak, mungkin dua bulan lagi baru siap, kalau kita dermaganya sudah siap, tinggal menunggu jalannya, artinya bukan pengerjaan perhubungan yang belum selesai tapi pekerjaan jalan yang masih kita tunggu," ungkap Sarimuda.
Menurutnya, peresmian pelabuhan TAA akan dilakukan setelah pihak Bina Marga menyatakan kesiapan jalan akses menuju pelabuhan.
"Begitu disampaikan PU BM jalannya selesai, maka selanjutnya kita laporkan ke menteri untuk peresmian pelabuhan TAA,“ katanya. (awj)
DKP Prabumulih Sesalkan Pernyataan Dewan
Prabumulih, SN
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Prabumulih Mansyur MM menyesalkan penilaian anggota dewan Komisi III terkait masalah kebersihan di Kota Prabumulih yang dinilainya tidak berhasil.
“Saat ini jumlah Pegawai Harian Lepas (PHL) Dinas Kebersihan sebanyak 185 orang dan PNS 31 orang. Gaji mereka PHL perbulanya hanya Rp 660 ribu itupun sudah termasuk uang makan padahal mereka bekerja full 7 hari walau gaji mereka tidak sesuai dengan UMR. Mereka tetap mau bekerja, mulai kerja pukul 05.00 WIB dan pulang 16.00 Wib. Artinya mereka benar-benar menjalankan tugas dengan baik. Seharusnya jerih payah mereka dihargai bukan malah disepelekan apalagi dicap tidak berhasil menjaga kebersihan di Kota Prabumulih," ujarnya.
Dikatakan Mansur, untuk pengangkut sampah, mereka masih kurang karena hanya ada 13 unit dan dua unit ada yang sudah rusak. Sementara jumlah sampah dari saat ini mencapai 200 m3 perhari dengan jumlah penduduk 180 ribu jiwa .
"Jujur saya sangat menyesalkan tundingan pihak legislatif yang tidak menghargai kinerja para petugas padahal para tenaga kerja itu sudah bekerja dari pagi hingga sore hari bahkan malam hari," terangnya.
Mansyur juga menyesalkan masih adanya masyarakat yang membuang sampah bukan pada tempatnya yang tidak disiapkan fasilitas seperti kontainer. Yang sudah ada kontinernya saja sekarang kondisinya sudah rusak. (and)
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Prabumulih Mansyur MM menyesalkan penilaian anggota dewan Komisi III terkait masalah kebersihan di Kota Prabumulih yang dinilainya tidak berhasil.
“Saat ini jumlah Pegawai Harian Lepas (PHL) Dinas Kebersihan sebanyak 185 orang dan PNS 31 orang. Gaji mereka PHL perbulanya hanya Rp 660 ribu itupun sudah termasuk uang makan padahal mereka bekerja full 7 hari walau gaji mereka tidak sesuai dengan UMR. Mereka tetap mau bekerja, mulai kerja pukul 05.00 WIB dan pulang 16.00 Wib. Artinya mereka benar-benar menjalankan tugas dengan baik. Seharusnya jerih payah mereka dihargai bukan malah disepelekan apalagi dicap tidak berhasil menjaga kebersihan di Kota Prabumulih," ujarnya.
Dikatakan Mansur, untuk pengangkut sampah, mereka masih kurang karena hanya ada 13 unit dan dua unit ada yang sudah rusak. Sementara jumlah sampah dari saat ini mencapai 200 m3 perhari dengan jumlah penduduk 180 ribu jiwa .
"Jujur saya sangat menyesalkan tundingan pihak legislatif yang tidak menghargai kinerja para petugas padahal para tenaga kerja itu sudah bekerja dari pagi hingga sore hari bahkan malam hari," terangnya.
Mansyur juga menyesalkan masih adanya masyarakat yang membuang sampah bukan pada tempatnya yang tidak disiapkan fasilitas seperti kontainer. Yang sudah ada kontinernya saja sekarang kondisinya sudah rusak. (and)
Selasa, 13 Maret 2012
Warga Pagaralam Temukan Palu Zaman Purbakala

Pagaralam, SN
Warga Dusun Cawang Lama, Rebah Tinggi, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, menemukan batu berbentuk mirip Palu di dekat Arca Prajurit yang baru ditemukan di areal kebun kopi milik warga.
Lokasi ditemukan batu mirip palu tersebut tidak jauh dari pemungkiman warga, berjarak 500 meter dari dusun Cawang Lama. Di lokasi ini juga terdapat tiga arca manusia tanpa kepala.
"Saat itu saya sedang membersihkan makam puyang di dekat kebun kopi saya, tiba tiba cangkul saya menghantam benda keras yang ternyata adalah batu mirip palu," ujar Darman (34) Warga dusun Cawang lama, Senin (12/3).
Menurutnya, batu tersebut lalu dibersihkan dari tanah yang menempel, setelah dibersihkan, terlihat batu mirip sekali dengan palu. Penemuan ini lalu dia laporkan kepada ketua RT dan warga lainnya.
"Setelah saya cuci bersih, batu ini mirip sekali dengan palu, lokasi penemuannya persis di makam puyang di dekat lokasi ditemukannya Arca manusia mirip prajurit, di kebun kopi warga beberapa hari lalu," ungkapnya.
Dikatakan Darman, memang di perkebunan kopi milik warga, banyak terdapat batu megalit berbentuk arca manusia, termasuk penemuan batu mirip palu ini. Beberapa hari lalu, warga juga menemukan tiga Arca manusia tanpa kepala.
"Batu ini apabila diamati dari dekat, sangat mirip dengan kepala palu dan dari sisi lain mirip botol kecil dan bentuknya bisa berubah-ubah dari beberap sisi." katanya.
Ditambahkan Darman, batu mirip palu ini saat ini, disimpan di rumahnya sambil menunggu tim arkeologi agar bisa diteliti termasuk untuk mengetahui berapa usia batu tesebut serta ada tidak kaitannya dengan arca manusia yang baru ditemukan dilokasi tersebut.
Petugas Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3 Jambi) wilayah kerja Jambi, Sumsel, Bengkulu dan Babel, Akhmad Rivai mengatakan, memang cukup banyak peninggalan sejarah terutama arca ditemukan di wilayah Kota Pagaralam, bahkan sebagian sudah dilakukan pemagaran.
"Kita akan melakukan penelitian terhadap batu mirip palu yang ditemukan warga tersebut, apakah ada hubungannnya dengan tiga arca manusia yang ditemukan warga setempat beberapa hari yang lalu," katanya.
Menurut Rivai, pihaknya dalam waktu dekat akan turun ke lokasi, untuk menghindari kehilangan, kerusakan dan perubahan posisi terhadap benda bersejah atau megalit yang sudah ditemukan termasuk batu mirip palu tersebut.
Beberapa megalit yang sudah ditemukan warga, mengingat berada di lokasia kebun kopi warga, maka akan dilakukan pembebasan, agar bisa dilakukan pemagaran agar megalit ini bisa dirawat," katanya menambahkan. (asn)
PNS Harus Berkompetensi dan Terampil
Muara Enim, SN
Guna mendukung kinerja dan meningkatkan etos kerja, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang merupakan abdi negara dan abdi masyarakat harus berkompetensi dan terampil sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Demikian diungkapkan Bupati Muara Enim, Ir Muzakir Sai Sohar melalui Wakil Bupati H Nurul Aman ketika membuka Pendidikan dan Latihan (Diklat) Prajabatan Golongan III Angkatan I dan II Tahun 2012 yang dilangsungkan di Bandiklat Mara Enim, Senin (12/3).
”PNS harus memiliki kompetensi, terampil, skill, dan didikasi serta prilaku yang loyal, bermoral dan bermental baik, profesional, sadar dan tanggung jawab sebagai pelayan publik,” ucap Wabup.
Dikatakan Wabup, PNS merupakan penggerak roda pemerintahan, harus melaksanakan pembangunan dan pelayanan prima kepada masyarakat. Sebab, PNS mempunyai peranan penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Melalui Diklat prajabatan ini kata Wabup, PNS dapat memiliki bekal wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika kepegawaian. Disamping itu juga, sebagai pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara.
Dilanjutkan Wabup, pelaksanaan diklat prajabatan bagi calon PNS pada dasarnya merupakan langkah awal dalam membentuk kader-kader penggerak roda pemerintahan yang terampil.
Selain itu, kata Wabup, prajabatan diharapkan para peserta diklat dapat menyamakan persepsi, interprestasi dan tindakan yang serasi, selaras dan seimbang.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Herman Effendi menambahkan, diklat prajabatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahua dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian serta etika PNS disamping pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaran pemerintahan negara, bidang tugas dan budaya organisasinya agar mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayanan masyarakat. (yud)
Guna mendukung kinerja dan meningkatkan etos kerja, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang merupakan abdi negara dan abdi masyarakat harus berkompetensi dan terampil sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Demikian diungkapkan Bupati Muara Enim, Ir Muzakir Sai Sohar melalui Wakil Bupati H Nurul Aman ketika membuka Pendidikan dan Latihan (Diklat) Prajabatan Golongan III Angkatan I dan II Tahun 2012 yang dilangsungkan di Bandiklat Mara Enim, Senin (12/3).
”PNS harus memiliki kompetensi, terampil, skill, dan didikasi serta prilaku yang loyal, bermoral dan bermental baik, profesional, sadar dan tanggung jawab sebagai pelayan publik,” ucap Wabup.
Dikatakan Wabup, PNS merupakan penggerak roda pemerintahan, harus melaksanakan pembangunan dan pelayanan prima kepada masyarakat. Sebab, PNS mempunyai peranan penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Melalui Diklat prajabatan ini kata Wabup, PNS dapat memiliki bekal wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika kepegawaian. Disamping itu juga, sebagai pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara.
Dilanjutkan Wabup, pelaksanaan diklat prajabatan bagi calon PNS pada dasarnya merupakan langkah awal dalam membentuk kader-kader penggerak roda pemerintahan yang terampil.
Selain itu, kata Wabup, prajabatan diharapkan para peserta diklat dapat menyamakan persepsi, interprestasi dan tindakan yang serasi, selaras dan seimbang.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Herman Effendi menambahkan, diklat prajabatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahua dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian serta etika PNS disamping pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaran pemerintahan negara, bidang tugas dan budaya organisasinya agar mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayanan masyarakat. (yud)
Maret 2012, Pagaralam Gelar LPI Tingkat Sekolah Menengah
Pagaralam, SN
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kota Pagaralam, akan menggelar Liga Pelajar Indonesia (LPI) tingkat SMP dan SLTA pada 26 Maret 2012 mendatang. Saat ini masih dilakukan tahapan seleksi berkas pemain. Untuk tingkat SMP akan diikuti 14 klub sepakbola SMP dan 10 klub sepakbola dari tingkat SLTA. Demikian diungkapkan Kabidpora Sunarto, Senin (12/3).
Menurut dia, untuk LPI tingkat SLTA ini baru pertama kali di adakan, sedangkan pada tahun 2011 lalu sudah digelar LPI untuk tingkat SMP.
"Tujuan LPI adalah mencari bibit yang bermutu, memilih Tim sepakbola guna mewakili kota Pagaralam menghadapi liga pelajar ke tingkat yang lebih tinggi, serta mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga terutama para pemuda dan pelajar khususnya di bidang sepakbola," ungkapnya.
Ditambahkan Kasi Bidang Olahraga dan Prestasi Masyarakat, Pidirianto, setelah dilakukan tahapan seleksi berkas maka tahapan berikutnya adalah pendaftaran sekolah melalui website dinas pendidikan secara nasional, kemudian dilakukan technical meeting penentuan jadwal klub pemain dan lokasi yang akan digunakan.
Berdasarkan rapat sementara lanjut dia, ada alternatif pilihan dua lokasi, yang pertama di lapangan sepakbola Terminal Nendagung dan yang kedua di lapangan sepakbola Sukajadi Dempo Tengah.
“Masih ada beberapa tahapan lagi yang perlu dilakukan sebelum dilaksanakanya pertandingan tersebut, dan untuk lokasi pun saat ini belum ditetapkan karena dari hasil rapat sementara kemarin ada dua alternatif lokasi yang akan dipakai untuk penyelenggaraan pertandingan yaitu lapangan terminal nendagung dan lapangan di dusun Sukajadi,” jelas Pidirianto.
Ditambahkanya, LPI ini merebutkan piala bergilir Walikota Pagaralam, yang saat ini untuk tingkat SLTP di pegang oleh SLTP Negeri 02 Pagaralam, sementara untuk SLTA baru akan diperebutkan. Selain piala bergilir bagi para pemenang nanti akan mendapatkan uang pembinaan dan sertifikat, tidak hanya Tim atau klub saja yang akan mendapatkan hadiah, ada beberapa katagori yaitu kategori pemain terbaik, top score atau gol terbanyak serta dipilih juga kategori seporter tim terbaik.
Sementara untuk aturan permainan kita memakai petunjuk teknis Liga Pelajar Indonsia (LPI) seperti aturan waktu permainan yang dipakai pada tingkat SLTP 2 x 15 menit dan untuk SLTA 2x20 menit.
“LPI ini memperebutkan piala bergilir walikota ditambah uang pembinaan serta dipilih juga, top score, pemain terbaik dan sporter terbaik, sementara aturan yang kita pakai sesuai petunjuk yang dipakai LPI Nasional,” jelasnya. (asn)
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kota Pagaralam, akan menggelar Liga Pelajar Indonesia (LPI) tingkat SMP dan SLTA pada 26 Maret 2012 mendatang. Saat ini masih dilakukan tahapan seleksi berkas pemain. Untuk tingkat SMP akan diikuti 14 klub sepakbola SMP dan 10 klub sepakbola dari tingkat SLTA. Demikian diungkapkan Kabidpora Sunarto, Senin (12/3).
Menurut dia, untuk LPI tingkat SLTA ini baru pertama kali di adakan, sedangkan pada tahun 2011 lalu sudah digelar LPI untuk tingkat SMP.
"Tujuan LPI adalah mencari bibit yang bermutu, memilih Tim sepakbola guna mewakili kota Pagaralam menghadapi liga pelajar ke tingkat yang lebih tinggi, serta mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga terutama para pemuda dan pelajar khususnya di bidang sepakbola," ungkapnya.
Ditambahkan Kasi Bidang Olahraga dan Prestasi Masyarakat, Pidirianto, setelah dilakukan tahapan seleksi berkas maka tahapan berikutnya adalah pendaftaran sekolah melalui website dinas pendidikan secara nasional, kemudian dilakukan technical meeting penentuan jadwal klub pemain dan lokasi yang akan digunakan.
Berdasarkan rapat sementara lanjut dia, ada alternatif pilihan dua lokasi, yang pertama di lapangan sepakbola Terminal Nendagung dan yang kedua di lapangan sepakbola Sukajadi Dempo Tengah.
“Masih ada beberapa tahapan lagi yang perlu dilakukan sebelum dilaksanakanya pertandingan tersebut, dan untuk lokasi pun saat ini belum ditetapkan karena dari hasil rapat sementara kemarin ada dua alternatif lokasi yang akan dipakai untuk penyelenggaraan pertandingan yaitu lapangan terminal nendagung dan lapangan di dusun Sukajadi,” jelas Pidirianto.
Ditambahkanya, LPI ini merebutkan piala bergilir Walikota Pagaralam, yang saat ini untuk tingkat SLTP di pegang oleh SLTP Negeri 02 Pagaralam, sementara untuk SLTA baru akan diperebutkan. Selain piala bergilir bagi para pemenang nanti akan mendapatkan uang pembinaan dan sertifikat, tidak hanya Tim atau klub saja yang akan mendapatkan hadiah, ada beberapa katagori yaitu kategori pemain terbaik, top score atau gol terbanyak serta dipilih juga kategori seporter tim terbaik.
Sementara untuk aturan permainan kita memakai petunjuk teknis Liga Pelajar Indonsia (LPI) seperti aturan waktu permainan yang dipakai pada tingkat SLTP 2 x 15 menit dan untuk SLTA 2x20 menit.
“LPI ini memperebutkan piala bergilir walikota ditambah uang pembinaan serta dipilih juga, top score, pemain terbaik dan sporter terbaik, sementara aturan yang kita pakai sesuai petunjuk yang dipakai LPI Nasional,” jelasnya. (asn)
Musrenbang 2012 Hasilkan 3.549 Kegiatan
Lahat, SN
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lahat Marwan Mansyur SH MM mengatakan, hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) 2012, setelah melalui tahapan musrenbang kecamatan, reses DPRD, dan forum SKPD, diinventarisir sebanyak 3.549 kegiatan.
“Dari jumlah kegiatan yang diperoleh tersebut, perkiraan dana anggaran untuk merealisasikannya sebesar Rp 681.218.266.000, diperuntukan bidang fisik, sosial budaya, dan ekonomi,” katanya, Senin (12/3).
Rincinya, bidang fisik ada 1.337 kegiatan dengan perkiraan biaya berjumlah Rp 215.325.280.700, sosial budaya (sosbud) dengan 691 kegiatan, dana Rp 111.648.939.000, dan sektor ekonomi dengan 1.521 kegiatan serta perkiraan dana mencapai Rp 354.244.436.000.
“Dari hasil yang disebutkan diatas, tentunya pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Lahat akan melaksanakannya, demi terwujud visi dan misi RPJMD 2008-2013,” ungkap Marwan.
Marwan menambahkan, dana-dana yang ada di atas tersebut, semuanya tidak terpaku pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Lahat semata, melainkan, anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dan APBD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
“Dana bersumber pada APBN, APBD Provinsi Sumsel dan sumber dana lainnya, pendek kata, tidak serta merta APBD Kabupaten Lahat dalam pengerjaannya,” paparnya lugas.
Ia menyebutkan, bahwasanya musrenbang 2012 ini merupakan program terakhir pada masa kepimpinan kepala daerah di 2013, dimana, ini juga titik akhir RPJMD.
“Untuk itulah, kedepan kegiatan-kegiatan yang dihasilkan tersebut, akan dilakukan dengan sebaik mungkin, sehingga pada pelaporan pertanggungjawaban kepala daerah atas pembangunan di Bumi Seganti Setungguan benar-benar baik serta dilihat dengan sendirinya apa-apa saja yang telah diperbuat lima tahun ini,” tukas Marwan.
Sementara itu, Bupati Lahat H Saifudin Aswari Rivai SE mengemukakan, bahwasanya dirinya beserta dengan jajaran pemerintahannya selalu berbuat yang terbaik untuk masyarakat banyak, sehingga pembangunan segala sektor merata dan terealisasi dengan baik.
“Untuk itulah, ini semua berkat kerja keras dan kompak dalam mewujudkan isi dari visi dan misi kepala daerah, dalam memberikan terbaik bagi Lahat ini kedepannya serta kemajuan dalam bidang ekonomi, sosial budaya, dan lain sebagainya,” tandasnya. (zal)
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lahat Marwan Mansyur SH MM mengatakan, hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) 2012, setelah melalui tahapan musrenbang kecamatan, reses DPRD, dan forum SKPD, diinventarisir sebanyak 3.549 kegiatan.
“Dari jumlah kegiatan yang diperoleh tersebut, perkiraan dana anggaran untuk merealisasikannya sebesar Rp 681.218.266.000, diperuntukan bidang fisik, sosial budaya, dan ekonomi,” katanya, Senin (12/3).
Rincinya, bidang fisik ada 1.337 kegiatan dengan perkiraan biaya berjumlah Rp 215.325.280.700, sosial budaya (sosbud) dengan 691 kegiatan, dana Rp 111.648.939.000, dan sektor ekonomi dengan 1.521 kegiatan serta perkiraan dana mencapai Rp 354.244.436.000.
“Dari hasil yang disebutkan diatas, tentunya pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Lahat akan melaksanakannya, demi terwujud visi dan misi RPJMD 2008-2013,” ungkap Marwan.
Marwan menambahkan, dana-dana yang ada di atas tersebut, semuanya tidak terpaku pada anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Lahat semata, melainkan, anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dan APBD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
“Dana bersumber pada APBN, APBD Provinsi Sumsel dan sumber dana lainnya, pendek kata, tidak serta merta APBD Kabupaten Lahat dalam pengerjaannya,” paparnya lugas.
Ia menyebutkan, bahwasanya musrenbang 2012 ini merupakan program terakhir pada masa kepimpinan kepala daerah di 2013, dimana, ini juga titik akhir RPJMD.
“Untuk itulah, kedepan kegiatan-kegiatan yang dihasilkan tersebut, akan dilakukan dengan sebaik mungkin, sehingga pada pelaporan pertanggungjawaban kepala daerah atas pembangunan di Bumi Seganti Setungguan benar-benar baik serta dilihat dengan sendirinya apa-apa saja yang telah diperbuat lima tahun ini,” tukas Marwan.
Sementara itu, Bupati Lahat H Saifudin Aswari Rivai SE mengemukakan, bahwasanya dirinya beserta dengan jajaran pemerintahannya selalu berbuat yang terbaik untuk masyarakat banyak, sehingga pembangunan segala sektor merata dan terealisasi dengan baik.
“Untuk itulah, ini semua berkat kerja keras dan kompak dalam mewujudkan isi dari visi dan misi kepala daerah, dalam memberikan terbaik bagi Lahat ini kedepannya serta kemajuan dalam bidang ekonomi, sosial budaya, dan lain sebagainya,” tandasnya. (zal)
Ridho Bidik Cawako Prabumulih
Prabumulih, SN
Wakil Walikota Prabumulih saat ini, Ir Ridho Yahya MM menyatakan maju sebagai Calon Walikota Prabumulih periode 2013–2018. Pernyataan itu dia sampaikan, saat menghadiri acara pelantikan pengurus organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Prabumulih, Senin (12/3).
“Dihadapan kawan–kawan pers, saya sampaikan bahwa saya siap maju sebagai Calon Walikota Prabumulih tahun depan. Mohon dukungan dan doanya bersama, agar bisa melanjutkan membangun Kota Prabumulih ini,” tegas Ridho.
Pernyataan sikap siap merebut kursi nomor 1 Pemkot Prabumulih, yang tidak lama lagi bakal dihelat tersebut bukan tanpa alasan disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Prabumulih ini. Selain mengacu pada hitungan tim survey dilapangan, juga berdasarkan cita–cita dan program kerja kedepan yang harus dia lanjutkan.
“Dari pengalaman saya selama 4 tahun mendampingi dan duduk sebagai orang pemerintahan, maka sudah sepantasnya saya maju sebagai Calon Walikota Prabumulih dan melanjutkan kerja dan pembangunan di Kota Prabumulih,” ucapnya.
Sementara Sekretaris DPD Partai Golkar Prabumulih H Daud Rotasi SSos, ditemui di Sekretariat partai, Jalan Ahmad Yani, Prabu Jaya, menyebutkan seluruh pengurus dan kader Partai Golkar Kota Prabumulih mendukung dan mencalonkan Ir Ridho Yahya MM sebagai Calon Walikota Prabumulih periode 2013 – 2018.
”Kami seluruh keluarga, kader, dan simpatisan Partai Golkar menyatakan mendukung dan mencalonkan Bapak Ridho sebagai Cawako Prabumulih mendatang,” pungkasnya. (and)
Wakil Walikota Prabumulih saat ini, Ir Ridho Yahya MM menyatakan maju sebagai Calon Walikota Prabumulih periode 2013–2018. Pernyataan itu dia sampaikan, saat menghadiri acara pelantikan pengurus organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Prabumulih, Senin (12/3).
“Dihadapan kawan–kawan pers, saya sampaikan bahwa saya siap maju sebagai Calon Walikota Prabumulih tahun depan. Mohon dukungan dan doanya bersama, agar bisa melanjutkan membangun Kota Prabumulih ini,” tegas Ridho.
Pernyataan sikap siap merebut kursi nomor 1 Pemkot Prabumulih, yang tidak lama lagi bakal dihelat tersebut bukan tanpa alasan disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Prabumulih ini. Selain mengacu pada hitungan tim survey dilapangan, juga berdasarkan cita–cita dan program kerja kedepan yang harus dia lanjutkan.
“Dari pengalaman saya selama 4 tahun mendampingi dan duduk sebagai orang pemerintahan, maka sudah sepantasnya saya maju sebagai Calon Walikota Prabumulih dan melanjutkan kerja dan pembangunan di Kota Prabumulih,” ucapnya.
Sementara Sekretaris DPD Partai Golkar Prabumulih H Daud Rotasi SSos, ditemui di Sekretariat partai, Jalan Ahmad Yani, Prabu Jaya, menyebutkan seluruh pengurus dan kader Partai Golkar Kota Prabumulih mendukung dan mencalonkan Ir Ridho Yahya MM sebagai Calon Walikota Prabumulih periode 2013 – 2018.
”Kami seluruh keluarga, kader, dan simpatisan Partai Golkar menyatakan mendukung dan mencalonkan Bapak Ridho sebagai Cawako Prabumulih mendatang,” pungkasnya. (and)
Air Terjun Belum Ada Nama
* Potensi Pariwisata Empat Lawang yang Belum Terjamah
Empat Lawang, SN
Banyak sekali potensi-potensi pariwisata di kabupaten Empat Lawang, yang masih tersimpan, dan belum terjamah. Salah satunya yaitu air terjun yang terdapat di daerah Sekip Kelurahan Kupang Kecamatan Tebing Tinggi, dan jaraknya sekitar 500 meter dari jalan Lingkar ini, sangat indah, serta airnya sangat jernih.
Diketahui kalau didaerah tersebut dari tahun dari tahun 1980-2002, ada suku kubu yang bersembunyi dan tinggal disana, namun tidak tahu mengapa suku kubu tersebut lari dari daerah dekat air terjun tersebut.
Camat Tebing Tinggi Almuhaidi bersama para wartawan mencoba melihat lebih dekat air terjun, yang sangat indah itu. Karena jalan menuju kesana belum ada dan terbuka,rombongan, pun harus melintasi hutan, semak belukar, dan jalan yang agak licin. Diperkirakan waktu yang ditempuh dari jalan raya, sekitar 15 menit.
Namun, semua halangan dan rintangan, terbayar, setelah melihat keindahan air terjun yang belum ada nama tersebut. Air terjun, yang tingginya,
"Setelah kita lakukan peninjauan, kita akan berkoordinasi dengan dinas Pariwisata,supaya potensi air terjun ini, bisa dijadikan objek wisata,di Empat Lawang, khususnya Tebing Tinggi," kata Almuhaidi.
Lanjutnya, untuk sementara pihaknya denga dinas Pariwisata untuk membuka jalan atau akses menuju air terjun.
"Dengan dibukanya akses jalan ke air terjun,masyarakat bisa melihat dan mengisi hari libur sambil menikmati dan mandi di air terjun tersebut," ujar mantan camat Talang Padang.
Saat ditanya, tentang nama yang tepat untuk air terjun tersebut, Almuhaidi mengatakan kalau dia akan memberitahukan dengan Bupati Empat Lawang, atau dengan ketua adat, atau masyarakat yang berada di daerah Sekip.
"Namanya belum ditentukan, mungkin bupati akan memberikan nama untuk air terjun tersebut," jelasnya. (eko)
Wamenag Acungi Jempol MTQ ke XXV di Baturaja Setara Nasional
Baturaja, SN
Wakil Menteri Agama Prof DR Nazarudin Umar mengacungkan jempol pertanda salut menyaksikan kehebohan MTQ ke XXV yang dibuka di Baturaja Minggu malam (11/3), dan disaksikan ramai pengunjung dengan menyelenggaraan yang “hebat “ setara pelaksanaan MTQ tingkat Nasional.
Ungkapan salut sang wakil menteri Agama yang baru pertama kali ke Baturaja juga diamini Gubernur Sumatera Selatan Ir H Alex Noerdin saat membuka pelaksanaan MTQ di GOR Baturaja yang bangga akan kebersamaan warga OKU dalam memeriahkan penyelenggaraan MTQ.
"Pembukaan MTQ kali ini mengingatkan saya pada saat kemeriahan penyelenggaraan SEA Games di Palembang beberapa waktu lalu, saya melihat puluhan ribu warga OKU dari setiap sudut jalan dan lorong berbondong-bondong menuju tempat pembukaan MTQ ini, terbukti saudara Bupati Drs H Yulius Nawawi dan Wakil Bupati Drs H Kuryana aziz bisa mengajak masyarakatnya, terima kasih," ungkap Alex Noerdin dari atas panggung utama .
Dalam laporan Bupati OKU Drs H Yulius Nawawi, panitia penyelengara yang dipimpin langsung wabup Kuryana sudah bekerja maksimal sejak tiga bulan terakhir, seandainya terdapat sisi lemah atau banyak hal yang membuat kafilah maupun official kurang puas pihaknya tidak berkeberatan untuk dikoreksi demi kebaikan bersama.
“Karena meriahnya acara pembukaan malam ini rasa capek panitia sedikit terobati dan kami siap menerima masukan sekaligus saran serta kritik membangun untuk kebaikan kita semua dalam mensiarkan Agama Islam melalui penyelenggaraan MTQ propinsi Sumatera selatan ini, sebab kami sudah bertekad bisa meraih sukses penyelenggaraan dan sukses perestasi,insya allah kami mampu menjadi juara umum tahun 2012 ini,“ ungkap Yulius. (had)
Wakil Menteri Agama Prof DR Nazarudin Umar mengacungkan jempol pertanda salut menyaksikan kehebohan MTQ ke XXV yang dibuka di Baturaja Minggu malam (11/3), dan disaksikan ramai pengunjung dengan menyelenggaraan yang “hebat “ setara pelaksanaan MTQ tingkat Nasional.
Ungkapan salut sang wakil menteri Agama yang baru pertama kali ke Baturaja juga diamini Gubernur Sumatera Selatan Ir H Alex Noerdin saat membuka pelaksanaan MTQ di GOR Baturaja yang bangga akan kebersamaan warga OKU dalam memeriahkan penyelenggaraan MTQ.
"Pembukaan MTQ kali ini mengingatkan saya pada saat kemeriahan penyelenggaraan SEA Games di Palembang beberapa waktu lalu, saya melihat puluhan ribu warga OKU dari setiap sudut jalan dan lorong berbondong-bondong menuju tempat pembukaan MTQ ini, terbukti saudara Bupati Drs H Yulius Nawawi dan Wakil Bupati Drs H Kuryana aziz bisa mengajak masyarakatnya, terima kasih," ungkap Alex Noerdin dari atas panggung utama .
Dalam laporan Bupati OKU Drs H Yulius Nawawi, panitia penyelengara yang dipimpin langsung wabup Kuryana sudah bekerja maksimal sejak tiga bulan terakhir, seandainya terdapat sisi lemah atau banyak hal yang membuat kafilah maupun official kurang puas pihaknya tidak berkeberatan untuk dikoreksi demi kebaikan bersama.
“Karena meriahnya acara pembukaan malam ini rasa capek panitia sedikit terobati dan kami siap menerima masukan sekaligus saran serta kritik membangun untuk kebaikan kita semua dalam mensiarkan Agama Islam melalui penyelenggaraan MTQ propinsi Sumatera selatan ini, sebab kami sudah bertekad bisa meraih sukses penyelenggaraan dan sukses perestasi,insya allah kami mampu menjadi juara umum tahun 2012 ini,“ ungkap Yulius. (had)
Petani Gauli Anak Tetangga

* TSK Ngaku Lebih 7 kali
Banyuasin, SN
Lantaran menggauli anak di bawah umur seperti layaknya pasangan suami istri Andreas bin Siswantono (20) warga Desa Air Saleh Jalur 6 Kecamatan Air Saleh akhirnya ditangkap anggota Polres Banyuasin, Senin (12/3).
Tersangka mengakui perbuatannya dihadapan penyidik polres Banyuasin setelah menyetubuhi korban inisial Wd umur 14 tahun yang masih berstatus sekolah Madasah Tsanawiah (MTS) kelas III
Tersangka merupakan tetangga korban yang rumahnya hanya berjarak 2 rumah dari rumah tersangka. Andreas mengatakan kalau kejadian tersebut atas dasar suka sama suka.dansudah mau menjalani pacaran selama satu tahun.
“Aku sama dio galak sama galak pertama kali aku berhubungan badan sama dio di hotel BR di kawasan 16 Ilir sekitar bulan Januari 2012, saat itu aku berhubungan badan samo dio sebanyak 2 kali tetapi setelah bapak nyo wd idak setuju bahwa kami pacaran dan mau menikah akhirnya aku ngajak dio belari. Akhirnya aku ngajak dio belari hari Jumat tanggal 2 maret 2012 hari pertama pelarian kami, aku bawak dio ke hotel yang ada di kawasan angkatan 45 selama 1 hari dan kami melakukan hubungan seperti suami istri sebanyak 2 kali, kemudian saya mengajak dia jalan-jalan di Bengkulu dan usai dari sana kami langsung ke Prabumuli di tempat paman saya selama 3 hari dan di temapat paman saya pun melakukan hubungan badan sebanyak 3 kali,” jelasnya.
Terpisah ayah korban Sutarman mengatakan, telah melaporkan perbuatan tersangka pada tanggal 3 Maret dengan nomor laporan 78BIII/2012/Sumsel/Res Banyuasin, atas tuduhan melarikan anak gadis di bawah umur, dan kejadian tersebut langsung di tindak ke pihak kepolisian polres banyuasin. PPA(Perlindugan Perempuan dan Anak).
Kapolres Banyuasin AKBP Agus Setiawan melalui Kasat Reskrim AKP Suwarno dan Kanit PPA Ipda Ady Ahyat SH mengatakan, tersangka dijerat dengan UU Perlindungan anak dengan ancaman 9 tahun penjara.
“Saat di tangkap tersangka sedang berada di gudang gilingan padi di desa Air Saleh Kecamatan Air Saleh dan sekarang sedang kita amankan dan di periksa lebih lanjut lagi,” ungkapnya. (sir)
Kondisi Bangsa Tak Menentu Membuat Rakyat Marah dan Anarkis

Oleh Agus Harizal Alwie Tjikmat
SANGAT menyedihkan, miris, dan mengherankan kondisi Bangsa ini. Multi komplek problem menghinggapi Negeri ini, makin parahnya lagi persoalan-persoalan yang ada tak ada yang diselesaikan serius. Ujung-ujungnya kekecewaan yang ada di rakyat. Kondisi inilah yang membuat rakyat Negeri ini tak percaya lagi dengan pemerintah. Hingga apa saja yang dilakukan pemerintah, semuanya tak dianggap serius.
Misalnya saat ada rencana pemberian BLT, orang bukannya senang. Justru kebijakan ini dicibir, karena dianggap hanya untuk meraih popularitas, bukan memperbaiki Bangsa yang terus terpuruk.
Tak hanya itu saat ini khalayak apatis dan seperti putus asa dengan penguasa dan tindakan aparat, hal ini membuahkan aksi main hakim sendiri. Untuk diketahui aksi main hakim sendiri berada di titik yang mengkhawatirkan, harusnya aparat cepat sigap.
Banyak sekali kasus yang diselesaikan oleh massa, karena polisi atau aparat yang datang terlambat.
Saat ini saja dengan rencana kenaikan harga BBM semua bergerak dan protes. Demo dimana-mana, ini disebabkan rakyat marah dengan sikap pemerintah yang tak berpihak ke rakyat.
Kondisi Bangsa yang tak mementu juga menimbulkan aksi main hakim sendiri di tengah masyarakat. Hal ini sudah sangat sering terjadi. Aksi main sendiri sangat dipengaruhi perasaan frustasi masyarakat terhadap kondisi bangsa yang morat marit.
Terutama sektor perekonomian yang tak kunjung membaik dan kian menghimpit kehidupan ekonomi masyarakat. Tak luput juga kekecewaan terhadap supremasi hukum.
Aksi ini banyak dilakukan warga dengan ekonomi kurang mampu. Hanya untuk mengingatkan kita bersama,
saat ini rakyat kecewa dengan kondisi saat ini, sudah miskin, pemerintah seakan tak pernah mendengar dengan keluhan mereka. Ketika ada masalah atau konflik, emosi rakyat sangat cepat tersulut
Apapun alasannnya, aksi main hakim sendiri tetap tak diperbolehkan. Karena cara itu telah mengabaikan norma-norma dan aturan hukum yang sudah ditata di Republik ini. Polisi harus optimal menjalankan kewajibannya. Tidak ada pilih kasih atau perasaan takut dari aparatnya untuk bertindak tegas.
Harus dicari benang merah untuk setiap aksi main hakim sendiri. Misalnya yang paling bertanggungjawab dan yang menjadi pemicu awal. Untuk tindakan main hakim sendiri, Polisi harus repot untuk mengusut kasus ini secara hukum, khususnya jika polisi tiba saat aksi belum terjadi.
Tidak sebandingnya jumlah anggota polisi dan masyarakat, memang menjadi dasar pembelaan bagi polisi. Tetapi ini mutlak dilakukan, yang salah harus dihukum dan tegas dilakukan. Ini juga sebagai efek jera untuk semua pihak. (***)
PDAM Tirta Randik Tambah Kapasitas
Sekayu, SN
Untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan air bersih di 19 desa, wilayah 14 kecamatan dalam Kabupaten Musi Banyuasin, PDAM Tirta Randik Sekayu, akan membeli pompa air baku baru. Alat tersebut diperuntukkan di wilayah Kecamatan Sungai Lilin.
Direktur PDAM Tirta Randik Sekayu, Firdaus L Dine, kepada koran ini, Senin (12/3) menuturkan, peningkatan air bersih terhadap pelanggan di Kabupaten Muba, setiap tahunnya terus dilakukan. Untuk tahun ini saja menurut Firdaus, pihaknya tengah melakukan perubahan distribusi air bersih kepada pelanggan.
Saat ini menurutnya, kapasitas 30 liter per detik akan ditingkatkan menjadi 60 liter per detik. Ini dilakukan demi meningkatkan pelayanan yang diberikan terhadap pelanggan di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Muba.
Oleh karena itu, pihak PDAM Tirta Randik akan membangun pompa air baku baru dengan mengajukan anggaran sebesar Rp 60 miliar. Sehingga pelanggan tidak merasa dirugikan.
Peningkatan pelayanan tersebut menurut Firdaus, termasuk di kawasan Kecamatan Sungai Lilin. Di kecamatan ini, seluruh jaringan pipa dilakukan pergantian dan pembenahan dari yang mengalami kerusakan maupun ganti baru. "Saat ini tengah dilakukan pengerjaannya," kata Firdaus..
Firdaus mengungkapkan, Kecamatan Sungai Lilin saat musim kemarau, pasokan air yang diterima tidak layak konsumsi. Ia melanjutkan, di wilayah itu, kondisinya jika musim kemarau, air bersih diterima pelanggan rasanya asin atau payau.
Hal tersebut terjadi menurutnya karena memang air baku diterima pihak PDAM setempat kondisinya memang berasa asin. Itu terjadi karena kondisi air laut menyebar ke beberapa anak sungai di kawasan tersebut.
"Tapi meski demikian, kedepan kita terus mengupayakan agar kondisi air layak dikonsumsi, yaitu dengan cara bakal membeli mesin pengolahan air bersih yang harganya bisa mencapai Rp 1 miliar, saat ini masih dikoordinasikan sehingga tidak ada kesalahan dikemudian hari," bebernya.
Penambahan alat baru menurutnya, setiap bulan jumlah pelanggan di wilayah Muba mengalami penambahan yang saat ini saja berjumlah 19400 pelanggan. Sehingga mereka akan terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap sejumlah pelanggan, termasuk kualitas air bersih yang diterima pelanggan. (her)
Untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan air bersih di 19 desa, wilayah 14 kecamatan dalam Kabupaten Musi Banyuasin, PDAM Tirta Randik Sekayu, akan membeli pompa air baku baru. Alat tersebut diperuntukkan di wilayah Kecamatan Sungai Lilin.
Direktur PDAM Tirta Randik Sekayu, Firdaus L Dine, kepada koran ini, Senin (12/3) menuturkan, peningkatan air bersih terhadap pelanggan di Kabupaten Muba, setiap tahunnya terus dilakukan. Untuk tahun ini saja menurut Firdaus, pihaknya tengah melakukan perubahan distribusi air bersih kepada pelanggan.
Saat ini menurutnya, kapasitas 30 liter per detik akan ditingkatkan menjadi 60 liter per detik. Ini dilakukan demi meningkatkan pelayanan yang diberikan terhadap pelanggan di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Muba.
Oleh karena itu, pihak PDAM Tirta Randik akan membangun pompa air baku baru dengan mengajukan anggaran sebesar Rp 60 miliar. Sehingga pelanggan tidak merasa dirugikan.
Peningkatan pelayanan tersebut menurut Firdaus, termasuk di kawasan Kecamatan Sungai Lilin. Di kecamatan ini, seluruh jaringan pipa dilakukan pergantian dan pembenahan dari yang mengalami kerusakan maupun ganti baru. "Saat ini tengah dilakukan pengerjaannya," kata Firdaus..
Firdaus mengungkapkan, Kecamatan Sungai Lilin saat musim kemarau, pasokan air yang diterima tidak layak konsumsi. Ia melanjutkan, di wilayah itu, kondisinya jika musim kemarau, air bersih diterima pelanggan rasanya asin atau payau.
Hal tersebut terjadi menurutnya karena memang air baku diterima pihak PDAM setempat kondisinya memang berasa asin. Itu terjadi karena kondisi air laut menyebar ke beberapa anak sungai di kawasan tersebut.
"Tapi meski demikian, kedepan kita terus mengupayakan agar kondisi air layak dikonsumsi, yaitu dengan cara bakal membeli mesin pengolahan air bersih yang harganya bisa mencapai Rp 1 miliar, saat ini masih dikoordinasikan sehingga tidak ada kesalahan dikemudian hari," bebernya.
Penambahan alat baru menurutnya, setiap bulan jumlah pelanggan di wilayah Muba mengalami penambahan yang saat ini saja berjumlah 19400 pelanggan. Sehingga mereka akan terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap sejumlah pelanggan, termasuk kualitas air bersih yang diterima pelanggan. (her)
Alex Tak Hadir, Panggilan Ketiga Pansus Hak Angket
Sekayu, SN
Kembali Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Suban IV DPRD Kabupaten Musi Banyuasin tampaknya tidak tegas buktinya panggilan DPRD Muba tidak di indahkan. Setelah pemanggilan ketiga terhadap H Alex Noerdin selaku mantan Bupati Muba tidak dipenuhi, pansus berencana mengakhiri pansus dengan menuangkan rekomendasi akhir.
Ketua Pansus Hak Angket Suban IV, Yusuf Mahmud mengatakan surat panggilan ketiga sudah dilayangkan pihaknya pada tanggal 8 Maret. Namun sampai saat ini belum ada jawaban. “Kita berusaha meminta keterangan dan bila tidak hadir. Maka kesimpulan akan dimasukkan ke dalam rekomendasi,” ujar Yusuf disela rapat Pansus Suban di DPRD Muba, Senin (12/3) di ruang Banmus DPRD Muba
Sedangkan pihak Alex Noerdin, jelas Yusuf, hanya membalas surat panggilan kedua tanggal 24 Februari 2012 dengan nomor 0542/111/2012. Didalam surat pemberitahuan itu dijelaskan jika ketidak hadiran Alex Noerdin yang saat ini menjabat Gubernur Sumsel untuk memenuhi panggilan pansus hak angket Suban lantaran dirinya bukanlah warga masyarakat Muba sehingga tidak memiliki kewajiban untuk memenuhi panggilan pansus hak angket Suban IV DPRD.
Untuk itu bila Pansus bersikeras ingin meminta keterangan dapat mengajukan secara tertulis dan bisa langsung berkonsultasi langsung dengan H Alex Noerdin. Surat balasan itu menurut Yusuf menimbulkan reaksi beragam dari para anggota Pansus. Sehingga dia berkesimpulan jika yang bersangkutan tidak bakal hadir memenuhi panggilan pansus.
Mengenai adanya panggilan paksa, jelas Yusuf, hal itu sudah dilakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. “Kita sudah ajukan surat untuk melakukan jemput paksa. Namun dari pihak kepolisian tidak bisa melakukannya,” paparnya. Adapun alasan pansus melakukan jemput paksa jika pada panggilan ketiga tidak bisa dilakukan sudah ada dalam ketentuan dan kewenangan Pansus sesuai Undang-Undang.
Hal ini berdasarkan UU No 27 tahun 2009 pasal 310 ayat 2 dan 3 diperjelas dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 16 tahun 2010 tentang tata tertib DPRD. Untuk itu menurut Yusuf, pansus sudah kehabisan cara untuk mengatasi masalah tersebut. Sehingga berkesimpulan hasil pansus merekomendasi jika yang bersangkutan saat dipanggil tidak juga hadir karena merasa bukan masyarakat Muba. (her)
Kembali Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Suban IV DPRD Kabupaten Musi Banyuasin tampaknya tidak tegas buktinya panggilan DPRD Muba tidak di indahkan. Setelah pemanggilan ketiga terhadap H Alex Noerdin selaku mantan Bupati Muba tidak dipenuhi, pansus berencana mengakhiri pansus dengan menuangkan rekomendasi akhir.
Ketua Pansus Hak Angket Suban IV, Yusuf Mahmud mengatakan surat panggilan ketiga sudah dilayangkan pihaknya pada tanggal 8 Maret. Namun sampai saat ini belum ada jawaban. “Kita berusaha meminta keterangan dan bila tidak hadir. Maka kesimpulan akan dimasukkan ke dalam rekomendasi,” ujar Yusuf disela rapat Pansus Suban di DPRD Muba, Senin (12/3) di ruang Banmus DPRD Muba
Sedangkan pihak Alex Noerdin, jelas Yusuf, hanya membalas surat panggilan kedua tanggal 24 Februari 2012 dengan nomor 0542/111/2012. Didalam surat pemberitahuan itu dijelaskan jika ketidak hadiran Alex Noerdin yang saat ini menjabat Gubernur Sumsel untuk memenuhi panggilan pansus hak angket Suban lantaran dirinya bukanlah warga masyarakat Muba sehingga tidak memiliki kewajiban untuk memenuhi panggilan pansus hak angket Suban IV DPRD.
Untuk itu bila Pansus bersikeras ingin meminta keterangan dapat mengajukan secara tertulis dan bisa langsung berkonsultasi langsung dengan H Alex Noerdin. Surat balasan itu menurut Yusuf menimbulkan reaksi beragam dari para anggota Pansus. Sehingga dia berkesimpulan jika yang bersangkutan tidak bakal hadir memenuhi panggilan pansus.
Mengenai adanya panggilan paksa, jelas Yusuf, hal itu sudah dilakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. “Kita sudah ajukan surat untuk melakukan jemput paksa. Namun dari pihak kepolisian tidak bisa melakukannya,” paparnya. Adapun alasan pansus melakukan jemput paksa jika pada panggilan ketiga tidak bisa dilakukan sudah ada dalam ketentuan dan kewenangan Pansus sesuai Undang-Undang.
Hal ini berdasarkan UU No 27 tahun 2009 pasal 310 ayat 2 dan 3 diperjelas dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 16 tahun 2010 tentang tata tertib DPRD. Untuk itu menurut Yusuf, pansus sudah kehabisan cara untuk mengatasi masalah tersebut. Sehingga berkesimpulan hasil pansus merekomendasi jika yang bersangkutan saat dipanggil tidak juga hadir karena merasa bukan masyarakat Muba. (her)
DPRD OKUS Harapkan Pembangunan Infrastruktur Jalan Daerah Tertinggal Diutamakan
Muaradua, SN
Kalangan DPRD OKU Selatan mengharapkan Pemkab OKU Selatan terus mengutamakan pembangunan infrastruktur jalan daerah tertinggal dan dari keterisoliran. Hal ini menyusul masih adanya sejumlah daerah yang terisolir dan sulit dijangkau dengan sarana transportasi darat.
Hal ini diungkapkan salah seorang anggota DPRD OKU Selatan Irawan Abizar SSos. Menurutnya, hingga saat ini masih banyak Desa yang berada di berbagai kecamatan, belum bisa tersentuh kendaraan roda empat. Misalnya Desa Way Wangi Seminung dan Desa Gedung Ranau yang berada di Kecamatan Warkuk Ranau Selatan.
Transportasi darat hingga saat ini yang menghubungkan desa satu dengan desa lainnya masih sangat sulit, terkecuali transprtasi danau,” Katanya saat dibincangi beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Irawan, akses jalan darat masuknya kendaraan yang pernah dirintis sebelumnya agar kembali di anggarkan untuk pembangunan anggaran 2012 mendatang, sehingga pembangunan sebelumnya tidak terkesan sia-sia warga yang bermukim diberbagai desa itu mengharapkan Pemkab OKU Selatan dapat melanjutkanmembangun jalan yang saat ini terhenti sehingga daerah mereka tidak terisolir lagi.
“Pasalnya, akibat keterisoliran tersebut, tingkat perekonomian masyarakat setempat banyak yang jauh tertinggal dengan daerah lainnya.Karena dengan belum adanya akses transportasi jalan, secara tidak langsung telah berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat. Dimana nilai tukar hasil bumi dengan rupiah jauh lebih rendah. Ini semua adalah dampak dari keterbelakangan, selain itu pula tambahnya pembangunan poros jalan kabupaten yang telah dirintis sebelumnya yang telah terbentuk badan jalan tersebut merupakan jalan poros objek pariwisata pemandian air panas Danau Ranau,” terangnya.
Harapan ini direspon Pemkab OKU Selatan. Kepala Dinas PU Ir Sudirman MM melalui Paisol Staf Bid Ciptakarya Dinas PU OKU Selatan, ketika dikonfirmasi mengatakan, program pembangunan jalan poros desa yang merupakan akses penghubung antar desa percepatan pembangunan dilakukan dengan pemberdayaan PNPM/RIS.
"Ini dilakukan salah satunya adalah guna membuka keterisoliran daerah tertinggal. Sedangkan jalan Kabupaten Pemkab OKU Selatan menganggarkan dengan dana APBD sehingga kedepan diupayakan untuk menjadi program prioritas,” ujarnya. (dan)
Kalangan DPRD OKU Selatan mengharapkan Pemkab OKU Selatan terus mengutamakan pembangunan infrastruktur jalan daerah tertinggal dan dari keterisoliran. Hal ini menyusul masih adanya sejumlah daerah yang terisolir dan sulit dijangkau dengan sarana transportasi darat.
Hal ini diungkapkan salah seorang anggota DPRD OKU Selatan Irawan Abizar SSos. Menurutnya, hingga saat ini masih banyak Desa yang berada di berbagai kecamatan, belum bisa tersentuh kendaraan roda empat. Misalnya Desa Way Wangi Seminung dan Desa Gedung Ranau yang berada di Kecamatan Warkuk Ranau Selatan.
Transportasi darat hingga saat ini yang menghubungkan desa satu dengan desa lainnya masih sangat sulit, terkecuali transprtasi danau,” Katanya saat dibincangi beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Irawan, akses jalan darat masuknya kendaraan yang pernah dirintis sebelumnya agar kembali di anggarkan untuk pembangunan anggaran 2012 mendatang, sehingga pembangunan sebelumnya tidak terkesan sia-sia warga yang bermukim diberbagai desa itu mengharapkan Pemkab OKU Selatan dapat melanjutkanmembangun jalan yang saat ini terhenti sehingga daerah mereka tidak terisolir lagi.
“Pasalnya, akibat keterisoliran tersebut, tingkat perekonomian masyarakat setempat banyak yang jauh tertinggal dengan daerah lainnya.Karena dengan belum adanya akses transportasi jalan, secara tidak langsung telah berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat. Dimana nilai tukar hasil bumi dengan rupiah jauh lebih rendah. Ini semua adalah dampak dari keterbelakangan, selain itu pula tambahnya pembangunan poros jalan kabupaten yang telah dirintis sebelumnya yang telah terbentuk badan jalan tersebut merupakan jalan poros objek pariwisata pemandian air panas Danau Ranau,” terangnya.
Harapan ini direspon Pemkab OKU Selatan. Kepala Dinas PU Ir Sudirman MM melalui Paisol Staf Bid Ciptakarya Dinas PU OKU Selatan, ketika dikonfirmasi mengatakan, program pembangunan jalan poros desa yang merupakan akses penghubung antar desa percepatan pembangunan dilakukan dengan pemberdayaan PNPM/RIS.
"Ini dilakukan salah satunya adalah guna membuka keterisoliran daerah tertinggal. Sedangkan jalan Kabupaten Pemkab OKU Selatan menganggarkan dengan dana APBD sehingga kedepan diupayakan untuk menjadi program prioritas,” ujarnya. (dan)
Jelang Harga Naik, Oknum Mulai Timbun BBM
Kayuagung, SN
Menjelang kenaikan harga BBM per 1 April mendatang, masih resahnya terhadap kelangkaan BBM ini sudah terasa sejak beberapa pekan lalu. Apalagi banyak oknum yang diduga akan menimbun (menyimpan) BBM demi meraup keuntungan pribadi.
Seperti fenomena yang terjadi di Kabupaten OKI, trik yang dilakukan oknum-oknum ini dengan mendatangi sejumlah SPBU untuk mengisi bensin atau solar. Mereka menggunakan kendaraan roda empat seperti carry atau sepeda motor dengan kapasitas tangki besar seperti Thunder, Mega Pro, Futsar, Tiger.
Sejumlah SPBU di OKI seperti di Muara Baru Kayuagung, Ulak Ketapang Pedamaran, Muara Burnai, Bunut dan Pematang Panggang memang menerapkan pembatasan pembelian SPBU. Untuk mobil dibatasi Rp 100 ribu per mobil dan motor hanya Rp 20 ribu per mobil.
Para oknum ini mesiasati hal ini dengan mengisi BBM berulang-ulang dalam beberapa jam. Setelah kendaraannya mengisi BBM, lalu pulang untuk menampung BBM tersebut dan kembali lagi ke SPBU untuk membeli lagi dan hal ini dilakukan bahkan hingga lebih dari 5 kali. Meski oknum itu tidak akan menjualnya sendiri dengan harga tinggi, BBM yang ditampungnya bisa dijual ke oknum yang lain.
Dampaknya harga bensin di pengecer mengalami kenaikan harga. Semula hanya berkisar Rp 6 ribu perliter, kini menjadi Rp 7 ribu-8 ribu per liter. Harga ini berlaku di dalam perkotaan atau pinggiran jalan raya, bila di daerah pedalaman harga mencapai Rp 10 ribu perliter.
Mat (30) penjual BBM di SPBU Pematang Panggang kemarin mengatakan, sangat sulit untuk memastikan pembeli BBM yang bertujuan untuk ditimbun atau untuk dipakai sendiri, yang pasti pihaknya tidak melayani pembelian menggunakan derigen.
Sedangkan Rina (37) pengecer bensin di Jalan Muchtar Saleh Kayuagung mengatakan, pekan lalu ia menjual bensin Rp 6 ribu per liter tapi kini Rp 7 ribu per liter. Hal ini karena BBM mulai langka dan terkadang di SPBU kerap kehabisan stok. (iso)
Menjelang kenaikan harga BBM per 1 April mendatang, masih resahnya terhadap kelangkaan BBM ini sudah terasa sejak beberapa pekan lalu. Apalagi banyak oknum yang diduga akan menimbun (menyimpan) BBM demi meraup keuntungan pribadi.
Seperti fenomena yang terjadi di Kabupaten OKI, trik yang dilakukan oknum-oknum ini dengan mendatangi sejumlah SPBU untuk mengisi bensin atau solar. Mereka menggunakan kendaraan roda empat seperti carry atau sepeda motor dengan kapasitas tangki besar seperti Thunder, Mega Pro, Futsar, Tiger.
Sejumlah SPBU di OKI seperti di Muara Baru Kayuagung, Ulak Ketapang Pedamaran, Muara Burnai, Bunut dan Pematang Panggang memang menerapkan pembatasan pembelian SPBU. Untuk mobil dibatasi Rp 100 ribu per mobil dan motor hanya Rp 20 ribu per mobil.
Para oknum ini mesiasati hal ini dengan mengisi BBM berulang-ulang dalam beberapa jam. Setelah kendaraannya mengisi BBM, lalu pulang untuk menampung BBM tersebut dan kembali lagi ke SPBU untuk membeli lagi dan hal ini dilakukan bahkan hingga lebih dari 5 kali. Meski oknum itu tidak akan menjualnya sendiri dengan harga tinggi, BBM yang ditampungnya bisa dijual ke oknum yang lain.
Dampaknya harga bensin di pengecer mengalami kenaikan harga. Semula hanya berkisar Rp 6 ribu perliter, kini menjadi Rp 7 ribu-8 ribu per liter. Harga ini berlaku di dalam perkotaan atau pinggiran jalan raya, bila di daerah pedalaman harga mencapai Rp 10 ribu perliter.
Mat (30) penjual BBM di SPBU Pematang Panggang kemarin mengatakan, sangat sulit untuk memastikan pembeli BBM yang bertujuan untuk ditimbun atau untuk dipakai sendiri, yang pasti pihaknya tidak melayani pembelian menggunakan derigen.
Sedangkan Rina (37) pengecer bensin di Jalan Muchtar Saleh Kayuagung mengatakan, pekan lalu ia menjual bensin Rp 6 ribu per liter tapi kini Rp 7 ribu per liter. Hal ini karena BBM mulai langka dan terkadang di SPBU kerap kehabisan stok. (iso)
e-KTP Dideadline Akhir April, OKI Siap
Kayuagung, SN
Kabupaten OKI siap menuntaskan perekaman e-KTP bagi seluruh warganya yang wajib memiliki KTP hingga akhir April mendatang sesuai deadline (batas terakhir) yang diberikan Dirjen Dukcapil pada Kemendagri RI.
Bahkan dalam waktu dekat ini, sebanyak 1.800 lembar e-KTP akan dibagikan kepada 1 800 warga OKI yang ada di 18 kecamatan, jadi setiap kecamatan ada 100 warganya yang nanti menerima e-KTP ini.
Kepala Disdukcapil OKI H Gamal Abdul Nadjib SH kepada wartawan kemarin mengatakan, jumlah wajib warga OKI yang wajib memiliki KTP lebih dari 500 ribu orang dan hingga saat ini yang sudah melakukan perekaman e-KTP sekitar 300 ribu orang.
Agar pada saat deadline nanti OKI sudah siap, pihaknya terus menghimbau kepada seluruh warga yang belum melakukan perekaman agar secepatnya mendatangi kantor camat masing-masing untuk hal itu. Bagi masyarakat yang NIKnya belum terdaftar, agar mengisi formulir F101 yang tersedia di kantor camat.
”Sesuai dengan target pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri bahwa perekaman e-KTP bagi seluruh wajib KTP harus selesai paling lambat akhir April mendatang, kita yakin target tersebut bisa tercapai,” ungkapnya.
Untuk memotivasi wajib KTP lainya agar segera melakukan perekaman e-KTP, Disdukcapil OKI akan segera membagikan e-KTP yang sedang dicetak oleh Kemendagri. E-KTP ini dibagikan kepada 1.800 pemilik e-KTP tersebut yang tersebar di 18 kecamatan di OKI.
Dengan dicetaknya 1.800 e-KTP ini nanti diharapkan, masyarakat yang belum melakukan perekaman agar segera datang ke Kecamatan tempat tinggal masing-masing untuk melakukan perekaman. ”Dengan adanya e-KTP yang sudah dicetak mudah-mudahan masyarakat yang lain termotivasi untuk membuat e-KTP,” katanya. (iso)
Kabupaten OKI siap menuntaskan perekaman e-KTP bagi seluruh warganya yang wajib memiliki KTP hingga akhir April mendatang sesuai deadline (batas terakhir) yang diberikan Dirjen Dukcapil pada Kemendagri RI.
Bahkan dalam waktu dekat ini, sebanyak 1.800 lembar e-KTP akan dibagikan kepada 1 800 warga OKI yang ada di 18 kecamatan, jadi setiap kecamatan ada 100 warganya yang nanti menerima e-KTP ini.
Kepala Disdukcapil OKI H Gamal Abdul Nadjib SH kepada wartawan kemarin mengatakan, jumlah wajib warga OKI yang wajib memiliki KTP lebih dari 500 ribu orang dan hingga saat ini yang sudah melakukan perekaman e-KTP sekitar 300 ribu orang.
Agar pada saat deadline nanti OKI sudah siap, pihaknya terus menghimbau kepada seluruh warga yang belum melakukan perekaman agar secepatnya mendatangi kantor camat masing-masing untuk hal itu. Bagi masyarakat yang NIKnya belum terdaftar, agar mengisi formulir F101 yang tersedia di kantor camat.
”Sesuai dengan target pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri bahwa perekaman e-KTP bagi seluruh wajib KTP harus selesai paling lambat akhir April mendatang, kita yakin target tersebut bisa tercapai,” ungkapnya.
Untuk memotivasi wajib KTP lainya agar segera melakukan perekaman e-KTP, Disdukcapil OKI akan segera membagikan e-KTP yang sedang dicetak oleh Kemendagri. E-KTP ini dibagikan kepada 1.800 pemilik e-KTP tersebut yang tersebar di 18 kecamatan di OKI.
Dengan dicetaknya 1.800 e-KTP ini nanti diharapkan, masyarakat yang belum melakukan perekaman agar segera datang ke Kecamatan tempat tinggal masing-masing untuk melakukan perekaman. ”Dengan adanya e-KTP yang sudah dicetak mudah-mudahan masyarakat yang lain termotivasi untuk membuat e-KTP,” katanya. (iso)
Langganan:
Postingan (Atom)
Press
My Slideshow: Ferdinand’s trip to Palembang, Sumatra, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Palembang slideshow. Create your own stunning free slideshow from your travel photos.


